All language subtitles for Queen.of.the.South.S01E06.WEBRip.Netflix.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Hei, bisa bantu aku?

- Terima kasih. - Sama-sama.

Kau sudah lama di sini. Kenapa tak membongkar koper?

Ini hanya sementara.

Aku segera pergi.

California.

Nenekku bilang aku mirip aktris.

Siapa tahu, 'kan?

Menurutmu, dia membohongi dirinya…

atau dia masih meyakininya?

Sesekali kita berbohong untuk bertahan.

Maksudku, orang tak sabar menghadapiku. Stok harus tepat waktu,

atau aku kehilangan pelanggan.

Kau segera mendapatkannya. Gunakan cadanganmu.

Sudah.

Tiga hari telat.

Aku punya komitmen.

Pembeli itu tahu perbedaan produk. Mereka bukan orang sabar.

Para profesional pasti memahami masalah kecil pada pengiriman.

Semuanya terkendali.

Akan kuurus.

Aku tahu. Aku yakin begitu, tetapi…

Eric menghubungiku.

Aku ditawari bantuan sekali ini saja.

Eric meneleponmu?

Dia sering meneleponku. Aku tak pernah mengangkatnya.

Namun aku lagi butuh barang, 'kan?

Kau tahu Eric bekerja untuk kartel Jimenez, bukan suamiku.

Dia tak boleh menjualnya kepadamu.

Apa kau paham?

Aku paham, tetapi itu urusan kalian, bukan urusanku.

Aku sudah rugi.

BAIK. AYO KITA BICARA.

Bisnis tetaplah bisnis, Allen. Aku tahu.

Bagiku, kau bagian penting dalam bisnis ini.

Kita punya hubungan bisnis. Aku selalu mengantar barangmu.

Akan ada banyak pertikaian di luar

jika tersiar kabar bahwa dia berusaha mencuri pasarku.

Baiklah, apa janjimu?

Kau akan mendapat pesananmu. Pasokanku akan segera tiba.

CULIACAN, MEKSIKO

Halo?

Cesar? Di mana kirimanku?

Sedang dalam perjalanan. Setahuku begitu.

Tetapi akan telat.

Kau tak tahu dampaknya bagiku.

Petugas Federal mempersulit kami.

Bukankah "Gubernur Rakyat" itu menguasai petugas Federal?

Epifanio langsung berurusan dengan mereka.

Dia harus hati-hati. Katanya ini takkan lama.

Kau terdengar gelisah.

Aku baik saja.

Dan kau, Cesar? Apa kau gelisah?

Untuk sesaat, kukira kirimanku telat…

Karena trukmu datang telat?

Kurasa Epifanio akan bertindak lebih dari ini terhadapmu…

jika dia tahu rencanamu, 'kan?

Minta Epifanio menghubungiku secepatnya.

Jaga dirimu.

Kau juga.

Hei, kau masih hidup.

Halo juga, Bangsat.

- Itu caramu menjawab telepon? - Kau lama tak meneleponku.

Apa? Pesanmu kubaca. Aku tak marah. Ada rencanaku agar kita bebas.

Ceritakan kondisimu.

Buruk. Jangan ceritakan melalui ponsel.

Semua ini dijadikan paket untuk nanti malam?

Ya, jika tidak, itu tak bisa dijual, Bodoh.

Siapa itu?

Ricardo. Dia seperti asistenku.

Apa?

Biar kujelaskan nanti. Ada urusan kecil. Saat ini, aku butuh bantuan.

Bisa tolong jemput Tony di YMCA?

Aku bekerja. Tak bisa.

Aku juga, Bangsat.

Aku di seberang kota. Temanku lagi butuh mobilnya.

Aku sungguh tak bisa.

Ayolah. Kumohon, Teresita.

- Maaf. - Tony akan kecewa kepadamu.

Baik, sampai nanti.

HARAPAN

Berbaliklah.

Hadap ke kamera. Lihat kameranya?

Hei. Masuklah.

Selamat datang di rumahku.

- Kau Teresa, 'kan? - Ya, aku Teresa.

Letakkan saja barangmu di sana.

Keren.

Bagus, aku suka.

Yang terakhir di kemasan Jiffy Pop, ya?

Ide-ide kalian bagus.

Siapa yang mengemasnya?

Entahlah. James mengurusnya.

Baiklah.

Enak sekali.

Terima kasih.

Cewek lain menerimanya.

- Dia melakukan banyak hal. - Ya.

Aku cuma mau bekerja.

Baiklah. Begini saja…

Aku akan memberimu ini.

Setiap bulan.

Sebagai bonus tanpa syarat. Namun tetap ada beberapa syarat.

Kurasa kau pasti akan terbiasa.

Jika ada kemarau,

jika ada saat di mana salju tak turun di Texas,

aku ingin kau memprioritaskanku.

Sederhana. Itu saja.

Aku takkan minta hal lainnya.

Sungguh.

Di negara bagian Texas, kontrak lisan itu mengikat.

Aku pengacara. Aku tahu itu.

Pengacara apa kau?

Imigrasi.

Bisa urus dokumen?

- Dokumen? - Dokumen imigrasi.

Tidak.

Tidak juga.

Tentu saja!

Tentu saja. Itu pekerjaanku.

Pada dasarnya, itu pekerjaanku sehari-hari. Ya!

Bagaimana kalau dokumen dengan nama berbeda?

Semuanya bisa diatur.

Biayanya mahal.

Tergantung seberapa jauh kau ingin lari dari masa lalumu.

Sangat jauh.

Tak mudah mengurus dokumen legalnya.

Petugas harus banyak disuap.

Ada masalah?

Ponselku terus berbunyi.

Semuanya telat. Tak ada kiriman.

- Lalu kau bilang apa? - Apa pun yang mau didengar.

Tak usah beri tahu mereka lagi.

Tadi aku bicara dengan Reynaldo di Kolombia.

Aku menunggu konfirmasinya soal kiriman yang akan tiba nanti.

Bagus.

Aku tak mau bilang, tetapi…

orang bertanya-tanya apa ada perubahan.

Bertanya-tanya?

Aku paham kenapa itu dibahas.

Kenapa?

Kenapa?

Karena semua orang tahu Epifanio calon gubernur.

Dia berusaha tampil bersih. Stok kita menipis.

Mereka kira kita bisa disentuh, dan pasar Dallas bisa dirampas.

- Mereka kira dia lengah. - Mereka salah jika mengira begitu.

Kau tahu Eric yang memulainya, 'kan? Kau lebih tahu soal itu.

Otak burung.

Aku siap membereskannya. Kau bilang saja. Dia pasti mati.

Akan kumakan burung sialannya satu per satu.

Kau tahu masalahnya tak semudah itu.

Dari Kolombia.

Aku memajukan pengirimannya.

Sudah ada konfirmasi. Jadi, stok kita tak lagi menipis.

Kiriman kita akan tiba hari ini.

Dan aku ingin kau langsung menerimanya.

Bersiaplah.

Ya?

Di mana kau?

Aku ingin mengirim paket lain.

Kembalilah ke kelab. Kerjakan hal lain saja.

Ada apa?

Kerjakan tugas lain segera. Ada pengiriman.

Hari ini. Ini amat penting. Kerjamu bagus di rumah Birdman.

Pergi dengan James.

Bukankah kau beruntung? Kau ikut aku lagi.

Mobil siapa ini?

Kau masih marah soal insiden di rumah Eric, 'kan?

Kau diam saja saat dia dibunuh.

Itu bukan diriku. Aku tak ingin jadi begitu.

Terlambat.

Sudah kubilang, dia tetap mati jika kita di sana atau tidak.

Anggap saja tak pernah terjadi.

Dengar, ada beberapa hal nanti,

bahwa jika kau punya rasa peduli, kau takkan bisa melupakannya.

Itu bahaya pekerjaan.

- Kau kira aku tak melihat kegelapan? - Bukan itu maksudku.

Soal caramu menanganinya. Itu maksudku.

Misalnya kau terjebak di gua. Kau pikir, "Bagaimana jika lampunya mati?"

Kau pasti ketakutan. Lampu takkan bertahan lama. Pasti mati.

Lalu apa yang terjadi selanjutnya?

Kau belajar hidup dalam kegelapan. Tak ada pilihan.

- Manfaatkan waktu untuk keluar dari gua. - Tidak, kau tak bisa keluar.

Kenapa tidak?

Karena kau ada di dalamnya saat mata terpejam.

Itu sebabnya.

Kau tahu maksudku.

Baiklah, kita akan berjalan dari sini.

Aku lewat sana karena ada akses jalan tol dari tiga titik.

Delaney, Essex dan persimpangannya, dan jalan masuk tol di sana.

Itu rutemu jika kau dalam masalah. Paham?

Ini salah satu tempat biasa.

Aku tahu setiap jengkal tempat ini. Kau juga akan tahu.

Ayo.

Epifanio.

Halo, Sayang. Kata Batman kau mau aku meneleponmu.

Dengarkan aku.

Kau benar-benar merepotkanku, Sayang.

Kau membuat masalah besar.

Apa maksudmu?

Kirimanmu telat. Urus saja.

Bukan hanya itu masalahnya.

Aku meneleponmu karena Eric.

Dari kartel Jimenez itu.

Birdman?

Ya, benar.

Dia menginjak harga diriku, ingin tahu urusanku,

dan berusaha merebut wilayahku. Orang-orang mulai bergunjing.

Konon kau tak peduli, dan tak mau melindungiku.

Dan dia tahu aku tak boleh menyerangnya.

Kau tahu kondisinya. Birdman bekerja untuk kartel Jimenez.

Itu bukan urusan kita.

Ada perjanjian yang mengizinkannya di Texas.

Tetapi itu tak termasuk dia boleh merampas bisnisku!

Dia menginjakku, mencari-cari celah. Jadi, aku ingin minta izin.

Untuk apa?

Aku ingin minta izin…

guna bertindak seperlunya.

Jika arti "Bertindak seperlunya" sesuai dengan perkiraanku,

maka jawabannya sudah kau ketahui.

Itu diskusi panjang dengan teman-teman di Jimenez.

Diskusi yang benar-benar panjang.

Mereka juga takkan bisa menindakmu, seperti maksudmu,

selama kau kulindungi.

Kalau begitu…

dia harus dilenyapkan.

Dia bermasalah…

dan dia kira kau lemah.

Aku sangat mengenalmu,

dan aku tahu apa maksudmu.

Sebenarnya,

kau marah karena dia menganggapmu lemah.

Kau merasa dia menampar wajahmu. Tetapi, Sayang,

itu kesalahan terbesarmu.

Kau tak bisa merelakannya.

Biar kuberi tahu. Relakan saja,

dan semuanya akan kembali normal.

Dengar. Sudah ada kabar baru tentang wanita itu, si Mendoza?

Tidak.

Tidak ada.

Baiklah, jika ada masalah konyol lagi tentang Birdman,

beri tahu aku.

Sial.

Dia kembali percaya diri.

Barang Kolombia tiba di Texas hari ini. Itu sebabnya.

Kirimannya pasti tepat waktu.

Kupastikan bukan hanya kita yang tahu tentang itu.

Pihak DEA sudah berterima kasih banyak.

- Semuanya lancar? - Ya.

TEPAT WAKTU

Kita mulai.

Bangsat!

Ayo!

Berikan pistolmu!

Lompat atau mati! Ayo!

Letakkan!

- Cepat! Letakkan! - Cepat! Lakukan!

Hitung jumlah mereka!

Tiarap!

Kubilang tiarap! Masuk!

Berpencar! Ke sana!

Satu wanita Latin, terakhir memakai jaket hijau tentara.

Satu pria kulit putih atau Latin, tinggi 1,77 meter.

Anjingmu cantik.

Terima kasih. Hati-hati. Dia agak jahat.

Satu pria Asia, tinggi 1,75 meter. Mungkin bersenjata.

Itulah pesonanya. Kau jadi mengira dia manis.

Percayalah.

- Bagus. Semoga harimu baik. Jaga diri. - Kau juga.

- Di mana kau? - Naik trem ke utara McKinney.

- Di mana kau? - Akan kujemput kau.

Ada polisi di mana-mana.

Pergi ke jalan masuk tol. Balik ke gudang.

Bodoh. Kusuruh kau pergi.

Tinggal kita.

Belok kiri ke sini, di jalan tol.

- Hai. - Hei, Nak. Sudah siap?

- Kau harus pulang dengan cara lain. - Ibu ada di mana?

Aku sedang bekerja.

- Kerja di mana? - Di motel.

Ibu seharusnya menjemputku.

Sebentar. Tunggu, Nak.

Siapa…

Apa yang dia pakai? Jangan pakai itu jika dia menjualnya.

Tak boleh, Ricardo.

- Ganti pakaian. - Bu.

Baiklah. Dengar, Nak. Aku sibuk sekali.

Kenapa tak naik bus? Kau akan diturunkan sejauh dua blok.

Teresa juga tak bisa menjemput. Bukan salahnya.

Bus?

Ya, bus. Kau bisa. Kau sudah besar. Akan kukirim alamat, ya?

Kau bisa?

Aku bisa.

Kau bisa. Baguslah.

Saat kau pulang, ada kejutan kecil untukmu.

- Jika ada masalah, hubungi aku. - Kubilang, aku bisa.

Mau apa kau?

Mencari angin segar.

Kau berbelok.

Kenapa berbelok?

Kumanfaatkan waktu untuk mengeluarkanmu dari gua.

- Dalam perjalanan pulang. - Beritanya heboh. Ada apa ini?

Entahlah. Kita kehilangan semuanya.

PENEMBAKAN DEA DI DALLAS

- Kau mau ke mana? - Aku berjalan pulang.

Ada kabar baru dari teman kita di DEA.

Sudah hancur.

Dia kehilangan kokaina Kolombia.

DEA menyita semuanya, dan berterima kasih. Niat baik kita dihargai.

Itu pelajaran sulit baginya.

Dan ini baru permulaan.

- Hai, ada yang bisa kubantu? - Ya, sebenarnya.

Apa kau lapar? Mari bergabung.

Ada banyak makanan.

Terima kasih. Aku tak lapar.

Aku cuma mau bertanya soal mereka.

Mereka dibawa dari Meksiko?

Aku tak paham maksudmu.

Mereka anggota gereja yang kembali dari retret spiritual.

Karena aku melihat mereka keluar mobil van sambil membawa barang,

seperti pekan lalu.

Cuma mau tahu. Mungkin…

Dengar…

Teresa.

Dengar, Teresa, aku bersedia membantumu, tetapi itu bukan urusan kami.

Mereka yang kau lihat pekan lalu, pulang dari bekerja.

Ada yang tak punya rumah. Jadi, mereka tinggal di sini.

Karena aku punya keluarga yang ingin kubawa dari Meksiko.

Mereka tak bisa melewati perbatasan.

Aku juga meninggalkan barang penting yang harus mereka bawa.

Jadi, bisakah kau membantuku?

Aku ingin membantumu, tetapi kami tak membawa orang.

Itu bukan urusan kami.

Kau boleh datang kapan saja.

Aku bisa menawarkan makanan, bimbingan spiritual,

tetapi selain itu, sayangnya…

tak ada yang bisa kulakukan.

- Baiklah. Terima kasih. - Sama-sama.

- Semoga harimu baik. - Kau juga.

BRENDA: TONY HILANG

- Ya? - Ini Camila.

Allen, ada masalah. Ada penundaan lagi.

- Kau membuatku dalam bahaya, Camila. - Ya, aku paham.

Benar, tetapi aku hanya ingin kau sedikit bersabar.

- Dengar… - Aku lagi menanganinya.

- Kau tahu ini pasti ditangani. - Sudah kuberi tahu semua pembeli.

Mereka tak mau menunggu lebih lama lagi.

Kau membuat kesalahan, Allen.

Satu kali saja.

Satu kali.

Semuanya akan kembali normal setelah bisnismu stabil.

Bukan masalah besar. Kau juga salah. Tak apa-apa.

- Kaulah pemasokku, bukan Eric. - Sebaiknya dia tahu itu.

Pastikan dia tahu itu.

Pasti.

Itu sudah benar.

Satu burung di tangan lebih baik dari dua burung di semak.

Itu prinsipku.

Terima kasih.

Hai, Sayang.

Ada apa di dalam tas itu?

Aku mengemas beberapa barangmu.

Kujelaskan nanti. Kita harus pergi ke karavan.

Aku tahu. Maaf. Ada masalah.

Entah bagaimana kejadian nanti. Kau harus selamat.

- Ini demi kebaikanmu. - Aku tahu.

Aku tahu prosedurnya. Sungguh. Aku tahu itu.

Berapa lama?

Masa cuti sakitku sudah habis.

Aku tak tahu persis.

Hei, ayolah.

Kau selalu heboh dan bilang bahwa kau suka panorama danau.

Maksudku, bila kita membangun rumah di atasnya,

bukan bersembunyi di karavan tua dan berkarat.

Ini takkan selalu terulang. Aku janji.

Ayo. Kubantu kau bersiap. Aku harus balik ke tempat Camila.

Apa yang terjadi?

Polisi menunggu kami. Mereka tahu soal kiriman itu.

Pasti ada pelapor. Apa lagi?

Jadi, ada mata-mata?

Makin runyam bila orang Kolombia tahu kita kehilangan lima juta dolar.

Berapa sisa kokaina, termasuk cadangan?

Epifanio mengirim barang nanti malam.

Kita bisa menjualnya, dan membayar orang Kolombia.

- Takkan ada masalah. - Epifanio?

Dia tak bisa diandalkan belakangan ini.

Makanya kita bisa kacau begini.

Pembeli mulai mencari Eric.

Ada utang lima juta. Jika kiriman tak datang, sama saja.

Apa kau punya ide?

Apa? Bicaralah.

Aku jarang meragukan keputusanmu.

Kita berutang lima juta dolar.

Jual Teresa ke Epifanio seharga lima juta.

Lunasi utang itu, lalu kita kembali berbisnis.

Lebih sayangi bisnismu. Jangan cuma membenci Epifanio.

Mungkin kau benar.

Tambah zat aditif. Jangan pelit.

Terlalu banyak. Ini bahkan bukan kokaina lagi.

- Kapan terakhir kali kalian bicara? - Sekitar satu atau dua jam lalu.

Aku mengiriminya pesan. Dia belum membalas.

Sudah tiga kali, aku berjalan ke halte bus…

Entah kenapa kusuruh dia naik bus.

Aku seharusnya tegas, dan memaksamu menjemputnya.

Tony! Dari mana saja kau?

- Kenapa kau tak membalas pesanku? - Aku tak mau!

Aku mencemaskanmu.

- Jangan sok peduli! - Tenang, Nak. Hormati ibu.

Jangan ikut campur, Bodoh! Pergilah dengan pacar bodohmu!

Aku benci Ibu! Ibu mempermalukanku! Mati saja!

Aku takkan mati! Aku tetap di sini!

Kau saja yang menanganinya.

- Tony? - Bicaralah dengan anak bodoh itu.

Tony?

Tony, kemarilah.

Bicara dengan ibumu.

Kau harus bicara dengannya, Tony.

Lihat aku.

Lihat aku.

Kau baik saja?

Baik, bicaralah dengan ibumu.

Berdiri di sini.

Jangan pernah bicara begitu lagi. Dengar?

Apa kau mengerti?

Apa kau rindu ayahmu?

Ya, aku juga.

Namun takdir tak bisa diubah.

Jadi, bagaimanapun perasaan kita, kita harus berusaha melupakannya.

Ada beberapa hal dalam hidup ini

yang bila terus dipedulikan, kau takkan bisa melupakannya.

Jadi, lupakan saja. Tak ada pilihan lain.

Jadilah pria sejati. Bisakah kau melakukannya?

Aku mencari uang agar kita bisa bebas. Namun kau harus membantuku.

Kau harus kuat dan tangguh.

Bisakah kau melakukannya?

Bisakah jadi pria kecilku?

Maafkan aku, Nak.

Aku juga minta maaf.

- Maaf, Bu. - Tak apa-apa.

Takkan kuulangi lagi.

Maafkan aku.

Terjemahan subtitle oleh Surianti.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.