All language subtitles for Love.Me.Love.Me.Not.2020.JAPANESE.720p.BluRay.x264

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional) Download
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Aku ingin memperkenalkan padamu para pegawai baru.

Dia lulusan dari universitas ternama jurusan manajemen bisnis.

Kami memilihnya dari 25 kandidat di posisi yang sama.

Dia akan bekerja di departemen operasi di bawah arahan Mr.Wales.

Bantulah dia, karena ini pertama kalinya dia bekerja di perusahaan.

Dia juga akan berkontribusi...

Andai saja ada metode supaya semua orang bahagia.

Siapa pun itu, tidak ingin tersakiti.

Sebisa mungkin, kami ingin tertawa.

Sampai kapan pun, kami terus menentukan pilihan demi hal itu.

Seharusnya.

MENCINTAI & DICINTAI MENOLAK & DITOLAK

Indonesian Subtitle by Wibusubs Resync/Edited by MHMMDYNX

Yuna!

Yuna!

Sakura-nya indah!

Akari, pagi.

Pagi juga!

Akari, kamu sudah punya teman?

Iya.

Karena aku sering pindah sekolah.

Jadi aku muda mencari orang yang bisa di jadikan teman.

Oh, begitu.

Omong-omong, soal ini yang kemarin.

Pangeran itu maksudnya apa?

Ah.

Ya.

Aku punya buku gambar favorit sejak kecil.

Dan aku hanya melihat orang yang mirip pangeran itu.

Janji kamu jangan ketawa?

Tidak.

Aku ingin cinta pertamaku, laksana pangeran dalam buku itu.

Lalu, orang itu naik lift dekat kediamanku.

Berarti satu apartemen?

Harusnya kamu sapa saja.

Mana mungkin.

Aku sudah puas hanya dengan melihatnya saja.

Lagian, aku juga tidak terbiasa bicara sama cowok.

Kalau hanya menunggu, tapiakkan ada yang dimulai.

Apanya?

Yah, cinta!

Kamu harus bersiap menyambut jatuh cinta.

Menyambut cinta?

Bukankah cinta itu baru di sadari kalau telah jatuh cinta?

Yah Itu juga ada,

tapi memastikan perasaan satu sama lain,

dan saling meyakinkan diri,

lalu kemudian jatuh cinta.

Yang seperti itu, kesannya

terlalu rumit, jadi aku tidak mau.

Aku tak menyangka Yuna terpikat cinta sampai sejauh ini.

Pasti Akari belum pernah jatuh cinta.

Yuna, bisa bicara sebentar?

Kazu?

Ini yang kata kamu mau lihat.

Padahal tidak harus di sekolah.

Supaya tidak lupa.

Terima kasih.

Akari.

Dia yang baru saja pindah musim semi ini ke apartemen yang sama.

Yang minjam uang dari yuna?

Ternyata kita sekelas, ya?

Namaku Inui.

Namaku Yamamoto.

Kazu.

Kalau begitu, sampai nanti Yamamoto.

Dah.

Kamu bisa bicara sama cowok, tuh!

Soalnya dia teman masa kecilku.

Teman masa kecil, ya?

Eh?

Ada apa?

Bukan apa-apa?

Oh, iya. Kamarku akhirnya sudah beres, Mau main?

Boleh!

Akari, dia datang.

Iya!

Selamat datang. Masuklah.

Kenapa dia ada di rumah Akari?

Pacarnya?

Namanya Rio. Dia adikku.

Halo.

Dia sekolah sama kita,

Dan satu angkatan.

Saudara Kembar?

Jangan-jangan!

Hei Rio!

Terus,

apa yang harus kuajari?

Dia mengerjakan soal dan bertanya padamu kalau dia tidak paham?

Asal sekali.

Tidak masalah,

soalnya aku payah dalam mengajari.

Rio ini cerdas.

Mohon bantuannya.

Baiklah.

Aku ke toilet dulu.

Oke.

Akari!

Harusnya aku tidak ikut campur?

Aku tidak menyangka Rio itu Pangerannya

Sifatnya sama sekali tidak mencerminkan pangeran!

Aku tidak suka padanya.

Hanya saja dia mirip sosok yang ku damba.

Berarti, untuk sementara,

Kamu boleh tidur diranjangnya.

Mana mungkin kulakukan itu!

Ada apa?

Bukan apa-apa.

Oh, iya.

Aku mau ke miniswalayan dulu.

Mau cari camilan.

Akari!

Kamu tunggu di sini.

Kalau begitu,

Aku berangkat.

90 setara dengan 3a.

Lalu yang 4 setara dengan 2b.

Harusnya begitu, tapi sepertinya tidak pas juga.

Ini aku dapat pagi tadi di depan stasiun.

Dari cewek yang beda sekolah?

Kamu sering menerima surat seperti itu?

Kadang.

Tapi aku sudah menolaknya.

Kamu menolaknya?

Ya.

Soalnya bukan tipeku.

Ya.

Kalau beda sekolah denganmu

harusnya kamu tidak perlu menolaknya.

Aku sih tidak mau begitu.

Kenapa?

Kalau tidak ditolak dengan benar

perasaanya akan tergantung.

Tidak kuduga

Yuna bisa berteman dengamu.

Soalnya kepribadian kami beda.

Tapi.

Baguslah kalian bisa akrab.

Aneh memang, kalau pertemanan kami dimulai dari minjam uang.

Kumohon.

Hari ini aku ingin mengantar temanku.

Tapi aku lupa ponsel dan dompetku.

Boleh.

Benarkah?

Pasti kukembalikan!

Kalau begitu, bisakah kamu memberiku alamat dan nomormu?

Saat aku tahu alamatnya ternyata sama yang kutinggali.

Saat aku mendengarnya,

aku juga bilang kalau dia ditipu.

Yuna memang anak baik.

Dia sama sekali tidak punya sisi yang aneh.

Namun.

Namun?

Dia selalu menunduk.

Mungkin dia tidak percaya diri.

Tapi dia memang anak baik.

Kalau kau berkata begitu, kau juga pasti anak baik.

Aku?

Ya.

Tidak, tidak.

Kamu hanya belum tahu tentang aku.

Aku bukan anak yang baik.

Benarkah?

Walaupun sudah tahu, penilaianku tak berubah.

Bisa-bisanya dia mengatakan hal hebat dengan lancar.

Dia orang yang kikuk?

Kalau kamu,

apa punya gebetan?

Walaupun aku menyukainya, Itu tidak ada artinya.

Kenapa?

Mana mungkin aku yang seperti ini bakalan dianggap olehnya.

Orang yang berpikir begitu hanyalah orang brengsek.

Boleh kuhajar orangnya?

Tapi,

Tidak bisa kunyatakan perasaanku, karena aku pasti ditolak.

Aku tidak punya peluang dan keberanian.

Itu tidak dapat dikatakan tidak bisa menyatakan perasaan.

Aku memang tidak bisa menyatakan perasaanku.

Kamu bisa!

Kalau berpikir ada peluang.

Belum bisa dan tidak bisa itu berbeda.

Berbeda dengan kasusku.

Kasusmu?

Aku tak bisa bilang.

Karena nanti akan kacau.

Kacau?

Akari!

Akari lagi ke miniswalayan.

Maaf mengganggu!

Selamat datang!

Ketuk pintu dulu.

Maaf.

Yah, karena mendengar kalian,

sehingga ibu pikir ada dia.

Maaf.

Ibu sangat minta maaf, Rio.

Aku pulang.

Ada apa?

Dia mengira kalau mungkin aku dan kamu di satu kamar.

Sudahlah, hentikan!

Apa yang ibu pikirkan, sama sekali takkan dilakukan Rio!

Apa ibu tahu seberapa hati-hatinya kami, supaya tidak mencemaskan ibu?

Ujungnya ibu cuma mikirin diri sendiri.

Kalau ibu sangat khawatir, kenapa ibu menikah dengan ayahnya Rio?

Mereka bukanlah saudara kandung.

Maaf kalau aku berbohong.

Akari hentikan.

soalnya...

Sudahlah.

Yuna kaget.

Biar kukatakan lagi

Rio memanglah adikku!

Memanglah adikku? Kata-kata yang aneh.

Tunggu dulu.

Orang yang tak bisa dinyatakan perasaan oleh Rio..

Aku tak menganggap itu bohong.

Kamu menunggu Akari?

Iya.

Kerja kelompoknya sudah mau selesai.

Maaf soal kemarin.

Kamu tidak perlu mencemaskan hal itu

Kenapa kamu selalu melihat ke bawah?

Aku di sebelah sini.

Oke.

Sampai nanti.

Yo!

Kau adiknya Yamamoto?

Panggil saja Rio.

Biar lebih mudah.

Kalau begitu, panggil aku Kazu.

Aku sudah dengar dari Akari

Ternyata memang kita satu apartemen.

Benar.

Kamu meminjam apa?

Mad Max!

Bukan.

Bukan?

(Jalan Murka)

Maaf mengganggu!

Ya.

Hebatnya.

Ada juga barang lungsuran dari kakakku.

Kau punya kakak?

Beda 6 tahun.

Dia bertengkar dengan orang tuaku lalu pergi.

Oh. Kalian saling berbagi?

Ya, banyak hal.

Kalau kau?

Apa?

Bagaimana rasanya punya saudara kembar?

Apa kalian tahu kesukaan kalian masing-masing?

Kalau sauadara beda jenis kelamin. mungkin tidak.

Kami tidak kembar.

Orang tua kami menikah kembali.

Begitu ya.

Ya.

Oke.

Tidak tanya lagi?

Kenapa?

Aku dulu sekelas sama Akari saat SMP.

Saat itu banyak yang bertanya pada kami.

Itu bukanlah salah kalian.

Abaikan saja orang yang meributkan hal itu.

Mereka itu hanyalah ampas!

Kau suka dengan takarir atau sulih suara?

Yang pakai takarir.

Sudah kuduga.

Maaf, tolong isi ulang ini.

Oke.

Ada apa?

Maaf.

Tolong isi ulang ini.

Ada apa?

Karena banyak yang terjadi, aku menghindari kenyataan.

Karena aku bukanlah anak baik.

Kata-katamu seperti anak nakal. Curhatlah kalau kamu mau.

Aku harus selalu memikirkan

situasi di dalam rumahku.

Ibuku bercerai.

Lalu kemudian menikah, ganti nama marga, lalu pindah sekolah.

Walau kupikirkan soal ini di rumah karena masih bocah aku tak punya pilihan.

Terkadang aku ingin pergi.

Kemana?

Ke suatu tempat?

Kamu mau ke mana?

Cari jalan lain.

Hebatnya.

Di Ginza ada tempat sepeti ini, ya?

Saat aku kecil, di sebelah situ tempat yang kerlap-kerlip.

Aku berpikir seberapa luas dunia laksana impian yang ada di sana.

Aku berdebar-debar

dan coba pergi ke sana.

Bagaimana?

Sama saja.

Rumah yang belum kulihat

Reklame, dan gerbang.

Jalannya serta kedai

Ternyata sama saja seperti di sini.

Maksudnya, ke suatu tempat selain di sini itu tidaklah ada?

Ya.

Walau dipusingkan oleh keadaan orang tuamu

anak-anak hanya bisa berpikir

"mau bagaimana lagi".

Kalau tidak begitu, akan susah tinggal di sana.

Tapi kadang-kadang kita ingin berkata begini

" Maaf, ya."

"Terima Kasih"

"Aku tertolong"

Sebatas kata-kata itu.

Hati-hati!

Tak kuduga waktu cepat berlalu.

Sini.

Terima Kasih.

Indonesian Subtitle by Wibusubs Resync/Edited by MHMMDYNX

Apakah Rio hingga kini masih menyukai Akari?

Apa dia selalu berlagak baik-baik saia?

Sudah kuduga. Aku tak boleh menyukainya.

Namun.

Namun aku tidak tahu bagaimana cara berhenti suka.

Apa ada yang tidak kamu tahu?

Tidak!

Ya, aku bertemu Rio di perpustakaan

Aku pulang.

Akari!

Apa Rio bilang mau pulang untuk makan?

Tidak tahu.

Oh, begitu.

Mungkin dia akan pulang untuk makan?

Dia disana! Rio!

Tunggu dulu. Diam!

Rio lagi mengajar? Menarik juga!

Kami juga boleh ikutan?

Boleh.

Oke. Kalian belajar apa?

Aku tidak pandai pelajaran ini!

Yang ini.

Maaf.

Hari ini sudahan.

Kenapa?

Kepalaku pening.

Lain kali saja.

Membosankan!

Umm...

Maaf aku tak menyadari kalau kamu kurang sehat.

Itu bohong.

Aku tak masalah kalau belajar bareng yang lainnya.

Kalau begitu kamu akan sungkan bertanya padaku.

Semua perasaan menyenangkan ini.

Akan berubah jadi perasaan menyakitkan.

Mulai hujan.

Lari.

Hujannya makin kuat.

"Semakin kuat."

"Semakin dan semakin."

Tapi...

Itu cinta yang tidak bisa terwujud.

Deras sekali, Ya.

Aku sangat benci hujan.

Pertama ku tahu bahwa pasangan ayah adalah ibunya Akari juga saat hujan.

Aku memang berpikir begini.

Kalau kamu bisa ungkap rasa sukamu padanya, ungkapkanlah saja.

Walau aku tahu akan di tolak?

Kalau di tolak.

Kamu hanya perlu menyukai orang baru saja.

Kalau di tolak, kita tidak mati.

Kalau sudah di tolak dengan benar,

Apa aku bisa berhenti menyukainya?

Jika kamu di tolak.

Pada saat itu aku akan sepenuhnya menghiburmu.

Sudah reda.

Ayo pergi.

Ada apa?

Aku.

Menyukaimu, Rio.

Makanya, tolaklah aku.

Yuna...

Supaya perasaanku tidak digantung!

Dengan begitu...

Aku bisa jadi teman curhat yang menghiburmu saat kamu bersedih.

Padahal kamu juga tidak bisa menyatakan perasaan.

Maaf karena hanya aku saja yang merasa lega.

Maaf.

Aku juga.

Minta maaf telah berkata begitu.

dengan tidak menyadari perasaanmu.

Terima kasih telah menyatakan perasaanmu.

Tapi,

Maaf.

Iya.

Terima kasih telah mau mendengarkanku.

Tidak masalah.

Ditolak tidak bikin mati.

Bagaimana grup belajarnya?

Rio mana?

Yuna?

Setelah menumpahkan tangisnya, Yuna pun cerita.

Meskipun begitu,

Di bersyukur sudah menyatakan perasaannya.

Dia senang karena telah dibawa menuju dunia yang baru.

Aku masih belum mengetahui dunia apakah itu.

Rio!

Katanya Akari pingsan saat penjaskes.

Iya, iya, iya.

Lalu orang yang bernama Inui menggendongnya seperti Tuan Putri.

Katanya dia dibawah ke UKS.

Aku punya potonya.

Tidak usah diperlihatkan.

Sebagai saudaranya, dia tidak ingin melihat itu?

Wajarnya.

Benar juga.

Maaf.

Terima Kasih banyak.

Yamamoto.

Apa kamu sudah sehat?

Aku sudah sehat.

Untuk yang tadi...

Jangan terlalu memaksakan dirimu.

Lalu ini.

Terima kasih.

Ini tidak bakal reda.

Rumah kita, bukan kearah sana.

Katanya kamu pingsan saat penjaskes?

Iya.

Jangan terlalu merepotkan Kazu.

Kenapa?

Apa Inui bilang sesuatu tentangku?

Tidak juga.

Benarkah?

Mungkin aku memang merepotkannya.

Kamu menyukainya?

Inui bilang apa?

Sudah kubilang.

Apa kamu menyu...

Aku tak dengar apa katamu.

Tunggu.

Akari...

Kamu suka Kazu?

Kamu bicara apa?

Hentikan.

Sesama saudara bahas cinta. Rasanya menjijikkan.

Apanya saudara?

Bodoh, aku juga jadi saudaramu bukan karena mauku.

Apa-apaan perkataanmu itu?

Tidak bertanggung jawab sama sekali.

Tunggu, Rio!

Kamu marah kenapa?

Rio!

Kalau aku salah, maaf.

Aku tidak marah.

Benarkah?

Baguslah.

Hati-hati...

Terima...

Jangan melakukan ini karena terbawa arus!

Apa?

- Walau kamu terbawa arus. - Terbawa arus?

Ada hal yang baik dan buruk untuk dilakukan!

Yang barusan akan

kuanggap tak ada.

Jangan membuat upaya kita selama ini menjadi sia-sia hanya karena hal ini.

- Akari, hari ini... - Maaf.

Ada kerja, jadi pulang duluan, ya.

Akari!

Hei tunggu.

Aku menciumnya.

Ya, bikin kaget, ya?

Aku juga kaget sama perbuatanku sendiri.

Dia bilang jangan lakukan itu karena terbawa arus.

Lalu, "jangan buat upaya kita selama ini menjadi percuma."

Ternyata, dia tak izinkanku menyatakan perasaan padanya.

Sewaktu SMP

Aku menyukai Akari yang pindah ke sekolahku.

Lalu, tekadku pun sudah terbentuk.

Datanglah ke taman pukul 3 sore. Aku ingin bicara padamu.

Ayah

Halo?

Rio.

Tahukah kamu ini siapa?

Entah kenapa suara di telepon itu adalah Akari.

Rio.

Pasangan pernikahan ulang Ayahku.

Ternyata adalah ibunya Akari. Aku baru mengetahuinya saat itu.

Saat itu Akari secara kebetulan bertemu dengan mereka.

Saking kagetnya, ponselnya jatuh ke kubangan air dan rusak.

Seberapa kagetnya dia, ya?

Rasanya selamat karena dia tak baca pesanku.

Aku dengar dari Rio. Bisa kita bertemu?

Akari!

Setidaknya, izinklah aku bicara padamu.

Maaf, nanti saja setelah di rumah.

Membahas begini tak bisa di rumah, kan?

Ya Jelaslah!

Sekarang mustahil.

Apa ini? Pertengkaran saudara lagi?

Apa pertengkaran pasangan?

Yang itu?

Apa benar kalian berdua bukan saudara kandung?

Benarkah?

Kamu tak tahu?

Ya tidak tahu.

Jangan bicara seperti bocah SD

Akari!

Tunggu!

- Padamu aku ini... - Jangan!

Yuna?

Tunggu!

Yuna?

Yang begitu tidak bagus!

Terseret oleh momentum...

Aku sudah muak dengan situasi begini.

Mengapa harus selalu aku yang menahan diri dan membaca situasi?

Bukan!

Semua akan berakhir, jika kamu mengatakannya.

Kamu hanya memikirkan dirimu sendiri.

Akari, dia bercerita padaku kemarin.

Hari itu, mungkin aku dinyatakan perasaan olehnya.

Karena ini pertama kalinya dia bekerja di perusahaan.

Dia juga akan berkontribusi...

Datanglah ke taman pukul 3 sore. Aku ingin bicara padamu.

Akari?

Salam kenal. Namaku Yamamoto.

Ibu sudah pernah bilang.

Orang yang sedang ibu pacari.

Anda telah membantu ibuku selama ini.

Padahal seumuran, tapi sangat beda dengan putraku.

Putranya katanya sesekolah denganmu.

Namanya Yamamoto Rio...

Kamu kenal?

Itu adalah cara supaya tiada yang tersakiti.

Sampai saat ini, aku masih percaya itu.

Akari.

Kalau mengutarakannya, semua tak bisa di tarik lagi.

Aku tak mau itu.

Aku tak mau lagi, kalau keluargaku harus berakhir.

Rio!

Aku pulang!

Selamat datang!

Terima kasih hidangannya.

Ya!

Enak sekali.

Syukurlah.

Akari.

Aku minta maaf soal tempo hari.

Ya.

Sesuai kata Akari

Walau terbawa arus pun, ada hal yang baik dan buruk untuk dilakukan.

Maaf karena aku tak paham dan melakukan seenaknya.

Kalau kamu masih begitu, nanti beneran akan kupukul!

Iya.

Kalian bahas apa?

Tenang saja, hanya pertengkaran saudara.

Benar.

Karena dia sudah minta maaf, aku akan memaafkannya.

Benarkah?

Baguslah kalau begitu.

Yang akrab, ya.

Begitulah katanya.

Kalau begitu, aku kembali ke kamar.

Silakan.

Akari.

Maaf telah membuatmu berjuang sendirian.

Lalu.

Terima kasih telah pura-pura berbohong.

Soal Akari, aku sudah menyelesaikannya.

Rasa sukaku menjadi rumit.

lalu entah sejak kapan menjadi obsesi.

Rasanya aku akhirnya bisa melepaskan semua itu.

Semua ini berkatmu.

Terima kasih telah menghardikku.

Syukurlah.

Kenapa kamu yang menangis?

Soalnya...

Dia yang membawaku keluar dari tempat yang menyakitkan itu.

entah sejak kapan telah melampauiku.

dan selalu berjalan lebih dulu dariku.

Padanya tanpa sadar mataku tertuju.

Melalui tutur kata ini, aku ingi menyatakan.

bahwa impian masa depanku masih belum jelas.

Namun aku berharap kelak,

Bahasa inggrisku bisa semakin lancar.

Cut!

Hebat banget!

Kau sangatlah keren.

Film rekomendasi?

Aku ada banyak.

Kamu suka genre apa?

Film luar? atau lokal?

Film luar.

Yang genre romansa?

Kalau begitu, mungkin "About Time" cocok.

"About Time"?

Walau ada unsur fantasi di dalamnya,

tetapi kurasa kamu pasti akan suka.

Sutradaranya itu juga Love Actually.

Karena selera musiknya bagus, jadi kusarankan.

Di rumahku juga ada, nanti aku bawa.

Oke.

Akan kutunggu.

Kenapa seenaknya ke kamar orang?

Aku datang mengambil "Selagi Iblis Tak Ada".

Kalau ketemu ayahmu, situasi jadi rumit.

Oke.

Itu salahmu.

Benar!

Kau tak apa?

Apanya?

Seperti biasa, ini memang kau banget.

Apaan?

Apa di masa depan kau ingin bekerja di bidang ini?

Mana mungkin?

Itu hanya hobi.

Jangan cemaskan aku.

Lakukanlah sesukamu.

Bisa-bisanya bicara begitu.

Pikirmu ini salah siapa..

Kau semakin tinggi.

Apa kau sudah punya pacar?

Tidak.

Kalau gebetan?

Tidak ada.

Tahukah kau?

Kalau kau kebiasaan memegang leher saat bohong.

Kau payah.

Dalam banyak hal.

Sampai jumpa.

Berhenti kuliah. Apa yang dipikirkannya?

Kau memanjakannya, makanya dia jadi begini.

Jangan salahkan aku dengan hal itu.

Kamu melakukannya.

Tidak.

Maaf.

Meminta tolong hal yang aneh.

Aneh?

Tapi jarang-jarang,

kamu mau dandan.

Aku tidak mau

bepikir rendah diri lagi.

Kedepannya, aku ingin lebih berjuang!

Begitukah?

Ini.

Semuanya untukmu

Meski sebagian sudah kupakai.

Untukku?

Benarkah?

Kenapa?

Melihat Yuna membuat dadaku berdegup.

Membuatnya semakin berdegup.

Aku cari yang lain?

Hei...

Kamu juga harus memakai yukata.

Kalau aku, kurasa tidak perlu.

Memangnya tak ada orang yang ingin kamu tunjukkan yukata?

Indonesian Subtitle by Wibusubs Resync/Edited by MHMMDYNX

Lama sekali.

Hei.

Yukatamu bagus juga.

Imut.

Terima kasih.

Ikat rambutmu juga.

Iya.

Akari yang mendandaniku.

Tidak terduga.

Begitulah.

Tepat.

Hebat.

Terima kasih banyak.

Mau makan sesuatu?

Sebentar lagi.

Oke, ayo cari.

Ini untukmu.

Kau membidiknya untukku?

Tidak, kebetulan saja.

Terima kasih.

Terima kasih banyak.

Dua yakisoba.

Tunggu, ya.

Biar aku yang bayar.

Serius.

Terima kasih.

Iya.

Tunggu sebentar.

Maaf.

Tidak apa-apa.

Maaf.

Ichihara!

Agatsuma?

Kamu sendirian?

Aku terpisah dari temanku.

Kalau kamu?

Aku cari tempat,

sembari yang lain belanja.

Oh gitu?

Aku boleh duduk?

Seingatku ada di sekitar sini.

Kita terpisah dari Yamamoto.

Aku akan mencarinya.

Kazu!

Yamamoto!

Kamu baik-baik saja?

Apa terjadi sesuatu?

Tadi ini jatuh saat aku tabrakan dengan cowok.

Syukurlah.

Kamu baik-baik saja?

Kamu mencemaskanku, ya?

Kalau berkenan, kamu bisa menghubungiku.

Soalnya kita tidak tahu kontak satu sama lain.

Benar.

Mau bertukar kontak?

Boleh.

Kamu belakangan ini agak berubah, ya.

Kamu jadi lebih ceria.

Dulu kalau kusapa kamu tidak mau menatapku.

Benarkah?

Kenapa kamu begitu?

Kurasa tidak begitu.

Kurasa iya.

Oke.

Ada apa?

Maaf.

Aku belum pernah bertukar kontak dengan cewek?

Bagaimana dengan Yuna?

Kamulah yang pertama.

Inui.

Apa sekarang ada cewek yang kamu pacari?

Kenapa tiba-tiba?

Tidak ada.

Kalau begitu.

Bagaimana kalau kita pacaran saja.

Bukankah kamu menyukaiku?

- Makanya... - Maaf.

Maafkan aku.

Aku..

Tidak.

Umm..

Menyukaimu..

Astaga.

Aku cuma salah paham saja!

Aku malu.

Baguslah kalau bukan begitu.

Karena aku yang seenaknnya antusias.

Sausnya belum hilang.

Aku memang harus cari cara untuk membersihkannya.

Aku pulang dulu.

Ini!

Tidak usah dipikirkan.

Lupakan saja.

Padahal saat itu..

Aku telah memutuskan untuk menghapus perasaanku.

Kalau harus melupakan

Aku ingin melupakan selamanya.

Karena aku tidak mau berbohong pada diriku sendiri.

Karena kita akan menempel foto pada album kelulusan.

makanya mari semua berjuang dan membuat foto kenangan masa muda.

Baik.

Maaf, aku harus urus festival budaya.

Iya.

- Terima kasih. - Sampai nanti.

Kasihan kau.

Tapi itu sepatuku.

Itu Ichihara.

Ichihara!.

Dadah!

Hei.

Perasaan sukamu jelas sekali.

Kelihatan jelas, ya?

Lama tak jumpa.

Iya.

Aku mencari tempat untuk memotret.

Kamu serius, ya.

Biar aku bantu.

Kalau begitu...

Untuk mencobanya, berdirilah di sana.

Di sana?

Gimana?

Di sini tidak masalah?

Ya.

Yamamoto,

- Soal festival musim panas. - Aku...

Tidak perlu di pikirkan.

Perasaanku mudah berubah,

jadi tenang saja.

Lupakanlah.

Da!

Ichihara!

Agatsuma.

Kamu cocok juga pakai itu.

Dikelasku juga banyak yang cosplay.

Kalau ketemu, sapa dia dan minta stempel.

Ini punyaku.

Jadi tidak sabar.

Kalau begitu...

Dimana Rio?

Rio mungkin berada di tempat yang sulit di temui.

Kata dia malu kalau di lihat gebetannya.

Gebetannya?

Padahal kostumnya cocok dengannya.

Ichihara?

Tidak apa-apa.

Begitu.

Mau cari dia bersama?

Ayo!

- Selamat datang. - Aku pulang.

Kerja bagus.

- Itu Akari! - Ini.

Ini.

Lama tak jumpa.

Kami datang.

Ada apa?

Aku tanya sama Rio. Josuke juga ikut.

Josuke...

Lama tak jumpa.

Ngobrol, lah!

Walau sudah putus, kalian tetap berteman.

Kalau begitu, kami ke sana dulu.

Kamu ngobrol saja sama Akari.

Benar.

Oke.

Kenapa kau kemari?

Bukan apa-apa.

Aku juga tidak kalau tidak datang.

Aku bepikir seberapa jauh jaraknya.

Tapi tidak begitu jauh.

Iya, bagi anak SMA.

bakal terasa jauh.

Alasan kita putus bukan karena jarak saja.

Saat kau minta putus, aku masih suka.

Kamu selalu tidak mengatakan itu saat paling penting.

Kamu selalu bilang kalau sudah berlalu.

Kamu selalu saja begitu. "Tidak merasakan, seperti yang kurasakan." Pasti kamu malu, kan?

Makanya, kamu tidak akan serius.

Bukankah begitu sifatmu?

Bagaimana kalau kita pacaran saja?

Bukankah kamu menyukaiku?

Tidak perlu di pikirkan.

Perasaanku mudah berubah.

kamu tidak ingin dirimu terlihat tidak keren.

Jadi.

Kalau kamu tidak merasa keren, maka kamu akan bingung.

Pasti kamu merasa sangat hampa, kan?

Harusnya aku tidak datang.

Oke, cheese!

Bagus.

Mau agak melompat?

Oh, oke.

Oke. Satu, dua.

Mantap.

Bagus tidak.?

Mau dipotret lagi?

Akari!

Kemari.

Apa yang kamu maksud dengan situasi penting?

Gimana, ya?

Ada yang menyatakan perasaannya padaku.

Kazu!

Kamu lihat Yuna?

Dari tadi aku belum melihatnya.

Lagian kostummu itu?

Maaf.

Lagian, kenapa Yuna?

Ada yang menyatakan perasaanya padaku!

Aku sangat terkejut.

Tapi sejujurnya...

Aku merasa sangat senang.

Tentu saja.

Aku turut senang.

Lalu kamu bilang apa padanya?

Aku menolaknya.

Agatsuma..

Bilang kalau aku telah berubah.

Dan dia menyukaiku seperti itu.

Ini!

Tapi...

Yang membuatku berubah semenjak aku menyukai Rio.

Baru kusadari hal itu lagi.

Yuna...

Aku merasa ingin menyatakan perasaanku ini pada Rio.

Makanya...

Akari.

Maukah kamu mendorong punggungku?

Ayo.

Akari adalah tempat naunganku.

Oh, begitu.

Aku merasa iri padanya.

Terima Kasih.

Merasa iri padanya yang melaju lurus terhadap perasaannya.

Rio!

Loh?

Kamu sendiri saja?

Maaf, dengan kostum begini.

Kamu keren!

Aku ingin mengucapkan terima kasih padamu.

Terima Kasih?

Berkatmu aku bisa berjuang.

Setelah ditolak, rasanya sangat sakit dan aku terus menangis.

Tapi dibanding diriku yang takut, dan tak bisa nyatakan rasa.

Tapi aku lebih suka pada driku saat ini.

Makanya.

Aku ingin mengucapkan terima kasih.

Yuna.

Aku.

Maaf.

Kamu sedang mencari seseorang, kan?

Iya.

Aku mencarinya.

Aku selalu mencarimu.

Kenapa?

Dengan kostum begini

dan telah kutolak dirimu sekali.

Dan mungkin sekarang sudah terlambat.

Tapi untuk sekali lagi aku ingin kamu menyukaiku lagi.

Aku menyukaimu.

Ini bukan mimpi, kan?

Bukan mimpi.

Bukankah ini hebat?

Indonesian Subtitle by Wibusubs Resync/Edited by MHMMDYNX

Sosok kami yang dipotret Kazu, bagaikan tokoh yang ada di dalam dongeng.

Tapi,

aku mengetahui bahwa ada kenyataan yang takkan berakhir seperti dongeng.

Kami ini anak SMA,

dan masih melangkah di jalan impian.

Lalu kami tak berdaya.

Meskipun begitu,

suatu tempat yang bukan di sini, kami terus mencarinya.

Aku pulang.

Kok mendadak.

Bukankah itu, ada pilihan selain bercerai?

Soalnya terdengar, kalau tak bisa bersama.

Setelah pulang ayo bicara baik-baik.

Selama liburan musim dingin. bahaslah ini dengan orang tua kalian.

lalu kumpulkan setelah tahun baru.

Walau mungkin ini hal yang masih jauh,

tetapi 3 tahun itu bagai sekejap!

Kalau ada murid yang tidak bisa memutuskan, harap datang ke rumah Bapak awal januari.

Selamat datang!

Selamat datang!

Apakah anda mau beli kue?

Selamat datang!

Selamat datang!

Terima kasih atas kerja kerasnya.

Saya pamit dulu.

Terima kasih.

Saya terima ini, ya.

Selamat Natal.

Aku pulang!

Yamamoto?

Aku datang untuk berbagi kue.

Apa yang kamu lakukan?

Maaf, ya.

Ini hal yang biasa terjadi.

Inui, keluarlah mengenakan pakaian hangat.

Ayo kita natalan di luar!

Ayamnya enak!

Syukurlah.

Cuacanya memang dingin.

Ayamnya enak!

Yang pertama batu

Batu, kertas, gunting!

Aku menang!

Apaan, nih?

Main kejar-kejaran, yuk.

Nanti kamu akan merasa hangat.

Aku tidak akan segan.

Boleh saja.

Bersiap.

Tunggu sebentar.

Tunggu, kamu terlalu cepat.

Tidak tertangkap.

Yamamoto lincah juga.

Kamu yang terlalu tidak segan.

Maaf soal tadi.

Kakakku berhenti kuliah dan ingin menjadi aktor.

lalu orang tuaku kaget mendengarnya.

Kakakkmu menjadi aktor rupanya.

Hebat.

Tapi.

Karena salah kakakku yang sebebasnya.

hal yang ingin kulakukan, menjadi harus kutahan.

Di dalam rumah aku harus menjaga keseimbangan.

Sama.

Aku juga kalau dirumahku terus berpikir bagaimana seharusnya aku bertindak.

Kita ini samaan, ya.

Inui, apa yang ingin kamu lakukan?

Impian masa depan.

Tidak perlu.

Aku ingin menjadi aktris!

Rasanya lega.

Jangan menahan diri.

Kelak, aku ingin terju ke dalam bidang pembuatan film.

Apa?

Tidak dengar.

Aku ingin bekerja dalam pembuatan film!

Bagus juga.

Gawat.

Ini pertama kalinya aku tuturkan impianku.

Begini.

Yang mau kubahas bukanlah hal penting, kok.

Silakan duluan.

Tidak.

Aku juga tidak bahas hal yang penting.

Maukah natal tahun depan.. Kamu datang kemari.

Aku pulang.

Akari.

Duduklah.

Semuanya?

Dia membuang DVD-nya.

Kenapa ya.?

Aku juga berkata kalau seharusnya jangan marah begitu.

Kazu bilang mau gimana lagi.

Maaf, Akari tadi mau bahas apa?

Mungkin lain kali saja.

Kamu sendirian?

Hari ini piketku bareng Nishi.

DVD katanya di buang?

Iya.

Itukan.

Tak apa.

Aku juga tahu kalau orang tuaku akan menghentikanku nanti.

Soalnya berkaitan dengan kakakku.

Ternyata memang mustahil.

Mengikuti perkataanmu. Andai saja ini impian yang tak ditentang.

Impian bukanlah tentang baik atau buruk.

Tapi itu impian berhargamu.

yang akhirnya telah kamu tuturkan.

Aku akan menjadi kekuatanmu. Kita ini samaan, kan.

Walau kita samaan, dan berbagi kecemasan pun

takkan menyelesaikan apa pun.

Ini serupa dengan pepatah saling menjilat luka satu sama lain.

Kemungkinan kami akan bercerai.

Pekerjaan ayahku di Amerika telah di tetapkan.

Keluargaku memikirkan apakah kesana sekeluarga atau tidak.

Kamu akan pindah?

Akari?

Itu.

Tunggu sebentar.

Mau bagaimana lagi karena pekerjaan ini.

Atau banyak hal yang jadi perkara orang dewasa.

Lantas bagaimana denganku dan Akari?

Kalian mengabaikan perkara kami?

Aku ikut dengan Ayah.

Aku juga mau belajar bahasa inggris.

Dia berkata begitu agar ibu ikut dengannya?

Kalau tidak keluarga kami pasti akan hancur.

Jadi dia menyarankan diri.

Akari.

Pembahasan itu dia tidak bilang apa pun.

Akari selalu bertindak lebih dulu.

Memperhatikan hal sekitarnya.

Akari tidak makan?

Dia lagi tidak enak badan.

Iya.

Yuna?

Bukunya Akari ketinggalan.

Begitukah?

Silakan masuk.

Maaf mengganggu.

Akari sedang tidak enak badan.

Dia tidur di kamarnya.

Maaf merepotkanmu kemari.

Tidak masalah.

Terima kasih telah pindah ke apartemen ini.

Iya.

Aku senang bisa akrab dengan Akari.

Aku bisa berubah berkat Akari.

Semuanya menyukai Akari.

Aku dan Rio.

Kazu juga.

Kazu?

Iya.

Semuanya menyukai Akari.

Makanya...

Aku ingin anda mendengarkan perkataannya.

Akari selalu mengesampingkan perasaannya sendiri.

Tolong dengarkanlah perasaannya.

Kumohon.

Cukup sekian dariku.

Permisi.

Ibu.

Kamu sudah sehat?

Begini...

Kamu mau minum kopi?

Oh begitu.

Bulan depan kamu sudah pindah.

Iya.

Terima kasih telah membimbingku selama ini.

Rasanya jadi kesepian, nih.

Berjuanglag juga disana!

Iya.

Ini.

Upahmu.

Terima kasih banyak.

Terima kasih kerja kerasnya.

Amerika?

Kau tidak diberi tahu, ya.

Aku cuma membahas diriku saja.

Aku akan tetap di sini.

Walau aku harus bekerja untukku sendiri.

Akari akan berangkat bulan depan.

Apa yang akan kau lakukan?

Apanya?

Bukan apanya.

Kau suka Akari, kan?

Aku tak masalah semua berakhir tanpa menyatakan perasaan.

Sekarang memang belum terlambat?

Terlebih...

Pastinya yamamoto pasti kecewa padaku.

Aku ingin tahu apa yang akan kau lakukan?

Aku bukan kemari untuk mendengar alasanmu.

Apa maksudmu dengan alasan?

Semua orang bisa mencari alasan tapi mereka tidak bisa melakukannya.

Sudahlah.

Ini bukan tentangku.

Aku masih ingin mendukung impianmu.

Sampai jumpa lagi. Terima kasih untuk hadiahmu.

Halo?

Kakak.

Ada apa?

Aku selalu merasa lega.

Hal yang ingin kulakukan, kalau tak bisa kuwujudkan.

Kuanggap itu salahmu, dan itu alasan kenapa aku tak gerak.

Oh begitu.

Inui!

Iya.

Kakak?

Berjuanglah.

Ya.

Ayah.

Aku ingin bahas sesuatu.

Bisakah kita bertemu dan bicara?

Aku menunggumu di taman itu.

Kamu tak mengatakan itu saat penting. Kamu selalu bilang itu sudah berlalu

Aku akhirnya bicara dengan orang tuaku.

Mengenai impian masa depanku.

Berkatmu.

Mulai hari ini, film ini akan jadi favoritku.

Tempat ini bagi diriku merupakan tempat untuk menyerah.

Melihat pemandangan itu kemana pun tetap sama.

Aku meyakinkan diriku seperti itu.

Tapi.

Tempat yang bukan di sini itu.

Ternyata memang ada.

Kamu telah memberitahukannya.

Apa kubisa temukan atau tidak. tergantung diriku sendiri.

Aku menyukaimu.

Aku juga.

Sewaktu ditolak olehmu.

semenjak ditolak olehmu.

Aku tetap menyukaimu.

Supaya aku tak tersakiti, aku selalu melarikan diri.

Sebenarnya, aku tak ingin kamu melupakan itu.

Sekarang juga, aku masih tetap menyukaimu.

Akhirnya kamu berhasil kutangkap.

Kamu selalu menangkapku.

Akari!

Yuna?

Yuna.

Terima kasih.

Aku suka kamu.

Dia itu pacarku.

Tapi dia sahabatku.

Yamamoto harusnya ke sini.

Andai saja ada metode supaya semua orang bahagia.

Siapa pun itu tidak ingin tersakiti.

Sebisa mungkin kami ingin tertawa.

Sampai kapan pun kami terus menentukan pilihan demi hal itu.

Sampai kapan pun.

Indonesian Subtitle by Wibusubs Resync/Edited by MHMMDYNX

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.