Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SEMUA TOKOH, KEJADIAN, LOKASI, ORGANISASI, DAN LAIN-LAIN ADALAH FIKSI
AKTOR ANAK DAN HEWAN DIREKAM DALAM KONDISI AMAN
Kemari, Anak Anjing!
Kakek Kang sudah berpulang.
Kau baik-baik saja?
Aku yakin dia menjadi sangat kau sayangi.
Dia sangat mencintai Nenek Chae.
Tapi Nenek Chae
tak menyadarinya selama itu.
Itu sungguh memilukan.
Sudah kukatakan.
Jika pelit mengatakan "terima kasih," "maafkan aku," atau "aku menyayangimu,"
kau pasti menyesalinya nanti.
Jika kau tak mau menyesalinya nanti, nyatakan perasaanmu selagi bisa.
Ada apa?
Aku tak akan menyesalinya...
Aku tahu. Kau memang bukan tipe yang menyesal belakangan.
...karena akan kukatakan sekarang.
Apa?
Aku ingin
memberitahumu perasaanku
sekarang juga.
Anjing kecil!
Anjing kecil?
Tak mungkin.
Bermainlah denganku.
Siapa namamu?
Kenapa dia tak menyelesaikan ucapannya dahulu?
Aku sangat ingin tahu.
Baik, pergilah.
KANTOR HUKUM SHIN I-RANG
Pria Petir, menyala!
Ciat!
Ayolah, Nak. Hentikan.
Ayo, duduklah agar kita bisa mengobrol.
Sungguh.
Kemarilah.
Pria Petir, tolonglah!
Tolong!
Ada apa, Om?
Om sekarat karena punya terlalu banyak pertanyaan.
Pertanyaan apa?
Tanyakan saja. Pria Petir datang untuk menolong Om.
Saat kita berada di Taman Haneul...
Taman Haneul?
Tempat pertemuan pertama kita, tahu?
Kau mengikuti anjing ke sana.
Ya, anjing kecil!
Benar, anjing kecil.
Kau ingat menjadi Om saat itu?
Kau berlari dengan kaki Om, dan bicara melalui mulut Om.
Ya, sangat menyenangkan!
Benar.
Tapi Om sama sekali tak ingat kejadiannya.
Jadi, tolong ceritakan.
Apa kau mengatakan sesuatu kepada wanita itu?
- Wanita? - Ya.
Maksud Om, wanita yang bersama Om.
Seorang wanita...
Anjing kecil.
Kau menggemaskan.
Hei, Om!
Jangan mendadak menyentuh anjingku!
Kau tak melihatnya ketakutan?
Kau pasti kaget.
Wah, wanita itu?
Dia membuatku ketakutan.
Dia memarahi dan memelototiku.
Apa? Dia memarahi dan memelototimu?
Ini buruk.
Sangat buruk.
Celakalah aku.
Enak?
Makanlah yang banyak.
Selamat pagi.
- Hai, Paman. - Selamat pagi.
Aku berangkat, ya.
Tak mau sarapan?
Aku tak berselera.
Hei, I-rang.
Ini. Minumlah sebelum pergi.
Sungguh, aku tak apa-apa.
Kalau begitu, bawalah untuk diminum nanti.
Baik.
- Sampai jumpa. - Dah.
I-rang mengalami sesuatu?
Dia bersama anak laki-laki kecil kali ini.
- Anak laki-laki apa? - Apa?
- Anu... - Oh.
Anu, putra teman Ayah.
Tak perlu kau pikirkan.
Aku cuma bertanya.
Memang hanya U-jin yang kupikirkan.
U-jin itu siapa?
Tak perlu Ayah pikirkan.
Apa? Ibu tahu tentang anak itu?
Ya, tentu saja.
Sungguh anak laki-laki kecil yang tampan.
Sayang, kau juga tahu?
Tentu saja.
Dia sopan dan menggemaskan.
Apa? Cuma Ayah yang tak tahu tentang pacar putri Ayah?
Nyam, enaknya.
Awas, kau!
Ada apa?
Aku tak akan menyesalinya...
Aku tahu. Kau memang bukan tipe yang menyesal belakangan.
...karena akan kukatakan sekarang.
Apa?
Aku ingin
memberitahumu perasaanku
sekarang juga.
Tak mungkin itu.
Jika memang itu, situasi kami pasti canggung.
Ibu mau pergi ke kantor I-rang.
Tunggu, Ibu.
Bawakan ini untuknya juga.
- Baiklah. - Ibu, mari kubantu. Tampaknya berat.
- Tolong, ya? - Aku akan menemaninya, Sayang.
Nenek, aku ikut!
- Aku juga ingin membantu. - Apa?
- Tidak berat? - Tidak.
Aku ikut! Aku juga mau ikut!
Bukankah kau ingin tahu siapa orang tuamu?
Aku tak yakin.
Aku tak ingat.
Begitu rupanya.
Sakumu berisi apa?
Apa ini?
Bola golf?
Maukah kau memberikannya kepada Om?
Ini.
Apa... Ke mana bolanya?
Begitu rupanya...
Pasti kau membawanya pada momen terakhirmu.
Begitu, ya.
Bolehkah Om memeriksanya?
"GSG"?
Paman!
- Paman, kami datang. - Da-bong!
Wah!
Dia sangat cantik!
Paman, ada apa?
Kau menyukai Heartsping?
Kenapa bertanya? Paman sudah tahu.
Kepadamu seluruh cintaku akan kuberikan
Wah!
- Begitu banyak cinta akan kuberikan - Begitu banyak cinta akan kuberikan
- Musim Heartsping penuh cinta - Musim Heartsping penuh cinta
- Chu-chu, Heartsping - Chu-chu, Heartsping
- Musim Heartsping penuh cinta - Musim Heartsping penuh cinta
- Chu-chu, Heartsping - Chu-chu, Heartsping
- Heartsping, menyala! - Heartsping, menyala!
Ayo!
I-rang, saatnya kau kembali.
Tidak, tunggu.
Setelah anak-anak itu makan saja.
Anak-Anak, ayo makan sebelum bermain lagi.
- Tampaknya lezat! - Tampak enak!
Lezat.
Makanlah.
Aku mau yang ini.
Lezat.
Lezat!
Selamat pagi.
Good morning.
Mari kita bermain.
Selamat morning.
Ada apa, Pengacara Shin? Kau menakutkan.
Aku menakutkan?
Wanita ini menganggapku menakutkan.
- Dasar penakut! - Dasar penakut!
- Sudah besar, tapi penakut! - Sudah besar, tapi penakut!
- Pria Petir, berangkat! - Berangkat!
Berangkat!
Da-bong! Wah, halo.
Jika itu akting, dia harus memenangkan Oscar.
Pasti anak nakal kali ini.
Permisi, ya.
Tunggu! Ya ampun.
Ya, aku tahu.
Tapi aku tak bisa terbiasa dengan ini.
Wah!
Itu berbahaya!
- Ini menyenangkan. - Ibu!
Kekuatan petir!
Bibi, coba tebak.
Pamanku adalah pria paling peka di seluruh dunia.
Peka?
Kau tahu arti kata itu?
Ya, berempati terhadap seseorang.
Dia menangis bersamaku saat aku sedih.
Saat aku senang, dia juga senang.
Itu tidak mudah, tahu?
Karena itulah dia yang terbaik.
Omong-omong,
kenapa Bibi menatapnya seperti itu?
Bibi?
Memangnya seperti apa?
Seperti cara ibuku menatap ayahku.
Tatapan yang lembut, hangat.
Tidak seperti itu.
Huh.
Pelan-pelan. Pelan...
- Tunggu, jangan. - Kekuatan petir!
Jangan naik ke sini.
- I-rang, kau baik-baik saja? - Paman!
- Apa... - Pengacara Shin, kau baik-baik saja?
- Kenapa aku di sini? - Ya ampun.
Keluarlah.
Hati-hati.
Pe... Pengacara Han...
Berapa lama kau akan bermain di sini?
Maksudku adalah...
Kau tak akan bekerja? Tugas kita banyak.
Astaga.
I-rang, kau baik-baik saja?
Paman.
Da-bong, kenapa dia sangat marah?
Dia tidak marah saat bersamaku tadi.
Mungkin karena kau meledeknya tadi.
Apa? Aku meledeknya?
- Anu... - Tadi. Paman tidak ingat?
Kita mengatakan, "Dasar penakut"
- dan menggoyangkan pantat di depannya. - Apa?
"Dasar penakut!" Seperti ini.
Paman melakukan itu?
Aduh, hentikan.
Kau juga melakukan ini.
Bagaimana caraku menatap Pengacara Shin?
Aku datang.
Cepat sekali.
Benar.
Apakah kau
marah terhadapku?
Kenapa aku marah?
Karena tadi...
aku meledekmu.
Tidak, aku tahu kau kerasukan tadi.
Tapi apakah kerasukan sesering ini tak berdampak buruk?
Apa?
Kau tahu, di dalam film,
berinteraksi dengan makhluk halus bisa merusak badan.
Itu.
Itu tak berlaku bagiku.
Hantu-hantu yang kujumpai
kurang lebih sama dengan manusia.
Kau sudah menemukan apa pun tentang anak ini?
Anu, dia membawa bola golf.
Bola golf?
Ya, ada tulisan "GSG" tercetak padanya.
Tapi aku tak tahu artinya.
Arena latihan golf mencetak inisial mereka pada bolanya.
Ini mungkin inisial.
Itu masuk akal.
Jika anak itu mendapatkan bola golf itu tepat sebelum ajalnya,
itu mungkin petunjuk penting tentang lokasi kematiannya.
SEOUL, GSG, SEOCHO-DONG, ARENA LATIHAN GOLF
Aku baru tahu ada arena latihan golf sebanyak ini di Seoul.
Cara ini tak memungkinkan.
Kau punya ide lain?
Tidak.
Kau ingin mengatakan sesuatu kepadaku?
Tidak.
Siapa pun bisa melihat kau ingin mengatakan sesuatu.
Kau berniat mengatakan apa kepadaku di Taman Haneul kemarin?
Apa?
Wah, wanita itu?
Dia membuatku ketakutan.
Dia memarahi dan memelototiku.
Itu...
bukan apa-apa.
Sungguh.
Itu bukan apa-apa.
Jangan kau pikirkan.
Di mana bola golf itu, ya?
Ini... Tunggu, bukan.
Di sinikah?
Mana bola itu, ya?
Apa-apaan?
Benar-benar bukan apa-apa.
SHIN I-RANG, HAN NA-HYUN
Hai, Ayah.
Hai, Na-hyun. Kau sudah pulang dari kantor?
Belum. Ada apa?
Ayah menelepon
tentang bosmu di Taebaek.
- Yang Do-kyung? - Ya, dia.
Dia menelepon Ayah tadi.
Halo, Pak.
Ini Rekan Pengelola Yang Do-kyung dari Taebaek.
Kita bertemu tempo hari di depan kantor Pengacara Han.
Ya, tentu saja. Halo, Pak.
Kumohon, tak perlu sopan terhadapku. Aku teman dekat putrimu.
Panggil aku Do-kyung saja.
Ya ampun. Meski begitu, aku tetap tak bisa seperti itu.
Aku menelepon
untuk menanyakan keadaanmu sejak hari itu.
Begitu rupanya. Keadaanku baik-baik saja.
Wah, leganya.
Tapi seiring waktu, tubuh kita rawan mengalami nyeri dan masalah kesehatan
meski merasa baik-baik saja pada awalnya setelah kecelakaan.
Tidak, aku sungguh baik-baik saja.
Tidak, aku tidak baik-baik saja, Pak.
Kau adalah ayah Pengacara Han yang bertahun-tahun menjadi kolegaku.
Aku tak bisa pasrah saja kepada perusahaan asuransi.
Di dekat kantorku, ada klinik holistik yang bagus dalam akupunktur.
Apa kau punya waktu besok?
Tahu-tahu, Ayah sudah menyetujui janji temu pukul 15.00 besok.
Kenapa dia terus melakukan ini?
Na-hyun.
Apakah ada sesuatu di antara kalian berdua?
Apa maksud Ayah? Tak ada apa-apa.
Kalau begitu, mungkin dia cuma baik hati.
Ayah,
hubungi dia sekarang, dan tolak tawarannya, ya?
Tentu, akan Ayah lakukan.
Baiklah, dah.
Halo, Pak.
Aku ternyata sungguh sebaiknya tak datang.
Kau tak akan datang?
Kenapa mendadak?
Karena...
Aku tidak benar-benar sakit,
dan agak sibuk.
- Selain itu... - Kau yakin tak ada alasan lain?
Masalahnya, Na-hyun...
Pengacara Han?
Putriku tak menyetujuinya.
Astaga. Maafkan aku, Pak.
Ada pelanggan. Aku harus pergi.
- Permisi. Dah. - Tunggu, Pak.
Ha... Halo?
Pak?
Aduh.
KEDAI BARBEKU TUKANG DAGING DEG-DEGAN
Ketua Jaksa Yang?
Halo.
Ada perlu apa kemari?
Aku ingin makan malam.
Restoranmu sudah tutup?
Wah.
Ini adalah hari tutup rutin kami. Maafkan aku.
Wah, mengecewakan.
Aku akan datang lagi kali lain.
Tunggu.
Aku memang berniat mengundangmu makan.
Mari ke rumahku saja, ya?
Tidak, aku tak mau mendadak merepotkanmu.
Jangan mengatakan itu. Aku tak akan tenang jika sebaliknya.
Ayo, ikuti aku.
Kalau begitu, izinkan aku sebentar saja.
Bersantailah dan tambahlah lagi.
Aku akan pergi membereskan restoran.
- Tentu, silakan. - Baiklah.
Apakah kau
mencari sesuatu?
Sama sekal tidak.
Aku sudah selesai makan dan mencarimu.
Aduh, maaf.
Aku sibuk bekerja sampai tak melayani tamuku.
Jangan begitu. Aku yang bersalah karena mendadak datang.
Aku menikmati makan malamku berkat dirimu.
Senang mendengarnya.
Aku akan datang lagi.
Tentu.
KEDAI BARBEKU TUKANG DAGING DEG-DEGAN
Apakah kau
mencari sesuatu?
Sama sekali tidak.
Aku sudah selesai makan dan mencarimu.
Kenapa dia coba memeriksa kamar utama?
Apakah dia
meninggalkan catatan apa pun?
Catatan?
Material kasusnya tak mencakup satu pun buku catatannya,
atau material penting kasusnya.
"Good Shot Golf"?
ARENA LATIHAN GOOD SHOT GOLF
Ketemu.
Sungguh?
Apakah aku akan bisa segera bertemu dengan orang tuaku?
Sudah terlalu malam. Jadi, mari kita pulang dan tidur.
Kita akan berdiskusi lagi dengan Pengacara Han besok.
Bolehkah aku tetap bersama nenek itu di rumah Om?
Kenapa?
Aku suka bersamanya.
Baiklah. Boleh saja.
Hore!
Wus!
Tunggulah, ya.
Om akan segera menemukan ibumu.
Makin kupikirkan, aku makin kesal.
Dia belum datang.
Bukan apa-apa? Apa maksudnya?
PENGACARA SHIN I-RANG
Nomor yang Anda tekan tak bisa dihubungi...
Pengacara Han tak biasa terlambat.
Pengacara Han itu siapa?
Wah.
Dia adalah wanita yang di Taman Haneul dan taman bermain.
Katamu dia memarahiku.
Bukan dia.
Si pemilik anjinglah yang marah.
Dia sangat marah kepadaku karena mengagetkan anjingnya.
Apa? Bukan Pengacara Han?
Dia menatapmu dengan bersemangat seolah-olah menantikan sesuatu.
Wajahnya berseri-seri seperti akan membuka kado Natal.
Pengacara Han
tampak bersemangat?
Ya ampun.
Percuma saja aku cemas.
PENGACARA HAN NA-HYUN
Apakah dia berlambat-lambat karena merasa canggung?
KANTOR HUKUM SHIN I-RANG, HAN NA-HYUN
Aku datang.
Masuklah.
Ada yang bisa kubantu?
Hei, Bu, bisa kubantu?
Anakku.
Anakku hilang.
Tolong temukan anakku.
Temukan dia!
- Temukan dia untukku! - Tenanglah.
- Tolong temukan anakku. - Bu.
Kau mencari seorang anak?
Murid kelas satu atau dua.
Kurasa dia mengalami kecelakaan di Arena Latihan Good Shot Golf.
Tunggu sebentar.
Diamlah.
Good Shot Golf ditutup pada tahun 2020.
Tanpa laporan tentang kecelakaan.
Apakah ada catatan tentang anak bersepatu bot hujan kuning?
Sungguh kuhargai jika kau berfokus pada kecelakaan fatal.
INFORMASI KASUS: BOT HUJAN KUNING TAK ADA DATA
Juga tak ada catatan tentang itu.
Tapi kenapa kau bertanya?
Apakah ini terkait suatu kejahatan?
Aku belum yakin.
Pokoknya, terima kasih.
Pria Petir, ayo.
Apakah dia sakit jiwa?
KEDAI BARBEKU TUKANG DAGING DEG-DEGAN
Kapan kita akan menemui Da-bong?
Nanti sore.
Aku ingin bermain dengannya sekarang.
ARENA LATIHAN GOOD SHOT GOLF
TAK ADA INFORMASI TENTANG LOKASI INI
Langsung kudatangi saja.
Bagaimana jika kita makan sesuatu yang enak?
Kau suka apa?
Hamburger? Piza?
- Piza! - Piza?
Om juga menyukai piza.
Kaulah hantu pertama yang seleranya mirip dengan Om.
Pria Petir, dengarkan baik-baik.
Nanti saat kau mencium bau piza,
kau akan menjadi Om seperti tempo hari di taman bermain.
Saat itu, makanlah sepuasmu, ya?
Baiklah!
Piza apa sebaiknya, ya?
- Ubi jalar? - Ubi jalar!
- Bulgogi? - Bulgogi.
Ayo.
Aku ingin...
menceraikan istriku.
Bolehkah aku menanyakan alasanmu ingin bercerai?
Saat dia bersamaku,
dia menderita.
Inilah cara satu-satunya
untuk melindungi istriku.
Om, makasih untuk pizanya.
Pria Petir, percikkan sedikit air di wajah Om setelah kau selesai, ya?
Wah.
Kau menghabiskan seloyang penuh.
Pizanya enak sekali.
Begitu rupanya. Yang penting adalah kau senang.
Om mau mencuci tangan. Tunggulah sebentar di sini, ya?
Halo, Pak.
Halo, Letnan.
Kau datang lebih awal. Kau harus menunggu sekitar lima menit.
Tak apa. Aku bisa menunggu.
Baiklah.
Kau kemari untuk membeli piza tiap hari. Putramu pasti penggemar piza.
Ya.
Dia terutama menyukai piza buatanmu.
Aku sangat bersyukur.
Ajaklah dia sesekali. Nanti kuberi banyak bonus.
Aku mau saja, tapi dia sangat pemalu di depan orang.
Anak-anak seumur itu memang...
- Aku ingin bayar. - Tentu.
- Semuanya 42.000 won. - Aku sangat menikmatinya.
Pengacara Shin?
Siapa...
Kau tak ingat padaku?
Aku Letnan Cho Chi-yeong dari Polsek Seocho.
Tuan Shin, pengacaramu datang menemuimu.
Benar juga.
Wah, Om bahkan punya teman detektif?
Kau sangat keren!
Kita bertemu saat kau ditangkap karena menyerang remaja.
Om memukul seseorang?
Ayolah. Para remaja itu yang terbukti sebagai penyerangnya.
Benar. Memang.
Maafkan kesalahanku.
Tak apa-apa.
Kau mungkin tahu karena kau detektif.
Aku mencari anak kecil yang terlibat kecelakaan
di Arena Latihan Good Shot Golf.
Mungkin kau tahu sesuatu?
Kecelakaan di Arena Latihan Good Shot Golf?
Ya...
Anak laki-laki, kelas satu atau dua.
Dia bersepatu bot hujan kuning.
Aku tak yakin.
Aku tak ingat ada kasus seperti itu.
Ini tentang apa?
Dia adalah anak yang kukenal,
dan tak ingat bagaimana kecelakaannya.
Kupikir mungkin kau tahu sesuatu.
Tak apa-apa jika tidak.
Pembayaranmu sudah beres, Pak.
Terima kasih.
Aku pergi dahulu.
- Baiklah. Jaga dirimu, Pak. - Dah.
Hai, Kopral Lee. Selagi aku pergi, apa ada laporan orang hilang?
Ya, aku berniat memberitahumu.
Seorang murid SD dilaporkan hilang tadi.
Murid SD?
Murid kelas satu yang berusia delapan tahun.
Ciri-cirinya?
Dia memakai sweter putih dan bot hujan kuning.
Anak laki-laki, kelas satu atau dua.
Dia bersepatu bot hujan kuning.
Kirimkan detailnya kepadaku, ya?
Ya, Pak.
Baiklah.
KANTOR HUKUM SHIN I-RANG
KEDAI BARBEKU TUKANG DAGING DEG-DEGAN
Putra kami terlambat bangun hari itu.
Dia biasanya tak sulit bangun,
tapi hari itu berbeda.
Kuperiksa dahinya, ternyata agak demam.
- Pergilah. Semoga harimu baik. - Baiklah, dah.
- Istriku berangkat lebih pagi. - Si-ho.
Jadi, aku yang antar putraku ke sekolah.
Aku tak bisa mendadak bolos kerja meski putraku sakit.
Si-ho, Ayah punya ide bagus.
Tunggu di sini.
Kukeluarkan bot hujan kuningnya untuk membuatnya ceria.
Hujan turun pagi itu...
- Nah. - ...sedangkan dia suka pakai bot hujan.
Buka pintunya. Tunggu, payung dahulu.
Si-ho, bergembiralah di sekolah.
Paham? Tutup pintunya.
JASA PENGANTARAN YONGJIN
Pergilah.
Sama sekali tak kusadari...
itulah kali terakhirku bersamanya.
Terakhir?
Seperti pasutri pekerja lainnya,
kami bergantian menjemput putra kami.
Hari itu giliran istriku.
Tapi kemudian...
JASA PENGANTARAN YONGJIN
Bisakah kau menjemput putra kita hari ini? Maaf.
TEMPAT PENGANTARAN DAN PENJEMPUTAN BUS SEKOLAH
JASA PENGANTARAN YONGJIN
Aku bergegas ke sana setelah membaca pesan istriku,
tapi putraku sudah tak ada.
Si-ho?
Si-ho.
Si-ho?
Si-ho.
Si-ho!
Si-ho.
Si-ho?
Si-ho!
Si-ho!
Si-ho.
Pak.
Apa kau melihat anak laki-laki setinggi ini?
Dia membawa ransel biru.
Murid kelas satu.
Juga bot hujan kuning. Dia mengenakan bot hujan kuning.
Apa kau melihatnya?
Tidak.
Si-ho!
Yoon Si-ho!
Si-ho!
Di mana kau, Nak?
Putra kami menghilang,
lalu istriku dan aku...
jatuh ke dalam keputusasaan.
KEDAI BARBEKU TUKANG DAGING DEG-DEGAN
Letnan Cho?
Sudah kuperiksa, memang ada murid SD yang dilaporkan hilang.
Aku ingin membicarakannya denganmu.
Bagus.
Bagaimana jika kita memeriksa tempat ini bersama?
Mencarinya bersama mungkin lebih cepat daripada menjelaskannya.
Menurutmu, di sinikah anak itu?
Ya.
Tak bisa kujelaskan secara mendetail,
tapi aku yakin begitu.
Maukah kau menemaniku?
Kita harus menyelamatkan anak yang dalam bahaya.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Bisakah kau menunggu sebentar?
Tentu.
Tunggulah di sini selagi Om pergi bersama detektif itu.
Aku tak boleh ikut?
Di TV pun, ada banyak acara yang khusus untuk orang dewasa, bukan?
Ini juga begitu.
Bisa berbahaya bagi anak kecil di dalam.
Tapi aku ingin ikut.
Ini tak akan lama.
Aku takut sendirian.
- Nah. Pria Petir! - Wah!
Kau menonton ini saja, ya?
Baiklah.
- Masuk sekarang? - Baiklah.
Kau bahkan menyiapkan pistolmu?
Dunia ini bisa cukup berbahaya.
Aku pasti aman bersamamu.
- Ayo. - Baiklah.
ARENA LATIHAN GOOD SHOT GOLF
Omong-omong,
dari mana kau dapat informasi tentang tempat ini?
Anu...
Kau juga tak bisa menjelaskan itu?
Maafkan aku. Meski kuberi tahu, kau tak akan percaya.
Di mana Kopral Park dan Letnan Kim?
Pergi menangani laporan orang mabuk.
Kalau begitu, kau bersiaplah.
Kita baru saja menerima laporan orang hilang.
Orang hilang?
Ya, belum dipublikasikan.
Belum ada bukti penculikan maupun kontak dengan penculik.
Sementara ini, sisir area ini.
Selebarannya kukirimkan kepadamu. Periksa dan cetakkan.
PERMINTAAN DISTRIBUSI SELEBARAN ANAK HILANG
KWON YE-JUN [LAKI-LAKI 8 TAHUN] 117 CM, RAMPING
MEMAKAI SWETER PUTIH, CELANA JIN, BOT HUJAN KUNING
Apakah ada catatan tentang anak bersepatu bot hujan kuning?
Sungguh kuhargai jika kau berfokus pada kecelakaan fatal.
Kau dengar bunyi itu?
Ada lokasi pembangunan di dekat sini. Mungkin dari sana.
Benarkah?
Kurasa tidak.
Terdengar dekat.
Anak yang dilaporkan hilang itu,
kapan dia dilaporkan hilang?
Pagi tadi.
Pagi tadi?
Tak masuk akal.
Ada satu lagi.
Apa maksudmu?
Ada anak lain yang hilang.
Pengacara Shin.
Apakah kau...
mengunjungi tempat ini saat masih menjadi rumah dukun?
Kau tahu dari mana?
Hantu anak kecil.
Apa?
Permisi, bisakah kau memberitahuku nama dan tanggal lahir putramu?
Untuk apa...
Menyala!
Aku menemukan jati diri anak itu.
Lahir pada tanggal 16 April 2017.
YOON SI-HO LAHIR PADA TANGGAL 16 APRIL 2017
Yoon Si-ho.
Itu kupu-kupu.
Dia tersenyum.
POLISI
Aku yakin bunyi itu dari sini.
Kau ini apa sebenarnya?
Hai, Nak.
Kenapa kau tidak pulang?
Om, detektif itu. Waspadalah!
Letnan Cho?
Dari mana kau tahu tempat ini?
Dari mana kau tahu kejadian tahun lalu?
Tolong!
Lihat?
Putraku takut gara-gara kau.
Ternyata kau.
Kaulah pelakunya.
Tolong!
Sial!
Matilah saja.
Angkat tangan!
Aku Letnan Cho Chi-yeong.
Tunjukkan tanda pengenalmu.
CHO CHI-YEONG
Aku cari anak hilang itu.
Terima kasih atas pengabdianmu, Pak.
Siapa pria itu?
Anu, seorang tersangka.
Berikan borgolmu. Dia akan kubawa saja.
Ya, Pak.
Om, bangunlah.
Aku akan bantu Om.
Kita harus mengalahkan detektif jahat ini.
Pria Petir, bergerak!
Tidak.
Ini bisa berbahaya bagimu.
Jangan.
Jangan.
PIZA
PIZA
Tapi apakah SUV putih yang diparkir di depan gedung ini
adalah mobilmu, Pak?
Ya, kenapa kau bertanya?
Tak apa-apa, Pak.
Pria Petir, perubahan rencana.
Bersembunyi.
Sial.
Di mana berandal yang satunya, ya?
Kau tak mematuhi Ayah.
Putraku perlu dimarahi.
Apa kata Ayah?
Anak yang baik tak akan berisik.
Kumohon, biarkan aku pergi.
Ayah katakan kau bisa hidup bersama Ayah jika kau bertahan sebentar.
Haruskah Ayah katakan berkali-kali?
Berapa orang lagi harus mati agar kau tidak nakal?
Tak bisa begini terus. Kemarilah.
Diam di tempat!
- Menyusun tenaga. - Menyusun tenaga.
- Petir, petir, petir. - Petir, petir, petir.
- Menyala! - Menyala!
Kini setelah aku membela keadilan, kembali menjadi si Om!
Kau baik-baik saja?
Om.
Pergilah ke rumah sakit. Ayo.
Baiklah.
Jangan khawatir.
Semuanya sudah berakhir.
Baiklah.
KANTOR HUKUM SHIN I-RANG
Ponsel ini dimatikan. Anda dialihkan ke kotak suara...
Kenapa dimatikan?
Apakah dia mengalami masalah?
PUSAT MEDIS DARURAT LOKAL
Ada pasien darurat. Lekas keluar!
- Pak, kau baik-baik saja? - Pak, bangun!
- Darurat! Buat jalan! - Pak, bisakah kau mendengarku?
- Buka matamu. - Beri jalan.
Bangunlah, Pak. Bangun!
Apa yang terjadi?
Ada luka tembak pada sisi kanan.
Tanda vitalnya tidak stabil karena perdarahan.
Kontak daruratnya?
Sedang kami hubungi.
Halo?
Ini Rumah Sakit Seoin.
Kau kontak darurat Tuan Shin I-rang?
Benar.
Dia dibawa ke rumah sakit kami, dan kondisinya kritis.
Kami melihat nomor ini pada liontinnya...
Halo?
Halo?
Aku menuju ke sana.
Aku berangkat sekarang.
GEDUNG OKCHEON
Pengacara Han.
Dengar, ada yang perlu kukatakan...
Ada masalah apa?
Ada apa? Apa yang terjadi?
Pengacara Shin...
Shin I-rang kenapa?
Rumah sakit...
Aku harus pergi.
Kondisimu tak baik untuk mengemudi.
Aku harus mendatanginya!
Sudah bersih.
- Lap di sini, tolong. - Tentu.
- Bong-su. - Ya?
Hubungi I-rang, tanyakan kapan pulangnya.
Baiklah.
PUSAT MEDIS DARURAT
Di mana Pasien Shin I-rang?
Kau kontak darurat Tuan Shin I-rang?
Ya.
Maafkan aku.
Dia sudah tak sadarkan diri saat tiba di sini.
Jangan.
Aku seharusnya ikut ke sana.
Aku seharusnya bersamanya.
Apa...
Apakah aku...
Aku sudah mati?
Apakah aku...
benar-benar sudah mati?
I-rang, Ibu datang.
- Dokter. - Kumohon kepadamu.
Kami sudah melakukan CPR beberapa kali.
Om, jangan pergi.
Siapa kau?
- Jangan. - Siapa aku?
Si-ho akan baik-baik saja.
Cho Chi-yeong menggunakan haknya untuk bungkam tentang Si-ho.
Aku tak tahu siapa Si-ho itu.
Dia benar-benar gila.
Buktinya masih kurang.
Kau tahu apa?
Ibuku... Om berjanji akan menemukannya untukku.
Terjemahan subtitle oleh Eunike Gloria
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.