Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
NAMA, KARAKTER, FAKTA, PERISTIWA, DAN CERITA DI FILM INI MURNI FIKSI
DAN TIDAK TERKAIT DENGAN PERISTIWA ATAU TOKOH ASLI.
SEGALA KESAMAAN HANYA KEBETULAN.
Wahai penjaga batu suci.
Roh tersembunyi
dalam kegelapan abadi.
Dari alam tak terlihat,
aku memanggil namamu.
Muncullah
dan tunjukkan dirimu di hadapanku!
Nar'Sata.
Nar'Sata.
Dari akar bahasa kuno lahirlah nama yang membakar
dan berbisik seperti rahasia terlarang, Nar'Sata.
Berasal dari kata Arab, Nar as-Samum,
"nar" berarti api, dan "as-samum", angin panas beracun,
tak terlihat, tapi mematikan.
Digabung dengan Ash-Shaytan, Iblis, si Setan,
ia menjadi nama yang membawa kuasa gelap.
Baiklah.
Lin.
Di mana Ibu?
Di kamarnya.
Kak, kenapa Kak Balqis tidak datang menginap lagi?
Dia punya rumah sendiri.
Untuk apa dia menginap di sini?
Dulu dia sering datang ke sini.
Sudah malam.
Pergilah tidur.
Nanti Ibu mencarimu.
Asalamualaikum.
Paman, Balqis ada?
Tidak ada.
Sudah lama dia tidak pulang.
Baiklah kalau begitu. Aku akan pulang.
Masuklah sebentar.
Paman mau apa? Lepaskan.
Ayo kita bersenang-senang.
Lepaskan aku. Aku sudah seperti anakmu.
Hei.
Kau mau mati?
Kau sangat kurang ajar.
Tak ada sopan santun pada orang tua!
Fir, cukup, ayo kita pergi.
Cukup, ayo pergi.
Kau di mana, Balqis?
Wati.
Wati.
Wati.
Tolong aku, Wati.
Wati.
Tolong aku, Wati.
Tolong aku.
Sakit, Wati.
Ayo.
Fir.
Rumah siapa ini?
Ini rumah temanku.
Mereka mengadakan PP malam ini. Ayo.
PP?
Apa itu?
Sayang.
Temanmu tidak tahu apa-apa.
Tidak baik bicara begitu.
PP adalah…
Pesta privat.
Pesta?
Aku tak terbiasa dengan itu. Tak mau.
Dengar dulu.
Karena kita sudah sampai di sini, bagaimana kalau masuk dan nikmati saja?
Takkan ada apa-apa. Jangan khawatir.
Ya, 'kan, Sayang?
Wati, bisakah kau minta Fir untuk pulang saja?
Atau antar aku pulang dulu.
Balqis, santai saja.
Tidak apa-apa. Ayo kita masuk dulu. Kau pasti suka! Ya?
Ayo.
Ayo.
Tunggu sebentar.
- Kenapa wajahmu serius sekali? - Benar.
Hati-hati.
Halo, Teman-Teman!
Dia datang lebih cepat. Alif!
- Fir! - Apa kabar?
Hei!
- Apa kabar, Kawan? - Kawanku.
Kenapa terlambat?
Terlambat bagaimana? Lihat jamnya.
Pukul 21.00, tepat waktu.
- Hei, Wati. - Alif.
Hei.
- Ada Wati baru seru. - Ya.
Sudah. Minumlah.
Kita punya tamu baru. Ayo.
Biar kuperkenalkan ke semua temanku.
Dia pemilik rumah ini. Namanya Alif.
Rumah ini miliknya.
Tidak perlu khawatir. Ya?
Biar kuperkenalkan ke semuanya.
Itu Duka.
Yang di sana Ben.
Lalu, yang botak itu Cai.
Dia agak nakal, tapi baik.
Ya? Jangan khawatir. Semuanya baik-baik saja di sini.
Anggap rumah sendiri. Jika kau butuh apa pun, tanya Wati.
- Aku tahu kau mau apa. - Ikut aku.
Sebenarnya…
- Kau mau apa? - Sesuai yang dijanjikan.
- Apa kabar? - Ayo.
- Kalian baik? - Ya.
Duka, ambilkan aku minuman.
Ambil sendiri.
Kau sudah bersenang-senang.
Qis!
Kemarilah.
- Wati. - Ya.
Ayo pulang.
Tapi kita baru sampai.
Kita bersenang-senang dulu. Mau minuman apa?
Aku tidak minum alkohol.
Aku juga.
Bohong.
Bisa diam tidak?
Jangan marah. Aku jadi khawatir.
Jangan marah. Barangnya ada.
- Tunggu. Bayar dulu. Uangnya dulu. - Sekarang juga?
Sekarang.
Ada bunga jika terlambat.
Kau mau barangnya tidak?
Uang.
- Barangnya sudah sampai, 'kan? - Tentu.
Kalian tunggu apa lagi?
- Ayo berpesta! - Pesta!
Siapa kau?
Di mana ini?
Rumahku.
Bagaimana aku bisa sampai di sini?
Minumlah.
Apakah Nenek yang menyelamatkan Balqis?
Balqis.
Nama yang kuat.
Lukaku.
Jangan khawatir. Santai saja.
Cai!
- Hei! - Apa kabar, Saudaraku?
- Oke. Aku baik. - Kau baik?
Ben!
Bagaimana?
Kau suka?
Ayo.
- Di mana Fir? - Entahlah.
- Dia belum sampai. - Apa?
Astaga.
Kenapa wajahmu murung?
Hei, santai saja, Ben.
- Santai. - Hei, Teman-Teman!
- Oke? - Oke.
Abangku.
Hei.
Hari ini aku yang traktir.
Kalian bisa pesan apa saja.
Bagus! Duka!
Ayo. Pesan yang biasa.
- Ayo. - Cepat!
Kau sedang banyak uang, mentraktir kami malam ini?
Biasa saja. Bisnis sedang lancar.
Aku ingin traktir sedikit.
Kau hebat!
Balqis.
Balqis.
Sudah hubungi dia?
Aku bahkan tak punya nomornya. Bagaimana bisa hubungi dia?
Cai!
Balqis.
- Balqis! - Balqis?
Ya. Kau hubungi dia?
Tidak.
Dia bahkan tidak melihatku.
Sialan.
Ben!
Ben!
Balqis.
Hei.
Aku stres, tahu?
Wati terus menanyakan di mana Balqis. Aku harus bilang apa?
Abaikan saja dia. Astaga.
Dia terus mendesakku untuk menanyai kalian di mana Balqis.
Kenapa kau begitu stres?
Satu hal lagi.
Kenapa bertanya kepada kami?
Karena kalian yang bersama dia di rumah itu.
Kalian yang terakhir melihatnya. Di mana dia?
Hei, kau ada di sana juga.
Kami semua mabuk berat.
Mata berputar.
Kami tidak memedulikannya. Sialan.
Astaga.
Hei, dengar.
Kalian tahu apa kata Wati?
Kalian tahu apa katanya jika Balqis tak terlihat dalam seminggu?
Dia akan lapor polisi.
Bagaimana?
Bisakah kau tidak memikirkannya?
Julia akan segera datang bersama temannya.
Ayo santai dan bersenang-senang.
Itu benar.
Jangan terlalu khawatir. Senyum sedikit.
- Itu baru bagus. - Bersulang.
Pesta!
Hatimu penuh dengan dendam
atas perbuatan mereka kepadamu.
Kenapa mereka melakukan ini kepadaku?
Apa salahku?
Orang yang kejam…
tidak akan peduli
apakah kau orang jahat…
atau baik.
Balqis.
Nama yang kuat.
Nama yang terhormat.
Aku tidak kuat.
Aku benci akan semua hal yang terjadi.
Aku benci mereka semua.
Aku bisa merasakan
amarah yang tak terkendali.
Untuk menghilangkan itu,
kau harus membalas dendam.
Apakah kau…
ingin memiliki kekuatan Nar'Sata?
Ilmu itu
merupakan ilmu sihir.
Ilmu paling kuat
yang pernah ada.
Tapi…
ada syaratnya.
Apakah kau bersedia?
Sebut namanya.
Sebut namanya!
Nar'Sata.
Ingatlah
kata-kata ini.
Jangan pernah, dalam situasi apa pun,
membuka selendang ini.
Sebelum tiba pada tempatnya.
Tali merah ini
merupakan tanda kepatuhan.
Begitu kau masuk ke hutan,
carilah bakau
dan batu suci.
Hutan itu terkutuk.
Banyak yang menunggumu.
Jika ada yang mengadangimu,
baca mantra
yang kuajarkan ini.
Jangan sekali pun
melepas penutup wajahmu, apa pun yang terjadi.
Begitu kau menemukan batu suci,
berdirilah di depannya.
Tunjukkan wajahmu.
Serahkan dirimu sepenuhnya
dengan menawarkan tetes darahmu sendiri.
Wahai penjaga batu suci.
Roh tersembunyi
dalam kegelapan sejati.
Dari alam tak terlihat,
aku memanggil namamu.
Muncullah
dan tunjukkan dirimu di hadapanku!
Nar'Sata.
Nar'Sata.
Nar'Sata!
Jika persembahan darahmu diterima,
Nar'Sata akan memberimu sesuatu.
Kau harus menelan
apa pun pemberiannya itu.
Untuk syarat terakhir,
setelah kau bersatu dengannya,
pergilah ke perkuburan lama
yang tidak jauh dari sana.
Gali kubur yang telah dipilih olehnya.
Bawa mayatnya ke sini
untuk menyelesaikan ritual.
Nar'Sata.
Roh kegelapan
agung.
Biar ilmumu
mengalir dan masuk
ke dalam tubuh ini.
Sempurnakan
ilmu tersembunyi dunia ini.
Jadilah satu
dalam diri kami!
Jadilah satu
dalam diri kami!
Aku ingin mereka merasakan
kekuatannya.
Kekuatan Nar'Sata
sudah menyatu denganmu.
Kau bukan lagi manusia biasa.
Sekarang,
hidupkanlah yang mati.
Roh yang terlupakan,
bangkitlah
dari tidurmu.
Bernapaslah lagi,
kembali hidup.
Muncullah
dan berwujudlah
di hadapanku!
Kau bukan lagi orang mati.
Sekarang kau adalah pelayanku.
Kekuatan Nar'Sata
sangat besar.
Tak ada yang bisa menandinginya.
Untuk kekuatan sebesar itu,
ada aturan yang tidak boleh dilanggar.
Jika kau melanggarnya,
jiwamu akan dituntut.
Bangun!
Hei, Man! Ingat ini.
Jika kau tak bayar utang, kubakar rumahmu.
Minggir.
Aduh.
Man.
Jika kau masih belum bisa bayar utang,
seperti biasa,
putrimu yang akan menderita.
Ingat itu.
Ayo pergi.
Sial.
Hei! Jadi, kau masih hidup?
Kupikir kau sudah mati.
Dari mana saja kau?
Aku sedang bicara denganmu.
Hei!
Aku sedang bicara denganmu, sialan!
Apa kau bisu?
Lama tidak pulang, kau jadi bisu?
Di mana uangmu? Berikan itu kepadaku.
Aku perlu bayar utang.
Apakah kau tuli? Lihat aku
saat aku bicara kepadamu.
Ikut aku.
Beraninya kau melawan?
Ikut aku.
Tidak mau. Aku sedang sakit kepala.
Sebentar saja.
- Tidak mau. - Seolah-olah kau belum terbiasa.
Hanya ini?
Kau mau ke mana?
Tunggu sebentar.
Balqis?
Asalamualaikum.
Balqis?
Sedang apa dia di sini?
Balqis?
Balqis!
Balqis?
Balqis?
Balqis?
Balqis?
- Wati! - Qis!
- Ikut kami, ayo. - Ikut kami.
- Wati. - Ya.
Aku mau ke toilet.
Aku mau ke toilet.
Toilet? Di sana.
Lurus, lalu ke kanan. Oke?
Sial.
Ayo.
- Aku… - Sial kau.
Sayang. Ayo.
- Kau aman? - Aman.
- Minum lagi. - Baiklah.
Tunggu sebentar.
Semuanya aman?
- Ya. - Ya ampun!
Ada apa, Sayang?
Adikku mengalami kecelakaan.
- Kecelakaan? - Kecelakaan?
Ayo kita tengok dia.
Tunggu sebentar.
Bagaimana dengan Balqis?
Tinggalkan dia di sini.
Nanti kita kembali untuk menjemputnya, ya?
- Ayo. - Aku akan memberitahunya.
Bagus. Terima kasih, Kawan.
- Teman-Teman. - Baiklah.
Kau mau ke mana? Santailah.
- Bersenang-senanglah. - Sampai jumpa. Maaf.
- Jaga diri kalian. - Dah.
- Kami pergi, Alif. - Dah.
Balqis?
Lin.
Apa ini berantakan semua?
Sudah pukul berapa sekarang?
Rapikan semuanya. Tidurlah. Ya?
Siapa itu?
Lin.
Lin.
Bangunkan kakakmu.
Sudah pukul berapa ini?
Tidak mau, Bu.
Sudah kuketuk pintunya, tapi dia masih tak mau bangun.
Tidak boleh begitu.
Wati.
Kenapa dia belum bangun?
Wati.
Wati.
Ya, Tuhan.
Dia cantik sekali.
Pak, silakan jalan.
RM 20.00 LOKASI TANPA NAMA
Apakah benar ini tempatnya?
Apakah lokasinya benar?
Di mana dia?
Aku sudah menunggu lama.
Aku batalkan saja perjalanan ini.
Balqis?
Qis?
Balqis?
Nar'Sata.
Diam!
Ada apa ini?
Lepaskan aku!
Kau pantas mati!
Tolong!
Lepaskan aku!
Balqis, tolong aku.
Balqis, tolong aku. Lepaskan aku.
Balqis.
Balqis.
Aku tahu aku sudah berbuat salah kepadamu.
Aku tahu.
Aku sungguh menyesalinya, Balqis.
Aku berjanji takkan melakukannya lagi, Balqis.
Aku janji takkan mengulanginya.
Balqis!
Kubilang lepaskan aku!
Apa kau tuli?
Hei, Balqis, lepaskan aku. Balqis, lepaskan aku.
Balqis, ampuni aku.
Tolong ampuni aku, Balqis. Aku minta maaf.
Balqis, ampuni aku.
Balqis.
Kawan!
Siap, Bos.
Ini.
- Bagus. - Hei, ayolah.
Minumlah, Balqis.
- Minum! - Minum.
- Minum! - Minum.
- Minum! - Minum!
Sejak kapan seperti ini?
Entahlah.
Dia sudah begini sejak tadi pagi.
Dia kaku dan tidak bergerak.
Aku khawatir, Umar. Tolong lakukan sesuatu.
- Ambilkan garam kasar. - Baiklah.
Ya, Allah.
Allah.
Umar!
Umar?
Umar.
Ya, Allah.
Kak.
Aku tidak bisa.
Aku tak bisa menolongnya.
Kau selalu membantu mengobati orang.
- Tak bisakah kau coba merukiah Wati? - Kak.
Tidak bisa.
Makhluk ini…
berbahaya bagi nyawa Wati dan juga kita.
Kita harus bagaimana?
Kiai Sidek.
Guruku. Insyaallah dia bisa bantu.
MASJID AR-RAUDHAH
Asalamualaikum, Tok.
Tok. Tok Kiai.
Asalamualaikum.
Alaikum salam.
Umar.
Sudah lama kau tidak datang.
Ada apa?
Maaf mengganggu.
Tapi sebenarnya, aku sedang mengalami masalah besar.
Masalah apa?
Ada yang mengirimi keponakanku ilmu hitam
yang tak pernah kulihat sebelumnya.
Kuasa gelapnya sangat kuat.
Terlalu besar.
Aku tidak bisa melawannya.
Astagfirullah.
Tolong, Tok. Tolong bantu aku.
Ya, insyaallah,
aku akan ke sana.
Kau bisa pulang dulu.
Jangan takut.
Yakinlah kepada Allah.
Tidak ada kuasa yang bisa menandingi kekuatan Allah.
Allah pasti akan membantu kita.
CAI, AKU DALAM MASALAH. DATANGLAH KE LOKASI YANG KUKIRIMKAN.
Bodoh.
Jawab teleponnya.
Apa yang kau lakukan di tengah hutan?
Jawab teleponnya.
Ben!
Ini tidak lucu, Bodoh!
Sedang apa kau di sini?
Hei, Wanita!
Siapa kau?
Kau mau apa?
Balqis?
Kupikir kami sudah meninggalkanmu dalam keadaan mati!
Bagaimana bisa kau masih hidup?
Itu Ben.
Apa yang kau lakukan kepada Ben?
Balqis!
Lepaskan aku!
Hei!
Lampunya mati.
Saudaraku.
Tukar lampu ini.
- Kuletakkan di sini. - Oke, Bos.
- Oke. - Hei.
Pergi ke kelab?
Tentu saja.
Aku pergi bersama Julia.
Ayo, ikut dengan kami.
Malas. Aku di rumah saja.
Kau sangat membosankan.
Jika tidak pulang malam ini, aku tidur di rumah Julia.
Selamat bersenang-senang.
- Aku pergi. - Oke.
Balqis!
Lepaskan aku!
Sialan.
Sialan!
Hei!
Apa kau pikir
ilmu sihirmu bisa membuatku takut?
Kau pikir aku takut?
Pergilah ke neraka.
Pergi ke neraka bersama setan-setanmu!
Hei, kau dengar aku?
Pergilah ke neraka!
Kenapa? Kau pikir aku takut kepadamu?
ROTI
Alif!
Lalat sialan.
Setan di sampingmu
dari
Laut Utara
hingga
Laut Selatan Jawa.
Yang kupanggil
adalah roh jahat,
pelahap
jiwa-jiwa.
Dia…
datang.
Ambil dia.
Darah dibayar darah,
nyawa dibayar nyawa.
Yang telah dikatakan
harus dilakukan!
Sampai jiwa…
meninggalkan
tubuh.
Balqis.
Ampuni semua dosaku, Balqis.
Sekarang aku tahu.
Balqis.
Kau dengar aku?
Tak ada gunanya membunuhku.
Karena aku sudah
menjual videomu ke semua orang.
Kau akan hidup dalam rasa malu.
Ada apa?
Kau tak percaya?
Balqis.
Balqis.
Itu.
Alif benar menyuruh kami mengejarmu.
Karena kau
adalah wanita murahan.
Sial!
Aku berbuat benar dengan mengencingimu malam itu, Setan!
Mau tahu sebuah rahasia?
- Berikan itu kepadaku. - Ini.
Butuh pelajaran menghajar orang?
- Seperti ini! - Lihat itu!
Begini caranya menghajar orang. Tidak sepertimu.
Mayatmu tidak akan pernah ditemukan,
jadi jiwamu
akan tersiksa selamanya.
WATI: AKU AKAN KEMBALI UNTUK MENJEMPUTMU. TUNGGU AKU
Tok Kiai.
- Asalamualaikum. - Alaikum salam.
Di mana kiblatnya?
Di sini, Tok.
Umar.
Bawa keponakanmu dan baringkan dia di sini.
Baik, Tok.
Allahu
Akbar.
Allah mendengar orang yang memuja-Nya.
Allahu Akbar.
Jangan panggil aku.
Aduh.
Ada mobil? Aman.
Oke.
Sana.
Hei.
Boleh aku ke toilet sebentar?
Untuk apa? Di rumahmu ada toilet.
- Sebentar saja. Tunggu. - Ke rumahmu saja.
Aku tak tahan lagi.
Di rumahmu ada toilet juga.
Cepatlah.
Baterai ponsel habis?
Lihat ini. Sekarang mobilku kotor. Sialan.
Ayo pergi.
Julia.
Julia.
Julia.
Julia?
Cepat. Ayolah!
Sial! Ayo jalan!
Ada apa ini?
Sial, kenapa tidak mau jalan? Apa masalahmu?
Umar.
Berapa lama lagi kita harus menunggu?
Sudah berjam-jam dia berdoa di sana.
Jangan khawatir.
Dia tahu harus bagaimana.
Kita berdoa saja untuk Wati.
Umar.
Ambilkan air.
Baik, Tok.
Aziz, jaga kepalanya.
Tok. Ini airnya.
Percikkan air ke wajahnya.
Bismillahirrahmanirrahim.
Allahu Akbar!
Wati.
Astagfirullah.
Kau…
Kau sudah mati!
Kau sudah mati!
Hei!
Kau pikir aku takut?
Kau pikir aku takut kepadamu?
Hei!
Kau mau apa dariku?
Semuanya.
Aku sudah membunuhmu!
Kau sudah mati!
Aku sudah membuang mayatmu!
Balqis tidak mati.
Kau yang akan mati.
Tolong.
Tolong, aku tak mau mati.
Tolong!
Balqis!
Aku minta maaf!
Tolong jangan bunuh aku! Aku akan berikan apa pun yang kau minta!
Tolong jangan bunuh aku.
Orang sepertimu
tidak layak hidup.
Aku menyesal, Balqis.
Balqis, biarkan aku pergi. Jangan lakukan ini kepadaku. Kumohon.
Kau sudah bangun.
Kau mau ke mana?
Aku akan melaporkan ini ke polisi.
Hei!
Polisi?
Aku akan sebarkan video telanjangmu!
Bagaimana?
Dia berani.
Tenang.
Bisa diam tidak?
Sakit, sialan!
Kalian semua memerkosaku.
Kau memerkosaku.
Aku akan pastikan kalian semua
masuk penjara.
Hei.
Hei.
Jika dia melaporkan ini ke polisi,
kita semua akan masuk penjara, tahu?
Kita bunuh saja dia.
Hei.
Kau mau ke mana?
Kau mau ke mana?
Kau pikir kau bisa meninggalkan rumah ini dengan mudah?
Hei.
Kau mau ke mana?
Kubilang berhenti.
Kau yang memintanya! Kau benar-benar mau mati!
- Kemari kau! - Cukup!
Hei!
Lepaskan aku, sialan!
Kau mau apa? Hei!
Kau ini kenapa?
- Mau main-main denganku? - Hei, Alif.
Kau mau masuk penjara, Bodoh?
Hei, Ben.
Kau mau apa, Ben?
Kau mau Alif lakukan apa?
Membiarkannya pergi?
- Membiarkannya melaporkan ini polisi? - Lantas?
- Mau hajar dia sampai mati? - Diam!
Kau juga!
Bisa dengarkan aku?
Apa masalah kalian?
Hei!
Ke mana dia pergi?
Pergi! Cepat!
Tunggu apa lagi?
Kejar dia!
Sialan!
Di mana dia?
Umar.
Aziz.
Baca ayat kursi.
Jangan berhenti
sampai semuanya selesai.
Aku sudah menemukan tempatnya.
Teruslah berdoa.
Baik, Tok.
Astagfirullah.
Cukup.
Dalam nama Allah, yang Maha Pemurah, juga Maha Pengampun.
Sudahlah.
Jangan bersekutu dengan iblis.
Siapa kau?
Bagaimana kau bisa datang ke sini?
Ini bukan urusanmu.
Pergi!
Semua urusan berbalik kepada Allah.
Jangan seperti ini.
Kau tidak tahu rasa sakit yang telah kulalui.
Ke mana kau lari?
Balqis!
Di mana kau?
Balqis!
Balqis!
Merepotkan sekali!
Di mana kau?
- Balqis! - Hei!
Balqis!
Kau pikir kau bisa ke mana?
Balqis!
Kau pikir kau bisa kabur ke mana di tengah hutan?
Kau takkan bisa pergi jauh.
Aku datang untukmu!
Di mana kau?
Balqis!
Balqis!
Kau lari ke mana?
Balqis!
Balqis!
Balqis!
- Balqis! - Balqis!
Sialan!
Kau pikir bisa lari ke mana?
Balqis!
Kalian lihat dia?
Balqis!
Menyebalkan sekali!
Rupanya kau di sini.
Alif!
- Alif! - Hei!
Kau di sini!
Hei! Kau pikir kau bisa lari dariku?
Kau lari dariku.
Kau mau apa lagi dariku, Setan?
Ada banyak hal lain yang ingin kulakukan kepadamu.
Kau memberiku banyak masalah.
Cukup, sialan!
Kau ini kenapa?
Kau ini kenapa? Jangan coba-coba denganku.
Pakai otakmu.
Tidak perlu mengajariku.
Kau sangat menyebalkan.
Tingkahmu aneh sejak di rumah tadi.
Sekarang, ambil kayu itu dan pukul dia.
Berikan kayu itu kepadanya.
Kau dengar?
Pukul dia sekarang.
- Cai. - Sekarang.
- Hajar dia! - Cai.
- Hajar dia. - Cai.
- Sekarang! - Lakukan sekarang juga!
Lakukan!
Cepat! Kuhitung sampai tiga.
Jika tidak, kuledakkan kepalamu.
Satu, dua…
Itu baru bagus.
Itu bagus.
Ben.
Bagaimana denganmu?
Kau bisa melakukannya.
Kau kenapa?
Tak bisa, Alif.
Apa maksudmu? Kenapa kau menangis seperti orang lemah?
Santai.
Kami semua sudah melakukan bagian kami.
Sekarang giliranmu.
Ini giliranmu. Kau bisa melakukannya.
Ini. Ambil kayu ini.
Kau bisa melakukannya tidak?
Kau bisa melakukannya tidak?
Ayolah, Kawan.
- Berikan itu kepadaku. - Ini.
Butuh pelajaran menghajar orang? Berikan itu.
Lihat itu. Lihat.
Begini caranya menghajar orang. Tidak sepertimu.
Rasakan ini.
Sial.
Itu tidak perlu.
Lihat? Begitu cara melakukannya!
Cukup? Ada lagi?
- Beres. - Sudah beres.
- Ya. - Kau bau juga.
Duka.
Kembali ke rumah sekarang.
Ambil seprai dan tali.
Kita singkirkan mayatnya malam ini juga.
Cepat.
Pergi.
Ben, ikuti dia.
Begitu caranya.
Cepat. Tidak ada orang.
- Di sini? - Ya, di sini.
Satu, dua, tiga, lempar.
Santai.
Hati yang disakiti adalah hati yang dikasihi Allah.
Berdoalah kepada-Nya.
Doa orang yang teraniaya tidak pernah dibatasi dari Allah.
Hentikan perbuatanmu.
Lupakan itu.
Lalu, lepaskan.
Aku tidak akan lupa.
Nyawa
ganti nyawa.
Bismillahirrahmanirrahim.
Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,
Raja manusia, sembahan manusia
dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi,
yang membisikkan kejahatan ke dalam hati manusia
dari golongan jin dan manusia."
Tidak ada kuasa ataupun kekuatan
selain dari Allah yang Maha Tinggi, juga Maha Agung.
Tidak ada kuasa ataupun kekuatan
selain dari Allah yang Maha Tinggi, juga Maha Agung.
Allahu Akbar.
Allahu Akbar.
Allahu Akbar.
Jangan.
Biarkan dia.
Allahu Akbar.
Aku berlindung kepada Allah dari Setan terkutuk.
Bismillahirrahmanirrahim.
Katakanlah, "Dialah Allah, Yang Maha Esa.
Allah tempat meminta segala sesuatu.
Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.
Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia."
Astagfirullah.
Masyaallah.
Astagfirullah.
Ya, Allah.
Ya, Allah.
Ya, Allah.
Astagfirullah.
Aku berlindung kepada Allah dari Setan terkutuk.
Allahu Akbar!
Aku berlindung kepada Allah dari Setan terkutuk.
Bismillahirrahmanirrahim.
Tidak ada kuasa ataupun kekuatan
selain dari Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung.
Tidak ada kuasa ataupun kekuatan
selain dari Allah yang Maha Tinggi, juga Maha Agung.
Allahu Akbar!
Allahu Akbar.
Pintu tobat selalu terbuka
selama kau hidup.
Pilihan terbaik adalah berdiri di pihak yang benar
dan berserah kepada Yang Maha Kuasa.
Tiada kekuatan
yang bukan milik Allah.
Alhamdulillah.
Allahu Akbar.
Subhanallah, alhamdulillah.
Tok?
Tok.
Tok.
Wati.
Wati.
Wati.
Ibu di sini.
Tok.
Mau tahu sebuah rahasia?
Sebenarnya…
perempuan itu…
sahabatmu, Wati,
dan pacarnya, Fir,
menjualmu kepada Alif.
Dengan harga yang murah juga.
Dasar perempuan pelacur!
Perempuan pelacur!
Kau merindukanku?
Terjemahan subtitle oleh Merry
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.