All language subtitles for To.the.Moon.2025.S01E01.KOREAN.WEB-DL.VIU.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

"Drama ini berdasarkan pasar mata uang kripto 2018"

"Semua orang, peristiwa, dan latar belakang"

"Dalam drama ini fiktif dan tidak berkaitan dengan kenyataan"

"Jalur Tiga ke Seoul, Jalur Empat ke Busan"

"Ke Bulan"

Selamat datang, Para Penumpang.

Terima kasih sudah berkendara bersama kami lagi hari ini.

Kereta kita berangkat dari kenyataan yang menyedihkan

di mana nilai kerja tidak dihormati,

menuju tujuan akhirnya, Bulan.

Namun, kami tidak bisa menjamin

kedatangan kalian dengan selamat.

Di sepanjang perjalanan, kalian akan menghadapi banyak kesulitan, cobaan,

dan situasi yang agak menggelikan.

Namun, bagi kalian yang punya impian dan harapan belum terwujud,

kami mendesak kalian untuk segera naik.

Kereta berangkat.

"Episode 1: Selera Merah Gadis Rata-rata"

"Musim Gugur, 2014, Wawancara pegawai baru dan sementara ke tetap"

"Semua peserta wawancara, silakan tunggu di sini"

"Wawancara pegawai baru dan tetap Marron Confectionery"

"Menginspirasi pelanggan dengan produk dan layanan terbaik"

Aku bisa melakukan ini.

Aku bisa mendapatkan

posisi tetap.

"Sayang"

Sayang, kamu baik-baik saja di sana?

Jangan gugup. Kamu bisa! Kamu pasti akan mendapatkan posisi itu.

Aku mencintaimu!

"Wawancara pegawai baru dan tetap Marron Confectionery"

Nona Jung Da Hae?

- Masuklah. - Baiklah.

Kulihat kamu pernah magang bersama kami.

Ya. Itu bukan program standar,

tapi mereka memberiku kesempatan besar,

dan aku menghabiskan tahun lalu magang di Marron Confectionery.

Jika kami mempekerjakanmu,

apa ada produk yang ingin kamu kembangkan?

Marron Confectionery sangat populer di kalangan konsumen,

tapi pangsa pasarnya dalam kategori pai relatif rendah.

Itu sebabnya aku ingin meluncurkan produk pai orisinal.

Baiklah, kalau begitu. Apa ini?

Kenapa kamu tidak menjelaskan poin penting untuk Kong Kong Chip?

Aku yakin poin pemasaran kuncinya adalah nostalgia masa kecil.

Konsep iklan TV warna pertama memikat hati orang-orang

berusia 30-an dan 40-an,

dan aku yakin itu sangat beresonansi dengan mereka.

Ada komentar terakhir?

Ya.

Aku sangat ingin bergabung dengan perusahaanmu secara resmi.

Jika kamu memberiku kesempatan untuk bekerja di sini selamanya...

Apa dia disengat lebah? Apa dia disengat?

Kamu baik-baik saja? Nona Jung?

- Apa yang harus kita lakukan? - Nona Jung?

Kamu bersamaku?

Apa?

Kenapa wajahku ada di sana?

Tenanglah.

Tunggu sebentar. Apa ini mimpi?

Atau aku sudah mati?

- Apa kamu Malaikat Maut? - Tidak, bukan begitu.

Kamu hanya pingsan sebentar. Aku dirimu di masa depan, Jung Da Hae.

Apa?

Aku dari masa depan?

Tidak perlu menatap.

Sayangnya, dietnya gagal.

Kamu pasti makan makanan yang sangat enak.

Tapi ada apa dengan penampilanmu?

Apa yang terjadi? Apa ada perang di masa depan?

Apa kamu pengungsi?

Entahlah.

Meski begitu, kamu tidak punya tempat berlindung, bukan?

- Apa? - Terserah.

Aku akan langsung ke intinya.

Kamu tidak boleh bergabung dengan perusahaan ini.

- Itu sebabnya aku datang ke sini. - Apa maksudmu?

Hei! Kamu tahu betapa kerasnya aku berusaha menjadi pegawai di sini?

Jika berhasil di wawancara hari ini, aku akan menjadi pegawai tetap.

Kamu tidak tahu apa yang kamu katakan.

Tidak semua pekerjaan tetap setara.

Kamu...

Kamu...

Kamu hanya penyendiri.

Kamu akan selalu hidup seperti penyendiri.

Tidak ada yang berjalan sesuai keinginanmu,

dan kamu akan miskin sepanjang tahun.

Takdirmu adalah berakhir seperti ini.

Kamu akan terus menderita.

Kamu masih ingin bekerja di sini?

Astaga.

Ya! Aku harus mendapatkan pekerjaan ini.

Jika tidak bekerja kantoran di usiaku ini,

haruskah aku menjadi bintang idola?

Kamu pikir bicara seperti itu akan menghentikanku?

Kamu benar.

Bicara saja tidak akan cukup.

Kalau begitu, aku harus...

Mati saja!

Ada apa denganmu?

Lagi pula, tidak ada gunanya hidup.

Akhiri sekarang untuk kehidupan yang lebih baik.

Mati saja!

Tidak! Aku harus mencari pekerjaan, meski harus mati.

Tidak ada yang datang ke pemakaman orang miskin.

Aku tidak mau mati!

Nona Jung Da Hae, kamu baik-baik saja?

Nona Jung, kamu pingsan.

Aku... Aku hanya bermimpi...

Astaga, kita harus ke rumah sakit.

Matamu bengkak karena sengatan lebah itu.

Tidak, aku baik-baik saja.

Aku ingin melanjutkan wawancaranya.

Tidak, jangan.

Sudah kubilang, aku baik-baik saja.

Sengatan lebah tidak akan menghancurkan impianku

menjadi pegawai tetap.

Percayalah kepadaku. Aku yakin bisa bekerja dengan baik.

Mereka bilang keputusasaan menghasilkan keajaiban, bukan?

Tingkat pengangguran mencapai tingkat tertinggi setiap tahun.

Aku secara ajaib mendapatkan wawancara ini.

Beri aku kesempatan.

Aku akan menjadi pegawai Marron yang berdedikasi.

Lalu...

Keajaiban apanya?

Kelihatannya enak sekali.

Astaga, lihat semua pastri itu.

Kelihatannya lezat.

Kenapa antreannya panjang sekali?

Itu tampak luar biasa.

Kenapa kamu tidak menjawab? Apa ada masalah?

Aku khawatir. Tolong balas pesanku.

Pak Ko. Rapat kita akan segera dimulai.

Tidak apa-apa. Ada di depan.

Tapi waktu kita tinggal sepuluh menit lagi.

Mereka bilang tempat ini lebih baik daripada cabang Gangnam.

Kita di bisnis penganan, jadi, anggap ini sebagai riset pasar.

Mulutku berliur.

Ayolah.

Kami hanya menjual sepuluh lagi hari ini!

Maaf, Semuanya!

Apa? Itu seharusnya milikku.

- Pergi ke depan! - Apa?

- Hei, tunggu sebentar! - Astaga, tunggu!

Berhenti mendorong!

Tunggu sebentar!

Tunggu! Astaga, ponselku!

Ponselku! Tunggu, permisi!

Ponselku.

Tunggu. Hei, jangan menginjaknya!

Jangan menginjaknya! Tidak. Jangan...

Sial.

Si berengsek itu. Dia beruntung.

Ini enak. Sangat dekaden.

Kita terlambat. Lari!

Sial.

Pak Ko!

Ayo, cepat!

Ya, aku datang! Kenapa kamu harus memesan kopi?

Kopi penting bagiku.

Jika presentasiku gagal tanpa ini,

kamu mau bertanggung jawab?

Kenapa itu salahku?

- Sial. - "Sial?"

Kamu baik-baik saja?

Ya. Aku baik-baik saja.

Maksudku, apa laptopnya baik-baik saja? Semua data kita ada di sini.

Yang benar saja... Semoga baik-baik saja.

Sebaiknya ini tidak rusak. Tidak apa-apa.

Ayo. Cepatlah.

Bertahanlah.

Tunggu, tahan liftnya!

Terima kasih sudah menunggu.

- Maafkan aku. - Cepat!

Maaf soal itu.

Begini...

Kita harus turun.

Bulat, kamu sudah turun?

Bagus. Gunakan tangga.

Apa? Sampai ke lantai 14? Tapi waktu kita lima menit lagi!

Aku akan pergi lebih dahulu dan bersiap. Cepatlah.

Pak Ko!

Sial.

Aku harus menahannya. Aku tidak punya pilihan.

Penilaian kinerjaku sebentar lagi.

Aku tidak bisa membunuh Pak Ko.

Tunggu.

Sial.

Aku akan membunuhnya!

Pukul 10.59 dan 55 detik.

56 detik.

57 detik. 58 detik.

59 detik.

"Ruang Konferensi"

"Marron Confectionery"

Seperti yang kalian lihat, produk baru kita,

Glukosa Anggurku, sudah lama dalam tahap perencanaan,

tapi peluncurannya ditunda karena biaya bahan yang tinggi.

Sementara itu, pesaing kita, Perusahaan B,

punya yang paling laris dengan anggur sejak awal,

dan mereka sudah beralih ke rasa mangga dan ceri.

Jadi, usai rapat dengan tim Litbang dan Pemasaran,

kami memutuskan mengembangkan produk baru dengan anggur Shine Muscat.

- Tunggu. - Ya?

Anggur Shine Muscat?

Bukankah itu varietas Jepang?

Itu dari Jepang?

Apa? Itu dari Jepang?

Kamu tidak tahu?

Apa maksudmu kamu tidak tahu?

Jadi, apa rencanamu untuk menghadapi sentimen

pada sumber bahannya?

Rencana?

- Rencana kami adalah... - Kamu punya?

Rencana?

Pasti menyenangkan jika punya rencana.

Apa? "Pasti menyenangkan jika punya rencana?"

- Begini... - Benar, jadi,

kamu punya rencana "pasti senang" atau tidak?

Rencana kami adalah...

Apa yang harus kulakukan?

Aku tidak punya apa-apa... Aku harus bagaimana?

Dengar!

Pesanan siap! Semangkuk besar kebanggaan nasional!

Itu "pemasaran patriotik" yang kamu tekankan, bukan, Pak Cheon?

Ya, benar sekali.

Kamu ingin menekankan memakai produk domestik,

jadi, kamu bahkan menganalisis status anggur Shine Muscat Korea.

Benar. Benar sekali!

Sebenarnya, di Korea, sejak tahun 2006,

- kita menanam Shine Muscat sendiri. - Lokal yang terbaik!

Kamu tidak bisa mengalahkan yang ditanam sendiri!

Korea!

- Korea! - Korea!

- Korea! - Korea!

Ko...

Itu bukan ide buruk.

Saat sampelnya siap, bawakan kepada kami.

Kerja bagus.

Terima kasih, Pak Wakil Presdir! Kami akan melakukan yang terbaik!

Terima kasih!

Terima kasih, Manajer Urusan Umum! Terima kasih, Direktur Pelaksana!

Terima kasih, Semuanya! Kami akan bekerja keras.

Astaga, aku kehabisan napas.

Kamu baik-baik saja, Pak?

Maaf, Semuanya.

Jika aku minum sebanyak itu lagi,

aku binatang. Benar-benar binatang.

Sungguh, tanpa Eun Sang, itu akan menjadi bencana besar.

Kamu menyelamatkanku lagi, Eun Sang.

Terima kasih.

- Hei, ayo makan makanan pengar. - Lagi?

Berapa banyak yang kamu minum semalam, Pak?

Bagaimana rapat di luar kantor?

Sempurna.

Itulah ketua tim kita.

Lihat? Apa kubilang? Kita punya banyak waktu.

Kamu benar. Kamu yang terbaik, Pak Ko.

Kamu hebat.

Terima kasih, Da Hee.

Jadi, kamu punya sopan santun.

Setidaknya kamu tahu cara berterima kasih.

Itu bukan apa-apa. Sungguh, aku baik-baik saja.

Lihat ini, Da Hee. Lihat betapa bagusnya ini.

- Ini luar biasa. - Kubeli di Jepang akhir pekan ini.

Ini produk berkualitas tinggi buatan perajin, hanya dijual di Jepang.

Kupikir akan bagus jika semua orang mencobanya.

Kamu alasanku suka datang bekerja, Da Hee. Kamu tahu itu?

Rapatnya berjalan lancar berkat kamu.

Terima kasih!

- Kamu tidak perlu mengatakan itu. - Si berengsek itu.

Ini, Gembil. Kamu juga dapat.

Nama sialan itu, Gembil.

- Da Hee. - Ya?

Bukan. Maksudku Hee, bukan Hae.

- Da Hee. - Benar.

Temui aku sebentar.

"Karyawan Jung Da Hae"

- Nona Da Hae? - Ya?

Bukan, Da Hee. "Hae" seperti dalam "matahari".

- Da Hae. - Ya.

Aku terus tertukar nama kalian. Ini akan menjadi masalah besar.

Da Hae, mulai sekarang, aku akan memanggilmu Gembil.

Apa? Kenapa "Gembil"?

Apa aku tampak gembil bagimu?

Ini bukan soal penampilanmu. Ini hanya aura yang kamu berikan.

Aura? Apa hubungannya...

Lagi pula, aku lebih terbiasa menyebut nama Da Hae.

Dia mulai enam bulan sebelum kamu, dan ini urusan pekerjaan.

- Da Hee? - Ya.

Gembil?

Gembil?

- Ya, aku di sini. - Lihat? Itu lebih baik.

Dan masalah namanya terpecahkan.

Gembil.

Tidak, aku baik-baik saja.

Beri aku sepotong.

Ayolah, makan satu saja.

Kamu bekerja keras hari ini.

Begini...

Baiklah. Kurasa aku akan makan satu saja.

Jangan dimakan!

Tunggu sebentar! Pegangkan saja untukku.

Mari berikan ini ke para eksekutif. Hidup kita akan jadi mudah, bukan?

Jadi, aku akan berlari ke lantai 18...

Ada apa?

Aku minum kopi tanpa makan. Perutku benar-benar sakit.

Katakan saja itu dari tim kita...

Minggir, jangan halangi aku.

- Aku akan segera kembali. - Pak Ko, kamu baik-baik saja?

- Akan kubawakan ini untukmu, ya? - Ya.

Da Hee.

Tim Akuntansi ingin melihat laporan kinerja kuartal satu.

Benar. Aku berniat mengerjakannya sebentar lagi...

Mereka membutuhkannya sekarang untuk rapat.

Tidak bisakah kamu menyuruh seseorang...

Benar.

Da Hae.

Ayolah.

Ini sangat menyebalkan. Mereka melimpahkan semuanya kepadaku.

Lantai 18. Ruangan di ujung lorong?

Yang mana ruangan terakhir?

Permisi.

Apa?

Ada orang di sini?

Astaga.

Tempat apa ini?

Astaga, di sini seperti istana.

Astaga.

Apa?

Tidak mungkin! Aku pernah melihat ini di iklan.

Astaga. Ini gaji lebih dari tiga bulan.

Jadi, apa yang dilakukan barang semewah ini di sini?

Mungkin mereka membangun ruang staf baru?

Apa? Mungkin hanya sebentar.

Nyamannya.

Astaga.

Astaga.

Astaga, enak sekali.

Astaga.

Aku mengerti kenapa ini mahal sekali.

Astaga.

Tepat di titik...

Apa yang terjadi?

Apa?

Kenapa berhenti?

Apa-apaan ini?

Apa?

Ya, renovasi di ruanganku ternyata bagus.

Kamu sungguh tidak perlu repot-repot.

Apa itu tadi?

Tapi papan namanya agak berlebihan, jadi, aku menggantinya.

Bukankah ini ruang staf?

Benar.

Astaga, bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan?

Pertama, aku akan bangun secara alami.

Sial, ini tidak mau bergerak sedikit pun.

Dasar...

Apa ini?

Apa ini?

Ke mana perginya? Apa yang ini?

Astaga.

"Memuat. Tolong tunggu"

Ini dia! Kejutan!

Terkejut, bukan? Kamu sangat terkejut, bukan?

Benar. Kamu boleh pergi sekarang.

Aku pasti sudah gila.

"Dokter Ham Ji Woo"

Di mana aku pernah melihatnya?

Dasar bodoh. Kenapa kamu harus duduk di sana?

Kenapa ini tidak mau lepas? Sial.

Permisi. Ada apa? Kamu baik-baik saja?

Formulir evaluasi sudah keluar.

Dan begitulah, ini musim evaluasi.

Perusahaan pakai skala lima tingkat untuk menilai kinerja tahun lalu.

Selamat. Sepertinya kamu akan menjadi yang pertama dipromosikan.

Tidak mungkin.

Kamu selalu rendah hati, Da Hee.

Apa semua orang senggang untuk makan siang hari ini? Aku yang traktir.

Sederhananya, yang ini berarti, "Kamu bekerja dengan baik."

Kalau begitu, aku akan membeli kopi.

Yang ini berarti, "Hei, lumayan. Kami melihatmu."

Kamu ikut, bukan?

Aku sibuk hari ini, jadi, tidak bisa datang.

Selamat menikmati.

Ini artinya,

"Awal yang bagus, tapi kamu tidak berhenti sekarang, bukan?"

Lalu...

Sisanya tidak butuh penjelasan.

"Pegawai Jung Da Hae"

Kumohon.

"Evaluasi 2017: Sesuai harapan"

Rata-rata.

"Rekrutan di luar siklus"

"Rata-rata"

Sial.

Wei Lin.

Makan siang? Lezat?

Lezat dan nikmat?

Ya. Aku makan banyak.

Jadi, kamu sudah bertenaga sekarang.

Apa ototmu menonjol?

Ini menonjol!

Luar biasa.

Kamu pasti menyebabkan pemanasan global.

Kamu seksi sekali. Kamu bersemangat.

Kamu tidak lupa rencana kita akhir pekan ini, bukan?

Untuk barang pasangan kita,

aku membeli papan dan kacamata hitam baru.

- Ji Song, di belakangmu. - Aku juga beli pakaian dalam baru.

- Di belakangmu. - Apa lagi yang kubeli?

Ingin berpamitan dengan perusahaan juga?

Astaga, Pak Song!

Ji Song.

Kamu sudah selesai mengatur laporan pengeluaran bulan ini?

Aku hampir selesai.

Lucu, kamu bilang "hampir selesai" tiga hari lalu.

Benar juga. Tiga hari lalu, itu hampir selesai.

Tapi sekarang sungguh hampir selesai.

Ada sedikit perbedaan.

Kamu bisa pegang gagangnya di sini.

Dengar, entah itu "hampir" atau "sungguh hampir" selesai,

itu artinya kamu belum selesai, bukan?

- Kamu main-main denganku sekarang? - Tidak, tentu saja tidak.

Letakkan di mejaku sebelum kamu pergi hari ini.

Mengerti?

Ya.

"Rekrutan di luar siklus"

"Rata-rata"

Pak Cheon, apa Nona Eun Sang dapat "rata-rata" untuk ulasannya lagi?

Itu bukan keputusanku.

Keputusan datang dari atas.

Jika terus begini, dia akan berhenti.

Mereka bahkan tidak akan memberi tim kita lebih banyak orang.

Bayangkan Nona Eun Sang berhenti. Dia lakukan pekerjaan sepuluh orang.

Ada apa dengannya?

Dia sangat marah hingga akhirnya mengamuk.

"Evaluasi 2017: Sesuai harapan"

"Enderium"

"380.53 dolar"

"Enderium"

Aku yang pertama. Aku dapat "Rata-rata".

Aku juga.

Ayo kita makan saja. Lagi pula, ada yang ingin kukatakan kepadamu.

Kita akan makan, tapi perlihatkan punyamu dahulu.

- Apa yang kamu dapatkan? - Apa kamu harus bertanya?

Kamu juga dapat "Rata-rata"?

Sama saja selama tiga tahun.

"Rata-rata"

Tiga tahun seperti ini? Itu benar-benar gila.

Tiga tahun?

Sudah selama itu?

Dua orang yang bersamaku terjebak dalam siklus "rata-rata" ini.

Kang Eun Sang dan Kim Ji Song.

Sudah tiga tahun sejak kami bertemu.

Sudut ini mengerikan.

- Akan kutunjukkan nanti! - Ayo naik bus.

"Tiga tahun lalu"

- Ayo. - Maaf soal ini.

Busnya tiba-tiba mogok. Maaf sudah merepotkan.

Baiklah.

Sekali lagi, aku minta maaf.

Hei! Siapa pun yang mau ke Gangnam, kemarilah!

- Aku! - Aku mau ke Gangnam!

Kamu tinggal di sana?

Maksudku, aku ingin tinggal di Gangnam.

- Aku tinggal di Yeoksam-dong! - Ayo, masuk!

Aku tinggal di Apgujeong sejak usiaku lima tahun.

- Aku anak Apgujeong. - Baiklah, masuk.

Manajer Umum, jangan lupa rapat HOA di kompleks kita minggu ini.

Sampai jumpa!

Ada yang mau ke Sillim-dong? Aku dari Sillim-dong.

- Sillim-dong. - Aku di dekat sana, Sillim-dong!

Itu di dekat Pecinan.

Dekat Universitas Hankuk!

Manajer Umum,

kita satu sekolah bisnis dan klub, bukan?

- Universitas Hankuk! - Universitas Hankuk!

- Sampai jumpa! - Sampai jumpa!

- Kita pergi dari sini! - Sampai jumpa!

- Pak Ko? - Pak Ko.

Mungkin setidaknya aku bisa pergi dengan Pak Ko.

- Begini... - Pak Ko!

Pak Ko! Kita Angkatan ke-14. Kami mencintaimu!

- Kita Angkatan ke-14! - Kita Angkatan ke-14!

Ayo! Angkatan ke-14!

"Lokakarya Marron Confectionary Musim Gugur 2014"

Kami tidak tinggal di Area Gangnam

atau kuliah di universitas bergengsi.

Yang terpenting, kami bertiga tidak direkrut lewat perekrutan terbuka.

Bisa dibilang kami...

"Tim Pemasaran, Angkatan 14"

"Jung Da Hae"

"Kang Eun Sang"

"Kim Ji Song"

Kami yang dikeluarkan dari liga eksklusif mereka.

- Selamat! - Selamat!

"Mempelai Wanita"

- Ayo. - Ayo.

"Jung Da Hae, Kang Eun Sang, Kim Ji Song"

Kami bukan siapa-siapa, orang aneh, bisa dibilang pekerja lepas.

Sepertinya hanya ada kita lagi.

Benar sekali.

Ini terasa seperti kelas remedial di sekolah.

Hei, aku murid yang baik.

Benar.

Kurasa nilaiku rata-rata.

Ayo makan galbitang dan soju saja.

- Kedengarannya bagus. - Mari kita lakukan.

- Ya! - Kurasa begitulah kami akrab.

- Tunggu sebentar. Sebentar. - Acara di TV...

- Ini. Selamat menikmati. - Terima kasih.

- Dengan awal yang kuat lainnya - Astaga, panas.

menuju Olimpiade Musim Dingin,

Permaisuri Es memulai tantangan baru

untuk membuat sejarah sekali lagi.

Lee Sang Hwa mengamankan posisinya di Olimpiade Pyeongchang 2018.

Kini dia akan mengincar emas ketiganya berturut-turut.

- Dengan saingannya, Nao Kodaira... - Astaga, Lee Sang Hwa.

Legenda yang hebat!

- Pertarungan epik... - Tunggu, bukankah dia cedera?

Bukankah dia terlalu memaksakan diri?

"Memaksakan diri?"

Yang konyol adalah mendapatkan "rata-rata" selama tiga tahun.

Apa yang bisa kamu lakukan?

Mereka tidak beri peringkat promosi karena kita pegawai di luar siklus.

Benar sekali. Hidup sudah cukup sulit.

Seolah-olah semua orang di kantor dan di luar

menyuruh kita mati saja. Yang benar saja.

"Gukbap: 7,2 dolar"

Harganya naik.

Mahal sekali!

- Pemiliknya sangat kejam. - Harganya 7,8 dolar.

Dengan kartu.

- Harganya 3,7 dolar. - Boleh aku minta cap?

- Harganya 4,5 dolar. - Tolong tambah krim kocoknya.

Apa kalian orang yang sama yang bilang supnya terlalu mahal?

Kalian menghabiskan lebih dari sekali makan tanpa ragu.

Ini darah kehidupan kami. Kami butuh ini untuk bertahan di hari kerja.

Ya. Kami tidak begini tiap hari. Hanya sekali atau dua kali sepekan.

Sedikit hadiah seperti ini tidak masalah.

Apa?

Apa ini? Itu baru, bukan?

Kamu menyadarinya.

Ini baru musim ini. Manis, bukan?

Dari mana kamu mendapatkan semua uang itu?

Tas dan sepatu baru sepanjang waktu.

- Bagaimana kamu mampu membelinya? - Begini...

Bank dengan senang hati meminjamkan. Bank Simin banyak membantu.

Bisakah kamu mendengarkannya?

Kamu sudah gila.

Aku pantas dapat medali karena tidak memegang tangan kotor Pak Song

dan mematahkannya.

Itu sebabnya aku butuh manisan dan berbelanja.

Atau aku akan menampar pengunduran diriku di dahinya!

Benar! Bukankah ini hari gajian?

Benar, aku tidak bisa berhenti. Tidak di hari gajian.

"Gaji sudah disetorkan"

"Gaji, sewa, Ibu, pinjaman, ponsel, kartu kredit, tabungan"

Sial.

"Sisa saldo: Minus 764,470 dolar"

"Sisa saldo: Minus 1.410,32 dolar"

Sudah lama tidak bertemu. Suruh bedebah itu datang ke reuni kita.

Tidak cantik.

Saldo rekeningku sama sekali tidak cantik.

Aku harus menemui Wei Lin.

Kami seharusnya berseluncur salju di Pyeongchang.

Kamu masih bersama Bayi Beijing? Kalian belum putus?

Putus?

Cinta kami untuk selamanya, mengerti?

Kamu tahu apa soal cinta?

Aku tidak tahu banyak tentang hal yang tidak menguntungkan bak cinta,

tapi aku tahu tentang hal lain.

Apa itu?

- Ini disebut kripto. - Aku tahu.

- Benarkah? - Maksudmu, bilik karaoke?

- Tidak, bukan bilik karaoke. - Bukan bilik? Seperti penatu?

Bukan penatu koin.

Mata uang kripto itu?

Mata uang kripto...

Maksudmu seperti uang dalam gim?

Sungguh? Bagaimana kamu bisa membandingkannya dengan uang gim?

- Da Hae, ada apa? - Hei, aku sedang bicara.

Da Hae, ada apa denganmu?

Apa?

Bukan apa-apa.

Jelas ada sesuatu.

Jadi, ada apa? Apa yang kamu pikirkan?

Tidak, bukan begitu.

Sebenarnya...

Sebenarnya...

Byeong Jun...

Memintamu menikahinya?

- Apa? - Ini tentang waktu itu, bukan?

Jangan bilang dia melamar.

- Astaga. - Jangan langsung menyimpulkan.

Pernikahan? Kamu bercanda?

- Bukan? - Kubilang bukan.

Lagi pula, aku tipe orang yang lebih suka tinggal bersama dahulu.

Jadi, kalian akan tinggal bersama?

- Yang benar saja. Kubilang tidak. - Apa ini?

- Kenapa dia terus menyelaku? - Apa?

- Aku harus pergi! - Apa yang terjadi?

- Hei, tunggu! - Ada apa dengannya?

Ayolah!

- Apa ini? - Pak Song.

- Apa semua ini milikmu, Nona Kim? - Aku mau pakai alamat rumahku,

- tapi malah pakai alamat kantor. - Apa?

Maafkan aku. Aku sungguh minta maaf.

Bagaimana kamu bisa begitu...

Pak Song! Kamu baik-baik saja?

Astaga. Maafkan aku.

Kamu baik-baik saja? Kamu tidak apa-apa?

Nona Kim Ji Song, yang benar saja.

Apa yang harus kulakukan denganmu?

Maafkan aku. Aku tidak bermaksud begitu.

- Aku harus bagaimana? - Aku pergi.

- Sampai jumpa. - Biar kubantu berdiri.

Koyok, Pak Yoon.

- Ada yang punya koyok? - Astaga, punggungku.

Natal sebentar lagi,

dan selagi kita menunggu kelahiran bayi Yesus,

bagaimana kalau kita minum? Ayo!

Orang tuaku menungguku.

Pacarku menungguku.

Sopir pengantarku menunggu.

Kurasa hanya aku yang menunggu bayi Yesus.

Jika kamu tidak mau pergi, katakan saja.

Astaga.

Baiklah, aku akan pergi sendiri.

Sampai jumpa pekan depan.

- Kerja bagus, Semuanya. - Kerja bagus, Semuanya.

"Ulang tahunku"

Selamat berakhir pekan, Da Hae.

Kamu juga.

Aku pergi.

- Mau pergi? - Baiklah. Sampai jumpa.

- Sampai jumpa! - Sampai jumpa!

Dia sudah pergi?

- Dia sudah pergi. - Dia sudah pergi. Ayo.

Ini akan menyenangkan.

Nomor yang Anda tuju tidak aktif.

Silakan tinggalkan pesan setelah nada berikut.

Anda akan dikenai biaya setelah nada berikut.

"Sayang"

Permisi, Petugas.

Apa?

Pacarku.

Dia menghilang.

Kumohon, kamu harus menemukannya.

Tidak apa-apa. Ini hanya satu hidangan.

- Kamu yakin? - Ya.

Hei, hentikan.

Ada apa denganmu? Kamu mulai lagi.

Hei! Aku mencoba memasak di sini!

Sudah kuduga kamu akan melakukan ini.

Tidak ada makan malam untukmu.

Baiklah.

- Kalau begitu, buka anggurnya. - Anggur?

- Ya. - Yang ini?

Aku hampir selesai dengan ini.

Di mana pembuka botolnya?

Benar. Aku lupa harus membelinya.

Kamu tidak bisa membukanya tanpa itu, bukan?

Kurasa tidak. Tunggu. Aku akan segera membelinya.

- Baiklah. Sampai jumpa. - Aku akan segera kembali.

- Ya. Cepatlah kembali. - Baiklah.

Awalnya,

kupikir itu bagian dari kejutan.

Besok ulang tahunku.

Kupikir jika aku menunggu sebentar,

dia akan masuk membawa bunga dan kue dan berkata, "Ini dia! Kejutan!"

Tapi...

Dia tidak kembali?

Tidak. Setelah satu jam, dia masih belum kembali.

Lalu dua jam, dan dia masih belum kembali.

Saat itulah aku punya firasat buruk bahwa ada yang salah.

Permisi, kamu lihat pria tinggi datang untuk membeli pembuka botol?

Sejak saat itu, aku terus mencari Byeong Jun.

Nomor yang Anda tuju tidak aktif.

Aku pergi ke taman bermain tempat dia merokok,

dan aku bahkan pergi ke rumahnya untuk memeriksa, tapi...

Byeong Jun!

Lee Byeong Jun!

- Lee Byeong Jun! - Astaga, berisik sekali.

- Beberapa dari kami mencoba tidur! - Maaf.

Namun, dia tidak ada di sana. Tidak ada di mana-mana.

Lalu, pikiranku mulai pergi ke tempat yang cukup liar.

Tempat liar? Seperti apa?

Dia tidak melesat ke langit,

jadi,kupikir mungkin dia ditelan bumi.

Ya, seperti lubang runtuhan.

Kamu tahu seperti di film bencana,

jembatan runtuh, dan orang-orang terjebak di gedung.

Bencana seperti itu bisa terjadi, bukan?

Lubang runtuhan tampak masuk akal, bukan?

"Berteriak"

Tapi aku terus menunggu, dan tidak ada kabar dari MOLIT.

Jadi, kamu benar-benar menunggu.

Lalu aku bahkan berniat menelepon Kementerian Pertahanan Nasional.

Kementerian Pertahanan Nasional? Kenapa?

Kupikir itu pasti ulah mereka.

Alien.

UFO turun dan menculik Byeong Jun.

Tolong!

Itu tidak sepenuhnya mustahil, bukan?

Aku tidak yakin.

Bagaimana kalau kita tetap pada sesuatu yang lebih masuk akal?

Saat dia menghilang, apa pacarmu

tampak berbeda dari biasanya?

Apa dia mengalami masa sulit?

Apa ada situasi yang mungkin membuatnya kesal?

Itu hari yang cukup biasa.

Hari itu...

Hari itu...

Jika aku harus menunjukkan sesuatu,

saat kami berkencan tadi,

aku terus memintanya menyalakan hotspot-nya.

Aku memakai layanan telepon murah, dan sudah menghabiskan semua dataku.

- Data. Baik. - Aku mengeluh tentang bosku...

Aku terus menjelek-jelekkan bosku.

Jadi, kurasa itu mungkin membuatnya sedikit kesal.

Selain itu, setelah kami makan, aku membayar kopi kami, tapi...

Aku membayarnya dengan segenggam koin.

Aku tidak punya cukup uang di kartu debitku.

Apa lagi?

Ada lagi? Baiklah.

Begini...

Hanya saja...

- Apa? - Apa?

"Kontrak Sewa Bulanan Real Estat"

Ini?

Sudah hampir waktunya memperbarui sewaku.

Mungkin aku harus pindah.

Mungkin aku juga harus mulai memikirkan pernikahan.

Apartemen jelek ini.

Dan mereka berani menaikkan biaya sewa.

Kamar mandinya bahkan tidak memiliki ambang pintu.

Hari ini, lagi-lagi,

aku harus mandi begitu cepat, khawatir airnya akan tumpah.

Kenapa tidak memakai selotip antiair? Mau kupasangkan?

Tidak apa-apa.

Lagi pula, itu akan langsung terkelupas.

Aku akan...

Astaga, aku lapar.

Benar, bukan?

Mau makan dahulu?

Tentu.

Bagaimana dengan anggur?

Mari panggang belut untuk dimakan dengan itu.

Udaranya dingin, jadi, kita butuh makanan yang mengenyangkan.

Kedengarannya bagus.

Berapa biaya sewa di lingkunganmu?

Terserah.

Tampaknya perjalanan ke kantor mudah,

dan dengan semua rumah sakit di dekatnya,

sepertinya itu tempat tinggal yang bagus.

Menurutmu begitu?

Jadi,

aku ingin tahu

jika aku tinggal bersamamu...

Aku tidak melamar atau semacamnya.

Hanya saja jika kita tinggal bersama,

kita bisa menghemat pengeluaran.

Tidak perlu mewah atau semacamnya.

Kita bisa membuatnya sederhana dan polos.

Kita selalu bisa menikah nanti.

Apa? Tidak ada pembuka botol.

Benar. Aku lupa harus membelinya.

Kamu tidak bisa membukanya tanpa itu, bukan?

Kurasa tidak.

Tunggu. Aku akan segera membelinya.

Baiklah.

Cepatlah kembali.

Dia pergi dan aku tidak pernah mendengar kabarnya lagi.

Saat aku menjelaskan situasiku secara objektif,

aku tersadar.

Byeong Jun sudah pergi.

Karena dia tidak mau menikahiku.

Si berengsek itu.

Astaga, maafkan aku. Itu terucap begitu saja.

Tidak apa-apa. Sebenarnya itu menenangkan.

Seharusnya aku tidak...

- Maafkan aku. - Hanya saja...

Jangan membuang waktu berharga mengejar pecundang.

Aku ingin menarik laporanku.

Astaga. Tunggu. Nona.

Tetaplah kuat!

- Tetap kuat! - Tetap kuat!

Baiklah.

Asal kamu tahu, dia suka krim kocok.

Maaf, salahku. Salah obrolan.

Maafkan aku.

Terima kasih.

Hei. Bagaimana jika Da Hae tahu?

Kenapa kamu mengunggah itu di grup obrolan?

Tidak, aku yakin dia tidak sadar. Dia tidak secepat tanggap itu.

Kenapa kamu membeli banyak sekali?

Ini beli dua gratis satu. Akan seru jika kita semua pakai!

- Ayo, kita terlambat. Ayo. - Baiklah.

Berikan kepadaku. Akan kumasukkan ke tasku.

"Ulang tahunku"

"Selamat ulang tahun, Nona Jung. Kami akan beri diskon 20 persen"

Astaga.

Apa?

- Da Hae. - Kamu...

Sedang apa kamu di sini?

Maafkan aku, Da Hae. Aku hanya

terlalu malu untuk menemuimu.

Benar.

Sudah seharusnya.

Muncul setelah apa yang terasa seperti 24 tahun.

Tidak, itu tidak benar.

- Ini baru sehari. - Setiap jam terasa seperti setahun.

Maafkan aku. Aku sungguh minta maaf.

Seharusnya kamu mengatakan itu kemarin.

Kamu seharusnya kembali kepadaku

dan bilang, "Aku tidak cukup cinta untuk menikahimu. Maafkan aku."

Seharusnya kamu melakukan semua itu kemarin.

Maaf, tapi tolong jangan salah paham.

Aku mencintaimu.

Tapi makin aku mencintaimu,

makin aku merasa ada yang kurang.

Apa?

Aku sudah sering memikirkan ini.

Apa yang akan terjadi jika kita menikah?

Apa keadaan masih akan sebaik ini?

Bisakah kita bahagia?

Tapi kita tidak akan berhasil.

Kenapa tidak?

Kita berdua datang dari nol.

Jika menikah, kita harus bekerja lebih keras untuk bertahan hidup.

- Menurutmu kamu bisa mengatasinya? - Hei!

Kenapa tidak?

Aku juga punya pekerjaan.

Kamu pegawai temporer.

Tidak ada ruang untuk kemajuan.

Dengan gajimu, bisakah kamu mengurangi pinjaman mahasiswamu?

Bagaimana jika kamu hamil setelah kita menikah?

Lagi pula, kamu akan dipaksa berhenti bekerja.

Bagaimana kita bisa membesarkan anak dengan penghasilanku?

Hentikan.

Aku harus bekerja mati-matian.

Kubilang hentikan.

Bahkan saat itu, kita tidak mampu menyewa tempat di Seoul.

Bahkan tidak ada rumah layak tempat kita bisa merasa aman sekali saja.

Kita hanya akan bertahan hidup,

bekerja keras seperti hewan sampai pensiun.

Mungkin itu bisa dianggap kehidupan "rata-rata" bagimu.

Aku sudah muak dengan kehidupan itu!

Astaga. Hei...

Astaga.

Jika kamu akan mengatakan semua itu,

setidaknya buat aku mabuk dahulu.

Sangat sulit untuk menerimanya

saat aku sadar.

Aku sungguh minta maaf, tapi...

Kamu menangis?

Aku tidak menangis karenamu.

Aku menangis untukku.

Karena aku sangat menyedihkan.

Hidupku amat menyedihkan hingga aku tidak punya pilihan

selain jatuh cinta kepadamu.

Orang sepertimu adalah hal terbaik yang bisa kudapat.

Aku...

Hidupku

sangat menyedihkan.

Da Hae! Tunggu...

Minggir.

Kejutan!

Selamat ulang tahun!

- "Selamat ulang tahun" - "Selamat ulang tahun"

Selamat ulang tahun...

"Pasar Loak Natal dibuka!"

Aku pernah melihat diriku seperti ini.

Apa itu mimpi?

Atau itu firasat dari kenyataan yang mengerikan dan berulang ini?

Bagaimanapun,

hidup ini mengerikan.

Keluarlah.

Astaga.

Astaga, berhentilah mengecap bibirmu.

Begini,

- ini kubaca di suatu tempat. - Ya?

Kurasa mereka bilang perpisahan adalah

saat waktunya berpisah dan kamu menjalani hidupmu sendiri.

Jadi, untuk siapa yang dapat kesepakatan lebih baik...

Entahlah, Yesus? Buddha.

Omong-omong, mereka bilang hanya Tuhan yang tahu. Itu...

Socrates, atau Pilates?

- Itu salah satu dari mereka. - Apa maksudmu?

Hei.

Bagaimana bisa kamu tidak ingat dialog pendek dan terbata-bata?

Aku hanya ingin mengatakan sesuatu untuk membantu.

Dia menangis kencang.

Da Hae.

Berhentilah menangis!

Apa ini pantas ditangisi?

Haruskah aku melakukan tarian bahagia karena semuanya kacau?

Jangan sia-siakan air matamu untuk bedebah itu.

Fokuslah pada sesuatu yang lebih produktif.

Sesuatu yang akan membantumu dalam hidup.

Sesuatu yang lebih ambisius. Berpikir ke depan.

Contohnya, sesuatu seperti kripto...

Ini tidak benar, Eun Sang.

Kenapa kamu terus menyelaku?

Aku hanya merasa harus mengatakan ini.

Kamu serius?

Hei, Sayang. Ya, aku baru selesai.

Itu agak memusingkan,

tapi aku sudah mengurusnya.

Haruskah aku menemuimu di sana?

Sampai nanti. Aku mencintaimu.

Si berengsek itu...

Aku akan menangkap bedebah itu,

mencelupkannyake kepala, bahu, lutut, dan kaki Sungai Han

dan menjadikannya suyuk! Si berengsek itu!

Berengsek!

Astaga, kenapa kamu kejam sekali?

Hei, kamu berbagi lokasi dengannya, bukan?

Lacak dia sekarang.

Dia mematikan ponselnya selama ini.

Tapi kenapa?

Karena semuanya kacau,

mari kita lakukan tarian bahagia itu.

Apa?

Kamu tahu?

Sinyal jalan di sini tetap menyala lebih dari satu menit.

Benarkah?

Lalu?

Apa yang bisa kita lakukan dengan semua waktu itu?

Apa maksudmu?

Apa?

Rambutmu sangat lembut.

- Apa? - Aromanya sangat enak.

- Hei, apa itu? - Apa? Apa masalahnya?

Lihat di sana.

"'Red Flavor' dinyanyikan dan diadaptasi oleh Para Rata-Rata"

"Lee Byeong Jun, kamu sangat jahat"

"Kamu hanya bisa bicara, tapi terus pamer"

"Bersamamu adalah siksaan"

"Apa yang membuatmu begitu sombong padahal tidak punya apa-apa?"

"Wajahmu seperti gumpalan permen karet yang sudah dikunyah"

"Tidak, itu penghinaan terhadap permen karet"

Ganti.

"Setidaknya kamu harus punya kepribadian yang baik"

"Atau kaya, seperti yang selalu kamu katakan"

Uang!

"Lee Byeong Jun, kamu jahat sekali"

"Kamu hanya bisa bicara, tapi terus pamer"

"Bersamamu benar-benar menyiksa"

"Kamu sangat jahat padahal tidak punya apa-apa"

Dasar tidak berguna!

Bukankah itu namamu?

Ya, itu namaku.

- Astaga! - Hei!

Pria yang membenci perpindahan kereta bawah tanah

- cepat dengan perpindahan ini. - Perpindahan?

- Hei, apa aku pelarianmu? - Tidak, bukan begitu.

- Tidak, bahkan tidak mendekati. - Apa?

Pria yang tidak bisa ereksi. Kamu sebut itu hubungan?

- Itu amal. - Jung Da Hae! Apa katamu?

Omong-omong,

kamu tahu makanan spesial yang kamu lewatkan?

- Apa? - Akan kuberikan sekarang.

Makan ini!

- Sun Hwa! - Hei!

- Astaga, dingin sekali. - Kamu pikir aku yang rugi?

Kamu juga tidak cukup baik untukku, Berengsek!

Ayo, Sayang! Ayo! Itu mengagumkan.

Sial...

Sial!

Tidak mungkin.

"Sinsa Tteokbokki Camilan Bareun"

Apa itu rasa pedas?

Itu tidak masuk akal.

Apa yang kamu lakukan? Sekarang kamu masuk ke sini

dan tidur?

Hanya untuk malam ini.

Kenapa meninggalkan rumah mewahmu untuk selalu buat masalah di sini?

Di mana aku pernah melihatnya?

Siapa?

- Seorang wanita? - Pejuang.

Dengan keberanian seperti itu, dia benar-benar pejuang.

Apa maksudmu?

Hei, kalian lihat itu?

- Hei. - Sial, seharusnya kurekam itu.

Lucu sekali.

Tetap saja, ini hari ulang tahunmu, jadi, kita harus merayakannya.

- Saatnya pesta ulang tahun. - Ya!

- Satu, dua, tiga. - Dua, tiga.

Selamat ulang tahun.

Baik, buat permohonan.

Permohonan? Hanya untuk menjalani hidup normal dan tenang.

Tapi hidupku sangat...

Kenapa harus begitu sulit?

Jadi, aku tidak meminta sesuatu yang istimewa.

Hidup ini tidak bisa diselamatkan.

Rasanya sudah seperti permainan yang kalah.

Mari kita pulang. Dingin.

Hei, tunggu!

- Bagaimana dengan kuenya? - Tunggu kami.

- Setidaknya makanlah sebelum pergi. - Tunggu kami.

- Mari makan sebelum pergi. - Tunggu kami.

- Hei, kita harus mengemas ini. - Kuenya...

Masukkan saja semuanya ke sini.

Teman-teman, aku harus mengatakan sesuatu.

Astaga. Habislah kita.

Ada apa lagi sekarang? Kenapa kamu selalu menyela?

Tidak, lihat di sana. Itu jalan pintas.

Kita harus lewat sini jika ingin naik kereta terakhir.

Hei, tunggu! Yang benar saja.

- Hei! - Hei, hati-hati!

Astaga, tunggu!

- Ini, pegang tanganku. - Astaga.

Astaga.

Tunggu!

Hei! Ji Song! Astaga, yang benar saja.

Kamu baik-baik saja?

Ya, aku baik-baik saja. Kenapa kamu tiba-tiba berlari?

- Astaga, yang benar saja. - Berdiri. Jangan duduk.

- Hei... - Hati-hati.

Kereta terakhir. Cepat!

Astaga. Kuenya!

Sial! Tidak ada yang berjalan sesuai keinginanku.

Semuanya

benar-benar hancur. Sial!

- Ini tidak hancur! - Astaga, kamu mengagetkanku!

Kenapa kamu berteriak?

Kita juga memilikinya!

Apa maksudmu? Apa yang kita punya?

Sesuatu untuk membalikkan keadaan.

Kartu as kita!

Kartu as?

Aku hanya pernah menjadi penerima.

Bahkan saat dunia kejam ini terus merontokkan gigiku,

aku yakin penderitaan ini takdirku karena aku tidak punya apa-apa.

Tapi sekarang, Eun Sang memberitahuku

bahwa kami juga punya kesempatan.

Pukulan KO untuk melenyapkan kenyataan menyakitkan ini.

Dia bilang itu milik kami.

Dia terbang.

Dia terbang?

Teman-teman, ayo...

Saat itu, aku tidak tahu

bahwa momen ini...

Ayo masuk ke kripto!

Akan mengubah takdir kami.

Beri aku kesempatan.

Aku akan menjadi pegawai Marron yang berdedikasi.

Nona Jung Da Hae.

Dalam tiga tahun,

- menurutmu bagaimana kamu hidup? - Apa?

Keinginanmu, bisa dibilang begitu?

Kamu punya visi untuk masa depanmu, bukan?

Menurutmu akan seperti apa dalam tiga tahun?

Aku hanya

ingin menjalani kehidupan normal yang biasa saja.

Biasa saja

membosankan.

- Aku kehabisan pertanyaan. - Apa arti "rata-rata" bagimu?

Aku tidak yakin,

tapi kehidupan tempat kamu langsung diurus

jika kamu disengat lebah?

Sebenarnya, saat ini,

aku sangat kesakitan.

Tapi aku takut jika pergi sekarang, aku tidak akan dapat pekerjaan itu.

Jika itu terjadi, mulai bulan depan,

aku akan kesulitan membayar asuransi kesehatanku.

Jadi, sesuatu yang mungkin tampak membosankan bagi orang lain

adalah masalah keputusasaan bagiku.

Saat ini, hidupku terasa cukup menyedihkan.

Jadi, kuharap dalam tiga tahun, aku tidak akan seperti ini lagi,

agar aku bisa menjalani kehidupan biasa

tempat uang tidak membuatku menderita.

Jadi, tidak bisakah kamu mempekerjakanku saja?

Jadi, jika kamu mendapatkan pekerjaan ini,

kamu pikir bisa menjalani hidup yang kamu inginkan?

Ya, tentu saja.

Aku akan menghasilkan uang.

"To the Moon"

Kamu pikir aku sepertimu? Dibutakan oleh fantasi cepat kaya?

Apa aku terlihat seperti orang yang akan masuk ke kripto?

Aku bersumpah tidak akan, tapi aku percaya.

Tidak ada yang berjalan sesuai keinginanku.

Tidak satu pun.

Dokter Ham?

Bukankah kamu bilang melihatnya saat wawancara kerjamu?

Tapi aku ragu dia akan mengingatku.

Aku mewawancaraimu tiga tahun lalu, bukan?

Lalu kenapa jika aku menyukainya?

Apa ada alasan aku tidak bisa?

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.