All language subtitles for Dilwale.Dulhania.Le.Jayenge.1995.BluRay.720p.x264.Ganool.com

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Subtitle Editing and Lyricist by Rizky Orama

Re-sysc By DuWE

Ini adalah London, salah satu kota terindah didunia.

Aku sudah tinggal disini selama 22 tahun.

Setiap pagi aku melewati jalan ini.

Dan setiap pagi jalanan ini menanyakan namaku...

Hai Chaudhary Baldev Singh, Siapa kau? Darimana dan kenapa kau disini?

Apa yang harus kujawab? setelah kuhabiskan separuh hidupku disini...

Tanah ini pun masih asing bagiku begitu juga aku asing baginya.

Tak seorangpun disini yang mengenalku. kecuali merpati ini, karena mereka juga sepertiku.

Karena mereka juga tak punya negara. Hanya singgah untuk mencari makan

Setelah kenyang lalu terbang pergi.

Kapan aku akan terbang? Aku tak tahu. Kebutuhanku telah memotong sayapku.

Aku terpenjara disini. Tapi suatu hari nanti...

...aku yakin akan kembali pulang ke negaraku. Kembali ke Punjabku.

Ho, koyal kooke hook uthaaye Yaadon ki bandook chalaaye "Nyanyian burung (tangisan dari koyal) mengingatkan masa lalu"

koyal kooke hook uthaaye Yaadon ki bandook chalaaye "Nyanyian burung (tangisan dari koyal) mengingatkan masa lalu"

Baaghon mein jhoolon ke mausam Vaapas aaye re "Di taman sekali lagi, musim telah berganti"

Ghar aaja pardesi, tera des bulaaye re "Kembalilah orang asing, negaramu merindukanmu"

Ghar aaja pardesi, tera des bulaaye re "Kembalilah orang asing, negaramu merindukanmu"

oh, Baaghon mein jhoolon ke mausam Vaapas aaye re "Di taman sekali lagi, musim telah berganti"

Ghar aaja pardesi, tera des bulaaye re "Kembalilah orang asing, negaramu merindukanmu"

Ghar aaja pardesi, tera des bulaaye re "Kembalilah orang asing, negaramu merindukanmu"

Is gaaon ki anpadh mitti Padh nahin sakti teri chhiti "Tanah buta huruf ini tak mengerti dengan surat yang kau kirim"

Yeh mitti tu aakar choome To is dharti ka dil jhoome "Jika kau datang dan mencium tanah ini, jantung bumi menari gembira"

Maana tere hain kuch sapne Par hum to hain tere apne "Aku tahu kau punya impian, tapi kami juga saudaramu"

Bhoolne waale, humko teri yaad sataaye re "Kau lupa pada kami, tapi kami terus mengingatmu..."

Ghar aaja pardesi, tera des bulaaye re "Kembalilah orang asing, negaramu memanggilmu"

Ghar aaja pardesi, tera des bulaaye re "Kembalilah orang asing, negaramu merindukanmu"

Puja Dewi.

Ya Lajjo, Aku sudah sampai. / ya, Baguslah.

Kelihatannya Anak ibu bahagia sekali hari ini? / Bu, setiap hari selama 20 tahun...

Ayah telah berjalan melewati jalan yang sama...

dengan tujuan yang sama. Tapi tiap hari, ibu tetap saja menelponnya...

cuma untuk menanyakan, "Kau sudah sampai belum?" / kamu tidak akan mengerti.

Ini sudah jadi kebiasaan, sulit untuk dirubah. / Kalau kebiasaan tidak berubah...

maka pada waktunya akan menjadi kebutuhan. / kamu berfilosofi lagi? kamu sudah 12 tahun

Bicaralah seperti anak usia 12 tahun! kenapa ini jadi masalah besar?

Aduh ma, Tidak ada beda antara anak kecil dan orang dewasa.

yang berbeda hanyalah caranya berpikir dan memandang sesuatu.

Baiklah! Ibu kalah! sekarang pergilah sekolah, dan "kunyahlah otak" gurumu itu, oke?

Hei, Kenapa selalu kau melupakan ini setiap harinya?

Yah.. Mau bagaimana lagi? Itu sudah jadi kebiasaanku.

Kau mau pergi atau tidak?

Simran...!

"Terjadi pertama kalinya saat berusia 18 tahun"

"Orang asing yang tak pernah kulihat, tiba-tiba hadir dalam mimpiku"

Itu diaryku! / Memang kenapa...?

Hanya aku yang boleh membacanya. / Ini lucu sekali.

Biar Ibu baca lagi. / Jangan! Ini diary pribadiku.

Untuk apa menyembunyikannya sesuatu dariku? Saat wanita beranjak dewasa.

ibunya akan menjadi temannya juga. Biar kulihat.

Ibu janji takkan bilang pada siapa-siapa, kan? / Tidakkan pernah.

Baiklah. Biar kubacakan. Ibu mendengarkan. / Baguslah.

"Terjadi pertama kalinya saat usia 18 tahun"

"Orang asing yang tak pernah kulihat, tiba-tiba hadir dalam mimpiku..."

"seperti ada bayangnya dimataku"

"Seseorang telah mengetuk pintu hatiku"

"Tatapan tajam matanya menginginkan aku"

"Saat kulihat di sela-sela jariku, sesosok wajah terlukis"

"Lembut nafasnya menyentuh pipiku"

"Harum tangannya masih melekat dirambutku"

"Ya, itu terjadi pertama kalinya saat 18 tahun"

"Orang asing telah hadir dalam mimpiku"

Simi, puisimu bagus sekali,...

dan kelihatannya dia laki-laki yang sempurna. Siapa dia?

Bu, aku belum pernah melihatnya.

jadi dia tidak ada? Sudah kukira. Mana ada pria sebaik itu sekarang.

Dan kau juga gila, belum pernah lihat dan belum kenal, kamu sudah memimpikannya.

Tidak Bu. Ini bukan mimpi.

Mungkin aku belum pernah melihat dan mengenalnya.

Tapi dia nyata. Ada disuatu tempat, diluar sana..

Mere Khwaabon Mein Jo Aaye "Orang yang datang dimimpiku..."

Aake Mujhe Chhed Jaaye "Datang dan menggodaku..."

Mere Khwaabon Mein Jo Aaye "Orang yang datang dimimpiku..."

Aake Mujhe Chhed Jaaye "Datang dan menggodaku..."

Usse Kahoon Kabhi Saamne To Aaye "katakan padanya untuk bertemu denganku, sekali saja"

Mere Khwaabon Mein Jo Aaye "Orang yang datang dimimpiku..."

Aake Mujhe Chhed Jaaye "Datang dan menggodaku..."

Usse Kahoon Kabhi Saamne To Aaye "katakan padanya untuk bertemu denganku, sekali saja"

Mere Khwaabon Mein Jo Aaye "Orang yang datang dimimpiku..."

Kaisa Hai Kaun Hai Vo Jaane Kahan Hain "Seperti apa rupanya? Siapakah dia? Dimana dia tinggal?"

Kaisa Hai Kaun Hai Vo Jaane Kahan Hain "Seperti apa rupanya? Siapakah dia? Dimana dia tinggal?"

Jiske Liye Mere Honthon Pe Haan Hai "kepada siapa, bibirku harus mengatakan YA"

Apna Hai Ya Begaana Hai Vo "Apakah dia milikku atau milik orang lain?"

Sach Hai Ya Koi Afsana Hai Vo "Apakah dia nyata, atau hanya mimpi"

Dekhe Ghoor Ghoor Ke Yuhin Door Door Se "Dia menatapku, dari kejauhan"

Usse Kahoon Meri Neend Na Churaaye "Katakan padanya, jangan mencuri tidurku"

Mere Khwaabon Mein Jo Aaye "Orang yang datang dimimpiku..."

Aake Mujhe Chhed Jaaye "Datang dan menggodaku..."

Usse Kahoon Kabhi Saamne To Aaye "katakan padanya untuk bertemu denganku, sekali saja"

Mere Khwaabon Mein Jo Aaye "Orang yang datang dimimpiku..."

Jaadu Sa Jaise Koi Chalne Laga Hai "Sepertinya Beberapa mantra sedang mempengaruhiku"

oohh Jaadu Sa Jaise Koi Chalne Laga Hai "OOhh.. Sepertinya Beberapa mantra sedang mempengaruhiku"

Main Kya Karoon Dil Machalne Laga Hai "Apa yang harus kulakukan? Hatiku gelisah"

Tera Deewana Hoon Kehta Hai Vo "Hatiku mengatakan diriku adalah milikmu."

Chhup Chhupke Phir Kyon Rehta Hai Vo "Tapi mengapa kau masih bersembunyi dariku.."

Kar Baitha Bhool Vo Le Aaya Phool Vo "Ini semua salahnya, Dia datang dengan setangkai bunga"

Usse Kahoon Jaaye Chaand Leke Aaye "Katakan padanya, untuk membawa bulan untukku"

Mere Khwaabon Mein Jo Aaye "Orang yang datang dimimpiku..."

Aake Mujhe Chhed Jaaye "Datang dan menggodaku..."

Mere Khwaabon Mein Jo Aaye "Orang yang datang dimimpiku..."

Aake Mujhe Chhed Jaaye "Datang dan menggodaku..."

Usse Kahoon Kabhi Saamne To Aaye "katakan padanya untuk bertemu denganku, sekali saja"

Aduh Raj! Siapa yang menyuruhmu pesta semalaman! Kamu bahkan tidak tidur.

Lalu bagaimana kamu bisa bangun pagi? Terlambat Acara kelulusan kampus! Cepatlah!

Apa sekarang libur...?

Apa Raj...? Terlambat ke acara kelulusan?

Jadi bagaimana semalam...?

Kenapa dengannya? Apa dia terlalu banyak minum bir?

Aku dengar ada yang tidak lulus. Dan Rektor akan mengumumkan...

Namanya didepan semua orang.

Aku bangga anakku, aku sangat bangga padamu... Hari ini kamu sudah membuat Dharamveer Malhotra berdiri dengan bangga!

Aku rasa Anda tidak mendengarnya dengan baik. / Aku tahu, suatu hari kamu akan membuatku bangga!

Bukan aku saja, tapi seluruh keluarga akan bangga padamu! Lihat, mereka tersenyum padamu

Kakek terhebatmu Diwan Brijnath, tidak pernah sekolah.

Dan anaknya, kakekku Diwan Dwarkanath tak lulus kelas 4...

Dan ayahku, kakekmu...

Diwan Pushkarnath, tak lulus kelas 8.

Dan aku, ayahmu, tak lulus SMA.

Tidak pernah sekolah dan tidak lulus, itu semua sudah jadi tradisi keluarga. Aku bahagia...

kau menjaga tradisi ini. Dan bahkan kau dua langkah didepan kami

Kami tak lulus di lndia. Dan Kau tak lulus di London!

Apa kau bahagia? / Bangga.

Pendidikan itu percuma. Cuma memenuhi otakmu dengan buku-buku

Tidak bisa membuat kantongmu penuh.

Lihat aku. bukan siapa-siapa orang dari Bhatinda. dan sekarang aku menjadi milyarder di London.

Semua yang terjadi itu ada hikmahnya. Datanglah ke kantorku besok.

Ke Kantor? Mulai besok? / Hari ini, kalau kau mau

Aku tak bisa ke kantor sekarang. / Kenapa tidak?

Ayah, kau kan sudah berpengalaman.

kamu tahu kan, untuk tidak lulus butuh kerja keras. Dan aku kelelahan, Ayah.

Aku butuh sedikit istirahat, kau tahu, seperti liburan ke Eropa misalnya.

Liburan ke Eropa? Berapa lama? / Paling 1 bulan atau 1 bulan setengah.

Bisa kau ambil ini? Dan berputarlah.

Bodoh! Apa untuk ini kau kubesarkan sampai hari ini?

Tidak, jangan jatuhkan itu.

Kau baik-baik saja, Ayah?

Ayah.. kamu benar, seharusnya aku yang meneruskan bisnismu

Kau sudah terlalu tua. / Kau bilang aku sudah tua?

Ayah, Aku batalkan untuk pergi ke Eropa. Aku akan datang kekantormu besok pagi.

Dirumah ini, hanya Ayahmu yang berhak memutuskan. kamu pergi sajalah ke Eropa.

Tidak. Aku sudah cukup bersenang-senangnya. Masa remajaku sudah lewat

Jangan katakan masa remajamu sudah lewat.

seluruh hidupku kuhabiskan untuk bekerja, agar kamu bisa melakukan apa yang tidak bisa kulakukan.

Kapan aku dewasa dan kapan aku tua, Aku tak pernah menyadari itu.

tapi aku tidak sedih, karena aku tahu Putraku akan menggantikan masa mudaku.

Kalau kau kira kau sudah cukup bersenang-senang...

kalau kau kira kau bukan remaja lagi, Tak apa.

Pergilah.. Nikmatilah masa mudamu untukku.

Surat dari Ajit?

Lajjo! Lihat, dari siapa surat ini!

Dari Ajit.

Ciumlah!

Harum Punjab bukan!

Harum dari bayam dan roti gandum

Baju yang panjang, dan celana pendek.

"Temanku Baldev, Kami baik-baik saja disini"

"Kami berdoa untukmu, istrimu dan anak-anakmu agar selalu hidup bahagia"

"Kau pasti senang mendengarnya. Putraku Kuljeet, baru saja lulus Sekolah Seni"

"Dia mengikuti bisnisku. Dengan restu Tuhan, sudah waktunya..."

"untuk kita, menjadikan persahabatan kita jadi persaudaraan."

"Kita wujudkan, Janji yang kita buat 20 tahun yang lalu. Kuharap..."

"secepatnya ditepati dan dilaksanakan. Menikahkan Simran dengan Kuljeet."

Baca lagi,

Dia malu! Lihat Lajjo?

Ini etika kita, ini adat kita.

Dan sekarang putriku malu didepanku. Berarti aku tidak gagal.

Di jantung London ini, Aku masih menjaga India tetap hidup!

kenapa berdiri saja? Lajjo, anakmu akan menikah. Cepat ambil manisan, dan rayakanlah.

Chutki! Hari ini aku bahagia sekali.

Boleh kukatakan sesuatu? / Katakan saja semuanya.

Apa kita tidak tanyakan pada Simran dulu. / Apa yang kamu katakan?

Sejak kecil dia sudah tahu, kalau dia akan dinikahkan dengan Kuljeet.

Dia tahu. Tapi dia baru 20 tahun... / Kau jangan khawatir!

Simran akan hidup bahagia,...

kau berdoalah, ia tidak membantah!

Besok akan kubalas surat dari Ajit. Tuhan! Akhirnya datang juga hari ini.

Simran, kau sedang apa?

Aku lupa, Bu. Aku tak berhak punya impian.

Tidak anakku, tentu saja kau boleh bermimpi.

Tapi jangan terlalu yakin itu akan jadi kenyataan.

Dan siapa tahu, mungkin Kuljeet adalah pria yang kau impikan.

Aku tak peduli. Aku sudah membelikanmu tiket.

Dan kau harus ikut denganku ke Eropa. / Aku tak bisa.

Ayahku tak izinkanku ke kampus sendirian. Mana mungkin dia izinkan aku pergi...

ke Eropa selama sebulan?

Aku banyak pekerjaan disini. / Kau sudah kenal aku dari dulu.

Kau tidak bisa membuat alasan?

Alasan, aku tak bisa. Aku tak mau membohongi Ayahku.

Kau harus ikut. Dolly dan Payal juga ikut.

Nanti malam aku akan bicara dengan Ibuku.

Eropa? / Ya.

Dengan temanmu? / Ya.

Sebulan? / Ya.

Chutki, telpon dokter. Katakan kalau Shimran sudah gila.

Lihat dulu ini, Bu? / Periksa dulu otakmu.

kamu mau jalan-jalan ke Eropa? Kalau ayahmu tahu, dia akan marah besar.

Lagipula anak gadis tak boleh pergi sendiri. / Bu, aku tidak pergi sendiri.

Aku pergi bersama teman-temanku. / Percuma kau bicara denganku.

Aku takkan melarangmu. Tapi kau harus meminta izin pada Ayahmu.

Tanya dia nanti, kalau dia sudah pulang.

Tuhan, tolong jadikan suasana hati Ayah baik-baik saja.

Cuma bir saja. Disebelah sini. / Aku sudah bilang bukan. Tokonya dah tutup.

Keluarlah.

Mana birnya? / Tidak ada.

Dasar bodoh, begitu saja tidak bisa? / Orangnya pemarah.

Biar aku yang beli. / Kau tak akan bisa.

Bisa aku beli Aspirin? / Tokonya sudah tutup.

Kepalaku pusing sekali! Ini sepertinya sakit Sinusitis.

Kalau aku tidak minum Aspirin, aku bisa sekarat.

Semua toko sudah tutup

Aku mohon berikan 1 Aspirin saja. Sesama Hindustan harusnya saling bantu.

Puja dewa. / Ambil ini.

Aku merasa tidak enak Pak, hanya untuk beli ini kamu harus membuka tokomu lagi.

Aku juga akan beli yang lainnya.

Aku akan beli bir itu. Bukan untukku.

Kawan-kawanku yang diluar, mereka yang minum.

Letakkan itu. / Kenapa Pak?

Kau mempermainkan aku? Kau takkan dapat apa-apa. Taruh itu!

Untuk apa Anda marah, ini juga menguntungkan Anda.

Kau tidak mau menaruhnya? / Jangan angkat payung Anda.

Ambillah ini. sebagai bonus? Ada 2. simpanlah, oke?

Dasar tak tahu malu!

Kau sebut dirimu Hindustan? Kau mencoreng Hindustan itu sendiri.

Kau pembohong dan tidak tahu sopan santun! Pergi dari sini.

Aku pergi. Aku akan bawa ini.

pegang ini!

Ayah.

Ada apa? Kau terlambat hari ini. / Dasar tak tahu malu.

Tak malu menyebut dirinya Hindustan! Mengotori nama Hindustan saja.

tak punya malu, tak tahu sopan santun. Bahkan cara menghargai orang tua saja...

mereka tak tahu. / Apa kau habis berkelahi?

Ada orang gila yang mau beli bir. Sudah ku bilang tokonya tutup. Tapi dia tetap memaksa.

Bahkan dia memecahkan patung Laxmi. Dasar tak tahu malu!

Lajjo, bersyukurlah kau dan putrimu...

tidak menjadi orang inggris!

Kalau tidak entah seperti apa jadinya!

Lupakan saja mereka!

Di sungai yang bergelombang, tidak boleh naik kapal bisa-bisa tenggelam nantinya.

Kau masih kecil waktu kubawa kemari. Dan sekarang...

mereka bilang kau sudah dewasa dan akan membangkang Ayahmu.

Tapi gadis sepertimu, akan selalu membuatku bangga!

Kau anakku yang baik.

Boleh aku minta sesuatu padamu? / Apapun yang kau mau.

Aku mau melihat Eropa.

Kami ada tur sebulan penuh ke Eropa. Semua temanku juga pergi.

jangan marah Ayah. Sampai sekarang aku tidak pernah membantahmu, Ayah.

Aku mau ke negara yang belum pernah kulihat.

Orang yang mau kunikahi juga asing bagiku. Tapi...

Itu tak apa-apa bagiku. Pasti Ayah menginginkan yang terbaik bagiku.

Tapi aku takkan pernah dapat kesempatan seperti ini lagi.

Tidak tahu aku akan kembali atau tidak,...

aku akan temui kawanku lagi atau tidak.

Lagipula, hanya sebulan Ayah. Dalam sebulan itu aku akan bahagia.

Untuk kebahagiaanku, apa tidak bisa kau memberiku sebulan saja?

Kumohon Ayah, cuma sebulan saja.

Pergilah. Bahagiakanlah hidupmu.

Anakku...

Dimana Simran?

Kemana dia? / Apa dia tersesat?

Sudah kubilang padamu untuk bangunkan Raj, kan?

Tidak.

Bukalah pintunya.

Kau punya kuncinya?

Ada orang disana?

Tak ada siapa-siapa.

Apa aku pernah melihatmu?

Di pesta Romi, kan?

Aku tak pernah ke pesta. / Bagus sekali! Aku juga begitu.

Matamu...

Kenapa dengan mataku?

mengingatkanku pada seseorang. / Oh ya siapa?

Nenekku. Matanya persis sepertimu, sedikit kuning dan sedikit biru.

Baca saja. Aku cuma ingin tahu kenapa kau bisa membaca terbalik.

Ini sudah kelewatan!

Simran, kau disini?

Aku kira kau ketinggalan kereta. / Tidak, aku sudah naik.

Aku senang sekali... Oh ya, siapa namamu?

Sheena

Aku disini. Bisa kita...? / oh.. Santai saja.

Membesar lagi, lebih besar lagi. / Lihat.

Tidak ada apa-apa. / Raj, darimana saja kau?

Biasa. Terperangkap dengan Seorang gadis.

Gadis...? / Aku membantunya naik kereta ini.

Dan dia jatuh padaku. / Apa...?

Aku bosan mendengar ceritanya. Bahkan dia mulai merayuku.

Kata-kata gombal itu lagi.. apa aku pernah melihatmu sebelumya?

Lama-lama dia mendekat padaku. / Apa?

Aku sedikit takut! Ditempat yang begitu kecil, hanya ada dia dan aku.

Lalu? / Lalu apa? Dia menatap mataku.

Dia menatap tajam mataku. dan tak mau diam. Pria zaman sekarang...

Gadis ini! Aku hanya mau menjaga kehormatanku.

Apa itu? / Undangan pesta

sudah kubilang ini pasti membosankan. / Dan kamu juga bilang kereta kita akan kecelakaan.

Dan setelah makan malam ini, kita semua akan mati. Karena Gedungnya terbakar

Lihat, cowok. / Mana...?

Itu dia.

Dimana kita? Ini idemu, kan?

kita? atau pelayan? / Dia memanggilku.

Rocky tutup mulutmu.

Untuk apa kau panggil dia?

Kau tahu Sheena, sepertinya aku sudah pernah melihatmu?

Aku? sungguh? dimana? / Di pesta Robbie?

Mungkin saja. Aku memang suka pesta.

Kau tahu Sheena... / Apa?

Matamu mengingatkanku pada seseorang. / Mataku? sungguh? siapa?

Nenekku.

Dia menangis atau tertawa? Dan aku bisa mainkan piano itu lebih baik,

kau bisa main piano?

Aku lahir di piano. Bahkan dari bayi aku sudah main piano.

kamu tahu, jariku ini punya keajaiban tersendiri. Sekali aku menyentuh piano...

pianonya akan main sendiri.

Aku pernah dengar suara ini?

Apa ini perlu?

Bukannya jari-jarimu ajaib? Sekali sentuh saja, pianonya akan main sendiri.

Ruk jaa, o dil deewane "Berhenti, oh perampok hatiku"

Poochhoon to main zara "Aku ingin mengatakan sesuatu"

Ladki hai ya hai jaadu "Apakah Kau wanita atau sihir?"

Khushboo hai ya nasha "Apakah kau wewangian atau racun?"

Ruk jaa, o dil deewane "Berhenti, oh perampok hatiku"

Poochhoon to main zara "Aku ingin mengatakan sesuatu"

Ladki hai ya hai jaadu "Apakah Kau wanita atau sihir?"

Khushboo hai ya nasha "Apakah kau wewangian atau racun?"

Paas woh aaye to chhooke main dekhoon zara "Jika kau lebih dekat, aku akan menyentuh dan melihatmu"

Ruk jaa, o dil deewane "Berhenti, oh perampok hatiku"

Poochhoon to main zara "Aku ingin mengatakan sesuatu"

Dekhe woh idhar hanske bekhabar "Tak disadari, Dia melihat padaku tersenyum"

Thaamke dil hum khade hain "Aku berdiri disini, mencengkeram hatiku"

Gumsum si nazar uski hai magar "Namun dia hanya melirik sekilas"

Honton pe shikwe bade hain "Dibibirnya banyak perkataan protes"

Baat ban jaaye to main baat chhedoon zara "Jika usahaku berhasil, aku akan berusaha dan mulai pembicaraan"

Ruk jaa, o dil deewane "Berhenti, oh perampok hatiku"

Poochhoon to main zara "Aku ingin mengatakan sesuatu"

Ladki hai ya hai jaadu "Apakah Kau wanita atau sihir?"

Khushboo hai ya nasha "Apakah kau wewangian atau racun?"

Mehfil mein haseen tu hi to nahin "Dipesta ini, bukan hanya kau yang cantik"

Roothi tu kis liye akeli "Mengapa kau yang merajuk sendiri"

Jispe yun fidaa yeh dil ho gaya, Woh to hai teri ek saheli "Pada siapa hatiku telah teronsesi, apakah pada teman wanitamu

Maan woh jaaye to baahon mein le loon zara "Jika dia setuju, aku akan memeluknya

Ruk jaa, o dil deewane "Berhenti, oh perampok hatiku"

Poochhoon to main zara "Aku ingin mengatakan sesuatu"

Ladki hai ya hai jaadu "Apakah Kau wanita atau sihir?"

Khushboo hai ya nasha "Apakah kau wewangian atau racun?"

Paas woh aaye to chhooke main dekhoon zara "Jika kau lebih dekat, aku akan menyentuh dan melihatmu"

Maaf atas kelakuanku semalam.

Aku sudah tidak sopan padamu.

Aku ingin mengatakan sesuatu lagi.

Apa...? / Ini.

Lari ....

Cepat! Keretanya mau jalan. Dimana kusimpan uangku?

Sebentar, aku tak tahu cara menghitungnya...

Bisa kau tanya dia, yang mana yang 2, dan mana yang 8...?

Berhenti...

Keretanya sudah pergi?

Keretanya sudah pergi!

Jangan menangis, Senorita

Berhentilah menangis...

Lihat, hujan kan! Kumohon jugan menangis! Lihat, aku disini bersamamu.

Baiklah, aku pergi saja! Ini belmu.

Kereta berikutnya akan sangat lama. Makanya kita harus ambil..

kereta dari Zurich, sekarang kita naik bus atau sewa mobil.

Kau suka yang mana? Bus atau mobil?

Sejak bertemu denganmu, kau selalu menyusahkanku.

Apa kau bilang? / Sepanjang perjalanan...

kau sudah menguras otakku. / Aku...?

Selalu saja ada masalah karenamu. Hari ini, aku ketinggalan...

kereta, terima kasih untukmu. / Untukku...?

Aku ingin tiba di Zurich tepat waktu. jadi kita jalan sendiri-sendiri saja.

Aneh sekali! tujuan dan kereta kita sama,

kenapa harus berpisah? Lagipula, wanita seperti kamu harus ditemani pria sepertiku.

kamu salah! Wanita sepertiku tidak butuh pria sepertimu. jangan mengikutiku lagi.

Aku akan menjahitnya. Aku punya jarum dan benang. Aku kan membelikanmu baju.

Berani sekali kau menyentuhku?

Sudah kubilang jangan mengikutiku! kamu pikir kamu siapa?

Kau pikir kau siapa? Aku tidak mengikutimu.

Dan aku tidak suka menyentuhmu. Harusnya kamu bersyukur, karena aku datang tepat pada waktunya.

Kalau tidak, kau sudah dipenjara. Sudah ku tolong, kau malah...

Hey, bawa dia.

Kau bilang apa?

Aku memang banyak bicara.

Tak apa Senorita, bukan masalah. Di kota besar sering terjadi masalah kecil.

Kenapa kau panggil aku Senorita? / Pacar pertamaku dari Spanyol,

Kenapa kau melepasnya? / Dia tak suka India.

Kau suka lndia, kan? / Kapan kita sampai di Zurich?

Ada apa di Zurich? Eropa yang aslinya disini.

Begitu cantik, begitu indah. Terkadang aku takut, ini semua akan jadi kotor.

Kau baru pertama kali kesini? / Ya.

Kau bisa lebih cepat lagi? / Untuk apa cepat-cepat Senorita?

Kereta apinya berangkat jam 11:30 dari Zurich. Kita masih punya waktu semalaman penuh.

Kita akan tiba tepat waktu. Tapi, kalau kita...

Apa yang terjadi, terjadilah. sekarang kau bersamaku.

Takkan ada masalah.

Di Eropa lebih enak kalau jalan kaki.

Hanya kita berempat saja. Chutki lebih dewasa dari umurnya.

Dan Ibu, dia ibu sekaligus temanku. Makanya aku tak pernah kekurangan teman.

Kau tak bisa selamanya hidup dengan teman. Terkadang...

kau butuh teman yang menemanimu seumur hidupmu.

Aku capek. / Apa aku harus menggendongmu?

Aku tak punya uang untuk tinggal dihotel. Kita ke rumah itu saja. Siapa tahu ada tempat kita menginap.

Ayo. Kamar yang indah sekali.

Mana kamarmu?

Masalahnya kita hanya dapat satu kamar.

Dan kita tidur sekamar?

Terpaksa! / Tidak ada yang terpaksa.

Aku takkan tidur disini. / Kau tidur di kasur. Aku tidur di sofa.

Tidak masalah. / Tidak, aku pergi saja.

Aku tidak bercanda. Aku akan pergi. / Dan aku akan memiliki tempat tidur untuk diriku sendiri?

Indah sekali!

Dan gorden ini... bagus sekali!

Dan pemandangannya!

Tidak ada kuda?

Disini hangat sekali.

Disini, ada api kan?

Aku baru tahu seleramu bagus sekali.

Tak ada tempat yang lebih baik dari ini, kan?

Kita sudah dapat kamar yang bagus.

Tapi kau lebih suka tidur dikandang kuda. Bukannya dikamar itu.

Makanlah. / Aku tidak lapar.

Baiklah. Jangan dimakan. Apa urusannya denganku?

Makanlah ini.

Sudah kubilang, aku tidak lapar.

Ayo makanlah.

Apa kau bilang?

Aku terlalu banyak bicara.

Tak apa. Di kota besar, sering terjadi masalah kecil.

Kau benar, Senorita. Semangat petualangannya ada disini...

bukan dikamar itu kan. / Bagaimana kita besok ke Zurich?

tidak, bukan Zurich. Besok sore, kita naik kereta dari Berne. Besok pagi...

kita naik bus jam 8.00. Aku sudah cari tahu semuanya.

Sekarang, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Apa itu? / Hidup.

Apa kau tak malu minum whisky didepan wanita?

Lebih baik dari pada bunuh diri! Dan kalau kau mau tetap hidup...

minumlah sedikit, Senorita. / Awas, jangan berani mendekatiku.

Baik, tak usah.

Kita bertemu lagi besok.. kalau kau masih hidup.

aku tidur dulu, selamat malam.

Zara Sa Jhoom Loon Main / Arre Na Re Na Re Na "bolehkah aku sedikit menari? / Oh Tidak, tidak, tidak"

Zara Sa Ghoom Loon Main / Arre Na Re Na Re Na "bolehkah Aku sedikit berputar? / Oh Tidak, tidak, tidak"

Aa Tujhe Choom Loon Main / Arre Na Re Na Baba Na "Kemarilah, biarkan aku menciummu / Oh Tidak, tidak, tidak"

Main Chali... Banke Hawa "Aku terbang... seperti angin"

Rabba Mere... Mainu Bacha "Tuhanku... Bantulah aku"

Zara Sa Jhoom Loon Main / Arre Na Re Na Re Na "bolehkah aku sedikit menari? / Oh Tidak, tidak, tidak"

Zara Sa Ghoom Loon Main / Arre Na Re Na Re Na "bolehkah Aku sedikit berputar? / Oh Tidak, tidak, tidak"

Aa Tujhe Choom Loon Main / Arre Na Re Na Baba Na "Kemarilah, biarkan aku menciummu / Oh Tidak, tidak, tidak"

Main Chali... Banke Hawa "Aku terbang... seperti angin"

Rabba Mere... Mainu Bacha "Tuhanku... Bantulah aku"

Thandi Thandi Pavan, Jalta Hai Ye Badan "Dingin ini membekukan, membuat tubuhku terbakar"

Jee chahta Hai Bana Loon "Aku merasa seperti bergairah..."

Tujhko Apna Saja "ingin bercinta denganmu"

Hua Nahin Ye Pehle Kabhi "Ini belum pernah terjadi sebelumnya"

Meri Chaal Badal Gayi Abhi Abhi "Jalanku baru saja berubah"

Main Chali... Banke Hawa "Aku terbang... seperti angin"

Rabba Mere... Mainu Bacha "Tuhanku... Bantulah aku"

Zara Sa Jhoom Loon Main / Arre Na Re Na Re Na "bolehkah aku sedikit menari? / Oh Tidak, tidak, tidak"

Zara Sa Ghoom Loon Main / Arre Na Re Na Re Na "bolehkah Aku sedikit berputar? / Oh Tidak, tidak, tidak"

Aa Tujhe Choom Loon Main / Arre Na Re Na Baba Na "Kemarilah, biarkan aku menciummu / Oh Tidak, tidak, tidak"

Jaati Hai Tu Kahan, Jaaneman Jaanejaan "kemana kau sekarang akan pergi, sayangku"

Ladki Hai Tu Khoobsurat, Ladka Main Naujawaan "Kau gadis yang cantik. Aku seorang pemuda tampan"

Tujhe Gale Laga Loon Aa "Kemarilah, biarkan aku merangkulmu"

Palkhon Mein Bitha Loon Aa "Kemarilah, aku tahan kau dalam mataku"

Ho Gaya... Mujhe Nasha "Oh... Aku telah mabuk"

Rabba Mere... Mainu Bacha "Tuhanku... Bantulah aku"

Zara Sa Jhoom Loon Main / Arre Na Re Na Re Na "bolehkah aku sedikit menari? / Oh Tidak, tidak, tidak"

Zara Sa Ghoom Loon Main / Arre Na Re Na Re Na "bolehkah Aku sedikit berputar? / Oh Tidak, tidak, tidak"

Aa Tujhe Choom Loon Main / Arre Na Re Na Baba Na "Kemarilah, biarkan aku menciummu / Oh Tidak, tidak, tidak"

Ho Gaya... Mujhe Nasha "Oh... Aku telah mabuk"

Rabba Mere... Mainu Bacha "Tuhanku... Bantulah aku"

baru bangun tidur, kau kelihatan cantik sekali.

Kenapa aku disini?

Denganku. Semalam.

Aku tidak habis pikir kau juga minum sampai...

kau minum banyak sekali.

Ini.

Apa yang terjadi semalam?

Apa yang terjadi semalam, terjadilah.

Aku pun tak pernah membayangkannya.

Katakan padaku, Raj! Apa yang terjadi semalam?

Bagaimana aku menjawabnya, Simran?

Lihat, lihat kedalam mataku. Apa mataku berbohong?

Tidak! Ini tak pernah terjadi.

Ini tak pernah terjadi. / Inilah yang sebenarnya terjadi, Simran.

Siapa yang bisa menghentikannya?

Kau bohong! Kau bohong, kan?

Tidak Simran. / Katakan padaku, kau berbohong.

Ok, aku berbohong, mataku berbohong.

Tapi apa ini juga bohong?

Bicaralah.

Bicaralah Simran! Apa ini kau? atau orang lain?

Jangan menangis! Aku hanya bercanda.

Ini tak pernah terjadi! Lihat! Aku pakai lipstikmu.

Kau minum banyak sekali, dan kau mabuk sekali.

Aku tak punya pilihan. Aku bawa kau kesini. Aku bersumpah, tadi itu hanya bercanda.

Kau tidur sendirian di kasur ini. Aku tidur diluar. Aku cuma bercanda, sumpah.

Jangan menangis lagi.

Aku tahu apa yang kau pikirkan tentang aku. Kau pikir aku berandal,

tidak punya sopan santun, Simran. Tapi Aku seorang Hindustan.

Dan aku tahu apa yang menjadi kehormatan seorang wanita Hindustan.

Bahkan tak pernah terbayang dikepalaku untuk melakukan itu padamu. Percayalah padaku, Simran.

Aku berkata jujur. Semalam, tidak terjadi apa-apa. Hanya bercanda.

Tolong, jangan pernah bercanda seperti itu lagi. kamu tak tahu apa yang bisa kulakukan.

Aku Mohon, jangan begitu lagi.

Aku janji tak akan seperti itu lagi.

Berpakaianlah. Cepat. Kita harus mengejar busnya.

Boleh minta bajuku lagi?

15 menit lagi busnya akan berangkat. Kau mau makan sesuatu?

Tidak, aku tidak lapar.

Ayo, kita lihat kedalam. Gereja tidak enak dilihat.

Aku tidak ikut.

Ayo. Lihat dulu.

Apa? / Cepatlah. Nati Kita ketinggalan busnya.

Bisa kita? / Kenapa cepat sekali berdoanya?

Apa yang kau minta tadi? / Kau seharusnya tidak membicarakan apa yang kau minta.

Dan kau yakin akan diberi apa yang kau minta?

Meski cuma satu yang diminta, jika dengan sepenuh hati, itu pasti diberi.

Kau jalan dulu. Aku akan kembali sebentar. / Ada apa?

Jalanlah. Nanti Aku akan menemuimu.

Aku Raj.

Maaf, aku tak tahu cara berdoa. Tapi ini bukan untukku,

Tapi untuk Simran, dia gadis yang baik, hatinya baik.

Kabulkan semua yang dia minta,

Dari mana saja kau?

Di gereja?

1/ 2 sendok teh gula, 1 sendok susu, sedikit krim. Ini kopimu.

Kau mau kirim Kartu pos ke rumah? / Kartu Pos? ke rumah?

Kalau kartu posnya sampai kerumah, Ayahku akan membunuhku.

Kapan kau bisa serius? / Sampai sekarang, belum pernah.

Mungkin, itu akan terjadi cuma sekali. / Kapan?

Saat aku jatuh cinta.

Pria sepertimu tidak pernah jatuh cinta? / Aku banyak jalan dengan wanita.

Tapi aku tak pernah jatuh cinta, Senorita. belum pernah menemukan.

Gadis seperti apa yang kau cari?

Kau mau tahu?

Saat aku melihatnya...

hatiku berdetak kencang, semua mimpiku terasa nyata.

Belum pernah terjadi, Tapi aku dengar suara dalam mimpi, memanggil...

Dia wanita asing, wajahnya tak pernah kulihat sebelumnya. Entah kapan mimpi itu terwujud

tak pernahkah terjadi padamu? / tidak

Tidak ada orang asing yang pernah datang ke mimpimu? / Tidak ada tempat bagi orang asing dalam mimpiku.

Aku sudah bertunangan dan akan menikah.

Tunangan? / Ya.

Dimana? Di London? / Tidak. Di India.

Seperti apa dia...?

Aku tak tahu, aku belum pernah melihatnya

Kau bahkan belum pernah melihatnya?

Tak perlu. Ayahku sudah melihatnya. Dia anak teman Ayahku.

Kau akan habiskan seluruh hidupmu dengan orang yang tak pernah kau kenal?

Benar-benar orang asing?

Itu terjadi begitu saja. / Dan kau bahagia dengan pertunangan itu?

Ini dia keretanya.

Foto yang bagus. kirimkan aku copy-annya. dan foto pernikahanmu juga.

Apa kamu tidak mau hadir di pernikahanku? / Siapa yang mau pergi sejauh itu?

Sheena, kau harus datang! / Bercanda. Tentu, aku datang.

Aku akan melihat kamu berbaju pengantin. Ingin tahu Idiot mana yang akan dinikahi gadis ini?

maaf, kau menjatuhkan ini

Ada apa? Kenapa kau melihatku seperti itu?

Aku mau mengatakan sesuatu Simran.

Katakanlah.

Aku jatuh cinta padamu.

Lihat wajahmu.

Kau kira aku serius?

Simran yang aneh! Kau sudah tahu aku cukup lama,...

dan kau tertipu juga? ingat, aku tak pernah serius.

Segala yang berbau cinta, masih jauh didepanku. Aku masih belum bisa mengerti...

Bagaimana pria bisa menghabiskan seluruh hidupnya dengan seorang wanita! Dunia ini penuh dengan wanita cantik.

Ada yang matanya indah, ada yang punya bibir seksi, ada yang rambutnya bagus...

Semua lelaki sama saja. / Tapi aku akui, kamu lebih hebat kami semua.

kamu akan menghabiskan hidupmu dengan orang yang sama sekali tidak kamu kenal.

Itu pasti cinta sejati.

Lupakan itu. Coba pikirkan ini, bagaimana kalau kamu jatuh cinta pada seseorang?

Maksudku, bayangkan kamu jatuh cinta pada seseorang yang kau temui di perjalanan...

atau.. katakan kau mencintaiku, dan aku juga mencintaimu.

Lalu apa yang terjadi? Apa kau akan tetap menikahi orang asing itu?

atau, kau akan lari dan menikah denganku?

Apa yang kau lakukan?

Aku tak mau ketinggalan kereta lagi. / Tapi Aku ingin ketinggalan kereta lagi dan lagi.

Apa...? / Tidak ada.

Jika dia mencintaiku, dia akan berpaling menatapku.

Berbaliklah.

Berbaliklah.

Kembali ke London. Tak terasa waktu sebulan sudah lewat

oh Raj, kamu tidak memberikan alamatmu. Aku akan kirimkan undangan pernikahanku.

Kau mau datang, kan?

Tidak, aku takkan datang.

Na jaane mere dil ko kya.. "Aku tak tahu apa yang terjadi..."

ho gaya.. "pada hatiku.."

Abhi to yahin tha, abhi kho gaya "Aku masih disini, tapi sekarang aku kehilangannya"

Na jaane mere dil ko kya, ho gaya "Aku tak tahu apa yang terjadi pada hatiku"

Abhi to yahin tha, abhi kho gaya "Aku masih disini, tapi sekarang aku kehilangannya"

Na jaane mere dil ko kya, ho gaya "Aku tak tahu apa yang terjadi pada hatiku"

Abhi to yahin tha, abhi kho gaya "Aku masih disini, tapi sekarang aku kehilangannya"

Ho gaya hai tujhko to pyaar sajna "Kau telah jatuh cinta, sayangku"

Laakh kar le tu inkaar sajna "Kau boleh menyangkal ribuan kali, sayangku"

Ho gaya hai tujhko to pyaar sajna "Kau telah jatuh cinta, sayangku"

Laakh kar le tu inkaar sajna "Kau boleh menyangkal ribuan kali, sayangku"

Dildaar sajna, hai yeh pyaar sajna "sayangku, inilah cinta sayangku"

Ho gaya hai tujhko to pyaar sajna "Kau telah jatuh cinta, sayangku"

Laakh kar le tu inkaar sajna "Kau boleh menyangkal ribuan kali, sayangku"

Dildaar sajna, hai yeh pyaar sajna "sayangku, inilah cinta sayangku"

Dekha na tune mudke bhi peeche "Kau tidak dapat berbalik, menengok kebelakang"

Kuch der to main ruka tha "Aku telah menghentikannya"

Jab dil ne tujhko rokna chaaha "Ketika hatiku ingin menghentikanmu"

Door tu jaa chuka tha "Kau telah pergi menjauh"

Hua kya..? "Apa yang terjadi..?"

Na jaana.. "Aku tak tahu.."

Yeh dil kyoon...? "Kenapa ini hatiku...?"

Deewana... "gila..."

Ho gaya hai tujhko to pyaar sajna "Kau telah jatuh cinta, sayangku"

Laakh kar le tu inkaar sajna "Kau boleh menyangkal ribuan kali, sayangku"

Ho gaya hai tujhko to pyaar sajna "Kau telah jatuh cinta, sayangku"

Laakh kar le tu inkaar sajna "Kau boleh menyangkal ribuan kali, sayangku"

Dildaar sajna, hai yeh pyaar sajna "sayangku, inilah cinta sayangku"

Ae waqt ruk jaa, tham jaa, thaher jaa "Oh waktu, tahan.., berhentilah"

Waapas zara daud peeche "Berputarlah kembali kebelakang"

Main chhod aayi khud ko jahan pe "Aku telah meninggalkan diriku disana"

Woh reh gaya mod peeche "Jalan ini telah terlalu jauh kulalui"

Kahan main? "Dimanakah aku?"

Kahan tu? "Dimanakan Kamu?"

Yeh kaisa? "Apakah ini?"

Hai jaadu? "Inikah Sihir?"

Ho gaya hai tujhko to pyaar sajna "Kau telah jatuh cinta, sayangku"

Laakh kar le tu inkaar sajna "Kau boleh menyangkal ribuan kali, sayangku"

Ho gaya hai tujhko to pyaar sajna "Kau telah jatuh cinta, sayangku"

Laakh kar le tu inkaar sajna "Kau boleh menyangkal ribuan kali, sayangku"

Dildaar sajna, hai yeh pyaar sajna "sayangku, inilah cinta sayangku"

Na jaane mere dil ko kya.. "Aku tak tahu apa yang terjadi..."

ho gaya.. "pada hatiku.."

Abhi to yahin.. "Aku masih disini.."

tha, abhi.. "tapi sekarang.."

ho gaya.. "Aku kehilangannya.."

ho gaya.. "Aku kehilangannya.."

Bu, kau ingat mimpi yang kutulis di diaryku?

Wajah yang kubayangkan menggenggam tanganku?

Orang yang kurindukan wajahnya,

aku menemukannya, aku telah menemukannya.

Apa...?

Apa yang kau katakan, Simi? / Ya Bu. Saat aku pergi...

Aku melihat jelas apa yang aku dapatkan dalam hidupku

Selama sebulan, aku hanya mau bahagia sebentar yang aku bisa. Lalu kembali,

dan pergi ke negaraku untuk menghabiskan hidupku dengan orang asing.

Aku datang untuk berkompromi dengan takdirku, Bu. Tapi hanya sedikit yang aku tahu...

ini akan kusimpan untukku. Seperti kilat, dia datang padaku...

dan menyambarku seperti sehelai daun.

Cinta seperti ini, seperti itu, aku sudah pernah baca dan mendengarnya.

tapi aku tak pernah mengerti. Saat pertama kali, dia memberikan tangannya...

Aku tetap tak mengerti. Aku bersamanya beberapa saat...

tapi tetap aku tidak mengerti apapun. tapi hari ini, ketika kami bertemu...

untuk pertama kalinya, aku merasakan semua ini...

Aku takkan melihatnya lagi. Aku menoleh kebelakang dan dia sudah pergi.

aKu coba menghentikannya, aku ingin mengatakan sesuatu, aku ingin mendengar sesuatu.

Tapi dia tak berhenti. Aku mengerti. Inilah yang disebut cinta.

Dan padanya, aku telah berikan semua mimpiku. Aku bahkan tak tahu apa dia juga mencintaiku,

Yang kutahu adalah dia masih hidup.. dan aku tak mungkin jadi orang lain, Bu. Aku mencintainya bu, aku...

Kau? aku dan Simi sedang bicara.

Dia pulang lama sekali.

Kubilang padamu, jangan permainkan kepercayaanku.

Kau sudah berjanji padaku. Dan kau mengkhianatiku?

Tidak Ayah.. / Dengar, katakan padanya

aku tidak ingin dengar alasan apapun!

Berkemaslah. Besok pagi, kita pulang ke India.

Untuk kebaikannya,

Biarkan dia menangis.

Dia sudah tahu takdirnya,

dia akan belajar menerimanya.. biarkan dia menangis.

Siapa nama gadis itu? / Simran.

Gadis apa, Ayah?

Gadis yang kau lihat wajahnya di bulan.

Ayolah Ayah, Aku bukan lelaki yang seperti itu...

Yang tergila-gila karena seorang gadis. / Ya, aku lupa!

Yang punya bibir seksi, mata yang indah...

Tinggal dimana? / Siapa, Ayah?

Ini... Simran

Tak tahu. / Bagaimana dia?

sangat cantik.

Lalu apa masalahnya?

Masalahnya dia akan menikah. / Kenapa tak kau hentikan saja?

Sekarang berbeda dengan dulu. Waktu sudah berubah

Cinta tetap saja "cinta". Itu tidak berubah dan takkan pernah berubah.

Dia akan bersama orang lain. / Wanita menikah dengan

pria yang berhasil membawanya kerumah. aku tidak hanya mengajarimu main mandolin.

Kita tidak cuma menatap bulan. Kamu bisa mengambilnya,...

bawa dia kesini. Ayolah.

Dan bawa dia pulang sebagai pengantinmu. Paham?

Pergilah. Anak perempuannya akan segera menikah.

Mereka sudah menjual rumahnya dan pindah ke Punjab.

Aku datang, Simran.

Aku datang.

Panghat Pe Aayi Mutiya Re Chham Chham Paayal Ki Jhankarein "Di tepi sungai, para wanita datang dan gemerincing gelang-gelang kaki terdengar"

Kheton Mein Lehrai Sarson Kal Parson Mein Beete Barson "Di ladang, tanaman sawi berayun bertahun-tahun menunggu kedatanganmu"

Aaj Hi Aaja Gaata Hansta,Tera Rasta Dekhe Rasta "Datanglah sekarang, tertawa dan bernyanyi, Jalanan ini menantikanmu"

Arre Chhuk Chhuk Gaadi Ki Seeti Aawaaz Lagaye Re "Peluit kereta telah berbunyi untukmu"

Ghar aaja pardesi, tera des bulaaye re "Kembalilah orang asing, negaramu merindukanmu"

Ghar aaja pardesi... "Kembalilah orang asing..."

tera des bulaaye re.. "negaramu merindukanmu..."

Berkatilah aku, Bu.

jangan menangis, Bu.

Anakku, 20 tahun aku sudah menahan tangisan ini.

Hari ini, Tidak akan kutahan, anakku. T idak hari ini.

Simran, anakku.

Chutki Sayangku.

Bagaimana kabarmu? / Tidak ada yang berubah!

Keponakanmu akan segera menikah! waktunya mencari baju pengantin yang bagus (menikah) untukmu.

Lajjo, aku sudah siap selama ini! Tapi di desa ini...

sepertinya tidak ada yang cocok denganku. jadi apa yang harus kulakukan? Untukku, kupikir...

aku harus jadi orang asing! / kamu belum berubah.

Sedikit!

kamu membuat kami menunggu. Bagaimanapun lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali.

Istriku, bisa permisi sebentar?

Katakan Baldev, siapa ini? ayo katakan...

Kau tidak tahu? Anakku Preeti.

Adiknya Kuljeet. / Semoga panjang umur.

Cantik, kan? dalam 20 tahun, penerus kita sudah banyak.

Dia cantik. / Tentu karena aku Ayah nya, kan?

Sudahlah.

Dimana Kuljeet? Ya, mana Kuljeet?

Bhaiyya (abang) diluar sedang berburu. Dia akan segera kembali.

Hormatku. / Semoga panjang umur, anakku.

Hormatku. / Semoga panjang umur, anakku.

Ini pemuda kuat dari Punjab. / Anak siapa dulu?

Sudahlah.

Ayo, makanannya sudah siap. / Ya, cepat. aku sudah lapar.

Ayo anak-anak.

Untukmu, untukmu dan untukmu.

Kau harus mengajakku keluar besok pagi.

Tentu Didi (Kakak).

Anak-anak, nenek ingin kalian turun kebawah.

Kau tahu Simi, saat aku kecil, Ayahku bilang...

tak ada bedanya laki-laki dan perempuan. Semuanya sama.

Selama masa kecilku, aku percaya. tapi saat dewasa...

Aku tahu tidak sepenuhnya benar.

Aku tidak sekolah, karena sekolah lebih penting bagi...

Abangku untuk sekolah. Itu pengorbananku yang pertama.

Lalu, disetiap langkah, kadang sebagai anak gadis, sebagai kakak...

Kadang sebagai istri... aku ingin pergi untuk mencari kebahagianku sendiri.

Tapi sejak kau lahir...

saat kupegang tanganmu pertama kalinya...

Aku berjanji, takkan membiarkan yang terjadi padaku terjadi juga pada anak gadisku.

tidak ada lagi pengorbanan disetiap langkah, sebagai anak gadis, kakak, atau istri.

lalu Bagaimana untuk seorang gadis? Dia harus hidup seperti apa yang dia inginkannya.

Dia harus hidup dengan penuh kebahagiaan. Tapi aku salah, Simran

Aku lupa kalau wanita sulit untuk menepati janjinya.

Wanita lahir untuk berkorban pada seorang pria. Untuk para wanitanya...

pria tak pernah berkorban, tak akan pernah mau berkorban.

Lagipula aku, Ibumu.. ingin bisa melihatmu bahagia.

Lupakan dia, anakku. Lupakanlah. Karena Ayahmu takkan peduli dengan kesedihanmu.

lakukan ini untuk kebahagiaan semua....

Aku mohon padamu. Lupakan dia, anakku. Lupakan dia...

Kau benar, Bu.

Aku begitu naif. Aku bahkan tak tahu apa dia juga mencintaiku.

Lagipula, Babuji adalah Ayahku. Dia selalu menginginkan aku bahagia.

Untuk kebahagiaannya, apa salahnya aku berkorban?

Ayo Bu, bilang pada Ayah aku sudah siap menikah.

Aku tak mau ada masalah dengannya.

Gadismu sungguh cantik.

Bukan gadisnya. Kuljeet pria yang beruntung.

Dan namaku Rajeshwari. Nona Rajeshwari Singh.

Jika yang muda saja suka apalagi yang tua?

Sudah kubilang, setelah pernikahan...

Dengar.. Dengar..

Besok lusa tunangannya akan dilangsungkan.

Pernikahannya tanggal 25.

Bagus.

Aku mencemaskan sesuatu,

Aku tidak tahu kenapa, aku melihat kesedihan dimata Simran.

Bahkan dia jarang tersenyum. Apa dia baik-baik saja?

Tidak apa-apa, Bu.

Dia masih baru disini. Dalam beberapa hari dia akan terbiasa.

Jangan khawatir.

Ini dia, Kheer

Simran sudah melupakannya belum? / Dia setuju untuk menikah.

Pelan-pelan, Dia akan melupakan semuanya. / kalau dia masih mengingatnya, dia akan menyesalinya

Tujhe dekha to yeh jaana sanam "Melihatmu, Aku menyadarinya.. sayangku"

Pyaar hota hai deewana sanam "Betapa cinta itu gila, sayangku"

Tujhe dekha to yeh jaana sanam "Melihatmu, Aku menyadarinya.. sayangku"

Tujhe dekha to yeh jaana sanam "Melihatmu, Aku menyadarinya.. sayangku"

Pyaar hota hai deewana sanam "Betapa cinta itu gila, sayangku"

Tujhe dekha to yeh jaana sanam "Melihatmu, Aku menyadarinya.. sayangku"

Pyaar hota hai deewana sanam "Betapa cinta itu gila, sayangku"

Ab yahan se kahan jaaye hum? "Sekarang, Kemana aku akan pergi dari sini?"

Teri baahon mein mar jaaye hum "Biarkan aku meninggal dipelukanmu"

Tujhe dekha to yeh jaana sanam "Melihatmu, Aku menyadarinya.. sayangku"

Pyaar hota hai deewana sanam "Betapa cinta itu gila, sayangku"

Ab yahan se kahan jaaye hum? "Sekarang, Kemana aku akan pergi dari sini?"

Teri baahon mein mar jaaye hum "Biarkan aku meninggal dipelukanmu"

Tujhe dekha to yeh jaana sanam "Melihatmu, Aku menyadarinya.. sayangku"

Aankhen meri sapne tere "Dimataku ada mimpimu.

Dil mera, yaadein teri "Dihatiku ada kenanganmu"

O, mera hai kya.. Sab kuch tera "Oh.. Apakah disana ada milikku.. Semuanya milikmu

Jaan teri, saansein teri "Hidupku milikmu, Nafasku milikmu"

Meri aankhon mein aansu tere aa gaye "Dimataku ada air matamu"

Muskuraane lage saare gham "Kesedihanku menjadi senyuman"

Tujhe dekha to yeh jaana sanam "Melihatmu, Aku menyadarinya.. sayangku"

Pyaar hota hai deewana sanam "Betapa cinta itu gila, sayangku"

Ab yahan se kahan jaaye hum? "Sekarang, Kemana aku akan pergi dari sini?"

Teri baahon mein mar jaaye hum "Biarkan aku meninggal dipelukanmu"

Tujhe dekha to yeh jaana sanam "Melihatmu, Aku menyadarinya.. sayangku"

Yeh dil kahin lagta nahin "Hati ini tak tertarik mencari lainnya lagi"

Kya kahoon, main kya karoon "Apa yang harus ku katakan, Apa yang harus kulakukan?"

Haan, tu saamne, Baithi rahe "Ya didepanku, kau duduk"

Main tujhe dekha karoon "Tak Lepas aku memandangmu"

Tune aawaaz di, dekh main aa gayi "Kau memanggilku, dan lihatlah aku datang"

Pyaar se hai badi kya kasam "Sumpah Apa yang lebih besar dari cinta"

Tujhe dekha to yeh jaana sanam "Melihatmu, Aku menyadarinya.. sayangku"

Pyaar hota hai deewana sanam "Betapa cinta itu gila, sayangku"

Tujhe dekha to yeh jaana sanam "Melihatmu, Aku menyadarinya.. sayangku"

Pyaar hota hai deewana sanam "Betapa cinta itu gila, sayangku"

Ab yahan se kahan jaaye hum? "Sekarang, Kemana aku akan pergi dari sini?"

Teri baahon mein mar jaaye hum "Biarkan aku meninggal dipelukanmu"

Teri baahon mein mar jaaye hum "Biarkan aku meninggal dipelukanmu"

Bawa aku pergi dari sini, Raj. Bawa aku pergi dari sini!

Apa...? / Kau tidak tahu...

apa yang terjadi disini! Besok Lusa adalah hari pertunanganku.

Dan pernikahanku dimalam harinya. Semua undangan sudah disebar.

Ayahku sudah memberitahu semua temannya. Dan dia selalu menepati kata-katanya

Dia bisa melakukan segalanya, tapi dia tidak bisa mencabut kata-katanya

Kita harus lari dari sini, kita harus! / Tidak Simran, Aku tidak bisa kawin lari.

Aku kesini bukan untuk membawamu lari. Aku memang lahir dan besar di Inggris,

tapi aku orang Hindustan. Aku kesini untuk menjadikanmu sebagai pengantinku.

Aku akan membawamu, hanya dengan seizin dan restu dari Ayahmu.

Kau tidak tahu bagaimana Ayahku!

Kita harus pergi dari sini, Raj. Aku mohon Raj, bawa aku pergi dari sini.

Apa kau mencintaiku? / Lebih dari apapun.

Apa kau percaya padaku? / Lebih dari diriku sendiri.

Dengarkan baik-baik apa yang kukatakan. Mulai sekarang...

kita orang asing. Aku tak kenal kamu dan kamu tak kenal aku. Kembalilah.

Biarkan hal yang seharusnya terjadi, terjadi. Istirahatlah untukku

Apa yang kulakukan mungkin sulit. Tapi aku yakin dengan takdir cinta kita

Tapi kalau sendiri... aku tak bisa melakukannya.

Kau harus menjadi kekuatanku,

kau harus mendukungku. Katakan, kau akan mendukungku!

Ingatlah satu hal, aku disini hanya untukmu.

Hingga Ayahmu merestui cinta kita, Aku takkan pergi.

Dengar, siapa nama orang yang akan menikahi mu?

Kuljeet Singh.

Tolong! Ada orang disini?

Siapa saja, tolong aku!

Dimana semua orang? Tolong!

Ada orang disini?

Untung Raj datang tepat waktu Aku jadi tidak dimangsa

Raj, aku berterima kasih

Apa katamu? / Dari mana asalmu?

Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya. / Aku dari London.

Tamu kita dari London!

Untuk apa kau kesini? / Untuk mencari sesuatu.

Mencari apa? Katakan pada kami.

Tanah... tanah. / Tanah...?

Ya, jika aku bisa menemukan tanah yang bagus, aku akan membuka pabrik.

Pabrik, pabrik apa? / Bir.

Katakan padaku, Kuljeet. Apa 8-10 juta pounds...

cukup untuk mendirikan sebuah pabrik?

Kenapa? / 8.10 juta pounds?

Kurang? Aku bisa tambahkan. / Tidak! itu lebih dari cukup.

Puji Tuhan! Dia membuat kita bertemu. Kita akan jadi teman baik.

Kau mau mendirikan pabrik? Baguslah.

Bagus, kawanku.

Oh ya Raj...

dimana kau tinggal? / Kau tahu, Aku tak kenal seorangpun disini.

Jadi aku tinggal di penginapan.

Aneh! Sekarang kau sudah kenal aku,

Aku punya rumah besar! dan kau tinggal di penginapan? Jangan!

Binda, pergi dan bawa barang-barangnya dari penginapan ke rumah.

Apa yang kau lakukan, Kuljeet? / Bukan apa-apa

Kau menyelamatkan hidupku, Kuljeet! Apa yang bisa kulakukan untukmu?

Aku tahu, kau dari London. Ini Punjab, kami seperti singa

Buatlah dirimu nyaman disini. / Baiklah, jika kau memaksaku...

aku mau. / Itu dia!

Bagaimana dengan wanita?

Kita akan jaya!

Kau belum pergi juga?

Cepatlah Binda, cepat. Bawa Minuman untuk Raj

Aku mau minum-minum dengan Raj.

Berikan aku rokokmu, kawan. Koreknya juga

Kau sudah menolong kami dengan menyelamatkan hidupnya Kuljeet.

Tidak, ini negaraku. / Semoga panjang umur, nak.

Preeti, berikan Raj manisan.

Sudah Cukup.

10 juta pounds! Kenapa kau tidak bilang dari tadi?

Aku... / Raj! Anakku!

Manisan. / Aku sudah ada.

Biar kusuapkan. Itu dia! Kau mau mendirikan pabrik, kan?

Kami akan membantumu. / Apa kubilang?

Pakai bajunya cepat. Kita akan kerumah Baldev untuk makan malam.

Siapa Baldev? / Dia temanku, nak!

Anak gadisnya akan menikah dengan putraku Kuljeet.

Apa yang akan kulakukan disana? / Benar. Apa yang dia lakukan disana?

Tapi kalau kau mengajakku, aku akan ikut. / Itu dia!

Baldev pernah di Inggris. Dia pasti mengerti kalau kita terlambat.

Ayo cepat. / Itu dia!

Pakai bajunya cepat. Kita selalu terlambat karena kau.

Kuljeet, ada yang mau kukatakan padamu. / Jangan khawatirkan pabriknya,

Aku punya...

Aku akan ambil semua, terima kasih

terima kasih

terima kasih

Sebentar... / Aku...?

Kenapa penjaga toko ada disini?

Apa aku pernah melihatmu sebelumnya. / Tidak. aku tak pernah ke rumah ini.

Di London...? / Tapi aku belum bertemu Ludhiana.

Kau sudah bertemu dengan temanku, Raj? Dia baru datang dari London.

Apa katamu? / Balli, dokternya...

Raj yang menyelamatkan Kuljeet kemarin.

Kau tahu siapa dia? teman lamaku. Calon besanku.

Apa yang kau lihat? Cium kakinya.

Hormatku

Cepat! Dokter sudah menunggumu.

Dokternya aneh sekali. Ayo, kawan.

Orang tua mudah hilang ingatannya. / Ada apa?

Tak ada. Ini bagus! Rumah yang indah! / Sudah aku katakan

Ini Raj, temanku. Dia baru datang dari London.

Ini Simran.

Salam, Nona Simran.

Jika bukan karenanya kemaren, kau dan aku takkan bersama hari ini.

Mau bilang apa...

senang bertemu denganmu, Nona Rajeshwari.

Apa ini? / Sedikit hadiah untuk "pengantin kecil".

Tuan Raj, kau bisa memanggiku Chutki.

Dan kau bisa memanggilku Raj.

Salam, Simran. / Salam.

Ayo.

Ini Raj, temanku dari London.

Orang yang kuceritakan. / Hormatku...

Semoga panjang umur, anakku. / Kemarilah.

Makanlah. / Terima kasih Bu.

Biar kulakukan sisanya untukmu. / Tidak, kau harusnya disana.

Kau tamu kami. / Ibu aneh.

Baru tadi kau memanggilku "anakmu". Sekarang, kau menolakku?

Biar aku saja.

Cobalah "lassi" ini. Aku membuatnya sendiri! Ini untukmu, Bibi.

Ini untukmu Bibi. dan ini untukmu, Bibi.

Gaun yang indah.

Permisi...

Silahkan...

Kenapa anda kerepotan sendiri? kami anak-anak bisa mengaturnya. Izinkan aku.

Itu yang sudah kukatakan dari tadi. Tapi tak ada yang mendengarku.

Aku sudah kerjakan semuanya. / Itu intinya.

Hey... kau siapa? / Aku...? aku Raj.

Raj, siapa...? / Calon menantumu.

Kuljeet calon menantumu, kan? Aku temannya.

Sayang! Taruh gelasnya disitu. / Tentu.

Anak baik!

Hari ini kulihat "pertanda" baik! Untuk pertama kalinya...

Aku melihat Simran tertawa.

Berikan itu padaku. / Tidak, aku tak mau.

Benar, Bu. Simran terlihat sangat senang.

Manis? Garam?

Tidak ada gunanya Raj disini! Pergilah.

Anak "Inggris"! Bangunlah! Cepat! Kami akan berburu

Lihat dia, apa dia tak ikut? Bangunlah.

Aku sakit. badanku panas.

Karena pesta semalam, Aku tidur dengan bersepatu.

Kau hanya pakai sebelahnya. / Kakiku yang satunya lagi sangat sakit.

Maaf kawan, aku tak bisa pergi berburu denganmu.

Orang Inggris sangat lemah. Aku akan mengambilkanmu obat.

Kau harus sehat sore ini.

Kita ada makan malam. Jangan khawatir, kau akan baik-baik saja.

Hey Kuljeet...

Ayo Raj, mulailah.

Apa ini? / Terus maju.

Apa ini semua Raj? / Sesuatu yang istimewa terjadi hari ini.

Bertemu pejabat ditengah jalan. Ternyata teman kecil ayahku.

Dia memberiku semua ini. Biar kusimpan itu. Jangan menyusahkan dirimu.

Kau tahu aku sendiri disini. Untuk apa gula, beras dan gandum untukku

Jadi kupikir kubawa semua ini. Ada pernikahan sebentar lagi disini

dan akan lebih berguna, kan? / Benar juga, nak.

Tapi kami tak bisa memberimu apa-apa.

Sudahlah. Sekali dan untuk semua, Putuskan Ibu akan anggap aku apa

Meskipun ibu tidak memanggilku anak, perlakukan aku seperti anakmu

Kau ingin diperlakukan sebagai anak? / Kau tak bisa berdebat dengan anakmu.

Baiklah. Aku tak mau berdebat. / Itu dia.

Sekarang dengarkan baik-baik, Bu. Ibuku selalu bilang...

siapa yang membantu orang di pernikahan, akan mendapatkan pengantin yang cantik.

Jadi Semua ini, demi pengantin yang cantik? / Apa lagi? Hanya pria beruntung...

yang dapat menemukan pengantin baik sekarang ini. / Gadis seperti apa yang kau mau?

katakanlah Sepertimu.

Jangan begitu. Berikan restumu.

Dijamin! Kau akan dapatkan gadis yang kau mau.

Baiklah. Permisi.. / Bisa kau buka ini?

Ini sudah terbuka.

Bibi, jangan cuma melihat, jangan pula berfikir, ambilah ini.

Baju seperti ini susah ditemukan di Delhi atau Bombay.

Pakai ini dan keluarlah, dan kau akan membuat semua gadis iri.

Apalagi para pria. / Bagus sekali.

Tidak begitu bagus.

Coba yang satu lagi. / Oke. Ini.

Luar biasa. Lihat jahitannya. Bagimu, ini terlihat megah

Jelek! Kalau ada yang lebih bagus, tunjukkan padaku.

Aku harus memakai ini di pernikahan. / Baiklah, Ini dia.

Ini untuk pernikahan. Jika kau tak keberatan Aku bukan ahlinya

Benang emas murni. Untukmu Terlihat eksotis!

Jangan omong kosong! Ini tak terlalu bagus.

dibanding yang lain. Aku beli yang ini.

Bungkuslah. Dan beri harga murah.

Kau sudah merepotkanku.

Raj, menyanyilah untuk kami. / Aku tak bisa nyanyi.

Pura-pura malu seperti perempuan? Bernyanyilah. / Oh Tidak, nek...

Bernyanyilah... ayo

Aku jatuh cinta, kenapa aku takut?

Aku telah dicintai, Aku tak mencuri apapun

Kenapa aku harus menyembunyikannya?

Aku jatuh cinta, kenapa aku takut?

Apalagi yang harus kulakukan? / Aku jatuh cinta, kenapa aku takut?

Kau telah salah tujuan. Seluruh Tujuanmu salah

Lupakan, Lupakan.. kau tak bisa bernyanyi.

Pencinta akan membawa pergi pengantinnya.

Pengunjung pengantin akan diam menganga

Pencinta akan membawa pergi pengantinnya

Apa yang kau lakukan? Semua orang Diluar sana! Ayo keluar!

Dengan satu syarat. / Apa?

Berikan aku ciuman Senorita. / Apa kau gila?

Sekali saja. / Nanti ibu lihat!

Biar dia melihatnya.

Chutki nanti lihat! / Biarkan dia melihatnya.

Bibi nanti kesini. / Biar saja datang.

Ayahnya akan membunuhku kalau melihatku!

Apa yang kau khawatirkan dari Baldev? Tak ada serangan balik apa-apa.

Pertama kalinya dalam 20 tahun, Aku mengalahkanmu

langkah bagus. Memang, kali ini aku kalah

Ini "skak" dan ini "mati". / Luar biasa!

Ya Ayah, aku luar biasa.

Bagaimana bisa dia Skak mati?

Tidak, kembalikan ini. / Tidak, biar kulihat.

Ada apa?

Kau tahu apa yang terjadi besok pagi?

Apa?

Besok, aku akan bertunangan dengan Kuljeet.

Besok, Kuljeet akan memasangkan cincin di jariku.

Kau tahu kenapa cincin dipasang di jari manis?

Karena urat nadinya langsung menuju ke hati.

Aku tak bisa, Raj.

Kalau kau memintaku melakukannya dihadapan semua orang...

akan kulakukan. Tidak masalah.

Semua ini hanya main-main bagimu, kan? Apa yang akan kulakukan...

kau tak pernah bisa bayangkan. / Hei.. Lihat aku.

Lihat.

Aku merasakan semuanya Simran, bagaimana kau merana sakitmu, sedihmu, dan tangisanmu.

Tapi kenapa kau tak mengerti? Ini baru permulaannya.

Orang-orang disini tidak mengenalku, dengan baik

Aku butuh waktu, Simran. Dan aku butuh dukunganmu.

Aku ingin kau tersenyum. Dan dengar, "sang pemburu" takkan bisa merebutmu...

dariku, hanya karena pakai cincin itu.

Kau hanya milikku, hanya milikku.

Chutki sepertinya bangun. Pergilah.

Dengar.

Kakak...

Boleh aku katakan sesuatu? / Katakanlah.

Aku tak suka dengan Kuljeet sedikitpun. Jangan nikahi dia.

Ini sudah larut malam. Tidurlah.

Kakak, aku lebih suka yang tadi diatap?

Apa katamu?

Kak, apa dia Raj yang kau temui di Eropa?

Ya.

Aku sangat menyukainya! Kau menikahlah dengannya. / Jangan khawatirkan itu.

Dia satu-satunya pria yang akan kunikahi.

Ya nek? / Ini buah kenari untuk buat serbat

Beres. Tak masalah

Raj, mana bunganya? / Sudah diLetakkan dekat tangga.

Oh aku lupa! Jika bukan karenamu, semuanya akan jadi kacau.

Itu yang baru kubilang. "Pencinta akan membawa pergi pengantinnya"

Raj, kau tidak bersama rombongan pengantinnya? Apa kau sudah beralih

Jadi pengantin? / Suatu hari aku akan menikah juga, bukan?

Anggap saja ini latihan. Ya kan? / Tak apa, pergilah

"Sang pemburu"

Kuljeet sangat beruntung! / Benar!

Sekarang berikan dia tanganmu,

Simran, ulurkan tanganmu

Simran, keluarkan tanganmu.

Ayo.

Apa ini?

Semalam, waktu aku melepas gelangnya, jariku berdarah.

Tak apa. Tangan yang satunya...

Ye Kudiyaan Nashe Di Pudiyaan "Para Gadis ini adalah pil-pil beracun"

Ye Munde Gali De Gunde "Para Pria ini adalah bajingan jalanan"

Ye Kudiyaan Nashe Di Pudiyaan "Para Gadis ini adalah pil-pil beracun"

Ye Munde Gali De Gunde "Para Pria ini adalah bajingan jalanan"

Nashe Di Pudiyaan "pil-pil beracun"

Gali De Gunde "bajingan jalanan"

Mehndi Laga Ke Rakhna, Doli Saja Ke Rakhna "Patikan Kau Pakai innai(pacar), kursi pengantinnya telah dihias"

Mehndi Laga Ke Rakhna, Doli Saja Ke Rakhna "Patikan Kau Pakai innai(pacar), kursi pengantinnya telah dihias"

Lene Tujhe O Gori, Aayenge Tere Sajna "Untuk membawamu pergi, Oh Gadis, Kekasihmu segera datang"

Mehndi Laga Ke Rakhna, Doli Saja Ke Rakhna "Patikan Kau Pakai innai(pacar), kursi pengantinnya telah dihias"

Sahra Sajake Rakhna, Chehra Chhupake Rakhna "Patikan kau rias wajahmu, tetap sembunyikan dibalik cadarmu"

Sahra Sajake Rakhna, Chehra Chhupake Rakhna "Patikan kau rias wajahmu, tetap sembunyikan dibalik cadarmu"

Ye Dil Ki Baat Apne, Dil Mein Dabake Rakhna "Ini adalah urusan hati, Jagalah tetap dalam hatimu"

Sahra Sajake Rakhna, Chehra Chhupake Rakhna "Patikan kau rias wajahmu, tetap sembunyikan dibalik cadarmu"

Mehndi Laga Ke Rakhna, Doli Saja Ke Rakhna "Patikan Kau Pakai innai(pacar), kursi pengantinnya telah dihias"

Ud Udke Teri Zulfein Karti Hain Kya Ishaare "Isyarat apa yang ditunjukan oleh rambutmu yang terurai"

Dil Thaamke Khade Hain Aashik Sabhi Kanware "Para perjaka berdiri sambil memegang hatinya"

Chhup Jaayein Saari Kudiyaan Ghar Mein Sharamke Maare "Para gadis bersembunyi dalam rumahnya karena malu"

Gaanv Mein Aa Gaye Hain Paagal Shehar Ke Saare "Di desa ini kedatangan para pria gila dari kota"

Nazrein Jhukake Rakhna, Daaman Bachake Rakhna "Jagalah matamu tetap tertunduk, tetap jaga kesucianmu"

Nazrein Jhukake Rakhna, Daaman Bachake Rakhna "Jagalah matamu tetap tertunduk, tetap jaga kesucianmu"

Lene Tujhe O Gori, Aayenge Tere Sajna "Untuk membawamu pergi, Oh Gadis, Kekasihmu segera datang"

Mehndi Laga Ke Rakhna, Doli Saja Ke Rakhna "Patikan Kau Pakai innai(pacar), kursi pengantinnya telah dihias"

Sahra Sajake Rakhna, Chehra Chhupake Rakhna "Patikan kau rias wajahmu, tetap sembunyikan dibalik cadarmu"

Main Ek Jawaan Ladka Tu Ek Haseen Ladki "Aku pria muda yang sedang puber, kau gadis muda yang cantik"

Ye Dil Machal Gaya To Mera Kusoor Kya Hai "Jika hati ini gelisah, kenapa aku yang disalahkan"

Rakhna Tha Dil Pe Kaabu Ye Husn To Hai Jaadu "Kau seharusnya menjaga hatimu, kecantikanku menyihir"

Jaadu Hi Chal Gaya To Mera Kusoor Kya Hai "Jika sihirnya mempengaruhimu, kenapa aku yang disalahkan"

Rasta Hamara Takna, Darwaaza Khula Rakhna "Tunggulah aku datang, biarkan pintumu terbuka sedikit"

Rasta Hamara Takna, Darwaaza Khula Rakhna "Tunggulah aku datang, biarkan pintumu terbuka sedikit"

Lene Tujhe O Gori, Aayenge Tere Sajna "Untuk membawamu pergi, Oh Gadis, Kekasihmu segera datang"

Kuchh Aur Ab Na Kehna, Kuchh Aur Ab Na Karna "Jangan katakan apapun, jangan lakukan apapun sekarang"

Kuchh Aur Ab Na Kehna, Kuchh Aur Ab Na Karna "Jangan katakan apapun, jangan lakukan apapun sekarang"

Ye Dil Ki Baat Apne, Dil Mein Dabake Rakhna "Ini adalah urusan hati, Jagalah tetap dalam hatimu"

Mehndi Laga Ke Rakhna, Doli Saja Ke Rakhna "Patikan Kau Pakai innai(pacar), kursi pengantinnya telah dihias"

Sahra Sajake Rakhna, Chehra Chhupake Rakhna "Patikan kau rias wajahmu, tetap sembunyikan dibalik cadarmu"

Ae meri zohra jabeein... "Oh Milikku yang berharga..."

Ae meri zohra jabeein.. Tujhe maloom nahin? "Oh Milikku yang berharga... Apakah Kau tahu tidak?"

Tu abhi tak hai haseen, aur main jawaan "Kau masih tetap cantik, dan aku masih tetap muda"

Tujhpe qurbaan meri jaan, meri jaan "Aku siap mati untukmu, sayangku cintaku"

Ae meri zohra jabeein... Tujhe maloom nahin? "Oh Milikku yang berharga... Apakah Kau tahu tidak?"

Tu abhi tak hai haseen, aur main jawaan "Kau masih tetap cantik, dan aku masih tetap muda"

Tujhpe qurbaan meri jaan, meri jaan "Aku siap mati untukmu, sayangku cintaku"

Tujhpe qurbaan meri jaan, meri jaan "Aku siap mati untukmu, sayangku cintaku"

Mehndi Laga Ke Rakhna, Doli Saja Ke Rakhna "Patikan Kau Pakai innai(pacar), kursi pengantinnya telah dihias"

Sahra Sajake Rakhna, Chehra Chhupake Rakhna "Patikan kau rias wajahmu, tetap sembunyikan dibalik cadarmu"

Ayah, kemarin kau hebat sekali! Tarianmu paling hebat dari semuanya.

Tidak Ayah, hanya sedikit kotoran. Sekarang sudah bersih.

Terlalu sedikit merpati... bagaimana menurutmu? Yang putih itu..

lihat... satu, dua, tiga

oh Tidak, sama seperti kemarin.

aku telah memutuskan. Hari ini aku akan membicarakannya dengan Raj.

apa itu sesuatu yang memalukan? / Raj disini.

Sudah kembali? begitu cepat?

Raj! Anakku tersayang! Kemarilah. Kami sedang membicarakan tentangmu,

Ada hal penting yang akan dikatakan. / Tentu, katakanlah.

Ini harusnya dibicarakan dengan keluarga. Tapi sejak kau bersama kami...

Kupikir, kenapa tidak mengatakannya padamu? / Katakan saja.

Aku harap persahabatan ini akan menjadi hubungan kekeluargaan.

Kenapa tidak? kenapa tidak? / Untuk anak gadisku, Preeti...

Aku serahkan padanmu.

Raj! lebih baik kau fikirkan cepat! mereka semua percaya padamu!

Raj, apa kau keberatan? / Apa? Oh tidak. Bagaimana Aku..?

Anakku! / Tapi aku tak bisa...

memutuskan hal besar seperti ini sendiri. kalian harus bicarakan dengan Ayah.

Ay...? / Ayah.

Lihat? betapa baiknya, kan! / Aku tak pernah melawan...

apa yang diinginkan Ayah. / Tak apa. Beri aku nomornya.

Aku akan bicara dengannya lewat telpon.

Dia baru pergi urusan bisnis ke Amerika. / Luar biasa! Amerika!

Biar aku minta dia datang kemari. / Tak apa.

Negaraku, tanahku, Rajku! Aku datang, nak.

Berjalan di negara ini, kau akan menemukan segalanya...

tapi istrimu, pelayanannya adalah sungguh sangat baik... / Selamat, istriku

tidak hanya beragam manisannya, ataupun budayanya. untuk siapa saja yang mencintai sungai Gangga...

Betapa indahnya.. Jadi kubilang pada Raj, dia boleh kembali asalkan membawa pengantinnya.

Itu dia! / Sebuah keinginan

Apa yang kau lakukan di London? / kembali ke London...

London...? / Lupakan London. Yang kutahu...

dari timur sampai ke barat, Punjab adalah yang terbaik!

Nak!

Jangan khawatir. Aku telah bereskan semuanya.

Kau tidak mengenalkanku pada Ayahmu.

Luar biasa! Pagi-pagi begini, kita sudah membicarakannya...

dan aku temukan dia di pasar, memegang foto, menanyakan tentangmu

Apapun yang orang bilang, pernikahan ini sudah ditakdirkan! ya kan istriku?

Benar...

Kau aneh! Kau tidak perlu meminta izinku untuk suatu hal baik...

Apa maksudmu tidak? Apa aku pernah membantahmu dalam hal lain?

Betapa indahnya? Menantumu sudah sudah menunggu.

Benar! / Ayolah!

Pernikahan harus diputuskan sekarang! Hal baik Tak boleh ditunda.

Kupikir ada baiknya kalau Raj dan Kuljeet menikah berbarengan.

Apa?

ini sudah diputuskan! / Raj, kau senang?

Beri aku manisan! cepat! Anakku yang bahagia!

Sekarang kau akan menikahi Preeti. kakaknya adalah Kuljeet...

orang yang akan menikahi Simran. Dan kau mencintai Simran bukannya Preeti.

Apa yang Preeti lakukan di London? / Bukan Preeti yang di Londin tapi Simran.

Ya, Simran... siapa Simran ini? / Ayah! Cobalah berpikir! Tolonglah.

Apa semua akan selesai hanya dengan berpikir?

Aku disini. Semua akan baik-baik saja. / Sekarang, semua sudah terjadi!

Pernikahan akan segera dilangsungkan! Tak bisa ditunda lagi! Kenapa kau kesini?

Ini kesalahan! Tak akan terjadi lagi. Aku akan bilang pada mereka, bahwa aku lupa...

tentang perayaan kematian Ibumu.

Padahal sudah lewat sebulan.

Boleh aku masuk? / Tentu, masuklah.

Kau panjang umur. Aku dan Raj baru saja membicarakanmu.

Duduklah.

Kau juga. susu Untukku? Terima kasih!

Besok hari "Karwa Chauth". / Apa itu "Karwa Chauth"?

Aku ingin berpuasa untuk kebaikan Raj. Boleh...?

Tentu, tak masalah! / Karwa Chauth, Ayah...?

Karwa Chauth...? Tidak dan takkan pernah!

Kenapa...? / Kami mempertimbangkannya, adalah kurang baik...

seorang gadis melakukan ritual untuk pria yang akan menikahinya.

Lagipula anakku, kita tak dapat mendiskusikan soal hubungan ini untuk waktu sebulan kedepan.

Bulan ini adalah peringatan kematian ibunya Raj.

Kita harus mencari tanggal baiknya lagi untuk pernikahan. Ayo kita bicarakan dengan Ayahmu.

Ajit...

Raj, kau tahu hari apa besok?

Apa itu? / "Karwa Chauth" pertamaku.

Aku ingin kau memberiku minuman dan menyuapiku dengan suapan pertama setelah aku berpuasa untukmu.

Aku menyerah. / Apa?

Sudah kubilang. Aku menyerah.

Simran, kalau kau tak mencintaiku katakan saja sekarang. Aku akan pergi.

Dan kau bisa menikah dengan Kuljeet. Dan menyelamatkanku dari sandiwara ini setiap hari

Apa itu yang aku katakan? / oh tidak, kau tak pernah mengatakannya..

Aku ingin kau memberiku minum dan menyuapiku dengan suapan pertama...

setelah aku berpuasa untukmu.

Apa kau gila? Kau mau aku mengatakan pada semuanya...

"Hai Simran! Aku calon suamimu! Ini, minumlah air ini.."

Aku tak mau tahu! Biar saja aku mati kelaparan!

Kau harus memberi minuman dan suapan pertama...

Kau harus menyuapiku! Paham?

Seperti Ayahnya..

jadi, Kenapa aku begitu lucu?

Kau unik, Tuan Malhotra. Pakaianmu tak menunjukkan...

kau orang Hindustan. / Jadi, Berarti baju ini membohongimu?

Aku jaga Hindustan dalam hatiku. / Luar biasa!

Luar biasa...?

Ajit bilang kau kesini untuk membangun pabrik?

Pabrik itu masalah gampang. Kalau kau mau tahu...

Aku kesini untuk memilih pengantin untuk Raj.

Semua laki-laki selalu berada diluar rumah.

Mereka bilang, mereka tak mau diganggu dengan urusan perempuan.

Apa kau masih puasa? / Ya.

Semoga panjang umur, anakku. Kuljeet sangat beruntung...

mendapatkanmu. Kemarilah.

Bu, ini Ayahku. Ayahku.

Anakmu menyenangkan semua orang disini.

Itulah anakku.

Baik, Aku akan kesitu!

Ayah, ini... / Aku tahu.

Dia pasti Simran,

Semoga panjang umur.

Kenapa orang tidak memperhatikan langkahnya. Lihat ini. Seluruh bunga...!

"Biarkan terjadi hujan bunga!"

"Kekasih hatiku ada disini"

Kammo, mana bunganya? Cepatlah.

Aku ayahnya Raj dari London. / Dari London...?

Sebenarnya dari Bhatinda. Tapi sudah lama tinggal di London. Kau sendiri?

Aku bibinya Simran. / oh Masa!

Apa...? / Kau lebih pantas menjadi kakaknya.

Dengar... Apakah kau tidak ikut berpuasa? / Tidak. Aku masih gadis.

Takkan ada yang lebih baik. / Apa...?

Bungamu. / Mungkin itu untukmu. Ambillah.

Kapan rembulan muncul? Aku tidak sabar, sudah lapar.

itu bisa membunuhku. Apa aku menyuruhmu untuk puasa?

Makanlah ini. Tak ada yang melihat.

Jangan.

Bulannya sudah ada. / Dimana?

Disana.

Haathon Mein Pooja Ki Thaali Aayi Raat Suhaagon Vaali "Ditangan nampan sesembahan, Ini adalah malam wanita yang akan menikah berdoa"

O Chaand Ko Dekhoon Haath Main Jodoon "Aku melihat bulan, aku menyatukan tangan untuk berdoa"

Karvachauth Ka Vrat Mein Todoon "Kemudian aku berbuka dari puasa Karvachauthku"

Tere Haath Se Peekar Paani, Daasi Se Ban Jaoon Rani "Meminum air dari tanganmu, dari pelayan aku menjadi ratu"

Aaj Ki Raat Jo Maange Koi Vo Pa Jaaye Re "Malam ini, setiap keinginan akan dikabulkan bagi mereka yang meminta"

Ghar aaja pardesi, tera des bulaaye re "Kembalilah orang asing, negaramu merindukanmu"

Ghar aaja pardesi, tera des bulaaye re "Kembalilah orang asing, negaramu merindukanmu"

Ada apa? / Air.

Simi, anakku. / Minumlah airnya.

Ada apa? Ada apa dengannya? / Dia pingsan.

Bangunlah. ayo, anakku.

Ada apa? / Dia baik-baik saja. Dia hanya kelelahan.

Tak apa-apa. Ayo, mari kita makan.

Dia lemah sekali, kan?

Apa yang kau khawatirkan? Apa kau juga puasa?

Tidak... / kalau begitu, Kemarilah.

Tidak mudah baginya untuk pergi. Setiap saat orang selalu menanyakan Raj.

Dia tak bisa datang, Kak. Ayo, makanlah sedikit.

Aku tak mau, biar saja aku mati kelaparan. / Baguslah, bunuh saja dirimu.

Maaf, aku terlambat. Mau gimana lagi? Mereka tak membiarkan aku pergi.

Makanya aku terlambat. Ini, makanlah.

Makanlah.

Aku sudah minta maaf. Jadi makanlah. Nanti kau malah benar-benar pingsan.

Chutki, katakan padanya jangan mengkhawatirkanku.

Aku lemah, tidak makan apa-apa. Dan dia disana tadi, cuma mengisi perutnya.

Lagipula inikan "Karwa Chauth" pertamaku. Kenapa dia malah memaksakan diri disana?

Hidup atau matipun, Apa pedulinya?

Kau tidak tahu, Raj belum makan juga seharian ini.

Dia mau berbuka puasa denganmu. Dia menyuruhku untuk tidak bilang padamu.

Maaf Raj, tapi aku tak bisa diam lebih lama lagi.

Kemarilah.

oh Bicaralah padaku? / Kemarilah.

Aku sudah salah angka. / Tak masalah, Senorita

Di kota besar, sering terjadi masalah kecil.

Giliranku Senorita. Suapi aku.

Sudah kubilang padamu, jugan sia-siakan kepercayaanku. Simran masih belum melupakannya, kan?

Jika dia masih mengingatnya, dia akan menyesal.

Apa jadinya kalau putriku tidak bahagia.

Tak ada lagi pengorbanan baik sebagai gadis, kakak, ataupun istri.

Dia akan hidup seperti yang dia inginkan. Dia akan menemukan kebahagiaannya sendiri.

Kemarilah.

Ambil ini.

Bu, ini...? / Jangan bilang apa-apa! Aku tahu semuanya.

Aku sudah lihat semuanya. Raj adalah orang yang kau temui di Eropa. Aku tahu.

Aku juga tahu, kalian berdua saling mencintai.

Aku salah Simran! Putriku tak akan mengorbankan kebahagiaannya.

Dia takkan mengorbankan cintanya.

Aku tahu Raj, kamu akan membahagiakan putriku. kamu sudah kuberkati.

Bawalah putriku pergi. Pergilah.

Disini, tak ada orang yang peduli dengan cinta kalian. Bawa dia pergi dari sini.

Aku akan mengurus semuanya. / Tidak, Bu.

Aku tak mau dengar apa-apa lagi! Tidak. Pergilah dari sini! Jangan sampai berubah keputusanku

Aku mohon padamu, nak! / Baik bu, Aku akan membawanya Bu.

Sini... duduklah disini.

simpan ini.

Bu, aku masih kecil saat Ibuku meninggal.

Tapi seperti apapun aku sekarang, itu semua karenanya.

Sampai hari ini aku takkan melupakan kata-katanya. Dia selalu berkata..

"Nak, dalam hidup kamu akan dihadapkan pada 2 jalan. Satu yang benar, dan satunya lagi salah"

"Jalan yang salah sangatlah mudah ditempuh, tapi jalan yang benar..."

"akan sangat sulit, banyak resiko, dan masalahnya"

"Di jalan yang salah, awalnya kau akan merasa bahagia"

"Tapi pada akhirnya, kau akan kalah. Sebaliknya di jalan yang benar..."

"kau harus tertatih, mengambil resiko, dan bahaya."

Tapi...pada akhirnya, kau akan menang"

Sekarang katakan padaku, Bu. Apa aku di jalan yang benar atau salah?

Jalanmu sudah benar, nak. Tapi kau tak tahu suamiku,

dan Bu, suamimu juga tak tahu aku.

Kalau aku mau membawa lari Simran, Aku sudah melakukannya sejak dulu.

Tapi aku ingin mendapatkan Simran. Tanpa harus membawanya lari.

Aku tak mau membawanya sembunyi-sembunyi. Aku ingin ini dilakukan dengan pintu terbuka

Saat itu terjadi, Aku akan membawanya pergi..

Tapi hanya ketika ayahnya memberikan dengan izin dan restunya.

Sekarang Simran bukan masalahmu. Dia masalahku.

Untukmu, kau harus merestui putrimu.

Sekarang semua hanya masalah waktu, sebelum aku membawanya

Permisi, apa tangisan sedih ini sudah menjadi keturunan?

Apa yang aneh paman! Katakan padaku. / Gadis itu... siapa namanya...?

Ya Simran. Aku rasa ada yang tidak pas.

Kenapa Paman? / Dia gadis yang baik. tapi tak cocok untukmu.

Kau laki-laki terkuat di Punjab! Dan gadis ini, lemah dan pendiam

Apa dia cocok untukmu? Yang cocok untukmu adalah gadis yang ceria!

Ikutlah bersamaku ke London. Aku akan mengenalkanmu pada gadis-gadis...

yang akan membuatmu tergila-gila!

Apa masalahnya, Paman? Setelah menikah, Simran akan tinggal disini.

dan kita akan pergi ke London, bertemu gadis-gadismu!

Hentikan! / Kau laki-laki hebat, "Sang Pemburu".

Ketika aku kecil, aku berusaha untuk membanggakan Ayahku.

Sejak aku menjalin persahabatan dengan merpati ini.

Aku menemukan kedamaian disini.

Aku suka menghabiskan waktuku dengan merpati.

Katakan padaku Ayah, apa merpati disini berbeda dengan yang di London?

Bedanya adalah merpati yang ada disini tahu aku, dan mengenalku

Mereka milik tanahku. Sedangkan merpati diluar sana melihatku seperti orang asing,

Bagaimana kau memahami itu hal berbeda? mungkin merpati diluar sana..

terbang dari sini dari tanah ini, satu mungkin tahu anda

dia mengenalimu. Tapi mungkin kau tak mengenalinya?

Ada apa?

Apa yang kau lakukan? / Ibuku selalu bilang...

tanah dari negeri kita memiliki kekuatan. itu bisa menyembuhkan..

Tapi ini memalukan! Siapa yang melakukan ini?

Ayah, lihat.

Ayo kita pergi. / Ayah...

Apa kau masih marah denganku soal bir itu?

Itu kekanak-kanakan. Maukah kau memaafkanku?

Aku sudah lama melupakannya.

Aku telah salah memperlakukanmu. Kau benar.

Aku tidak mengenalmu. Ayo, kita pergi.

Bu, ada apa? Kenapa memanggilku?

Nak, apapun yang dokter katakan,

aku tahu waktuku sudah habis.

Bicara yang baik, Bu. Apa yang kau bilang?

Jangan khawatir. Sudah saatnya aku pergi,

dan aku sudah punya hidup yang bahagia.

Nak, aku tidak punya hal yang kutentang dalam hidup...

Tapi sekarang kulihat Simran...

Setelah bertahun-tahun, keinginan tumbuh dalam hatiku

Aku mau melihat Simran menikah.

Sebelum dia menikah, aku tidak akan.. / Apa yang kau katakan, Bu?

Dengar nak.

Undangan pernikahan sudah disebar dari rumah ke rumah.

Semua orang tahu itu, jadi apa bedanya kalau...

pernikahannya dimajukan menjadi besok? / Benar sekali!

Pernikahannya akan dilangsungkan besok. Ya Baldev? besok saja.

baik Bu. Besok,

kita akan membawa simran pergi sembunyi-sembunyi.

Lainnya tidak ada yang akan terjadi. Jangan khawatir. Aku akan mengerjakan semuanya.

Kita naik kereta besok pagi. Aku akan menunggumu di stasiun.

Bagaimanapun caranya, kau harus bawa Simran bersamamu.

Apa yang terjadi, terjadilah.

Apa kau dengar?

Aku tahu ini bukan jalanmu. kamu tidak mau mendapatkan Simran dengan cara begini.

Tapi nak, sekarang semua sudah terlambat. Jika kau mencintainya...

jika kau mau menghabiskan sisa hidupmu bersamanya, kamu harus membawanya pergi. Paham?

Aku mohon Raj, bawa aku pergi dari sini! Kau tak tahu bagaimana Ayahku!

Kita harus pergi dari sini. Harus! / Aku datang untuk membawamu sebagai pengantinku.

Aku akan membawamu hanya dengan izin dan restu Ayahmu.

Apa yang akan terjadi besok, aku tidak tahu.

Apa yang akan kulakukan besok, aku tidak tahu.

Tapi kau harus percaya padaku,

Apapun yang akan kulakukan besok, itulah yang terbaik untuk kita.

Apa kau mencintaiku?

Apa kau percaya padaku?

Ini hanya masalah waktu, sebelum kau membawaku pergi.. benarkan?

O Mann Mitra.. "Oh jiwa yang suci.."

O Mann Meeta.. "Oh cintaku.."

De.. Tainu Rabde.. "Aku berharap Tuhan..."

Havaale Keeta "Menjagamu dalam lindunganNya"

Duniya Ke Dastoor Hain Kaise "Apa adat istiadat ini aturan dunia?"

Paagal Dil Majboor Hain Kaise "Mengapa hati yang gila ini dalam paksaan?"

Ab Kya Sunna Ab Kya Kehna Tere Mere Beech Hi Rehna "Apa mau didengar dan Apa mau dikata sekarang? semua ini tetap antara kita berdua"

Khatam Hui Ye Aankh Micholi, Kal Jaayegi Meri Doli "Permainan petak umpet ini sudah berakhir, Besok kekasihku akan menikah"

Meri Doli Meri Arthi Na Ban Jaaye Re "Jangan biarkan tandu pernikahan ini menjadi tempat pemakamanku"

Simi, turunlah, cepat! Saatnya menghiasmu dengan henna.

O Mahire.. "Oh Kekasih.."

O Chanve.. "Oh Belahan Jiwa.."

Be Jindava.. "Kau hidupku.."

O Sajna.. "Oh Cintaku.."

Ayah, Aku ingin mengatakan padamu

Kau benar. Aku tak mengenalmu.

Kau masuk dalam rumahku, dan menjadi keluargaku...

dengan memainkan kehormatanku?

kamu sudah menipuku! kamu sudah salah gunakan kepercayaanku!

Kau sudah mempermainkan kebaikan kami?

Beraninya kau punya hubungan dengan Simran?

Apa kamu bermimpi akan menikahi Simran? kamu tidak bisa mengurus dirimu sendiri,

Bagaimana kau bisa menjaga Simran?

Aku benar tentangmu. Pembohong, bajingan sepertimu takkan bisa memperbaiki diri

hanya akan jadi pecundang.

Tidak Ayah! Tidak!

Sudah kubilang, bawa aku pergi dari sini. Tak ada yang peduli dengan cinta kita!

Sudah kubilang, bawa aku lari? / Tidak Simran, tidak.

Kau hanya bisa lari dari orang asing,

Kemana kita akan lari dari diri kita sendiri?

bagaimanapun, Orang tua adalah orang tua kita

Sepanjang hidup kita, mereka sudah membesarkan kita. Mereka memberi kita banyak cinta,

Soal hidup kita, mereka dapat memutuskan lebik baik dari kita.

Kita tak seharusnya membuat mereka sedih hanya untuk kebahagiaan kita.

Ayahmu benar. Aku pembohong, penipu..

meski berbohong untuk kebahagiaanmu, bohong tetap saja bohong.

Ayahmu benar. Aku tak layak untukmu

dan lihat akibat aku tak bisa melihat hal lainnya, selain kamu

dan lihat juga akibat aku tak bisa mengingat hal lain, selain kamu

Ayah benar. Aku berandalan.

Bagaimana mungkin aku menikahimu?

meski berandalan ini tergila-gila padamu?

Cinta bukanlah segalanya, kan?

Ayahmu benar, Simran

Ayahmu benar.

Ini dia Ayah. Ambillah putrimu..

aku kesini bukan untuk menghancurkan hati orang-orang,

aku hanya ingin memenangkan cintaku.

Mungkin aku terlalu berharap,

mungkin karena itulah aku gagal.

Jika kau pikir Kuljeet akan membuat Simran bahagia...

kau sudah benar.

Apa yang terbaik buat Simran, Kau lebih tahu dari yang lain.

Maafkan aku.

Maafkan, aku Preeti.

Aku tahu aku telah menyakitimu.

Dimana Simran, Raj? Raj, mana Simran?

Dia akan datang, Ayah. Dia akan datang.

Ayahnya akan membawanya kesini. Sendiri..

Dia akan...

Aku tak mau dengar apapun lagi. Pergilah dari sini.

Anakmu sudah menipu kami semua. Dia sudah menunjukan kepada kami, siapa dia

Aku takkan biarkan seorang pembohong menikahi putriku! / Cukup!

Aku bangga dengan anakku.

Kuljeet dan Raj berkelahi di stasiun.

Kita harus kesana! Bisa-bisa ada yang terbunuh!

Ayo.

Ikut aku Simran.

Berhenti.

Biarkan aku pergi, Ayah! Aku mohon.

Raj adalah hidupku, aku tak bisa hidup tanpanya.

Biarkan aku pergi dengan Rajku.

Aku mohon. Biarkan aku pergi dengan Raj.

Pergilah Simran.

Tak ada yang mencintaimu lebih dari dia.

Pergilah anakku. Pergilah bersama Rajmu.

Pergilah Simran. Bahagiakan hidupmu.

Pergilah anakku, pergilah.

Dikota besar, sering terjadi masalah kecil.

kekasih.. Kekasih.. akan membawa pengantinnya pergi..

Mari... Jatuh Cinta

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.