All language subtitles for The.First.Responders.2022.S01E03.KOREAN.DSNP.WEB-DL.AAC2.0.H.264-MARK.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

THE FIRST RESPONDERS

SEMUA KARAKTER, LOKASI, ORGANISASI, INSIDEN, KELOMPOK,

DAN LATAR BELAKANG YANG DIGAMBARKAN DALAM DRAMA INI HANYALAH FIKSI

Siapa kau?

Hei!

Astaga.

Apa? Barusan...

Apa...

Kau melihat hantu atau apa?

Astaga. Yang benar saja.

Apa-apaan ini?

Kenapa dia?

Siapa di sana?

Sial.

Menyebalkan sekali.

Terserahlah.

Siapa di sana? Kau hantu?

Keluarlah!

Keluar sekarang!

Keluar!

Keluar!

Astaga.

Keluar!

LAPORAN INVESTIGASI KEBAKARAN NEXT STUDIO UNIT 802

KODE DARURAT YANG DIKELUARKAN SAAT SEORANG PASIEN MENGHILANG

TAEWON TERAMAN, KEPOLISIAN TAEWON YANG DIHORMATI DAN DICINTAI

Astaga!

Detektif Jin, sedang apa di sini?

Aku tidak bisa tidur. Kenapa malah menangis?

Terserah. Sial.

Sudah mau keluar.

Sial, sudah keluar.

Ada apa?

Carikan aku berkas kasus.

Next Studio, Unit 802.

Ya, baiklah. Ini sudah di ujung!

LAPORAN ANALISIS CCTV 2022, KANTOR POLISI TAEWON

Memang kasus ini kenapa?

Itu tempat tinggalku.

Apa? Ada hantu di sana.

Bilang "hantu" sekali lagi, aku akan menggigitmu.

Memang ada apa dengan kasus horor apartemen ini?

Astaga.

KASUS HILANG PARK TAEHOON

Hei, Anjing Jindo. Kau bahkan bukan anggota Korps Marinir.

Kau mencoba menangkap hantu sekarang?

Berhentilah membicarakan hantu.

Hantu itu tidak ada. Apalagi di zaman sekarang.

Hantu itu ada. Lagi pula, tempat tinggalmu memang dikenal seram.

Tidak ada yang tinggal di sana,

tapi seseorang bicara sendiri tiap malam.

Kubilang hantu tidak ada!

Akan kubuktikan kepadamu.

Hei, banyak yang harus kita siapkan. Tulislah.

Baiklah. Kau mendetail untuk hal tak berguna.

Pengukur, spidol, sarung tangan kerja,

linggis, palu, pahat, gergaji, dan bor palu.

Linggis, palu, pahat, gergaji, dan apa? Bor palu.

Linggis, palu, bor palu?

Terdengar seperti alat untuk menyingkirkan jasad.

Dasar Anjing Jindo berandal. Dia tidak boleh menggigit orang.

Bersiaplah untuk menyelidiki.

Tidak ada yang bisa diselidiki di sini.

Dasar kau...

TKP itu tiga dimensi. Bersiaplah dan ambil itu.

Biar kupakai sarung tanganku dahulu.

Pelan-pelan... Astaga.

Bukankah kau penyewa di sini? Kau tidak boleh merusak tempat ini.

Kami sudah memeriksa semuanya.

Semuanya? Kau yakin?

Bisa letakkan itu saat sedang bicara?

- Ambil saja linggisnya. - Baiklah.

Bukankah ini seperti pembuka botol?

- Hei, minggir. - Apa? Baiklah.

Begini caranya.

Ya!

Tunggu. Detektif, bukankah ini...

Tidak ada yang menghilang tanpa jejak. Keluarkan.

Di sini juga ada.

Terus tarik.

- Hei. - Suara apa ini?

Entahlah. Sedang apa mereka pagi-pagi begini?

- Kita dapat jackpot? - Ya.

Apa-apaan ini? Kenapa merusak tempat tinggalmu?

- Jangan masuk! - Jangan!

Kenapa?

Jika kalian merusak TKP lagi, akan kugigit kalian.

Astaga, kau mengejutkanku.

Selesai.

Lihat? Sudah kubilang. Beri aku 50.000 won.

Astaga, ini gila.

Ada apa?

Ini alat tes darah samar feses

yang memeriksa darah manusia. Hasilnya positif.

Ini darah manusia yang terlewatkan selama penyelidikan utama.

Manis sekali.

Kasus kebakaran dan orang hilang di ruang tertutup?

Kalian semua salah.

Ada tanda hantu.

Darah yang merembes tidak bisa diseka atau dibakar.

Seseorang berdarah hingga darahnya merembes ke bawah lantai.

Berarti darahnya lama di situ.

Postmortem.

Terjadi setelah orang itu meninggal.

Kalian mengerti sekarang?

Ini bukan kasus orang hilang biasa.

Mungkin saja kasus pembunuhan.

Astaga, lututku.

Mungkin ini kasus pembakaran, bukan kasus kebakaran biasa.

Hantu muncul saat punya dendam.

Bukankah kau bilang hantu itu tidak ada?

Dasar kau...

Kalian tidak bertugas? Bantu kami sedikit.

Kau yang membuat kekacauan ini.

Jangan limpahkan tugas polisi pada kru damkar.

Ayo pergi.

Aku tidak menyerahkan tugas kepada kalian.

Aku secara resmi meminta kerja sama

karena beberapa kenalanku mengacaukan investigasi kebakarannya.

Januari, April, Juli...

LAPORAN INVESTIGASI KEBAKARAN NEXT STUDIO UNIT 802

Kau harus berhenti memikirkannya.

Halo.

Bu, masih ada

kemungkinan pembakaran.

Kita belum bisa mencoretnya. Jika kau beri aku waktu...

Dojin, polisi pun frustrasi karena tidak bisa menemukan jasadnya.

Mereka bilang akan menutupnya sebagai kasus orang hilang.

Mari serahkan laporan kita dan tutup juga kasusnya, ya?

Noda darah nomor 27.

Ukurannya 20 cm kali 78 cm.

Dia banyak berdarah.

Kau benar, aku mengacau.

NEXT STUDIO, UNIT 802 KEBAKARAN

Aku juga akan menyelidiki kasus kebakarannya dari awal.

Kini kau baru seperti Buldoser.

Boleh aku masuk?

Tempat ini rusak parah karena kebakaran.

Semua yang ada di sini dipindahkan begitu api dipadamkan,

jadi, sangat sulit menebak-nebak kondisi sebelumnya

dan mencari tahu asal kebakarannya.

Kita harus menemukan asal kebakarannya untuk tahu penyebabnya.

Sekarang, lihat.

Tirainya, hancur total karena api.

SESUATU BENAR-BENAR HANCUR KARENA API

Ranjangnya, sebagian hancur karena api.

KEHANCURAN SEBAGIAN KARENA API

Nakas, rusak parah karena api.

KERUSAKAN PARAH KARENA API

Lalu...

Raknya, sedikit rusak karena api.

SEDIKIT KERUSAKAN KARENA API

Lantainya sebagian besar rusak parah.

Sumber pembakaran, bahan mudah terbakar, dan oksigen.

Ketiga elemen itu dibutuhkan agar api bisa menyala.

Oksigen pasti terus masuk melalui jendela terbuka.

Ruangannya tertutup, sumber pembakaran pasti tak diketahui.

Butuh sumber bahan bakar lain untuk membakar seluruh tempat seperti ini.

Jadi, kami memeriksa jejak akseleran mudah terbakar

dari pengencer sampai minyak tanah dan bensin, tapi hasilnya nihil.

Serta tidak ada motif untuk pembakaran.

Karena itulah kasusnya ditutup.

Kalian tidak tahu soal noda darah itu. Motifnya adalah menutupi pembunuhan.

Menutupi?

Kalau begitu, pelakunya pasti ingin membakar lantai.

Benar.

Karena korban mungkin mengalami pendarahan hebat.

Tunggu.

Bagaimana aku bisa melewatkan ini?

- Ada apa? - Ini...

Tidak, aku tidak boleh asal menyimpulkan.

Biar kuperiksa lagi.

- Beri tahu kami. - Terserah saja.

Hei, berikan spidolnya.

- Ke mana itu? - Dasar kau...

Ini dia.

Korban berdarah di sini untuk waktu yang lama.

Jasadnya diseret ke kamar mandi seperti ini.

Lalu...

Setiap sentuhan meninggalkan jejak.

- Geser kakimu. - Baiklah.

Warnanya berbeda. Di sini bersih.

Kau benar. Hanya bagian ini yang kotor.

Tampak jelas pelakunya membuang jasadnya di kamar mandi.

Kau bilang videonya merekam korban masuk, tapi tidak keluar, 'kan?

Ya, bahkan saat kami memeriksa rekaman 30.000 kamera CCTV,

dari pintu masuk gedung hingga radius 2 km.

Rumor bahkan mengatakan dia pergi ke dunia empat dimensi.

Bagaimana dengan kloset?

Kloset? Mana mungkin orang muat di sana?

Kau benar, tapi mari kita coba.

- Hentikan. Jangan. - Baiklah.

- Aku mengerti. - Coba saja.

Ayolah.

Maaf, tapi kalian sedang menyelidiki, bukan?

Imajinasi diperlukan untuk menyelidiki.

Selain itu, kasus ini punya dua teka-teki, pembunuhan dan pembakaran.

Maukah kau bekerja sama?

Baiklah.

Aku mengurus kasus kebakaran ruang tertutup.

Aku mengurus kasus pembunuhan ruang tertutup.

Kalian sedang bersekutu atau apa?

Yang benar saja.

- Diam kau. - Diam kau.

Kekompakan kalian sangat menjijikkan.

Diamlah.

Astaga, bau.

- Aromanya seperti cheonggukjang. - Maaf soal ini.

Mereka belum membersihkan tangki septik selama lebih dari dua tahun. Bau.

Tolong sedot setiap tetesnya.

- Ini terlalu lama. - Maaf soal ini.

Maaf.

Hei, periksa setiap sudut. Secara teliti dan menyeluruh. Mengerti?

LINGKUNGAN EUNSOO

Astaga, aku bisa gila.

Anjing Jindo, si berengsek itu, membawa truk penuh kotoran kemari.

Pak Baek Cham.

Jangan menyerbu wilayah satu sama lain di sini.

Kami tidak menyerbu apa pun. Ini tempat parkir.

Aroma itulah yang menyerang wilayah kami.

Aroma itu menyerang wilayah mereka?

Astaga. Puitis sekali.

Lihat ini.

Astaga.

Apa ini?

- Ambil ini. - Ada sesuatu di sana!

- Ini. - Perlahan!

Ini.

Teman-Teman, jangan berlebihan.

Ada apa? Bukankah itu puntung rokok?

Singkirkan itu. Sialan mereka yang merokok di kamar mandi.

Cepatlah.

- Ada apa dengan mereka? - Sial.

Hei. Bagaimana dengan ini?

- Ini. - Bukan puntung lagi?

Yang ini lembek.

Aku mencium bau busuk.

- Anna. - Ya.

Bawa ini langsung ke BFN.

Jaringan lunak? Kurasa itu bagian dari tubuh manusia.

Baiklah!

Sekarang ini kasus pembunuhan.

Kami menyelidiki ulang dari awal. Paham?

Beri tahu Buldoser kami selangkah lebih di depan.

Mundur sekarang!

- Mundur! - Bagus.

Sekarang singkirkan itu. Bau.

- Berapa detik? - Masih lebih dari satu menit.

Astaga, ini tidak mudah.

PEMBERSIH TANGAN 70 PERSEN PEMBERSIH TANGAN 83 PERSEN

Sekarang 83 persen, bukan?

- Ya. - Mari langsung mulai.

Setelah asap pertama terlihat di dinding luar,

seorang warga mendengar ledakan 40 detik kemudian.

Singkatnya, butuh sekitar 40 detik agar api bertemu akseleran.

- Berapa detik? - Butuh 45 detik.

Kau bilang 45 detik?

Ketemu.

- Akselerannya sudah ketemu? - Ya, baru saja.

PEMBERSIH TANGAN DI ATAS 80 PERSEN

Kurasa kita melewatkannya karena itu barang sehari-hari.

Pembersih tangan premium NZ Cent mengandung 83 persen etanol.

Barang ini bisa mudah didapat oleh siapa pun.

Jadi, siapa pun bisa menjadi pelaku. Mari kita bersih-bersih.

Sudah selesai membaca semuanya?

Ada ratusan halaman tentang interogasi kenalan.

Membaca berguna untuk pikiran dan pernyataan berguna untuk investigasi.

Jadi, sudah dapat sesuatu dari yang kau sebut "berguna untuk investigasi"?

Aku masih berpikir.

Anna, sudah dapat hasil analisis DNA-nya?

Ini memang jaringan manusia, tapi tidak ditemukan DNA.

Apa?

Karena mengandung banyak mikroorganisme, kotoran manusia mempercepat pembusukan.

Benar. Jadi, kita tidak bisa menetapkan identitas pelaku.

Setelah semua keributan itu.

Pihak damkar juga sudah menjelaskan apa yang mempercepat kebakaran.

Pembersih tangan dengan 83 persen etanol.

Pantas saja dia disebut Buldoser.

Selagi tetangga sebelah menangani kasus dengan cara berkelas,

kau hanya bisa membawakan truk kotoran

dan salah menebak lagi?

Kau mau jadi apa, anjing Jindo pemakan kotoran?

Sebuah kasus butuh kejutan agar menyenangkan.

Kau menyelidiki kasus untuk bersenang-senang?

Kasus pembunuhan tidak bisa diselidiki

secara terbuka sampai jasadnya ditemukan.

Biarkan aku menemui satu orang lagi.

Jangan terlalu sering bekeliaran ke sana kemari.

Ada satu orang lagi yang tahu tentang kematian Park Taehoon.

Woo Miyoung? Dia mantan pacarnya yang dahulu tinggal di unit di bawahnya.

- Bukan dia pelakunya. - Bagaimana jika dia?

Kau mungkin punya firasat tajam tentang tindakan kriminal,

tapi jangan langsung mencurigainya setelah membaca pernyataan.

Baiklah.

"Mungkinkah ada yang dendam kepada Pak Park Taehoon?"

Dia menjawab,

"Dahulu dia tidak punya banyak teman."

Kalian merasakannya?

- Apa? - Merasakan apa?

"Dahulu."

Dia menggunakan bentuk lampau.

Dia tahu korban sudah meninggal.

Jika tidak tahu,

dia akan bilang, "Dia tidak punya banyak teman."

Jangan berpikir terlalu jauh hanya karena satu kalimat.

Baiklah, ada satu lagi.

"Bagaimana hubunganmu dengannya?"

"Pria itu."

Yang lain memanggil namanya.

Tapi dia bilang, "Pria itu."

Dia menjaga jarak dengan korban.

Ini karakteristik pembunuh kenalan.

Lalu yang terakhir.

"Mungkin kau ingin dia mati."

"Apa gunanya begitu?" Lihat ini?

Dia seharusnya bilang, "Tidak, tidak begitu."

Dia menjawab dengan pertanyaan

karena menyembunyikan sesuatu.

Tunggu. Mereka berdua belajar bersama untuk ujian PNS,

- tapi hanya si wanita yang lulus, benar? - Benar.

Mereka juga putus sebulan sebelum korban menghilang.

Benar.

Jadi, hubungan mereka buruk.

Tapi air dan listrik belum digunakan sejak saat itu.

Bisakah seseorang membuang jasad tanpa menggunakan setetes air pun?

Hei. Kau menulisnya di bawah sini. Baca.

"Aku menawarinya air, tapi dia bilang tidak haus dan menolak.

Kuletakkan botolnya di meja, tapi dia menjatuhkannya. Akhirnya kusingkirkan."

Begitulah situasinya saat itu.

Kenapa dia sangat sensitif dengan air kemasan?

Apa maksudmu? Memang ada apa dengan air kemasan?

Karena memakainya untuk membuang jasad, melihatnya saja dia enggan.

- Apa? - Air kemasan...

Astaga, aku masih harus menjelaskan.

Baiklah.

Dia membeli banyak air kemasan dengan uang tunai.

Sebotol air dua liter cukup untuk menyiram kloset sekali.

Dia memotong daging dan usus yang lembut.

Dia memotong dan mencincangnya.

Lalu dia menyiramnya di kloset.

Dia mengulangi ini berulang kali.

Saat mendengarnya menjelaskan sesuatu,

terkadang aku jadi merinding dan terhanyut dalam ceritanya.

Hei, Anjing Jindo.

Kau tak pernah membunuh siapa pun, bukan?

Apa maksudmu?

Bagaimana dengan tulangnya?

Benar, tulangnya.

Jika dia membuang tulangnya, toiletnya pasti tersumbat.

Bagaimana aku tahu, Berandal? Aku bukan pelakunya.

Karena itu aku ingin menemuinya.

Tunggu.

Woo Miyoung, wanita itu pasti masih tinggal di apartemen itu.

Dia tidak pindah?

TIM KEAMANAN KONSTRUKSI TAEWON-GU

Aku akan segera menikah.

Aku akan tinggal bersama tunanganku.

Begitu rupanya.

ATURAN INSPEKSI KESELAMATAN KEBAKARAN

Kurasa pekerjaanmu tentang kebakaran dan perlindungan kebakaran.

Ya, aku belajar sambil bekerja.

Siapa kau?

Halo.

Aku tunangannya Miyoung.

- Begitu rupanya. Selamat. - Terima kasih.

Dia sudah pernah diselidiki.

Apa masih ada yang ketinggalan?

Benar, para atasan tiba-tiba memerintahkan

untuk menyelidiki ulang kasus yang belum terpecahkan.

Karena kalian PNS seperti kami, kalian mungkin tahu.

Kita hanya melaksanakan perintah.

Ya, benar.

Kau boleh pergi.

Baik, aku akan menunggu.

Ya.

Mungkin bos kami sudah pikun,

tapi katanya dia melihat Park Taehoon di suatu tempat.

Apa?

Maaf. Apa katamu?

Kau pasti kesulitan.

Kenapa begitu?

Karena kau akan menikah.

Benar.

Astaga. Hei.

Bisa tolong...

Terima kasih.

Ada bekas luka bakar di punggung tanganmu, ya?

Ya.

Aku terluka saat merebus air.

Begitu rupanya.

Lukanya pasti parah.

Seharusnya kau bersikap acuh tidak acuh.

Begitulah seharusnya detektif bersikap saat bicara dengan tersangka utama.

Kau bermain kartu dengan menunjukkan kartumu, Bodoh?

Maaf. Saat melihat bekas lukanya, kata-kata itu terucap begitu saja.

Sekalian saja beri tahu dia

kita mencurigainya sebagai pembakar dan pembunuh,

jadi, dia harus menyingkirkan buktinya dan melarikan diri.

Yang benar saja.

Dia datang memakai gips saat itu.

Mungkinkah dia memakainya untuk menyembunyikan bekas luka?

Kau lihat dia panik saat kubilang seseorang melihat Park Taehoon.

Memang ada bau busuk.

Meski ada bau busuk, lalu apa?

Kita tidak punya bukti nyata.

Mungkin kita akan menutup kasus ini tanpa bisa memecahkannya lagi.

Kau membuatku gelisah.

Mari kita selesaikan bersama, ya?

Aku sangat menyukaimu.

Aku juga menyukaimu.

Aku menyesal bicara denganmu. Berjalanlah ke kantor, Berandal.

Kunci mobilnya ada padaku.

Ini ditempelkan tadi.

Bisa-bisanya mereka. Dasar...

Astaga.

Bukankah kau terlalu penakut untuk seorang detektif?

Kau hanya tidur seharian

sementara aku bekerja keras menangkap pelaku yang mirip hantu

tanpa sempat makan.

Baiklah. Teruskan kerja kerasmu.

Aku butuh kerja samamu.

- Silakan, ayam gorengnya. - Terima kasih.

Kenapa petugas damkar tinggal di sekitar rumah berhantu?

Hantunya tidak akan melukai kami. Kami yang memadamkan apinya.

Pernahkah kau melihat wanita dari Unit 702 di lantai delapan baru-baru ini?

Entahlah.

Tapi aku sudah punya firasat mereka tidak akan langgeng.

Kubilang, keluar.

Bedebah itu bahkan mengantarmu pulang. Kalian tampak sangat bahagia.

Dia hanya seniorku di kantor.

Kami juga berkumpul dengan yang lain.

Wajar saja. Pecundang sepertiku sudah jauh di bawah levelmu.

Apa levelnya? PNS golongan sembilan? Atau golongan tujuh?

Taehoon, jangan seperti ini.

Aku akan membantumu belajar, ya?

Pergilah.

Wanita itu tampak sangat setia.

Setelah pria itu menghilang, dia menangis tersedu-sedu.

Tidak ada yang tahu masalah dalam hubungan pria dan wanita.

Kurasa ada sesuatu yang tidak bisa kau cium.

Mungkin kau jarang berkencan.

Haruskah orang berkencan untuk tahu soal hubungan?

Kalau begitu, orang harus membunuh untuk bisa menangkap pembunuh.

Beberapa hal bisa diketahui dalam sekejap.

Contohnya, pria sepertimu jelas bukan untuk dipacari.

Pria sepertiku berbeda dari penampilannya saat kau mengenalku sebagai pacar.

Apa?

Lihat bedebah ini.

Bannya aus secara tidak rata.

Posisi rodanya salah?

Pak.

Tolong lihat ini.

Kenapa kau membuat keributan?

Ada alasan Jin Hogae datang ke Taewon.

Jika pria ini tertangkap,

tamatlah riwayat kita semua.

Aku akan segera membebaskannya.

Aku tidak boleh kembali ke penjara lagi. Tidak boleh...

Tidak akan.

Anjing Jindo, bedebah ini.

Dia hendak mencoba sampai akhir.

Aku melihat tendanya. Jangan bilang kau akan tidur di sana.

Kau tahu Kasus Pembunuhan Selokan?

Aku menghabiskan tiga hari dua malam di selokan itu.

Aku meresapi

arah angin, kelembapan, dan jejak manusia di TKP.

Begitulah pelakunya tertangkap saat itu.

Betul sekali. Siapa tahu saja?

Hantu itu mungkin muncul untuk memberitahumu siapa pelakunya.

Jika akhirnya mengalami kelumpuhan wajah, mungkin saja akan dipromosikan.

Semoga berhasil.

Hei, Anjing Jindo. Kau lamban.

Buldoser, aku butuh kerja samamu.

Kerja sama untuk apa?

Kita akan bicara di dalam.

Aku tidak keberatan bekerja sama, tapi selama jam kerja.

Aku agak lelah.

Kau harus menyingkirkan tenda itu.

Itu melanggar UU Pemadam Kebakaran.

Ini markas investigasi sementara.

Aku akan membuangnya saat kasus ini selesai.

Begitu rupanya. Markas.

Semoga berhasil.

- Hei. - Ya? Haruskah aku masuk?

Ambil ini.

Semoga berhasil.

Bajingan.

Jangan lakukan ini.

Berhenti.

Astaga, itu mimpi buruk. Aku takut.

Aku harus ke toilet.

Ya? Siapa itu?

Aku. Aku harus ke toilet.

Astaga. Dia pasti bercanda.

Aku kebelet.

Hei. Pastikan kau mengangkat dudukannya.

Astaga. Dia membuatku stres.

Hei! Masuklah sebentar! Ada yang ingin kutunjukkan.

Aku lebih baik tidak melihatnya.

Bak mandimu aneh.

Kau lebih aneh.

Lihat? Yang ini berbeda dari punyamu. Posisinya terbalik, bukan?

Kau benar. Tunggu.

Yang ini belum benar-benar kering. Kurasa silikon ini masih agak baru.

Beraksi?

Beraksi.

Ambil peralatannya.

Astaga, bau.

Apa? Ada sesuatu di sini.

Hei. Kru damkar terlalu ceroboh.

Ini.

Astaga.

Astaga.

Apa ini?

Astaga, baunya.

Sial.

Pantas saja dia penuh dendam.

Siapa di sana?

Itu bergerak karena pembusukan menghasilkan gas.

Aku dapat sesuatu.

Astaga.

BADAN FORENSIK NASIONAL

Dia datang.

Aku punya hadiah untukmu, Bu Yun. Kau menyukainya?

Kau akan memecahkan kasus ini, bukan?

Jika ini jadi kasus tak terpecahkan lagi, panggil aku anjing kampung saja.

Kau tertawa?

Bisa kita mulai?

Sekarang pukul 08.38, dan kita akan memulai autopsi.

Pisau bedah.

Tidak, berikan gunting.

Tunggu sebentar.

Ada apa?

Kau tak bisa mengatur siapa saja yang masuk ke ruang autopsi?

Bisa tolong periksa surat perintahnya?

Detektif Jin, kau bercanda?

Kau tidak bisa masuk ke sini sesukamu.

Kesalahan surat perintah autopsi?

Kejaksaan bukan mesin penghasil surat perintah.

Letnan Jin Hogae, sulit sekali menemuimu...

sampai aku melakukan trik kecil.

Aku terlambat memberi tahu janji temuku.

Benar. Kau memberontak dan menjadi polisi.

Bagaimana rasanya diusir oleh kelompokmu?

Kelompok yang kau pilih

tidak melindungi orang-orangnya.

Kelompokmu ini menyelundupkan pembunuh untuk melindungi orang-orangnya, begitu?

Belum terlambat. Aku akan memasukkanmu ke sekolah hukum...

Aku belum dipecat, Ayah.

Apa ini?

Ini tulang selangka kiri.

Dagingnya dipotong dengan benda tajam.

Tulangnya dipisahkan di sepanjang sendi.

Jadi, mereka mengikuti caranya.

Tulang bahu.

Ini tulang hasta.

Aku melihat retak di atasnya.

Tulang gelang panggul.

Dugaan seorang pria.

Kau bisa menentukan jenis kelamin hanya dengan melihat tulang?

Aku bisa melakukan hal serupa pada hewan hanya dengan makan sup tulang punggungnya.

Panggul seorang pria relatif tajam

karena dia tidak mengandung anak.

Mari periksa kerusakannya sekarang.

Ini dia. Pengecut sekali.

Apa? Apa yang pengecut?

Fraktur remuk di lobus temporal.

Beberapa fraksi depresi pada area kepala belakang.

RETAKAN TULANG TENGKORAK YANG MEMBUAT TENGKORAK TERTEKAN KE BAWAH

Jadi, dia diserang dari samping?

Lobus temporal adalah bagian tertipis tengkorak.

Lalu...

serangan kedua dilakukan di sini.

Tulang hasta kanan. Ada tanda perlawanan.

Lalu serangan terakhir terjadi di kepala lagi.

Inilah yang membunuhnya.

Berasumsi dari tanda setengah lingkaran ini,

senjatanya diduga benda tumpul yang ujungnya bulat

seperti palu.

Selain itu, aku melihat tanda infeksi.

Respons inflamasi berarti

tulang yang terluka menjalani proses pemulihan.

Dia tidak langsung mati.

Itu masuk akal.

Tulang adalah catatan hidup dan mati seseorang.

Jasad ini...

memiliki sesuatu yang tidak seharusnya.

Kau mengerjakannya seharian tanpa makan apa pun.

Terima kasih.

Ini membuatku gila.

Lokasi kebakaran berbohong.

Benda-benda terbakar dan rusak

atau tersapu oleh air yang disemprot pemadam kebakaran.

Akan lebih sulit menemukan bukti.

Seperti teka-teki gambar yang sulit.

Benar sekali.

Tunggu.

Kenapa ini ada di sini?

MEMADAMKAN API GUNUNG

Ini zat asing nomor satu.

Bagian dari alat yang dipakai untuk memutilasi jasad.

Mungkin patah dan tersangkut dalam proses memotong dagingnya.

Mengingat sudut mata pisaunya,

kurasa itu pisau filet yang tajam dan panjang.

DNA dari tulang itu sesuai dengan DNA Park Taehoon.

Mereka mengincar lobus temporal, bagian terlemah dari tengkorak.

Berarti pembunuhan ini direncanakan secara menyeluruh.

Jika sudah punya bukti tidak langsung, lalu apa?

Semua bukti hilang karena kebakaran.

Tidak, itu jejak terbesar.

Hei. Kenapa Buldoser lambat sekali?

Entahlah. Tumben sekali dia begini.

Itu mereka.

Hai.

Pil, cepat kemari dengan Anjing Jindo.

Hei, kami agak sibuk sekarang.

Anjing Jindo akan datang sekarang!

Kau mau ke kantor damkar?

Ya.

Wanita ini tidak memperlakukanku seperti manusia, bukan?

Bisa dibilang begitu.

Berhenti tertawa, Berandal.

Apa yang kalian lakukan?

Anggap saja kita merekonstruksi api.

Ini.

Saat kebakaran terjadi, jendelanya hanya terbuka 4 cm.

Ini sebabnya kita beranggapan itu kebakaran ruang tertutup.

Tapi ada hal lain yang masuk melalui celah jendela itu.

Koran.

Koran sangat cepat menyerap cairan mudah terbakar.

Namun,

tintanya juga menyebar.

Jadi, apa yang akan kau lakukan?

Periksa saja sendiri.

Kami sudah siap.

- Aku bakar saja? - Hei.

Pakai sarung tangan.

Kau terlalu ceroboh.

Jangan meributkan api yang lebih kecil, Bodoh.

Jangan meremehkan kabut minyak, nyawamu bisa terancam.

Pakailah.

- Sudah siap? - Ya.

Mari kita mulai.

BENSIN

DIESEL

MINYAK TANAH

Berhasil. Yang itu.

Kisoo, padamkan apinya.

Pelaku memakai koran sebagai pengangkut

untuk menyalakan api tanpa pergi ke ruangan itu.

Akselerannya sejenis minyak lebih ringan yang lebih mudah terbakar

daripada tiner, tapi kurang mudah terbakar

daripada bensin dan minyak tanah.

Ini triknya.

Pelaku menggunakan teknik ini untuk mengirim api ke atas.

Api menyebar ke tirai,

lalu membakar ranjang, menyebabkan api kedua.

Api di seprai menyebar ke lantai

dan bertemu dengan pembersih tangan

83 persen etanol di lantai,

yang menyebabkan ledakan.

Karena itu lantainya terbakar parah.

Astaga. Ini jelas rekonstruksi pembakaran.

Tunggu. Ini...

Terima kasih.

Saatnya melumasi borgol.

Ayo tangkap Woo Miyoung.

- Ayo naik tangga saja. - Apa? Astaga.

Terima kasih atas kerja samanya.

Nona Woo Miyoung!

Aku melihat jejak api di bingkai jendela.

Dia menyalakan api di sini. Karena itu tangannya terbakar.

Astaga, panas!

Ini aku. Woo Miyoung sudah ketemu?

Kami sedang memeriksa sinyal PN target.

SINYAL YANG MENANDAI AREA LAYANAN STASIUN PEMANCAR YANG DIAKSES PENGGUNA

FIRE PERINGATAN: MUDAH TERBAKAR

Tiga botol minyak pemantik menghilang.

Kurasa dia kabur.

Kita harus memeriksa rekaman kamera CCTV, bukan?

Akan terlalu terlambat nanti.

Kenapa mengambil minyak jika dia ingin kabur?

Sial.

NAM GYEONGHAE DAN WOO MIYOUNG

Detektif, hari ini pernikahannya.

Di mana Nona Woo Miyoung?

Kini dia tidak ada hubungannya denganku.

Pernikahannya dibatalkan?

Setelah kunjungan kalian,

dia mulai bersikap aneh.

Dia tiba-tiba ingin membatalkan pernikahan.

Halo?

Detektif, ponsel Nona Woo Miyoung baru saja menyala.

Berikan lokasinya.

Bu, tolong biarkan mobilnya lewat.

Tolong minggir agar mobilnya bisa lewat.

Bu.

Kenapa kau kemari?

Aku kemari...

untuk menyerahkan diri.

Apa? Apa katamu?

Kenapa kau melakukan itu kepadaku?

Katakan.

Kenapa?

Kumohon...

Menjauhlah dariku!

Menjauhlah!

Menjauhlah!

Taehoon.

Bawa saja aku bersamamu, ya?

Agar kau puas.

Ya?

Dia punya bahan mudah terbakar. Awas!

- Kisoo! - Baik.

Woo Miyoung!

Berhenti!

Bawakan aku pemadam api!

Semuanya, mundur.

KANTOR POLISI TAEWON

Astaga.

Hei.

BUKTI

Kau menyembunyikan banyak hal

yang kau gantung tanpa bergerak, bukan?

Bau.

Tolong sedot setiap tetesnya.

- Ini terlalu lama. - Maaf soal ini.

Kau mungkin gelisah saat mendengar jasadnya ditemukan.

Kau banyak belajar sembari bekerja di Tim Keamanan Konstruksi.

STUDI KASUS PEMBAKARAN MEMAKAI PENGANGKUT

Kau mengambil jurusan Teknik Kimia.

Kau memakai ini untuk memutilasi jasadnya?

Kau berusaha sekeras ini untuk menutupi pembunuhan.

Kenapa mencoba bunuh diri?

Kupikir...

dia akan melepaskanku jika aku menyerahkan diri dan dipenjara.

Sejak kau datang,

aku terus melihatnya.

Mari batalkan...

pernikahan kita.

Maafkan aku...

Keadaan menjadi seperti ini.

Aku merasa dia akan mengikutiku seumur hidupku.

Semuanya gara-gara kau.

Mungkin bos kami sudah pikun,

tapi katanya dia melihat Park Taehoon di suatu tempat.

Maaf.

Bukan aku yang memanggil Park Taehoon.

Tapi rasa bersalahmu.

Kenapa kau membunuhnya sesadis ini?

Entahlah.

Ada alasan untuk membunuh seseorang dengan cermat dan sengaja.

Bagaimana menurutmu?

Tidak.

Tidak ada hal seperti itu.

Tanpa alasan,

kau membunuh mantan pacarmu,

memutilasi jasadnya, dan membuangnya.

Jika ini benar,

kau psikopat jahat yang seharusnya tidak menjadi bagian dari masyarakat.

Tapi kau tidak seperti itu.

Aku berpengalaman menangkap para bedebah seperti itu.

Mereka bahkan tak peduli jika ditangkap.

Kumohon...

Bisakah kita hentikan ini?

Dia memerasmu?

Kenapa kau tidak melaporkannya?

Aku tidak bisa!

Aku tidak punya pilihan!

Apa boleh buat.

Benar, bukan?

Kita belum siap.

Kau mengerti, bukan?

KLINIK KANDUNGAN JASUNG K

Tapi kemudian,

dia memerasku dengan itu.

Aku benar-benar lelah.

Mari kita putus.

Maafkan aku.

Baik, terserah kau saja.

Tapi biar kuperjelas satu hal.

Aku akan menuntutmu.

Apa?

Menuntutku atas apa?

Aborsimu.

Pria golongan tujuh itu tak tahu apa-apa, bukan?

Kurasa dia tidak pantas menerimanya.

Selain itu, bukankah akan buruk jika PNS memiliki catatan kejahatan?

Aku punya semuanya.

REKAM MEDIS

HAMIL KURANG DARI 22 PEKAN, DILAKUKAN KURETASE

Itu bukan keputusanku sendiri!

Kau yang hamil.

Kau juga yang aborsi.

Ada apa denganmu?

Taehoon.

Jangan lakukan ini. Kumohon.

Kalau begitu...

Bayar tagihan kartu kreditku bulan ini.

Aku sudah membayarnya bulan lalu.

Maka itu!

Calon PNS miskin tidak punya uang!

Aku terjebak...

dalam perangkap tanpa jalan keluar.

PEMBUNUHAN TANPA JASAD

BAGAN ANATOMI SENDI

ALAMAT DAN NAMA TIDAK COCOK

Nona Woo Miyoung.

Rekam medismu dipalsukan.

Apa?

KLINIK KANDUNGAN JASUNG K

REKAM MEDIS

Aborsi itu sendiri ilegal.

Kenapa pihak klinik memberikan rekam medis seperti itu?

Mustahil.

Masuk dan bawa dia.

Tidak mungkin.

Semua yang kulakukan karena ini.

Tidak!

Tidak!

Tidak!

Tidak!

KANTOR POLISI TAEWON LETNAN JIN HOGAE

Aku tahu dia pembunuh, tapi tetap kasihan kepadanya.

Apa maksudmu? Ini bukan kasus pembunuhan biasa.

Dia memutilasi jasad, membuangnya, dan bahkan melakukan pembakaran.

Hentikan. Dia tidak pantas dikasihani.

Jika kau mengasihaninya, bagaimana dengan Park Taehoon?

Bukan itu maksudku.

Aku mengasihani Woo Miyoung saat memikirkan Park Taehoon,

tapi mengasihani Park Taehoon saat memikirkan Woo Miyoung.

Hidupnya hancur karena rekam medis palsu.

Mereka seharusnya tidak bersama sejak awal.

Bagaimana menurutmu, Detektif Jin?

Aku tidak memikirkan orang-orang yang berkaitan dengan kasus.

Park Taehoon mungkin seorang bedebah,

tapi bukan berarti dia pantas dibunuh.

Woo Miyoung juga harus membayar perbuatannya.

Akhirnya aku bisa tidur dengan tenang. Aku akan pulang lebih dahulu.

Sampai jumpa.

Apa?

Kau sudah menangkap pelakunya. Kenapa masih di sini?

Aku menyewa rumah ini.

Biaya perbaikan kerusakannya membuatku pusing.

Kau mau minum?

Tidak.

Kau sangat merepotkan.

- Ulurkan tanganmu. - Kenapa?

Tanganmu.

Astaga.

Kau berlari ke sana dengan tangan kosong hanya untuk memadamkan api. Bodoh sekali.

Lupakan saja. Itu bukan masalah besar.

Hei.

Sepertinya tidak separah itu. Kau sungguh merepotkan.

Kubilang aku baik-baik saja.

Kenapa kau tidak berkemah saja di sini?

Hei.

Menutupi keran pemadam api melanggar UU Pemadam Kebakaran.

Kau harus menyingkirkan semua ini. Kursi itu juga.

Kru damkar sangat cerewet.

Jangan bertingkah.

Jika ada kebakaran, polisi butuh bantuan kru damkar.

Jika ada kejahatan,

kru damkar butuh bantuan polisi.

Astaga. Hentikan.

Jika terluka, kalian butuh pertolongan pertamaku.

Kekanak-kanakan sekali.

Hei, Jin...

Anjing kampung.

Kau boleh menjadi anjing kampung, tapi jangan menjadi anjing gila.

Dengar, Nona Minnow.

Apa katamu?

Dunia ini juga membutuhkan anjing gila.

Mereka bisa mengenali anjing gila lainnya

dan melindungi warga sipil agar tidak digigit.

Pas sekali, aku melihat satu di sana.

Lama tidak bertemu. Kukira kau sudah kacau.

Tapi sebenarnya, kau tampak hebat.

Kau bisa berjalan?

Berkat kau, aku menghabiskan waktuku dengan tenang di ruang medis.

Kudengar sudah seharusnya menyapa detektif

yang memborgol kita begitu kita dibebaskan.

Pak Ma Taehwa, kau ditangkap atas tuduhan pembunuhan Seok Mijung.

SURAT PENANGKAPAN DARURAT

Kau harus menyapa orang yang membebaskanmu.

Benar juga, dia ini...

Pak Ma Taehwa, yang berkeliaran tanpa malu setelah membunuh seseorang.

Kau masih berpikir aku membunuhnya?

Pada hari dan waktu Seok Mijung dibunuh,

Pak Ma Taehwa sedang menyelundupkan narkoba di Yeongdeungpo.

Kami sudah dapat rekaman CCTV-nya

dan menyita narkoba yang dia selundupkan.

Secara fisik mustahil bagiku

berada di dua tempat sekaligus.

Bukankah kau yang tak tahu malu...

malah menjadi detektif setelah membunuh seseorang?

Benar.

Hati-hati dengan berandal ini.

Begitu seekor anjing...

merasakan darah,

ia tidak akan pernah bisa melupakannya.

Hati-hati.

Kalian lihat perbedaan antara polisi dan petugas damkar?

Warga sipil mengunjungi kalian dengan rasa syukur.

Tapi kami selalu didatangi penjahat

yang dendam kepada kami.

Hei, apa yang terjadi? Kenapa tidak ada apa-apa?

- Kau di sini. - Di mana?

Di sana.

Apa?

THE FIRST RESPONDERS

Diterjemahkan oleh Annisa Dhea

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.