All language subtitles for Superlopez.2018.NF.WEB-DL

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian Download
am Amharic Download
ar Arabic Download
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali Download
bh Bihari
bs Bosnian Download
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano Download
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian Download
cs Czech
da Danish
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino Download
fi Finnish
fr French Download
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German Download
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
id Indonesian Download
ia Interlingua
it Italian Download
ja Japanese Download
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian Download
mg Malagasy
ml Malayalam Download
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese) Download
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian Download
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian Download
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian Download
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese Download
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish Download
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
uz Uzbek
vi Vietnamese Download
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

PLANET: CHITÓN REZIM POLITIK: KEDIKTATORAN

PEMIMPIN: ADMIRAL SKORBA POPULASI: 250.000

POPULASI: 250.001

Eureka! Berhasil!

Berhasil!

Dia tampan!

Dia terlihat seperti bayi normal.

Mustahil itu mereka.

Mustahil mereka tahu secepat itu.

- Kita harus menyembunyikannya, Jan! - Mereka pasti akan menemukannya.

- Lalu? - Hanya satu hal yang bisa kita lakukan.

Mereka tiba.

Bagus.

Kau akan membebaskan kami dari mereka suatu hari nanti.

Kau akan aman di sini. Itu zona tercanggih di planet tersebut.

Saat dewasa kelak, kau akan kembali untuk selamatkan kami.

- Keluar dari labku, Pengkhianat! - Pergi ke tempat asal kalian!

Pertama-tama, selamat pagi.

Aku tahu semuanya. Jangan buang waktuku.

Dia anakku!

Tidak, dia adalah percobaan.

- Di mana kau simpan dia? - Di tempat yang tak bisa kau temukan.

Jangan paksa aku untuk menekan tombol...

dan menyelesaikan ini semua.

Aku bisa membantu.

Ayah tak punya waktu untuk bualanmu, Ágata.

Namun, Ayah, sepupuku, Sigfred, seumur denganku,

tapi diizinkan menyiksa.

Ingat saat ayah minta padamu

untuk menemukan semua peliharaan di planet ini untuk dimusnahkan...

tapi malah kau sembunyikan sebagian?

Aku mengasihani mereka. Namun, aku kini sudah berubah dewasa.

Entah kenapa kau bisa jadi putriku.

Kau selalu membuat ayah terlihat bodoh!

Itu planet biru.

Bumi. Planet Bumi.

- Apa kau yakin? - Ya, aku tahu di mana dia berada.

Kau tak bisa melakukan apa pun. Anak itu akan mengalahkanmu!

Baiklah. Kau ingin ayah bangga padamu?

Kalau kau ingin duduk di kursi ini suatu hari nanti...

inilah kesempatanmu.

Dengarkan ayah, Ágata. Anak itu adalah senjata pemungkas.

Tangkap dia hidup-hidup.

Saat kau sudah menangkapnya, ayah akan mendatangimu.

Baik, Ayah. Tidak akan lama. Aku tak akan mengecewakan Ayah.

AMERIKA / SPANYOL

BUM / TIDAK!

GARASI LÓPEZ

Ini dia, kedipan lampu orang aneh dari kejauhan.

Jangan mulai, Juan. Biarkan dia lewat.

Tidak mau. Orang tak sabar itu tak boleh melewatiku.

Dan kau akan merusak mobilmu!

Dasar bodoh!

- Apa kau memikirkan hal yang sama? - Ya.

Apa yang kau pikirkan?

- Entahlah. Kau? - Itu bukan mobil.

Astaga!

Akan kubongkar benda itu dan kumpulkan bagiannya!

Itu meteorit, Juan.

Atau asteroid. Entah apa bedanya.

Maaf aku jadi gugup.

Juan, aku mendengar sesuatu.

- Kemarilah. - Kau bisa mendengar sesuatu.

- Maria, jangan mendekat. - Ada orang di dalam. Diamlah.

Lihat, Juan! Lihat!

Ini hadiah dari surga.

Yang benar saja!

Lihat bayi itu!

Kita akan merawatnya.

Tidak. Dia bukan milik kita!

Namun, lihat dia. Dia sangat lucu.

Sayang, itu bukan bayi, itu orang kerdil.

- Kita tak bisa membiarkannya di sini. - Kumisnya aneh.

- Apa yang kita tahu tentang bayi? - Aku tahu mereka tak jatuh dari langit.

Kalau ini keajaiban, bisa saja.

Aku sudah berdoa selama berbulan-bulan agar diberi anak.

Maria, kau gila.

Hai, Ayah!

Hai, Ayah!

Lihat, Ayah.

Lihat, anak manis.

Dia tahu siapa ayahnya.

Anak kecil!

Terlepas dari kumisnya,

dia tampak normal bagiku.

- Selamat pagi. - Selamat pagi.

Mobilku tak bertenaga.

Jangan khawatir, Kawan. Akan kami buat seperti baru.

Kami punya teknologi terbaru.

Aku lebih memilih metode konvensional. Terima kasih.

Lopez, dorong lebih kuat!

Dasar lemah! Ayo! Lebih kuat!

Cepat, sialan!

- Ke sini! - Sini!

- Oper padaku! - Cepat tendang!

- Dasar pecundang, tendanglah! - Kiper bodoh!

Cepat, Kumis!

Oper, Nak!

Pecundang!

Bodoh!

Cepat oper!

Gol! Ayo!

Tos!

Gol!

Tidak mungkin.

Aku mencetak gol. Apa yang salah?

Ayo!

Apa yang salah?

Pemain bodoh.

Sudah ayah bilang, jangan lakukan itu di depan orang lain.

Namun, aku ingin menang!

Malah tak ada yang ingin bermain denganmu.

Itu termasuk curang.

Pengecut yang tak ingin main bersih.

- Itu caraku bermain. Itulah aku. - Maka sembunyikanlah, Nak.

Terus lakukan itu, dan mereka akan berpikir kau orang aneh.

Bukannya jadi juara, kau malah akan sendirian.

Mungkin kau salah memberi tahu mereka waktunya.

- Kau yakin sudah bilang? - Tentu saja.

Alamatnya? Apa kau sertakan alamatnya?

- Apa ada di undangan? - Mereka tak mau datang, Ayah.

Apa karena aku melakukan hal aneh?

Bukan aneh, Sayang, tapi istimewa.

- Lalu kenapa itu buruk? - Karena kau di Spanyol.

Dengar, Nak, di tempat lain, Jerman, Prancis, Norwegia, kau akan dihargai.

Sayangnya di sini, mereka malah menjegalmu.

- Kalau kau menonjol, mereka tak suka. - Itukah alasan teman-temanku tak datang?

- Karena aku tak seperti mereka? - Mereka tak akan bisa seperti dirimu.

Namun, jika tak melakukan "kebiasaanmu", kau bisa jadi seperti mereka.

Anakku, kau tak perlu melakukan hal yang istimewa...

sama sekali untuk bisa berhasil.

Dengar, di negara ini, kau harus jadi orang biasa agar bahagia.

Ayo, Nak, buat permintaan.

Aku ingin normal.

Anakku, tahun depan akan ibu buatkan kue mini.

20 TAHUN KEMUDIAN

...peralatan listrik terbaik dengan harga terbaik.

Ambil langkah.

Tentu saja dengan garansi dari Teknologi CHIT...

Ya?

- Di mana kau? - Di sini.

- Di mana? Kau ketiduran lagi? - Tidak.

Di kantor, sedang mengirim barang.

- Tadi aku lewat, tapi tak melihatmu. - Mungkin aku sedang di toilet.

- Kapan? - Tadi.

Ya, tadi... Aku berada di toilet.

- Aku ke sana untuk mengabari sesuatu. - Jangan, aku sibuk dengan laporan.

- Tadi bukannya pengiriman? - Barang yang tak cocok dengan laporan.

Sialan.

- Kalian lihat López? - Tidak.

Aku juga tidak.

- Kau bisa memperingatiku. - Awas ada dus!

- Kapan kau datang? - Aku tak tahu.

Aku datang lebih awal. Aku sangat sibuk.

Juan, kau tahu aku tak ingin kau anggap sebagai bos.

Kau dan aku tetap berteman.

- Apa kau mencium bau aneh? - Kau yang aneh.

Ini kolonye. Mahal.

Sejak kapan kau memakai kolonye?

Untuk bahas itu, aku harus lepas topi bos dan memakai topi teman.

- Bisnis dan teman tak boleh bercampur. - Secara teknis, kau bukan bosku.

Dia mulai bekerja hari ini. Aku mempekerjakannya.

- Kau memberi wanita itu pekerjaan? - Bukan seperti itu.

Dia layak mendapatkannya.

Namun, ada yang muncul saat wawancara. Bisa dibilang percikan.

Kau tak boleh mewawancarai untuk merayu.

Semua orang tahu kalau wawancara kerja itu hampir seperti kencan.

Tidak.

Dalam kencan, apa yang kau bicarakan? Pekerjaan, hobi.

Bicara tentang hobi...

Kau tak akan percaya, tapi hobi kami sama. Membaca dan bepergian.

Semua orang juga suka itu!

Tolong aku siapkan sesuatu yang menarik, sebagai penyambutan.

Kita tak pernah menyambut siapa pun.

Aku memakai topi teman untuk bilang...

kalau kau dan aku sudah lama tak berpesta.

Jangan ajak aku. Aku mau menyarap.

Sudah kuduga. Kau baru datang!

Sial.

Luisa?

Selamat pagi. Bisakah kau...

Tidak. Juan?

- Luisa? - Apa yang kau lakukan di sini?

Aku tahu sejak dahulu kau akan sukses, dan kau jadi resepsionis.

Tidak, aku tak bekerja di sini.

Aku bekerja di perusahaan, tapi dalam pekerjaan besar.

- Baik. Kau meledekku. - Tidak kusangka bertemu seperti ini!

Kita harus mengobrol. Jangan sekarang. Bisakah kau panggil Jaime Gonzalez?

Jaime? Kau akan bekerja di sini?

Tampaknya begitu. Aku masih tak percaya. Apa kau harus wawancara delapan kali?

- Jaime. - Ya?

Luisa Lanas di sini.

- Suruh dia masuk. - Baik.

Kau memang hebat.

Kau harusnya mempertimbangkan untuk jadi resepsionis.

Biasanya kalau ada orang baru,

kami mengadakan pesta penyambutan, sedikit minum.

Kau suka?

Baik, Semuanya, lihat, kita akan melakukan swafoto otomatis.

Aku tahu ini bukan swafoto biasa,

tapi kau pasti paham.

Kenangan yang baik di hari pertama, 'kan? Beginilah kebiasaan kami di sini.

Atmosfer yang bagus. Keluar dan nikmati hidup sepanjang pekan.

Di mana toilet?

Lewat pintu, ke kanan.

- Dari mana kau mengenalnya? - Di kampus.

- Dia pacarnya temanku. - Apa kau menyukainya?

Dia bukan teman dekatku.

- Aku tanya apa kau suka padanya? - Jaime, tidak, aku tak suka.

Pak, kalau tak ada hal lain, kami pamit.

Diam di sini hingga kuperintahkan.

Sif kami berakhir dua jam lalu.

Lihat. Lihat gawai itu?

Ia punya komitmen lebih besar pada perusahaan dibanding kalian.

Aku selalu butuh topi bosku dengan mereka.

Kita telah banyak minum. Sudah cukup.

Kalau kalian pergi sekaligus, dia akan curiga.

Aku ingin memesan piza dengan taburan zaitun yang banyak.

Dia suka zaitun.

Kau bertanya saat wawancara tentang piza kesukaannya?

Saat dia kembali, pergi ke toko untuk membeli es...

dan jangan kembali.

- Kau tahu apa artinya itu? Strategi. - Orang SDM itu menggodaku.

Sudah kubilang dia sudah begitu saat wawancara.

Aku akan cari alasan dan pergi.

Tidak, tunggu. Ingat Juan saat kuliah?

Itu dia, yang berkumis.

Dia bekerja di sini juga. Sama seperti saat pesta.

- Juan! - Apa?

- Baik, aku akan tinggal. - Tinggal?

Juanito, tolong ambilkan es.

Kita sudah berpesta begitu lama sehingga kehabisan es.

Ya, ada es.

- Tidak, tak ada es. - Ada.

Di mana?

Es.

Di mana Luisa?

Aku tak ingin bilang, tapi tampaknya dia ketakutan.

Di sini terlalu intens baginya sehingga dia memutuskan pergi.

Sayang sekali. Aku sudah memikirkan tentang Bibi Clari.

Jangan ceritakan tentang Bibi Clari.

Juan, mereka punya hak untuk tahu juga. Jangan rasisme.

Trik untuk bertahan lama di ranjang, dan maksudku bukan tidur.

Aku membayangkan tiga hal. Bibi Clari yang sedang menari,

kue bawang daun, dan celana korduroi krem.

Baik? Paham?

Aku memikirkannya bergantian.

Satu... dan yang lainnya...

dan satunya lagi.

Dengan begitu aku bisa bertahan lama dengan wanita.

Tidak berjam-jam. Sungguh repot.

Juan!

Apa yang kau lakukan?

- Aku mau pulang. - Langsung pulang atau berkeluyuran?

Aku tak tahu. Apa kau lapar?

Kau?

Piza?

Lain kali.

- Hey, mungkin aku masih sempat. - Kau bisa lewat?

- Pasti. Kau bertaruh apa? - Mustahil. Sampai jumpa besok.

Permisi.

Kau suka buah zaitun?

- Bagaimana Rober? - Rober mana?

- Rober mana lagi? - Dari kampus?

- Ya. Kalian masih bersama? - Juan, yang benar saja.

Kita lulus sepuluh tahun lalu.

Kami bahkan tak berpacaran. Mustahil aku bersama Rober.

Aku tak tahu, hanya bertanya.

Kalau tahu aku di sini makan bersama denganmu, dia pasti marah.

Marah? Kenapa?

Rober selalu... entahlah... menganggapmu aneh.

Orang terlalu banyak bicara.

Katanya, "Tidakkah kau pikir dia menyembunyikan sesuatu?"

Kujawab, "Juan tampak normal bagiku."

Itu yang kukatakan.

Apa yang harus kusembunyikan?

Kau ingin tahu apa aku punya pacar.

- Kita pergi ke tempat lain. - Kita habiskan ini, lalu pergi.

Bisakah kalian tak berisik?

- Apa yang kalian tertawai? - Luisa...

Hei, Kau.

- Apa yang lucu? - Diam, dasar wanita tua.

Jangan marah, Luisa.

Apa kau bilang?

Luisa, kita bisa menghabiskan...

- Kau mau jadi pahlawan? - Aku? Tidak. Aku tak mengatakan apa pun.

Mungkin kami akan menghajarmu.

- Kau menghajarku? - Aku tak bilang begitu. Dia.

- Bagaimana kalau benar? - Menyakiti anak kecil itu ilegal.

Aku 18 tahun. Ada masalah?

Astaga.

Memukul orang itu dasarnya ilegal.

Lihat jari ini?

- Akan kukalahkan kau dengan telunjuk. - Dua hal.

Itu bukan telunjuk, itu jari tengah.

Dan kedua, di samping hal tadi,

kau tak mungkin mengalahkanku

dengan jari itu atau dengan yang lain.

Ini jari tengah.

Pecundang!

CENTRAL

Anakku, ingatlah kata-kata ini.

Kalau kau menonjol, mereka tak suka.

Mereka akan menjegalmu.

Anakku, kau tak perlu melakukan hal yang istimewa sama sekali.

Jangan cari masalah.

Tidak ada yang memberi tahu aturan permainan ini.

TUJUAN AKHIR KERETA SELANJUTNYA

107 ke Central.

107 ke Central.

Tolong!

Remnya tak bekerja!

Kami sedang melaju!

107 ke Central! Remnya tak bekerja!

Kami akan menabrak!

Apa itu?

TEKNOLOGI CHIT SUDAH WAKTUNYA, AMBIL LANGKAHMU

SUDAH WAKTUNYA, AMBIL LANGKAHMU

Tenang.

Semuanya dalam kendali.

Apa yang kau lakukan?

Aku tak tahu!

TEKNOLOGI CHIT KAMERA STASIUN

TEKNOLOGI CHIT KANTOR DUNIA

Kalian akan menyaksikan kelahiran revolusi teknologi terbaru.

Kupersembahkan anggota keluarga masa depan kita.

Chitobot.

Rumah kalian tak akan sama lagi.

Pembersihan sejati, sedot, sapu, lap...

tentu saja dengan kesempurnaan teknis dari CHIT.

Saatnya untuk mengambil langkah.

Ágata...

Kita menemukannya.

- Kau yakin? - Seseorang menahan kereta di Spanyol.

Mainkan videonya!

Video apa?

Spanyol?

- Apa yang dia lakukan di Spanyol? - Dia menghentikan kereta tergelincir.

Apa ada yang menarik rem darurat?

Mustahil, kita selalu mematikannya sebelum mengakibatkan kecelakaan.

- Kita punya gambarnya di ruang kendali. - Aku tak membutuhkannya.

Tiada yang tunjukkan wajahnya?

Planet ini dipenuhi dengan teknologi kita. Dia tak punya jalan keluar.

Jangan membuang waktu.

Beri tahu klonku di sana kalau aku segera datang.

Dan tetap waspada.

Ingat, kita menghadapi senjata pemungkas.

Kopi pakai krim dan roti kroisan.

Kopi dan roti tak ada. Namun, aku punya krim.

Hangat atau panas?

Maaf, Pak.

SUPERHERO?

Semua orang membicarakan kejadian aneh di bawah tanah kemarin.

Seorang pria tak dikenal lompat ke jalur rel,

menyebabkan kekacauan dan kehebohan di tempat kejadian.

Kami punya gambar eksklusif dari kamera keamanan...

Dia pasti punya komet di punggungnya. Kau tak mungkin secepat itu!

Mari kita kerja.

Kita selalu teralihkan oleh banyak hal.

- Kau benar, itu bukan hal luar biasa. - Aku tak bilang begitu.

Kau menghentikan kereta yang melaju... Apa?

- Jelaskan tadi malam. - Apa yang terjadi tadi malam?

- Jangan berpura-pura denganku! - Aku tak menghentikan keretanya!

- Kereta apa? - Kereta apa?

Aku sedang bicara tentang Jaime.

- Pesta anehnya tadi malam. - Baiklah.

Lihat apa yang dia berikan hari ini. Kartu pribadiku.

Ada 500.

Aku tak ingin berprasangka buruk, tapi tampaknya dia ingin merayuku.

Luisa, memang begitulah Jaime.

Apa yang kalian lihat?

- Bukan apa-apa. - Biar kulihat.

- Bukan apa-apa! - Apa itu?

Luisa, itu bukan apa-apa.

Sampah itu.

Kau bisa lihat dari jauh kalau itu rekayasa.

Orang dengan kekuatan super di Spanyol?

Diamlah, itu menyedihkan.

Tidak begitu menyedihkan, bukan?

Juan, superhero muncul dan dia orang Spanyol, itu hal paling bodoh.

Superhero harus orang Amerika,

Inggris, atau Jepang.

Apa dia dilahirkan di Arguijuela de Todos los Santos, Provinsi Caceres?

- Tidak, Juan. - Luisa...

Bayangkan, bukan kau dan aku...

Namun, jika ada orang yang begitu altruis...

rela membahayakan hidupnya untuk menyelamatkan nyawa orang banyak...

Tidak, Juan. Ada hal memang tak cocok. Pahlawan dan Spanyol, tidak.

Jerman, mungkin. Dia bisa saja orang Jerman.

Namun, Spanyol? Jangan membuatku tertawa. Siapa lawannya? Tepat waktu?

Mungkin dia bukan superhero.

Mungkin dia seseorang yang istimewa.

Kau menyebalkan hari ini.

Teruskan, dan aku tak akan makan denganmu malam ini.

- Makan malam berdua? - Ada masalah?

- Apa yang sedang kalian bicarakan? - Tidak ada. Pekerjaan.

Kalau begitu, kalian belum dengar.

Ágata Muller datang ke Spanyol.

Wanita penyedot debu?

Aku memanggilnya guru teknologi.

Namun, ya, memang dia menjual penyedot debu.

Kau cantik hari ini, Luisa.

Berita utama kami adalah tentang kunjungan ke negeri kita...

dari pengusaha wanita paling terkenal di dunia.

Reporter kami sudah bersama dengan Ágata Muller...

yang akan memberikan pernyataan.

Kami menyiarkan langsung.

Aku ingin menemui orang seperti ini.

Kita terbiasa menangkap orang yang melakukan kejahatan.

Penting juga untuk mencari orang yang tegas menegakkan kebenaran.

Jadi, aku ingin mengirimkan pesan padanya.

Aku tahu dia mendengar ini.

Siapa pun dirimu, aku ingin kau tahu kalau aku datang untuk menolongmu,

terima kasih telah menjadi pahlawan,

dan untuk memberitahumu kalau kau dan aku bisa melakukan hal besar bersama.

Seperti kataku, publisitas.

TEKNOLOGI CHIT KANTOR BARCELONA

Saatnya pulang.

Saatnya pulang.

Saatnya pulang.

Pertama-tama, selamat pagi.

Ayah, ini aku, Ágata.

Ya. Apa maumu?

Anaknya Jan akhirnya telah kutemukan.

Ayah malah tak berpikir kau masih mencarinya.

Sudah kubilang aku tak akan mengecewakan Ayah.

Ya, tapi ini sudah 30 tahun. Jangan harap ayah akan menghargainya.

Kalau Ayah tahu semua hal yang harus kulakukan...

Sekarang Ayah bisa datang jemput aku.

Kau sudah menemukan atau menangkapnya?

Sebentar lagi.

Dia tak bisa lari. Tinggal bagian yang mudah saja.

Dua puluh tahun lagi?

Saat tahu apa yang telah kulakukan, Ayah akan bangga padaku.

Teknologiku telah tersebar di seluruh penjuru planet dan mengendalikan semua.

Orang lain mungkin sudah menghancurkan planet itu dan kembali dalam dua hari.

Kata Ayah, tangkap dia hidup-hidup.

Datanglah, dan kita akan hancurkan planet ini bersama.

Kalau kau belum menangkapnya saat ayah datang, akan ayah hancurkan...

bersama dirimu di dalamnya.

Tuan-tuan, hadiahnya sudah menanti.

Cepat tangkap dia.

Siap, Bos.

Namun, kita tetap harus berhenti lusa.

Ada festival Hari Santo Patron.

Akulah patron di sini.

Tak ada yang boleh berhenti hingga kita menangkap anaknya Jan.

- Paham? - Ya.

Hai, Luisa. Sudah sampai?

Ya, setengah jam lalu. Sudah kuduga.

Aku di bus. Tiga atau empat menit lagi sampai.

Karena terlambat, kau mentraktir.

Baiklah.

Tenang, bodoh. Tidak apa.

Anaknya Jan, hanya kau yang bisa mendengarku.

Bisakah kau pelankan suara radionya?

Radio? Aku tak punya radio.

Kalau bisa mendengar ini, kaulah yang kucari.

Siapa kau?

Aku? Aku Pedro Luis.

Jangan ditanggapi. Kau tak lihat keadaannya?

Jangan takut. Aku temanmu.

Bisa tolong hentikan busnya? Aku harus turun di sini.

Kau menakuti anjingku.

Tidak bisakah kau lihat?

Sopir, turunkan dia! Dia gila!

Aku harus memberitahumu dua hal.

Tuhan, hentikan! Kepalaku bisa pecah!

Pertama, jangan bicara padaku. Aku tak bisa mendengarmu.

Lupakanlah.

Kedua, kau harus datang menemuiku.

Aku Ágata Muller.

Mari kita bicara empat mata.

Dengan pendengaran supermu, akan mudah bagimu

untuk melacak sumber suaraku.

Kau pasti punya banyak pertanyaan.

Namun, tenang. Aku di sini untuk menjelaskan semuanya.

Diamlah!

Entah kenapa begitu lama kau baru muncul.

Baik, aku akan datang!

Jangan takut.

Aku tahu rahasiamu dan datang untuk menolongmu.

CHIT

Selamat datang di Teknologi CHIT.

Kami sudah menunggumu.

Halo?

Maaf, tapi aku sedang tergesa-gesa.

Kau tak tahu berapa lama aku menunggu saat ini.

Kau si wanita penyedot debu.

Tiga puluh tahun. Seumur hidup berharap menemukanmu.

Silakan duduk. Kita harus merayakan ini.

Apa yang harus dirayakan? Aku sama sekali tak mengenalmu.

Aku tahu dari TV. Aku punya blendermu.

Apa yang kau lakukan di bawah tanah pada malam itu sangat spektakuler.

Tunggu. Aku tak ada hubungannya dengan apa yang terjadi di bawah tanah.

Kau tak perlu berpura-pura denganku.

- Aku seperti dirimu. - Tentu saja.

Gajiku seribu sebulan, dalam masa kontrak, sedang kau jutawan. Mirip!

- Kita berasal dari planet yang sama. - Dari Masnou?

Lebih jauh. Kita tak bisa seumur hidup berpura-pura seperti mereka.

- Tahu maksudku? - Tidak.

Kau berkata aku seperti alien.

Memang itu maksudku.

Ya, benar, lucu sekali.

Saat kau kembali ke Planet X...

sampaikan salam pada ET, Alf, dan Zoltar dariku.

Orang lain tak bisa melelehkan benda dengan matanya atau lari secepat itu!

Orang biasa tak bisa menghentikan kereta.

Dengar, dua hal.

Satu, aku tak melakukan hal itu.

Dua... bagaimana kau tahu?

Aku bisa membawamu ke tempat kau bisa menjadi normal.

Kita akan pulang dengan ayahku.

Ya, tentu, naik piring terbang.

Aku bukan orang yang kau cari. Lagi pula, aku sudah terlambat untuk makan malam.

Tunggu.

Itu alasannya!

Kau ingin tinggal demi dia. Siapa wanita itu?

Kau membaca pikiranku?

Aku mencoba meyakinkanmu dengan cara yang mudah.

Cara yang mudah?

Kau tinggal di sini sampai ayahku tiba.

Lepaskan!

Lepaskan!

Lihat pakaianku!

Maaf, tapi lihat apa yang kau lakukan pada pakaianku.

Aku tahu kau memang putranya Jan.

Apa-apaan ini?

Habisi dia!

Teman, ini hanya salah paham. Aku hanya ingin...

Maaf.

Kau menjatuhkan...

Maaf.

Ágata, hentikan ini!

Hentikan ini!

Tangkap dia!

- Di mana dia? - Di mana dia?

- Itu! - Siapa menangkapnya?

Dia kabur! Ke sana!

Kau bisa kabur dari sini, tapi tidak dari jati dirimu.

Berhenti menggangguku dengan dengungan tadi.

Itu sungguh tak nyaman.

- Kami tak akan membiarkan dia keluar. - Tidak ada gunanya.

Lagi pula, aku tahu kelemahannya.

Namanya adalah Luisa Lanas. Aku ingin DNA-nya.

BAHAYA!

MEMERIKSA

SAMPEL DITEMUKAN TIPE: DNA, SUBJEK: LUISA LANAS

ANALISIS DNA

MEMINDAI

Benda bodoh!

Bukan benda bodoh. Alat kecil menengah.

Atau seperti yang biasa kubilang, peralatan rumah tangga.

Hei, tenanglah.

Barang nakal!

Tidak.

Baik! Tidak!

Tenang, ya?

Mundur!

Mundur, dasar serangga!

Duduk!

Hei, kalian! Tolong aku! Kacau! Robot ini ingin membunuhku!

Ayo!

Apa yang kalian lakukan? Kemari dan hancurkan ini!

Ayo!

Pukul!

Terus!

Jangan bilang siapa pun. Juga tentang pelukan tadi.

100% SELESAI

DNA DIKIRIM

Ayo, Luisa, angkat!

Jawab. Kumohon, angkat.

Juan.

- Luisa, dari mana kau? - Dari mana?

Dari mana kau? Berpakaian seperti itu...

Aku ke restoran, tapi kau tak ada.

Ya, dan menunggu satu jam lagi untukmu.

Bilang saja kalau tak mau makan malam denganku.

Tidak mau makan denganmu? Tentu saja aku sangat ingin.

- Namun, hal gila terjadi padaku. - Lebih gila daripada membuatku menunggu?

- Ya. - Apa?

Aku tak begitu yakin.

Luisa, apa yang kau lakukan?

Jika aku minum lebih banyak, mungkin aku bisa percaya padamu.

Lihat.

- Jaime lagi. - Jangan angkat!

- Kenapa? - Untuk jaga-jaga.

- Jaga-jaga apa? - Itu...

Sial, sinyalnya jelek.

Ini... Luisa, dengar...

Aku tahu apa yang akan kukatakan terdengar aneh,

maka akan kukatakan saja langsung.

Aku baru memergoki robot penyedot debu mengirim DNA-mu pada seseorang.

Tolong, saat kau mendengar pesanku, hubungi aku.

Aku akan datang mampir dengan robotnya agar kau percaya.

Aku tahu alamatmu dari surat lamaran.

Aku tak melihat alamat surel atau Facebook.

Jangan curiga padaku, seperti temanmu Laurita86.

Sial.

Ayo, minta maaflah.

Luisa, aku sangat ingin memberitahumu, tapi butuh beberapa hari untuk paham.

Kalau kukatakan langsung, pasti kau pikir aku gila. Namun, bukan seperti orang gila.

Gila "aneh".

Lebih baik beri tahu sekarang saat aku mabuk.

Anggur ini sangat mahal dan aku harus menghabiskannya.

- Luisa, aku tak bisa memberitahumu. - Kenapa?

Karena aku harus bicara pada orang tuaku.

- Orang tuamu? - Ya.

- Berapa umurmu, 12 tahun? - Ya. Tidak!

Hentikan, Juan. Kita tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Kau tahu, aku tahu, begitu juga Rober.

Sudah bertahun-tahun, tapi kita masih saling menyukai.

Selalu.

Jadi, jangan bicara lagi dan ikut denganku.

Luisa, kalau wanita sepertimu memintaku untuk ikut, aku akan seperti kerbau.

Aku mau, tapi tak ada yang pernah mengajakku sebelumnya.

Namun, jika aku melakukan sesuatu denganmu malam ini,

itu bisa membuatku menjadi orang terburuk di dunia.

Apa yang kau lakukan, pergi?

Hei!

Hei!

Baik, pergilah!

Pergilah ke orang tuamu dan minta mereka buatkan segelas cokelat!

Apa lagi yang harus kulakukan agar kau mau tidur denganku?

Kau seperti anak kecil! Kembali ke taman bermain, Pengecut!

Aku sungguh mabuk.

Ke mana kau akan membawanya?

Layanan teknisnya cepat sekali.

Ada apa antara kalian dan wanita itu?

Dia tak begitu hebat.

Kalau kau menolongku, Luisa bisa menjadi milikmu.

Sudah ayah duga. Saat melihat berita, ayah langsung tahu.

Masuklah.

Apa yang Ayah ingin aku lakukan?

Ayah sudah bilang pada ibumu, kau bukan anak bodoh.

Aku sedikit berlebihan.

Bukan hal besar jika aku menghentikan kereta setiap 30 tahun.

Kau harusnya bertingkah seperti orang normal.

Namun, aku tak normal, Ayah. Ayah dan Ibu tahu itu.

- Nak! Kau mau apa? - Ingin tahu kebenaran.

Bukan, kau ingin goreng telur dan bakon atau suwir daging?

- Kau terlihat kurus, Nak. - Aku tak ingin apa pun.

Satu hal.

Aku ingin kalian menjawab satu pertanyaan sederhana.

- Silakan. - Silakan.

Kumohon katakan padaku kalau kalian orang tuaku.

Jangan diam saja! Bicaralah! Suasana ini membuatku tegang!

Tegang? Ini karena perjalanan. Kau lelah. Istirahatlah.

Tentu saja kami orang tuamu. Ada apa sebenarnya?

Mari kita bicara tentang hari kelahiranku. Berapa lama Ibu melahirkanku?

- Tak ingat. - Apa maksud Ibu? Aku anak tunggal!

Ibumu dan ayah tak ingat.

Itu sudah lama sekali. Kau kenapa?

Aku bertemu seseorang.

- Wanita? - Bukan.

Seseorang yang mengatakan hal yang sangat aneh.

Memang wanita, tapi itu isu yang lain.

Dia bilang ingin membawaku pulang.

Namun, bukan ke sini. Ke galaksi lain!

Jangan bilang ini karena ganja.

Itu sudah lama dan hanya sedikit.

Jadi, kumohon katakan, apakah aku dari galaksi lain atau bukan?

Andai kau tak menghentikan kereta itu...

Jadi, benar. Ini sungguh luar biasa!

Akan kuberi tahu satu hal. Jahat sekali kalian tak memberitahuku tentang ini.

Nak, bagi ibu kau seperti anak yang lain.

Ya, tapi dengan sedikit perbedaan. Aku alien!

Tidak ada yang perlu tahu.

Mereka mencoba menculikku, Ayah!

Mereka akan mencoba lagi.

Sekarang kau harus banyak makan.

Kau terlalu kurus untuk menghadapi pasukan galaksi.

Maria, sudahlah. Cukup dengan masalah berbau film.

Sudah saatnya kau lihat.

Juan, kita berjanji tak akan melakukannya.

Melihat apa? Kalian menakutiku.

- Kemarilah. - Masuklah, Nak.

Siap?

Ingat sesuatu?

Katakan kalau ini bukan yang kupikir.

Kau datang di dalam ini. Kami tak tahu dari mana.

Ini jelas bukan dari Martorell.

- Apa yang kau ingin kami lakukan? - Ayah ingin menghubungi polisi.

- Dia yang ingin... - Polisi. Bagus.

Kalian orang tua panutan. Selamat.

- Terima kasih. - Diamlah.

- Halo, Nak. - Awas.

Kalau kau melihat ini, keadaan sudah menjadi rumit

dan kami mengirimmu jauh dari Chitón.

Namun, berkat kemampuan luar biasamu,

ayah rasa kau mengaktifkan mekanisme ini

di usia tiga atau empat tahun.

Aku sudah punya firasat.

Namun, ini sulit dijelaskan, maka ayah akan memakai dua boneka ini.

Ini Skorba.

"Aku Skorba!

Aku sangat jahat dan seluruh warga Chitón di bawah kendaliku."

Dan ini aku, ayahmu.

"Aku tak akan membiarkannya!

Dengan ilmuku, akan kuciptakan senjata sempurna untuk mengalahkanmu!"

Kuharap kau mengerti siapa dirimu.

Ya, aku benar-benar paham.

"Kau tak bisa kalahkanku dengan apa pun!"

"Ini bukan senjata biasa, ini senjata pemungkas.

Saat anakku lahir, angin akan muncul dari mulutnya,

api dari matanya.

Dia akan secepat kilat.

Dan dengan terbang menembus galaksi, dia akan hancurkan kekaisaranmu."

- Katanya, aku terbang? - Skorba akan mencarimu.

"Ke mana anakmu pergi?

Kiri atau kanan?"

Kiri? Kanan?

Jawab dia.

Nak, ini hologram interaktif.

Kau harus jawab ke kanan atau kiri.

Hingga kau jawab, "phonogram"-nya tak bisa lanjut.

Kanan.

Bagus, kau bilang kanan.

Itu artinya kau masih kecil dan tak tahu apa pun.

Ini tentang mengecoh Skorba, bukan membuangmu.

Namun, sudahlah, kau harus tumbuh untuk capai tingkat kecerdasan dewasa.

Jangan khawatir, suatu hari kau akan siap.

Jika saat itu tiba, masuklah ke dalam roket

yang akan membawamu kembali untuk menyelamatkan kami.

Kaulah satu-satunya harapan kami.

Pesan ini pasti dari zaman dahulu.

Mereka pasti sudah punya cara untuk menyelesaikan masalah mereka.

Jangan bilang pada siapa pun tentang hal ini.

Khususnya Paman Tonin. Tiga tenggak, dan dia bocorkan semuanya.

Ayah tak akan bilang, tapi mereka menunggumu di sana.

Benar, dan serangan tiran ini adalah kesalahanku.

Mereka juga pasti sudah bertindak. Harus kudengar versi mereka.

Sangat mudah menghakimi orang dari galaksi lain.

Ibu, jangan sentuh itu.

Akhirnya, keturunan López punya peran penting.

Aku pernah memperbaiki motor Sito Pons. Aku tahu itu bukan hal besar, tapi...

Bulan ini terasa buruk bagiku. Aku harus kirim barang, hipotek...

Apa mereka akan mengerjakan laporan pajak untukku...

penduduk tertindas Chitán, Chitón, atau apa pun itu?

- Tiap orang bertanggung jawab sendiri. - Tidak, Nak!

Tidak! Mereka bilang kau harapan terakhir mereka.

- Ya, aku tak percaya itu! - Jaga mulutmu!

Bagaimana aku bisa ke luar angkasa tanpa asuransi atau semacamnya?

Lagi pula, Ayah selalu menyuruhku untuk tak menonjol.

Benar, tapi karena sekarang kita tahu jati dirimu, jangan bertingkah sebaliknya.

Pertama, bicaralah yang jelas. Ayah tak bisa dimengerti.

Kedua, aku pergi dari sini.

Nak, untuk jaga-jaga, akan ibu buatkan kau pakaian dari ini.

- Kainnya bagus. - Aku tak akan memakai apa pun.

Superhero tak boleh berkeliaran memakai baju biasa.

Superhero itu tak nyata!

Apa yang kita tahu? Dengar, akan ibu jahit dan kau bisa mencobanya.

- Ibu sungguh senang... - Aku tak mau pakai kostum apa pun!

Kalian enggan katakan apa pun?

Sangat jelek hingga ayah tak bisa tertawa.

Itu kostum pahlawan yang bagus.

Dengan wig, dia bisa jadi bahan ejekan untuk festival Mardi Gras.

- Aku akan melepasnya. - Jangan, kemarilah. Tunggu.

Mungkin jika ibu pasang peniti di sini, atau bantalan bahu...

- Tak boleh ada bantalan! - Dia terlihat seperti pemadat.

Dia hanya butuh seruling, anjing, dan roti cokelat.

Dengar Ayah. Katakan sesuatu.

Beberapa kali dicuci akan mengerutkan kainnya hingga pas.

- Lagi pula, kau masih bisa tumbuh. - Ya, tentu saja.

Dengar, ibu menirunya dari film Superman.

Kalau kedinginan, pakai di sini. Bisa berguna jadi syal.

TIdak, ini maksudnya jubah. Ini untuk terbang.

Jadi, kau bisa terbang?

Tampaknya begitu.

Orang di pesawat tadi bilang api dan terbang.

Orang di pesawat itu adalah ayahku.

- Dia punya nama. - Siapa namanya?

Aku tak tahu.

Aku juga ayahmu, dan namaku Juan Antonio López.

Ayah menyuruhmu untuk belajar terbang.

Kau mungkin membutuhkannya nanti. Kau tak pernah tahu.

Ya, tentu, belajar terbang. Bagaimana caranya?

Seseorang dari kota akan melihatku seperti ini!

Ayolah, sekaranglah saatnya. Cobalah terbang!

Cobalah terbang. Seperti mudah saja!

Kepakkan tanganmu dan hati-hati dengan pohon.

- Begitu! Teruskan! - Biarkan dia berkonsentrasi.

Kepakkan lebih lebar!

- Seperti ini. - Jangan terlalu rapat. Lagi!

- Begitu. - Tak berhasil.

Kenapa dia malah mengepal?

Itu dia!

- Coba itu! - Teruskan!

Ini tak berhasil.

Kurasa kau harus loncat.

Ya, loncat. Dan kepalaku akan hancur!

Mungkin terbang akan berhasil di udara.

Percayalah pada dirimu seperti kami.

- Itu dia. - Ibu tahu kau bisa terbang!

Mundur, beri ruang.

Astaga, dia jatuh.

Nak, kau baik-baik saja?

Lihatlah bagaimana kau bangkit. Itu hebat.

Ada yang sakit?

- Memang salahku menuruti kalian. - Namun, nanti kau akan bisa.

Nanti kalian saja yang loncat!

Tidak, aku bilang tak ada yang sulit untuk ini.

Kau hanya salah sedikit. Kau hanya harus melakukannya dengan benar.

Gila. Kau gila.

Awas. Kau bicara pada harapan galaksi lain.

- Galaksi aneh? - Kau memakai celana dalam!

Ini bukan celana dalam!

Mungkin aku harus menghajarmu, dan lihat siapa yang jadi pemenang.

Kau akan menghajar kami dengan tanganmu?

Apakah "S" itu untuk "Si Feminin"?

Atau "Subnormal"?

Atau "Sedot sosis"?

Kenapa? Kalian tak tertawa lagi?

- Lari. - Lari!

Astaga!

Juan, lihat! Lihat, Juan!

- Dia tidak terbang, tapi melayang! - Ya ampun!

- Santa Teresa! - Yang dari Kolkata?

Bukan, Ávila. Ini keajaiban!

- Tidak mungkin santomu bisa begini. - Ke mana dia?

- Kau tahu di mana ini? - Sa Cala de Marbres.

Di mana?

Mallorca.

Mallorca?

Pestanya sedikit berlebihan?

Sial!

Kau ambil Jalan Txatxarramendi, lewat Legorreta dan Kastelleta,

lalu di Amorebieta, kau ambil A-8, kemudian lurus saja.

Hati-hati.

Kalau kota pertama yang kau lihat adalah Yiurreta, kau sial. Pasti terjebak macet.

Kau putar balik ke Ibaneta,

ambil jalan pintas dari Goitzueta ke Txoritokieta,

lalu menuju A-8 setelah Guantxoritzketa.

Jalur memutar yang sangat jauh.

Mengerti, atau harus kujelaskan lagi?

Sudah sangat jelas.

Astaga!

Ibu, ini sudah pasti sangat konyol.

- Tonjolannya tak akan terlihat. - Tentu saja tidak...

Kau bisa memakainya sepanjang tahun. Ini tak akan menonjol.

Aku berkeringat di musim panas.

- Tidak! - Jangan keras kepala.

Kalau terlibat dalam pertempuran galaksi,

robek saja bajumu seperti ini.

Itu selalu mengesankan.

Aku tak mau merobek pakaian yang sudah kubeli.

- Tidak mau. - Juanito...

- Apa Juan tinggal di sini? - Tidak.

Apa kau yakin? Jaime bilang, dia tinggal di sini.

Luisa?

Apa yang kau lakukan di sini?

Aku sudah tahu semuanya. Mustahil tak datang.

Tenang, dia dari galaksi ini.

Mau makan? Kau tampak sangat kurus.

- Ibu, sudahlah. - Maaf. Kami agak gugup.

Ini kali pertama Juan membawa wanita.

Itu informasi yang kami butuhkan.

Aku tak menganggapmu sebagai bawaan.

- Aku tak bermaksud... - Ayah, sudahlah!

Kita tahu apa artinya "berteman" saat ini.

Suka minuman dingin? Maria, buatkan limun untuk mereka.

Baiklah.

- Kenapa tak beri tahu semalam? - Aku tak tahu.

- Aku takut dianggap aneh. - Namun, ini bagus, Juan.

Ini luar biasa.

Bagaimana kau tahu?

Kau baik-baik saja, Luisa? Matamu...

- Mataku? - Matamu.

Ini karena suka cita. Aku tahu semuanya dan kupikir itu bagus.

Mereka bilang ingin membantumu pulang.

Kau bertemu wanita penyedot debu?

Ya. Dia sangat khawatir padamu.

Tunggu. Mungkin dia tak bilang kalau dia mencoba menculikku.

Ya. Dia sama gugupnya sepertimu.

Akibat menemukanmu dan...

dia memintaku menyampaikan maaf karena bersikap kasar.

Tunggu, kau tak percaya padaku? Aku Luisa. Untuk apa aku menipumu?

Luisa, kau bertingkah aneh. Bagaimana tentang tadi malam?

- Tadi malam? - Ya.

- Tadi malam? - Tadi malam.

Ini sama pentingnya, bahkan lebih, daripada ini.

Tentu. Semalam...

...banyak hal yang terjadi.

Aku tak tahu apa yang kau maksud.

Tanya dia apa ini lebih penting daripada mengkhianati teman. Tanyakan!

Apa maksudnya? Apa yang terjadi tadi malam?

Apa yang terjadi?

Aku tahu.

Tak perlu dipikirkan lagi, Juan.

Itu hanya ciuman biasa di depan pintu.

Biasa? Tentang apa ini?

Mungkin kau pikir bermesraan di pintu itu artinya kita berpacaran.

Sekarang kau akan pergi ke Raticulin, atau galaksi apa pun itu. Apa rencanamu?

Akhir pekan bersama bergantian di masing-masing galaksi?

- Kau pencium buruk, kuberi tahu. - Namun, aku bilang aku tak ingin pergi!

Aku melepaskan topi kesempatan jadi pacarmu

dan memakai topi penduduk planet ini.

Kau pikir kita bisa tetap tinggal di sini melakukan hal aneh?

Ini tak aneh.

Ini kekuatan super.

Sudahlah. Jangan sebut itu kekuatan super. Hanya penglihatan dan pendengaran super.

Juga sinar X di mataku.

Baik, penglihatan, pendengaran super, dan sinar X.

- Aku bisa terbang. - Kau bisa terbang juga?

- Juga tenaga super. - Kau tahu?

Jaime juga punya kekuatan super.

Dia super pintar.

Dia tahu tentang kita karena tercium dari jarak yang jauh.

Setidaknya dia merasakannya. Dia jadi kepala SDM bukan tanpa alasan.

- Karena dia mengenal orang. - Aku tahu.

Ditambah, dia temanmu. Kau tahu dia sangat menyukaiku.

Dan dia punya teman kelompok.

- Kau pikir aku tak peduli? - Tidak begitu saat kita di pintu.

Sekarang kau tahu apa yang terjadi padaku.

Kau tahu bahwa sulit bagiku untuk mendapat teman.

Jaime selalu bilang, dia bos dan temanku.

Secara teknis dia bukan bosku, tapi...

dia akan selalu jadi temanku.

Dan kau benar, Luisa.

Aku harus bicara dahulu padanya.

Aku sangat sayang pada Jaime.

Dan dia satu-satunya temanku.

Jangan sampai kau percaya ucapannya.

Baiklah. Kita akan tangkap dia dengan caraku.

Tampaknya kau tak paham semua yang kukatakan...

Kau suka cara itu, ya?

Aku tak terlalu suka, tapi belum pernah melakukannya.

Namun, karena belum mencobanya, mungkin kalau kita lakukan dan itu...

Juanito!

Juanito!

- Apa yang terjadi? - Ada apa?

Anaknya ibu. Kau tak apa-apa?

Kau berkelahi? Kau mulai terlalu cepat!

Kenapa dia?

- Wanita itu tak baik untukmu. - Minggir.

Itu bukan wanita.

- Lihat, Ayah. Ini tak mudah! - Sini, kukuku tajam.

- Lihat dia! - Dia mendekat! Cepat!

Dia datang!

- Lepaskan celanamu. - Tarik ke arah sana.

Hentikan, atau aku tak akan bisa melakukannya sendiri!

Ayo, Nak! Tunjukkan dirimu sebenarnya!

- Siapa aku? - Ayah tak tahu!

Lepaskan celanamu!

Tarik!

- Dia datang! - Dia datang.

Minggir! Diam di sana. Biar kuurus dia.

- Tunggu. - Maria, hati-hati.

Apa yang kau lakukan pada anakku? Dasar wanita jahat!

Melukai anakku? Jangan sentuh dia! Wanita lawan wanita!

Wanita lawan wanita!

- Lepaskan istriku! - Jangan libatkan ibuku!

Jaime, kita butuh Luisa yang asli.

Tidak, aku sudah melakukan bagianku. Kau tak membutuhkanku sekarang.

Lagi pula, aku akan pergi.

Aku ingat sedang mencuci pakaian putih.

Ya. Omong-omong, mesin cucimu bagus.

Bisa diandalkan. Salut.

Jaime, kau lihat kalau aku tak bisa menangkapnya dengan paksaan.

Dia harus datang sendiri. Untuk itu, aku butuh umpan.

- Tolong aku menemukan yang asli. - Bukan begitu kesepakatannya.

Kau salah. Kau tak butuh aku.

Kau melindungi dia sekarang? Kau percaya bualan tadi?

Tentu saja tidak!

Namun, itu memang benar.

Sebentar.

Juan, aku memaafkan dan menyayangimu.

Bagaimana tidak? Kau temanku satu-satunya.

Saat ini Luisa dalam bahaya. Ágata Muller ingin menculiknya.

Kacau. Wanita di TV itu.

Maaf, kurasa mereka membaca pikiranku.

- Kau pikir bisa pergi sekarang? - Ya.

- Itu bukan pertanyaan. - Bukan.

Jaime.

Maaf. Ini lebih menyakitkan bagiku daripada bagimu.

Tidak, sebenarnya kupikir ini lebih menyakitkan untukmu, kecuali kau membantu.

Ágata! Ini bukan cara yang baik!

Bukan seperti ini!

Apakah jebakannya sudah siap?

- Hampir siap. - "Hampir siap" itu buruk.

Ayahku segera tiba.

- Jadi, di mana pacarmu? - Dia bukan pacarku! Hentikan!

Panggil saja sesukamu, tapi dia dalam bahaya karenamu!

Terima kasih atas analisisnya, Ibu.

Jika enggan menyelamatkan planetmu, terserah. Namun, selamatkanlah dia.

- Halo? - Luisa? Kau di mana?

Juan? Aku tak bisa mendengarmu.

Sinyalnya jelek. Di mana kau? Aku akan menjemputmu.

Di jalan pulang. Aku bisa menemuimu di sana.

Tidak! Jangan di tempatmu! Diam di sana, ada banyak orang.

Aku di Arco de Triunfo.

Benarkah?

Kau tak akan percaya. Aku juga! Aku segera datang.

Luisa?

- Kau kenapa? - Aku? Kau kenapa?

Kapan kita bertemu?

Apa minuman kesukaanmu? Kau suka zaitun di pizamu?

- Juan, kau bertingkah aneh. - Kau Luisa. Tidak salah lagi.

Ceritakan apa yang terjadi.

Luisa, aku tak normal.

- Aku tahu. Kau punya beberapa hal... - Beberapa hal, benar.

Seperti aku bisa melelehkan es dengan mataku,

bisa melihat menembus tembok,

atau mungkin bersin, lantas merobohkan dinding.

Selain itu, ya, aku biasa saja.

Baik. Apakah sekarang saatnya aku tertawa?

Aku yang menghentikan kereta itu.

Aku juga bisa terbang, tapi baru tahu hari ini.

Aku pernah diberi alasan saat diputuskan, tapi ini yang terburuk.

- Ini bukan alasan! - Kuberi tahu sesuatu.

Kita bahkan tak berpacaran, kau tak perlu berbohong.

Aku mengatakan yang sebenarnya, Luisa.

Sudahlah Juan. Itu artinya kau alien.

Apa?

- Seperti yang kubutuhkan. - Jangan pergi terlalu jauh.

- Begini saja. Kalau benar, tunjukkan! - Jangan bercanda.

Kau bilang bisa terbang? Coba terbang. Lakukanlah.

Bagaimana mungkin aku terbang di sini? Mereka akan menemukan kita!

- Siapa? - Ágata Muller!

- Dia alien dari planet yang sama. - Planetmu?

- Chitón. - Apa?

Kalau kau mengarang nama planet, jangan terdengar seperti nama desa di Albacete!

Apa?

- Kau membuat kostum? - Ibuku yang buat.

Ibumu membuatkanmu kostum untuk memutuskanku?

Sungguh, Luisa. Ini...

Kau membuatku melakukan ini...

di depan semua orang!

Namun, selalu sama denganmu. Selalu sama!

Kau sama sekali tak membantu.

Lihat itu?

Arco de Triunfo?

Aku akan lompat melewatinya dan kembali lagi.

Aku belum pernah diputuskan dengan cara yang asli sebelumnya.

Hey, bodoh. Kau mau ke mana?

Kalau ingin bekerja di tempat ini,

kau harus dapat izin dari Jeferson Noruega seperti yang lain!

Maaf, ini salah paham saja.

- Aku pahlawan asli. - Bohong.

Aku tahu yang asli, Osvaldo.

Dia jadi RoboCop hari Sabtu di Las Ramblas.

Kau tak mengerti. Ini bukan kostum.

Ya, benar. Ini pakaian tidurmu.

Jef, kita menjaga kualitas hanya untuk dihancurkan oleh orang ini. Dasar...

Dua hal. Satu, ini bukan piama.

Dua, aku memang menyelamatkan orang.

Luisa?

Luisa?

- Masuk! - Jalan!

Luisa!

- Luisa! - Tunggu sebentar.

Kau tak boleh pergi hingga kau katakan dapat dari mana.

- Aku tak ingin ada masalah. - Begitu, ya?

Ini aku lagi, anaknya Jan.

Aku tak ingin menyakiti Luisa. Jadi, jangan buang waktuku.

- Jangan berani! - Begitu, ya?

Pergi dari sini, badut!

- Apa maumu dariku? - Pergi dari sini!

Pedangnya!

Terimalah, kau tak seperti yang lain.

- Berengsek! Dasar bodoh! - Maaf.

- Kau merusak kostumku. - Itu memang sudah robek.

Yang benar saja!

Ayahku akan segera datang.

Bergabunglah dan bersama, kita akan kuasai para makhluk menyedihkan ini.

- Kutunggu kau di sini. - Di mana kau?

- Di mana Luisa? - Kau tahu di mana aku berada.

Permisi. Ini kantor Ágata Muller?

- Tolong! - Dari mana saja kau?

- Tolong kami! Lihat ini! - Keluarkan kami dari sini!

- Gunakan kekuatanmu! - Apa yang terjadi?

- Hati-hati, itu jebakan! - Dari mana kau?

Kalau kalian bicara bersamaan, aku tak paham.

Jangan keluar dari lift! Itu jebakan.

- Juan, apa yang terjadi? - Sudah kubilang, Luisa.

Dia punya kekuatan. Aku lihat!

Manusia tak memilikinya.

Juanito, dia tak percaya. Terbanglah.

Untuk apa? Kita di dalam. Aku bisa terbentur.

Kalau begitu, tenaga atau visi super.

Penglihatan super! Bukan visi super. Itu beda lagi. Itu supervisor!

Kau tak perlu memperbaiki ucapanku di depannya.

Kalian menyedihkan.

Celana dalammu.

Kau memakai kutang hitam

dengan bantalan.

Kau memakai celana dalam yang berbeda merek.

Kau punya tato?

Sungguh seksi.

Tulisannya, "Rober"?

Katamu, hanya berteman dekat saja.

Jangan bicara tentang Rober sekarang!

Aku melihat sesuatu juga.

Kau punya tahi lalat. Di sana, di atas...

Kau tak lihat apa pun! Buka ikatanku!

Juan?

Kau kenapa?

Juan!

- Aku mendengar bunyi. - Apa?

- Bunyi. - Menderitalah.

Bunyinya!

Pasti pengeras suara itu. Luisa, kita harus membantunya agar dia kembali kuat.

Juan, aku memaafkanmu. Kau suka Luisa. Aku sudah melupakannya.

Kenapa kau mengatakan hal itu sekarang?

Jadi, kau sengaja merekrutku?

Luisa, apa kita sedang melakukan yang harus kita lakukan?

Bilang kalau kau suka dia. Kau bahkan mau membuat tato tulisan namanya di pahamu.

Aku serius! Katakanlah hal yang baik!

Juan, begini...

Kau...

sangat manis.

Apa itu? Kau hampir membunuhnya!

- Katakan sesuatu yang hebat. - Baik.

Juan, saat...

saat kubilang superhero dari Spanyol itu menyedihkan, aku tak tahu itu kau.

Sebenarnya aku masih berpikir begitu.

Jangan pedulikan tentang kostumnya. Kita perbaiki nanti.

Jadi, kumpulkanlah kekuatanmu dan keluarkan kami dari sini!

Ini tak berhasil. Biasanya di film tak pernah gagal.

Superhero payah!

Kau bilang apa?

Lihat yang terjadi padanya hanya karena dengungan.

- Tidak, katakan lagi yang tadi. - Superhero payah!

Lihat saja dia berbaring. Payah! Kau memang tak berguna.

Hina dia lagi.

Superhero payah!

Berhasil. Kita harus menghinanya.

KAMERA 25 MENARA

Saatnya pulang.

- Pecundang! - Tak berguna!

Superhero? Tentu saja.

Super bodoh!

- Bodoh! - Tak kompeten!

- Tak tepat waktu! - Kau orang gagal! Superhero gadungan!

Kau mempermalukanku. Tak ada nilainya!

Bahasa Inggrismu payah, tingkatan rendah.

Dan PowerPoint-mu buruk!

Ciumanmu payah!

Benarkah? Sudah kuduga.

Bagaimana kau bisa mencium dengan benar jika punya kumis?

Ayah!

- Pertama-tama, selamat pagi. - Aku sangat menantikan Ayah.

Ayah sudah tak sabar bertemu dengan anaknya Jan.

- Dia sudah kukendalikan. - Kita lihat apa itu benar.

Kau membodohi dirimu sendiri!

Bukan bodoh biasa. Terbodoh di seluruh galaksi!

Orang-orang ini tahu banyak planet.

Mereka akan mentertawaimu.

Kau tahu di mana Andromeda?

Mereka akan mempermalukanmu lebih jauh daripada itu.

Kalau bisa terbang, entah kenapa kau terlambat kerja setiap hari.

Karena tahu aku superhero, jangan beri tahu orang kantor. Mereka bergosip.

Kau superhero, kita lihat saja nanti.

Kau mau kulepaskan?

- Jangan! Aku percaya padamu. - Baiklah.

Kita mau pergi ke mana?

Ke tempat orang berusia 30 tahunan berkumpul.

Tidak! Tak mungkin!

Dia tak mungkin bisa kabur.

- Ayah... - Ayah ingin menjernihkan.

Tidak sedetik pun ayah percaya kau telah menangkapnya.

Dia tadi di sini.

Ayah melihatmu dan ingin menekan tombol untuk menghancurkan sampah ini.

Kau mempermalukan keluargamu.

Di usiamu, nenekmu, Ursula, telah menguasai seluruh galaksi!

Sepupumu, Virguis, masih 18 tahun.

Dia sudah melakukan dua kali pembantaian di Alpha Centauri!

Lihat dirimu!

Bagaimana bisa kau membiarkan planet ini tetap begini?

Hidup!

Begitu hidup sampai aku muak!

Di mana lava? Kekacauan?

Aku ingin gunung berapi di mana-mana!

Seluruh planet ini di bawah kendaliku, meski mereka tak sadar.

Apa gunanya kalau mereka tak sadar?

Kau seperti peliharaan tak berguna, seperti...

Entah siapa dirimu, Ágata, tapi andai saja kau bukan putriku!

Mana semangatmu untuk menjadi pemimpin Chitón?

Mana karaktermu?

Mana semangat untuk melakukan hal penting?

Di sini.

Akhirnya, putrinya ayah.

Kini, ayah bangga padamu.

Ada keberatan?

Maka kita bergerak. Ada planet yang harus kumusnahkan.

Kau yakin?

Dengar, Luisa. Aku mungkin punya kekuatan super,

tapi tak bisa memahamimu.

- Aku? - Ya, kau.

Beberapa hari lalu, kau bilang superhero itu menyedihkan.

Kini, tak mau bakar kostumnya.

Ágata akan terus mencarimu, dan kau harus bertahan.

Kalau aku tak lagi jadi pahlawan, mungkin dia akan berhenti.

Seharusnya aku tak menghentikan kereta. Saat itulah masalah dimulai.

Benarkah? Apa kau pernah lakukan hal berguna sebelumnya?

- Membakarnya tak menjadikanmu normal. - Kau tahu apa yang membuatku kesal?

Akhir-akhir ini, aku tak bisa jadi normal.

Kalau bisa, kita tak akan bertengkar sekarang,

berdebat tentang tempat makan malam,

atau kapan bertemu lagi, yang tentu saja aku masih ingin.

Kau tak bisa memilih untuk jadi seperti orang lain karena kau berbeda.

Aku bisa memilih. Lihat.

- Bilang pada mereka nanti akan lengket. - Beri mereka waktu. Aku tahu Juan.

Kalian orang tuanya, tapi aku bos dan temannya.

Dan kalian bukan orang tua kandungnya, jadi, dengarkan aku.

Ada yang datang! Suruh Juanito untuk sembunyi!

- Apa yang kau lakukan, Juan? - Penjahat ini akan tahu siapa ayahnya.

Saat kutemukan peluru, akan kutunjukkan pada mereka.

Apa yang terjadi?

Di sebelah sini.

- Tak terbakar. - Tidak, hanya butuh waktu saja.

Tentu saja akan terbakar.

Ini bukan hal teraneh yang pernah kita lihat.

Sekarang semua yang terjadi di sini harus aneh!

Jangan paranoid.

Juanito! Juanito, lihat!

Alien sudah datang!

Dia memang tak berhenti mencari masalah.

Kenapa kostumnya ada di sana?

Aku tak mau memakainya lagi, Ibu!

Kenapa? Terlihat bagus. Ibu menjahitnya dengan bagus.

Kenapa kau bisa begitu menyebalkan?

Kau mau pergi ke mana sampai harus naik piring terbang?

Kau pasti sangat bodoh.

Aku tak ingin ada masalah!

Pertama-tama, selamat pagi.

Aku tak ingin pergi ke planetmu! Kau tak bisa membujukku!

Aku tak harus membujukmu.

Aku akan menghancurkan planetmu, dimulai dari keluargamu.

Kau mau melakukannya dengan apa? Pemanggang roti raksasa?

Pernahkah kau lihat dirimu?

Kostumnya!

- Kostumnya! - Kostumnya!

- Cepat. - Pakai ranting!

- Hati-hati! - Ini, Juan!

- Ayo! - Kemari.

- Bilang kalau kau tak takut! - Aku tak takut!

Bahkan kau tak percaya itu.

Kalau dia bilang jangan takut, aku bilang tak takut.

Namun, tentu saja aku takut. Lihat besarnya!

Dua hari memakai celana dalam yang sama!

Dia terus membesar!

Ayo.

- Panas! - Tak apa.

Masukkan kakimu ke sini. Ke sini!

Kalau ibuku membantuku memakai ini, aku tak punya wibawa.

Dia hampir datang, Juan!

Pergi! Tinggalkan aku dengannya!

- Bagaimana kita bisa pergi? - Pergilah!

Cepat!

Apa?

Apa pun katamu, dia anakku!

Demi sendok besar!

Jangan ganggu keluargaku!

Ini antara kau dan aku!

Keluarga...

Keluarga itu terlalu dianggap penting.

Senjataku!

- Bertahanlah, Ayah! - Tak bisa, Nak!

Tampaknya ayah tak kuat lagi!

Bertahanlah, Juan! Bertahanlah!

Maafkan aku.

- Kurasa inilah saatnya aku menonjol! - Tentu saja!

Perlihatkan pada dunia kemampuan keluarga López!

Ayah!

Tenang, semuanya dalam kendali!

Dia tersedot!

- Bukankah itu si pecundang? - Diamlah.

Ini akan masuk YouTube. Transformer melawan Si Feminin.

Dia akan membunuhnya!

Juanito!

Dia datang.

Awas. Bahaya. Bolanya di sisi kanan.

Bolanya sampai pada Leo Messi. Leo...

Namun, lihat, ada yang masuk ke lapangan.

Siapa itu?

Seseorang masuk ke lapangan. Bukan pemain, tapi penyusup.

Penyusup sialan!

Dia bahkan tak telanjang!

Dia mendekati wasit dan minta penalti. Tak bisa dipercaya.

Apa yang orang ini lakukan? Keluarkan dia!

Usir dia, Wasit! Dia mengacaukan pertandingan final ini.

Luar biasa. Lihat muka para pemain.

Dia menarik jaring. Seseorang harus mengusir orang ini!

Semuanya, lihat.

- Apa yang kau lakukan di sini? - Jangan bertanya.

- Apa yang kau lakukan pada orang tuaku? - Sudah kubilang mereka bukan orang tuamu.

Tidak!

Jaime.

- Jamie, tolong aku. Alihkan perhatiannya. - Maaf, robotnya?

- Kau gila. - Dia akan menghancurkannya!

- Namun, kita tak bisa lakukan apa pun. - Tentu bisa!

- Alihkan perhatiannya! - Tunggu.

Aku punya rencana bagus.

Kau dan aku pergi ke ruang bawah dan tinggal di sana selama beberapa hari.

Apa? Kau mencoba merayuku, Jaime?

Namun, secara halus.

Sial!

Ini senjata pemungkas terkenal itu.

Aku ingin terus bermain, tapi ada planet yang harus kumusnahkan.

Hei, Ágata!

Baca pikiranku!

Kurasa kau harus mengikutiku!

- Pegang sesuatu! - Di sini terlalu lembut.

- Naik! - Tidak bisa, Juan.

Naik!

Aku hampir mengecohnya.

- Apa? - Juan, dasar tak berguna! Sampah!

Hina anakku lagi, dan kau akan binasa!

Aku tahu ini terdengar aneh, tapi ini manjur.

Juan, kau jelek! Sangat jelek!

Kita harus bekerja sama, kalau tidak planet ini hancur!

Juan!

Juan!

Juan, bangunlah!

Juanito, anak angkat tak disayang seperti anak kandung!

Kau dikalahkan oleh anak gadis!

Bangunlah, Juan!

Tolong! Bangun!

Juan, aku di sini!

Baik. Kita selesaikan ini.

Setuju!

Seperti saat kencan pertama kita, Juan!

Hancurkan dia sekaligus!

Ibuku!

Luisa mencolek bokongku dahulu! Ibumu sekarang melakukannya!

Aku bisa menghancurkanmu sekaligus!

Jangan banyak tingkah, López. Itu bukan keahlianmu.

Namaku Superlópez.

Apa dia bilang Superlópez?

Aku lebih suka Si Feminin.

Tolong!

Juan, kau tak apa-apa?

Keluarkan aku dari sini!

- Kau tak apa? - Tidak.

- Sudah cukup. - Buruk sekali.

Sama-sama, Juanito. Ini kali kedua aku menyelamatkanmu.

- Nak. - Nak.

Ayah hampir terbunuh!

- Nak, ayahmu hampir tenggelam. - Tadi sangat kacau.

Tidak apa-apa.

Kau membuatku tanpa topi.

Kau lihat apa yang kulakukan, 'kan?

Mungkin kau sedikit mirip superhero.

Mungkin.

Apa yang kita lakukan sekarang?

Mendarat dan berpose.

Itu tak disengaja.

- Aku tak tahu apa kau akan terbiasa. - Apa ada pilihan lain?

Membayangkannya saja membuat ibu mual.

Namun, orang tua kandungmu di Chitón sedang menunggumu menyelamatkan mereka.

Jangan khawatir, Ibu.

Semua sudah terkendali.

Nak, sudah lama sekali.

Terima kasih, Nak.

Chitón akhirnya bisa menjadi planet yang bebas.

Nak, kami sangat merindukanmu.

Kami yakin kau pasti kembali!

Sini, Nak. Cium ibu.

PLANET: CHITON PEMIMPIN: ADMIRAL SKORBA

PEMIMPIN: JEFERSON NORUEGA

Selamat pagi. Pagi ini kita bangun dengan kemunculan superhero.

Gambarnya telah ramai dilihat.

Dewan kota menaikkan pajak

untuk membayar kerusakan di kota,

dan kita harus menambah kepusingan karena ini.

Tentunya, ada kemacetan di Jalur 1 karena terjadi kecelakaan,

juga protes dari suporter bola karena penundaan pertandingan final.

Banyak pesan suara di telepon kami.

Negara ini, Spanyol, pernah punya pahlawan sungguhan

seperti Don Pelayo,

dan El Cid.

Kita tak butuh orang yang terbang berkeliaran dengan baju dalam.

Kurasa pahlawan ini hanya pengalihan

agar kita tak membahas hal yang benar-benar penting.

Umurku 86 tahun, janda selama 40 tahun.

Aku telah membayangkan bercumbu dengan semua pahlawan berdasar abjad.

Bisakah kau bayangkan kalau pahlawan dari Spanyol ini tak membuatku terangsang?

Dia begitu kurus dan jelek

dengan nama yang konyol... Apa namanya?

- Jangan mulai. - Kau selalu melakukan ini padaku, Juan!

Apa yang kau ingin aku lakukan?

Aku melihat kepulan asap dan tubuhku berkata, "Selamatkan manusia."

Kini, alasannya kebakaran.

Kalau bukan kebakaran, ada perampokan, atau perahu.

Luisa, itu kapal pesiar yang tenggelam.

Maaf, terserah. Sekarang asap! Ada pasukan pemadam untuk itu!

Saat melihat seseorang dalam bahaya,

aku menyelamatkan mereka.

Kalau tidak, kurasa itu hal buruk.

Apa yang harus kulakukan agar kau datang tepat waktu? Membakar restoran?

Aku terlambat dua kali. Lima belas menit demi planet, ini yang kudapat.

Dengar, Juan. Kuberi tahu kau.

Mulai sekarang, kau harus menggabungkan kehidupanmu sebagai pahlawan dan kekasih.

Baiklah. Kalau ada bencana dan aku tak bertindak, itu salahmu!

- Baik. - Baik.

Minta bon.

Permisi, minta bonnya.

Orang di sana sudah membayarnya.

Kau berutang padaku... Superlópez.

Terjemahan subtitle oleh Wafi Wifqatillah

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.