All language subtitles for Mushoku.Tensei.Jobless.Reincarnation.S01E15.Laid-Back.Life.at.the.Doldia.Village.WEBRip.AMZN.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian Download
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian Download
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh Download
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian Download
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese Download
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Tidak!

Sini kamu!

Terima ini!

Awas kamu, Eris!

Eris, ototmu keras!

Eh, jangan sentuh!

Kalian berdua, hentikan, dong!

Apa, sih? Sekarang sedang bagus-bagusnya.

Tunggu. Nanti gantian, deh.

Tuan Rudeus, sedang apa di sini?

Hobiku adalah meneliti tingkah laku manusia.

Tapi ini bau sedang berahi.

Eh? Mana mungkin?

Barangkali ada orang mesum penyuka kuping hewan yang berekspresi cabul.

Tuan Rudeus, aku berterima kasih atas bantuanmu sebelumnya.

Aku merasa bersalah menjebloskanmu ke penjara karena salah sangka.

Namun, jika macam-macam pada putriku...

Mohon maaf sebesar-besarnya!

Deru pepohonan menyembunyikan embus napas♪

Kita percaya masing-masing tanpa tahu nama satu sama lain♪

Secercah sinar mentari yang menembus semak belukar♪

Terasa layaknya kehangatan ibunda♪

Wahai alam yang diwariskan oleh orang-orang kuno♪

Dadaku yang terpatri kini meronta♪

Wahai suara, wahai peri-peri pohon♪

Beri tahu aku kata-kata yang ingin engkau dengar♪

Berjalanlah melewati kabut♪

Sebelum kita berkelana bersama♪

Two!

Three, two!

Namaku Eris.

Cobalah.

Nama aku Minitona.

Namaku Tersena.

Kalian berdua jago!

Eris yang bebal mengajar bahasa!

Sebagai guru aku sangat bahagia.

Tona, sudah saatnya tidur.

Nona Eris, terima kasih mau berteman dengan putriku.

Apa mereka merepotkanmu?

Tidak, kok! Tona yang anak baik!

Eris, sesak banget, meong!

Cincin itu adalah bukti suku Doldia.

Kamu dapat dari mana?

Ini?

Ghyslaine memberikannya sebagai hadiah ulang tahunku yang kesepuluh.

Ghyslaine?

Oh, iya! Kalau tidak salah, Ghyslaine itu suku Doldia, 'kan?

Oh, aku sampai lupa bertanya.

Apa Anda mengenalnya?

Dia berbadan tinggi dan mirip Anda.

Dia masih hidup, ya?

Padahal aku kira dia sudah jadi mayat di suatu tempat.

Sebentar. Apa Anda punya hubungan dengannya?

Dia meninggalkan desa dan tugas melindungi hutan agung serta hewan suci.

Dia adalah aib suku kami.

Kamu...

Ayo pulang, Tona.

Ayah, sakit, meong!

Eris!

Kamu kenapa, sih?

Ghyslaine adalah guruku! Aku paling menghormatinya!

Ghyslaine itu hebat!

Dia hebat! Sangat hebat!

Kalau aku teriak minta tolong, dia langsung menolongku.

Kakinya sangat cepat! Pokoknya dia hebat!

Ghyslaine...

Dia tidak seharusnya disebut begitu...

Ghyslaine dihormati?

Itu tidak mungkin terjadi.

Ghyslaine...

Eris, kita sudahi bahasan ini.

Kenapa, Rudeus?

Apa kamu benci Ghyslaine?

Aku juga suka Ghyslaine, kok.

Tapi Ghyslaine yang kita kenal sepertinya berbeda dengan yang dia kenal.

Apa benar Ghyslaine menjadi orang yang hebat?

Setidaknya, aku juga menghormatinya.

Ghyslaine.

Eris.

Aku mau tahu lebih banyak tentang Bibi Ghyslaine.

Bibi Ghyslaine?

Ghyslaine adalah adik Ayah.

Oh...

Ghyslaine adalah guru berpedangku yang baik hati dan kuat.

Dia selalu menyelamatkanku di saat genting.

Tapi Ayah selalu berkata jangan menjadi seperti Ghyslaine.

Ayah menyuruh berlatih pedang agar jiwa semakin tangguh.

Tapi aku tidak suka berlatih pedang.

Kalau tidak mau, jangan dilakukan.

Tapi Ayah selalu marah.

Kamu sama sepertiku, ya.

Sama dengan Eris?

Aku benci belajar.

Karena itu aku berterima kasih pada Ghyslaine.

Dia membimbingku ke jalan berpedang.

Eris, tolong ajari aku teknik berpedang Bibi Ghyslaine!

Tona, itu berbahaya!

Sama sekali tidak, meong!

Asal Eris yang mengajari!

Tapi nanti dimarahi Paman Gyes.

Aku mohon, Eris.

Boleh.

Ikuti aku.

Aku akan mengajarimu sampai paham betapa hebatnya Ghyslaine!

Mantap, meong!

Perlu kamu tahu, aku galak, lo.

Silakan saja, meong!

Sudah kubilang jangan menyerang asal-asalan!

Semangat, Tona!

Hei, lihat dengan benar!

Seberapa sering aku suruh,

putriku menolak berlatih pedang.

Jadi, apa benar guru Nona Eris adalah Ghyslaine?

Iya, Ghyslaine sang Raja Pedang yang sangat disukai Eris.

Ghyslaine meraih tingkat raja?

Benar. Dia juga murid ilmu sihirku.

Ghyslaine belajar sihir? Tuan Rudeus pintar bercanda.

Bercanda, 'kan?

Aku serius.

Dia juga belajar calistung.

Si Ghyslaine mau belajar?

Manusia dapat berubah.

Tona, kamu hebat bisa mahir hanya dalam tiga bulan.

Tentu saja. Eris akan segera aku balap, meong!

Kamu terlalu naif.

Jahat! Kembalikan, meong!

Musim hujan akan segera berakhir.

Benarkah? Berarti kami bisa lanjut ke kota selanjutnya, ya?

Eris, kamu tidak mau di sini selamanya?

Tidak bisa karena aku punya tempat untuk pulang.

Seusai musim hujan, aku akan pergi.

Karena tidak ada kegiatan, aku membuat ini untuk mengisi waktu.

Kamu memang imut, ya!

Dari zaman dahulu, dikatakan Paduka Hewan Suci

akan muncul saat dunia dalam bahaya.

Lalu, ia akan bertualang bersama pahlawan saat dewasa.

Makanya, membuatnya berahi itu agak...

Tidak. Aku tidak bermaksud membuatnya berahi.

Kak Rudeus! Tona dan Eris...

Ada apa?

Hentikan, Tona!

Eris!

Apa, sih?

Begini, yang salah adalah Tona.

Dia ingin Eris di sini, lalu mengamuk.

Apa? Tona!

Apa?

Rupanya kamu bisa menahan diri.

Tentu saja.

Tona, ayo minta maaf ke Eris.

Tidak mau. Aku tidak suka orang yang tidak pengertian, meong.

Tona.

Tona.

Kawanan Tuan Rudeus akan berangkat besok.

Ya sudah, biarkan saja pergi, meong.

Akhir-akhir ini kamu belajar berpedang dari Eris. Bagaimana menurutmu?

Tentu saja menyenangkan. Eris adalah guru yang baik, meong.

Dia agak unik, tapi serius dan tulus, meong.

Bibi Ghyslaine juga guru yang hebat.

Oh...

Mungkin kamu tidak tahu karena belum lahir.

Dia bukan orang yang mampu mengayunkan pedang.

Jangankan berlatih pedang, tidak bisa mengingat bahasa dan kasar.

Ketika dikuasai amarah, dia menyerang orang dan barang

seperti seekor monster.

Saat dia dibawa pergi oleh ahli pedang yang tengah bertualang,

aku merasa lega.

Aku lega tidak akan dibandingkan lagi dengan adikku yang payah.

Seharusnya hal yang benar dilakukan

adalah menolongnya.

Sekarang aku menyesalinya.

Seharusnya aku bisa memahaminya.

Tapi sudah terlambat. Kemungkinan dia kembali

ke desa ini adalah nol besar.

Apa kamu yakin?

Kamu mau berpisah dengan Nona Eris dalam keadaan masih bertengkar?

Eris, kita akan pergi dari desa besok.

Sekalinya keluar desa,

kita tidak bisa segera masuk kembali.

Maksudmu apa, sih?

Tersena, jangan keras-keras, meong!

Maaf, Tona, di sini gelap.

Paduka Hewan Suci, mau jalan-jalan?

Ayo pergi!

Mau apa datang ke sini?

Itu, meong...

Ayolah, Tona.

Aku minta maaf atas keegoisanku.

Apa boleh buat.

Berkat Tuan Ruijerd, penyerbuan tahun ini

tidak menjatuhkan satu korban pun.

Terima kasih.

Ya.

Lo? Sejak kapan mereka berdua akrab?

Terima kasih juga kepada Rudeus yang telah menyelamatkan anak-anak.

Aku tidak bisa memberi banyak,

tetapi kamu boleh berkunjung ke desa ini kapan saja.

Baik.

Eris!

Kami akan menunggumu.

Iya! Sampai jumpa lagi! Aku akan datang lagi ke sini!

Nona Eris.

Apa?

Aku ingin beradu pedang sebelum kamu pergi.

Eh?

Boleh perlihatkan teknik berpedang yang diajarkan oleh Ghyslaine?

Boleh saja.

Ah! Sial!

Terima kasih. Sudah aku saksikan dengan saksama.

Kamu lumayan juga, ya!

Eh, lo? Sudah kelar?

Datanglah lagi ke sini. Kami akan selalu menyambut kalian.

Sampaikan padanya juga.

Selanjutnya aku yang akan menang.

Eh, lo? Yang enggak paham cuma aku?

Sampai jumpa!

Eris, Rudeus, Ruijerd,

datanglah ke sini lagi! Kami akan menunggu!

Saat bertemu lagi nanti, aku akan jadi lebih kuat!

Aku akan menunggu, meong!

Rudeus, kita akan ke sini lagi.

Iya.

Senior, tunggu aku!

Ada apa, Anak Baru?

Bukankah harusnya masih dipenjara?

Aku berhasil kabur.

Perjalanan makin asyik kalau banyak orang, 'kan?

Kamu juga mau ke Milis?

Begitulah.

Mohon bantuannya untuk sementara, Senior, Tuan Putri, Juragan.

Jalannya aneh.

Ini adalah jalan menuju negara yang kita tuju, Kota Suci Milis dari Kerajaan Suci Milis

yang dibuka oleh pendirinya dengan jebret sekali tebas.

Legenda mengatakan tebasannya membelah gunung dan hutan, lalu jadilah kota.

Hebat banget! Aku mau jadi kuat supaya bisa begitu!

Cerita mencurigakan macam apa itu?

Apa itu?

Itu adalah monumen batu Tujuh Kuasa Agung.

Tujuh Kuasa Agung?

Mereka adalah tujuh orang kesatria paling kuat di dunia.

Kalau tidak salah, urutan dari pertama sampai tujuh:

Dewa Teknik, Dewa Naga, Dewa Perang, Dewa Iblis,

Dewa Kematian, Dewa Pedang, dan Dewa Utara.

Kalau tidak salah, ya.

Lama tidak dengar.

Tidak tahu. Karena namaku tidak tertulis di batu itu, mungkin begitulah.

Kalau sekuat itu, aku ingin bertemu mereka.

Sayang sekali.

Empat peringkat atas tidak diketahui masih hidup atau sudah mati.

Aku sudah cukup lama jadi petualang,

tapi belum pernah bertemu dengan salah satunya.

Dongeng itu cukup lama, mungkin sudah basi juga.

Dasar orang-orang pelit muka.

Kita cukup hidup damai tanpa terlibat dengan orang-orang yang berbahaya.

Ya, melawan orang yang bahkan tidak bisa dikalahkan Ruijerd

sama saja dengan buang nyawa.

(Episode 15: Hidup Santai di Desa Doldia)

Aku melihat langit di bilik jendela dan bertanya-tanya♪

Apakah langit ini adalah langit yang sama?♪

Ibarat warna senja yang seakan membaca isi nurani♪

Di tempat kita meninggalkan hari-hari nan polos♪

Angin berembus menyambut kedatangan kita♪

Janganlah berubah♪

Wahai kota dan penduduknya, tetaplah sama seperti dalam mimpiku♪

Aku berdoa semua akan tetap sama♪

Seperti sediakala ketika kita melihat bintang pertama♪

Di perjalanan pulang♪

(Episode Selanjutnya: Pertengkaran Orang Tua dan Anak)

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.