Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Halo, aku Rudeus si mantan pengangguran.
Saat ini aku tinggal
di apartemen tanpa uang muka, uang jaminan, dan uang sewa bulanan.
Bahan bangunan yang dipakai adalah kayu hangat seperti pohon Buna.
Tempat tidur pun disediakan,
tapi kurang nyaman karena banyak serangganya.
Fasilitas kamar mandi dalam.
Kita bisa buang air di lubang ini.
Anak masa kini sepertiku jelas khawatir dengan tingkat higienisnya,
tapi harganya murah parah.
Harga uang sewanya gratis-tis-tis.
Istimewanya, aku dapat sarapan dan makan malam.
Makanan di sini tak kalah lezat.
Aku tidak tahu daging apa ini,
tapi jika sudah terbiasa dengan kehidupan di Benua Iblis,
siapa pun dapat menikmati hidangan ini.
Lalu, keunggulan apartemen ini adalah sistem keamanannya.
Lihatlah rangka nan kokoh ini, tidak goyah sama sekali.
Kalau sekokoh ini, tidak akan ada pencuri yang bisa masuk ke dalam.
Anehnya, ada penjahat di dalam sini.
Wajar saja.
Karena ini adalah penjara.
Deru pepohonan menyembunyikan embus napas♪
Kita percaya masing-masing tanpa tahu nama satu sama lain♪
Secercah sinar mentari yang menembus semak belukar♪
Terasa layaknya kehangatan ibunda♪
Wahai alam yang diwariskan oleh orang-orang kuno♪
Dadaku yang terpatri kini meronta♪
Wahai suara, wahai peri-peri pohon♪
Beri tahu aku kata-kata yang ingin engkau dengar♪
Berjalanlah melewati kabut♪
Sebelum kita berkelana bersama♪
Sekarang aku harus bagaimana?
Mendobrak dan kabur menggunakan sihir mudah bagiku.
Tapi di tengah hutan begini mau bagaimana?
'Kan enggak lucu kalau aku lari dan malah kesasar di dalam hutan.
Ini tuduhan palsu! Saya tidak bersalah!
Saya hanya melihat anak-anak yang dicu-
Dasar cabul!
Sudah ditelanjangi, disiram air dingin pula.
Bukan sebuah siratan, tapi secara harfiah.
Kalau aku punya fetis aneh, apa kalian mau bertanggung jawab?
Ya Tuhan, mohon lindungi hambamu!
Lebih baik aku menunggu diselamatkan Ruijerd dan Eris tanpa bergerak sembrono.
Apalagi karena orang-orang sini enggak mau mendengarkanku.
Padahal punya telinga segede itu.
(Hari ketiga)
Ruijerd lama sekali. Apa terjadi sesuatu?
Jangan-jangan dia bertarung melawan kakek yang mengejarnya?
Atau malah ada sesuatu yang terjadi pada Eris?
Enggak. Mereka berdua enggak akan tumbang dengan mudah.
Baru tiga hari. Enggak perlu buru-buru.
Pepatah mengatakan "orang sabar disayang Tuhan."
(Hari keempat)
Bosan.
(Hari kelima)
Sakit, tahu!
Sialan! Perlakukan aku lebih lembut, dong!
Selamat datang di pemberhentian terakhir dalam hidup.
Ada apa, Anak Baru?
Anu, kamu telanjang bulat, tapi sikapmu congkak, ya.
Hei, Anak Baru!
Jaga mulutmu! Aku seniormu di sini!
Oke.
Santai saja dan anggap rumah sendiri.
Kenapa kamu dijebloskan ke sini?
Kecuranganku ketahuan.
Oh, penjudi. Karena suit? Atau melewati jembatan besi yang tipis?
Apa itu?
Rudeus?
Sepertinya aku pernah dengar di suatu tempat.
Nama pasaran, 'kan?
Benar juga.
Omong-omong, saya punya pertanyaan untuk Anda.
Apa ada gadis berambut merah dan pria besar botak yang mencari saya?
Kok tiba-tiba bahasamu sopan banget?
Saya dijebloskan ke sini atas tuduhan palsu!
Tapi kawan-kawan saya tidak kunjung menolong.
Ah, bagaimana, ya? Aku turut berduka cita.
Hei, jangan 'gitu, dong.
Dari cara bicaramu, aku seperti dicampakkan.
Maksudnya cuma susah mencari orang tua dari anak hilang, 'kan?
(Hari keenam)
Iya, sebelah situ. Kamu jago, Anak Baru.
Karena aku serbabisa.
Oh...
Apa bisa mengalahkan naga dengan tangan kosong?
Tidak, itu mustahil.
Aku lemah dalam bertarung.
Apa bisa meladeni seratus perempuan sekaligus?
Satu saja cukup. Maksimal dua orang, deh.
Apa bisa kabur dari sini sampai Pelabuhan Zant?
Kamu mau kabur?
Aku khawatir dengan kawan-kawanku.
Ogah, ah! Kalau mau, kabur sendiri saja!
Kenapa begitu? Seenggaknya beri tahu jalan, dong!
Aku juga punya keperluan sendiri.
Tuduhan palsu pasti dibebaskan. Mereka akan tahu.
Mereka tidak mau mendengarkanku berapa kali pun aku memberi tahu!
Baiklah. Aku akan sandera satu penjaga sebagai penunjuk jalan sampai kota.
Hei, tenang dulu, Senior!
Aku akan bakar habis hutan ini!
Lo?
Kakak cantik penjaga kok tidak ada?
Anak Baru, apa kamu merasa agak panas?
Oh iya, memang agak panas, sih.
Lalu, ada semacam asap.
Apa itu ulahmu?
Gawat! Kita bisa mati terpanggang! Kita harus bagaimana?
Ya, keluar, lah!
Kita tidak punya kunci.
Bukan masalah.
Oke, ayo kabur!
Wah, mantap! Senior memang hebat!
Parah banget ini.
Mereka komplotan yang dikabarkan suka menculik anak-anak suku Binatang.
Bukankah ini sudah kelewatan?
Sejujurnya, orang-orang di desa ini membuatku marah.
Mereka menjebloskanku ke penjara tanpa mendengar pembelaanku.
Aku rasa bukan masalah kalau mereka sedikit dihajar.
Mama! Papa!
Kita harus bagaimana, Senior? Kalau mau lari, ini kesempatan emas.
...utang budi.
Eh? Kamu bilang apa?
Selamatkan suku Binatang dan buat mereka berutang budi!
Oke, deh! Aku suka!
Maju sini kalau berani!
Mampus!
Aduh!
Mantap!
Buat udara sedingin mungkin.
Wah, keren!
Kemampuan Senior boleh juga!
- Penyihirnya di situ! - Incar dia!
Kalian takkan kubiarkan menyentuh Senior!
Ini gawat.
Mau mundur sejenak?
Aku tidak tahu siapa, tapi terima kasih!
Kau...!
Bicaranya nanti saja!
Kalau hidungku tidak terganggu, kalian bukan masalah besar.
Keren banget!
Apakah kau bersedia membantuku merebut kembali anak-anak?
Siap!
Diam dan cepat masuk!
Kamu tidak apa-apa?
Iya, terima kasih.
Syukurlah kalian baik-baik saja.
Rupanya mereka yang menculik anak-anak desa.
Hei, hei.
Bisa dihentikan, tidak?
Ternyata benar Anda pelakunya.
Majikan, kenapa kau bersama mereka?
Padahal bocah berambut merah dan si Superd palsu
menjadi penurut dan memperlambat gerakan kesatria suku Binatang.
Aku sudah curiga kenapa jemputanku lama,
tapi memang ada yang terjadi, ya.
Dia kenalanmu?
Iya, sedikit.
Tolong baca situasi, Majikan.
Berkatku, kalian dapat menyeberangi laut.
Maksudmu memanfaatkan kami?
Ya, jelas, dong.
Memangnya ada penculik yang meminta melepaskan anak-anak yang diculik?
Kalian hanya umpan untuk menarik perhatian suku Doldia.
Tentu saja.
Yah, aku sudah tahu pasti ada udang di balik batu.
Hei, Majikan, mau jadi kawanku?
Apa kamu tahu kalau anak-anak suku Binatang bisa jadi sumber uang?
Ada bangsawan maniak yang mau membeli mereka dengan harga tinggi.
Orang cabul memang ada-ada saja kelakuannya.
Jangan bilang beliau orangnya.
Maaf, aku menolak.
Dead End mau bermain peran jadi pembela kebenaran?
Inginnya, sih, begitu.
Oh. Pilihanmu salah besar, tahu!
Hei, Senior, dia berbahaya!
Itu aliran pedang Dewa Utara.
Kamu tahu banyak, ya, Monyet.
Aku ahli pedang sakral utara, Garus si Pembersih.
Kemarilah, Majikan.
Apa mau jadi pengecut dan membiarkanku?
Bukankah kau yang pakai sandera?
Aku mau bilang begitu, tapi dia kuat.
Atau mau membiarkan dia saja?
Aku bukan pembela kebenaran
yang bertaruh nyawa untuk menyelamatkan anak-anak seperti Ruijerd.
Tidak mau melawan? Membosankan.
Aku pamit dulu, Majikan.
Hubungi saja kalau mau jadi kawanku.
To-Tolong aku!
Kamu mau membiarkannya?
Kenapa?
Berengsek!
Berani kau, ya!
Senior mantap sekali! Tolong bereskan dia!
Apa boleh buat kalau sudah begini.
Selesaikan sampai tuntas.
Maaf, Pak Garus.
Dead End tidak boleh dianggap sebagai penjahat.
Sial. Tidak menarik sama sekali.
Kau naif!
Aku bisa lihat. Aku bisa melawan.
Berakhir sudah, Majikan!
Jangan menghalangi!
Makan ini!
Apa berhasil?
Hore! Kamu berhasil, Senior!
Senior? Senior!
Rudeus!
Eris?
Di mana ini?
Rumah Kepala Suku Dedoldia.
Aku sudah dengar.
Kamu menghabisi ahli pedang sakral utara, 'kan?
Paman muka monyet bilang begitu dengan cerianya.
Aku berhasil menang melawan ahli pedang sakral utara?
Saya mohon maaf!
Tidak kusangka Anda adalah penyelamat anak-anak yang diculik.
Saya, Gyes, siap menerima hukuman seberat apa pun!
Rebus atau bakar saya sesuka Anda!
Tuan Rudeus, sebagai kepala suku Dedoldia, saya mengucapkan rasa terima kasih.
Terima kasih.
Oh iya. Kalian cukup lama ke sini. Apa ada yang terjadi?
Aku khawatir.
Iya, dengar aku!
Kami kesusahan, lo!
Eris menceritakan semua yang terjadi dalam sepekan
saat aku ada di balik jeruji dengan begitu ceria.
Pertama, Ruijerd bertemu dengan Gustav sang Kepala Suku.
Dia terlibat baku hantam melawan kesatria Doldia karena salah sangka seperti kasusku.
Ya, Ruijerd memang susah bersosialisasi.
Aku bisa membayangkan yang terjadi.
Setelah salah pahamnya selesai,
semua sisa awak penyelundup dihukum-dibantai habis.
Para pejabat Pelabuhan Zant dituduh bertanggung jawab atas penyelundupan.
Ya, pokoknya banyak yang terjadi.
Saat itu Eris tidak ikut dalam operasi dan dipercaya untuk menjaga anak-anak.
Tentu dia menerimanya dengan senyuman lebar.
Mungkin ini memang takdir seorang Greyrat.
Tidak kusangka kita bisa sampai di desa suku Binatang.
Kita punya cerita indah untuk orang-orang di rumah Boreas.
Benar! Aku mau sombong di depan kakek.
Aku ingin segera bertemu dengannya.
Penguasa wilayah Fittoa, Sauros Boreas Greyrat.
Bukan hanya dinilai gagal dalam menangani bencana daya sihir.
Kau malah membuat kekacauan di antara penduduk.
Dengan ini kau dibebastugaskan dan dijatuhi hukuman mati!
Serahkan wilayah Fittoa pada saya, Darius.
(Episode 14: Tidak Ada yang Lebih Murah daripada Gratis)
Aku melihat langit di bilik jendela dan bertanya-tanya♪
Apakah langit ini adalah langit yang sama?♪
Ibarat warna senja yang seakan membaca isi nurani♪
Di tempat kita meninggalkan hari-hari nan polos♪
Angin berembus menyambut kedatangan kita♪
Janganlah berubah♪
Wahai kota dan penduduknya, tetaplah sama seperti dalam mimpiku♪
Aku berdoa semua akan tetap sama♪
Seperti sediakala ketika kita melihat bintang pertama♪
Di perjalanan pulang♪
(Episode Selanjutnya: Hidup Santai di Desa Doldia)
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.