Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Maaf, Rudy.
Ayahanda.
Aku juga minta maaf.
Aku jadi lapar.
Saya adalah Rodriguez, murid ketiga Auber sang Pedang Merak
yang merupakan murid Kalman sang Ahli Pedang Utara Tingkat Dewa.
Dilihat dari sikap Anda, saya yakin Anda adalah orang hebat.
Maka dari itu, saya menantang Anda bertarung.
Sudah lama aku tidak ditantang seseorang.
Saya kalah telak.
Sampai jumpa, pejuang suku Superd!
Saat bertemu kembali, aku akan menantangmu lagi!
Saya adalah...
Saya adalah...
Rudeus, cepat tolong aku!
Pangan berlimpah merupakan kuasa-
Ruijerd tidak apa-apa?
Justru aku yang tidak paham kenapa kalian merasa mual.
Apa iya?
Kalau dipikir, perjalanan kita cukup panjang untuk sampai ke Benua Pusat.
Masih di tengah perjalanan menuju ke sana, sih.
Perjalanan masih panjang.
Kalau tidak salah, tadi awak kapal bilang
bahwa menyeberangi laut ini susahnya seperti mencari daerah penghasil nasi.
Oh, kamu suka makan nasi?
Bisa-bisanya bicara soal makanan di saat mual begini.
Kalau ada tenaga untuk cerita, cepat gunakan Healing padaku.
Jalanan di Benua Pusat pasti terawat,
jadi mari bertualang dengan konsep riang gembira.
Tentunya dengan memprioritaskan pencarian keluargaku
dan membersihkan nama suku Superd.
Kamu benar. Aku paham.
Zenith masih hilang.
Tidak ada informasi mengenai Lilia, Aisha, dan Sylphy.
Ghyslaine juga tidak diketahui masih hidup atau sudah mati.
Tidak, mungkin setelah sampai di wilayah Fittoa,
mereka masih sehat dan baik-baik saja.
Aku tidak boleh berpikir berlebihan.
Ya, mau bagaimana? Wajar cemas di saat begini.
Mari berpikir positif.
Akhirnya kami bisa pulang ke benua Pusat.
Setelah melewati Kerajaan Raja Naga,
kami akan sampai di Kerajaan Shirone tempat Roxy berada.
Akhirnya aku bisa bertemu setelah sekian lama.
Rupanya begitu. Blaze sudah mati, ya.
Ya, dia ditelan mentah-mentah oleh Red Hood Cobra.
Blaze bermulut kotor dan selalu mengejekku ketika aku berbuat kesalahan.
Lalu, Hawkendale selalu melerai
pertengkaran kami dengan berkata, "Ada-ada saja kalian."
Sungguh kelompok yang menyenangkan.
Yang bertahan hidup hanya dua pendukung paruh baya.
Tapi kau sudah berubah, ya.
Apa iya? Aku sendiri tidak sadar.
Kau terlihat sedikit lebih dewasa.
Apa maksudmu? Mengejekku, ya?
Sama sekali tidak. Rasanya auramu berbeda.
Dirimu yang dahulu lebih kekanak-kanakan.
Aku masih berusaha hidup meski penampilanku tidak menua.
Begitu, sifatmu itu.
Dahulu kamu memaksakan diri untuk diakui sebagai orang dewasa.
Kalau dengar kata-kataku tadi, pasti kamu terpelatuk.
Apa iya?
Mungkin benar. Aku memang pernah begitu.
Dahulu aku tidak mengakui tubuh kecilku sendiri.
Aku hanya memikirkan bagaimana cara agar tidak diejek seperti bocah.
Sekarang aku menjadi penyihir air kelas raja.
Namun, itu hanya julukan kosong.
aku diharapkan bisa menggunakan sihir tanpa merapal
dan hal-hal yang tidak bisa kulakukan.
Kamu sendiri tidak berubah, selain penampilanmu tentunya.
Apa maksudmu? Menyindirku, ya?
Bisa dibilang begitu.
Sekarang sudah bisa main sarkas, ya.
Apa kamu masih memanfaatkan yang lemah untuk menghasilkan uang?
Aku hanya mengajari mereka betapa sulitnya menjadi petualang.
Tapi aku sudah menguranginya setelah terpukul keras dua tahun lalu.
Kamu terpukul?
Iya, ada sedikit masalah dengan kelompok Dead End.
Ya, kita tidak perlu membicarakannya.
Yang lebih penting, mumpung kamu kembali ke sini,
apa kamu sudah mengunjungi kampung halamanmu?
Bagaimana?
O-Oh, kampungku, ya?
Hei, kau tidak bercanda, 'kan?
Jangan bilang kau belum pulang sejak pergi dari rumah?
Karena kalau aku pulang pun, tidak akan ada yang bahagia.
Aduh, dasar kau ini...
Aku tarik kata-kataku.
Ternyata kau tidak berubah sejak terakhir bertemu.
Masih lari dari kenyataan dengan bilang begitu.
Kenapa kamu harus menceramahiku?
Setelah kelompok kita bubar,
aku punya istri dan tiga anak.
Mereka imutnya luar biasa!
Mau sombong, ya?
Terkadang mereka memang aku marahi atau bertengkar denganku,
tapi demi mereka, aku rela jadi apa pun dan melakukan apa pun.
Begitulah orang tua.
Ada yang lebih penting daripada itu, 'kan?
Cih. Kepala batu sepertimu memang susah meski aku beri nasihat.
Tapi sebelum menyesal, aku sarankan kamu berbaikan dengan orang tuamu.
Mereka adalah keluargamu satu-satunya.
Suasana desa sedikit berubah.
Apa karena penduduk desa bertambah?
Lahan hijau juga bertambah luas.
Namun, sepi senyap seperti kuburan tidak jauh berbeda dengan dahulu.
Hentikan. Aku tidak mengerti bahasa kalian.
Dari lahir sampai tumbuh dewasa, aku merasa ada yang ganjil.
Ibarat berada di dunia yang terisolasi.
Aku mengira tidak akan kembali ke sini.
Berikanlah kekuatan untuk bangkit.
Healing.
Aku pulang.
Wah, Roxy!
Lama tidak berjumpa.
Selamat datang, Roxy. Bagaimana kabarmu?
Apa yang kamu lakukan selama ini? Kamu pulang sendirian?
Tidak, aku...
Kami mendengar rumor tentangmu dari petualang.
Boleh ceritakan pada kami?
Iya, banyak yang terjadi.
Begitu, ya. Syukurlah kamu baik-baik saja.
Kamu akan tinggal di sini untuk sementara, 'kan?
Menetaplah di sini selama yang kamu mau.
Ma-Maaf.
Aku akan langsung pergi.
Kamu mau langsung berangkat?
Iya.
Setidaknya menginaplah satu malam.
Aku mampir kemari sebentar karena sedang buru-buru.
Selanjutnya kapan kamu pulang?
Entahlah. Aku tidak tahu.
Mungkin aku tidak akan pernah pulang.
Roxy, setidaknya pulanglah setiap 20 tahun, ya.
Benar juga.
Mungkin aku akan pulang dalam kurun waktu 50 tahun.
Apa benar? Kamu janji, ya?
Janji.
Maaf.
Padahal bunda bertekad tidak akan menangis ketika bertemu kembali denganmu.
Bunda minta maaf.
Bunda?
Mari kita lihat.
Lalu, ini adalah kulit rambut binatang.
Kulit rambut binatang!
Kamu cepat mengingat.
Anak pintar.
Kalian sedang apa?
Roxy!
Apa aku anak bandel?
Makanya semua orang tidak mau bicara denganku?
Maaf, bundalah yang salah.
Kamu bukan anak bandel.
Maaf. Bunda minta maaf.
Seingatku, orang tuaku selalu terlihat kesusahan.
Sejak kecil, aku sadar bahwa akulah gara-garanya.
Aku yang tidak bisa bertelepati merupakan makhluk sesat.
Karena itulah aku pergi dari rumah.
Mereka pasti akan bahagia tanpa adanya diriku.
Begitulah pikirku.
Roxy?
Bunda, aku minta maaf karena tiba-tiba pergi dari rumah.
Ayah, aku minta maaf.
Akhirnya aku memahaminya.
Hal yang paling penting bukanlah kata-kata.
Ah, selamat pagi, Roxy.
Pagi.
Selamat pagi, Bunda, Ayah.
Kamu mau langsung berangkat?
Iya, mohon maaf.
Aku harus mencari muridku yang hilang.
Oh.
Omong-omong, dua tahun lalu,
ada bocah yang mengaku sebagai muridmu datang ke desa.
Eng, kalau tidak salah namanya...
Rudeus.
Benar, Rudeus.
Apa?!
Mungkin mereka sudah sampai rumah sekarang.
Mereka? Berarti dia bersama orang lain?
Iya, dia bertualang bertiga bersama Eris dan Ruijerd.
Ruijerd itu seorang suku Superd.
Su-Su-Suku Superd?
Setelah kamu pergi dari desa, banyak yang berubah.
Aku mengira dia menakutkan, tapi ternyata...
Roxy?
Alamak.
Aku akan pulang dalam waktu dekat.
Ya.
Selanjutnya bawa juga Rudeus bersamamu.
Jangan! Aku tidak akan merestui!
Tidak kusangka Rudeus bertualang bersama suku Superd.
Berarti kawanan Dead End yang menjadi buah bibir adalah mereka.
Begitulah kesimpulan yang masuk akal.
Sekarang aku paham.
Aku menyangka tidak ada orang yang berani menggunakan nama Dead End.
Beda cerita kalau orangnya Rudeus.
Aku pulang.
Ah, Roxy. Kamu sudah pulang?
Tunggu, Roxy!
Icicle Break!
Kamu harusnya sudah terbiasa.
Kamu yang harusnya melakukannya di tempat yang tidak terlihat orang.
Aduh, justru bisa dilihat oleh umum membuat rahimku semakin hangat.
Kita akan mencari di belahan utara Benua Iblis.
Karena Zenith, Lilia, dan Aisha masih belum ditemukan.
Yakin tidak mau bertemu muridmu?
Aku yakin tidak apa.
Kota di Benua Iblis masih banyak.
Ayo kita cari satu per satu seperti selama ini!
(Episode 18: Perjalanan Masing-masing)
Aku melihat langit di bilik jendela dan bertanya-tanya♪
Apakah langit ini adalah langit yang sama?♪
Ibarat warna senja yang seakan membaca isi nurani♪
Di tempat kita meninggalkan hari-hari nan polos♪
Angin berembus menyambut kedatangan kita♪
Janganlah berubah♪
Wahai kota dan penduduknya, tetaplah sama seperti dalam mimpiku♪
Aku berdoa semua akan tetap sama♪
Seperti sediakala ketika kita melihat bintang pertama♪
Di perjalanan pulang♪
(Episode Selanjutnya: Memilih Rute)
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.