Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
ARTHDAL CHRONICLES: THE SWORD OF ARAMUN
IGUTU: DARAH CAMPURAN KETURUNAN ANTARA SARAM DAN NEANTHAL
DARAH MEREKA BERWARNA UNGU
DAN DIANGGAP MAKHLUK TERKUTUK DI ARTHDAL
Di Arthdal, ada ramalan tersembunyi dari masa lalu.
Ramalan itu berisikan bahwa tiga anak yang mewakili pedang, lonceng dan cermin
akan lahir bersamaan dan mengakhiri dunia ini.
Anak-anak dalam ramalan itu adalah Eunseom, Tanya, dan Saya.
Eunseom dan Saya adalah saudara kembar dan mereka adalah Kaum Igutu.
Ibu mereka, Asa Hon,
bertarung melawan Tagon yang ingin melenyapkan Neanthal, melindungi mereka.
Dia jatuh cinta dengan salah satunya dan melahirkan Igutu kembar.
Namun pada akhirnya, dia kehilangan suami, Ragaz, karena Tagon.
Bahkan Saya, salah satu anak kembar itu, dibawa pergi oleh Tagon.
Asa Hon kabur bersama Eunseom
dan Eunseom bertemu anak ramalan lain,
Tanya, gadis dari Suku Wahan.
Saya, yang dibawa pergi Tagon, tumbuh di peradaban bernama Arthdal.
Eunseom dan Tanya,
tidak tahu apa arti ramalan mengenai mereka,
tumbuh sebagai anggota Suku Wahan di alam.
Lalu suatu hari,
Arthdal menyerbu Suku Wahan.
Banyak warga Suku Wahan dibantai.
Lebih banyak lagi dibawa ke Arthdal sebagai budak.
Tanya menjadi budak Arthdal
dan Eunseom susah payah melarikan diri.
Dia berjanji kembali untuk menyelamatkan Tanya dan Suku Wahan.
Waktu berlalu,
dan tirani Tagon di Arthdal makin parah.
Guna menyembunyikan bahwa dirinya juga Kaum Igutu,
Tagon membunuh banyak orang.
Dan kini,
semua anak ramalan tersebut menjadi pahlawan.
Tanya bukan lagi seorang budak.
Dia menjadi Pendeta Agung Arthdal.
Eunseom menjadi Inaishingi, pemimpin Suku Ago.
Saya menjadi komandan Arthdal.
Namun...
Tanya masih belum tahu Eunseom masih hidup atau sudah mati
dan Saya tidak tahu bahwa saudaranya adalah kepala pasukan musuh.
Eunseom bahkan tak tahu dia punya saudara kembar yang terpisah.
Selain itu, mereka masih belum tahu
apa sebenarnya arti ramalan bahwa mereka bisa mengakhiri dunia.
Tapi mereka akan bertemu takdir yang dimaksud ramalan tersebut.
EPISODE 1: ORANG LEMAH
Sejarah angin, bintang, dan darah.
Aku mencatat sejarah Kerajaan Arthdal.
Kalender Arthdal.
Tahun Beruang Pemalas.
Serikat berakhir dan Tagon menjadi raja.
Aku akan menaklukkan timur!
Mari kita taklukkan Suku Ago!
- Taklukkan Suku Ago! - Taklukkan Suku Ago!
- Taklukkan! - Taklukkan!
- Taklukkan! - Taklukkan!
Namun, penaklukan Suku Ago
dihentikan musuh tak terduga.
Tahun Ayam Berjongkok.
Suku Ggachinol dan Bato
merencanakan balas dendam pada Tagon dan memberontak.
Pertempuran sengit terus berlanjut selama beberapa tahun.
Tahun Tikus Bijaksana, Bulan Harimau.
Pada akhirnya, Raja Tagon ikut turun berperang.
TAGON: RAJA ARTHDAL
Kami menangkapnya.
Pemberontakan jangka panjangmu akhirnya berakhir.
Oraha dari Ggachinol.
ORAHA: KEPALA SUKU
Rajaku, kau mengakhiri pemberontakan Suku Ggachinol.
Selamat.
- Selamat. - Selamat.
Yang tersisa kini adalah Suku Bato di tepi Sungai Notsan
dan reinkarnasi Inaishingi
yang menyatukan 30 klan Suku Ago dan mengambil alih Hutan Agoha.
Dia adalah Eunseom.
Inaishingi datang
Inaishingi datang
Dinding-dinding batu akan runtuh
Rumah-rumah akan hancur
Api biru mengamuk bagai badai
Mereka tumbuh dalam perang dan pemberontakan, jadi, tak kenal takut.
Tetap saja, mereka pasti takut pada Inaishingi dilihat dari liriknya.
INAISHINGI: PAHLAWAN SUKU AGO
Tepat di seberang Sungai Notsan di sana adalah tanah Suku Ago.
Masuk akal jika ketenaran Inaishingi mencapai tanah ini.
Ketenaran itu akan berakhir sekarang, berkat kau.
Berkat kerja kerasmu.
Aku melakukan ini untuk bisnisku,
tapi Oraha dari Suku Bato membuat keputusan besar.
Mungkin karena dia lelah akan pemberontakan berkepanjangan.
Yang hebat adalah Tuan Saya.
Dia membuat rencana
untuk menyingkirkan Inaishingi dan Suku Bato sekaligus.
Kau sungguh berpikir Inaishingi akan tertipu?
Suku Ago sangat membutuhkan bantuan Suku Bato.
Dia pasti akan datang.
Kudengar tidak ada yang tahu wajah Inaishingi, kecuali Suku Ago.
Bukan hanya wajahnya.
Siapa nama sebenarnya, dari mana asalnya.
Semuanya tidak diketahui.
Kita hanya tahu dia adalah reinkarnasi dari Inaishingi.
Kau pernah melihat wajah Inaishingi?
Ya, itu wajah yang tak akan kulupakan.
Kita harus membuatnya melepaskan topeng jelek itu
dan perlihatkan wajahnya hari ini.
Jika Tuan Saya melihat wajahnya...
dia akan...
sangat terkejut.
SUNGAI NOTSAN
MARKAS SUKU BATO
Inaishingi datang.
Atas nama Mihaje,
aku menyambut Inaishingi dari Suku Ago.
Garutum Oraha, ayah Suku Bato.
Inaishingi berterima kasih atas undanganmu.
Silakan.
MILSOL: KEPALA ORGANISASI INTELIJEN RAHASIA
Bersiaplah.
Inaishingi.
Selamat atas bersatunya Ago untuk kali pertama dalam 200 tahun.
Kau akan menyeberangi Sungai Notsan dan melawan Arthdal?
Tentu saja.
Inaishingi akan mendapatkan kembali tanah lama Ago
yang diambil Aramun Haesulla.
Ya. Karena kami, Suku Bato, bergabung dengan Serikat Ago,
itu pasti akan terjadi.
Kudengar para ayah dan tetua kalian dibunuh secara brutal oleh Tagon.
Begitu kami memasuki Arthdal,
akan kupenggal kepala Tagon dan kuberikan kepadamu, Oraha.
Aku menghargainya.
Suku Bato dan Suku Ago telah menjadi saudara sekarang.
Mari kita minum untuk persatuan ini.
- Bawakan kemari. - Baik, Oraha.
Sulit kupercaya kau memberiku benda berharga seperti ini.
Ini.
Baiklah.
Kita, Suku Bato dan Ago,
sudah lama tidak berinteraksi karena dipisahkan Sungai Notsan.
Tapi di Tahun Ular Lapar, kita menjadi saudara.
Panah Mihaje dan air terjun Ago
akan memberkati kita hari ini.
Kau bilang mau memenggal...
leher Tagon.
Bukankah target Suku Ago mendapatkan kembali tanah lama mereka?
Kau juga mengincar Arthdal?
Kau mampu melakukan itu?
Apa yang kau lakukan?
Kau bersikap tidak hormat.
Karena kau dari Arthdal,
kau pasti tahu kekuatan peradaban itu.
Karena berasal dari Gitbadak, kau tahu betapa menakutkannya dunia.
Bagaimana bisa kau memiliki
ide tidak masuk akal itu, Inaishingi?
EUNSEOM: PEMIMPIN SERIKAT AGO, INAISHINGI
Ternyata benar-benar kau.
Kudengar mediatornya pedagang.
Aku membiarkan kau hidup
dan dengan permata yang kau curi dari Ipsaeng,
kau menjadi pedagang sukses
untuk ini?
Syoreujagin.
Kenapa permata itu milik Ipsaeng? Itu milikku.
Kau pasti ketakutan, melihat kau berganti pakaian.
Tapi kau tak bisa keluar dari sini hidup-hidup.
Begitu rupanya.
Pasti ada banyak sekali prajurit di luar.
Astaga.
Entah apa aku masih bisa hidup atau mati di penghujung hari.
Kenapa hanya diarahkan?
Tebas saja aku.
Karena kau berpikir akan mati juga jika membunuhku?
Kau menukar nyawa dengan nyawa Inaishingi.
Bukankah itu...
suatu kehormatan?
Dalam hidupmu yang tidak penting,
peluang untuk membunuh Inaishingi tiba.
Kau akan menjadi
pria yang membunuh Inaishingi.
Banyak lagu ditulis mengenaimu akan dinyanyikan.
Lagu prajurit legendaris akan dinyanyikan
di Arthdal di seberang Sungai Notsan,
dari Arthdal hingga Gunung Puncak Putih,
serta Atturad di balik Gunung Puncak Putih.
Kenapa kau ragu?
Kau tak sanggup?
Maka tidak akan ada lagu.
Bagaimana jika begini?
Kau tahu mantra burung walet?
Aku bukan danggeuri...
DANGGEURI: SYAMAN
...tapi akan kucoba.
Baiklah.
Mari anggap ini kau.
Dan ini...
adalah lehermu.
Baiklah...
kali ini...
mari anggap ini kau.
Bunuh Inaishingi.
Sekarang!
Baiklah, mau keluar?
Kenapa dia tak memberi kita aba-aba?
Semuanya, berhenti!
Abaikan dia. Bunuh mereka.
Berhenti!
Dia menyandera Oraha dari Suku Bato.
Jika dia mati...
bukankah kau akan menjadi Oraha berikutnya?
Pria itu Inaishingi.
Tangkap dia.
Serang.
Milsol!
Inaishingi, cepatlah.
Kau harus bergegas.
Sekarang.
Tuan Saya.
SAYA: KEMBARAN EUNSEOM, PUTRA ANGKAT TAGON
Kau...
adalah Inaishingi?
Kejar dia.
Terus kejar.
Ada sungai di depan.
Mereka menangkapnya.
Ini adalah akhir bagi Inaishingi.
Kau...
sungguh Inaishingi?
Turun dan letakkan senjatamu.
Dewa hanya menghukum yang lemah.
Menyerahlah, Inaishingi.
Itu benar.
Apa pun dewanya,
mereka hukum yang lemah.
Ini panah bersiul.
PANAH BERSIUL: PANAH BERBUNYI
Sebagai prajurit,
kau tahu apa artinya ini, bukan?
Kau hebat sudah sampai sejauh ini.
Orang lemah.
Sekarang, terimalah...
hukumanmu.
Mundur!
Mundur!
Atas nama
air terjun dan Hutan Agoha!
Atas nama Inaishingi!
Kastel Hanchoa.
Pemberontakan di selatan sudah berakhir.
Syukurlah, Ibu.
TAEALHA: RATU ARTHDAL
Ya, Arok.
Ayahmu pasti menyelesaikannya dengan baik.
AROK: PUTRA TAGON
Maka hanya tersisa Suku Bato di utara.
Benar.
Tapi sudah dua tahun lamanya sejak Tuan Saya pergi menaklukkan mereka.
ASA PIL
Sepertinya kau harus segera tumbuh besar
dan pergi ke utara sendiri.
Raja mengalahkan Suku Ggachinol!
Dia datang!
Hore!
Hore!
Hore!
Bedebah!
Tagon.
Kami dengan tulus memberi selamat atas kemenanganmu.
Ratu tidak ada di sini.
Biarkan kami lewat. Aku harus berikan ini kepada pangeran.
Kumohon? Sebentar saja.
Kalian tidak mengerti.
Ada apa ini?
Aku bachi dari Desa Aram. Aku ingin berikan sesuatu pada pangeran.
Mereka dari Desa Aram.
HAE TUAK, HAE YEOBI
Ada yang ingin mereka berikan kepada Pangeran Arok.
-Haruskah kuusir mereka? - Yang Mulia.
Aku bachi dari Desa Aram.
BACHI: PERAJIN
Aku tidak terlalu andal, tapi aku membuat sesuatu untuk Pangeran.
Ingin kuberikan kepadanya.
Tunggu.
Biarkan dia membuka kotak itu sendiri
dan kemarikan dalam keadaan terbuka.
Apa ini?
Bagaimana cara memakainya?
Jika diizinkan,
akan kuperlihatkan cara menggunakannya.
Aku mau ini.
Kau tak perlu bunuh diri.
Kau bahkan tak perlu menggigit lidahmu.
Aku tahu kau tak akan bilang siapa dalang di balik semua ini.
Tapi kau tak boleh mati sendiri.
Kenapa?
Karena nyawamu bukan milikmu.
Arok.
Ya, Ibu.
Dia mencoba membunuhmu.
Nyawa orang yang mencoba membunuhmu adalah milikmu.
Akhirilah nyawanya.
Di sini, Arok.
Ayo.
Bagus sekali.
Ayo pergi.
Arok, kau melakukan kesalahan. Apa itu?
Aku terlalu gemetar.
Ibu dan ayahmu juga seperti itu di awal.
Selain itu.
Aku tak bisa melakukannya sendirian.
Kau bisa dapat bantuan jika sulit.
Tidak apa-apa.
Aku tidak tahu.
Ini.
Kau bilang menginginkan ini.
Yang kau inginkan, harus kau miliki.
Jangan lupakan itu dalam keadaan apa pun.
Baik, Ibu.
Cari tahu racun apa yang dipakai untuk jarum itu.
Baiklah.
Seseorang mencoba membunuh mereka.
Apa? Apa maksudmu? Membunuh?
Jadi, semuanya aman?
Ya. Untungnya, Ratu menangani semuanya.
Panglima Besar Mubaek.
Besok, pimpin dua unit prajurit dan pergilah ke Kastel Pyeongmire dahulu.
Baik, Yang Mulia.
PANGLIMA BESAR MUBAEK
Kita akhirnya akan berperang?
Belum. Tapi kita akan segera melawan mereka.
YEONBAL, GITOHA
Jadi, giatlah berlatih.
Baik, Yang Mulia.
Yang Mulia.
Benda apa di pergelangan tangan mereka itu?
Itu gelang yang dibuat di Kuil Agung.
Aku tahu tempat pembuatannya.
Kenapa mereka memakainya?
Semua orang gelisah sebelum perang.
Bodoh sekali.
Ishillobu beresa.
ISHILLOBU BERESA: KEJAYAAN DEWA
Air di mata air yang tak kering ini
merembes keluar dari bebatuan itu. Ini sakral.
Sebelum bertemu Niruha, cuci tangan dan bersihkan dirimu.
Halo.
AGAJI: SUKU WAHAN
Apa?
Semua hasil panen di utara
Hutan Sungai Putih?
Ya. Jika Kuil Agung bisa memakainya untuk hal baik,
itu kehormatan besar bagiku.
Baiklah.
Jenak dari Serikat Ogam. Kuberikan kau restu Airuju.
TANYA: PENDETA AGUNG
Mendekatlah.
Ini tanda yang menghubungkan hatimu dan harapan Airuju.
AIRUJU: DEWA TERTINGGI
Jagalah baik-baik.
Ishillobu beresa.
Niruha, hiduplah selamanya.
NIRUHA: GELAR KEHORMATAN
Jenak dari Serikat Ogam.
Jenak dari Serikat Ogam.
Jenak dari Serikat Ogam.
Ya, Niruha. Kau memanggilku?
Bukan apa-apa.
- Kau boleh pergi. - Baiklah.
Niruha.
Ayah.
Sakit.
Tidak.
Niruha. Aku pengawal Raja...
Kau kehilangan putrimu.
Niruha.
Dan kau...
membunuh banyak anak-anak Suku Bato kali terakhir.
Kau benar.
Dosaku lebih besar dari Batu Besar Gochiju.
Jangan salahkan dirimu.
Jangan salahkan dirimu.
Lakukanlah.
Berdoalah untuk anak-anak yang kau bunuh.
Aku akan berdoa untuk anakmu.
Bagaimana bisa kau melakukannya untuk orang rendahan seperti aku?
Baik Pendeta Agung dan pengawal biasa
hanyalah keturunan Asa Sin jika kita berpikiran sama.
Mubaek.
BAKRYANGPUNG
Kau akan menemui Niruha sebelum pergi?
Selagi aku pergi, jaga Niruha baik-baik.
Jangan khawatir, Mubaek.
Hidupku sudah didedikasikan kepada Tanya Niruha.
Malam itu ketika bulan baru terbit,
aku melihat ramalan, kutukan yang Niruha katakan,
menjadi kenyataan tepat di depan mataku.
Dia bunuh semua orang dan menyelamatkanku.
Ini nyawa pemberian Niruha padaku.
Omong-omong,
kau sudah beri tahu Niruha soal tempat itu?
Akan kuberi tahu dan kubawa dia ke sana saat aku kembali.
Dia pasti senang sekali melihatnya.
Sejarah yang benar akan tercatat sekarang.
Sebenarnya, aku tahu.
Apa yang kau, Tanya Niruha, dan Saya rencanakan bersama.
Mengalahkan Raja Tagon...
Siapa yang mengatakan itu?
Aku akan bergabung denganmu, Mubaek.
Niruha.
MOA
Sesuai perkataanmu, kusampaikan semua kepada Doti.
Kau lakukan dengan baik?
Apa yang kau katakan?
Ada orang yang mengambil kekayaan, dan ada yang mengambil hati,
sedangkan pengawal yang datang hari ini,
perlakukan dia dengan lebih baik, ketimbang mereka yang mengambil hati.
Itu yang kukatakan padanya.
Berapa banyak orang yang Doti jaga sekarang?
Maaf?
Soal itu...
Aku tidak tahu.
Tentu saja kau tak tahu.
Kenapa? Kau ingin mendengar perkataan Asa Sin?
Niruha, maukah kau juga bercerita mengenainya hari ini?
Ya. Duduklah.
Baik, Niruha.
Keturunan pertama Asa Sin kepada keturunan kedua Asa Sin.
ASA SIN: IBU TETUA
Keturunan kedua Asa Sin mendengar suara Dewa.
Kudengar seseorang ingin membunuh Pangeran Arok.
Siapa itu?
Mungkin Suku Bato dari Ttesarichon yang menyimpan dendam.
Ratu mungkin merencanakannya.
Atau Raja mungkin perencananya.
Kau juga banyak berubah, Mubaek.
Mereka semua punya motivasi.
Jika ini soal motivasi, Saya-lah yang punya motivasi terbesar.
Siapa yang akan menjadi penerus Arthdal?
Tuan Saya...
memutuskan mengikuti cara dunia yang akan kau buat.
Mungkin bukan dia.
Kau mungkin benar. Melihat Saya...
mencari Eunseom dengan begitu putus asa.
Aku yakin Eunseom pasti masih hidup.
Kau... akan bertemu dengannya.
Jika pergi sekarang,
kapan kau akan kembali?
Entahlah.
Perintahnya diberikan tiba-tiba.
Mungkin kali ini...
perang akan benar-benar terjadi.
Jaga dirimu dalam perjalanan panjang itu.
Jangan sampai terluka. Pastikan kau kembali.
Selamat atas kemenanganmu, Rajaku.
Aku sudah mendengarnya.
Aku lega kalian berdua selamat.
Akan kuganti pengawal dan pelayan Arok,
lalu memilih yang baru.
Akan kupindahkan kamarnya ke tempat jauh di dalam istana
dan meminta Gilseon mengatur semua yang dia temui.
Begitu pula untuk rakyatmu.
Bagaimana dengan Saya?
Bukankah kau harus bertindak soal Saya?
Apa maksudmu?
Menurutmu siapa pelakunya? Pasti Saya.
Sudah dua tahun sejak Saya pergi ke Hanchoa.
Saya adalah ketua para bang, begitu pula para pembunuh itu.
-Itu sudah jelas. - Kau mau berpikir itu sudah jelas.
Kau pasti khawatir soal Saya.
Ini terjadi karena kau tak bisa memutuskan penerus.
Kau tak memberikan ritual sakral untuk Arok,
apalagi ritual angin dan bunga!
Bukan aku yang melakukannya. Pendeta Agung yang melakukannya.
Jika kau minta, Tanya akan melakukannya. Apa itu sebuah alasan?
Aku meredam pemberontakan dan kembali hari ini.
Niruha.
Kau pasti bermimpi.
Tapi kenapa...
Ya.
Itu mimpi yang menakutkan.
YANGCHA
Niruha.
Yang Mulia.
Kami sedang berbincang. Pergilah.
Suku Ago menyeberangi Sungai Notsan.
Dan Kastel Hanchoa...
Ada apa dengan kastel itu?
Siapa yang menduga Suku Ago akan tiba-tiba menaklukkan Kastel Hanchoa?
Raja pasti sudah tahu.
Dia menunggunya.
Apa? Apa maksudmu, Yang Mulia?
Pemberontakan Ggachinol kini berakhir,
dan Suku Ago menyeberang Sungai Notsan. Ini waktu yang pas.
Bukan begitu, Rajaku?
Seperti yang dia katakan.
Ke dataran itu...
Kau mau menyeret mereka ke dataran itu.
Itu benar.
Jika kita melawan Suku Ago di Hutan Agoha yang luas itu,
itu akan menjadi perang tanpa akhir.
Sama seperti saat Perburuan Neanthal.
Bahkan Aramun kalah dari Inaishingi di Hutan Agoha.
Tapi mereka sekarang berada di dataran.
Tapi bukankah sudah terlambat?
Kastel Mobon, Pyeongmire, dan Molabeol.
Jika kehilangan satu dari ketiganya, jalur perdagangan kita akan terputus,
dan mereka akan membentuk jalur pasokan.
Meski kita segera siapkan unit prajurit...
Mereka...
sudah berangkat.
Ya. Yang Mulia mengirim beberapa unit Panglima Besar Mubaek
ke Pyeongmirae.
Unit Satu, Lima, dan Sembilan.
Bersiaplah untuk segera pergi ke Hanchoa.
Dataran Hanchoa akan menjadi tempat pertarungan terakhir kita.
- Baik, Yang Mulia. - Baik, Yang Mulia.
Milsol kembali.
Kau sudah tahu?
Eunseom bukan nama yang umum.
MUNGTAE: SUKU WAHAN
Saat mendengar nama itu dari Cakar Merah, awalnya sulit bagiku...
untuk juga memercayainya.
Mengesankan sekali orang yang kita kira sudah mati masih hidup.
Tapi Inaishingi?
Kau pernah melihat wajah...
Eunseom?
Tidak secara jelas.
Hanya sekilas di kegelapan, dan dia berpakaian sebagai prajurit.
Dia lawan pertama yang harus kau kalahkan
murni dengan kekuatanmu.
Kau akan menjadi jenderal penaklukan.
Kau tahu apa arti hal ini, bukan?
Begitu memenangkan perang ini, kau akan memenuhi syarat...
sebagai penerusku.
Aku menemukan benetbeot-ku, Niruha.
BENETBEOT: KEMBARAN
Kau menemukan Eunseom?
Andai tidak kutemukan.
Maka aku bisa terus merindukannya.
Saudaraku.
Apa maksudmu?
Artinya rencana indah yang dibuat Niruha, Mubaek, dan aku...
menjadi hancur.
Jelaskanlah agar aku mengerti.
"Mari cari kakak-beradik Lonceng, Cermin, dan Pedang.
"Biarkan mereka yang berpikiran sama berkumpul, mengalahkan Tagon...
"dan membuat dunia baru.
"Mubaek juga akan membantu."
Ya, itu yang kukatakan.
Kau ingin melihat dunia yang tadinya ingin kita bentuk bersama.
Benar.
Kakak-beradik. Berpikiran sama.
Bersama-sama.
Dunia.
Aku suka mendengarnya.
Lalu? Ada yang berubah?
Apa yang terjadi? Kenapa kau bersikap seperti ini?
Eunseom adalah Inaishingi.
Inaishingi adalah Eunseom.
Dan aku akan berperang sebagai jenderal pasukan.
Apa...
sebenarnya maksudmu?
Sekarang dia musuhku.
Dia orang yang harus kukalahkan hanya dengan kekuatanku.
Aku harus membunuhnya. Dan...
Tentu saja Eunseom akan mati.
Kami tahu semua strategi Suku Ago.
Mereka tak tahu seberapa kuat kami.
Selain itu, mereka datang ke dataran itu.
Mereka bukan tandingan kami.
Si bodoh itu.
Jadi, sebaiknya kau buat rencana lain.
Bagaimana mungkin?
Dia bahkan bukan dari Suku Ago.
Bagaimana dia bisa menjadi Inaishingi dari Suku Ago?
Itu tidak masuk akal.
Mereka bilang Inaishingi brutal.
Apakah itu...
benar-benar Eunseom?
Tagon tahu lebih dahulu daripada aku.
Kalau begitu...
kau dan Eunseom...
Dia tak tahu dia benetbeot-ku. Jadi...
Aku harus cepat membunuhnya
sebelum dia tahu.
Bagaimana dengan Eunseom?
Eunseom melihatmu?
Jika dia melihatku,
apa itu mengubah sesuatu?
Bisakah kau menghentikan perang?
Kami akan memusnahkan Suku Ago sekarang.
Bisakah kau selamatkan Eunseom dengan kemampuan psikis para dewamu?
Aku bertanya apa dia melihatmu.
Tidak.
Karena...
aku bersembunyi seperti orang bodoh.
Apa?
Astaga.
Hidup kuda itu lebih baik dariku.
Dia datang kapan pun dia mau.
Seolah dia pemilik tempat ini.
Kalau begitu, mau ikat roh itu?
Kau akan dihukum.
DOTI: SUKU WAHAN, SEKUTU TANYA
Bantu datang jauh-jauh kemari sendirian untuk mencari Tanya Niruha.
Roh apanya.
Dia kuda payah yang tak bisa ditunggangi.
Omong-omong, kenapa kau terus bicara tidak hormat kepadaku?
Kita dekat.
Di lark, bicara santai jika dekat.
IARK: RUMAH SUKU WAHAN
- Niruha. - Niruha.
Doti.
Aku datang untuk menemui Bantu.
Bantu.
Eunseom adalah pemimpin Serikat Ago, Inaishingi.
Pemilik namamu memerintahkan.
Bantulah Eunseom.
Tolong selamatkan Eunseom. Kumohon.
NUNBYEOL: NEANTHAL
Tidak apa-apa karena sudah gelap.
Aku akan cepat.
Kau tak bisa keluar tanpa izin ketua.
CHAEEUN: TABIB
Dia akan mengizinkanku. Ada sejenis ramuan yang kubutuhkan.
Nunbyeol.
Sejak kapan kau menjadi seperti ini? Berapa lama kau bisa menahannya?
Lepaskan aku dan kakakku.
Nunbyeol, hentikan.
Nunbyeol.
Ada apa dengannya?
Kau bilang sudah selesai.
Itu karena dia memakai kekuatannya. Dia terlalu lelah.
Jika dia mengumpulkan kekuatan lewat pernapasan,
dia Neanthal yang sempurna.
Pernapasan?
Berapa lama sampai sempurna?
Sekitar tujuh menit.
Lalu bisakah dia mengalahkan kekuatan besar Tagon?
Hanya dia Neanthal di dunia yang memakai pedang.
Apa yang bisa mengalahkannya?
Tapi tak mungkin Tagon mau menunggu tujuh menit.
Apa maumu? Kenapa kau mau aku merawat Nunbyeol?
Biarkan kami pergi. Kami akan pergi dengan tenang.
Apa dia juga akan pergi?
Dia tak pernah bisa menyerah.
Benar.
Aku tak bisa menyerah.
Aku akan balas dendam.
Apa yang kau mau dari kami?
Tagon.
Aku juga ingin hal yang sama dengannya.
Dengar baik-baik. Akan kukirim kalian ke istana sebagai pelayan.
Tunggulah sebentar.
Tanpa perintahku...
Tidak.
Kalian bisa menyebutnya diskusi.
Pokoknya, jika bertindak sesukamu...
maka...
kakakmu akan berada dalam bahaya.
Kenapa dia berada dalam bahaya?
Chaeeun akan pergi ke medan perang bersamaku.
Sebaiknya kau dengarkan dan jaga aku baik-baik.
Mulai sekarang, nyawa kita satu.
Jika aku tak kembali ke Arthdal dengan selamat...
entah apa yang akan ada di makanan yang dia santap di istana.
Apa?
Jadi...
kalian sandera bagi satu sama lain.
Selain itu, kita semua di pihak yang sama.
"Nona.
"Seberapa luas langit dunia?
"Langit di menara...
"terlalu kecil.
"Saat ayahku datang, akankah aku bisa melihat langit yang luas?"
Saya.
Dia malang sekali.
Anak kecil terjebak di ruang kecil tanpa ibunya.
Tak pernah kubayangkan bisa melihatmu hidup-hidup.
Asa Yon.
Aku juga tidak menduganya.
Aku hanya mengikuti keinginan Asa Sakan.
Aku butuh Anak-anak Shahati.
ANAK-ANAK SHAHATI: GRUP PEMBUNUH
Siapa yang ingin kau kirim pada Dewa...
Tidak apa-apa. Dia tak bisa mendengar atau bicara.
Begitu rupanya.
Ke mana kukirim mereka?
Ke medan perang.
Perang ini adalah kesempatanku
untuk menjadi kaya raya.
Astaga, akan ada banyak sekali budak perang.
Kami bahkan tak punya makanan. Perang apanya.
- Kembali saja hidup-hidup. - Lindungi Arthdal.
Dewa.
Aku hanya perlu melewati perang.
- Tolong lindungi kami. - Lindungi Arthdal.
Lindungi Arthdal.
Ini darahku.
Dengan ini, kalian tidak perlu menumpahkan darah.
Dengan ini, pasukanmu tak akan terpencar
atau hancur.
Airuju.
Lindungi semua prajurit kami.
Kembalilah hidup-hidup,
Saya.
- Bagaimana dengan Eunseom? - Jangan bunuh dia.
Dia benetbeot-mu.
DEKAT KASTEL HANCHOA, BARAK TENTARA AGO
-Di mana Syoreujagin? - Aku mengikatnya.
Kita harus membuatnya mengatakan semua yang dia tahu.
Kita harus ke Pyeongmirae dalam tiga hari dan bersiap.
Mirusol akan pergi ke Pyeongmirae untuk mengintai begitu matahari terbit.
Masalahnya adalah senjata perunggu.
Kita tidak bertarung dengan layak, tapi senjata pasukan di depan rusak.
IPSAENG: PENASIHAT
Kita tak bisa membuat senjata perunggu atau memperbaikinya.
Setelah dua atau tiga pertarungan besar, segalanya akan rusak.
Ada berapa senjata di Kastel Hanchoa?
Tae Maja ke gudang senjata Kastel Hanchoa, memeriksa.
DALSAE: SUKU WAHAN
Saat dia kembali...
Lepaskan aku.
Sial.
Ada apa?
Dia tinggal di Hanchoa.
Berandal ini...
memukuli dia seperti ini.
Kenapa?
Dia mengambil sesuatu, lalu menyerang, berkata itu miliknya.
Maafkan aku.
Aku merasa sangat senang karena kita menang,
tapi dia terus merusak kesenangan.
Aku sempat hilang kesabaran.
Itu tak akan terjadi lagi.
Tolong maafkan dia.
Jangan lakukan ini.
Kami akan membayar apa yang dia ambil.
Kami akan mengobati lukamu.
Aku memaafkanmu.
Tentu saja aku memaafkanmu.
Terima kasih.
Kau membuat Inaishingi berlutut.
Seumur hidupku, bahkan dalam cerita,
belum pernah kudengar pasukan yang tidak menjarah.
Tapi Eunseom berusaha melakukannya.
Kita harus melakukan ini.
Kita harus sebarkan kejadian hari ini kepada semuanya.
- Dengan begitu, kita para Ago... - Hei.
Meski kau tutup mulut mereka...
TACHUKAN
berita itu akan menyebar besok pagi.
Tidak. Tak hanya pasukan kita, musuh juga.
Dan semua tempat di Arthdal.
Kau meminta kami menyebarkan rumor bahwa kita brutal.
Kita menyeberangi Sungai Notsan.
Mereka harus berpikir berbeda sekarang.
"Mereka tak menjarah.
"Ada apa dengan mereka?
"Dunia macam apa yang ingin mereka buat?"
Lalu?
Kita harus tunjukkan pada mereka dunia yang mau kita buat.
Dan membuat mereka juga menginginkannya.
Aku Cho Yakdu.
Aku Byeok Pungji.
Mereka diseret ke Arthdal sebagai budak.
Mereka tahu persis soal itu.
Ya.
Kami tak tahu persis soal itu.
Tapi kami tahu beberapa tempat.
Inaishingi.
Kalian seperti Kaum Arthdal, berpakaian seperti itu.
Tapi kenapa...
Kalian akan menyelinap masuk ke Arthdal.
Dan kalian harus menemui seseorang.
Siapa?
Apakah Tanya?
Bukan.
Itu akan berbahaya dan sulit
karena dia Pendeta Agung.
Kalau begitu...
Ayah Yeolson.
Sampaikan pesan ini.
Aku menyelamatkan Suku Wahan
dan akan pergi ke Arthdal untuk menepati janji.
Lihatlah ke depan dan dengarkan.
Pengintai musuh mengikuti kita.
Kejar dia!
Tangkap dia.
Kita apakan dia?
CHOMO
Sudah berakhir bagi kalian.
Kembalilah ke Hanchoa.
Sekarang.
Inaishingi.
Kau akhirnya datang.
Aku senang kau terlihat bahagia.
Bukankah itu semua berkat aku?
Sudah kubilang kau akan butuh bawahan.
Ya, itu berkat kau.
Seluruh 30 klan di Suku Ago... Astaga.
Bukankah kau punya terlalu banyak anak buah?
Tidak. Tidak cukup.
Omong-omong, bagaimana bisa kau terlibat di dalamnya?
Aku pernah berdagang dengan Suku Bato.
Dan komandannya meminta bantuanku.
Jadi, aku berperan sebagai mediator.
Lalu mereka berkata ingin membunuh Inaishingi.
Kupikir ini peluangku.
Kau pasti sedih karena mereka gagal.
Omong-omong, kau berpikir akan menang?
Kau tak tahu bagaimana prajurit Arthdal bertarung di dataran.
Kami tak akan bertarung di dataran.
Kami akan bertarung di hutan, di depan Kastel Pyeongmirae.
Bukan ide yang buruk.
Tapi apakah kau tahu...
siapa yang kau lawan?
Apa kau tahu
ada siapa di luar tenda itu?
Inaishingi.
Mirusol yang pergi mengintai kembali.
Bagian pentingnya bahkan belum dimulai.
Pasukan Arthdal
ditempatkan dari Sungai Dosuri hingga Kastel Pyeongmirae.
Pasukan mereka sepertinya tiga kali lipat lebih banyak dari kita.
Bukankah rantai pasokannya diputus?
Bagaimana...
Bagaimana bisa mereka secepat ini?
Mereka tinggalkan prajurit di Kastel Molabeol, hanya kavaleri datang.
MIRUSOL
-Berapa banyak makanan kita? - Jika kita kurangi jatahnya...
SUHANA
...sekitar lima hari.
Ini pesan dari Arthdal.
"Prajurit Serikat Ago.
"Kalian mau kelaparan selama lima hari, mati di tembok batu,
"dan berkeliaran di kegelapan?
"Atau kalian mau datang ke Dataran Hanchoa dan dinilai Airuju,
"lalu mengirim jiwa kalian kembali ke Hutan Agoha?"
Mereka menunggu kita menyerang Hanchoa.
Inaishingi.
Kita tak diuntungkan di dataran itu.
Kita harus bagaimana?
Mau bagaimana lagi?
Kita harus bertarung di dataran.
Itulah satu-satunya cara.
Jalan menuju kematian bukanlah cara.
Kita harus temukan cara lain.
Cara lain itu
adalah mati kelaparan di tembok batu.
Aku akan mati bertarung.
Tak kubiarkan kau mati.
Tapi masalahnya, pasukan Arthdal cepat memosisikan diri di Pyeongmirae.
Dan hal lainnya adalah mereka tahu makanan kita hanya bertahan lima hari.
Maksudmu, ada yeomari?
YEOMARI: MATA-MATA
Entahlah.
Tapi informasinya jelas bocor.
Inaishingi.
Ini yang mendesak saat ini.
Sekalipun ada yeomari...
Tentu saja.
Masalahnya...
bisakah kita menang di dataran?
Ya, bisa.
Akan kuberi tahu yang kita siapkan untuk pertempuran dataran. Pertama...
Mulai kini sampai pertempuran, semua orang di sini
akan makan dan tidur bersama dengan orang lain.
Siapa pun yang sendirian atau hilang adalah musuh Serikat Ago.
Ada apa dengan mereka?
Bukan hanya di sini.
Seluruh kuda di istal menggila.
Mereka tenang setelah makan jerami tadi.
Bantu.
Kau melakukan ini?
Hentikan, Bantu.
Tanya.
Eunseom.
Kavaleri Satu!
Maju!
Ayo!
Atas nama air terjun dan Hutan Agoha!
Atas nama Inaishingi!
Ayo!
ARTHDAL CHRONICLES: THE SWORD OF ARAMUN
Jenderal mungkin pintar, tapi dia belajar perang dari buku.
Dia menghancurkan pasukan terbaik Arthdal.
Bukan hanya kau yang memerintah Arthdal dengan rasa takut.
Inaishingi bukan musuhku. Dia musuh Tagon.
Sebenarnya, tak ada alasan bagi kalian bertarung.
Bergabunglah dengan Serikat Ago.
Kita bisa mengalahkan Tagon.
Aku penasaran apa lagi berikutnya.
Di mana Shahati?
Mungkin sudah berakhir sekarang.
Pertemuan ini bisa mengubah sejarah Arth.
Terjemahan subtitle oleh Judith Aulia P.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.