All language subtitles for Arthdal.Chronicles.The.Sword.of.Aramun.S02E01.Episode.1.Weak.Ones.720p.WEB-DL.x264.550MB-Pahe.in.mkv

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

ARTHDAL CHRONICLES: THE SWORD OF ARAMUN

IGUTU: DARAH CAMPURAN KETURUNAN ANTARA SARAM DAN NEANTHAL

DARAH MEREKA BERWARNA UNGU

DAN DIANGGAP MAKHLUK TERKUTUK DI ARTHDAL

Di Arthdal, ada ramalan tersembunyi dari masa lalu.

Ramalan itu berisikan bahwa tiga anak yang mewakili pedang, lonceng dan cermin

akan lahir bersamaan dan mengakhiri dunia ini.

Anak-anak dalam ramalan itu adalah Eunseom, Tanya, dan Saya.

Eunseom dan Saya adalah saudara kembar dan mereka adalah Kaum Igutu.

Ibu mereka, Asa Hon,

bertarung melawan Tagon yang ingin melenyapkan Neanthal, melindungi mereka.

Dia jatuh cinta dengan salah satunya dan melahirkan Igutu kembar.

Namun pada akhirnya, dia kehilangan suami, Ragaz, karena Tagon.

Bahkan Saya, salah satu anak kembar itu, dibawa pergi oleh Tagon.

Asa Hon kabur bersama Eunseom

dan Eunseom bertemu anak ramalan lain,

Tanya, gadis dari Suku Wahan.

Saya, yang dibawa pergi Tagon, tumbuh di peradaban bernama Arthdal.

Eunseom dan Tanya,

tidak tahu apa arti ramalan mengenai mereka,

tumbuh sebagai anggota Suku Wahan di alam.

Lalu suatu hari,

Arthdal menyerbu Suku Wahan.

Banyak warga Suku Wahan dibantai.

Lebih banyak lagi dibawa ke Arthdal sebagai budak.

Tanya menjadi budak Arthdal

dan Eunseom susah payah melarikan diri.

Dia berjanji kembali untuk menyelamatkan Tanya dan Suku Wahan.

Waktu berlalu,

dan tirani Tagon di Arthdal makin parah.

Guna menyembunyikan bahwa dirinya juga Kaum Igutu,

Tagon membunuh banyak orang.

Dan kini,

semua anak ramalan tersebut menjadi pahlawan.

Tanya bukan lagi seorang budak.

Dia menjadi Pendeta Agung Arthdal.

Eunseom menjadi Inaishingi, pemimpin Suku Ago.

Saya menjadi komandan Arthdal.

Namun...

Tanya masih belum tahu Eunseom masih hidup atau sudah mati

dan Saya tidak tahu bahwa saudaranya adalah kepala pasukan musuh.

Eunseom bahkan tak tahu dia punya saudara kembar yang terpisah.

Selain itu, mereka masih belum tahu

apa sebenarnya arti ramalan bahwa mereka bisa mengakhiri dunia.

Tapi mereka akan bertemu takdir yang dimaksud ramalan tersebut.

EPISODE 1: ORANG LEMAH

Sejarah angin, bintang, dan darah.

Aku mencatat sejarah Kerajaan Arthdal.

Kalender Arthdal.

Tahun Beruang Pemalas.

Serikat berakhir dan Tagon menjadi raja.

Aku akan menaklukkan timur!

Mari kita taklukkan Suku Ago!

- Taklukkan Suku Ago! - Taklukkan Suku Ago!

- Taklukkan! - Taklukkan!

- Taklukkan! - Taklukkan!

Namun, penaklukan Suku Ago

dihentikan musuh tak terduga.

Tahun Ayam Berjongkok.

Suku Ggachinol dan Bato

merencanakan balas dendam pada Tagon dan memberontak.

Pertempuran sengit terus berlanjut selama beberapa tahun.

Tahun Tikus Bijaksana, Bulan Harimau.

Pada akhirnya, Raja Tagon ikut turun berperang.

TAGON: RAJA ARTHDAL

Kami menangkapnya.

Pemberontakan jangka panjangmu akhirnya berakhir.

Oraha dari Ggachinol.

ORAHA: KEPALA SUKU

Rajaku, kau mengakhiri pemberontakan Suku Ggachinol.

Selamat.

- Selamat. - Selamat.

Yang tersisa kini adalah Suku Bato di tepi Sungai Notsan

dan reinkarnasi Inaishingi

yang menyatukan 30 klan Suku Ago dan mengambil alih Hutan Agoha.

Dia adalah Eunseom.

Inaishingi datang

Inaishingi datang

Dinding-dinding batu akan runtuh

Rumah-rumah akan hancur

Api biru mengamuk bagai badai

Mereka tumbuh dalam perang dan pemberontakan, jadi, tak kenal takut.

Tetap saja, mereka pasti takut pada Inaishingi dilihat dari liriknya.

INAISHINGI: PAHLAWAN SUKU AGO

Tepat di seberang Sungai Notsan di sana adalah tanah Suku Ago.

Masuk akal jika ketenaran Inaishingi mencapai tanah ini.

Ketenaran itu akan berakhir sekarang, berkat kau.

Berkat kerja kerasmu.

Aku melakukan ini untuk bisnisku,

tapi Oraha dari Suku Bato membuat keputusan besar.

Mungkin karena dia lelah akan pemberontakan berkepanjangan.

Yang hebat adalah Tuan Saya.

Dia membuat rencana

untuk menyingkirkan Inaishingi dan Suku Bato sekaligus.

Kau sungguh berpikir Inaishingi akan tertipu?

Suku Ago sangat membutuhkan bantuan Suku Bato.

Dia pasti akan datang.

Kudengar tidak ada yang tahu wajah Inaishingi, kecuali Suku Ago.

Bukan hanya wajahnya.

Siapa nama sebenarnya, dari mana asalnya.

Semuanya tidak diketahui.

Kita hanya tahu dia adalah reinkarnasi dari Inaishingi.

Kau pernah melihat wajah Inaishingi?

Ya, itu wajah yang tak akan kulupakan.

Kita harus membuatnya melepaskan topeng jelek itu

dan perlihatkan wajahnya hari ini.

Jika Tuan Saya melihat wajahnya...

dia akan...

sangat terkejut.

SUNGAI NOTSAN

MARKAS SUKU BATO

Inaishingi datang.

Atas nama Mihaje,

aku menyambut Inaishingi dari Suku Ago.

Garutum Oraha, ayah Suku Bato.

Inaishingi berterima kasih atas undanganmu.

Silakan.

MILSOL: KEPALA ORGANISASI INTELIJEN RAHASIA

Bersiaplah.

Inaishingi.

Selamat atas bersatunya Ago untuk kali pertama dalam 200 tahun.

Kau akan menyeberangi Sungai Notsan dan melawan Arthdal?

Tentu saja.

Inaishingi akan mendapatkan kembali tanah lama Ago

yang diambil Aramun Haesulla.

Ya. Karena kami, Suku Bato, bergabung dengan Serikat Ago,

itu pasti akan terjadi.

Kudengar para ayah dan tetua kalian dibunuh secara brutal oleh Tagon.

Begitu kami memasuki Arthdal,

akan kupenggal kepala Tagon dan kuberikan kepadamu, Oraha.

Aku menghargainya.

Suku Bato dan Suku Ago telah menjadi saudara sekarang.

Mari kita minum untuk persatuan ini.

- Bawakan kemari. - Baik, Oraha.

Sulit kupercaya kau memberiku benda berharga seperti ini.

Ini.

Baiklah.

Kita, Suku Bato dan Ago,

sudah lama tidak berinteraksi karena dipisahkan Sungai Notsan.

Tapi di Tahun Ular Lapar, kita menjadi saudara.

Panah Mihaje dan air terjun Ago

akan memberkati kita hari ini.

Kau bilang mau memenggal...

leher Tagon.

Bukankah target Suku Ago mendapatkan kembali tanah lama mereka?

Kau juga mengincar Arthdal?

Kau mampu melakukan itu?

Apa yang kau lakukan?

Kau bersikap tidak hormat.

Karena kau dari Arthdal,

kau pasti tahu kekuatan peradaban itu.

Karena berasal dari Gitbadak, kau tahu betapa menakutkannya dunia.

Bagaimana bisa kau memiliki

ide tidak masuk akal itu, Inaishingi?

EUNSEOM: PEMIMPIN SERIKAT AGO, INAISHINGI

Ternyata benar-benar kau.

Kudengar mediatornya pedagang.

Aku membiarkan kau hidup

dan dengan permata yang kau curi dari Ipsaeng,

kau menjadi pedagang sukses

untuk ini?

Syoreujagin.

Kenapa permata itu milik Ipsaeng? Itu milikku.

Kau pasti ketakutan, melihat kau berganti pakaian.

Tapi kau tak bisa keluar dari sini hidup-hidup.

Begitu rupanya.

Pasti ada banyak sekali prajurit di luar.

Astaga.

Entah apa aku masih bisa hidup atau mati di penghujung hari.

Kenapa hanya diarahkan?

Tebas saja aku.

Karena kau berpikir akan mati juga jika membunuhku?

Kau menukar nyawa dengan nyawa Inaishingi.

Bukankah itu...

suatu kehormatan?

Dalam hidupmu yang tidak penting,

peluang untuk membunuh Inaishingi tiba.

Kau akan menjadi

pria yang membunuh Inaishingi.

Banyak lagu ditulis mengenaimu akan dinyanyikan.

Lagu prajurit legendaris akan dinyanyikan

di Arthdal di seberang Sungai Notsan,

dari Arthdal hingga Gunung Puncak Putih,

serta Atturad di balik Gunung Puncak Putih.

Kenapa kau ragu?

Kau tak sanggup?

Maka tidak akan ada lagu.

Bagaimana jika begini?

Kau tahu mantra burung walet?

Aku bukan danggeuri...

DANGGEURI: SYAMAN

...tapi akan kucoba.

Baiklah.

Mari anggap ini kau.

Dan ini...

adalah lehermu.

Baiklah...

kali ini...

mari anggap ini kau.

Bunuh Inaishingi.

Sekarang!

Baiklah, mau keluar?

Kenapa dia tak memberi kita aba-aba?

Semuanya, berhenti!

Abaikan dia. Bunuh mereka.

Berhenti!

Dia menyandera Oraha dari Suku Bato.

Jika dia mati...

bukankah kau akan menjadi Oraha berikutnya?

Pria itu Inaishingi.

Tangkap dia.

Serang.

Milsol!

Inaishingi, cepatlah.

Kau harus bergegas.

Sekarang.

Tuan Saya.

SAYA: KEMBARAN EUNSEOM, PUTRA ANGKAT TAGON

Kau...

adalah Inaishingi?

Kejar dia.

Terus kejar.

Ada sungai di depan.

Mereka menangkapnya.

Ini adalah akhir bagi Inaishingi.

Kau...

sungguh Inaishingi?

Turun dan letakkan senjatamu.

Dewa hanya menghukum yang lemah.

Menyerahlah, Inaishingi.

Itu benar.

Apa pun dewanya,

mereka hukum yang lemah.

Ini panah bersiul.

PANAH BERSIUL: PANAH BERBUNYI

Sebagai prajurit,

kau tahu apa artinya ini, bukan?

Kau hebat sudah sampai sejauh ini.

Orang lemah.

Sekarang, terimalah...

hukumanmu.

Mundur!

Mundur!

Atas nama

air terjun dan Hutan Agoha!

Atas nama Inaishingi!

Kastel Hanchoa.

Pemberontakan di selatan sudah berakhir.

Syukurlah, Ibu.

TAEALHA: RATU ARTHDAL

Ya, Arok.

Ayahmu pasti menyelesaikannya dengan baik.

AROK: PUTRA TAGON

Maka hanya tersisa Suku Bato di utara.

Benar.

Tapi sudah dua tahun lamanya sejak Tuan Saya pergi menaklukkan mereka.

ASA PIL

Sepertinya kau harus segera tumbuh besar

dan pergi ke utara sendiri.

Raja mengalahkan Suku Ggachinol!

Dia datang!

Hore!

Hore!

Hore!

Bedebah!

Tagon.

Kami dengan tulus memberi selamat atas kemenanganmu.

Ratu tidak ada di sini.

Biarkan kami lewat. Aku harus berikan ini kepada pangeran.

Kumohon? Sebentar saja.

Kalian tidak mengerti.

Ada apa ini?

Aku bachi dari Desa Aram. Aku ingin berikan sesuatu pada pangeran.

Mereka dari Desa Aram.

HAE TUAK, HAE YEOBI

Ada yang ingin mereka berikan kepada Pangeran Arok.

-Haruskah kuusir mereka? - Yang Mulia.

Aku bachi dari Desa Aram.

BACHI: PERAJIN

Aku tidak terlalu andal, tapi aku membuat sesuatu untuk Pangeran.

Ingin kuberikan kepadanya.

Tunggu.

Biarkan dia membuka kotak itu sendiri

dan kemarikan dalam keadaan terbuka.

Apa ini?

Bagaimana cara memakainya?

Jika diizinkan,

akan kuperlihatkan cara menggunakannya.

Aku mau ini.

Kau tak perlu bunuh diri.

Kau bahkan tak perlu menggigit lidahmu.

Aku tahu kau tak akan bilang siapa dalang di balik semua ini.

Tapi kau tak boleh mati sendiri.

Kenapa?

Karena nyawamu bukan milikmu.

Arok.

Ya, Ibu.

Dia mencoba membunuhmu.

Nyawa orang yang mencoba membunuhmu adalah milikmu.

Akhirilah nyawanya.

Di sini, Arok.

Ayo.

Bagus sekali.

Ayo pergi.

Arok, kau melakukan kesalahan. Apa itu?

Aku terlalu gemetar.

Ibu dan ayahmu juga seperti itu di awal.

Selain itu.

Aku tak bisa melakukannya sendirian.

Kau bisa dapat bantuan jika sulit.

Tidak apa-apa.

Aku tidak tahu.

Ini.

Kau bilang menginginkan ini.

Yang kau inginkan, harus kau miliki.

Jangan lupakan itu dalam keadaan apa pun.

Baik, Ibu.

Cari tahu racun apa yang dipakai untuk jarum itu.

Baiklah.

Seseorang mencoba membunuh mereka.

Apa? Apa maksudmu? Membunuh?

Jadi, semuanya aman?

Ya. Untungnya, Ratu menangani semuanya.

Panglima Besar Mubaek.

Besok, pimpin dua unit prajurit dan pergilah ke Kastel Pyeongmire dahulu.

Baik, Yang Mulia.

PANGLIMA BESAR MUBAEK

Kita akhirnya akan berperang?

Belum. Tapi kita akan segera melawan mereka.

YEONBAL, GITOHA

Jadi, giatlah berlatih.

Baik, Yang Mulia.

Yang Mulia.

Benda apa di pergelangan tangan mereka itu?

Itu gelang yang dibuat di Kuil Agung.

Aku tahu tempat pembuatannya.

Kenapa mereka memakainya?

Semua orang gelisah sebelum perang.

Bodoh sekali.

Ishillobu beresa.

ISHILLOBU BERESA: KEJAYAAN DEWA

Air di mata air yang tak kering ini

merembes keluar dari bebatuan itu. Ini sakral.

Sebelum bertemu Niruha, cuci tangan dan bersihkan dirimu.

Halo.

AGAJI: SUKU WAHAN

Apa?

Semua hasil panen di utara

Hutan Sungai Putih?

Ya. Jika Kuil Agung bisa memakainya untuk hal baik,

itu kehormatan besar bagiku.

Baiklah.

Jenak dari Serikat Ogam. Kuberikan kau restu Airuju.

TANYA: PENDETA AGUNG

Mendekatlah.

Ini tanda yang menghubungkan hatimu dan harapan Airuju.

AIRUJU: DEWA TERTINGGI

Jagalah baik-baik.

Ishillobu beresa.

Niruha, hiduplah selamanya.

NIRUHA: GELAR KEHORMATAN

Jenak dari Serikat Ogam.

Jenak dari Serikat Ogam.

Jenak dari Serikat Ogam.

Ya, Niruha. Kau memanggilku?

Bukan apa-apa.

- Kau boleh pergi. - Baiklah.

Niruha.

Ayah.

Sakit.

Tidak.

Niruha. Aku pengawal Raja...

Kau kehilangan putrimu.

Niruha.

Dan kau...

membunuh banyak anak-anak Suku Bato kali terakhir.

Kau benar.

Dosaku lebih besar dari Batu Besar Gochiju.

Jangan salahkan dirimu.

Jangan salahkan dirimu.

Lakukanlah.

Berdoalah untuk anak-anak yang kau bunuh.

Aku akan berdoa untuk anakmu.

Bagaimana bisa kau melakukannya untuk orang rendahan seperti aku?

Baik Pendeta Agung dan pengawal biasa

hanyalah keturunan Asa Sin jika kita berpikiran sama.

Mubaek.

BAKRYANGPUNG

Kau akan menemui Niruha sebelum pergi?

Selagi aku pergi, jaga Niruha baik-baik.

Jangan khawatir, Mubaek.

Hidupku sudah didedikasikan kepada Tanya Niruha.

Malam itu ketika bulan baru terbit,

aku melihat ramalan, kutukan yang Niruha katakan,

menjadi kenyataan tepat di depan mataku.

Dia bunuh semua orang dan menyelamatkanku.

Ini nyawa pemberian Niruha padaku.

Omong-omong,

kau sudah beri tahu Niruha soal tempat itu?

Akan kuberi tahu dan kubawa dia ke sana saat aku kembali.

Dia pasti senang sekali melihatnya.

Sejarah yang benar akan tercatat sekarang.

Sebenarnya, aku tahu.

Apa yang kau, Tanya Niruha, dan Saya rencanakan bersama.

Mengalahkan Raja Tagon...

Siapa yang mengatakan itu?

Aku akan bergabung denganmu, Mubaek.

Niruha.

MOA

Sesuai perkataanmu, kusampaikan semua kepada Doti.

Kau lakukan dengan baik?

Apa yang kau katakan?

Ada orang yang mengambil kekayaan, dan ada yang mengambil hati,

sedangkan pengawal yang datang hari ini,

perlakukan dia dengan lebih baik, ketimbang mereka yang mengambil hati.

Itu yang kukatakan padanya.

Berapa banyak orang yang Doti jaga sekarang?

Maaf?

Soal itu...

Aku tidak tahu.

Tentu saja kau tak tahu.

Kenapa? Kau ingin mendengar perkataan Asa Sin?

Niruha, maukah kau juga bercerita mengenainya hari ini?

Ya. Duduklah.

Baik, Niruha.

Keturunan pertama Asa Sin kepada keturunan kedua Asa Sin.

ASA SIN: IBU TETUA

Keturunan kedua Asa Sin mendengar suara Dewa.

Kudengar seseorang ingin membunuh Pangeran Arok.

Siapa itu?

Mungkin Suku Bato dari Ttesarichon yang menyimpan dendam.

Ratu mungkin merencanakannya.

Atau Raja mungkin perencananya.

Kau juga banyak berubah, Mubaek.

Mereka semua punya motivasi.

Jika ini soal motivasi, Saya-lah yang punya motivasi terbesar.

Siapa yang akan menjadi penerus Arthdal?

Tuan Saya...

memutuskan mengikuti cara dunia yang akan kau buat.

Mungkin bukan dia.

Kau mungkin benar. Melihat Saya...

mencari Eunseom dengan begitu putus asa.

Aku yakin Eunseom pasti masih hidup.

Kau... akan bertemu dengannya.

Jika pergi sekarang,

kapan kau akan kembali?

Entahlah.

Perintahnya diberikan tiba-tiba.

Mungkin kali ini...

perang akan benar-benar terjadi.

Jaga dirimu dalam perjalanan panjang itu.

Jangan sampai terluka. Pastikan kau kembali.

Selamat atas kemenanganmu, Rajaku.

Aku sudah mendengarnya.

Aku lega kalian berdua selamat.

Akan kuganti pengawal dan pelayan Arok,

lalu memilih yang baru.

Akan kupindahkan kamarnya ke tempat jauh di dalam istana

dan meminta Gilseon mengatur semua yang dia temui.

Begitu pula untuk rakyatmu.

Bagaimana dengan Saya?

Bukankah kau harus bertindak soal Saya?

Apa maksudmu?

Menurutmu siapa pelakunya? Pasti Saya.

Sudah dua tahun sejak Saya pergi ke Hanchoa.

Saya adalah ketua para bang, begitu pula para pembunuh itu.

-Itu sudah jelas. - Kau mau berpikir itu sudah jelas.

Kau pasti khawatir soal Saya.

Ini terjadi karena kau tak bisa memutuskan penerus.

Kau tak memberikan ritual sakral untuk Arok,

apalagi ritual angin dan bunga!

Bukan aku yang melakukannya. Pendeta Agung yang melakukannya.

Jika kau minta, Tanya akan melakukannya. Apa itu sebuah alasan?

Aku meredam pemberontakan dan kembali hari ini.

Niruha.

Kau pasti bermimpi.

Tapi kenapa...

Ya.

Itu mimpi yang menakutkan.

YANGCHA

Niruha.

Yang Mulia.

Kami sedang berbincang. Pergilah.

Suku Ago menyeberangi Sungai Notsan.

Dan Kastel Hanchoa...

Ada apa dengan kastel itu?

Siapa yang menduga Suku Ago akan tiba-tiba menaklukkan Kastel Hanchoa?

Raja pasti sudah tahu.

Dia menunggunya.

Apa? Apa maksudmu, Yang Mulia?

Pemberontakan Ggachinol kini berakhir,

dan Suku Ago menyeberang Sungai Notsan. Ini waktu yang pas.

Bukan begitu, Rajaku?

Seperti yang dia katakan.

Ke dataran itu...

Kau mau menyeret mereka ke dataran itu.

Itu benar.

Jika kita melawan Suku Ago di Hutan Agoha yang luas itu,

itu akan menjadi perang tanpa akhir.

Sama seperti saat Perburuan Neanthal.

Bahkan Aramun kalah dari Inaishingi di Hutan Agoha.

Tapi mereka sekarang berada di dataran.

Tapi bukankah sudah terlambat?

Kastel Mobon, Pyeongmire, dan Molabeol.

Jika kehilangan satu dari ketiganya, jalur perdagangan kita akan terputus,

dan mereka akan membentuk jalur pasokan.

Meski kita segera siapkan unit prajurit...

Mereka...

sudah berangkat.

Ya. Yang Mulia mengirim beberapa unit Panglima Besar Mubaek

ke Pyeongmirae.

Unit Satu, Lima, dan Sembilan.

Bersiaplah untuk segera pergi ke Hanchoa.

Dataran Hanchoa akan menjadi tempat pertarungan terakhir kita.

- Baik, Yang Mulia. - Baik, Yang Mulia.

Milsol kembali.

Kau sudah tahu?

Eunseom bukan nama yang umum.

MUNGTAE: SUKU WAHAN

Saat mendengar nama itu dari Cakar Merah, awalnya sulit bagiku...

untuk juga memercayainya.

Mengesankan sekali orang yang kita kira sudah mati masih hidup.

Tapi Inaishingi?

Kau pernah melihat wajah...

Eunseom?

Tidak secara jelas.

Hanya sekilas di kegelapan, dan dia berpakaian sebagai prajurit.

Dia lawan pertama yang harus kau kalahkan

murni dengan kekuatanmu.

Kau akan menjadi jenderal penaklukan.

Kau tahu apa arti hal ini, bukan?

Begitu memenangkan perang ini, kau akan memenuhi syarat...

sebagai penerusku.

Aku menemukan benetbeot-ku, Niruha.

BENETBEOT: KEMBARAN

Kau menemukan Eunseom?

Andai tidak kutemukan.

Maka aku bisa terus merindukannya.

Saudaraku.

Apa maksudmu?

Artinya rencana indah yang dibuat Niruha, Mubaek, dan aku...

menjadi hancur.

Jelaskanlah agar aku mengerti.

"Mari cari kakak-beradik Lonceng, Cermin, dan Pedang.

"Biarkan mereka yang berpikiran sama berkumpul, mengalahkan Tagon...

"dan membuat dunia baru.

"Mubaek juga akan membantu."

Ya, itu yang kukatakan.

Kau ingin melihat dunia yang tadinya ingin kita bentuk bersama.

Benar.

Kakak-beradik. Berpikiran sama.

Bersama-sama.

Dunia.

Aku suka mendengarnya.

Lalu? Ada yang berubah?

Apa yang terjadi? Kenapa kau bersikap seperti ini?

Eunseom adalah Inaishingi.

Inaishingi adalah Eunseom.

Dan aku akan berperang sebagai jenderal pasukan.

Apa...

sebenarnya maksudmu?

Sekarang dia musuhku.

Dia orang yang harus kukalahkan hanya dengan kekuatanku.

Aku harus membunuhnya. Dan...

Tentu saja Eunseom akan mati.

Kami tahu semua strategi Suku Ago.

Mereka tak tahu seberapa kuat kami.

Selain itu, mereka datang ke dataran itu.

Mereka bukan tandingan kami.

Si bodoh itu.

Jadi, sebaiknya kau buat rencana lain.

Bagaimana mungkin?

Dia bahkan bukan dari Suku Ago.

Bagaimana dia bisa menjadi Inaishingi dari Suku Ago?

Itu tidak masuk akal.

Mereka bilang Inaishingi brutal.

Apakah itu...

benar-benar Eunseom?

Tagon tahu lebih dahulu daripada aku.

Kalau begitu...

kau dan Eunseom...

Dia tak tahu dia benetbeot-ku. Jadi...

Aku harus cepat membunuhnya

sebelum dia tahu.

Bagaimana dengan Eunseom?

Eunseom melihatmu?

Jika dia melihatku,

apa itu mengubah sesuatu?

Bisakah kau menghentikan perang?

Kami akan memusnahkan Suku Ago sekarang.

Bisakah kau selamatkan Eunseom dengan kemampuan psikis para dewamu?

Aku bertanya apa dia melihatmu.

Tidak.

Karena...

aku bersembunyi seperti orang bodoh.

Apa?

Astaga.

Hidup kuda itu lebih baik dariku.

Dia datang kapan pun dia mau.

Seolah dia pemilik tempat ini.

Kalau begitu, mau ikat roh itu?

Kau akan dihukum.

DOTI: SUKU WAHAN, SEKUTU TANYA

Bantu datang jauh-jauh kemari sendirian untuk mencari Tanya Niruha.

Roh apanya.

Dia kuda payah yang tak bisa ditunggangi.

Omong-omong, kenapa kau terus bicara tidak hormat kepadaku?

Kita dekat.

Di lark, bicara santai jika dekat.

IARK: RUMAH SUKU WAHAN

- Niruha. - Niruha.

Doti.

Aku datang untuk menemui Bantu.

Bantu.

Eunseom adalah pemimpin Serikat Ago, Inaishingi.

Pemilik namamu memerintahkan.

Bantulah Eunseom.

Tolong selamatkan Eunseom. Kumohon.

NUNBYEOL: NEANTHAL

Tidak apa-apa karena sudah gelap.

Aku akan cepat.

Kau tak bisa keluar tanpa izin ketua.

CHAEEUN: TABIB

Dia akan mengizinkanku. Ada sejenis ramuan yang kubutuhkan.

Nunbyeol.

Sejak kapan kau menjadi seperti ini? Berapa lama kau bisa menahannya?

Lepaskan aku dan kakakku.

Nunbyeol, hentikan.

Nunbyeol.

Ada apa dengannya?

Kau bilang sudah selesai.

Itu karena dia memakai kekuatannya. Dia terlalu lelah.

Jika dia mengumpulkan kekuatan lewat pernapasan,

dia Neanthal yang sempurna.

Pernapasan?

Berapa lama sampai sempurna?

Sekitar tujuh menit.

Lalu bisakah dia mengalahkan kekuatan besar Tagon?

Hanya dia Neanthal di dunia yang memakai pedang.

Apa yang bisa mengalahkannya?

Tapi tak mungkin Tagon mau menunggu tujuh menit.

Apa maumu? Kenapa kau mau aku merawat Nunbyeol?

Biarkan kami pergi. Kami akan pergi dengan tenang.

Apa dia juga akan pergi?

Dia tak pernah bisa menyerah.

Benar.

Aku tak bisa menyerah.

Aku akan balas dendam.

Apa yang kau mau dari kami?

Tagon.

Aku juga ingin hal yang sama dengannya.

Dengar baik-baik. Akan kukirim kalian ke istana sebagai pelayan.

Tunggulah sebentar.

Tanpa perintahku...

Tidak.

Kalian bisa menyebutnya diskusi.

Pokoknya, jika bertindak sesukamu...

maka...

kakakmu akan berada dalam bahaya.

Kenapa dia berada dalam bahaya?

Chaeeun akan pergi ke medan perang bersamaku.

Sebaiknya kau dengarkan dan jaga aku baik-baik.

Mulai sekarang, nyawa kita satu.

Jika aku tak kembali ke Arthdal dengan selamat...

entah apa yang akan ada di makanan yang dia santap di istana.

Apa?

Jadi...

kalian sandera bagi satu sama lain.

Selain itu, kita semua di pihak yang sama.

"Nona.

"Seberapa luas langit dunia?

"Langit di menara...

"terlalu kecil.

"Saat ayahku datang, akankah aku bisa melihat langit yang luas?"

Saya.

Dia malang sekali.

Anak kecil terjebak di ruang kecil tanpa ibunya.

Tak pernah kubayangkan bisa melihatmu hidup-hidup.

Asa Yon.

Aku juga tidak menduganya.

Aku hanya mengikuti keinginan Asa Sakan.

Aku butuh Anak-anak Shahati.

ANAK-ANAK SHAHATI: GRUP PEMBUNUH

Siapa yang ingin kau kirim pada Dewa...

Tidak apa-apa. Dia tak bisa mendengar atau bicara.

Begitu rupanya.

Ke mana kukirim mereka?

Ke medan perang.

Perang ini adalah kesempatanku

untuk menjadi kaya raya.

Astaga, akan ada banyak sekali budak perang.

Kami bahkan tak punya makanan. Perang apanya.

- Kembali saja hidup-hidup. - Lindungi Arthdal.

Dewa.

Aku hanya perlu melewati perang.

- Tolong lindungi kami. - Lindungi Arthdal.

Lindungi Arthdal.

Ini darahku.

Dengan ini, kalian tidak perlu menumpahkan darah.

Dengan ini, pasukanmu tak akan terpencar

atau hancur.

Airuju.

Lindungi semua prajurit kami.

Kembalilah hidup-hidup,

Saya.

- Bagaimana dengan Eunseom? - Jangan bunuh dia.

Dia benetbeot-mu.

DEKAT KASTEL HANCHOA, BARAK TENTARA AGO

-Di mana Syoreujagin? - Aku mengikatnya.

Kita harus membuatnya mengatakan semua yang dia tahu.

Kita harus ke Pyeongmirae dalam tiga hari dan bersiap.

Mirusol akan pergi ke Pyeongmirae untuk mengintai begitu matahari terbit.

Masalahnya adalah senjata perunggu.

Kita tidak bertarung dengan layak, tapi senjata pasukan di depan rusak.

IPSAENG: PENASIHAT

Kita tak bisa membuat senjata perunggu atau memperbaikinya.

Setelah dua atau tiga pertarungan besar, segalanya akan rusak.

Ada berapa senjata di Kastel Hanchoa?

Tae Maja ke gudang senjata Kastel Hanchoa, memeriksa.

DALSAE: SUKU WAHAN

Saat dia kembali...

Lepaskan aku.

Sial.

Ada apa?

Dia tinggal di Hanchoa.

Berandal ini...

memukuli dia seperti ini.

Kenapa?

Dia mengambil sesuatu, lalu menyerang, berkata itu miliknya.

Maafkan aku.

Aku merasa sangat senang karena kita menang,

tapi dia terus merusak kesenangan.

Aku sempat hilang kesabaran.

Itu tak akan terjadi lagi.

Tolong maafkan dia.

Jangan lakukan ini.

Kami akan membayar apa yang dia ambil.

Kami akan mengobati lukamu.

Aku memaafkanmu.

Tentu saja aku memaafkanmu.

Terima kasih.

Kau membuat Inaishingi berlutut.

Seumur hidupku, bahkan dalam cerita,

belum pernah kudengar pasukan yang tidak menjarah.

Tapi Eunseom berusaha melakukannya.

Kita harus melakukan ini.

Kita harus sebarkan kejadian hari ini kepada semuanya.

- Dengan begitu, kita para Ago... - Hei.

Meski kau tutup mulut mereka...

TACHUKAN

berita itu akan menyebar besok pagi.

Tidak. Tak hanya pasukan kita, musuh juga.

Dan semua tempat di Arthdal.

Kau meminta kami menyebarkan rumor bahwa kita brutal.

Kita menyeberangi Sungai Notsan.

Mereka harus berpikir berbeda sekarang.

"Mereka tak menjarah.

"Ada apa dengan mereka?

"Dunia macam apa yang ingin mereka buat?"

Lalu?

Kita harus tunjukkan pada mereka dunia yang mau kita buat.

Dan membuat mereka juga menginginkannya.

Aku Cho Yakdu.

Aku Byeok Pungji.

Mereka diseret ke Arthdal sebagai budak.

Mereka tahu persis soal itu.

Ya.

Kami tak tahu persis soal itu.

Tapi kami tahu beberapa tempat.

Inaishingi.

Kalian seperti Kaum Arthdal, berpakaian seperti itu.

Tapi kenapa...

Kalian akan menyelinap masuk ke Arthdal.

Dan kalian harus menemui seseorang.

Siapa?

Apakah Tanya?

Bukan.

Itu akan berbahaya dan sulit

karena dia Pendeta Agung.

Kalau begitu...

Ayah Yeolson.

Sampaikan pesan ini.

Aku menyelamatkan Suku Wahan

dan akan pergi ke Arthdal untuk menepati janji.

Lihatlah ke depan dan dengarkan.

Pengintai musuh mengikuti kita.

Kejar dia!

Tangkap dia.

Kita apakan dia?

CHOMO

Sudah berakhir bagi kalian.

Kembalilah ke Hanchoa.

Sekarang.

Inaishingi.

Kau akhirnya datang.

Aku senang kau terlihat bahagia.

Bukankah itu semua berkat aku?

Sudah kubilang kau akan butuh bawahan.

Ya, itu berkat kau.

Seluruh 30 klan di Suku Ago... Astaga.

Bukankah kau punya terlalu banyak anak buah?

Tidak. Tidak cukup.

Omong-omong, bagaimana bisa kau terlibat di dalamnya?

Aku pernah berdagang dengan Suku Bato.

Dan komandannya meminta bantuanku.

Jadi, aku berperan sebagai mediator.

Lalu mereka berkata ingin membunuh Inaishingi.

Kupikir ini peluangku.

Kau pasti sedih karena mereka gagal.

Omong-omong, kau berpikir akan menang?

Kau tak tahu bagaimana prajurit Arthdal bertarung di dataran.

Kami tak akan bertarung di dataran.

Kami akan bertarung di hutan, di depan Kastel Pyeongmirae.

Bukan ide yang buruk.

Tapi apakah kau tahu...

siapa yang kau lawan?

Apa kau tahu

ada siapa di luar tenda itu?

Inaishingi.

Mirusol yang pergi mengintai kembali.

Bagian pentingnya bahkan belum dimulai.

Pasukan Arthdal

ditempatkan dari Sungai Dosuri hingga Kastel Pyeongmirae.

Pasukan mereka sepertinya tiga kali lipat lebih banyak dari kita.

Bukankah rantai pasokannya diputus?

Bagaimana...

Bagaimana bisa mereka secepat ini?

Mereka tinggalkan prajurit di Kastel Molabeol, hanya kavaleri datang.

MIRUSOL

-Berapa banyak makanan kita? - Jika kita kurangi jatahnya...

SUHANA

...sekitar lima hari.

Ini pesan dari Arthdal.

"Prajurit Serikat Ago.

"Kalian mau kelaparan selama lima hari, mati di tembok batu,

"dan berkeliaran di kegelapan?

"Atau kalian mau datang ke Dataran Hanchoa dan dinilai Airuju,

"lalu mengirim jiwa kalian kembali ke Hutan Agoha?"

Mereka menunggu kita menyerang Hanchoa.

Inaishingi.

Kita tak diuntungkan di dataran itu.

Kita harus bagaimana?

Mau bagaimana lagi?

Kita harus bertarung di dataran.

Itulah satu-satunya cara.

Jalan menuju kematian bukanlah cara.

Kita harus temukan cara lain.

Cara lain itu

adalah mati kelaparan di tembok batu.

Aku akan mati bertarung.

Tak kubiarkan kau mati.

Tapi masalahnya, pasukan Arthdal cepat memosisikan diri di Pyeongmirae.

Dan hal lainnya adalah mereka tahu makanan kita hanya bertahan lima hari.

Maksudmu, ada yeomari?

YEOMARI: MATA-MATA

Entahlah.

Tapi informasinya jelas bocor.

Inaishingi.

Ini yang mendesak saat ini.

Sekalipun ada yeomari...

Tentu saja.

Masalahnya...

bisakah kita menang di dataran?

Ya, bisa.

Akan kuberi tahu yang kita siapkan untuk pertempuran dataran. Pertama...

Mulai kini sampai pertempuran, semua orang di sini

akan makan dan tidur bersama dengan orang lain.

Siapa pun yang sendirian atau hilang adalah musuh Serikat Ago.

Ada apa dengan mereka?

Bukan hanya di sini.

Seluruh kuda di istal menggila.

Mereka tenang setelah makan jerami tadi.

Bantu.

Kau melakukan ini?

Hentikan, Bantu.

Tanya.

Eunseom.

Kavaleri Satu!

Maju!

Ayo!

Atas nama air terjun dan Hutan Agoha!

Atas nama Inaishingi!

Ayo!

ARTHDAL CHRONICLES: THE SWORD OF ARAMUN

Jenderal mungkin pintar, tapi dia belajar perang dari buku.

Dia menghancurkan pasukan terbaik Arthdal.

Bukan hanya kau yang memerintah Arthdal dengan rasa takut.

Inaishingi bukan musuhku. Dia musuh Tagon.

Sebenarnya, tak ada alasan bagi kalian bertarung.

Bergabunglah dengan Serikat Ago.

Kita bisa mengalahkan Tagon.

Aku penasaran apa lagi berikutnya.

Di mana Shahati?

Mungkin sudah berakhir sekarang.

Pertemuan ini bisa mengubah sejarah Arth.

Terjemahan subtitle oleh Judith Aulia P.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.