All language subtitles for Scouts.Guide.to.the.Zombie.Apocalypse.2015.BluRay.1080p.DTS-HD-FraMeSToRindo

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

AREA TERLARANG SELAIN STAF DILARANG MASUK

Boleh aku pel sebentar?

Kau berteriak?

Apa?

- Aku bisa kembali nanti. - Tidak apa.

Jangan sentuh apa pun.

"Jangan sentuh apa pun."

Dasar berengsek.

Mau Tic Tac?

Baik. Kuanggap tidak mau.

Ayolah.

Apa yang terjadi padamu?

Tanggal kematian 27/02/2014

Dod? Konyol sekali namamu.

Masuklah.

Ayolah!

Tidak! Atur ulang.

Sialan.

Dod! Ayolah!

Hapus! Terima! Sialan!

Sial. Oke. Baiklah.

Aku lakukan CPR.

Baiklah. Takis Fuego.

- Ayolah! - Dua, tiga.

Ayo, bernapaslah!

Bau busuk!

Oke. Baik. Makan ini, Dod.

Ayo. Kita bisa.

Jangan mati, Dod!

Satu, seribu! Dua, seribu!

Jangan!

Jangan!

Ayolah.

Mesin sialan.

Kurang ajar.

Apa yang lebih keren dari keren?

- Pramuka! - Pramuka!

Mulai!

Hai, Kawan. Namaku Pembina Pramuka Rogers.

Aku akan mengajarkan semua tentang Pramuka.

Menjadi seorang Pramuka adalah tentang persahabatan.

Lihatlah!

Para Pramuka ini akan dapat Emblem Busur dan Anak Panah!

Emblem adalah simbol pencapaian Pramuka yang tertinggi.

Pramuka bisa dapat berbagai macam emblem.

Apa yang lebih keren dari keren?

- Pramuka! - Pramuka!

Baiklah.

HARI PENERIMAAN PRAMUKA

Mau bergabung atau mau bergabung?

Dengar, ada kukis gratis tiap Jumat.

Kami bernyanyi bersama hari Sabtu.

Bagus untuk pendaftaran perguruan tinggi!

Aku suka ritual payah ini.

Seseorang pasti mendaftar. Kita harus terus mencoba!

Augie, sampai kiamat pun tidak akan ada yang mendaftar.

Carter! Jaga ucapanmu.

Dia benar. Tak ada yang mau daftar.

Ini buang waktu.

Kau harus yakin. Mana semangat Pramuka kalian?

Kita tak akan berhenti mencoba

hanya karena kita duduk-duduk

tanpa menghasilkan apa pun.

Beberapa orang menghabiskan hidupnya

dan tak menghasilkan apa pun.

Kita semua tahu ini adalah malam spesial bagi Augie.

Setelah kerja keras dan dedikasi bertahun-tahun,

dia akan terima kehormatan tertinggi Pramuka...

Emblem Elang,

dalam upacara malam ini sambil berkemah.

Oke. Carter, tugasmu mengurus toilet.

Jangan! Aku selalu menggali jamban.

Itu toilet alam, bukan jamban.

Baik, Ben, tanggung jawabmu bawa hot dog.

- Cukup. - Tak ada yang makan hot dog seperti ini.

Baik. Ben, kau pimpin kita ucapkan Sumpah Pramuka!

- Ayolah. - Baik.

Dengan ini kami bersumpah.

Hidup penuh keberanian...

membantu orang jika kami bisa...

melindungi yang harus dilindungi, tolonglah kami, ya Tuhan.

Pramuka jaya selamanya!

Pramuka jaya selamanya!

Pramuka jaya selamanya.

Pramuka jaya selamanya.

Selamanya!

Ben, kita beri tahu Augie.

- Aku tahu. - Kita keluar Pramuka.

- Ya. - Sudah kita

pertimbangkan setahun.

Aku tahu. Kita cari waktu yang tepat.

Oke, kita lakukan malam ini.

Jangan malam ini. Dia dapat Emblem Elang.

Dia sudah mengejar emblem ini sejak bergabung Pramuka.

Kau tahu itu sangat berarti baginya. Terutama...

karena ayahnya tak bisa hadir.

Sudah dua tahun, Ben.

Kita tak bisa tetap di Pramuka karena kasihan kepadanya.

Bukan itu saja alasan kita ikut Pramuka.

Kau bersenang-senang.

Senang? Itu dahulu.

Sekarang aku siap jadi lebih dewasa. Kau sadar

tahun depan kita kelas tiga SMA. Kau tahu artinya, bukan?

Harus pikirkan kuliah.

Harus pikirkan cewek, Ben!

Ayolah. Saat kelas tiga SMA semua cewek bertingkah genit.

- Sungguh? - Ya.

Dan jika kita tetap pakai baju Pramuka,

tidak ada cewek yang mau dekati kita, Ben.

Astaga.

Apa itu?

Ya, Tuhan.

- Sial. - Aku kaget hingga berak.

Aku juga kaget.

Aku kaget hingga berak sedikit.

Berhenti.

Ya, Tuhan. Kau menabrak Bambi.

Tak sengaja! Ini bukan salahku, Carter!

Dia ada di tengah jalan!

Sial.

Kurang ajar.

Sempurna.

Itu serep untuk sepeda atau mobilmu?

Ayahku pasti marah.

Carter, mana mur-nya?

Mana aku tahu? Aku duduk diam saja.

Ya. Aku tahu.

Itu kakakku.

Kendall! Kendall!

Hei!

Hei.

Bisa bantu kami?

Tangkap!

- Jeff! - Apa? Kubilang, "Tangkap."

Kupikir bisa tangkap.

- Maaf. Aku yang salah. - Ya.

Kalian baik saja? Apa yang terjadi?

Kami menabrak rusa ekor putih.

- Rusanya besar. - Ya. Kami melaju,

lalu menabrak begitu saja.

Kalian menabrak rusa? Itu bagus.

Tidak bagus. Kau bercanda?

Tak ada yang bagus. Lihat mobilku.

Apa kabar, Chloe?

- Hei... - Hei.

- Carter. - Carter!

Ya. Aku duduk di belakangmu di kelas bahasa Spanyol.

Ya.

- Terima kasih. - Ya.

Aku tertarik dengan seragam Pramuka yang kalian pakai.

- Ada berbagai emblem di sini. - Ben dan Carter telah

ikut Pramuka sejak berumur enam tahun, 'kan?

- Ya. Lama sekali. - Luar biasa.

Ben seperti adikku.

Ya. Itu aku.

- Adik kecil, Ben. - Hei, Jeff!

Baiklah. Maaf bolanya kena mukamu.

Kau akan ke pesta malam ini?

Ada apa?

Hai! Apa kabar, Bung?

Selalu punya sapaan keren.

Aku baru berbicara dengan Carver, dan...

Carter.

- ...aku dapat ide bagus. - Sungguh?

Katakan. Apa idemu?

Bagaimana perekrutan?

Seperti biasa. Tak ada yang mendaftar.

Sekarang kupikir ini seperti lelucon.

Itu bukan lelucon.

Menurutku keren kalian tetap ikut Pramuka.

Suatu hari kau akan mengingat hari ini

dan akan sangat senang telah melakukannya.

Oke. Terima kasih.

Tampaknya rusa itu lebih baik daripada mobilmu.

Ya. Tunggu, apa maksudmu?

Di mana rusa itu?

Ada di sebelah sana.

Sialan!

- Sial. - Kenapa kau?

Kau pasti tak percaya apa yang baru terjadi.

Yakin kalian tak butuh tumpangan?

Tidak, kami baik saja.

- Sampai ketemu nanti malam. - Sampai nanti!

Baiklah.

Dah, Chloe!

- Kau pasti... - Bicara apa, malam ini?

...takkan percaya apa yang terjadi.

Kita diundang ke pesta rahasia mahasiswa semester satu. Dengar.

Siapa peduli? Rusanya hilang.

- Bagaimana rusanya? - Persetan rusa itu!

Kita akan hadiri pesta rahasia! Ayolah!

Aku akan meniduri Chloe.

Aku akan meniduri Chloe.

Ben, ayolah. Ini kesempatan sekali seumur hidup.

Berhenti bertingkah seolah kau tak mau datang.

Tentu aku mau datang.

Tetapi ini malam besar Augie. Dia dapat Emblem Elang.

Harus hadiri upacaranya atau dia tak maafkan kita.

Baik, dengar aku.

Kita berkemah,

saat Augie dan Rogers tidur, kita menyelinap dan pergi ke pesta itu.

- Carter... - Kita kembali sebelum subuh,

mereka tak akan tahu.

Entahlah. Itu sepertinya...

Ben.

Ini bisa jadi malam terhebat dalam hidup kita.

Kumohon.

Baik. Bisa kita coba.

- Aku menyayangimu. - Oke.

Kau hebat. Terima kasih!

- Wah! - Apa-apaan!

Hai, Ny. Fielder.

Tong sampahmu menghalangi jalanku lagi.

Aku harus pindahkan sendiri,

itu tidak mudah karena sarafku terjepit.

- Baik. - Bilanglah pada ayahmu

pastikan tempat sampahnya berada di pekarangannya sendiri.

Akan aku lakukan, Ny. Fielder. Terima kasih.

Baik, terima kasih. Awas tanganmu.

Terima kasih. Dah!

Ya, Tuhan.

Penyihir tua! Oke. Terima kasih.

Dia menyebalkan.

Bisa bayangkan punya tetangga dia?

Berapa banyak kucingnya?

Entahlah. Mungkin dia olesi kelaminnya dengan makanan kucing

- dan biarkan kucing menjilatinya. - Apa?

Jemput aku pukul 17.30 lalu kita ke Perkemahan Womp Womp.

Lalu kita ke pesta. Oke?

- Baiklah. - Baik.

- Sampai nanti. - Baik. Sampai nanti.

Buang sampah sembarangan.

Ayolah.

Biotine?

Bagaimana bisa di sini?

Baik, Peter Morris, penemu menyimpannya.

Halo?

Halo?

Kenapa kau?

Bedebah!

Keparat! Semua sumpah serapah!

Doodle!

Itu pisau keberuntunganku!

Jangan macam-macam dengan Pembina Pramuka Rogers!

TOKO MINUMAN BERALKOHOL

Kita masuk begitu saja seperti ini.

Tanpa KTP, lalu beli bir?

Beri aku 20 dolar. Ayo cepat.

Ayo cepatlah.

Tunggu. Ini Velcro. Butuh waktu.

Lihat kemahiranku.

Hai, Pak.

- Apa kabar? - Hei.

- Hei, Sayang. - Baik. Aku...

Rencana bagus, Carter.

Beri uang ke gelandangan. Itu pasti berhasil.

- Minuman murah. - Ya.

Kau lihat Polisi Seksi?

Tidak. Aku sibuk melihatmu menghilangkan 20 dolar.

Aku beri dia instruksi spesifik. Oke?

Dia akan belikan beberapa kaleng dan simpan kembaliannya.

Ya, ampun.

Ya, Tuhan. Itu dia.

Apa? Siapa?

Itu si Cantik Denise.

Ya. Dia bersekolah di SMA kita, keluar beberapa tahun lalu.

KLUB TARI TELANJANG

- Apa? - Kini dia penari telanjang.

- Kau tahu dari mana? - Dia legendaris.

Apa yang dia... Ya ampun.

Pak! Aku...

Aku tak mau bayar ini.

Pak?

Sial!

Tak apa. Aku bisa sendiri.

Tas murahan.

Sini.

Apa yang kau lakukan?

Ini simpul anyam.

- Tak mungkin lepas. - Kau mahir juga.

Terima kasih.

- Keluar. - Kakimu bagus.

Pesta kostum?

Bukan, aku...

- Aku Pramuka. - Pramuka sungguhan?

Ya. Kami berkemah malam ini.

Kau bekerja di seberang jalan?

Ya. Cukup glamor, ya?

Ya. Aku tak pernah masuk, tetapi kudengar bagus.

Ulasannya di Yelp bagus.

- Apa? - Tak apa-apa. Kau...

sangat manis.

Terima kasih.

Ayo, Carter.

Jangan bilang kau minta pria itu belikan kalian bir.

- Tidak, itu idenya. - Pemula.

- Ke mana kau... - Kembalikan 20 dolarku.

- Bagaimana bisa lawan orang jahat? - Bukan milikmu.

Kau kotor. Lihat betapa...

Mandi sana...

- Ini. - Terima kasih.

Terima kasih. Silakan.

Ya, Tuhan. Terima kasih.

Kau orang yang paling menakjubkan. Terima kasih.

Ya. Terima kasih.

Bukan masalah. Terima kasih bantuannya, Kaki Bagus.

Ya.

Apa yang terjadi?

Ya, Tuhan.

Aku bersedia lakukan apa pun padanya.

- Sial. Dia melihat kita. - Ayo.

Kupikir kau bilang Kendall putus dengan Jeff.

Aku pikir juga begitu. Sesaat mereka pacaran

kemudian mereka putus. Jeff kurang ajar...

Karena itulah Kendall ingin...

- Hei, Kawan! - Apa kabar?

Baik. Kemah setengah berdiri.

- Bagus. - Bagus.

- Apa kabar? - Apa kabar?

- Apa kabar? - Terlalu lambat.

Mana Pembina Pramuka Rogers?

Harusnya bantu aku dirikan tenda,

tetapi tak kelihatan batang hidungnya.

Aneh. Dia tak pernah terlambat.

Ya. Mungkin dia keluar dari Pramuka.

Keluar dari Pramuka? Ya, baik.

- Ya. - Itu gila!

Kau tahu apa yang terjadi? Menurutku ini ujian.

Ujian?

Aku dapat Emblem Elang hari ini.

Aku harus buktikan aku siap.

Ya, dan lihat ini.

Aku mencatat pola makan untuk Emblem Studi Hewan

dan aku temukan ini.

- Apa ini? - Itu kotoran rusa.

Apa-apaan kau!

Carter! Aku butuh itu!

Kau butuh itu? Itu tinja, Augie!

- Tak ada yang butuh tinja! - Aku butuh!

- Seminggu aku mencarinya. - Malam ini pasti membosankan.

Masukkan dan dorong.

- Oh, ya. - Kau bisa.

- Kerja yang bagus. - Aku berhasil!

Sialan kau! Itu pantatmu?

REGU 264

Kacang? Sosis?

Kenapa kita selalu makan makanan kaleng?

Karena kita kemah, Carter. Kau mau apa?

Masakan yang baru dibuat. Masakan yang tidak

membuatku kentut tiap lima detik.

Diam. Jangan banyak mengeluh.

Augie?

Hei. Augie!

Pakai korek apiku.

Aku takkan dapat Emblem Menyalakan Api, jika pakai korek.

- Pakailah. - Tidak!

- Kenapa? - Karena!

Ayolah! Augie.

Pakai saja. Ayolah. Kau bisa nyalakan lain kali.

Sialan! Kenapa tidak ada sinyal?

- Carter, kita di hutan. - Aku selalu dapat sinyal di sini.

Mungkin Alam mau kau

menyingkirkan ponselmu, Carter, menikmati momen.

Itu yang diinginkan Alam?

Mungkin Alam ingin ini.

- Tepat kena sasaran! - Ya.

Bedebah kau, Carter.

Tunggu! Jangan dilepaskan.

Foto dahulu. Tunggu. Diam.

Jangan gerak. Siap? Ucapkan, "Marshmallow."

Carter isap penis keledai.

Itu indah sekali.

Jangan kau posting itu.

Pasti aku posting. Ini karya terbaikku.

Baiklah. Segera kembali, mau buang air.

Burung hantu Tyto Alba?

- Sepertinya burung hantu tutul. - Ya.

Mungkin kau benar.

Hei, coba tebak...

yang kutemukan saat berjalan ke sini?

Kutemukan pohon tempat kita ukir nama dahulu.

- Tak mungkin! - Ya.

- Sungguh? - Ya.

Itu tujuh tahun yang lalu.

Aku tahu. Gila, bukan?

Hari yang sama saat Carter menduduki kaktus

ketika buang air besar, bukan?

Dan ayahmu harus mencabuti semua durinya.

Ya.

Augie, aku tahu kita tidak bicarakan ayahmu, tetapi...

tak apa jika kau mau.

Aku tak mau merusak suasana.

Jangan begitu, kau tak rusak suasana.

Dia ayahmu.

Kau bisa bicara tentangnya.

Terima kasih, Ben.

Ya. Tentu saja.

Hei.

Pramuka selamanya?

Ya. Pramuka selamanya.

Ben. Hei.

- Ayo pergi, Ben. - Carter, aku tak yakin.

Bisa kau berhenti merengek. Ayo berangkat.

Ayo, cepat.

Kami mengusik kalian?

Ya, Tuhan!

- Kau menakjubkan. Ya, Tuhan! - Terima kasih.

Kalian lihat adikku? Harusnya dia sudah datang.

Tidak. Aku tak lihat dia.

Aku yakin dia segera datang. Oke?

Bagaimana jika Augie bangun

- dan kita tak ada? - Dia takkan bangun.

Jika Chewbacca mencumbu Bigfoot di perkemahan kita,

dia tetap tertidur.

- Apa itu? - Apa?

Lihat, dia tadi ke sini.

Oke. Dia putuskan pulang lagi. Dia berubah pikiran.

Tidak. Pembina Pramuka Rogers tak mungkin meninggalkan pisaunya.

Ada yang janggal.

Yang janggal adalah kita di sini bahas hal ini.

- Berikan sentermu. - Apa yang kau...

Lihat, jejak kakinya.

Lihat, kakinya terseret seolah dia pincang.

Oke. Kau mahir membaca jejak. Sekarang bisa kita pergi?

- Apa? - Kupikir

hal buruk terjadi padanya.

- Masih bahas Rogers? - Ya.

Dia di rumahnya berdandan seperti Dolly Parton

dan berkaraoke. Tenanglah.

Sial.

Augie, tunggu! Augie!

Augie!

- Kupikir kita teman baik. - Kita memang teman baik.

- Kami mau kembali. - Sungguh?

- Setelah pestamu? - Dia...

Kau tahu tentang itu?

Semua tahu tentang pesta mahasiswa itu, Carter.

Bahkan pecundang sepertiku.

- Augie, jangan begitu. - Kenapa tidak? Itu yang kalian pikir.

Kami tak anggap kau pecundang.

Ben, beri tahu dia.

- Carter, tidak. - Ya, katakan, Ben.

Ayolah! Katakan!

Kami keluar dari Pramuka, Augie.

Memang seru saat kita kecil.

Tetapi...

kita harus bertumbuh dewasa.

Augie, kita masih tetap berteman baik.

Pergilah ke pesta kalian.

Augie. Bung...

Augie, tunggu!

Augie, ayolah!

Biarkan dia, Ben.

Sialan. Kenapa radionya?

- Carter, kau lihat ini? - Lihat apa?

Lihat. Kotanya kosong.

- Mungkin semua tidur. - Pada Jumat malam?

Entahlah. Ada yang aneh.

Hei, berhenti di sana.

Tak sabar ingin lepas seragam bodoh ini.

Baiklah. Lihat ini.

Kita berganti pakaian di sini?

Ya, tak ada orang.

Lihat ini. Celana jin. Kaus.

Kondom. Semua siap.

Lupa kaus kaki? Ya, benar.

- Astaga! - Apa?

Lihat ini.

- Apa? - Si penjaga, dia pergi!

- Carter, seseorang menjebol pintu. - Kita harus menyelinap.

- Ayo kita masuk. - Masuk? Itu ilegal.

- Carter, kita tak boleh ke sana! - Ayolah!

- Kita di bawah umur. - Ini kesempatan

sekali seumur hidup. Siapa peduli?

- Apa yang kau lakukan? - Pasti menyenangkan!

Ya, Tuhan. Tunggu.

Aman. Ayo kita masuk.

Ya, Tuhan.

Ini dia, Ben.

Kita berhasil.

Kita ada di pusat perkumpulan gadis seksi.

Aku harus ke ATM menarik sejumlah uang.

Kau cari tempat bagus.

Ya. Itu mudah karena tempat ini kosong.

Hei!

Temanku mengajakku ke sini. Dia mengambil uang.

Aku punya pacar, bisa dibilang.

Jangan khawatir, Ibu, Ayah di sini!

Ini menakjubkan!

Ada yang salah denganya. Lihat dadanya. Apa di tubuhnya itu?

Itu riasan, Bodoh. Ini bertema hutan.

Ini sangat seksi.

Ya, Tuhan.

Ya, Tuhan.

Ya, Tuhan!

Lari! Cepat, lari!

Ke pintu!

Bangun!

- Carter! - Ben!

- Apa yang terjadi? - Entahlah! Mereka coba bunuh kita!

- Aku cuma mau lihat payudara! - Aku tahu!

Tunggu. Kau penari telanjang itu.

Pelayan bar.

Pembina Pramuka Rogers?

Pembina Pramuka Rogers, kau di rumah?

Halo?

Astaga.

Tenangkan dirimu!

Tenang? Kau gila? Kita hampir terbunuh!

- Itu mobilmu? - Bisa beri tahu kami

apa yang terjadi?

Aku harus cuci mukaku sekarang!

- Kunci, sekarang! - Tidak!

- Tidak, beri tahu dahulu. - Persetan.

- Ada lap basah? - Menurutmu apa yang terjadi?

- Orang saling makan! - Tunggu,

- seperti... - Ya, seperti itu!

- Tak mungkin. - Menurutku mungkin, Ben.

Penari telanjang tadi mau memakan wajahku!

Sial!

Awas. Sialan.

Tembak dia!

Ya. Zombie.

Ada pertanyaan lain?

Ayo, pacu mobilnya!

Lewat mana? Apa-apaan?

Sial!

Carter, ambil ban!

Aku dapat.

Cepat! Mereka mendekat!

- Ayolah! - Secepat yang kubisa.

Cari mur-nya.

Sial.

Ayo cepat!

- Ketemu! Ini. - Ayo.

Pasang!

Oke. Bagus. Pasang! Cepat!

Sial!

Selesai!

Sial!

Kau pasti bercanda!

- Sialan! - Ayo cepat!

Semoga kau baik saja, aku mampir - Augie

Pembina Pramuka Rogers! Apa yang terjadi?

Kami mencemaskanmu.

Aku tahu. Baunya busuk. Aku terpaksa pakai toiletmu.

Mungkin karena kacang.

Dan marshmallow.

Aku semprot. Tetapi baunya tak hilang.

Lehermu!

Pembina Pramuka Rogers! Kumohon!

Mungkin kau kena alergi atau semacamnya!

Kau harus ke dokter!

MINYAK

"Semua bus evakuasi telah berangkat.

Pergilah ke utara di Rute Satu

ke pos pemeriksaan di mil 17."

- Kota telah dievakuasi. - Ini hebat.

Aku melewatkan pesta,

- tak bertemu Chloe... - Carter.

- Kawan. - ...sekarang aku

- mati. - Tenanglah.

Tenanglah! Kita pikirkan

- langkah berikutnya. - Kawan!

Ayo.

Cepat!

- Carter, kuncilah! - Aku coba kunci ini!

Tidak berfungsi.

- Pergi. Ayo! - Aku berusaha!

Minggir!

Ayo pergi!

Sial!

Sial!

Carter, ambil kapak itu!

Ayo pergi.

Mereka datang! Ayo!

Tidak.

KELUAR

Lewat sini!

Sial!

Ini luar biasa! Sekarang apa lagi?

Maaf aku membakarmu, Pembina Pramuka Rogers.

Aku harap, ini tidak seburuk kelihatannya.

Aku gunakan simpul dua kali putaran.

Sulit lepaskan diri, ya?

Oke. Baiklah.

Oke. Aku akan kembali.

Kau tetap di situ.

Apa yang kau lakukan?

Kau belum cukup makan?

- Carter, jangan buat mereka marah. - Aku butuh foto profil baru.

Menurutmu mereka mengevakuasi semua orang di pesta?

Ya, tentu. Pasti.

Setidaknya kita tahu orang tua kita aman.

- Ya. - Mereka di mana?

Mereka ikut retret yoga spiritual payah.

Aku lebih memilih di sini.

Semoga Augie baik saja.

- Siapa Augie? - Teman baik kami.

Mantan teman baik sekarang.

- Kenapa begitu? - Karena kami meninggalkannya demi pesta.

- Kita berencana kembali. - Kita memang meninggalkannya.

Kita teman yang buruk.

Kenapa kalian tak ajak dia?

Kau tak kenal Augie.

- Apa? - Dia berbeda.

- Sungguh naif? - Dia cari kotoran rusa, anyam keranjang.

Oke? Bayangkan itu.

Oke. Saran dariku.

Mengejar pesta dan popularitas di sekolah?

Itu tiada gunanya. Nantinya semua itu tak berarti.

Percayalah. Aku tahu.

Kau benar, tetapi bukankah kau berhenti dari SMA?

- Tidak, aku lulus GED. - Kenapa?

Karena tak semua orang hidup enak sepertimu.

Oke. Bicaramu pedas.

Tidak, pedas adalah saat kakiku masuk ke dalam pantatmu.

Oke. Cobalah, tetapi lubang pantatku sangat kecil.

- Aku bisa perbesar. - Beri aku pelumas.

Carter! Sekarang kita diam, oke?

Baiklah, kalau begitu.

Aku muak dengan kalian.

Kau cukup mahir.

Akhirnya Emblem Mengukir Kayu yang kudapat berguna.

- Bagaimana denganmu? - Kenapa denganku?

Dari mana belajar menembak seperti itu?

Mantan pacarku suka senjata api.

Dia biasa mengajakku ke lapangan tembak seminggu sekali.

Tidak punya pacar sekarang?

Jika bisa, tidak punya.

- Kenapa bilang begitu? - Entah. Anggap saja...

seleraku sangat buruk untuk pria.

Aku sebaiknya sendiri.

Tak ada yang lebih baik sendiri.

Ya, aku.

Momen yang cantik.

Sialan, itu sakit!

- Ya, itu tujuannya! - Tujuan apa?

Kawan!

- Dengar itu? - Itu lagu "Crank That"?

Mereka pergi.

- Aku suka lagu ini! - Pasti.

Lihat! Di sana.

Mereka akan kembali. Apa yang harus kita lakukan?

- Kondom! - Apa?

Berikan kondommu! Cepat!

Ini. Ambil dan buka, lalu ikat jadi satu.

Kenapa kita lakukan ini?

- Lakukan saja! - Oke.

Ini satu.

Ayo, cepat!

Baiklah.

DEPARTEMEN KEPOLISIAN

Ayo, kau bisa.

- Ini dia. Memancing. Genius. - Ayo, Ben. Kau bisa.

- Kau bisa. - Ayo, sedikit lagi.

Ya. Ambil kuncinya.

- Kau bisa. - Ya, bagus. Ayo.

Ayo. Ada di sana!

Kau bisa, ayo.

- Bagus. Ya! - Ya!

- Ya! - Oke.

Tidak!

Ya, ampun.

- Kalian tertangkap? - Kami mengunci diri.

- Bagaimana bisa? - Tak sengaja!

- Ini pasti Augie. -Augie, ambil kuncinya.

Kau tendang masuk ke lubang pembuangan.

- Tak terjangkau! - Sial!

- Mereka kembali. - Tunggu.

Ada Emblem Mencungkil Kunci yang tak aku ketahui?

- Bagaimana temukan kami? - Mengikuti busuknya pengkhianatan.

- Augie... - Kulihat mobilmu. Aku mau bantu.

- Augie, aku sungguh... - Bisa!

Ayo pergi!

Tutup gerbangnya!

Ya...

ampun.

Carter, ayo pergi!

- Ayo! - Oke!

Ya, Tuhan. Aku menyentuhnya!

Sepertinya tidak asli.

Kakiku sakit.

Pos pemeriksaan kurang beberapa kilometer.

Aku kelaparan.

Bagaimana bisa kau pikirkan makanan sementara orang saling makan?

Mereka bilang rasa manusia seperti daging babi.

"Mereka"?

- Kanibal, mungkin. - Aku suka bakon.

Hei, lihat.

Mungkin kuncinya di dalam.

- Ya ampun! Pria ini lagi? - Tolong bunuh dia!

Carter, kita tak bisa terus bunuh orang.

- Kenapa tidak? - Karena dia manusia!

Oke. Kita lihat perasaanmu

saat dia memakan zakarmu seperti taco kaki lima.

Dia semakin dekat.

Ingat Seminar Keselamatan di Alam?

- Apa? - Saat bertemu makluk buas,

pastikan buat diri kita seram agar binatang itu menjauh.

Nah, aku...

Itu zombie, bukan beruang.

- Sepertinya dia meniru aku. - Augie, jangan main-main.

Augie.

Oh, Sayang,

Bagaimana aku bisa tahu

- Apa? - Ada yang hilang?

- Oh, Sayang - Apa yang kau lakukan?

Harusnya aku tak lepaskan kau

Sekarang kau menghilang

- Beri tahu aku apa maumu - Apa maumu

Apa yang kau lakukan?

- Beri tahu aku, Sayang - Beri tahu aku, Sayang

- Karena aku harus tahu sekarang - Karena aku harus tahu sekarang

- Kesepian membunuhku - Kesepian membunuhku

Dan aku

- Aku akui, aku masih percaya - Aku akui, aku masih percaya

Oke. Aku baru pakai LSD,

atau mereka nyanyikan lagu Britney Spears dengan zombie?

- ...benakku - ...benakku

- Beri aku pertanda - Beri aku pertanda

- Cium aku, Sayang, sekali lagi... - Cium aku, Sayang, sekali lagi...

- Ini sudah semua? - Ya. Apa yang terjadi?

Belum tahu. Semacam virus yang menyebar.

CDC memerintahkan tindakan pengurungan militer.

- Sebagian besar penduduk dievakuasi? - Sebanyak yang kami bisa.

Virus ini menyerang cepat, kami masih berusaha menahannya.

Bagaimana dengan semua yang di pesta? Sudah dievakuasi?

Pesta apa?

PENGOLAHAN LIMBAH KOTA

Di mana semua orang?

Tak ada orang. Ini pasti salah. Aku...

Ya, 1146 Dunton Avenue. Ini tempatnya.

Bukan kesalahan, Carter. Jeff memberimu alamat palsu.

- Apa? - Carter, ini pengolahan limbah.

Kau paham? Ini tipuan.

Bedebah! Sialan!

Sulit dipercaya dia memberi kita alamat palsu.

Kenapa kau terkejut?

Kau sungguh berpikir dia akan mengundang kita ke pesta?

Karma.

Apa?

- Tidak. - Bicaralah.

Menurutku ini ironis, kalian marah sekarang,

karena kalian dicampakkan.

Oke. Maksudmu kami layak dapatkan ini.

- Kami datang ke perkemahan bodohmu. - Kau bohong padaku.

Kami sudah berbohong padamu selama tiga tahun terakhir!

- Carter! - Menghadiri tiap rapat Pramuka,

setiap karyawisata payah.

Memakai seragam bodoh ini hingga semua orang

- mengejek kita. - Cukup!

Jangan sembunyi di belakangku kali ini.

Katakan. Berapa kali

kau bilang benci Pramuka, betapa kau muak.

- Tak pernah. - Omong kosong!

Tidak apa. Ini waktunya curahkan semuanya.

Dia menyukai Kendall sejak kelas enam.

- Itu tak benar! - Itu benar.

Kendall? Kakakku, Kendall?

- Tidak. - Itu seperti inses.

Tidak, aku bukan saudaranya.

Jadi, kau memang suka dia.

- Aku tak suka dia! - Sudah kubilang.

Diam!

Hentikan!

Bertengkar lagi! Ya, ampun.

Bisa hubungi seseorang...

Kau baik saja?

Kawan!

Sial!

Tarik dia!

Aku muak dengan zombie!

- Menjijikkan. - Ya ampun.

Sial!

- Halo! Ada orang di sana? - Evakuasi selesai.

Belum. Kami masih di sini!

- Halo. - Jalankan Operasi Pembersihan.

Mulai pengeboman udara lokasi pukul 03.00. Ulangi, 03.00. Ganti.

- Apa? Sial. - Tolong kami! Halo!

Tolong kami, kumohon! Halo!

- Sialan! - Dalam dua jam kota dibom?

Lalu bagaimana? Harus temukan Kendall dan lainnya!

Itu pesta rahasia. Bisa di mana saja.

Sial.

- Buku harian kakakku! - Apa?

Dia menulis semua hal membosankan dalam kehidupannya di situ.

Aku yakin dia menuliskan lokasi pesta itu.

Sebaiknya kita segera pergi.

Oke, sekarang.

Baik, ayo.

Baunya seperti Pixy Stix dan harapan.

Kau belum pernah masuk ke kamar cewek, ya?

- Ya... - Ibu tak termasuk.

Saudara perempuan tak termasuk.

Bisa kita berfokus? Mana buku hariannya?

Tempat persembunyian berubah tiap minggu,

menyebar dan cari.

- Kau temukan? - Tidak.

Tidak ada di sini.

- Kalian dengar itu? - Dengar apa?

Ada suara di bawah.

Augie, periksalah.

Aku tak mau turun sendiri.

- Kau temani dia. - Kenapa aku?

Panggil aku jika bulu kemaluanmu sudah tumbuh.

Jalan pelan.

Lantaimu berderak.

Ini kakak Carter?

Ya. Itu Kendall.

Dia jelas sangat cantik.

Ya. Cukup cantik.

Dia lebih dari cukup. Kau tak perlu berpura-pura.

Sial.

Sialan. Ayo.

Mengapa kau belum bilang bahwa kau suka?

Apa manfaatnya?

Tak mungkin dia suka cowok sepertiku.

Dan dia punya pacar.

Dan Carter marah besar jika aku menyentuh kakaknya.

Dengar. Ini saranku.

Jangan salah paham,

tetapi kau harus bersikap jantan.

Aku tak bisa bersikap jantan. Aku tidak tegas.

Cium aku.

- Apa? - Berhenti bicara. Cium aku.

Kau...

- Kau serius? - Ya, aku serius.

Tadi kau lihat pantatku. Aku tahu kau mau. Cium aku.

- Tidak. - Ben!

- Oke, aku lihat sebentar. - Cium aku.

- Denise, aku tak... - Kau bisa. Lakukanlah.

- Maaf! - Aduh!

- Maaf. Kau baik saja? - Aku baik.

Sudah kubilang itu ide yang buruk.

Tidak. Kita coba lagi.

Aku merasa bodoh. Kita harus cari buku harian.

Sini.

Tidak buruk.

- Sungguh? - Bukan yang terbaik.

Jangan senang dahulu. Tetapi itu lumayan.

Oke, jika bertemu Kendall, langsung dekati dia,

cium dia, kau pasti bisa.

Oke. Terima kasih.

Pasti kita biarkan terbuka.

Hei, Augie.

Ben tak mau meninggalkanmu malam ini.

Itu ideku.

Apa bedanya? Sudah terjadi.

Ya.

Sial!

Ayo. Kita harus...

Apa yang terjadi di bawah?

Kami baik! Semua terkendali!

Jangan! Jangan pantatku!

Jangan!

Pantatku!

Dia menjilati pantatku! Ya, Tuhan!

Carter!

Ya ampun! Itu menjijikkan!

Carter!

Mati kau!

Apa yang terjadi?

Sial. Kembali ke atas!

- Ayo cepat! - Bawa ke sini!

Pasti tak mampu menahan!

- Buku hariannya ketemu? - Belum! Tak ada.

Kita harus pergi! Ayo!

Ben! Tidak, Ben!

Ya, Tuhan! Mereka datang!

Jika kita lompat, kita bisa melewati pagar!

- Apa? - Persetan, ayo lompat!

Pagarnya berjarak tiga meter!

- Aku dahulu! - Ayo!

Oke. Lompatlah!

Augie, kau lompat sekarang!

- Cepat! - Tidak, aku takut ketinggian!

Zombie lebih menakutkan! Lompat!

Apa itu penisnya?

Kita harus lakukan sesuatu.

Tolong! Aku jatuh!

Peganglah penis itu, Ben!

Kawan, cepat! Tolong aku!

Apa yang kau lakukan?

Hei, sini tangkap aku.

Cepat!

Penisnya putus!

Penisnya putus!

Aku dapat!

- Aku dapat. - Di mana?

- Laci pakaian dalam. - Klasik.

Lari!

Ayo pergi!

Kunci.

Augie, nyalakan lampu.

Listrik mati.

Di mana kita?

Rumah Ny. Fielder.

Sulit dipercaya kita baru penggal kepalanya.

Dia coba makan pantatku, Augie. Dia layak dipenggal.

Kita harus terus bergerak. Ayo.

Carter, periksa jendela.

Mereka ada di mana-mana.

Mobil Ny. Fielder di garasi. Mungkin bisa keluar dari sana.

Lewat sini.

- Apa itu? - Sepertinya ada sesuatu.

Sial, kucing.

- Augie? - Kawan.

- Augie. - Apa?

Jangan bergerak.

- Kena? - Aku pukul dia!

Lari!

Ayo cepat! Lari!

- Buka pintu garasi! - Tidak mau terbuka!

- Ben, ayo! - Persetan!

Ya, Tuhan. Itu Pembina Pramuka Rogers!

- Tubuhnya hancur! - Aku membakarnya.

Dia coba memakanku!

- Apa yang kau lakukan? - Jangan...

Maaf, Bung!

Di buku harian, tempat rekreasi lama

di Jalan Dewer. Semoga belum terlambat.

Aku coba cari bantuan sesegera mungkin.

Hati-hati.

- Denise. - Ya?

Entah apa yang akan terjadi, tetapi...

aku mau bilang, kau adalah wanita yang paling keren

yang pernah kutemui.

Dan...

semoga kau bertemu pria yang layak mendapatkanmu.

Terima kasih.

Ayo pergi. Kita harus ke pesta.

Ben, ini misi bunuh diri.

Mereka akan mengebom kota kurang dari dua jam.

Bagaimana jika Denise ke pangkalan tepat waktu?

Jika tidak, Carter? Lalu bagaimana?

Siapa yang selamatkan mereka? Polisi? Sudah pergi.

Militer? Mereka juga tak datang.

Kita baris pertahanan terakhir.

Memang kenapa? Mungkin seragam kita tampak konyol.

Mungkin kita dianggap lelucon di sekolah.

Tetapi malam ini...

kita tunjukkan kepada mereka apa sebenarnya Pramuka itu.

Kita akan berpangku tangan?

Atau kita akan pergi dan selamatkan dunia?

Baiklah.

Pidato yang bagus, Ben.

Terima kasih, Augie.

Ayo lakukan.

Pusat rekreasi lewat sana.

Kita berhenti sebentar.

KENOP PINTU

OBRAL! PEMOTONG RUMPUT (BENSIN)

BENSIN

METERAN PUPUK

OBRAL! PIPA PVC

KETUA PERLENGKAPAN

KETUA REGU

KLEREK REGU

Kau serius?

Tunggu. SMS-ku tidak terkirim, Travis.

Jangan cemaskan itu, Sayang.

Kau bawa aku ke mana?

Ini kejutan.

Pantatmu perlu dipukul, ya?

Travis, apa-apaan?

Ayolah.

Tempat ini menjijikkan.

Aku perlu memeriksamu.

- Sini. - Oke.

Kau sangat seksi.

Terima kasih.

Kita tidak akan bercinta sekarang.

Kenapa tidak?

Karena kita baru kencan dua menit.

Bisa beri aku seks oral?

Travis, satu jam aku coba temukan permen karet.

Menyebalkan.

Baiklah. Kau boleh beri aku seks oral.

- Sungguh? - Ya. Terima kasih kembali.

Saat di penjara, pertama kau harus bicara dengan wanita lain.

Apa-apaan?

Hei, Cabul, pergilah!

Kau serius?

Aku di penjara!

Halo? Kau akan melakukannya?

Mulutmu dingin.

Hentikan.

- Hentikan! - Ayolah, Sayang.

- Hentikan! - Apa masalahmu?

Aku mencemaskan adikku.

- Harusnya dia tiba beberapa jam lalu. - Dia tak akan datang.

- Kau tahu dari mana? - Aku beri dia alamat palsu.

- Apa? - Mereka anak Pramuka, Kendall!

Kau pikir aku sungguh akan mengundang mereka?

- Sini. - Kau kurang ajar!

- Apa? Kau tak boleh pergi. - Lihat saja!

Jangan pergi!

Baiklah!

Ya, ampun. Cari pembalut sana!

Tolong!

Tolong! Seseorang tolong aku!

Baiklah, Pramuka, ayo kita basmi zombie.

Chloe? Ya ampun.

Tepat sasaran.

Kurang ajar.

- Ben, mereka di mana-mana! - Buat lingkaran!

Kau mau ini? Dasar berengsek! Mati kau!

Ayo! Kau mau memakanku?

Ben! Tolong!

- Ben! - Tunggu, Kendall! Aku datang!

Sial.

Sial! Hiduplah, ayo!

- Ben, awas! - Sial.

Ben, menunduk!

Ben!

- Kendall, turun! Turunlah, cepat! - Oke.

- Kau baik? - Ya.

Ayo!

- Ayo. - Ayolah!

Kita keluarkan semua orang! Ayo!

Semua! Ke tangga! Ayo!

Baiklah, ayo.

Ayo.

- Ayo pergi! Ayolah! - Ayo, Semua, bergerak!

Cepat! Ayo! Cepat pergi!

Ayo cepat!

Ayo pergi, cepat!

Sial!

Apa yang kau lakukan?

Mereka mengejar jika kita tak tutup pintu! Pergilah!

- Kau bagaimana? - Kau harus pergi!

- Percayalah! - Tidak tanpa kamu!

Pergilah! Percayalah padaku!

- Aku kehabisan! - Sial!

Mereka terlalu banyak! Ayo pergi, cepat!

Ayo pergi!

Sial!

- Ayo pergi! - Ayolah!

Cepat, ayo!

Pergi, Augie!

Lari!

Mana pintunya?

Pasti ada pintu keluar lain.

Aku tak melihatnya!

- Kita terjebak. - Sial.

- Tak ada jalan keluar. - Sial.

- Bagaimana ini? - Berikan ranselmu.

Apa yang kau lakukan?

- Apa itu? - Ini bom.

- Kau buat bom? - Apa kau Taliban?

Kita mati cepat atau dimakan hidup-hidup dan berubah jadi zombie!

Pilihanmu.

- Sial. - Carter, berikan korekmu.

Ini.

Kalian siap?

- Tunggu! - Apa?

- Aku mau katakan sesuatu. - Ben, tidak apa-apa.

- Tak perlu lakukan ini. - Perlu.

Harusnya kami tak meninggalkanmu, Augie.

Yang kami lakukan sungguh jahat.

Dia benar. Kami jahat padamu.

Itu salahku. Harusnya aku tak memaksa kalian

- ikut Pramuka demi aku. -Tidak, kami yang bersalah!

Kupikir aku mau keluar, hanya karena cemas

apa pendapat orang lain.

Sesungguhnya...

aku suka ikut Pramuka.

Aku suka, karena Pramuka adalah alasan aku bertemu kalian.

Aku tahu malam ini gila dan kacau,

tetapi satu hal baik terjadi.

Inilah hal itu.

Kita.

Kembali bersama.

Pramuka selamanya.

Pramuka selamanya.

Pramuka selamanya.

Ben? Apakah konyol jika aku pegang tanganmu sekarang?

Tidak.

Sialan. Korek api bodoh!

- Apa yang kau lakukan? - Gasnya habis!

Sini. Berikan padaku.

Kau punya korek lain?

Sial kau, Augie, harusnya kita mati cepat!

- Ini pasti menyakitkan. - Ayo, Augie, kau bisa!

Jangan menekanku! Aku benci itu!

Hei, Anak-anak Bengal! Kalian mau duduk dan diam saja?

Dari mana dia datang?

Augie, tinggalkan!

Augie, ayo!

BENSIN

Kalian baik saja?

Aku hidup!

Ya, Tuhan! Augie!

- Kau genius! - Berhasil!

Itu luar biasa!

- Tentu saja, Kawan! - Berhasil!

Siapa dia?

Itu Pembina Pramuka Rogers?

Kita harus akui kehebatannya. Dia pantang menyerah.

Ada yang punya senjata?

Pasti ada senjata di sini.

Kenapa aku selalu kena!

Sekarang kalian datang.

EVAKUASI

Armada evakuasi bergerak ke lokasi kedua.

Kau tampak kacau.

Apa yang kau harapkan? Aku bantai zombie semalaman.

Ya, kau hebat semalam.

Terima kasih mau kembali.

Seseorang harus menyelamatkanmu.

Ya, kupikir begitu.

Kita akan bertemu lagi atau...

Ayolah, kurasa kita berempat jadi tim sekarang.

Tenanglah. Kau ada urusan untuk diselesaikan sekarang.

Ayo. Kau pasti bisa.

- Baiklah. - Pergilah.

Aku senang kau baik saja.

Itu romantis. Ayo tos!

Aku tak mau tos untuk itu.

Ayolah.

- Kau pikir aku setuju itu? - Ayolah!

Lihat mereka!

Siapa kau?

Aku Pramuka.

Baik, ini berarti

- aku tiduri ibunya. - Hei.

Apa?

JALAN DEWER PUSAT REKREASI

Sudahlah.

Tamat.

Terjemahan subtitle oleh Nur Cholis

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.