Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Rudeus, kita sampai di pantai!
Asin!
Kamu baru pertama kali melihat pantai, ya?
Aku mau berenang!
Kamu tidak punya baju renang. Memangnya kamu ta-
Apa itu? Tidak butuh!
Berarti dia mau berenang sambil telanjang bulat?
Dia sudah berumur 13 tahun.
Akhir-akhir ini pertumbuhannya sangat pesat.
Lebih baik kalian tidak berenang.
Di pantai ini banyak monster.
Jangan pernah melupakan♪
Suara gemuruh halilintar mencakar bumi♪
Yang mampu membangunkan bintang nan terlelap♪
Menghujam bagai hujan panah♪
Mari berdoa agar Sang Pemberi Napas segera pulang♪
Dari perjalanan panjang beribu malam♪
Senandung ini akan membimbing pengembaraanmu♪
Aku persembahkan hanya untuk dirimu seorang♪
Sisa tetes air mata dari pandangan yang buram♪
Aku persembahkan di hari yang engkau pinta♪
Engkau pinta♪
Daratan! Akhirnya sampai di daratan.
Payah sekali, begini saja mabuk laut.
Kalian kawanan Dead End yang terkenal itu, ya?
Kalian sedang panas digosipkan, tahu.
Eris si Anjing Galak
dan Ruijerd si Anjing Penjaga.
Wah, mereka berdua punya julukan.
Lalu, kamu... eng...
Apa, dong?
Jangan bilang anjing pembantu masturbasi?
Oh, iya! Rujerd.
Rujerd si Majikan.
Agak syok kalau setelah satu tahun aktif cuma namaku saja yang enggak diingat.
Aku memang pernah memperkenalkan diri sebagai Ruijerd.
Disebut majikan enggak masalah, sih. Langsung gas kasih Eris tali anjing lalu...
Dua ratus koin bijih zamrud?
Topik utama rapat kali ini adalah uang.
Biaya perjalanan untuk Ruijerd adalah 200 koin bijih zamrud.
Dana yang sangat tinggi.
Meski menyelesaikan misi kelas S, butuh banyak waktu sampai terkumpul.
Susah.
Jangan bilang mau meninggalkan Ruijerd?
Tentu saja tidak.
Terus mau bagaimana?
Aku belum menemukan penyelesaian masalahnya.
Ruijerd, kamu tidak bisa berlari di atas laut?
Mustahil.
Oh. Susah.
Rudeus.
Maaf, ini salahku.
Aku juga akan bantu pikirkan.
Benar juga. Kita coba cari peluang yang bisa diambil.
Terima kasih.
Oke, harus bagaimana?
Halo, sudah setahun tak bersua.
Tadinya aku sudah tenang mengira kau takkan menunjukkan batang hidungmu.
Tidak, dong!
Karena nasihatku sebelumnya, kamu jadi kesusahan, 'kan?
Aku agak sungkan mau menemuimu.
Ternyata dewa juga bisa sungkan, ya.
Kalau kamu membereskan monster kecil itu seperti biasa,
pasti bisa mudah akrab dengan Ruijerd.
Tapi tidak kusangka kamu bisa berteman dengannya.
Sangat di luar perkiraan!
Aku sebagai penonton sangat menikmatinya, lo!
Aku enggak sama sekali.
Tapi berkat itu kamu hanya perlu setahun untuk sampai di tempat ini, 'kan?
Mau bilang semua oke asal berhasil?
Di dunia ini yang penting hasil.
Aku enggak suka.
Ini bukan permintaan maaf, tapi aku mau memberimu nasihat lagi.
Belilah makanan di pedagang kaki lima dan berjalanlah ke gang-gang.
Jangan seenaknya menasihati.
Lalu, apa yang akan terjadi?
Nantikan kejadiannya esok hari.
Baiklah, aku pamit dulu.
Hei!
Sampai jumpa!
Kalau datang tiba-tiba, jangan hilang seenaknya!
Rudeus bilang dia ada keperluan.
Memangnya dia mau apa, sih?
Jangan lengah di tengah pertempuran!
Kena kau!
Aku berhasil?
Kena! Aku mengenaimu, 'kan?
Hore! Berhasil kena!
Aku semakin kuat, ya, 'kan?
Tujuan dewa abal-abal itu selalu susah dipahami.
Dia malah senang saat aku terlalu memikirkan kata-katanya.
Bagaimana kalau sekarang aku coba menuruti nasihatnya?
Enggak perlu banyak berpikir, lakukan saja nasihatnya.
Dengan begitu dia akan bilang kalau aku enggak menarik.
Lo, kok?
Bukannya ini malah sesuai rencananya?
Roxy sedang apa, ya, sekarang?
Sip, bisa buat bahan main batang sekali nanti.
Woi, bau sekali!
Makanan. Tolong bagi makananmu.
Hei...
Hei! Engkau mau ke mana?
Tiga abad sejak aku bangkit kembali, tetapi malah di tempat seperti ini.
Aku tumbang.
Jangan-jangan ini yang dia maksud?
Uenak!
Mantap! Maknyus!
Uenak pol!
Ciat! Ciat!
Aku tertolong.
Dengan begini aku bisa tahan satu tahun ke depan.
Mana bisa? Memangnya situ kutu laut raksasa?
Sip. Sebutkan namamu!
Saya Rudeus Greyrat.
Oh.
Aku adalah Kishirika Kishirisu!
Orang-orang memanggilku
Kaisar Agung Dunia Iblis!
'Gitu!
Hamba mohon maaf, Yang Mulia.
Bagus, bagus! Aku menunggu jawaban begitu.
Anak muda zaman sekarang tidak tahu tata krama.
Maaf, hamba berlaku kasar karena tidak tahu Yang Mulia telah bangkit kembali.
Tidak apa-apa.
Oh.
Ih, idih!
Apa-apaan engkau? Menjijikkan sekali!
Apaan coba? Apaan ini?
Aku baru pertama lihat.
Aku dibilang menjijikkan oleh succubus cebol pada pertemuan pertama.
Oke. Engkau menyelamatkan nyawaku.
Engkau boleh meminta satu permintaan apa pun!
Eng, saya minta kekayaan yang melimpah.
Dasar otak udang!
Seperti yang engkau lihat, aku sekarang fakir harta.
Kalau minta kuasa setengah dunia?
Kuasa setengah dunia katamu?
Besar juga permintaanmu!
Tetapi maaf. Aku belum pernah menguasai dunia.
Okelah.
Bayar saja dengan tubuh Anda.
Oh, tubuhku, ya?
Masih bocah ingusan, tetapi otakmu kotor.
Bahaya kalau sudah besar.
Tentu saja cuma bercanda.
Engkau harus pelan-pelan, ya.
Eits, tidak boleh.
Yang bisa diberi oleh Kaisar Agung Dunia Iblis Kishirika
tentu saja Mata Iblis.
Apa Mata Iblis bisa dijual?
Mana bisa!
Jangan malah dijual, dong!
Oh.
Lalu Mata Iblis bagaimana yang akan Anda beri?
Kemarikan mukamu.
Baik.
Kamu ngapain, Bocah Tengik?
- Berisik, deh. Kamu laki-laki-kan? - Jangan bercanda!
Berengsek!
Mataku! Mataku!
Oke, sip.
Engkau bisa melihat, 'kan?
Makanan tadi sangat lezat.
Kalau ada masalah, engkau bisa mengandalkanku.
Sampai jumpa!
Ciat!
Begitulah ceritaku saat mendapatkan Mata Terka.
Aku harus bagaimana kalau dapat mata begini tiba-tiba?
Hei, berengsek. Bisa jalan yang benar, tidak?
Maaf, mata saya sedang rabun.
Matamu rabun? Harusnya kau lebih berhati-hati!
Hei!
Ada apa? Kau tidak dengar?
Ma-Maaf!
Kamu baik-baik saja?
Saya akan turun!
Sialan!
Kaisar Agung Dunia Iblis, ya?
Tidak kusangka dia bangkit kembali.
Anda mengenalnya?
Aku tidak pernah bertemu, tapi pernah dengar namanya.
Kishirika Kishirisu sang Kaisar Agung Dunia Iblis.
Dia memiliki 12 Mata Iblis di dalam dirinya.
Konon katanya mata-mata itu dapat melihat berbagai hal.
Kenapa dia ada di kota ini?
Entahlah.
Aku tidak mungkin paham pemikirannya.
Benar juga.
Maaf, aku mau mengurung diri sampai terbiasa dengan mata ini.
Baiklah.
Terima kasih.
Eris?
Percuma saja kamu mencari Kaisar Iblis itu.
Aku tahu, kok!
Apa mungkin dia masih ada di kota?
Entahlah.
Oke! Kita cari dia, Ruijerd!
Ayo bergegas!
Aku pun terbiasa dengan Mata Iblis ini setelah satu pekan.
Sekali bisa memahaminya, mata ini mudah digunakan.
Mirip dengan sihir tanpa merapal.
Ciptakan penglihatan dengan mengatur daya sihir.
Masa depan yang dapat dilihat bisa diatur lewat jumlah daya sihir yang dialirkan ke mata.
Kamu kira bisa menang dariku karena mendapat Mata Iblis?
Dengan mengalirkan sejumlah daya sihir, aku bisa melihat dua detik ke depan.
Terlihat.
Tapi bercabang!
Masa depan ada dua-tiga kemungkinan.
Satu detik dari sekarang
adalah batas masa depan tak bercabang.
Selanjutnya tebasan dari kanan.
Bagus.
Bersiap. Dia berpura-pura kalah,
lalu melempar pasir untuk menghalangi penglihatanku.
Gerakan selanjutnya.
Huplah!
Tanpa memberi waktu menyerang balik,
kunci gerakannya, lalu habisi!
Cukup.
Berhasil!
Rudeus.
Aku kalah telak.
Eris.
Kamu naif!
Aku mau pulang!
Eris...
Cara bertarungmu begitu lihai.
Di pasukan suku Superd pun
ada yang memiliki Mata Iblis, tapi tak bisa menguasainya sampai gugur.
Kamu yang dapat menguasai mata itu dalam sepekan memang luar biasa.
Jangan-jangan aku bisa menang melawan Anda?
Mau coba?
Iya!
Aku memang tidak bisa menang darinya.
Aku dengar seranganmu mengenainya sekali.
Hebat, dong?
Tidak perlu menghiburku.
Kamu curang.
Padahal aku ingin segera mengejar kemampuanmu.
Maaf.
Kenapa minta maaf?
Aku sedang apa, sih?
Padahal aku mendapatkan Mata Iblis secara tidak sengaja.
Dengan kekuatan ini, aku menang dari Eris yang sudah berusaha keras...
dan malah merasa senang.
Aku terlalu besar kepala.
Mau ke mana selarut ini?
Mau kamu jual?
Iya.
Bukankah tongkat sihir itu adalah benda berharga bagimu?
Sama halnya dengan kalung ini.
Iya, Eris meminta membuatkan ini khusus untukku.
Tongkat ini sama berharganya dengan kalung itu.
Jika terjadi hal serupa, apa kamu juga menjual kalung ini?
Kalau memang dibutuhkan.
Apa aku masih belum...
...mendapatkan kepercayaanmu?
Saya percaya pada Anda.
Sejak bertemu denganmu dalam satu tahun ini,
aku mencoba mengerti keadaan dunia.
Karena itu aku ingin menyelesaikan masalah bersamamu.
Lantas, kenapa kamu mau menyelesaikannya sendirian?
Dalam satu pekan ini, kita tidak menemukan jawaban apa-apa.
Apa boleh buat.
Yang terpikir olehku hanya menjual tongkat ini
atau menjadi penumpang gelap.
Tapi menjadi penumpang gelap adalah kejahatan bagi Anda, 'kan?
Meski itu jawaban yang benar, percuma jika ada retakan dalam tim kita.
Aku akan menjual tongkat ini untuk mendapat uang.
Kita akan menyeberangi laut dengan uang halal.
Tidak ada yang perlu bersabar.
Ini adalah pilihan terbaik.
Rudeus.
Masalah kali ini adalah salahku.
Jika menjual tongkatmu demi menyelesaikan masalah,
kehormatanku tidak akan memaafkanmu.
Terlebih lagi,
bagaimana perasaan Eris nantinya?
Bukankah hubunganmu dengannya yang akan retak jika menjualnya?
Aku akan menutup mata dengan semua kejahatan sampai menyeberangi laut.
Carilah solusinya, Rudeus.
Mau menjadi penyelundup ataupun masuk kapal penyelundup,
aku akan ikut bersamamu.
Sekian pembicaraan kita.
Bicara empat mata terang-terangan cukup melelahkan, bukan?
Siapa di sana?
Aduh, seram sekali.
Aku tidak datang untuk cari ribut.
Aku mencarimu untuk berterima kasih.
Oh, orang yang sempat aku tolong?
Namaku Garus Cleaner.
Salam kenal, Nak.
(Episode 12: Perempuan Pemilik Mata Iblis)
Aku melihat langit di bilik jendela dan bertanya-tanya♪
Apakah langit ini adalah langit yang sama?♪
Ibarat warna senja yang seakan membaca isi nurani♪
Di tempat kita meninggalkan hari-hari nan polos♪
Angin berembus menyambut kedatangan kita♪
Janganlah berubah♪
Wahai kota dan penduduknya, tetaplah sama seperti dalam mimpiku♪
Aku berdoa semua akan tetap sama♪
Seperti sediakala ketika kita melihat bintang pertama♪
Di perjalanan pulang♪
(Episode Selanjutnya: Berselisih Jalan)
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.