Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Selamat datang Lord Stark.
Grand Maester Pycelle mengadakan pertemuan dewan kecil.
Kehadiranmu telah diharapkan.
Persiapkan ruangan untuk para gadis. Aku kembali saat makan malam.
- Jerry, pergi bersama mereka. - Baik Tuanku.
Mungkin Anda ingin ganti baju yang lebih pantas.
Syukurlah kau sudah di sini, Stark.
Sudah saatnya kita bahas kepemimpinan daerah Utara.
Aku senang melihatmu melindungi tahta.
Kursi yang kuat. Berapa bokong raja yang sudah memoles kursi itu?
Apa peribahasanya? Raja buang air, tangan yang mengelap.
Baju zirah yang bagus.
- Tak ada goresan sedikit pun. - Aku tahu.
Orang mengayunkan pedang padaku, tapi selalu meleset.
- Kau pintar memilih musuh. - Aku berbakat untuk itu.
Pasti aneh bagimu masuk ke ruangan ini.
Aku berdiri tepat di sini saat itu terjadi.
Kakakmu dan juga ayahmu sangat pemberani.
Mereka tak pantas mati seperti itu. Tak ada yang pantas.
- Kau hanya berdiri dan melihat. - 500 orang hanya melihat.
Para kesatria hebat dari 7 Kerajaan. Tak ada yang berani bicara...
atau pun mengangkat jari. Tak ada, Lord Stark.
Ada 500 kesatria, tapi ruangan ini membisu seperti makam.
Kecuali suara teriakannya. Dan tawa dari Raja Gila.
Setelah itu, saat kulihat Raja Gila meninggal...
Aku ingat dia menertawakan ayahmu yang terbakar.
Rasanya seperti keadilan.
Itukah yang kau katakan pada dirimu saat malam hari?
Kau seorang penegak keadilan.
Kau balas ayahku saat kau tusukkan pedang di punggung Aerys Targaryen?
Menurutmu, jika aku tusuk perut, bukannya punggung Raja Gila...
apa kau akan lebih mengagumiku?
Kau melayaninya dengan baik, dalam keadaan aman.
Lord Stark.
Lord Varys.
Aku turut berduka mendengar masalahmu di King's Road.
Kami semua berdoa demi kesembuhan Pangeran Joffrey.
Sayang sekali kau tak berdoa untuk anak si penjagal itu.
- Renly! Kau terlihat sehat. - Kau tampak letih dari perjalanan.
Sudah kukatakan pertemuan ini bisa menunggu, tapi...
Tapi kita punya kerajaan yang harus dipertahankan.
Sejak lama aku berharap bisa menemuimu, Lord Stark.
Pasti Lady Catelyn pernah menyebut tentangku.
Sudah, Lord Baelish. Aku juga tahu kau mengenal adikku Brandon.
Sangat kenal. Aku masih membawa simbol kehormatannya.
- Dari pusar hingga tulang selangka. - Mungkin kaupilih musuh yang salah.
Bukan pria yang kupilih. Tapi dia adalah Catelyn Tully.
Wanita yang pantas diperebutkan. Aku yakin kau setuju.
Maafkan aku, Lord Stark.
Grand Maeister.
Sudah berapa tahun? Kau masih sangat muda.
Dan kau melayani raja yang lain.
Aku sangat pelupa.
Kini ini menjadi milikmu.
- Bisakah kita mulai? - Tanpa Raja?
Musim dingin pasti datang, tapi kakakku belum tentu.
Yang Mulia punya banyak urusan, dia percayakan hal kecil pada kami.
- Untuk meringankan masalah. - Kita adalah raja untuk hal kecil.
Kakakku menyuruh kita membuat turnamen.
Untuk menghormati Lord Stark sebagai Hand dari raja.
- Berapa banyak? - 40.000 emas naga untuk juara.
Dan 20.000 untuk juara kedua.
Dan 20.000 untuk juara memanah.
Bisakah perbendaharaan menanggung uang itu?
Aku harus pinjam. Kurasa Lannisters bisa membantu.
Kita sudah berutang 3 juta emas. Kini ditambah 80.000.
- Kau bilang Raja berutang 3 juta? - Total utangnya 6 juta.
Bagaimana dia biarkan ini terjadi?
Bagian keuangan mencari uangnya. Raja dan Hand menghabiskannya.
Aku tak percaya Jon Arryn membiarkan Robert membuat kerajaan bangkrut.
Lord Arryn memberi saran yang bijaksana dan berhati-hati.
Tapi sepertinya Yang Mulia tak selalu mau mendengar.
Dia menyebutnya, menghitung tembaga.
Aku akan bicara dengannya besok. Kita tak mampu biayai turnamen ini.
- Sebaiknya kita tetap buat rencana. - Tak akan ada rencana.
Hingga aku bicara dengan Robert.
Maafkan aku, Anak Raja. Perjalananku panjang.
Kau Hand dari Raja, Lord Tark. Kami turuti perintahmu.
Tenanglah, ini hampir sembuh.
Jelek sekali.
Raja harus punya bekas luka. Kau melawan direwolf.
- Kau kesatria seperti ayahmu. - Aku tak mirip dia.
Aku tidak melawan atau apa pun. Aku hanya bisa berteriak.
- Kedua gadis Stark itu melihatnya. - Itu tidak benar.
Kau bunuh binatang itu.
Kau ampuni gadis itu karena rasa hormat ayahmu pada ayah mereka.
- Aku tidak... - Saat Aerys Targaryen di tahta...
ayahmu seorang pemberontak dan pengkhianat.
Suatu hari, kau akan jadi raja. Kebenaran adalah yang kau buat.
- Apa aku harus menikahinya? - Ya.
Dia sangat cantik dan muda.
Jika kau tak menyukainya, kau hanya melihatnya di acara resmi saja.
Dan jika saatnya tiba, buatlah pangeran dan putri kecil.
Dan jika kau lebih memilih untuk tiduri gadis yang berdandan...
maka tiduri saja mereka.
Dan jika kau ingin meniduri perawan terhormat, lakukanlah.
Kau adalah anakku, dunia akan sesuai keinginanmu.
Berbuatlah hal yang baik pada gadis Stark itu.
- Aku tak mau. - Tapi kau harus.
Sesekali berbuat baik akan mengenyahkan masalah di masa depan.
Kita beri terlalu banyak kekuasaan pada Utara.
Mereka anggap kita setara.
- Bagaimana caramu mengatasi? - Kutingkatkan pajaknya.
Dan perintahkan mereka menyiapkan 10.000 orang untuk tentara kerajaan.
Tentara kerajaan?
Kenapa setiap Lord memerintah orang sendiri? Itu primitif.
Itu tak lebih baik dari suku-suku liar. Kita harus punya...
pasukan dari orang-orang yang setia pada kerajaan.
Dilatih oleh prajurit berpengalaman, bukan oleh sekumpulan petani...
yang tak pernah memegang senjata seumur hidupnya.
- Jika Utara memberontak? - Akan kuhancurkan mereka.
Rampas Winterfell dan tempatkan orang yang setiap pada kerajaan...
sebagai Pengawas Utara, mungkin Paman Kevan.
Lalu 10.000 pasukan ini berperang demi kau atau Lord mereka?
Untukku. Aku raja mereka.
Kau baru menjajah negara mereka. Meminta mereka bunuh saudaranya.
- Aku tak meminta. - Utara tak bisa ditahan.
Tidak oleh orang luar. Daerah Utara terlalu besar dan liar.
Saat musim dingin datang, 7 Dewa tak bisa selamatkan kau atau tentaramu.
Raja yang baik tahu kapan harus menghemat tenaga.
Dan kapan untuk menghancurkan musuhnya.
Jadi kau setuju kalau Stark adalah musuh.
Semua selain kita adalah musuh.
Cukup, Nona. Makan makananmu.
- Aku sedang berlatih. - Untuk apa?
- Untuk si pangeran. - Arya Stark!
Dia pembohong dan pengecut. Dia bunuh temanku.
- Hound yang membunuh temanmu. - Dia jalankan perintah pangeran!
- Kau bodoh. - Kau pembohong!
Jika kau berkata jujur, Mycha masih hidup!
Cukup!
Ada apa ini?
Arya bertingkah seperti binatang, bukan seperti seorang Lady.
Pergi ke kamarmu. Kita bicara nanti.
Ini untukmu, Sayang.
Buatan pembuat boneka yang juga membuat mainan Putri Myrcella.
Kau menyukainya, 'kan?
Aku tak bermain boneka sejak berumur 8 tahun.
- Bolehkah aku pergi? - Kau belum makan apa pun.
Tak apa, pergilah.
Perang lebih mudah daripada putri.
- Pergilah. - Arya, buka pintunya.
Bolehkah aku masuk?
- Pedang siapa itu? - Milikku.
Berikan padaku.
Aku kenal cap pada pedang ini. Ini buatan Mikken.
Dari mana kau mendapatkannya?
Ini bukan mainan.
- Lady tak boleh bermain pedang. - Aku tak sedang bermain.
- Aku tak mau jadi seorang Lady. - Kemarilah.
- Kau mau apa dengan ini? - Itu disebut Jarum.
Sebuah pedang dengan nama.
Siapa yang ingin kau tusuk dengan si Jarum ini? Kakakmu?
- Kau tahu cara bertarung pedang? - Tusuk dengan ujung runcingnya.
Memang itu intinya.
Aku sedang belajar.
Aku yang minta Mycah berlatih denganku.
Aku yang memintanya. Itu salahku.
Tidak, Sayang.
Kau tak membunuh anak penjagal itu.
Aku benci mereka semua.
Hound, Raja dan Ratu. Dan juga Joffrey dan Sansa.
Sansa dibawa ke dan Raja dan Ratu untuk menyebut pangeran pembohong.
Aku juga! Dia memang pembohong.
Sayang, dengarkan aku.
Suatu hari nanti, Sansa akan menikahi Joffrey.
Dia tak bisa mengkhianati. Dia harus memihaknya meski Joffrey salah.
Kenapa Ayah biarkan dia menikahi orang seperti itu?
Lihat Ayah.
Kau keluarga Stark dari Winterfeld. Kau harus tepati janji.
- Musim dingin akan datang. - Kau lahir di musim panas.
Kau tak tahu apa-apa lagi.
Kini musim dingin sungguh akan datang.
Di musim dingin kita harus lindungi diri sendiri.
Dan saling menjaga satu sama lain. Sansa adalah kakakmu.
Aku tak membencinya.
Tak terlalu membencinya.
Aku tak ingin menakutimu. Tapi aku juga tak akan bohong.
Kita berada di daerah berbahaya. Kita tak boleh saling berperang.
Setuju?
Ambillah. Ini milikmu.
- Aku boleh menyimpannya? - Jangan tusuk kakakmu dengan itu.
Jika ingin memiliki pedang, kau harus tahu cara memakainya.
Jangan didengarkan. semua gagak pembohong.
- Aku tahu cerita soal burung gagak. - Aku benci ceritamu.
Aku tahu cerita soal anak lelaki yang membenci cerita.
Aku bisa cerita soal Sir Duncan Si Tinggi.
- Itu selalu yang kau sukai. - Itu bukan kesukaanku.
Yang kusukai cerita yang menakutkan.
Anak manisku Sayang, apa yang kau tahu soal takut?
Ketakutan hanya untuk musim dingin. Salju menumpuk sedalam 30 meter.
Ketakutan hanya untuk malam panjang.
Saat matahari bersembunyi bertahun-tahun.
Saat semua anak-anak hidup, lahir dan mati dalam kegelapan.
Itulah saatnya untuk takut, Tuan kecilku.
Saat White Walkers berjalan menembus hutan.
Ribuan tahun lalu, ada malam yang berlangsung lama sekali.
Raja mati membeku di dalam istana.
Juga para penggembala yang mati di pondoknya.
Para wanita mencekik bayinya daripada melihatnya kelaparan.
Mereka menangis dan air matanya membeku di pipi mereka.
Cerita seperti inikah yang kau sukai?
Dalam kegelapan itu, White Walker datang pertama kalinya.
Mereka mendatangi kota dan kerajaan, menunggangi kuda mati mereka.
Berburu dengan sekelompok laba-laba pucat sebesar anjing.
- Apa yang kau ceritakan? - Cerita yang ingin didengarkannya.
Makanlah. Aku ingin berdua dengannya.
Suatu kali dia bercerita padaku...
Langit berwarna biru karena kita hidup di dalam mata biru raksasa.
- Dia bernama Macomber. - Mungkin memang benar.
Bagaimana kabarmu?
Kau masih tak ingat apa pun?
Bran, aku melihatmu memanjat ribuan kali.
Saat hujan, saat badai. Ribuan kali.
- Kau tak pernah jatuh. - Kini aku jatuh.
Cerita itu benar, 'kan?
Yang dikatakan Maester Luwin soal kakiku?
Aku lebih baik mati.
- Jangan bilang begitu. - Aku lebih baik mati.
Warga di sini makin berkurang. Tapi masih terlalu banyak orang.
Sudah 9 tahun sejak terakhir kali aku ke kota.
Terakhir kali aku kemari, juga tak ada yang mengenalku.
Lady.
Selamat datang di King's Landing. Maukah kau ikuti kami, Lady Stark?
Tentu, kami tak berbuat salah.
Kami diperintahkan mengawalmu ke kota.
Diperintahkan? Entah siapa yang memerintahkanmu...
Ikuti aku, Lady Stark.
Kucing! Naiklah ke atas.
Dasar manusia tak berguna!
Kau membawaku ke tempat pelacuran.
Kau bisa menyeretku pada...
Aku tak bermaksud menghinamu.
Beraninya kau membawaku kemari! Apa kau sudah gila?
Tak akan ada yang mencarimu di sini. Bukankah itu yang kauinginkan?
Maafkan aku soal tempat ini.
Bagaimana kau tahu aku datang ke King's Landing?
Seorang teman memberitahuku.
- Lady Stark. - Lord Varys.
Bisa melihatmu lagi setelah bertahun-tahun adalah anugerah.
Tanganmu terluka.
- Dari mana kau tahu aku datang? - Informasi adalah keahlianku.
Apa kau membawa belati itu?
Burung-burungku ada di mana-mana. Bahkan di daerah Utara.
Mereka mengabariku cerita aneh.
- Baja Valryian. - Kau tahu ini milik siapa?
Harus kuakui aku tak tahu.
Ini hari yang bersejarah.
Aku mengetahui sesuatu yang tak kau ketahui.
Hanya ada satu belati seperti ini di Tujuh Kerajaan.
- Belati ini milikku. - Milikmu?
Dulu itu milikku, sampai pada waktu turnamen untuk Pangeran Joffrey.
Aku bertaruh pada Sir Jaime, pada pertandingan kuda tombak.
Saat Kesatria Bunga mengalahkannya...
- Aku kehilangan belati ini. - Pada siapa?
Tyrion Lannister. Si kerdil Imp.
Jika itu pedang sungguhan kau sudah mati sekarang.
Lord Snow tumbuh di kastil, meludahi orang-orang seperti kalian.
Pyp, apa anak haram Ned Stark berdarah seperti kita?
Selanjutnya!
Selanjutnya!
Lord Snow, tampaknya kau orang yang lumayan berguna di sini.
Bersihkan diri kalian! Aku tak kuat lagi melihat kalian.
Pria yang menawan.
Aku tak butuh dia jadi menawan.
Aku ingin dia mengubah pencuri dan buronan jadi kesatria Night's Watch.
Bagaimana situasinya, Komandan Mormont?
Lambat.
Ada gagak yang datang, kabar untuk anak Ned Stark.
- Kabar baik atau buruk? - Keduanya.
Lord Stark.
Aku ingin memberikan ini lebih awal.
Aku jadi sangat pelupa.
Ada kabar dari Winterfell pagi ini.
Kabar baik?
Mungkin kau mau membaginya dengan istrimu.
- Istriku ada di Winterfell. - Benarkah?
Kupikir dia lebih aman di sini.
Salah satu dari banyak tempat yang kumiliki.
Kau pria yang lucu, 'kan?
Pria yang sangat lucu.
Ned!
Dasar Stark. Amarah tinggi, tapi bodoh.
Kau patahkan hidungku, Berengsek!
Wajahmu jadi lebih baik.
Jika kulempar ke luar Wall, berapa lama kau akan bertahan.
Mungkinkah mereka menemukanmu sebelum serigala.
Apa yang kau lihat, manusia setengah?
Aku sedang melihatmu.
Ya, wajahmu sangat menarik.
Wajah yang sangat berbeda. Kalian semua.
- Kenapa kau pedulikan wajah kami? - Menurutku terlihat hebat.
Untuk hiasan pasak di King's Landing.
Mungkin aku harus cerita ke adikku, Sang Ratu, tentang itu.
Nanti kita bicara lagi, Lord Snow.
Semua orang tahu soal tempat ini, tapi tak ada yang memberitahu aku.
Tak ada kecuali kau.
Ayahku tahu, tapi dia biarkan aku membusuk di Wall.
Ayah Grenn juga meninggalkannya.
Di luar rumah pertanian saat umurnya 3 tahun.
Pyp tertangkap saat mencuri sebongkah keju.
Adik kecilnya belum makan 3 hari.
Dia diberi pilihan, dipotong tangannya atau bekerja di Wall.
Aku bertanya pada Komandan soal mereka. Cerita yang hebat.
Mereka membenciku karena aku lebih baik.
Untung mereka tak dilatih oleh seorang ahli seperti Ser Rodrik.
Aku yakin mereka semua belum pernah memegang pedang asli sebelumnya.
Adikmu, Bran. Dia sudah bangun.
Menuduh kakak Ratu mencoba bunuh anakmu adalah berkhianat.
Kami punya bukti. Kami punya belati itu.
Lord Tyrion akan bilang itu dicuri darinya.
Orang yang bisa cerita tak punya tenggorokan.
Berkat anak serigalamu.
Petyr berjanji untuk mencari kebenarannya.
Dia seperti adikku, Ned. Dia tak akan mengkhianatiku.
Aku akan menjagamu, demi dia.
Itu tugas yang bodoh, tapi aku tak bisa menolak permintaan istrimu.
Aku tak akan melupakan ini. Kau teman sejati.
Jangan bilang pada siapa pun. Aku harus menjaga reputasiku.
- Kenapa kau bertindak bodoh? - Tenanglah.
Dia masih anak-anak. Umurnya 10 tahun.
- Apa yang kaupikirkan? - Aku memikirkan kita.
Sedikit terlambat jika kau mengeluh sekarang.
- Apa yang dikatakan anak itu? - Dia tak bicara apa pun.
- Dia tak ingat apa pun. - Lalu kenapa kau meracau?
Bagaimana jika dia mengingatnya?
- Lalu cerita ke ayahnya. - Kita bilang dia berbohong.
Kita bilang dia bermimpi. Kita bilang apa saja.
Kurasa kita bisa kalahkan bocah 10 tahun.
- Bagaimana dengan suamiku? - Aku ikut berperang jika perlu.
Orang bisa menulis lagu soal kita. Perang demi Pelacur Cersei.
- Lepaskan aku. - Tak akan.
- Lepaskan aku. - Anak itu tak akan bicara.
Jika dia bicara akan kubunuh dia.
Dia, Ned Stark, dan Raja, serta mereka semua.
Sampai hanya manusia yang ada di dunia ini hanya kita berdua.
- Kuharap aku bisa melihatnya. - Ini terlalu berbahaya.
- Hanya untuk sesaat. - Sampai kita tahu musuh kita...
Aku yakin mereka pelakunya. Pasti keluarga Lannisters.
Meski Littlefinger benar...
Aku tak bisa berbuat apa-apa tanpa bukti.
- Jika kau temukan buktinya? - Akan kubawa ke Robert.
Dan berharap dia adalah pria yang dulu kukenal.
Jaga dirimu di jalan.
Amarahmu adalah hal yang berbahaya.
Amarahku? Demi Dewa!
Kau hampir membunuh Littlefinger kemarin.
- Dia masih mencintaimu. - Benarkah?
Pergilah.
Ya. Memang sudah lama sekali.
Tapi aku masih ingat semua pertempuran.
Kau masih ingat pertempuran pertamamu?
- Tentu saja, Yang Mulia. - Dengan siapa?
Dosharoshi. Aku tak pernah mengingat namanya.
- Bagaimana kau melakukannya? - Tombak menembus jantung.
Agar cepat mati.
Untung bagimu.
Musuh pertamaku anak Tarly di pertempuran Summerhall.
Kudaku terkena panah, jadi aku berjalan melewati lumpur.
Bocah bodoh ini berlari ke arahku.
Pikirnya bisa hentikan pemberontakan dengan sekali ayunan pedang.
Aku merubuhkannya dengan palu. Waktu itu aku masih kuat.
Baju zirahnya penyok ke dalam tubuhnya.
Mungkin itu memecahkan semua tulang rusuknya.
Aku berdiri di depannya, palu sudah di atas.
Tepat sebelum kuayunkan paluku, dia bilang, "Tunggu!"
Mereka tak pernah bilang betapa takutnya mereka.
Mereka tak memasukkannya ke dalam lagu.
Anak bodoh.
Kini kaum Tarly berlutut padaku seperti yang lainnya.
Dia bisa berlama-lama dalam pertempuran dengan anak pintar ini.
Dan sekarang mungkin istrinya membuatnya sengsara.
Anaknya akan kurang ajar.
Di malam hari dia akan terbangun 3 kali untuk kencing. Anggur!
Lancel. Nama yang bodoh sekali.
Lancel Lannister.
Siapa yang menamaimu? Orang bodoh yang gagap?
Sedang apa kau?
- Sudah kosong, Yang Mulia. - Apa maksudmu kosong?
- Tak ada lagi anggur. - Apa itu arti kosong?
Ambil lagi.
Bilang pada sepupumu untuk masuk.
Pembunuh raja! Masuklah.
Aku dikelilingi keluarga Lannister.
Setiap kali menutup mata, aku lihat rambut pirang mereka.
Dan juga wajah sombong mereka.
Harga dirimu terluka, ya? Berdiri bagai pengawal saja.
Jaime Lannister. Putra dari Tywin yang kuat.
Dipaksa menjaga pintu saat rajamu makan, minum, buang air dan bercinta.
Silakan. Kami sedang bercerita soal perang.
Siapa yang kau bunuh pertama? Orang tua tak dihitung.
Satu pelanggar hukum di persaudaraan.
Aku di sana waktu itu. Kau masih muda, 16 tahun.
Kau bunuh Simon Toyne dengan tangkisan serangan.
Gerakan terbaik yang pernah kulihat.
Toyne petarung yang bagus. Tapi staminanya jelek.
Pelanggar hukum itu mengucapkan kata terakhir?
Aku penggal kepalanya. Jadi tak ada kata terakhir.
Bagaimana dengan Aerys Targaryen?
Apa yang dikatakan Raja Gila saat dia ditusuk dari belakang?
Aku tak pernah bertanya. Dia menyebutmu pengkhianat?
Apa dia memohon jangan dibunuh?
Dia katakan hal yang sama selama berjam-jam.
"Bakar mereka semua."
Hanya itu, Yang Mulia.
Apa suku Dothraki membeli budak mereka?
Dothraki tak percaya uang.
Kebanyakan budak diberikan sebagai hadiah.
Dari siapa?
Jika kau menguasai kota, lalu ada pasukan mendekat...
kau punya dua pilihan. Membayar upeti atau bertarung.
Itu merupakan pilihan termudah.
Kadang itu tidak cukup.
Kadang Khal merasa terhina dengan jumlah budak yang diberikan.
Dia bisa berpikir prianya lemah dan wanitanya jelek.
Kadang Khal menyadari pasukan belum bertarung berbulan-bulan.
Dan mereka butuh latihan.
Suruh mereka semua berhenti.
Kau ingin mereka semua berhenti? Untuk berapa lama?
Sampai aku perintahkan.
- Bicaramu seperti seorang ratu. - Bukan ratu.
Seorang Khaleesi.
Beraninya kau! Kau beri perintah padaku?
Kau tak boleh memerintah sang naga. Aku Raja dari 7 Kerajaan.
Aku tak terima perintah dari budak atau pun pelacur.
Kau dengar aku?
Rakharo tanya apa kau mau dia mati, Khaleesi?
Tidak.
Rakharo bilang kau harus potong telinga untuk ajari rasa hormat.
Kumohon, jangan sakiti dia.
Katakan, aku tak mau kakakku disakiti.
Bunuh anjing-anjing Dothraki ini!
Aku adalah rajamu!
Haruskah kita kembali ke khalasar, Khaleesi?
Kau jalan kaki.
Aku ingin berada di sini saat melihatnya pertama kali.
- Aku berangkat besok pagi. - Kau pergi?
Aku Ranger Pertama. Tugasku di luar sana.
- Ada laporan gangguan. - Laporan apa?
Laporan yang tak ingin kupercayai.
Aku sudah siap. Aku tak akan mengecewakanmu.
Kau tak akan pergi.
Kau bukan ranger, Jon.
- Tapi aku lebih baik dari... - Itu tak ada artinya!
Di sini, pria mendapatkan apa yang pantas didapatkan...
Ketika dia pantas mendapatkannya.
Kita bicara lagi saat aku kembali.
- Kemaluan beruang. - Kau bercanda.
Dan juga otak, usus, paru-paru dan hatinya.
Semua digoreng dengan lemaknya sendiri.
Berada 161 km sisi utara dari Wall, dan terakhir makan seminggu lalu...
- Kau hanya bisa makan serigala. - Bagaimana rasa kemaluan beruang?
Sedikit kenyal.
Bagaimana denganmu, Tuanku? Hal teraneh apa yang kau makan?
Apa wanita Dornish masuk hitungan?
Jadi, kau berkelana di 7 Kerajaan...
Menangkap copet dan pencuri kuda, lalu dibawa kemari untuk direkrut?
Ya. Tak semuanya berbuat kriminal.
Ada juga orang miskin yang ingin mencari makanan.
Ada juga pemuda yang mencari kemenangan.
Mereka lebih mungkin temukan makanan dibanding kemenangan.
Night's Watch hanya lelucon bagimu, 'kan?
Itukah kami, Lannister? Pasukan badut berpakaian hitam?
Kau tak punya cukup orang untuk jadi pasukan.
Selain Yoren tak ada yang lucu dari kalian.
Kuharap bisa berikan cerita bagus setelah kembali ke King's Landing.
Sesuatu yang kaupikirkan saat minum anggur di bawah sana.
Menikmati pelacurmu.
Setengah dari pria yang kau lihat akan mati di sisi utara Wall.
Mungkin kapak yang membunuhnya. Bisa juga penyakit.
Atau terbunuh oleh hawa dingin.
Mereka mati sengsara. Tapi mau melakukannya.
Agar Lord gemuk sepertimu bisa menikmati siang musim panas...
Dalam keadaan damai dan tenang.
Menurutmu aku gemuk?
Dengar Benjen, boleh kupanggil Benjen?
- Terserah mau memanggil apa. - Apa aku telah menyinggungmu?
Aku kagum pada Night's Watch.
Aku mengagumimu sebagai Ranger Pertama.
Saudaraku pernah berkata...
Semua ucapan sebelum kata "tapi" tidak begitu penting.
Tapi.
Aku tak percaya bahwa raksasa, ghoul dan White Walkers...
sedang mengendap-endap di belakang Wall.
Aku percaya satu-satunya perbedaan antara kita dan kaum liar...
adalah saat Wall dibangun, leluhur kita pilih sisi yang benar.
Kau benar.
Kaum liar tak jauh berbeda dengan kita.
Mungkin lebih kasar. Tapi mereka dari daging dan tulang.
Aku tahu cara melacak dan membunuh mereka.
Bukan Wall yang membuatku susah tidur.
Kau belum pernah ke Utara Wall. Jangan beri tahu yang ada di sana.
Kau pergi ke bawah?
- Jaga diri dan tetap hangat. - Nikmati kotanya, Saudaraku.
Aku selalu menikmatinya.
Kurasa dia mulai menyukaiku.
- Pergi ke bawah? - Ya.
Masuk ke terowongan. Dan keluar di sisi yang lain.
Dia akan ada di sisi Utara Wall selama satu atau dua bulan.
Jadi kau juga akan menuju ke King's Landing?
Lusa aku akan berangkat.
Aku akan dapatkan setengah dari pasukanku dari penjara mereka.
Mari berbagi jalan. Aku butuh teman yang baik.
Aku berkelana di daerah yang kotor, Tuanku.
Tidak kali ini. Kita tinggal di kastil dan penginapan terbaik.
Tak ada yang menolak seorang Lannister.
- At jakar. - Atjahakar.
- Ath ja haker. - Atjahakar.
- Atjahakar. - Ya, Khaleesi.
Sedang apa kau?
Kapan terakhir kali kau berdarah, Khaleesi?
Kau berubah, Khaleesi.
Ini berkah dari Great Stallion.
Ada seorang pria di pasukan. Pedang melengkung itu bagus.
Lebih mudah dikendalikan. Senjata bagus untuk Dothraki.
Tapi pria yang memakai baju zirah, shori tawakof...
Pedang ini tak bisa menembus bajanya.
Karena itu pedang lurus lebih menguntungkan.
Dibuat untuk menembus baju baja.
Dothraki tak pakai baju baja.
- Baju zirah. - Baju zirah.
- Baju zirah membuat pria jadi... - Lambat.
- Lambat. - Itu benar.
Tapi baju itu juga melindungi pria.
Ayahku mengajariku berkelahi.
Dia bilang,
"kecepatan mengalahkan ukuran."
Katanya ayahmu
pejuang yang terkenal.
Dia pejuang untuk Khal Bharbo.
Ayahmu adalah Jorah the Andal,
dia juga seorang pejuang?
Dia masih jadi pejuang.
Pria yang terhormat. Dan aku mengkhianatinya.
Khaleesi ingin makan sesuatu
yang berbeda malam ini.
Bunuh seekor kelinci.
Tak ada kelinci.
Carikan saja bebek.
Dia suka bebek.
Apa kau lihat bebek di sini?
Tak ada kelinci atau bebek.
Kau punya mata atau tidak?
Kalau begitu anjing saja.
Aku lihat ada anjing.
Kurasa dia tak mau makan daging.
Khaleesi mengandung seorang bayi.
Ini benar. Dia tak berdarah selama 2 bulan.
Perutnya mulai membesar.
Berkah dari Great Stallion.
Dia tak mau makan kuda.
Akan kusuruh orang untuk sembelih kambing untuk makan malam.
Aku harus pergi ke Qohor.
Kami pergi menuju Vaes Dothrak.
Jangan cemas. Aku akan menyusulmu.
Pasukan ini mudah ditemukan.
Jangan diam saja. Lebih sulit memukul musuh yang bergerak.
Kecuali kau. Kau terlalu banyak bergerak.
Aku hanya pegang pedangku, dan kau langsung mendekatiku.
Berapa musim dingin yang pernah kau lihat, Lord Tyrion?
Delapan, tidak. Ada sembilan.
- Semuanya singkat? - Musim dingin saat aku lahir...
- Bertahan selama 3 tahun. - Musim panas ini sudah 9 tahun.
Menurut laporan dari benteng, siang hari semakin pendek.
Pada akhirnya, Stark selalu benar.
Musim dingin akan datang. Kali ini akan lama.
Dan makhluk kegelapan akan datang bersamanya.
Kita telah menangkap kaum liar, setiap bulan bertambah banyak.
Mereka kabur ke Selatan. Yang bisa kabur berkata...
telah melihat White Walker.
Ya. Nelayan di Lannisport bilang telah melihat putri duyung.
Salah satu ranger kami melihat mereka membunuh teman sendiri.
Dia bersumpah tepat saat Ned Stark memenggal kepalanya.
Night's Watch satu-satunya yang jadi pemisah antara kerajaan...
dan yang ada di luar Wall.
Kini kami sekumpulan pemuda malas dan orang tua yang lelah.
Jumlah kami kurang dari 1.000 orang.
Kami tak bisa menjaga kastil lain di Wall.
Kami tak bisa berpatroli di daerah liar dengan layak.
Kami kurang orang untuk memberi senjata dan makanan pasukan ini.
Adikmu duduk di samping Raja.
Katakan padanya, kami butuh pertolongan.
Di musim dingin nanti...
Semoga Dewa melindungi kita jika kita tak siap.
Anak ini laki-laki.
Bagaimana kau tahu?
Aku tahu.
Aku sedih harus melihatmu pergi, Lannister.
Aku dan dingin ini, sepertinya tak akan pergi ke mana-mana.
- Kau akan berhenti di Winterfell? - Kurasa begitu.
Tak ada ranjang bagus dari sini hingga King's Landing.
Jika kau bertemu adikku Bran...
Katakan aku merindukannya.
- Aku akan berkunjung jika bisa. - Tentu saja.
Dia tak akan bisa berjalan lagi.
Jika dia akan jadi cacat, lebih baik jadi orang cacat yang kaya.
- Jaga dirimu, Snow. - Sampai jumpa, Tuanku.
Kau terlambat, Bocah.
- Besok siang kau harus di sini. - Siapa kau?
Aku guru tarimu. Syrio Forel.
Besok kau akan menangkapnya. Kini ambillah.
Bukan begitu caranya, Bocah.
Itu bukan pedang besar yang perlu dua tangan untuk mengayunkannya.
- Ini terlalu berat. - Berat inilah yang dibutuhkan...
untuk membuatmu kuat.
Seperti ini. Hanya butuh satu tangan.
Cara berdirimu salah. Menghadap ke samping.
Ya.
Begitu.
Kau kurus. Itu bagus.
Targetnya jadi kecil. Biar kulihat genggamanmu.
Ya.
Genggamanmu harus lembut.
- Bagaimana jika kujatuhkan? - Besi harus jadi bagian lenganmu.
Kau bisa jatuhkan lenganmu? Tidak.
Selama 9 tahun, Syrio Forel disumpah jadi Sealord dari Bravoos.
Aku tahu hal seperti ini. Kau harus mendengarku, Bocah.
- Aku seorang gadis. - Anak laki-laki, gadis.
Kau adalah sebuah pedang. Hanya itu saja.
Seperti ini memegangnya.
- Kau tak memegang kapak, tapi... - Sebuah Jarum.
Baiklah.
Kini kita mulai tariannya. Ingatlah, Nak.
Kita bukan belajar tarian Westeros.
Tarian kesatria. Menusuk dan mengayun.
Ini adalah tarian Bravo.
Tarian air. Sangat cepat.
Dan tiba-tiba.
Manusia terbuat dari air. Kau tahu itu?
Jika kau tusuk, air mengalir keluar.
Dan mereka akan mati.
Kini kau akan coba menyerangku.
Berdiri!
Mati.
Mati.
Sangat mati.
Lebih cepat!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.