All language subtitles for Black.Doves.2024.S02E05.Murder.Mix.NF.WEB-DL.H264-CAKES.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian Download
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Ayo bahas ulang rencananya.

Kita masuk dan bawa Reed pergi.

Jadi, kita gerebek lokasi penahanan Black Doves dan kabur dengan mantan

-handler-mu? -Iya.

Itu merepotkan untuk mengajukan pertanyaan.

Kau tahu tentang pembunuh bayaran? Mereka tidak penasaran dengan dunia.

Mereka tidak suka pertanyaan karena tidak suka jawaban.

Kedengarannya kau merujuk sesuatu yang tidak aku ketahui.

Oke, rekan-rekan kerjamu tidak keberatan

kita tiba-tiba menyerbu mereka seperti pendaratan Normandia?

Ya, maksudku,

anggap saja itu akan membuat rapat dengan rekan-rekanku selanjutnya agak canggung.

Dan tempat ini akan dijaga ketat oleh Black Doves?

Iya, tempatnya akan dijaga oleh pasukan keamanan bayaran yang dipekerjakan oleh

-Black Doves. -Kira-kira akan ada berapa banyak

pasukan keamanan bayaran pecundang yang menjaganya?

Antara 20 sampai 40 orang.

Semoga saja 20.

Aku harus mengganti lagunya. Maaf, aku sudah tidak tahan.

Kenapa? Itu kill list-ku.

Apa?

Kill list-ku. Daftar lagu yang harus kudengarkan saat bekerja.

Iya, ada tiga orang lain di mobil ini. Kita berhak dengarkan lagu yang kita mau.

Kalau kau terus-terusan memutar lagu suram ini,

kita semua akan bunuh diri sebelum sampai di sana.

Oke, kita ganti saja. Helen, kau ingin dengarkan apa?

Ya ampun,

aku tidak tahu. Em, aku mendengarkan apa pun yang anak-anakku putar.

-Kau pasti punya penyanyi favorit. -Kau tahu? Aku sedang tidak bisa berpikir.

-Pikirkan saja sesuatu. -Olly Murs.

-Apa? -Olly Murs?

-Apa-- -Anak-anakku suka mendengarkan Olly Murs.

Syukurlah anak-anakmu tidak ada di mobil ini.

Oke, apa yang kau suka, Helen?

Em, bisa kita dengarkan podcast saja?

Tidak, tidak bisa. Aku tidak mau dengar podcast.

Astaga.

Eh, tidak, tidak. Eh, baru-baru ini aku mendengarkan podcast yang sangat menarik

tentang miliarder Arab Saudi yang memborong properti di London,

dan pada dasarnya, saat ini kita punya kawasan luas yang sebenarnya kosong.

Baik, baiklah. Putar saja. Ayo dengar podcast. Putar My Dad Wrote A Porno.

Mainkan Off Menu. Oh, putarkan The Rest is Gunfights.

Oke, kau mau dengarkan apa?

Tom Jones? Manic Street Preacher? Stereophonics?

Eh, jangan hanya sebut band Wales saja, dasar rasis.

Charlotte Church? Shirley Bassey?

Em, selera budayaku sangat luas.

Gimana dengan soundtrack Phantom of the Opera?

Hei, kau jangan menghina Phantom.

Astaga, ayo dengarkan The Beatles saja.

The Beatles. Era apa?

Era awal. Oh, oke, baiklah. Era akhir.

Kenapa kita tidak dengarkan playlist-ku? Ayolah, playlist-ku bagus.

Baiklah. Oh, astaga, putar Playlist Eksekusi Williams.

Terima kasih.

Berapa lama lagi? Aku harus ke toilet.

Satu jam.

Tapi ini akan terasa jauh lebih lama.

Laporan toksikologi mengindikasikan bahwa Alexi Chernov tewas karena keracunan.

Astaga.

Maksudku, d-dia terlihat baik kemarin malam. Dia terlihat sangat bugar.

Tipe racun ini baru bereaksi setelah beberapa saat, Pak.

Setelah beliau meninggalkan restoran.

Kita yakin bahwa ini adalah pembunuhan yang disengaja?

Dua orang staf restoran ditemukan terikat di dalam lemari gudang.

Mereka pelayan dan koki. Seragam mereka telah dicuri.

Itu seperti adegan Tex Avery, 'kan?

Apa dampaknya pada hubungan dengan Rusia, Bill?

Chernov bertindak semaunya sendiri. Rusia tidak akan senang dia menemui Anda.

Ada pertimbangan untuk penundaan?

Menurut saya, membatalkan acara yang dari awal tidak diinginkan Rusia karena

seseorang diracun secara misterius akan menciptakan contoh yang agak berbahaya,

-iya, 'kan, Pak? -Kau benar.

Sebisa yang kita lakukan,

kita harus berusaha menjauhkan nama Perdana Menteri dari masalah ini.

Kami akan berusaha semampu kami.

Apa kita punya tebakan siapa pelakunya?

-Bukti kuat, maksudku. -Tim saya sedang meninjau ulang

rekaman CCTV kemarin malam dengan manajer restoran.

Bagus. Terus kabari aku, oke?

Bu Mason, Perdana Menteri menyampaikan permintaan maafnya,

tapi beliau akan terlambat pagi ini.

Tidak perlu minta maaf. Anda bisa langsung antar saya pada beliau.

-Beliau sedang rapat. -Iya, dengan saya.

Bu Mason.

Kau tidak suka aku, benar, 'kan, Bill? Tidak masalah. Aku juga tidak suka kau.

Kau orang yang disebut ibuku jagoan kecil yang sok manis, tapi,

dia akan bilang 'jalang', bukan 'jagoan'.

Aku bilang 'jagoan' sebagai bentuk sopan santun,

tapi aku akan tetap mengartikannya 'jalang'. Apa beliau ada di sini?

Saya tidak tahu apa Anda sudah dengar, Alexi Chernov terbunuh tadi malam.

Oh, kau tahu, aku punya Google Alert untuk kata 'Rusia' dan 'racun'. Jadi,

iya, aku sudah tahu itu, Bill.

Aku sudah tahu bahwa Alexi Chernov meninggal. Aku juga tahu bahwa Pak

Perdana Menteri makan malam bersamanya di restoran meski aku sudah melarangnya.

Aku juga sadar bahwa kita akan mengadakan KTT Perdamaian… dalam lima menit.

Itulah kenapa aku ada di sini, Bill, agar semua berjalan sesuai rencana.

Jadi, bisa kau panggil bosmu sebelum aku panggil bosku?

Apa kau bisa menunggu di sini, atau aku harus mengikatmu ke meja?

Oh, jangan mengancamku dengan hal yang menyenangkan, William.

Apa kau bawa peredamnya? Kepalaku masih pengar.

Tidak.

Kau punya penutup telinga?

Tidak.

-Eleanor? -Iya?

Biarkan di kanal enam. Usahakan tidak teriak. Williams sedang merasa rapuh.

Kalian berdua ke kiri. Aku dan Helen ke kanan.

Terus komunikasi setiap waktu. Kau tertembak, Kau kena masalah,

beri tahu saja, kami akan datang. Berlaku sebaliknya.

Usahakan tidak menarik perhatian selama mungkin, oke?

Tempat macam apa ini?

Aku mungkin akan terdengar penasaran,

tapi gimana tepatnya kita akan temukan Bu Reed?

Kita bisa sebut kelebihan dan kekurangannya, untuk pertimbangan?

Iya, oke, eh…

Itu bisa merusak pertemanan kita.

Iya, kalau ada yang salah…

-Bisa jadi kacau. -Iya, memang bahaya, aku tahu.

Tidak akan ada kata kembali.

Iya.

Kalau kelebihannya?

Kalau tidak coba, kita akan selalu bertanya-tanya?

Iya, apa kita membuat keputusan bodoh karena tidak mencobanya?

Apa kita akan menyesal?

Apa kau akan menyesal kalau tidak mencoba?

-Entahlah. Masalahnya, aku suka Sam. -Sam? Apa?

Iya, Sam.

Apa yang kau bicarakan?

Tentang kau dan aku.

Kupikir kita bicara soal bunuh Sam.

Yang benar saja.

Astaga, Williams.

Maaf, tapi setelah aku nyatakan cinta, kau malah ingin bicara soal membunuh Sam.

Satu juta quid. Mereka bayar sebesar itu.

-Dia teman kita. -Bukan, dia rekan kerja.

Dia agak lebih dari rekan.

Jadi, gimana? Jangan jadi sentimental.

Aturan pertama, jangan terbawa perasaan.

Itu aturan pertama, iya, 'kan?

Iya, aturan pertama.

Aturan pertama adalah jangan tertembak.

-Setuju. -Iya?

Jadi, kau tidak akan langsung menyerbu seperti orang gila?

Apa maksudmu?

-Kau tidak sabar. -Oh, oke, iya.

Seperti saat kau tidak bicara denganku sebelum meracuni Alexi Chernov.

Hei, dengar,

pernahkah kau berpikir bahwa aku berusaha menyelamatkanmu dari dirimu? Terkadang.

Bahwa aku harus lakukan hal yang tidak kau suka agar kau tetap aman.

-Tahu apa yang membuatku tetap aman? -Rompi antipeluru?

Jawaban. Jawaban membuatku aman, mengetahui apa yang terjadi.

Itu yang membuatku aman. Jadi, maaf kalau aku tidak sabar menemukan Reed,

tapi orang lain yang bisa kutanyai sudah dibunuh. Olehmu!

Rompi antipeluru tidak akan salah.

Coba pelan-pelan saja kalau tidak merepotkan.

Aku benar-benar tidak ingin menarik perhatian selama mungkin.

Tidak ada, sejauh ini semua aman. Kami sudah menyisir semua lahan.

-Berikan granatnya. -Apa?

Berikan granat sialan itu.

Itu tidak terlalu diam-diam, 'kan?

Iya, tapi aku tidak ingin diam-diam, oke?

Sam bilang jangan menarik perhatian.

Sam pasti menyuruhmu tidak membunuhnya, tapi kau masih merencanakannya.

Oh, kau tahu? Kalau kau masih marah, aku tidak akan bahas lagi.

-Kau apa kabar? -Ya, lumayan.

Iya, hanya memikirkannya. Setidaknya kau berpikir.

Kau akan terus begini?

Iya, aku akan terus begini. Sekarang, bisa berikan granatnya?

Oke. Hati-hati, ini ada nilai sentimentalnya.

Aku bercanda. Untuk cairkan suasana.

-Ha-ha. -Ha-ha, ha-ha.

Benar, Kawan.

Celaka!

-Astaga. -Aku bilang jangan menarik perhatian,

-'kan? -Aku bilang jangan menarik perhatian!

-Apa? -Aku bilang jangan menarik perhatian!

-Maaf. -Maaf.

-Astaga! -Pergi lewat belakang!

Yang benar saja.

Pintu utama diterobos.

Pintu depan telah diterobos. Kembali ke posisi masing-masing, sekarang!

-Robert. -Ada apa?

-Lokasi penahanan… -Sial.

Periksa kiri ke kanan, lantai demi lantai. Cek setiap kamar.

Baik, Kapten.

Posisi Alpha selatan.

Itu Helen Webb.

Sial.

MEMPERBARUI DATA

Di mana tim cadangan?

Mereka dalam perjalanan.

-Aku bahkan tidak tahu namamu. -Hah?

Kau bilang suka aku, tapi aku tidak tahu namamu.

-Kau tahu namaku. -Bukan nama depanmu.

-Aku tidak tahu nama belakangmu. -Davies.

Seharusnya bisa kutebak.

Ah. Ya, kenapa namamu Williams? Tidak seperti nama Irlandia, 'kan?

Lebih mirip nama Wales.

Ayahku orang Inggris.

Lihat, satu hal lain yang tidak aku ketahui!

-Aku tidak bisa banggakan itu, iya, 'kan? -Jadi, siapa namamu?

-Aku tidak mau bilang. Fionnuala. -Fionnuala?

-Iya. -Fionnuala?

Iya, Sial, Fionnuala.

Nama yang bagus. Kenapa kau tidak memakainya?

Karena aku terdengar seperti perawan tua dan ibuku yang menamaiku.

-Nama itu juga tidak cocok untuk ini. -Fionnuala.

Fionn…

Fionnuala?

Kau langsung beraksi, tidak menunggu, dan tidak berpikir.

Aku berpikir.

Kau berpikir saat setuju jadi mata-mata?

Kau berpikir saat setuju menikahi Wallace dan melahirkan anak-anaknya?

Gimana perselingkuhanmu dengan Jason? Apa kau pikirkan dalam-dalam?

Maaf. Apa kau berdebat denganku di tengah baku tembak?

-Tidak. -Ya, rasanya seperti itu.

Maksudku, ini serius. Ada konsekuensi dari tindakan kita.

Seperti apa?

Seperti saat aku bilang sebaiknya kita tidak selidiki Patrick.

Oke, seberapa dekat kau dengan pria yang bekerja di hotelmu?

Cukup dekat sampai aku tidak ingin menembak kepalanya.

-Kenapa kau menembaknya? -Karena aku melindungimu.

Karena, kekuatanmu berasal dari kelemahanku.

Oke, ya, kedengarannya kau merujuk sesuatu yang tidak aku ketahui.

Tunggu--

Fionnuala berarti bahu yang cantik.

Eh, sering dikaitkan dengan keanggunan dan kecantikan.

Eh, namanya juga muncul di kisah mitologis tentang Anak-Anak Lir.

Di mana Fionnuala berubah menjadi angsa.

Kau lebih mirip soang daripada angsa.

Iya, bahuku juga tidak begitu cantik.

Apa kau mau berhenti mencari namaku dan fokus agar kita tetap hidup?

Iya, tentu, Fionnuala.

Oh, sial.

Tim Alpha, target terlihat. Semua unit bersiap menyerang.

Kau terus bilang kau tidak akan menyerahkan hidupmu,

dan ingin aku membantumu, tapi gimana denganku?

-Aku akan lakukan hal yang sama untukmu. -Hidupku tidak bisa diperjuangkan.

Aku tidak punya kehidupan. Kau tahu aku punya apa?

Meja pramutamu yang kosong.

Enam garis kokaina di atas minibar kosong.

Aku hanya berbaring di kasur hingga pukul tiga pagi, menunggu 20 miligram

melatonin bereaksi supaya aku bisa tidur cukup lama agar kepalaku tidak pusing.

Supaya aku bisa jalani satu hari lagi yang entah apa isinya.

Aku jauhi setiap orang yang pernah mengancam akan mencintaiku,

yang tidak aku jauhi, aku bunuh.

Mungkin itu memang pilihanku, tapi--

-Itu tidak membuatnya lebih mudah. -Sam.

Aku tidak berutang lagi padamu.

Utangku lunas, kita impas.

Aku tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan, Helen. Bahkan untukmu.

Halo? Ada kavaleri yang mendekat dari pintu depan.

Tiga van penuh bajingan.

-Oh. -Sial.

Sial.

Kita harus coba tahan mereka.

Pergi cari Reed.

A… Aku akan tahan mereka sebisa mungkin.

Sam. Bukan kelemahanmu yang membuatku kuat,

tapi kekuatanmu.

Kau buatku kuat.

Selalu begitu.

Musuh ada di lantai atas. Tim Alpha dekati dengan hati-hati.

Lapor, kami masuk lewat belakang.

Oh, sial…

-Mereka akan masuk lewat belakang juga. -Dimengerti.

Penyebab kematian Chernov masih belum diketahui. Namun,

-pihak berwenang menanganinya -Hei, berhenti di sana!

-Sebagai kasus mencurigakan. -Oligark yang…

…para pemimpin negara yang akan hadir…

Chernov diketahui sangat gigih

dalam mengembalikan hubungan politik antara Rusia dan negara-negara Barat.

Kadang-kadang aku bertanya apa kau benar-benar memahami konsep penyamaran.

Apa kau terluka?

Tidak,

untungnya aku tidak membobol kunci itu, kalau tidak, tanganku pasti hilang.

Benarkah?

Menurutku frasa yang kau cari adalah "terima kasih".

Ini misi penyelamatan, tapi aku punya pertanyaan.

Dan pistol. Kau punya posisi yang kuat. Apa Sam membunuhnya?

-Iya. -Aku harap dia dibayar mahal.

Dia sedang diancam.

Dorset.

Delapan tahun yang lalu. Ada video aku membunuh pria yang kau minta.

Oh, astaga.

Conteh berpikir kau mengorbankan

agen-agenmu untuk menutupi misi yang gagal di Berlin.

Robert Conteh menderita kekurangan daya imajinasi yang parah.

Jadi kau tidak minta Klein dan Ambrose untuk dibunuh?

Aku memang pernah memikirkan itu sebelumnya, tapi tidak.

Oke, kalau Ida Povetkin?

Aku dengar rekaman laporan lapangannya dan dia ketakutan. Dia takut padamu.

Dia ingin siapa pun yang mendengarnya beranggapan seperti itu.

Jadi kau dijebak.

Sayangnya, itu berhasil dengan cukup baik.

Apa aku bilang sedang pengar, karena memang seperti itu.

Astaga!

Jadi Black Doves mendapatkan info bahwa kau merencanakan hal buruk di Paris,

menemukanmu di sana, tertangkap basah,

membawa hard disk yang mengimplikasikan bahwa kau membunuh agenmu sendiri.

Pintu utara! Cepat!

Lurus! Di kanan!

Arah jam dua!

-Ayo, cepat, tembaki semuanya! -Tembaki semuanya!

Lempar dan bidik!

-Terima ini! -Ayo!

Jadi kenapa Ida Povetkin berbohong di rekamannya?

Ida adalah gadis konyol dengan pikiran yang kacau.

Harusnya tidak kutugaskan di lapangan. Ada yang memengaruhinya,

menjanjikannya dunia, dan meyakinkannya untuk melawanku.

Dia tidak sadar, untuk meyakinkan orang bahwa aku telah mengorbankan agen-agenku,

dia harus menggorok lehernya sendiri.

Sepertinya dia baru sadar setelah melihat pisau.

Bu Reed dan Helen Webb tidak boleh dilukai dalam situasi apa pun.

Siapa pun yang bersama mereka dapat dianggap mudah untuk disingkirkan.

Dia di sana! Arah jam dua belas! Tembak!

Oh, sial.

Ayo, ayo!

Mereka ada banyak.

-Mereka sangat banyak. -Siapa itu Wildflower?

Aku.

Itu nama kodeku di Berlin.

Apa sebenarnya yang terjadi di sana?

Aku punya anak perempuan.

Maaf, kau punya apa?

Putri, anak perempuan. Aku yakin kau paham konsep itu.

Itu pekerjaan pertama yang sangat sulit.

Aku kira tugasnya hanya beberapa bulan.

Enam tahun kemudian, aku masih di sana dengan seorang putri,

tanpa tanda-tanda keluar, jadi aku memaksa keluar.

Dasar--

Aku berbohong, orang-orang meninggal, dan aku kehilangan dia.

Bukan kehilangan dia, aku tinggalkan dia.

Aku membuangnya.

Aku menghapus dan menghilangkan semua hal tentangnya dari berkas.

Semua kejadian menyedihkan itu ditutup dan disembunyikan.

Kami memanggilnya Vita,

tapi aku tidak tahu namanya sekarang.

Wah, aku… terkejut.

Aku senang masih bisa mengejutkanmu.

Bukan, aku hanya… tidak bisa membayangkan kau mengganti popok.

Ya, biasanya ayahnya yang mengganti popoknya.

Ayahnya?

Franz.

Pria yang kau temui di Dorset.

Pria yang aku tembak di Dorset.

Harusnya dia sudah mati di Berlin.

Astaga, kenapa kau--

Menyuruh membunuhnya?

Ada orang yang memeras Alexi Chernov,

mengancamnya dengan bukti, dia coba membelot ke Amerika di tahun 1988.

Sejumlah uang yang besar dikirimkan ke seorang pemeras tanpa nama.

Hei!

Posisiku akan segera diserbu. Posisiku akan diserbu. Eleanor, Williams.

Kami butuh bantuan!

Tentu saja, Alexi mencoba mencari tahu siapa itu,

siapa yang mungkin mengetahui semua rahasianya.

Semua anggota Kestrel sudah mati.

Atau itu yang kuduga.

Franz.

Ternyata Franz selamat,

dan dia menguras harta Alexi, mengumpulkan kekayaan yang besar.

Cukup untuk membangun sesuatu.

Untuk membangkitkan kembali sebuah ide, sebuah gerakan.

Kestrel.

Lebih besar dan ganas.

Lebih berbahaya dari sebelumnya.

Orang itu sekarat karena kanker.

Dia tidak membangun apa-apa.

Tidak, bukan untuknya, bukan.

Untuk putrinya.

Bilang padanya aku temukan Vita.

Siapa dia sekarang?

Di mana dia?

Aku tidak tahu.

Oh, Marie.

Ada apa? Kenapa kau di sini?

Maaf, Wall-- Pak Webb. Pak Perdana Menteri.

Kau bisa panggil aku Wallace, Marie, tidak apa-apa.

Eh, aku harus beli inhaler baru untuk Oli. Untuk karyawisata minggu depan,

tapi, em, aku tidak temukan resepnya. Helen juga tidak menjawab teleponku.

-Ada karyawisata minggu depan? -Mereka akan ke Belgia.

-Oh, kenapa? -Perang Dunia.

Oh, astaga. Ada lagi.

-Perang Dunia Pertama. -Maaf, aku hanya bercanda.

Tim pers menyuruhku berhenti bercanda. Eh, aku tidak tahu di mana

resep obat Oli disimpan. Kau bilang Helen tidak jawab teleponnya?

-Tidak. -Kau tidak tahu dia di mana?

-Tidak. -Oke, ya, aku bisa…

Eh, biar aku yang urus.

Maaf sudah mengganggu.

Tidak apa-apa.

Astaga.

-Aku benar-benar lupa. -Karyawisata anakmu?

Bukan, penyakit asmanya.

Bu Mason.

Pak Perdana Menteri, apa kabar Anda hari ini?

Baik, ya, tidak begitu baik, sebenarnya.

Ya, turut sedih mendengarnya. Sekarang, urusan KTT. Eh,

sebagian besar tamu VIP kita tiba hari ini. Kanada, Denmark, Finlandia, Jerman,

intinya, negara yang sedang tidak berperang dengan kita.

Situasi Liktenstin masih belum pasti, tapi kami yakin sikap mereka baik.

Anda bercanda.

Iya, tentu saja.

-Saya suka. -Terima kasih.

Eh, Wallace, kau punya waktu 20 menit hari ini?

Ya, sepertinya dua menit pun tidak ada, 'kan?

I-ini MI5. Petugas Perryman. Dia bilang ini penting.

Iya, tentu. Bilang padanya dia bisa temui aku.

Oh, ya, Tuhan.

Pak Wallace, Anda tidak boleh berurusan dengannya hari ini.

Bu Katia.

Boleh saya katakan bahwa saya sangat berduka mendengar kabar Pak Alexi.

Kabar buruk ini begitu mengejutkan dan kami akan menyelidiki kasus ini

di tingkat tertinggi.

Tidak perlu merepotkan Kepolisian Metropolitan, Pak.

Bukan misteri lagi siapa yang membunuhnya.

Alexi sudah lama memprovokasi mereka.

Sejujurnya, saya terkejut Moskow baru bertindak.

Iya, kami akan mengusutnya sampai tuntas. Saya janji.

Terima kasih, tapi saya tidak datang kemari untuk itu.

Saya datang untuk hormati jasanya.

Pidato Alexi untuk KTT.

Pidato ini bagus, Pak Wallace, menyerukan hal baik.

Sangat disayangkan jika pembunuh suami saya mencapai tujuannya dan

menghalangi kata-kata ini disuarakan.

Kalau Anda bertanya apakah boleh membacakan pidato Alexi di KTT,

-jawabannya adalah-- -Tidak.

Jawabannya iya.

Terima kasih.

Dia menyerukan perdamaian, Pak Perdana Menteri.

Dia sudah tiada,

mari kita serukan bersama-sama.

Telepon saja ibu sialanmu itu, dasar bajingan sialan!

Sam, ke sini sekarang juga!

Asumsiku kau tahu harus apa saat baku tembak.

Pakai topi kaleng dan tunjukkan sikap agresif, tapi aku perlu senjata.

Kau bisa gunakan itu?

Sepertinya aku bisa.

Kontraktor sialan.

Berengsek. Tempat itu seperti istana Saddam.

Siapa yang pekerjakan mereka?

Kenapa mereka tidak dihentikan?

Utamakan tangga dan jalan keluar!

Ayo, ayo, masuk! Dorong! Dorong!

Tembak! Tembak!

Williams! Williams! Williams!

Buka jalan di sana!

Aku cari Helen.

Kau-- Kau baik? Kau baik?

Iya, aku baik.

Astaga! Bu Reed!

Apa kabarmu?

-Luar biasa, terima kasih, Samuel. -Kau punya senapan?

Luar biasa.

Oke, ayo pergi. Sepertinya gedung ini akan diserbu.

Kami temukan dia!

Williams! Eleanor!

Williams! Eleanor!

-Serbu! -Mereka sembunyi!

-Reed sudah ketemu! Ayo! -Sial.

-Ayo, Williams. -Tunggu!

Fionnuala, ayolah.

Tembak!

Astaga! Berapa kali kau ingin nyaris mati dalam sehari?

-Oh, kau akan peduli? -Apa maksudmu?

-Kau akan peduli kalau aku mati? -Tentu saja.

-Gimana kalau aku muncul di ponselmu? -Apa? Apa?

Kalau kau dapat tawaran "Bunuh Williams," kau akan memikirkannya?

-Tentu saja tidak. -Gimana kalau bayarannya sangat besar?

-Satu juta? -Pound sterling?

-Bukan, euro, Sialan. Apa itu penting? -Tidak penting, tidak akan. Tidak.

-Sepuluh juta? Lima puluh? Kenapa tidak? -Aku tidak mau. Hentikan. Sudah! Hentikan!

Kau bisa bilang alasannya?

Karena aku juga mencintaimu.

Aku cinta kau, Bodoh,

tapi jangan membohongiku soal ini.

Aku tidak mampu menerimanya.

Aku mengatakan yang ada di hatiku. Aku cinta kau.

Iya.

-Kau tidak lempar itu? -Oh, sial, iya.

Granat!

Tim Alpha, Tim Alpha, harap respons.

Semua unit segera ke pintu depan. Langsung tembak.

Ada pergerakan di pintu depan.

Mereka sudah keluar! Bersiap untuk menembak! Tembak!

Sial.

Sial, sial, sial, sial!

Tahan tembakan! Mereka di balik mobil! Sekarang!

Senang mengenal kalian, Bajingan.

Halo, Pecundang.

Gimana kabar kalian?

Apa yang kau lakukan di sini?

Aku mengikutimu.

Dua bajingan itu tembaki apartemenku kemarin malam.

Ya, sampaikan itu ke kosbasku dan jaminan sewaku.

Bu Reed, kau baik?

Iya, jauh lebih baik, terima kasih, Laila.

Eh… Ayo pergi. Ayo, ayo, cepat,

-cepat, cepat, cepat, cepat! -Lari! Semua, masuk ke mobil!

Masuk!

Sial!

Ayo, cepat, cepat, cepat!

-Sial! -Pegangan!

-Ada yang ingin tembaki para bajingan itu? -Iya.

-Oh, bagus, ada bluetooth! -Kau mau apa?

-Putar Playlist Eksekusi. -Apa?

Tunggu sebentar.

-Apa-apaan ini? -Ah, ini Olly Murs!

Tunggu, ini bukan daftar laguku.

Eh, aneh sekali. Pasti, eh, terhubung dengan ponselku.

Bisakah seseorang mulai menembak?

Ugh, bisa kau matikan ini?

Sial! Berengsek!

-Ayo. -Keparat!

Ayo, lebih cepat, ayo!

Ayo, Bajingan.

Ayo!

Sial--

Semuanya, pegangan!

Oh, astaga!

Astaga!

Kau ini sudah gila, ya?

Bajingan.

Masuk.

Pak, Petugas Perryman ada di sini.

Terima kasih, Hannah, suruh dia masuk.

Terima kasih.

-Pak Perdana Menteri. -Jim, silakan masuk.

Terima kasih sudah meluangkan waktu.

Tidak masalah. Duduklah. Maaf, aku perlu mengirimkan ini.

-Anda bekerja sangat keras, ya? -Terus menerus, Jim.

-Maaf. -Tidak apa-apa, santai saja.

Acara KTT besok ini, eh…

-Banyak tekanan. -Benar.

Ada yang bisa kubantu?

Maaf mengganggu, Pak. Komisaris Thomas ada di bawah.

Benar, maaf. Aku segera kembali, Jim.

Tidak apa-apa.

Pak Komisaris.

Pak Perdana Menteri.

-Iya. -Singkat saja.

Kami punya beberapa

foto dari dua individu yang ingin kami interogasi dari restoran itu.

Saya khawatir sebagai bagian dari investigasi, kami perlu meminta

pernyataan resmi dari Anda, tapi tentu saja hal itu akan dirahasiakan.

Tentu.

-Maaf, Wallace. -Maaf, Sam.

Apa Anda kenal salah satu dari mereka, Pak?

Boleh kau kirim gambar ini padaku? Atur dengan sekretarisku.

-Tentu saja. -Terima kasih.

Maaf, Jim.

Iya, kau, eh…

Kau tadi membahas tentang…

-Pemeriksaan keamanan istri Anda. -Iya.

Ada apa?

Ada seorang wanita.

Namanya Bonnie Weir.

Dia menjalani hukuman penjara karena membunuh ayahnya di tahun 2003.

Nah, Bonnie beberapa kali menghubungi pihak berwenang dan membuat klaim aneh

tentang hubungannya dengan istri Anda, Pak.

-Hubungan apa? -Ceritanya agak gila, em…

Dia mengaku sebagai saudara tiri Bu Helen.

Oke.

Dia bilang nama asli Bu Helen adalah, em, Lily Morris,

dan bahwa Bonnie sekarang, menjalankan hukuman untuknya.

Menjalankan hukuman? Maksudmu, penjara?

-Benar, penjara. -Benar.

Kami harus menyelidiki hal ini, Pak, tentu saja,

-tidak peduli sekonyol apa kedengarannya. -Tentu.

Hal itu pun ditolak. Anda tahu, tidak ada bukti pendukungnya.

-Oke. -Sampai saya dikirimi sebuah dokumen.

Ini adalah, eh, laporan pelayanan sosial dari tahun 2002

yang menyebut nama Lily Morris. Pengirimnya anonim.

Ini satu-satunya berkas tentang gadis itu yang bisa ditemukan.

Oke.

Tidak ada catatan tentang dia di mana pun. Tidak ada rapor sekolah.

Tidak ada akta kelahiran, nihil, Pak.

Benar-benar nihil. Seolah-olah semua jejak tentangnya telah dihapus.

Beberapa hari yang lalu, saya menerima lebih banyak dokumen.

Rapor sekolah, rekam medis, hasil sensus, dan…

akta kelahiran.

Foto-foto.

Secara resmi dianggap tidak ada. Semuanya…

dihapus dari setiap berkas yang ada.

Pak, ini adalah seseorang…

yang keberadaannya sudah dihapus bersih…

dari semua catatan resmi.

Maaf, apa maksudmu?

Maksud saya, Pak,

saya tidak sepenuhnya yakin istri Anda adalah orang yang Anda kira.

Siapa lagi yang butuh minuman?

Kau masih ingin melakukannya?

Kau masih ingin perjuangkan hidup yang sudah kau bangun?

Iya.

Tidak kabur.

Tidak kabur.

Oke.

Aku akan… ambilkan minum.

Erik Klein.

Melanie Ambrose.

Alexi Chernov.

Zeus,

Spitfire,

Cowboy.

Wildflower.

Ini bukan misi penyelamatan, iya, 'kan?

Bukan.

Aku harus menyelesaikannya.

Apa rencananya?

Kita minum minuman kita,

kemudian berjalan-jalan.

Si pendeta di Italia, ingat? Kau ingin tahu yang dia lakukan.

Nah, sebelum menjadi pendeta, dia sama sepertimu.

Seorang pembunuh.

Pembunuh yang andal.

Dia membunuh orang yang salah, dan harus kabur.

Kabur sampai ke gereja kecil itu, ke desa kecil itu.

Butuh bertahun-tahun untuk menangkapnya.

Harusnya aku biarkan kau tetap pensiun, Sam.

Kita semua akan hidup lebih lama.

Terima kasih.

Hari yang luar biasa.

Aku bilang padanya.

Ikuti kata hatiku.

Pada akhirnya, itu saran yang bagus. Kau tahu.

Kalian berdua pacaran?

Em, iya.

Sebenarnya kami baru pacaran.

Itu keren.

Aku selalu ingin menjadi lesbian.

Jadi kau punya kontrak untuk membunuhku, ya?

-Iya, maaf. -Tidak apa-apa,

kau harus tahu, aku sulit dibunuh.

Ya, kita lihat nanti.

Berhati-hatilah dengan pekerjaan yang kau ambil.

Aku hanya setia pada satu orang, yang lain bisa dipertimbangkan.

Dia juga akan sulit dibunuh.

Iya.

-Halo? -Halo, Sam.

-Kau sudah terima paketnya? -Iya.

Kalau begitu, kau tahu harus apa.

Sebaiknya aku juga memberitahumu bahwa ada hadiah yang ditawarkan

untuk kepalamu.

Aku percaya kau mengenal dua wanita yang sudah mengambil kontraknya.

Mengingatkanmu bahwa pertemanan itu hal yang sangat rapuh dalam pekerjaan kita.

Sudah waktunya aku pergi.

Sam akan mengantarku pulang.

Terima kasih.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.