All language subtitles for Doctor.2012.KOREAN.AMZN.WEBRip.AAC2.0.x264-PTerWEB

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

DOKTER

Kenapa tatapanmu begitu? Ada sesuatu di wajahku?

Kau sangat cantik...

Kenapa tertawa seperti itu?

Maaf?

Kau barusan menyeringai!

Menyeringai?

Tidak. Aku hanya bahagia...

Lalu kenapa menyeringai seperti itu?

Aku benci orang menyeringai seperti itu ketika aku sedang bicara.

Rasanya merendahkan.

Maaf. Ini salahku.

Aku benci saat kau menunjukkan masa lalumu yang vulgar.

Itu menjijikkan. Paham?

Ya. Itu takkan terulang lagi.

Omong-omong, dasi ini...

Ini kau yang memilihkannya pagi ini?

Tidak bergaya sama sekali.

Maafkan aku.

Aku tetap akan memakainya,

tapi sekarang terasa menyebalkan.

Tidak bergaya!

Sialan!

Ah! Tidak, tidak!

Ini salah!

Tidak bergaya!

Tidak!

Maafkan aku telah bertingkah menyebalkan pagi ini.

Tidak... ini salahku.

Hari ini aku akan pulang terlambat.

Ada operasi pasien sore hari.

Baik. Telepon aku ketika meninggalkan kantor,

jadi bisa kusiapkan makan malam.

Ulurkan tanganmu.

Kau segalanya bagiku, jadi jangan mengecewakanku.

Paham?

Baik.

Sampai nanti.

Di sini neraka! Dasar sakit jiwa!

Aku sangat muak dengan musik ini!

Aku muak dengan gaya rambut ini.

Tampak lebih baik.

Aku tak bisa bernapas...

Ya...

Dia baru berangkat kerja.

Si sakit jiwa tadi marah-marah.

Membuatku merasa seperti sampah.

Entah.

Bagaimana aku bisa tahu apa yang dia rasakan?

Kau jadi datang, kan?

Oke... Baiklah...

Segeralah kemari.

Hei, siapa itu?

Sial, itu Ibu.

Ibumu? Apa yang harus kita lakukan?

Kau berpikir apa? Cepat pakai bajumu!

- Celana dalamku! - Di sana.

Dia sedang apa? Apa di rumah tidak ada orang?

Kau! Berhenti!

Minggir!

- Ibu mau apa? - Menangkap bajingan itu!

Lalu apa?

Apa?

Memberitahu para tetangga kalau aku selingkuh?

Itu yang Ibu mau?

Ya Tuhan!

Apa rencanamu? Kau ingin mengacaukan semuanya?

Pulanglah jika Ibu ke sini untuk mengomeliku.

Aku tak ingin mendengarnya.

Apa?

Sudah Ibu bilang jangan merokok!

Aku hanyalah manusia! Ibu ingin aku mengatasinya?

Kau sendiri menentukan pilihan.

Kenapa tiba-tiba begini?

Aku tak tahu dia bakal secabul itu.

Setiap hari! Rambut dan ekspresi wajah yang sama!

Aku mau menghilangkannya!

Tak ada yang menyuruhmu hidup seperti ini selamanya.

Dalam beberapa tahun lagi, kau bisa menceraikannya.

Jadi setidaknya kau bisa dapat tunjangan yang layak.

Belum cukupkah yang Ibu peroleh?

Ibu membeli rumah, mobil.

Cobalah jadi pertunjukan setiap malam, telanjang, melakukan yang dia perintahkan.

Lakukan itu dan lihat apa Ibu bisa tahan sehari.

Aku akan segera bercerai, paham?

Halo.

Hei.

Oh, ini untukmu.

Terima kasih.

Permisi, pak!

Kartu anggotanya?

Baru pertama kali ke klub kami?

Ke sini mau mendaftar?

Pria yang barusan masuk...

Oh, pelatih?

Pelatih? Dia bekerja di sini?

Ya, tapi kenapa menanyakannya?

Tak apa.

Selamat pagi, Dr. Choi!

Dr. Choi...

Masuk!

Dokter baik-baik saja?

Aku barusan berlari karena terlambat. Itu saja.

Oh, baiklah.

Pasien operasi kelopak mata yang dijadwalkan pagi ini sudah menunggu.

Dokter mau istirahat dulu?

Tidak perlu!

Persiapkan sekarang!

Baik.

Pisau bedah!

Tunggu sebentar.

Ada apa?

Ada yang harus kukatakan. Hanya sebentar saja.

Kumohon, hanya sebentar.

Ada apa?

Apa ada yang terjadi pada Dokter hari ini?

Apa maksudmu?

Tangan Dokter gemetaran.

Gemetaran? Tanganku?

Kau salah.

Tidak. Aku sungguh melihat pisau bedahnya gemetaran sebelum menyentuh mata pasien.

Maksudmu tanganku gemetaran?

Tidak, hanya saja...

Pernahkah aku melakukan kesalahan dengan pasien?

Jawab. Pernahkah?

Tidak.

Kalau begitu diam. Ayo masuk.

Pisau bedah!

Brengsek!

Apa!

Oh lihatlah, tangan kasim gemetaran.

Dasar jalang!

Dr. Choi!

Dr. Choi, ada apa?

Kumohon! Dokter, tenanglah!

Ada apa dengan Dokter?

Lepaskan aku!

Ada apa dengan Dokter? Sadarlah!

- Nona Jung! - Lepaskan aku!

Nona Jung, tunggu sebentar. Nona Jung!

Hei, apa yang terjadi?

Dokter itu gila!

Apa?

Nona Jung!

Maafkan aku. Kurasa ada kesalahpahaman...

Kesalahpahaman? Kau lihat ini?

Ini apa?

Dokter itu mencoba mencekikku! Lihat!

Benarkah?

Kenapa aku bohong? Kalian melihatnya!

Tidak, bukan seperti itu...

Di mana si brengsek ini!

Tunggu, memangnya kau mau ke mana?

Dasar brengsek!

Brengsek! Kenapa melakukan itu?

Kau coba membunuh pacarku? Ayo bicara!

- Kubunuh kau, brengsek! - Tenanglah.

Pak, tolong tenanglah.

Lepaskan aku, aku bersungguh-sungguh! Hei, kau kemari!

Rumah sakit apa ini? Akan kutuntut kalian!

Anggap saja usaha kalian sudah ditutup!

Kami minta maaf. Nona Jung, kami benar-benar minta maaf.

- Ayo. - Kami benar-benar minta maaf.

Maaf.

Kami minta maaf.

Kami minta maaf.

Nyonya.

Mau masuk?

Sudah satu jam.

Kami batalkan semua janji sore ini.

Kami tak bisa menunggu.

Dia melarang kami masuk. Bagaimana jika dia marah?

Terserah jika dia mau marah.

Serahkan saja padaku.

Dr. Choi.

Dokter baik saja?

Kenapa? Kau ini bicara apa?

Apa?

Kau mau terus menghalangiku?

Kau mau pergi?

Ada alasan aku tak harus pergi?

Tidak... tidak.

Tapi jika kau pergi seperti ini...

Aku pergi.

Kalian pergi juga setelah selesai.

Paham?

Dia kehilangan kendali, ya?

Ada apa dengannya?

Dia bertingkah lebih gila di ruang operasi, ya kan?

Aku ragu dia gila.

Mungkin respon sesaat atas syok yang dialami.

Syok? Syok seperti apa?

Mana kutahu?

Aku tak pernah makan siang dengannya selama 10 tahun di sini.

Kalau dipikir-pikir, kami belum pernah pergi makan dengan dokter.

Besok, kita akan tahu apa dia benar-benar gila.

Ayo, semuanya.

Ya.

Ini pesanan sup ikan dan lauk pauknya.

Kau bilang 37 ribu won, kan?

- Ya. - Tunggu sebentar.

Paha diluruskan. Ya, luruskan.

2, 1.

Kali ini lebih cepat, 2.

Kau punya tubuh yang sangat bagus.

Tuan Kim...

Ada apa?

Ada yang ingin bertemu denganmu.

Denganku? Siapa?

Entahlah.

Dia tak mau menyebutkan nama, hanya bilang kau sudah kenal.

Sungguh?

Permisi sebentar.

Halo.

Dasar brengsek!

Maafkan aku.

Kau sadar apa yang terjadi pada pria yang main-main dengan perempuan yang sudah menikah?

Akan kubuat mudah.

Aku tahu semuanya, jangan bermimpi bertemu lagi dengannya.

Jika aku memergokimu, akan kubunuh kau.

Paham?

Kau ibunya, tapi jadi germo putrimu.

Ketika kupikir aku akan hidup senang berkat dirinya,

putriku harus berbuat ini.

Dia pasti meniru perangaiku.

Mau apa dia ke sini?

Sebentar.

Silakan masuk.

Bagaimana kabar Ibu?

Oh, aku baik saja,

tapi apa yang membawamu kemari?

Tidak senang bertemu menantu yang sudah lama tak bertemu?

Bukan begitu. Hanya terlalu mendadak, itu saja.

Silakan masuk.

Kau yakin semuanya baik saja?

Tentu saja. Aku hanya mampir.

Hanya?

Aku merasa sudah sedikit lalai.

Jangan bilang begitu. Sudah banyak yang kaulakukan untuk kami.

Itu tak sebanding dengan putri cantik yang Ibu berikan.

Kau terlalu rendah hati...

Ayo, silakan duduk.

Kemari.

Mau minuman yang dingin?

Tidak, terima kasih.

Biar kuambilkan sesuatu.

Tidak usah. Duduklah.

Soon-jung bersikap baik akhir-akhir ini?

Ya, dia baik.

Semua berkat Ibu.

Aku tak melakukan apa pun.

Sebenarnya, aku baru dari rumahmu.

Rumahku?

Ya, aku membawakan masakan kesukaanmu.

Benarkah? Kalau begitu aku juga datang di saat yang tepat.

Apa maksudmu?

Aku ingin memberi Ibu hadiah.

Hadiah?

Sedikit botox untuk Ibu.

Apa? Oh, tidak perlu...

Bukankah beberapa hari yang lalu Ibu mengatakannya pada Soon-Jung?

Kalau Ibu ingin tampak lebih muda?

Dia seharusnya tak bilang itu padamu.

Itu hanya basa-basi.

Beruntung Ibu punya menantu seorang dokter.

Aku punya segalanya di sini, jadi jangan menolak.

- Oh, baiklah,... - Ini akan selesai dalam sekejap.

Ibu seharusnya datang ke rumah sakit,

tapi kurasa Ibu lebih nyaman di sini.

Kebetulan aku ada waktu.

Tak usah terburu-buru. Kau baru datang.

Semua beres. Ini sangat mudah.

Tetap saja..

Berbaringlah di sini.

Kuharap aku tak terlalu berlebihan.

Di sini?

Ya, buat Ibu senyaman mungkin.

Terima kasih.

Ibu akan merasa seperti dicubit saat ini disuntikan.

Tutup mata Ibu.

Silakan buka mata!

Kau lebih buruk dari putrimu. Dasar pelacur!

Hai. Kau pulang lebih awal dari yang kukira.

Ya, operasinya lebih mudah dari yang kukira.

Bagus.

Ada janji pasien yang dialihkan.

Kalau tidak pasti bakal lama.

Aku mengerti.

Ini.

Apa ini?

Aku bawakan sedikit daging untuk kita.

Sungguh? Kau bahkan tak suka daging.

Aku pulang dan teringat dirimu.

Kubawakan ini untukmu. Ini sangat spesial.

Spesial?

Kau akan tahu ketika mencicipinya. Pasti rasanya akan lezat.

Ingin kupersiapkan sekarang?

Tentu. Ambilkan anggur juga.

Aku akan segera keluar.

Begitu banyak cara menjadi brengsek.

Aku baru saja memasak semuanya... Aku benci ini.

Aromanya harum, bukan?

Tidak mirip sirloin atau tenderloin. Apa ini?

Daging paha.

Apa?

Paha bagian dalam dari sapi. Ini langka.

Benarkah? Tak pernah dengar soal paha bagian dalam.

Itu sebabnya langka.

Pertama, minum anggur.

Baik.

Bersulang.

Hei, sepertinya dagingnya sudah matang.

Cobalah.

Enak?

Enak. Rasanya beda.

Sungguh? Nikmatilah.

Kenapa hanya aku sendiri yang makan? Cobalah.

Tak apa. Aku tak ingin.

Kenapa?

Aku membawanya bukan untukku.

Kau tahu aku tak suka daging.

Ayolah, aku tak bisa makan sendirian. Cobalah.

Tak usah pikirkan aku.

Aku akan makan nanti. Teruskan.

Jangan sampai gosong. Daging gosong tidak enak rasanya.

Pelacur gila!

Kaukira sedang makan daging sapi?

Ini bukan daging sapi?

Bukan.

Kenapa kau berbohong?

Kalau bukan daging sapi, lalu apa?

Kau sangat ingin tahu, bukan?

Aku juga sangat ingin melihat tampangmu...

... ketika tahu daging apa ini.

Ingin kuberi tahu? Soal daging ini?

Itu telinga ibumu.

Kuambil sebagai kenang-kenangan.

Dan daging yang kaumakan itu paha ibumu.

Kau baru saja memakan ibumu.

Merasa muak, kan?

Itulah yang kurasakan pagi ini, karena dirimu!

Pelacur kotor! Kau menipuku? Di rumahku?

Kaupikir aku tidak tahu?

Di rumah ini tercium bau busuk tubuhnya.

Tubuhmu, kasurku, bahkan kamar mandi.

Dasar mesum.

Aku memungut dan menjadikanmu terhormat, tapi ini yang kuterima sebagai balasannya?

Jangan mendekat atau kubunuh kau.

Membunuhku?

Jadi kau dan pria itu berencana membunuhku?

Tidak, jangan mati dulu.

Setelah semua rasa sakit yang kauberikan, kau jangan mati semudah ini.

Jangan mati dulu!

Tidak! Jangan mati.

Kau akan jadi bunga. Aku akan membuatmu jadi bunga.

Lalu kau bisa duduk diam denganku. Itu yang seharusnya kaulakukan.

"Bagai orang cabul miskin yang mencium dan menggigit."

"Menyiksa payudara seorang pelacur tua."

"Kita mencuri demi kenikmatan tersembunyi."

"Kita memeras dengan keras seperti memeras jeruk."

"Jika perkosaan, racun..."

Kita ada operasi melipat kelopak mata kemudian rahang.

Kau mau yang mana?

Sudah kubilang untuk membatalkan operasi hari ini.

Apa tak masalah?

Jangan khawatir. Akan kutangani.

Pagi!

Ya, pagi yang cerah!

Dokter terlihat ceria hari ini.

Ya! Aku merasa seperti berjalan di udara.

Sepertinya Dokter sedang berbahagia.

Semuanya kembali normal. Kemarin buruk sekali.

Itu bagus. Aku senang Dokter kembali.

Omong-omong, mari kita selesaikan pekerjaan hari ini.

Kita harus mengejar ketertinggalan kemarin, benar kan?

Dokter siap?

Itu selalu jadi masalahmu. Kau kurang percaya padaku.

Suruh masuk semuanya.

Akan kutangani mereka semuanya!

Kurasa dia sudah lupa kejadian kemarin.

Tidak, sekarang dia membuatku lebih khawatir.

Kenapa?

Hari ini dia tampak lebih gila.

Aku belum pernah melihat perubahan suasana hati seperti itu.

Menurutmu dia tidak normal?

Kurasa dia punya kepribadian ganda.

Cukup parah.

Itu masalah besar.

Siapa tahu? Bisa saja aku salah.

Pokoknya, lakukan tugas kalian hari ini.

Bawakan teh buat dokter.

Ya.

Aneh. Kenapa tidak kauangkat?

Hei, ini aku. Kenapa tidak kauangkat?

Kau sedang di kamar mandi?

Pokoknya, telepon aku setelah dengar pesan ini. Aku harus bicara denganmu.

Aku sedang ada di dekat rumahmu. Oke?

Kau menyebutmu seorang dokter?

Tunggu sebentar, Nyonya.

Ini hal paling gila yang terjadi padaku.

Dokter gila.

Ada apa, Nyonya?

Ada apa?

Kau mengirimku ke orang gila itu dan bertanya ada apa?

Tolong tenanglah, dan beritahu kami yang terjadi...

Lepaskan aku!

Jika ingin tahu, tanya sendiri pada psikopat itu.

Apa yang terjadi? Dia bertingkah gila?

Sudah jelas kalau pikirannya sedang terganggu.

Sial.

Kau tak boleh diam saja! Banyak klien sedang menunggu.

Jika kau sangat penasaran, masuk sana.

Aku mau kembali ke pekerjaanku.

Dr. Choi!

Dr. Choi!

Pelacur gila, pelacur gila, pelacur gila,

Pelacur gila, pelacur gila, pelacur gila,...

Dokter!

Apa?

Apa yang terjadi pada wanita yang barusan pergi?

Apa maksudmu?

Dia sangat kesal.

Kesal? Kenapa?

Dialah yang membuatku kesal! Dasar pelacur gila...

Aku tak paham maksud dokter...

Kau melihatnya.

Siapa yang takkan kesal dengan wajah itu?

Potong dan jahit dari klinik murahan... Dasar pelacur gila...

Lalu?

Lalu kubilang padanya kalau aku ingin merobek wajahnya!

Dokter bilang apa?

Apa aku berbuat salah?

Kenapa kau berdiri di situ? Kau tidak bekerja?

Suruh masuk pasien berikutnya!

Baik, Dok.

Pelacur gila, pelacur gila, pelacur gila,

Aku tidak menyukai dia.

Kenapa dengan tangan ini? Ini tak boleh terjadi...

Masuk.

Dokter mau mengusirku seperti wanita tadi?

Tidak. Masuklah.

Kenapa menatapku seperti itu?

Kau cantik.

Apa yang mau diperbaiki?

Payudaraku.

Payudara?

Payudaramu terlihat kecil.

Apa yang kauinginkan?

Aku ingin punyaku jadi lebih besar dan padat.

Coba kulihat.

Sedikit implan dari bawah...

... pasti berhasil.

Tekstur yang lebih baik... tampilan yang lebih baik.

Apa dokter punya perasaan yang tidak pantas denganku?

Mungkin.

Dokter tak merasa bersalah pada istrinya?

Tidak sama sekali!

Kenapa?

Aku akan menyingkirkannya.

Selamat pagi. Kau datang lebih awal hari ini.

Ya.

Tuan Kim, tunggu sebentar.

Ada apa?

Kemarin aku lupa memberitahumu sesuatu.

Beritahu apa?

Kemarin ada pria aneh mencarimu.

Pria aneh?

Seorang pria?

Ya. Dia mendatangiku dan menanyakan pekerjaanmu.

Lalu?

Lalu kuberitahu dia kalau kau bekerja di sini.

Tapi dia terlihat dan bertingkah aneh.

Aneh bagaimana?

Maksudku, dia memegang palu besi yang besar.

Dia membawa palu?

Ya, itu membuatku takut, lalu aku coba memberitahu pegawai yang di dalam,

tapi dia sudah pergi, jadi aku lupa soal itu.

Bagaimana tampangnya?

Berumur sekitar 50an. Memakai setelan rapi.

Sungguh? Siapa kira-kira dia?

Oh, dia keluar dari lift bersamaan denganmu.

Kau tidak ingat?

Dia satu lift denganku?

Oh, ya! Aku ingat!

Mungkinkah dia...

Apa dia mengenalmu?

Tidak. Terima kasih.

Ada apa ini?

Sial, apa telah terjadi sesuatu?

Ini sangat mahal. Tidak semua orang mampu membelinya.

Itu sungguh bisa mengencangkan kulit?

Tentu.

Dibuat dengan plasenta asli. Ini sangat berharga.

Aku dapat suntikan mahal ini secara gratis.

Ini sungguh hari keberuntunganku!

Tidak hanya hari ini.

Aku menyukaimu, mulai sekarang kau beruntung selamanya.

Akan terasa menyengat.

Terasa luar biasa, bukan?

Kenapa aku mengantuk?

Jangan coba bangun. Tak ada gunanya.

Sekarang kau milikku.

Jadi kau harus tampak seperti yang kuinginkan.

Aku akan membuatmu cantik!

Kerja yang bagus.

Terima kasih.

Mereka akan mengatur jadwalmu berikutnya.

- Baik. - Sampai nanti.

Aku capek sekali.

Sudah hampir jam makan siang?

Makan siang apa ya...

Ya, ada apa?

Kau harus pergi ke ruang operasi.

Ruang Operasi? Kenapa? Kita tak ada jadwal hari ini.

Dokter tiba-tiba bilang sedang melakukan operasi.

Apa?

Young-ran masuk membantu.

Kata Dokter operasinya bakal lama, dan memulangkan semua pasien lainnya.

Baiklah.

Dia mulai gila.

Dia benar-benar sudah gila.

Apa yang kaulakukan?

Menurutmu apa? Aku sedang mengoperasi!

Semua ini sekaligus?

Tanpa anestesi? Tanpaku?

Kenapa tidak? Aku bisa melakukannya.

Kau gila!

Kau bilang apa?

Hentikan jika kau tak ingin membunuh pasien.

Jika aku tidak mau?

Kalau begitu lakukan sesukamu!

Dasar bajingan gila.

Ya, ini aku.

Ada lowongan di rumah sakit? Usahakan agar aku masuk.

Aku tak bisa tinggal di sini.

Sudah kubilang kemarin. Dokternya sudah gila.

Bajingan sakit jiwa... Pasien bukan kelinci percobaan.

Sekarang dia sedang mengoperasinya.

Aku akan melaporkan dia.

Dia benar-benar sinting. Sakit jiwa, aku...

Sakit jiwa?

Kau menyebutku sakit jiwa?

Si jalang itu membuatku membuang-buang waktuku.

Apa yang terjadi dengan kepala perawat?

Aku memecatnya.

Kita tidak butuh orang yang tak punya rasa hormat.

Pisau bedah!

Musik.

Operasi plastik yang menawan... coba kita lihat...

Tidak, bukan di sini.

Operasi plastik Choi In-bum...

Itu dia orangnya!

Jadi, dia tahu siapa aku.

Sejak kapan?

Sial!

Terlalu kecil. Kita harus mengubah ukurannya.

Berikan yang besar.

Menurutku, Dokter harus menjahitnya sekarang.

Apa maksudmu?

Tekanan darahnya menurun. Kurasa terjadi pendarahan yang berlebihan.

Dia dalam bahaya.

Kau tahu apa?

Berikan itu padaku!

Sekarang!

Aku tak mau melakukan ini!

Apa?

Maaf. Aku berhenti.

Pelacur yang tak tahu diri harus lenyap.

Ada apa?

Aku merasa mendengar sesuatu.

Bukan apa-apa.

Nona tak sengaja menjatuhkan sesuatu.

Oh...

Jangan menggangguku sampai operasinya selesai.

Sekalian kunci pintu rumah sakit ini. Paham?

Baik.

Halo, Operasi Plastik Choi In-bum.

Dokternya ada?

Ya, dia sedang mengoperasi. Ada yang bisa kubantu?

Jadi dia tak bisa menerima telepon?

Ya, operasinya mungkin lama.

Jika mau meninggalkan pesan...

Tidak usah. Akan kutelpon lagi nanti.

Apa yang terjadi?

Jika dia sedang bekerja, Soon-jung seharusnya sendirian.

Kenapa dia tak menjawab telponku?

Itu juga terlalu kecil.

Yang ini pas.

Tidak... tetap bersamaku.

Tetap bersamaku!

Soon-jung, kau jangan mati.

Soon-jung, bangunlah.

Soon-jung, bangun. Bangun.

Soon-jung... bangun.

Soon-jung... bangunlah... Kumohon, bangun.

Soon-jung, bangun.

Bangunlah. Kumohon. Soon-jung...

Sial. Semuanya sia-sia.

Aku salah pilih.

Kurasa kau bukan orang yang tepat.

Aku sangat lelah. Aku mau pulang.

Brengsek. Apa aku berlebihan?

Sedang apa kau di sini?

Apa?

Kenapa kau tidak pulang?

Dokter.

Itu sebabnya kau tak mengangkat telponya? Kau sedang ke sini?

Dokter, ini aku. Perawat Kim.

Perawat Kim, sialan.

Kenapa Dokter berpakaian begitu?

Kenapa dengan bajunya? Siapa yang menyuruhmu memakai baju itu?

Apa itu yang dia sukai?

Dokter...

Dasar pelacur!

Seharusnya aku tak memilih sampah sepertimu.

Kau kegagalan, jadi kau harus mati!

Mati! Mati!

Kau mau ke mana?

Tidak cukupkah kau menipuku, jadi kau berusaha membunuhku?

Dasar pelacur!

Pelacur... Dasar pelacur...

Dasar pelacur...

Dasar pelacur!

Soon-jung!

Soon-jung!

Pekerjaan orang gila!

Tunggu sebentar...

Soon-jung, Soon-jung... Soon-jung...

Cepat! Cepat!

Sial! Sepertinya dia menyelesaikan pekerjaannya sampai tuntas.

Benar-benar seorang psikopat.

Kurasa dia sudah pergi.

Di sinikah?

Soon-jung, kau baik saja?

Ini aku. Young-gwan.

Tak apa. Ini aku.

Jangan khawatir. Kita di rumah sakit.

Dan polisi sedang mengejarnya. Mereka akan segera menangkapnya.

Semua sudah berakhir, Oke?

Dan ibuku?

Apakah bajingan itu membunuh ibuku?

Semua ini karena aku.

Karena aku, keangkuhanku.

Aku wanita jalang. Ini salahku...

Jangan begitu.

Aku seharusnya melindungimu.

Ini salahku juga.

Mulai sekarang aku akan mengurusmu.

Jadi jangan khawatir, oke?

Ini Park Soon-jung sebelum operasi plastik.

Dan ini Park Soon-jung yang berada di rumah sakit.

Dari yang satu ini ke yang ini?

Keduanya hasil keterampilan tangan.

Menurut keterangan perawat yang selamat,

dibutuhkan 13 kali operasi dalam waktu setahun setengah.

Tapi masalahnya, kenapa dia harus tinggal dengan wanita seperti ini?

Dia tidak terlalu cantik.

Dia dokter bedah plastik.

Mereka tidak menyukai wanita tiruan.

Perhatikan.

Apa ini?

Mereka temukan di ruang belajarnya.

Apa... foto lain dari Park Soon-jung?

Bukan, ini orang lain.

1986... itu hampir 30 tahun yang lalu?

Itu sebabnya gadis ini berbeda.

Maksudmu kalau Park Soon-jung adalah tiruan dari wanita ini?

Seperti itulah.

Kalian tahu siapa ini?

Hanya foto itu yang kami punya,

makanya kita harus menangkap Choi In-bum untuk mengetahui lebih banyak.

Sudah jam 2?

Soon-jung!

Kenapa... Apa yang terjadi?

Katakan. Kenapa kau tak bisa bicara?

Soon-jung!

Soon-jung, bicaralah padaku!

Bicara padaku, Soon-jung!

Akan kubunuh kau, brengsek!

Ada apa? Katanya mau membunuhku?

Brengsek. Tak pernah bisa berkelahi.

Terlihat bagus!

Tunjukkan padaku kekuatanmu. Seperti saat kau menyetubuhinya.

Kenapa kau begitu lemah?

Ayo, lawan aku, brengsek.

Setidaknya memohonlah dengan mulutmu demi nyawamu, brengsek!

Dasar brengsek...

Brengsek! Akhirnya merasa lega.

Tak perlu takut.

Aku takkan membunuhmu.

Apa bagusnya membunuhmu? Tak ada gunanya.

Aku membunuhnya.

Dia cinta pertamaku. Cinta pertamaku...

Aku sangat mencintainya.

Kau ingin tahu kenapa aku membunuhnya?

10 tahun lebih aku naksir padanya sebelum akhirnya aku berani mengungkapkanya.

Dia hanya tertawa.

Seperti itu bukan apa-apa.

Jadi aku membunuhnya.

Dia melukai harga diriku dan aku sangat marah, aku tidak tahan.

Jadi aku membunuhnya.

Kau merasa penuh harapan karena aku takkan membunuhmu?

Tidak. Itu bukan harapan. Itu putus asa.

Sakit untuk kehidupan.

Aku akan mati.

Kenapa?

Karena aku tak mau merasakan sakit.

Tapi... aku harus mengambil wajah ini.

Jangan menolak.

Bagaimanapun, aku yang membuatnya. Untukku.

Jika aku pergi, wajah ini harus ikut denganku.

Benar kan?

Aku sudah muak dan capek dengan wajah ini...

Ada apa?

Ada apa?

"1 Tahun Kemudian"

Ya, masuk.

Selamat datang.

Silakan duduk.

Bagaimana rasanya, Sung-gyu?

Baik.

Kau gugup?

Ya, sedikit.

Aku akan membuka perbannya.

Dokter, pasien darurat!

Dokter, pasien darurat!

Dokter!

Apa yang terjadi di sini?

Tolong. Kau harus menggeserkan tanganmu.

Terlihat sangat bagus. Kurasa kau akan menyukainya.

Boleh pinjam kaca?

Tentu.

Ini akan bisa...

Sekarang aku bisa memulai hidup baru.

Tak menyangka aku hampir mengacaukan semuanya demi cinta yang tak berharga.

Sungguh bodoh.

Kau tidak menyukainya?

Aku menyukainya.

Kecuali untuk satu hal.

Satu hal?

Namaku.

Maaf?

Namaku dulunya In-bum...

Aku sangat menyukainya.

Tapi, apalah arti sebuah nama?

Diterjemahkan Oleh BlackSpiders

IDFL Subs Crew Member Kunjungi kami di http://idfl.me

Movie, West-Series, K-Drama, Anime, Music, Software, Subtitle and Many More

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.