All language subtitles for Mushoku.Tensei.Jobless.Reincarnation.S01E14.Penny.Wise.and.Pound.Foolish.WEBRip.AMZN.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian Download
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh Download
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish Download
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian Download
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese Download
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Halo, aku Rudeus si mantan pengangguran.

Saat ini aku tinggal

di apartemen tanpa uang muka, uang jaminan, dan uang sewa bulanan.

Bahan bangunan yang dipakai adalah kayu hangat seperti pohon Buna.

Tempat tidur pun disediakan,

tapi kurang nyaman karena banyak serangganya.

Fasilitas kamar mandi dalam.

Kita bisa buang air di lubang ini.

Anak masa kini sepertiku jelas khawatir dengan tingkat higienisnya,

tapi harganya murah parah.

Harga uang sewanya gratis-tis-tis.

Istimewanya, aku dapat sarapan dan makan malam.

Makanan di sini tak kalah lezat.

Aku tidak tahu daging apa ini,

tapi jika sudah terbiasa dengan kehidupan di Benua Iblis,

siapa pun dapat menikmati hidangan ini.

Lalu, keunggulan apartemen ini adalah sistem keamanannya.

Lihatlah rangka nan kokoh ini, tidak goyah sama sekali.

Kalau sekokoh ini, tidak akan ada pencuri yang bisa masuk ke dalam.

Anehnya, ada penjahat di dalam sini.

Wajar saja.

Karena ini adalah penjara.

Deru pepohonan menyembunyikan embus napas♪

Kita percaya masing-masing tanpa tahu nama satu sama lain♪

Secercah sinar mentari yang menembus semak belukar♪

Terasa layaknya kehangatan ibunda♪

Wahai alam yang diwariskan oleh orang-orang kuno♪

Dadaku yang terpatri kini meronta♪

Wahai suara, wahai peri-peri pohon♪

Beri tahu aku kata-kata yang ingin engkau dengar♪

Berjalanlah melewati kabut♪

Sebelum kita berkelana bersama♪

Sekarang aku harus bagaimana?

Mendobrak dan kabur menggunakan sihir mudah bagiku.

Tapi di tengah hutan begini mau bagaimana?

'Kan enggak lucu kalau aku lari dan malah kesasar di dalam hutan.

Ini tuduhan palsu! Saya tidak bersalah!

Saya hanya melihat anak-anak yang dicu-

Dasar cabul!

Sudah ditelanjangi, disiram air dingin pula.

Bukan sebuah siratan, tapi secara harfiah.

Kalau aku punya fetis aneh, apa kalian mau bertanggung jawab?

Ya Tuhan, mohon lindungi hambamu!

Lebih baik aku menunggu diselamatkan Ruijerd dan Eris tanpa bergerak sembrono.

Apalagi karena orang-orang sini enggak mau mendengarkanku.

Padahal punya telinga segede itu.

(Hari ketiga)

Ruijerd lama sekali. Apa terjadi sesuatu?

Jangan-jangan dia bertarung melawan kakek yang mengejarnya?

Atau malah ada sesuatu yang terjadi pada Eris?

Enggak. Mereka berdua enggak akan tumbang dengan mudah.

Baru tiga hari. Enggak perlu buru-buru.

Pepatah mengatakan "orang sabar disayang Tuhan."

(Hari keempat)

Bosan.

(Hari kelima)

Sakit, tahu!

Sialan! Perlakukan aku lebih lembut, dong!

Selamat datang di pemberhentian terakhir dalam hidup.

Ada apa, Anak Baru?

Anu, kamu telanjang bulat, tapi sikapmu congkak, ya.

Hei, Anak Baru!

Jaga mulutmu! Aku seniormu di sini!

Oke.

Santai saja dan anggap rumah sendiri.

Kenapa kamu dijebloskan ke sini?

Kecuranganku ketahuan.

Oh, penjudi. Karena suit? Atau melewati jembatan besi yang tipis?

Apa itu?

Rudeus?

Sepertinya aku pernah dengar di suatu tempat.

Nama pasaran, 'kan?

Benar juga.

Omong-omong, saya punya pertanyaan untuk Anda.

Apa ada gadis berambut merah dan pria besar botak yang mencari saya?

Kok tiba-tiba bahasamu sopan banget?

Saya dijebloskan ke sini atas tuduhan palsu!

Tapi kawan-kawan saya tidak kunjung menolong.

Ah, bagaimana, ya? Aku turut berduka cita.

Hei, jangan 'gitu, dong.

Dari cara bicaramu, aku seperti dicampakkan.

Maksudnya cuma susah mencari orang tua dari anak hilang, 'kan?

(Hari keenam)

Iya, sebelah situ. Kamu jago, Anak Baru.

Karena aku serbabisa.

Oh...

Apa bisa mengalahkan naga dengan tangan kosong?

Tidak, itu mustahil.

Aku lemah dalam bertarung.

Apa bisa meladeni seratus perempuan sekaligus?

Satu saja cukup. Maksimal dua orang, deh.

Apa bisa kabur dari sini sampai Pelabuhan Zant?

Kamu mau kabur?

Aku khawatir dengan kawan-kawanku.

Ogah, ah! Kalau mau, kabur sendiri saja!

Kenapa begitu? Seenggaknya beri tahu jalan, dong!

Aku juga punya keperluan sendiri.

Tuduhan palsu pasti dibebaskan. Mereka akan tahu.

Mereka tidak mau mendengarkanku berapa kali pun aku memberi tahu!

Baiklah. Aku akan sandera satu penjaga sebagai penunjuk jalan sampai kota.

Hei, tenang dulu, Senior!

Aku akan bakar habis hutan ini!

Lo?

Kakak cantik penjaga kok tidak ada?

Anak Baru, apa kamu merasa agak panas?

Oh iya, memang agak panas, sih.

Lalu, ada semacam asap.

Apa itu ulahmu?

Gawat! Kita bisa mati terpanggang! Kita harus bagaimana?

Ya, keluar, lah!

Kita tidak punya kunci.

Bukan masalah.

Oke, ayo kabur!

Wah, mantap! Senior memang hebat!

Parah banget ini.

Mereka komplotan yang dikabarkan suka menculik anak-anak suku Binatang.

Bukankah ini sudah kelewatan?

Sejujurnya, orang-orang di desa ini membuatku marah.

Mereka menjebloskanku ke penjara tanpa mendengar pembelaanku.

Aku rasa bukan masalah kalau mereka sedikit dihajar.

Mama! Papa!

Kita harus bagaimana, Senior? Kalau mau lari, ini kesempatan emas.

...utang budi.

Eh? Kamu bilang apa?

Selamatkan suku Binatang dan buat mereka berutang budi!

Oke, deh! Aku suka!

Maju sini kalau berani!

Mampus!

Aduh!

Mantap!

Buat udara sedingin mungkin.

Wah, keren!

Kemampuan Senior boleh juga!

- Penyihirnya di situ! - Incar dia!

Kalian takkan kubiarkan menyentuh Senior!

Ini gawat.

Mau mundur sejenak?

Aku tidak tahu siapa, tapi terima kasih!

Kau...!

Bicaranya nanti saja!

Kalau hidungku tidak terganggu, kalian bukan masalah besar.

Keren banget!

Apakah kau bersedia membantuku merebut kembali anak-anak?

Siap!

Diam dan cepat masuk!

Kamu tidak apa-apa?

Iya, terima kasih.

Syukurlah kalian baik-baik saja.

Rupanya mereka yang menculik anak-anak desa.

Hei, hei.

Bisa dihentikan, tidak?

Ternyata benar Anda pelakunya.

Majikan, kenapa kau bersama mereka?

Padahal bocah berambut merah dan si Superd palsu

menjadi penurut dan memperlambat gerakan kesatria suku Binatang.

Aku sudah curiga kenapa jemputanku lama,

tapi memang ada yang terjadi, ya.

Dia kenalanmu?

Iya, sedikit.

Tolong baca situasi, Majikan.

Berkatku, kalian dapat menyeberangi laut.

Maksudmu memanfaatkan kami?

Ya, jelas, dong.

Memangnya ada penculik yang meminta melepaskan anak-anak yang diculik?

Kalian hanya umpan untuk menarik perhatian suku Doldia.

Tentu saja.

Yah, aku sudah tahu pasti ada udang di balik batu.

Hei, Majikan, mau jadi kawanku?

Apa kamu tahu kalau anak-anak suku Binatang bisa jadi sumber uang?

Ada bangsawan maniak yang mau membeli mereka dengan harga tinggi.

Orang cabul memang ada-ada saja kelakuannya.

Jangan bilang beliau orangnya.

Maaf, aku menolak.

Dead End mau bermain peran jadi pembela kebenaran?

Inginnya, sih, begitu.

Oh. Pilihanmu salah besar, tahu!

Hei, Senior, dia berbahaya!

Itu aliran pedang Dewa Utara.

Kamu tahu banyak, ya, Monyet.

Aku ahli pedang sakral utara, Garus si Pembersih.

Kemarilah, Majikan.

Apa mau jadi pengecut dan membiarkanku?

Bukankah kau yang pakai sandera?

Aku mau bilang begitu, tapi dia kuat.

Atau mau membiarkan dia saja?

Aku bukan pembela kebenaran

yang bertaruh nyawa untuk menyelamatkan anak-anak seperti Ruijerd.

Tidak mau melawan? Membosankan.

Aku pamit dulu, Majikan.

Hubungi saja kalau mau jadi kawanku.

To-Tolong aku!

Kamu mau membiarkannya?

Kenapa?

Berengsek!

Berani kau, ya!

Senior mantap sekali! Tolong bereskan dia!

Apa boleh buat kalau sudah begini.

Selesaikan sampai tuntas.

Maaf, Pak Garus.

Dead End tidak boleh dianggap sebagai penjahat.

Sial. Tidak menarik sama sekali.

Kau naif!

Aku bisa lihat. Aku bisa melawan.

Berakhir sudah, Majikan!

Jangan menghalangi!

Makan ini!

Apa berhasil?

Hore! Kamu berhasil, Senior!

Senior? Senior!

Rudeus!

Eris?

Di mana ini?

Rumah Kepala Suku Dedoldia.

Aku sudah dengar.

Kamu menghabisi ahli pedang sakral utara, 'kan?

Paman muka monyet bilang begitu dengan cerianya.

Aku berhasil menang melawan ahli pedang sakral utara?

Saya mohon maaf!

Tidak kusangka Anda adalah penyelamat anak-anak yang diculik.

Saya, Gyes, siap menerima hukuman seberat apa pun!

Rebus atau bakar saya sesuka Anda!

Tuan Rudeus, sebagai kepala suku Dedoldia, saya mengucapkan rasa terima kasih.

Terima kasih.

Oh iya. Kalian cukup lama ke sini. Apa ada yang terjadi?

Aku khawatir.

Iya, dengar aku!

Kami kesusahan, lo!

Eris menceritakan semua yang terjadi dalam sepekan

saat aku ada di balik jeruji dengan begitu ceria.

Pertama, Ruijerd bertemu dengan Gustav sang Kepala Suku.

Dia terlibat baku hantam melawan kesatria Doldia karena salah sangka seperti kasusku.

Ya, Ruijerd memang susah bersosialisasi.

Aku bisa membayangkan yang terjadi.

Setelah salah pahamnya selesai,

semua sisa awak penyelundup dihukum-dibantai habis.

Para pejabat Pelabuhan Zant dituduh bertanggung jawab atas penyelundupan.

Ya, pokoknya banyak yang terjadi.

Saat itu Eris tidak ikut dalam operasi dan dipercaya untuk menjaga anak-anak.

Tentu dia menerimanya dengan senyuman lebar.

Mungkin ini memang takdir seorang Greyrat.

Tidak kusangka kita bisa sampai di desa suku Binatang.

Kita punya cerita indah untuk orang-orang di rumah Boreas.

Benar! Aku mau sombong di depan kakek.

Aku ingin segera bertemu dengannya.

Penguasa wilayah Fittoa, Sauros Boreas Greyrat.

Bukan hanya dinilai gagal dalam menangani bencana daya sihir.

Kau malah membuat kekacauan di antara penduduk.

Dengan ini kau dibebastugaskan dan dijatuhi hukuman mati!

Serahkan wilayah Fittoa pada saya, Darius.

(Episode 14: Tidak Ada yang Lebih Murah daripada Gratis)

Aku melihat langit di bilik jendela dan bertanya-tanya♪

Apakah langit ini adalah langit yang sama?♪

Ibarat warna senja yang seakan membaca isi nurani♪

Di tempat kita meninggalkan hari-hari nan polos♪

Angin berembus menyambut kedatangan kita♪

Janganlah berubah♪

Wahai kota dan penduduknya, tetaplah sama seperti dalam mimpiku♪

Aku berdoa semua akan tetap sama♪

Seperti sediakala ketika kita melihat bintang pertama♪

Di perjalanan pulang♪

(Episode Selanjutnya: Hidup Santai di Desa Doldia)

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.