All language subtitles for IB71.2023.1080p.HULU.WEB-DL.GubrakZ.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Pak.

Mereka disini.

Selamat datang di negara saudara.

Halo, Jenderal.

Kau belum memenuhi janjimu.

Setiap dolar yang kau berikan telah dihabiskan untuk persiapan perang.

Dan kami akan terus melakukannya.

Percayalah kepadaku.

Begitu pesawat ini mencapai Pakistan Timur,

musuh kita akan kehilangan keduanya,

tanah dan rakyatnya.

Pakistan dan Cina sangat yakin menjadi pemenang dalam perang ini.

Jenderal, kami ingin hasil...

Dan kau harus menahan pergolakan di Pakistan Timur.

Kau tahu konsekuensinya sebaliknya.

Pasti. Aku akan mengurusnya.

"Menyusul kekalahan mereka di 1948 dan 1965"

"Pakistan sedang menyusun rencana besar kali ini,"

"dan kami sama sekali tak menyadari niat mereka."

"Majumdar dan aku ditempatkan di Pakistan Timur oleh Intelijen India,"

"baik dia maupun kameranya tak bisa mengalihkan pandangannya dari masalah yang ada disini."

Untuk mendapatkan PM Bengali di Islamabad, saya...

Lari! Lari!

"Pakistan membunuh rakyatnya sendiri."

"Dan di tengah barbarisme,"

"kematian, dan kehancuran, satu-satunya harapan rakyat adalah..."

"India."

"Sambil menggunakan peluru untuk menekan pemberontakan yang terjadi,"

"musuh kita, berkolaborasi dengan China,"

"merencanakan perang melawan kami."

Siapa kau?

Bangun.

- Halo? - Pak.

Bengali Babu kami tertangkap.

Bersama rahasia militer mereka?

Ya, pak.

Kau bisa membawanya kembali?

โ™ช Mendekatlah padaku, โ™ช

โ™ช Dan berbisik ditelingaku, โ™ช

โ™ช Apa pun yang kau inginkan-- โ™ช

Pak.

Kau suka menyanyi, ya?

Memakai seragam ini untuk menyanyikan lagu mereka?

Maaf, Pak.

Kalau kau suka menyanyi,

nyanyikan lagu-lagu negaramu.

"Kerinduanku datang ke bibirku sebagai permohonanku,"

"Terpujilah tanah suciku, Pakistan,"

Lagu kebangsaan kita?

Kenapa tidak nyanyi itu saja?

Pak.

Bagaimana kau akan membenci Indira

kalau kau mencintai Lata dan Asha?

Maaf, Pak.

Kau bebas bebas mengejar hobimu,

tapi selalu dahulukan negaramu.

Baik, pak.

Sekarang katakan padaku,

di mana kau menahan orang India ini?

Di sana, Pak.

Apa dia sudah membuka mulutnya?

Belum, Pak.

Tapi lubang yang lain terbuka lebar.

- Jelaskan. - Dia diare.

Dasar orang India,

mereka buang air di celana begitu masuk ke Pakistan.

Bawa dia kemari.

Saya tidak mengerti, Pak.

Dokumen transfernya.

Mayor sedang berkeliling.

Bisakah kita menunggu sampai dia kembali, Pak?

Perintah ini datang dari atasannya.

Kerjakan.

Baik, Pak.

Mayor dalam perjalanan kembali dengan perbekalan.

Bersiap untuk menurunkan muatan.

Siap, Pak.

Lepaskan aku.

Lepaskan aku.

Ayo.

Hentikan.

Jangan bergerak.

Kalau dia tidak mau bekerja sama, tembak saja...

si Benggala Babu ini.

Bengali Babu... Operasi Timur selesai.

Aku tahu kau akan datang menyelamatkanku.

Rol filmku?

Mereka memilikinya.

Rol itu sangat penting.

Siapa kau?

Apa yang kau lakukan di kamp ini?

Pertama, beri tahu padaku,

kenapa ada Ghalib di Kamp Tentara Pakistan?

Bagaimana kita bisa memenangkan perang

jika petugas kita jatuh cinta dengan penyair mereka?

Kau dari mana?

Dari Pakistan - tubuh, pikiran, dan jiwa.

Provinsi mana?

Sindh?

- Punjab. - Bukan.

Kau berasal dari India.

Kau seorang Muslim dari India.

Se[erti dialekmu.

Tebakan bagus.

Kau benar.

Ayahku jatuh cinta dengan ibuku yang berasal dari Lucknow.

Sepertinya pengaruh ibuku terlihat jelas.

Merupakan pelanggaran protokol untuk memasuki tenda Mayor tanpa izin.

Dan sesuai protokol, aku bisa menembakmu.

- Ya, kau bisa. - Katakan siapa dirimu.

Kau dari resimen mana?

Kakek, Abbas Beg, Angkatan Darat Inggris.

Ayah, Hasan Beg, Tentara Pakistan,

Nishaan-e-Haidar, 1948.

Paman, Wasim Beg, Sitara-e-Jurat, 1965.

Prajurit generasi ketiga, Mayor Qamar Beg.

Pak?

Silakan masuk.

Dia prajuritnya,

yang lupa mengemas rol film-nya

beserta dokumen-dokumen penting.

- Rol, Pak? - Ya.

Seharusnya ada beberapa rol bersama dokumen-dokumen penting.

Dan aku tidak membicarakan tentang rol lagumu.

Apakah kau menyadari bakat yang dia dimilikinya?

Dia penyanyi yang hebat.

Terima kasih, Pak.

Diam.

Rol yang ini, Pak?

Terima kasih.

- Jangan buat kesalahan seperti ini lagi. - Pak.

Mayor, aku sependapat bahwa melanggar protokol

adalah tindak pidana.

Maka itu aku memberinya perintah resmi sebelum aku masuk.

Ya, pak.

Pak.

Mayor Qamar Beg.

Resimen Punjab.

Mayor Mustaq.

Selamat tinggal.

Selamat tinggal.

Petugas...

Kartu identitasmu.

Terima kasih.

Prajurit, kau akan menyanyikan lagu kebangsaan

di Islamabad pada 14 Agustus.

Baik, Pak.

- Dev. - Pak.

Bahaya apa yang kita hadapi?

Pak.

Tanda-tanda dari Pakistan Timur tidak bagus.

Mereka membentengi fasilitas lapangan terbang di Lalmonirhat.

Ada pabrik baterai anti-pesawat di Rangpur.

Ada kamp baru didirikan di Saidpur dan Dinajpur.

Pak, yang paling memprihatinkan adalah

mereka juga membuat 10 landasan baru.

Apa tujuan mereka dibalik itu?

Situasi yang selalu berubah di Pakistan Timur.

Atau perang lain dengan India.

Perang?

Bukan.

Mereka sendiri berada di ambang perang saudara.

Apakah mereka bisa berperang melawan kita dalam keadaan seperti ini?

Sama sekali tidak.

Jadi, kita tidak perlu khawatir.

Tidak bijaksana untuk mengabaikan sifat dasar Pakistan, Pak.

Bahkan ketika terkubur enam kaki di bawah,

mereka tidak akan melewatkan kesempatan untuk mencari bantuan,

walaupun hanya untuk melempar batu ke India.

Pak Avasti, mereka sibuk membunuh rakyatnya sendiri di Pakistan Timur.

Tetap awasi.

Kami akan merespon pada tanda bahaya pertama.

Aku akan beritahu Menteri Pertahanan.

Salam, Pak.

Seorang pria berhasil menyusup ke tentara Pakistan Timur

dan intelijen kita masih belum menemukan orangnya.

Memalukan sekali! Siapa dia?

Seorang agen India, Pak...

Apa saja yang kau kerjakan?

Siapa yang ada disana?

Kami sedang menyelidiki, Pak.

Afsal, pahami baik-baik,

kita tidak akan mentolerir celah keamanan apa pun.

10 hari.

Pastikan tak ada yang terjadi dalam 10 hari ke depan

yang membuat India waspada,

dan menghancurkan rencana kita.

Ingat itu.

Pesawat Palestina ini dibajak.

Ini membantu perjuangan Palestina untuk kebebasan,

menjadi berita utama di seluruh dunia.

Lalu?

Jadi, pemimpin JKLF Maqbool Bhat berencana melakukan hal serupa.

Dia ingin perjuangan Kashmir untuk kebebasan

menjadi berita utama di seluruh dunia.

Aku akan memasukkan pesawat itu ke tenggorokanmu!

Tidak boleh ada kegiatan melawan India selama 10 hari ke depan.

Maqbool Bhat tidak tertarik bergabung dengan India atau Pakistan.

Dia menginginkan Kashmir sebagai wilayah otonom.

Dia tidak akan mendengarkan kita.

Hentikan dia.

Pastikan dia tidak mendapat bantuan.

Pak!

Kau sudah kembali.

Bagaimana kabarmu, Prajurit Maratha?

Aku baik-baik saja, Pak.

Masih menunggu kasus pertamaku.

Pak, silahkan ambil.

Laddoo.

Istriku mengirimnya.

Dia yang lagi hamil,

tapi aku yang dimanja.

Kau beruntung.

Aku bisa dibilang beruntung kalau aku bisa

mengerjakan kasus bersamamu.

Pak Dev. Kami telah menerima pesan dari seorang agen

di Pakistan Barat.

10 hari.

40 pesawat.

Dengan... Cina.

Benar, Pak.

Mereka berencana menyerang kita setelah 10 hari.

Kalau Cina bersama mereka,

berarti kita akan diserang dari dua sisi.

Dari Front Timur, Pak.

Itu bukan pertanda baik.

Pak, pergerakan tentara itu untuk kita, dan bukan untuk Pakistan Timur.

Ini artinya mereka mempersiapkan diri dengan baik,

dan kita tidak.

Dan kita cuma punya 10 hari.

"Kami belum siap untuk perang mendadak ini."

"Hanya beberapa prajurit kita"

"sedang menjaga perbatasan Pakistan Timur dan Cina."

"Pasukan India terfokus"

untuk melindungi perbatasan Pakistan Barat,"

"tapi musuh sudah"

"sampai di Front Timur."

"Pesawat militer ditempatkan di Pakistan Barat"

"disiapkan untuk melintasi wilayah udara India"

"untuk mencapai Pakistan Timur,"

"karena itu adalah satu-satunya cara bagi Pakistan untuk mengakses sisi lainnya."

"Cina dan Pakistan sudah siap"

"untuk segera menyerang India setelah pesawat tiba di sana."

"Negara bagian timur laut akan melepaskan diri dari India."

"Kami berada dalam masalah besar."

Berapa banyak waktu yang kau butuhkan untuk bersiap-siap?

Dua bulan, Pak.

Tapi Pak,

serangan itu bisa terjadi kapan saja setelah 10 hari ke depan.

Lalu bagaimana kita akan menghentikan Pakistan dan Cina di Timur?

Pak, boleh bicara?

Kita bisa menghentikan mereka, Pak.

Caranya?

Dengan memblokir wilayah udara kita.

Ini tidak hanya memberi kita waktu dua bulan untuk bersiap,

tetapi juga memperlambat mereka.

Tolong jelaskan.

Pak, India memiliki kedaulatan penuh untuk ruang udara di atas wilayahnya.

Secara hukum, pesawat memerlukan izin terbang untuk

terbang di atas wilayah udara milik negara kita.

Mereka tidak akan bisa terbang

jika kita memblokir wilayah udara kita.

Kalau begitu kkita tidak akan mengizinkan mereka untuk terbang.

Tidak semudah itu, Pak.

Menurut Perjanjian Tashkent yang ditandatangani

oleh mantan Perdana Menteri Mr. Lal Bahadur Shastri,

kita hanya bisa melakukan itu jika kita sedang berperang.

Tapi musuh akan menyerang kita.

Benar, Pak.

Tapi secara teknis, kita tidak berperang.

Pak, India bisa menghadapi pembatasan internasional

karena memblokir wilayah udara tanpa alasan apapun.

Kita tidak bisa diam saja dan tidak melakukan apa-apa.

Pak, saya mengerti memang sulit memblokir wilayah udara,

tapi kita tidak punya pilihan lain.

Dev.

Kita harus membuang ide memblokir wilayah udara,

karena kondisinya tidak ideal.

- Tapi, Pak... - Itu saja.

Temukan solusi untuk masalah ini secepat mungkin.

Saya punya kabar baik, Pak.

Sesuai laporan yang kami terima,

India belum siap untuk perang.

Segera, langit ini akan menjadi saksi kemenangan,

yang akan dibawa oleh Pakistan Timur.

Pak Dev!

Pak.

Bolehkah saya duduk?

Kau punya kasus baru.

Bagaimana kau bisa menebak, Pak?

Selamat.

Ini tidak adil, Pak.

Saya bahkan tak bisa berbagi kabar baik ini dengan keluarga saya sendiri.

Protokol.

Sepertinya saya memang harus merayakannya sendirian.

Silahkan dimakan, Pak.

Kasusnya apa?

Bukan sesuatu yang besar seperti milikmu.

Aku hanya perlu mengintai seseorang.

Mengintai siapa?

Seorang anak dari Kashmir berusia 17 tahun.

Qasim Qureshi.

Mungkin dicuci otak oleh tetangga kita.

Apa yang dia lakukan?

Tertangkap dengan membawa pistol, Pak.

Anak 17 tahun membawa pistol, Pak?

- Lihat lurus ke depan. - Maqbool Saab, menurutmu dia bisa melakukannya?

Kepala lurus.

Dia seperti bisul,

yang luarnya lembut yang menyembunyikan racun di dalamnya.

Tembak.

Kerja bagus.

Dia bisa melakukannya.

Dia pasti anggota baru ISI.

Dia milik Organisasi Azad Kashmir.

Mereka merencanakan sesuatu yang besar.

Kita akan membebaskan Kashmir seperti

orang-orang Palestina membebaskan negara mereka, Qasim.

Maqbool Bhai,

aku akan melakukan apa pun resikonya.

Kau tinggal berikan perintahnya.

Mereka akan membajak pesawat

menggendong Rajiv, anak Bu Indira.

Dia saat ini dalam tahanan polisi.

Lalu apa masalahnya?

Dua orang lagi seharusnya

melakukan rencana ini bersamanya.

Sekarang, Qasim sudah memutuskan untuk menjadi pemberi persetujuan.

Jadi polisi menempatkannya di bandara

untuk mengidentifikasi yang dua lagi.

Sebagai polisi?

Benar, Pak.

Mereka tak bisa membajak pesawatnya lagi.

Kita hanya perlu menangkap dua lainnya.

Kita harus menyingkirkan bukan hanya di daratan,

tetapi juga di langit dari orang-orang tersebut.

Terima kasih.

Kau ini kenapa?!

Kita sudah membahas ini.

Memblokade wilayah udara itu tidak mungkin.

- Itu mungkin, Pak. - Bagaimana?

Pakistan bisa melakukannya.

Dan bagaimana Pakistan akan melakukan itu?

Kita akan buat Pakistan melakukannya.

Kau pikir Pakistan cukup bodoh

untuk menggali kuburnya sendiri?

Saya yakin akan hal itu, Pak.

Aku punya rencana.

Rencanamu...

mudah diucapkan tapi sulit untuk dilaksanakan.

Hanya Kementerian Pertahanan yang memiliki kewenangan memblokir wilayah udara.

Itu sebabnya aku bilang rencanamu tidak mungkin.

Guru Gobind Singh tidak

berpikir bahwa tidak mungkin membuat satu prajurit melawan 125,000.

Lord Rama tidak berpikir mustahil untuk

melawan Rahwana dengan pasukan monyet.

Maharana Pratap tidak berpikir mustahil

melawan Kerajaan Mughal sendirian.

Kita adalah keturunan mereka,

kita seharusnya jangan pernah mengabaikan apapun menjadi mustahil.

Pak, jika kita berhasil melakukannya, tidak hanya negara kita yang selamat

tapi juga mencegah hilangnya nyawa manusia di Pakistan Timur.

Saya butuh izin, Pak.

Dev?

Apakah kau benar-benar berpikir Pakistan sangat bodoh?

Tidak Pak, tapi saya pikir kita bisa mengakali mereka.

Pak.

Ini mungkin pertama kalinya dalam sejarah operasi semacam itu dijalankan...

Dan itu juga hanya dalam sembilan hari!

Begitulah sejarah terjadi.

Yuk Gabung di Grup Movie PitStop di FB, Juga di App Terabox Untuk Film-Film Terbaru

Selamat malam.

Penumpang yang bepergian ke Delhi diminta untuk

melanjutkan menuju gerbang. Terima kasih.

Penumpang yang bepergian ke Delhi

diminta untuk melanjutkan menuju gerbang.

Terima kasih.

Waspadalah.

Ini saatnya untuk menggunakan semua inderamu.

Lihat ke sana...

Pak.

Tiga penerbangan lepas landas dari bandara ini setiap dua hari.

Ke Chandigarh di pagi hari.

Ada orang disana?

Ke Jammu di sore hari.

Dan ke New Delhi di malam hari.

Lihat ke luar juga.

Apa kau melihat seseorang?

Lihat disana. Sebelah sana.

Tidak ada.

Dari semua penumpang ini?

Periksa dengan benar.

Tidak Pak, mereka tidak ada di sini.

Kau sudah melihatnya dengan benar?

Percayalah Pak, kalau mereka ada disini, aku tak akan membiarkan mereka pergi.

Ayo pergi.

Qasim tak akan bisa membajak pesawat,

tapi dia bisa membawa kita ke dua pembajak lainnya.

Kemarilah, nak.

Ya, Pak?

Tolong diingat,

kalau kau menipuku,

aku akan membuatmu menyesal. Mengerti?

Percaya padaku, Pak, saya pasti akan membawa Anda ke para pembajak itu.

Saya berjanji, Pak.

Bahasa tubuhnya menunjukkan kalau dia takut.

Dia terlihat seperti itu tapi sebenarnya tidak.

Jalan.

Qasim?

Kau sudah mulai bekerja?

Kau sangat bertanggung jawab!

Aku tak perlu melakukan ini kalau kau memenuhi tanggung jawabmu.

Apa yang terjadi?

Kau bertanya apa yang terjadi?

Kalian orang tua tidak ada gunanya selain merokok hookah...

...Cuma itu.

Teruskan, teruskan.

Memangnya kenapa?

Apa kau berharap kami mengambil pekerjaan sia-sia seperti kau,

di usia seperti ini?

Kita tidak menemukan petunjuk hari ini.

Mereka yang bertemu dengan Qasim besok,

dan tindakan mereka seharusnya membawa kita ke rencana berikutnya.

"Kami sudah sampai di Kashmir,"

"tetapi polisi setempat tidak menyadari rencana kami."

"Itu membuat kami tak ada bantuan atau dukungan dari mereka."

"Oleh karena itu, kami harus bekerja sendiri untuk menghentikan perang ini dengan bantuan Qasim.'

Kau pergi dan nonton film bersamanya.

Selamat pagi.

Penumpang yang bepergian ke Jammu diminta untuk

melanjutkan menuju gerbang. Selamat pagi.

Penumpang yang bepergian ke Jammu

diminta untuk melanjutkan menuju gerbang.

Terima kasih.

Saya yang menangkap Qasim, Pak.

Tapi kami tidak bisa mendapatkan petunjuk tentang dua pembajak lainnya.

Berapa kali kau melihat film ini?

Dia gila.

Benar-benar gila.

Dia tidak akan berpikir untuk membajak pesawat kalau dia normal.

Dev, kita kehabisan waktu.

Kementerian menanyai aku.

Seharusnya mereka tidak menyerang kita saat kita masih mengejar petunjuk.

Terima kasih.

Mau berapa kali kau menonton film yang usianya sudah 5 tahun?

Lakukan saja tugasmu, orang tua.

Dia sudah kehilangan akal sehatnya.

Kau masih tidak mengerti film ini setelah berkali-kali melihatnya?

Kau yang tidak mengerti apa yang kuinginkan.

Kau juga seharusnya mengerti apa kemauan kami.

Kau masih terus melhat film yang sama berulang-ulang.

Ini yang ingin aku tunjukkan padamu.

Hafalkan semuanya.

Ini pesawat.

Daini cara duduk dipesawat.

Kokpit pilot ada di depan.

Setelah naik pesawat,

kau akan melihat 2 tempat duduk di tiap baris,

dengan galeri di tengah.

Qasim, apa pesawat kita...

Apa pesawatnya sama?

Ini yang ingin aku tunjukkan padamu.

Kita menemukan satu

Kau ikuti dia.

Aku akan mencari pembajak yang satu lagi.

Baik, Pak.

Kau mau turun sendiri,

atau kau menunggu seorang wanita membantumu turun?

Ada apa dengan anak muda jaman sekarang?

Dasar pemalas!

Dia tinggal di rumah kapal di Danau Dal.

Namanya Ashfaq.

Dia adalah sepupu pertama Qasim.

Hanya itu yang bisa saya temukan.

Sangram, Qasim tidak pergi ke bioskop untuk nonton film.

Dia pergi ke sana untuk memberi pengarahan pada Ashfaq tentang pesawat.

Ini bukan hanya sebuah pesawat.

Ini adalah kebebasan Kashmir.

Ini adalah indikator ketinggian.

Ini akan memberi tahumu seberapa tinggi pesawat itu terbang.

Dan ini adalah indikator bahan bakar.

Bocah gila.

Kau cuma anak-anak.

Pertama, pelajari cara pengoperasiannya.

Jangan pernah membuat kesalahan dengan menganggapku anak kecil,

Atau aku akan membuatmu menyesal.

Mengerti?

Halo?

Jai Hind, Pak.

Gangga?

Tapi Gangga sudah tidak aktif, Pak.

Dia sudah tidak digunakan.

Baik, Pak.

Gangga akan siap.

Gangga?

Aneh.

- Pak. - Dev, kami sudah mengidentifikasi

pesawat terbang yang dinonaktifkan.

Ada petunjuk tentang pembajak?

Belum, Pak.

Tapi kami punya petunjuk.

Kami cukup dekat untuk menangkap mereka, Pak.

Kita cuma punya waktu lima hari,

sebelum mereka menyerang kita.

Temui sepupu Maqbool Bhai di Pasar Dal,

berikan catatan ini, dan ambil pistol darinya.

Senjata?

Benar, saudaraku, pistol.

Jangan khawatir, saudaraku.

Ashfaq, tidak boleh ada kesalahan.

Film ini memberimu gambaran sekilas seperti apa isi dalam pesawat.

Sekarang, aku akan jelaskan rencananya.

Dengar, kau akan berada disini, di kabin,

menangani penumpang.

Dan aku...

Letakkan disini.

Aku akan berada di kokpit.

Aku akan mengarahkan pistol,

yang kau bawa, ke kepala pilot

dan memintanya untuk pergi ke Rawalpindi.

Kita akan mendarat di Rawalpindi,

dan membiarkan dunia tahu tentang perjuangan kita untuk kebebasan.

Ayo, mari kita culik pesawat.

Itu 'membajak', bukan menculik.

Pak, apa Ashfaq tak bisa menemukan tempat lain untuk mendapatkan senjatanya?

Penjual senjata.

Polisi juga sedang mengikutinya.

Apa yang mereka lakukan di sini, Pak?

Pasti ada yang memberitahu mereka.

Rencana kita berantakan kalau Ashfaq tertangkap.

Kau awasi Qasim.

Tangkap dia! Di sana!

Cepat, cepat!

Kelilingi dia!

Kejar dari sisi lain.

Apa yang kau lakukan? Ayo cepat!

Berikan.

Tangkap dia juga.

Jangan biarkan mereka lolos.

Siapa kau?

Aku juga seorang prajurit Azad Kashmir, sama sepertimu.

Ayo cepat! Lebih cepat! Lebih cepat!

Dia semakin jauh!

Tangkap dia! Ayo cepat!

Hentikan dia!

Cepat, cepat!

Dasar kurang ajar!

Berhenti!

Jangan ampuni dia!

Pukul dia!

Tangkap dia!

Brengsek!

Dia semakin jauh!

Disini!

Terima kasih.

Sampai jumpa.

Halo?

Kami siap, Pak.

Teruskan.

Ya Tuhan, tolong jaga mereka.

Siapa mereka?

Bukan mereka, Qasim.

Hanya satu orang.

- Hanya satu orang? - Benar, saudaraku.

Dia mengatakan... dia adalah teman seperjuangan.

Hanya Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi

jika dia tidak menyelamatkan hidupku.

Itu semua berkat Maqbool Bhai.

Tapi Qasim, bagaimana kita membajak pesawat tanpa senjata?

Penerbangan pertamanya besok.

Semoga Tuhan bersamamu.

Sampai jumpa di Pakistan.

Jaan, ini palsu...

Itu semua berkat Maqbool Bhai, saudaraku.

Ini rencana yang keterlaluan.

Kita kita akan membiarkan kapal kita dibajak?

Pak Avasti,

Rencana ini misi bunuh diri.

Ada warga sipil dipesawat itu.

Kita tak bisa pertaruhkan hidup mereka untuk misi ini.

Pak, semua penumpang di pesawat adalah agen kita.

Bagaimana kalau Pakistan mengetahui identitas kita dan menyerang kita?

Anda tetap tidak akan melawan.

Memasuki wilayah musuh tanpa senjata...

Ini seperti menandatangani surat kematian kita.

Saya setuju.

Tapi kalau kita bawa senjata,

Pakistan akan membuktikan bahwa itu adalah konspirasi India,

dan kita akan kalah dalam perang ini.

Anda adalah penumpang India, dan apapun yang terjadi,

Anda hanyalah seorang penumpang.

Misi kita adalah pergi ke Pakistan dan menghentikan mereka.

Pak Avasti,

satu kesalahan,

dan pemerintah kita akan bertanggung jawab pada bangsanya.

Pak, pembajakan ini akan menjadi tindakan terorisme oleh Pakistan.

Tindakan terorisme adalah tindakan perang.

Kita akan menggunakan aturan internasional ini

untuk menghentikan armada Pakistan terbang,

dan melindungi negara kita di Timur Laut.

Baiklah.

Kami akan pergi denganmu. Tapi...

bagaimana cara kita pulang?

Komisi Tinggi India akan membantu kita.

Aku ingin 30 agen kita kembali, aman dan selamat.

Lakukan apa yang harus kau lakukan.

Penerbangan pertama besok... ke Lahore.

- Jai Hind. - Jai Hind.

Pak.

Qasim dan sepupunya Ashfaq akan membajak sebuah pesawat.

Apa perlu saya membunuh mereka?

Tidak perlu.

Itu hanya akan memperburuk keadaan.

Dan kita tidak menginginkan itu.

Pak.

Seseorang membantu mereka.

Dengarkan baik-baik, Sikander.

Jangan biarkan pembajakan ini terjadi bagaimanapun caranya.

Baik, Pak.

Saya pastikan bahwa tak ada pesawat yang lepas landas.

- Salam. - Salam.

Pak, bisakah aku membeli...

yang dicetak di pamflet ini?

Ini dia.

Luar biasa.

Itu bagus sekali.

Ini terlihat sangat nyata.

Apakah ada yang lebih mematikan, Pak?

Aku pernah membuatbeberapa granat, tapi tidak laku.

Aku beli itu juga.

Siapa yang mau kau takut-takuti?

Saya tidak ingin mengatakannya.

Bapak dengarkan saja transistor itu.

- Halo, Ibu. - Halo.

Bu, saya mau 3 tiket ke Jammu.

Maaf, Pak.

Semua penerbangan ke Jammu penuh.

Ayo, cari moda transportasi lain.

Berhenti!

Aku bilang berhenti!

Siapa kau? Kenapa kau mengikutinya?

Lepaskan aku.

Tolong beri saya tiket ke Jammu. Cepat.

Permisi? Ayo cepat.

Tentu saja.

- Nama Anda? - Nama saya Sheila.

- Terima kasih. - Terima kasih.

Ayo pergi.

Dua tiket ke Jammu.

Penerbangan pertama ke Jammu, kan?

Benar.

Baiklah.

- Nama Anda? - Ash...

A. Qureshi.

Q. Qureshi.

Terima kasih, Bu.

Selamat pagi.

Penumpang yang bepergian ke Jammu dimohon

untuk segera menuju gerbang.

Terima kasih. Selamat pagi.

Penumpang yang bepergian ke Jammu dimohon

untuk segera menuju gerbang.

Terima kasih.

Bukan. Bukan, Pak.

Mereka tidak disini.

Periksa dengan benar.

Pak... saya harus ke toilet.

Tunggu pesawatnya terbang dulu..

Saya bisa pipis dicelana kalau selama itu.

Baiklah. Pergi sana.

Bukan mereka.

Ashfaq.

Aku gugup.

Senjata?

Aku takut sekali, Qasim.

Aku takut.

Kalau kau ketakutan, bukan hanya kau yang tertangkap,

kau juga akan membuatku terbunuh.

- Tidak. - Pistol.

Jaga pintunya.

Maaf, Jaan.

Pagi, Kapten.

Ayo kita pergi ke Lahore.

Kapten, pintunya tertutup dan aman.

Terima kasih, Kiran.

Apa Sangram sudah melapor?

Belum, Pak.

VT-DMA 1-2-3 siap berangkat.

Meminta izin untuk lepas landas.

VT-DMA, aman untuk lepas landas.

Landasan pacu 24.

Semoga beruntung.

Halo?

Bagaimana warga sipil bisa masuk ke pesawat itu?

Berapa banyak warga sipil?

Di mana Dev?

Apakah pesawat sudah lepas landas?

Bukan situasi yang baik.

Bukan situasi yang baik.

Saluran telepon belum diperbaiki?

Belum, Pak.

Selamat pagi, Tuan dan Nyonya.

Bolehkah saya meminta perhatian Anda?

Kita akan mendarat di Jammu dalam 20 menit ke depan.

Terima kasih.

- Ini pembajakan! - Ini pembajakan!

- Ini pembajakan! - Ini pembajakan!

- Ini pembajakan! - Ini pembajakan!

Pesawat ini telah dibajak.

Duduk!

Jangan bergerak! Jangan ada yang bergerak!

Tetap duduk!

Kamu... Duduk.

Duduk! Duduk!

Jangan ada yang bicara.

Siapaun yang sok berani akan hancur berkeping-keping.

Tidak, tidak!

Kalau kalian tidak percaya, lihat ini!

Jangan ada yang bergerak!

Lakukan apa yang kami katakan, atau aku akan menembak kalian semua.

Awasi.

Jangan bicara!

Bawa pesawat ini ke Pakistan.

Temanku akan mulai membunuh penumpang kalau kau tidak melakukan apa yang kubilang.

Putar balik kapalnya.

Daratkan pesawat ini di Bandara Rawalpindi.

Itu tidak mungkin.

Bahan bakarnya tidak cukup.

Jangan bicara padaku! Diam.

Kita akan jatuh ditengah jalan kalau kita ke Rawalpindi.

Aku tidak percaya padamu

Mana indikator bahan bakarnya?

Aku tidak peduli, putar balik pesawatnya. Sekarang!

Tetap lurus. Tetap lurus...

ke Rawalpindi!

Tetap jalan.

Kita tidak memiliki cukup bahan bakar.

Rawalpindi!

Kita cuma bisa terbang 7 menit lagi.

Rawalpindi!!!

Pesawat ini akan jatuh kalau kita tidak segera mendaratkannya.

Aku tidak peduli! Terus terbang! Terus terbang!

Kita semua akan mati... termasuk dirimu!

Baik, daratkan.

Mendarat saja dikepalaku.

Itu yang paling dekat.

Lahore.

Apa? Apa katamu?

Lahore cukup dekat.

Kita hanya butuh 6 menit untuk mendarat.

Lahore!

Daratkan pesawat di Lahore.

Cepat mendarat.

Ashfaq.

Apa kita sudah sampai di Rawalpindi?

Belum.

Apa yang telah terjadi?

Mereka tidak punya cukup bahan bakar untuk membawa kita ke Rawalpindi!

Sekarang apa?

Sekarang apa?

Sekarang kita harus mendarat di Lahore.

Lahore tidak apa.

Setidaknya kita akan berada di Pakistan.

Pergi, awasi mereka.

Baiklah.

Apa kita diberitahu tentang pengalihan penerbangan?

Tidak pak.

Selamat siang, ini Menara Lahore.

Meminta status penerbangan Anda, Kapten.

Ini adalah penerbangan pesawat India VT-DMA Gangga.

Kami telah dibajak.

Meminta izin untuk pendaratan darurat.

Saya ulangi kami telah dibajak.

Dibajak! Dibajak!

Penerbangan India dibajak!

Bahan bakar kami tinggal sedikit.

Saya ulangi, kami kekurangan bahan bakar.

Kami tidak dapat membantu Anda.

Anda diminta untuk berbalik dan kembali.

Kami tidak bisa kembali.

Kami harus mendarat. Itu bukan pilihan.

Kapten. Berikan itu padaku.

Biar aku yang bicara dengan mereka. Berikan.

Dengarkan Anda, saya seorang prajurit Azad Kashmir.

Kami tidak akan berbalik.

Pak, saya mohon...

Apakah Anda ingin saya menembak pilotnya? Apakah kamu?

Kapten, Anda tidak diizinkan untuk mendarat.

Kami di bawah todongan senjata, Pak.

Tangki bahan bakar kosong.

Pesawat kita akan jatuh jika kita tidak mendarat.

Kita harus mendarat.

Kami akan mendarat.

- Halo? - AMC,

blokir landasan segera.

Pesawat tanpa izin berusaha untuk mendarat.

Saya ulangi, blokir landasan.

Batalkan pendaratan! Batalkan!

Kerusakan mesin sebelah kiri.

Izinkan saya untuk mendarat.

Apa kau berencana mendarat diatas kendaraan ini?

Minggir!

Mundur!

Cepat, cepat!

Minggir!

Halo?

Gangga telah mendarat di Lahore.

Halo!

Halo!

Ya, saya bisa mendengarmu.

Kalau begitu dengarkan baik-baik.

Ada 30 orang India di pesawat ini.

Kami akan membebaskan mereka

hanya setelah Pemerintah India

melepaskan 36 Aktivis Front Nasional kami.

Baik pesawat ini maupun orang-orang di dalamnya

tak akan selamat kalau tuntutan kami tidak dipenuhi.

Apakah kau mengerti?

Pak, tuntutanmu hanya bisa dipenuhi oleh Pemerintah India.

Dan Anda saat ini berada di Pakistan.

Kami butuh waktu.

Tidak masalah.

Tapi aku ingin secepatnya.

- Palestina... - Diam.

Diam. Tutup mulutmu.

Kenapa dengan Palestina?

Palestina apa?

- Katakan padaku. - Bukan apa-apa.

Bukan apa-apa kepalamu. Palestina apa?

Mereka adalah saudara kami.

Katakan padaku. Ayo bicara.

Pembajakan serupa terjadi untuk membebaskan Palestina.

Lalu?

Para pembajak mengatakan mereka hanya akan berbicara dengan pejabat pemerintah,

dan bukan otoritas bandara biasa.

India adalah negara besar.

Dan dia tidak memiliki kewenangan untuk bicara dengan negara besar seperti India.

Lalu siapa yang berwenang?

Presiden Pakistan.

Atau seorang menteri.

Seseorang yang bisa bicara langsung dengan India.

Dengan begitu kau bisa menyelesaikan pekerjaanmu.

Halo!

Halo! Dengarkan aku.

Sudah saya bilang untuk memberikan saya waktu.

Memangnya kau siapa, presiden Pakistan?

Bukan, jadi dengarkan aku baik-baik.

Aku ingin bicara dengan Presiden Pakistan,

atau pejabat Pemerintah Pakistan sekarang.

Dengan nama Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.'

Berita baru dari Radio Pakistan, Lahore.

Pesawat India Gangga

yang dibajak oleh dua anak muda dari Kashmir

telah mendarat di Bandara Lahore.

Pesawat itu telah dibajak oleh dua anak muda dari Kashmir.

Presiden Pakistan telah menugaskan Tuan Zulfikar Ali Bhutto

untuk mengatasi masalah ini sesegera mungkin.

Bagaimana Maqbool Bhat melakukan ini?

Di mana Sikander!

- Halo? - Afsal.

- Pak. - Kau akan membayarnya.

Sekarang dengarkan baik-baik.

Pak.

Para pembajak sudah memberikan tuntutannya.

Mereka ingin kita membebaskan 36 tahanan Front Pembebasan Nasional.

Oke.

jangan hubungi Komisi Tinggi India dulu.

Sementara kita diam dulu sampai Pemerintah Pakistan tidak mengomentarinya.

- Pak! - Pak!

- Pak Bhutto! - Pak Bhutto!

- Pak! - Pak!

Suaramu mencapai Pemerintah Pakistan.

Zulfikar Ali Butto.

- Satu pertanyaan, Pak. - Mundur.

- Pakistan bernyanyi dengan bangga, - Kashmir adalah milik kami!

- Pakistan bernyanyi dengan bangga, - Kashmir adalah milik kami!

- Pakistan bernyanyi dengan bangga, - Kashmir adalah milik kami!

- Pakistan bernyanyi dengan bangga, - Kashmir adalah milik kami!

Pak, Zulfikar Ali Bhutto sedang menangani mereka.

Hubungi Komisi Tinggi India sekarang.

Tindakan kita harus dimulai dalam 2 hari ke depan.

Pak.

Pak. Pemerintah India sudah menerima tuntutan para pembajak.

Benarkah?

Cepat sekali?

Mereka tidak punya pilihan lain, Pak.

Tapi... mereka dengan gampangnya menerima kekalahan?

Mengapa?

Komisi Tinggi India.

Kita sudah mencapai tahap negosiasi.

Bagaimana India membiarkan pembajakan ini terjadi?

Apa ini upaya untuk membuktikan bahwa Pakistan mendukung terorisme?

Atau konspirasi untuk memfitnah reputasi kita dalam skala global?

Pak.

Mengapa pesawat itu mendarat di sini?

Mereka ingin menghentikan pesawat-pesawat kita.

- Saya tidak mengerti, Pak. - Tapi mereka pasti mengerti.

Mereka tahu kita siap berperang.

Mereka tahu satu-satunya cara kita bisa sampai ke Pakistan Timur adalah menggunakan...

Wilayah Udara India.

Mereka akan menggunakan pembajakan ini sebagai alasan

untuk memblokir wilayah udara mereka.

Tapi bagaimana mereka bisa melakukan ini?

Mereka hanya bisa melakukan ini setelah kita menyatakan perang melawan mereka.

Pesawat yang dibajak yang saat ini berada di negara kita

akan dianggap sebagai tindakan perang.

- Pakistan bernyanyi dengan bangga, - Kashmir adalah milik kami!

- Pakistan bernyanyi dengan bangga, - Kashmir adalah milik kami!

Apapun bisa terjadi pada kita saat ini.

Mereka datang untuk menahan kita dengan alasan.

Kalian semua diminta untuk

meninggalkan tas kalian dan ikut denganku.

Tolong cepat. Ayo.

India telah menerima tuntutan tersebut

yang dibuat oleh Azad Kashmir.

Persiapan untuk mengembalikan 30 orang India ini akan dimulai besok.

Sampai saat itu, kami akan melakukan

kewajiban kami sebagai tetangga dan tuan rumah yang baik.

Selamat siang.

- Pak! - Pak! Apa langkah Anda selanjutnya?

Tidak ada komentar.

Kita seharusnya kembali dengan pesawat...

- Naik apa? - Naik pesawat.

Bis ini untuk Anda.

Silakan masuk.

Jaan, itu dia,

Yang kuceritakan.

Kau di sini, saudaraku!

Qasim.

Kawan.

Selamat atas kemenanganmu.

Selamat untukmu juga.

Selamat.

Qasim, kau berani dan pintar.

Saudaraku, kau adalah cahaya penuntun kami.

Kau mengarahkan kami melalui kegelapan.

Selamat atas kemenanganmu.

Selamat, saudaraku.

Kita masih selangkah lagi dari kemenangan.

Pemerintah India belum membebaskan 36 saudara kita.

Ingat,

jika mereka tidak memenuhi tuntutan kita,

kita akan membakar pesawat ini.

Pakistan bernyanyi dengan bangga,

Kashmir adalah milik kami!

Pakistan bernyanyi dengan bangga,

Kashmir adalah milik kami!

Pakistan bernyanyi dengan bangga,

Kashmir adalah milik kami!

"Meski berhasil mendaratkan pesawat yang dibajak di Pakistan,"

"India belum bisa memblokir wilayah udara."

"Untuk melakukan itu, aku harus membawa 30 orang ini kembali ke negara kita."

Karena jika Pakistan menemukan identitas kita yang sebenarnya:

"maka kita akan kehilangan keduanya, 30 orang ini dan perang."

Halo?

Selamat datang di Pakistan.

Atau haruskah saya katakan...

Pakistan menyambut Anda dengan tangan terbuka.

Anda harus turun dari bus ini,

seperti Anda turun dari bus di India untuk pulang pada malam hari.

Petugas, adikku akan menikah besok.

Mohon bersabar, Bu.

Dua negara sedang terlibat di sini.

Negosiasi sedang berlangsung.

Anda diminta untuk melakukan apa yang diperintahkan.

Dan kami akan memastikan bahwa Anda tidak merasakan ketidak nyamanan.

Silahkan lewat sini.

Lewat sini, Pak.

Anda bisa menggunakan kamar ini.

Lewat sini, Pak. Mohon ikuti saya.

Tolong ikuti aku.

Yang ini milik Anda. Silahkan lewat sini.

Anda bisa mengambil yang ini, di sini.

Tetap lurus kedepan.

Anda diizinkan

untuk menggunakan telepon selama 30 menit.

Anda dapat meyakinkan keluarga Anda tentang keadaan Anda.

Kami yang akan melakukan panggilan itu.

Ayo pergi.

Silahkan.

Anda harus menunggu di sini.

Sebentar. Berapa nomornya?

2089.

- Halo? - Sheila?

Kau dimana, Sheilla? Apa kau baik baik saja?

Kami sudah turun dari pesawat.

Akhirnya.

Mereka sudah membebaskan kami dari para teroris.

Lalu kenapa tidak mengirimmu pulang?

Mereka bilang kami akan dipulangkan besok.

Jangan khawatir.

Dengar, yang lain lagi menunggu giliran menelepon.

Aku akan tutup teleponnya sekarang. - 2371, Srinagar

Sambungkan panggilan ke Srinagar

Halo?

Ini aku.

Pakistan akan membusuk di neraka!

Mereka membajak pesawatmu!

Bagaimana cara kau kembali?

Jangan menangis. Aku akan pulang.

Nomor?

Delhi.

52011.

- Halo? - Salam, ayah.

Salam, Nak.

Shahid, anakku, dimana kau?

Kami menginap di sebuah hotel di Lahore.

Aku baik-baik saja.

Semoga Allah selalu menjagamu dalam keadaan sehat, anakku.

Harapanku hanya ada pada pemerintah, Nak.

Jangan khawatir, Ayah.

Kami berada di bawah perlindungan polisi.

Mereka bilang akan segera mengirim kami kembali.

Jaga dirimu.

Nomor 7.

Nomor 7!

Halo?

Ibu?

Apa kau baik-baik saja?

Ya, aku tak apa-apa.

Sepertinya Ibu masih sakit.

Minum obatnya tepat waktu.

Ibu harap mereka tidak menyakiti siapapun. Tak ada yang perlu di khawatirkan.

Hanya pemeriksaan rutin yang merepotkan.

-Hati-hati, Nak. - Aku baik-baik saja, Ibu.

- Baiklah. - Aku tutup teleponnya sekarang.

Kau harus siap!

Salam, ibu.

Salam, nak.

Bagaimana kabar ayah?

Kami mengkhawatirkanmu, Nak.

Apa mereka menembakmu di pesawat?

Aku baik-baik saja, Ibu. Aku baik-baik saja.

Aku rindu Ibu.

Ibu juga merindukanmu.

Tapi bagaimana dengan keamananmu, Ayah?

Kami berada di bawah perlindungan polisi, Nak.

Banyak petugas kepolisian yang melindungi kami.

Jaga dirimu.

Semoga mereka memperlakukanmu dengan baik, Kakak.

Mereka memperlakukan kami seperti lebih dari penumpang.

Bagaimana perilaku mereka?

Mereka seperti malaikat sejati.

Mereka terjaga bersama kami.

Merawat kami dengan baik.

Mereka selalu bersama kami.

Bisa dibilang mereka seperti bayangan kita.

Mansoor.

Tunjukkan daftar semua nomor yang dihubungi.

Pak.

13 panggilan dilakukan, pak.

Beda kota tapi cuacanya

sama dimana-mana...

Hujan deras.

Halo?

Pak, kecurigaan Anda mungkin benar.

Mungkin ada lebih dari satu agen di sini.

Entah mereka akan melakukan sesuatu di sini,

atau mereka akan mendapatkan bantuan dari luar.

Kita harus menangkap basah mereka.

Kami butuh pasukan bantuan, Pak.

Pasukan bantuan akan segera datang.

Kau berikan instruksi pada mereka secara pribadi.

- Pak. - Ingat,

kita butuh bukti nyata.

Kemudian kita bisa ambil tindakan terhadap India

karena melanggar wilayah Pakistan.

Mereka semua akan dihukum gantung di muka publik.

Pak.

Mereka berada di bawah perlindungan polisi.

Mereka memperlakukan agen kita lebih dari sekedar penumpang.

Jadi, mereka curiga.

Itu berarti

tidak akan mudah bagi mereka untuk keluar dari sana.

Mansoor.

Aku ingin perbanyak keamanan di gerbang utama.

Dan kosongkan titik ini.

Kunci gerbangnya segera.

Baik, Pak.

Pilot!

Di mana pilot pesawat itu?

Dia ternyata agen India.

Bagus.

Sekarang kita memiliki bukti nyata.

Berapa nomor kamar pilot?

270, Pak.

Ada apa?

Bukan yang ini, Pak.

Buka pintunya!

Buka pintunya sekarang!

Ayo keluar! Ayo keluar sekarang!

Buka pintunya!

Siapa yang ada didalam?

Ada berapa orang didalam?

Buka pintunya! Buka pintunya!

Semuanya, keluar.

Berbaris.

Berdiri tegak.

Jangan bergerak.

kau membuat kesalahan besar datang ke sini.

Kau bicara apa?

Benarkah?

Coba aku segarkan ingatanmu.

Mengenali darah ini?

Ini milik temanmu, Agen Sangram.

Aku membunuh dan membuang tubuhnya di sungai Jhelum.

Tapi aku akan menguburmu di sini.

Jangan lakukan hal bodoh, ikut saja dengan kami, Agen.

Mansoor. Awasi mereka semua.

Kami akan kuliti mereka hidup-hidup.

Baik, Pak.

Tak ada orang diluar sana yang tahu apa yang terjadi disini.

- Kau baik-baik saja? - Ya.

Kita harus pergi.

Tidak.. Jangan sekarang.

Kita harus tetap pada rencana.

Kita akan berangkat besok saat pergantian polisi.

Pemerintah Pakistan

cuma berpura-pura jadi tuan rumah yang baik.

Mereka meragukan kita,

dan mereka ingin mengekspos kita.

Tapi...kita akan ekspos balik mereka.

- Ketua sedang bergerak. - Baik, Pak.

Pak.

Listrik akan kembali menyala dalam beberapa waktu.

Baiklah.

Aku akan pergi ke perbatasan Ganda Singh dengan Ketua.

Laporkan SI selama pergantian shift.

Baik, Pak.

Pak. Selesai.

Pak, ini pesan berkode yang dikirim Dev pada kami tadi malam.

Perintah ke Hussaini... Pergantian shift jam 07:00 pagi.

Perbatasan Hussainiwala alias perbatasan Ganda Singh.

Hotel Imperial.

Kirim perintah ini ke perbatasan Hussainiwala.

Segera.

Pak.

Di mana lokasi SI Mansoor?

Dia berangkat ke perbatasan Ganda Singh bersama Ketua Afsal Aga saat fajar.

Ini pesan yang dia minta untuk saya sampaikan.

Selamat pagi, Pak.

Selamat pagi.

Mereka di bawah pengawasanmu?

Saya baru saja mengambil alih, Pak.

Halo, Pak.

Apa ada masalah?

Kenapa ada banyak keamanan di sini?

Tidak ada masalah.

Mereka ada di sini untuk melindungi Anda.

Berarti untuk perjalanan kami.

Kami sudah menunggu Anda.

Kami sudah siap.

Ayo kita naik bis.

Tunggu dulu.

Mengapa Anda naik bus?

Anda di sini untuk membawa kami pulang, bukan?

Bukan.

Kami tidak menerima perintah seperti itu.

Silakan kembali ke kamar Anda.

Silakan.

Tapi Pak, petugas itu sudah meminta kami untuk bersiap-siap.

Dia mengatakan para perwira militer sampai disini

pada pagi hari untuk mengawal kami ke perbatasan.

- Dimana Ketua? - Pak.

Dia berangkat ke perbatasan Ganda Singh.

Aku tidak diberitahu tentang ini.

- Kapan dia pergi? - Saat fajar.

Tapi mereka semua berkumpul di sini karena suatu alasan.

Kau seharusnya tahu kapan

dan bagaimana mereka pergi.

Pak, saya...

Kenapa Anda masih disini?

Tolong pergilah.

Silakan kembali ke kamar kalian.

Kami belum menerima perintah seperti itu.

Kami akan beri tahu kalian setelah kami mendapatkannya.

Kembali ke kamar Anda. Silakan.

Silahkan pergi.

Kenapa kalian tidak pergi?

- Halo? - Hotel Imperial?

Benar.

Pasti ada beberapa petugas yang berdiri di sana.

Aku ingin bicara dengan mereka.

Panggilan untuk Anda, Pak.

Halo?

Presiden ingin tahu,

apakah 30 orang India yang tinggal di hotel ini

sudah berangkat ke Pos Pemeriksaan Ganda Singh?

- Apa, Pak? - Perintah Presiden adalah

Anda mengawal 30 orang India yang tinggal di hotel ini

ke Pos Pemeriksaan Ganda Singh segera.

Siapa ini?

Sekretaris pribadinya.

Halo?

Halo?

Halo?

- Ada apa? - Satu orang hilang, Pak.

- Apa? - Satu orang hilang.

Hitung mereka.

Cepat, cepat.

Periksa lagi daftarnya.

Periksa semua kamar. Cepat.

Baik, Pak.

- Dari mana saja kau? - Aku baru check out, Pak.

Cepat naik ke bis.

Ya, baik, baik.

Pak.

Sudah lengkap, Pak. Semua orang sudah dihitung.

- Semuanya sudah dihitung? - Sudah, Pak.

Cepat berangkatkan bisnya.

- Halo? - Jai Hind, Pak.

Semua warga sipil dan agen kami telah melewati perbatasan dengan aman, Pak.

Pak, kita berhasil.

Pak, mereka hanya...

Dasar bodoh!

Kenapa kau bawa pesawat ini kemari?

Kau pikir kau bisa mengalahkan India dengan mainan ini?

Telan mainan ini ke tenggorokanmu...

- Kami ingin 36 saudara Kashmir kami... - Diam.

36 saudaramu sekarang akan membusuk di penjara India selamanya,

dan kau tak bisa berbuat apa-apa.

"Jika mereka tidak memenuhi tuntutan kita,"

"kita akan bakar pesawat ini."

Dasar bajingan! Apa yang sudah kau lakukan?

Selamat pagi.

Saatnya berita terkini hari ini.

Gangga Pesawat India yang dulu

dibajak dan diterbangkan ke Pakistan

dibakar di Bandara Lahore.

Pemerintah India

mengklaim bahwa Pakistan

membakar properti India

untuk menghancurkan bukti, yang merupakan tindakan perang.

Pemerintah India telah memutuskan

untuk melarang penerbangan pesawat Pakistan

atas wilayah India dengan alasan masalah keamanan.

Sekarang, bagaimana kalau kita melanggar larangan wilayah udara ini?

Pak Presiden,

India memiliki rudal ini.

Mereka akan menembak pesawat kami kalau kami melanggar larangan tersebut.

"Pakistan mencoba mengklaim bahwa pembajakan itu adalah konspirasi India,"

"tapi gagal membuktikannya."

"Larangan wilayah udara melemahkan"

"pergerakan pasukan Pakistan Barat ke Pakistan Timur secara signifikan."

"Pada tanggal 3 Desember 1971,"

"Pakistan berperang melawan India,"

"dan hanya dalam 13 hari, India mengalahkan Pakistan"

"dan membuat seluruh tentara Pakistan Timur menyerah."

"Upaya mereka adalah untuk memperparah negara bagian Timur Laut kami,"

"Tapi kami akhirnya memecah Pakistan menjadi dua"

"dan menciptakan negara baru, Bangladesh dari Pakistan Timur."

Akibatnya, jutaan nyawa selamat...

PESAWAT FOKKER DIBAJAK OLEH KASHMIR: PINDI MEMBAWA PESAWAT KE LAHORE

PEMBAJAK MEMBAKAR PESAWAT DIDEPAN PEJABAT RESMI

KORBAN PEMBAJAKAN DIPULANGKAN KE INDIA MELALUI JALUR DARAT

~Translated by GubrakZ~ Untuk donasi, bisa ke: trakteer.id/gubrakz

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.