Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Sundanese
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Pergi!
Bang Man, gimana kamu nemu terowongan ini?
Aku sudah survei area ini.
Saluran pembuangan pabrik nyambung langsung ke penjara.
Bang Man, ini jalan buntu.
Nggak mungkin.
Aku nggak salah.
Tadi ada percabangan jalan di sini.
Cuma ular doang.
Jangan cemen banget.
Bang Man.
Sekarang kita ke mana?
Temboknya tiba-tiba hilang.
Ini tempat terkutuk, Bos.
Mending kita balik aja.
Kalian sendiri yang milih ikut aku.
Kalau memang harus mati,
kalian bakal mati di luar sana.
Kami paham, Bang Man.
Kami paham.
Ayo jalan.
Perahu penjemput sudah nunggu di luar.
Sisanya terserah kalian.
Pergi!
Kamu ngapain?
Kita nggak punya pilihan, cepat!
Bang Man!
Bang Man!
Bang Man!
Bang Man!
Bang Man!
Bang Man.
Bang Man.
Aku salah.
Berhenti bercanda.
Kenapa kamu cuma berdiri di situ?
Kakiku nggak bisa gerak.
Lari, keluar dari sini.
Apa-apaan ini?
Mana bantuan Bang Man?
Mana aku tahu?
Kita balik saja dan menyerah.
Mungkin mereka masih mau kasihan.
Diam.
Ada monster.
Kayaknya aku lihat seseorang.
Lari!
Cepat!
Buruan! Lari!
Belakangan ini
Kota Nanga dilanda
hujan asam dan badai yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Para ahli menyebut
fenomena aneh ini disebabkan oleh
arus laut misterius yang mendekat.
Namun, ada rumor yang bilang
bencana ini
berhubungan dengan limbah dari Sunlight Industrial.
Senior.
Dia dihukum karena apa?
Dia pembunuh.
Kok bisa dia tidur setelah membunuh orang?
Hewan juga nggak susah tidur
setelah membantai sesamanya.
Itulah rumitnya sifat manusia.
Di dalam diri kita ada sisi suci dan naluri hewani.
Kamu masih anak magang.
Nanti kalau pengalamanmu sudah banyak,
nggak ada lagi yang bakal bikin kamu kaget.
Rokok.
Rokok.
Duduk lagi.
Sudahlah.
Kasih saja satu.
Dua hari lagi dia dieksekusi.
Anggap saja perawatan terakhir.
Biar aku saja.
Terima kasih, Cantik.
Burung jenis apa tadi?
Itu nggak kelihatan seperti burung.
Kelihatannya seperti
ikan.
Jangan ngaco.
Ikan mana yang bisa terbang?
Kapten.
Di belakang aman?
Bilang ke mereka aman.
Suruh mereka terus jalan.
Kami aman.
Terus jalan.
Wu Chuan.
Terbukti bersalah atas pembunuhan berencana.
Dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Nanga.
Dia resmi dipindahkan
ke Penjara Sarai.
Ini surat pemindahannya.
Tolong tanda tangani penerimaannya.
Tahanan menyerang.
Berhenti.
Kalau kamu bergerak lagi,
kutembak di tempat.
Aku tadi menyelamatkan dia,
Pak Polisi.
Pengecut sepertimu nggak pantas jadi polisi.
Bawa dia.
Jalan.
Utang rokokku sudah lunas.
Bukannya sudah kubilang
ambil obat pengusir ular?
Dasar pemalas.
Narapidana 03, Wu Chuan.
Ada permintaan terakhir?
Pikirkan baik-baik,
lalu tulis.
Lana nggak datang?
Siapa?
Ibuku.
Kami sudah menghubunginya.
Dia bilang
dia nggak mau menemuimu.
Santai saja.
Jangan sampai benar-benar membunuhnya.
Jangan bikin aku susah.
Masuk.
Fei.
Jangan salahkan kami kalau kasar.
Salahkan dirimu sendiri karena lupa aturan.
Brother Man itu siapa buatmu?
Brother Man cuma anjing.
Dia cuma tisu toilet buatku.
Bang Zha, aku nggak akan mengulanginya lagi.
Kumohon.
Maafkan aku.
Kamu mau kabur bareng dia
dan melupakan kami semua.
Katakan.
Terowongan itu tembus ke mana?
Kalian nggak boleh ke luar sana.
Terowongan itu penuh ular.
Ada ular yang sangat besar.
Ular itu menenggelamkan perahu
dan memakan semua orang.
Jangan dekati terowongan itu.
Sebesar apa?
Segini? Besar banget?
Itu ular raksasa.
Kamu bohong.
Balikkan dia.
Aku jujur, Bang Zha.
Kalau makhluk itu merayap masuk ke sini,
kita semua mati.
Diam di tempat.
Di mana terowongannya?
Jangan biarkan mereka masuk.
Aku nggak dengar. Cuci mulutnya.
Bangun.
Kita semua bakal mati.
Baiklah.
Kita lihat siapa yang mati duluan hari ini.
Buka mulutmu dan minum.
Tikus baru.
Sampah macam apa kamu?
Kamu bisu?
Bang Zha lagi ngomong sama kamu.
Maaf, Bang Zha.
Aku salah.
Siapa yang nyuruh kamu bicara?
Kamu nggak dengar aku ngomong sama kamu?
Kamu dengar nggak?
Ternyata dia benar-benar bisu.
Gigimu bagus.
Kamu nggak butuh itu.
- Bang Zha. - Berhenti.
- Lepaskan. - Berhenti menggigit!
Lepaskan!
Berhenti menggigit!
Enaknya aku bunuh kamu gimana?
Katakan, kamu mau mati seperti apa?
Tunggu, stop...
Bang, jangan.
Kita bisa bicarakan baik-baik!
Bunuh dia!
Kamu cari mati.
Ya Tuhan.
Banyak sekali ular.
Lihat, ular di mana-mana.
Ada orang di sana?
Buka pintunya.
Ada orang di sana?
Ada monster! Ular raksasa!
Selamat datang di episode Jelajah Sains kali ini.
Beberapa hari lalu, para saksi menemukan
makhluk raksasa tak dikenal
di pantai dengan panjang puluhan meter.
Sebenarnya makhluk apa ini?
Mungkin dia bisa memberi jawabannya.
Halo, Pak CK.
Saya dengar Anda pernah mengunjungi tempat bernama
Pulau Fushing
dan melihat banyak makhluk misterius di sana.
Kami ingin tahu pandangan Anda
tentang kejadian makhluk tak dikenal ini.
Biasanya aku menemukan mereka di selokan.
Air tanah
membawa informasi
dari jauh di dalam bumi.
Lendir yang menempel pada mereka
sangat unik.
Lendir itu kaya sel arkea purba.
Artinya,
makhluk ini adalah predator puncak
yang sudah ada 100 juta tahun lalu.
Aku menghabiskan malam-malam tanpa tidur di selokan
untuk melakukan ratusan eksperimen DNA.
Akhirnya,
aku menemukan hal baru.
Ini dia.
Ini juga dipenuhi lendir.
Ini membuktikan
monster-monster dari Pulau Fushing
sedang bermigrasi besar-besaran ke sini.
Semuanya, kalian harus kabur.
Sekian Jelajah Sains hari ini.
Percayalah padaku.
Kota Nanga akan dipenuhi monster.
Minum obatmu.
Ini berbahaya.
Aku nggak gila. Percayalah.
Sekian Jelajah Sains hari ini.
Ayo, minum pilmu.
Minum obat dulu.
Selamatkan diri kalian.
Sampai jumpa lain waktu.
Chaoyang.
Chaoyang sudah kembali.
Kami menantikan kehadiranmu.
Ini kelas kami.
Silakan bergabung.
Ayo.
Ini Jalan Pemurnian kami.
Kami harap kamu mau bergabung.
Baik. Terima kasih.
Pak.
Coba lihat.
Lihat sebentar saja.
Dunia ini dipenuhi energi negatif.
Kita harus menyelamatkannya.
Bergabunglah dengan
Jalan Pemurnian kami.
- Halo. - Tidak, terima kasih.
Halo.
Lihat ke sini.
Minggir.
Permisi.
Minggir dulu.
Jalan ini kenapa?
Mereka sudah sampai.
Lebih cepat dari dugaanku.
Dengarkan aku.
Ini jejak yang ditinggalkan monster.
Ini sangat berbahaya.
Semuanya, segera mengungsi.
- Monster apa? - Di mana?
Halo.
Tolong percaya padaku.
Lihat.
Aku punya bukti.
Kami harap Anda mau bergabung.
Ini buktinya.
Kamu bercanda?
Orang ini gila.
Siapa yang bakal percaya?
Jaga ucapanmu.
Kamu nyuruh aku kerja lagi.
Lain kali beli sendiri.
Junior, aku sedang melatihmu.
Kalau tugas kecil saja nggak sanggup,
gimana kamu mau menangani kasus besar?
Kamu dengar aku nggak, sih?
Nilai akademiku memang nggak sebagus kamu,
tapi instingku lebih tajam.
Pak Polisi.
Mereka memakan orang.
Ada orang yang sebentar lagi dimakan.
Omong kosong apa ini?
Siapa yang dimakan?
Monster sedang memakan orang.
Suruh semua orang mengungsi.
Ini berbahaya.
Ikut aku kembali.
Aku nggak gila.
Dia baru kabur dari rumah sakit jiwa.
Kembali ke sini.
Mereka benar-benar memakan orang.
Kamu mau ke mana?
Lari!
Ini kasus besar, panggil bantuan.
Berita terkini.
Pukul 10:00 pagi,
demo besar-besaran pecah
di pabrik Sunlight Industrial.
Para demonstran menuntut perusahaan mengakui
pembuangan limbah ilegal
dan memberi kompensasi kepada korban.
Bisa kita lihat
para demonstran sangat emosional.
Warga permukiman kumuh ini
menderita penyakit serius.
Di antara mereka ada anak-anak
yang menuntut keadilan untuk keluarga yang meninggal.
Bisa semuanya dengarkan saya dulu?
Sunlight Industrial
adalah tulang punggung ekonomi Nanga.
Ibu.
Kita semua adalah bagian dari perusahaan ini.
Kita ini satu keluarga.
Mana mungkin saya menyakiti kalian?
Lagipula, aku
dibesarkan oleh lingkungan ini.
Aku besar di permukiman kumuh.
Tutup mulutmu!
Orang-orang yang keracunan itu kamu anggap apa?
Kami tidak membohongi kalian.
Omong kosong!
Semua orang tahu kamu bersekongkol
dengan pihak berwenang.
Kamu mau membodohi siapa?
Pak Tua.
Jaga ucapanmu.
Merunduk!
Pembohong!
Para korban mengklaim
demo ini dimulai karena pihak pabrik
menyangkal membuang limbah di permukiman kumuh.
Mereka belum memberikan kompensasi
kepada warga yang terdampak polusi kimia.
Situasi kini makin tak terkendali.
Bentrok kekerasan terjadi
antara warga dan polisi.
Kamu yang membuang racun itu.
Kamu membunuh istri dan anakku.
Akan kubunuh kamu.
Xiaotian!
Jangan main HP terus.
Ambilkan minum untuk pelanggan.
Segera.
Panggangkan ini untukku.
Tunggu sebentar.
Baik.
Kalau uangnya belum ada
dalam setengah jam,
aku akan kirim semua kebusukan Sunlight
ke Badan Regulasi
dan Komisi Antikorupsi.
Kalau itu terjadi,
kalau kamu nggak bisa memuaskan bosmu,
50 juta
nggak akan cukup untuk membereskannya.
Waktumu terus berjalan.
Lihat benda itu.
Besar sekali.
Itu ikan?
Aku nggak tahu.
Bantu aku.
Bantu pegang.
Apa ini?
Aku belum pernah lihat yang seperti ini.
Jangan panik.
Aku tahu ikan jenis apa ini.
Aku seorang profesional,
vlogger laut spesialis ikan.
Jadi, ikan apa itu?
Ikan ini
punya sepasang sayap di sirip dadanya.
Di antara sayap dan rusuknya,
ada dua pasang mata.
Jadi ikan ini disebut
Ikan Terbang Bermata Enam.
Ikan Terbang Bermata Enam?
Cinta butuh keberanian
untuk menghadapi rumor
tentang Ikan Terbang Bermata Enam.
Sebenarnya,
meski namanya begitu,
ikan ini
nggak bisa terbang.
Awas.
Lihat.
Jangan bergerak.
Ya Tuhan.
Bahkan lulusan terbaik akademi saja susah menahannya.
Lumayan.
Instingmu bagus.
Kepala benar soal kamu.
Lepaskan aku.
Lepaskan.
Tahan dia.
Aku akan cek.
Li Feng.
Belum puas juga?
Junior.
Mundur.
Jiang.
Pergi.
Kamu ngapain?
Junior.
Turunkan aku.
Nak.
Cepat.
Masuk ke dalam.
Turunkan aku.
Masuk ke dalam.
Cepat.
Jalan.
Anakku masih di luar.
Turunkan aku.
Ada ikan masuk.
Bunuh itu.
Apa yang kamu lakukan, Wu Chuan?
Kamu mau bikin aku mati?
Lepaskan.
Saat itu aku nggak punya pilihan
dalam situasi seperti itu.
Kamu sudah gila?
Itu masuk ke celananya.
Injak!
Cepat.
Injak!
Lebih keras.
Bunuh itu.
Injak.
Sekarang juga.
Cepat.
Mati kau.
Bunuh itu.
Injak.
Itu kabur. Sudah hilang.
Bawal Terbang Purba punya saraf penciuman yang sangat berkembang.
Sepuluh kali lebih tajam dari Hiu Putih Besar.
Ia bisa mencium darah dari jarak 5 kilometer.
Semakin segar darahnya,
semakin cepat ia terpancing keluar.
Seperti ini.
Kamu ngapain?
Itu tanganku.
Sebentar lagi kamu akan lihat.
Ikan ini punya kekuatan gigitan yang luar biasa.
Sekali gigit,
ia bisa merobek bongkahan daging besar.
Mereka biasanya berburu berkelompok.
Saat terpisah,
naluri bertahan hidupnya
membuatnya jadi jauh lebih agresif.
Mundur.
Apa itu bisa menahannya?
Bunuh saja sekarang.
Jangan takut.
Biar aku.
Biar aku yang tangani.
Semua makhluk hidup
memiliki kebijaksanaan.
Mereka tidak menyakiti tanpa alasan.
Biarkan aku
membersihkan energi negatifnya
dan membimbingnya ke alam lain dengan cahaya kosmik.
Dia sedang mantra-mantra apa ke ikan?
Dia cuma ngelantur.
Pasti dia dicuci otak sama sekte itu.
Makhluk yang tersesat.
Suara Guru Miao Tian
sedang memurnikanmu.
Kembalilah.
Pulanglah.
Siapa yang menyalakan microwave?
Utang karmamu terlalu berat.
Itu akan menjauhkanmu dari cahaya.
Makhluk hidup
secara alami akan ingin membantaimu.
Kamu harus bertobat.
Sekali lagi kamu ngomong,
kulempar kamu ke dalam sana juga.
Kamu ngapain?
Aku peringatkan kamu.
Bahkan di situasi genting begini,
aku nggak akan membiarkanmu kabur.
Kamu dengar?
Semoga suara cahaya membimbingmu.
Beristirahatlah dengan tenang.
Hati-hati.
Biar kubantu.
Aku oleskan obat.
Air 30 yuan sebotol.
Pantas saja rakyat kecil nggak sanggup beli.
Ada yang berhasil menghubungi tim penyelamat?
Semua orang sudah mencoba.
Nggak ada yang bisa tersambung.
Nak.
Minum air dulu.
Jangan sampai tersedak.
Kamu salah orang.
Salah orang?
Bajumu sama persis kayak baju anakku.
Di mana anakku?
Kita nggak bisa terus-terusan terjebak di sini.
Kita harus pergi secepatnya.
Pintu belakang.
Itu langsung tembus ke parkiran bawah tanah.
Jangan.
Kita nggak bisa ke sana.
Aku kabur dari tempat itu.
Di bawah sana monsternya lebih banyak.
Tapi kita punya polisi.
Dia pasti punya rencana.
Benar juga.
Bantuan lagi menuju ke sini buat menyelamatkan kita?
Para polisi yang tadi bersamaku...
semuanya sudah tewas.
Bagaimana dengan kantor polisi?
Kau bisa hubungi
polisi lain lewat ponselmu?
Iya, coba hubungi.
Halo?
Guru, aku ada di Pecinan.
Kami butuh bantuan segera.
Ada masalah
saat aku mengejar buronan.
Muncul ikan pemakan manusia.
Mereka bisa terbang. Banyak orang terluka.
Bisa kirim tim ke sini?
Sepertinya itu mustahil.
Aku...
situasi di sini juga gawat.
Guru.
Guru!
Ayo cek situasi di luar.
Semuanya, lihat.
Makhluk aneh sedang memburu manusia.
Kiamat sudah datang. Sekarang bagaimana?
Ini sudah akhir dunia.
Aku tetap di sini saja.
Setidaknya aku nggak perlu bayar
cicilan rumah 8.000 yuan lagi.
Logaritma ditambah konstanta Avogadro.
A kuadrat ditambah B kuadrat sama dengan C kuadrat.
Semuanya sama dengan
hukum kekekalan massa.
Laju reaksi kimia.
Hidrogen dan oksigen menghasilkan air.
Perpindahan tak terbatas.
Mendekati batas mikroskopis.
Lintasan mikroskopis linear.
Dia benar-benar tahu sesuatu?
Rumus pembakaran karbon-oksigen.
Penguraian hidrogen peroksida.
Kau sedang menulis apa?
Nggak penting.
Ini cuma omong kosong.
Aku cuma mau menarik perhatian kalian.
Yang akan kukatakan sekarang itu nyata.
Aku pernah membahas ini di acaraku.
Bagaimana predator puncak ini
bisa bertahan selama 100 juta tahun?
Itu karena
air di Pulau Fushing
punya kadar oksigen yang sangat tinggi.
Tapi aku menemukan logam berat
dan berbagai zat kimia tambahan
di dalam lendir hewan-hewan ini.
Ini membuktikan Pulau Fushing sudah tercemar.
Makhluk-makhluk baru ini
sedang mencari habitat baru.
Mereka mengikuti arus hangat Pasifik
sampai ke kota ini.
Aku yakin
mereka berniat mengambil alih kota ini.
Sebentar lagi
Kota Nanga akan jadi kota monster.
Tapi kita harus paham satu hal.
Mereka datang bukan untuk memancing masalah.
Kita...
yang lebih dulu mengusik mereka.
Rumah sakit jiwa.
Dia jelas sudah gila.
Dia cuma ngarang cerita.
Jangan percaya satu kata pun.
Mereka mengira aku gila
karena aku melihat kebenaran
lebih dulu dari mereka semua.
Percaya atau tidak,
7 tahun lalu
aku pernah bertemu mereka di Pulau Fushing.
Aku nggak akan pernah lupa bentuk mereka.
Aku merekam frekuensi infrasonik
yang penuh dengan sinyal di selokan.
Itu berarti
penguasa pulau itu,
Pangu Titanoboa,
juga sudah datang.
Dia predator puncak yang mutlak.
Kapasitas otaknya
3 kali lebih besar dari orca dewasa.
3 kali!
Aku nggak terlalu paham,
tapi kedengarannya mengerikan.
Waktunya minum obat.
Ambilkan aku sebotol air.
Yang 30 yuan.
Terima kasih.
Nak.
Kau mau ke mana?
Sudah kubilang, aku bukan anakmu.
Kau siapa?
Kau sakit atau bagaimana?
Dia mengidap Alzheimer.
Mungkin dia mengira kau anaknya.
Aku kenal nenek ini.
Namanya Fang.
Dia tinggal tepat di sebelah rumahku.
Di Jalan Guangming.
Anaknya dulu seorang pemadam kebakaran.
Dua tahun lalu,
ada kebakaran di gedung kantor.
Dia masuk ke kobaran api untuk menyelamatkan orang
dan gugur sebagai pahlawan.
Anakku sekarang sudah dewasa.
Dia sangat sukses.
Dia sudah nggak mau mendengar omelan ibunya lagi.
Sekarang kau sudah punya hidup sendiri,
sudah nggak ada tempat
untukmu di rumah ini.
Kak Man.
Aku pergi menagih utang dulu.
Ibu.
Ini ulang tahun Ibu yang ke-60.
Aku nggak mau.
Bawa pergi.
Halo?
Ini tim penyelamat?
Halo?
Bisa bantu kami mencari tim penyelamat?
Halo?
Ibu.
Bu, ini Wu Chuan.
Chuan?
Ibu.
Ibu!
Ibu di mana?
Halo?
Bu!
Ibu!
Ayo pergi.
Halo?
Wu Chuan.
Sekarang kau sedang apa?
Xianbin sudah mati.
Kami terpisah saat kabur lewat belakang.
Tunggu.
Apa itu
yang pernah kau bahas di TV?
Bukan, bukan yang itu.
Ciri-cirinya masih terlihat.
Asam lambungnya pasti nggak terlalu kuat.
Ada spesies Titanoboa
di Pulau Fushing.
Saat masih muda,
sistem pencernaan mereka sangat aktif.
Mereka harus terus makan
supaya bisa berganti kulit.
Ada ular di sini.
Benar.
Dia ada di dekat sini.
Berdasarkan kadar asamnya,
dia masih muda.
Dia pasti sedang mengawasi kita.
Sayang.
Diam saja, kau pasti aman.
Lagi pula ini sudah kiamat.
Kalau memang kita akan mati,
setidaknya kita bersenang-senang dulu.
Suaranya dari ruang penyimpanan.
Dia tahanan kabur.
Benar-benar ada ular.
Tempat ini sudah nggak aman.
Kita nggak bisa tetap di sini.
Kita harus pergi.
Ayo! Semuanya jalan!
Pergi!
Ikan pemakan manusia ada di luar.
Kalian malah lebih cepat mati di luar.
Jangan lari. Kembali!
Kau tahu banyak.
Kau pasti punya cara menghadapinya.
Benar, kan?
Ada.
Ambilkan aku alkohol.
Makin keras makin bagus.
Baik.
Nah, jauh lebih baik.
Terima kasih.
Dasar bajingan.
Hati-hati.
Awas.
Jangan dorong aku!
Pergi!
Cepat jalan.
Kita semua adalah anak-anak semesta.
Kekhawatiran hanyalah ilusi.
Terimalah cahaya cinta.
Kembalilah ke hati yang tercerahkan.
Kembalilah ke hati yang tercerahkan.
Kembalilah ke hati yang tercerahkan.
Kita semua adalah anak-anak semesta.
Kita semua adalah anak-anak semesta.
Semuanya, ke sini.
Tetap berkumpul.
Dia lebih pintar dari dugaanku.
Dia ingin memisahkan kita satu per satu
supaya kelompoknya bisa makan.
Apa pun yang terjadi, jangan panik.
Semuanya,
ambil apa saja yang bisa dijadikan senjata.
Chaoyang.
Chaoyang.
Pelankan suaramu.
Hati-hati.
Kita semua adalah anak-anak semesta.
Kenapa suaranya berhenti?
Tolong aku.
Hari penuh energi lagi.
Sebagai hadiah untuk pelanggan kami,
semua barang di toko sedang diskon.
Baju dan sepatu diskon 40%.
Merek desainer dengan harga miring.
Diskon besar untuk peralatan rumah dan elektronik.
Beli sekarang, hemat besar.
Dengarkan aku.
Dia cuma ketakutan.
Dia takut kita akan menyakitinya.
Semua makhluk hidup itu setara.
Balas dendam nggak akan menyelesaikan apa pun.
Ucapkan mantra cahaya kosmik bersamaku.
Dia akan tenang.
Jangan berani-berani ganggu Chaoyang-ku.
Bantu aku!
Kenapa kau dorong aku?
Pergi sendiri kalau memang berani.
Gendut.
Namaku CK.
Minggir!
Hebat juga kau, Gendut.
Aku nggak bisa tahan lebih lama.
Yang lain bantu!
Ayo. Bantu dia.
Sekarang aman.
Untuk sementara kita aman.
Terima kasih.
Dia melakukan apa
sampai harus diborgol begitu?
Dia...
Ini kau?
Aku baru sadar,
kau lebih tampan dari fotomu.
Pergi sana.
Oke.
Canggung banget.
Dia pembunuh.
Aku lihat berita tadi pagi.
Katanya banyak penjahat kabur dari penjara.
Kau pasti salah satunya.
Kita nggak bisa bersama seorang pembunuh.
Apa masalahnya?
Dia sudah menyelamatkan kita semua.
Menyelamatkan kita
nggak mengubah fakta kalau dia pembunuh.
Siapa yang tahu
kapan dia akan menusuk kita dari belakang?
Siapa yang mau bertanggung jawab
kalau sesuatu terjadi pada kita?
Semuanya, tenang dulu.
Aku polisi magang.
Aku akan bertanggung jawab atas dia.
Aku akan memastikan kalian aman.
Tunggu.
Pertama, kau cuma seorang gadis,
dan kau juga masih magang.
Kau benar-benar bisa bertanggung jawab
atas nyawa kami semua?
Aku sudah memperingatkan kalian.
Energi negatifnya akan mengganggu kita.
Kalau dia tetap di sini,
lebih banyak orang akan mati.
Suruh dia pergi.
Keluar.
Keluar!
Keluar!
Anakku bukan pembunuh.
Anakku pahlawan.
Pahlawan.
Bibi Fang.
Dia bukan anakmu.
Anakmu pahlawan yang gugur dalam kebakaran.
Pria ini
hanyalah seorang pembunuh.
Pembunuh.
Dia benar.
Kau...
kau bukan anakku.
Benar.
Aku pembunuh.
Apa yang kau lakukan?
Dia mau apa?
Kenapa kau ambil kapak itu?
Jangan nekat.
Kami banyak.
Chaoyang!
Wu Chuan.
Chaoyang!
Chaoyang!
Bibi Fang.
Bibi Fang!
Jangan keluar.
Aku mau bersama Chaoyang.
Chaoyang!
Kunci pintunya. Cepat!
Monsternya datang.
Iya, cepat.
Ambil semua gembok di toko.
Cepat.
Di pelajaran biologi, ular berburu dengan mendeteksi panas tubuh.
Nenek.
Di sini panas.
Dia nggak akan menemukan kita.
Tahan.
Kau...
Paman Seven.
Paman Seven.
Paman Seven.
Itu kau, Chuan?
Paman Seven.
Jangan pikirkan aku.
Cepat.
Tinggalkan tempat ini.
Monster itu menyeretku ke sini.
Paman Seven.
Dia memakan semua orang.
Ibumu ada di pabrik.
Di
pabrik industri Sunlight.
Di bagian mana pabriknya?
Pergi, cepat.
Chaoyang!
Chaoyang!
Ini...
Cepat.
Kunci.
Ke sini.
Sini.
Bawa gemboknya.
Gemboknya ada di sini.
Harusnya cukup.
Akhirnya kita aman.
Nggak apa-apa.
Semuanya, ucapkan mantra bersamaku.
Kekuatan cahaya kosmik.
Wanita gila ini sudah nggak tertolong.
Sudah kubilang jangan percaya dia.
Ucapkan bersamaku.
Dia nggak akan menggigit kita.
Aku janji.
Cepat.
Jalan!
Cepat.
Buka pintunya.
Cepat sedikit.
Buka sekarang.
Tolong aku.
Dia sudah nggak bisa ditolong.
Dia sudah tamat.
Dia sudah mati.
Jangan bergerak.
Jangan ada yang bergerak.
Ini Katak Iblis Prasejarah.
Makhluk ini lamban.
Dia nggak bisa melihat benda yang diam.
Diam saja.
Aku menemukan mobil.
Ayo pergi.
Jalan.
Kenapa kalian diam saja?
Lari!
Gendut.
Sekarang kita harus bagaimana?
Lari!
Ada mobil.
Masuk.
Aku injak rem atau gas dulu?
Aku gagal ujian SIM.
Geser.
Tunggu.
Kak Pembunuh.
Kau benar-benar orang baik.
Masuk. Cepat.
Cepat.
Jalan!
Tancap!
- Jalan! - Tancap!
Cepat!
Tunggu aku!
Kau nggak sadar mobilnya lebih ringan?
Tunggu aku!
Aku kembali.
Jangan melamun.
Kemudikan mobilnya!
Awas!
Cepat.
Kenapa napasmu sampai ngos-ngosan begitu?
Cepat!
Cepat jalan.
Pergi!
Drift begini bikin aku mual.
Dia mengejar kita lagi?
Ada pilar di depan.
Tabrakkan dia ke pilar.
Pegangan yang kuat.
Ciuman pertamaku hilang.
Jalan.
Cepat.
Jalan! Gerakkan mobilnya!
Lebih keras!
Dorong!
Biar aku.
Pegangi aku.
Aku nggak mau balik keluar sana.
Chaoyang!
Chaoyang!
Masuk ke mobil.
Chaoyang.
Cepat.
Masuk ke sini!
Monsternya datang.
Apa yang kau lakukan?
Mundur.
Mundur!
Jangan mendekat.
Terus jalan.
Jangan berhenti.
Jalan!
Kau nggak paham?
Aku sedang menyelamatkanmu.
Jalan!
Pikirannya sudah dirusak sekte itu.
Jangan memancing dia.
Kenapa semua menatapku?
Kalau aku nggak menembak tadi,
kita semua sudah mati.
Aku setuju.
Diam.
Turunkan pistolnya.
Ini semua salahmu.
Energi karma negatifmu
menarik monster-monster itu.
Itu kau.
Kau sudah membuat kami menderita.
Aku nggak percaya omong kosong begitu.
Satu-satunya yang kupercaya
adalah nyawa
harus dibayar dengan nyawa.
Aku nggak membunuh siapa pun.
Kau pembunuh!
Kau harus bayar.
Tenang.
Kau adalah pembawa pesan cahaya.
Nggak apa-apa.
Iya.
Baiklah.
Sekarang bagaimana?
Kita selamatkan dia?
Tolong selamatkan aku.
Masuk.
Kak Pembunuh.
Kami nggak akan meninggalkanmu.
Masuk ke mobil.
Jalan!
Ini yang pernah kubilang.
Penguasa Pulau Fushing.
Pangu Titanoboa.
Sekarang kita harus apa?
Jalan buntu.
Kita harus segera pergi
selagi dia sibuk berburu.
Pintu darurat ada di depan.
Pangu Titanoboa ini
sama seperti yang kulihat 7 tahun lalu.
Kenapa dia ada di sini?
Apa yang dia cari?
Aku mengerti sekarang!
Di mana CK?
Aku di sini.
Gendut.
Aku...
Aku melihat cahaya.
Silau banget.
Ini bukan ilusi.
Cahayanya benar-benar ada.
Kurasa
akhirnya aku paham.
Dia menuju ke pabrik.
Siapa?
Ular itu.
Aku sudah melacak lokasinya.
Setiap tempat kemunculannya
selalu mengarah ke Sunlight Industrial.
Tepatnya
pusat pembuangan limbah mereka.
Sunlight mencemari Pulau Fushing.
Kitalah yang memancing mereka.
Mereka takkan berhenti sampai
Sunlight Industrial hancur.
Nah.
Sudah kukatakan semuanya.
Kali ini,
bersama kalian semua
jauh lebih seru daripada Pulau Fushing
tujuh tahun lalu.
Kakiku cuma patah.
Aku sudah tak bisa jalan lagi.
Jangan khawatirkan aku.
Di sini aman.
Ular raksasa itu
meninggalkan baunya di sini.
Monster lain takkan berani masuk.
Pergilah ke Sunlight dan selamatkan yang lain.
Aku capek.
Aku mau tidur dulu.
Wu Chuan.
Tenang saja, ibuku ada di pabrik.
Kalau aku kembali,
aku akan menyerahkan diri ke polisi.
Masuk.
Aku takkan membiarkanmu pergi sendirian.
Kamu bahkan tak bisa menyetir.
Aku tahu Sunlight Industrial dengan baik.
Dulu aku kerja di sana.
Aku yang tunjukkan jalan.
Terkait bencana invasi biologis ini,
kami langsung mengaktifkan protokol penanganan.
Data saat ini menunjukkan
wabah masih terbatas di kawasan kumuh.
Distrik komersial tetap
sepenuhnya tidak terdampak.
Kami sudah mengambil keputusan sulit
untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Mulai sekarang juga,
militer memblokade kawasan kumuh.
Kami mohon kerja sama warga.
Mereka sudah meninggalkan kita.
Sepertinya kita harus berjuang sendiri.
Dari awal aku memang tak pernah percaya mereka.
Kenapa kamu begitu terobsesi padaku?
Kamu tugas pertamaku.
Kenapa kamu jadi polisi?
Kenapa kamu masuk kepolisian?
Untuk memberantas kejahatan
dan menegakkan keadilan di kota ini.
Kalau Anda, Guru?
Untuk cari nafkah,
dan memastikan
orang-orang bisa makan dengan tenang.
Baiklah.
Sebenarnya aku juga tak terlalu ingin tahu.
Warga sekalian,
saya melaporkan dari zona bencana.
Seperti yang Anda lihat,
ular raksasa itu bergerak cepat
menuju pabrik Sunlight Industrial.
Tujuannya saat ini
masih dalam penyelidikan.
CK benar.
Aku harus sampai ke pabrik
dan menyelamatkan ibuku
sebelum ular itu menghancurkan semuanya.
Lewat mana?
Lewat sini.
Halo?
Bu.
Aku sudah di pabrik.
Ibu di mana?
Ibu ada di
Bengkel No. 5.
Aku ke sana sekarang.
Halo?
Hei.
Bengkel No. 5 di mana?
Ikuti aku.
Ayo.
Ibu!
Ibu!
Ibu!
Ibu!
Ibu di mana?
Ibu!
Ini bukan Bengkel No. 5.
Tolong
aku.
Waktumu cuma setengah jam
untuk menyiapkan uangnya.
Kalau tidak, semua borok Sunlight
akan kukirim
ke Badan Regulasi
dan Badan Antikorupsi.
Permintaanmu terlalu banyak.
Beraninya kamu mempermainkanku?
Jadi selama ini,
Sunlight memang benar-benar membuang
limbah ke sungai.
Kamu menipu kami dari awal.
Sebenarnya kamu siapa?
Coba pikirkan.
Menurutmu pabrik kecil
bisa menjalankan pembuangan limbah
sendirian?
Para atasan mau keuntungan.
Kami tak punya pilihan.
Limbah itu cuma mengalir ke kawasan kumuh.
Tak ada yang peduli kalau orang miskin mati.
Itu cuma pengorbanan yang harus dilakukan.
Aku tak peduli alasanmu.
Kamu yang harus tanggung jawab atas semua ini.
Baik.
Berikan ini ke Badan Antikorupsi
untuk membongkar kejahatan Sunlight.
Dengan begitu ibumu dan para korban
akhirnya bisa mendapat ganti rugi.
Di mana ibuku?
Bengkel No. 5 ada di mana?
Petanya ada di sana.
Nanti kuurus kamu.
Pergi!
Buka pintunya.
Buka!
Buka pintunya!
Maaf.
Kalau kalian keluar dari sini hidup-hidup,
Sunlight dan aku tamat.
- Buka pintunya dulu. - Buka!
Lari.
Ularnya sudah pergi.
Lompat!
Ayo pergi.
Tahan sedikit.
Ayo pergi.
Ini Bengkel No. 5.
Ibu!
Ibu!
Aku tak mau.
Singkirkan itu.
Ibu sebenci itu padaku?
Ayo keluar dari sini.
Ini ruang pembuangan limbah.
Kalau analisis CK benar,
ular itu akan segera menghancurkan tempat ini.
Kita harus pergi.
Wu Chuan.
Ibuku selalu menyebutku pecundang.
Dia berharap takkan pernah ada
orang sepertiku lagi di kota ini.
Tenang saja.
Aku takkan lari lagi.
Makhluk itu takut listrik.
Pergi ke sakelar listrik.
Aku akan memancing ularnya.
Rantainya sudah kusambungkan ke kabel.
Nyalakan sakelarnya!
Cepat lakukan sekarang!
Kenapa tidak berfungsi?
Jalurnya putus.
Tim Pemburu Ular sudah masuk.
Kami akan mengambil alih pabrik
dalam 24 jam.
Dimengerti.
Ular yang mengancam pabrik sudah mati.
Area aman.
Ada penyintas di sini.
Nenek bilang,
kamu takkan kembali ke penjara.
Aku melihat semuanya hari itu.
Orang jahatnya adalah mereka yang bawa pisau.
Berhenti memukulinya.
Waktu itu aku kebetulan sedang merekam video.
Xiaotian.
Bisa berikan
video yang kamu rekam itu padaku
untuk menyelamatkan Paman Chuan?
Nenek menjagaku tetap aman.
Dia bilang padaku
untuk memberikan ini ke polisi.
Katanya ini bukti.
Rekaman hari itu juga ada di sini.
Sebenarnya dia
punya banyak hal yang ingin dia katakan padamu.
Area bersih.
Bersiap mundur.
Itu bukan pembunuhan berencana.
Aku akan membantumu mengajukan banding.
Bagaimana dengan pabrik?
Pabrik bukan urusanmu.
Pemerintah dan militer akan mengambil alih.
Berkat upaya militer,
situasi kini terkendali.
Pemerintah telah memulai
penyelidikan resmi atas invasi ini.
Kami yakin dalam waktu dekat,
penyebab bencana ini
akan terungkap.
Kenapa kamu jadi polisi?
Sekarang aku tahu jawabannya.
Awas.
Tahan dia.
Baru-baru ini,
Badan Regulasi dan Antikorupsi
memulai penyelidikan terhadap Sunlight Chemical.
Mereka menemukan bahwa
invasi biologis
dan keracunan warga
disebabkan oleh pembuangan bahan kimia ilegal.
Sunlight Chemical telah ditutup permanen.
Wali Kota Nanga dan pejabat lainnya
telah diadili atas kasus suap.
Sementara itu, pemerintahan baru
mulai membangun kembali kawasan kumuh.
Para korban mendapat perawatan medis
dan kompensasi finansial.
Selain itu,
makhluk-makhluk invasif
perlahan meninggalkan Kota Nanga.
Alasan pastinya belum diketahui.
Beberapa ahli percaya
hal itu mungkin berkaitan
dengan ledakan di pabrik kimia.
Pak CK.
Bisa ceritakan
bagaimana Anda memprediksi
invasi biologis ini?
Dan bagaimana Anda bisa
selamat dari kejadian itu?
Begini...
Anda lihat sendiri,
saat menghadapi para monster,
pertama, saya tidak punya
senjata apa pun.
Kedua,
saya juga tak punya plot armor.
Saya selamat murni karena pengalaman bertahun-tahun
mempelajari biologi prasejarah.
Benar-benar perjuangan untuk tetap hidup.
Tapi saya percaya,
bencana ini
belum benar-benar berakhir.
Maksud Anda apa?
Ini...
Baru saja saya menemukan ini di pantai.
Berdasarkan kelembapan pasirnya,
sistem arus laut
sebentar lagi akan runtuh.
Itu artinya,
monster yang lebih besar
akan segera naik ke daratan.
Benda apa itu?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.