Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Bocah tengik.
Berkhianat demi mencari muka!
Ada pengkhianat di dalam geng Qing kita.
Benar-benar memalukan.
Maaf soal itu.
Tuan Hu Ba, sejujurnya kupikir
ketua cabang geng Qing yang sekarang
jauh lebih masuk akal darimu, sang pemimpin geng.
Selama kau penuhi persyaratan dari Angkatan Darat Kekaisaran Jepang.
Aku berjanji.
Kau bisa tetap berkuasa sebagai Raja Shanghai.
Geng Qing kami memiliki fondasi selama 206 tahun.
Ada 120 cabang
77 dermaga.
Dan lebih dari sepuluh ribu murid.
Siapa yang akan menjadi Raja Shanghai.
Bukan pihak Jepang yang menentukan.
Sepertinya Tuan Hu Ba
tidak puas dengan persyaratan dari Angkatan Darat Kekaisaran Jepang.
Jenderal Matsumoto akan segera tiba.
Jenderal juga berharap bisa bicara langsung denganmu.
Jenderal.
Dia melarikan diri.
Apa yang kau lakukan?
Dimengerti.
Kami yang akan menanganinya.
Kamar pertama di lantai tiga.
Dia benar-benar tahu cara bersenang-senang.
Tetap di sini.
Silakan duduk dengan tertib.
Film akan segera dimulai.
Keparat!
Bajingan!
Cepat, lewat sini.
Di atas sana.
Di atas sana!
Jenderal Matsumoto. Cepat pergi dari sini.
Gendut.
Baru kali ini kulihat kau bersikap segan begini.
Pahlawan, pahlawan, jangan tembak orang Tiongkok.
Tiongkok.
Orang sendiri, kita orang sendiri.
Asli orang Tiongkok.
Bukan, bukan, ini salah paham, salah paham.
Baju ini… baju ini hasil curian.
Aku bukan antek Jepang.
Kampung halamanku di Jinjiatun, Jilin, Tiongkok Timur Laut. Etnis Korea.
Ada lima bersaudara di keluargaku, empat mati melawan Jepang.
Hanya aku yang tersisa.
Aku siap disambar petir jika berbohong.
Pengkhianat.
Kak, jangan menembak.
Kampung halamanku di Jinjiatun, Jilin, Tiongkok Timur Laut.
Etnis Korea, dan saudara-saudaraku di rumah…
Apa aku terlihat sejijik itu?
Nona, kau baik-baik saja?
Kau tidak apa-apa?
Aku tidak apa-apa.
Aku baik-baik saja.
Matsumoto,
Kudengar kau suka menonton film.
Sudah kusiapkan sesuatu yang bagus untukmu.
Pahlawan.
Sebutkan namamu
agar kita bisa bertemu lagi nanti.
Tiongkok.
-Hentikan perang saudara! -Bersatu melawan musuh luar!
Tentara Jepang harus mundur dari Shanghai!
Tak ada cara menyelamatkan negara tanpa perlawanan!
Bersatu melawan musuh luar!
Tentara Jepang harus mundur dari Shanghai!
Tak ada martabat sebagai manusia tanpa perlawanan!
-Hentikan perang saudara! -Bersatu melawan musuh luar!
Tentara Jepang harus mundur dari Shanghai.
Apa yang terjadi?
Aku akan pergi memeriksanya.
Siapa itu?
Beraninya kau menghadang mobil Inspektur Lei?
Apa kau sudah bosan hidup?
Sakit! Sakit!
Kakiku!
Tuan Nagasawa.
Sato ingin bertemu Tuan Hu.
Tuan Kirishima.
Kerja bagus.
Beri tahu kami tentang antek Tiongkokmu.
Jangan menderita sia-sia.
Sato yang mana?
Sato yang itu.
Yang mana?
Yang itu.
Yang itu.
Yang itu.
Hu Ba, pemimpin geng Qing.
Selamat datang!
Maaf aku kurang sopan dalam menyambutmu.
Jika bukan karena Inspektur Lei.
Akan sangat sulit rasanya
untuk bertemu Tuan Hu.
Inspektur Lei yang mengundangku.
Mana mungkin aku tidak datang?
Tidak banyak yang bisa kuhidangkan.
Aku sendiri yang mengiris sashimi ikan bream
untuk kalian berdua.
Tuan Sato.
Anda terlalu baik.
Wanita Jepang.
Bukankah mereka cantik?
Jika kau suka,
kau boleh memandang mereka lebih lama.
Mataku!
Tuan Sato,
Cara Anda menjamu tamu seperti ini. Sudah keterlaluan.
Maafkan aku.
Kalian keluar dulu.
Departemen militer telah menugaskanku untuk menyelidiki
insiden pembunuhan di Grand Metropolis.
Aku baru saja tiba dari Manchuria.
Aku sangat asing dengan situasi di Shanghai.
Kudengar Tuan Hu Ba
punya pengaruh dan koneksi besar di Shanghai.
Jadi kuharap bisa mendapatkan bantuanmu,
Tuan Hu Ba.
Tuan Sato,
jika ada hal yang kau butuhkan dariku,
katakan saja.
Aku masih punya pengaruh di kalangan industri dan komersial Shanghai.
Namun soal insiden pembunuhan yang kau sebutkan tadi,
maaf aku tidak bisa membantumu.
Tuan Hu Ba,
kau ada di lokasi kejadian saat itu,
Bukan begitu?
Hari itu, Jenderal Matsumoto mengundangku untuk urusan bisnis.
Tak disangka, negosiasi bisnis itu gagal,
dan kejadian seperti itu menimpa kita.
Aku kehilangan beberapa saudaraku.
Tuan Sato,
kau tidak mencurigaiku, kan?
Mana berani aku melakukannya.
Baguslah kalau tidak.
Inspektur Lei,
tidak ada hal lain lagi.
Kami permisi dulu.
Kami orang Tiongkok punya pepatah,
mata ganti mata, gigi ganti gigi.
Luka di mata hari ini.
Cepat atau lambat, akan kubalas.
Tuan Sato, sebaiknya kau berhati-hati.
Terima kasih pengingatnya, Tuan Hu Ba.
Tak perlu mengantar kami keluar.
Tuan Hu Ba.
Kirishima sudah mengaku.
Pria yang sangat lemah.
Organisasi pembunuh itu bernama Liga Anti-Pengkhianat Berdarah Besi.
Pemimpinnya adalah Zhang Mubai.
Di mana dia?
Dia belum mengatakannya.
Terus interogasi dia.
Sayangnya Kirishima sudah mati duluan.
Zhang Mubai.
Saudaraku.
Kau juga tidak akan mengerti.
Ada petinggi dari Jepang yang akan datang ke Shanghai.
Siapa? Seberapa penting dia?
Aku belum tahu pastinya.
Informan kita sudah ketahuan.
Seseorang datang.
Turunkan senjatamu.
Tuan Hu Ba, kau ke sini bukan untuk mencariku, kan?
Zhang Mubai.
Kita bertemu lagi.
Kita tidak berada di pihak yang sama.
Jika ada sesuatu yang ingin kau katakan, langsung saja.
Entah kita sepihak atau tidak,
mari bicarakan setelah kau melihat ini.
Tuan Hu Ba, orang Jepang juga menuju ke sini.
Mari kita,
bicara sambil bergerak.
Bicara sambil berjalan.
Langsung ke intinya saja.
Koneksi orang dalammu sudah terputus.
Informasi yang kau inginkan,
ada padaku di sini.
Sebenarnya siapa kau ini?
Tidak penting siapa aku.
Yang penting adalah hal ini.
Kurokawa Kazusawa akan datang ke Shanghai.
Kurokawa, sang komandan Angkatan Darat Kwantung.
Besok malam.
Dia akan datang menaiki Kapal Pesiar Yoshida di Sungai Huangpu.
Dia hanya akan menetap di Shanghai sehari.
Setelah menghadiri pernikahan putranya.
Dia akan langsung terbang kembali ke Jepang.
Karena Kaisar Jepang ingin menemuinya.
Kaisar Jepang?
Pasti ada suatu hal besar yang terjadi.
Dia adalah ahli strategi terbaik di angkatan darat Jepang.
Tanpa dia, takkan pernah ada Insiden 18 September.
Kaisar Jepang sangat ingin menemuinya.
Pasti akan ada pergerakan besar.
Jadi kita harus gunakan segala cara.
Jangan biarkan dia meninggalkan Shanghai hidup-hidup.
Sato, kepala Polisi Rahasia Tingkat Tinggi,
dia yang akan bertugas
menjamin keselamatannya selama berada di Shanghai.
Ini bukan pembunuhan biasa.
Ambil tugas ini.
Ini masalah hidup dan mati.
Kenapa mendatangiku?
Sato sedang mengawasi kalian berempat.
Jika kalian tetap di Shanghai, hanya ada jalan buntu.
Sekarang kau punya dua pilihan.
Pertama,
anggap saja aku tidak pernah ke sini.
Aku bisa pastikan kalian keluar Shanghai dengan aman.
Kedua,
ambil ini.
Mari lakukan sesuatu yang besar bersama
dan mati tanpa penyesalan.
Tuan Hu Ba, kita sedang diawasi.
Aku tidak memaksamu.
Segalanya tergantung pada usaha manusia.
Nyawaku juga menjadi taruhannya.
Tuan Hu Ba, ada pos penjagaan Jepang di depan.
Hentikan mobilnya.
Tuan, kita berada di pihak yang sama.
Orang sendiri.
Ada apa ini?
Tuan Taishun, ini mobil Tuan Hu Ba.
Tidak perlu diperiksa, kan?
Buka pintu mobilnya.
Apa ada yang salah?
Beri jalan, beri jalan.
Beri jalan.
Paman Mai.
Jangan khawatir, ini Pemukiman Internasional.
Jepang tidak berani menembak sembarangan di sini.
Baiklah.
Bantu aku sebentar.
Tuan Hu Ba sudah berpesan kalian boleh ambil apa saja di sini.
Silakan ambil barang-barang ini sesuka kalian.
Ya ampun.
Ada keributan di rumah opium wilayah konsesi Prancis.
Tangkap mereka hidup-hidup!
Siap.
Sebelum kapal Yoshida memasuki Sungai Huangpu,
kapal itu akan bersandar di Wusongkou untuk menjemput pasangan Korea yang akan
menghadiri pernikahan putra Kurokawa. Sepasang suami istri.
Mereka punya tambang emas di kampungnya.
Ini pertama kalinya mereka ke Shanghai. Tak ada yang tahu wajah mereka.
Menyamar menjadi pasangan Korea
adalah satu-satunya cara kita naik ke kapal.
Aku berasal dari Yanji.
Aku tidak masalah bicara bahasa Korea.
Itu juga tidak berguna.
Tak satu pun dari kami bisa bahasa Korea.
Dia bahkan tidak bisa bicara.
Kita perlu mencari pria untuk jadi pasanganmu.
Orang Korea.
Keparat!
Bajingan!
Kau, ke sini!
Keluarkan uangnya.
-Ampuni aku, Tuan. -Cepat serahkan uang keamanannya.
-Pergi! -Tuan, Tuan.
Cuma ini?
Kau tidak tahu siapa aku?
Pahlawan, ampuni aku.
Sebelum korek api ini mati,
beri aku alasan untuk tidak membunuhmu.
Orang Tiongkok tidak membunuh sesama.
Asli Tiongkok. Tiongkok tulen.
Aku etnis Korea dari Jilin, Tiongkok Timur Laut.
Ada lima bersaudara di keluargaku dan empat mati melawan Jepang.
Hanya aku yang tersisa.
Kau ingat aku?
Tidak, tidak. Aku belum pernah melihatmu. Aku tahu aturannya.
Mulutku sangat rapat. Aku tak pernah menceritakannya pada siapa pun.
-Bisa bicara bahasa Jepang? -Bisa.
Bukan, bukan!
Orang Jepang memaksaku belajar di bawah ancaman senjata.
-Bisa bahasa Korea? -Itu bahasa ibuku.
Katakan sesuatu, aku ingin dengar.
Shibal!
Tanganku kepanasan.
Dia mengumpatimu.
Sialan.
Masuknya miring.
Masih ada kejutan lain.
Dia juga bisa membobol kunci.
Bisa bantu aku satu hal?
Penyelamatku, asal kau tidak membunuhku,
kita semua saudara di sini.
Aku rela berkorban apa saja untukmu.
Katakan.
Bantu aku membunuh orang Jepang.
Penyelamatku, membunuh ayam saja aku ketakutan.
Bagaimana bisa aku membunuh orang Jepang?
Aku hanya ahli menipu dan memeras.
Tolong jangan suruh aku membunuh Jepang. Aku takut.
Membunuh ayam saja aku tidak berani. Orang Jepang mana yang harus kubunuh?
Membunuh ayam saja aku takut.
Cepatlah!
Xiaoqiu, Qiu'er.
Xiaoqiu.
Jalan.
Kembali ke sini.
Apa yang kau lakukan? Penyelamatku.
Aku belum naik ke mobil.
Penyelamatku!
Penyelamatku! Penyelamatku, ini salah paham!
Aku belum di dalam mobil, Tuan!
Penyelamatku!
Cepat sekali.
Tak secepat dirimu.
Penyelamatku. Membunuh ayam saja aku takut.
Mana mungkin aku membunuh tentara Jepang?
Apa gunanya orang tak berguna sepertiku? Apa mau kalian dariku?
Kau terus memanggilku "penyelamat."
Sekarang saatnya kau balas budi.
Pegang ini.
Zhang Mubai.
Xiaoqiu.
Lao Gulu.
Nianzi.
Semua orang Jepang di Shanghai memburu kepala kami berempat.
Penyelamatku, berhenti bicara, berhenti.
Aku tahu jika mendengar lebih jauh, aku tidak akan bisa hidup tenang.
Kuberikan pistol itu karena ada yang ingin kuminta darimu.
Beginikah caramu minta tolong?
Kau bisa menembakku kapan saja.
Kuberikan nyawaku padamu.
Apa hadiah ini cukup besar?
-Aku tidak berani, sungguh. -Pegang pistolnya dengan benar.
-Katakan saja kau bisa bantu atau tidak. -Penyelamatku.
Kenapa tidak jelaskan lebih rinci bagaimana aku bisa bantu?
Supaya aku bisa siap mental, kan?
Jika berhasil, satu batang emas untukmu.
Cukup untuk bekal hidupmu selamanya.
Ayo, aku…
Jika setuju, kembalikan pistolnya padaku.
Jika tidak, Ayo, tembak aku.
Penyelamatku.
Jangan menakutiku. Mana mungkin aku menembak?
Lagi pula, belum tentu ada pelurunya di dalam sini.
Kau setuju atau tidak?
Hati-hati, nanti meletus.
Aku setuju.
-Aku setuju. -Apa katanya?
Dia bilang dia ikut.
Baiklah.
Kau berisik sekali.
Hentikan perang saudara!
Bersatu melawan musuh luar!
Tentara Jepang harus mundur dari Shanghai!
Tak ada martabat sebagai manusia tanpa perlawanan!
Tak ada cara menyelamatkan negara tanpa perlawanan!
Nianzi, kau tetaplah di Dermaga Hongkou.
Kurokawa akan turun di sini.
Sisanya ikut aku ke Wusongkou untuk naik ke kapal dan "memasak pangsit".
Jika "pangsit" itu tidak berhasil dibereskan di atas kapal,
pastikan kalian "menghabisinya" saat dia turun nanti.
Lakukan dengan segala cara.
Nianzi.
Hati-hati.
Hentikan mobilnya.
Aku mau buang air kecil.
Hentikan mobilnya. Pipis dulu.
Penyelamatku, aku tidak akan lari.
Aku tidak akan kabur.
Penyelamatku, takkan kuulangi, sungguh!
Aku takkan mengulanginya lagi!
Ayo jalan.
Aku tidak mau pergi.
Saat kubilang jalan, ya jalan.
Menurut informasi, pasangan Korea itu.
Menginap di Hotel Grand Xinxin.
Mereka seharusnya sudah tidak di sana. Mari masuk dan tunggu kesempatan.
Penyelamatku, sebenarnya apa yang kau ingin aku lakukan?
Kau akan berpura-pura jadi suami Xiaoqiu.
Benar sekali.
Untuk tugas hidup dan mati seperti ini, tugas yang mempertaruhkan nyawa,
kenapa kau tidak datang padaku lebih awal?
Xiaoqiu dan aku dari kota yang sama. Kami akan berperan sebagai pasangan.
Kami akan terlihat lebih nyata daripada pasangan suami istri sungguhan.
Xiaoqiu, mari kita pesan kamar.
Mempelajari cara berakting, menjadi pasangan yang sesungguhnya.
Shibal! Cepat keluarkan barang-barangnya.
-Tidak ada orang di sini. -Buka kuncinya.
Halo.
Qiu'er, apa kau sudah selesai ganti baju?
Enyahlah.
Rasanya nyaman sekali.
Penyelamatku. Lihat, betapa indahnya punya banyak uang.
Pakaian ini sangat rapi.
-Apa rencanamu setelah punya uang? -Pergi ke Amerika Serikat.
-Amerika Serikat? -Kudengar orang Jepang bilang begitu.
Tempat itu sungguh luar biasa. Ada emas di mana-mana.
Dan, tidak ada peperangan.
Sudah kubilang, kan?
Pria ini dari pandangan pertama sudah terlihat seperti pengkhianat negara.
Apa katamu, orang tua?
Dengarkan aku. Ada lima bersaudara di keluargaku.
Empat di antaranya mati melawan Jepang. Hanya aku yang tersisa.
Kebencianku pada Jepang sedalam permusuhan antara musuh bebuyutan.
Benarkah?
Jika kau bukan pengkhianat yang menjual negara,
berarti kau hanyalah pengecut.
Kalau tidak, kenapa dari lima bersaudara,
empat orang tewas, dan cuma kau sendiri yang masih hidup?
Apa maksudmu?
Kau pikir aku tidak ingin mati?
Dengar ya,
tadinya aku mau ke medan perang untuk membantai orang Jepang.
Tapi sebelum ibuku wafat, beliau berpesan…
jika aku mati,
keluarga kami tidak akan punya penerus.
Jadi bagaimanapun caranya…
aku harus tetap hidup.
Setelah kita menyelesaikan tugas ini,
akan kubelikan tiket kapal untuk berlayar ke Amerika Serikat.
Benarkah, penyelamatku?
Tiket kapal ke Amerika itu sangat mahal.
Aku sudah menjanjikanmu sebatang emas.
-Kau pikir… aku tak sanggup belikan tiket? -Baik, baik, baik.
Terima kasih, penyelamatku.
Penyelamatku, bagaimana kalau begini?
Bisa berikan satu lagi untukku?
Satu untuk Xiaoqiu.
Kita ini cuma berakting. Kenapa kau malah menganggapnya serius?
Kenapa kau yang repot? Ini bukan urusanmu.
Sana, cari tempat lain yang tenang.
Qiu'er,
meskipun kita hanya berpura-pura menjadi suami istri,
tapi ada pepatah lama yang bilang,
sehari menjadi suami istri berarti seratus hari penuh kasih sayang.
Bahkan hubungan pasangan sandiwara pun bisa sedalam lautan.
Jadi menurutku, aku harus bertanggung jawab padamu.
Begini saja. Ikutlah denganku ke AS dan aku akan menjagamu.
Bersiaplah.
Sejujurnya,
aku tidak suka pria
sepertimu.
Kau bahkan tega meninggalkan negaramu.
Kelak kau pasti juga akan meninggalkan istri dan anakmu.
Siapa yang sudi bersamamu?
Qiu'er, kau tidak boleh bicara begitu.
Naik ke kapal.
Naik becak!!
Ayo cepat, ayo.
Becak.
Terima kasih.
Berantakan sekali.
Jalan.
Kepala agen khusus, Sawaki, tinggal di sebelah kamar Kurokawa.
Dia punya kunci cadangan kamar Kurokawa.
Setelah naik ke kapal, cari Sawaki dulu dan pinjam kuncinya.
Nanti akan ada jamuan selamat datang.
Kita tunggu Sawaki di sini.
Pelan-pelan saja.
Kurokawa.
Silakan dinikmati hidangannya.
Gadis kecil,
apakah rasanya enak?
Hmm.
Ayo. Buka mulutmu.
Apa yang kau lakukan?!
-Xiaoye! -Keparat.
Simpan senjatamu.
Kau baik-baik saja, Xiaoye?
Kekaisaran Jepang Agung kita.
Peluru dan senjata yang diproduksi dengan teknologi presisi.
Digunakan untuk menghadapi musuh di medan perang.
Orang-orang rendahan sepertimu tidak layak menggunakannya.
Kurung mereka dulu.
Wanita juga dianggap sebagai aset strategis.
Xiaoye.
Aku minta maaf.
Lanjutkan jamuannya.
Bersulang!
Mubai, aku benar-benar ingin menembaknya.
Fokus pada tugas dulu.
Tuan Park Taebong.
Anda pasti Tuan Park Taebong, kan?
Halo. Aku Park Taebong.
Ini istriku.
Halo. Halo.
Tuan Sawaki.
Lama tidak berjumpa.
Jadi ini istri dari Menteri Urusan Umum.
Izinkan saya memperkenalkan teman baru.
Ini Tuan Park Taebong, pemilik tambang emas terbesar di Korea Barat.
Tuan Park Taebong.
Permisi, permisi.
Aku Park Taebong, cuma orang biasa. Senang bertemu Anda. Mohon bimbingannya.
Sawaki Teru.
Departemen Intelijen Angkatan Darat.
Kudengar Tuan Park berteman baik dengan Kekaisaran Jepang Agung.
Suatu kehormatan bagiku.
Kalian mengobrol saja dulu. Masih ada yang harus kukerjakan.
Aku tidak akan mengganggu.
Bajingan!
Apa kau sakit?
Tuan Sawaki.
-Kembali ke kamarmu. -Maafkan dia, sudah membuat Anda tertawa.
Mari kita ke sana dan minum.
Sambil mengobrol santai.
Tadi aku berjabat tangan dengan Tuan Park
dan mendapati kapalan di tangannya sangat tebal.
Mungkinkah Tuan Park masih menambang emasnya sendiri?
Aku sedang rajin berolahraga akhir-akhir ini.
Istriku pikir aku terlalu lemah.
Kenapa kau membicarakan itu?
Memalukan sekali.
Bersulang.
Tolong bawakan aku setumpuk kartu.
Kudengar Tuan Park sangat mahir bermain kartu.
Teknik mengocok kartunya luar biasa.
Dengan kapalan setebal itu di tangan,
apa tidak mengganggu permainan kartumu?
Aku ingin bermain satu putaran dengan Tuan Park.
Silakan, Tuan Park, kocok kartunya.
Gampang itu.
Jangan curang ya.
Silakan.
Tuan Park memang seorang ahli.
Berdiri.
Cepatlah.
Rebus airnya.
Jenderal, Jenderal.
Tuan Sawaki, maafkan aku.
Masih ada urusan pribadi yang harus diurus.
Aku tidak bisa menemanimu lagi.
Tuan Park, ada satu hal lagi yang ingin kupastikan padamu.
Aku selalu penasaran.
Bagaimana cara memisahkan emas dari bijihnya?
Begini, itu…
caranya sangat rumit dan teknis.
Ada beberapa istilah yang aku tidak tahu cara mengucapkannya dalam bahasa Jepang.
Tidak masalah.
Aku paham bahasa Korea.
Di Korea, kami menggunakan metode amalgamasi untuk mengekstrak emas.
Tapi suamiku sedang mencoba mengenalkan
metode ekstraksi sianidasi yang lebih maju dari Jepang.
Begitu rupanya.
Terima kasih atas penjelasannya.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Kau hebat sekali, istriku. Kau bahkan tahu soal pemurnian emas.
Ayahku tewas karena dipaksa bekerja di tambang emas Jepang.
Jangan khawatir.
Akan kuledakkan orang-orang Jepang di kapal ini demi membalas ayahmu.
Kapal sudah berlayar.
Ini tidak akan melukai warga sipil.
Bersiap untuk bertindak.
-Bagaimana perkembangannya? -"Hadiah besarnya" sudah dikirim.
Berapa lama lagi sampai meledak?
Lima menit.
Biarkan orang ini minum teh dulu.
Setelah tehnya habis, kirim dia ke neraka.
Kau bawa Yuanbao dan pergi duluan. Kita bertemu di tepi pantai nanti.
-Baik. -Jangan menembak sebelum ledakan terjadi.
-Jangan sampai Kurokawa waspada. -Dimengerti.
Ayo pergi.
Cari jalan keluar secara terpisah.
Apa ada orang di sana?
Selamatkan kami! Tolong kami!
Tolong kami.
Orang Tiongkok.
Semuanya, jangan takut.
Kami di sini untuk menyelamatkan kalian.
Harap tenang, jangan berisik.
-Bomnya ada di atas sana. -Kau bisa membobol kunci, kan?
Pinjamkan peralatanmu.
Bagaimana?
Rusak. Alatnya patah.
Berakhir sudah. Waktunya tidak cukup.
Jangan ledakkan bomnya! Jangan diledakkan!
Aku harus memberi tahu mereka untuk membatalkan operasi ini.
Jangan ledakkan bomnya! Jangan diledakkan.
Ada orang Tiongkok di bawah sini.
Tuan Sawaki.
Nyonya Park, sedang apa Anda pergi ke bawah sana?
Bagian bawah itu adalah ruang kargo.
Pergi sana.
Tambahkan kayu bakar ke perapian.
Pergilah, pergi.
Kalau tidak mau menambahkannya, ya sudah. Kenapa harus berteriak-teriak?
Gawat.
Tambahkan kayu bakar ke perapian.
Sialan.
Suamiku sedang merasa kurang sehat.
Tadi aku sedang mencari kotak P3K untuknya,
tapi aku salah jalan.
Tunggu sebentar.
Ruang kesehatan lewat sini.
Jalan saja sampai ujung.
Kak, aku akan membantumu!
Kak, aku juga akan membantumu!
Jangan menyentuhnya!
Lima…
empat…
tiga…
dua…
satu.
Ibu, anakmu ini kurang berbakti.
Lepaskan aku!
Dasar cabul!
Ayo, lebih kuat sedikit! Cepatlah!
Cepat.
Ayo lekas pergi.
Cepatlah.
Apa yang kau lakukan?! Siapa kau?!
Bicara!
Mubai!
Jangan menembak.
Jangan menembak.
Nianzi.
Tuan Hu.
Aku punya satu mangkuk lagi. Bibi memasak satu porsi tambahan.
Kuberikan untukmu, gratis.
Tuan Hu Ba.
Kudengar
Anda sedang mencariku.
Mubai.
Aku di sini.
Ayo lekas pergi.
Apa semuanya baik-baik saja?
Cepat rawat dia.
Ayo, Lao Gulu.
Penyelamatku, penyelamatku!
Penyelamatku! Penyelamatku, di mana Xiaoqiu?
Di mana Xiaoqiu?
Xiaoqiu.
Xiaoqiu, bukankah dia bersamamu?
Dia pergi untuk mencarimu.
Kembali ke sini.
Kembali.
Aku akan pergi menyelamatkannya.
Kau tidak boleh pergi.
Jin Yuanbao.
Aku akan pergi menyelamatkannya.
Kau tidak boleh pergi.
-Kembali ke sini! -Lepaskan aku.
-Zhang Mubai. -Aku ingin menyelamatkan Xiaoqiu.
Gulu!
Gulu!
Gulu!
Gulu.
Gulu.
Gulu.
Kau tertembak. Kenapa tidak bilang?
Aku ingin menghisap candu.
-Aku punya rokok Korea. -Rokok luar negeri enak sekali.
Bahkan bungkus rokoknya tahan air.
Ini, Lao Gulu.
Rokok-rokok ini tidak berharga.
Rasanya tak sekuat candu.
Sungguh.
Yuanbao.
Biasanya aku tidak menjaga ucapanku.
Jangan marah padaku ya.
Itu bukan salahmu.
Mubai.
-Aku di sini. -Mubai.
Aku…
Aku masih merasa sedikit takut.
Jangan takut.
Jangan takut. Aku ada di sini.
Aku…
Aku…
Kupikir sebelumnya aku tidak takut mati.
Gulu.
Gulu.
-Letnan Dua, Zhang Mubai telah kabur. -Sayang sekali.
Tikusnya berhasil lolos.
Tidak masalah.
Umpannya ada di tangan kita. Dia pasti akan kembali.
Kau tahu apa yang ingin kudengar.
Katakanlah.
Maka kau bisa menghindari rasa sakit ini.
Aku tahu bukan Tuan Hu Ba yang berada di belakangmu.
Tuan Hu Ba hanyalah bidak catur besar milikmu.
Yang ingin kuketahui
adalah organisasi asli di belakangmu.
Organisasi yang bisa memasukkan mata-mata di dalam Angkatan Darat Kekaisaran Jepang.
Mungkinkah itu Partai Komunis?
Katakan padaku siapa pemimpin Pasukan Anti-Pengkhianatmu.
Katakan.
Jika tidak, aku minta maaf.
Masuk.
Jika kau ingin bicara,
kau bisa mengatakannya kapan saja.
Nianzi suka makan paha ayam.
Lao Gulu suka makan kepala ayam.
Xiaoqiu pasti masih hidup.
Masih hidup.
Masih hidup.
Masih hidup.
Teman-teman.
Makanlah minya.
Tuan Hu yang mengutusku.
Tuan Hu sudah meninggal.
Situasi di Shanghai akan segera berubah.
Ini adalah tiket kapal ke Amerika Serikat.
Tuan Hu berpesan jika misi ini gagal,
aku harus mengirim kalian keluar Shanghai dengan aman.
Ada mobil menunggumu di luar.
Selain itu,
aku juga sudah mendapatkan dua surat izin untukmu.
Hanya ini yang bisa kulakukan.
Manfaatkan kegelapan ini. Cepatlah pergi.
Besok pagi, putra Kurokawa akan menikah.
Akan ada jam malam di seluruh kota.
Akan sulit untuk naik ke kapal setelah fajar menyingsing.
Oh, benar juga.
Apa kau sudah lihat pengumuman yang dipasang oleh pihak Jepang?
Pengumuman apa?
Gadis dari Pasukan Anti-Pengkhianatmu itu tidak akan selamat.
Besok pagi jam 10:00 tepat,
dia akan dibawa dari markas besar menuju pasar sayur lama
untuk dihukum gantung.
Penyelamatku, Xiaoqiu.
Xiaoqiu belum mati!
Apa yang akan kau lakukan?
Kau masih berniat menghadang mobil tahanan itu?
Jika bukan karena mendiang Tuan Hu,
aku tidak akan peduli siapa kau.
Ambil tiket kapal ini
dan cepatlah angkat kaki dari sini.
Penyelamatku, Xiaoqiu masih hidup!
Pergilah, jalani hidup yang baik di Amerika Serikat.
Penyelamatku, kau mau ke mana?
Bersiap-siap
untuk turun ke jalan dan menyelamatkan Xiaoqiu besok pagi.
Itu jelas-jelas jebakan. Apa kau tidak bisa melihatnya?
Dari markas besar ke pasar sayur lama,
jaraknya kurang dari 500 meter. Hanya ada satu jalan di tengahnya.
Dan ada gedung-gedung di kedua sisinya. Jika kau adalah Sato,
bukankah kau akan memasang jebakan maut yang tak terelakkan di sana?
-Menunggumu datang untuk mati? -Aku tahu!
Kau tahu tapi masih mau pergi? Lalu bagaimana denganku?!
Bukankah niat Sato sudah sangat jelas?
Mengeluarkan Xiaoqiu jam sepuluh tepat, memancingmu ke sana dan membunuhmu.
Lalu jam 11, dia bisa melangsungkan pernikahan sialan itu tanpa rasa khawatir.
Misi untuk membunuh Kurokawa sudah gagal.
Gagal?! Apa maksudmu?!
Lao Gulu. Nianzi, Tuan Hu.
Apa mereka mati sia-sia?
Justru karena sudah begitu banyak orang yang tewas,
itulah sebabnya kita harus menyelamatkan Xiaoqiu.
Kita tidak boleh membiarkan lebih banyak orang mati sia-sia.
Untuk apa kau menyelamatkan Xiaoqiu?
Sato sialan.
Hanya karena dia memasang jebakan, kenapa kita harus masuk ke dalamnya?
Aku tidak akan masuk ke jebakannya!
Kau pergilah dan bunuh Kurokawa dengan benar.
Aku…
Aku yang akan menyelamatkan Xiaoqiu.
Dengarkan ibumu dan hiduplah dengan baik.
Belum terlambat untuk menyesal sekarang.
Kapan aku pernah menyesal?
Berikan padaku!
-Yuanbao! -Berikan padaku!
Ini kesempatan terakhirmu untuk pergi ke Amerika Serikat.
Pikirkan baik-baik.
Negara ini sudah jatuh.
Ke mana pun kau pergi, kau akan ditindas.
Seperti anjing gelandangan.
Kau tidak akan pernah bisa menegakkan kepalamu seumur hidupmu.
Penyelamatku,
kau jauh lebih mampu dariku.
Jika kau membunuh Kurokawa,
kau akan menyelamatkan negara ini.
Aku, Jin Yuanbao, aku tidak bisa melakukan itu.
Aku tidak bisa menyelamatkan negara.
Tapi Xiaoqiu adalah istriku sendiri.
Aku akan menyelamatkannya sendiri.
Ada jebakan maut yang menunggu di sana.
Jika kau pergi, kau hanya akan mengantarkan nyawa dengan percuma.
Tidak.
Itu berbeda.
Aku…
Xiaoqiu dan aku tidak punya rumah.
Jika dia melihatku berusaha menyelamatkannya,
dia akan tahu bahwa ada seseorang yang peduli padanya.
Maka dia tidak akan merasa hancur.
Aku, Jin Yuanbao,
bukanlah jenis orang yang menelantarkan istri dan anaknya.
Kau bahkan tidak bisa menggunakan pistol.
Menyelamatkan orang?
Xiao Qiao dari Hongmen.
Tuan Hu tidak salah menilai.
Kau bukan tipe orang yang takut mati.
Dendam Tuan Hu
harus dibalaskan.
Terima kasih, wahai para pemimpin karena telah memberiku, Hu, kehormatan ini.
Aku mengundang kalian semua ke sini hari ini bukan tanpa alasan.
Aku hanya ingin melihat
di antara lima geng besar selain aku dan Qingbang,
berapa banyak yang masih menjadi kawan bagi Hu.
Tuan Hu sudah sangat baik padaku.
Geng Kapak kami, ikut bergabung!
Selama itu tentang membunuh orang Jepang,
Ge Lao Hui kami akan mengarungi api dan air!
Wanita-wanita Hongmen tidak pernah takut.
Buat mereka membayar kejahatan mereka dengan darah.
Kenapa kau di sini?
Pergilah.
Tuan Sato, Anda bisa melangsungkan pernikahan dengan hati yang tenang.
Jenderal.
Berikutnya,
Aku ingin mengumumkan hal penting kepada semuanya.
Kini, mari kita sambut ayah dari mempelai pria,
Komandan Angkatan Darat Kwantung dari Kekaisaran Jepang Agung,
Kolonel Kurokawa Kazusawa.
Tuan, kami menemukan adanya penyergapan.
Jenderal.
Jenderal, segera berlindung.
Lindungi Jenderal dan evakuasi!
Lindungi Jenderal dan evakuasi!
Jepang sialan!
Ikuti aku.
Ayo lekas pergi.
Kemudikan lebih cepat.
Jenderal!
Keluar dari mobil!
Hidup Kaisar!
Ayo lekas pergi.
Zhang Mubai,
kau sudah kalah.
Cepat, lebih cepat lagi.
Tabrak saja.
Kemudikan cepat dan tabrak mereka.
Pak Tua, kami datang.
Jika kau tidak mati,
pernikahan itu tidak akan terlaksana.
Jadi,
kita harus mengikuti permainan mereka.
Besok, akan ada dua paket bahan peledak
tersembunyi di bawah kaki Xiaoqiu.
Aku akan cari cara untuk mengubah paket pertama menjadi kembang api dingin.
Itu tidak akan melukaimu.
Saat paket pertama meledak, segeralah lari secepat mungkin.
Semakin cepat, semakin baik.
Waktumu hanya lima detik.
Paket kedua adalah peledak asli.
Jika tidak begitu, kita takkan bisa menipu Sawaki.
Anda bisa melangsungkan pernikahan dengan tenang sekarang.
Terima kasih.
Tuan Hu benar.
Mata ganti mata…
gigi ganti gigi.
Sudah waktunya.
-Kita benar-benar harus pergi sekarang. -Itu sudah pasti.
Pulanglah. Pulang ke kampung halaman kita di Tiongkok Timur Laut.
Aku sudah bertahun-tahun tidak pulang.
Pasukan Anti-Pengkhianat Berdarah Besi,
hanya aku yang tersisa, seorang komandan tanpa pasukan.
Takkan jadi seperti itu.
Setibanya di Tiongkok Timur Laut, kita tetap akan melawan Jepang.
Kau akan selalu jadi kaptenku.
Kau akan selalu jadi saudaraku.
Baiklah.
Saat sampai di Tiongkok Timur Laut nanti,
carilah seseorang untuk dinikahi.
Kurangi sifat pemarahmu itu.
Kenapa kau tertawa?
Bocah tengik, dengarkan aku.
Saat sampai di Tiongkok Timur Laut, jika kau berani menindas adikku,
akan kukejar kau sampai ke sana dan kuhajar kau habis-habisan.
Kau dengar aku?
Penyelamatku, apa kau belum mengenalku?
Kalau aku bersamanya,
belum tentu siapa yang menindas siapa. Benar, kan?
Jika kau rindu, datanglah ke Tiongkok Timur Laut mengunjungi kami.
Pasti.
Tunggu sampai semua penjajah Jepang berhasil diusir,
saat tak ada lagi peperangan, dan seluruh rakyat Tiongkok bangkit.
-Kita pasti akan bertemu lagi. -Lalu kapan saat itu tiba?
Segera, secepatnya.
Penyelamatku, kita bisa pergi sekarang.
Sudah waktunya kendaraan berangkat, Kak.
Dasar emosional.
Jangan khawatir. Aku mengerti, aku mengerti.
Pergilah.
Kak, jalanlah.
-Aku pergi dulu. -Jalanlah.
Jalan!
Pergilah.
Mubai!
Kemarilah.
Apa yang kau lakukan? Ayo.
Aku sangat merindukanmu. Kemarilah.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.