Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Corsican
Czech
Danish
Estonian
Ewe
Faroese
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hmong
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Portuguese (Brazil)
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Zulu
PERSEMBAHAN NETFLIX
Di puncak kekuasaannya...
TRIAD Asia Tenggara mengendalikan 80% penyelundupan Asia.
Menjalankan aktifitasnya melalui GOLDEN TRIANGLE,
TRIAD meraih untung besar
dari perdagangan narkoba, senjata dan manusia.
Agar tetap bebas dari kekacauan dan gangguan luar,
Para pimpinan TRIAD membentuk formasi delegasi elite...
Mengizinkan mereka melakukan "tindakan ekstrem"
dengan dalih untuk keteraturan dan kepatuhan.
Delegasi ini terdiri dari enam pria dan wanita anonim.
Mereka dikenal sebagai SIX SEAS.
Reina... Reina, lari!
[mengerang]
[suara tembakan beruntun]
[suara tembakan]
[terengah-engah]
[mengembus napas berat]
- [Ito mengerang] - [suara tembakan]
[kunci pintu dibuka]
[mengeluh]
- [Shinta] Siapa kamu? - [Ito terengah-engah]
Shinta.
[mengerang]
[Shinta menahan napas]
[Ito terengah-engah]
[mengerang]
[merintih]
[Shinta] Painkiller ada di atas wastafel.
[mengerang dan terengah-engah]
Terima kasih untuk semuanya.
[Shinta] Ini bukan pertama kalinya, 'kan?
Tiga tahun kemudian dan kamu masih sama aja.
Ceroboh.
Tolol.
Sini.
[mengerang]
Mungkin sekarang saatnya... buat kamu jelasin...
Selama ini kamu ke mana aja...
Dan siapa anak itu.
- Lebih baik kamu nggak tahu, Shinta. - [mencemooh]
- Ini untuk kebaikan kamu. - Sialan. Untuk kebaikan aku?
- Aku mau kamu aman. - Kamu mau aku... [tertawa mencemooh]
Aku pikir kamu sudah mati.
Kita semua pikir kamu sudah nggak ada!
[Ito mendiamkan Shinta]
Aku di sini. Aku di sini.
Nggak!
Aku nggak tahu mesti gimana lagi.
Jadi, aku menelepon seseorang.
[Fatih] Coba tidur. Istirahat.
Kalau nggak seseram ini, sudah gua pukul lu dari tadi.
[keduanya tertawa]
[Ito mengerang]
[tertawa]
[dalam bahasa Inggris] Tak apa.
[Fatih] Kenapa?
Kenapa lu lakuin ini?
Posisi lu sudah bagus banget sama mereka.
Tiga tahun sama Triad, lu lepas gitu aja demi anak kecil?
Kenapa?
Lu akan ngelakuin hal yang sama kalo lu di posisi gue.
Rencana kita?
Nggak ada kata "kita".
Gue butuh duit gue.
Bikin identitas baru buat gue dan anak itu.
Dan gue akan pergi.
Lu? Sendirian?
Yang lu hadapin Triad di sini.
Gue nggak mau ngelibatin lu, Shinta dan anak-anak yang lain.
Dan lu nggak perlu kasih tahu mereka kalau gue di sini.
[tertawa kecil] Mereka?
[meletakkan foto di meja]
Adam, Dewo? Meninggal.
Abdul, Moses?
Penjara seumur hidup.
Nggak ada yang bertahan di atas selamanya.
- Sisanya tinggal gue dan... - Dan siapa?
Wisnu.
Wisnu!
Ya?
Sepupu gue.
Bagi dia, lu dewa.
[Pintu dibuka]
Pagi, Pak.
Ito...
- Ngapain lu balik, To? - Bob, sudah, Bob.
Kenapa? Lu enggak seneng ngeliat gue?
Lu...
Lu ninggalin kita, Ito.
Bajingan, lu!
Gue nyerahin diri gue ke Triad supaya lu bebas, Bob! Ingat? Lupa?
[Ito] Lu yang di tempat lain, Bangsat! Anjing!
[Fatih berseru] Sudah?
- Puas? - Kaki lu, Bob...
[Fatih] Berita lu diburu sama Triad, pasti sudah sampai ke sini.
Yang pengen ngebunuh lu, list-nya panjang banget.
Lu punya siapa sekarang?
Sekali ini, percaya sama kita.
Kalian enggak tahu apa yang gue alami di sana.
[mengerang]
[menghela napas]
[Fatih] Dia di mana?
[Ito] Arian.
Kita di tempat dan wilayah yang berbeda.
Semakin dia enggak tahu kejadiannya, semakin baik buat dia.
[dalam bahasa Mandarin] Kakak, ada apa?
Jalang ini tak becus menuang anggur.
Dia menumpahkannya pada celanaku!
Bagaimana kau menebusnya? Dasar bedebah.
[Arian] Aku sungguh minta maaf.
Kau tamu terhormat kami. Kami akan sajikan anggur termahal kami.
[Lam tertawa kecil]
Jadilah anak baik dan tuangkan sendiri... Adik.
[tertawa kecil]
Jika kau tawarkan lebih awal, kita takkan punya masalah ini.
[tertawa kecil]
Pahami itu, dasar orang asing tengik. [tertawa]
[pria mengerang]
[semua mengerang]
[tulang leher dipatahkan]
[wanita terkesiap]
[wanita terengah-engah]
- [pria] Mundur, Bajingan! - [wanita merintih]
Akan kubunuh dia!
- Kuperingatkan... - [wanita menjerit]
[mengerang]
[Lam merintih]
[pria berseru]
[memekik kesakitan]
Lihat aku.
[ponsel bergetar]
- Bersihkan lukanya. - Baik.
[Chien Wu berbicara di ponsel] Nak, kenapa lama sekali? Ingat aku?
Maaf. Tadi aku sibuk.
[dalam bahasa Inggris] Ada masalah, tak terlalu jauh dari asalmu.
Orang kita diberi pelajaran,
oleh orang yang harusnya memberi desa ini pelajaran.
Seseorang telah memberontak.
[Arian] Aku turut prihatin. Apa yang bisa kubantu?
[Chien Wu] Ito. Dia membangkang.
Temanmu itu pengkhianat.
Kamu dengar, Nak?
Di depanku, ada tujuh jasad anak laki-laki dan banyak jasad warga desa.
Yang tidak ada adalah satu anak perempuan dan Ito.
Ada pesawat menunggumu, Nak.
[Arian] Anak perempuan itu, apa ulahnya?
[Chien Wu] Tak ada. Desanya yang berulah.
Kami menangkap basah mereka mencuri produk kami.
Mengambil terlalu banyak muatan kami.
Mencoba menjualnya ke penjual kecil.
Dalam bisnis, terkadang...
jika melihat yang lemah, kamu harus bakar semuanya.
Anak itu beban.
Baik saat ini atau ke depannya nanti. Para bos ingin dia hilang.
Memberikan peringatan kepada lawan.
[Arian] Jadi, apa untungnya bagiku?
[Chien Wu dalam bahasa Mandarin] Ayo keluar mobil dan berjalan kaki.
[dalam bahasa Inggris] Tiga tahun lalu, dua pemuda asing bergabung,
buat kekacauan, mereka punya persamaan.
Mereka datang dari perkampungan kumuh,
perkampungan yang akan tersapu lautan. [tertawa]
Ini terdengar seperti film gangster.
Bukan begitu?
Kuharap kau punya maksud tertentu.
Ah, maksud. Ada alasan para bos mengawasimu.
Seperti kau, mereka tidak pernah puas.
Sekarang, lihat sekelilingmu.
Dunia baru dengan peluang tak terbatas.
Mereka ingin jadi bagian dari itu.
Tetapi untuk itu, mereka butuh orang dari dunia ini,
yang tahu cara mengarahkan,
tahu cara menggantikan gubuk menjadi kasino, kelab, narkoba...
Kau tahu semua hal itu.
[Menghela napas] Dan bagaimana aku melakukannya?
[dalam bahasa Mandarin] Urus Ito,
dan ini semua bisa jadi milikmu.
Oke, Reina. Tahan.
[suara jepretan kamera]
Oke. Bagus, kok.
Kenapa senyum-senyum? Ya kerjain.
Cuma ini yang gue punya.
Lu yakin kita butuh itu, Fatih?
Lu mau narik dana, 'kan?
[dalam bahasa Inggris] Yohan sialan.
- Biar gue... - Gue yang cerita!
- Ya, lu cerita. - Ini kesalahan gua, Fatih.
Lu tahu ini kesalahan gue, 'kan?
Lu masih ingat 'kan? Waktu kru kita masih lengkap dia cuma jongos gue, tahu nggak!
[mencemooh]
Yohan... Yohan... lu lihat.
Setelah lu dan Arian cabut, kita hancur, To.
Yohan si Bangsat ngambil sisa duit kita.
Dia bikin kerajaan dia sendiri deal heroin di toko daging dia.
Lu mau duit kita? Dia yang nyimpen.
[Fatih] Kalo lu mesti ke sana, hati-hati, To.
[suara tusukan pisau bertubi-tubi]
Yohan enggak akan ragu-ragu ngabisin lu.
TUKANG DAGING YOHAN
[ponsel berdering]
- [Ito] Fatih. - [Fatih bicara di ponsel] Ito.
Kapal udah gue booking buat lu dan anak itu. Sekarang semua di tangan lu.
[menghela napas] Hati-hati, Ito.
[Ito menghela napas]
[Ito] Lu juga hati-hati.
[bel berdenting]
ADA YANG BISA KUBANTU?
[desing alat pemotong daging]
[bel berdenting]
Hmm?
[bersenandung kecil]
Ada yang bisa saya bantu? Ada pesanan apa?
- Lu yang namanya Yohan? - mencemooh]
[dalam bahasa Inggris] Dalam darah dan daging. Yohan. [tertawa]
Gue ke sini ngambil duit gue, Yohan.
Kayaknya saya pernah kenal, deh.
Bisa lebih spesifik, nggak? Kita punya daging has...
Daging... [mengerang]
Kalau lu tahu gue siapa, lu nggak mau buang waktu gue, Yohan.
Duit gue.
Ngentot!
Sakit, tahu! [berseru]
[mengerang] Santai.
Bang, dulu lu tuh bajingan paling gila di pelabuhan ini.
Gue tuh pengennya jadi anak buah lu.
Tapi sekarang, nodongin pistol-pistolan ke muka gue...
itu bukti kalau lu tuh nggak tahu lagi
siapa yang singa, siapa yang kecoa.
- Lu banyak bacot. - [Yohan tertawa]
[Ito] Suruh anak buah lu ambil duit gue. Cepat!
[Yohan] Lihat, Bang, kalau Triad punya Six Seas...
gue punya Tujuh Algojo.
[Ito mengokang pistol]
- Tujuh? - [Yohan tertawa]
[Ito] Mundur! Mundur lu semuanya!
- [pria berteriak] - [suara tembakan]
[menjerit kesakitan]
[mengerang]
[merintih]
[mengerang]
[desingan pemotong daging]
[pria berteriak]
[terengah]
[Ito mengerang]
[pria mengerang]
[suara tersedak]
Kurang ajar!
[suara tembakan]
[dalam bahasa Inggris] Halo, ini Yohan.
Hei, kirim orangmu ke sini.
Karena dia... Karena Ito di sini.
Dan kita sudah sepakat. Halo?
Anjing lu, Cina Bangsat!
- [berteriak] - [suara tembakan dan kaca berpecahan]
[terengah-engah]
Ito, di mana lu, Bangsat?
- [Ito berteriak] - [Yohan berteriak]
[berteriak]
[dalam bahasa Inggris] Sial! Sial! Sial!
Siapa yang lu hubungi tadi?
Hah?
Sabar, Tai! Lu mau duit lu, 'kan?
[Yohan mengerang dan tersengal-sengal]
Taruh di atas meja.
Sekarang lu jawab pertanyaan gue tadi.
[tertawa]
[berteriak]
Anjing!
Jawab.
Tolol lu! Ke sini cuma buat duit sisa.
Lu tahu? Dia udah mulai ngejar lu!
Semua anak buah gue ke tempat Fatih, Tolol!
[tertawa histeris]
Siapa yang nyuruh?
Bajingan, jawab siapa!
- Jawab! - [memekik ketakutan]
[pelatuk ditarik]
[tertawa histeris]
[beberapa pria berbisik tidak jelas]
[tembakan dilepaskan]
- [Ito berteriak] - [suara setrum listrik]
ITO MELAKUKAN PANGGILAN
[Fatih] Anjing, kenapa lu, To?
[menghela napas]
- Kenapa lu? - Gue mesti ngomong sama lu.
Lu temenin dia cari makan dulu, deh. Ntar gue ngomong. Temenin dia dulu.
Shinta.
Kamu bisa pergi ke rumah keluarga kamu dulu?
Ini soal Ito lagi?
- Kan aku sudah bilang... - [dengan suara lembut] Dengerin aku aja.
Ayo.
Apa sih?
[bel lift berbunyi]
AWAS LANTAI BASAH
[bel lift berbunyi]
Lu lewat tangga.
Oke, Sayang. Kamu boleh pergi ya. Dan ingat, jangan balik-balik lagi, oke!
Udah, pergi! Pergi! Ngapain? Bosan gue ngeliat lu. Pergi!
[menyebut] Bobby.
[Bobby mengerang]
[orang-orang berteriak tidak jelas]
- Diam! - [pria] Kita bunuh dia dulu nih!
Hei!
[tertawa]
Siapa berani-berani datang ke sini?
Bob. Bob...
Lu tahu nggak ini wilayah siapa?
- Siapa nih bule sialan? - [Bobby] Apa? Lu mau tau gue siapa?
Nama gue. Perkenalkan! Bobby Bule!
Tembak, Anjing! Ngentot! Tembak!
[senjata dikokang]
- [tembakan dilepaskan] - Bob!
[berteriak]
[mengerang]
[Fatih] Maju, Bangsat!
[berteriak]
[mengerang]
[Bobby berteriak]
Bob...
Bob...
[terengah-engah]
Kita sikat mereka, Fatih. Kita sikat mereka semua.
[Fatih] Wisnu, nih.
Ke kamar. Jaga itu anak.
- Masuk! - [Wisnu] Iya.
- [Bobby] Kita sikat semua. - [Fatih] Bob... Bob.
- [Bobby] Kita sikat, Fatih! - [Fatih] Bob...
[menampar] Bangsat, Sadar!
- [Bobby terengah-engah] - Shinta mana?
- Aman? - Shinta, aman. Aman.
- Yakin? - Aman.
Kita bunuh mereka.
[pintu diketuk]
[teriakan tidak jelas]
[pintu dipukul]
[orang-orang berteriak]
[Bobby] Fatih!
[mengerang]
[merintih]
[berteriak]
[Bobby] Sial...
[mengerang]
[menarik napas panjang]
[pria 1 di radio] Harap segera merapat ke lokasi
untuk mengamankan situasi.
Amankan semua warga yang tidak bersalah.
Sekali lagi, semua unit untuk segera meluncur ke Petak Sembilan...
Terima kasih.
[Pria 2] Itu wilayah kita. Mereka bakal curiga kalau kita nggak jawab panggilan.
[Pria 3] Itu Cina bilang semua sudah diatur.
Tugas kita cuma bawa ini Bangsat.
Biarin itu bajingan-bajingan saling bunuh.
Santai aja. Semua...
[pria 3 mengerang]
Sial.
- [pria 2] Lepasin! Lepasin, Anjing! - [Ito] Siapa nyuruh kalian?
Siapa nyuruh kalian, Anjing?
[suara tembakan]
[suara sirene]
[terengah-engah]
- [orang-orang mengerang] - [berteriak]
[tembakan dilepaskan]
[mengerang dan berteriak]
[tersedak]
[terengah-engah]
[menjerit]
[terengah-engah]
[suara sirene]
- [suara setrum listrik] - [berteriak]
[berteriak]
[berteriak]
[mengerang]
[roda berdecit]
[pria mengerang]
[pria terengah-engah]
[terengah-engah]
[ponsel bergetar]
[dalam bahasa Mandarin] Bicara.
[Alma bicara di ponsel] Orang-orang Yohan semua di dalam.
Masalahnya, tak ada yang keluar.
[Chien Wu] komplotan Ito pasti menghabisinya.
Sayang sekali.
Bunuh semua yang keluar dari pintu itu.
Baik.
- Yang lainnya, periksa rubanah. - Ya, Bu.
[pria mengerang]
[mengerang]
[Fatih berteriak]
[Bobby dalam Bahasa Indonesia] Ngapain lu pada ke sini? Maju!
Maju, Bangsat!
[bel lift berbunyi]
Lewat belakang.
[Elena] Nggak ada ampun untuk yang bimbang.
[pria 1 mengerang]
[pria 2 mengerang]
Fatih.
Gue sampai di sini aja.
Sudah, tenang.
Jaga anak itu, oke?
[Bobby berteriak]
Bobby!
[terengah-engah]
[berteriak]
[Bobby menarik napas pendek]
[Wisnu berteriak]
- [Wisnu berteriak] - [Alma tertawa]
[menarik napas pendek]
[Alma terengah-engah dan tertawa]
[tertawa]
[Alma dalam bahasa Mandarin] Beraninya kau? Mau mengkhianati kami?
[Alma mengerang]
[suara pintu dipukul]
[mengerang]
[terbatuk-batuk]
[mesin mobil dinyalakan]
[ban mobil berdecit]
[mengklakson]
[Arian] Tih.
[dengan lembut] masuk.
Yohan nggak pernah tahu tempat tinggal gue.
[Arian] Maksud lu?
Cuma lu yang tahu gue tinggal di sini.
- Tih. Tih. - Lu ngabisin kita, Anjing!
- [Fatih] Lu sengaja! - Lu dengerin gue, Tih.
Kita masih bisa mulai lagi, Tih.
Kita bikin grup baru di sini. Gue bisa lakuin itu semua.
Dan lu... Lu juga seharusnya di situ sama gua.
Lihat lu sekarang.
Lu lihat diri lu sekarang.
Tih, lu harus ngerti...
Triad nggak ngasih gue pilihan, Fatih.
[Arian] Maafin gue... Tih.
[pistol dikokang]
Gue ngerti.
[mesin mobil dinyalakan]
Om, Om Fatih kenapa?
Nunduk!
[roda berdecit]
[Reina memekik]
Bangsat!
[suara tembakan beruntun]
[Fatih] Anjing!
- [tembakan beruntun] - [Reina memekik]
[Fatih] Reina, nunduk!
[Reina menjerit]
[pria mengerang]
[Reina terengah-engah]
Sini... sini.
Kamu nggak apa-apa?
[langkah kaki mendekat]
Reina.
Kamu harus berani sekarang. Om mau kamu lakuin sesuatu.
[mesin mobil dinyalakan]
[lagu lembut diputar di radio]
- [membuang rokok] - [suara tembakan]
- [pria berteriak] - [tembakan beruntun]
Mana anak kecilnya?
[Fatih terbatuk-batuk dan mengerang]
- [suara tembakan] - [mengerang]
[suara tembakan]
[mengerang]
[tembakan]
[suara sirene]
[tidak terdengar]
[memukul]
[suara kaca pecah]
[Ito menangis]
Siapa nama kamu?
Reina.
Orang-orang memanggil aku Ito.
Om Fatih bilang, Om namanya Botak.
Fatih bilang apa lagi?
Om Fatih bilang...
- Nggak ada waktu untuk menyesal. - Nggak ada waktu untuk menyesal.
Kayak gini.
Mereka baik sama kamu?
Tante Shinta baik, Om Wisnu baik.
Om Fatih baik dan cakep.
Kalau Om Bobby... aneh, tapi dia kuat.
[Ito] Memang dia kuat.
Pamer apa dia sama kamu?
Arian!
[terengah-engah]
[suara ketukan pintu]
Ya, Siapa?
[dalam bahasa Mandarin] Jangan coba-coba. Biarkan dia masuk.
Hei.
Duduk.
[dalam bahasa Inggris] Katakan sekarang apa pun yang harus kau katakan.
Teman-temanku, mereka mati.
Jadi? Sudah lama kau tinggalkan kehidupan itu, bukan?
Apa maumu? Kau mau Ito, 'kan?
Kau akan bunuh anak itu. Aku mengerti!
Lalu apa semua ini?
Kau...
Kau telah merencanakan ini.
Para bos akan datang untuk kota.
Tetapi agar mereka datang, harus ada kekacauan.
Ini bagian dari rencana bisnis.
Ini peluang terakhirmu. Jangan gagal lagi.
Jika kau benar-benar anggota yang sejati,
jika kau layak menjadi anggota Six Seas,
teman, saudara, takkan penting bagimu.
Yang berarti bagiku adalah pelabuhan,
dermaga,
- Distribusi Yohan... - Ya, tentu. tentu.
Nomor telepon Ito ada di sini.
Bawa macan itu ke dalam kandang atau lepaskan para pemburu.
Kau yang memutuskan.
Kau bisa menemukannya tanpa aku.
Aku adalah orang yang tidak percaya akan kebetulan.
Saat dia membantai orang kita di desa itu, dia di sana tidak bekerja dengan mereka.
Mereka yang bekerja untuk dia. Kau tahu itu?
Dan semua yang kau tempatkan di Six Seas.
[dalam bahasa Mandarin] Seharusnya sekarang kau tahu dia siapa.
[menghela napas]
[genta angin berbunyi]
[Ito mengerang]
[berusaha bernapas]
[Ito berteriak]
[Operator mengerang]
[merintih]
[Reina] Jangan...
Jangan bunuh Om Ito.
[Ito] Jangan dia.
Ayo... selesain.
[terbatuk-batuk]
Nunggu apa lagi? Bunuh gue sekarang.
Kamu Ito.
Satu dari enam orang yang dipilih Triad
mengawal rute penyelundupan heroin, kokain, senjata di lautan Asia Tenggara.
Atau disebut juga Six Seas.
Yang lu nggak tahu target mereka sekarang adalah kepala gue.
Sepertinya begitu.
Jadi kenapa kamu bawa-bawa anak kecil itu?
Dia nggak punya siapa-siapa lagi.
Strategi jelek.
Dia punya persentase hidup lebih tinggi kalau dia sendiri.
Sudah terbukti, 'kan?
Kematian mengikuti kamu.
Lihat sahabat kamu, mati di pertarungan yang nggak bisa dimenangin.
Anjing lu!
Jangan lu bawa-bawa mereka.
Satu-satunya orang yang lu sebut saudara sekarang menginginkan lu mati.
Gue tahu.
Gue yang bawa bencana itu ke sini.
Tiga tahun gue jadi mesin pembunuh mereka.
Nggak kehitung pembantaian yang sudah gue lakuin.
Kalau lu setuju jadi seorang Six Seas. Hukumnya mutlak.
Jangan pernah mengampuni. Bunuh semua.
Takdir gue, hanya untuk membawa kematian.
Seluruh desa kita bantai,
hanya karena segelintir dari mereka mencuri sedikit dari Triad.
[suara tembakan]
Tapi di saat itulah gue melihat.
Satu kehidupan kecil yang sudah di ujung tanduk.
Mungkin, mungkin saja...
gue bisa merubah takdir gue.
[pria dalam bahasa Mandarin] Ada apa ini?
[Ito dalam Bahasa Indonesia] Gue nggak bisa balik ke jalan yang dulu.
[Operator] Sedikit terlambat untuk selamatin dia sekarang.
Mungkin gue nggak coba untuk selamatin dia.
Yang mau gue selamatin, diri gue sendiri.
Jadi kalau lu mau bunuh gue,
sudah jangan buang waktu lu, Bangsat!
KAMUS UMUM MODERN INDONESIA - MANDARIN
[dalam bahasa Mandarin] Permisi, Pak.
[Ito] Lu sadar lu ngebahayain kita semua.
Lu sadar nggak, sih?
Sudah berapa kali gue bilang kita nggak dagang narkoba.
- [Bobby] Maafin gue, To. - [Ito] Lu harus stop pake itu.
- [Ito] Anjing lu! - [Bobby mengerang]
Lu minta maaf ke mereka semua.
Bukan gue.
- Gue cuma mau kita expand. - Bukan sama Triad, Bob.
Hei, keluar!
Cepat!
[bergumam]
Gue tahu, gara-gara gue semua berantakan.
Tapi menurut gue goblok. Goblok kalau kita nggak mulai jual heroin sama kokain.
Hasilnya gede banget!
Lu tahu yang lu lakuin sekarang? Lu sudah bawa kita semua, lu bawa musibah ke sini!
Paling nggak, ya... Gue nggak dapet high gue dari bunuh orang.
Ngomong apaan lu?
Siapa yang ngebunuh siapa? Siapa yang bunuh?
Bang...bang.
Lu yakin?
Sudah nggak ada waktu buat nyesel, Fatih.
Lu awasin dia terus.
Ayo.
Gue sudah bilang gue pergi sendiri.
Ini bukan liburan, Ri.
Gue ikut juga bukan buat ngawasin lu, Bang.
Di sana gue jadi minoritas! [tertawa kecil]
Jujur, Bang, ini nggak cukup.
Mungkin memang perlu si Bobby bikin hancur suasana.
Supaya kita bisa lebih dari ini.
[menghela napas]
Bang, lu pernah dengar 'kan? Tentang Six Seas?
Nggak usah ngomongin mereka dulu sekarang.
Lu coba bayangin, kita, bocah melarat, berdampingan sama Triad yang paling top.
[mendiamkan] Cukup. Mereka berbahaya, Ri.
Sudahlah, ya?
Kita juga bahaya, Bang.
[tertawa kecil]
Ya sudahlah. Mending kita buang itu bule ke laut.
Biar mampus.
[percakapan tak terdengar]
[sambungan berdering]
Ito, lu di situ, 'kan?
Gue nggak ngira akan berakhir kaya gini, To.
Gue sudah coba untuk selamatin semua. Selamatin Fatih.
[Ito] Jawab gue...
Lu ngambil handphone itu dari tangan Fatih langsung,
Atau anjing-anjing lu ngambilin buat lu?
Berani banget lu ngomong kayak gitu, setelah semuanya...
[Ito] Gue berani, Ri. Karena gue yakin,
apa yang gue lakuin sekarang, harusnya gue lakuin dari dulu.
Omong kosong, Ito. Omong kosong.
Fatih, Bobby, mereka nggak bisa lihat lu yang sebenarnya.
Jangan pernah sebut nama mereka lagi.
[Arian] Itu modus lu dari dulu kan, Ito?
Pura-pura jadi abang buat kita.
Lu bukan itu, Ito.
Mending lu siap-siap sekarang.
Hei, Cewek. Gue tanya lu sekali ini saja.
Siapa lu sebenarnya?
[Operator] Mereka yang mengutus saya mau kamu mati.
Lalu Six Seas, dan kemudian orang yang diberi kode nama Old Tiger.
Pertanyaannya, apa kamu masih mereka sekarang?
Di mana saya berdiri tergantung apa langkah kamu selanjutnya.
Teman kamu, Arian.
Di pelabuhan, dia mendapat support dari seorang Six Seas yang kamu kenal.
Chien Wu.
Mereka akan kirim orang untuk bunuh Reina kalau gue ke sana.
BAHAN PELEDAK
Bantu gue.
Lindungi anak itu.
Dan lu boleh selesain misi lu.
Semuanya harus berakhir malam ini.
[bunyi bola biliar bertumbukan]
[pria 1] Sial, meleset terus.
[pria 2] Masuk nih masuk. Lihat? Gampang.
[orang-orang berseru]
- [pria 1] Angkanya jauh. - [pria 3] Ayo, lagi.
[obrolan samar-samar]
[pria 4] Hei!
Jadi, lu yang namanya Ito?
Berani juga lu dateng ke sini.
Mau mati, lu?
[tertawa]
Kalian semua sudah tahu siapa gue...
lu semua pada siap mati di tangan seorang Six Seas.
Kalo iya...
Maju!
[pria mengerang]
[pria berteriak]
- [pria] Siap semua? - Siap, Bos.
[pria] Lu, lu, lu, ikut gue.
- Sisanya, naik tangga. - Siap, Bos.
Hei. Nggak ikut naik?
Dasar, lesbong gila. Hmm?
[tertawa]
Oke, siap-siap.
[bel lift berbunyi]
[suara tembakan]
[bunyi bip bahan peledak]
[pria] Sial!
[bunyi bip bahan peledak]
[suara tembakan beruntun]
Ayo!
[mengerang]
[Ito berteriak]
[bernapas pendek-pendek]
- [orang-orang berteriak] - [suara tembakan]
[pria berbicara di kejauhan]
[Ito merintih]
[suara pintu dibuka]
[dalam bahasa Mandarin] Siapa kau? Kau melindungi jalang kecil itu?
Kau akan menyesalinya.
[tertawa kecil]
Apa? Karena menyebutnya jalang?
Bukan. Karena memakai baju putih.
[Alma mengerang]
[berusaha keras menahan]
[tersedak]
[dalam bahasa Prancis] Kau tak bantu dia?
Aku tak bisa bantu orang mati.
Jadi, kau tahu sesuatu tentang aku.
Alma, anggota Lotus yang kelima.
Elena, kau nomor tiga.
[mencemooh] Sial, aku selalu benci peringkat konyol itu.
[Elena] Aku ingin mengobrol lebih banyak, tetapi...
mari saling membunuh saja.
[berteriak]
[keduanya mengerang]
[lalat tersetrum]
[bernapas berat]
[tersedak]
[suara tembakan]
[wanita bernapas pendek-pendek]
[tertawa kecil]
Ito.
[dalam Bahasa Indonesia] Lu tahu? Gue baru aja nyelametin lu.
Tiga tahun yang lalu Ito, kita berangkat dari pintu itu.
Berpisah sama yang lain.
Ironis, 'kan?
Sekarang lu liat kita.
Gue lihat, Ito...
Seorang Six Seas, ternyata? [tertawa kecil]
Gue nyeberang lautan cuma buat lu, Anjing!
[mencemooh]
Kita hanya bisa rencanain hidup, Arian.
Tapi kita nggak pernah tahu di mana posisi kita akhirnya.
Gue nggak pernah minta lu ikut.
Ternyata memang lu punya agenda sendiri. Bajingan lu.
Gue punya iblis di dalam diri gue.
Dan lu lihat harga yang harus gue bayar.
Semua berakhir sekarang.
Banyak ngomong lu!
Fatih, Bobby, semua gara-gara lu!
Karena lu, bukan karena gue!
Gue baru mau mulai!
Lu tahu? Siapa yang bakal gantiin lu di Six Seas?
Lu buta, Arian.
Chien Wu begitu gampangnya memperalat lu.
Di dalam Six Seas hanya ada kematian!
Cuma ada mati.
[Ito mengerang]
Kan gue bilang...
Gue baru saja mulai.
[dengan lembut] Arian.
[berseru]
[mengerang]
[Ito merintih]
Begitu doang, To?
[mengembus napas keras]
[keduanya memekik]
[Arian mengerang]
[merintih]
[tersedak]
[mengerang]
[keduanya berteriak]
[suara besi berdentang]
[suara besi berdentang]
[terbatuk dan muntah]
[Arian] Anjing.
[suara mesin gergaji meja]
[Arian mengerang]
[Ito berteriak]
[mengerang]
[mengerang]
[keduanya merintih]
[mengerang]
[merintih dan bernapas berat]
[terbatuk]
[Arian mengerang]
[Ito mengerang]
[keduanya terengah-engah]
[menahan]
[mengerang]
Arian...
[mengerang]
Lu tunggu apa lagi, Anjing? Selesain sekarang.
Bunuh gue sekarang! Bunuh!
[berteriak]
Ayo.
Gue nggak bisa bunuh apa yang sudah mati, Arian.
Lu bilang apa tadi?
[Arian] Lu bilang apa tadi?
Mau ke mana lu? [meludah]
[Arian terbatuk-batuk]
Ito.
Ito!
Mati lu.
[terengah-engah]
Ito, gue...
Ito...
[dalam bahasa Inggris] Semua pengharapan, potensi itu, sia-sia.
[menghela napas]
Seharusnya tak kirim anak anjing untuk bunuh macan.
Kenapa? Kenapa aku?
[suara pelatuk]
Kau yang buat pilihan itu.
[meludah]
[batuk]
[tidak bersuara]
[bernapas berat]
[mesin mobil dinyalakan]
โชSatu hal lagi sebelum aku pergiโช
โชSatu hal lagi...โช
[mobil digas keras]
โชKau mungkin perlu seorang pembunuhโช
โชSeseorang untuk lakukan pekerjaan kotormuโช
[mesin mobil menderu]
[Ito berteriak]
โชKau pasti punya Hal yang lebih penting untuk dilakukanโช
[berteriak]
โชJadi jika kau butuh seorang pembunuhโช
โชSeseorang untuk lakukan pekerjaan kotormuโช
[musik rock lembut]
Terjemahan subtitel oleh Dameria Damayanti
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.