All language subtitles for Queen.of.the.South.S01E07.WEBRip.Netflix.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese Download
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Aku tahu, Bung.

Camila Vargas.

Rendah hati sekali.

Kau seharusnya berbisnis denganku.

Aku memintamu menunggu selama 24 jam.

Tak bisakah kau hargai?

Kau malah membeli barang Birdman?

Kau tak punya stok.

Eric punya barang, kau tidak. Ini bukan masalah pribadi.

Dan aku bukan orang pertama yang dibantu Eric.

Konon Allen juga membeli barangnya.

Kau salah satu pelanggan pertamaku. Ekspektasiku lebih besar.

Kali ini saja.

Lebih mudah minta maaf daripada minta izin.

Aku langsung kemari agar kau tahu semuanya harus terkendali.

Mari bicara setelah ada stok.

Jangan khawatir. Kau akan segera mendapatkan barangmu.

Tak ada pengiriman hari ini.

Dia masih demam.

Tampaknya parah.

Kau sudah makan?

Makin parah.

Ya.

Tentu saja. Tak usah khawatir.

Aku tahu. Aku sudah mengingatkanmu kemarin.

Ada yang sakit. Dia butuh obat.

- Jika itu kualami, aku juga begitu. - Sudah parah.

- Apa maumu, Lonte? - Dia butuh dokter.

- Bawa saja dia. - Tak ada kenalan.

Namanya dokter Cohen.

- Awasi dia, ya? - Ya.

Aku akan kembali.

Kami berusaha keras mendapatkannya.

Kiriman akan segera datang.

Bodoh.

Bukan gara-gara dia, tetapi Eric.

Anggotaku membeli dan menguji barangnya. Kemurniannya 90 persen.

Kadar maksimal untuk mendapat profit ialah 80 persen.

Tak masuk akal. Dia merugi.

Ini bukan soal uang.

Dia ingin bisnisku bangkrut. Setelah aku mundur, harga naik,

kualitas barang pun turun.

Ulah Eric ini bisa langsung dilenyapkan. Aku siap melakukannya.

Dengan senang hati.

Kita bisa mengatasi semua dampaknya.

Halo, Sayang.

Kurasa ini soal kirimanmu.

Kini kau bisa membaca pikiran? Kapan tiba?

Kubilang kirimanmu akan tiba.

- Mau tahu waktunya? - Sebaiknya begitu.

Kau seharusnya senang karena aku berurusan dengan petugas Federal,

dan barangmu melintasi perbatasan semalam. Kau akan menerimanya dalam beberapa jam.

Baguslah. Bukan hanya itu alasan meneleponmu.

Sepertinya buruk, Sayang.

Aku butuh lebih banyak.

- Kenapa? - Untuk mencampur kokaina murni.

Gara-gara Eric.

Dia terus menimbulkan masalah,

mutu barangnya tak bisa kutandingi.

Apa maksudmu?

Penundaanku dimanfaatkan untuk menguasai Dallas.

Dia pamer. Kita tak bisa menindaknya.

Kita sudah membahas soal Birdman, Camila. Aku tak berdaya.

Aku tak peduli soal perjanjianmu.

Dia harus dilenyapkan. Aku tak meminta banyak hal.

Kecuali hal ini.

Aku minta izin untuk menghabisinya hari ini.

Baik, akan kutelepon kartel Jimenez untuk mundur, sebagai peringatan resmi.

Masih di sana?

Masih.

Camila, sudahlah.

Akui urusan Dallas ini suatu kesalahan, dan kembalilah ke sini.

Bila kau menyerah jadi gubernur…

kita bicara lagi.

Berhasil. Dia akan segera bangkrut.

Ingat, dia yang memulainya…

bukan kau.

Ini cuma bisnis.

Benar.

Tentu saja. Ini cuma bisnis.

Pastikan DEA tahu soal pengiriman itu.

Kau harus mengawal kiriman itu ke gudang.

Itu terlalu penting.

37,89 dolar.

Kembalianmu.

- Terima kasih. - Pagi, Pastor Ramon.

Pagi.

- Teresa? - Ya, hai.

Kau pernah datang ke gereja.

Ya.

Tinggal di sekitar sini?

- Di dekat sini. Senang bertemu, Pastor. - Tunggu.

Saat kau datang, aku tak tahu kau warga setempat.

Beberapa orang tak suka membantu imigran. Tidak seperti kami.

Kau mungkin petugas imigrasi.

Kau bilang mau kembali ke Meksiko untuk mengambil barang berharga.

Mungkin aku bisa membantumu.

Kuhargai itu.

- Baik. Terima kasih. - Sama-sama.

JAMES: SUDAH KEMBALI?

MASIH MENUNGGU DI APOTEK

PESAN DIKIRIM

Aku mabuk berat semalam,

tetapi aku tak tahu persis bahwa kau pernah datang bulan ini.

Kenapa ke sini?

Katamu aku bisa mendapat dokumen imigrasi.

Aku ingin menghilang.

- Terima kasih. - Makanan utama hari ini.

Aku butuh penambah semangat pagi.

Kokaina memberi semangat.

Waktuku tak banyak.

Tunggu sebentar, Sayang. Sebentar saja.

Aku akan keluar, Sayang.

- Jumat, kita bertemu? - Tentu.

Jadi, bagaimana kau ingin menghilang?

Aku butuh dokumen secepatnya. Temanku dan putranya juga.

Nama dan paspor baru.

Jangan yang palsu. Aku butuh dokumen bagus, yang asli.

Biayanya mulai dari 30 ribu per orang.

Itu cuma untuk pengajuan dan uang muka.

Dan tak ada jaminannya.

Aku ingin kau mencobanya.

Teruskan.

Campurannya kebanyakan. Orang akan tahu ini bisnis curang.

Itu jika barangnya tak ada. Akan kuberi tahu kapan harus berhenti.

Apa ini kebanyakan, Bodoh?

- Siapa itu? - Ini aku.

Cepat buka.

Aman.

Dia Ricardo, asistenku. Kau ingat. Dia Drake, asistennya.

- Aku mau bicara. - Baiklah.

Kalian keluarlah.

- Tetapi katamu ini harus selesai. - Keluarlah, Bodoh.

Aku butuh foto identitasmu dan Tony.

- Apa? - Kurasa dokumen kita bisa diurus.

Dari pengacara asli. Ada nama baru, semuanya.

Kita harus kabur.

- Kukira katamu kita aman. - Tidak. Aku makin terikat dengan Camila.

Aku melihat seorang pria dibunuh semalam.

Sungguh. Kita harus menghilang.

Kumohon.

- Aku barusan merasa betah… - Waktuku tak banyak.

Paham?

Berikan uangmu.

- Tetapi… - Berikan saja.

Ini yang aku punya, tetapi bisa kudapatkan lagi.

Baiklah, foto juga.

Ya.

Janji?

Ya, Bangsat.

Baiklah.

- Aku sayang kau. Jauhi masalah. - Kau juga! Jaga diri!

Suruh orang bodoh itu masuk.

Jangan takut. Akan kukembalikan. Campurkan lagi.

- Lima menit lagi aku tiba. - Kabari bila kiriman diterima.

Ya?

Barang ada di trailer putih, pelat nomor Meksiko.

Sekitar satu mil lagi.

Sial. Ada polisi. Sepertinya muatan kita ketahuan.

Sial.

Jalan terus. Ayo.

Kita harus bagaimana?

Tunggu sebentar.

Pulanglah.

Baiklah, cepat. Ayo.

Sial.

Epifanio?

Barusan kudengar bahwa pengirimannya gagal.

- Ada apa ini? Kau tahu berapa harganya? - Ada yang tahu truknya datang.

- Mereka tahu. - Tentu saja.

- Mereka menunggu. - Entahlah. Itu bukan di perbatasanku.

Di perbatasanmu! Cari tahu masalahnya.

Ini sungguh gila.

Mungkin ini kode alam untukmu, Sayang.

Kapan terakhir kali kau merazia orang yang melapor ke DEA?

Mungkin ada seorang anak buahmu…

yang dihubungi DEA.

Adakah anggota baru di sana?

Karena menurut pengalamanku…

bila ini terjadi, selalu ada seseorang di baliknya.

Aku cuma ingin tahu kapan pengiriman berikutnya.

Ini amat genting. Aku tak mengada-ada.

Kini aku butuh kokaina. Keadaan harus kuperbaiki.

Aku akan mencari tahu dan bertanya-tanya. Kau juga harus melakukannya.

James.

Apa?

Di mana Teresa?

Di tempat Charger. Dia membeli obat untuk Maya.

Kemari.

Dia belum kembali.

Bukankah itu aneh setelah kejadian hari ini?

Kau akan baik saja.

Hai, Ibu.

Isabela, senang mendengar suaramu.

- Ibu baik saja? Ibu terdengar cemas. - Cuma masalah pekerjaan.

Tak apa. Senang kau menelepon.

- Tas yang kukirim sudah diterima? - Ya. Aku suka. Bagus sekali.

Kubeli langsung dari Hermes. Warna cokelatnya cocok dengan matamu.

Itulah kelebihanmu, Bu.

Ibu selalu punya selera, kecuali waktu.

Isabela…

saat kau memutus komunikasi denganku, hatiku amat perih.

Hatiku hancur.

Aku punya alasan untuk ini.

Aku hanya ingin kau tahu bahwa wanita bisa menjadi kuat dan sukses,

serta mandiri.

Hal-hal ini akan kau hargai seiring waktu.

Ya, aku mengerti. Cuma ini tetap tak mudah.

Terkadang Ibu lebih membenci ayah daripada menyayangiku.

Itu tidak benar.

Aku lebih menyayangimu.

Kita akan berkumpul kembali.

Bukan karena aku tak menyayangimu, ya?

Di dunia ini, Isabela…

kau harus kuat.

Aku kuat.

Dan kau juga harus kuat.

Aku sayang kau.

Aku sayang kau, Cantik.

Aku juga sayang Ibu.

Camila ingin bertemu.

Dari mana kau tadi?

Aku pergi membeli obat untuk salah satu wanita itu.

Dia sakit parah.

Kenapa? Ada masalah?

Asal kau tahu,

odometer mobilmu sudah diperiksa. Jarak tempuhmu lebih jauh.

Aku menemui dokter.

Dan aku pergi makan.

Apa yang kau makan?

Ada setruknya?

Kau pesan makanan, 'kan?

Kau tahu semuanya harus ada setruk.

Coba kulihat.

Kurasa kau harus berhati-hati karena kau dibiarkan bergerak bebas,

karena aku memercayaimu…

karena kau pasti tahu…

bahwa apa yang kulakukan untukmu, soal Epifanio,

ialah hal sulit bagiku…

dengan menempatkan diriku di sana…

demi dirimu.

Aku tahu kau harus belajar memercayai orang.

Ini tak mudah bagimu, 'kan?

Saat kau membuktikan kesetiaanmu…

dengan menelan narkoba untukku,

secara jujur, aku mengatakan bahwa kau lulus ujian.

Apa aku tak mengatakannya?

Aku mengizinkanmu menjadi bagian dari kegiatan kami, 'kan?

Memayungimu,

melindungimu dari suamiku.

Aku cuma tak mau mengkhawatirkanmu.

Haruskah aku mengkhawatirkanmu, Teresa?

Tidak.

Tidak.

Kurasa kau bisa sukses di sini.

Kau bisa mencapai target.

Aku tahu itu.

Aku tahu dirimu.

Ada hal lain lagi.

Jika DEA membujukmu untuk bekerja sama,

temui aku saja,

dan beri tahu aku, ya?

Ya.

Kau boleh pergi.

Teresa.

Terima kasih…

sudah merawatnya.

Kau percaya dia?

Kurasa dia merahasiakan banyak hal, kecuali soal DEA.

Ada yang bicara di suatu tempat.

Dua kiriman dalam satu bulan. Itu aneh.

Berapa lama mereka bersedia menunggu kiriman?

- Berapa banyak waktu kita? - Tak ada yang menelepon kembali.

- Mereka mengira stokmu habis. - Memang begitu.

Aku tak bilang ini solusi, tetapi kurasa ini bisa mengulur waktu.

Aku kenal mereka di Miami. Mereka menjual miras dan rokok ke Kuba.

Mereka mendapat banyak uang, dan menurunkan 25 kilo kokaina dari kapal.

25 kilo.

Itu lucu.

Jumlah itu tak bisa menghidupi seperempat anggota kita.

Aku harus bagaimana?

Untuk pelanggan kita yang lebih vokal, beri mereka 25 kilo.

Lalu kau akan dianggap punya stok lagi.

Itu untuk mengulur waktu.

Tak usah begitu.

Aku akan ke Kolombia guna mempercepat pengiriman.

Ada rapat dengan Jaime, kepala distribusi mereka.

Itu saja.

Selamat malam.

Jaime.

- Bagaimana penerbanganmu? - Biasa saja.

Kudengar kau kehilangan kiriman, masing-masing dari Meksiko dan kami.

Tanpa kesialan, kau takkan beruntung.

Entah apa yang terjadi.

Mungkin DEA mengincarku.

Atau mungkin…

ada yang berkhianat.

Jadi, benar.

Aku lagi kesulitan.

Ya, benar kata orang.

Tak ada yang seampuh krisis dalam menguji kesetiaan.

Namun aku kehilangan rasa hormat. Aku tak bisa membelinya.

Itu mata uang kami. Kau tahu itu.

Aku butuh kesempatan lagi.

Aku butuh kiriman lagi.

Andai aku percaya diri begitu.

Aku tahu kiriman baru kalian ke Houston.

Termasuk barang kalian di Amarillo.

Mungkin kami bisa meminjamnya sampai ada stok lagi.

Kau berutang lima juta dolar kepadaku.

Kirimanmu disita. Bukan salah kami.

Setelah kiriman itu sampai di AS, itu tanggung jawabmu.

Ya, aku paham.

Namun kau pasti tahu keahlianku.

Biar kuingatkan. Tiga bulan lalu, sebelum kau menempati posisi ini,

aku langsung menghubungi Reynaldo.

Camila, jika kau mengira Reynaldo tak tahu kau punya penjamin,

kau salah besar.

Apa maksudmu?

Suamimu ialah Epifanio Vargas.

Kau hanya perlu menyuruhnya melunasi utangmu,

dan semuanya akan selesai.

Kiriman lain pasti datang.

Hubungi dia.

Saat ini aku peka terhadap orang yang kutagih.

Kau hanya perlu mengangkat telepon.

Hubungi suamimu, dan lunasi utangmu.

Tetapi kau tak mau.

Kecuali dia tak mengetahui urusan kita.

Biar kutangani sendiri.

Akulah yang harus kau hadapi, dan akan selalu begitu.

Tak ada hubungan dengannya.

Dan aku ingin tetap begitu.

Lima juta, tidak kurang.

Akan kulunasi.

Tiga hari.

Atau Epifanio langsung kuhubungi.

Lalu biarkanlah…

takdir menentukan hidupmu.

Selamat menikmati.

- Pergi ke sana. Ambil uangnya. - Lima juta? Itu cadangan kita.

Ambil saja semuanya.

Akan kukeluarkan semua uangku karena aku tak mau bisnisku bangkrut.

Ini bisnis seumur hidupku.

Pergilah dengan Teresa. Ajak dia.

Aku tak tahu ada apa dengannya. Awasi dia.

Kita sampai.

Ini bank Camila?

Pemakaman?

Dia cuma percaya kepada bankir mayat.

Simpanan untuk saat darurat.

Untuk apa uang ini?

Antarkan kepada Camila, dan keluar dari masalah ini.

Sial.

Awas!

Merunduk!

Satu tas diambil.

2,5 juta hilang.

Siapa mereka?

Sial, yang ini sudah mati.

Aku mengenali tatonya.

Dia anak buah Eric.

Ayo kita pergi.

Ayo, cepat.

Itu ulah Eric.

- Kau yakin dia orangnya? - Aku yakin.

Aku melihat tato pengawal itu di pestanya.

Ini perang.

- Hubungi Epifanio. Beri tahu dia. - Kau tahu aku tak bisa, 'kan?

Jika dia tahu itu kokaina Kolombia, kita juga akan berperang dengannya.

Kita masih kekurangan 2,5 juta dolar. Jadi, apa rencanamu?

Kantor Teo Aljafare.

Ini Camila Vargas. Apa dia ada?

Camila Vargas menelepon.

Namun Pak Hodgekins harus bicara, katanya penting.

Catat pesannya.

- Teo, apa kabar? - Hei, Sam.

- Kim bilang kau mampir. Baik-baik saja? - Ya, senang bertemu.

Aku takkan mengaturmu. Kau rekan kami di sini.

Namun tagihan jam pertemuanmu dengan Camila banyak.

Ya, ini masih terkendali.

Aku harus jujur kepadamu.

Kita melakukan percakapan ini karena rekening bank Jameson.

Mereka ingin orang lain mengurusnya, bukan kau.

Bukan hanya Jameson.

Hughes juga.

Kenapa?

Semua orang tahu siapa Camila Vargas. Mereka tahu kau mewakilinya.

Hal yang kami lakukan sepenuhnya legal. Kau yang bilang, 'kan?

Ya, namun menurut mereka, ada asap, ada api.

Dan itu bukan dunia yang mereka inginkan.

Sementara, biar Arnold menangani Jameson dan Hughes.

Tidak, Sam, aku…

Aku yang mengajak mereka, bukan Arnold.

Aku tahu. Jangan khawatir.

Biarkan saja.

Mereka akan segera tahu kehebatanmu, dan kembali kepadamu.

Penuhi saja keinginan klien.

Aku punya nasihat untukmu.

Kau punya beberapa klien besar. Tagih honormu.

Cari uang dengan cara lama. Lupakan Camila Vargas.

Dia…

klien yang terlalu penting bagiku.

Kau tahu berapa nilainya?

Sudah kubilang, aku takkan mengaturmu.

Kaulah yang berurusan dengannya. Jadi, pertimbangkanlah.

Kau dengar?

Baiklah.

Baiklah, Sobat.

- Jaga dirimu. - Ya.

SINALOA, MEKSIKO

Terima kasih.

- Halo. - Hei.

Ini Birdman.

Bagaimana?

Bagus.

Kami mendapatkan 2,5 juta.

Seorang anak buahnya tewas.

Apa itu berlebihan?

Tidak. Teruskan.

Suka warna ini?

Ada apa denganmu?

Pelanggan yang kau kira tak tahu kokainanya dicampur, mengetahuinya.

Maaf. Ambilkan es di kulkas.

Bodoh, ambilkan es di kulkas!

Aku lupa lagi hitungannya. Sial.

Ya, ampun.

Dapat berapa?

Ini.

Astaga…

Hanya ini.

Untunglah kita dibayar. Obat pencahar saja lebih mahal dari itu.

Kita tak bisa terus menjual kokaina. Efek ketagihannya tak cukup.

Kita coba sabu-sabu?

Apa?

Bagaimana membuatnya?

Entahlah. Namun jika gringo ompong itu tahu,

kau pun pasti bisa.

Diversifikasi produk, Ricardo. Demi masa depan.

Sudah larut malam.

Kenapa belum tidur?

Aku memikirkan kenangan kita.

Kau minum alkohol?

Semua masa indah kita…

semua tawa…

seks.

Kau sudah mabuk.

Masih ingatkah di Kota Meksiko, saat kita masih kecil…

aku membelikanmu bunga itu?

Kau bilang aku pria terhebat yang pernah kau temui.

Kira-kira apa yang bisa membuatmu mengatakannya lagi?

Kau wanita sensasional…

dan seorang ibu.

Terima kasih.

Aku menghargainya.

Epi.

Ya?

Tak apa-apa.

Selamat malam.

Selamat malam.

Selamat. Kau berhasil melewati hari lain.

Sepertinya sebentar lagi, waktu takkan memihakmu.

Bagaimana keadaanmu?

Jauh lebih baik.

Terima kasih.

Sama-sama.

James.

Orang di Florida itu…

Kau bilang mereka menjual 25 kilo kokaina, 'kan?

Kita harus bersepakat.

Bagaimana?

Kita takkan membayarnya.

Kita akan mencurinya.

Terjemahan subtitle oleh Surianti.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.