Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Dutch
Esperanto
Ewe
Faroese
Filipino
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Mohon maaf.
Maaf, masalahnya, bicara di depan umum bukan…
Sulit mencari kata-kata.
Aku biasanya menghindari bicara di depan umum.
Lebih baik mati…
daripada melakukan itu.
Andai saja sekarang ada meteor yang jatuh menimpa kita, aku akan lega.
Aku akan suruh meteor itu menimpaku.
Elijah, tenanglah.
Ini hanya latihan presentasi.
Kita satu tim. Jangan merasa tertekan.
Kecuali nasib perusahaan kondom Regal Blue
dan semua yang bekerja di sini.
Jika presentasi ini gagal, kita bangkrut.
-Jangan sampai itu terjadi. -Baiklah.
Kalian tahu aku misofobia.
Seks tanpa pengaman?
Tidak, Kawan.
Pernah suatu kali aku bercinta
dengan wanita dari… Tidak penting dari mana,
tapi… Kami sedang bercinta dan aku…
Buah zakarku berdekatan dengan hal-hal
yang tidak kuinginkan.
Apa ini?
-Apa yang kita… -Entah,
tapi aku tidak bisa berpaling.
Boleh kusarankan ganti pakaian?
Mungkin baju selam.
Tolong biarkan Elijah menyelesaikannya.
Aku mengerti maksudmu
karena aku juga sering merasakan
buah zakar yang menepukku dari belakang,
seperti kotoran anjing yang hangat di kantong plastik.
Mengerikan dan menjijikkan.
-Itu sangat mengerikan. -Maaf.
Steve dari SDM ada di sini?
Tidak kuundang. Dia suka merusak kesenangan orang.
Sebenarnya, aku di sini.
Sialan.
Seperti yang kalian ketahui,
kondom lebih banyak terjual selama Piala Dunia
dari acara apa pun di planet Bumi ini.
Bahkan melebihi Hari Valentine.
Bahkan melebihi Olimpiade.
Raoul, itu kodemu. "Melebihi Olimpiade."
Maaf, ya.
-Tidak usah. Ya. -Ya.
-Astaga. -Ya Tuhan. Tolong jauhkan itu.
Benda itu hidup!
Lihat, ada…
-Matikan. -Ya.
Aku tidak… Ini ada tombolnya.
Baiklah.
Boleh aku permisi?
Tidak, Jeremy.
Aku ada tenggat pukul 11.30 yang tidak bisa diundurkan.
Pukul 11.30? Kenapa tak bisa diundur?
Cuci darah.
-Astaga. -Ya.
Maaf. Ya, tidak apa-apa.
Semua orang punya urusan masing-masing.
Sekarang,
tolong pukulan drumnya.
Agar bisa masuk ke Piala Dunia,
aku telah menemukan dan merancang
kondom yang menutupi
penis sampai ke buah zakar.
Namanya…
Jatuhkan meteornya, Tuhan.
Sentinel Testis.
Tidak perlu penjelasan lebih, bukan?
Menurutku, desain kondommu luar biasa.
itu akan jadi salah satu produk terhebat yang kujual.
Ya.
Hei, Brad,
jangan merendahkanku.
Kita berdua tahu itu seharusnya hanya latihan.
Tes. Memperbaiki bagian yang aneh.
Memang ada yang aneh.
Apa? Ini prasmanan gratis.
-Kau menyenandungkan "We Built This City"? -Ya.
Itu karena aku tak bisa menelan pil.
Kalau tenggorokanku menutup, kunyanyikan lagu pendek,
maka pilnya akan turun tanpa terasa.
Beres.
Kau tahu bahwa ini produkku.
Milikku. Hasil pemikiranku.
Aku yang seharusnya maju.
Aku tidak setuju. Di tim tidak ada "aku."
Ada aku di dalam tim.
Faktanya jelas. Kau desainer terhebat, Elijah,
tapi Brad adalah salesman terhebat.
Kalau itu disatukan, kalian rekan yang pas.
Si pemalu dan si arogan.
Pendapatku soal Brad juga begitu.
Padat kata, hampa makna.
Yang berlawanan saling menguatkan.
Contohnya, Ben dan Jerry atau cokelat dan selai kacang.
-Michael dan Fredo. -Benar.
Ya, tapi aku yang mana?
Itu khas pertanyaan Fredo.
Selamat pagi, Yang Terhormat Senhor Santos
dan Kementerian Pariwisata Brasil.
Saya Brad.
Brad Lewison.
Tapi silakan panggil saya Brad dari Sales.
Saya tahu Champ Condoms baru saja presentasi.
Itu sulit ditandingi.
Regal Blue memang tak bisa menandingi ukuran dan skala Champ,
tapi mereka tidak bisa menandingi gairah kami.
Saya hanya bisa menebak, sebagai orang Brasil,
Anda semua paham tentang gairah.
Tapi terkadang,
gairah bisa membawa akibat yang tidak diinginkan.
Di Regal Blue, kami fokus melindungi milik kita yang paling berharga.
Penis. Menakutkan sekali membiarkannya terpapar risiko yang tidak diinginkan.
Begitu juga vagina!
Bukan itu saja milik kita yang bisa terpapar risiko sesi bercinta yang panas.
Maksud saya adalah semua tamu tak diundang yang hadir di pesta penuh gairah.
Os testículos sudah sejak lama menjadi penular
dan/atau yang ditulari kontaminan tak diundang.
Ini penular yang sangat cepat.
Dia tidak salah.
Saya perkenalkan kondom yang menutupi
bukan hanya batang dan kepala penis,
tapi juga, berkat teknologi kantong lateks kami yang telah dipatenkan,
os testículos itu sendiri.
Juga benih genetika berharga di dalamnya.
Kenapa ini belum pernah terpikirkan?
Ya, kenapa, Senhor Santos?
Izinkanlah Regal Blue melindungi Anda
dan milik Anda di Piala Dunia berikutnya?
Mengesankan.
Sangat mengesankan. Sungguh.
Pertanyaanku satu saja.
Apa nama kondom ini?
-Sentinel Testis. -Bagus…
Entahlah.
Kedengarannya agak klinis, né?
Tidak terlalu…
Tidak terlalu seksi.
Itu sebabnya, namanya diganti menjadi…
"Balls Up."
Itu baru bagus.
Bola sepak kecil itu ada di kondom.
Aku suka. Suka sekali.
Jadi, kondom resmi Brasil 2025 adalah…
Balls Up!
Kemitraan ini akan bagus sekali, Senhor Santos.
Panggil aku Artur.
Siap, Artie.
Tuan-Tuan, Sampanye.
Mari bersulang.
Aku tidak bisa. Mohon maaf.
Sembilan tahun bulan Maret.
Dasar pengecut.
Aku bercanda.
Kau ketinggalan yang seru.
-Hei! -Apa itu?
Ini Abigail Breslin.
Seperti Shirley Temple, tapi grenadine-nya dobel.
Ayo minum koktail sungguhan. Kita sedang merayakan.
Kukira sudah selesai.
Belum. Perayaannya baru dimulai. Ya.
-Tolong jangan dibuat kacau. -Kacau?
Kau tidak lihat tadi pagi? Aku jadi pahlawan bola.
Kalian sangat cocok bersama.
Kalian tidak lihat. Aku lihat.
Artie, bersulang sekali saja.
-Tidak. -Begini saja.
Sebagai tradisi…
Aku tidak mau kau minum.
Cium aromanya saja untuk memperkuat kemitraan.
Baiklah.
Dicium aromanya saja.
Untukmu, Artie.
Minumlah.
Itu… bukan mencium aroma namanya.
Persetan.
Tuan-Tuan,
kalian tahu apa soal futebol?
Lumayan sampai tahu itu asyik.
Seruan, meluncur dengan lutut saat mencetak gol,
dan orang itu berteriak, "Gol" terus.
Di akhir diberi potongan jeruk.
Permainan yang bagus.
Permainan?
Permainan? Bukan.
Futebol itu sains, matematika, fisika, kimia.
Tapi juga kemanusiaan, seni, musik, puisi.
Serta cinta, keluarga, masyarakat.
Mencakup semuanya.
Ada yang tidak masuk?
Itu juga sangat sederhana.
Ada 22 pemain, satu bola,
dan tak pakai tangan.
Gol!
Dia ini hebat.
Dia hebat.
Julukannya pemulus.
Begini.
Aku akan pastikan kalian hadir di final Piala Dunia.
-Apa? -Kalian berdua.
Tim di belakang Balls Up.
Perjalanan kelas satu. Tempat duduk naratama.
Layak untuk kalian.
Terima kasih, Senhor Santos.
Artie, aku mau bertanya.
Kau kenal baik dengan El Presidente?
-Lula? -Ya.
Kami sudah berteman selama 40 tahun.
Mungkin kami juga bisa presentasi untuk beliau.
Menjadi kondom resmi Brasil. Bagaimana menurutmu?
Ide yang cemerlang.
Cemerlang.
Untuk merayakan,
minum sekali lagi, atau tiga kali lagi.
Sebaiknya minum air saja.
Agar tidak dehidrasi.
Kau akan buat ini kacau.
Masalah kecil. Kubereskan.
-Kau tidak bisa. -Bisa.
Kau tahu apa yang sudah lama tidak kulakukan?
-Skeeball? -Kokaina.
Kokaina?
Aku masih tahu bandarnya.
Kerasnya pengeras suara membuatku ereksi,
-keras seperti berlian. -Apa?
Hei, Senhor Santos,
-tolong kembali. -Coba lihat.
Apa? Jangan. Senhor Santos!
Kendalikan dirimu.
Aku mengendalikan barangku.
Siapa mau secangkir…
Sial!
Kalian kupekerjakan untuk saling melengkapi.
Memperkuat satu sama lain.
Kau terlalu lurus.
Kau terlalu liar.
Dua pegawai tidak sempurna yang bisa
mengimbangi kekurangan satu sama lain!
Aku hanya ingin memastikan Steve tahu soal ini.
Steve dari SDM? Jangan harap. Jangan hari ini. Hari ini kita saja.
Aku sudah di sini.
Keparat.
Ini soal klien kita,
yang setelah tidak minum sepuluh tahun minum 11 seloki,
menghirup 1,75 gram kokaina,
memelorotkan celananya,
mencoba memakai kondom kita di penisnya.
Juga buah zakarnya.
Lalu melompat dari balkon, telanjang bulat.
BRASIL BUGIL TELER BERAYUN DARI BALKON KELAB
Ditonton 7 juta kali.
Tidak ada publisitas yang buruk.
Apa-apaan ini?
Salah satu dari tujuh juta penonton itu, dan aku tidak bercanda,
adalah Presiden Brasil,
yang tadi pagi langsung memecat Santos.
Kasihan dia.
Kita juga.
Kita?
Bisa tebak kondom resmi
negara tuan rumah Piala Dunia 2025 sekarang?
Champ Ultra-Thin.
Apa?
Itu menutupi buah zakar saja tidak.
Aku bisa janji, Bos,
-ke depannya. Aku… -Ke depannya?
Apa maksudmu?
Kau mengerti? Perusahaan ini dalam masalah.
Anggap ini wawancara sebelum keluar,
yang sekarang akan kueksekusi
mengingat seriusnya masalah ini.
Persetan dengan kalian.
Kalian dipecat sekarang juga.
Aku juga?
Kau juga!
Bu Bos Burgess benar.
Kau salesman sejati.
Jas yang kau pakai itu cuma sekadar jas.
Satu-satunya yang dipedulikan Brad dari Sales
hanya dirinya sendiri.
Memangnya itu salah?
Kalau bagiku aku kurang, untuk orang juga.
Siapa yang kupedulikan?
Kuberi tahu. Kau… Bagus.
Kau bisa tiru orang ini, Raoul.
Selalu memikirkan orang lain.
Hei, itu boksku?
Bu Bos juga memecatku.
Kalian baru saja melenyapkan Regal Blue
dan jaminan kesehatanku.
Kau akan bangkit.
Kalau aku mati sekarang, karena apa pun,
itu salah kalian.
Adiós selamanya.
Sok ramah. Pembunuh mimpi.
Hei, asal kau tahu, menepuk punggung itu seni.
Tidak bisa menepuk punggung, lalu menyebutnya sok ramah.
Apa teorimu tentang menampar wajah?
Karena wajahmu akan kutampar.
Mau menamparku?
Tidak.
Baji…
Cukup. Ayo…
Boks ini bisa kutaruh, lalu kita bisa berkelahi,
tapi pembersih tangannya tidak akan cukup.
Kau yang suka berkeringat.
Kupikirkan jalan yang lain,
-lalu kukabari sambil jalan ke rumah. -Kutunggu.
-Tunggu pesan teksku. -Ya.
3 BULAN KEMUDIAN
-Hei. -Hei.
BRASIL 2025 SEMUA AKSES
NARATAMA
Astaga.
-Sialan. -Sialan.
Kau…
Kabarmu baik?
Sangat baik.
Aku juga.
Malah sangat baik.
Tiket ke babak final ini gila, ya?
Mungkin birokrasi.
Ada yang menyuruh mengirim tiket ini di kementerian.
Lupa dibatalkan.
Kita beruntung.
Ya. Kita beruntung.
Turunnya kencang, naiknya juga.
Kini kita di ayunan yang tinggi.
-"Ayunan"? -Ayunan.
Langsung naik, tanpa perlu mendaki.
Makanya disebut ayunan.
Istilahnya bukan ayunan.
Itu karanganmu.
Itu bodoh.
Pemandangan yang luar biasa.
Pemirsa, dari penjuru dunia mana pun Anda menonton,
selamat datang di babak final Piala Dunia 2025.
Pengalamanku pasti lebih buruk darimu.
Apa?
"Apa kabar?"
Dengar ini juga.
Itu artinya juga, "Kabarku baik."
Ya, jadi, "Tudo bem?" "Tudo bem."
Itu ilmu dari Contrails Magazine.
Lucu. Lihat ini.
Ini aplikasi penerjemah, tapi pakai suara Larry David.
Apa kabar? Kabarku baik.
Keren, ya?
Waktunya minum.
Waktunya minum. Apa ini?
-Mereka salah eja " Sales"… -Aku lihat.
…di yang pertama,
jadi mereka harus beri yang kedua gratis.
BRAD DARI SALES
-Bagus. -Kita dapat satu-satu.
Asyik.
Kalau aku mau minum,
sebelumnya aku perlu…
Mengamankan diriku.
Selama 39 hari terakhir,
48 tim internasional telah mengerucut menjadi dua tim saja.
Pahlawan tuan rumah, Brasil, dan musuh bebuyutan mereka, Argentina.
Empat tahun telah berlalu, tapi penantian kita berakhir malam ini.
Apa?
Ternyata kau punya sisi Brad dari Sales.
Ya.
"Elijah yang Badung."
Dia hanya muncul sepuluh tahun sekali.
Mirip komet.
Kukira aku mengenalmu.
HARUS SIAP KONDOM ULTRA-THIN
"Ultra-Thin?" Serius?
Itu penghinaan terhadap semua kondom yang ada.
Orang-orang menggila.
-Riuh sekali. -Padahal belum mulai.
Momen ini akhirnya tiba,
final Piala Dunia,
dua musuh terbesar bermain di panggung terbesar.
Ini pertama kalinya mereka bermain di final Piala Dunia.
Pertandingan dimulai. Argentina memakai kaus biru muda
dan Brasil, tentunya, kuning kenari.
Tendang bolanya!
Pelanggaran!
Seharusnya itu maskot kita,
bukan hot dog sialan itu.
Itu bukan hot dog,
tapi linguica, sosis Brasil.
Apalah… Seharusnya maskot kita.
Mereka tidak akan biarkan kondom berbola jadi maskot Piala Dunia.
Penis itu akan kutinju tepat di penisnya.
Akhir babak pertama. Sangat menegangkan. Masih belum ada gol.
Namun, mungkin Argentina bisa meluncurkan satu serangan terakhir
karena terlihat memimpin. Gerakannya bagus.
Sekarang menuju Alberti.
Ada dua bek, tapi dia lewati bagai pembalap ski slalom.
-Peluang bagus bagi Argentina! -Tidak!
Gol!
Mereka mencetak gol! Gol dari Alberti! Akhir yang hebat!
Tidak seru!
Astaga.
Lihat penis pincang itu.
Hei, Linguica!
Atau linguipincang?
Brasil!
Brasil!
Ini akhir babak kedua.
Argentina unggul 1-0.
Sebenarnya mereka bisa diam saja
dan mempertahankan kemenangannya.
Waktu hampir habis bagi Seleção.
Mendekati 90 menit.
Waktu akan habis.
Dia dihadang bek.
Astaga, cara menjegal yang buruk.
Bunuh Argentina!
Aku paham sekarang.
Mereka menghina kita.
Siapa?
Orang-orang Champ yang memasang iklan
dan sosis di sana itu.
Cuma mau pamer ke kita.
Apa maksudmu?
Kau tidak lihat?
Ada benda mirip penis sangat besar
yang menertawakan kita.
Hentikan. Kadang-kadang, sosis hanya sosis.
Ayolah, itu penis.
-Sekarang kau mengada-ada. -Begitu?
Dia memamerkan penis dan buah zakarnya di hadapan kita.
Memasukkan alat kelaminnya ke ginjal Jeremy yang rusak.
Hentikan. Jangan sembarangan.
Kalau mereka mau menghina kita,
pasti maskotnya dipasangi kondom.
Mendekati menit-menit terakhir, penggemar Brasil tak mampu menonton.
Lihat ini,
Leo si Linguica bahkan memakai topi penyemangat.
Keparat!
Tenanglah.
-Dia melihat ke arah kita. -Tenanglah.
-Tenang. -Bajingan.
Biar saja. Kita ada di sini, menikmati.
Tepisan yang luar biasa oleh kiper.
Refleks yang sangat cepat di gawang Brasil.
Mungkin dengan penyelamatan kiper tadi, kini Brasil bisa mencetak gol.
Pahlawan bola.
Jangan! Elijah yang Badung!
Aku datang, Bocah Sosis!
Ya, kau suka…
Hentikan! Itu linguica!
Itu gerakan tari worm?
Elijah yang Badung!
Pereyra yang lincah melenggang melewati
bek Argentina ke seberang seperti seorang balerina.
Apa ini? Maskot dan dua penggemar di lapangan?
Dia berhadap-hadapan dengan kiper.
Kiper menyeruduk ke bawah.
Ini akan jadi gol. Tidak!
Apa itu? Ini benar-benar gila.
Luar biasa. Apa yang sedang terjadi?
Dua penggemar ke lapangan
dan mencegah Brasil mencetak gol penyeimbang
di final Piala Dunia
dengan cara yang sangat konyol.
Dua orang bodoh.
Belum pernah kulihat yang seperti itu.
Kini para ofisial harus membuat keputusan besar.
Mereka akan butuh bantuan dari atas.
Kurasa Brasil akan kurang beruntung.
Aturannya, ketika ada sesuatu di lapangan,
baik itu wasit, benda, hewan, atau manusia yang masuk,
dan kukutip, "Permainan harus diulang
dari posisi bola yang sama tanpa penalti."
Wasit akan mengikuti aturan tersebut,
sementara Brasil marah besar dengan keputusan itu.
Seluruh Brasil telah dirampok.
Bunuh orang Amerika itu!
Apa kata mereka?
Kalian akan mati!
Kalian akan mati!
Kalian akan mati!
Kurasa maksud mereka itu kau.
Mati!
Tenang!
Ini hanya permainan!
Begitulah.
Argentina menjadi juara dunia dengan akhir yang tidak disangka ini.
Ya ampun.
Sialan.
Astaga.
Apa kita di neraka?
Tidak jauh dari sana.
Ini salahmu karena lari ke lapangan.
Kita pasti masih bekerja kalau bukan karena ulahmu.
Seharusnya itu maskot kondom kita.
Itu bukan maskot kondom.
Berapa kali harus kuberi tahu?
Itu linguica!
Jangan panik.
Aku tidak panik. Itu sudah lewat.
Mulai lagi.
Cuma memikirkan diri sendiri.
Aku bicara sendiri.
Selamat pagi.
Antonia Costa,
pembela umum terbaik di Brasil.
Begitu kata Veja Magazine saat aku menang.
"Pengadilan terheboh abad ini."
Belum pernah kalah.
Belum pernah menang, tapi tetap tidak terkalahkan.
Ini kasus pertamamu?
Ini hari pertamaku!
Anak baru yang dapat kasus buangan.
Tidak ada yang mau kasus ini.
Jadi, dalam skenario itu, kami ada di mana?
Kenapa kau membela makhluk-makhluk liar ini?
Kenapa setega itu terhadap negaramu?
Maaf, Pak, tapi jangan ikut mendengarkan.
Langsung katakan dengan semangat mudamu itu.
Apa rencanamu?
Jadi, begini rencana kita…
Maaf kusela. Aku pernah masuk prahukum di Penn…
-State. -Penn State. Biar kuselesaikan.
Ibuku kira aku akan jadi pengacara.
Otakku tidak kontrarian.
Tapi aku ingat ada kasus US v. Humberto Alvarez-Machain…
Aku juga ingat ada kasus Hakim Joe Brown.
-Apa kaitannya? -Permisi.
Aku ingin bersama mereka sebentar. Bisa tolong…
Kami akan dihukum mati, 'kan?
Ya.
Setelah kami menyiksamu.
Sekali lagi. Kenapa dia ikut-ikutan?
Tak ada yang minta pendapatmu, von Frankenstein.
Abaikan dia.
Aku sudah bersumpah.
Aku adalah pelayan masyarakat yang menuntaskan kejahatan,
seburuk apa pun akibatnya.
"Seburuk…" Apa…
Maaf, seburuk apa pun itu apa? Kau pembela umum.
Ya, tapi tetap saja.
Setelah ini, aku pasti tidak bisa berjalan di luar lagi.
Belanja bahan makanan, pakai toilet umum.
Ibuku akan dikucilkan di gereja.
Adikku dirundung di sekolah.
-Astaga. -Tapi itu tidak penting.
Aku punya rencana yang bagus untuk mengeluarkan kalian.
Berhenti dulu.
Anggap ini wawancaramu sebelum keluar, Antonia Costas.
Apa ini?
Memikirkan orang lain selain diriku.
Kita sudah menyakiti banyak orang.
Kau dipecat.
-Apa? Tidak! -Tidak!
Pergi. Pergilah beli bahan makanan dan pakai toilet umum, kalau perlu.
Lapisi dudukan toilet dengan kertas.
Kau salah paham.
Pergilah. Kami akan cari jalan keluarnya.
Jangan harap mereka bisa cari jalan keluar.
Permisi. Aku pengacara mereka.
Kami berhak bicara secara tertutup,
jadi tolong pergi.
Bukan pengacara mereka. Kau dipecat.
Mereka belum dengar rencanaku.
Sana, keluar!
Hei! Batalkan memecatku.
Boleh kuberi nomorku?
Kau tidak mengerti situasi ini sangat serius.
Bagus, Tolol. Kau memecat harapan kita.
Jangan merusak hidupnya.
Kelak kau tahu, berbuat baik bisa merugikan.
Biar kuurus.
Senhor DeBell. Senhor Lewison…
Dua Orang Bodoh.
Sekarang terserah Bapak.
Brad. Elijah.
Kami tahu, Os Estúpidos.
Tidak usah menghiraukan ejekan seperti itu.
Aku Jessel Cristos, Menteri Pertahanan.
Menteri Pertahanan?
-Astaga. -Ya am…
Aku kemari sehabis joging.
Urusanku, misiku,
adalah keamanan negara kami yang tercinta dan semua warganya.
Karena itulah aku datang sepagi ini,
memastikan kalian diperlakukan adil.
Syukurlah.
Terima kasih.
Silakan masuk.
Kalian orang Amerika.
Aku ingin bertanya,
apa kalian tahu seberapa bencinya kami
terhadap pesaing sepak bola kami di selatan?
Anakku…
mulai mendukung Argentina.
Pemberontakan kecil.
Sejak itu kami tidak bicara.
Remaja bisa sulit.
Dia baru sembilan tahun.
Elijah yang lari ke lapangan.
Lapangan! Dia lari ke lapangan!
-Sudah kularang! Dia mabuk… -Egois.
Diam!
Berhenti bicara mengawur!
Tatapan ketakutan itu.
Kalian pasti mengira aku militer kaku yang korup,
yang mampu melakukan kekerasan yang tidak wajar tanpa kena sangsi hukum.
Maaf. Ya.
Bertentangan dengan mispersepsi pandangan budayamu yang buruk itu,
aku tidak akan memotong tanganmu
atau memenjarakan di bawah tanah.
Mungkin Venmo?
Atau menerima suap yang receh.
Yang akan kulakukan justru…
membebaskan kalian.
Anda akan…
Ini.
Pintunya tidak dikunci.
Pakai lift yang tadi dipakai naik.
Turun ke lobi, lalu jalan lurus.
Pintu dobel, langsung ke jalan.
Sungguh? Terima kasih banyak.
Anda sangat baik dan murah hati. Terima kasih.
Tak kusangka dia sebaik itu.
Dia benar-benar seperti Yesus. Sangat pemaaf.
Pemaaf? Kau serius?
Kau tidak mengerti itu apa?
Dia melempar kita ke kawanan serigala.
Yang kita butuhkan
adalah pengawalan polisi.
Penjaga bersenjata yang mengantar ke bandara.
Yang kita dapat malah jalanan.
-Astaga. -Jalanan Brasil.
Kau benar. Kita akan dikenali.
Wajahku tidak pasaran sepertimu.
-Di Brasil tidak. -Baiklah.
Dengar. Jangan panik.
Kerumunan tahu jika orang takut.
Kita harus santai dan bersikap normal.
Senyum, mengangguk, dan Tudo bem, paham?
-Tudo bem. -Jangan mencolok.
-Ya. -Ayo.
Sial. Astaga.
Ayo.
Entah berapa lama aku bisa tetap tersenyum.
Bisa jalan yang cepat?
-Astaga. Maaf. -Semua orang menatap kita.
Astaga.
Kita mau ke mana?
-Entahlah. -Melegakan sekali.
Astaga!
Sial! Ponselku.
-Biarkan saja. -Apa?
Cicilannya masih 18 bulan lagi!
Tidak beli tunai?
Tidak, kucicil. Waktu itu rasanya masuk akal.
Itu cara mereka menipumu.
Dua Orang Bodoh!
Sial.
Lari!
Astaga.
Sial.
Ayo.
Mereka masih mengejar.
Mereka siapa?
Orang Brasil!
Masuk!
Senhor Santos, kenapa di sini?
Mengurus masalahku.
Kau terlihat tampan, Artie.
Aku mabuk selama dua bulan,
tapi sekarang sudah tidak mabuk 23 hari.
Berkat kalian.
Kalian menyadarkanku.
Syukurlah semua baik-baik saja.
Istriku memang meninggalkanku.
Pengadilan mengambil rumah dan anak-anakku
karena aku kehilangan pekerjaan, pensiun, martabat.
Belum lagi gejala putus obatku.
Bukan formikasi di atas kulitku,
tapi di bawah kulit.
Kenapa kau di sini?
Kenapa menyelamatkan kami?
Dua Belas Tahap Pemulihan.
Ini nomor sembilan.
-Membantu kejahatan? -Menebus dosa.
Jadi, apa rencananya?
Aku tidak tahu.
Akhir-akhir ini aku suka lupa.
Korteks prefrontal-ku harus disetrum
untuk menghentikan kecanduanku. Jadi…
aku menunggu ide kalian.
Artie, kau sudah lama berteman dengan El Presidente.
-Apa tidak bisa berbaikan? -Tidak.
Dia orang paling Brasil di Brasil.
Siapa di Brasil yang bukan orang Brasil?
Konsulat AS!
-Genius. -Kekebalan diplomatik.
Siap-siap meluncur.
Sialan.
Belajarlah mengemudi, Berengsek.
Atau tidak usah. Tidak perlu.
Kau sudah mahir.
Sialan!
Ke duta besar ke arah mana, ya?
Dia tidak bisa bahasa Inggris.
Biar kuurus.
Tuan-Tuan…
Aku punya pertanyaan yang mudah.
Kalau jawabannya salah,
kepala kalian kutembak.
Ini pertanyaannya.
Dua orang pria…
Jawabannya "yaw" atau "tidaks?"
Maaf. Aku sama sekali tidak mengerti.
Bisa tolong ulangi pertanyaannya?
Dua orang pria…
Jadi, jawabannya "yaw" atau "tidaks?"
Apa tadi kau mengatakan…
Apa?
Apa itu…
Bahasa Inggrisnya…
Bisa beri contoh kalimat?
Ini sangat…
Jadi, apa jawabannya?
"Yaw" atau "Tidaks?"
Kau duluan.
Jawabanku "yaw."
"Yaw" itu apa?
Kau bilang… Maksudku, aku…
Maaf. Tadi kau bilang "yaw" atau "tidaks" dan…
Jawabanku "tidaks."
Kau memilih jawaban yang berbeda dari temanmu.
Artinya salah satu dari kalian…
akan mati.
Karena…
aku…
cuma bercanda!
Masa aku bicara seperti itu? "Yaw" atau "tidaks"?
Aku fasih berbahasa Inggris, lulusan Universitas Mississippi.
Ayo, Rebels!
Rebels. Ole Miss. Ya.
Kurasa alumnus besar dari sana itu…
-Peyton Manning, ya? -Eli.
Kau kenal Eli?
Ya, iparku bertemu dua kali, tapi tidak cocok.
Kudengar Eli agak sulit dimengerti.
-Persetan orang itu. -Bradley.
-Ya, Brad. -Elijah.
Aku Pavio Curto Bundchen.
Hutan lebat seluas 78.000 hektare ini
adalah rumahku.
78.000 hektare. Berapa lama aku pingsan?
Setengah hari. Kau perlu MRI kalau sudah pulang.
Rumah ini, kartel ini, seluruh negeri ini,
tak ada yang tak bisa kumiliki di Brasil,
termasuk kalian.
Kalau aku mau,
aku bisa sarangkan tiga peluru di penis kalian.
Ambil golok, tarik,
masukkan kembali ke pistolku,
lalu tembakkan ke otak kalian.
Kalau boleh minta, otakku dulu, baru penisku.
Terserah penisnya mau diapakan.
Baiklah.
Aku mau penis lebih dulu.
Memang tidak menyenangkan, tapi setidaknya tidak mati.
Hari ini tidak ada otak atau penis.
Kalian mungkin ingin tahu kenapa kuculik.
Ya.
Elijah, dia pasti punya alasan. Baca situasi.
Ruangan ini indah.
-Tempat ini luar biasa. -Cahaya alami.
Seharusnya lihat sebelumnya.
Bobrok.
Hutan hujan sejauh mata memandang
dan orang-orang pribumi berak di lantai.
Jadi, kuusir.
Aku membakar lahan seluas 40.000 hektare.
Kuisi kolam renang, lapangan pickleball,
dan, apa namanya, koran massal?
Kuburan massal. Ya. Itu sebutannya.
Rasa dari hari waktu hujan turun itu Merasukiku lagi
Terlalu panas?
Tidak.
Kau berkeringat.
Aku tuan rumah yang buruk.
Pendingin kami bermasalah,
jadi Nando ini kuminta memperbaiki,
tapi kurasa dia tidak berhasil menuntaskan pekerjaannya.
Maafkan aku.
Polícia yang menyamar.
Auranya seperti itu selama beberapa tahun ini.
Meskipun, jujur,
kadang-kadang aku bingung mana aura polícia menyamar
dan mana aura menahan berak
karena ekspresinya sangat mirip.
Bawa dia pergi.
Ke kuburan massal?
Tidak, sungai malas. Tentu saja ke kuburan massal!
Biar aku yang memulai permintaan maaf tiga bagian ini.
Kami tidak akan melakukan apa yang kami lakukan jika tahu
bahwa kalian sangat peduli dengan sepak bola.
Kau kira aku peduli dengan futebol?
Aku sama sekali tidak peduli dengan futebol.
Justru aku benci.
Itu permainan yang bodoh.
Pernah masuk ke bar dan melihat gol disiarkan langsung?
Itu selalu menjadi sorotan.
Sebegitu langkanya gol-gol bodoh ini!
Belum lagi soal flopping.
Pria dewasa menyentuh dengan halus,
terlihat seperti tertembak bazoka?
Akhirnya ada yang mengerti.
Tapi ini masalahnya.
Besarnya kebencianku terhadap futebol
sama dengan
besarnya kecintaanku terhadap…
uang.
Aku tidak materialistis.
Aku tidak cinta uang.
Aku hanya suka itu bisa dipakai beli banyak hal
dan mengendalikan orang.
Ya.
Itu sebabnya, meski aku benci futebol,
aku bertaruh besar sekali
pada final Piala Dunia.
Berapa banyak kau… kami membuatmu rugi?
Berapa kerugianku?
Aku menang!
Aku bertaruh pada lawan!
Kalau tembakan Brasil masuk,
aku akan kehilangan 30 juta real.
Tapi malah dapat 30 juta.
Itu 60 juta real di ayunan!
-Ayunan! -Ayunan itu…
artinya kalau kita dari bawah, lalu langsung ke atas.
Aku tahu. Menurut dia, itu bodoh.
Sekarang aku paham. Ayunan itu telah mengayun.
Kali ini mengayun jauh ke atas.
Semua berkat kalian berdua, Bajingan.
Senang bisa membantu.
Apa… Senhor Pavio Curto…
Panggil aku Curt.
-Curt? -Curt.
Curt, agar aku mengerti, kau menculik kami untuk…
Untuk berpesta!
Di-tamma-nana-syur-gaa, Sayang
Kau tidak tahu aku mencintaimu?
Di-tamma-nana-syur-gaa, Sayang
-Jadi, siapa saja? -Ya.
Sebut saja namanya, kubunuh.
Hadiah dariku, Gordinho.
Astaga, perlu kupikirkan dulu.
Bu Bos Burgess.
Tunggu. Dokterku.
-Doktermu? -Ya.
Dia suka menghakimi.
Dokter siapa?
Jangan dicatat.
Ini… Aku hanya membaca menu keras-keras, bukan memesan.
Siapa lagi?
Brad?
Brad.
Hei.
Curt baik sekali membiarkan kita mandi, meminjami baju keren ini.
-Lihat ini. -Ya, bagus. Tonton TV-nya.
MALAPETAKA SEPAK BOLA DI BRASIL
Berita yang tak biasa, tetapi tak mengejutkan,
dua orang Amerika mengamuk di negara lain.
DUA ORANG BODOH
Brad Lewison dan Elijah DeBell,
mantan karyawan Perusahaan Kondom Regal Blue
yang kini sudah tidak beroperasi.
-Sulit dipercaya ketika melihatnya. -Serius?
Brad, ya, pasti. Itu hanya masalah waktu.
Tapi Elijah,
-mengejutkan. -Aku tidak mau menonton.
Pendapat soal yang disebut-sebut sebagai Kekacauan di Rio.
Jujur?
Aku malu.
Coba ingat-ingat, AS sangat baik di Amerika Selatan.
Perang narkoba, CIA mengatur pemilu.
PENDAPAT AMERIKA
Kini semua itu hilang, lenyap tanpa jejak,
gara-gara dua bajingan ini.
Namun, kemarahan warga Amerika tidak sebanding dengan kemarahan
yang melanda negara terbesar kelima di dunia ini.
Kalau ada kesempatan, kubunuh mereka!
Ini hanya masalah waktu!
Mereka akan mati!
Hal yang memalukan bagi Amerika,
menjadi tragedi bagi Brasil.
Kembali kepada rekan saya, Alexi.
Seluruh warga Brasil pencinta sepak bola
kini memburu Lewison dan DeBell.
-Dua orang Amerika yang ceroboh ini… -Kita bisa…
Warga Brasil ingin menghukum kalian.
Tidak selama aku masih hidup.
-Lihat? -Tambah sampanyenya!
-Kau terbaik. -Terima kasih.
Kita aman di sini bersamanya.
-Tenang. -Ya. Minum sampanye saja.
-Hei. Hai. -Hai.
Kau americano itu?
Ya.
Suka karaoke?
Boleh.
Kalau payudara?
Lumayan suka. Ini pertanyaan jebakan?
Bisa nyanyikan lagu untukku, Gatinho?
Aku tidak bisa…
Kumohon.
-Hibur aku. -Tidak, ayo…
-Satu lagu saja. -Aku tidak menyanyi karaoke.
Nyanyikan lagu untukku!
Tapi tidak perlu membuangku dari hidupmu
Langsung bersama orang lain Seolah kita bukan siapa-siapa
Aku tidak butuh cintamu sama sekali
Kini kau hanya seseorang Yang dulu pernah kukenal
Aku sering memikirkan masa-masa Kau mengkhianatiku
Tapi aku selalu membuat diriku percaya Bahwa semua karena aku
Dan aku tidak ingin hidup seperti itu
Mencoba memahami semua ucapanmu
Kau bilang kau bisa melupakannya
Dan aku tak akan memergokimu memikirkan Seseorang yang pernah kau kenal
Tapi tidak perlu membuangku dari hidupmu
Langsung bersama orang lain Seolah kita bukan siapa-siapa
Aku tidak butuh cintamu sama sekali
Bersikap seolah tidak mengenalku Dan aku merasa sangat…
Hebat! Luar biasa! Aku suka kalian berdua!
Kalian genius.
Kini aku ingin menghadiahi kalian
dengan apa pun yang kalian inginkan di dunia ini. Katakan saja.
Kami boleh pulang?
Tidak semua hal.
Kalian tidak bisa pergi.
Sudah lihat reaksi Brasil kepada kalian?
Itu terlalu berisiko.
Ada yang lain?
Ada.
Itu kami sebut
"Sentinel Tes…"
"Balls Up."
Kami sebut Balls Up.
Maaf.
Kenapa ini tidak pernah dipikirkan orang?
Dengar…
Elijah,
aku tidak pernah membayangkan terjun ke bisnis kondom.
Itu industri yang kotor.
Aku terpaksa bilang ke ibuku aku…
berjualan sabu-sabu,
tapi tô dentro.
Artinya aku setuju.
Kau setuju?
Kau…
Pahlawan bola.
Sudah waktunya!
Perlindungan yang dibutuhkan
buah zakarku yang tidak terlindungi ini.
Aku tidak peduli dengan testículos-mu.
Tapi bayangkan
berapa banyak cocaína yang bisa dimasukkan ke kondom ini,
yang bisa ditelan dan selundupkan.
Kau pasti sukses.
Ini akan jadi sosis cocaína besar isi bakso.
Bisa mengubah jalannya industri ini.
Ayo kita buktikan ketahanannya seperti yang kau katakan.
Aku ingin bertanya.
Bagaimana kalau refleks muntahku sangat cepat?
Mungkin kuputuskan kondom ini tidak cocok dipakai untuk itu
dan kau sudah membuang-buang waktuku dan keluargaku.
Lalu mungkin aku harus membuat bola sepak
dari kedua pipimu.
Terima kasih sudah jujur.
Sekali telan saja.
Ya, telan semuanya langsung.
Kau tahu sendiri tenggorokanku suka menutup.
Ya ampun, jangan dikunyah.
Bagus sekali.
Teknik yang bagus.
Semua latihan itu berhasil.
Kurasa ini bukan pertama kalinya bagi kalian?
Telan.
Kami membangun kota ini
Kami membangun kota ini Dengan rock 'n roll
Itu lagu Jefferson Starship?
Starship saja.
-"Jefferson" tidak dipakai lagi. -Benarkah?
Ada masalah?
Mau diolesi Tabasco atau yang lain?
Rasanya terlalu hambar.
Bukan masalah rasa,
tapi lebih ke penis dan buah zakar
penuh kokaina yang bisa membuatku mati.
Aku paham.
Hollandaise?
Berhasil.
Hebat!
Hore!
-Ayo kembali ke pesta. -Bagaimana caranya?
Hei, Brad, bagaimana cara menelannya?
-Dah! -Gampang. Sedot saja.
-Ayo pesta lagi! -Nikmati kartelku.
Dua anak yang liar.
Kebulatan tekad yang mengagumkan.
Ini menyebalkan.
Istirahat. Maaf.
Apa itu Gisele?
Bagaimana ceritanya?
Apa dia salah satu hasil penaklukanmu?
Kenapa aku perlu menaklukkan
saudariku?
Gisele…
Dia saudarimu?
Pavio Curto Bundchen.
Gisele Bundchen.
Di acara keluarga,
semua orang akan bilang
aku akan jadi supermodel
dan dia akan jadi pemimpin kartel.
Tapi ayah kami bilang, salah satu dari kami harus kuliah
untuk belajar menjual kokaina.
Karena aku anak tertua,
aku harus berkorban.
Aku membuang mimpiku
agar dia bisa mewujudkan mimpinya.
Dia memang sukses.
Tapi aku bisa lebih sukses.
Aku bisa menyatukan seluruh dunia…
untuk mengidamkanku.
Tapi dia selalu ingin perhatian.
Sekarang pun, dia dikelilingi orang-orang yang patuh.
-Ya, 'kan? -Ya.
Hei, Bos,
-tunjukkan kepadanya. -Ya.
Tidak.
-Tunjukkan. -Tidak. Dia tidak mau lihat.
Tunjukkan kepadanya.
Dia tidak tertarik.
Aku tertarik. Ini bisa menunggu.
Dia harus lihat.
Kumohon, Curt.
Dois minutos. Jangan ke mana-mana.
Aku kurang bergairah. Perutku kembung karena kokaina.
Sayang sekali.
Dari dulu aku ingin bercinta dengan orang Amerika.
Bisa berhenti sebelum itu?
Kau masih hebat.
Aku bisa jadi yang paling hebat!
Ya.
Waktumu tiga detik untuk menelan.
Kalau begitu katamu…
Menarik. Buah zakar duluan. Tak kusangka.
Kupikir kalau buah zakarnya duluan,
maka yang lain akan menyusul.
Untuk Balls Up!
Balls Up!
Elijah. Aku mau tanya.
Ternyata memang mirip.
Setidaknya rambutnya.
Kau lihat temanmu?
Brad? Tidak. Dia pergi, jadi…
-Wanita yang pergi bersamanya, Emilia? -Ya.
Itu istri Pavio Curto.
Itu istrinya?
Bosku dulu sering sekali berhubungan seks. Benar-benar sering.
Terlalu sering, sampai dia bosan.
Jadi, untuk membuatnya bergairah,
Emilia mencari pria lain, menggodanya.
Lalu Pavio Curto memergokinya,
marah besar.
Mereka bercinta, kami menyiksa pria itu,
menyodominya dengan botol pecah.
-Ini rumit. -Ya. Rumit.
Tunggu sebentar.
-Bintangmu Taurus? -Kau akan suka ini, Brad.
-Mungkin tidak… -Brad. Hei.
Beri aku Balls Up dari tas pinggangmu.
Turun dari tempat tidur! Singkirkan wanita itu sekarang juga!
Emilia!
Americano ini memaksamu?
Ya. Aku dipaksa.
Tidak. Justru sebaliknya. Dia mau bercinta denganku.
Brad.
Kita tahu kelanjutannya.
Aku tidak tahu.
Apa? Kau tahu? Apa…
Ini hanya salah paham.
Aku bingung, katamu nikmati kartelmu.
Kukira maksudmu dia.
Jadi, aku sengaja minta kau memasukkan pinto-mu
ke barrigão istriku?
Aku tidak tahu kalian suami istri.
-Dia sangat ramah. -Pasti.
Ya, dia sangat ramah. Kami memang begitu.
Itulah Brasil.
Mantan suaminya bahkan belum membusuk di koran massal.
Suamiku tercinta,
bagaimana cara memulihkan kehormatanku?
Dia akan kubunuh.
Apa kau terangsang sepertiku?
Tunggu sebentar.
Kukira kita semua teman.
Davi, Benicio, kenapa kalian diam saja?
Kau bukan temanku, Bajingan.
Aku tumbuh di keluarga pencinta futebol.
Maaf.
Serius, untuk keseribu kalinya,
itu hanya permainan!
Ya, dan kau akan kalah.
Bunuh mereka.
Buaya Darat, bersiap-siaplah mati.
Waktunya analismo.
Tuan-Tuan, persiapkan dia.
Apa?
Itu pasti pesaing kami, Kartel Cardosa.
Mereka tak akan berhenti sampai semua orang mati.
Tolong tembak mereka
di penisnya untukku.
Akan kami usahakan.
Cium aku.
Cium aku.
Apa?
Tidak.
Jangan berani-berani menyerah.
Jangan mati, Curt.
Tetap di sini. Di sini.
Entah kenapa kukatakan.
Ini yang terbaik bagi kita.
Kita harus pergi dari sini.
-Sekarang. Ayo. -Ya.
Astaga!
-Sial. -Ayo.
Hati-hati, jangan jatuh ke kuburan massal.
Kurasa itu tumpangan kita.
Ayo.
Sial.
Astaga.
Pasti kokaina di truk ini bernilai 100 juta dolar.
Ya. Sekitar lima juta di perut kita.
Sekarang, di usus. Tidak terasa?
Ayo cepat pergi!
Ya Tuhan. Aku menghirup kokaina.
Aku belum pernah pakai narkoba.
Hukum Murphy.
Akhirnya kita boleh mengundang cewek berbikini
ke pesta dan…
Perutmu sakit?
Mungkin karena saus artichoke.
Tidak. Tunggu.
Kokaina itu!
Kokaina itu!
Sialan.
Di dalam tubuh bukan cuma ada penis,
tapi dua buah zakar juga.
Semua berkat orang Amerika itu.
Apa kata mereka? Apa yang terjadi?
Tunggu.
Suamiku lengah dan sekarang dia mati,
berkat para bajingan bodoh itu.
Mereka ingin kucincang
dan kumakan seperti kacang, sampai ke Paraguay.
Yang tinggi, "Brad"?
Mulut besar saja.
Dia kira aku sungguhan mau dengan dia.
Tidak ada rasa sama sekali.
Seperti memeluk saudara sendiri.
Dia beruntung.
Dua menit lagi, dia disiksa sampai mati
pakai botol pecah di anusnya.
Elijah.
Dia tidak punya keberanian.
Gelisah terus.
Seharusnya tidak boleh kuolok-olok.
Kasihan, dia menderita OCD.
-Ayo… Jangan didengarkan lagi. -Kemarikan. Jangan…
Apa itu?
-Kau baik-baik saja? -Ya.
Aku sulit bernapas. Kau baik-baik saja?
-Ya. Sial. -Aku tidak bisa menemukan ponselku.
-Ini dia. -Apa?
-Ini. -Astaga. Terima kasih.
Astaga.
Sial. Sakit.
Jangan ribut.
Hei,
aku merasa senang.
Itu karena kokainanya.
Astaga.
Apa kita harus berdoa?
Untuk siapa?
Pembunuh yang mau membunuh kita
dan masih mau bunuh kita jika kita menunggu pembunuh lain?
Nanti saja kudoakan.
Ayo jalan terus.
Astaga. Aduh.
-Sial! -Apa?
-Kakiku mungkin patah. -Tidak. Kita harus terus.
Kita di tengah hutan.
-Ya ampun. -Apa?
Tidak. Jangan lihat ke bawah.
-Aku jadi mau lihat ke bawah. -Jangan…
Astaga. Lututku!
Kata nenekku, pada saat seperti ini…
Betulkan lututku sebelum efek kokainanya hilang.
Benar. Maaf.
Hei. Sebelum kulakukan, aku hanya ingin bilang,
Brad,
aku menyayangimu.
Itu efek kokaina. Aku juga. Lututku.
-Apa? -Kau bilang begitu karena teler?
-Aku bukan asal bicara. -Lutut.
Ya, lutut. Sudah siap?
-Yang satunya. -Benar.
Kanan kencang, kiri kendur?
Tidak begitu… Aduh!
Sial! Aduh!
Sudah kuperbaiki.
Astaga.
Lututku pulih. Terima kasih.
Aku juga menyayangimu.
Apa?
Memang terlihat menakutkan.
Sekarang, hati-hati. Lihat apa berfungsi.
Ya.
Aman?
Cerdas sekali.
Syukurlah.
Untuk keluar dari hutan ini…
Tidak ada sinyal, jadi tidak ada GPS.
Tapi kita tahu mereka menuju ke barat, ke Paraguay.
Matahari terbit di timur…
Terbalik di khatulistiwa.
Kau salah besar. Sekarang,
kita perlu jalan memunggungi sinar matahari pagi,
lalu lari sampai tiba di Paraguay.
Paraguay, bersenang-senang Ayo
Ini liburan ke Paraguay
-Baiklah. -Menurutmu, arah kita sudah benar?
Tidak.
Tanpa batangan kokaina,
-aku mulai sadar… -Jangan dikatakan.
-situasi kita buruk. -Sudah kubilang jangan!
Kalau dipikir-pikir, gila.
Ironis. Dulu aku takut
hutan hujan akan habis ditebang.
Aku mulai berpikir mereka kurang cepat menebangnya.
Hei.
Aku ingat kau merusak makan siang dengan omongan hutan hujan itu.
Aku merusak kesenanganmu, Brad?
Tidak. Dulu kukira Steve yang suka merusak kesenangan.
Ternyata bukan. Itu kau.
Dari dulu.
Saat orang tertawa, mereka tidak ikut tertawa bersamamu.
Mereka menertawakanmu.
Apa pernah terpikir kalau "dari Sales" itu menghina?
Mungkin mereka mentertawakanku,
tapi mereka sebal denganmu.
"Sesuai standarku," "Aku datang lebih awal,"
"Aku pulang telat," "Microwave kulap."
"Aku menjilat semua orang." Yang itu bagaimana?
Jadi, ucapan manis yang tadi kau katakan itu apa?
Sudah kubilang karena kokainanya.
Omong-omong soal itu,
kita butuh itu lagi kalau mau tetap hidup.
Aku tidak mau pakai kokaina lagi.
Sungguh? Lalu dari mana kita dapat tenaga untuk keluar dari sini?
Pokoknya… Jangan menghirupku!
Kau mau tenaga? Pakai saja tenaga yang normal.
Tenaga yang normal akan habis.
Kecuali kau punya daging kaki domba yang kau rahasiakan?
Kita butuh kokaina.
Aku tahu bisa dapat di mana.
Astaga.
Ya. Aku minta tolong.
-Keluarkan di sana saja, ya? -Ya.
-Brad? -Apa?
Apa yang akan kita lakukan ini, jangan pernah dibicarakan…
Tenang. Kita hanya buang kotoran.
Mungkin aku butuh bantuanmu.
Ya, itu dibawa sampai mati.
Kurasa aku tidak mampu.
Aku juga.
Walau keluarnya bersih.
Memang sengaja dibuat begitu.
Campuran lateks yang kami gunakan
menolak semua jenis kontaminan, terutama feses.
Kau memang jago dengan kotoran.
Ya. Aku dan kotoran.
Dengan orang, berbeda.
Setidaknya kau peduli dengan orang.
Sangat terbalik denganku.
Aku tidak pernah merasa bisa berbaur dengan kelompok mana pun, di mana pun.
Itulah yang kukagumi darimu.
Kau tak berusaha membaur. Kau dibenci dan tak peduli.
-Aku tak dibenci. -Dibenci.
Itu pujian.
Artinya egomu kuat. Kau menjadi dirimu.
Aku? Cuma tersenyum terus dan sok ramah.
Sok kaya dan bawa kartu Jaminan Sosial.
Ya, "Brad dari Sales."
Itu yang akan ditulis di nisanku.
Agar kau tahu,
kau mahir dalam pekerjaanmu.
Juga kurasa kita tidak akan dapat batu nisan.
-Astaga! -Astaga!
Kedua kondom kokainanya ditelan.
Untung tidak ada kotoran. Kalau tidak, pasti sakit parah.
Astaga, kau tak menonton Cocaine Bear?
Aku tak mau lihat buaya teler karena kokaina Brasil.
Kurasa itu aligator.
-Apa penting jika kita mau dimakan? -Benar.
Sial! Kita akan diserang!
Apa dia mati?
Rasanya aku dengar jantungnya meledak.
Hore!
Ya, jantungnya meledak!
Astaga! Tunggu!
Pernah makan tako buaya?
Maksudmu bubur gator?
Aku yakin itu aligator.
Tako gator, enak juga.
Seperti daging ayam yang berotot.
Menurutmu, apa di dunia buaya
dia punya nama?
"Di dunia buaya?" Kenapa kau ini?
Apa? Hewan berkomunikasi.
Mungkin mereka saling menamai.
Aku merasa kejam. Kita memakan Lenny.
Hei, berhenti.
Aku mendengar sesuatu.
Astaga. Mungkin teman Lenny mau balas dendam.
Sembarangan.
Ada suku di tempat ini
yang belum pernah bertemu manusia.
Tidak, mereka diusir Pavio Curto karena berak di lantai.
Mungkin tak semua Curt tangkap. Ada kemungkinan…
Baiklah. Katakan itu kau dengar.
Itu kau.
-Bukan. -Apa?
Diam di tempat!
Apa yang kalian lakukan?
Astaga!
Kalian orang Amerika?
Tadinya.
Kini ekofundamentalis tanpa bangsa.
-Keren. Bisa kita manfaatkan. -Ya.
Kami menghentikan perburuan. Kalian bukan pemburu?
Pemburu? Tidak! Berpakaian seperti ini?
Makan telur rebus pun tidak. Jijik.
Begitulah cara makan telur yang paling sehat.
Kalau telur direbus, oksidasi kolesterol turun.
Fakta.
Telur rebus Erewhon ditaruh di roti ubi paleo-nya. Lezat.
Aku suka Erewhon. Sudah coba Benedict Cumberbatch?
-Belum. -Buruk rupa,
tapi begitu digigit, meleleh di mulut.
Kenapa kalian bisa di sini?
Ceritanya lucu.
Boleh kucerita… Kau saja.
Kami dijadikan penyelundup oleh kartel.
-Kami tidak tahu. -Lalu kabur ke hutan.
Istri bandar narkoba gila ini
menggerayanginya, mengajaknya ke atas.
-Dia mau tiduri. -Tapi bandar ini
mau menontonku meniduri istrinya.
Lalu dia mau menyiksaku, memasukkan botol pecah ke bokongku.
Situasinya rumit.
Kau lakukan?
Tidak bisa karena aku baru menelan kondom raksasa.
Sama. Tapi tak ada yang mau meniduriku.
Omong-omong, Brad dari Sales.
Julie.
Julie Patchouli.
Yang benar saja.
Kondom.
Astaga. Aku tahu siapa mereka!
Os Estúpidos!
Kalian penggemar sepak bola?
Tindakan kalian luar biasa.
Aktivisme paling keren.
Mengganggu! Itu juga yang kami lakukan.
-Kalian pahlawan! -Ya.
Nelson Mandela, Che Guevara.
-Pahlawan bola! -Ya! Sudah kubilang!
Permainan sepak bola bodoh itu.
Mereka pikir sangat penting.
Hidup dan mati.
Itu omong kosong.
Kami terus bilang begitu.
Tidak suka.
Hidup dan mati sesungguhnya ada di hutan hujan ini.
Para kapitalis berusaha menghancurkan tempat ini
tanpa memikirkan penduduk pribumi atau satwa liarnya yang cantik.
Omong-omong, ini Yarimoey.
Dukun setempat yang memberkati misi kami.
Senang bertemu, Yarimoey.
Bukan.
Yang benar, Yarimoey.
Dinyanyikan.
Senang bertemu, Yarimoey.
Ya.
Aku juga pencinta lingkungan.
Benarkah?
Pod Nespresso-ku selalu kudaur ulang,
kupastikan tidak berakhir di TPA.
Caranya mendaur ulang?
Kubuang saja ke tong sampah biru.
Lalu pekerja di tempat daur ulang
yang melanjutkan siklus hidupnya.
Memang tidak setara dengan tindakan kalian.
Atau mungkin sama.
-Apa pekerjaanmu? -Aku hanya
penemu kondom yang menutupi buah zakar.
Mungkin akan mengubah dunia.
Kami tahu dia tidak akan beli.
-Kenapa… -Buah zakarnya kecil.
Menghilang ke gua buah zakar.
Ya, testis tak turun, istilahnya kriptorkismus.
Tapi berfungsi. Cuma tak bisa dilihat.
Terkadang harus dia keluarkan seperti korban gempa.
Orang ini penisnya besar. Besar sekali.
Tidak masalah kalau info itu tersebar.
Ya sudah. Ayo menongkrong nanti malam.
Kita berpesta, menari, bercinta, menyanyi.
-Baiklah. -Benarkah?
-Bercinta? -Ya.
Tidak, kedengarannya seru sekali.
Kedengarannya asyik. Tapi kami… harus segera pergi.
Besok pagi,
kami antar naik rakit.
Ada banyak jus dan makanan di sana.
Asyik. Terima kasih.
Begitu sampai di laut,
banyak kapal yang bisa membawa kalian.
Kami taruh di kapal yang bagus.
Bukan yang memperdagangkan orang.
Hati-hati.
Jangan pernah kencing di air.
Itu tempat tinggal ikan vampir kecil yang sangat jahat.
Ikan-ikan itu bisa naik lewat air seni,
masuk ke kandung kemih,
lalu memakanmu dari dalam.
Aku tidak mengerti sama sekali. Maaf.
Apa katanya?
Entahlah.
Kami belum bisa bicara bahasa Yarimoey.
Yarimoey.
Ini keren sekali.
Mungkin dia orang terakhir yang pakai bahasa ini.
Ikan-ikan kecil ini
sudah membunuh banyak manusia besar.
-Omong kosong. -Ya.
Siapa sangka kita akan melihat konser Phish?
-Mereka keren sekali. -Mau ayahuasca?
-Menarik. -Tidak.
Tidak usah.
Aku paham. Kami juga lelah pakai itu.
Hei.
Mau ikut?
Tidak, terima kasih.
Dia misofobia.
Katak baru.
Beri dia katak baru.
Itu Ed. Penangkap katak kami.
Hei, Ed. Itu pekerjaanmu? Kau penangkap katak?
-Bagaimana awalnya? -Keren.
Ditangkap saja…
Mulai…
Mulai saja menangkap katak.
Baiklah.
Kukira ada ilmunya.
Dosis dan interaksi kimianya, tingkat racunnya.
Hei, aku perlu menelepon.
-Apa? -Aku akan kembali.
Brad.
Hei, Brad?
Apa?
Kau mau ke mana?
Apa maksudmu?
Mau demo produk ke Julie Patchouli.
Coba dapatkan Tina Danaamanahrasta yang di sana.
Maksudmu yang ketiaknya mirip lantai tukang cukur Armenia?
Ya, dia.
Tidak, terima kasih.
Bulu ketiak itu alami.
Alam yang paling alami di sini. Ayolah.
Tunggu tiga menit.
Apa kau mengalami amnesia parah?
Ingat terakhir kali kau begini?
Hampir ada botol pecah di bokongmu.
Kau jual kondom ke bandar narkoba.
-Curt suka produknya. -Hei.
Kau ikut juga?
-Hei. -Asyik!
Ada tempat bercinta yang bagus. Di atas sini.
Pernah lihat telapak kakinya?
Seperti kentang bakar.
Aku tak meniduri kakinya.
Mungkin, tapi kita lihat saja nanti.
-Ayolah, nikmati hidup! -Ya.
-Teman-Teman, ayo! Coba lihat ini! -Brad…
Ini tempat bercintanya?
Ya.
Juga tempat kami menaruh pemburu liar.
Ya ampun!
Kami gantung di sana sebagai peringatan.
Baiklah.
Apa yang mereka lakukan terhadap… Perburuan liar?
Bagaimana mereka… Kenapa bisa mati?
Biasanya karena kaiman hitam.
Kaiman hitam?
Ya, mirip aligator.
Sudah kubilang.
-Katamu aligator, bukan mirip. -Ya.
Mereka itu reptil yang indah dan menakjubkan.
Terancam punah.
Pemburu liar ini mau cakar mereka.
Jadi, kalian membunuh pemburu liar itu?
Terpaksa. Sudah coba jalan damai,
tapi tidak pernah berhasil, jadi harus jalan kekerasan.
Kalau kau membunuh hewan yang kami lindungi,
kau kami bunuh. Simpel.
Tanpa tawar-menawar.
Tak seorang pun?
-Semisalkan Paus atau… -Tidak bisa!
Kau bisa jadi Greta Thunberg,
tapi kalau kau membunuh hewan ini, kau harus mati! Mati!
Ayo kita mulai bercinta.
Ditonton mereka?
Aku mengerti.
Tapi ini semacam menghormati mereka dan sebaliknya.
Dengan mengizinkan menonton kita bercinta?
Ya, mereka kusebut Komunitas Pemburu Liar Mati.
Omong-omong soal menonton,
apa itu kamera? Yang kecil itu…
Ya.
Ya, kami punya kamera di seluruh hutan.
Tapi saat ini tidak ada yang menonton.
Mereka sedang melihat rekaman hari ini
karena kami kehilangan sinyal salah satu kaiman kesayangan kami. Morey.
Ternyata dia punya nama.
Kami permisi sebentar.
-Mau ke mana? -Hanya mau pakai kondom.
Bisa kupakaikan.
Masalahnya, ini sangat sulit
karena buah zakarnya harus masuk. Dia akan bantu.
Tidak sulit. Langsung ikut masuk.
Aku malu.
Bilang saja begitu, jangan menodai produknya.
-Kami akan kembali. -Baiklah.
Kau masih bisa lari?
Harus. Ayo!
-Astaga! -Tidak!
Astaga! Cakar ini lezat. Kau harus coba. Ini.
Sialan, Janet!
-Cakarnya yang paling enak. -Bawa sini, kuajak tos.
Sial! Sekarang Julie akan menyuruh kita membunuh mereka.
Yoi.
"Yoi"?
"Yoi"?
Kau cuma bisa bilang "yoi"?
Aku stres berat!
Aku ke sini untuk melindungi hutan,
ayahuasca, dan meniduri Julie.
Bukan membunuh pemburu liar.
Aku juga. Kita juga tidak ditiduri.
Ini menyebalkan.
Semua orang ditiduri, kecuali kita.
Tidak semua orang.
Semua orang.
Yarimoey?
Ya. Yarimoey.
Usianya 100 tahun!
Apa isi otaknya?
Benar! Dia juga bilang penisnya terbelah.
Apa artinya?
Dia belah sendiri atau karena setua itu?
Astaga, kenapa dia berubah?
Di Calabasas dia sangat asyik.
Kini meniduri penis terbelah dan membunuh pemburu?
Hei, kalian lihat dua lelaki itu?
Kami baru mau bercinta, lalu…
Saranku soal makanan pasti benar.
-Aku tahu kau suka makan. -Apa?
-Ya. -Terlebih lagi,
bagus untuk menggaruk punggung.
Coba.
-Aku bisa menyisir rambutmu. -Oke.
Biar kulakukan.
Kalian berniat cerita?
-Pasti. -Ya.
Kami baru mau membunuh mereka.
Mampuslah mereka!
Mampuslah mereka, Julie! Kau benar!
Rakit! Ada rakit! Ayo.
Ya. Cepat.
Bunuh mereka!
Sial!
Apa-apaan ini?
Kita harus mendayung
atau digantung sambil menonton dia bercinta!
Kalian akan kami gantung, Bajingan!
Tembak terus!
Keparat!
Dasar manusia bodoh pengecut! Kalian biarkan mereka lolos!
Tahu kenapa tidak kutiduri?
-Kami tidak memikirkan itu. -Pembohong!
Kami dengar di pondok! Semua orang dengar!
Baiklah, kami ingin tahu.
Astaga. Ayo, Yarimoey.
Yarimoey.
Diam!
Aku harus melampiaskan amarah ini.
Masih belum ada sinyal.
Aku akan berubah.
Kalau kita selamat.
-Hentikan. -Aku serius.
Aku tidak bercanda.
Lihat saja. Ucapanku akan bermakna.
Mungkin aku juga akan lebih percaya diri.
Hei, Brad.
Kita akan mati di sini, 'kan?
Itu pasti.
Itu fakta!
Kondom ini enak juga sebagai bantal, ya?
Prasmanan gratis.
Mau air kelapa lagi?
Tidak. Aku justru mau kencing.
Kenapa?
Demam panggung.
Bisa palingkan mukamu?
Kau membelakangiku. Tahu dari mana kulihat?
Bisa kurasakan.
Begini saja.
Mungkin kita perlu simpan air kencing kita.
Jaga-jaga air habis. Jangan sampai mati kehausan.
Apa? Jangan minum air kencing.
Aku tidak mau air kencingmu berceceran di rakit, jadi buanglah.
Urine itu sangat steril.
Aku tidak peduli. Buang. Jijik.
Baiklah.
Hei, lihat ikan-ikan kecil ini, mereka minum kencingku.
Apa?
Coba lihat.
Astaga! Ini ikan peminum kencing!
Dasar bodoh.
Sepertinya mereka tersenyum.
Tunggu.
Aku pernah baca di National Geographic.
Astaga!
Aku baru selamat dari bahaya!
Tarik! Tolong tarik!
-Kau yang tarik. Itu penismu! -Tidak bisa!
Perlu kutekan. Kalau tidak, ikannya naik.
Ikan-ikan ini sangat gigih. Tolong aku!
-Tarik… -Astaga!
Tolong aku! Ambil ikannya!
-Ambil! -Baiklah. Jangan bergerak.
Terlalu licin. Tidak bisa kupegang.
Mungkin kalau kau buat ereksi, bisa dicekik.
Apa? Bagaimana caranya ereksi? Ada ikan di penisku!
Pakai fantasimu!
Apa fantasi tergilamu?
Saat ini, tanpa ikan di penisku!
Siapa pun tidak akan mau mengambil ikan dari penis temannya kalau dibentak.
-Pakai gigimu. -Pakai…
Pakai gigimu.
-Tidak. -Ayolah! Ambil ikan ini sekarang!
Pakai gigimu sendiri!
Bagaimana caranya?
Regangkan penismu dan condonglah ke depan.
Kalau mulutku sampai ke penisku, aku pasti sudah tahu!
Kumohon! Kau saja harapanku!
Jadilah pria sejati sekarang!
Elijah, kumohon! Tolong aku.
Astaga!
Ya!
-Berhenti bilang "Ya!" -Maaf.
Astaga.
Jangan sentuh aku!
-Jangan pernah bahas… -Bahas soal ini lagi.
Kau juga, Pelaut.
Astaga.
Aku perlu sendirian sebentar.
BERTAHANLAH JANGAN LUPA KAU HEBAT!
JARINGAN 5G
Target sudah ditemukan.
Kapal!
Kapal!
Brad!
Brad. Ada kapal. Bangun. Ada kapal!
Hei!
Astaga.
-Hei! -Hei!
Kita selamat.
Hei!
Hei!
Di sini! Kami masih hidup!
Ya Tuhan. Itu Jessel Cristos. Lihat!
-Mulai mendayung. Cepat! -Astaga.
Dayung!
-Astaga. Apa-apaan… -Ayo!
Memang Estúpidos.
Ayo naik.
Kenapa? Supaya kau bisa berpidato soal "bisa pulang" itu?
Aku bukan orang yang suka menghina nama,
tapi persetan denganmu, Jessel Cristos!
Kalian tahu ini di mana?
"Ketakutan terbesarku adalah ketidakadilan
yang menimpa orang yang salah,
terutama di bawah pengawasanku."
"Kalian tidak akan menghadapi ketidakadilan."
Apakah logatku rasis?
-Benar sekali. -Maaf.
-Aku mencoba lebih berani. -Baik.
Ini yang akan terjadi.
Kalian ikut denganku.
Kalian akan dinyatakan bersalah
telah menghancurkan mimpi setengah miliar orang.
Kalian akan dipenjara dan bekerja keras selama setahun.
Lalu, kalau semua ini bisa kalian lalui,
kalian bisa pulang.
Tidak.
Tidak, ini yang akan terjadi, El General.
Kau akan mendayung bak mandi hijau kecilmu
kembali ke tempat asalmu
dan menyampaikan pesan dari Os Estúpidos.
Beri tahu warga Brasil
dan seluruh komunitas pencinta sepak bola di dunia
bahwa kami sangat menyesal.
Tapi…
itu hanya permainan
dan kami sudah menebus dosa.
Baiklah.
Aku akan sampaikan permintaan maaf kalian,
juga menceritakan apa yang terjadi setelah kalian minta maaf.
Bahwa kau dan kolegamu yang tercinta itu kabur ke laut
naik rakit kayu yang gagah berani
lewat Sungai Iguazu.
Boleh.
Kami jadi pahlawan. Sama-sama untung!
Setuju. Terima kasih.
Ayo jalan, Paulo!
Lihat raut wajahnya tadi?
Itu butuh nyali, Kawan.
Aku jarang punya nyali.
Akan lebih sering kulakukan.
Tunggu. Apa tadi katanya…
Apa katanya nama sungainya?
Rasanya Iguazu atau semacam itu.
Ingat Contrails Magazine?
Di sana ada ulasan tentang…
-Sungai Iguazu. -Tidak.
Bukan Sungai Iguazu,
tapi Air Terjun Iguazu,
air terjun terbesar.
Di Brasil?
Tidak. Di dunia!
-Kita harus ke tepian! -Sial!
Ayo.
Ayo!
Tidak mau mendayung!
Ayo!
Ya Tuhan!
Sial.
Seharusnya berbalik! Kenapa tak mau balik?
Rakitnya tidak bergerak!
Tunggu, kondom.
Apa?
Pelampung.
Siap?
Brad!
Brad!
Brad!
Brad.
Brad. Tidak apa-apa, Kawan.
Kawan.
Brad. Bagus. Muntahkan airnya.
Ayolah, Kawan.
Bernapaslah.
Bernapaslah, Brad!
Brad. Ya.
Keluarkan, Kawan.
Hei, kau bebas kuman, 'kan?
Serius?
Diamlah.
Kau dengar itu?
-Apa? -Astaga.
Sial!
Yang benar saja!
Tolong tahan!
Jangan tembak!
Tolong tahan tembakan.
Jangan tembak.
Jangan bawa dia.
Bawa aku saja.
-Yang benar saja. -Tidak.
Sudah telanjur.
Jangan menyalahkan orang baik ini.
Apa dia bodoh? Tentu saja.
Tapi dia perlu membuat banyak penemuan baru.
Kalau mengenal Elijah,
dan rasanya aku kenal,
dia tidak akan hanya menyelamatkan buah zakar.
Jadi, kalau mau menuntut keadilan, adili aku saja.
Hei.
Hei.
Maaf karena meributkan kau suruh mengisap ikan dari penismu.
Tenang.
Iguazu bukan hanya sungai,
tapi perbatasan.
Selamat datang di…
Uruguay?
-Astaga. Kita di Uruguay! -Tidak.
Itu Argentina!
Bendera kami sangat mirip.
Negaraku berusaha menyelamatkan kalian
sejak kalian menyelamatkan kami.
Sungguh? Kau bisa saja bohong.
Ya, ke mana saja kalian selama ini?
Kami ke mana saja?
Apa…
Antonia? Kenapa…
Namaku Isadora Cortez
dan aku bekerja di Agencia Federal de Inteligencia.
Kau mata-mata?
Sejak kalian ditangkap, aku menjalankan Operasi Estúpidos.
Kalian hanya perlu mendengarkanku.
Tapi malah memecatku sebelum dengar rencanaku.
Aku tidak memecatmu. Itu dia.
Untuk melindunginya.
Benar sekali. Berbuat baik bisa merugikan.
-Ya, 'kan? -Bagus.
Ada tim ekstraksi menunggu untuk mengeluarkan kalian dari Brasil,
tapi kalian selalu selangkah di depan.
Tunggu. Orang-orang yang mengejar kami di gang itu?
Bukan, itu orang Brasil.
-Bagus. -Tapi kami ada waktu Pavio Curto
mau membunuhmu dengan botol Cachaça itu.
-Itu kalian? -Tentu saja.
Kenapa lari ke hutan setelah dia kami tembak?
Curt bilang itu geng narkoba saingannya.
Dasar pembohong.
Lalu sinyal ponsel kalian hilang. Kami kira kalian mati.
Seluruh negara kami mendoakan kalian.
Kalian mendoakan kami?
Doa kami dikabulkan.
Argentina!
Aku bukan hanya pembuatnya,
tapi pengguna juga.
Os testículos kalian tidak akan sama lagi.
Los testículos.
Kini kau di Buenos Aires.
Tahu apa yang lebih baik dari menjadi kondom di Piala Dunia?
Menjadi kondom resmi negara ini.
Sepuluh juta, por favor.
Argentina!
BALLS UP KONDOM RESMI ARGENTINA
Ya!
Ada orang bijak berkata,
"Sepak bola itu sains, matematika, fisika, kimia.
Tapi juga kemanusiaan, seni, musik, puisi."
Itu juga cinta, keluarga, masyarakat,
rasa persaudaraan tim,
dan permainan paling seru di dunia.
Sementara itu,
kami masuk ke Argentina seperti testículos ke Balls Up.
Tulis itu di batu nisan kami.
Jadi, kita dapat batu nisan?
Malah lebih bagus lagi.
Terjemahan subtitle oleh June Arya
Supervisor Kreasi Andrianto
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.