All language subtitles for Omniscient.Reader.The.Prophecy.2025.2160p.4K.BluRay.x265.10bit.AAC5.1-WORLD

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified) Download
zh-TW Chinese (Traditional) Download
co Corsican
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

BUAT SITUS NONTON STREAMING, MOHON TAK MERUBAH KONTEN SUB INI

TERIMA KASIH: gendhutz, Seseorang, Leo Ciwijaya, Western Songs only, Khusus Game, Mawan, Ibnu triawan atas SUPPORTNYA di: trakteer.id/broth3rmaxSUB

TERUS BERIKAN SUPPORT DI trakteer.id/broth3rmaxSUB

BERDASARKAN WEBTOON SERIES "OmniscentReader" singNsong

Halo, Penulis.

Namaku Kim Dokja.

Kubaca episode terakhir yang kau unggah hari ini.

Novel web-mu, TCBSK,

"Tiga Cara Bertahan Saat Kiamat" mulai dipublikasikan

ketika aku kelas 3 SMP.

Mamalia termasuk manusia, beruang...

Aku masih ingat kalimat pertamanya.

Kereta bawah tanah berhenti, di tengah Jembatan Dongho... remnya berdecit!

Layanan gratis Sistem Planetary 8612 sudah selesai.

Untuk menghukum manusia berdosa,

dewa menurunkan cobaan yang ekstrim,

dan saat dunia hampir runtuh,

sang pahlawan Yu Junghyeok dan teman-temannya mengatasi cobaan ini.

Awalnya, TCBSK cukup populer.

Namun seiring berjalannya cerita, orang-orang menganggap terlalu ekstrem,

atau tidak realistis.

Banyak yang berhenti mengikuti ceritanya.

Hey, apa ini?

Berikan.

Biar kulihat. / Kembalikan ponselku.

Kau mau mati ya?

Tetap saja, selama masa sekolahku, cerita ini sangat penting bagiku.

Bila ada pembaruannya,

kubaca ulang 2 episode terakhir agar tetap paham alurnya.

Setiap pekan, kubaca ulang semua episode seminggu.

Dan ya, saat pembacanya sampai ke angka 1,

itulah aku satu-satunya pembaca.

Mengapa membaca sebuah novel selama 10 tahun

saat tak ada orang lain lagi yang membacanya?

Yu Junghyeok...

aku iri padanya.

STASIUN GEUMHO

Yu dan teman-temannya membuat musuh-musuhnya yang kejam berlutut,

dan mereka tak pernah mundur saat melawan monster.

Lee Hyeonseong!

Tapi begitu teman-temannya tumbang satu persatu,

untuk bertahan hidup, Yu Junghyeok bertekad untuk menjadi lebih kuat.

Lalu dia makin kuat dan semakin kuat,

tapi begitu aku masuk SMA, aku tetap sama saja.

Sekarang kalian berdua akan berkelahi.

Yang kalah akan jadi babu kami,

tapi yang menang bisa bebas.

[KIM DOKJA] [AN MINSEOB]

Apa, tak sanggup sekedar menyelamatkan diri sendiri?

Sudahlah, tak usah saja.

Tapi sudah kubilang pasti kalau kau menang!

"Hanya jika aku jadi makin kuat, seperti Yu Junghyeok..."

Itulah yang kuinginkan saat itu.

Aku masuk ke universitas yang biasa-biasa saja,

mendapat kerjaan yang biasa-biasa saja,

lalu gabung ke perusahaan ini.

Dengan kontrak sementara.

Hari ini novel itu tamat,

begitupun kontrakku.

Kerja bagus, Dokja.

Telponlah kalau di daerah sini, nanti kutraktir.

Makasih.

(KIM DOKJA)

Terima kasih atas kerja kerasmu meneruskan cerita ini begitu lama.

Tapi tetap saja,

mengapa kau buat Yu Junghyeok

jadi satu-satunya yang selamat di akhir cerita?

Apa arti

akhir cerita itu

hanya dengan 1 orang yang selamat?

Yu Junghyeok pernah berkata,

"Aku tak tahan bila yang lain berkorban supaya aku bisa hidup."

Itukah tema novel ini?

Aku tak bisa menerimanya.

Pak,

novelmu itu,

sangat jelek.

Kereta tujuan Daehwa mendekat.

Dengarkan desahanmu.

Hai, Sangah.

Kau juga hari terakhir kerja?

Sudah kuduga mereka tak mempekerjakanku full-time.

Tak ada gunanya memperjuangkan yang tak menjadi milikmu.

Relakan saja dan nyari kerjaan yang cocok denganku.

Terima kasih.

Kau sudah menemukan kerjaan baru?

Sekarang aku mau kerja paruh-waktu.

Buat nyambung hidup bulan ini.

Kau tahu bagaimana aku merancang kostum-kostum karakter?

Kerjaan itu sungguh cocok denganku,

makanya kuingin membuat baju kostum sungguhan.

Nanti kuluncurkan pakai merk-ku sendiri, buka toko.

Bagus, huh?

Kau mengesankan, Sangah.

Sangah, senang ketemu kamu disini!

Halo, Pak Han.

Sudah kubilang akan kutraktir makan malam.

Aku harus pergi ke tempat lain.

Aku sedih banget kalau Sangah kami berhenti.

Andai kau memberiku kesempatan,

bakal kuperjuangkan kau tetap dipekerjakan.

Tak perlu, kemampuanku belumlah cukup.

Mari kita turun kereta dan makan malam.

Aku tahu tempat enak di Apgujeong.

Aku ada kerjaan sampingan.

Hey, tak perlu beralasan. Akan kubayar pengganti waktumu.

Sungguh tak perlu.

Aku mau pergi sama seseorang.

Temanmu?

Halo, Pak Han.

Aku Kim Dokja dari Pengembangan Pemetaan.

Jadi kalian berdua ada sesuatu selama ini?

Ya ampun, malunya aku.

Pemberhentian selanjutnya Apgujeong... Apgujeong.

Pintu di sebelah kanan anda.

Selamat menikmati makan malam.

Baiklah, Sangah. Sampai ketemu lagi.

Sungguh brengsek dia.

Bahkan tak bisa melaporkan dia karena takut dipecat.

Tindakanmu sudah bagus. Menahan diri itu kemenangan.

Itu bukan kemenangan, aku kayak orang tolol.

Tapi meski tahu itu,

aku tak bisa berkata-kata, kayak orang dungu.

Kau tahu betapa menjengkelkannya itu?

(Yth. Dokja, ini penulis TCBSK.)

(Terima kasih telah membaca novelku.)

Sebentar.

(Kau benar-benar penulisnya?)

(Novel ini bisa sampai ujung cerita berkat dirimu.)

Pintu akan ditutup.

(Tidak, berkat semua upayamu.)

(Aku menyesal telah menulis surel itu, kumohon...)

Pacarmu?

Bukan.

(Maka akan kutulis bagian epilog istimewa)

berdasarkan kiriman pembaca.)

(Bila kau tak suka akhir ceritanya, cobalah tulis akhir versimu sendiri.)

(Layanan akan dimulai sesaat lagi, jam 19.00)

(Maka tunjukkan padaku)

(akhir cerita)

(yang kau inginkan.)

(tls123 telah meninggalkan obrolan.)

(Akhir cerita yang kuinginkan?)

Apa maksudnya? / Pemberhentian berikutnya Oksu.

Terima kasih. / Pintu di sebelah kanan anda.

Kiriman pembaca jam 19.00...

Tapi pembacanya cuma aku saja.

Apa berarti kubisa merubah akhir ceritanya?

Kau tak apa-apa?

Layanan gratis Sistem Planetary 8612 telah selesai.

Sekarang layanan berbayar dimulai.

Saya ulangi.

Layanan gratis Sistem Planetary 8612 telah selesai.

(Selasa, 1 April) / Sekarang layanan berbayar...

dimulai.

Apakah mungkin ini...?

"Suara pengumuman terus bergema."

"Layanan gratis Sistem Planetary 8612 telah selesai."

"Sekarang layanan berbayar dimulai."

(Teman ini, yang akan kupanggil Dokkaebi...)

Apa? Dokkaebi?

Aku lagi sibuk banget ini, apa-apaan ini?

Apa ada seseorang mempermainkan kita?

Ini sama seperti awal cerita novel.

Halo?

Pemasangan bahasa Korea sudah berfungsi sekarang.

Manusia, bisa dengar aku?

Ada apa ini?

Ya, aku ngerti.

Aku tahu kalian semua sibuk, tapi tolong dengarkan sebentar.

Lekas jalankan keretanya! Ini tidak patut.

Sekarang mohon tenang.

Kalian harus dengar yang akan kukatakan.

Karena aku akan mengatakan sesuatu yang amat sangat penting.

Diamlah dan lekas jalan, sebelum kucincang kau!

Aku ini lagi sibuk banget, dan si brengsek ini menghentikan keretanya?

Dasar kerjaan orang-orang tolol...

Aku bilang diam!

Manusia,

kuingin kalian dengar baik-baik semua ucapanku.

Di atas sana,

makhluk-makhluk agung itu yang jauh lebih hebat dari manusia lemah manapun

akhirnya mengambil keputusan.

Manusia yang paling vulgar, serakah,

ras paling egois di semesta,

semua harus dihukum!

Saluran BI-7623 telah dibuka.

Konstelasi sedang masuk. / Selamat datang, yth. Konstelasi!

Sesuatu yang super menarik akan terjadi,

maka mari saksikanlah!

Mulai sekarang,

kalian semua manusia akan diberikan suatu Skenario.

Bagaimana kalian menyelesaikan Skenario itu

itu yang akan menentukan nasib kalian.

Skenario Utama pertama akan dimulai.

Karena ini pertama kali buat kalian,

akan kujelaskan pelan-pelan.

Bunuh satu atau lebih organisme hidup

di kereta bawah tanah ini. / (SKENARIO UTAMA #1: BUKTIKAN KAU LAYAK)

Dalam 10 menit. / (Syarat Jelas: Bunuh 1 atau Lebih Organisme Hidup)

Kalau berhasil, masing-masing kalian dapat 300 koin.

Gagal, maka kalian bernasib seperti dia.

Sederhana 'kan?

Para Konstelasi terhormat kita akan menyaksikan semuanya,

maka tak perlu mematuhi hukum atau etika.

Tunjukkan saja pada kami.

Sifat asli manusia.

10 MENIT...

terjemahan broth3rmax

Ponsel tidak berfungsi, ya? / Tidak fungsi.

Kau sendirian? Apa orangtuamu ikut?

Apa kau mau membunuhku?

Oh Tuhan!

Yu Junghyeok?

Aku harus tenangkan diri.

Sebuah novel yang hanya aku yang tahu telah menjadi kenyataan.

Itu berarti aku tahu masa depan.

Bentar, kalau begitu selanjutnya...!

Pertama aku harus selesaikan Skenario ini.

Biar kupikir dulu.

Satu atau lebih organisme hidup...

Satu atau lebih organisme hidup... / (SKENARIO UTAMA #1: BUKTIKAN KAU LAYAK)

(Bunuh 1 atau Lebih Organisme Hidup.)

Sangah.

Pegangi ini. Akan kuselamatkan orang-orang itu.

Kau mau kemana? Kau gila ya?

Kau bisa mati kalau ke sana.

Aku tahu ini.

Apa?

Aku tahu cara menyelesaikan ini.

Dengarkan sebentar!

Semuanya, dengarkan aku sebentar!

Mohon tenang!

Pembunuhan pertama di area ini telah dilaksanakan.

Si pembunuh menerima 300 koin.

Apa? Hey, kamu. Bagaimana caramu melakukannya?

Katanya setiap orang harus membunuh

satu atau lebih organisme hidup, betul?

Dikatakan organisme hidup.

Bukan mengatakan manusia.

Jangan mendekat!

Akan kubunuh semuanya.

Tunggu! Tunggu!

Berapa semut yang kau punya? Katakan dulu.

Anu...

tak cukup buat semuanya.

Hey tuan!

Kalau tak cukup, mestinya kau bilang dulu.

Kenapa kau bunuh satu sebelum beritahu?

Lalu bagaimana kami memutuskan? Bisa berikan ke anak-anak dulu?

Hey nyonya! Nyawa semua orang sama saja!

Apa cuma nyawa anakmu yang penting? / Semuanya tenang!

Andai saja cukup buat semua orang, tapi...

Lantas kau mau berbuat apa?

Tak ada waktu lagi, cepat!

Bentar! Bentar!

Aku ini bosnya dia di tempat kerja.

Tunggu sebentar.

Dengar, mengapa kau yang membuat keputusan ini?

Orang yang lebih berpengalaman yang mestinya memutuskan.

Jadi berikan. / Pak Han, memang benar, tapi orang-orang ini...

Kubilang aku saja, berikan.

Berhenti...

Jangan dorong-dorong!

Oke, tenang!

Sial, kenapa kau tak mati saja?

Kau gila apa?

Mau mati ya? / Ini.

Kau dan dia bisa hidup, ngerti?

Aku punya serangga sendiri. Ini.

Serangga menyedihkan tak berguna.

Dalam Novel, Kim Namwoon adalah anggota timnya Yu Junghyeok.

Apa dia selalu seperti ini?

Hey!

Sialan, kalau begitu kubisa membunuhmu saja.

Tentu saja, kalau ini sama seperti di novel...

Membeli kekuatan pakai 300 koin.

300 koin dibelikan kekuatan.

Kekuatan ditingkatkan.

Bangsat, mampus kau sekarang.

Kim Namwoon telah mengaktifkan kemampuan Kebangkitan Grimdark.

Dalam novel, Namwoon yang pertama menerima Sponsor Konstelasi.

Kenapa milih orang kayak dia?

Wow, aku punya kemampuan, ini keren banget!

Mau menolong nenek tua itu?

Maka kau mati.

Apa telur semut termasuk organisme hidup juga?

1 organisme terbunuh. 300 koin diberikan sebagai imbalan.

Beli stamina 300 koin.

Beli kegesitan 3000 koin.

Apa-apaan ini? Kenapa tak bisa memukulmu?

39 DETIK...

Tuan.

Baiklah, aku tak akan melukai nenek tua itu.

Beri aku 1 semut. / Aku sudah berubah pikiran.

Kami tak membutuhkanmu dalam cerita ini.

Kamu ini ngomong apa?

Hey, minggir kau!

Minggir!

Minggir!

Menyingkir darinya!

Waktu habis.

Skenario berakhir.

Nenek.

Tolong bangunlah, ya?

Nenek.

Dokja...

Kau tak apa-apa?

Ta-dah!

Selamat kepada 17 manusia yang membereskan Skenario pertama.

Awalnya kalian mestinya saling bunuh,

tapi yah, memakai semut tidak melanggar aturan.

Konstelasi bilang kereta ini lebih seru ketimbang yang lain,

jadi mari kita lanjutkan sekarang.

Sekarang saatnya Konstelasi Pendukung ditentukan

yang akan menerima Sponsor Konstelasi.

Sponsor Konstelasi itu anugerah luar biasa!

Kalau kalian memilih dengan baik, bakal sangat membantu membereskan Skenario nanti.

Berkat tindakan kalian,

Konstelasi berikut ingin memberikan dukungannya sebagai sponsor.

Apa arti semua ini? Sponsor? Konstelasi?

Konstelasi mengawasi

semua Skenario dari luar angkasa.

Mereka menikmati sambil ketawa melihat perjuangan manusia bertahan hidup.

Naga Api Hitam Abyssal | Hakim Iblis Api

Perencana Rahasia | Tahanan Ikat Kepala Emas (PILIH KONSTELASI YANG DIINGINKAN)

Jika kau memilih untuk menerima Sponsor mereka, itu bisa sangat membantu.

Tapi kelak, hutang itu harus dilunasi.

Tak satupun di atas.

Cepat!

Ke sebelah sini! Cepat!

Lee Hyeonseong!

Karakter lain yang bertarung bersama Yu Junghyeok.

Dengar, jangan mengandalkan tenagamu.

Pakai kemampuanmu. / Kemampuanku?

Bagaimana caranya?

Pada bawah kanan penglihatanmu, ada jendela kemampuan.

Cukup bayangkan kemampuanmu, itu pasti bisa.

Lee Hyeonseong telah mengaktifkan Dorongan Gunung Besar-Level 1.

Minggir!

Begitu kau keluar, larilah menyebrangi jembatan.

Secepat mungkin!

Namaku Lee Hyeonseong. / Aku Kim Dokja.

Ayo keluar.

Apa yang kamu lakukan?

Cepat, kau harus pergi.

Kita harus pergi, ayo.

Jangan nangis, waktunya mau habis.

Siapa namamu? / Lee Gilyeong.

Gilyeong, kau bisa lari kencang?

Tapi semut piaraanku hancur gara-gara kamu.

Begitukah? Maafkan aku.

Tapi kita harus... / Tidak...

maaf saja tak cukup.

Kau harus bertanggung jawab.

SITUS TERPERCAYA NEXUS NO SETTING dan NO DRAMA 100% >>> w w w .c u p i dw i n.com

Satu Sub Skenario telah tiba.

Sebrangi jembatan putus. (Sub Skenario: Kabur)

Kenapa sebut ini jembatan putus padahal tidak? / (Persyaratan Jelas: Sebrangi Jembatan Putus)

Karena ini akan putus!

Ini menegangkan banget, jangan berdiri saja di situ!

Akan kutingkatkan level kesulitannya.

Dokja!

Aku cuma bayangkan itu. Itu tadi cuma kupikirkan saja,

kemudian jembatannya...

Aku pergi duluan, Sangah!

Hyeonseong!

Sangah!

Kau pilih satu sponsor 'kan?

Sponsormu akan membantumu.

Ayo lekas!

Sebentar lagi, gas beracun akan mulai menyebar.

Kita harus lekas masuk bawah tanah.

Dan pastikan mengumpulkan koin! Itu yang paling penting.

Kenapa kau bisa tahu semua ini?

Pertama, kita harus lekas ke stasiun bawah tanah.

Stasiun Geumho yang paling dekat.

Jika kami pilih jalur kereta yang sama dengan Yu, itu pasti aman.

Bentar.

Tapi di Stasiun Chungmuro...

Sebelumnya di novel,

Yu tewas di di Stasiun Chungmuro melawan naga api.

Yu menggunakan Kemampuan Pemunduran untuk kembali ke awal cerita,

namun di suatu dunia tanpa pahlawan, semuanya akan menghilang.

Sang pahlawan tak boleh mati.

Tapi dengan taktik yang kutahu,

satu orang tak bisa mengalahkan Naga Api sendirian.

Ini sungguh membosankan.

Bagaimana kalau kuberitahukan saja taktik itu pada Yu Junghyeok?

Dan bagaimana jika kami bertarung bersama?

Dokja, cepat!

Tunggu, akan kususul sebentar lagi.

Hey, Yu Junghyeok!

Apa kau ini?

Huh? Anu...

Kim Namwoon mestinya tak mati secepat ini.

Kau yang melakukan itu?

Tidak, bukan aku...

Yu Junghyeok telah mengaktifkan kemampuan Deteksi Kebohongan.

Apa, kau sudah tahu cara menggunakan koin?

Bukan begitu...

Tn. Dokja!

Kau tak apa-apa?

Aku tak apa, tetaplah di situ!

Sungguh tak apa, jangan ke sini!

Dan kamu kenal Lee Hyeonseong?

Aku bertemu dia hari ini... / Kutanya lagi.

Apa kau ini?

Kalau kubilang aku sudah baca ini dalam novel,

dia tak akan percaya 'kan?

Namaku Kim Dokja.

Dalam beberapa hari kau akan mati melawan Naga Api

di Stasiun Chungmuro.

Meskipun kau Mundurkan, butuh waktu lama untuk menyelesaikan Skenario ini.

Tapi jika kita pergi bersama,

kau bisa mengalahkan Naga Api.

Aku tahu taktiknya.

Yu Junghyeok telah mengaktifkan kemampuan Deteksi Kebohongan.

Bagaimana kau bisa tahu taktik itu?

Kemampuan pribadiku adalah Meramal.

Jadi kalau kau ajak aku,

kau tak akan ada masalah sama semua Skenario.

Ayo kita sebrangi jembatan ini. Kau akan ke Stasiun Geumho 'kan?

Hey, Kim Dokja. / Ya?

Kenapa kau lakukan ini?

Beritahu taktiknya.

Kita pergi bareng saja dan selesaikan Skenario!

Aku tak sanggup mengajak orang lain.

Kalau kuberitahu, kau akan menjatuhkanku.

Aku tetap akan menjatuhkanmu.

Tunggu sebentar, bentar!

Tn. Yu, aku sangat takut ketinggian!

Ini tak betul!

Pertama, lepaskan... tidak, jangan lepas!

Kesempatan terakhirmu.

Kenapa ini terjadi di dunia ini?

Kenapa manusia dihukum?

Bagaimana aku tahu itu?

Bertahanlah hidup dan datang ke Chungmuro. Maka kau akan tahu.

Akan kuberitahu nanti, jika aku bertarung bersamamu.

Yu Junghyeok, kau bangsat!

Dalam beberapa hari, Yu akan mati melawan Naga Api.

Tapi bagiku untuk hidup,

sang pahlawan tak boleh mati.

Tapi sebelum itu,

aku yang akan mati.

MENANG DIJAMIN 100% DI BAYAR >>> www.cu p id w i n.co m

Skenario Tersembunyi telah tiba.

Bunuh Ichthyosaurus dan keluar dari perutnya.

(Skenario Tersembunyi: Komandan Pembunuh)

Membunuhnya untuk keluar?

Tapi aku tak punya item.

Huh?

Dia masih hidup? Dia masih hidup!

Konstelasi, seperti yang kau lihat,

seorang manusia telah masuk ke perutnya Ichthyosaurus.

Tentu saja, kalau kubisa membuat Dokkaebi menyukaiku

itu bisa membantuku mendapatkan koin atau item.

Dan hal yang paling disukai Dokkaebi...

Betul 'kan aku, Konstelasi? / Hey, kemarilah.

Manusia bicara denganku! Aku akan mendekat.

Kau manusia rendahan.

Kau cukup mengesankan,

seenaknya membunuhi ternak semut itu. / Dan kamulah teror sesungguhnya.

Menembaki orang pakai laser kecilmu.

Bicaralah yang sopan.

Kalau kau tak suka,

tembak saja aku.

Lancang sekali manusia bicara begini sama Dokkaebi yang hebat.

Hey, Bihyeong.

Kau yang mengelola siaran Star Stream 'kan?

Apa? Kau tahu namaku?

Dan kok kamu tahu soal Star Stream?

Saluranmu sekarang pasti lagi ramai ditonton.

Siapa lagi yang menghibur sepertiku sejauh ini?

Konstelasi pastinya penasaran dengan yang akan kulakukan selanjutnya.

Kalau kau bunuh aku sekarang, apa bisa terima penurunan drastis penonton?

Tapi bagaimana kamu tahu semua ini?

Tutup saluranmu sebentar, mari kita bicara.

Konstelasi, mari rehat untuk iklan sebentar!

Sekarang bicaralah.

Bagaimana bisa seorang manusia biasa tahu soal Star Stream?

Ow, sakit banget.

Bukan itu yang penting disini.

Apa? Kau memintaku untuk tutup saluran!

Bihyeong, kau harus lebih pintar.

Berapa lama kau terus mengemis sebagai Dokkaebi kelas 9 rendahan?

Kau bilang apa?

Lagian apa yang dikerjakan Dokkaebi?

Membiarkan Konstelasi masuk ke saluranmu,

dan menunjukkan cerita manusia ke mereka.

Mendapat banyak donasi, maka kau akan jadi Dokkaebi kelas-1.

Tapi aku bisa jamin ceritaku akan sangat seru.

Tanda-tangan kontrak eksklusif denganku,

dan kau akan jadi rajanya Dokkaebi.

Wow!

Kau pasti sadar posisimu.

Kenapa tanda-tangan kontrak sama orang yang mau mati?

Kenapa kau menganggap Konstelasi menonton Star Stream?

Karena menyenangkan menyaksikan perjuangan manusia untuk bertahan hidup.

Itu sebabnya mereka juga berdonasi.

Betul! Kalau begitu mestinya kita tanda-tangan kontrak.

Di kereta aku menggunakan semut untuk menyelesaikan Skenario,

dan aku melawan Kim Namwoon menggunakan kemampuanku.

Aku dimakan oleh Ichthyosaurus, tapi kalau aku keluar,

lalu terus menyelesaikan setiap Skenario setelah keluar...

Menurutmu berapa banyak donasi yang didapat oleh saluran kita?

Bagaimana kubisa percaya kau bisa lakukan semua itu?

Lihatlah berapa donasi yang kau dapat sekarang.

Lihat semua ini!

Berapa nolnya? Aku tak percaya ini.

Baiklah, mari tanda-tangan kontrak!

(Kontrak Eksklusif untuk Kemitraan) / Kita bagi keuntungan 50:50, setuju?

Oh, sudah mulai! / Gawat.

Konstelasi, zat asam perutnya Ichthyosaurus mulai mengalir.

Bagaimana dia bisa kabur dari sini? / Bihyeong...

buka Toko Dokkaebi.

Huh? Toko Dokkaebi?

Bagaimana kamu tahu semua ini?

(Toko Dokkaebi)

(Duri Tajam Stone Hog) / Dia membeli item.

Kita lihat saja mau dipakai apa itu.

Yu Junghyeok juga pernah terjebak di dalam perutnya Ichthyosaurus.

Jika kau tutup semua saluran asamnya pakai duri,

ini akan mati.

Tapi masalahnya adalah,

banyak sekali salurannya...

Dalam beberapa hari kau akan mati melawan

Naga Api di Stasiun Chungmuro.

Butuh waktu lama untuk menyelesaikan Skenario ini.

Tapi kalau kita pergi bersama,

kau bisa mengalahkan Naga Api.

SITUS TERPERCAYA NEXUS NO SETTING dan NO DRAMA 100% >>> w w w .c u p id wi n.com

Skenario ini adalah pertempuran ketahanan.

Yang terakhir!

Kau telah menyelesaikan Skenario Tersembunyi.

9.000 koin diberikan sebagai hadiahnya.

Apa ini?

Dokja, kau mengalahkan seekor Ichthyosaurus!

Luar biasa! / Minggir!

Apa? Itu Intinya Ichthyosaurus!

Bagaimana kamu tahu tempatnya?

Taruh ini di pelelangan Toko Dokkaebi.

Jangan dijual. Aku mau pertukaran 1:1.

Dan hanya akan kutukar sama Eter Keyakinan.

Pasang jendela pemberitahuan saat ada yang menawar.

Dokja, kau mulai membuatku takut.

(Pelelangan Toko Dokkaebi) / Membunuh Ichthyosaurus itu mungkin,

tapi tahu letak intinya,

(Inti Ichthyosaurus | Eter Keyakinan) / dan mau menukarnya dengan Eter Keyakinan!

Eter Keyakinan itu sangat langka!

Aku ragu di Skenario sebelumnya ada yang sudah memilikinya.

Kita coba saja menemukan itu secepatnya.

Dan saat aku memanggilmu, segeralah datang.

Bukalah Toko Dokkaebi sekali-kali buatku, setuju?

Akan kuusahakan, Dokja!

Ini bukan masalah besar, tapi ini

hadiah untuk merayakan kontrak kita.

Kau akan butuh ini saat keluar.

Oh, Starter Pack?

(Starter Pack untuk Pemula)

Mantap.

Konstelasi Pemburu Bulan Gelap mengagumi ketahananmu,

dan ingin mensponsori...

Konstelasi Pembawa Cahaya Gelap

ingin menjadi sponsormu

dan bergabung dalam perjalananmu. / Konstelasi...

kalian menikmati ini, huh?

Hey, Bihyeong!

Matikan semua pemberitahuan terkait Konstelasi...

Siap, pak.

Tapi kau akan kemana sekarang?

Stasiun Geumho. Harus menemui seseorang.

Maksudmu si kawan yang tinggi itu?

Jangan lakukan itu. Dia punya banyak sekali item

dan levelnya sudah di atas normal. Kita baru tanda-tangan kontrak,

aku bagaimana kalau kau mati?

Aku lapar.

Hey.

Hey! Kau dengar aku?

Cobalah bangun.

Bisa berdiri?

Tadi katamu pintu keluar-1?

Tunggu!

Tunggu sebentar!

Hey, kau tak apa-apa?

Di sana. / Apa ini?

Ini benar-benar nyata!

Jeong Huiwon, kau masih hidup?

Jeong Huiwon?

Kukira kau sudah mati.

Akan kubunuh bajingan itu.

Hey, tuan!

Kenapa bawa-bawa dia ke sini

setelah kami habisi dia?

Jangan jadi pengganggu.

Bab ini di novel adalah yang paling membosankan.

Karakter-karakter stereotip begini.

Bang Cheolsu?

Apa ini?

Kamu kenal aku?

Apa yang kau tunggu? Ayo maju.

Membeli kekuatan 1.500 koin.

1.500 koin dibelikan kekuatan.

Astaga, dia pakai kemampuan?

Hey, mestinya kau bilang!

Bang Cheolsu diberkati oleh sponsornya

Raja Kentang Goreng Kecil.

Kenapa milih sponsor jelek begitu?

Kanan, dada, kanan.

Orang ini tak pernah berubah.

Bos!

Bunuh si bangsat itu!

Sekarang!

Bang Cheolsu!

Ada apa ini?

Sialan...

Hey, ayo pergi.

Bentar, siapa orang ini?

Huh?

Dokja!

Orang-orang bilang mereka bisa selamat disini berkat anggota dewan itu.

Dia membujuk orang level-tinggi untuk keluar dan berburu,

lalu membagi koinnya bersama warga.

Selesai. Tak lama kau akan pulih.

Gilyeong!

Sudah kubilang jangan begitu!

Kenapa? Mereka temanku.

Tingkahnya jadi aneh sejak hari itu.

Katanya dia bisa bicara sama serangga dengan tangannya begitu.

Aku tidak aneh. Aku suka melakukan ini.

Tapi Tn. Dokja,

kenapa pria

yang di jembatan itu menjatuhkanmu?

Apa?

oh, dia?

Aku sudah kenal dia sejak kecil.

Dari dulu dia susah diajak akur.

Apa dia bikin ulah disini juga?

Tidak, dia tak disini.

Dia tidak ke sini? / Dia menyebrangi jembatan,

meski ada gas keluar, dia jalan sendirian ke Namsan.

Yu Junghyeok tidak datang ke Stasiun Geumho?

Tak mungkin.

Bentar, jadi kau belum menyelesaikan Skenario Stasiun Geumho?

Beberapa orang masuk terowongan berusaha membereskannya,

tapi tak ada yang kembali.

Gawat, jika kami tak bisa bereskan Skenario ini,

kami tak bisa melewati rintangan dan sampai ke Chugmuro.

Tapi kenapa semua beda sama novelnya?

Semua warga dengarkan!

Pembayaran biaya bertahan hidup jatuh tempo dalam 3 jam.

Pihak Pencari akan berangkat 3 menit lagi, jadi bersiaplah.

Biarkan yang tua tinggal disini,

dan pria sehat yang ingin keluar...

Skenario Stasiun Geumho memungut biaya bertahan hidup pada semua warga

sampai semua monster dikalahkan. 100 koin perhari.

Warga yang putus asa mencari koin melakukan perburuan berbahaya,

dan mereka yang tak bisa bayar

mati di tempat.

Hey kamu!

Kamu, orang baru.

Kata mereka kau mengambil semua koin buat dirimu sendiri, apa betul?

Apa?

Kau memperoleh koin dari berburu monster di distrik ini 'kan?

Kalau begitu bagikanlah koinnya.

Bisanya kau diam saja?

Berikan itu ke Anggota Dewan supaya bisa dibagikan.

Kau kira cuma dirimu yang kesusahan?

Betul!

Kurasa ada kesalahpahaman.

Aku tak pernah keluar berburu.

Bukankah dia bohong!

Kau bertarung dengan baik karena

memperoleh koin selagi berburu!

Tidak sungguh, aku tak pernah berburu.

Dan meskipun pernah,

bukankah hadiahnya buat aku?

Dengar dia!

Di Stasiun Geumho sini,

kami bertahan sampai sekarang dengan menyatukan kekuatan kami!

Oh, benar.

Kalian pasti begitu.

Tapi siapa yang bilang kalau aku punya banyak koin?

Mengapa itu penting?

Pergilah ke kantor dan serahkan itu.

Kami sudah putus asa disini. / Jadi katakan saja.

Nanti akan kuberi kalian masing-masing 100 koin, bagaimana?

Siapa yang bilang?

Bang Cheolsu?

Aku yang bilang ke mereka.

Dengan kemampuan seperti itu, aku beranggapan kamu banyak koin.

Tapi mereka yang banyak koin minimal bersedia berbagi.

Kuharap kau memahami situasi kami disini.

Karena semuanya putus asa, perilaku kami agak kasar.

Bila kau tersinggung, aku minta maaf.

Tidak, aku tak tersinggung.

Tn. Kim,

20 orang tak mampu bayar biaya bertahan hidup hari ini.

Kuingin selamatkan warga kami dengan cara apapun.

Tolong bantu kami, kumohon.

Bentar, sekarang aku ingat.

Aku tahu siapa dia...

Kau menginginkan koinku.

Itu tak akan terwujud.

Kau tak peduli kalau warga kami mati?

Meski mereka hidup hari ini, bagaimana dengan besok?

Banyak orang sekarat saat ini! / Teganya kau ngomong begitu?

Sudah cukup.

Hentikan ini, ya?

Hentikan.

Hentikan!

...bisa tidak berhenti?

Kukira kau orang baik, Tn. Kim.

Tapi ternyata aku keliru.

Baiklah.

Akan kubantu.

Tapi meski kau kuberi koin, kau akan butuh koin lagi besok.

Jadi penggantinya...

(SKENARIO UTAMA #2: STASIUN GEUMHO) / "Lewati terowongan itu

dan menetralkan semua monster."

Akan kuselesaikan Skenario ini hari ini.

Bagaimana?

Cheon Inho Stasiun Geumho,

yang menjual dirinya pada Konstelasi,

yang menghilangkan kemanusiaannya untuk menjadi...

seorang monster.

Telur semut bukan manusia?

Itu diperbolehkan?

Jika pria sepertimu dikalahkan oleh dia,

kabar itu pasti benar.

Kim Dokja punya kemampuan paling tinggi

dan punya paling banyak koin di Stasiun Geumho sekarang.

Kalau dia sekuat itu, apa bisa dia membereskan Skenario ini?

Berapa kali mesti kukatakan padamu?

Selama aku disini, tak ada yang bisa menyelesaikan Skenario itu.

Ah, ya.

Kau benar.

Tentu saja kau benar.

Itulah sifat manusia, tunduk pada yang kuat.

Orang lemah kayak dia yang tiba-tiba memperoleh kekuatan besar

bakal tak terkendali, menganggap dia jagoan.

Itu nekad namanya.

Di dunia ini, orang kayak dia mati duluan.

Lalu kalau dia mati, sebaiknya kita ambil semua koinnya dia.

Menurutmu berapa banyak koinnya dia?

Dengar-dengar puluhan ribu koin.

Apa itu benar, Tn. Han?

Ya, benar! Maaf.

Aku melihatnya dengan jelas.

Silahkan dinikmati.

Aku tak akan ikut.

Kenapa pergi? Kita akan mati. / Kita tak akan mati. Ikutlah.

Aku ikut, tuan!

Kujuga ingin melawan monster.

Dia bilang dia yang akan melawan monster.

Anak SD, tak boleh!

Tn. Dokja, kalau kau punya koin lebih,

kenapa tak dibagikan saja ke mereka?

Betul! Kenapa kita harus pergi sejauh ini?

Yang kumaksud kamu, bukan kami.

Meski punya koin, orang-orang disini akan mati.

Untuk mencegah banyak kematian,

kita harus menyasar ke penyebabnya.

Bukankah begitu, Huiwon?

Di dalam novel, Huiwon memberontak melawan Cheon Inho, kehilangan banyak temannya

dan mati di dalam minimarket.

Sekarang,

yang tersisa darinya adalah kemarahan.

Katamu si anggota dewan itu adalah dalangnya... kok bisa?

Ketika aku menemukan Huiwon,

bukan monster yang telah menyerang dia. / Gengnya Bang Cheolsu juga dipihaknya.

Mereka merekrut Pihak Pencari untuk keluar mencari koin,

dan setelah berburu, mereka diam-diam membunuhi semua orang.

Teman-temanku mati karena berupaya menghentikan mereka bersamaku.

Kenapa juga mereka membunuh orang?

Saat kau mati, semua koinmu berjatuhan.

Si bajingan Cheon Inho itu bukanlah manusia.

Terlalu gelap disini.

Kita tak bisa jalan, apa lagi bertempur.

Gilyeong, kau bisa bantu?

Aku? Apa bisa?

Apa maksudmu?

Sesuatu yang kau pikirkan, tunjukkan padaku.

Hey Gilyeong, jangan coba-coba memanggil kecoak!

Wow, Lee Gilyeong!

Mereka bilang monster-monster itu datang.

Manfaatkan sponsor kalian.

Kalian tahu cara meningkatkan kemampuan pakai koin?

Belilah kekuatan dan kelincahan pakai koin.

Semua koinku? Apa mesti kusimpan sebagian buat biaya bertahan hidup?

Tetap formasi begini.

Jangan bertarung sendirian, saling membantu.

Gilyeong, pertahankan kunang-kunangnya tetap diam.

Aku juga akan bertempur juga!

Tetap di belakangku.

Aku saja!

Kalau kami ikuti monster itu...

Tuan, kalau kita lewat sini,

akan ada monster yang betul-betul kuat 'kan?

Kunang-kunang yang beritahu.

Apa?

Aku tak tahu.

Tapi kamu selalu tahu banyak hal.

Kau kayak dewa.

Apa aku akan lakukan ini kalau aku dewa?

Kalau memang ada dewa, dialah si penulis itu.

Sangah!

Kau di situ?

Dokja! Aku terikat disini...

Apa itu?

(Kau Telah Memasuki Kuil Tikus Tanah) / Kau telah memasuki...

(Lenyapkan Penjaga Kegelapan) / Kuil Tikus Tanah.

Aku duluan!

Apa ku butuh item untuk mengalahkan satu spesies iblis?

Tn. Dokja! Aku ikut!

Hyeonseong! Itu tak ada gunanya!

Apa yang.... dia bisa begitu?

Penjaga Kegelapan

telah mengaktifkan Penjara Ilusi.

Penjara Ilusi?

Penjara Ilusi menjebak tubuh dan menghancurkan pikiran.

Bila tertangkap,

kau menghidupkan kembali kenangan buruk dan mati.

Lari, Huiwon!

Apa itu tadi? / Sebentar.

Gilyeong! Jangan!

Di sana!

Huiwon! Tolong ulur waktu buatku!

Hey Bihyeong, kau menyaksikan? / Ya, kau butuh apa?

Buka Toko Dokkaebi. Energi Murni Bintang Putih.

Harganya 50.000 koin,

kau kurang 1.000 koin!

+200k

+200k

+200k

+200k +200k

50.000 koin dibayarkan.

Kau telah membeli Energi Murni Bintang Putih.

Senjatamu sekarang bisa memberikan Serangan Kritis Satu Kali.

Hyeonseong!

Dia bangun.

Kau tak apa-apa?

Maaf, aku pasti ketiduran.

Sebentar.

Kalau kau istirahat, kau akan baikan.

Si Hyeonseong di dalam novel tersiksa

oleh rasa bersalah karena tak bisa menyelamatkan seseorang,

sehingga dia tak bisa memakai kemampuan sepenuhnya.

Lee Hyeonseong yang disini

benar-benar sama.

Bagus sekali, teman-teman.

Aku melihat peti harta karun di belakang sana.

Ayo masing-masing membuka satu.

2 pedang untuk Huiwon.

1 pelindung lengan untuk Hyeonseong.

Bagaimana dengan Gilyeong?

Dengan ini, aku bisa dengar ucapan serangga lebih jelas.

Ta-dah!

Bagus, huh?

Kayaknya ini juga membuatku mampu bertarung dengan baik.

Kalau begitu akan kubuka punyaku.

Huh? Senjatamu cacat.

Kenapa yang paling susah payah mendapatkan itu?

Kuyakin, ini pasti ada gunanya.

Ayo.

Ini Dia. Keyakinan Patah.

Sekarang jika kubisa menemukan Eter Keyakinan,

senjata ini akan komplit.

Huh, apa ini?

Tuan, aku menemukan ini disini, apa ini?

Kalau kau makan ini, mereka yang bertangan putih akan keluar,

dan kau akan mimpi menakutkan.

Jauhi ini, ngerti?

Baik.

Dokja.

Bagaimana kau bisa tahu semua ini?

Apa?

Menaruh sesuatu di pedang,

dan kayaknya kau mengenal tempat ini.

Seolah kau sudah pernah tinggal di dunia ini.

Itu benar 'kan? Bukan cuma aku yang kepikiran begitu.

Kenapa denganmu?

Soal itu...

aku tak punya sponsor ataupun kemampuan istimewa,

tapi sepertinya aku agak tahu yang bakalan terjadi.

Semacam ramalan.

Kau sungguh tahu yang bakal kejadian?

Ramalan? Dokja, itu luar biasa!

Lalu apa kau tahu yang akan terjadi sama dunia ini?

Bukankah mestinya kau juga tahu itu?

Dunia ini...

bisa kembali seperti apa adanya.

Sungguh?

Kapan? Kapan aku bisa pulang?

Itu agak butuh waktu.

Apa yang harus kami lakukan?

Kita harus selesaikan Skenario Ke-99.

Ke-99? Siapa yang bisa lakukan itu?

Ada 1 orang yang bisa.

Seorang pahlawan yang bisa menyelesaikan semua Skenario

dan menyelamatkan dunia ini.

Bukan... kamu?

Kalian berdua pernah lihat dia, waktu di Jembatan Dongho.

Yu Junghyeok.

Pria itu?

Dia cakep banget.

Masalahnya adalah,

besok dia akan mati bertarung melawan satu monster.

Apa yang terjadi kalau dia mati?

Maka dunia ini tamat.

Tak bisa lagi kembali seperti dulu.

Dia akan ke Stasiun Chungmuro sekarang.

Begitu kita selesaikan Skenario ini, rintangannya akan meningkat,

lalu aku akan pergi ke sana.

Entah bagaimana, akan kuusahakan menghentikannya.

Tunggu.

Bukankah kita baru selesaikan Skenario ini?

Masih tersisa 1 monster.

10 menit lagi pembayaran biaya bertahan hidup.

Siapkan pembayarannya.

Kudengar orang-orang di Pihak Pencari

dibunuh demi koin? Suamiku belum kembali!

Ya ampun, kau menjengkelkan banget!

Aku yang bunuh dia, lantas kenapa?

Kau tidak membunuh! / Kau mau apa?

Wanita brengsek, mengganggu saja.

Sudah kubilang aku akan membunuhmu.

Mimpi indah.

Nona Jeong Huiwon!

Kalau kau mau bereskan Skenario ini, maka berusahalah maksimal meski sampai mati.

Apa ini?

Aku ke sini mau bereskan skenario ini.

Masih tersisa satu monster disini.

Jangan berdiri saja.

Bunuh mereka dan ambil koinnya.

Di dalam novel, Jeong Huiwon tak seterkenal itu,

dan tak banyak berperan di dalam cerita.

Mungkin itu sebabnya

aku lebih mendukung dia dibanding siapapun.

Huiwon, dalam cerita ini, kaulah sang pahlawan.

Konstelasi Hakim Iblis Api

menyetujui penggunaan kemampuan ini.

Waktu Penghakiman telah diaktifkan.

Hey, tunggu!

Nona!

Kau tak betulan mau membunuh dia 'kan?

Kau mungkin tak tahu ini,

tapi kami tak menyelesaikan Skenario ini.

Jika kami selesaikan, skenario selanjutnya akan lebih susah.

Di stasiun terdekat mereka membuka

Skenario selanjutnya, dan semuanya dibunuh.

Lebih baik bayar 100 koin saja tiap hari.

Sebentar!

Kenapa kalian ini?

Kenapa tak memberitahukan itu sejak awal?

Kami menghabiskan banyak koin untuk melawan para monster dan membasminya.

Yah, semua yang berusaha membereskan itu sudah mati.

Jadi kami beranggapan...

kalian juga akan mati.

Kau lihat bagaimana koin keluar saat kau mati.

Anggota dewan mengumpulkan dan membagikannya.

Siapa sangka kalian kembali hidup-hidup?

Betul.

Kenapa ini terjadi pada dunia ini?

Kenapa manusia dihukum?

Inikah yang dimaksud oleh Yu Junghyeok?

Kim Dokja!

Berarti kau tak punya koin

untuk bayar biaya bertahan hidup!

3 menit lagi pembayaran biaya bertahan hidup.

Manusia di distrik ini, siapkan pembayarannya.

1 menit lagi pembayaran biaya bertahan hidup.

Semuanya harap siapkan pembayarannya.

Huiwon, kau harus tangkap dia sekarang!

Kenapa kaget begitu?

Ini penghalang.

Apa kau tak tahu kau harus

membereskan Skenario ini untuk bisa lewat?

Kecuali bagiku, kalian membunuh

semua monster di Stasiun Geumho.

Waktunya habis.

Tunggu!

Kenekadan kalian itu selalu jadi masalah.

Itu sebabnya kalian akan mati.

Berlindung!

Semua monster telah dinetralisir.

Biaya bertahan hidup harian akan ditingkatkan.

Kau telah menyelesaikan Skenario Utama.

Siapa kamu?

Hey, bisa sopan tidak?

Sepertinya aku telah menyelamatkan kalian,

tak berterima kasih padaku?

Karena aku sudah bunuh dia, boleh 'kan kalau kuambil semua ini?

Jangan takut, aku tahu kalian cuma pengemis.

Tetap saja, makasih ya.

Dia kelihatan menakutkan, ayo pergi.

Kalian mau kemana? Harus membereskan Skenario ini.

Ah, kami barusan menyelesaikannya.

Itu bukan untuk distrik kalian.

Tapi kalian sudah menginjakkan kaki ke sini.

Apa ini?

Kita terhalang lagi?

Asal kalian tahu,

Skenario disini bukanlah tempat kalian berkumpul.

Semuanya bertindak sendiri-sendiri.

Kalian berdiri saja di situ?

Kalian mestinya lari.

Lee Jihye...

(SKENARIO UTAMA #1: BUKTIKAN KAU LAYAK)

Dalam novel, di Skenario pertama

ketika semua orang panik...

Jihye, kita harus bagaimana?

Lee Jihye...

bisa selamat sendirian.

Hari ke-4 Skenario Stasiun Chungmuro dimulai.

10 menit sebelum monster muncul, Zona Hijau akan dibentuk.

Mengungsilah di dalam Zona Hijau untuk bertahan hidup.

Penyintas Saat Ini: 104 orang.

Jumlah Zona Hijau untuk hari ini: 52.

Cari pengungsian di Zona Hijau.

10 menit lagi!

Kalau kau mau hidup, 750 koin per orang!

Aman di dalam sini!

10 menit lagi!

Tak banyak ruang kosong!

Tak banyak ruang tersisa. Ditutup 10 menit lagi!

Berapa banyak uang buat aku saja?

Dia bilang uang tunai.

Dengar.

Kami tak terima uang tunai. Bawalah koin.

Aku tak punya koin,

tapi aku akan beri uang tunai sebanyak yang kau mau. / Tuan. / $20.000? $30.000?

Bisa pergi tidak?

Tak bisa baca? (1 malam 1 orang, 750 koin)

Sialan. / Tak bisa terima ini?

Ini $100.000.

Kumohon!

Kubilang pergi! Sudahlah.

Kumohon... / Enyah sana!

Tunggu sebentar!

Dari mana kau mendapat uang tunai $100.000?

Aku lewat Stasiun Myeongdong kemarin.

Seorang pria di sana menawar $100 per koin.

Kalian tak pernah tahu kapan dunia ini akan kembali normal,

makanya aku menukarnya buat jaga-jaga.

Apa tindakanku salah?

Itu dari brankasku!

Aku kaya dalam koin berkat

orang bodoh kayak dia yang masih cinta uang kertas.

Ya Tuhan, anak muda sepertimu, sungguh tak tahu apa-apa...

Kamu akan mati bangkrut!

Penyusup terdeteksi.

Tapi mengapa para pengemis itu berjuang mati-matian untuk hidup?

Mereka yang tak punya uang tetap akan mati.

Kita bahkan belum mulai,

apa mesti berkelahi seperti ini tiap hari disini?

Di tengah malam, para monster akan menyerbu ke stasiun.

Kau bisa hidup kalau masuk ke ubin hijau.

Kita akan berpencar dan nyari tempat kosong, tapi dengar.

Mungkin tempatnya tak cukup buat kita berlima.

Kalau menemukan satu tempat, lindungilah bagaimanapun caranya.

Lalu minimal salah satu kita akan hidup.

Paham?

[SKENARIO UTAMA #3: ZONA HIJAU, HARI 4 DARI 5)

(Bertahan dari Gerombolan Monster Tiap Malam) (Di Zona Hijau, Di Situ Aman)

Tak ada ruang tersisa di Stasiun Chungmuro.

Untuk hidup,

kami harus rebut tempat orang lain.

Kamu si peramal itu?

Aku dengar itu dari Master.

Karena kau selamat sejauh ini, kurasa itu berhasil buatmu.

Dimana Yu Junghyeok?

Dia sudah pergi keluar.

Skenario ini bukan levelnya dia.

Tapi kenapa cuma berdiri saja di situ?

Kalau kau peramal, pastinya tahu dimana bonus Zona Hijau muncul.

Apa? Tak sanggup sekedar menyelamatkan diri?

Master menyuruh untuk memberitahukan ini.

Dia akan menerima tawaranmu, maka tinggalkanlah yang lain

dan bertahan hidup sendiri malam ini.

Tak sanggup

sekedar menyelamatkan dirimu sendiri?

Tapi sudah kubilang pasti yang akan terjadi jika kau menang!

(Kim Dokja | An Minseob)

Hey,

ayo kita pergi.

(Kim Dokja)

Apa kubilang?

Sudah kubilang mereka akan melakukannya!

Kau menyerah.

Minimal

salah satu kita harus hidup.

Pergi dari situ!

Ini tempatku!

6-1, 6-1...

5 ubin mundur dari tanda 6-1.

Dokja!

Dokja, kami sudah cari kemana-mana tapi tak ada tempat kosong.

Gilyeong, sebelah sini!

Apa ada tempat lain yang bisa kita cari?

Semuanya, dengarkan!

Aku Biryu sang Dokkaebi, bertanggung jawab di Skenario ini.

Kurang dari 1 menit lagi,

tapi tak kulihat keputusasaan kalian.

Setelah beberapa hari, apa kalian capek?

Apa kuharus lepaskan monsternya sekarang?

Jadi akan kunaikkan dikit ketegangannya.

Mereka yang belum menemukan tempat,

ini kesempatan terakhir kalian.

1 menit sebelum dimulai,

beberapa Zona Hijau akan menghilang, dan Zona Hijau Bonus akan muncul.

Dokja, kita harus pindah...

Apa ini ramalan juga?

Di Skenario ini, ini tak bisa dihindari.

Setidaknya rebutlah tempat itu.

Kalau kita usir mereka,

apa orang-orang itu tak akan mati?

Kalau kau ingin hidup,

ini tak mungkin bisa dihindari.

Tak bisakah kita bertarung saja kayak sebelumnya?

Ada berapa banyak monster di sana? / Bukan begitu caranya.

Tanpa satu tempat, kau akan mati!

Teleportasi telah terbentuk. Monster sedang masuk.

Kau harus ambil satu tempat!

Kalian bisa! Kenapa tak milih tempat?

Ini membuatku gila.

Tunggu!

Pergilah ke depan arah teleportasi.

Dan di sana!

Bukankah ke sana lebih berbahaya?

Semua Skenario dirancang untuk menghibur para Konstelasi.

Selama itu menghibur, aturannya bisa dirubah.

Zona Hijau bisa muncul di tempat paling berbahaya.

Cepat!

Ini kayaknya tak beres!

Huh?

Ada satu!

Tapi tuan...

Nanti saja, aku sibuk!

Kau bisa saja tetap di sana, kenapa kembali?

Ada novel yang aku tahu dimana hanya sang pahlawan yang selamat.

Tapi si pahlawan itu sungguh brengsek!

Yu Junghyeok?

Hey, Yu Junghyeok! Minggirlah.

Kamu tak butuh Zona Hijau.

Mau melawan Naga Api bersamaku?

Inilah persyaratanku.

Tinggalkan anak itu, dan masuklah sini.

Kalau tidak kau akan mati.

Hyeonseong, pegangan ini!

Gilyeong, diam disini. / Bagaimana denganmu?

Jika kumakan ini,

aku bakal terperangkap dalam Penjara Ilusi.

Sudah kuduga.

Penjara Ilusi diaktifkan.

Dia memukulnya!

Waktu mau habis, cepetan!

Mampus kau, keparat!

Berhenti, berhenti!

Hey, maafkan aku.

Ini salahku.

Wow Dokja, kamu keren banget!

Yth. Penulis, Yu Junghyeok pernah berkata,

"Aku tak tahan bila orang lain

berkorban supaya aku bisa hidup."

Itukah tema novel ini?

Aku tak bisa menerimanya.

Pak, novelmu itu...

sangatlah jelek.

Kemarin, Minseob meninggal.

Aku berusaha mencari tahu info lebih lanjut,

tapi saat ini,

coba fokus saja sama ujian uji coba hari ini.

(Eksplorasi Ilmiah: Kimia 1)

Penulis,

aku pernah menyebabkan seorang teman meninggal

supaya aku bisa hidup.

Di novel, Yu Junghyeok seolah

memberitahuku itu bukan salahku.

Bila itu tak bisa dihindari.

Jadi aku mendukung Yu Junghyeok.

Sampai kubaca akhir cerita hari ini.

Bagiku, akhir cerita ini menakutkan.

Aku takut itu bisa terjadi padaku juga.

Pak, aku ingin akhir cerita yang berbeda.

Akhir yang tak kudapatkan,

saat pengorbanan apapun dibutuhkan,

sang pahlawan selamat sampai akhir

bersama teman-temannya.

Jangan konyol.

Yu Junghyeok menggunakan kemampuan Percakapan Mimpi.

Maka kau harusnya melawan si perundung dan menang.

Aku tahu yang ingin kau lakukan.

Tapi saling membantu dan lain-lain?

Manusia tidak dilahirkan seperti itu.

Aku dulu pernah berpikir sepertimu.

Tapi setelah kehilangan banyak teman dalam pertempuran neraka,

menjadi lebih gampang bertarung sendirian.

Lalu...

apa yang mesti kita lakukan sekarang?

Mengapa kau anggap harus melakukan sesuatu?

Bagaimanapun, kau bukan apa-apa.

Lukanya terlalu dalam, dia tak akan pulih.

Dokja, kau tak apa-apa?

Aku cemas kau merasa sedih seharian.

Apa yang terjadi sama semua orang?

Kenapa Hyeonseong? / Tn. Dokja,

senang melihatmu bangun.

Hyeonseong terlalu memaksakan dirinya.

Sangah juga memaksakan diri berusaha menyembuhkannya.

Kau sungguh tak apa-apa?

Ya, tapi...

Apa kau melawan monster semalaman?

Gara-gara aku?

Waktu habis. Kita harus selesaikan Skenario selanjutnya.

Teman-temanku bertahan di luar Zona Hijau.

Dengan menyatukan kekuatan mereka.

Mungkin cara

untuk menyelesaikan Skenario ini...

Hyeonseong dan Gilyeong tak bisa bertempur hari ini.

Amankan 2 Zona Hijau untuk mereka,

dan aku akan hadang di luar.

Tapi hari ini, Yu Junghyeok mati.

Pada hari terakhir di Skenario Stasiun Chungmuro,

seekor Naga Api keluar.

Yu Junghyeok akan bertarung melawannya dan mati.

Katamu kalau dia mati, dunia ini tamat.

Lebih tepatnya, jika sang pahlawan yang bisa menyelamatkan dunia ini mati,

dalam hitungan menit dunia ini akan hancur.

Untuk mencegah itu,

orang lain yang harus melawan Naga Api itu.

Kalau itu kita,

berarti salah satu kita pasti mati?

Aku saja yang lakukan.

Selain itu,

jika bukan karena Dokja dulu aku juga mati juga.

Apa yang mesti kulakukan?

Tidak.

Ada hal lain yang harus kau lakukan, Huiwon.

Aku saja. / Bentar.

Si Yu Junghyeok itu sudah di level tinggi,

yang bedanya sangat jauh dengan kita.

Jika orang seperti itu bisa mati, bagaimana denganmu?

Tadi malam kalian semua melindungiku.

Terima kasih.

Berkat kalian, sekarang aku tahu

yang mesti kulakukan hari ini.

Penyintas saat ini: 57 orang.

Jumlah Zona Hijau untuk hari ini...

Kami ada pengumuman.

Semuanya, dengarkan!

Seperti yang kalian tahu, aturan Skenario ini adalah semua orang mengutamakan keselamatan diri sendiri.

Konsepnya adalah bertahan hidup dengan upaya sendiri.

Tapi tadi malam, beberapa kalian bertahan di luar Zona Hijau.

Kurang lebih, saling membantu.

Konstelasi yang terhormat kami sangat kesal.

Jadi hari ini kami akan tingkatkan kesulitannya.

Penyintas saat ini: 57 orang.

Jumlah Zona Hijau untuk hari ini: 1.

Apa? Tak bisa begitulah!

Tenang!

Aku yang akan putuskan sendiri siapa yang mendapat Zona Hijau itu.

Siapa kira-kira?

Manusia paling baik?

Manusia yang paling apes?

Atau manusia yang paling pintar?

Tapi kudengar di dunia kalian, jadi kaya itu yang terbaik?

Maka kita pilih itu.

Satu Zona Hijau telah muncul.

Jika kalian ingin hidup, bangkit dan rebut tempatnya.

Tapi meski begitu, hanya ada satu tempat.

Tunggu sebentar.

Jihye, maukah kau membantuku?

Kenapa kuharus mau? Aku akan ambil tempat itu.

Gabunglah kami saja, bagaimana?

Andai kau diam saja di Zona itu, kita tak akan ikut kacau begini.

Semua orang akan mati gara-gara kenekadanmu yang tolol.

Itu sebabnya aku butuh bantuanmu.

Aku ada ide, hanya jika kau mau...

Kubilang tidak!

Kau lihat siapa yang mendapat Zona Hijau!

Di dunia ini, selalu yang kuat yang bertahan.

Kurasa itu bagus. Sederhana dan adil.

Kalau kau tak mau mati, menanglah.

Belum cukup kau membunuh

temanmu untuk bertahan hidup?

Bahkan saat dia mati,

tak bisa mengulurkan jarinya padamu.

Aku tak bisa menghindarinya.

Aku tak bisa menghindarinya.

Aku tahu kau tak bisa menghindarinya.

Tapi kau tahu yang terjadi

ketika kau berusaha bertahan hidup sendirian.

MENANG DIJAMIN 100% DI BAYAR >>> www.cu p id w i n.co m

Bihyeong, kau di situ?

Dokja, wow!

Seperti katamu, saluran kita menggila!

Konstelasi suka cerita ini,

dan donasi membanjiri! / Mari cairkan donasi itu sekarang.

Berapa banyak?

Semuanya.

Saat kuberi aba-aba, keluarkan semuanya. / Bentar, biar kukonversi dulu.

Hey tuan!

Gong Pildu!

Apa maunya gembel ini?

Hey, mau lakukan kerjaan buatku?

Apa?

Aku menyewamu sehari, berapa harganya?

Kukira kau gembel, rupanya kamu gila.

Kau ini ngomong apa?

Apa 100.000 koin cukup?

100.000?

Tentu, kalau kau punya sebanyak itu, aku ngerjakan yang kau mau selama sehari.

Kau punya koinnya?

Tentu punya.

Bihyeong, sekarang!

Ini dia, 113.000 koin!

Zona Hijau dibuat kembali.

Tempatku!

Si gila brengsek itu!

Hey!

Hey, jangan begitu!

Akan kutembak kau! / Ayo tembak saja!

Aku tahu kau tak bisa menghindarinya.

Tapi kau tahu yang terjadi

ketika kau berusaha bertahan hidup sendirian.

Hey!

Sialan kau.

Si gila itu benar-benar merusaknya.

Minggir.

Bajingan, bagaimana dengan tanahku?

Apa yang akan kau lakukan sekarang?

Monster akan masuk 1 menit lagi. Teleportasi dibentuk.

Dari awal!

Jika Zona Hijau itu tidak ada, kita semua harus melawan mereka.

Kita semua mungkin bisa bertahan.

100.000 koin telah ditransfer.

Apa yang kau lakukan? / Aku menyewamu sehari, tepati janjimu!

Apa maumu?

Aku tak ingin satu wargapun disini mati!

Aku mengandalkan semua orang!

Hey!

Aku tak akan memungut kalian untuk hari ini,

jadi mereka yang ingin bertempur, bertempurlah.

Mereka yang tak bisa, ikutlah ke tanahku.

Cepat!

Rasanya aku akan dapat koin seember penuh hari ini.

Konstelasi Master Pertahanan

memberikan pertahanan darurat pada Gong Pildu.

Gilyeong dan Hyeonseong tak bisa ikut kita hari ini.

Kita juga harus bertarung untuk mereka.

Jangan mati, kalian berdua.

Mampuslah, kalian bangsat!

Pildu!

Akan kuhadang yang itu. Kau terus halangi pintu masuk!

Pergilah cepat!

Hey, Yu Junghyeok!

Jika kau lawan, kau akan mati. Biar aku saja.

Pakai pedang itu?

Apa 4 hari lalu kau meramalkan aku akan mati?

Perhatikan ini.

Ada satu manusia di area ini berkemampuan tidak normal.

Dengan persetujuan semua Konstelasi,

level kesulitan akan ditingkatkan.

Apa?

Bukan ini yang di dalam novel.

Sangah! Keluarkan dia cepat!

Lalu bagaimana denganmu?

Ini akan melindungiku dari api, setidaknya begitu.

Sekarang!

Gilyeong!

Gilyeong. / Bagaimana Dokja?

Gilyeong.

Gilyeong, hentikan.

Aku tak apa, aku bisa.

Gilyeong, sudah cukup. Hentikan.

Kumohon hentikan, Gilyeong!

Atribut Lee Hyeonseong siap berkembang.

Sangah!

Lee Hyeonseong telah mengaktifkan Dorongan Gunung Besar, Level 4.

Aku datang, Hyeonseong!

Nona Huiwon!

Entah bagaimana, akan kuhadapi Naga Api.

Dengarkan baik-baik.

Di dada naga ada cangkang bundar dengan inti di dalamnya.

Jika kita tembus inti itu, kita bisa mengalahkan Naga Api.

Masalahnya adalah, siapapun yang memecahkan cangkang itu pasti mati.

Kalau kupecahkan cangkang itu, aku akan mati.

Lalu Sangah harus ikatkan lengannya,

dan Huiwon harus menembus inti itu.

Jika kau kalahkan Naga Api itu, kau akan menerima kemampuan istimewa.

Sekali saja,

kau bisa menghidupkan kembali seseorang yang mati.

Kalian paham yang kujelaskan?

Kita harus saling percaya.

Hanya ini satu-satunya cara

agar kita semua tetap hidup.

Dokja...

Huiwon! Sekarang!

Huiwon!

Inti cangkangnya terbentuk kembali.

Kita harus bagaimana sekarang?

Satu-satunya cara mengakhiri pertempuran ini...

Intinya sudah tertembus.

Sekarang Yu Junghyeok akan mati.

Sama seperti di novel.

Kim Dokja, bagaimana sekarang?

Sang pahlawan telah mati.

Aku tak bisa berbuat apa-apa.

Mengaktifkan kemampuan Pemunduran Yu Junghyeok.

Semua materi di dunia saat ini akan lenyap.

(Inti Ichthyosaurus)

(telah ditukar dengan Eter Keyakinan.)

(Pertukaran diprakarsai oleh: tls123)

(Jika kau tak suka akhir ceritanya,)

(cobalah tulis akhir ceritamu sendiri.)

(Lalu tunjukkan padaku)

(akhir cerita)

(yang kau inginkan.)

Hey Bihyeong!

Kirimkan itemnya ke aku, cepat!

Dokja, dunia sedang hancur sekarang!

Apa yang akan kau lakukan? / Kirimkan saja!

Keyakinan Patah telah dirubah menjadi Senjata Atribut.

Masih ada satu kesempatan.

Hyeonseong!

Nona Huiwon!

Sangah!

Skenario Zona Hijau telah diselesaikan.

10.000 koin dibayarkan sebagai hadiah.

sebagai hadiah tambahan, kau menerima Raja Tanpa Pembunuhan.

Kim Dokja menghidupkan kembali Yu Junghyeok

menggunakan kemampuan Raja Tanpa Pembunuhan.

Yu Junghyeok.

Kau tak apa-apa?

Aku tak sangka kau bisa melakukannya.

Bagus sekali!

Bagus sekali!

Wow, kita mengalahkan itu?

Dokja, pedang yang hebat! Rasanya itu tidak cacat.

Hyeonseong, kemampuanmu tadi keren banget!

Mestinya aku bertindak lebih awal.

Upaya kalian semua bagus.

Aku, yang bukan apa-apa,

hidup di cerita ini, dan bertemu teman-teman baru.

Bersama dengan teman-temanku,

kami akan tulis akhir baru untuk cerita ini.

OMNISCIENT READER: THE PROPHECY (Jangan kemana-mana, ada adegan setelah post-credit)

broth3rmax, 6 Agustus 2025

NO RESYNC/EDIT/RE-UPLOAD broth3rmax, 6 Agustus 2025

INSTAGRAM @broth3rmax TELEGRAM: t.me/broth3rmax_chat FOR ADVERTISING ONLY, WA 088905942930 (NEW)

BERIKAN SUPPORT DI trakteer.id/broth3rmaxSUB

>>> c u p i d w i n MENANG DIJAMIN 100% DI BAYAR

>>> cu p i d wi n SITUS TERPERCAYA NEXUS

NO SETTING dan NO DRAMA 100% >>> www. c u p i dw i n.com

Skenario baru akan dimulai.

Semua rintangan ditingkatkan.

Tolong!

Siapa saja, tolong!

Tolong!

Pak Han?

Para bajingan itu! Mereka bunuh semua orang di Stasiun Geumho!

Anak-anak, orang tua, semuanya!

Jangan diam saja disini!

Mereka sedang ke sini sekarang!

Secepat ini?

Mereka datang! Mereka datang!

(Lokasi saat ini: Chungmuro)

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.