Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Untuk kalian yang tersesat♪
Ikutilah bintang yang benderang♪
Kepada suara tanah yang subur♪
Untuk kehidupan baru yang tumbuh♪
Berikanlah hujan nan lembut♪
Kepada tanah yang gersang♪
Kepada butir-butir pangan bumi♪
Aku panjatkan syukur dan doa♪
(Reinkarnasi Tuna Karya)
Kenapa hanya kami yang biaya jalan tolnya dinaikkan?
Aneh banget!
Meski protes, ini sudah aturan.
Hei, kaum iblis yang di sana.
Lucuti senjata kalian.
Hei!
Silakan antrean selanjutnya.
Apa kalian masih menerima permintaan pembasmian goblin?
Tentu.
Untuk pembasmian satu ekor goblin dihargai 1 koin perunggu Milis.
Sebagai bukti pembasmian, tolong bawa telinga kiri goblin.
Bawa bukti sesuai dengan jumlah yang benar-benar Anda basmi.
Aku mengerti!
Kenapa, sih?
Kenapa aku tidak boleh masuk kelompok kalian?
'Kan sudah aku bilang tingkatan kita berbeda.
Persetan dengan tingkatan!
Aku punya kemampuan yang setara dengan tingkat A,
tapi aku merelakan diriku untuk masuk ke kelompok lemah seperti kalian.
Apa katamu?
Bocah, jangan besar kepala.
Gerombolan bodoh yang cuma bisa mengayunkan pedang.
Aku yang hebat ini
sampai mau mengulurkan tangan untuk membantu kalian, lo!
Dasar bocah ingusan.
Kalau punya mulut sebesar itu,
kau sudah punya tekad yang sama besarnya, 'kan?
Cepat perlihatkan kemampuanmu yang katanya setara tingkat A, Bocah!
Sudah, hentikan.
Kalian tidak dewasa.
Cih. Sejak kapan tempat ini jadi penampungan bocah ingusan?
Ayo kita keluar saja!
Tadi kamu dalam bahaya, lo.
Siapa yang menyuruhmu menyelamatkanku?
Cecunguk seperti mereka bisa kuatasi dengan kemampuan sihirku!
Jangan seenaknya ikut campur dan menuntaskan masalah orang!
Dasar burik!
Siapa yang burik?
Akan kubuat kau menyesal karena menyebutku burik!
Sini! Lihat baik-baik pakai mata!
Tunggu!
Tunggu sebentar!
Aku minta maaf atas kelancanganku tadi.
Aku merasa sedikit kesal.
Namaku Cliff.
Lengkapnya Cliff Grimoire.
Namaku Eris.
Kak Eris! Nama yang sangat cantik, ya!
Dari pakaianmu,
kamu pasti pendekar pedang.
Pukulanmu tadi membuatku bergidik.
Bersediakah membentuk kelompok denganku?
Tidak mau.
Begitukah?
Kalau begitu, izinkan aku membantumu dari belakang.
Aku terkenal sebagai tunas petapa.
Aku yakin akan berguna.
Tidak ada ahli sihir yang lebih hebat daripada Rudeus.
Aku yakin Kak Eris belum pernah bertemu ahli sihir sehebat diriku.
Karena aku lebih unggul dibanding para ahli sihir tingkat A yang ada di serikat tadi.
Tolong saksikan kemampuanku dengan mata kepalamu sendiri.
Okelah! Kalau memang ngotot, ikutlah denganku!
Baik!
Wahai roh api yang menggelora, durjana kelam yang menggeliat di neraka.
Menjulanglah ke alam manusia dan ayunkan tinjumu nan kuasa!
Lumat bengis, bakar sadis, dan lahap habis sang antagonis!
Selimuti warna hitam nan berlapis!
Exodus Flame!
Bagaimana?
Aku hebat, 'kan?
Ahli sihir biasa tidak akan bisa.
Oh. Biasa saja, tuh.
Kak Eris sepertinya tidak tahu tentang ilmu sihir, ya.
Dengar, ya. Ilmu sihir itu dibedakan dari tingkat dasar sampai adiraja.
Ahli sihir biasa bisa pakai sihir tingkat menengah dengan latihan keras,
tapi Exodus Flame barusan adalah sihir tingkat atas.
Orang dewasa yang menguasai teknik itu bisa dihitung dengan jari.
Benar!
Bahkan sedikit orang dewasa yang menguasai sihir tingkat atas.
Apa kamu paham sekarang betapa hebatnya diriku?
Sudah cukup.
Aku rasa kamu tak akan berguna, jadi pulanglah.
Kok bilang begitu?
Kak Eris yang kesulitan menghadapi beberapa goblin
tidak akan sanggup kalau sendiri.
Kenapa memukulku?
Pangan berlimpah merupakan kuasa Yang Maha Agung.
Berikanlah kekuatan untuk bangkit bagi mereka yang kehilangan kekuatan.
Healing!
Iya, aku paham, kok.
Aku paham betul Kak Eris sangat kuat.
Bagaimana kalau selanjutnya kita ke hutan?
Goblin saja tidak akan bisa menunjukkan kemampuanku yang sebenarnya.
Hutan adalah pilihan buruk.
Saat pulang, ada kemungkinan hari sudah malam.
Seorang hebat seperti Kak Eris bisa-bisanya takut ke hutan.
Aku tidak takut!
Okelah. Ayo ke hutan!
Ada apa, Kak Eris?
Kamu sudah tahu jalan pulang?
Aku tidak tahu.
Oh.
Berarti kita tersesat.
Ki-Kita harus bagaimana?
Coba kamu terbang dan pastikan ke mana arah kota.
Mana mungkin aku bisa terbang.
Rudeus bisa melakukannya, lo.
Rudeus? Dia siapa?
Dia guruku.
Lalu?
Ka-Kak Eris...
Harusnya ada petualang lain di hutan ini.
Benar! Kita bisa mengandalkan mereka.
Ayo cari mereka!
- Kak Eris? - Diam.
Ketemu. Sebelah sini!
Ada apa? Apa kamu menemukan sesuatu?
Ada orang di ujung sana.
Kok bisa tahu?
Aku mencari hawa keberadaannya.
Apa itu diajarkan oleh gurumu?
Iya.
Hebat sekali gurumu yang bernama Rudeus itu.
Iya, dia hebat.
Rudeus memang hebat!
Tiarap!
Kak Eris, dari baju zirahnya, dia seorang Kesatria Kanisah.
Kalian!
Kalian tahu siapa beliau ini, bukan?
Tentu saja.
Lalu kenapa menyerang?
Tidak perlu kami beri tahu.
Kalian dari Fraksi Paus, ya?!
Kamu mau apa, Kak Eris?
Sudah jelas ini berbahaya.
Dia Miko yang dikabarkan akan menjadi kandidat Paus selanjutnya.
Berarti orang-orang dengan jubah hitam itu
adalah regu pembunuh yang diperintah oleh Paus Milis.
Mereka regu terlatih.
Aku pun tidak akan mampu mengalahkan mereka.
Ayo pergi sebelum ketahuan!
Percuma. Mereka sudah sadar.
Kamu sembunyi saja di sini.
Kak Eris!
Lamban!
Hati-hati!
Belati mereka dilumuri racun!
Kau pergi dulu dari sini!
Maaf, ya. Aku membiarkan satu orang kabur.
Terima kasih atas bantuanmu.
Baguslah kalau anak itu selamat.
Namaku Therese Latreia, seorang Kesatria Kanisah.
Sepertinya kamu seorang petualang, apa boleh aku bertanya namamu?
Namaku Eri-
Namaku Ruijerd si Dead End.
Begini-begini aku seorang suku Superd.
Superd?
Begitu rupanya. Aku mengerti.
Oh, iya. Aku sedang tersesat.
Sebagai tanda terima kasih padaku, tolong beri tahu aku jalan pulang.
Baiklah, aku akan memandumu pulang.
Mari jalan.
Tunggu dulu!
Jangan lupakan aku!
Kenapa kamu pakai helm itu?
Oh, ini... Tidak perlu dipedulikan.
Ya sudahlah. Ayo cepat!
Baik.
Tuan Cliff, kenapa Anda bersama Kesatria Kanisah?
Kalian...
Kenapa mengincar anak kecil?
Siapa?
Namaku Ruijerd si Dead End.
Dead End?
Kenapa orang sepertimu memihak mereka?
Mereka dari fraksi penentang kaum iblis.
Aku tidak di pihak mereka.
Kalau begitu, berpihaklah pada kami.
Paus menginginkan manusia hidup berdampingan dengan kaum iblis.
Kakak, terima kasih!
Pulangnya hati-hati, ya!
Oke. Kita bubar di sini.
Kak Eris.
Menikahlah denganku!
Apa? Ogah banget!
Kenapa kamu menolak lamaran seorang ahli sihir genius sepertiku?
Jangan bilang kamu sudah berjanji dengan gurumu si Rudeus itu?
Rudeus itu orangnya seperti apa?
Rudeus sangatlah hebat!
Dia bisa menggunakan sihir tanpa merapal mantra.
Tanpa merapal?
Mana mungkin ada orang seperti itu.
Kalau memang ada, tidak mungkin dia seahli diriku mengendalikan sihir.
Dia lebih berguna darimu.
Rudeus adalah ahli sihir air tingkat sakral, tahu!
Meski dia lebih muda dariku,
dia bisa mengalahkan ahli pedang utara sendirian.
Ya, aku cuma dengar ceritanya, tidak melihat langsung.
Tapi aku yakin dia pasti mengalahkannya dalam sekejap.
Soalnya dia adalah Rudeus.
Aku juga bisa mengalahkan satu atau dua orang.
Aku mau pulang.
'Gitu, ya? Sampai jumpa.
Ruijerd! Kamu habis pergi ke suatu tempat?
Aku ada sedikit urusan.
Oh. Tapi coba dengar, deh.
Tadi saat membasmi goblin di hutan, aku bertemu dengan cewek.
Mereka diserang oleh kawanan yang aneh.
Tapi aku menolongnya!
Tuan Cliff.
Ada masalah.
Para guru yang mengajari Anda
ditemukan meninggal.
Tampaknya dibunuh oleh Pedang Nista, seorang kaum iblis pengembara.
Karena kasus ini,
sepertinya kita tidak bisa menghindari perseteruan dengan Fraksi Uskup Agung.
Aku pulang, Rudeus!
Dengar, tadi waktu membunuh goblin...
Siapa? Kamu dihajar siapa?
Bukan siapa-siapa.
Tidak mungkin tidak ada!
Rudeus...
(Kisah Tambahan: Eris Membasmi Goblin)
Aku melihat langit di bilik jendela dan bertanya-tanya♪
Apakah langit ini adalah langit yang sama?♪
Ibarat warna senja yang seakan membaca isi nurani♪
Di tempat kita meninggalkan hari-hari nan polos♪
Angin berembus menyambut kedatangan kita♪
Janganlah berubah♪
Wahai kota dan penduduknya, tetaplah sama seperti dalam mimpiku♪
Aku berdoa semua akan tetap sama♪
Seperti sediakala ketika kita melihat bintang pertama♪
Di perjalanan pulang♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.