Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Persetan dengan Wolverine.
Pertama dia ikut-ikutan memakai rating dewasa.
Lalu, bajingan berbulu itu mengalahkanku dengan mati.
Dasar berengsek.
Coba tebak, Wolvie?
Aku juga mati di film ini.
Untuk mengerti kenapa aku tidur di atas 1.200 galon bensin oktana tinggi,
aku harus bawa kalian ke enam minggu lalu.
Aku sudah mendunia,
habisi pembunuh massal, gangster,
monster berdarah dingin.
Penjahat tak tersentuh. Kecuali olehku.
Aku akan menyentuh mereka semua.
Hei, ini dari Gail.
Aku suka jas berkilaumu.
Mengangkat mata seorang pedagang manusia.
Berapa pun kau dibayar, akan kugandakan.
Aku tak bisa bahasa Kanton, Tuan...
Ya, namanya susah sekali disebut.
Tapi aku belajar Bahasa Spanyol saat SMP...
"Di mana perpustakaannya?"
Yang artinya adalah, "Aku tak bisa ditawar, Pecundang."
Ini bukan Gilbert's.
Maafkan aku.
Kukira ini pesta pemutihan kulit anus.
Jangan khawatir. Kau tidak akan mati.
Tapi rokok akan membunuhmu.
Mainkan, Dolly.
Mengambil tangan dari pistol penjahat!
Memisahkan pistol dari tangan penjahat!
SISILIA
Jangan masuk ke sana!
Mari lihat Kapten Amerika melakukan itu.
Terlalu eksotis?
Aku tidak berunding.
Ampun! Sebentar!
Cut! Mataku yang terbuka kemasukan darah penjahat.
Menjijikkan.
Sial!
Seperti landasan terbang.
Aku suka.
Ya ampun!
Tur duniaku membawaku pulang ke orang ini, Sergei Valishnikov.
Tapi kita akan bahas dia nanti.
Aku tahu yang kalian pikirkan.
"Untung aku tinggalkan anak-anak di rumah."
Di sanalah kalian salah.
Pengasuh anak kalian sedang teler berat sekarang,
dan percaya atau tidak, Deadpool 2 adalah film keluarga.
Sungguh.
Dan semua film keluarga bagus dimulai dengan pembunuhan.
Bambi, The Lion King, Saw 7.
Astaga! Orang itu terbakar!
Itu bukan CGI, pemirsa. Dia sungguh terbakar.
Ya. Kalian tahu aku dibayar untuk menghabisi penjahat, 'kan?
Tapi orang ini, dia salah satu dari yang terburuk.
Cepat buka pintu jelek ini, dan habisi si bajingan...
Menjijikkan.
Ruang panik? Serius?
Bisa kau keluar?
Aku harus pergi. Ini ultah perkawinanku.
Berulang kali kudengar orang bilang, "Aku tidak punya kepercayaan diri."
Dengar, kepercayaan diri bukan dipunyai.
Kepercayaan diri diciptakan, dan kau bisa menciptakannya kapan saja.
Kepercayaan diri itu merupakan kekuatan dalam dirimu,
sebuah keyakinan bahwa kau bisa melakukannya.
Nyalakan mobilnya!
Dopinder, nyalakan mobilnya!
- Tembak bajingan berengsek itu! - Tembak dia!
- Aku buang kotoran. - Sebenarnya, itu mungkin aku.
Misimu berhasil?
Ya, berhasil secara George W.
Dia tak bisa tinggal di ruang panik selamanya.
Impianmu jadi nyata, DP.
Kita memang cukup sukses, Dopinder, dan siapa sangka?
Kini namaku disebut satu kalimat dengan Yesus.
Passion of the Christ, lalu filmku.
Setidaknya di dalam negeri.
Kita menang di luar negeri, di mana agama tidak ada.
Aku ingin jalani mimpiku, Pool Boy.
Menjadi sopir taksi tak seseksi tampaknya.
- Aku ingin mengisi... - Kantong?
Apa candumu? Sedikit kokaina?
Tak bisa pertahankan ketegangan tanpa beli sepatu daring?
Aku tak pernah alami yang terakhir itu.
Ceritakan padaku, Goose.
Aku mau bilang "jiwa". Aku ingin mengisi jiwaku.
Aku ingin merasa diterima, sepertimu, Tn. Pool.
Dopinder?
Kau selalu mengejutkanku.
Kau tahu, kedalaman hatimu sangat luar biasa.
Kita semua perlu merasa diterima.
Kita semua perlu merasa punya rumah, sebuah tempat di dunia.
Aku mau menjadi pembunuh bayaran.
Maaf. Kau bilang apa tadi?
Ingat saat aku menculik Bandhu dan mengancam dia dengan kekerasan?
Ya, kau membunuhnya.
Dan ingat film Interview with the Vampire?
Tidak ingin.
Waktu Tom Cruise memberi darah ke Kirsten Dunst kecil
untuk pertama kalinya,
lalu dia mendongak ke wajah tampannya dan bilang:
"Aku mau lagi."
Pool, bayangkan aku, menjadi Kirsten Dunst kecil.
Itu akan selalu menghantuiku.
Tapi aku ingin segera lupakan ini, secepatnya.
Kita sampai.
Dopinder, aku lagi.
Orang waras mungkin akan patahkan semangatmu
untuk bergabung dalam bisnis pembunuh
mungkin karena dada cekungmu dan tangan tisu toiletmu.
Tapi kau seorang pemimpi
dan seorang pemimpi harus berjuang keras.
Raih impian itu,
raihlah dengan ujung kemaluanmu dan hujani!
Aku tidak mengerti.
Aku juga.
Sampai ketemu lagi...
di kantor.
Di langit.
- Kau Tom Cruise-ku! - Dan kau Kristen Dunst-ku!
Kristen? Kirsten?
Maaf aku terlambat.
Tadi ada anak-anak disabilitas tersangkut di pohon, maka aku harus...
Kau benar. Aku tadi melawan jagoan berjubah.
Tapi ternyata nama ibunya Martha juga.
- Tidak. - Ketahuan.
Aku mengumpulkan semua gluten di dunia
dan mengirimnya ke luar angkasa supaya tidak melukai kita lagi.
Coba lagi.
Diare?
Belum tahu sebelum melepas kostum ini...
tapi mungkin saja.
Macet?
- Cium aku sedalam rindumu, Red. - Kalau begitu, kemarilah.
Aku mau mandi dan melepas baju ini.
Kau tidak mau kejutanmu?
Apa aku mirip pasien korban luka bakar?
Aku juga punya hadiah untukmu.
Selamat hari jadi, Sayang.
Buka, buka, buka.
Koin Skee-Ball.
- Kencan pertama kita. - Ya.
Itu timah murni tingkat tinggi.
Akan kusimpan selamanya.
Terima kasih, Sayang.
- Buka hadiahmu. - Baiklah, baiklah.
Astaga, ini benda terindah yang pernah aku...
Aku tak tahu apa ini.
IUD-ku.
Ini bom?
Bukan, Bodoh. Alat kontrasepsiku.
- Maksudmu, kau... - Pabrik bayi siap dibuka.
Astaga!
Astaga! Aku mau anak laki-laki!
Atau perempuan! Pasti salah satunya!
Aku mau anak kita punya satu nama.
Seperti Cher atau Todd!
Kau harus isi bayi ke dalamku dulu, Koboi.
Ya, benar.
Ayo menonton film asusila dan tunjukkan ranjang itu, siapa bosnya.
Ayo lakukan.
โช Papa โช
โช Dengar aku? โช
โช Papa, lihat aku? โช
Apa lagu ini terdengar tak asing bagimu?
May.
Connor, jika laki-laki. May, jika perempuan.
Aneh sekali.
Keluarga selalu kata buruk bagiku.
Ayahku yang berengsek kabur, lalu...
Maksudku, aku tak punya banyak teladan bagus
untuk jadi inspirasi bagi Todd.
Hei. Lihat aku.
Kau bukan ayahmu.
Lagi pula, aku tak akan pernah biarkan anak kita bernama Todd.
Tapi itu masalahnya. Bukankah memang selalu begitu?
Di Star Wars, pria ditakdirkan untuk menjadi ayah mereka
dan berzina dengan saudari mereka?
Sepertinya kau melewatkan sebagian besar film itu.
Tidak, aku yakin Luke menidurinya.
Sayang, itu Empire.
Intinya, anak-anak...
memberi kita kesempatan menjadi lebih baik.
Lebih baik dari kita dulu.
Kau jauh lebih pintar dari penampilanku.
Aku akan buat hidangan penutup.
Kau ambil mainan. Ayo kita buat bayi super.
Aku yakin bukan begitu caranya, tapi kita bisa coba.
Bagaimana dengan Krystal? Dengan "K"?
Terlalu binal. Kevin dengan "K"!
Tidak, terlalu binal juga.
Earl!
Dia akan langsung dipenjara jika kita namai Earl.
Bagaimana kalau Bruce?
- Tidak. - Menunduk.
Apa?
Sayang? Sayang?
Aku tidak apa-apa.
Syukur, aku tak perlu pakai pisau keju krim.
Kumohon.
Kumohon. Kumohon.
Sayang, maafkan aku.
Tidak!
Ayolah!
20TH CENTURY FOX MEMPERSEMBAHKAN
BEKERJA SAMA DENGAN MARVEL ENTERTAINMENT
SEBUAH FILM KARYA TUNGGU DULU!
DIPRODUSERI OLEH APA KAU BARU MEMBUNUHNYA?
DIPERSEMBAHKAN OLEH APA-APAAN ITU?
PERANCANG PRODUKSI DIA KARAKTER KESUKAAN SEMUA ORANG
PENYUNTING FILM SEMOGA BERHASIL MENGHIDUPKANKU LAGI, BODOH
DIBINTANGI JELAS OLEH REYNOLDS YANG BENCI BERBAGI KETENARAN
KUSALAHKAN PENULISNYA, "PAHLAWAN SESUNGGUHNYA" APANYA
SINEMATOGRAFI OLEH SESEORANG YANG BISA MEREKAM APAPUN
DISUTRADARAI OLEH SALAH SATU PEMBUNUH ANJINGNYA JOHN WICK
โช Papa dengar aku? โช
Ada lagi yang merasa kalau "Do You Want to Build a Snowman?"
dari Frozen terdengar mirip "Papa, Can You Hear Me?" dari Yentl?
โช Papa dengar aku? โช
Dan tak seorang pun menyadarinya.
Pulanglah. Kau sudah di sini tiga hari, ya?
Aromamu seperti asinan kubis yang didiamkan saat hujan panas.
Seperti sampah basah dalam urine panas.
Aromamu seperti anjing yang makan kotoran kucing
kemudian kentut di perjalanan menuju ruang tamu.
Seperti bantal sofa Rush Limbaugh usai menyaksikan Shark Week.
Aku suka Frozen.
Aku mencintainya. Aku mencintainya seperti laut mencintai air.
Laut itu memang air.
Yang terpenting, aku suka dia. Aku sungguh suka dia.
George Michael benar.
Aku tak akan pernah menari lagi. Sial!
Dia mati juga.
- Setidaknya masih ada Bowie. - Tn. Pool, David Bowie...
masih ada.
Benar. Bowie hidup selamanya.
Maaf.
Gelas demi gelas,
itu tak akan mengubah fakta bahwa menurutku kau sedang...
Kau kencing? Kau sedang buang air sekarang?
Itu raut wajah yang kau buat saat kau buang air.
- Dia sedang kencing? - Biar kubersihkan!
Kerja bagus, Dopinder.
Jika kau mau menjadi pembunuh bayaran,
harus bisa pegang pel sebelum pegang pistol.
Tapi aku tak begitu mengerti apa persamaan keduanya.
Supaya aku bisa sodok bokongmu dan membunuhmu.
Sekarang, pergi.
Aku mengerti.
Pulanglah, Wade.
Aku tidak punya rumah, Weas. Kau tahu, aku punya...
Tenang, aku baik-baik saja.
Kau tahu apa kepanjangan "baik", Wade?
Kacau, labil, manja, dan emosional.
Menurut...
- Kรผbler-Ross. - Ya.
Menurut model Kรผbler Ross, menyangkal itu salah satu dari lima tahap kedukaan.
Ya ampun, Buck!
Tak ada dialog lagi untukmu.
Hei, kawan. Kawan.
- Apa? - Punya korek api?
Korek api?
- Ya, aku punya di saku. - Jangan bergerak. Ini penodongan.
- Apa? - Kau dengar aku.
WADE KOKAINA
Pak, letakkan pistol itu.
Diam. Sekarang pilih. Uangmu atau nyawamu?
Dengar. Kubilang: "Uangmu atau nyawamu?"
"Aku pikir-pikir dulu!"
Astaga!
Sial!
Sedang apa kau di sini?
Kau tak bisa ketuk pintu?
Kukira kau melihatku dengan telingamu.
- Untung aku tak menembakmu di... - Dinding?
Lemari es? Tubuhku sakit semua.
Aku dengar kabarnya, Nak.
Aku turut berduka.
Aku harus berbuat apa, Al?
Sesuatu yang kacau.
Mengingat itu kau.
Ini salahku.
Aku penyebabnya.
Aku hanya ingin memeluknya, melihatnya, dan bilang maaf, tapi tak bisa.
Dia sudah tiada.
Sayang, bisa bicara lebih keras?
Agak sulit mendengarmu jika bicaramu agak melantur.
Dengar, Nak. Kau harus lanjutkan hidup.
Terima kasih, Matthew McConaughey.
Kata-katamu adalah mutiara.
Dengarkan rasa sakitmu.
Itu guru sejarah dan peramal nasibmu.
Rasa sakit mengajarkan siapa kita.
Kadang sakitnya begitu parah rasanya seperti sekarat.
Tapi kita belum hidup jika belum mati sedikit, 'kan?
Wade?
- Wade? - Aku di sini, Althea.
Dan itu adalah hal terindah yang pernah kudengar.
Dan kau benar sekali.
Aku akan melakukan sesuatu yang kacau.
Bagus, bukan?
Apa kau pahlawan super?
Benar sekali, Nak.
Siapa namamu?
Kapten Celana Lezat.
Siapa Kapten Celana Lezat?
Aku tak percaya dia masih hidup.
Aku tak percaya kau keluar rumah berpakaian seperti itu.
Pasti ada cara untuk mati.
Aku hanya perlu mati lebih giat lagi.
Properti milik Fox.
Semua sudah jelas?
Pabrik bayi siap diisi.
Kegilaan kita saling mengimbangi.
Aku tak akan pernah biarkan anak kita bernama Todd.
- Koin Skee-Ball. - Kau jauh lebih pintar dari penampilanku.
Tentang kenapa kita begitu cocok.
Aku mencintaimu, Wade Wilson.
Ness?
Ness.
Ness!
Ness, ada sesuatu di sini! Aku tidak bisa sampai ke dirimu.
Hatimu bukan di tempat yang benar.
Tunggu, tunggu. Apa?
Hatimu bukan di tempat yang benar.
Tunggu. Apa maksudmu
"Hatiku bukan di tempat yang benar?" Apa artinya...
Aku turut berduka, Wade.
Kau berantakan.
Ya ampun. Aku kenal suara itu.
Russell.
Kudengar kau pandai dalam membuka gembok.
Itu tidak diperlukan di sini.
Tidak ada gembok di pintu, tidak ada jeruji di jendela.
Aku tahu yang kau pikirkan.
Kenapa anak-anak lain tidak kabur?
Siapa yang mau tinggal di sini?
Kau tetap tinggal karena
dalam hatimu, kau tahu kau tak layak untuk pergi.
Jangan khawatir.
Kita bisa perbaiki.
Diberkatilah si jahat yang disembuhkan tanganku.
"Hati di tempat yang benar."
"Hati di tempat..." Apa artinya itu?
Lepas topengmu, Wade.
Kuharap kau bilang "celana".
Ayo kita bermain.
Namanya "Adrien Brody atau Adam Brody?".
Sekarang, tutup mata dan buka mulutmu.
Tak perlu melucu di sini.
Kita harus bicara.
Kau butuh awal baru.
Silaunya.
Aku bagai di panggung Gaiety.
Dengan latihan, kau bisa menjadi X-Men.
Kau buang-buang waktu, dewa berkilau.
Aku tak cocok jadi X-Men.
Sangat merendahkan.
Wade, ini Yukio. Yukio, ini Wade.
Pemandangan macam apa ini?
Dia pacarku, orang kolot berengsek.
Astaga, jangan marah dulu, Fox and Friends.
Aku hanya terkejut ada yang mau denganmu.
Khususnya, Pinkie Pie dari My Little Pony.
Aku suka dia.
Tunggu saja nanti.
Senang melihatmu seperti ini.
- Ya. - Dah, Wade!
Jadi, ini peraturan selama kau tinggal di sini.
"Peraturan pertama. Jangan pernah membunuh,
"siapa pun, sejahat apa pun dirinya.
"Kedua, labeli semua barang di kulkas..."
Wade?
Wade?
- Jangan coba kejar aku. - Wade!
Aku belum siap disentuh lagi.
Banyak kakek kulit putih di dinding.
Siapa yang tinggal di sini, Calista Flockhart?
Patungnya sudah rusak sebelum jatuh!
Aku harus lakukan apa di sini?
Duduk melingkar, membahas perasaanku?
Bagaimana tepatnya kulakukan itu?
Karena... di mana semua orang?
Di sini selalu hanya ada kau dan Negasonic Teenage Si Nama Terpanjang...
Cukup!
Kubilang jangan sentuh!
Apa-apaan!
Kau kira studio akan membantu kita.
Yang tak akan menjadi topik pembicaraanku.
Film pertama lebih untung
dibandingkan orang penemu celana.
Mereka tak bisa menghapus salah satu dari X-Men terkenal?
Bagaimana dengan si pecundang bersayap merpati raksasa itu?
Lagi pula, apa gunanya?
Melayang semeter dari tanah agar bisa mematuk remah-remah roti?
Tidak, tidak, tidak!
Aku tidak cocok menjadi X-Men sama sekali.
Pertama...
aku bukan perjaka. Kedua dan lebih...
Seharusnya kutinggalkan kau di puing belas kasihanmu itu.
Tapi beginilah teman. Mereka datang!
Bukan di saat senang atau mudah.
Di saat sulit, dan kau selalu menyulitkan!
Kau tak sehat.
Aku sudah ambil risiko membawamu kemari.
Tunggu! Salah satu bajingan yang membunuh Vanessa lolos.
Astaga!
Kukira kau hendak menciumku.
Aku tak bisa berhenti kalau kau menciumku.
Wade, siapa pun orangnya,
kita lacak dia, lalu kita bawa ke pengadilan.
Aku orangnya.
Aku bajingan yang lolos.
Aku bunuh mereka semua, kecuali aku.
Aku tidak bisa mati.
Kami mau membangun keluarga.
Tadinya kami...
Tadinya kami akan menjadi keluarga.
Wade, Vanessa sudah tiada dan tak akan kembali.
Mungkin ini bukan keluarga yang kau mau, tapi yang kau butuhkan.
Hatimu baik. Tempatnya di sini agar bisa tumbuh.
Apa kau bilang?
Soal hatiku?
Rasanya aku di tempat yang benar.
Biar kuberi tahu apa itu kebohongan besar.
Tisu toilet.
Apa yang buruk soal tisu toilet?
Mereka membereskan tugasnya.
Apa benar?
Baiklah. Katakanlah kau bangun besok pagi
dan ada kotoran masih segar di wajahmu.
Di pipi, sedikit di janggut.
Apa-apaan? Aku akan mual!
Apa yang kau lakukan?
Pergi ke kamar mandi dan mengambil tisu basah
dan menggosok sedikit ke janggutmu
lalu kau melaksanakan aktivitasmu?
Mengunjungi gereja, tempat makan malam dan bioskop,
seolah tak ada yang terjadi?
Dari mana informasi itu?
Tapi sesuatu terjadi.
Wajahmu bau kotoran. Benar?
Jadi yang akan kau lakukan,
adalah mengambil sabun, air panas
kemudian menggosok kotorannya
dari janggutmu selama 10 menit.
Gosokanmu masih belum cukup.
Kau berusaha membuatku jijik?
Aku mulai merasa...
Tisu toilet cukup untuk hidangan pembuka.
Tapi...
tisu basah Huggies Natural Care.
Itu hidangan utamanya.
Tisunya lembut, dan lembap. Itu untuk bayi.
Akhirnya, satu seka lagi dengan tisu toilet,
mungkin keringkan sisa kelembapan.
Mungkin manjakan diri dengan angin, jika ada pengering rambut.
Sekitar tiga puluh detik itu cukup.
Apa-apaan?
Tahun?
Apa?
Tahun berapa ini?
Pertanyaan konyol macam apa itu?
Ada kamp pelatihan delapan minggu di depan kita.
Itu semua akan mempersiapkan kita untuk segala macam pertarungan.
Sama sekali tak bekerja.
Selotip.
Tak cocok untuk wadah aluminium dingin.
Velcro. Tempelan berwarna, efisien,
ramah lingkungan.
Dia bicara pada siapa?
Kenapa pakaiannya seperti pelaku seks?
Bisa fokus sebentar, Nona-nona?
Kita harus bahas soal persiapan bahan makanan bulan depan.
Jelas, semuanya benci ceviche.
Kubaca di kotak saran.
Kuhentikan kau di situ.
Aku tahu tindakanmu yang pura-pura.
Kau mungkin bisa menipu Colossus dengan sikap sok baikmu
tapi tidak denganku.
Jangan kejam begitu.
Sudahlah, NTW.
Tidak. Biarkan saja.
Biarkan saja, tidak apa-apa.
Dia punya hak untuk curiga.
Lihat aku. Aku sasaran empuk.
Secara historis,
berbuat onar adalah sifatku
jadi aku mengerti. Tapi aku suka berpikir
bahwa kalian termotivasi olehku.
Aku suka berpikir kalau aku termotivasi oleh kalian juga.
Sering kali.
Untuk pertama kalinya sejak lama
aku sayang diriku.
- Kuterima permintaan maafmu. - Aku tak pernah minta maaf.
Aku bicara pada hatimu.
Lihat? Pikiranmu tidak sesat.
Aku bangga. Kau berubah menjadi lebih baik.
Terima kasih, Colossus.
Hanya berusaha menjadi X-Man terbaik dunia.
Maaf, X-Person.
Ada yang salah dengan sabunnya.
Tidak apa-apa.
Baru kuisi. Coba tekan lagi.
Sekarang, aku permisi dulu
ini musim tungau dan aku berburu virus.
Dah, Wade!
- Berengsek. - Kau berengsek.
Tak ada yang terlahir sempurna.
Tapi kalian bisa terlahir sempurna.
Aku tahu kalian mendapatkannya secara alami.
Kalian tak bisa menahan diri.
Tapi sebenarnya kalian bisa.
Perlu usaha, disiplin...
dan perawatan.
Kemampuanmu...
Aku tahu betapa menggodanya.
Kau merasa begitu kuat.
Tapi belajarlah untuk tidak menggunakannya
agar kekuatanmu tidak memanfaatkanmu.
Jangan sedih.
Aku akan membantu.
Akan kubuat kau merasakan yang sudah seharusnya.
Apa yang perlu kau rasakan...
tiap kali kau ingin menggunakan kekuatanmu.
Isap penis mutanku, bedebah berkaca mata!
Wade.
Wade!
Masuklah! Aku hanya sedang membaca buku...
Kita punya misi.
Jaga diri kalian di luar sana.
Kudoakan kalian selamat.
Tidak, aku ingin kau ikut.
Maaf, apa?
Kau dengar aku.
Percayalah, itu ide buruk.
Aku belum siap.
- Kau sudah siap. - Belum.
Naik ke X-Jet lima menit lagi.
Bisa kulakukan dalam 30 detik.
- Sekarang. - Bisa kulakukan sekarang.
Tawaran terakhir.
Irene Merryweather WHIT News.
Langsung dalam situasi berita terkini di Rumah Essex untuk Rehabilitasi Mutan.
Seorang anak mutan tampaknya sedang mengalami insiden
- dengan polisi di belakang saya. - Jauhi aku!
Ada dua kendaraan polisi yang telah terbalik.
- Tembakan dilepaskan. - Pergi! Mundur!
Sebuah situasi yang kacau total.
Tenang.
Kubakar kau! Kau, mundur!
Jauhi aku!
Kalian mau mati konyol?
Tampaknya tim X-Men telah tiba...
Berpencar!
...dengan tim yang kelihatannya masih pemula.
Semuanya, tenang! Tim ahli sudah datang. Aku...
Kamilah X-Men!
Metafora kuno rasisme di tahun 60-an. Jadi, respek.
Istirahat di tempat, Petugas.
Apa yang kau lakukan?
Tugasku!
Kau yang bilang aku sudah siap, dan sejujurnya aku tak setuju.
Tapi di sinilah kita, mencoba mengatasi perbedaan.
Seperti kata Beyonce, "Tolong, tolong jangan selingkuh lagi."
Hei!
Ini insiden kelima.
Anak ini harus masuk Kotak Es, bukan di sini.
Tempat Russell bersama kami.
Bukan penjara. Aku jamin, semuanya terkendali.
Mundur! Kubakar kau!
Aku tak merasakan nuansa terkendali di sini, Marty.
- Maksudku Glen, benar? - Daniel.
Aku yang bertanya.
Biarkan aku bicara pada anak itu.
Kau di sini saja dengan bibir seksi rahasia anehmu.
- Kau mau mati? - Anak ini menggemaskan.
Entah kenapa aku bawa peluru tajam.
Akan kubakar kalian!
Hari pertama. Aku gugup!
Apa kau bilang "peluru tajam"?
Ya, mungkin seharusnya kubawa pistol air saja.
Hai, kau!
Mundur, atau Justin Bieber mati!
Justin Bieber. Dia memanggilmu Justin Bieber.
Tahan! Tunggu, tunggu!
Tolong jangan lakukan apa pun itu, ya?
Kita bicara saja. Namamu Russell, bukan?
- Firefist. - Firefist.
Itu nama yang keren. Apinya sampai mana?
Di kepalan saja, atau naik sampai ke siku?
Jelas naik sampai ke siku.
Ikut dengan tenang, atau akan ada masalah.
- Kau curi itu dari film Robocop! - Itu dari Robocop!
Tenang saja dulu!
Kau membuatku malu. Dengar, Fire...
Astaga! Aku tak bisa mengatakannya! Maafkan aku!
Kacau! Cukup sudah!
Taruh lenganmu di belakang lutut dan tundukkan kepalamu! Sekarang!
Wade! Apa peraturan pertama?
Labeli semua yang ada di kulkas!
- Jangan dilewati! - Peraturan dibuat untuk dilanggar!
Itu justru kebalikan dari tujuannya dibuat!
Sial! Baik! Aku mulai dari awal.
Namaku Deadpool, dan aku seorang X-Men!
- Pemula! - Diam!
Dengar, aku mengerti.
Kau takut.
Sendirian.
Tak punya keluarga.
Aku juga tak punya keluarga.
Kau tinggal di tempat jelek ini. Coba tebak?
Aku dulu tinggal di tempat jelek seperti ini.
Tapi apa kau tahu?
Wanita bijak pernah berkata padaku:
"Bicara lebih keras.
"Agak sulit mendengarmu jika bicaramu agak melantur."
Berlebihan. Aku berlebihan, ya?
Itu menyegarkan.
Tetap bersekolah, Nak.
Atau jangan. Aku tidak.
Dan menjadi X-Men.
- Pemula. - Terserah!
Saatnya pendaratan pahlawan super!
RYAN REYNOLDS
Aduh, aduh, aduh!
Ini sangat tidak praktis.
Enak juga rasanya menjadi X-Men.
- Pemula! - Pemula!
Ambilkan pasung kekuatan. Sekarang!
Tenang, Nak. Sudah selesai. Kau ditahan.
- Apa gunanya itu? - Kalung penghambat kekuatan.
Menghilangkan kekuatan mutan.
Tidak bisa dilepas. Kecuali kau punya granat.
Seharusnya pakai itu dari awal.
Terima kasih!
Tadi itu seru sekali.
Kepahlawanan sejati beraksi.
Kami berutang padamu.
Kami ambil alih dari sini.
Bawa aku ke Kotak Es, kumohon!
Di mana pun lebih baik daripada di sini.
Percayalah, Nak. Kau tak akan mau masuk Kotak Es.
Tempat itu membuat bokong Hitler terlihat seperti Waikiki.
- Ayo kita ke dalam, Anak Muda. - Tidak. Tunggu, tunggu.
Kalian di sana saja.
Mereka menyakitimu?
Siapa?
Si botak? Jared Kushner?
Dua-duanya?
Persetan.
Empat atau lima momen!
- Maaf? - Empat atau lima momen!
Hanya perlu itu untuk menjadi pahlawan.
Orang pikir kau bangun jadi pahlawan, gosok gigi jadi pahlawan,
ejakulasi ke tempat sabun jadi pahlawan.
Bozhe moy!
Tapi tidak! Menjadi pahlawan hanya perlu beberapa momen!
Melakukan kerja berat yang orang lain tak mau.
Tidak!
Mundur! Tahan tembakan!
- Wade, apa yang kau lakukan? - Colossus, jangan!
Kau benar, Wade. Kau tak cocok jadi X-Men.
Benar, Gandhi Berkilau!
Apa petunjuk pertamamu?
Peluru tajam yang menembus wajah orang itu?
Anak itu disiksa!
- Kau tahu itu! - Tapi ada peraturan!
Kau bukan hakim, juri, atau algojo!
Persetan dengan peraturanmu! Aku pejuang kebenaran!
Dan kadang kau harus main kotor!
Ini terakhir kali kau mengecewakanku, Wade.
Ya, masukkan mereka ke tahanan.
Bawa mereka ke Kotak Es.
Hei, Sayang!
Aku masuk gang mana, ya?
Ya!
- Apa ada semacam Topi Seleksi? - Hai.
Aku selalu menanggap diriku
lebih ke Hufflepuff Pantai Timur.
Aku membuat kesalahan dalam reservasi Airbnb-ku.
Ini tidak mirip seperti di situs web.
Aku suka dekorasinya.
Aku tak tahu kalau putus asa adalah warna.
Belok kiri, Pecundang.
Silakan, kau dulu.
Satu lagi mutan menjijikkan diamankan.
Malam ini kami bisa tidur nyenyak.
Ayo makan bagel.
Selamat malam, bajingan cerewet!
Kekuatan supermu tak dapat bekerja.
Ya. Hanya kanker.
Tak perlu cemas, kami teman lama.
Sial!
Aku ingin jadi pahlawan super.
Selalu ingin punya pakaian super.
Lalu kenapa?
Kapan terakhir kali kau lihat pahlawan super gendut?
Tak pernah.
Industri itu diskriminatif.
Persetan pahlawan super.
Hal yang paling membuatku kesal
aku tak pernah mandiri.
Selama hidupku.
Aku menantikan seseorang untuk datang menyelamatkanku.
Tak ada yang mau berkorban untukku.
Aku harus mulai mandiri.
Kini aku punya misi.
Tindakan pertamaku begitu keluar dari sini,
membakar si kepala sekolah hidup-hidup, lalu swafoto dengan jasad hangusnya.
Itu bagian favoritku dalam Alkitab.
Aku tak punya boneka kaus kaki
tapi apa yang diperbuatnya?
Dia menciummu?
Aku berbisik, tapi Skittles akan menuntut kita.
Bajingan itu benci mutan.
Dia berusaha memusnahkan gen mutan kami.
Tak ada yang lebih buruk dari tipe orang "usir orang-orang gay".
Orang sinting.
Besok, kita cari orang terbesar di sini...
dan jadikan dia budak!
Apa itu tadi?
Itu orang terbesar di sini.
Fakta seru tentang Kotak Es, walaupun tidak ada yang pernah lihat,
mereka menahan monster di basemen.
Tepat di samping bayangan besar.
Dengar...
aku tidak bisa melindungimu.
Dengan kalung ini, kekuatan superku hanya kanker ganas.
Beri aku busur dan panah, aku bisa menjadi Hawkeye.
Sekarang, permisi dulu,
aku harus menumbuhkan tumor. Vanessa menanti.
Aku mulai dengan membuat pisau.
- Pendengar yang baik. - Aku mencuri pena penjaga...
dan kusimpan di kantong penjara,
jika kau tahu maksudku.
Kuharap aku tidak mengerti.
Ada di dalam, aku hanya perlu mengeluarkannya.
Ya ampun.
Aku bisa mendengarmu merogoh di sana.
Apa mereka membuat Purell untuk telinga?
Berita terbaru dari yang dilaporkan sebelumnya,
setelah kebuntuan panjang di luar Rumah Essex untuk Rehabilitas Mutan,
dua mutan ditahan dan dipindahkan ke Kotak Es.
Memasuki mode perbaikan.
...beberapa mobil polisi hancur
dan X-Men datang untuk menertibkan.
Sel tujuh dan sembilan kini terlarang untuk staf medis.
Sel tujuh dan sembilan kini terlarang untuk staf medis.
Jangan begitu.
Apa? Kenapa berkedip padaku?
Aku menjagamu.
Astaga.
Kau sakit, aku harus melindungimu.
Jangan ganggu aku, Nak.
Bagus.
Astaga, halo, anak baru.
Senang melihat ada wajah segar di sini.
Aku pernah menjadi model untuk katalog,
tapi model hanya batu loncatan ke akting.
Aku bicara dengannya.
Kita pernah bertemu? Aku tidak ingat kumismu.
- Black Tom Cassidy. - White Wade Wilson.
Apa kekuatan supermu? Mencuri budaya?
Kabarnya kau adalah napi tertangguh di sini.
Kau kelihatan lemah bagiku.
Peraturan pertama penjara, Bedebah, cari orang terbesar dan jadikan dia...
Orang terbesar kedua.
Aku tak butuh kena hepatitis baru.
Penanya licin juga. Meja ini perlu dibersihkan!
Bisa tolong bersihkan mejanya?
Nak, kurasa kau salah pilih kubu.
Aku tidak salah! Dia temanku!
Diam. Kita bukan teman.
Kau akan kuberi pelajaran.
Aku senang sekali! Kau begini...
Dan aku begini... "Silakan duduk, Pecundang."
Biarkan aku mati tenang.
Kita tim yang hebat!
Kita bukan tim.
Kenapa kau bilang begitu tadi? Kita teman, rekan.
Kita bukan rekan atau teman.
Kita tidak akan berkuda menuju matahari terbenam.
Aku akan mati karena kanker,
dan kau menang piala Kotak Es untuk mulut terlembut.
Hanya ada satu orang di dunia yang kusayangi dan dia sudah tiada.
Kau mau selamat?
Jangan coba menikam orang terbesar di sini
dan bertemanlah dengan mereka.
Bertemanlah dengan seseorang.
Asal bukan aku.
Mungkin dengan Black Tim.
Black Evan, entahlah.
Yang kuingat dia berkulit hitam.
ZONA KEAMANAN MAKSIMUM
Sistem tidak berfungsi.
Sel tujuh, 12, 14, 27.
Kembali ke sel, mutan kotor! Masuk ke dalam!
Sel satu, tiga, tujuh, delapan.
Mencari.
Sel nol empat ditemukan.
Pintunya tak mau terbuka!
Cepat berlutut!
Itu tadi sel kita.
Kapan aku pernah membuat marah kakek tua galak berlengan Winter Soldier?
Jauhi aku, Nak!
Dengarkan aku! Pergi!
Halo, Russell.
Aku tidak berunding.
Siapa kau?
Aku Batman.
Hentakannya kuat.
Jangan sedih, aku saja gagal membunuhku.
Bicara!
Pengecut macam apa yang mau membunuh anak usia 14 tahun?
Sebaiknya kau mulai bicara!
Karena aku terkenal sering menembak di saat seperti ini!
Namaku Cable.
Aku dari masa depan. Jangan ikut campur.
Jadi, kau dari masa depan.
Kalau begitu, ada tiga pertanyaan.
Satu, apa dubstep masih tren?
Kedua, apa orang-orang masih primitif?
Ketiga, apa Dopinder menemukan cintanya?
Dubstep itu untuk pecundang.
Kau kelam sekali!
Yakin kau bukan dari DC Universe?
Aku suka dubstep!
Itu tas pinggang?
Dulu di tahun 1990an aku tak pernah punya!
Sedikit kenang-kenangan untukku.
Kembalikan itu! Itu selalu bersamaku.
Seperti ingatan tas pinggang jelekmu!
Kenapa kau melindungi anak itu?
Aku tidak peduli dengan dia...
dan pola pikir Are You My Mother? miliknya.
Ini gunanya apa?
Di setiap film, ada momen di mana pahlawannya jatuh ke titik terendah.
Dalam Cool Runnings, itu saat kereta seluncur John Candy rusak.
Dalam Human Centipede, itu saat para aktornya meneken kontrak film itu.
Tapi di film ini, kalian sedang menyaksikannya.
Cepat berlutut, mutan berengsek!
Titik...
terendah.
Aku mencintaimu, Wade Wilson.
Ness?
Hei, Ness!
Ness, boleh aku masuk? Kumohon!
Ayolah.
Ya ampun.
Kau tak memberiku banyak petunjuk.
Aku sudah kehabisan akal.
Aku bergabung dengan X-Men.
Aku masuk penjara. Aku...
Apa anak itu?
Anak-anak memberi kita kesempatan menjadi lebih baik.
Anak itu!
Itulah yang dia maksud.
Hatimu harus ada di tempat yang benar.
Aku tidak akan abaikan anak ini.
Dia tak pernah punya siapa-siapa.
Aku tidak boleh egois.
Ya, tapi apa artinya itu?
Artinya, selamatkan Russell.
Aku tak bisa selamatkan Vanessa,
tapi mungkin aku bisa selamatkan remaja gemuk dari Selandia Baru.
Ya, tapi maksudku adalah, kata itu "tidak egois."
Aku sungguh tak tahu apa artinya.
Astaga.
Baik, dengar. Kata orangku,
para mutan itu dipindahkan
ke penjara keamanan maksimum, 130 km dari sini.
Bagus, aku akan jemput dia di jalan.
Tunggu sebentar, sobat.
Mereka dipindahkan dengan konvoi lapis baja.
Dan seorang tentara super ganas dari masa depan
yang ingin mengubah tengkorakmu menjadi asbak mesum.
Kau tahu kita harus apa?
Kita perlu membentuk sebuah tim.
Mereka harus tangguh, moralnya fleksibel,
dan cukup muda untuk membawa waralaba ini
hingga 10 sampai 12 tahun lagi.
Tim penuh orang-orang terlatih.
Aku membahas soal Ocean's 14. Rogue Two.
John Wick 3, tapi dengan sutradara orisinil.
Tubuhku adalah instrumen maut.
Jangan sekarang, Dopinder.
Aku bisa sangat berguna.
Apa kekuatan supermu?
- Keberanian. - Manis sekali.
Apa kau cukup berani untuk mengecek
apa ada cukup pembalut wanita di dispenser?
- Siap, Pak. - Maaf kau harus lihat itu.
Tapi aku senang kau mendengarnya.
Baiklah, aku akan buka lowongan.
Tapi tidak ada tunjangan medis atau gigi.
Saatnya kembali ke LinkedIn.
Perhatian, semua tahanan!
Pemindahan ke Cross Force Penjara Fasilitas Pengendalian Mutan
akan dimulai pukul delapan.
Inspeksi sel akan dimulai pukul enam...
Hei!
Apa yang kau mau?
Itu pudingku, berengsek.
- Persetan pudingmu! - Kau suka puding?
Perkelahian!
Halo?
Aku tahu kau di dalam sana.
Pasti sulit jadi orang terbesar di sini.
Sepi di tempat tinggi?
- Mereka akan memindahkan kita besok. - Ya.
Mungkin aku bisa mengeluarkanmu.
Dan kita bisa jadikan seluruh dunia budak kita.
Kita butuh kode rahasia.
Jangan, itu konyol, Russell. Payah!
Kita satu tim.
Kita seperti preman, seperti gangster.
Aku seperti Tupac, dan kau seperti Ice Cube.
- Katanya dia bisa rap juga. - Ya.
Aku suka.
Bagus, ini semua bagus.
Kenalkan Bedlam.
Nama keren! Kekuatannya?
Aku bisa kacaukan medan listrik.
Termasuk yang di dalam otakmu,
menyebabkan rasa cemas, bingung, dan sakit.
Jadi, pada dasarnya, kau Dave Matthews.
Kita bisa pakai dia.
Aku Zeitgeist.
Keren. Aku suka.
Jadi, kau punya kekuatan untuk tahu kabar terkini masyarakat?
Bukan.
Bukan. Ludahku asam.
- Mau kuperagakan? - Tidak! Terima kasih.
Kami percaya saja.
Dengar, kita semua pernah makan di Arby's, paham?
Ya. Dan ini adalah The Vanisher.
Tapi...
Menghilang!
Bagus! Benar?
Dia tidak di sini, ya?
Dia mungkin terlambat.
Namaku Rusty, tapi aku disebut Shatterstar.
Itu bagus, ya.
- Rusty itu jelek. - Sulit.
- Jadi, kau dari mana? - Planet Dunia Mojo.
Jadi, kau alien, kurasa.
Bagaimana itu bisa membantu kami?
Intinya aku lebih baik dari kalian dalam segala semua hal.
Sekali saja, aku ingin temukan planet berisi orang
yang lebih payah dariku dalam segala hal.
Sekumpulan orang bodoh.
Aku mau ke sana dan menjadi Superman mereka.
Bukankah itu Kanada?
Tutup mulut kotormu!
- Kenalkan... - Domino.
- Apa kemampuanmu? - Aku beruntung.
Keberuntungan bukanlah kekuatan.
- Kekuatan. - Bukan.
- Kekuatan. - Bukan.
- Kekuatan. - Bukan.
- Kekuatan. - Bukan.
- Kekuatan. - Bukan.
- Bukan. - Kekuatan.
Sudah kubilang.
Keluar dari kepalaku!
Aku tidak berada di kepalamu.
Aku berada di toilet berusia 11 tahun.
Jika kau beruntung, kenapa kau di sini dengan kami?
Aku belum tahu.
Apa maksudnya itu?
Pasti ada alasan aku di sini, dan nanti aku akan tahu.
Semuanya biasanya menguntungkanku.
Seperti Ryan Reynolds tahun 2008.
Aku tidak kenal dia.
Kau diterima.
Beruntungnya aku.
Dia keren.
Dan yang terakhir.
Peter.
Aku sedang dibohongi, atau...
Punya kekuatan yang ingin kau ceritakan?
- Punya... - Tidak.
Aku tidak punya.
Aku hanya melihat iklannya.
Sama sekali tak punya?
Aku punya diabetes tipe 1 dan 2.
Itu semua tipe diabetes.
Ya, kau punya semua.
Kalau kau menemukan tipe 3, kabari kami.
Ya.
Kau diterima.
- Ya. - Sial!
Ini memuaskan.
SEKOLAH SUSTER MARGARET UNTUK ANAK-ANAK TERSESAT
Maju!
Ini Konvoi 17 memberangkatkan Kotak Es.
Kami di jalan.
Kedamaian membuat orang melunak.
Aku lahir dalam perang.
Tumbuh di dalamnya.
Baiklah.
Apa pengalamanmu yang paling menyakitkan?
Ikatan ini lumayan...
Orang pikir mereka tahu rasa sakit.
Mereka tak memahami konsepnya bila melebihi penderitaan mereka.
Usia lima tahun. Apa deritanya?
Sengatan lebah.
Ya.
Usia 20 tahun, serpihan granat.
Usia 40 tahun, penyakit.
Mungkin penderitaan yang meninggalkan lebih banyak mesin dari manusia.
Bertambah tua bukan untuk banci.
Itu sebabnya Nenekku Ginny pernah...
Aku punya daftar.
Kita praktikkan satu per satu.
Bersama.
Nomor satu, aku akan membengkokkan sesuatu,
yang tidak seharusnya bengkok.
Ya, sebaiknya sampai situ saja,
karena aku tak akan bertahan sampai nomor dua.
Nomor satu pun tidak.
Aku tidak tahan sakit.
Jika ibu jariku terantuk, aku istirahat seharian.
Aku menangis saat Felicity batal tayang.
Saat aku ketakutan, aku ereksi tegang karena gugup.
Sekarang pun begitu.
Jangan dilihat, akan makin parah.
Aku tak ingin kau menyakitiku, maka aku akan beri tahu apa pun.
Kecuali lokasi mereka.
Russell ada di konvoi menuju Selatan di Gerry Duggan Parkway.
Monster itu bersama mereka. Jangan macam-macam dengannya.
Kalian semua tahu rencananya.
Cegat konvoinya, ambil anak itu.
Tapi jangan tidak sopan!
Jangan macam-macam dengan Deadpool juga.
Karena dia kini punya tim. Dia tak terhentikan.
Dia punya pulpen bokong dan akan menikammu dengan itu.
Hati-hati dengan orang ini. Cable!
Dia pendek sekali, 180 cm. Tidak seperti di komik.
Jika sukses, kita pulang lebih awal.
Jika kau kejar mereka, Cable, kuperingatkan...
ada bahaya angin di sana.
Ada guncangan di sini.
Aku tidak tahu banyak tentang si Cable ini,
tapi kujamin dia belum membunuh orang sebanyak melanoma.
Kita sudah dekat!
Sebagai mantan X-Men...
- Pemula. - Terima kasih, Bedlam.
Aku tidak bisa terima diskriminasi seks pada nama grup itu.
X-Men! Lelaki!
Intinya grup kita akan lebih berpikiran maju.
Netral gender.
Mulai sekarang, kita akan dikenal sebagai...
X-Force.
Bukankah itu agak meniru?
Aku tidak tanya pendapatmu, Peter!
Tadi bukan aku.
Buka parasut di ketinggian 400 m, cegat konvoi, dan ambil bocah itu.
Ayo kita hajar mereka, Sayang!
Setelah mendarat, lihat aksiku!
Ya!
Aku tidak sabar mau membunuh!
Hei, hei!
Aku mau bilang betapa bangganya aku pada tim ini.
Kalian tahu, kalian terlihat keren!
Vanisher, aku yakin kau terlihat keren juga.
Dan ini adalah keluarga yang selalu kuimpikan dan aku...
Sial, aku hanya...
Kadang aku suka tersedak.
Aku benci menyela, tapi ada yang cemas soal angin kencang ini?
- Gary. - Namaku Peter.
Aku sadar ini baru bagimu, tapi tenang,
kau telah dipilih oleh kuasa yang lebih tinggi.
- Apa dia baru mengaku Tuhan? - Ya, kurasa begitu.
Aku mau pulang.
Dan aku ingin McRib tersedia sepanjang tahun,
tapi kadang impian tak terkabul!
Aku habiskan sepuluh tahun di Pasukan Khusus.
Kau pikir kami pernah batal terjun hanya karena angin kecil?
Kau tidak bisa mundur, Kumis!
Aku hanya teriak agar membuat yang lain terkesan.
Aku takkan biarkan kau terluka, beruang manisku.
Leonard, mainkan!
Ayo, ayo, ayo!
Ayo beraksi!
Ya!
Konvoi, arah pukul 12! Tunggu aba-abaku!
Buka! Astaga!
Agak keluar jalur.
TAMAN HIBURAN HILLSIDE PERTUNJUKAN BONEKA SIANG INI
Astaga!
Itu mereka.
Lihat para bajingan menawan itu.
Ya! Bagus, Bedlam!
Tidak! Astaga!
Shatterstar. Baiklah, kau pasti bisa.
Kiri!
Kiri!
Kau pasti gila ingin lepas landas di sini.
Kirimu, payah!
Ya, sepertinya kita temukan hal yang tidak kau kuasai.
Vanisher.
Mungkin angin tak bisa meniup yang tidak terlihat.
Serius?
Baiklah, kita bisa lakukan ini berempat.
Beruang manis. Kau pasti bisa, Kawan!
Itu bagus! Itu semangat X-Force!
Jangan pernah remehkan pria berkumis!
Tanya saja orang di Brooklyn.
- Kita berhasil! - Kau seorang pahlawan super, sungguh!
X-Force!
X-Force.
- Peter. - Aku bersamamu, Sobat!
Kau akan selamat!
Kau pasti bisa, jagoan. Semangat, Peter!
Lihat aku. Kita X-Force, 'kan?
- Ya, kita X-Force. - Kita X-Force.
Astaga! Apa-apaan itu?
Muntahan zat asam sial!
Astaga! Aku akan muntah dalam topengku.
Baik, aku di atas konvoi.
Di mana anggota lain mendarat?
Ada kabar baik dan buruk.
Kabar buruknya, seluruh tim mati.
Kabar baiknya, kurasa tak akan ada yang merindukan Shatterstar.
Dia agak berengsek. Tapi Paul!
Peter!
Peter, aku akan sangat merindukannya.
Tapi ada kemungkinan Vanisher selamat.
Tidak, mustahil. Dia sudah mati.
Seluruh tim?
Hanya yang utama. Kita tidak apa-apa.
Astaga, kau payah sekali.
Siapapun yang mengatur aksi berbahaya itu
habis mengisap banyak mariyuana.
Aku terlalu banyak cerita.
Sudah cukup jelas!
Kau tampan, Vanisher.
Mereka menuju terowongan.
Aku satu-satunya harapan anak itu, jadi, duduk dan tunggu perintah.
Terserah.
Kita akan kehilangan mereka. Aku terjun.
Jangan dulu, penyintas tunggal.
Keberuntungan bukanlah kekuatan! Kita benar-benar celaka!
Tidak, kita sangat tidak celaka.
Sungguh, aku tidak paham.
Apa matamu bisa menembakkan laser keberuntungan?
Itu sulit dibayangkan, dan jelas tidak sinematis.
Maksudku, keberuntungan?
Seniman buku komik pecandu teler aneh mana
yang menciptakan kekuatan ajaib itu?
Mungkin orang yang tidak bisa menggambar kaki!
Sekali lagi, semua ini menjadi tanggung jawabku.
Itu sebabnya aku dikutuk beraksi solo.
- Berkelana mencari... - Aku masuk.
Maaf, apa kau bilang?
- Aku masuk. - Bagaimana mungkin kau sudah masuk?
Tidak.
Itu Cable, di depan.
Baik.
Rencana baru. Gunakan kekuatan khayalanmu
untuk mencegah Cable membunuh anak itu.
Aku menyusul di belakangmu.
Senapan itu luar biasa!
Hei! Berengsek!
Di mana dia? Aku tidak lihat.
Dia di atasmu.
Dia membuka pintunya!
Dia masuk lewat belakang!
Astaga, dia di dalam!
Kau dengar dirimu sendiri, 'kan?
Penyataan ambigu tidak sengaja!
Russell! Russell Collins!
Menjauh dari anak itu, John Connor!
Tidak, tidak, tidak!
Sial!
Kumohon! Tolong!
Aku juga bisa mainkan itu!
Dapat! Tidak dapat.
Waktunya pertunjukan, Mama!
Dewi Keberuntungan, pegang setirnya.
Aku mau tanya namamu, tapi kau akan segera mati.
Aku Domino, dan aku ragu.
Bertahanlah, Doms!
Ini sulit sekali.
Dan kembalikan koin Skee-Ball-ku.
- Kerjamu bagus. - X-Force.
Kurasa dubstep tak ada matinya.
Kau bunuh Black Tom, dasar rasialis berengsek!
Sayang sekali.
Remnya tak berfungsi!
Coba akali!
Tak ada yang tak bisa kubunuh.
Seperti yang Bapak Pramuka Kevin pernah katakan:
"Ada kali pertama untuk segalanya, Nak."
Beri tembakan terbaikmu, Willy Mata Satu.
Peluru itu cepat sekali.
Kita mulai.
Domino, bisa pelan sedikit?
Semoga bisa!
Tok, tok.
Itu baru temanku.
Asta...
Akan kuakui ini tak berjalan sesuai rencana.
Akan kuakui juga rencana itu ditulis dengan krayon.
Kelihatannya Russell dapat teman baru. Iri.
Ternyata Domino agak cukup tangguh dan mungkin, agak sedikit beruntung.
Tapi Cable? Dia emosional.
Emosi yang akan segera bertambah buruk.
Ada sesuatu yang sangat tidak beres.
Aduh.
Astaga, sakit sekali.
Terima itu, Mel Gibson.
Russell.
Russell!
Russ... Di mana kau?
Russel! Kau tidak apa-apa?
Syukurlah... Astaga!
Juggernaut!
Sudah kuduga itu kau!
Aku harusnya pakai celana putih.
Kau mungkin sering dengar ini, tapi aku penggemar besarmu.
Uncanny X-Men, 183. Thor, 411.
X- Men Unlimited, 12.
Kau tahu, aku selalu bermimpi
bisa melihat cerminan bayangan wajahku di helmmu
saat kau menerjangku dengan penuh niat membunuh.
Maksudku bukan sekarang.
Aku akan merobekmu jadi dua.
Ucapan itu sangat Juggernaut sekali.
Astaga! Kakiku tidak terasa.
Aku tidak bisa...
Tidak, ternyata di sini.
Dapat. Russell.
Aku punya misi.
Untuk balas dendam.
Aku akan membakar kepala sekolah itu hidup-hidup.
Kau bukan tipe pembalas dendam.
Percayalah temanmu ini.
Teman? Kau sakit, dan aku menjagamu.
Kau sendiri yang bilang.
"Aku bukan temanmu. Cari yang lebih kuat."
Jadi, kutemukan dia.
Russell, aku tak bisa melindungimu saat itu.
Tapi kini bisa. Kau mau aku bilang apa?
"Aku peduli padamu"? Karena, payahnya,
aku peduli padamu, Russell.
Juggernaut punya apa yang aku tidak punya?
Jangan bilang kaki, kau pasti akan bilang itu!
- Kaki! - Tetap sakit didengar!
Apa itu? Itu bukan tali sungguhan!
Kembali kemari, Anak Muda!
Doms!
Doms, tolong bawa aku.
Pakai lenganku sebagai tali tas.
Sepertinya kita telah menemukan alasan kosmis dirimu berada di sini.
Aku cukup yakin bukan ini.
X-Force.
Anak itu masih punya harapan.
- Jangan menyerah pada anak itu. - Teganya dia pergi begitu saja.
Ada rasa dingin di matanya.
Andai kau dengar langsung.
Kurasa keluarga memang sebuah kata yang buruk.
Usap kakiku, Mama.
Untuk apa aku usap kakimu?
Tolong, rasanya sakit. Sakitnya terus bertambah.
Apa yang...
Kenapa tanganmu kecil lagi?
Itu bukan tanganku.
Ya ampun!
Aku menikmatinya.
Wade! Aku dengar yang terjadi pada konvoinya dan...
Kenapa itu tidak kau tutupi?
Seorang pejuang tak perlu merasa malu.
Harusnya kau malu. Maksudku lihat dirimu.
Kau cuma pakai baju, tidak pakai celana.
Ya. Seperti Winnie the Pooh.
Apa yang sedang terjadi? Jelaskan.
Aku tidak akan minta itu.
- Itu seperti... - Ini dia.
Dia seperti melahirkan lewat anal, berhenti setengah jalan.
Kakinya sudah keluar dan mereka bilang,
- "Kau tahu, aku selesai." - Puas?
Dari pinggang ke bawah dia seperti Muppet, tapi kemaluannya terlihat.
Grover punya kemaluan sebesar ranting.
Tn. Weasel, lahan parkirku dijejer dua mobil.
Aku sudah ditilang tiga kali.
Tidak, tidak, DP, jangan lagi!
- Ini pernah terjadi? - Ya.
Astaga. Mau muntah atau tidak.
Jangan tidak jelas begitu.
Kenapa Tuhan tidak mengambil pendengaranku?
Tenanglah. Ini tumbuh kembali.
Maksudku wajahmu.
Aku tidak pernah melihatmu tanpa topeng sebelumnya.
- Ya ampun! - Tampak seperti alpukat.
Tapi kakimu, manis juga.
Kau mau pinjam celanaku?
Aku senang kalian mampir.
Kalian pasti heran kenapa aku tidak minta kalian kemari.
Ini alasanku datang.
Suami The Time Traveler's Wife's menghajarku hingga aku nyaris mati.
Dia menyiksaku!
Tapi aku hanya beri tahu semua yang dia ingin tahu.
Jadi, aku mau membantu kita bersiap-siap, agar kita bisa memburunya tanpa aku.
Tidak! Aku pergi sendiri.
- Juggernaut bisa membunuh kalian semua. - Benar juga.
Aku hanya perlu beberapa jam agar kakiku tumbuh.
Apa yang akan kau lakukan?
Aku tak peduli perlakuan anak itu.
Tak kubiarkan Cable menangkapnya,
meski aku harus mengangkanginya sampai mati.
Tapi kakimu masih kecil sekali.
Diam, Black Widow hitam! Aku sedang bertumbuh.
Urusan pertama, bawa aku ke depan Cable,
agar bisa kutarik semua darah dari tubuhnya
dan jadikan tulangnya perhiasan Natal.
Lalu, kuambil kulitnya dan rentangkan di atas gendang kawin buatan sendiri.
Dia berdiri di belakang kalian, ya?
Apa ini?
Memangnya apartemen ini terdaftar di Tinder? Grindr?
Kau salah pilih lubang untuk mengacau, Bocah Waktu.
Apa perlu begitu?
Tidak. Itu Basic Instinct-nya.
Apa yang kau mau?
Aku datang dengan penawaran.
Astaga!
- Dia mau adu lawak, ya? - Siapa yang melawak lebih dulu?
- Menurutku kita harus lakukan bersamaan. - Ide bagus.
Empat puluh lima dolar, kau dapat isapan.
Aku hanya lakukan di celana, pakai mulut.
Sial!
Di film The Proposition akting Guy Pearce bagus sekali.
Tunggu, tunggu, tunggu! Aku mau ulang giliran.
- Ulangi kalimatnya. - Aku butuh bantuan kalian!
Percayalah, aku lebih tak suka soal ini dibanding kalian,
tapi kalian melepas Juggernaut, dasar gila!
Aku tak bisa melawannya sendirian.
Jadi, kita di sini.
Kita sudah tak menerima lamaran untuk X-Force, sayangnya.
Sekalipun masih, di luar masih ada bahaya angin, sampai setidaknya...
Waktu kita tak banyak.
Temanmu akan lakukan pembunuhan pertamanya.
Jangan marah, jika kau tahu banyak,
kenapa tak mundur ke masa dia masih bayi, lalu bunuh dia?
Atau mundur lebih jauh lagi, bunuh bayi Hitler.
Aku ke masa lalu dengan alat.
Makin lama aku di sini, makin sulit dikendalikan.
Aku punya dua setelan: satu untuk ke sini, satu untuk pulang.
Astaga, penulis naskahnya malas.
Bocahmu akan membunuh kepala sekolah panti asuhan malam ini.
Setelah itu dia menjadi suka rasa membunuh.
Seperti Kirsten Dunst kecil, 'kan?
Dia terus membunuh, membunuh, dan membunuh.
Sampai kelak, dia membunuh orang yang salah.
Orang-orangku.
Tenang.
Aku mengambil sesuatu dari tas peralatanku.
Itu namanya tas pinggang, kau tahu itu, kau sakit jiwa!
Perbedaannya bagai siang dan malam.
Kau ingatkanku pada istriku.
Maaf?
Kubilang, "Kau ingatkanku pada istriku."
Bukan, maaf kau bilang itu
sambil menatap mataku dan memakai pelembap bibir.
Dia selalu kesulitan.
Tapi dia lucu, dan menyalurkan rasa sakitnya melalui humor.
Sesuatu yang tak bisa aku kuasai.
Dia tewas karena aku.
Tugasku menghentikan orang seperti dia.
Aku nyaris berhasil beberapa kali.
Dia tidak suka dengan itu.
Dia ingin menyakitiku,
dan tahu persis bagaimana melakukannya.
Diberkatilah si jahat yang disembuhkan tanganku.
Dia ke rumahku dan mengambil satu-satunya yang menjadikan itu rumah.
Terdengar mirip?
Turut berduka.
Aku sungguh turut berduka.
Tapi itu bukan Russell.
- Dia tak harus jadi begitu. - Jika kau tahu yang kutahu...
Ya, dia punya masalah amarah,
mungkin sedikit kelainan belajar, dan diabetes, tapi itu bisa diperbaiki.
Jika kau bisa kembali
dan hentikan pembunuh istrimu, apa kau mau?
Tidak.
Akan kuberikan satu karangan handjob.
Tentu saja mau!
- Tapi aku tak akan bunuh anak kecil. - Aku tak minta kau bunuh anak.
Biar aku saja.
Aku minta kau selamatkan ratusan anak lain.
Russell akan membakar panti yatim piatu itu.
Aku bisa bayangkan mendiang pacarmu ingin kau melakukan hal yang benar, 'kan?
Jadi, apa keputusanmu, Tampan?
- Beri aku kesempatan menyelamatkannya. - Apa?
Kau bilang, begitu dia membunuh, dia menjadi suka rasanya.
Jika kita bisa bujuk dia sebelum itu,
janji kau akan beri aku kesempatan membawanya ke jalan lain.
Jelaskan "kesempatan".
Entahlah. Butuh berapa lama
untuk selamatkan jiwa? Itu bukan...
Aku beri tiga puluh detik.
- Apa? Tidak! - Tawaran terbaikku.
Terima atau tidak.
Dia melakukannya!
Lihat si kecil itu. Dia melakukannya.
Itu dia.
Astaga!
Tutupi dengan baju.
Teruslah.
Ayo, kau pasti bisa!
Bocah kaki kecilku tak berbulu dan menawan.
Astaga!
Itu menjijikkan.
Tiga puluh detik.
- Setuju. - Setuju.
Payah sekali mereka tak punya pakaian untuk ukuranmu.
Aku ingin pakaian kita sepasang.
Agar terlihat mengancam.
Payah sekali.
Tadi itu keren, Nak.
Itu adalah lima tahapan pertama
untuk orgasme dibantu prostat.
Kita mau pergi ke mana?
Kau sendiri bilang.
Juggernaut tak bisa dihentikan. Kita perlu bantuan.
Aku akan bermandikan darah musuh-musuhmu.
Bisa kau matikan musiknya?
Sangat tidak boleh.
Kenapa kau tak katakan dengan aksen India?
- Maaf? - Permintaan maaf diterima.
Ini adalah bagian dirimu yang tak kusuka.
Biar kutebak, beberapa sahabatmu di masa depan orang India.
Apa yang mau kau...?
Lagi-lagi, kebencian tampilkan wajah buruknya.
Mohon maaf. Nanti lebih baik.
Aku bukan rasialis, bodoh!
Itu yang diucapkan orang rasis.
Aku berpihak pada pak tua putih kali ini.
Dan aku tak menduganya.
Saat ini usai, akan kubantai kau dengan kakimu sendiri.
Dan seorang predator seksual juga. Itu ironis.
Harusnya aku menamatkan kuliah.
Jadi, tepatnya apa pekerjaanmu di masa depan?
Semacam prajurit?
Ya, semacam itu.
Aku dulu prajurit. Pasukan Khusus.
Lima puluh tahun dari sekarang, kita pasti bersahabat.
Lima puluh tahun dari sekarang, kau sudah mati.
Generasimu merusak planet ini sampai sekarat.
Bum! Awas bocoran.
Dasar planet.
Lain kali, naik Uber.
Bocoran lain.
Kau bukan pahlawan.
Kau hanya badut menyebalkan berkostum mainan mesum.
Aku ada kabar untukmu. Hatiku di tempat yang benar.
Russell tak akan membunuh.
Berkat aku, dia akan tahu cinta yang sebenarnya.
Kita semua akan mati.
Berkat kau, aku akan selalu tahu rupa pria dewasa berkemaluan bayi.
Aku menumbuhkan, bukan memamerkan.
Andai ini bus di mana aku bisa berhenti dan keluar.
Untungnya bukan Cable yang mengemudi,
atau kau akan di belakang.
- Aku memang di belakang. - Sampai!
Aku berbuat salah!
Aku ingin perbaiki!
Kau percaya aku. Aku jadikan kepercayaan itu
tempat mesum di toilet bandara.
Di Minneapolis. Kau tahu toiletnya!
Tapi kau sendiri tahu aku tak sepenuhnya menyebalkan.
Dulu aku seorang X-Man!
Pemula!
Kau masih mamakai label Velcro.
Lebih bagus dari selotip.
Hai, Wade!
Tolong jangan.
Katakan apa maumu. Cepat.
Benar. Cepat.
Soal anak itu. Seperti kau, kukecewakan dia.
Dan sepertiku,
tak ada yang pernah berkorban untuknya.
karena dunia menganggapnya sebagai orang rendahan sejak dulu.
Dia berteman dengan Juggernaut!
Juggernaut yang itu!
Karakter Marvel kesukaanku sepanjang masa!
Dan hai, Yukio! Baik sekali kau menyapaku
jadi kusapa balik.
Kalian pasangan imut.
Ya. Sampai mana aku tadi?
Benar. Jangan pernah bertemu pahlawanmu,
karena sejujurnya dia berengsek!
Dan seperti umumnya berengsek, dia sekeras batu dan hanya bawa masalah!
Kau bisa menghentikan Juggernaut. Aku tahu kau bisa.
Tahu yang akan terjadi bila aku membantumu?
Aku akan ternodai.
Kau penjahat, buronan.
Tetapi yang paling parah...
kau mengecewakanku, Wade.
Kau tahu?
Hatimu salah tempat, pria besar.
Melakukan yang hal benar itu terkadang kotor,
berantakan, dan tak menyenangkan!
Jadi, tetaplah di kastel perawan ini, sementara kami beraksi!
Usahamu bagus.
Jadi, kau pakai helm itu karena adikmu coba membaca pikiranmu?
Ya, tapi dia di kursi roda. Jadi, kami impas.
Ada yang datang. Russell, Pak.
Dan dia tidak sendiri.
Amankan anak-anak.
Mereka tak akan menggantikan kita.
Bagaimana kalau kita buat kekacauan?
"Ayo buat kekacauan" adalah nama tengahku yang sah.
Lindungi aku. Pak tua itu bagianku.
Amin, sobat.
Saatnya membuat chimichangas.
Tiga puluh detik.
Akhirnya aku tahu kenapa aku di sini.
Aku dibesarkan di sini.
Ya, tepatnya disiksa.
Astaga! Itu alasan kosmismu berada di sini.
- Mari? - Ini akan menyenangkan!
Ya!
Hei, sudah lama aku mau tanya,
kenapa kau membawa beruang seram, kotor, jelek itu?
Ini bukan kotoran. Ini darah mendiang putriku.
Apakah Engkau Beruang, Tuhan? Ini Aku, Margaret.
Ayo tos.
Kata orang, gelak tawa menyembuhkan apa pun
kecuali itu, tentu saja.
Langsung saja nyalakan musik.
Selamat datang, Russell. Kami merindukanmu.
Russell!
Kau tak perlu melakukan ini! Ayo bicara!
Kenapa bajumu seperti Unabomber?
Itu sebabnya!
Sudah kubilang bedebah kecil itu kelewatan.
Diam, Thanos! Kita sudah sepakat dan kau...
Hei!
Aku akan jejalkan sopir taksi itu ke bokongmu.
Tubuh dan tanganku lembut sekali.
- Sebaiknya kau kembali ke mobil. - Sebaiknya aku kembali ke mobil.
Paling efektif jika kau tarik pelatuknya.
Senjata itu luar biasa!
Katakan!
Kau adalah aib!
Sekarang aku akan jejalkan si merah ke bokong si tua.
Aku percaya dia! Selamatkan diri masing-masing!
- Kena kau! - Ayo.
Minggir, kerdil!
Hei, jagoan, matahari makin rendah!
Berengsek!
Kemari, Cantik!
Katakan!
Kau datang menolongku!
Aku tak akan menyerah padamu, dan kau tak menyerah pada anak itu.
Kata siapa peraturan tidak dibuat untuk dilanggar?
Saatnya bertarung kotor.
Saatnya menyepak kaki, Johnny.
Hei! Lawan yang seukuranmu!
Ucapan itu sangat khas dirimu!
Ayo hajar dia, Jagoan.
Pertarungan CGI besar akan dimulai.
Kerjanya bagus.
Katakan!
- Russell. - Dapat!
Lihat bus itu?
Akan kusodok ke bokongmu.
Benar! Aku main curang!
- Bagus! - Itu mereka! Makhluk-makhluk itu!
Sekelompok pedofil bersenjata pakai sepatu perawat.
- Boleh aku pinjam salah satu pistol itu? - Makhluk aneh!
- Tidak. - Tidak apa-apa.
Pergi dari tanah ini, mutan busuk!
Aku pakai batu bata ini saja.
Usaha maksimal.
Kata siapa kau tak bisa pulang lagi?
Ya!
Katakan.
Katakan yang selalu kau bilang saat menyiksaku!
Katakan!
Diberkatilah si jahat yang disembuhkan tanganku!
Diberkatilah si jahat yang disembuhkan tanganku!
Dasar komunis berengsek!
Ya ampun. Kau merasakannya juga?
Hanya sahabat mengeksekusi pedofil bersama.
Kau punya tiga puluh detik, dasar sumbat bokong rewel!
Sekarang baru seru.
Bozhe moy!
Aku butuh bus untuk bawa kalian dari sini.
Anak-anak.
Ya ampun.
- Saatnya dibakar atas perbuatanmu! - Seorang anak tak seharusnya
dibebani kekuatan itu!
Russell! Tunggu!
Tunggu! Dia belum bunuh siapa pun!
- Apa lagi yang perlu kau lihat? - Jangan berani-berani.
Dia hanya anak kecil!
Ayolah. Waktu berjalan terus.
Aku akan meleburmu dan buat cincin kemaluan.
- Sudah kubilang! Jangan ganggu aku! - Ayolah!
Dengarkan aku!
Begitu cara kami melakukannya di Rusia.
Kata orang, anak milenial paling sulit digapai.
Tidak. Usahamu bagus sekali.
Astaga, rasanya asyik jadi penjahat!
Pulanglah, Wade!
Kau mengacaukan segalanya!
Aku mulai hebat melakukan ini.
Ayo, ayo, ayo!
Dia mati malam ini, Wade!
Kau tak bisa menghentikanku!
Bahkan larinya seperti orang mesum.
Seperti penjahat daring yang kehilangan laptop.
Tinggal satu peluru di pistol itu.
Tidak, tunggu, tunggu! Tolong beri waktu!
Aku bisa.
- Russell! - Mundur! Pulanglah, Wade!
Ayo bicara. Tak harus begini!
Bajingan itu pantas mati atas perbuatannya.
Dia sangat menyakitimu. Membuatmu ingin sakiti orang lain.
Tapi jika kau bunuh dia, dia menang.
Kau menjadi seperti yang dia tuduhkan, tapi lebih buruk.
Kau masih kecil. Kau tak mau sakiti siapa pun.
- Dari mana kau tahu apa yang kumau? - Karena aku pernah di dalammu.
Itu salah ucap.
Aku pernah di sepatumu.
Itu juga tak pantas.
Analoginya tak enak.
Intinya, ada orang...
Ada orang di dunia ini, selain dia, yang akan baik padamu.
Belum terlambat. Jangan lakukan.
Aku seharusnya tak meninggalkanmu.
Aku seharusnya tak meninggalkanmu di penjara itu.
Aku tak percaya padamu.
Aku tak percaya siapa pun!
Anak yang baik.
Kau tak bisa menghentikanku, Wade!
Aku punya satu ide lagi.
Ide buruk sekali, bahkan bagiku.
- Wade, apa yang kau lakukan? - Baiklah, ini pilihan terakhir, Nak!
Kau mau bunuh seseorang hari ini...
Diberkatilah si jahat...
...maka akulah orangnya.
...yang disembuhkan tanganku!
Persetan!
Kamera gerak lambatnya merekam, 'kan?
Ini buruk.
Astaga.
Kau korbankan dirimu demi aku.
Ya, hal terbaik yang pernah kulakukan.
Sudah kubilang aku peduli.
Kau anak baik, Russell.
Hei.
Beruangnya.
Kita berhasil.
Karena kau.
Bukan, Wade, karena kau.
Hentikan, hentikan, hentikan!
Biar...
Biarkan saja terjadi.
Kurasa hatiku akhirnya di tempat yang benar.
Teka-teki itu sangat kacau.
- Maafkan aku. - Jangan.
Sudah cukup lama aku menginginkan ini terjadi.
Tolong, jangan tinggalkan aku.
Aku tak mau mati tanpa penonton.
Kami tak akan ke mana-mana.
- Astaga, kuharap the Academy menonton. - Istirahat saja, ya?
Papa?
โช Papa, dengar aku? โช
โช Papa, bisa temukan aku dalam malam? โช
Sebelum aku pergi...
Maaf, nyawaku masih ada sedikit.
Domino.
Aku berikan arloji Adventure Time-ku untukmu.
Ternyata akulah yang beruntung.
Terima kasih.
Hei, Sabrina, Penyihir Remaja.
Aku lebih suka rambut tipismu.
Semua orang berpikir begitu.
- Hai, Yukio! - Hai, Wade!
Dan kau...
Tulang Krom.
Aku tak selalu menjadi teman yang baik untukmu...
tapi kau selalu teman terbaikku.
Jadi, terima kasih.
Bilang "Berengsek" untukku.
Sekali saja. Ayo, bilang bersama. Mudah saja.
Ayo mulai. Satu, dua, tiga. Ber...
- Berengsek. - Astaga! Nikmati neraka, mulut rawa.
Dan kau, Cable.
Kembalilah ke keluargamu dan bilang Wade titip salam.
Dan berjanjilah... Janji satu hal.
Kau akan menilai orang bukan dari warna kulitnya,
tapi dari kepribadiannya.
- Ya ampun. - R-Dog?
Di sana kau rupanya. Hei!
Kau pahlawan super sekarang.
Sudah waktunya kau punya kostum super.
Kostum ini untukmu.
Kau bersihkan pakai uap.
Terutama di sekitar bagian celana.
Dan biarkan uapnya keluar di pinggang.
Tapi, hei.
Dengar.
Keluarga bukan kata yang buruk.
Paham?
Di luar sana ada satu untukmu.
Teruslah mencari, ya?
Teman-teman, untuk waktu yang singkat,...
kita menjadi tim yang hebat.
Sulit untuk pergi.
Aku sangat suka berada dekat kalian.
Suka, suka sekali.
Aku merasakannya. Ini dia, ya.
Aku rasakan jiwaku meninggalkan cangkangnya.
Ya.
Kalian lihat?
Apa kalian lihat cahaya indah itu?
Itu dia.
Itu matahari. Jangan ditatap langsung.
Aku punya beberapa kata terakhir.
Pelatuk.
Gingivitis.
Omong kosong.
Kau ingin buat manusia salju?
Maaf aku terlambat.
Tadi ada anak-anak disabilitas tersangkut di pohon.
- Tidak. - Tidak.
- Tapi benar aku bantu seorang anak. - Ya.
- Namanya jelek sekali. - Jelek sekali.
Aku coba bilang padanya.
Inikah surga?
Sekarang ya.
Maafkan aku.
Tidak apa-apa.
Aku rindu sekali padamu.
Ada apa? Ada masalah?
Belum waktunya.
Apa maksudmu belum waktunya?
Aku di sini. Aku berhasil.
- Kau tak bisa tinggal. - Tidak, tidak, tidak.
Aku mau tinggal. Aku tak mau pergi tanpamu.
Tidak apa-apa.
Ada waktu untuk kita. Ini sementara.
- Mereka butuh kau. - Siapa?
Keluargamu.
Kenapa?
Kau akan tahu.
Tidak apa-apa. Aku ada di sini.
Di sini sangat keren.
Aku bisa dapatkan semua keinginanku.
Bisakah setiap hari menjadi Hari Perempuan Internasional?
Ini surga.
Aku mencintaimu.
Aku tahu. Aku juga mencintaimu.
Sekarang, pergilah.
Pergi. Pergi dari sini.
Pergi.
Hei!
Cium aku sedalam rindumu, Red.
Kalau begitu, kemarilah.
Jangan tiduri Elvis.
- Sudah terlambat. - Apa?
Saatnya membuat chimichangas.
- Tiga puluh detik. - Hei, aku sudah lama mau tanya,
kenapa kau membawa beruang seram, kotor, jelek itu?
Ini boneka beruang putriku.
Namanya Hope.
Hei!
Apa yang kau lakukan?
Ada yang merasa cocok.
Kamera gerak lambatnya merekam, 'kan?
Kau korbankan dirimu demi aku.
Tampaknya aku...
Itu timah murni tingkat tinggi.
Dasar pengelana waktu berengsek!
Kau lakukan ini untukku?
Tunggu. Kau tak bisa kembali.
Bahan bakarmu habis.
Bagaimana putrimu, istrimu?
Kini keluargaku aman, dan aku tak lakukan untukmu.
Aku akan tinggal sementara.
Memastikan dunia tak hancurkan dirinya sendiri.
Tidak. Kau melakukannya untukku.
Tidak benar.
- Benar. - Sungguh, tidak.
- Aku yakin itu benar. - Tidak. Aku yakin tidak.
Baik, kita lempar koin, ya?
Kepala, itu untukku. Ekor, kau lakukan untukku.
Aku bahkan tak akan lihat karena kau melakukannya untukku.
Katakan lagi.
- Dia melakukannya untukku. - Ya ampun.
- Kita harus lepas kalungnya. - Lupakan. Percuma.
Kalung ini tak bisa lepas begitu saja.
Wade. Aku punya ide.
Jangan, jangan, jangan! Jangan lakukan itu. Kumohon!
Aku lebih baik mati karena kanker. Ayo kita...
Ya ampun! Kata orang, pena lebih menjijikkan dari pedang.
Kita butuh kode.
Coba... tujuh?
Tenang, Kapten Beruntung, tak mungkin hanya satu angka.
Astaga, penulisnya malas.
Aku masih beruntung.
Kembalikan itu ke kantong penjaramu.
Aku tak tahu cara berterima kasih.
Tapi aku tahu cara memeluk.
- Tidak. - Ya.
Ini dia. Kemari.
Ayo.
Panggul ke panggul.
Ayo ujung ke ujung.
Begitu. Anak-anak sebut ini "merapat".
Ada pisau di penisku?
- Ada pisau di penismu. Ya. - Aku akan mundur perlahan.
Ya, ya. Aku tak perlu bernyanyi Yentl.
Aku akan pura-pura itu tak pernah terjadi.
Ayo pulang, Russell.
Kalian semua mutan akan membusuk di neraka bersama anak itu!
Jiwa kalian tak bisa diselamatkan!
Ayo lihat jiwamu, mesum!
Tidak! Jangan lagi! Kita lebih baik dari itu!
Lebih baik dari dia!
Tak ada lagi kekerasan bengis! Atau pertumpahan darah!
- Biarkan karma membereskannya. - Hari pembalasan telah tiba!
Aku akan merindukannya. Dia sepertinya keren.
Keberanian, Bedebah!
Dan karma, Bedebah!
Aku mendengarmu datang, tiga puluh detik terakhir.
Aku tak bisa menahan tawa.
Aku mau lagi.
Kau pasti mau, Brown Panther.
Kita harus pergi sebelum Berengsek-naut bangun.
Ide bagus. Kalian ikut kami?
Tidak. Kami akan bawa anak-anak ke rumah.
Lagi pula, kami X-Men.
Bukan, kalian X-People.
Kau ekstra menyebalkan.
Aku mengerti maksudmu. Main kata.
Pintu kami selalu terbuka.
Kau baik sekali, tapi aku belum siap berkencan lagi.
Aku tak akan mengganggu dua wanita.
Kau bodoh sekali.
- Dah, Wade! - Dah, Yukio!
Apa yang kau dapat saat mencampur dua setengah meter krom,
sejumput keberanian,
secangkir keberuntungan, secolek rasialisme,
sepercik diabetes, dan segerobak penuh kanker stadium empat?
Jawabnya: Keluarga.
Lihat? Aku tak bohong tentang film ini.
Jika ada hikmah yang bisa diambil,
selain merasa harus mencari di Google "Apa itu dubstep?"
Kita perlu merasa diterima seseorang.
KEMATIAN OLEH MANDI BUSA
POOL. DEADPOOL
DAH, TEMAN-TEMAN!
...DAN ACTION!
DADA YANG BAGUS!
MENARILAH, MANUSIA TIMAH, MENARILAH!
SIAPA NAMAKU, BERENGSEK?
TERKUTUKLAH HIDUPKU!
WINNIE THE POOH TOTAL
TERSENYUM UNTUK GRANNYPOOL
DAFTAR TUGAS: 1. PERDAMAIAN DUNIA
2. TELEPON DOPINDER 3. BUNUH PENJAHAT
X-FORCE KUAT PADA YANG INI
MEMBUAT UANG BERGERAK!
Bagaimana benda sekecil ini punya cukup energi untuk mundurkan waktu.
Perbaiki saja, Eleven, atau kubawa ke Genius Bar.
Cable akan menghabisimu saat dia tahu.
- Siapa itu Cable? - Kau pikir kenapa aku bantu dia?
Tuhan bekerja secara misterius, bukan?
Selamat siang.
Dah, Wade!
Dah, Yukio!
Itu mungkin ide buruk.
Apa yang telah kita perbuat?
Semoga pisau keju krimnya diasah.
Aku akan kembali!
Kita pasti akan menamakan anak kita Cher!
Peter!
X-Force!
Pergilah! Pergi saja!
- Tapi kita X-Force! - Tidak, bukan.
X-Force hanya trik pasaran
dirancang oleh para eksekutif Fox
agar Josh Brolin tetap memegang kontrak.
X-Force tidak nyata.
Baiklah, ini memang cukup menakutkan!
Dan aku harus beri makan kucingku!
Pulanglah, Manis. Pulanglah.
Baik. Bisa beri Domino surelku?
Wade, apa itu kau?
Kurasa Stryker akhirnya tahu cara membungkammu.
Hei! Ini aku! Jangan cakar!
Hanya membersihkan linimasa.
Pada akhirnya kau akan menutup cakarmu
dan banyak orang akan sedih.
Apa?
Tapi suatu hari, kawanmu Wade akan memintamu
untuk kembali beraksi lagi.
Saat ia memintamu, terimalah.
Benar.
Aku mencintaimu!
Indah sekali.
Terima kasih kembali, Kanada.
Ya ampun.
Hai. Ini sulit.
Kau sudah mempelajari salammu, ya?
Ya, benar. Kita akan mengurusnya, 'kan?
Astaga! Ini lebih sulit dari dugaanku.
Aku akan masuk neraka.
Kita berdua.
Kau pasti bisa.
Ini gila. Ini gila.
Baiklah.
Usaha maksimal.
Tidak apa-apa. Biar kulihat.
Astaga.
Itu sebabnya kau menyebalkan.
Tak ada yang ganti popokmu.
Tinjamu besar sekali, ya?
Baunya seperti bokong Hitler
yang mana masuk akal, 'kan? Ya.
Kita berdua tahu
aku tak berani membunuhmu
jadi akan kuganti popokmu
kemudian aku akan kembali kepada temanku, Cable.
Dia suka membunuh anak-anak.
Retail Sub Alih Bahasa: Dimas Gema & Dimas Daffa Yanuardi
Diadaptasi oleh: Alex Liswan
IDFLโข SubsCrew Kunjungi kami di http://idfl.me
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.