All language subtitles for Persona.S01E04.Walking.at.Night.1080p.NF.WEB-DL.DDP5.1.x264-Ao_Track20

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional) Download
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

Saudariku mengalami kesulitan.

Katanya tak tahan lagi hidup seperti itu.

Dia mulai mengatakan ingin mati.

Namun, dia tak sungguh ingin mati.

Kurasa dia selalu menahannya di rumah sakit

karena sebenarnya ingin hidup.

Namun, dia akhirnya malah sekarat.

Aku menemaninya,

menyaksikan dia perlahan wafat.

Menjelang kematiannya, dia membuka mulut.

Dia putus asa berusaha menarik napas terakhirnya.

Seperti ini. Dia meninggal dengan mulut terbuka seperti ini.

Karena itu

aku bertekad untuk tak mati dengan mulut terbuka.

Aku menolak kehidupan dengan menerima kematian saat aku mati.

Itu keputusanku.

BERJALAN DI MALAM HARI

Kenapa kau ceritakan kisah suram?

Apa?

Soal kematian.

Karena...

aku sudah mati.

Kau sudah lupa?

Kini aku ingat.

Kau mati...

Kau sudah...

Kau...

Hei.

Kenapa menangis? Kau membuatku sedih.

Kau bahkan tak menangis di pemakamanku.

Aku sempat berpikir putus denganmu karena kau tak menangis.

Namun, aku tak tahu cara putus hubungan setelah mati.

Aku enggan menangis.

Entah kenapa aku kini menangis.

Kau yang mati dan meninggalkanku.

Kenapa aku harus menangis?

Kenapa kau jadi kesal?

Ini malam yang indah.

Ayolah.

Kau tak ingat jalan ini?

Kita biasa lewat sini.

Kau ingat sekarang?

Aku ingat. Kau merayuku di sini.

- Sungguh? - Ya, sungguh.

Cuma tunjukkan rasa sayang. Jangan dianggap merayu.

Kau wangi sekali malam itu.

Sekarang juga.

Luar biasa aku bisa mencium sesuatu dalam mimpi.

Benar.

Kau sadar sedang bermimpi sekarang?

Berarti kau tidak nyata?

Aku nyata.

Aku tidak hidup, jadi mungkin tak nyata.

Aku merasa sedih

karena bisa merasakan mulai menghilang

serasa aku mulai menjauh.

Entah di mana aku sekarang,

tapi aku ingin menemuimu

sebelum benar-benar menghilang.

Jadi, kugunakan mimpimu seperti ini.

Jadi, begini rasanya bertemu dengan orang mati dalam mimpi?

Entahlah.

Aku belum lama mati, jadi, tak tahu banyak.

Omong-omong, konon jika terjaga dari mimpi,

kau nyaris tak akan ingat apa pun.

Lalu, apa tujuan semua ini jika aku tak bisa ingat?

Kau pun sudah mati.

Mengingat tidak penting.

Yang penting...

kita bisa bersama lagi seperti ini.

Aku mulai merasa sedih lagi.

Jangan menangis. Kau akan terjaga dari mimpi.

Baiklah.

Kau sangat patuh. Anak baik.

Karena itu aku sangat menyukaimu.

Aku suka tempat ini.

Menurutmu, tempatnya masih ada?

Aku tak yakin.

Kau ingat yang kita makan?

Tentu saja.

Mereka menjual segelas anggur seharga 3.900 won.

Kau ingat hal semacam itu?

Tentu, aku ingat semuanya.

Aku ingat lukisan aneh yang digantung di dinding batu,

dan pria mabuk yang tertidur di sebelah kita.

Ada meja di seberang kita,

dan musik indah dimainkan dari dalam restoran.

Menurutku musiknya aneh.

Benar, lagu ini.

Aku pun ingat anggur tak enak itu.

Namun, aku menyukainya.

Rasanya tak enak.

Sangat tak enak.

Kau tak penasaran kenapa aku mati?

Apa gunanya?

Katamu aku tak akan ingat apa pun saat terjaga.

Kalau begitu...

Kenapa kau mati?

Aku kesepian.

Kesepian yang kurasa tak berujung.

Aku tak melihat ujungnya.

Apa aku membuatmu merasa kesepian?

Tidak.

Kau selalu ada untukku.

Ada orang yang mengenalku dan ada yang tidak.

Kau termasuk yang mengenalku,

dan ada orang-orang selain dirimu.

Orang-orang selain dirimu yang membuatku kesepian.

Ada banyak orang

yang mengenalku selain dirimu,

tapi cara mereka memperlakukanku membuatku kesepian.

Kau selalu ada untukku,

tapi aku menderita

hingga mati.

Apa yang kau lakukan?

Aku ingin mengingatnya saat terjaga.

Aku tak berhenti menyalahkan diriku.

Aku mungkin menghabiskan seluruh hidupku

mencari tahu perbuatanku yang menewaskanmu.

Maafkan aku.

Aku ingin...

membuatmu ingat bahwa ini bukan salahmu.

Kau melihat caraku mati?

Tidak.

Aku hanya mendengarnya.

Aku tidak langsung mati,

padahal jatuh dari tempat tinggi.

Aku sadar untuk sesaat.

Orang-orang berkumpul di sekitarku,

dan aku menutup mulut sekuat tenaga.

Aku tak bisa bernapas dari hidung karena darah,

tapi tetap saja menutup mulutku.

Namun, aku tak ingat caraku mati.

Apa kau tahu aku mati

dengan mulut terbuka atau tertutup?

Tidak.

Aku penasaran.

Kau masih penasaran walau sudah mati?

Kurasa begitu.

Entah di mana saudariku

dan ke mana aku pergi.

Bahkan saat mati pun,

aku terus merasakan sensasi menghilang.

Sensasi menghilang...

Hanya tersisa itu.

Tak ada...

yang bisa kuketahui.

Saat itu musim panas.

Malam itu. Saat itu malam musim panas.

Aku mendengar suara serangga.

Mimpi dan kematian

tak mengarah ke mana pun.

Tak akan berakhir di mana pun...

dan akhirnya akan dilupakan.

Kita di sini,

tapi tak ada yang akan ingat kita.

Semua sirna, hanya tersisa malam.

Selamat tinggal.

Terjemahan subtitle oleh Eries Septiani

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.