Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
MAD CONCRETE DREAMS
9 TAHUN LALU
KHUSUS TIM HR
DAFTAR TARGET RESTRUKTURISASI 2017
Kau sudah datang.
Kerja bagus, Pak Gi.
Bagaimana jika kita minum setelahnya?
Belum bisa. Kita harus finalisasi daftar restrukturisasi.
Hei.
Tak masalah siapa yang kau pecat. Semuanya sama saja.
Kita sudah memilih satu grup
dan Wakil Presdir sudah menyetujuinya.
Tentukan saja dan putuskan separuhnya.
Mengerti?
Su-jong, apa aku termasuk dalam restrukturisasi mendatang?
ASISTEN MANAJER, SUNG JIN-YONG
Ini.
Tepat satu dekade lalu
aku melakukan apa yang kau lakukan sekarang.
Ini trik yang diajarkan atasanku.
Apa ini?
Lempar koin.
Kita melakukan restrukturisasi dengan melempar koin?
Hei, apa salahnya melempar koin?
Tidak ada yang lebih adil daripada itu.
Tidak ada prasangka atau emosi.
Tak ada keberpihakan almamater atau regionalisme.
Depan atau belakang? Ya atau tidak?
Itu saja.
Mengerti?
Kau juga butuh promosi.
Selesaikanlah.
Jangan terlalu dipikirkan.
Astaga.
Seon, apa kata ibu anak itu?
Da-rae.
Kau bekerja dengan baik. Lanjutkan.
Begini
kudengar Da-rae mengabaikan anak itu lebih dulu.
Tapi itu tidak masuk akal.
Kau benar. Dia tidak akan melakukan itu.
Mereka jelas mengabaikannya.
- Sudah berapa kali ini terjadi? - Benar.
Biar dia sekolah di luar negeri.
Di luar negeri?
Kau tahu Da-rae berbakat.
Sistem di Amerika bagus
dan Da-rae juga akan suka di sana.
Ya, tentu saja dia akan menyukainya.
Tapi kita tak mampu.
Kita harus mencari cara.
Keadaan di kantor sedang sulit.
Kau ingat Jin-yong?
Dia masuk daftar restrukturisasi
dan aku tak tahu apa aku akan selamat.
Ikuti saja perintah perusahaan dan bertahan sebisa mungkin.
Aku bukan budak.
Aku harus mencari produk bisnis dan memulai bisnisku sendiri.
Su-jong.
Kita budak.
Masih ada 20 tahun lagi sampai kita bebas.
Hidup tidak pernah mudah bagi kita.
Pikirkan Da-rae dan bertahanlah.
Aku akan cari tahu apa ada sif malam di IGD.
Baiklah.
Butuh 125.679.200 won lagi...
Apa yang akan terjadi kepadaku?
ASISTEN MANAJER, SUNG JIN-YONG
Keluar atau selamat.
Selamat.
Tidak.
Sial.
Sedang apa kau?
Koin apa ini?
Apa? Hei.
Kenapa kau mengabaikan pesanku?
Kau mengirimiku pesan?
Kau tahu aku ditipu tuan tanahku.
Anakku sudah berusia tiga tahun dan kami mungkin berakhir di jalanan.
Aku sungguh tak bisa pergi dari sini.
Ya, benar. Tentu saja.
Kau mau makan malam?
Maaf, aku harus menemui seseorang.
Kau menghindariku?
Apa maksudmu?
Lihat?
HWAL-SUNG AKU SUDAH SAMPAI, AYO MAKAN
Baiklah.
- Mari minum kapan-kapan. - Baik.
Jangan bekerja terlalu keras.
Tidak akan.
Hei, kenapa di pojok sekali?
Sudah kubilang jangan memesan mi lebih dulu.
- Nanti akan lembek. - Aku memesan begitu saja.
Dasar kau.
Minum dahulu, mi nanti?
Tidak.
Kuterima, tapi tak minum.
Aku harus bangun pagi besok.
Yi-gyeong ingin aku mengikuti ujian PNS.
Aku tak pernah belajar seumur hidup, bagaimana aku bisa ikut ujian?
Lupakan saja. Kau akan lebih heroik dengan melakukan hal lain.
Aku setuju.
Demi negaraku, aku tidak akan menjadi PNS.
Kenapa kau tiba-tiba ingin menemuiku?
Kawan.
Kau mau menjadi tuan tanah?
Apa?
Bagaimana menurutmu?
Aku tahu apa?
- Bukankah gedung ini terlalu tua? - Hei.
Ini soal lokasi, bukan gedungnya.
Inti real estat adalah lokasi.
Apa istimewanya lokasinya?
Ini informasi terbaik.
Ini hanya untukmu.
Kau melakukan ini lagi.
Hei.
Seluruh kawasan ini akan dibangun ulang.
Pembangunan ulang?
Ya, di sini, lokasi utama di tengah Seoul.
Kenapa kau membaginya denganku?
Semua orang bilang aku harus menolak saat seseorang mengatakan itu.
Kita bukan orang asing.
Itu karena aku tidak mampu membelinya sendirian.
Mari berinvestasi bersama.
SALON RAMBUT DARAE
SALON RAMBUT DARAE
Hei.
Kita bagi rata 50-50.
Kau simpan 1,2 miliar aku juga.
Tapi aku ingin kau membayar 200 juta sebagai uang muka.
Kau bisa menutupi bunganya dengan sewa bulanan.
Tetaplah bertemu di sini sampai kawasan ini dibangun ulang.
Aku tak punya 1,2 miliar won.
Kau bisa mengambil pinjaman.
Kau bisa dapat sampai 80 persen saat membeli gedung.
Bagaimana kau akan membayarnya?
Aku menantu Nyonya Jeon Yang-ja.
Aku tidak disukai olehnya
sampai sekarang, dan aku tahu aku tidak diterima.
Tapi keadaan tampak berubah
setelah Yi-gyeong hamil.
Kenapa aku harus membayar uang muka? Bagaimana denganmu?
Aku tidak punya arus kas saat ini.
Tapi mari kita buat akta atas namamu.
Kau percaya padaku?
Tidak.
Aku selalu dua langkah di depanmu.
Saat kau ingin menusukku dari belakang, lihatlah punggungmu.
Astaga.
MARKAS KLUB BADUK
STUDI DI LUAR NEGERI: KENAPA AS
BIAYA STUDI DI LUAR NEGERI
TERGANTUNG JENIS SEKOLAH, KAWASAN, DAN PEMUKIMAN
300 JUTA HINGGA 500 JUTA 180 JUTA HINGGA 300 JUTA
Haruskah kita hidup sebagai tuan tanah?
Ada apa denganmu kali ini?
Kau serius?
Kau bilang kita harus mencoba.
Aku tidak bilang begitu.
Kubilang kita harus menghasilkan uang jujur tanpa tipu daya.
Apa maksudmu dengan uang halal?
Da-rae tak seperti kita.
Kita harus besarkan secara berbeda.
Begini masalahnya...
Itu tawaran Hwal-sung
dan kita hanya perlu membayar uang muka.
Dia cepat tanggap dalam hal ini
dan ibu mertuanya kaya raya.
Bagaimana dengan pekerjaanmu?
Aku harus terus bekerja.
Hwal-sung akan mengelola gedung itu.
Orang tua Da-rae?
- Ya. - Ya.
Ayo.
INSTITUT STUDI LUAR NEGERI SEJEONG EDU
Kenapa aku ingin makan manis seperti bocah setelah tak merokok?
Aku tidak percaya Da-rae membuatku berhenti.
Kau pria penyayang keluarga.
Seon sudah memberitahuku. Apa 200 juta cukup?
Ya, aku dapat persetujuan pinjaman dari bank
jadi, dengan 200 juta, beres.
Akhir yang bahagia.
Baiklah.
Begini saja.
Sudah masuk.
Terima kasih banyak.
Aku akan segera mengembalikan uangmu dengan bunganya.
Sudahlah. Aku tidak butuh itu.
Aku tidak butuh uang.
Kau tidak berutang bunga kepadaku.
Aku sungguh berpikir kau ini tidak biasa.
Kau perwujudan manusia dari kata baik.
Sudah kubilang kau akan sukses.
Apakah ini berarti kakakku sekarang istri tuan tanah?
Ya.
Dan itu semua berkat kau.
Itu karena kau hidup giat.
Terima kasih banyak.
KHUSUS TIM HR
Astaga.
Ya?
Kau sudah selesai?
Belum.
Coba kulihat.
ASISTEN MANAJER, SUNG JIN-YONG: ?
Hei, bagaimana dengan Jin-yong?
Pak, kau tahu?
Jin-yong sedang dalam masalah.
Masalah apanya?
Tidak ada yang berada dalam situasi baik di sini.
Benar?
Jika orang berpikir kau pilih kasih pada temanmu
itu akan menimbulkan masalah kelak.
Makin dekat mereka denganmu, kau harus makin tidak memihak.
Mengerti?
Ya, Pak.
Hanya itu cara agar HR dihargai.
Yu-chan juga kesulitan, 'kan?
Lihat bagaimana sinar matahari menyinari tempat ini.
Lihat ini.
Pemilik sebelumnya seorang insinyur
jadi dia memperbaiki semuanya dengan rapi saat masih miliknya.
Lihat saja.
Tempat ini sudah sangat tua, tapi tidak ada yang rusak.
Pemiliknya tidak ada di sini?
Dia dipenjara
- setelah berjudi di tempat ilegal. - Benarkah?
Lihatlah ke dalam.
Kelihatannya bersih.
Benar, 'kan?
Anggaplah dirimu beruntung.
Kau tak bisa dapat gedung seperti ini dengan harga bagus tanpa insiden itu.
Benar.
Kau harus bayar sisanya dalam sepekan untuk dapat harga murah.
- Kau sudah memberitahunya? - Ya, jangan khawatir.
Baiklah. Sebelah sini.
Apa ini ruang penyimpanan?
Bagian dalamnya besar.
Kau bisa masuk dan melihatnya.
Ini dibuat untuk para penyewa
tapi entah masih digunakan atau tidak.
- Ini ruang pendingin. - Ya.
Besar sekali.
Ini luas dan bagus.
Bagaimana?
Kau akan mengambilnya?
AGEN PROPERTI SEJEONG YEONGGWANG
Sekarang, baca kontraknya.
Ini.
Stempelmu di sini.
- Silakan minum teh. - Baik.
PENJUAL: KIM YEONG-HWA, LEE GYU-HAK PEMBELI: GI SU-JONG
- Di sini? - Ya.
Kirimkan uang mukanya...
- Ya. - ke rekening bank ini.
KEPADA KIM YEONG-HWA BANK JANGSEOP
200.000.000 WON
- Transfernya berhasil. - Baiklah.
- Tunggu sebentar. - Baik.
- Akan kutuliskan tanda terimanya. - Baiklah.
Halo, Pak Pemilik Gedung.
Dasar gila.
Hei.
Mau pergi ke tempat itu?
Ke mana?
Aku tidak percaya ini.
Bagaimana aku bisa sampai ke hari ini?
Astaga.
Ya, kita hanya gelandangan.
Siapa sangka kita akan menjadi pemilik gedung?
Itulah maksudku.
Saat ayahku meninggal
ibuku dan aku sama-sama bingung.
Tapi kau meminjamiku satu juta won.
Aku tidak pernah bisa melupakan itu.
Kau lihat? Kau tidak bisa melakukan apa pun tanpa aku.
Ya, aku akan sedikit memujimu.
Omong-omong
bagaimana anak SMA sepertimu bisa punya satu juta won?
- Aku sejak dulu penasaran. - Masa lalu yang indah.
Aku meminta bantuan ayahku.
Kubilang kau kesulitan dan bertanya apa dia bisa membantu.
Aku sangat berterima kasih kepadanya.
Seharusnya aku berterima kasih atas bantuannya.
Aku punya pengakuan yang terlambat.
Dia memberiku dua juta won.
Aku mengambil satu juta.
Dasar berandal.
Kau ingat, 'kan?
Aku mengencani Hye-jin, ratu SMA Putri Eunyeong.
Aku menghabiskan banyak uang
untuk berkencan dengan gadis itu.
Astaga.
Kau belum menerima sisa pembayarannya?
Bank mengirim bagian mereka
tapi sisa pembayaranmu belum.
Pasti ada kesalahpahaman.
Aku bicara dengannya kemarin.
Temanku bilang dia akan segera mengirimkannya.
Ini bukan lelucon.
Kau harus membayar pada tanggal yang dijanjikan.
Aku bicara dengan pemilik sebelumnya, katanya kau akan kirim dalam sehari.
Bisakah segera kau bayar?
Pak, jika kesepakatannya batal
bisakah uang mukanya dikembalikan?
Tidak bisa.
Kau tidak tahu apa itu uang muka?
Benar.
Kalau begitu, bisa beri aku beberapa hari lagi?
Aku akan menggandakan komisimu.
Bisakah kau bicara dengan penjualnya untukku?
Baik, tapi gandakan komisinya.
Ya, tolong lakukan itu untukku.
Sial.
HWAL-SUNG
Astaga.
ASISTEN MANAJER, SUNG JIN-YONG
Hei, apa yang kau lakukan?
Apa yang kau lihat?
Berengsek!
Ada apa denganmu?
Apa maksudmu?
Bagaimana dengan sisanya?
Maaf, Kawan.
Kurasa aku tidak bisa membantu.
Bagaimana dengan uangku?
Uang apa?
Uang muka.
Anggap saja itu pelajaran hidup yang bagus.
Kau sudah gila? Aku meminjamnya dari adik iparku.
Su-jong.
Aku juga dalam situasi sulit.
Uang adalah hal yang datang dan pergi
serta pasang surut dalam hidup, benar?
Omong kosong apa yang kau bicarakan?
Berhenti bicara omong kosong
dan telepon istrimu sekarang.
- Tidak, tanya ibu mertuamu. - Hei!
Jangan macam-macam dengan keluargaku, Sialan.
Apa katamu?
Hanya itu yang bisa kau katakan sekarang?
Baiklah, lepaskan.
Aku akan bicara dengan mereka.
Astaga.
Apa hanya ini nilai pertemanan kita setelah 30 tahun?
GYUN, 200 JUTA WON
Pak Kim.
PAK KIM TEKNISI MESIN
Pak Kim.
Halo, Pak Kim.
Ini Gi Su-jong dari Yongshin Trading.
Begini...
Aku menelepon bukan karena urusan bisnis.
Apa ada cara agar aku bisa mengambil pinjaman lagi?
BANK NARA PRODUK PINJAMAN
Terdaftar 2,4 miliar won, jadi...
Ada apa? Ada yang ingin kau katakan?
Bagaimana kalau kita pindah?
Pindah?
Masalahnya, aku kehabisan uang.
Tunggu, ada apa? Apakah serius?
Aku hampir kehilangan uang muka.
Itu uang Gyun, bukan?
Kalian bertengkar?
Seharusnya kalian membicarakannya.
Baiklah. Jangan khawatir.
Seon.
Ada satu hal lagi.
Aku pulang duluan.
Baik, Pak.
Tenggat laporannya besok, ingat?
Ya, Pak.
Jangan terlalu dipikirkan.
Tidak terlalu sulit, 'kan? Kenapa kau memperpanjang masalah ini?
Bukankah lebih mudah daripada dugaanmu?
Jeong-min, Su-yeon, Min-seok.
Su-jong...
Apa ini?
Nama Jin-yong tak ada
malah namamu yang masuk.
Ya, aku sudah memutuskan.
Kenapa?
Kau butuh banyak uang?
Apa ini satu-satunya cara?
Hei, perekonomian sedang buruk.
Kau harus mempertahankan pekerjaanmu.
Kau juga punya anak.
Tapi kau sudah tahu aku bisa disingkirkan.
Aku harus mencari cara untuk bertahan sebelum terlambat.
Tunggu
kau melakukan ini karena merasa bersalah?
Hei.
Itu juga menyakitiku. Sungguh. Mengerti?
Tapi ini pekerjaan kita. Apa yang bisa kita lakukan?
Pikirkanlah.
Tidak, Pak.
Aku akan mengambil pekerjaan lain.
Apa?
Jasa sewa.
PENGUMUMAN TUTUP SALON RAMBUT DARAE
SALON RAMBUT DARAE
TUTUP KARENA ALASAN INTERNAL TERIMA KASIH ATAS DUKUNGANMU
Halo, kau jual sirutteok?
- Ya, ada di sana. - Baiklah.
Permisi.
Aku pemilik yang baru.
Kau pemilik tempat ini?
Aku membawakannya untukmu.
Saat kau mendapatkan tempat ini...
Kau tahu kawasan ini tidak masuk area pembangunan ulang, 'kan?
Apa?
Usahamu sia-sia.
HARIAN CHEONGAN
ZONA TIGA SEJEONG-RO AKAN DIKAJI ULANG
TERKAIT PENENTANGAN OLEH UMKM SETEMPAT
Di mana kau?
Kami sudah bongkar barang.
Benar.
Hei, Hwal-sung.
Hei, Kawan. Kau di sini.
Rumahmu lumayan.
Temuan bagus.
Kita harus bicara.
Apa?
Kau tahu pembangunan ulang itu tidak berhasil, 'kan?
Itukah alasanmu mundur?
Kau dengar dari mana?
Astaga, berandal ini mendengar rumor aneh di luar sana.
Aku bukan orang bodoh, mengerti?
Mereka bilang aku ditipu.
Apa pria tua di lantai tiga?
Pembangunan ulang tidak terjadi dalam semalam.
Itu hal yang dibicarakan orang tua karena mereka bosan.
Kau tidak mengatakan ini di awal!
Kenapa kau mundur?
Da-rae memperhatikanmu. Hentikan.
Pembangunan ulang tidak mudah.
Tunggu saja. Gedung ini tidak akan ke mana-mana.
Maaf.
Aku tahu ini pasti membingungkan
tapi ada masalah dengan danaku.
Masalah apa? Katakan.
Akan kujelaskan nanti.
Proyek pembangunan ulang
akan berjalan lagi saat pemerintah berganti.
Maksimal dua tahun.
Bertahanlah, ya?
Sial.
Hei.
Hwal-sung, ada taman bermain di bawah sana.
Bisakah kau menjaga Da-rae sebentar?
Kami akan beres-beres di sini.
- Ayo makan jjajangmyeon nanti. - Begitu?
Kurasa Yi-gyeong akan datang.
Benarkah? Baguslah.
Da-rae.
- Baiklah! - Aku akan menangkapmu.
Kau bersenang-senang?
Ayo terbang!
Sebentar.
Hei, Yi-gyeong.
Apa?
Beristirahatlah di rumah.
Tidak, lebih baik jika kau bisa datang.
Bu Jeon? Kenapa?
Aku harus meneleponnya?
Baiklah. Sampai jumpa.
Halo? Bu Jeon.
Kudengar kau ingin aku meneleponmu.
Soal itu? Aku sudah mengatakannya sebelum datang.
Benarkah?
Kalau begitu, akan kuperiksa lagi.
Aku akan segera menghubungimu.
Ya, akan segera kukirimkan.
- Hwal-sung. - Hei.
- Di mana Da-rae? - Kalian datang.
Apa?
Da-rae... Dia tadi di sini.
Apa? Da-rae...
Apa? Apa maksudmu?
Tunggu, apa?
Ke mana dia pergi?
Sial. Aku akan mencarinya.
Astaga.
Pergilah ke sana. Aku ke sini.
Apa? Sial.
Tidak ada, ya?
- Aku akan menelepon Gyun. - Baiklah.
Su-jong, di sana.
Hei.
MAD CONCRETE DREAMS
EPISODE 9
SEON
- Hei. - Di mana kau?
Aku bertemu dengan Hwal-sung dan dia tidak tahu apa-apa.
Tapi berandal ini selalu berbohong, jadi, aku tak bisa memercayainya.
Bukan itu masalahnya.
- Kurasa Da-rae diculik. - Apa?
Da-rae!
Kurasa Da-rae diculik!
Apa?
Apa yang terjadi kepada Da-rae?
Aku akan ke kantor polisi sekarang.
Cepatlah datang, ya?
Da-rae.
Kau sudah bekerja keras.
KANTOR POLISI YONGBUK
Ada apa, Seon?
Su-jong.
Aku sudah melaporkannya dan menunggu.
Bagaimana jika terjadi sesuatu kepadanya?
Apa dia benar-benar diculik?
Begini...
Dia bilang akan menemui Yi-gyeong di rumah abu
untuk menceritakan semua perbuatan kita.
Jadi, aku ke sana, tapi dia tak ada.
Aku hanya menemukan ini terjatuh.
Menurutmu kenapa ini bisa jatuh?
Tapi tetap saja.
Yi-gyeong tidak akan melakukan itu.
Dia pasti sudah tahu semua perbuatan kita!
Bagaimana dia bisa tahu?
Da-rae pasti memberitahunya.
Kau tahu apa yang dia katakan kepadaku?
Dia kecewa kepadaku.
Da-rae tahu semuanya, Su-jong.
Seharusnya kau melihat wajahnya.
Baiklah. Aku akan mencarinya.
Bagaimana kau akan menemukannya?
Tapi aku tidak bisa duduk di sini dan menunggu.
YI-GYEONG
JEON YI-GYEONG
KAU TAHU INI DI MANA, BUKAN?
Kau tahu ini di mana, bukan?
Jika kau ingin menyelamatkannya, cepatlah datang.
- Bubuk kopi. - Apa?
Kami menemukan bubuk kopi di pakaiannya.
Ya, itu masuk akal.
Apa artinya pemilik kafe itu penculiknya?
Ada yang ingin kau katakan?
Lepaskan dia.
Apa?
Jika kau melepaskanku, akan kuanggap ini tak pernah terjadi.
Kau mencoba membuat kesepakatan denganku?
Ayahku menculikmu dan kau menculikku.
Bukankah itu sama?
Kau dan aku sama?
Bagaimana bisa kita sama?
Kau tahu apa yang paling membuatku marah?
Fakta bahwa aku tidak tahu apa-apa.
Saat kalian berbisik dan merencanakan sesuatu
aku tersenyum seperti orang bodoh karena tidak tahu apa-apa.
Itu membuatku gila.
Aku merasakan hal yang sama.
Mungkin tak persis, tapi aku merasakannya setiap hari.
Seolah-olah dunia terus berjalan tanpa aku.
Mereka bersenang-senang dan bicara tanpa aku.
Aku tak bisa mendengar apa pun.
Tapi ini tak memperbaiki apa pun. Hanya akan memperburuk keadaan.
Tak mungkin lebih buruk lagi.
Aku sudah terpuruk.
Aku hanya ingin ibu dan ayahmu
sama hancurnya denganku.
Ikat dia kembali.
Seon, tunggu.
Ada apa?
Apa yang akan kau lakukan, menerobos masuk?
Kenapa tidak? Kita harus menjemput Da-rae.
Jika semudah itu, apa mereka akan membawanya?
Mari berpikir sebelum masuk ke sana.
Pikirkan apa?
Kita harus memohon. Lakukan sesuatu.
Bagaimana jika Yi-gyeong melaporkan kita?
Haruskah kita dipenjara dan meninggalkan Da-rae?
Kenapa dia melaporkanku?
Begini...
Ada apa? Mengakulah.
Aku bertemu Yi-gyeong untuk membahas pengambilalihan Pyeongbukgwan.
Dia mencurigaimu dan Hwal-sung.
Tentang apa?
Penculikan.
Dia pikir kau dan Hwal-sung pelakunya.
Apa? Itu perbuatanmu dan Hwal-sung!
Aku tahu itu.
Aku tidak sanggup menjelaskan semuanya secara langsung.
Aku bersikeras kau tidak ada hubungannya dengan itu.
Seharusnya kau menegaskannya!
Seon.
Dengarkan aku, ya?
Kita akan bilang Hwal-sung dalangnya
dan kita tidak tahu siapa penculiknya.
Anggap saja kita tidak tahu apa pun soal penculikan itu.
Itu rencananya?
Kenapa memperburuk keadaan?
Jika aku mengakui keterlibatanku sekarang
apa gunanya? Itu hanya akan memperumit keadaan.
Yi-gyeong lebih memercayaimu daripada Hwal-sung.
Jujur saja.
Dia tidak akan menyakiti Da-rae, 'kan?
Bukan begitu?
Beraninya kau berkata begitu.
Seon.
Mari kita pikirkan Da-rae saja.
Di mana Da-rae?
Bukankah kita perlu bicara sebelum kau menemui Da-rae?
Maafkan aku.
Aku membantu Hwal-sung hanya karena dia memintaku.
Aku tidak tahu siapa korbannya.
Aku tidak akan melakukan apa pun jika tahu itu kau.
Yi-gyeong, itu benar-benar kesalahan.
Seon sungguh tidak tahu apa-apa.
Aku bersumpah.
Jadi, kau dan suamiku menculikku?
Kau akan dikhianati.
Kau bisa diinjak-injak.
Bersiaplah untuk menceraikannya.
Kau sudah tahu kejahatan yang dilakukan Su-jong.
Penculikan Yi-gyeong, Oh Dong-ki
kematian ibu mertuaku.
Kita bisa gunakan itu untuk memudahkan kita.
Aku akan membantumu.
Tidak kusangka kau begitu.
Kau mencintai suamimu lebih dari dugaanku.
Kenapa kau menanggung kesalahannya?
Tapi sayang sekali.
Suamimu sudah mengkhianatimu.
Dia bilang kau dan Hwal-sung menculikku.
Kukira kalian berdua berselingkuh.
Dia tiba-tiba bilang kau menculikku.
Bicara apa lagi dia, ya?
"Dia tetaplah ibu Da-rae."
"Bisakah kau memaafkannya demi Da-rae?"
Benar, bukan?
Yi-gyeong.
Ada kesalahpahaman mengenai kematian ibumu.
- Bukan kami pelakunya. - Seon.
Kau tidak ingat ucapanmu di pemakaman ibuku?
Kenapa kau tidak tahu malu?
Su-jong dan Hwal-sung sampah
tapi aku tidak bisa berhenti memikirkan perkataanmu.
Kau tahu semuanya bahkan saat itu.
Kau tahu semuanya dan memperlakukanku seperti orang bodoh.
Bukankah itu tidak masuk akal?
Cukup main-mainnya.
Maafkan aku, Yi-gyeong.
Ini semua salahku.
Demi Da-rae, bisakah kita mengakhirinya di sini?
Da-rae masuk Harvard.
Kau ingin mendukung masa depannya.
Biarkan sekali ini saja, demi Da-rae.
Kumohon.
Permintaanku sangat sederhana.
Akui semua perbuatan kalian dan serahkan diri kalian.
Serahkan gedung ini kepadaku.
Maka kau tidak perlu mengkhawatirkan Da-rae.
Aku lebih baik daripada kalian
untuk menjaga Da-rae.
Sudah berakhir. Akui saja.
Yi-gyeong.
Aku akan melakukan apa pun yang kau inginkan.
Mari kita bicarakan tanpa melibatkan Da-rae.
Yi-gyeong.
- Da-rae! - Da-rae!
Da-rae!
Aku akan melepas ikatannya.
Astaga.
Da-rae.
Kau terluka?
Ibu minta maaf.
Aku lelah.
Baiklah.
Maafkan Ayah, Da-rae.
Ayah harus minta maaf kepadanya, bukan aku.
Baiklah.
Ayah berjanji akan melakukan itu.
Bertahanlah, ya?
Ayah sungguh minta maaf.
Namaku Kim Seon.
Aku mengaku membantu suamiku, Gi Su-jong
dengan menemani dan turut serta dalam penculikan Jeon Yi-gyeong
dan menghalangi penyelidikan polisi.
Aku juga mengurung Oh Dong-ki
dan menutupi fakta kematian Jeon Yang-ja.
Aku juga mengakui itu.
Penculikan Jeon Yi-gyeong
direncanakan dan dilakukan oleh Min Hwal-sung dan aku.
Pengurungan Oh Dong-ki adalah perbuatanku.
Aku juga mengakui sepenuhnya membunuh suami Jeon Yi-gyeong
Min Hwal-sung, dan membuang jasadnya.
Apa yang kau lakukan?
Yi-gyeong.
Izinkan aku mengatakan satu hal terakhir.
Su-jong.
Seon.
Ini salahku. Aku mengakuinya.
Maaf karena aku berbohong.
Aku dengan bodohnya
berpikir itu yang terbaik untuk keluargaku.
Jadi, beri aku kesempatan terakhir untuk memperbaiki keadaan.
Yi-gyeong.
Maafkan aku.
Aku tahu ini sulit diterima, dan tidak bisa dibatalkan.
Aku tidak meminta pengampunanmu.
Aku akan dipenjara. Aku akan menanggung akibatnya.
Sebagai balasannya...
Sebagai balasannya, aku ingin Da-rae dan Seon menjalani hidup mereka.
Mereka hanya punya orang sepertiku
sebagai suami dan ayah mereka.
Yi-gyeong, beri aku kesempatan.
Aku memberimu kesempatan sekarang.
Ya, aku tahu.
Pyeongbukgwan milikmu.
Hwal-sung dan Pengacara Yang berkomplot untuk memalsukan berkas.
Dia membuatmu tidak bisa melakukan apa pun.
Aku yakin dia sudah membalik aset ibumu yang lain atas namanya.
Lalu?
Hwal-sung adalah awal dari semua ini.
Aku akan membereskan semuanya.
Malam ini
aku akan membunuhnya dan dipenjara.
Aku akan menyerahkan diri ke polisi
dan memberikan pernyataan.
Aku juga akan memberimu bagianku.
Bukankah itu yang kau inginkan?
Kau bahkan bisa membalas dendam.
Biarkan Seon memiliki Gedung Se-yoon.
Hanya itu yang kuminta.
Kenapa kau melakukan ini? Kau sudah gila?
Aku harus memperbaikinya.
Semuanya berakhir jika Hwal-sung dan aku menghilang.
Seon.
Menurutmu ini masuk akal?
Yi-gyeong, jika aku membunuh Hwal-sung
sebelum masuk penjara
semua akan berakhir.
Aku di depan rumah Gi Su-jong.
Bagaimana menurutmu?
Tidak sembarang orang bisa membunuh.
Dia hanya menggertak.
Awasi dia dan bawa dia jika dia berulah.
Baik.
PRIA TAMPAN INI JUGA BISA MASAK
Apa yang kau pikirkan?
Kau sungguh akan membunuh Hwal-sung?
Seperti di film Romeo and Juliet
kau ingat pernah memberitahuku
kita bisa membunuh seseorang dan membangkitkannya lagi?
Sebenarnya, Juliet tidak mati setelah meminum racun.
Dia mengonsumsi obat bius
yang meminimalisir denyut nadi dan pernapasan sementara.
Menurutmu itu masuk akal?
Tidak sulit melakukannya jika kau punya obat dan alatnya.
Sungguh?
Dengar. Ini rencanaku.
Hubungi Ae-su dan bawa obat penenang serta material yang kita butuhkan.
Aku butuh bantuan.
Bisa kita bicara?
DEFIBRILATOR EKSTERNAL OTOMATIS
Jika kau bisa membawa Hwal-sung ke tempat terbuka
aku akan membuatnya pingsan dengan alat kejut
lalu menculiknya.
Hei, itu berhasil.
Aku mengintai gedung kosong.
Beri tahu si pria berkacamata, kita akan buat dia seperti jatuh
dan menuju gedung kosong.
Tunggu.
Kenapa dia jatuh dari ketinggian di gedung kosong?
Aku tahu ini tampak aneh sekarang
tapi akan masuk akal bagimu saat kau tiba di sana.
Begitu tiba di sana, kau suntik dia dengan obat penenang
dan kita berpura-pura membunuhnya.
Lalu kita panggil pria berkacamata
meminta bantuan membuang jasadnya, dan membuatnya pingsan.
Selagi Hwal-sung mati, kita taruh sidik jarinya di kontrak.
NAMA: MIN HWAL-SUNG
Lalu kita hidupkan dia kembali. Bagaimana menurutmu?
Itu bisa dilakukan
jika kita menghidupkannya dalam empat menit.
Empat menit?
Paling lama lima menit.
Namun, satu kesalahan kecil dan semuanya akan berakhir.
Kau bisa melakukan ini?
Aku bisa melakukan ini.
Yi-gyeong hamil.
Apa?
Kau seorang ayah sekarang.
Pak, berapa usia anakmu?
Dia belum lahir.
- Ada untuk bayi baru lahir? - Ada.
Ini semua untuk bayi baru lahir.
Dan di sini, banyak orang juga mencari bedung.
Bedung?
Ini...
Aku akan memberimu dot gratis.
Selamat sudah menjadi ayah.
Terima kasih.
Apakah...
Kau menjual barang bagus untuk ibu hamil?
Aku bisa merekomendasikan zat besi
- dan suplemen magnesium. - Baiklah.
KIM SEON
Bisa tunggu sebentar?
Halo?
Di mana kau?
Bisakah kita bertemu?
Kurasa tidak.
Kau harus fokus pada keluargamu sekarang.
- Apa? - Seon.
Jangan meneleponku lagi.
Ini akan sulit
tapi yang kita miliki harus menjadi kenangan indah.
Berhenti bicara omong kosong dan temui aku.
Ada urusan yang harus kita selesaikan.
- Ini kali terakhir. - Ya.
Aku akan mendatangimu.
MIN HWAL-SUNG
"Kenangan indah"?
Dia bersikap konyol.
Siapa tahu.
Hentikan.
Dia mungkin sungguh mencintaimu.
Diam.
Aku sudah sampai.
Aku akan memasak yang banyak.
Dia pria atau wanita?
Ayo berangkat.
Hwal-sung.
Mobil apa ini?
Mereka menangkap Min Hwal-sung.
Kau sungguh akan melakukannya?
Ya.
MENJALANKAN HAK RETENSI
MENJALANKAN HAK RETENSI JANGAN MENEROBOS ATAU VANDALISME
Tunggu, siapa kau?
Kenapa kau melakukan ini kepadaku?
Apa yang kalian rencanakan?
Hwal-sung.
Aku ingin kau mati hari ini.
Apa?
Apa maksudmu?
Hei.
Hei! Kau sudah gila?
Seon, bujuk dia!
Tidak, tunggu!
Siapa yang menyuruhmu melakukan ini?
- Pak Nam? - Lucu sekali.
Apa Hee-ju?
Pertunjukan mereka bagus.
Terus laporkan kepadaku.
Hei, kau tahu apa yang dilakukan Pak Nam dan Hee-ju?
Mereka mau menipumu dan ambil alih proyek.
Aku menghentikan mereka.
Kau bertemu Hee-ju semalam?
Tidak, kami bicara di telepon.
Dia mengirimiku foto dan rekamanmu.
Aku meneleponnya dan mencegahnya bertindak terlalu jauh.
Hei, bukankah lebih baik
aku yang memimpin
daripada Nam Sang-ho berengsek itu?
Pukul berapa kalian bicara?
Sekitar pukul 02.00?
Sudah puas? Hei.
Lepaskan aku.
Hei.
Kau pikir kematianku akan menyelesaikan segalanya?
Jika kau tidak menculiknya
ini tidak akan terjadi.
Kau benar.
Hei.
Kukira semua akan beres
jika aku menahan Yi-gyeong untuk sementara.
Kau tahu betapa aku membutuhkan uang.
Jika saat itu aku punya uang
maka sekarang
aku pasti sudah memenangkan hati Bu Jeon.
Aku sangat ingin menjalin hubungan dengan Yi-gyeong.
Itu pilihan terakhirku.
Hwal-sung.
Mari kita sudahi sekarang.
Sudah terlambat.
Tidak, tunggu.
Hei, tunggu!
Aku mengerti!
Ambil sesuatu dari saku celanaku.
Berikan kepada Yi-gyeong untukku.
Beri tahu bayiku hanya hal baik tentangku.
Jangan berani-berani membocorkan semua perbuatanku.
Seon, ayo kita lakukan.
Sampai jumpa di neraka, Kawan.
Astaga.
Mereka mungkin akan melakukannya.
Mereka benar-benar membunuhnya.
- Dia sudah mati. - Tidak.
Tidak!
Aku sudah mengirimkan fotonya.
Halo?
Dia benar-benar mati.
Hei.
Permisi.
Begini...
Kami ingin bilang
dia tewas terjatuh
saat datang memeriksa properti yang akan dilelang.
Bisa bantu aku menggendongnya ke sana?
Sial.
Aku melakukan berbagai macam hal sekarang.
Ada apa?
Apa yang kau rencanakan?
Jangan mendekat.
Atau apa?
Jangan mendekat.
Apa yang kau lakukan?
MAD CONCRETE DREAMS
Hei, Gi Su-jong!
Seon, pergi dari sini!
- Bagaimana dengan Gi Su-jong? - Bagaimana dengan Pak Gi?
Kau akan menyelidiki tanpa bukti?
Kita pergi sekarang?
Segera datang ke Gedung Se-yoon.
Pelaku yang kau cari ada di sini.
Su-jong, kita harus bagaimana sekarang?
Sebelum Hwal-sung meninggal
apa dia meninggalkan pesan terakhir?
Tolong hentikan.
Orang tuamu yang kelewat batas lebih dulu.
Jangan mendekat.
Tetap di sana! Jangan mendekat!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.