Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Kulihat lampunya menyala. Pasti ada orang di dalam rumah.
- Ada berapa titik masuk? - Tiga. Depan, belakang, basemen.
Semua jendela dipasang terali.
Saksi melihat ada tiga orang yang terlibat penculikan.
Jadi kurasa ada tiga orang di dalam.
- Ditambah beberapa orang lagi. - Ini Mia Westlake.
Aku ingin semua lihat baik-baik lagi. Wanita ini yang kita cari.
Kami yakin penculik membekapnya di rumah itu. Jadi, hati-hati.
Aku, Hicks, dan Martinez mengawasi pintu depan.
Dyson dan Shelley awasi sudut dua-tiga.
Bucci, Paulson, dan Fredericks awasi sudut tiga-empat.
Ayo bergerak.
- Siap? - Siap.
Tiga, dua, satu.
Itu mereka! Angkat tangan! Tiarap sekarang!
Tunggu!
Jane?
Lisbon?
- Apa yang kalian lakukan di sini? - Menurutmu apa?
Kalian sendiri sedang apa?
Kalian menodongkan pistol padaku! Bisakah kalian turunkan pistolnya?
Dasar koboi!
Pak, yang terpenting tak ada yang terluka.
Aku hormati timmu, Lisbon.
Tapi yang terpenting, pastikan ini tak akan terjadi lagi.
Aku tak mau lihat tajuk utama "Agen CBI Saling Menembak."
Kami siap menembak karena mengira korban penculikan ada di situ.
- Mia sesuatu. - Mia Westlake.
Gadis kaya raya dari Marin County. Diculik satu setengah hari lalu.
Saksi memberi tahu sebagian nomor pelat mobil penculiknya.
Kami menyelidiki karcis parkir mobil yang sudah tak berlaku di Oakland.
Kami periksa alamatnya, ternyata ada orang di dalam rumah...
Yang seharusnya kosong.
Dia menemukanmu di sana karena...
Kami ditelepon biro koroner. Pelapor bilang ada mayat di rumah.
Tapi mereka kekurangan orang karena anggaran dipotong.
Jadi mereka minta kami menyelidikinya.
Timku masuk ke dalam rumah.
Mayatnya ada, tapi koroner belum datang. Jadi kami menunggu.
Lalu semua orang hampir mati karena hujan peluru.
Sampai mana penyidikan Westlake?
Kami sudah memasang penyadap di dalam rumah.
Kami sedang menunggu permintaan tebusan.
- Bagaimana dengan mayatnya? - Pria muda, 35 tahun.
Koroner sulit memastikan. Ada dua lubang peluru di tengkoraknya.
Mayatnya terbungkus plastik dan disimpan di dudukan jendela.
- Sudah teridentifikasi? - Belum.
Sudah. Laporan koroner baru masuk. Dan mayatnya adalah...
- Colin Haymer. - Haymer? Rasanya aku tahu nama itu.
Colin Haymer adalah korban penculikan tiga tahun lalu.
Berusia 20-an awal, dari San Fransisco, keluarga kaya raya.
Kepolisian San Francisco menangani kasusnya...
- Keluarga korban membayar tebusan. - Itu tak berhasil.
Agak mirip dengan kasus penculikan yang kau tangani, 'kan?
Pasti penculik Colin Haymer dan Mia Westlake orang yang sama.
- Bisa saja suatu kebetulan. - Tak ada yang namanya kebetulan.
Aku setuju.
Aku mau kalian bekerja sama menangani kasus ini.
- Haruskah? - Kurasa, ya.
Aku mau kerja sama unit terkait yang lebih cepat dan lebih baik.
Jangan saling menjatuhkan dan cobalah bekerja sama.
- Kau keberatan? - Ya. Pria ini...
Aku bahkan tak tahu jabatannya. Dia selalu membawa kesulitan.
- Sam, bersikaplah adil. - Kasusnya selalu tuntas, aku tahu.
- Begitulah. - Memang.
Tapi menurutku, ini suatu kesalahan.
Berarti kita setuju, 'kan?
Pergilah.
Mia Westlake diculik 38 jam lalu sepulang pembukaan galeri.
- Agen Bosco. - Terima kasih, Rebecca.
- Apa kau memerlukan yang lain? - Tidak.
Ini salinan laporan penyidikan sejauh ini.
Penculiknya memaksa mobil ke luar jalan, membunuh sopirnya...
- Lalu menculiknya. - Kenapa sopirnya dibunuh?
Itu pesan. Mereka tak akan segan membunuh sanderanya...
- Jika keinginan mereka tak dipenuhi. - Ya.
Belum ada permintaan tebusan. Bagaimana kita tahu itu penculikan?
Mereka mengirim pesan dia masih hidup pada keluarganya beberapa jam lalu.
Matanya tak ditutup. Itu tak bagus.
Penculiknya tak peduli jika dia melihat sesuatu.
- Pemikiran bagus, Bert. - Apa masalahmu?
Tak ada masalah.
Rigsby benar. Ini mulai terlihat seperti penculikan Haymer.
Kita pastikan itu tak akan terjadi. Aku harus ke keluarga Westlake.
Aku ikut jika kau tak keberatan. Aku ingin menanyakan soal mayat itu.
- Mungkin ada kaitannya. - Baik.
Selidiki kasus Haymer, hubungi keluarga, siapkan wawancara.
Aku ingin meninggalkan Hicks di sini untuk bekerja sama dengan timmu.
- Apa kau keberatan? - Tidak.
- Buat mereka tetap jujur. - Apa katamu?
- Bisa jelaskan itu, Sam? - Tidak. Mereka timnya Jane.
- Mereka perlu diawasi. - Menurutku mereka timku.
Terserah kau. Aku tak mau mereka lakukan aksi murahan di belakangku.
Kami akan mengatur aksi yang mahal jika kau tak suka yang murahan.
Aku mengerti keberatanmu, Agen Bosco. Tak masalah.
Selamat bergabung, Agen Hicks. Kita akan bersikap sopan. Ayo.
Ayo kita mulai.
Kediaman Keluarga Westlake, Marin County, California
- Ini Verona Westlake, kakak Mia. - Apa kau juga dari CBI?
Aku Agen Lisbon, ini Patrick Jane.
- Ini suamiku Duncan Weaver. - Agen CBI lagi?
Dari mana kalian? Aku tak pernah dengar kalian dua hari lalu.
Kau juga. Rumah yang bagus. Kalian pasti kaya.
- Dari mana asal uang kalian? - Kakekku. Minyak, perkayuan.
Kukira kalian orang kaya baru, karena dekorasi rumahnya...
- Kau mulai dengan omongan ini? - Apa?
Aku Belinda Sandborne, pengacara Verona.
Aku harus ada di setiap pembicaraan kalian dengan Verona atau Duncan.
Tak masalah. Apa ada anggota keluarga lain yang harus kami ajak bicara?
Hanya ada aku.
Orang tua kami sudah meninggal.
Mia yang paling dewasa dan mandiri.
Akulah yang kacau. Sayang sekali, bukan?
- Mereka menculik orang yang salah. - Kau baik-baik saja.
Dengar pria bersenjata itu, Sayang.
Kalian menyelidiki kasus yang terkait?
Penculikan lain yang mungkin dilakukan oleh pelaku yang sama.
Bagaimana korban penculikan itu? Apa dia kembali dengan selamat?
Tidak. Dia dibunuh.
Namanya Colin Haymer. Ini fotonya. Dia dari Pacific Heights.
- Kalian mengenalnya? - Tidak. Kau, Sayang?
Tidak, maaf.
- Tak dengar namanya sekali pun? - Kurasa tidak.
Dia bekerja di Straf Investments saat diculik.
- Pernah terlibat dengan mereka? - Straf?
- Belinda? - Tidak. Akan kuperiksa catatannya.
Maaf, aku tak begitu membantu. Aku mencoba...
- Lihat yang kutemukan. - Astaga.
- Levi, sedang apa kau di sini? - Dia anakmu?
- Ya. Mana Ny. Kent? - Ny. Kent!
Dia baik-baik saja. Dia agak bau, tapi selain itu, dia lucu.
- Maaf. - Ny. Kent, jaga di kamarnya.
- Kita sudah membahas ini. - Baik, Nyonya.
- Bos, ada permintaan tebusan. - Astaga.
- Permisi. - Maaf.
Apa bentuk pesannya? Apa berupa pesan teks?
- Melalui lampiran video di surel. - Bisakah kau dapatkan alamat IP-nya?
Sedang kucoba tapi mereka memakai beberapa server.
Butuh waktu berhari-hari.
Kau mau aku membaca ini?
Baiklah.
Namaku Mia Westlake.
Aku tak terluka dan diperlakukan dengan baik.
Jika ingin aku selamat, kalian harus bayar 3,75 juta dolar...
Dalam pecahan kecil dan nomor seri acak.
Uang ini harus siap pukul 18.00 malam ini.
Kalian akan diberi instruksi apa yang harus dilakukan.
Jika kalian gagal melakukannya, maka akibatnya...
Aku akan dieksekusi.
Segala halangan akan membuatku dieksekusi.
Verona, jika kau lihat rekaman ini...
- Lihat tato orang itu? - Ya.
Itu seperti mafia Meksiko.
Kini kita tak akan dapat apa-apa dari keluarga Westlake. Ayo pergi.
Uang 3,75 juta, tidakkah menurutmu angkanya terlalu spesifik?
Mungkin penculiknya sudah mengawasi rekening bank keluarga Westlake.
Aku akan bicara pada Bosco tentang itu, lalu kita pergi.
Baiklah, santai saja.
- Maaf, kami menginginkan privasi. - Aku mengerti itu.
- Apa isi sakumu? - Bukan urusanmu.
Kau terus menepuknya.
Terus-menerus menepuknya.
Apa pun isinya, kau sangat gugup tentang itu.
Kusimpulkan itu ilegal. Tebakan terbaikku adalah...
Narkoba. Kau punya lemon?
- Aku akan cari atasanmu. - Baik.
Sekalian bilang soal narkoba di saku atasmu.
Jika perlu aku, aku di sini bicara dengan istrimu.
Pergilah, aku hanya ingin sendirian.
Itu yang kita mau, tapi tak ada yang mendapatkannya.
- Jadi, tak ada lemon? - Tidak! Kurasa tak ada!
Aku merasa...
Lupakan saja.
Adikmu memerlukanmu di sini sekarang.
Senyaman apa pun dalam pengaruh narkotika...
Yang dengan baik hati disediakan suamimu...
Sebaiknya jangan konsumsi itu.
Apa pun yang kulakukan tak akan membantunya.
- Mungkin kau benar. - Lalu apa gunanya?
Yang bisa kau lakukan sangatlah tidak relevan.
Jika kau tak ada saat ini...
Kau akan menyesalinya seumur hidupmu yang akan terasa sangat menderita.
Itu saja.
Sampai nanti.
- Sedang apa kau tadi di dalam? - Mengambil kudapan, minuman ringan.
- Kenapa aku tak percaya? - Apa ini? Ini bukti kebenaranku.
- Saatnya pergi. - Aku akan tetap di sini.
Aku tahu ini tentang apa. Bosco dapat arsip Red John.
Kau merasa bisa dapat sesuatu jika lebih lama di sini.
- Itu agak kasar. - Kau buang-buang waktu.
- Bosco tak akan mau. - Apa? Aku tak akan apa?
Aku suka cara kerjamu. Aku ingin bekerja dengan timmu...
- Untuk membahas detail penculikan. - Benarkah?
Aku lebih ahli menyelidiki korban penculikan yang hidup...
- Daripada mayat kaku. - Memangnya aku peduli keahlianmu?
Lisbon, kau bilang bisa mengendalikan dia.
- Tolong aku, bawa dia pergi. - Jangan bicara begitu padaku.
- Itu sangat tak sopan. - Diam!
Minneli memberi perintah dengan jelas.
Aku tak peduli.
- Kau atasan agen ini? - Kenapa?
Aku ingin dia dikeluarkan dari kasus ini sekarang!
Dia sangat tak menghargai orang, kasar, dan tak profesional.
Dia marah karena aku memergoki dia dengan narkobanya.
- Kau gila. Aku tak punya narkoba. - Pembohong.
Keluarkan dia dari kasus ini atau akan ada akibatnya.
- Itu bukan keputusanmu. - Menurutmu begitu?
Cukup satu teleponku saja, kau bisa langsung jadi polisi lalu lintas.
- Begitu? - Ya.
Telepon saja. Suka atau tidak dia tetap menangani kasus ini.
- Sungguh? - Ya.
Lihat yang telah dia lakukan pada istriku.
- Dia di luar kendali. - Diam, Duncan!
- Sayang, aku mencoba... - Diam!
- Tn. Jane, 'kan? - Ya.
Yang kau katakan sebelumnya, benar. Terima kasih.
Kurasa.
Jangan ganggu dia.
Baik, beres. Selamat bersenang-senang.
Tunggu.
Kepolisian San Fransisco mengirim transkrip kasus Colin Haymer.
Kau mau nama yang dimulai dari A-L atau M-Z?
- A sampai L. - Baik.
- Ganti, aku mau M sampai Z. - Terlambat, kau sudah memilih.
Ayolah. Bagaimana kalau kita bersuten?
Bert, bisa ajari aku bersuten?
Sejak usia 10 tahun aku tak punya permainan seru.
Namaku Rigsby.
Aku tahu.
- Kenapa mereka memanggilku Bert? - Aku tak tahu.
Bert seperti tokoh di Muppet.
Hanya panggilan konyol, tak berarti apa-apa.
Tim Bosco menyebut kita Bert dan Ernie.
- Kau tahu tapi diam saja? - Itu hanya akan mengganggumu.
- Itu tak mengganggumu? - Tidak. Ernie pintar dan tampan.
- Mana Jane? - Bersama Bosco.
Aku tak tahu dan tak peduli apa yang sedang mereka lakukan.
Apa yang kau dapat?
Aku memeriksa rumah di mana kita menemukan mayat Colin Haymer.
Rumah itu sudah ditelantarkan selama tujuh tahun.
Ada keluhan rumah itu ditinggali penghuni liar...
Sekitar lima atau enam tahun lalu. Selain itu tak ada lagi.
Agen Lisbon, Louis Earlen ingin bertemu di ruanganmu.
- Terus selidiki. - Baik.
Letnan Earlen, terima kasih telah datang.
Louis saja. Aku sudah pensiun. Kau menemukan Colin Haymer?
Benar.
Kau petugas yang menangani penyidikan penculikan itu?
Benar. Aku sering bersama keluarga Haymer.
- Mereka sudah diberi tahu? - Sudah.
Aku harap mereka lega.
Sudah lama mereka menunggu dia ditemukan.
Kami menangani penculikan yang mungkin pelakunya sama.
- Apa yang bisa kubantu? - Apa ada yang harus kami selidiki?
Kami menyelidiki banyak orang.
Kami curiga ini perbuatan orang dalam.
Tuntutan tebusannya sangat spesifik.
Kami dulu juga beranggapan begitu. Aku curiga pada pacar Colin.
Tak ada bukti kuat, hanya perasaan.
- Kau ingat namanya? - Diane Zaranski.
Aku pernah bicara dengannya. Kapan tenggat uang tebusannya?
- Malam ini, pukul 18.00. - Di malam tebusan Colin dibayar...
Aku duduk bersama orang tuanya sampai pagi.
Kami menunggu kabar bahwa dia selamat.
Kami tak bicara banyak.
Jika pelaku penculikan ini sama seperti penculik Colin...
Bantulah keluarga gadis itu.
Setelah tebusannya dibayar pukul 18.00...
Langsung beri tahu mereka gadis itu sudah tewas.
Beri mereka kesempatan untuk menerima kenyataan.
Itu suatu perbuatan baik.
- Bos, mungkin aku dapat sesuatu. - Apa?
Penghuni liar di rumah mayat Haymer ditemukan adalah pengedar narkoba.
Detektif Narkotika di Oakland mengatakan...
Mereka keluarga besar, 8 atau 10 orang.
Mereka menanam ganja di perkebunan Crazy Hill, Goodhue County...
Membawanya ke Oakland dan menjualnya.
Apa hubungannya ini dengan Colin Haymer?
Tampaknya mereka juga menjual narkoba yang dibawa dari kartel.
Mereka juga mengikuti kebiasaan kartel.
Contohnya menculik dengan tebusan.
Mereka beralih dari pengedar ganja jadi penculik orang kaya?
- Sedikit tenaga, untung lebih besar. - Kau punya nama mereka?
Mereka dikenal Geng Crazy Hill. Nama panggilan ketuanya "Deezer".
Tak ada yang tahu nama aslinya.
Deezer sering terlihat di apartemen di Oakland Barat.
Bos menyuruh kita memeriksanya.
Aku lupa bawa cadangan peluru. Kita bertemu di bawah.
Cadangan peluru. Sombong.
- Mana rompi antipelurumu? - Tak perlu.
- Perlu. - Kita ke sana hanya untuk periksa.
Ya, memeriksa Geng Crazy Hill. Kau harus pakai rompimu.
Panas dan rompinya tak nyaman.
Hicks saja tak pakai.
- Kau takut dicemooh oleh dia? - Tidak sama sekali.
Jangan bodoh. Pakai rompimu.
Baik, semoga kau tertembak. Aku tak peduli!
Bagus. Sekarang yang ini. Ya, seperti itu.
- Satu lagi. - Dia menyukaimu.
Seleranya bagus.
- Kau ramah pada anak-anak. - Tak seperti majikanmu?
Aku tak mengerti maksudmu.
Jelas sekali mereka risau soal mengasuh anak.
Aku tak tahu itu.
Verona tak percaya diri bisa jadi orang tua yang baik.
Karena Duncan menikahi Verona demi uangnya...
Duncan menganggap anaknya seperti saingan, dalam istilah Freudian.
Mereka sangat penyayang.
Hanya saja, mereka tak suka terlibat langsung.
Bagaimana hubungan Duncan dengan Mia?
- Cukup rumit. - Itu masuk akal.
Jika Duncan menganggap anaknya sebagai saingan...
Kenapa saudara iparnya tidak?
Aku pernah dengar mereka bertengkar.
Kurasa Mia tak memercayai Duncan.
- Harusnya aku tak bilang apa-apa. - Ya.
Tapi kau mengatakannya.
- Jane, ada tugas. - Baik.
Paman harus pergi, ada tugas dengan pria jahat.
- Ayo, cepatlah. - Tunggu.
Apa yang terjadi di sini?
Tato di lengan penculik itu mengindikasikan...
Mafia Meksiko mungkin terlibat.
Mereka anggotanya. Kita akan bicara dengan mereka.
- Mereka tampak mengerikan. - Memang.
Kau tak bisa jadi anggota tetap sebelum membunuh seseorang.
- Aku tunggu di mobil saja. - Tidak, kau ikut aku.
Aku butuh perlindunganmu.
Perlindungan?
Hai, Teman-teman. Apa kabar?
Dengar, aku Agen Bosco, dari CBI.
- Dia Agen Jane. - Hai.
Kalian lihat Snoopy? Kami perlu bicara dengannya.
Snoop.
Kami mencarinya dan ingin bicara dengannya.
- Pergilah. - Kau siapa?
Kenapa kau kasar? Aku tanya baik-baik.
Namaku Raoul.
Aku tak menerima surat penahanan. Jadi, pergilah, Bodoh!
Raoul, kita harus bicara berdua sebentar.
- Tidak. Aku tak berbuat salah. - Jangan mempersulit ini.
- Kalian pria-pria tangguh rupanya. - Tergantung definisinya.
Tangguh secara emosional, ya.
- Kini kau mau main-main? - Raoul!
Kau menyerang petugas negara. Aku harus menangkapmu.
Aku tak menyentuhnya tadi!
Aku akan mengajarimu soal rasa hormat.
Bagaimana dengan kalian? Ayo, jalan!
- Ada lagi yang lainnya? Kau? - Ayo.
- Aku menunggu. Pergilah! - Benar. Terima kasih.
Sudah berapa lama kau jadi informan CBI, Raoul?
- Apa maksudmu? Informan apa? - Ayolah, jujur saja padaku.
Siapa pria ini, Sam? Kau bilang apa padanya?
- Dia tahu sendiri. - Itu cukup jelas.
Kau meminta perlindunganku. Yang benar saja.
Kau tahu soal penculikan Westlake. Apa Eme terlibat?
Tidak. Aku belum dengar soal itu. Westlake?
- Kau yakin? - Ya.
Tapi jika ada hal besar, aku pasti tahu.
Orang sudah membual bahkan sebelum mendapat uangnya.
Aku tak dengar apa-apa soal itu.
Kami lihat tato Eme di lengan penculik itu.
Semua orang punya tato.
Ya, mereka seperti memamerkannya. Terlalu terlihat, 'kan?
Dia bermaksud membuat kita bingung.
Itu bisa jadi masalah besar.
Semua orang melimpahkan kesalahan pada La Eme.
Sia-sia saja kau menangkapku.
Terima kasih banyak. Kami sangat menghargainya. Masuklah.
Kau harus memukul wajahku. Mungkin ada yang melihat kita.
- Ya, mereka melihat kita. - Aku serius.
Jika mau temui aku di jalan lagi, pastikan pertanyaanmu...
Pukulan bagus. Sakitkah? Sepertinya sakit.
Hati-hati kepalamu.
Masuklah.
Terima kasih. Tadi menyenangkan.
Tak ada kemajuan berarti...
Tapi bisa jadi pelajaran berharga di jalanan.
Itulah yang dilakukan polisi.
Dapat petunjuk, kami selidiki. Sering gagal, tapi kami tetap maju.
Tapi kau tak mengerti itu, 'kan?
Semua metode kerja keras kami ada di bawah standarmu.
- Tak seperti gayamu. - Ayolah, tenang.
Kau hanya mau menakutiku dan memberi kesan polisi tangguh.
Bisa dimengerti meski kadang terkesan kurang dewasa.
Seharusnya kau tak bekerja dengan kami.
- Kau menyakiti orang. Kau tahu? - Siapa?
Polisi yang bekerja denganmu. Jangan main-main.
Mereka di puncak karier. Jika peduli pada mereka, pergilah.
Polisi yang kau maksud adalah Lisbon?
- Dan timnya. - Tapi kebanyakan Lisbon.
Soal permintaan tebusan. Dia mengatakan itu padamu?
Tentu.
Benar, bisa jadi ini perbuatan orang dalam.
Tidakkah menurutmu berguna jika tahu siapa orangnya?
Kami sedang menyelidiki itu.
Tapi tebusan diantarkan tiga jam lagi.
Kita hanya bertindak pada tersangka.
Yang kita lakukan hanya menakut-nakuti penculiknya.
Mereka akan bunuh Mia dan kabur. Pastikan dulu gadis itu selamat.
Dia tak akan selamat.
Dia akan dibunuh setelah dapat tebusan.
- Bisa saja. - Jadi dia tetap saja mati.
- Kita bisa lakukan sesuatu. - Tidak.
Kau mau dengar perkataanku?
- Aku tak tertarik. - Baiklah.
Aku sangat tertarik pada taktik polisi tangguh.
Mereka sangat takut padamu dan kau sangat keren.
- Kau hebat di luar sana. - Pergilah!
- Pergilah! - Tangguh dan sangat keren.
Kojak.
Maaf mengganggu, Bu. Kami cari orang bernama Deezer.
Apa mungkin dia tinggal di sini atau bersama orang lain?
- Aku tak pernah mendengarnya. - Bagaimana dengan Crazy Hill? Tahu?
- Tidak. - Jika tahu, hubungi nomor ini.
Kau mau aku memata-matai tetanggaku?
Dasar fasis!
- Dapat teman baru, Bert? - Jangan memanggilku Bert, Hicks.
- Maaf, tersinggung? - Tak lucu, itu saja.
Itu hanya lelucon.
Kau tak suka lelucon?
Permisi, Bu. Aku agen CBI. Bisa tanya beberapa hal?
Tentu, tentang apa?
- Menurutku itu kekanak-kanakan. - Kurasa kau perlu bersantai.
- Maaf, aku tak pernah dengar. - Baik. Terima kasih.
Mungkin kau harus dewasa, Bodoh!
Maksudku bukan kau. Wayne Rigsby, CBI.
Aku mau tanya beberapa hal.
Mungkin seseorang yang tinggal di gedung ini...
Atau mengunjungi penghuni gedung.
Bu, apa aku boleh tinggalkan kartu..
Masuk, cepat!
Hicks, amankan ruangan! Cepat!
Grace?
Grace!
- Dia keluar lewat jendela. - Aku tangani Grace. Cepat kejar!
Kau baik-baik saja? Bernapaslah.
Tak ada darah.
Pelurunya tertahan rompi. Aku tak apa-apa. Cepat pergi!
Polisi! Berhenti di tempat!
Bagaimana keadaanmu?
Kata paramedis pelurunya mematahkan beberapa tulang igaku.
Mereka akan periksa apakah ada luka dalam.
Aku baik-baik saja, sungguh.
- Kakiku terus mengejang. - Itu karena adrenalin.
- Jangan lakukan ini padaku lagi. - Baiklah.
Masuklah. Periksa apa ada sesuatu di apartemen penembak...
- Yang berkaitan dengan penculikan. - Baik.
Kau baik-baik saja?
Ya.
Rigsby.
Terima kasih.
Kakiku masih kejang.
Aku mencintaimu.
Terima kasih.
Aku harus pergi. Mereka tak tahu aku di sini.
- Nanti aku telepon. - Wayne.
Satu hal.
Kenapa kau menamparku?
- Lain kali, pakai rompi. - Baik.
- Aku serius! - Ya, aku percaya padamu.
Pergilah.
- Van Pelt baik-baik saja? - Ya.
- Syukurlah. - Berkat Kevlar.
Diamlah. Ini salah kita.
- Apa maksudmu? - Rigsby bilang...
Dia dan Hicks bertengkar saat Van Pelt tertembak.
Kita mengawali kerja sama ini dengan salah.
Dia benar.
Ini bukan soal awal salah, tapi profesionalisme.
Kau mulai lagi! Kau tak mau bertanggung jawab!
Menurut KTP, nama penembak adalah Diane Zaranski.
- Kau bergurau? - Tidak. DZ. Deezer.
Diane Zaranski dulunya pacar Colin Haymer.
Kepolisian San Fransisco curiga dia terlibat gang penculik.
Geng Crazy Hill. Penculik yang juga menculik Mia Westlake.
Kini kita tahu pasti mereka punya orang dalam di rumah Westlake.
Begitulah cara kerja mereka.
Kami menyelidiki semua orang di rumah itu selama 6 bulan terakhir.
Kau tak akan dapat apa-apa dengan pemeriksaan itu.
Mereka merencanakan ini dengan amat hati-hati.
- Kau tahu cara menangkapnya? - Tentu, aku sudah bilang.
- Lupakan! - Kau bahkan tak mau mendengarnya?
Tak ada yang perlu dia sampaikan padaku.
Masalahnya ada padamu, bukan Jane.
Kau terpaku pada fakta bahwa dia bukan polisi.
Kau tak bisa lihat siapa dirinya.
Kau tahu berapa banyak kasus yang dia selesaikan untuk kita?
Kau kira dia pengaruh buruk bagiku?
- Dia membuatku jadi lebih baik. - Terima kasih, Lisbon. Bisakah...
- Diam! - Baiklah.
Jika kau begitu yakin hingga tak mau mendengarnya...
Berarti kau bukan orang yang kukenal!
Aku sudah mendengarmu dan masih tak mau.
Uangnya sudah ada, ini instruksi pengantarannya.
- Berapa lama lagi? - Sekitar 20 menit.
Kau melakukan kesalahan.
- Aku hanya... - Diam!
Ny. Westlake, aku perlu bicara berdua denganmu.
- Agen, sudah kubilang... - Aku tahu, Pengacara. Maaf.
Tetap di sini.
- Sebelah sini. - Baik.
Di sini.
Kau tak diterima di sini, Jane!
Aku akan lapor Minelli kau tak mau bekerja sama!
Kau akan berhadapan dengannya! Bagaimana?
Kau benar-benar orang payah! Kau tahu itu?
Kita akan lakukan persis seperti yang diminta penculik.
Itu cara terbaik menjamin adikmu kembali dengan selamat.
Tapi kami akan lakukan satu hal.
Kami akan pasang transmiter ini di koper.
- Kenapa? - Jika mereka tak bebaskan adikmu...
Ini cara terbaik untuk mengikuti mereka.
Koper ini pasti akan dibawa ke tempat adikmu.
- Bodoh! - Apa, Tn. Jane?
Ini konyol. Kau akan membuat gadis itu mati.
- Diam! - Nyonya, ada yang harus kau tahu.
Jika terus bicara, kuhajar kau!
Salah satu penculiknya ada di rumah ini sekarang.
- Di sini? - Mata-mata.
Dia akan melapor pada orang yang menculik adikmu.
Kita harus bicara pada mereka, bukan main-main seperti ini.
- Astaga. Siapa? - Kemarilah.
Dia.
- Keparat! - Apa?
- Nyonya Westlake! - Verona!
Tak bisa kupercaya!
Akan kubunuh kau!
Mau ke mana kau? Aku akan membunuhmu!
Aku bertaruh untuk Verona. Sandborne biasa menghadapinya.
Tapi akan sulit menenangkannya.
Tampilan video siap.
- Tak ada siapa pun. - Pasti akan ada.
Sebaiknya harus ada yang datang.
Tak ada yang datang. Kau baru saja membunuh Mia Westlake.
Terus saja menyalahkan.
Pasti akan ada yang datang, jangan khawatir.
Itu dia!
- Ny. Kent. - Si Pengasuh Anak.
- Kita tangkap dia? - Tidak, tunggu.
Kode 16, dia pergi untuk mengantar uang.
Kami siap bergerak.
Uang sedang diantar. Sudah aman.
Mereka coba pasang pelacak, tapi sudah kuamankan.
Siapkan gadis itu.
- Angkat tanganmu! - Ada apa?
Jangan lakukan apa pun kecuali kuperintahkan!
- Aku tak mengerti. Anaknya tidur. - Anaknya?
Dia berkeliaran di dalam rumah seperti domba yang tersesat.
Kau pengasuh yang buruk.
- Kau bicara pada siapa di telepon? - Adikku.
- Dia penculik juga? - Tidak!
Apa ini?
Lepaskan aku. Biar kami ambil uangnya dan gadis itu selamat.
Letakkan tanganmu ke belakang!
Kau membuat kesalahan buruk.
Jika aku tak dibebaskan, Mia Westlake akan disiksa sampai mati.
Mereka kira kalian melakukan sesuatu padaku.
Tidak. Kami akan menyelamatkannya.
Semoga kalian berhasil menemukannya.
Kami tak perlu keberuntungan.
Ayo jalan.
Periksa nomor terakhir yang dihubungi, 767-555-0131.
Telepon rumah.
Lokasinya 1867 Cliff Point Circle, Oakland.
Hubungi Kepolisian Oakland, bilang kita langsung ke rumahnya.
Mia!
Aku ingin menghidupkan tradisi minum tequilla.
Aku mau.
Bersulang.
- Enak sekali. - Ya.
- Sekarang kau mengenalku? - Ya, aku mulai mengenalmu.
Perkataanmu soal Jane menjadikanmu sosok polisi yang lebih baik...
- Kau tak sungguh-sungguh. - Aku mungkin melebih-lebihkannya.
Aku ingin bilang, senang bekerja denganmu lagi.
Aku juga.
Baiklah.
- Selamat malam. - Selamat malam.
Aku ingin mengatakan...
Kau bukan polisi, tak akan pernah jadi polisi.
Tapi kau punya pandangan yang berguna.
Ini risalah kasus Red John sejak kuambil alih.
Lihatlah. Katakan padaku pendapatmu.
- Bosco. - Jangan berterima kasih.
Aku memang tak akan mengucapkan terima kasih.
Aku perlu arsip lengkap kasus yang sebenarnya.
Kau berengsek. Kau tahu itu?
Selamat malam, Bosco.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.