Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
PANGGILAN TIDAK TERJAWAB HELEN
Anda memiliki satu pesan baru. Pesan baru pertama.
Sam, targetmu seorang Black Dove. Targetmu seorang Black Dove.
Hentikan misinya. Aku harus bicara dengannya.
Sam, aku perlu bicara dengannya. Jangan bunuh dia.
Oh, yang benar saja.
Katakan itu belum terjadi.
Aku baru menembaknya.
Apa dia tewas?
-Tentu saja. -Oh, sial.
Dia seorang Black Dove?
Sepertinya dia ada hubungannya dengan Operasi Wildflower.
Dia dan Ida Povetkin, mereka…
Aku tidak akan ingat semua itu. Aku tidak akan ingat semua itu sekarang,
-Helen. Sial, aku harus apa? -Periksa sakunya.
Dia tidak pakai celana.
Kalau begitu, persetan dengan sakunya. Cek kamarnya dan telepon aku.
-Sam? -Tunggu.
Kau sudah-- Oh, sudah selesai.
Sempurna. Ayo pergi.
-Sedang apa? -Mencari petunjuk.
-Petunjuk apa? -Kau bisa tolong bantu aku?
Oke.
Ini gimana?
Itu pembersih lensa kontak.
Oke, aku tidak tahu harus cari apa.
Jangan dibatalkan.
Kalau kami pergi sekarang, pasti sempat. Nanti kutelepon. Sedang apa?
Bantu bajingan ini cari petunjuk.
Memangnya kalian Miss Marple dan Poirot versi homo? Kita harus pergi.
Tidak sabar ke kencan payah dengan pacar jelekmu?
Dia bukan pacarku dan kencanku tidak payah. Nonton Phantom.
Tapi dia jelek.
Menurutku semua wanita cantik, dasar misoginis.
Menurutku juga begitu sebelum bertemu dia.
-Oke. -Aku pergi dulu.
Kukira kau antar kami.
Tidak bisa.
Kadang dia menyebalkan, iya, 'kan?
Ini buruk. Ini sangat buruk.
Aku kenal orang yang pernah membunuh seorang Black Dove.
Tangannya ditemukan di akuarium hiu di London Aquarium.
-Sisa jasadnya masih hilang. -Dengar.
Kau tidak tahu dia Black Dove saat membunuhnya.
-Itu tidak penting. -Dulu kau kerja untuk mereka!
Aku kerja untuk Reed. Reed menghilang. Tidak ada yang kenal aku di tempat itu.
Kau temukan ponselnya?
Aku temukan…
ini.
Penitipan bagasi Stowaways. Buka 24 jam. King's Cross.
Mm, iya, benar.
Kau bilang, aku tidak pernah mengajakmu ke tempat bagus.
-Halo, selamat malam. -Halo.
Terima kasih.
Sebenarnya semua ini cukup membantu.
Apa? Gimana?
Semua saling terhubung, 'kan? Urusanmu dan urusanku.
Di mana Reed, untuk siapa kau bekerja.
Kita cari jawaban yang sama. Aku pikir, kita ada di sungai yang berbeda,
tapi ternyata kita mendayung di sungai yang sama.
Tidak ada dayung.
Apa?
Itu perumpamaan yang benar. Mengarungi sungai tanpa dayung.
Pertemanan itu dayungnya.
Sepertinya kau mulai gila.
-Terima kasih. -Terima kasih.
Hei, hei.
Siapa namamu, Nak?
-Whiteman. -Siapa pelakunya?
Ada tiga orang. S-satu pria dan dua wanita.
Kau lihat wajah mereka?
Aku dengar nama.
Sam.
Apa itu ambulans?
Bukan.
Itu mobil yang lain.
Terima kasih.
Kau baik?
Ya, aku hanya mengabari pengasuh, aku pulang telat.
Ya, aku biasanya sudah tidur saat dia pulang.
Kehidupan seksmu baik, 'kan?
Kau haus, ya?
MENDEKRIPSI UNDUH FILE
LAPORAN AGEN POVETKIN
I-Ida Povetkin, 22 Oktober 2026, Moskow.
Aku sedang menjalankan tugas rahasia di kediaman oligark Alexi Chernov.
Aku ditugaskan mengakses dokumen pribadinya untuk mencari informasi
berkaitan dengan operasi bersejarah Black Doves di Berlin Timur.
Di dalam file bernama Wildflower, aku temukan dokumen yang berkaitan
dengan keberadaan seseorang yang diidentifikasi sebagai satu-satunya
penyintas operasi tersebut. Aku sudah berikan informasi ini pada Bu Reed,
tapi belum dapat jawaban. Se-sekarang aku yakin identitasku sudah terbongkar.
Ada yang… mengawasiku.
Aku akhiri misi ini. A-aku akan kabari lagi setelah berada di lokasi yang aman.
Tuhan lindungi aku.
Jasadnya ditemukan di dekat Sungai Moskva seminggu kemudian.
Reed mengirimmu ke Paris untuk mencari dokumen Wildflower yang ditemukan Ida?
Apa Reed menutupi sesuatu?
Kau bilang, eh, Klein ada di rumah aman saat kau membunuhnya.
Dijaga sangat ketat.
Itu artinya,
Black Doves mencoba melindunginya. Mereka tahu ada orang yang mengincarnya.
Sam, kau ini bekerja untuk siapa?
Aku tidak tahu,
tapi ada seseorang yang bisa kita tanyai.
Kalau kalian datang untuk membunuhku,
sebaiknya jangan. Aku sedang masak goulash.
Kalau tahu akan kedatangan tamu, aku akan siapkan asbak yang bagus.
Kalian suka goulash?
Eh, sepertinya aku belum pernah coba.
Malam ini kau beruntung. Duduklah.
Apa kucing-kucing ini menggigit?
Beberapa hanya nyakar.
Aku melihatmu di televisi, Bu Webb.
Kau pindah ke rumah barumu. Aku sudah menunggu ketukan pintu dari Bu Reed.
Ketukan di pintu dan di kepala, kalau kalian paham.
Dalam pekerjaan ini, tahu sedikit saja bisa berbahaya,
tapi aku tidak perlu beri tahu itu.
-Reed menghilang. -Dia kabur, atau…
Aku tidak tahu.
Itu mengkhawatirkan. Dia berutang padaku.
-Ada tambahan paprika, kalau kalian mau. -Terima kasih.
Em, apa paprikanya bisa dikurangi kalau aku mau?
Jadi, Reed menghilang. Kalian berdua di sini.
Tolong jelaskan padaku. Apa yang membuat kalian datang ke rumahku selarut ini?
Aku dapat tugas, em, minggu lalu. Harusnya mudah.
Pembunuh bayaran tua, sudah pensiun.
Mark Moore? Aku dengar dia dibunuh. Kasihan.
Pria dengan kemaluan di atas rata-rata.
-Semoga dia tidak menderita. -Tidak, kok.
Saat aku keluar dari flatnya, ada 10 polisi bersenjata yang menungguku.
Kenapa kau tidak dipenjara?
Pria bernama Patrick datang dan memberiku tawaran pekerjaan.
Empat target sebagai ganti kebebasanku.
Kesepakatan dengan iblis. Apa yang mungkin akan terjadi?
Aku tidak punya pilihan lain.
Kau punya pilihan lain, tapi kau tidak suka pilihan itu.
-Target pertamanya seorang Black Dove. -Oke, itu situasi sulit.
Iya, 'kan, Sayang?
Jadi, ada orang yang memburu Black Doves. Siapa dia?
Siapa yang bisa datang ke kantor polisi, dan membebaskan terdakwa pembunuhan?
Kau dengar rumor.
Kau tahu segala hal yang terjadi di kota ini.
Sebenarnya, Samuel, aku merasa makin tidak tahu apa-apa.
Kita semua punya masa kejayaan, tapi masa itu akan berakhir. Tanyakan Reed.
Bisa kau cari tahu?
Mungkin kau temukan sesuatu.
Oh, akan kucoba. Mungkin aku bisa temukan sesuatu.
Untuk sementara, berhati-hatilah.
Ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan hal jahat,
tapi dari dulu begitu.
Omong-omong, sangat kacau.
-Apanya? -Kehidupan seksku. Tadi kau tanya.
Jangan khawatir. Dilihat dari malam ini, kondisi kita semua kacau.
Layanan persiapan tidur, Pak Young?
Kau bisa manfaatkan aku sebagai pramutamu kapan pun kau mau.
Restoran, pesan tiket teater,
apa pun yang kau inginkan.
Temanku ingin tiket Phantom of the Opera.
Kalau kau punya.
Permintaanmu
itu menyia-nyiakan kemampuanku dan bukan itu yang aku maksud, tapi…
ya, baiklah.
Kenapa kau tinggal di hotel ini?
Aku suka caramu menstok minibar.
Aku pasti akan rindu… sampo itu.
Kami semua bertaruh di bawah.
Apa pekerjaan si pria tampan yang tinggal di kamar 509?
Apa tebakanmu?
Aku bilang aku tidak mau tahu.
Aku suka kau yang misterius.
Tapi sekarang…
aku tidak begitu yakin.
Menurutmu seseorang bisa dinilai dari pekerjaan mereka?
Aku tidak mau bekerja di sini selamanya,
tapi umurku 42 tahun, dan…
ayahku meninggal di umur 43 tahun, jadi…
mungkin "selamanya" itu sudah terjadi.
Kau hanya tidak tahu, 'kan?
Ayahku meninggal di umur 52 tahun.
Terbilang tua. Mengingat profesinya.
Apa pekerjaannya?
Sama seperti aku.
Sepertinya bisa dikatakan bahwa, eh, Perdana Menteri yang bertugas di masa
damai sangat jarang menghadapi awal kepemimpinan yang sulit.
Oke, Anak-Anak, makanlah dengan cepat. Kita sedikit terlambat hari ini.
Jacqueline, hari ini kau ada kelas renang.
Dengar, Ibu sudah masukkan kantong plastik di ranselmu. Jadi,
masukkan baju renang basahmu ke kantong plastik, karena gimana kalau tidak?
-Semua jadi basah. -Semuanya jadi basah. Tepat sekali.
CONTEH
…Eh, Perdana Menteri Webb akan
menghadapi tantangan yang besar dalam memenangkan opini publik.
Eh, Ibu harus pergi. Oke, dengar.
Semangat hari ini. Sayang kau. Ibu sayang kau. Sampai jumpa.
Ayo, Semuanya, beri salam.
-Semoga hari Ibu baik. -Dah.
Semoga hari Ibu baik! Dah!
Dah, Ibu sayang kalian.
Dah! Aku sayang Ibu.
Eh, Pak Perdana Menteri.
Perkenalkan, beliau Cecile Mason, Utusan Pertahanan--
Utusan Pertahanan Amerika Serikat. Pak Perdana Menteri, suatu kehormatan
bertemu Bapak. Saya ucapkan selamat atas jabatan yang terhormat ini.
Terima kasih. Senang untuk, em-- Kami terkejut Anda datang sekarang.
Ya, saya ingin datang sebelum ada banyak orang.
Saya ingin bicara dengan Anda sebelum para wanita NATO mengontrol Anda.
Sa-saya bilang pada Bu Mason bahwa, eh,
agenda untuk KTT sudah diatur dengan matang.
Presiden kami berharap kita dapat membuat kemajuan menjelang KTT.
Beliau minta saya menyampaikan kepada Anda secara langsung.
Ya, tentu saja. Mari, eh, mari… sesuaikan jadwal kita, eh…
Oh, kita akan cocok seperti teman sekamar.
Saya akan di dekat Anda hingga KTT nanti,
tapi kita akan lakukan hal hebat, Pak. Minggu pertama, Anda sudah memimpin.
-Mari kita bahas jadwal, oke? -Iya.
Ada kabar tentang Reed?
Tidak ada.
Kalian masih mencari dia?
Tentu saja kami masih mencarinya. Astaga. Wanita seperti Elizabeth Reed,
di luar sana.
Menurutmu apa yang dia cari di Paris?
Kau akrab dengan pembunuh bayaran bernama Sam Young, iya, 'kan?
Iya, dulu.
Pilihan teman yang menarik.
Aku selalu merasa pembunuh bayaran membosankan.
Mereka tidak penasaran pada dunia luar,
tidak bertanya karena tidak mau jawaban. Aku sendiri suka pertanyaan dan jawaban.
Kau tahu di mana Sam?
Aku tidak tahu.
Reed memanjakanmu.
Dia bersikap lembut padamu. Dia membuatmu lunak.
Makanya kau berpikir bisa selingkuh. Makanya kau berpikir
bisa berbuat seenaknya. Makanya kau senang berbohong padaku.
Aku tidak tahu Sam ada di mana.
Sekarang aku istri perdana menteri.
Aku harus hati-hati dalam memilih teman, jadi kau pasti paham.
-Laila Joshi. -Kenapa dengannya?
Kami juga mencarinya.
Kalian mencari semua orang, ya? Lucunya, kalian tidak dapat temukan siapa pun.
Joshi dihentikan dari tugasnya enam bulan yang lalu. Sejak itu, dia menghilang.
Bayangkan betapa kagetnya kami saat tahu Reed memanfaatkan dia untuk misi.
Oh, kau pasti sampai jatuh dari kursi.
Mungkin kau harus tanggapi situasi ini secara lebih serius.
Ini waktu yang berbahaya bagi kita. Dua anggota Black Doves dibunuh dalam
sebulan terakhir. Hanya karena kau istri perdana menteri, bukan berarti kau aman.
-Aku bisa jaga diri. -Aku tidak yakin kau bisa.
Kau harus mulai bekerja denganku.
Kita mulai dari pengarahan keamanan untuk KTT.
Beri tahu temanmu Sam bahwa kita butuh bantuannya.
Makin lama, kemungkinan Reed masih hidup akan makin kecil.
Pertimbangkan itu.
Kita lihat Saliba cedera. Jesus, Odegaard, Saka. Ibaratnya aku,
James, Eggsy, dan Barry tidak bisa melakukan presentasi karena sakit.
Yang tersisa
hanya Sally Gendut dan para orang bodoh yang harus presentasi penjualan.
Ini ulahmu?
Apa?
Ini ulahmu?
Bukan.
Sungguh konyol.
-Dia cari masalah, ya? -Sepertinya begitu.
Kau punya masalah apa?
-Aku tertarik pada konflik. -Belikan aku minuman baru.
-Oi! -Ya, ya, ya, ya, ya.
INI HELEN. KITA HARUS BERTEMU.
Gadis kecil.
Minuman.
-Kurang ajar. -Dia bilang apa, Bung?
-Aku akan pesan minuman lagi. -Mau pesan apa?
-Tiga minuman yang sama. -Oke.
Maaf, permisi--
Astaga!
Berengsek!
Jadi,
inilah saatnya.
Aku punya ART baik hati yang datang setiap hari Selasa.
Aku tidak ingin dia menemukanku, jadi laporkan ke polisi setelahnya, oke?
-Oke. -Bagus.
Aku tidak ingin menjadi wanita tua yang suka mengeluh, tapi, ya,
standar masa kini sungguh menyebalkan.
Akan kulaporkan.
Aku akan masak air kalau kau mau teh.
Menjauhlah dari teko, oke?
Gimana dengan, eh, rak pisau?
Kalau tidak keberatan.
Oh, gimana dengan biskuit?
Biskuitnya tidak beracun. Mau?
Ya, aku akan makan satu.
Harus kuakui, aku tidak menyangka akan mendapatkan kunjungan ke rumah.
Aku sudah lama pensiun.
Aku hampir merasa istimewa.
Boleh aku tanya sesuatu?
Sebelum menembakku?
Mungkin daripada menembakmu.
Siapa yang ingin kau mati?
Sayang, maaf, tapi kau yang datang ke sini untuk membunuhku.
Maksudmu, kau tidak tahu siapa yang mengirimmu?
-Semacam itu. -Oh, ya, aku tidak tahu.
Kenyataannya,
aku bertahan lebih lama dari yang seharusnya. Kau ingin tahu rahasianya?
Aku keluar lebih awal.
Menambah umurku sebanyak… 20 tahun.
Itu waktu yang indah.
Cobalah pertimbangkan.
Kau seorang Black Dove.
Oh, merpati yang paling hitam, Nak. Aku lebih mirip gagak.
Aku tidak kaget kau ke sini karena perintah mereka.
Sepertinya bukan mereka.
Justru sebaliknya.
Itu permainan yang berbahaya.
Kau kenal Bu Reed?
-Oh, iya, aku kenal Elizabeth. -Kau percaya dia?
Ciri khas Reed adalah dia selalu berusaha berlagak lebih hebat dari yang lain,
seolah itu tidak berefek yang sama padanya… seperti orang lain.
Ini permainan hebat kami.
Wildflower.
Ada artinya untukmu?
Berlin.
Ada apa?
Kami diberi kesempatan untuk bertindak… liar,
dan kami ambil kesempatan itu.
Dua puluh tahun yang indah.
Dia bilang,
mereka diberi kesempatan untuk bertindak… liar dan mereka ambil kesempatan itu.
Apa artinya itu?
Entahlah.
Dia bilang itu sebelum coba membunuhku.
Lalu?
-Aku tembak lehernya. -Lalu, kau tembak lehernya.
-Kau tidak dapat informasi lainnya? -Tidak.
Hanya sebuah mayat?
Iya.
Oke. Em, Sam, bukannya aku mengkritik kemampuan detektifmu,
tapi kalau kau dapat permintaan membunuh lagi,
bisa beri tahu aku agar aku bisa bicara dengannya sebelum kau tembak?
Maaf.
Oke. Em. Baiklah. Aku harus pergi.
Aku harus bicara dengan sosiopat.
Hati-hati, Sayang.
Pak Young.
Ada yang bisa saya bantu?
Aku ingin pesan tempat di restoran malam ini.
Em, tentu saya bisa bantu.
Mm, ingin restoran apa?
Eh, entahlah. Em,
apa pun yang… bagus.
Restoran bagus.
Eh, pesan untuk satu orang?
Eh, sebenarnya, aku ingin, eh, pesan untuk dua orang.
Saya akan mengurusnya dengan senang hati.
Mungkin sekitar… pukul delapan?
Eh, iya, bagus.
Terima kasih.
Oh, wow. Penyamaran yang keren. Topimu dibuat khusus?
Kau mau apa?
Reed menghilang.
Sial.
Kau tahu kabarnya?
Tidak, bukan tugasku.
Kau tidak ditugaskan karena kau bukan Black Dove, iya, 'kan?
Kau dikeluarkan enam bulan lalu.
Mungkin.
Kenapa kau dikeluarkan?
Aku curi alat tulis. Kau tahu itu dari siapa?
Handler baruku saat mereka cari Reed.
Mereka cari Reed? Itu yang mereka bilang, ya?
Iya, tapi aku tidak percaya mereka.
Gimana menurutmu?
Menurutku, dia tidak memberi tahu rekan kerjanya tentang perkembangan situasinya.
Entahlah, mungkin dia percaya padamu atau semacamnya.
Sejujurnya, aku tidak yakin. Em,
kau tidak beri tahu siapa pun tentang pertemuan kita, 'kan?
-Tidak. -Kau juga tidak dibuntuti?
Tentu saja tidak.
Aku benci--
Ayo cepat.
Hei, jangan ngebut!
Berhenti! Berhenti!
Bro, apa-apaan ini?
Kejar!
Sial.
Ayo!
Gawat.
"Tidak dibuntuti?" Lain kali pakai matamu, dong! Dasar istri mata-mata.
Di bawah!
Terus cari mereka, lebih bagus kalau bisa tangkap keduanya.
Kita harus sembunyi-sembunyi.
Ya, sembunyi-sembunyi. Oke.
Iya, benar. Iya, aku tertarik membeli…
Sial…
-Apa-apaan? -Apa?
Karya ini mengajak kita semua untuk berpikir lebih dalam dan teliti.
Ada apa di alam bawah sadar seni modern? Sigmund Freud sebagai tokoh besar
bidang ini memutuskan bahwa malam akan menjadi siang, dan siang menjadi malam.
Kami belum temukan target. Sedang menyusuri Somerset House,
kami akan lapor.
Persetan.
Maaf, jangan merekam.
Tunggu! Oke.
Oh… makasih.
Hei!
Oh, jangan khawatir. Ini… ini-- Ini bagian dari pameran. Ini-- Oke.
Hei, maaf, pintu keluar ini--
Menurutmu ada yang lihat?
Iya, menurutku semua yang di sana melihatnya.
-Oke, Reed memberitahumu apa tentang -Oh, ya, untung kau pakai topi keren itu.
-Paris? A-apa itu Wildflower? -Astaga.
Aku-- Itu kode, oke? Ada hubungannya dengan operasi lama. Itu saja.
Kenangan dari suatu hal di masa lalu.
Itu indah. Kau bisa lukiskan kisah dengan kata. Aku pergi dulu.
Aku harus tahu apa yang terjadi.
Astaga, tentu kau ingin tahu. Sesuatu tentang penasaran, sesuatu
tentang kucing. Kelihatannya semua orang yang berkaitan dengan ini dibunuh,
jadi kita urus masalah masing-masing. Oke? Itu yang akan kulakukan.
Oke, senang bisa mengenalmu. Kita akan mengenang Paris. Jangan telepon aku lagi.
-Apa kau kenal orang bernama Ethan Bishop? -Tidak.
Aku tidak akan jadikan itu prioritas.
Omong-omong, aku sedang rapat bisnis dengannya.
Dia baru saja bilang bahwa dia ada di situasi yang sama denganmu.
Dia ditangkap, dan pria misterius muncul di kantor polisi.
Dia ditawari pekerjaan dengan ganti kebebasan. Sama sepertimu.
Lalu, dia terima tawaran itu karena dia bodoh seperti kau dan mengantar
banyak senjata ke sebuah alamat di kota.
Tebakanku adalah, mungkin orang itu adalah pria yang kau cari.
Kau ingin saranku? Bunuh orang itu sekarang
sebelum dia mengontrolmu lebih dari yang sudah dia lakukan saat ini.
Oke, kau punya alamatnya?
Clay Street Nomor 32.
Clay Street Nomor 32.
Anggap saja kau berutang padaku.
Dari dulu begitu.
Oh, Pak Young.
Saya sudah buat reservasi yang Anda minta. Pukul delapan di Burnt Sugar,
Wardour Street. Konsepnya hidangan untuk disantap bersama. Tempatnya bagus.
Eh… itu-- Itu sangat bagus.
Terima kasih.
Apa itu Wildflower?
Kenangan dari suatu hal di masa lalu.
Halo, Robert.
Elizabeth.
Aku minta maaf karena baru sempat mengunjungimu. Ternyata…
banyak hal yang harus diurus saat salah satu rekanmu menggila.
Apa kau ingin berpura-pura tanya kenapa kami mengurungmu,
atau bisakah kita langsung ke intinya?
Bagaimana kau tahu aku ada di Paris?
Aku dapat info.
Dari siapa?
Sumber anonim.
Ah…
Kami coba menjemput Laila Joshi.
Coba?
Dia bersama Helen Webb. Mereka melumpuhkan tim lapangan kami,
dan terlibat aksi kejar-kejaran di Somerset House.
Aku senang kau anggap ini lucu.
Kalau penyamaran Webb terbongkar, kita akan tamat.
Kalau begitu, jauhi dia.
Dan Joshi. Mereka tidak bisa bantu.
Oke, kau mungkin bisa bantu.
Hard drive yang kau coba curi dengan susah payah dari Alexi Chernov.
Ida Povetkin, 22 Oktober 2026, Moskow.
Aku sedang menjalankan tugas rahasia di kediaman oligark Alexi Chernov.
Di dalam file bernama Wildflower, aku temukan dokumen yang berkaitan dengan
keberadaan seseorang yang diidentifikasi sebagai satu-satunya penyintas operasi
tersebut. Aku sudah berikan informasi ini pada Bu Reed, tapi belum dapat--
Identitasku sudah terbongkar.
Aku yakin itu kata-kata terakhirnya yang terekam.
Jadi, apa yang Ida temukan sampai membuatnya terbunuh?
Sekelompok Black Doves, ditugaskan di Berlin Timur di tahun 1988.
Lihat betapa mudanya kalian semua.
Peter Madison, sebagai kepala operasi.
Klein dan Ambrose sebagai agen lapangan, dan kau bertugas sebagai agen rahasia.
Madison terbunuh di tahun '88. Aku yakin kau menyaksikannya.
Klein baru saja dibunuh kemarin oleh temanmu, Sam Young.
Lalu, Melanie Ambrose,
kami temukan jenazahnya di apartemennya siang hari ini.
Mereka sudah tiada, Elizabeth.
Kecuali kau.
Misi apa yang kalian lakukan di sana?
Tugas kami adalah menyusupi kelompok aksi politik anarkis bernama Kestrel.
Kau menyusupi Kestrel selama 5 tahun.
Kau benar.
Ini hasil kerja selama setengah dekade.
Kalau aku jatuhkan,
sepertinya akan jatuh lewat sela-sela lantai, tapi mungkin itu intinya.
Mungkin… kau memang tidak banyak mencatat.
Tetap saja, itu tugas yang sulit untuk agen baru, serta cukup brutal.
Kestrel tidak bertahan.
Misinya sudah selesai.
Tepat sebelum misinya "selesai", seperti yang kau bilang,
anggota Kestrel menghubungi petugas KGB yang bernama Pak Alexi Chernov.
Alexi Chernov,
pemilik penthouse yang didatangi oleh dua agen yang kau kirim minggu lalu untuk
melakukan perampokan dengan kekerasan. Apakah Alexi Chernov yang itu?
Di rekaman itu Povetkin bilang bahwa dia percaya Chernov sedang mencari seseorang…
seorang penyintas dari misi Berlin.
Siapa?
MASUKKAN PIN
ROMA 3:13 - "KERONGKONGAN MEREKA SEPERTI KUBUR YANG TERNGANGA;
LIDAH MEREKA MERAYU-RAYU. BIBIR MEREKA MENGANDUNG BISA."
Kalau kau tidak mau berikan penjelasan alternatif,
maka aku tidak punya pilihan selain percaya pada bukti yang aku punya,
bahwa kau tengah terlibat dalam
penipuan yang disertai kekerasan yang menewaskan setidaknya tiga orang agen.
Kalau aku keliru soal ini,
sekarang adalah kesempatanmu untuk meluruskan fakta,
untuk membersihkan namamu.
Apa yang kau sembunyikan, Elizabeth?
Baiklah.
Aku selalu menghormatimu, Elizabeth,
meski kau jelas tidak suka aku.
Mungkin itu akan membuat dirimu merasa sangat istimewa.
Mengontrol Helen Webb pasti terasa seperti itu.
Kami akan segera memindahkanmu.
Kau penasaran.
Kau putuskan untuk mencari tahu, meski kau dilarang mencari tahu.
Sam,
kau harus sadar bahwa kau tidak tahu apa-apa karena itulah yang kami inginkan.
Penyelidikanmu ini, seluruh pertanyaanmu… melanggar kontrak kita.
Ini tidak bisa dibiarkan.
Gimana kalau aku tembak kepalamu?
Aku akan mati.
Masalahku akan selesai,
dan masalahmu baru akan dimulai.
Turunkan pistolmu dan akan kuberi tahu alasannya.
Dengar. Kau mungkin mengira kami akan membuatmu patuh pada kami dengan darah,
dengan kekerasan, dengan… sesuatu yang bisa kau lawan, tapi kau salah.
Justru keheningan kamilah yang akan mengikatmu.
Kebijakan kami.
Cinta adalah kelemahan,
dan kau penuh cinta.
Apa ini? Kau dapat dari mana?
Kami punya sejak lama, Sam,
tapi tenanglah,
kalau kau lakukan yang kami suruh, video itu akan terlupakan.
Rahasia Helen Webb akan aman bersama kami.
Nah, kami sudah tambahkan target lain ke kontrakmu.
Kami ingin itu selesai malam ini.
Itu caramu untuk membuktikan kau masih bisa dipercaya.
Kalau tidak bisa lakukan demi dirimu, lakukanlah demi Helen.
Aku perlu tahu aku kerja untuk siapa.
Namanya saja.
Kestrel.
Sudah kusampaikan.
Dia sudah siap.
Kita bisa lanjut ke rencana tahap selanjutnya.
-Maaf, aku telat. Aku-- -Hei.
Di mana Daryl?
Daryl harus pergi. Dia ada, eh, urusan darurat karena putrinya muntah.
Oh.
Oke.
Ya, gimana harimu?
Ingat kita bolak-balik ubah denah kursi di resepsi kita?
Iya.
Untuk mengakomodasi berbagai kubu keluargaku yang berseteru. Ingat, 'kan?
Seperti itulah rasanya mengurus KTT Perdamaian, eh, untuk 23 negara.
Eh, Daryl bilang, kita perlu untuk saling bicara jujur.
-Iya. -Dia bilang penting bagi kita,
eh, untuk saling bicara jujur.
Oke.
Aku ingin bertanya sesuatu padamu karena kalau tidak, ini akan membuatku resah.
Baiklah.
Apa kau pernah selingkuh dariku?
Astaga, Wallace.
Asistenku Dani bilang begitu.
Maaf, asistenmu Dani yang sempat jatuh cinta padamu dan, dan tidak waras?
Menurutku itu tidak adil.
Oke, tapi dia tergila-gila padamu.
Kekuasaan menarik bagi sebagian orang.
-Iya, bagi orang lemah. -Jadi maksudmu, kau tidak tertarik.
Iya, maksudku, aku tidak tertarik.
Kadang kau terasa jauh. Kadang aku tidak tahu kau di mana. K-kau…
Kadang kau pergi dari rumah tanpa mengabariku.
Oh, maaf. Aku tidak sadar aku butuh izin darimu.
Bukan itu maksudku. Maksudku, tidak ada asap tanpa api, iya, 'kan?
Oke, kecuali saat ini, karena tampaknya ada banyak asap tapi tidak ada apinya.
Kau pernah pikirkan itu?
Tidak.
Aku tidak percaya.
-Kenapa? -Karena kau tidak bahagia, Helen.
Se-sebenarnya kau sedih. Ada kesedihan dalam dirimu.
Aku tidak percaya kau belum memikirkan semacam cara untuk kabur.
Cara untuk kabur?
Oh, aku punya ide. Kau ingin aku apa? Menggali terowongan keluar?
Haruskah aku cari duplikatku untuk tinggal denganmu?
Maksudku, tidak ada cara untuk kabur.
Tidak selagi kita di sini, tapi aku--
Kita mungkin tidak lama di sini, jadi gimana…
kalau kita lepaskan beban begitu kita pergi?
Maaf, "beban" itu pernikahan kita?
Iya.
Kau minta cerai dariku?
Aku hanya minta kejujuran.
Oh.
Oke, bagus, eh…
Ya, em, oke. Ya, saat, e-em, masyarakat Inggris memutuskan kau sudah
tidak cocok memimpin negara, ya, tentu, Wallace.
Kita bisa berpisah dan kau bisa anggap itu bukan masalah karena-- Maaf,
kau bilang apa tadi? Karena ada kesedihan dalam diriku.
Kesedihan.
Ehm, aku beri tahu sesuatu.
Kita sudah menikah selama 12 tahun. Kita punya dua anak. Eh, kita baru saja
pindah ke Downing Street Nomor 10. Kau sudah dengar?
Aku merasa tertekan. Mungkin, aku sebentar lagi akan menopause.
Aku jelas sangat kelelahan,
dan, iya, kadang aku membayangkan kehidupan yang tidak seperti ini.
Di tempat lain, dengan orang lain. Kadang aku tidak ingin menyentuhmu.
Kadang, aku harus memaksa diriku untuk ada dekat denganmu,
tapi bukan berarti aku tidak mencintaimu. Itu tanda bahwa aku sangat mencintaimu,
karena kalau tidak, kalau tidak cinta, aku pasti sudah mencekikmu.
Atau, aku pasti pergi. Atau, aku pasti selingkuh.
Tapi aku tidak selingkuh, dan tidak akan pernah.
Kau tampak menderita.
Ini hari yang buruk.
Iya, hari yang payah.
Coba, beri tahu aku apa yang kau suka.
Katakan padanya.
Katakan apa?
Oh, sekarang kau sudah ahli dalam hubungan interpersonal, ya?
Memangnya, apa gunanya?
Karena suatu hari, Williams,
misalkan kau belum dibunuh,
kau akan terbangun dan sadar separuh hidupmu hilang.
Kalau kau tidak hati-hati,
kau akan melihat sekeliling dan terkejut bahwa…
kau tidak punya apa pun untuk dibanggakan.
Iya, soal lingkungan kerja. Tidak akan mendukung bagi seorang…
Sudahlah, lupakan.
Aku harus bilang apa padanya?
Apa saja yang ada di hatimu.
Yang ada di hatiku adalah aku selalu ingin memukul kepalanya.
Dia membuatku gila.
Iya, tapi bukan itu, iya, 'kan?
Tidak, bukan itu.
Katakan saja.
-Kau saja. -Bukan aku yang suka dia.
Kau beruntung.
Iya.
K-kau mau ke mana?
-Aku ada pekerjaan. -Mau kutemani?
Tidak.
Yang ini untukku sendiri.
Aku mentari yang terbenam.
Aku malam yang datang. Aku kata terakhir dalam kisahmu.
Cinta…
adalah kelemahan,
dan kau penuh cinta.
Aku mentari yang terbenam.
Aku malam yang datang.
Aku kata terakhir dalam kisahmu.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.