All language subtitles for Tabu.Mengusik.Gerbang.Iblis.2019

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali Download
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French Download
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

- [musik mencekam] - [suara cicit kelelawar]

[suara gema di dalam gua]

[suara kelajengking bergerak]

- [suara tetesan air] - [derap langkah]

- [derak sepatu menginjak air] - [musik mencekam berlanjut]

Kenapa?

[air menetes di kejauhan]

Diaz?

Pulang, yuk.

Keyla.

Ayo.

Ya, sudah.

[musik mencekam berlanjut]

[sirine ambulans]

- Pagi, Pak. - Pagi.

Pagi, Pak Jali!

- Pagi, Pak! - Pagi.

- Hei, Mahir! - Hei, Kawan.

Di mana penampakannya?

Itu hanya bayangan. Kau sangat berlebihan.

- Coba kulihat. - [suara riuh murid]

[bangku digeser]

Lihatlah yang benar.

Jelas-jelas itu ada penampakan.

Aku tak lihat apa-apa.

Makanya, kalau mau mencari setan, yang sungguhan.

Jangan hanya yang seadanya.

Tak akan bertemu jika seadanya.

Makanya kau ikut, jangan hanya bermain gim.

Kapan kau berburu lagi, Diaz?

Akhir pekan depan.

Memangnya kau yakin?

Akan mendapatkan penampakannya?

Daripada sinis,

lebih baik kalian semua

ikut ke Leuweung Hejo.

Leu… Apa namanya tadi?

- Leuweung Hejo. - Letaknya?

Delapan jam naik mobil dari sini.

Ada hutan untuk berkemah.

Dan ada hantu.

Kita tak mau akhir pekan yang normal?

Mencari hantu itu pantangan. Tabu.

Muti, bilang saja kau takut.

Kalau kau takut, tidak usah ikut. Gampang.

- Siapa bilang? - Aduh!

- Dasar stres! - [mendeham]

Aku ikut.

Aku juga!

Key, kau ikut, 'kan?

Key.

Kumohon. Ya?

Ikut, ya?

- Mut. - Apa?

Aku tak ditanya?

Kenapa aku harus menanyakanmu?

Jumat sore, kita berangkat. Kita cicil barang yang harus dibawa.

Titip ke Pak Jali. Nanti kukirim WhatsApp.

Aduh.

- Aku tak punya peralatan itu. - Anak mama.

Tapi aku punya mobil.

Kau butuh mobilku, 'kan?

[bel berdering]

- Bel berbunyi. - Ayo.

- Ayo. - Ayo.

- Hir. - Ditinggal atau bawa?

Bawa saja.

[berbisik] Leuweung Hejo?

[musik dramatis]

[suara mesin motor mendekat]

[mesin dimatikan]

Diaz.

Yakin mau ke Leuweung Hejo?

Key.

Ini tujuan petualangan kita.

Ini puncaknya.

Kau tak penasaran?

Bibi.

[musik dramatis berlanjut]

Diaz.

Sebaiknya kau pulang.

Terima kasih mau antar.

Hati-hati.

Ya, sudah.

[membaca mantra]

[suara mesin motor mendekat]

Nenek.

Bagus, Nek.

Bagus.

Supaya tidak kedinginan kalau berkemah.

Terima kasih.

Bagaimana?

- Keren, tidak? - Keren.

[bahasa Sunda] Pergilah.

[bahasa Indonesia] Mandilah, ganti pakaian.

Setengah jam lagi makan, ya?

Ya, sudah, aku ke kamar dulu.

[derak langkah sepatu]

[suara pintu dibuka]

[pintu ditutup]

[alunan musik dramatis]

[Muti] Aku ke Leuweung Hejo hanya untuk foto-foto.

- Jika mau berburu hantu… - Terima kasih, Pak.

- Tolong. - Aku tak ikut.

Ya, Mut.

Aku pun sudah bilang ke Diaz jangan aneh-aneh di Leuweung Hejo.

- Benar? - [suara motor mendekat]

Itu orangnya sampai.

Baru dibicarakan.

[suara mesin motor dimatikan]

- Hati-hati. - Ya.

- Pak. - Ya. Ayo.

- Diaz. - Angkat!

Sudah.

Ini, Pak.

Key, kau di kanan.

Dan…

Ini, Pak. Terima kasih.

Tidak usah.

Sekali lagi terima kasih, Pak. Maaf sudah merepotkan.

Ya.

Jangan mengusik tempat keramat.

- Tabu. - [suara mobil melintas]

- Ya? - Ya, Pak.

Yakin tak ada yang tertinggal?

Diaz…

Kau jadi navigator?

Sudah kusetel destinasi di Maps.

Ikuti saja, ya?

Ayo.

[bahasa Inggris] Ayo!

[musik bersemangat]

Agar kita semua selamat,

aku mau beri tahu hal tabu yang dilarang di Leuweung Hejo.

Dilarang berisik.

Dilarang mengumpat.

Dilarang ambil dan buang sesuatu sembarangan.

Kalau mengambil hati Muti, boleh, 'kan?

Berikan sajalah, Mut.

Kasihan Mahir.

Dia sudah berjuang lama mendapatkanmu, tak pernah berhasil.

Sudah, berikan saja.

Tunggu saja tanggal mainnya.

- Siap! - Menyeramkan!

[bahasa Inggris] Lurus terus.

[musik misterius]

[mobil melintas cepat]

[mobil melintas perlahan]

[bahasa Inggris] Anda sudah sampai di tujuan.

[suara notifikasi]

[bahasa Indonesia] Diaz? Bangun. Kita sudah sampai.

[hening mencekam]

[suara aneh misterius]

[suara portal tertabrak]

[musik mengerikan]

[mesin mobil langsam]

[suara jendela diturunkan]

[mesin mobil langsam]

[mesin dimatikan]

[suara rem tangan ditarik]

Adis? Adis?

Bangun, sudah sampai.

[pintu dibuka]

- [pintu ditutup] - Ini.

[bahasa Inggris] Terima kasih.

- Diaz. - Terima kasih.

[bahasa Indonesia] Tolong beri tasku.

- Ini. - Terima kasih.

[bahasa Indonesia] Ayo.

[musik mencekam]

[suara burung hantu]

Kalian masuk saja. Tendanya sudah selesai.

- Ayo lihat! - Baiklah.

Akhirnya.

- Ayo, Key! - Ya.

[musik mencekam]

- Key. - Ya?

Kau istirahat saja.

[musik mencekam berlanjut]

Diaz, kau tak mau mengajak Keyla ke tempat yang normal saja?

Tak mau berhenti mengharapkan Keyla?

Kau kenapa?

Mau buang air kecil?

Di semak saja.

Jangan takut, ada aku.

- Aku temani, ya? - Tidak mau!

Tidak jadi.

Kenapa?

- Buang air kecil kenapa ditahan? - Masa bodoh!

- Hir. - Ya?

Kayunya kurang.

- Carikan lagi. - Baiklah.

[musik mencekam]

[musik menegangkan]

[ranting patah]

[derak kayu di kejauhan]

[musik mencekam]

[musik menegangkan]

[dahan-dahan bergesekan]

[suara resleting ditarik]

[derap sepatu]

- [suara gesekan ranting] - [musik mencekam]

- Key? - Ya?

- Aku mau buang air kecil. - Apa?

Aku mau buang air kecil. Temani aku.

Ayo, kutemani.

Aku ikut.

[mengesah] Astaga.

Ya, ampun.

- Cepatlah! - Ya.

Aku sudah tak tahan!

Ya, Tuhan.

Aduh!

Adis!

- Mut, di mana buang air kecilnya? - Entahlah.

- Tunggu. - Dasar kau.

Aku sedang enak tidur.

Aku sudah tak tahan!

Ke mana?

Harus ke mana, ya?

[musik mencekam]

Ke sini saja.

- Hati-hati! - Ya!

Aduh.

[musik mendebarkan]

[musik mencekam]

Key, kenapa berhenti? Ayo!

[musik mencekam]

[musik mencekam berlanjut]

[musik dramatis mencekam]

Key!

Sudah selesai. Ayo ke tenda.

Ayo.

- Adis di mana? - Sepertinya tadi ke sana.

Kita susul saja.

[suara benda dibuang]

Dis?

Dis?

Dis?

Dis?

Key, Adis ke mana?

Key?

[musik mencekam]

- [suara terjatuh] - [mengerang]

Key?

Key?

[kucing mengeong]

[suara menegangkan]

Key? Key?

Key? Key, kau kenapa?

- [suara menghentak] - [mengaduh]

Mut!

[kucing menggeram]

[kucing mengeong]

Key!

Key?

[suara menegangkan]

- [teriak] Mut, ayo! - [menjerit]

[piring berderak]

[menjerit]

[terengah-engah]

[terengah-engah ketakutan]

Hei. Hei. Hei.

Key? Key? Key?

- Kenapa? - [bahasa Inggris] Teman-teman!

Kau tak apa-apa? Hah?

- [bahasa Indonesia] Kenapa cemong? - Tenang dulu.

- Ada apa? - Seharusnya kita tak ke sini.

Seharusnya kau saja ke sini, yang lain tunggu di luar!

Tio.

Semalam lewati plang kayu "Dilarang masuk"?

- Apa? - Kau lewati, tidak?

Entahlah. Aku tak lihat.

Yang jelas, Google Maps bilang kita sudah sampai.

Aku cuma ikuti jalan, temui area macam ini.

- Seharusnya bangunkan aku. - Sudah, kau tak bangun.

Apa susahnya bangunkan?

- Sudah kubangunkan! - Sudah cukup!

[bahasa Inggris] Pagi!

- [bahasa Indonesia] Adis di mana? - Adis?

Key?

- [histeris] Adis hilang! - Mungkin di tenda.

Tak mungkin! Dia tadi ikut!

Cari Adis! Cari! Jangan diam saja!

- Tenang, atur napas. - Bagaimana mau tenang?

- Ceritakan. - Ayo cari dia.

[bahasa Inggris] Hei, Teman-teman?

[bahasa Indonesia] Ini ada apa?

- Itu orangnya. - Dis?

- Dis? - Apa?

Ada apa?

Memangnya ada apa?

- Kenapa? - Kau tak apa-apa?

Tak terluka?

Ya, tidak ada. Apa-apaan ini…

Kusangka kau hilang!

Kita pulang sekarang.

Kenapa…

Ayo pulang.

[musik mencekam]

[Muti] Aku dan Key bertemu seorang nenek.

Wajahnya sangat mengerikan.

[musik semakin mencekam]

Astaga, Tio!

Kenapa, Tio?

Aku juga tidak tahu.

[kunci kap mesin dibuka]

[desis radiator]

Kenapa, Tio?

Mesinnya panas. Aku harus cari air.

Kau tak boleh pergi sendirian.

Memangnya kau tahu mau mencari air di mana?

Ada air terjun.

- Sudah terlewat tadi. - Diaz.

Lalu bagaimana?

Mobil tak bisa jalan jika air tak diisi.

Kita jalan kaki saja ke air terjunnya.

Apa? Jalan kaki?

- Jauh, tidak? - Tidak jauh.

Bisa istirahat, mandi, makan. Bagaimana?

Mandi?

- Ayo berangkat kalau begitu! - Ayo!

[musik ceria]

Bisa lewat atas?

Bawah saja.

- Bisa, Mut? - Ya.

- Mau dibantu? - Terlambat.

Ya, sudah.

["Night and Day" oleh Osvaldo & Tanayu]

[bersorak girang]

Ayo loncat!

[cipratan air]

[cipratan air]

- Sini, kupotret! Aku sedang baik. - Serius?

- Ya. - Kalau diulang, tak apa-apa, ya?

Tapi jangan berulang-ulang juga.

- Dingin, tidak? - Apa? Tidak.

Tak mau berenang?

- Kenapa? - Jangan lama-lama, nanti masuk angin.

Ya.

Basah!

Dis, harus potret air terjunnya!

Ya!

Sabar!

Satu, dua…

- Punya air minum? - [keripik tumpah]

Kenapa?

Punya air minum, tidak?

Ada.

[bahasa Inggris] Terima kasih.

[bahasa Indonesia] Berengsek!

Aduh!

- Berengsek! Aduh! - [mendiamkan]

- Jaga ucapanmu. - Sakit. Maaf.

[jeritan mengejutkan]

Mahir!

Kau mengganggu saja! Sana, pergi!

- Ayo kita berswafoto. - Pemaksa.

- Ayo. - Ayo.

Kubawakan lagi.

- Bisa memotret? Jelek. - Kurang apa?

- Ulangi! - Selalu kuberi yang terbaik.

- Apa-apaan kau ini? - Waktunya makan!

Makan dulu.

- Diaz. - Ya?

Ayo cepat pulang.

Nanti kesorean.

Tunggu sebentar.

Makan yang cepat, agar cepat pulang.

- Baiklah. - Ya.

[musik mencekam]

- Diaz! - Mahir!

Aku mau berenang!

- Mahir, nanti kesorean! - Apa?

Diaz!

Diaz!

- Kenapa? - Kita pulang sekarang.

Sebentar lagi, ya?

- Sekarang! - Ya, aku mengerti.

Kita makan dulu.

[suara kelelawar beterbangan]

Segar. Kita harus kembali untuk berenang di situ.

Tempatnya sangat jauh.

Tenang saja, ada Tio.

[musik menegangkan]

Diaz.

Kita harus segera pulang.

Key. Jangan ketakutan.

Kita baik-baik saja.

- Tak ada yang aneh. - Ya, tapi aku takut!

Ya.

Aku tahu kau punya kenangan tak menyenangkan di sini.

- Tapi aku takut. - Diaz.

Ini.

[suara misterius di kejauhan]

[suara mobil dinyalakan]

- Hebat! Menyala! - Sudah bisa.

- Akhirnya! - Ayo pulang.

- Akhirnya. - Berangkat!

[kap ditutup]

Ayo.

- Ayo. - Bawa tasku.

[pintu terkunci]

Kenapa tidak bisa?

Apa?

Lihatlah.

- Serius? - Tak bisa.

Aku periksa di sana.

- Bagaimana bisa? - [pintu terkunci]

- Kau serius? - Tio!

- [pintu terkunci] - Tak bisa juga!

[musik mendebarkan]

[musik semakin mencekam]

[gebrakan di jendela]

[panik ketakutan]

- Diaz! - Adis!

Ayo! Lari!

- [suara lampu sein darurat] - Lari!

- Key! - Aduh!

Tunggu aku!

- Mahir! - [Muti berteriak]

[jendela elektrik terbuka]

- [jeritan ketakutan] - [suara menghentak]

Diaz!

Tio! Mahir!

- Diaz! - Key!

- Tunggu! - Tunggu kami!

Tunggu!

Diaz!

- Key! - Key!

Key.

[pintu terbuka]

Diaz?

Diaz?

Jangan masuk, Key. Key.

Jangan masuk, Keyla!

Key?

Key?

[pintu ditutup]

Diaz hilang.

Kita harus selamatkan Diaz.

Kita harus cari nenek itu.

- Diaz! - Key, tunggu!

- Cepat! - Key!

- Key! - Keyla!

- Diaz! - Diaz?

[kucing mengeong]

[kucing mengeong]

Tadi pagi gubuknya di sini.

Tadi pagi gubuknya di sini! Aku tak bohong! Ya, bukan, Mut?

Keyla, apa-apaan kau ini?

Di sini tak ada apa-apa. Kau tak lihat? Hanya ada kucing itu di sini. Aduh…

Keyla, jangan berhalusinasi.

Memangnya kau serius melihat nenek itu di sini?

- Wajahku bercanda? - Sudah, hentikan.

- Diaz! - Diaz!

- Diaz! - Tadi ada di sini.

- Diaz! - Diaz!

- Di mana… - [musik mengejutkan]

[bahasa Inggris] Ya, Tuhan!

Tio.

[musik menegangkan]

[bahasa Indonesia] Kau sendirian?

Nenekmu mana?

Tunjukkan foto Diaz.

Cepat.

Tunggu sebentar!

Ini.

Ini.

Kau melihat orang ini?

Sini, biar aku saja. Awas.

Apakah

kau

melihat

dia?

Sekarang dia di mana?

Tio, ayo!

- Ya. - Ayo cepat!

[musik menegangkan]

[bahasa Inggris] Teman-teman!

- [bahasa Indonesia] Dis, ikuti! - [suara burung hantu]

Ayo, cepat!

[musik tiba-tiba mendebarkan]

[Diaz menjerit]

- Diaz! - Key!

Diaz!

Key, jangan!

[musik mencekam]

Diaz!

Diaz!

[menjerit menggigil ketakutan]

Kau tak lihat? Itu Diaz!

- Key! - Diaz!

[Key menjerit panik]

Diaz!

- Keyla! Hir! - Key!

Tio! Mahir!

- [Key menjerit] - Diaz!

[semua memanggil dengan panik] Diaz!

- Diaz! - Tenanglah!

[Semua menjerit panik]

Diaz! Pegangi dia!

- Diaz! - Diaz!

- Diaz. - Diaz.

- Diaz. - Diaz.

Hir. Kita bawa dia sekarang.

Ayo. Awas.

- Satu, dua… - Hati-hati!

Tahan!

Awas, Keyla.

[musik menegangkan]

- Ayo. - Ayo, Key!

- [suasana kembali mencekam] - [Key menjerit panik] Diaz!

Diaz!

- Diaz! - [mengerang]

- Diaz! - Diaz!

[Semua menjerit panik]

Diaz!

[Semua panik]

Diaz!

Baca doa!

[musik misterius lembut]

Kita tak boleh meninggalkan anak kecil ini.

Apa maksudmu?

Dia harus dibawa.

Jangan bercanda!

Aku tak bercanda.

Aku tak bercanda.

Kalian tadi lihat, bukan?

Anak kecil ini buat Diaz tenang.

Anak kecil ini tahu

kenapa Diaz jadi seperti ini.

Duduk?

[musik misteri berlanjut]

[musik menegangkan]

Ya, Ibu, aku pulang.

Aku sudah kabari.

Kabari ke Kakak. Mungkin Kakak lupa, Ibu.

Ya, ini mau pulang.

[bahasa Inggris] Aku sayang Ibu. Ya.

[bahasa Indonesia] Semalam mau kabari, tak ada sinyal.

Jadi, aku tak bisa mengabari.

Aku dan Adis sebentar lagi pulang naik taksi.

- Maaf, tolong tasku. - Ya, sudah.

Dah, Ibu.

[bahasa Inggris] Dah.

Teman-teman.

[bahasa Indonesia] Aku masih tak mengerti Keyla.

Kenapa bersikeras membawa anak itu ke sini?

Aneh dia bicara bahasa isyarat ke anak itu.

Apa kalian merasa ada yang aneh dengan Diaz?

Tentu saja, Diaz kesurupan.

Kalian istirahat.

Tio, antar Keyla dan Diaz dulu, ya?

Jangan lupa kabari anak itu jadinya ikut siapa.

Ya, nanti kukabari.

Aku duluan.

Dah.

- Hir, tak ikut? - Sudah pesan ojek.

- Kami duluan. - Hati-hati.

[bahasa Inggris] Terima kasih.

[bahasa Indonesia] Sesuai titik, Pak.

Ya. Ditunggu, ya.

Baiklah.

[rem mobil mendecit]

Key, Diaz.

Anak ini ikut siapa?

Dengan aku saja, ya?

[suara pintu ditutup]

Key.

Sini, biar aku saja.

Maaf, ya, Tio.

Maaf merepotkan.

Kau tak pernah begitu.

[musik misterius lembut]

Nenek.

[aksen Sunda] Kau siapa?

Dia…

Dia yang menemukan Diaz saat hilang di Leuweung Hejo, Nenek.

Jadi, kalian pergi ke Leuweung Hejo?

Permisi.

- Hei. - Nenek.

- Tunggu, Nek, masukkan barang dulu. - Ya.

[dering ponsel]

Kapan kalian ke Leuweung Hejo?

Nenek.

Kami pamit.

- Asalamualaikum. - Alaikum salam.

[tombol laptop berderap]

[suara mobil mendekat]

[mesin dimatikan]

Key?

Firasatku tidak enak.

Kalau di hutan nenek atau keluarga anak itu mencarinya, bagaimana?

Dan kalau ternyata dia bukan manusia, bagaimana?

Aku masuk dulu, ya?

Besok kujemput, ya?

Sekalian jemput Diaz, ya? Terima kasih.

[pintu dibuka]

[pintu ditutup]

[menyalakan mesin mobil]

Keyla!

Ya, Bu?

Tak ada gunanya punya ponsel.

Pesan tak dibalas.

Telepon tak diangkat.

Mestinya kau sudah pulang dari tadi malam!

Maaf, Bu.

Tak berbuat aneh-aneh, 'kan?

Tak ikut-ikut ayahmu, 'kan?

Keyla ke kamar dulu.

[musik menegangkan]

[langkah kaki]

[musik menegangkan berlanjut]

Asalamualaikum.

Alaikum salam.

Selamat, ya, Ayah.

Pokoknya Key harus jadi orang pertama yang mendapatkan bukunya.

Ya, Sayang.

Buang bonekanya.

Fotonya juga.

Ibu…

Kau ini mengerti, tidak, Key?

Gara-gara ayahmu riset di tempat itu, Kemal celaka!

Sudah. Yang sudah pergi jangan diingat.

Ibu saja yang buang.

Mulai sekarang…

aku tak mau tutupi apa pun.

Kemal!

Kemal!

[musik menegangkan]

Sudah, Key! Sudah!

[berteriak] Kemal!

[ayah Key] Kemal!

Kemal!

- Kemal! - Ibu juga takut!

Mas! Di mana Kemal?

Kemal!

Kemal.

[ayah Key] Kemal!

Diaz. Ayo makan.

[suara berbicara tak jelas]

Diaz?

[piring dan gelas berdenting sendiri]

Diaz!

Diaz?

Diaz?

Diaz?

[suara bergumam tak jelas]

Diaz.

[musik menegangkan]

- [pria, bahasa Sunda] Itu siapa? - Entah…

[pria, bahasa Indonesia] Mereka sudah menunggu belasan tahun.

Sudah dekat.

[musik mengerikan]

[pria mengesah]

Mereka sudah menemukan gerbang untuk kembali.

Keyla?

[mesin mobil langsam]

[rem tangan ditarik]

[mesin dimatikan]

[pagar besi berderit]

[mengesah]

[Keyla] Diaz, aku sudah sampai, ya.

[suara pintu dibuka]

[suara pintu ditutup]

- Nenek di mana? - Pergi.

Ganti baju,

ya?

Pakai

jaket.

[musik seram]

Pakai sepatu, ya?

[suara menakutkan]

[Tio mengesah]

[gembok pagar berdenting]

[pintu ditutup]

Mustahil tinggalkan dia sendiri.

[pintu ditutup]

- Mut. - Apa?

Aku tak mengerti dengan jalan pikiran Keyla.

- Kau seperti baru kenal Keyla saja. - Ya, Muti, aku tahu.

Keyla dari keluarga berantakan, tak akur dengan ibunya.

Dia juga suka berburu hantu bersama pacarnya.

Dia juga suka bersikap impulsif tidak jelas.

Tapi, Mut…

Tapi…

Bukan berarti dia bisa seenaknya, bawa anak itu dari hutan ke sini.

Memang dia pikir anak itu oleh-oleh, bisa dibawa ke sini?

Bu, masih pagi, jangan marah-marah.

- Aku tak marah-marah. - Ayo ke kantin.

- Aku haus. - Ayo.

[mesin mobil mundur]

[Jali] Terus.

Ya.

[suara rem tangan, mesin mobil dimatikan]

- Ada apa, Tio? - Pak.

Itu, Pak, ada barang milikku yang ketinggalan kemarin.

Barang apa?

Barangku yang kemarin. Tolong bantu diperiksakan, ya.

Ada-ada saja. Ayo!

Ayo.

Ayo, Diaz.

Key!

Kau sudah gila, ya?

Otakmu tak dipakai? Hah?

Key!

Aku tak mengerti.

Kau harus marah-marah?

Ya. Apakah kau harus membawa anak itu ke sini?

Key!

Ini SMA, bukan TK.

Allahu Akbar!

Mahir saja kaget.

Sudah cukup.

Ya, sudah cukup.

Kita harus sudahi hal gila ini.

[musik menegangkan]

Permisi, Hir.

Pagi, Bu Saroh.

Pagi, Nona Keyla.

Ya Allah, makin hari makin cantik saja.

Hei.

Aku bingung dengan Diaz dan Keyla.

Sarapan apa dia tadi?

Pikirannya makin kacau.

Urus teman-temanmu.

- Aku tak paham. - Bisa tolong?

- [bel berdering] Ayo, Mut. - Tidak biasanya.

[bel sekolah berhenti berdering]

Tolong titip adiknya Diaz, ya?

Manis sekali.

Kemarilah. Astaga.

Sudah, biar Bu Saroh jaga.

- Terima kasih, Bu. - Sama-sama.

Ayo. Nak, kau sudah makan? Aku punya makanan yang enak-enak.

Ada jus mangga…

[bel sekolah berdering]

[riuh percakapan tidak jelas]

Ini makanannya.

- Terima kasih, Bu. - Ya.

[kaca berderak retak]

[suara seram]

Nak?

Nak?

Sedang apa di situ, Nak?

[musik menegangkan]

[suara seram keras]

Ya ampun!

[menjerit]

- Bu! - Kenapa, Bu?

[Murid-murid panik, suasana mencekam]

[Murid menjerit ketakutan]

[Murid panik, perempuan menjerit kesurupan]

[Murid-murid menjerit kesurupan]

[Suara perempuan tertawa histeris]

- Key! - Key!

- Apa? - Di mana anak itu?

- Ada apa ini? - Bu?

[Murid-murid menjerit kesurupan suasana mencekam]

[riuh teriakan para murid kesurupan]

Ayo bawa keluar.

Pak, panggil ambulans!

[teriakan murid-murid kesurupan]

[sirine ambulans]

[murid-murid menjerit]

Minggir!

[sirine ambulans]

Saya dari OSIS!

Biar kami bekerja!

[sirine Ambulans tiba]

Minggir! Minggir! Minggir!

Jangan ganggu! Minggir!

Hei, ayo masuk! Ayo!

Minggir! Kenapa merekam?

Mereka teman kalian! Minggir!

Minggir!

[sirine ambulans berlanjut]

[suara mesin mobil menjauh]

[riuh kendaraan di jalanan]

[rem berderit]

[bahasa Inggris] Teman-teman.

[bahasa Indonesia] Kita perlu bicara.

Di luar.

[mesin mobil dimatikan]

[pintu ditutup]

Kita lakukan pemungutan suara.

Yang setuju anak itu kita kembalikan ke Leuweung Hejo, angkat tangan.

Jika tak yakin anak itu ditunggu di Leuweung Hejo,

laporkan saja ke kantor polisi! Umumkan kita temukan anak itu di hutan.

Pasti polisi bantu cari keluarganya.

Bagaimana kalian ini? Benar, tidak?

[riuh suara motor di jalanan]

Ya.

Terima kasih. Berapa?

Lima belas ribu, Dik.

- Kutukar dulu. - Sudahlah.

Tak usah, untuk membeli bensin saja.

Jangan, aku tak enak.

Ini, biar kuberi tahu, Bang. Hidup itu hanya sekali.

- Uang tak dibawa mati. - Ya, sudah. Terima kasih, ya.

Mudah-mudahan banyak rezekinya.

- Dipanjangkan umurnya. - Biar berteman.

- Hati-hati. - Ya.

Baik sekali anak itu.

[kartu ATM dimasukkan]

[musik mencekam]

Diaz?

[musik mencekam]

Diaz!

Diaz!

Hei, Diaz, tunggu!

Diaz?

Diaz!

Tunggu, Diaz! Diaz!

Diaz!

Diaz! Diaz!

Kau di mana, Diaz?

Diaz, tunggu!

Diaz!

[suara menyeramkan]

Diaz!

[musik mencekam]

Diaz, di mana kau?

Diaz!

Jangan main petak umpet seperti ini!

[berteriak] Hei!

Aku letih!

Kau di mana?

- [suara monster] Di sini! - [suara keras mengejutkan]

[suara berdebuk keras]

[notifikasi berita masuk]

- [musik tragis] - [gelas berdenting]

[terisak sedih]

Key?

Kenapa, Key?

[musik tragis berlanjut]

Kami semua turut berduka, ya, Bang.

Maafkan Mahir, ya. Doakan supaya dia tenang.

Sehabis zuhur nanti,

jenazahnya mau dibawa ke Lampung.

Kami mau kuburkan di sana.

Aku pergi dulu.

[musik sedih]

[menangis pelan]

[menangis tersedu-sedu]

[tangisan semakin keras]

- Kau sudah puas, Key? - Dis.

Dis…

Mahir

meninggal tidak wajar seperti ini!

Itu pasti karena…

Karena anak setanmu itu, bukan?

Diaz, kenapa kau diam saja?

[bahasa Inggris] Lakukan sesuatu!

[bahasa Indonesia] Kalian masih ingat

kemarin Mahir bilang apa?

Mahir menyuruh kita melapor ke polisi!

Kalau tak ada yang mau lapor ke polisi…

biar aku yang laporkan!

Adis!

Dis!

[suara bergumam tak jelas]

[musik mencekam]

Makin lama anak itu di sini, makin banyak korban, Tio.

Sekarang aku mau minta bantuan pamanku yang seorang polisi.

Aku sangat yakin dia akan bisa membantu kita.

Diaz? Pak! Berhenti, Pak!

Diaz?

Diaz!

- Diaz! - [klakson mobil]

- [Adis menjerit] - [suara benturan mobil]

[rem mobil berderit]

[musik menyeramkan]

[napas terengah-engah]

[tersedak]

Aku tak mau mati, Key.

Sehabis dari Leuweung Hejo,

semuanya menjadi kacau.

[musik menegangkan]

Kau merasa ini aneh, bukan?

Kuambilkan minum dulu.

- [terisak-isak] - [pintu ditutup]

[nada dering pesan]

[suara mencekam]

[bahasa Inggris] Ya, Tuhan.

[bahasa Indonesia] Mut?

Pantas kau bersikeras bawa dia dari Leuweung Hejo!

- Dengarkan aku… - Tidak!

Seharusnya kau tahu!

Meski dia mirip kembaranmu, kembaranmu sudah meninggal!

Hilang, bukan meninggal.

Leuweung Hejo?

Kau kembali ke sana?

Hubungi ayahmu!

[dering panggilan masuk]

Asalamualaikum.

[musik menengangkan]

Alaikum salam.

Saatnya sudah datang.

Bismillah.

[suara bergumam tak jelas]

[suara mencekam]

[mengerang kesakitan]

[menjerit kesakitan]

[suara mantra semakin keras]

[mesin mobil langsam]

[suara motor mendekat]

[mesin motor dimatikan]

Bismillah. Allahu Akbar!

- Asalamualaikum. - Alaikum salam.

Cuma iseng awalnya, tak sangka…

- Asalamualaikum. Keyla? - Asalamualaikum.

Bibi.

[musik dramatis]

Ayah!

- Ayah! - Keyla!

Key!

Duduk, Ayah.

Di Leuweung Hejo…

Keyla menemukan ini.

Keyla juga bertemu dengan Kemal.

Kemal sudah tak ada!

Maaf, Semuanya.

Paman…

anak Leuweung Hejo itu bukan anak kecil biasa.

Dia menimbulkan kekacauan di sekolah.

Dua hari berturut-turut, dua sahabat kami tewas tak wajar.

Aku tak mau mati seperti mereka.

Kau harus tanggung jawab!

Aku tidak mau anakku yang tinggal satu-satunya juga menjadi korban.

Kesedihan yang kau rasakan,

aku juga rasakan.

Sejak peristiwa Kemal, aku cari tahu tentang Leuweung Hejo,

agar tak ada korban lagi.

Maaf.

Aku gagal.

Kalian semua, ikut aku.

Di mana anak itu?

Kalian sudah mengusik gerbang iblis.

[musik menegangkan]

Asalamualaikum.

[pintu ditutup]

[nada tidak tersambung]

[ayah Key] Tunggu!

[berdoa dalam bahasa Arab]

[desiran angin]

[musik menyeramkan]

[bahasa Indonesia] Jangan takut. Kalian bertiga masuk.

Kita berpencar.

Kalau sudah, ke mobil, bunyikan klakson.

[musik menegangkan]

Key…

Kita harus selamatkan Diaz.

- Ayo. - Ayo.

Diaz?

Diaz?

Diaz?

Nenek?

Nenek?

Nenek?

[musik mencekam]

Diaz?

- [terkejut] - [kursi goyang berderit]

Key! Tio!

- [musik berdentum mengejutkan] - Astagfirullah!

[menghela napas]

[musik mencekam]

Nenek?

Nenek! Diaz!

Key?

Diaz?

- [suara menegangkan] - Diaz!

Diaz, ini aku!

Diaz!

Mut, tolong!

[pagar berderit]

[burung berkicau di kejauhan]

Diaz?

Nenek?

[perempuan mengerang]

Nenek?

Nenek!

[suara keras mengejutkan]

[melafalkan ayat Quran]

[menggeram pelan]

[terus melafalkan ayat Quran]

[menggeram marah]

[bahasa Indonesia] Bawa keluar!

Tio!

- Diaz! - Di depan!

Pelan-pelan!

[musik mencekam]

- [Diaz menjerit berontak] - Diaz!

[berteriak] Diaz!

Key, kenapa?

Diaz!

Kenapa, Key?

Key!

Diaz di mana?

- Diaz! - Kita panggil ayahmu!

[bunyi klakson mobil]

[bunyi klakson mobil]

[suara mencekam]

[bunyi klakson mobil]

[suara lalu lintas]

Sudah beberapa generasi keluarga kami

selalu berupaya mengunci para iblis di Leuweung Hejo.

Dan sekarang mereka berupaya untuk mencari jalan keluar.

Jadi, aku harus mencegahnya.

Mereka lama menunggu keturunan terakhir pelindung dikorbankan,

mencari perantara untuk keluar.

Siapa, Paman?

Salah satu di antara kita.

Biar aku yang selesaikan ini.

[musik melankolis]

Apa?

Mau apa?

Mau main petak umpet, ya?

Ya, bersembunyi. Ibu hitung, ya?

Satu,

dua,

tiga,

empat,

lima,

enam,

tujuh,

delapan,

sembilan,

sepuluh!

Di mana, ya, Kemal?

Di mana, ya?

Ba! [tertawa]

Ketemu!

Kesayangan Ibu.

[ketukan meja]

[musik menyeramkan]

[ketukan meja]

[musik mencekam]

[musik menegangkan]

[musik mencekam]

[musik semakin menegangkan]

Kemal!

Sayang!

Kesayangan Ibu!

Ayo.

Ayo ke kamar.

Kita masuk area terlarang. Jangan berisik.

Akhirnya kita ke sini lagi.

Key,

banyaklah berdoa.

Kemal.

Ibu tahu,

kau pasti pulang.

Lihat.

Semuanya masih sama.

Ya, 'kan?

Ini mobil-mobilan kesayanganmu.

Masih Ibu simpan.

[roda mainan berdecit]

[pintu ditutup]

Asalamualaikum, Rijalul Ghoib.

[pintu ditutup]

[pintu ditutup]

[musik menegangkan]

Astagfirullah.

Diaz!

Ayah!

- Diaz? - Diaz!

Ada roh jahat bersarang di raganya.

Key,

baca Surat An-Nas.

[melafalkan ayat Quran]

[bahasa Indonesia] Kemal kenapa?

- Diaz! - Diaz!

- Diaz! - Diaz!

- [Diaz tertawa] - Key!

- Kenapa? - [Roda mainan berdecit]

Ibu ambilkan minum, ya?

[roda mainan berdecit]

[roda mainan berdecit semakin kencang]

[suara mainan berhenti]

Sayang?

[musik mencekam]

[suara gelas pecah]

[tertawa kesurupan]

[menjerit kesurupan]

[menjerit ketakutan]

[menjerit ketakutan]

Mut! Muti!

[melafalkan ayat Quran]

[menjerit ketakutan]

[menjerit ketakutan]

- [bahasa Indonesia] Mut! - [menjerit]

Mut!

- Muti! - [menjerit]

Muti! Muti!

- [suara keras mengejutkan] - [berteriak ketakutan]

[terengah-engah ketakutan]

[terisak-isak]

- [musik mencekam] - [key berteriak]

Tio!

Tio! Tio! Tio!

Mut! Ya!

Satu, dua, tiga! [mengerang]

[musik semakin mencekam]

Ayo, tarik!

Satu, dua…

- [Tio mengerang] - [Muti berteriak]

[musik jahat menyeramkan]

[ibu Key menjerit ketakutan]

Jangan.

Jangan!

[menangis ketakutan]

[menangis ketakutan]

[melafalkan ayat Quran]

Lepaskan!

[bahasa Arab] Demi Allah.

Astagfirullah.

[melafalkan ayat Quran]

[hantu berteriak]

- Tio! - [Tio mengaduh]

[berteriak] Ayah!

Astagfirullah.

[bahasa Arab] Kumohon ampun.

[suara mengejutkan]

[bahasa Indonesia] Tolong Diaz.

[tertawa kesurupan]

[musik mencekam]

Sudah kau ambil suamiku dan satu-satunya putraku,

sekarang mau kau ambil juga cucuku?

[melafalkan ayat Quran]

[bahasa Indonesia] Kuambil nyawamu!

[melafalkan ayat Quran]

[suara mengejutkan]

[jeritan tertahan]

[melafalkan ayat Quran]

[berteriak] Diaz!

[terisak-isak] Diaz.

Diaz?

Diaz, kau tak apa-apa?

- [menggeram] - [menjerit]

Nenek!

- Nenek! - Tunggu!

- Diaz, tunggu! - Nenek!

- Nenek! - Diaz!

- Nenek! - Diaz!

- Nenek! - Diaz, tunggu!

Nenek.

Nenek! Nenek!

- [musik mencekam] - Nenek.

Nenek.

[musik jahat aksi]

[angin berdesir kencang]

[tempo musik semakin cepat]

[melafalkan ayat Quran]

[meraung kesakitan]

Segala puji bagi Allah.

Maha benarlah Allah.

[bahasa Indonesia] Nenek?

Nenek?

Nenek.

Keyla.

Jaga Diaz. Jangan tinggalkan dia.

[mengerang]

[berhenti bernafas]

[menangis] Nenek!

Inalilahi wainalilahi rojiun.

Diaz.

[Diaz menangis]

[azan subuh membahana]

- Nenek! - Key!

Key!

Nenek?

Tio. Muti.

Inalilahi wainalilahi rojiun.

[menangis tersedu-sedu]

Nenek.

Nenek!

[api berderak dan menghilang]

[mengucap salam]

[mengucap salam]

[musik tragis]

[menghela napas dan mengesah]

[bahasa Arab] Kami milik Allah,

dan kepada-Nya kami kembali.

[mengesah]

[bahasa Indonesia] Ya, Allah!

[musik melankolis lembut]

[mengesah]

[serangga mengerik]

[musik syahdu]

[menangis tersedu-sedu]

[melafalkan ayat Quran]

[menenangkan] Sst.

[musik syahdu berlanjut]

[menangis terisak]

[bahasa Indonesia] Terima kasih, Mbak, Mas.

Bibi pulang, ya.

- Asalamualaikum. - Alaikum salam.

Key, Ibu pulang dulu, tapi kau jangan pulang malam-malam.

- Ya? Dah. - Ya, Bu.

- Hati-hati, Bu. - Tio.

Ya, Pak?

Kutitipkan Keyla.

Key, Ayah pulang, ya?

- Asalamualaikum. - [keduanya] Alaikum salam.

Key, ayo masuk dan berberes.

Ayo.

[pintu dikunci] [denting gelas diangkat]

[musik tragis]

Key.

Ya?

Aku istirahat dulu.

- Mau kutemani? - Tidak usah.

Aku ingin sendiri.

Oh. Ya, sudah.

Kalau kau lelah, kau pulang saja.

Aku di sini.

Ya, sudah, terserah.

[pintu berderit dibuka]

[pintu berderit ditutup]

[meja bergetar]

[musik menegangkan]

[barang-barang dapur berderak]

[meja berderak]

[musik mencekam]

- [suara mengejutkan] - [menjerit kaget]

[menjerit ketakutan]

Lepaskan!

[kursi berderak]

[denting bel misterius]

[berteriak] Keyla!

[berteriak] Muti!

Key! Tolong, Key!

[keduanya menjerit dan mengerang]

[menjerit ketakutan]

Tolong, Key!

[menjerit ketakutan bersama-sama]

[semua menjerit dan mengerang]

[menjerit kesurupan]

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.