All language subtitles for Mushoku.Tensei.Jobless.Reincarnation.S01E18.Everyone.on.Their.Own.Journeys.WEBRip.AMZN.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian Download
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian Download
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh Download
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian Download
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese Download
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Maaf, Rudy.

Ayahanda.

Aku juga minta maaf.

Aku jadi lapar.

Saya adalah Rodriguez, murid ketiga Auber sang Pedang Merak

yang merupakan murid Kalman sang Ahli Pedang Utara Tingkat Dewa.

Dilihat dari sikap Anda, saya yakin Anda adalah orang hebat.

Maka dari itu, saya menantang Anda bertarung.

Sudah lama aku tidak ditantang seseorang.

Saya kalah telak.

Sampai jumpa, pejuang suku Superd!

Saat bertemu kembali, aku akan menantangmu lagi!

Saya adalah...

Saya adalah...

Rudeus, cepat tolong aku!

Pangan berlimpah merupakan kuasa-

Ruijerd tidak apa-apa?

Justru aku yang tidak paham kenapa kalian merasa mual.

Apa iya?

Kalau dipikir, perjalanan kita cukup panjang untuk sampai ke Benua Pusat.

Masih di tengah perjalanan menuju ke sana, sih.

Perjalanan masih panjang.

Kalau tidak salah, tadi awak kapal bilang

bahwa menyeberangi laut ini susahnya seperti mencari daerah penghasil nasi.

Oh, kamu suka makan nasi?

Bisa-bisanya bicara soal makanan di saat mual begini.

Kalau ada tenaga untuk cerita, cepat gunakan Healing padaku.

Jalanan di Benua Pusat pasti terawat,

jadi mari bertualang dengan konsep riang gembira.

Tentunya dengan memprioritaskan pencarian keluargaku

dan membersihkan nama suku Superd.

Kamu benar. Aku paham.

Zenith masih hilang.

Tidak ada informasi mengenai Lilia, Aisha, dan Sylphy.

Ghyslaine juga tidak diketahui masih hidup atau sudah mati.

Tidak, mungkin setelah sampai di wilayah Fittoa,

mereka masih sehat dan baik-baik saja.

Aku tidak boleh berpikir berlebihan.

Ya, mau bagaimana? Wajar cemas di saat begini.

Mari berpikir positif.

Akhirnya kami bisa pulang ke benua Pusat.

Setelah melewati Kerajaan Raja Naga,

kami akan sampai di Kerajaan Shirone tempat Roxy berada.

Akhirnya aku bisa bertemu setelah sekian lama.

Rupanya begitu. Blaze sudah mati, ya.

Ya, dia ditelan mentah-mentah oleh Red Hood Cobra.

Blaze bermulut kotor dan selalu mengejekku ketika aku berbuat kesalahan.

Lalu, Hawkendale selalu melerai

pertengkaran kami dengan berkata, "Ada-ada saja kalian."

Sungguh kelompok yang menyenangkan.

Yang bertahan hidup hanya dua pendukung paruh baya.

Tapi kau sudah berubah, ya.

Apa iya? Aku sendiri tidak sadar.

Kau terlihat sedikit lebih dewasa.

Apa maksudmu? Mengejekku, ya?

Sama sekali tidak. Rasanya auramu berbeda.

Dirimu yang dahulu lebih kekanak-kanakan.

Aku masih berusaha hidup meski penampilanku tidak menua.

Begitu, sifatmu itu.

Dahulu kamu memaksakan diri untuk diakui sebagai orang dewasa.

Kalau dengar kata-kataku tadi, pasti kamu terpelatuk.

Apa iya?

Mungkin benar. Aku memang pernah begitu.

Dahulu aku tidak mengakui tubuh kecilku sendiri.

Aku hanya memikirkan bagaimana cara agar tidak diejek seperti bocah.

Sekarang aku menjadi penyihir air kelas raja.

Namun, itu hanya julukan kosong.

aku diharapkan bisa menggunakan sihir tanpa merapal

dan hal-hal yang tidak bisa kulakukan.

Kamu sendiri tidak berubah, selain penampilanmu tentunya.

Apa maksudmu? Menyindirku, ya?

Bisa dibilang begitu.

Sekarang sudah bisa main sarkas, ya.

Apa kamu masih memanfaatkan yang lemah untuk menghasilkan uang?

Aku hanya mengajari mereka betapa sulitnya menjadi petualang.

Tapi aku sudah menguranginya setelah terpukul keras dua tahun lalu.

Kamu terpukul?

Iya, ada sedikit masalah dengan kelompok Dead End.

Ya, kita tidak perlu membicarakannya.

Yang lebih penting, mumpung kamu kembali ke sini,

apa kamu sudah mengunjungi kampung halamanmu?

Bagaimana?

O-Oh, kampungku, ya?

Hei, kau tidak bercanda, 'kan?

Jangan bilang kau belum pulang sejak pergi dari rumah?

Karena kalau aku pulang pun, tidak akan ada yang bahagia.

Aduh, dasar kau ini...

Aku tarik kata-kataku.

Ternyata kau tidak berubah sejak terakhir bertemu.

Masih lari dari kenyataan dengan bilang begitu.

Kenapa kamu harus menceramahiku?

Setelah kelompok kita bubar,

aku punya istri dan tiga anak.

Mereka imutnya luar biasa!

Mau sombong, ya?

Terkadang mereka memang aku marahi atau bertengkar denganku,

tapi demi mereka, aku rela jadi apa pun dan melakukan apa pun.

Begitulah orang tua.

Ada yang lebih penting daripada itu, 'kan?

Cih. Kepala batu sepertimu memang susah meski aku beri nasihat.

Tapi sebelum menyesal, aku sarankan kamu berbaikan dengan orang tuamu.

Mereka adalah keluargamu satu-satunya.

Suasana desa sedikit berubah.

Apa karena penduduk desa bertambah?

Lahan hijau juga bertambah luas.

Namun, sepi senyap seperti kuburan tidak jauh berbeda dengan dahulu.

Hentikan. Aku tidak mengerti bahasa kalian.

Dari lahir sampai tumbuh dewasa, aku merasa ada yang ganjil.

Ibarat berada di dunia yang terisolasi.

Aku mengira tidak akan kembali ke sini.

Berikanlah kekuatan untuk bangkit.

Healing.

Aku pulang.

Wah, Roxy!

Lama tidak berjumpa.

Selamat datang, Roxy. Bagaimana kabarmu?

Apa yang kamu lakukan selama ini? Kamu pulang sendirian?

Tidak, aku...

Kami mendengar rumor tentangmu dari petualang.

Boleh ceritakan pada kami?

Iya, banyak yang terjadi.

Begitu, ya. Syukurlah kamu baik-baik saja.

Kamu akan tinggal di sini untuk sementara, 'kan?

Menetaplah di sini selama yang kamu mau.

Ma-Maaf.

Aku akan langsung pergi.

Kamu mau langsung berangkat?

Iya.

Setidaknya menginaplah satu malam.

Aku mampir kemari sebentar karena sedang buru-buru.

Selanjutnya kapan kamu pulang?

Entahlah. Aku tidak tahu.

Mungkin aku tidak akan pernah pulang.

Roxy, setidaknya pulanglah setiap 20 tahun, ya.

Benar juga.

Mungkin aku akan pulang dalam kurun waktu 50 tahun.

Apa benar? Kamu janji, ya?

Janji.

Maaf.

Padahal bunda bertekad tidak akan menangis ketika bertemu kembali denganmu.

Bunda minta maaf.

Bunda?

Mari kita lihat.

Lalu, ini adalah kulit rambut binatang.

Kulit rambut binatang!

Kamu cepat mengingat.

Anak pintar.

Kalian sedang apa?

Roxy!

Apa aku anak bandel?

Makanya semua orang tidak mau bicara denganku?

Maaf, bundalah yang salah.

Kamu bukan anak bandel.

Maaf. Bunda minta maaf.

Seingatku, orang tuaku selalu terlihat kesusahan.

Sejak kecil, aku sadar bahwa akulah gara-garanya.

Aku yang tidak bisa bertelepati merupakan makhluk sesat.

Karena itulah aku pergi dari rumah.

Mereka pasti akan bahagia tanpa adanya diriku.

Begitulah pikirku.

Roxy?

Bunda, aku minta maaf karena tiba-tiba pergi dari rumah.

Ayah, aku minta maaf.

Akhirnya aku memahaminya.

Hal yang paling penting bukanlah kata-kata.

Ah, selamat pagi, Roxy.

Pagi.

Selamat pagi, Bunda, Ayah.

Kamu mau langsung berangkat?

Iya, mohon maaf.

Aku harus mencari muridku yang hilang.

Oh.

Omong-omong, dua tahun lalu,

ada bocah yang mengaku sebagai muridmu datang ke desa.

Eng, kalau tidak salah namanya...

Rudeus.

Benar, Rudeus.

Apa?!

Mungkin mereka sudah sampai rumah sekarang.

Mereka? Berarti dia bersama orang lain?

Iya, dia bertualang bertiga bersama Eris dan Ruijerd.

Ruijerd itu seorang suku Superd.

Su-Su-Suku Superd?

Setelah kamu pergi dari desa, banyak yang berubah.

Aku mengira dia menakutkan, tapi ternyata...

Roxy?

Alamak.

Aku akan pulang dalam waktu dekat.

Ya.

Selanjutnya bawa juga Rudeus bersamamu.

Jangan! Aku tidak akan merestui!

Tidak kusangka Rudeus bertualang bersama suku Superd.

Berarti kawanan Dead End yang menjadi buah bibir adalah mereka.

Begitulah kesimpulan yang masuk akal.

Sekarang aku paham.

Aku menyangka tidak ada orang yang berani menggunakan nama Dead End.

Beda cerita kalau orangnya Rudeus.

Aku pulang.

Ah, Roxy. Kamu sudah pulang?

Tunggu, Roxy!

Icicle Break!

Kamu harusnya sudah terbiasa.

Kamu yang harusnya melakukannya di tempat yang tidak terlihat orang.

Aduh, justru bisa dilihat oleh umum membuat rahimku semakin hangat.

Kita akan mencari di belahan utara Benua Iblis.

Karena Zenith, Lilia, dan Aisha masih belum ditemukan.

Yakin tidak mau bertemu muridmu?

Aku yakin tidak apa.

Kota di Benua Iblis masih banyak.

Ayo kita cari satu per satu seperti selama ini!

(Episode 18: Perjalanan Masing-masing)

Aku melihat langit di bilik jendela dan bertanya-tanya♪

Apakah langit ini adalah langit yang sama?♪

Ibarat warna senja yang seakan membaca isi nurani♪

Di tempat kita meninggalkan hari-hari nan polos♪

Angin berembus menyambut kedatangan kita♪

Janganlah berubah♪

Wahai kota dan penduduknya, tetaplah sama seperti dalam mimpiku♪

Aku berdoa semua akan tetap sama♪

Seperti sediakala ketika kita melihat bintang pertama♪

Di perjalanan pulang♪

(Episode Selanjutnya: Memilih Rute)

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.