Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Halo? Balai Mabini.
Luis Fajardo?
Kalian, para gadis, memang suka menggoda, ya?
Luis, ada telepon untukmu.
Fajardo, ada telepon
untukmu.
Hai.
Aku minta belajar Sejarah, dan juga ikut ujian...
Manuela?
Sedang apa kau di sini?
Di mana kau semalam?
Apakah ibu tahu kau di sini?
Apakah ayah bersamamu?
Aku meneleponmu semalam, tetapi kau tak menjawab.
Maaf, Manuela.
Ini pekan ujian akhir. Jadi, aku belajar.
Ada apa?
Kau sungguh meninggalkanku?
Apa kau tak ingin pulang?
Manuela...
Aku ingin kau pulang.
Pulanglah.
Luis! Ada telepon untukmu.
Sebentar!
Tunggu sebentar, Manuela.
Tetap di sana.
Halo?
Luis.
Ayah?
Kau harus pulang.
Apa?
Ada apa?
Ini soal Manuela, Luis.
Adikmu meninggal.
Manuela?
Cukup, Rebecca.
Mana kopiku?
Orang tua hanya ingin hal terbaik untuk anaknya.
Tidurlah, Rebecca.
- Luis. - Ibu.
Sudah lama kita tak bertemu.
Putraku.
Apa yang terjadi, Bu?
Rambutmu sudah panjang.
Apa yang terjadi dengan Manuela, Bu?
Ayahmu tak suka melihat rambutmu begini.
Kapan terakhir kali rambutmu dipangkas?
Ayahmu sudah menunggu.
Ayah.
Bagaimana perjalananmu?
Lancar.
Minuman buatanmu sungguh lezat.
Ayah, apa yang terjadi...
Ganti pakaianmu.
Aku akan jemput jasad adikmu.
Layani tamu di depan dahulu.
Baik, Bu.
Dokter, pendeta sudah datang.
Siapa itu?
Entahlah. Baru kali ini aku melihatnya.
Aku turut berduka cita.
Terima kasih.
Luis?
Apakah kau Luis?
Ya.
Seharusnya kau tak pulang.
Apa?
Seharusnya aku yang pulang lebih cepat.
Siapa kau?
Dengarkan aku, Luis.
Bagian dalam ada di luar.
Bagian luar ada di dalam.
Jangan pernah masuk.
Salve.
Namaku Salve.
Waspadalah.
Elise.
Terima kasih atas bantuanmu.
Hubungi kami saja jika kau membutuhkan sesuatu.
Baiklah. Hati-hati di jalan.
- Terima kasih, Dokter. - Terima kasih.
Waktunya makan.
Nak.
Tak bisakah kau tinggal lebih lama?
Aku hanya diberi waktu dua hari, Bu.
Ini pekan ujian.
Aku hanya merindukanmu.
Aku akan tinggal lebih lama lain kali. Aku berjanji.
Janji?
Aku akan...
Apa yang terjadi?
Tentang apa?
"Tentang apa"?
Tentang Manuela, Ayah.
Apa yang terjadi dengan Manuela?
Kenapa kau masih bertanya?
Dia sudah meninggal.
Rasanya agak hambar, Rebecca.
Apa?
Aku bilang makanan ini terasa hambar.
Benarkah?
Entahlah. Mungkin hanya aku yang merasakannya.
Tidak.
Kau benar. Rasanya hambar.
Maaf, aku akan memperbaikinya.
Sudah terlambat sekarang.
Tak usah lagi.
Ya, kau benar.
Aku buat lagi besok.
Aku akan memasak sesuai seleramu.
Bagaimana denganmu, Luis?
Kau ingin makan apa besok?
Besok?
Ya, Sayang.
Besok.
Sebelum atau sesudah adikku dimakamkan, Bu?
Entahlah.
Cukup.
Maaf, Bu.
Mau tambah nasi lagi, Sayang?
Tubuh adikmu lemah. Kau tahu itu.
Dia sakit berat.
Itulah kejadiannya.
Makanlah.
Baik, Ayah.
Aku melewati terminal tadi.
Aku membelikanmu tiket ke Lucena besok.
Aku akan mengantarmu ke stasiun.
Terima kasih, Ayah.
Hoi!
Lucena tak begitu jauh.
Aku akan pulang setiap hari Natal.
Ayah bilang jurusan teknik mereka bagus.
Kau boleh meminjam kasetku.
Simpan saja kasetku kembali di kotak.
Manuela?
Aku mau mati saja.
Aku sudah muak.
Semoga Luis celaka.
Semoga Lucena terbakar habis.
Dia meninggalkanku.
Pengkhianat.
Berengsek.
Kalian tak akan bisa menyembunyikannya!
Ibu!
Ibu!
Kau tak bisa tidur?
Ada sesuatu yang menarik perhatianku, Bu.
Besok bila...
bila kita sudah memakamkan adikmu...
dia akan tenang.
Aku tak percaya Manuela meninggal karena sakit, Bu.
Aku berhak tahu kejadian sebenarnya.
Kenapa Ibu tak mengatakannya?
Karena saudari kembarmu bunuh diri, Luis.
Masalah ini terlalu berat untuk diceritakan.
Itu sebabnya aku tak mau membuka...
Aku hanya ingin...
mengingat Manuela apa adanya...
sebelum semuanya terjadi.
Aku tak paham, Bu.
Adikmu tak percaya diri.
Kau tahu itu.
Ayahmu benar.
Itu tak benar, Bu.
Manuela tak mungkin bunuh diri.
Kau sudah terlalu lama berada di luar, Luis.
Kau tak tahu.
Kau tak tahu masalah yang dialami adikmu.
Kini Manuela telah beristirahat dengan tenang.
Biarkanlah dia beristirahat.
Hari ini kita memperingati hari Minggu Prapaskah kedua.
Mari kita berdoa untuk...
jiwa saudari kita yang telah meninggal, Manuela.
Kau siap berangkat?
Tunggu. Biar ini kuselesaikan dahulu.
Ayah.
Aku akan minta izin.
Aku belum mau pulang.
Aku mau tinggal beberapa hari lagi.
Jika Ayah tak keberatan.
Kenapa?
Aku mau menemani ibu.
Aku hanya mengkhawatirkannya.
Ibumu sangat egois.
Dia bahkan tak memikirkan ujianmu.
Bukan begitu, Ayah.
Ibu bahkan tak mengetahuinya.
Manuela barusan meninggal.
Aku hanya mau tinggal sebentar
bersama kalian.
Aku bisa menghubungi dosenku di San Carlos.
- Ayo kita jalan-jalan Sabtu ini. - Jam berapa?
Maaf, ini saluran berbagi. Tunggu.
Tidak apa-apa. Maaf.
- Selamat siang, Dokter. - Selamat siang.
- Masuklah. Aku dokter Fajardo. - Selamat siang.
Lewat sini.
Luis, tolong bantu aku.
Halo, ini operator.
Halo, untuk telepon jarak jauh.
Tolong hubungkan aku ke St. James di Balai Mabini.
- Tagihan penerima atau penelepon? - Tagihkan ke sini.
Formulirmu akan kuperiksa ulang.
Mariel Alcantara, usia 15 tahun,
Loakan?
Iya.
Ini cek pertama?
Iya.
Berapa bulan?
Tujuh.
- Hati-hati. - Ya.
Siapa pria yang bersamamu?
Dia...
ayah dari bayi ini?
Baiklah.
Apakah kau sering membantu dokter?
Tidak juga.
Hanya saat aku datang.
Pernahkah kau datang?
Kau tak pernah datang untukku!
Kau meninggalkanku di sini, Luis.
Kau menelantarkanku.
Kau membunuhku.
Aku tak akan penah memaafkanmu!
Luis?
Luis?
Ada apa, Mariel?
- Ayo! - Astaga!
Ada apa, Nak? Apa yang terjadi?
Aku hanya ingin mencari udara segar, Ayah.
Ini.
Adikmu sudah masuk neraka, Luis.
Jangan jadi seperti dia.
Bagaimana sekolahmu?
Semuanya lancar, Ayah.
Aku tak mau kejadian tahun lalu terulang, Luis.
Apa kau dengar?
Aku bisa menyusul, Ayah.
- Dan aku berhasil masuk daftar dekan... - Aku tak peduli.
Jangan bangga karena kau bisa masuk daftar
karena kau sudah berada di puncak, tetapi kau jatuh lagi, Luis.
- Karena aku sakit selama tiga minggu... - Diam!
Jangan banyak beralasan, Nak.
Maaf, Ayah.
- Itu tak akan terjadi lagi. - Bagus.
Ingatlah, kau anggota keluarga Fajardo.
Selalu di posisi pertama. Nilai tertinggi.
Aku menjadi juara di akademi.
Tak ada yang lebih rajin,
berusaha lebih keras,
lebih siap dan mau berkorban.
Ayah siswa termuda yang berpidato perpisahan?
Dedikasiku
tak diragukan lagi, jika bukan karena politik sialan mereka.
Jadi, Luis...
jangan biarkan siapa pun mendahuluimu.
Dunia ini tak punya tempat untuk orang bodoh dan lemah.
Luis, saat kau lulus...
aku ingin semua orang memandangmu.
Karena kau yang terbaik.
Apa kau punya pacar?
Apa?
Seorang wanita.
Apa kau punya teman wanita?
Terkadang.
Kau seorang pria, Luis.
Kau seorang pria.
Kita harus memilih,
tetapi saat waktunya tiba, kau harus menikahi seorang wanita baik.
Aku akan memberimu tips.
Wanita berpayudara besar itu bagus,
tetapi saat usia bertambah, payudaranya terkulai ke perut.
Inilah kenyataannya.
Pria perlu memikirkan hal ini.
Perhatikan rambut wanita. Jika rambutnya tebal,
bulu kemaluannya juga tebal. Oral seks menjadi sulit.
Makin besar vagina, pinggul dan pinggang,
makin bagus. Karena selain enak untuk bersanggama,
juga lebih nyaman saat melahirkan.
Semoga langkahmu tidak dihambat
oleh sekumpulan anak perempuan.
Kau butuh seseorang yang bisa membantumu melanjutkan garis keturunanku,
dan meneruskan namaku.
Sial...
Rebecca, bukankah aku menyuruhmu merekat bagian bawah kotak?
Lihat! Karena kebodohanmu, ini jadi berantakan!
Itu hanya logika sederhana.
Terkadang aku tak habis pikir bahwa ternyata kau seorang dokter!
Apa-apaan ini? Dan ini?
Apa ini? Lihatlah!
Pantas putri tak berguna itu mirip kau.
- Ayah, aku ambil... - Sia-sia dari dia lahir sampai mati.
Pita perekatnya kuambil tadi. Aku mau memperbaiki sesuatu.
Aku lupa mengembalikannya kepada ibu.
Serahkan kepadaku.
Buang semua barang Manuela!
Kenapa Ibu tak meninggalkannya?
Berapa lama lagi Ibu mau hidup bersamanya?
Berapa lama lagi Ibu mau membelanya?
Ayahmu hanya lelah, Luis.
Kemarilah! Ayo!
Kepercayaan kepada setan!
Kepercayaan kepada iblis!
Itu bukan cara yang kuajari, Luis.
Sekak.
Pelajari cara menyusun strategi agar kau tak kalah.
Kau melamun lagi, Luis.
Ada apa denganmu?
Sial. Cabut semua colokan barang elektronik.
Pasang colokan lagi.
Bu?
Ibu!
Ibu!
Ibu!
Jangan pura-pura buta!
Ibu!
Luis.
Sudah terlalu lama kita tak bertemu.
Kau sudah pergi terlalu lama, Luis.
Pernahkah kau datang?
Pernahkah kau datang ke sini?
Kau tak pernah datang menemuiku!
Luis.
Kenapa kau belum tidur?
Tidurlah.
SEPEDA SEWA 5 PESO PER JAM
Tahukah kau bahwa aku lahir di Kota La Trinidad?
Sudah 20 tahun aku tak pulang.
Sampai sekarang.
Kenapa?
Karena aku mendengar kabar kematian Manuela.
Aku tak begitu mengenal adikmu, Luis.
Aku bahkan tak berhubungan dengan keluargamu.
Kecuali satu hal.
Aku melayani keluarga terakhir yang tinggal di rumahmu,
sebelum ayahmu membelinya.
Majikanku adalah pasangan muda.
Mereka punya tiga anak.
Semuanya perempuan.
Mereka baik hati.
Ny. Marita adalah guru musik,
dan Tn. Jaime adalah manajer bank.
Keluarga mereka berkembang sehingga memutuskan untuk pindah.
Mereka membeli rumah itu.
Tetapi tak sampai satu tahun...
Apa yang terjadi?
Di mana mereka sekarang?
Mereka sudah mati.
Suatu hari, Tn. Jaime mengambil kapak,
dan membunuh seluruh keluarganya.
Sejak saat itu, aku mengamati rumah itu.
Balasan kecil untuk menebus dosa terbesar.
Dosa apa?
Aku meninggalkan anak-anak yang harus kujaga.
Aku takut.
Kami baru saja tinggal di rumah itu selama sebulan,
saat aku minta izin.
Saat itu menjelang Natal.
Dan aku tak pernah kembali.
Kau melarangku masuk ke rumah itu.
Apa maksudmu?
Menurut polisi,
Tn. Jaime menjadi gila.
Mungkin karena banyak tekanan di kantor,
atau istrinya ketahuan berselingkuh.
Tetapi itu tidak benar.
Rumah itu dipenuhi hawa jahat,
yang bisa meracuni pikiranmu,
dan menenggelamkanmu dalam kegelapan.
Ada iblis yang mendiami rumah itu, Luis.
Aku hanya mau tahu apa yang terjadi dengan adikku.
Tunjukkan dirimu, kupu-kupu.
Apa yang kau lihat?
Manuela.
Ada orang lain,
tetapi aku tak melihat dengan jelas.
Aku butuh barang Manuela.
Sesuatu yang mudah disembunyikan dan takkan dicari.
Manuela.
Sakit. Luis!
Tolong!
Luis...
Hentikan!
Jangan mendekat!
Beginilah jika kau mengabaikanku, Luis.
Jangan! Aku tak tahan lagi!
Hentikan!
Hentikan!
Biar aku cuci, Sayang.
Ini tak akan berakhir sampai dia menemukan kedamaian.
Pergilah ke kamar mandi. Mandilah.
Kita tak aman di sini, Bu.
Luis.
Jangan khawatir. Aku akan mengurusnya.
Pergilah.
Cepat!
Aku akan membereskannya, Arturo.
Aku akan...
Dia tak bermaksud membiarkannya terjadi.
Tahukah kau...
bagaimana rasanya dipermainkan?
Saat kau pikir bisa mengendalikan nasib, namun ternyata tidak.
Kau tahu bahwa...
leher, tangan, dan kakimu diikat...
bahkan kemaluanmu.
Seorang budak untuk memuaskan keinginan spontan Tuhan yang angkuh...
yang memanfaatkan kelemahanmu...
untuk memenuhi...
kesenangan-Nya yang sok suci.
Aku tak pernah punya keberuntungan.
Tidak sama sekali.
"Kau tak diberkahi keberuntungan, Arturo."
Seniorku bilang,
"Pilihlah Rebecca...
karena dia akan melahirkan putra yang layak meneruskan namamu."
Dari mana kau mendapatkan ini, Luis?
Di kamar kami.
Aku tak tahu kapan dia menggambarnya,
tetapi kurasa dia memberikanku ini.
Bukan hanya kau yang berkorban.
Luis...
Dia juga mencoba semuanya, bukan?
Saat kau memaksanya masuk sekolah militer,
meski dia hampir tewas di sana saat tahun pertama.
Saat kau mengizinkannya untuk pindah,
dia harus meninggalkan saudari kembarnya...
karena kau ingin dia belajar di Lucena.
Ini bukan milik Manuela.
Bagaimana kau tahu?
Ini bisa dipakai, bukan?
Ya, ini bisa dipakai.
Arturo, dia...
dia mematuhimu tanpa mengeluh sedikit pun hanya untuk membuatmu bahagia.
Maksudku hanyalah...
mungkin sudah saatnya kau menerima hal yang tak bisa diubah.
Tidak semua keinginanmu
bisa terpenuhi.
Apa kau mendikteku, Rebecca?
Luis telah menyia-nyiakan hampir seumur hidupnya...
menunggu agar kau mau menerimanya.
Apakah pernah terpikir olehmu...
bahwa tak ada yang salah dengan anakku?
Bahwa tak ada yang salah dengan Luis?
Mungkin...
Mungkin kau yang harus berubah, bukan dia.
Dunia bisa mencium kelemahan.
Seperti darah yang bisa menggoda hiu.
Karena itu aku ingin dia menjadi anak kuat,
agar dia tak dimakan hidup-hidup.
Aku salah mengira bahwa dia sudah kuat.
Ternyata dia masih lemah.
Aku akan membuat dia mengingatnya.
Arturo?
Apa yang mau kaulakukan?
Arturo!
Arturo, cukup.
Tolong berhentilah. Aku mohon.
- Kita sudah kehilangan Manuela! - Diam, Rebecca!
- Diam! - Aku tak mau kehilangan Luis juga!
- Aku tak akan membiarkannya! - Aku tak minta izin darimu!
Jika kau menyakiti anakku lagi...
aku akan membunuhmu.
Aku akan mengembalikan keluarga ini ke jalan benar.
Rebecca.
Kau mengenalku.
Tidak.
Aku tak mengenalmu lagi.
Ini bukan cara kita.
Ada apa denganmu?
Ada apa dengan kita berdua?
Hati-hati, Rebecca.
Kau yang harus berhati-hati, Arturo.
Kau tahu kejadian malam itu.
Ya, aku tahu, Rebecca.
Kau...
dan aku...
melakukannya...
bersama.
Felisa.
Teresa.
Maaf.
Maaf, Teresa.
Apa itu Manuela?
Apa kau melihatnya?
Aku menyaksikan kejadian sebenarnya.
Aku sudah menduganya.
Selamatkan diri kalian selagi masih sempat.
Ini tak akan berakhir sampai Manuela.
Jangan!
Jangan!
Jangan!
Hentikan!
Jangan!
Jangan.
Jangan.
Duduklah.
Jangan.
Anjing pintar.
Ayah!
Dengarkan aku, Luis.
Ini demi kebaikanmu.
Tak ada yang tak pernah kau alami di sini.
Aku sudah membuatmu kuat.
Aku membuatmu makin kuat. Kau harus membuatku bangga, Nak.
Jelas?
- Aku mohon jangan, Ayah! - Jelas?
Aku mohon, Ayah!
Kelemahan apa yang diajarkan di sekolah? Itu bahkan belum sampai setengah voltase,
kau sudah merengek mirip babi kepanasan!
Jadilah tangguh!
Jadilah tangguh! Prajurit!
Jadilah tangguh!
Kasihanilah aku. Aku tak bersalah.
Diamlah, Nak.
Kau akan memanggilku "Tuan".
Aku tak bilang...
kau boleh berbicara.
Ayah...
Ayah...
JAGALAH KEBERSIHAN TEMPAT INI
Ayah!
Jadilah tangguh!
Ayah!
Hentikan, Ayah!
Kita bahkan belum mulai, dan kau ingin aku menghentikannya?
Apakah kau lemah?
Tidak, Pak.
Aku melatihmu...
agar kau menjadi kuat.
Jangan tunjukkan kelemahanmu.
- Kau dengar? - Ya, Pak!
Apakah kau tangguh?
Apakah kau kuat?
Jawab aku!
Ya, Pak!
Aku tak bisa mendengar suaramu!
Ya, Pak!
Apakah kau pria yang kuat, Prajurit?
Ya, Pak!
Siapa kau?
Dan kenapa kau datang ke sini?
Ayah, aku mohon.
Siapa kau?
Kenapa kau datang ke sini?
Fajardo!
Luis Fajardo, Pak!
Siapa kau? Kenapa kau datang ke sini?
Aku Luis Fajardo.
Aku ingin menghadiri pemakaman adikku.
Siapa kau?
Siapa kau? Kenapa kau datang ke sini?
Aku ingin menghadiri pemakaman adikku.
Dasar pembohong!
Jangan membohongiku!
- Siapa kau? - Ayah...
Arturo!
Rebecca!
Rebecca, letakkan itu.
Aku sudah memperingatkanmu.
Kembalikan anakku.
Aku serius.
Luis?
Luis!
Astaga! Anakku!
Apa yang terjadi?
Apa yang telah kulakukan?
Apa yang terjadi?
Bu, ayo kita pergi dari sini.
Dia bukan ayahku lagi.
Kita hampir sampai.
Kau bisa.
Pulihkan dirimu dahulu.
Jangan khawatir.
Aku takkan membiarkan ini terjadi lagi.
Duduklah.
Siapa kau?
Siapa kau?
Sedang apa kau di sini?
Sedang apa kau di sini?
Jadilah tangguh, Prajurit!
Apakah kau lemah?
Dunia ini tak punya tempat
untuk orang bodoh dan lemah.
Dunia bisa mencium kelemahan.
Seperti darah yang bisa menggoda hiu.
Jangan tunjukkan kelemahanmu!
Kau dengar?
Kau sudah merengek mirip babi kepanasan!
Brutus?
Semuanya akan baik-baik saja, Sayang.
Semoga langkahmu tidak dihambat oleh anak perempuan.
Itu hanya logika sederhana.
Apakah kau pria yang kuat, Prajurit?
Kapan kau akan kembali? Besok?
Nak, orang tua hanya ingin hal terbaik untuk anaknya.
Tak bisakah kau tinggal lebih lama?
Hentikan!
Siapa kau?
Siapa kau?
Manuela punya rahasia.
Apa kau putri Manuela?
Apa kau abang Manuela?
Siapa kau?
Aku bukan raja atau pendeta,
tetapi hanya memakai baju berbeda.
Kupu-kupu.
Luis!
Sedang apa kau di sini?
Kenapa Ibu menyembunyikannya dariku?
Apa Manuela hamil?
- Oleh siapa? - Apa?
Apa Ibu mengurungnya?
- Luis, kau bicara apa? - Aku tak akan berhenti
sampai...
Luis!
Cukup.
Nak.
Aku berusaha keras melindungi kalian.
Anakku...
Maafkan aku.
Pakai riasanku!
Aku juga!
Aku seorang model.
Kita akan berpesta.
Kalian sedang apa?
Bagaimana dengan ini? Apa ini? Kalian cuma bisa berdandan!
Kemari, kalian berdua.
Ayo kita kabur, Luisa.
Luisa, kita bisa mati di sini.
Antara kau dan saudarimu,
kaulah yang lebih kuat...
kaulah yang lebih pintar.
Kau akan terkejut...
dengan kemampuan otak manusia.
Dan sejak usia dini,
perlahan tetapi pasti,
kau membuat dirimu percaya
bahwa kau seorang pria.
Ayah.
Manuela ingin kabur.
Dasar bodoh!
- Dungu! Tak berguna! - Ayah!
Dasar tolol!
- Dasar bodoh! - Ayah!
Dasar bodoh!
Dasar tolol! Dungu!
- Ayahmu mulai memperlakukanmu berbeda. - Ini.
Pukul adikmu.
Akhirnya dia mendapatkan...
hal yang tak bisa kupenuhi.
Kau mau kupukul?
Lebih keras lagi!
Bagus!
- Sampai jati diri Luisa dilupakan. - Ayah, aku mohon. Hentikan!
Ayah!
Ayah!
Aku meninggalkannya di sini, Bu.
Aku meninggalkan saudari kembarku.
Ini kesalahanku.
Ini kesalahan kita semua.
Kita semua, Luis...
Luisa.
Luisa.
- Aku akan membunuhnya. - Luisa!
Jangan, Nak!
- Dia itu iblis! - Dengarkan aku.
Aku tak tahu apa yang merasuki rumah ini,
tetapi aku tak akan membiarkan hawa jahat yang menyengsarakan ayahmu,
merasukimu juga.
Apa kau mengerti?
Aku tahu perbuatannya tak termaafkan.
Aku yakin sebagian jati dirinya masih ada di dalam tubuhnya.
Mungkin ini belum terlambat,
dan kita masih bisa memperbaikinya.
Mungkin kita masih bisa menyelamatkan ayahmu.
- Luisa, lewat sini. - Kita harus mencobanya.
Kau tak akan
mendapatkan Arturo kembali, Rebecca.
Kini dia milikku.
Ibu!
Kegelapan itu tersembunyi,
dan diam-diam meresap di sudut ruangan.
Hawa jahat itu licik...
karena hanya menunggu kesempatan untuk masuk melalui pintu
yang kita buka sendiri.
Dan itu bersumber dari kemarahan,
kecemburuan,
keserakahan dan kedengkian.
Kau gadis nakal!
Pada suatu hari...
di panti asuhan...
Jangan menangis! Berengsek!
Dasar perempuan jalang tak tahu terima kasih!
- Selesaikan pekerjaanmu! - Kau sungguh tak berguna!
Mereka terus dihukum secara kejam.
- Berengsek! - Jangan menangis!
Rumah ini
makin diselimuti kegelapan.
Lakukan yang benar! Itu salah!
Telan!
Dasar pelacur!
Perang.
Prajurit Jepang.
Kemari!
Para wanita yang dilecehkan...
Aku akan membunuhmu!
- Lakukan apa yang kusuruh! - ...oleh makhluk buas dan kejam.
Andaikan kau tak pernah lahir!
Perang telah membunuh
jiwa kemanusiaan mereka.
Diam!
Mari kita mulai.
Cermin ini akan kugunakan untuk menghalau iblis
yang merasuki suamimu.
Setan punya kelemahan.
Mereka biasanya suka dipuja.
Bapa kami di surga, dimuliakan nama-Mu,
datanglah kerajaan-Mu,
jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami mengampuni orang bersalah terhadap kami.
Jangan beri kami cobaan, tetapi bebaskanlah kami dari kejahatan.
Engkaulah pemilik kerajaan,
kuasa dan kemuliaan selamanya.
Amin.
Bapa kami di surga, dimuliakan nama-Mu,
datanglah kerajaan-Mu...
Berkatilah kami hari ini...
Siapa kau?
Kau...
Siapa kau?
Katakan siapa dirimu.
Aku?
Akulah yang pertama dan terakhir.
Sang kekasih dan yang dikhianati
yang terbang, terjatuh,
dan merangkak di padang pasir Yudea.
Aku mencium pipi pangeran cahaya,
putra Bapa dan si pelacur Bunda Maria.
Kau terlalu banyak bicara, Setan.
Kau tak punya kekuatan di sini.
"Kau tak punya kekuatan di sini."
Itu yang dia katakan, bukan?
Cukup!
Jangan bercanda!
Salve...
Berapa tarifmu satu malam, Salve?
Untuk setiap pria yang kau layani?
Apa kau ingat...
pria pertama
yang menikmati tubuhmu, Salve?
Aku masih bisa mendengar suara erangan ayahmu.
Kau cantik sekali, Salve.
Salve...
Ayolah, Salve.
Buatlah ayahmu senang.
Kemarilah, Nak.
Ayolah.
Ibumu memanggilmu.
Diam kau, Iblis!
Kau tak bisa lewat!
Kau tak punya kekuatan di sini!
Setan!
Lucifer!
Amon! Asmodeus!
Leviathan!
Beelzebub!
Bapa Azazel!
Bapa Azazel!
Akulah anak dari ular besar, dan penyelamat kegelapan.
Aku...
Aku telah dijanjikan.
Aku adalah kutukan yang telah dijanjikan
selama empat puluh hari Prapaskah.
Untuk penolakan putra jahanam,
putra dari pelacur Tuhan, Yesus Kristus.
Aku Azarel.
Keturunan Azazel.
Bu Ve?
Bu Ve...
Bu Ve?
- Teresa? - Bu Ve?
Jangan tinggalkan kami, Bu Ve.
Kami takut dengan ayah.
- Tolong hentikan! - Diamlah.
Teresa!
Di mana Bu Ve?
Kau pergi ke mana, Salve?
Di mana Salve, sang malaikat?
Aku masih bisa mendengar teriakannya,
Salve.
Dan aku masih bisa mencicipi...
darah anak-anak
saat mengalir dari tengkorak mereka yang pecah.
Diam, Keparat!
Keparat! Keluar dari situ!
Jangan menumpang tubuh itu!
Keluar dari tubuh itu!
Pergilah dari tubuh itu! Pergilah!
Persetan denganmu!
- Diamlah... - "Dalam nama Yesus Kristus...
aku mengusir dan menyingkirkanmu dari tubuh suamiku..."
Dalam nama St. Michael,
sang malaikat, pergilah!
Pergilah!
- Pergilah! - Persetan denganmu!
"Dengan kuasa Kristus, Tuhan kami..."
- Wanita bodoh! - "Domba suci..."
Pergilah dari tubuh itu!
- "Darah suci dari domba kesayangan"? - Pergilah dari tubuh itu!
Pergilah dari tubuh itu!
- Dasar si dungu lemah! - Pergilah, Azarel!
- "Ular paling berbisa..." - Pergilah dari tubuh itu!
Pergilah!
"Kau tak punya keberanian di bawah kuasa Kristus.
- Kekuatanmu sudah habis - Kekuatanmu sudah habis
- untuk menipu umat manusia! - untuk menipu umat manusia!"
Diam!
Pergilah!
- Pergilah, Azarel! - "Kuasa Tuhan mengusirmu!"
Omong kosong!
- Omong kosong! - "Tunduklah kepada
kuasa Tuhan yang memerintahkanmu
- pergi dari tubuh itu. - ...kuasa Tuhan.
- Yesus Kristus, - Yesus Kristus,
- basahi kami dengan darah suci-Mu - basahi kami dengan darah suci-Mu
- yang mengalir dari tubuh-Mu di salib - yang mengalir dari tubuh-Mu di salib
- untuk menyelamatkan umat manusia." - untuk menyelamatkan umat manusia.
Arturo!
- Kau harus melawan, Arturo! - Aku akan melahap kalian!
Bukankah kau bilang dirimu kuat?
Arturo!
Lihatlah.
Kita berhasil.
Arturo telah terbebas dari cengkeraman iblis.
Apa yang terjadi?
Kenapa aku diikat?
Arturo?
Apa itu dirimu?
Arturo.
Syukurlah.
Kau tidak menyerah.
Kita mulai lagi dari awal.
Kita akan kembali ke kondisi semula,
dari sejak awal.
Terima kasih, Rebecca.
Kau benar.
Semua pria itu berengsek.
Dan kalian, para wanita...
- Arturo. - Rebecca.
Kalian semua tolol!
Wanita tak boleh mengajari,
atau lebih berkuasa daripada pria.
Mereka harus diam.
Tuhan juga merelakan anaknya menjadi tumbal.
- Ayah, aku anakmu. - Andaikan kau terlahir
sebagai pria sejati.
Luisa!
Luisa!
Luisa!
Luisa, syukurlah!
Aku takut kehilanganmu.
Ibu berbohong.
Apa katamu?
Ibu membunuh Manuela.
Kau tak tahu apa-apa.
Kau tak akan mengerti.
Kau tak ada di sana.
Tahukah Ibu siapa yang lebih jahat dari pelaku kejahatan?
Orang yang tak berbuat apa-apa.
Ibu...
Orang yang selalu menutup matanya selagi kejahatan terjadi di depannya.
Aku tak mau lagi.
Aku menyudahinya.
Sudahi saja.
Putriku menderita.
Tolong aku.
Orang tua hanya ingin hal terbaik untuk anaknya.
Kutukan ini...
Kutukan di rumah ini bukan berasal dari perbuatan jahat Arturo...
tetapi karena kau membiarkannya, Rebecca.
Arturo benar.
Kau lemah.
Kau tak pantas.
Kau sudah gagal menjadi seorang ibu.
Jangan anakku!
Jangan ganggu anakku, Iblis!
Apakah aku iblis yang sebenarnya, Rebecca?
Aku percaya kepada Tuhan yang Maha Kuasa,
penguasa surga dan bumi...
Aku hanya percaya kepada Tuhan Yesus Kristus,
satu-satunya putra Tuhan...
Ya Allah, ampunilah aku dan semua dosa-dosaku.
Yesus, berikanlah aku kekuatan.
Selamatkanlah aku dan Luisa.
Pergilah, Rebecca.
Serahkan anakmu kepadaku.
Kehidupannya sia-sia karena ibu bodoh sepertimu.
Kenapa kau tak pergi saja?
Aku mengerti.
Kau tak bisa pergi?
Kekuatanmu terikat pada rumah ini.
Kenapa?
Apakah hanya kastel kecil ini yang bisa diberikan tuanmu?
Luisa.
Luisa, dengarkan aku.
Kita tidak bodoh.
- Dia makhluk lemah. - Diam!
Pergilah sekarang!
Itukah kenapa tuanmu mencampakkanmu ke sini?
Atau kau diasingkan?
Kau cuma sampah!
Seberapa lemahnya dirimu...
sampai kau butuh tubuh manusia untuk menyampaikan permintaanmu?
Apa bedanya kau dengan lintah,
rayap,
ulat?
Kau tak lebih dari seekor hama!
Dasar bajingan.
Aku sudah muak.
Kau sudah mengambil segalanya.
Jadi, jika kau mengira...
aku akan menyerahkan anakku...
berarti kau yang bodoh, Azarel!
Luisa.
Aku telah terjebak dalam dosa terhadap dirimu dan Manuela.
Tetapi aku siap menanggung risikonya.
Diamlah.
Ingatlah, Nak...
Apa pun yang terjadi...
- Diamlah. - Apa pun itu...
- Diamlah. - ...orang tua hanya ingin...
Bukan.
Seorang ibu...
Diamlah.
- Diam. - ...siap melakukan apa pun...
untuk anaknya.
- Diam! - Aku sangat menyayangimu, Luisa.
Ibu sangat menyayangimu.
Diam!
- Tolong, Bu. - Jangan takut.
Sebutlah nama Tuhan.
- Diam! - Mereka tahu bahwa mereka sudah kalah.
Mental kita lebih kuat daripada penyebar kegelapan.
Aroma...
kepengecutanmu sangat kuat, Rebecca.
Kau tak punya keberanian untuk mewujudkan ucapanmu!
Kesalahan terbesar mereka adalah...
mereka percaya bahwa kita lemah.
Aku tak butuh keberanian!
Luisa.
Luisa, anakku.
Berpegangan padaku.
Cepat, Sayang.
Berpegangan padaku.
Berpegangan pada ibu.
Kau mau minum, Sayang?
Biar aku pegang.
Bilang saja kalau kau mau minum.
Fely akan menjemput kita di terminal.
Kau masih ingat dia?
Kita mengunjunginya saat kau masih kecil.
Kita tinggal di sana sementara, ya?
Tak apa-apa, bukan?
Terjemahan subtitle oleh Alex Andra.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.