Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
MOAB, UTAH 15 TAHUN YANG LALU
Ini terlalu tinggi. Ini gila.
Baik, Penggila Pesta, mari bersiap melakukan ini!
Huck, aku tak mau lakukan. Aku akan melewatkan lompatan ini.
Kita harus lakukan bersama. Ini ulang tahunku. Yang ke-29.
Kita lewatkan ulang tahun bersama sejak kau lima tahun.
Selalu hal yang gila.
Aku hanya merasa ini berlebihan bagiku.
- Ini berlebihan? - Ya. Bagiku. Kau saja.
Aku paham. Kau akan menikah. Harus lebih bertanggung jawab.
Kita rayakan di resor nanti.
- Ya. - Baik?
Kupesan sampanye, beragam keju.
- Ya! - Benar?
- Sampai nanti. - Baik.
Silakan, Semua. Aku tak akan lakukan.
Hei!
Hei, aku tak akan…
Ya Tuhan!
Sonny! Aku datang!
- Ingat latihanmu, Sonny! - Aku tak ingat apa pun! Aku takut!
Buka tangan bagai bintang laut.
Bintang laut tak bisa terbang! Huck, jangan bodoh!
Bentangkan sayapmu.
Hei!
Aku berhasil!
Ini luar biasa, Huck.
Sudah kubilang kau bisa.
Kau benar, Kawan. Kau selalu benar.
Aku akan mendampingimu setiap ulang tahun sampai akhir waktu.
Ulurkan tanganmu.
Kau sahabatku.
Aku sayang kau, Huck. Aku…
Sial! Astaga!
Gigi mereka tajam!
- Leherku mau digigit! - Akan kutarik talimu!
ULTAH KE-29
- Itu luar biasa. - Luar biasa apanya.
Aku tak akan mau kau bujuk berbuat bodoh lagi.
NETFLIX MEMPERSEMBAHKAN
SONNY DAN HUCK USIA 7
ANGKATAN 1993 - PALING MUNGKIN JADI "SAHABAT SELAMANYA"
SEAL 9 DESEMBER 1994
MYSPACE.COM - TEMPAT UNTUK TEMAN ULTAH HUCK KE-28
PERNIKAHAN KAMI
SELAMAT NATAL
SELAMAT HARI SANTACON! HUCK
JUARA 1 BALAP MOBIL INDIANAPOLIS
KERETA EMAS!
PESTA ULTAHKU! AYAH HEBAT!
39 TAHUN PENCAPAIAN HEBAT! KAMI RINDU KAU, SONNY!
SHERMAN OAKS, CALIFORNIA SAAT INI
Ini bagus sekali. Pasti akan banyak disukai.
#MAKANSIANGAYAH
Bagaimana aku bisa makin mahir? Tiap hari aku membaik.
Lihat ini. Ava, lihat.
Keren, Ayah.
Tunjukkan ke temanmu di sekolah.
Boleh tambah goji berry-nya?
Tentu, Sobat.
Antioksidan, apa pun… Sial!
Sial! Hokey Pokey buang air di dapur lagi.
Aku mulai kesal karena aku tahu kalian melihatnya.
Ayolah!
Sayang, maaf. Cium dulu.
Aku harus pergi. Ada inspeksi di kantor Armando pagi ini.
Jangan lupa malam ini. Dia dapat penghargaan besar.
- Aku tak perlu ke sana, bukan? - Perlu.
Dia klienmu. Tak akan peduli jika aku tak ada.
Aku tahu, tapi aku peduli.
- Baiklah. - Ya?
- Baik. - Bagus. Sial, di mana iPad-ku?
- Samping ranjang, di bawah buku. - Terima kasih.
Hei, Dash, kita bicara soal acara bakat?
Katakan. Sudah berlatih kibor pagi ini?
Baru mau, tapi aku tertarik menonton acara Eddie Murphy, Raw.
Lucu sekali saat anak-anak mengusiknya bilang, "Kami punya McDonald's."
Dash. Cukup dengan komedinya.
Acara bakat ini penting. Ingat, aku pengarah tahun ini.
Seisi sekolah akan menilai kita. Kau perlu berfokus, Sobat.
- Ini, ambil sedikit. - Cukup.
Aku serius. Kau perlu berfokus pada ini.
Jangan abaikan saja seolah-olah tak penting. Ini…
Tidak, aku tak mau ini. Selalu acara besar dengan Huck.
- Hei! - Paman Huck.
Ava, Dash! Sulit kupercaya kalian sudah besar.
Senang lihat kalian. Ayahmu ada?
- Ada. - Dia di sini.
- Sonny, Sayang! - Aku di sini. Ada apa, Huck?
- Apa kabar? - Kau di mana, Bung?
- Aku di Tijuana. - Tijuana?
Kami berkendara ke Redondo. dan lewatkan pintu keluar.
Tadinya mau main golf mini, malah terus sampai ke Meksiko.
Harus lakukan itu, bukan?
Huck, aku mau mengobrol, tapi tak bisa.
Harus siapkan anak-anak. Mau berangkat.
Hari ini jadi sukarelawan di sekolah.
Ingat kita di Meksiko untuk ultahku ke-23?
- Acara mencari keledai? - Ada anak-anak, Huck.
- Acara keledai apa? - Tak perlu tahu.
- Kami temukan keledai di jalan. - Ya.
Sumpah, P-E-N-I-S terbesar yang pernah kulihat.
- Baik. - Dia mengeja apa?
- "Penis". - Apa yang kau lakukan?
Bukan ucapan kasar.
Memang bukan. Itu bagian tubuh.
Aku tahu apa itu. Aku punya.
- Apa aku punya? - Tidak.
Dalam hidup, jika nantinya kau pilih mau punya itu, boleh saja.
- Itu rumit. - Singkat saja.
Ultahku sebentar lagi. Ke-44.
Tak akan kuminta jika tak penting.
Kau sudah lama tak ikut.
- Bisakah kau datang? - Ya…
Kurasa itu ide bagus. Dia butuh waktu untuk dirinya. Hai, Huck.
Hei, apa kabar? Astaga. Kau tampak luar biasa.
- Kami rindu kau. - Aku rindu kalian.
Huck, sungguh, andai aku bisa. Entah apa yang Maya bicarakan.
Kami liburan musim semi di rumah orang tuanya. Aku tak bisa.
Astaga, mengecewakan sekali. Aku paham. Keluarga yang utama.
- Sayang. - Ya.
Baik. Dah, Huck!
- Dah, Maya. - Baik, dah. Sayang kau. Baik.
Huck, dengar, aku harus pergi.
Senang sekali bicara denganmu.
Nanti kita mengobrol. Ayo pamit, tutup.
Dengar, akan kukirim detailnya kalau-kalau kau bisa,
dan foto T-I-T-I-T keledai.
- Apa? - Bukan main.
- Kau harus lihat. - Jangan kirim…
Sial! Berengsek!
Aku kena kotoran yang sama.
Ava, ini keterlaluan. Mulai bawa tasmu sendiri.
Aku tak mau.
Dimengerti, tapi tak berarti tak wajib.
Kadang menolong ayahmu itu bagus. Paham?
Ayah Asher Geller beli minivan dengan pintu otomatis. Keren.
Nak, dengar.
Buka pintu dengan tangan membentuk watak.
Pelajaran hari ini. Ayo. Masuk.
Baik, Anak-anak, siapa yang siap pergi ke sekolah?
- Aku! - Ya.
Nak, imbangi energi Ava.
- Aku! - Aku!
Hei!
Kurang dari 60 detik. Ayo.
KHUSUS KETUA POMG TN. FISHER
Pagi, Petugas Lenore.
Selamat pagi, Tn. Ketua POMG.
Anak-anak, saatnya sekolah.
Keluarkan dari rel.
- Aku sayang kalian. - Kami juga.
- Dah, Ayah. - Dah!
Tugas kita beri anak-anak pilihan.
SUSU NABATI OLEH SONNY F
Rasakan raminya. Tak semua anak tahu ada pilihan rami.
Itu tak adil bagi mereka.
Itu tongkat yang…
Jadi, kita tak mau mendengarkan hari ini?
Sonny, bisa kuatasi.
- Duduklah. Terima kasih. - Baik.
Hei.
Baik. Cukup.
AUDISI ACARA BAKAT! PRODUKSI SONNY FISHER
Tak apa-apa. Itu tak salah.
Lewat.
Yang benar saja, Alan!
Hei! Apa-apaan itu, Alan?
Sonny, ada orang tua yang harus kembali ke kantor. Hei, Anak-anak.
Ada orang tua yang harus kena tilang.
Celaka!
- Ya. - Tilang?
Tunggu di sini. Petugas Lenore, lihat itu?
Ayah! Itu mobil dengan pintu otomatis.
Aku paham. Ayo masuk ke mobil.
Aku mau, tapi pintunya terlalu berat.
Kau bisa bercanda?
Apa kubilang? Cuma perlu kau angkat.
Angkat dan tarik begitu. Mudah sekali. Ayo.
Skyler, pastikan polentanya tak terlalu lama
di InstaPot, atau nanti jadi alot.
- Ya. - Ya.
Baik, dan setelah makan malam, Dash harus latihan piano 20 menit.
- Paham? Ya. - Ayah menyiksaku.
Aku sudah ketinggalan dengan membaca.
Sepuluh ribu jam. Kau tahu.
Bagus saja tak cukup. Harus hebat.
Itu pelajaran hidup bernama Double G.
- Terima kasih, Skyler. - Selamat bergembira, Tn. F.
Saat beli sikat gigi di mouth2mouth,
kita turut menyumbang sikat gigi.
Impian kami, melalui tindakan menyikat gigi,
kita akan diingatkan bahwa kita adalah satu dunia.
TAMU MAYA FISHER
Satu manusia.
Armando!
- Untuk Armando. Selamat. - Terima kasih.
- Selamat. - Terima kasih sudah hadir. Ya.
Ceritakan soal penangkaran kura-kura.
Begini. Bagiku…
…tak ada. Aku…
Aku melihatmu, Dash!
- Aku melihatmu. - Ayah, aku benar-benar kaget.
Tak mengurangi fakta kau tak lakukan tugasmu.
- Ayolah. - Putra kami.
Kau menonton Tiffany Haddish, bukan latihan musik.
Kau kira kau pelawak,
tapi acara bakat ini soal keahlian kibormu.
- Aku mengawasimu. Dah. - Manis sekali.
Sayang, sudahlah. Tak apa-apa jika dia tak latihan malam ini.
- Kau tahu anak-anak. - Tak bisa.
Bagaimana kalian saling kenal?
Aku menyewa arsitek hebat Norman Bogart
untuk merancang rumahku sekaligus penangkaran kura-kura di Topanga,
dan aku segera menyadari wanita genius ini
yang lakukan semuanya.
Armando, ayolah.
Itu benar. Kau tak bisa bilang. Aku bisa.
Kami mulai berkirim SMS siang malam, dan inilah dia.
Dua tahun kemudian, aku punya rumah dan persahabatan indah.
Ini suami Maya, Sonny.
Wah. Hai.
Apa pekerjaanmu, Sonny?
Aku…
Dia ayah rumah tangga.
Inggris bukan bahasa ibuku, entah apa istilahnya, tapi dia di rumah.
- Dia hebat dengan anak-anak. - Butuh upaya.
- Hubungan yang sangat kontemporer. - Benar.
- Bagaimana perusahaanmu, Raj? - Sangat baik.
Kami mengirim kondom sesuai budaya
ke India Utara untuk mengurangi PMS.
Misi organisasi adalah memberantas ranjau darat.
- Itu sesuatu yang mendasar… - Ya, aku setuju.
Ada…
Aku dan anak-anak tinggal setahun di Barcelona.
Kami buka empat sekolah untuk anak-anak perdesaan.
Kau membahas itu membuatku berpikir soal putriku, usia lima tahun.
Dia les Mandarin.
Kami ke restoran Tionghoa.
Dia mulai berbicara Mandarin di sana,
dan mereka keluarkan menu rahasia.
Kupikir, "Baiklah." Benar?
Itu…
Kita hanya bisa bayangkan.
Kukira dengan bayaran $20 per jam, Skyler akan bersihkan InstaPot.
- Sayang? - Ya?
Apa maksudmu soal Mandarin tadi?
Ava tak bisa Mandarin.
Dia sudah enam bulan les Mandarin.
- Sungguh? - Ya.
Itu "selamat pagi."
Kurasa begitu. Dia ucapkan tiap pagi. Apa maksudmu, "Apa maksudku?"
Aku mencoba terlibat dalam percakapan.
Aku semeja dengan pemimpin dunia.
- Aku harus bahas apa? Blog TK? - Ya…
Aku harus katakan apa ke pembuat kondom yang bagikan itu di India?
- Itu hal bagus. - Belum lagi soal Armando.
Armando? Apa maksudmu?
- Apa maksudmu "Apa maksudku"? - Tunggu. Sayang, ini Huck.
Abaikan, ya?
- Abai… - Ya.
Aku tak mau bicara sekarang.
Tak mau lihat penis keledai. Tak mau bahas ultahnya.
Aku paham, tapi sayang kau tak bisa pergi.
Ayolah, kalian sahabat dekat. Kalian selalu bergembira bersama.
Ya, Maya, dulu. Lalu aku jadi dewasa.
Itu yang terjadi dalam hidup. Menikah. Punya anak.
Maaf aku tak mau berakhir pekan dengannya
merayakan ultah ke-44 dengan sekumpulan anak muda.
- Baiklah. - Terima kasih.
- Kini, kembali ke soal Armando. - Tak ada soal Armando.
Kenapa dia sentuh bahumu enam detik?
- Kau hitung? - Enam detik. Kuhitung.
Dekat tulang selangkamu.
Itu menggangguku karena payudaramu tinggi.
- Apa? - Payudaramu tinggi.
Jika tangannya lebih rendah, bisa tersentuh.
Itu bahuku. Reaksimu sungguh berlebihan.
Tidak!
Memang aku tak lihat permainannya? Aku tak bisa ditipu.
- Ini seperti main catur. - Main catur?
Ya. Kau tak lihat karena bukan pria.
- Baiklah. - Maya, aku sangat serius.
Itu kebiasaan pria.
Aku masih sulit percaya aku tak tahu Ava les Mandarin.
- Aku serasa ibu terburuk. - Tahu kau butuh apa, Maya?
Waktu berkualitas dengan anak-anak. Itu saja.
Lihat.
- Apa? - Lihat ini.
"Terima kasih sudah datang."
Lihat itu? Armando baru kirim SMS itu.
Tunggu.
Apa itu "gerakan" dalam bermain catur?
Sebenarnya ya.
Apa itu?
MAU AKU BERHENTI?
Dia kirim GIF dari Bridgerton?
Tak akan kupersoalkan, tapi itu tak pantas.
- Ya? Cuma bilang. - Kurasa dia tak punya niat apa-apa.
Itu yang berikutnya di daftar tonton kita.
Bridgerton? Aku juga tak sabar menontonnya.
Sudah kutonton dengan Armando dalam penerbangan ke New York.
Kau bercanda?
Kita taruh di daftar tonton. Berarti kita akan tonton bersama.
Tahu yang malah kutonton? Storage Wars. Tayang ulang.
Itu tak bisa kudapat kembali.
- Sayang, maaf. Aku tidak… - Itu gila.
Kau tahu?
Aku punya ide.
Baik. Kuterima maafmu.
Tidak, aku mau beri tahu.
- Apa maksudmu? Ayolah. - Tidak, aku mau beri tahu apa itu.
- Kembali ke samping. - Ya. Tidak.
- Lebih lama dari samping. - Bagus.
- Boleh kuberi tahu dulu? - Cepatlah.
Baik. Kupikir mungkin aku harus membawa Dash dan Ava
untuk libur musim semi, sendirian.
- Apa? - Ya, aku butuh waktu bersama anak-anak.
- Maya… - Kau butuh tanpa mereka.
Kau bisa di sini, bebas sendirian seminggu.
Kalian tak pernah pergi tanpa aku.
Aku ibu mereka.
- Ya, aku paham. - Aku akan baik-baik saja.
Ayolah. Pikirkan saja itu.
- Baiklah, akan kupikirkan. - Baik.
- Ya? - Ya.
Kini, aku perlu tahu harus apa. Celana ini tetap dicopot atau dipakai?
Copot.
Perlu pikirkan apa?
Seminggu tanpa keluarganya adalah impian setiap pria.
Impian setiap pria? Alan, kau pikir ibu tak butuh rehat?
Aku kerja purnawaktu di agen real estat,
dan masih diharapkan melakukan semua dengan anak-anak.
Baik, pertama, Jill, kau dan Hank berbagi hak asuh,
jadi kau bukan tak punya waktu untuk dirimu.
Tidak, karena si berengsek ini bilang,
aku harus dinas tiap dua minggu,
padahal dia cuma melakukan CrossFit.
Ya? Kini, aku cuma punya sehari per bulan untuk melakukan kencan Tinder.
- Bagaimana hasilnya? - Aku aktif.
Tapi tak sempat membangun hubungan bermakna.
Tak ada koneksi.
Hanya sibuk dengan seks.
Aku berharap Jeremiah mau ajak si kembar di akhir pekan.
Aku belum pernah sendirian di rumah selama satu dekade.
Hei, Stew.
- Ya. "Waktu sendiri" ada gunanya. - Sangat.
Tapi apa sepadan lewatkan liburan keluarga?
Hidupmu hanya anak-anakmu.
- Itu tak benar. - Benar.
Abaikan mereka. Tak salah mementingkan anak.
Bethany, ayolah. Kau seperti pelayan anak-anakmu.
Aku dan Diane punya rutinitas bagus.
Aku pengasuh, dia pencari nafkah.
Kami tahu peran kami, jadi tak ada konflik.
Itu sistem yang berfungsi.
- Bethany, baguslah. - Seperti sistem penjara.
Aku suka hidupku.
- Diam, Bethany. Kau tak begitu. - Apa ini? Tanpa pugasan?
Apa yang kau lakukan?
Kau sungguh menyentuh setiap bagelnya?
Cari yang ada pugasan.
Setiap Kafe Jumat, kau mengeluh tentang semuanya,
tapi tak bawa apa-apa.
Aku, sebaliknya,
aku menyiapkan seluruh presentasinya.
Kau cuma fokus pada ini. Biarkan Maya bawa anak-anak.
- Sudahlah. - Harus.
Nanti kau seperti Petugas Lenore.
Apa?
Sadar atau tidak, kau jadi seperti dia.
Aku menyukai Petugas Lenore. Apa maksudmu?
Kita semua. Menyedihkan. Anak-anaknya sekolah di sini.
Dulu dia ibu rumah tangga, pengarah acara bakat, POMG.
Tak punya kehidupan di luar tempat ini.
Terdengar tak asing?
Ya, suaminya meninggalkan dia, anak-anak tak butuh dia lagi,
dan suatu hari, tiba-tiba, dia muncul saja memakai rompi.
Tugasnya bahkan bukan posisi resmi.
- Bukan? - Ya, bukan.
Aku tahu.
- Aku mulai seperti Petugas Lenore. - Ya.
- Aku akan tinggal di rumah. - Sungguh?
- Ya. - Bagus!
Kau butuh pemandu minggu depan, jadi kuberi tahu Rita,
dia ajak anak-anak ke Legoland sendirian.
Kau yakin dia setuju?
Kau bercanda? Aku kepala keluarga. Tak sepertimu.
Apa rencananya? Ayo lakukan ini.
Bagaimana kalau mulai dengan golf, ya?
- Ya. - Makanan.
Cari tempat barbeku rahasia.
- Atau kita ke kelab kabaret pria. - Tentu saja tidak.
Ya. Kau tak mau diimpit di antara sesuatu?
Tidak.
Kau tak pernah ke kelab bugil?
- Tidak. Itu… - Kenapa?
Itu membuatku merasa seperti selingkuh.
- Bukan selingkuh. - Selingkuh.
Bukan, itu rayuan tak berbahaya dengan pekerja profesional.
- Tidak. - Kau masturbasi?
- Apa? - Merancap di mana?
- Tidak. Senang bertemu. - Dia juga begitu.
- Keterlaluan. - Cepat katakan.
- Tidak. - Satu, dua…
- Kamar mandi. - Sudah kuduga.
- Kau tak katakan. Kau mengulang. - Aku katakan.
Kau merancap di penjara berair karena keluargamu selalu di rumah.
Kebebasan untuk melepas diri di semua kamar di rumahmu,
itu alasan berperang.
Baik.
"Aku beli rumah ini. Mau kupakai merancap!"
- Benar? - Tidak…
Kau pantas!
- Aku memang pantas. - Ya!
Ini akan jadi revolusioner. Kita akan jadi teman sejati!
Apa maksudmu "kita akan jadi"? Kita memang teman.
- Teman orang tua. - Kita kenal tujuh tahun.
Kau disimpan di ponselku sebagai "Ayah Dash".
- Apa? - Aku tak tahu namamu tiga tahun.
- Saat kita jadi teman, kuganti. - Itu sudah berlalu.
Kau benar. Kau membuatku bersemangat!
- Ayo! - Aku butuh waktuku.
- Waktumu. - Waktuku!
- Waktuku! - Waktuku!
Ibu, apa Kakek dan Nenek punya Wi-Fi?
Ya, aku yakin mereka punya. Ambil saja barangmu.
- Kita akan ketinggalan pesawat. - Dash, kau lupa kibormu.
Kami kemasi bawaan, kini harus tunggu di pengambilan bagasi?
Ayolah, kau harus sukses di acara bakat ini.
Aku cuma minta 20 menit sehari. Kau bisa.
Semua anak lain pasti berlatih saat liburan. Ini, Maya.
- Tunggu, apa ini? - EpiPen Ava.
- Astaga. - Ya.
- Bagaimana aku bisa lupa ini? - Kau bicara apa?
Ada satu di ransel. Aku simpan cadangan.
Kurasa kau benar. Ini bukan ide bagus.
Hentikan. Reaksimu berlebihan. Napasmu tersengal-sengal.
Anak-anak, beri tahu ibumu kalian akan baik tanpaku beberapa hari.
Jujur, aku punya kekhawatiran. Maaf, Ibu, tapi ayah penyatu kita.
- Sial. - Kau dengar dia…
Dash, ambil barangmu. Bantu aku bawa tasnya.
Kau sedang apa?
- Ayah, bisa selesaikan Death Star-ku? - Tidak, tak bisa.
Minggu ini soal Ayah punya waktu sendiri.
- Waktuku sendiri. Berikan tasnya. - Wah.
- Aku suka Sonny baru ini. - Apa maksudmu?
- Kau tak pernah menolak. - Dah, Ibu.
- Tidak, Sayang, aku ikut. - Apa? Aku sering menolak.
- Aku penegak hukum di sini. - Hukum Murphy, mungkin.
Ayo masuk ke mobil. Dash, pasang sabuk pengaman adikmu.
- Baik. Aku sayang kau. - Bergembiralah minggu ini.
- Ya, aku akan bergembira. - Bagus.
- Pergilah ke pesta Huck. - Tidak.
Bersantailah.
Aku tak mau ke pesta Huck Dembo. Hidup kami tak sama lagi.
Cukup soal aku. Soal kau saja.
- Ya. - Jangan bekerja.
Aku akan mencari waktu berkualitas.
- Janji. - Bagus.
- Aku sayang kau. Pergilah. Dah. - Aku akan merindukanmu.
- Dah, Ayah! - Aku sayang kalian.
- Sudah pasang sabuk? - Death Star.
Masukkan kepalamu sebelum ditabrak mobil.
- Masukkan. Sayang kalian! - Dah, Sayang.
RUANG TAMU
Ayo mulai, Seal.
PORNO LAMA CARI
Permisi? Aku butuh beberapa dokumen diaktakan.
Coba kulihat.
Bagaimana kalau di tempat tertutup?
- Hai, Ayah. - Astaga!
Jangan masuk, Ava.
- Sial! - Tutup matamu.
Ayolah. Jangan masuk kemari.
- Kenapa Ayah telanjang? - Ayah cuma sedang main sendiri.
Maaf. Dia lupa bonekanya. Silakan lanjutkan. Maaf.
Ini Alan.
Al Capone!
Hei, jam berapa kita main hari ini?
- Sonny, aku lupa. - Apa?
- Ada urusan mendadak. Maaf… - Di mana kau sekarang?
- Aku di Legoland, Son. - Legoland?
Kita bicara soal jadi teman minggu ini. Apa yang terjadi?
Ajak saja Stew si Nyaris Botak.
Tidak. Aku tak mungkin melakukan itu.
Lupakan saja. Tak apa. Bisa kuatasi.
Pasti bisa! Daki gunungnya sendiri.
Daki dua gunung.
Pergi ke kelab bugil, benam wajahmu di sepasang…
Hei, turun dari ranjang! Apa kubilang?
Persetan, Ayah.
- Hei. - Hei. Ada reservasi?
Tidak. Aku sendirian.
Ada grup yang sedang main.
- Baik. Di mana? - Tiga orang di sana.
Hai.
Ayo kemari.
Aku mau daging asap.
Sosis babi itu? Mari coba itu.
Tulisannya ada daging iga?
- Di belakang? - Ya.
Kau sembunyikan.
Berikan dua lagi.
Coba lihat saat ditutup?
Masukkan satu lagi.
Ya!
TARI TELANJANG DADA
Aku mau masuk.
Aku dapat kupon dari LA Weekly. Diskon lima dolar.
Tidak. Tak usah.
- Kau aman. - Baik.
Mari kita buat menarik.
Sepuluh pukulan, per lubang lima dolar.
- Ya. - Boleh saja.
Itu agak meleset.
- Ya. - Agak meleset. Tapi tak apa.
Ya.
Pukulan bagus, Kimmy.
Astaga!
Aku sudah makan sandung lamur, daging iga, babi.
Aku bahkan tak tahu ini apa. Semoga hewan. Mungkin bukan.
Mungkin saja bokong manusia. Aku tak tahu bedanya.
Astaga. Kalian tak apa-apa?
Rayuan tak berbahaya.
Tn. Fisher. Sudah kuduga ini kau.
Ini Skyler.
Pengasuh anak?
Aku ditipu. Aku tahu itu.
- Kau bilang sepuluh pukulan. - Aku tahu.
- Diskriminasi gender. - Tidak.
Juga usia dan rasisme.
- Tidak! - Ya.
Kau tak apa-apa?
Ya, aku baik-baik saja.
Astaga!
Maaf. Hei…
Tetap kuberi ulasan di Yelp.
Biar kalian tahu itu…
Hei.
Bagaimana perjalananmu?
Jujur saja, sangat mudah.
- Sungguh? - Ya.
Dash menonton acara spesial baru Bill Burr untuk kesekian kali.
Kau menelepon karena anak-anak mau dongeng via FaceTime?
Sebenarnya mereka sudah tidur.
Sayang, kau di kamar Dash?
Benarkah? Ya. Aku lupa aku di sini. Ya.
Ayolah. Jangan bilang kau di sana membuat Death Star.
- Kau seharusnya bergembira. - Cuma untuk sesaat.
Ini menenangkanku, Maya.
Baik. Aku sayang kau.
Aku juga sayang kau.
- Baik. Dah. - Ya, sampai jumpa.
TEMAN ORANG TUA
APA KABAR, SONNY? AKU IRI!
DIA PASTI SEDANG DUDUK MERANCAP.
Sudah cukup dengan ini.
SONNY TAK LAKUKAN HAL SERU
Aku tak akan lakukan hal seru?
Masa bodoh.
SONNY SAYANG, PELUANG TERAKHIR IKUT PESTA! ULTAH KE-44! KABARI AKU!
Aku bisa.
- Halo. Kau tahu di mana Huck? - Halo, apa kabar?
Wah. Lihat kapal ini.
Huck bisa begini.
Sonny Sayang!
- Ini dia. - Kau datang.
- Ya. Selamat ulang tahun. - Terima kasih, Kawan.
Lihat dirimu. Kau tampak bugar. Hei.. Ayolah.
Kau tak pakai baju.
Aku sangat bersemangat.
Setiba di sini, aku buka baju dan menyelam.
Orang-orang gila ini? Langsung menyusulku.
- Baik. - Hei, Semua!
Kenalkan teman paling lamaku, Sonny Fisher!
Hei, Sonny!
Hai.
- Mereka juga tak pakai baju. - Mau berendam bugil?
- Tidak. - Ayo, kita berdua.
Seperti kostum sayap.
Tidak, aku tak mau melakukannya.
- Baik. Tak masalah. - Ya.
Sangat senang melihatmu. Sudah lama sekali.
- Astaga. Sudah… - Sudah tiga tahun.
- Ya, sudah lama. - Ya.
Kau mau handuk? Apa saja untuk…
- Tak usah. - Baik.
- Aku senang sekali kau datang. - Tentu saja.
Maya urus anak-anak. Dia ke rumah orang tuanya.
Kubilang, "Pergilah. Aku butuh rehat."
- Ayah perlu waktu sendirian. - Hebat.
- "Silakan, kalian bebas mau apa." - Kita juga bebas.
- Hei. - Seperti dulu?
Jangan mengancamku dengan keseruan.
- Aku siap. Ya. - Lihat. Itu dia.
Apa itu?
ULTAH KE-44! #MARIMENGGILADENGANHUCK
Makan burrito dulu. Aku mau ganti baju.
Itu busmu?
Ya. Tampak keren, ya?
Apa… Kita bukan naik kapal?
Kapal apa?
Halo, Penggila Pesta!
Seperti kalian tahu,
aku yakin pakaian serasi adalah kunci untuk setiap pesta yang sukses.
- Selalu. - Suka setelannya?
- Ya! - Ada setelan untuk semua.
Cari tas pakaian. Diberi label dengan nama kalian.
- Hei. - Apa kabar?
Aku mau minta seteguk "teh-kul-ya".
- Aku tak tahu itu apa. - Tequila.
- Cuma kulafalkan jadi "teh-kul-ya". - Tequila.
- Ya. - Itu aku punya.
Hei, Bung. Apa kabar?
- Aku Kabir. Ini pasanganku, Trini. - Hei! Bagaimana kenal Huck?
Meja kami bersebelahan di WeWork.
Baiklah. Itu keren.
Kau tak bekerja di biro iklan lagi?
Sudah beberapa tahun tidak.
Mereka sudah kuno.
Aku buka sendiri. Fokus kami sinergi merek,
integrasi vertikal, tren modern.
Kau harus lakukan itu.
Keren.
Namamu Sonny, bukan?
Huck bilang kau orang tua yang di rumah.
- Ya. - Sangat menginspirasi bagi kami.
Baiklah. Ya.
- Istriku arsitek. - Dia hebat.
Aku petugas entri data di Citibank sambil mengejar karier musik,
tapi setelah anak kedua lahir,
kataku, "Lebih baik aku di rumah dengan anak-anak daripada pengasuh."
- Seperti pria sejati. - Ya. Benar.
Kau main apa?
Kibor.
Aku dijuluki Dr. Silk.
Aku penyanyi-penulis lagu dan dewasa kontemporer.
- Kau merendah. - Suka.
Sonny mengeluarkan album.
Itu fantastis.
Kuberi tahu. Kualitas tinggi.
Albummu ada di Spotify?
- Tidak. - Jadi, di Soundcloud?
- Tidak. - Bagaimana kami dengar?
- Kurasa… - Ya.
Albumku berbentuk CD.
Bisa kukirimkan untuk kalian.
- Aku tak punya pemutarnya. - Aku punya pemutar.
Ayahku mungkin punya.
Bersulang untuk Sonny. Sahabat terbaikku di dunia.
KLAKSON UNTUK HUCK
PULAU SAN JUAN WASHINGTON
Hei, Dash.
Dash, perhatikan.
Letakkan jari telunjukmu di garis, lalu tarik untuk membuat simpul slip.
- Bisa lakukan untukku saja? - Tidak!
Ayah!
Dash, ayo latihan piano. Ayahmu akan menanyakan.
Tapi Ayah tak ada.
Tak masalah.
Kau tahu acara bakat ini penting baginya.
Maya, kau menarik rambutnya.
Tak semua orang mahir dalam segala hal.
- Ibu, beri aku peluang saja. - Aku akan…
Ada pesawat amfibi mendarat di dermaga kita.
Pesawat amfibi? Siapa itu?
Lihat.
Hei, Maya!
Hei, Maya, ini aku, Armando.
- Armando! - Hai.
Sedang apa kau di sini?
Aku tahu, bukan? Kejutan.
Maya sering cerita wilayah ini sungguh luar biasa,
jadi, aku mencari-cari
dan menemukan pulau yang ingin kubeli.
Tunggu, apa?
- Kau serius? - Ya.
Kurasa ini proyek yang kau tunggu-tunggu.
- Kau bisa memulai perusahaan sendiri. - Apa?
Boleh aku mencurimu untuk sore ini?
Aku mau kau melihat properti ini.
Aku janji kepada anak-anak akan istirahat dari bekerja.
- Tentu saja. - Ya.
Kau benar. Aku tak mau ganggu waktu keluarga. Maaf.
Kecuali…
Mungkin Dash dan Ava boleh ikut?
- Hei, Dash? - Ya?
Mau belajar cara menerbangkan pesawat amfibi?
Tentu saja!
Itu dia.
ULTAH KE-44!
Hei, Semua, dengarkan.
Aku sudah memikirkan cara merayakan ultahku ke-44,
dan karena pandemi besar,
kita terlalu lama tak bisa menikmati kebersamaan.
- Ya. - Jadi, minggu ini bukan tentangku.
- Ini tentang kita. - Baik.
Ya.
Kita akan kembali ke dasar, di sini,
di tempat tak kenal ampun, tapi megah.
Gurun California yang megah!
Giliranku yang pertama untuk kamar mandi dan pancuran.
Ya!
Selamat datang di Huckchella. Burning Man kita.
Kurancang sendiri. Itu patungku.
Tempat apa ini?
- Siap, Geno? - Ya.
- Tiga, dua… - Tunggu.
Di mana Sonny?
Sonny, majulah ke depan. Ayo.
- Aku tak perlu ikut. - Ini fotonya.
- Aku tak perlu ikut… - Ayo. Pegang dia!
Ya!
Ya!
- Sudah dapat? - Dapat.
Itu memperindah fotonya.
Teman-teman, ambil barang dan pilih tenda. Wanita boleh pilih duluan.
- Geno, sampai jumpa lima hari. Hati-hati. - Lima hari.
Lima hari? Huck, kita di tengah gurun.
- Kita jadi primitif minggu ini. - Apa?
Kita lepas semua. Ini akan jadi minggu terbaikmu.
- Aku… - Pilih alas tidur. Enam per tenda.
- Enam apa? - Aku senang kau di sini.
- Tunggu. - Ini yang terbaik. Aku bahagia.
- Lihat itu. Kau suka patungku? - Huck, tunggu.
Tak ada sinyal. Yang benar saja.
Aku tak dapat sinyal apa pun.
Ini jaket-ransel dengan tali.
Gila.
Mulai populer.
Itu dia!
- Aku suka baju itu. - Aku tak tahu akan seperti apa.
Jadi, aku bawa lebih banyak baju untuk resor, tapi bisa kusesuaikan.
Pasti bisa. Kau selalu begitu.
Baik, Kaum Rupawan. Mari susun rencana.
Aku tahu ini masih pagi, tapi mari perhatikan makan malam.
Ini dia. Kau siapkan apa? Yang biasa kau siapkan?
Mungkin ada steik, daging Wagyu Amerika. Ada apa?
Tidak. Kita akan mencari makanan sendiri. Buka terpalnya.
Aku pemelihara lebah, tapi aku suka cari makanan saat santai.
Jika ada yang mau tanya, silakan.
Aku punya pertanyaan pertama, yaitu, "Kenapa kalian bercanda denganku?"
Hentikan. Aku lihat kotak pendingin. Ada makanan di situ.
Ada pembuka, tapi menu utama terserah kita.
Ambil parang dan keranjang, mari mencari makanan!
Mari mencari makanan.
Harus berburu untuk makanan? Huck, sebentar. Permisi?
- Apa? - Aku harus ke WC.
- Di mana toilet portabel? - Di sana.
- Itu ember. - Itu WC bisa ditenteng. Sangat bagus.
- Apa? - WC bisa ditenteng.
Tinggal ambil, keluarkan, buang di pinggir jalan. Terserah.
Aku harus siapkan pondok keringat.
Semoga berhasil. Hati-hati ular derik.
- Apa? - Bisa dimakan, tapi berbahaya.
Hati-hati…
Konyol.
BAGAIMANA WAKTU SENDIRIMU, SONNY?
PETUGAS SONNY
SONNY SANTAI DI RUMAH
Dewasa sekali.
Pasang penis di Lego. Bagus, baik.
Lihat pendapatmu sekarang.
MENIKMATI HIDUP DENGAN TEMANKU @THEDEMBOKID'S
Lihat Instagram-ku, Berengsek.
Baik. Sial. Astaga.
Aku harus buang air.
Apa… Sebentar.
Apa ini?
Hentikan. Jangan. Itu geli.
Cakarmu tajam, ya? Tapi kau tetap imut.
Dasar imut…
Hei, Sobat.
Kau kucing menakutkan. Lihat dirimu.
Astaga.
Ini dia. Ini yang kau mau?
Kuturunkan.
Persetan ini!
Tolong!
Singa!
- Garpu selada, garpu biasa. - Banyak piring.
- Pisau. - Tolong!
- Baik. - Ada singa!
Astaga.
Hei, ada singa yang mengejarku!
Sepatu ini tak berguna! Sial!
- Itu Sonny? - Tolong! Huck!
Aku mau dimakan! Ada singa mau memakanku!
Dia dikejar singa gunung.
Aku takut!
- Sonny, ayo lebih cepat! - Lari, Sonny!
- Pergi dari sana! - Ada singa mengejarku!
Tolong!
Dia mengejarku! Menjauh dariku!
Sial. Astaga.
- Gila! - Astaga!
Tidak, Sonny!
Astaga.
Kau melihat apa?
Ayo, Berengsek.
Dapat.
Aku bukan makanan!
Minggir!
Menyingkir dariku! Singkirkan bokong laparmu!
Menyingkir dariku!
Kau lapar?
Kau kira aku kelinci hitam?
Bung. Itu luar biasa. Kau bersikap primitif.
Ya, benar.
Ya, benar.
Kau tahu? Dia mungkin kucing besar, tapi aku melihat macan besar.
- Ini macan besar. Kau macan besar. - Benar.
Dengar itu?
Aku macan besar!
Astaga.
Aku macan besar!
Sonny, tenang. Ada sedikit darah di punggungmu.
Apa maksudmu? Dia mencakarku sedikit?
Gila.
Aku punya salep antibiotik.
- Pakaikan saja di situ. - Tidak.
Entah apa ini cukup.
- Coba foto. - Kau yakin?
Ya, harus kulihat. Biasanya oleskan salep sedikit.
Nanti mengering. Besok hilang.
- Lihat ini. - Ya, coba lihat. Apa…
- Dia mau mencabik punggungku. - Tarik napas.
Ini serangan berencana.
Sonny. Dia tak baik-baik saja!
- Sial! Tenanglah. - Sonny?
Kita bawa ke perkemahan.
Ya. Kami memegangmu, Sonny.
- Tarik napas saja. Dia pingsan. - Baik, bagus.
Astaga!
Bar mentah sudah tiba.
Seteguk "teh-kul-ya", Macan Besar?
Ayo!
Untuk Macan Besar!
Satu, dua, tiga, dan meluncur.
Bagus. Baik, giliranmu.
Tidak, giliranku.
Silakan. Tunggu, ini Ayah. Tunggu. Hai!
Hei. Aku mau menelepon kalian,
menanyakan keadaan semua, Sayang.
Baik. Hari kami seru. Kau bagaimana?
- Baik. - Ini Sonny.
Baik kurang tepat. Aku akhirnya ke pesta Huck.
Itu luar biasa, Sayang. Aku senang.
Kami di gurun, menjadi primitif.
Masa?
Aku bahkan dapat julukan. Dipanggil Macan Besar.
- Aku tahu artinya itu. - Macan Besar!
Itu melekat.
- Sayang, aku… - Ayah!
- Kau berlatih untuk acara bakat? - Tidak, lebih baik.
- Kami naik pesawat amfibi! - Itu seru sekali!
Teman ibu, Armando, mengajak kami ke pulau pribadi.
Ulangi sedikit. "Armando", katamu?
Berikan teleponnya ke ibumu. Aku mau bicara.
- Hai, Sayang. - Hei.
Kau tak bilang apa-apa soal dia ke sana.
Aku tak tahu dia akan kemari. Dia muncul begitu saja.
Dia minta pendapatku tentang pulau yang mau dia beli.
Ibu akan merancang penangkaran kura-kura untuknya.
Apa maksudnya?
Aku mau telepon soal itu setelah anak-anak tidur.
Dia menyarankan aku meninggalkan pekerjaanku
dan buka perusahaan sendiri, dengan dia sebagai klien pertama.
Itu dia.
Terakhir kuingat, kau bilang mau menghabiskan waktu dengan anak-anak.
- Kini kau jelajahi pulau dengan Armando. - Ayo.
- Jangan kasar. - Bepergian…
- Sonny, ini Gil. - Sial.
- Kau harus pahami sesuatu. - Ini dia.
Maya pencari nafkah,
dan tugasmu mengurus hal di rumah.
Aku sayang kau, tapi kau harus tahu tempatmu.
Gil, aku ragu aku mau menerima saran soal hubungan
atau soal apa pun dari seorang penipu.
- Apa? - Benar.
- Dari penipu. - Apa?
- Kakek menipu siapa? - Aku tak pernah menipu!
Mau kuingatkan musim panas lalu? Lapangan golf Pulau Orca?
Kau pindahkan bolamu ke jarak 1,8 meter.
- Soal golf. Bodoh. - Asal tahu, itu bukan gratis!
Bukan gratis, Ayah!
Bukan salahku kau tak punya nyali untuk menyuruhku berhenti, Pengecut.
- Aku tak punya nyali? - Maya…
- Baik. - Biar kuberi tahu soal nyaliku!
Biar kuberi tahu soal nyali hitamku yang besar!
- Sudah. Ambil teleponnya. - Aku melawan singa gunung!
Aku belum selesai. Ambil teleponnya. Gil?
- Selamat malam, Sayang. - Maya, berikan lagi teleponnya ke Gil!
Kau tak punya nyali.
Hei, Sonny.
Kau dari mana?
Menelepon dengan Maya. Aku harus cari sinyal.
- Masa? - Aku menanyakan keadaannya.
Kupikir dia menghabiskan waktu dengan anak-anak.
Di rumah orang tuanya. Ternyata kliennya, Armando, ada di sana.
Aku tahu karena Dash beri tahu.
Lalu ayahnya menyebutku pengecut.
- Jangan pikirkan sekarang. - Aku bukan pengecut…
Tenanglah.
- Ya, aku… - Tarik napas. Fokus lagi.
- Ya. - Kau bukan dengan Maya.
- Bukan dengan anak-anak. - Ya.
- Kau di sini, di gurun bersamaku. - Ya.
Benar begitu. Fokus lagi.
Bagus.
Sonny, kau akan sulit percaya
saat melihat tamu kejutanku.
- Ada tamu kejutan? - Ada tamu kejutan.
Untukmu. Agak kepagian, tapi kau pasti suka.
- Siapa? Katakan. - Kau pasti suka.
Ya ampun.
Huck, Kawan. Aku kirim SMS. Kau mengabaikanku.
Tidak, aku cuma sibuk merencanakan pesta. Ultahku ke-44.
Bukan mau membuatmu kecewa, tapi itu bukan usia penting.
Jika temanmu tak memposting di Instagram,
aku tak akan tahu kau sembunyi di mana.
Aku tak akan sembunyi darimu.
Tunggu. Ada yang kulewatkan? Ini kejutannya?
Biar kuperkenalkan diri.
Stan Berman, Spesialis Pendapatan Alternatif.
- Ini kolegaku, Dorit. - Shalom.
Shalom juga untukmu. Aku Sonny Fisher.
Huck, saat kulihat kau mengadakan pesta mewah ini
meski masih berutang $47.000 kepadaku,
kupikir aku dan Dorit harus mengunjungimu.
Tidak… Aku mengalami masalah likuiditas.
Stan mau membayarkan.
Semua baik.
Aku bukan bayarkan untukmu.
Kupinjamkan uangnya dan kau menolak mengembalikannya.
Jadi, kini, Dorit harus melukai tubuh.
Stan, Kawan. Hei, kukira kita berteman.
Memang, tapi Huck, aku sangat jelas soal struktur biayaku.
Ini salah paham.
Aku tak tahu jangka waktunya singkat.
Beri waktu sehari.
Kupindahkan dana, akan kukembalikan.
- Sehari? - Ya.
Baiklah.
- Astaga. - Ya. Terima kasih!
- Dia masuk akal. - Entah ada apa. Aku panik.
Jangan sampai putus, patahkan saja. Lalu kita berangkat.
Apa maksudmu? Kita sepakat. Kau beri aku sehari.
Kau bilang baik. Kami dengar itu.
Huck, apa kau merasakan tekanan untuk membayarku
tanpa kekerasan fisik?
- Tak dengan segera. - Itu maksudku.
Kalian tenang saja. Dorit sangat akurat.
Tolong jari di atas kayu.
Huck, tunggu dulu.
- Jangan. - Katanya harus.
- Ini… - Dengar, Do… Ada tadi?
Dorit. Seperti "Dorito" tanpa "o". Ayolah. Kendalikan dirimu.
Tunggu! Dia mau katakan hal penting.
- Tunggu! - Apa?
Tak bisa kubiarkan. Aku bertanggung jawab.
- Tidak, Sonny, ini bukan salahmu. - Hentikan, Huck. Mari…
Kau pihak yang bertanggung jawab?
Ya, fotoku yang membawamu kemari.
- Baik. - Ya!
- Dorit. Aku sayang kau. - Terima kasih.
Kau baik sekali. Sudah kubilang.
Lebih pengertian dari dia.
Astaga!
Kenapa yang kecil menjerit?
Katanya dia bertanggung jawab.
Bertanggung jawab karena membawamu kemari, Diggit.
Dorit!
"Dorit". Aku tak peduli!
Sial!
Dorit, kau harus tanya aku dulu.
Katanya tanggung jawab.
Astaga. Itu menjijikkan. Seperti Cheeto pedas.
Maafkan aku, Sonny, tapi lihat, sudah dapat jari, bukan? Sudah beres.
Dorit, bisa tolong bakar perkemahannya?
- Atau perlu kuawasi juga? - Apa?
Kau sudah dapat jari. Kenapa mau bakar perkemahan?
Kau membangun patung besar dirimu selagi berutang kepadaku.
Bagaimana dampaknya bagi bisnisku?
Pesta sudah usai. Perbaiki dirimu dan bayar utang.
- Astaga, Huck. - Dia tak sungguh lakukan itu.
Lagi-lagi maaf, Sonny.
Sungguh, Dorit menyenangkan jika kau mengenalnya.
Kami sedang berpesta!
- Pesta selesai! Pulanglah! - Jangan patungnya!
Baru mau kami bakar hari Kamis!
Semua tetap tenang, tapi lari!
Jangan khawatir. Hei!
Kini kau berutang $47.000 dan sebuah iPhone.
Apa?
Hei, Teman-teman.
Maafkan aku.
Ini kesalahpahaman kecil. Sebenarnya, masalah pembukuan.
Aku tak mau minggunya berakhir begini.
Geno akan antar kalian kembali ke LA. Lain kali.
- Kita bergembira. - Terima kasih.
- Tak apa. - Pesta akhir pekan depan.
Kau bilang Geno akan antar kalian ke LA.
Kau tak ikut?
Aku harus lihat apa ada yang bisa diselamatkan.
Nanti kupanggil Uber.
Pestanya tetap berapi-api.
Tak tepat memakai kata "api".
- Maksudku cuma… - Aku paham sentimenmu.
Dah, Huck!
Jika kau mau, aku tak keberatan tetap di sini,
dan membantumu memeriksa semua ini.
Tidak, Sonny. Sudah cukup. Aku tak enak soal jarimu.
Ayolah. Katakan dari mana.
Mulai di sini?
Mau mulai dari bagian yang sudah padam?
Mungkin berasap?
Dah, Semua!
Astaga.
Pendinginku meleleh. $2.500 yang tak akan kembali.
Kau habiskan $2.500 buat pendingin?
Kenapa semahal itu jika berutang?
Entah ada apa denganku.
Lebih rumit dari sekadar pendingin.
Aku bukan meninggalkan biro iklan.
Aku dipecat.
- Apa? - Aku dipecat.
Kuajak klien makan malam,
entah bagaimana jadi pesta minum di San Miguel de Allende.
HRD bilang, "Yang benar saja?"
Mereka tak mau bayar $17.000 untuk makan malam.
Kucoba buka sendiri, tapi tak bisa pahami QuickBooks.
Aku kacau. Pestanya jadi lepas kendali.
Itu upaya untuk mencegah kesepianku.
Jika butuh bantuan, kenapa tak telepon?
Sudah. Aku menelepon. Kirim SMS. Tiap kuhubungi, kau mengabaikanku.
Aku paham. Aku tahu maksudmu. Kau menjalani babak hidup baru.
Tak ada waktu bagiku untuk menghalangi. Aku paham.
Tidak, Huck.
Kau akan telepon dan ajak keluar pukul 11 malam.
Aku tidur pukul sembilan.
Lalu jika aku ikut keluar,
aku harus mengobrol apa dengan pemelihara lebah?
Itu bukan duniaku. Aku membuat Lego, menyeka bokong.
Sonny, kau berhasil.
Kau mendukung wanita brilian. Membesarkan dua anak hebat.
Siapa pun menginginkan hidupmu.
Kau tidak.
Kau bercanda?
Itu impianku.
Aku cuma ikuti rencana Clooney.
Apa maksudnya?
George Timothy Clooney? Bujangan paling diincar di dunia?
Pria itu melajang sampai usia 50-an.
Lalu dia menikahi Amal, punya kembar,
jadi pria keluarga tanpa melambat.
- Rencana Clooney. - Aku paham.
Maaf aku mengabaikanmu.
Sungguh. Aku benci selama ini baru bicara.
Bukan?
Tak apa. Kini kita bicara.
Kau sahabatku.
Semua sudah berlalu.
Ya.
Semua sudah berlalu. Kau benar.
Maaf, Kawan.
- Astaga. - Apa?
Bar mentahnya. Utuh.
Sonny, ini petunjuk.
- Semua akan membaik. - Apa maksud…
Ayo bawa pergi. Jangan tinggalkan kerang senilai $4.000.
$4.000 untuk kerang?
Astaga. Bau sekali di sini.
Aku tak mau angkut kalian jika tahu bawa moluska.
Maaf, Thelma, Tuhan sendiri seakan-akan menyuruhku bawa tiram ini.
- Yang benar saja. - Apa?
Topanga, pintu keluar berikutnya.
Tempat Armando.
Di sanalah tempat tinggal Raja Sikat Gigi itu.
- Kami bagai bermain catur. - Tentu.
- Kubuat gerakan… - Aku harus melihat pria ini.
- Armando? - Biar kulihat dia.
Baik.
- Astaga. Dia sangat menarik. - Berikan. Coba kulihat.
Kurasa tidak… Huck!
- Minta perspektif wanita. - Astaga.
- Menurutmu menarik? - Ya, sangat.
Baik, cukup. Tolong berikan…
- Kau baru menyukai fotonya? - Ya. Tampan sekali.
Sonny.
- Para hartawan ini pemangsa. - Apa?
Dia mengincar keluargamu. Balas dia.
- Ya… - Apa dia punya istri? Pacar?
Aku akan tertarik.
Biar kurusak keluarganya untukmu.
- Baik. - Tunggu seminggu, kurayu istrinya.
Kau tahu?
Dia punya.
- Keluar di sini. - Di sini?
Di sini. Keluar.
Hei! Pernah dengar lampu sein?
Aku pernah lakukan banyak hal bodoh dalam hidupku.
Aku tak mau tiduri kura-kura.
- Kau bilang tiduri kura-kura? - Bukan. Aku bukan minta kau lakukan itu.
Dia anggap hewan ini keluarganya.
Jadi, kupikir, kita ambil, dan bebaskan.
Biarkan keluar gerbang. Benar?
Saat dia kembali dari San Juan, kura-kura ini bisa di mana saja.
- Ya. Dia akan sangat kesal. - Sangat marah.
Ini lebih berat dari bayangan kita.
- Kami punya satu. - Sejak kapan?
Sekolah PAUD anak-anak minta kami adopsi satu untuk musim panas.
Anak-anak menyukainya. Entah kenapa.
Mereka tanpa emosi.
Bukan piaraan yang baik. Tak merespons.
Tak melakukan apa pun.
Ini dia. Dunia milikmu. Pergilah.
- Dia sedang menyiapkan momentum. - Ya.
- Ini bodoh sekali. - Jalan!
Jujur saja, aku berubah pikiran.
Kubayangkan dia menyeberangi 405. Dia tak akan selamat.
- Syukurlah. - Ya.
Perasaanku sama, tapi kau semangat, jadi aku diam saja.
Aku suka mengetahui kita bisa saja melakukan ini terhadap Armando.
- Tunggu. Turunkan. - Apa?
- Tunggu sebentar. - Apa?
Apa? Aku sedang bicara dengan Macan Besar.
Jika tak bisa merusak keluarganya, kacaukan saja rumahnya.
Tunggu…
- Kau Macan Besar? - Ya, aku Macan Besar.
- Jangan jadi pengecut. - Aku bukan pengecut.
- Aku Macan Besar! - Tunjukkan Macan Besar.
Itu suara Macan Besar?
Ya. Dia siap.
- Singkirkan itu. - Mau apa tanpa garam? Buang.
- Ini bagus. - Buang.
Tak bisa dibuang. Harus digiling. Bisa lama sekali.
Akan kunaikkan temperaturnya.
- Hancurkan semua. - Biar anggurnya rusak.
Hapus saja.
Storage Wars, Naked and Afraid, Frasier, Two and a Half Men.
Dia tinggal dengan orang tuanya?
- Dia pakai ini? - Kau masukkan?
Mau membalikkan testisku?
Bagaimana rasa sausnya?
- Astaga. - Seperti bokong kulit hitam.
Selamat tinggal.
- Siap bawa ke tingkatan baru? - Ya.
Ayo BAB di tangki kloset.
- Benar. - Ya.
Apa itu?
Buang air besar.
Berak!
- Baik. - Yang banyak.
Harus kuupayakan, tapi bisa.
Sial, tak ada tangkinya.
Berak di ranjangnya saja?
Alternatif hebat. Kau memang penuh ide.
Akan kulakukan.
Kuambil semua sepatu kirimu, Armando.
Yang ini, yang ini.
- Macan Besar, sudah kau lakukan? - Ya.
Itu saja? Seperti permen min di hotel.
Aku sudah buang air besar di gurun.
Tak banyak sisa, tapi kupaksakan itu.
Tunggu! Apa yang kau lakukan?
Kita tak lakukan ini.
Kita lakukan hal tak berbahaya yang masih menyiratkan niat buruk.
Bukan ini.
- Kau tak mau membalas… - Tidak.
- Kulakukan ini untukmu. - Tidak. Bukan.
Jangan pecahkan piring lagi. Tunggu di mobil.
Baiklah.
- Aku suka semangatmu. - Terima kasih.
Bagaimana kau bayar utang Stan Berman?
Kabur keluar negeri.
- Apa? - Stan orang jahat.
Panggilannya Penjagal Beverly Hills. Kudengar dia buang mayat di marina.
Huck, itu gila.
Temanku pindah Buenos Aires demi tango.
Biaya hidupnya murah.
Sembunyi di sana sebentar, kirimi Stan uang. Nanti beres.
Kau mau pergi? Itu gila.
Butch dan Sundance baru berkumpul lagi.
Kita sempat sehari lagi bersama. Hari terbaikku.
Belum berakhir. Kita bisa teruskan pestanya.
Sonny, sudah berakhir. Aku tunawisma. Tak ada tempat untuk itu.
Kalau ada tempat?
- Tidak. - Tidak. Hubungi Geno.
Suruh bawa busnya ke Sherman Oaks, pestanya pindah ke rumahku.
Baik. Bus Huck dalam perjalanan, sudah kukirim aturan rumahmu.
- Dia paham. - Ini sangat…
Astaga. Jika bannya bocor, kalian yang bayar.
Tak apa. Aku ada jasa derek.
Saat kubilang pesta ini akan jadi epik.
- Ya. - Pasti epik.
Kami akan memberimu kenangan hebat.
Lihat saja.
Kenangan hebat.
- Kenapa menggedor? - Keluar dari mobil sekarang!
Kalian mau lihat ini.
- Kami bilang mau bayar. Apa masalahmu? - Lihat ke bawah!
- Astaga. Kura-kuranya mati? - Aku tak tahu.
Ini buruk. Dia mungkin 100 tahun!
Astaga!
- Bukankah itu karma buruk? - Dia mengedip.
- Apa? - Mengedip!
- Kau lihat? - Sedang mengedip!
- Hai. - Baik, dengar.
Jika mengedip, kita bisa bertindak benar.
Masukkan ke mobil, bawa ke rumah sakit hewan.
Tidak. Kita tak akan masukkan hewan cacat itu ke Nissan baruku.
Thelma, ayolah.
Apa kura-kura luka bisa lebih bau daripada 200 kerang di bagasimu?
Kenapa tak berfokus pada masalah? Intinya bukan kau.
Kenapa membentakku?
- Hei! - Kau dorong Macan Besar?
- Macan Besar apa? Kau anjing kecil. - Dia lebih besar.
Guk guk, Berengsek. Kau menggonggong!
- Tak ada waktu. Ayo. - Masukkan!
Ambil kura-kuranya!
Masuklah ke mobil!
- Jangan atur aku! - Buat dirimu berguna.
Astaga.
Ayo pergi!
Astaga. Hati-hati!
- Diam! Kau kira kami tak tahu? - Jelas tidak. Kau jatuhkan.
Disuruh apa?
Tutup mulutnya.
Tiup lewat hidung sekuat mungkin. Tempelkan bibirmu.
Lihat fotonya!
Dia melawan, menahannya masuk.
Aku bisa.
Ya.
Mulut lagi.
- Upil kura-kura. Tak tahu itu ada. - Astaga.
Ada di mulutku.
- Itu menjijikkan. - Bangun!
Jangan jentik! Harus pegang dengan lembut.
Tutup mulutnya dan tiupkan napas pelan-pelan ke hidungnya.
- Kita sudah sampai. - Tunggu. Apa?
- Hentikan! Jangan. - Baik.
Ayo. Mobil.
- Pelan-pelan! Ada kura-kura terluka. - Hei! Tunggu!
- Bisa atasi? - Bisa.
Ayo pergi, dasar bodoh!
Tunggu sebentar.
- Tunggu. - Apa?
Sial. Kau lakukan ini?
- Tidak. - Siapa yang lakukan?
Armando Zavala! Jalan!
Bawa masuk sebelum dia mati!
Bawa masuk!
Lihat ini. Apa Armando akan merindukan sepatu kirinya?
Itu genius sekali, Huck.
Harus ambil begitu ada peluang.
Kau sudah punya simpanan.
- Ada klien pertamamu. - Aku perlu bicara dengan Sonny dulu.
Nanti dia akan tahu. Aku tak lihat ada masalah.
- Kecuali masalah besarnya. - Yaitu?
Sekarang saja aku sudah jarang melihat Dash dan Ava.
Jika buka perusahaan sendiri, aku tak akan pernah di rumah.
Jika kau ingin jauh dari anak-anak melebihi saat ini,
kau tahu jawabannya.
Ini dia. Terima kasih sudah mengingatkan lagi
bahwa aku ibu yang lalai.
Sayang, aku iri.
Aku iri kepadamu,
kau punya suami yang membantumu mewujudkan impianmu.
Apa maksudnya itu, Sayang?
- Kau tak pernah bantu mengurus anak-anak. - Hentikan.
Ada separuh novel erotis yang tak pernah selesai kutulis.
Novel erotis?
- Sangat seksual. - Kenapa itu salahku?
Kau tahu betapa sulitnya menulis tentang seorang pria menyentuh dada wanita
sambil mengurus popok kotor?
Percakapan ini sudah berubah jadi sangat tak nyaman dan gila,
tapi rasanya aku paham maksudmu, Ibu.
Terima kasih.
Sebenarnya, jika aku ayah yang membuat keputusan ini,
ini tak akan jadi pembahasan.
Sonny dan aku, yang kami lakukan, kami jadi tim yang hebat.
Aku setuju.
Aku bisa lakukan ini.
Ya, kau bisa.
Lihat, ini Armando.
Armando, telingamu pasti berdenging. Aku baru saja menyebut namamu.
- Armando? - Sonny melindas Ole Snappy.
- Tunggu. Sonny apa? - Sonny berbuat apa?
- Sonny baru melindas Ole Snappy. - Siapa Ole Snappy?
- Entahlah. Siapa Ole Snappy? - Kura-kura tertua milik Armando.
Apa Sonny akan dipenjara? Kau bisa temui dia?
- Dia akan sulit bekerja. - Pembunuh kura-kura.
- Thelma, di rumah ini lepas sepatu. - Bodoh sekali.
Huck, siapa semua ini?
Undangannya kuunggah di Instagram.
Sepertinya banyak yang datang. Santailah dulu.
Taruh ini di air. Nanti beres.
Kukira hanya…
Macan Besar sudah datang.
- Hei. - Apa kabar, Kawan?
Aku terima SMS Huck. Semua kamar anakmu ditutup.
Buat tanda suruh semua lepas sepatu.
- Ya. - Tapi di TV-mu ada film porno 1990-an.
Sempat kutonton sedikit. Bagus juga ada jalan ceritanya.
- Baik. - Sonny!
- Hei. - Apa?
- Alan, sedang apa kau di sini? - Kuikuti temanmu di Instagram.
Kulihat pestanya pindah kemari, aku datang.
- Tarikannya terlalu kuat. - Kau menyetir dari Legoland?
Rita lelap. Dia tak akan tahu.
Anak-anak bangun pagi. Semoga aku sudah pulang.
Akan kutanyakan saja. Itu kokaina?
Kau kira ini Grand Theft Auto? Bukan, obat ADHD putraku.
- Sudah pakai berapa? - Cukup banyak.
Tapi ini bukan pertama kali.
- Ini pertama kali. - Baik.
Kau mau apa?
Aku sudah membohongi diri terlalu lama.
Kau tahu? Aku melakukan semuanya.
Rita selalu memerintahku. Aku tak pernah sendirian.
Aku tak mau kembali ke Legoland.
- Aku tak menyuruhmu. - Tidak.
- Tak perlu jika tak mau. - Baik.
Aku balik sebelum pagi.
Tn. Fisher!
Kulihat alamatmu yang diposting, dan kubilang,
"Kita harus berpesta dengan Tn. F."
Kuambilkan minuman. Sekarang. Kau harus minum denganku.
Tidak, kumohon. Tak perlu.
- Kau baik-baik saja? - Tidak.
- Ada apa? - Dimulai dengan semua orang ini.
- Ini lebih banyak. - Lebih dari dugaanku.
Aku sudah minum sendirian,
kepalaku pusing, aku bau kura-kura.
Entah apa kura-kuranya selamat.
- Jika tak selamat, itu masalah… - Mari pastikan.
Rumah Sakit Hewan.
Hei, tadi kulihat dua bajingan menurunkan kura-kura.
Kura-kuranya baik? Mulai pulih?
Yang kau taruh depan pintu seperti korban tembakan?
- Sudah kuduga mereka tahu itu kita! - Lukanya cukup parah.
Ayolah. Jangan bilang begitu.
- Tapi akan selamat. - Apa?
Apa katamu?
- Dia akan selamat. - Ya!
Ya!
Siapa namamu, Bajingan?Nanti kami tagih.
Ini Armando si Peri Gigi, Bodoh. Masukkan tagihanku!
Astaga.
- Malam dimulai lagi. - Ya.
Tunggu. Ini SMS yang kunantikan.
SMS apa?
Kejutan.
Pergi bersihkan dirimu. Baumu seperti kotoran.
- Aku tahu. - Ayolah!
Kuajak semua ke halaman belakang. Cepat!
Baik, Teman-teman.
Ini ulang tahun yang bersejarah.
Ya!
Jadi makin istimewa
oleh satu tamu khusus.
Macan Besar!
Itu kau, Kawan.
Saat kudengar sahabat dan saudaraku datang ke pesta ultah ini,
aku harus lakukan hal istimewa.
Tak perlu begitu.
Kutagih semua utang budi, dan kini,
tampil di sini malam ini,
seorang musisi terhebat dalam sejarah
dan pahlawan pribadi Sonny…
Seal!
Apa?
Terima kasih, Kawan.
Terhebat!
Halo, Sherman Oaks.
Baik, sebelum kita mulai,
apa ada dokter di rumah ini?
Aku residen dermatologi.
Aku butuh seseorang dengan spesialisasi tertentu.
Memanggil
Dr. Silk.
Ini orangnya. Itu nama bintang musiknya.
Ayo naik.
- Kau mau aku… - Dia mau tampil denganmu.
Jangan bercanda, Huck.
Kutemukan ini di lemarimu.
Ya!
- Jubah bagus. - Astaga.
- Apa kabar, Silk? - Baik. Aku penggemar berat.
- Terima kasih. Kau siap untuk ini? - Ya.
Mari agak menggila.
Ayolah. Dia…
Dia bilang kita akan menggila.
- Kau siap? - Ya.
Dua, tiga, dan…
Sudah kuprogram di kiborku.
Gila!
- Aku? - Silakan, Silk. Siap?
- Menggila! - Apa?
Tn. F! Ya!
Dia benar-benar bagus!
Sudah kubilang.
Ya!
Perlu kau di sini, Silk. Siap?
Satu, dua, tiga.
Kemari, Sonny!
- Kau bagus! - Terima kasih.
Selama ini kukira Seal kulit putih.
- Tidak! - Sampai hari ini.
- Sonny! - Ya?
- Itu luar biasa! - Terima kasih.
Apa yang terjadi di gurun. Kau pria baru.
Wah.
Lihat ini.
Tak ada ayah Dashiell lagi.
Kita adalah teman sejati!
- Itu sangat berarti. - Bagus.
Ingatkan nama belakangmu?
Tujuh tahun.
Washington?
- Bukan. - Bukan, yang benar Carter.
Sebenarnya bukan.
Johnson?
Kau cuma sebutkan nama kulit hitam.
- Memang. - Fisher.
- Fisher. - Fisher. Ya.
- Seperti Derek. Dia kulit hitam. - Masih berarti. Ini…
Bagus. Ya ampun.
- Aku merasa sangat dekat sekarang. - Baik.
Aku akan membangun mainan Lego anakmu.
- Jangan, itu tak boleh, Alan. - Itu dia.
- Tingkat tertinggi sudah tercapai! - Hei, Dr. Silky Silk!
Hei. Kau batalkan penerbanganmu.
Apa?
- Batalkan. - Tidak.
Kau tak akan pergi ke Buenos Aires
karena aku akan bayarkan utangmu pada Stan Berman.
Itu tawaran luar biasa, tapi tak bisa kuterima.
Aku berutang $47.000 kepadanya.
Aku tahu dan aku tak peduli.
Kita selalu saling mendukung, bukan?
Tentu saja.
Baik, dan aku jadi versi diriku yang lebih baik saat bersamamu.
Maya dan aku punya simpanan.
Tanya dia dulu.
Kenapa? Dia tak tanya aku soal bisnis dengan Armando.
Aku berpikir mau beli Honda Odyssey tahun 2022,
tapi ini penggunaan uang yang lebih baik.
- Kau serius? - Ya.
Astaga, aku memang tak ingin ke Argentina.
Telepon Stan sebelum aku ubah pikiran.
Kemari. Telepon dia.
Memasukkan nomor routing.
- Benar. - Sudah selesai di sini, dan beres.
- Sudah masuk. - Baik.
Sonny, kau mensch sejati.
Huck, selamat. Kau pria bebas.
Lidahku kelu. Terima kasih.
Itu Seal?
Kulihat dia tampil di Tel Aviv tahun 2017.
Konser hebat. Aku mau minta swafoto.
Seal!
Wah. Seal?
Dia membantuku. Dia sangat baik.
- Permisi, Macan Besar? - Ya?
Kurasa kau mau tahu
ada sekelompok kaum paruh baya telanjang di Jacuzzi.
Terima kasih informasinya. Sial.
- Aku bukan mau menghina… - Hei!
Jill! Stew Nyaris Botak! Tidak! Hentikan!
Sonny, ayo berbasahan.
- Apa? - Ya.
Ayolah.
Tidak, dan sudah cukup. Paham?
- Ayah! - Ya?
- Ibu, Ayah di belakang. - Astaga… Hei!
Astaga, lihat dirimu. Kenapa kau di sini?
Kita baru bicara di San Juan.
Armando mengangkut kami naik G5-nya. Keren sekali.
Kenapa Ayah membunuh Ole Snappy?
Apa? Siapa itu? Kau bicara apa?
Kura-kura Armando.
Dia kirim video Ayah dan Paman Huck melindasnya.
- Jelas-jelas Ayah. - Baik, Snappy masih hidup.
- Sungguh? - Ya, dia baik.
Itu salah paham. Aku akan bicara dengan ibumu.
Akan kujelaskan… Wah. Itu dia. Astaga.
- Bola meriam! - Baik.
Bethany, jangan!
Astaga.
Celaka.
- Ya ampun! - Sasarannya sangat kecil.
Aku tak apa-apa!
Ayo naik.
Baik, ke atas…
Ada apa ini? Kucoba menghubungimu.
Apa yang kau lakukan di rumah Armando?
Jangan tanyakan semua itu. Aku juga bisa bertanya.
Kenapa Armando ada di San Juan?
- Sudah kubilang. - Tidak.
- Kita belum bicara! - Kita bicara!
Sudah kubilang aku dan Armando seperti sedang main catur.
Jadi, kau biarkan kelinci berak di ranjangnya karena itu…
Biar kuhentikan. Bukan kelinci. Itu kotoranku.
- Aku main catur tingkat tinggi. - Kau berak di ranjangnya?
Kau bangga soal itu?
- Karena bisa kubuat keluar. - Hei, apa kabar, Kawan?
- Huck. - Sudah lama aku tak melihatmu.
Aku suka swetermu. Warna itu tak cocok untukku.
- Bisa beri kami waktu sebentar? - Tentu.
Singkat saja, Maya?
Boleh kukatakan, kau menikahi pria hebat.
Entah kenapa aku pantas dapat teman seperti dia,
tapi dia selamatkan aku dengan cara yang tak akan kulupakan.
Bagaimana caranya?
- Kuberi tahu nanti. - Tidak, tolong beri tahu aku, Huck.
Ringkas saja.
Aku berutang banyak ke lintah darat.
Situasinya mulai buruk.
Sonny maju dan jadi penyelamat. Kawanku. Terima kasih.
Aku yang terima kasih.
Silakan kalian bicara. Cium dulu.
Terima kasih. Selalu senang melihatmu.
Kawanku.
- Kau pahlawan. - Tidak.
Tak ada yang paham sepertimu, Huck.
Sebelum kau bicara, biar kukatakan sesuatu.
Baik.
Kau perlu paham masalah yang melilit Huck. Dia nyaris kabur.
Berapa yang kau bayarkan ke lintah darat?
Kau mau angkanya? Tak masalah kukatakan.
- Katakan. - Baik.
- Berapa? - Baik. Kurasa sekitar 47?
Sungguh? Kau beri dia $4.700? Kenapa kau lakukan itu?
Bukan 4.700.
- Empat puluh tujuh… - Empat puluh tujuh…
47 apa?
Empat puluh tujuh ribu.
Kau bilang $47.000?
Ya, benar. Itu yang kuberikan.
Astaga. Tunggu.
- Ayah! - Dash! Tunggu!
- Dash! Kau tak apa-apa? - Death Star-ku rusak!
Empat bulan kerja keras bangun Lego,
lenyap!
Dash, Sayang, panggil adikmu. Kita akan pergi.
Ya, biarkan saja di situ. Nanti kupasang lagi. Hati-hati.
Aku melihat potongan yang rusak…
Baik, silakan.
Apa? Maya, kau mau ke mana?
Ayolah, Maya…
- Hei, Dash, dengar. - Apa?
Akan kubangun jadi lebih baik.
Sebaiknya Ayah jangan merusak tempurung Hokey Pokey juga!
Itu kecelakaan. Bukan kusengaja.
Maya!
Maya, ayolah!
Baik, Maya!
Mereka tak mau tinggal?
Aku mual. Aku perlu air atau sesuatu.
Di sini saja dulu. Kau cuma butuh udara segar.
Tunggu dulu. Apa ini?
Hei, pelan-pelan! Ada anak-anak di wilayah ini!
Hei!
Astaga!
Hei!
Hei!
Astaga! Apa?
Hei, Bajingan!
Hei! Berhenti!
Berhenti!
Apa salahku kepadamu? Hei!
Astaga.
Kenapa dia lakukan itu ke mobilku?
Aku tak pernah celakai orang. Huck, kau lihat itu?
Sonny, sepertinya sudah waktunya untuk Honda Odyssey 2022 itu.
Apa?
Tabrak lari.
Asuransimu akan menggantinya.
Itu temanku, Wade. Dia penggila monster truck.
Dia membantuku.
Kau, Temanku, akan naik mobil baru itu akhir pekan ini.
Biar kupikirkan sebentar.
Kau harus miliki Odyssey itu.
Aku tahu yang… Biar kupikirkan, Huck.
Biar kupikirkan semuanya.
Biarkan aku sebentar.
Kau sedih soal Maya, tapi saat dia lihat Odyssey-nya,
pasti jatuh cinta lagi.
Biarkan aku sebentar.
- Baik, aku cuma… - Tadi seru sekali.
Sonny, Huck berikan albummu.
Jika bisa temukan pemutar CD, akan kudengarkan.
- Terima kasih banyak. - Sama-sama.
Lyft-ku dua menit lagi, bisa kita selesaikan?
Ya, tentu.
Penampilan hebat, Sobat.
Sama-sama. Baik. Adios.
Adios, Seal.
Berikan ke label musik, ya?
Maaf soal kelingkingmu.
Baik. Tak perlu bicara dekat ke wajahku.
Seal. Dia naik Lyft. Aku suka. Dia rendah hati.
Kenapa kau beri dia cek, Huck?
- Apa? - Kau bilang dia membantumu.
- Benar. Dia membantu kita. - Lalu kenapa kau beri cek?
Dia biasa dibayar 100 ribu untuk tampil 20 menit di acara kantor.
Kuminta dia tampil penuh untuk $12.500.
- Cuma separuh biaya patungku. - Itu bukan bantuan.
Astaga.
Kau tak berubah.
Kau kacau.
- Wah. - Ya.
- Ungkapkan semua. - Benar.
Aku tak mau hilang teman karena uang. Akan kubayar sendiri Stan Berman.
Aku sudah muak.
Kita baru mulai.
Semua berjalan baik. Apa masalahnya?
Satu hal lagi. Kau bukan George Clooney.
Bahkan tak mendekati George Clooney.
Dia membangun bisnis tequila sebagai sampingan.
Tahu yang kau lakukan? Pesan baju olahraga di Etsy.
Orang suka baju olahragaku.
Kau menyedihkan.
Kuberi tahu… Yang benar saja, Seal?
Semua? Mohon perhatiannya.
- Macan Besar. - Saatnya keluar.
Jangan dulu.
Keluar!
- Aku tak mau kembali ke Legoland! - Kembali. Sekarang!
Sial!
Kalian di kolam renang, keluar!
10 menit lagi.
Tidak, keluar! Kalian semua.
Ayo. Sekarang.
Terima kasih. Maaf. Kumohon.
Terima kasih.
Aku melihatmu!
Akhirnya. Sial. Sendirian.
Sial.
Pestanya sangat menyenangkan. Senang sekali melihatmu.
Jangan kemari.
Uber-ku sudah datang.
- Aku harus… - Risikomu sendiri.
Baik. Selamat malam.
Maya, dengar. Akan kudapatkan kembali uangnya. Aku janji.
Sonny, ini masalah uang,
membobol masuk rumah Armando.
Aku merasa tak mengenalmu.
Pertama, itu bukan aku.
Kau tahu, itu Huck dan pengaruhnya.
Dia membuatku melakukan hal bodoh yang tak kulakukan lagi.
Aku sudah muak. Aku kembali ke Sonny yang biasa.
Sonny si ayah super.
Mungkin bukan itu yang kau mau.
Kenapa bilang begitu? Itu yang kumau.
Maya, bisa pulang?
Sonny, kurasa kita butuh sedikit waktu.
Kami akan pulang.
Kau harus cari tempat tinggal lain.
Aku punya ide.
Apa…
Tinggallah dengan kami.
Kau bercanda?
Kau tidur di ruang cuci baju?
Ya. Dipikir-pikir,
Rita akan sangat marah jika dia bangun dan aku tak ada.
Dia akan ambil PS5-ku.
Keluar.
Baik. Aku sayang kau, Son.
Hei, Kawan.
Kuhargai kau izinkan aku menginap di sini.
Aku dan Maya, kami bicara.
Kami cuma merasa sedikit ruang mungkin yang terbaik bagi kami saat ini.
Tinggallah selama kau mau, Macan Besar.
- Kuhargai. - Kubantu. Rumahku adalah rumahmu.
Ayo. Kau suka madu?
Aku menaruh madu di mana-mana.
Pernah coba madu goreng?
LATIHAN AKHIR HARI INI!
Kita harus berfokus, Semua.
Acara bakat minggu depan. Tunjukkan siapa kita ke sekolah ini.
Paham?
Linus, akan kuhitungkan.
Baik.
Dua, tiga, dua, tiga, empat.
Ava, ayo, kita harus pergi!
Ibu, aku tak mau Pop-Tart. Aku mau smoothie.
- Kau mau… - Ayah selalu buat smoothie.
Kau tahu? Apel lebih berserat.
- Ini, Ibu. - Kau sudah besar, bawa sendiri. Ayo.
Baik, ayo pergi. Sial…
Ibu! Ayo.
Aku datang!
- Ini mobilmu? - Ya!
- Wah! - Tahu yang gila?
- Apa? - Aku tak bayar apa pun.
Diganti asuransi.
- Gila. - Lihat!
- Halo! - Bahkan tak perlu sentuh pegangannya!
Sempurna. Kami pasti sukses di malam trivia.
- Teman-teman! - Tak mungkin usianya 44.
Saat sudah tua, semoga aku tak tidur di sofa orang.
Kurasa Macan Besar tak akan lihat uangnya lagi.
Tidak.
Panti wreda kakekku butuh kepala rekreasi baru.
- Ya! - Dia pasti cocok.
Nenek akan suka Huck.
Bodoh!
Ya. Disukai wanita tua.
Snappy.
Hei.
Aku datang untuk minta maaf.
Aku biasanya tak begitu.
Kubiarkan hal antara kita jadi lepas kendali.
Hal apa antara kita?
Permainan catur bolak balik ini.
- Persaingan ini. - Persaingan?
Kau menemui Maya saat dia bersama anak-anakku di rumah mertuaku.
- Aku mau opini Maya soal pulaunya. - Kenapa?
Kenapa opini Maya sangat berharga?
Karena dia salah satu arsitek terbaik di dunia.
Karena dia sudah jadi sahabatku.
- Maya sahabatmu? - Dia sahabatku, Sonny.
Sonny Fisher. Hai.
Aku tak tahu kau punya pacar.
Kini aku merasa…
- Ya, sudah sepantasnya. - Merasa berengsek.
Ya.
Kalian bisa menjadi apa pun yang kalian inginkan.
Kalian benar-benar bisa jadi apa pun yang kalian inginkan.
Dan semua…
AYAH INGIN FACETIME…
Hei, apa kabar, Nak?
Hai, Ayah.
Tebak siapa yang menutup acara bakat?
- Kau siap? - Aku siap.
Kau, Nak.
Ini keuntungan ayahmu jadi pengarah.
Kurasa begitu.
Baik, silakan kembali latihan, Tn. Penutup.
Ya, Tn. Penutup.
Aku sayang kau.
- Malam, Ayah. - Malam.
Sial.
Linus.
Itu buruk.
Kita ulangi lagi dari awal.
Kalian dengar Pak Fisher. Kita ulangi.
Benar.
Kali ini, curahkan segenap jiwamu.
Aku tahu ada di sana.
Buat aku merasakannya. Ayo! Dua, tiga, empat.
Hentikan! Istirahat!
Kau tidak… Kau lelah.
ACARA BAKAT MALAM INI
Balik ini agar pembeli bisa melihatnya.
- Orang dalam sorotan. Aku tak sabar. - Kuusahakan, Petugas Lenore.
Hei, bisa gantikan aku bulan depan selagi aku berlibur?
Suamiku ajak ke Sandals Barbados untuk ulang tahun perkawinan.
Suami? Kukira kau sudah bercerai.
Coba kutebak.
Kau dengar aku wanita menyedihkan yang beli rompi reflektif di Amazon?
Orang bergosip. Jarang kudengarkan.
Sonny, aku sudah menikah selama 35 tahun.
Ya, petugas penyeberangan,
tak menarik seperti saat aku menjadi agen lapangan FBI.
Tapi aku suka memberi kembali.
Kau tahu soal itu.
Semoga sukses.
Sial, Alan.
Kau pasti bisa, Nak. Ayo.
Dash!
- Hai. - Halo.
Namaku Dash.
Silk Kecil.
Silk Kecil.
Aku akan memainkan "A Thousand Miles" oleh Vanessa Carlton.
Maaf, akan kuperbaiki.
Biar kutunjukkan, biar kubantu.
Sebentar. Kemari. Kutunjukkan.
Lihat. Ingat?
- Lihat tanganku. - Ayah.
- Aku melihat, tapi… - Baik.
Hentikan saja!
Apa maksudmu hentikan? Ayo, Nak.
Aku tak mau mainkan Vanessa Carlton.
Aku benci piano! Andai aku tak dipaksa melakukan ini.
Ayah. Maaf. Aku tak bermaksud…
Kau benar.
Aku mementingkan diriku, dan tak seharusnya begitu.
Aku cuma ingin menampilkan acara bakat terbaik.
Seperti aku ingin memimpin setiap komite,
mengawasi setiap karyawisata. Aku cuma…
Mau kalian pikir aku bernilai.
Dengan melakukan itu, aku menjauhkan orang paling penting dalam hidupku.
Orang yang kusayangi, kau, ibumu…
Sahabatku.
Kulakukan banyak hal yang tak kubanggakan.
Aku berak di ranjang klien istriku!
Ya, menaruh kotoran hangat di bantalnya.
Kenapa? Entahlah.
Mencuri semua sepatu kirinya. Tak bisa dia gantikan.
Menggesekkan spatula di bokong dan taruh kembali.
Semoga tak dipakai lagi, tapi jika ya,
dia makan bokong!
Coba tebak? Hal semacam ini berakhir hari ini.
Berakhir sekarang. Alan?
- Ya? - Dimulai darimu.
Kau menggantikan Petugas Lenore
selagi dia berlibur dengan suaminya,
dan aku baru tahu itu. Katamu dia sudah cerai.
Aku dengar… Kau pembohong.
Putraku Justin yang bilang mereka bercerai.
- Ya, salahkan anak kita. - Bukan aku.
Jadi, Alan, aku mau kau ambil alih Kafe Jumat.
- Beres. - Terima kasih.
- Sayang. - Dia bisa.
Bahkan, untuk anak-anak yang tak masuk seleksi,
naiklah dan tunjukkan bakat kalian, karena itu intinya.
Kalian bergembira, dan maaf aku mencoba merebutnya.
Nak, aku sungguh minta maaf kepadamu.
Sungguh.
- Maafkan aku dan aku sayang kau. Ya? - Aku sayang Ayah.
Baik. Hei, dengar. Lakukan yang mau kau lakukan.
Jika kau mau bernyanyi, menari,
apa pun itu, selamat bergembira.
Tak akan kuganggu kalian.
Aku akan pergi. Silakan, Nak!
Sonny Fisher, Semua!
Ayah terbaik di dunia.
Terima kasih.
Pria ini mengalami beberapa minggu yang sulit.
Dia melewatkan libur musim semi sendirian,
akhirnya menghabiskan simpanan kami,
hampir membunuh kura-kura,
dan menghancurkan pernikahannya.
Ya. Maksudku…
Cara terbaik memanfaatkan "waktu sendiri", Ayah.
Kulihat kau tertawa, Alan Geller.
Istrimu beri izin?
Mau dengar lelucon lagi?
Minggir?
Ya.
Pidato bagus.
Terima kasih.
Dengar, Maya,
maaf kupinjamkan uang itu ke Huck tanpa tanya kau dulu.
Sonny, yang paling menyakitiku adalah…
Kita selalu membicarakan tentang hal-hal seperti itu bersama.
Ya.
Sebaiknya kau hubungi Armando lagi
dan pertimbangkan pekerjaan itu.
Buka perusahaan sendiri.
Kau tahu, Sonny…
caramu mengurus keluarga kita, itu…
Itu sulit.
Dash benar, kau adalah…
Kau penyatunya.
Sulit kubayangkan buka perusahaan sendiri tanpa kau
di sisiku.
Maya, aku berjanji,
aku mendukungmu.
Aku mencintaimu, Sonny.
Aku juga.
Sulit dipercaya kusisihkan dia.
Kau sisihkan dia?
Aku berengsek.
Stan Berman? Apa ini?
Hei, Huck, aku terima pesan bahwa Stan Berman kembalikan uangku.
Semua baik-baik saja? Aku perlu bicara denganmu.
Sesuatu baru terjadi di acara bakat Dash,
aku jadi memikirkan hal-hal yang kulakukan,
ucapanku kepadamu, dan aku salah.
Aku mau minta maaf.
Tidak begini. Secara langsung.
Kau di mana, Huck?
Marina?
Astaga. Stan akan membunuhnya.
Aku datang, Huck.
Astaga. Huck dalam masalah.
Aku perlu bantuan. Entah harus panggil siapa.
Kubantu, Macan Besar. Ayo hajar orang.
- Kita tak akan hajar orang. Ayo! - Lalu ini buat apa?
Aku bawa nunchaku, alat setrum, dan semprotan lada.
Apa yang kau lakukan? Kita tak butuh itu. Apa itu?
Syuriken.
- Hanya… - Beri aku dua.
Eddie, ambil lobster dulu sebelum ambil senjata.
Nanti meleleh. Ayo, cepat. Kita harus pergi, ya?
- Itu Dorito. - Si jalang itu?
- Ya. - Mau kulawan dia?
Tidak, dia punya penyembur api.
- Sial! - Ayo.
Merunduk.
Itu darah?
Astaga, bunyi gergaji tulang.
- Astaga! - Huck!
- Aku akan menolongmu! - Ayo!
Aku punya dua syuriken dan Thelma!
Syukurlah.
Kalian sedang apa?
- Apa maksudmu? Coba berjaga. - Baik.
- Hei, Sayang. - Untung kau masih hidup.
Senang melihatmu. Ada apa?
Bung, kukira kau sedang dibunuh.
Ada yang berlumuran darah.
Ketumpahan daiquiri stroberi, Bodoh.
Kenapa kau buat daiquiri?
Karena ini tugasku. Kau pikir sedang apa?
Kubuat kesepakatan dengan Stan Berman untuk kembalikan uangmu,
dan bekerja melunasinya.
Bisnisnya membawanya ke Yaman. Aku pindah ke sana.
Yaman?
Ya, Yaman.
Huck, hidupmu di sini.
- Masa? - Ya.
Aku tak punya karier, keluarga,
dan kau benar, Sonny. Aku bukan Clooney dan kuterima itu.
Berhenti bandingkan diri dengan Clooney.
Tahu yang kupelajari di acara bakat Dash hari ini?
Aku harus menerima diriku dan orang yang kucintai apa adanya.
Mendekatkan orang, itu bakatmu. Itu yang kau lakukan.
Jangan begini.
- Aku tak… - Jangan begini sekarang.
Ini jalan keluarku. Kulibatkan kita, akan kukeluarkan.
Paham? Turunlah, biar kukencangkan terpal kapal
dan istilah kapal lain.
Apa? Huck, bisa tolong dengarkan aku?
Aku sibuk.
Kau cuma buka tutup pintu, tak kencangkan apa pun.
Huck, dengar, ada jalan keluar lain.
Kau pandai mengadakan pesta. Itu keahlianmu.
Tahu keahlianku? Menghibur anak-anak.
Jadi, ini rencanaku. Aku pergi, kukembalikan uang Stan.
Kau dan aku, kita memulai bisnis mengadakan pesta anak-anak.
Uangnya akan segera kembali. Kuturunkan kau dari kapal.
Kita lupakan semuanya. Bagaimana?
Aku sayang kau, Kawan. Aku tak mau pergi ke Yaman.
- Aku tahu. - Itu berbahaya!
Ayo pergi, Bodoh! Aku baru saja berak di ranjang lintah darah itu.
Kenapa lakukan itu?
Kukira kita lakukan hal menjengkelkan seperti dulu,
seperti kebiasaan kita?
Tahu berapa lama kurapikan meja ini?
Berapa lama untuk mengacaukannya?
Lobster ini harus bebas.
Ya!
Dia suka yang pedas.
Lihat ini.
Masukkan cakarnya di bokongku.
- Di antara bokong. - Makan cakar bokong.
- Astaga. - Harus makan yang ini.
Ini, mau lada penis? Hati-hati!
Aku bisa. Lihat yang kau lakukan saat punya lada penis.
- Sedang apa? Hentikan. - Giling lada di penismu.
- Kenapa kau lakukan? - Kau mau lada penis.
Aku yang kena leluconnya.
Aku mulai gatal. Lada ini pedas.
Ayo pergi.
Ayo.
Aku sayang kau. Aku sayang kalian.
Punyaku. Kita harus pergi. Ada lada di penisku.
- Ayo pergi. - Maaf soal itu.
- Ayo! - Ya!
AYAH SUPER - KETUA POMG - MACAN BESAR
MAKAN SIANG AYAH
ARSITEK MAYA FISHER BUKA PERUSAHAAN BARU
DRSSSILK SANGAT BANGGA AKAN ISTRIKU!
DEMBO/FISHER PRODUCTIONS PERUSAHAAN BARU DRSSSILK - LOGO BARU
DRSSSILK SELAMAT ULTAH PUTRI!
Baik, atur zebra, macan, zebra, macan dengan kotak makan siangnya.
- Lebih menarik. - Baik.
Stew! Astaga, aku suka penampilan barunya.
Terima kasih. Tak bisa panggil Nyaris Botak lagi.
- Bagian terbaiknya, Jeremiah suka. - Apa?
Ya, dia menyebutku Howie Mandel kecilnya.
- Jadi… - Baik.
Sonny! Hei, porno kunonya menginspirasi celana ini.
Aku tahu.
Hei, ada es teh untukmu.
- Jangan tanya, Ibu. - Tepat waktu. Terima kasih.
Terima kasih.
Maya, Sonny,
hubungan kalian menjadi inspirasiku.
Astaga.
Ya. Kupikir kalian harus yang pertama melihat novel erotis baruku.
Di Belakang Ratu.
Ya.
- Sudah baca bukunya, Ayah? - Baca? Aku menjalaninya.
- Cukup. Bisa kita bicara? - Aku mau ambil minum.
- Mau kutandatangani untukmu? - Tidak.
Kura-kura adalah piaraan terbaik. Paham? Ada pertanyaan?
Hei, Sahabat! Apa kabar? Bergembira?
Sonny. Selamat datang. Rumahku adalah rumahmu.
Hei, kamar mandinya di sana.
Aku tahu kenapa kau bilang itu.
Pantas untukku.
Alan, hei!
- Hei. - Aku Skyler, dari kelab.
- Hei! - Lama tak melihatmu.
- Astaga! - Bagaimana kalian saling kenal?
- Kelab. - Dari Coffee Club.
Dia barista.
Di Coffee Club?
Benar sekali.
- Kau harus mampir. Segera. - Pasti. Aku butuh kopi.
- Kopinya terbaik. - Memang sangat enak.
- Kau pesan apa di Coffee Club? - Kopi tetes.
Aku merasakan kedekatan serius dengan temanmu, Jill.
- Itu bagus, Huck. Aku suka itu. - Hei, Jill.
- Hei, Jill! - Bagaimana mantan suamimu?
Masih hidup. Entahlah.
Apa kabar dua anak kecilmu?
- Mengasuh diri sendiri. - Bagus. Senang semua baik-baik saja.
- Kami baik. - Dua anak kecil?
- Dia paket lengkap. - Apa?
- Ayah tiri Huck. - Tidak.
Seperti gaya Clooney.
- Dia baik. - Dia punya anak tiri?
Tidak. Clooney tak punya anak tiri.
Aku akan lakukan.
- Sebelum usia 60, aku akan menikah. - Serius?
- Lihat itu. - Aku harus jauhkan dia dari Jill.
Terjemahan subtitle oleh Ellen Tjandra
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.