Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Dimas Daffa Yanuardi a.k.a EveryAgent Kunjungi kami di : http://idfl.me
Miami
Nick, Apa kabarmu? Nona-nona, Apa kalian bersenang-senang?
- Shayla, Kau adalah cinta termanisku. - Dan kau Ayah Asia-ku.
Kau nakal sekali.
- Aku segera kembali. - Jangan goda aku.
Siap?
Selamatkan si tikus, Ayah. Serang aku.
Kau wanita paling nakal dari semuanya...
Sial. Tunggu sebentar, Aku harus pergi.
Mengambil gambar.
- Kau tampak menawan. - Kami menyebutnya wanita...
...tapi tentu kau tak paham karena kau belum pernah bersama wanita.
Aku hanya peretas kuper. Bagiku hal itu sudah kuno.
Aku paham.
Ponselnya sudah siap.
Aku tinggal melakukan sedikit penguncian dengan "Bone Machine"...
Berhenti bicara, berikan saja penghubung keamanannya,...
...dan berhenti bicara padaku seolah aku peduli.
Ini dia. Astaga, aku sangat membencimu.
Telinga sudah siap.
Disini Griffin.
Kau berhutang jutaan dolar dan permintaan maaf padaku.
Antonio. Apa yang kau bicarakan?
Kata "Penyuapan" dan pencurian uang sangat tidak bisa diterima.
Kelihatannya kau mengambil uangnya, Jadi kita masih punya kesepakatan.
Kita itu sedang bekerja sama.
Lalu kapal-ku kena tangkap? Ayolah.
Kapal-mu masih ada karena uang-ku. Kenapa kau mundur?
- Tapi kau masih ada tugas untuk dilakukan. - Aku memang masih ada tugas, saat--
Anak buahku disana? Suruh dia tunggu.
- Dia bilang tunggu. - Antonio, tolong dengarlah.
- Jika aku tahu kesepakatannya masih berlanjut... - Tolong gunakan pengeras suara.
Sekarang aku seakan ikut bergabung.
Sekarang...
...lakukan.
Jika uangnya masih tidak ada, cari orang yang mencurinya lalu bunuh.
Sampai dimana kita?
Atlanta
Kita dapatkan teman kita Troy.
Dia pengedar paling terkenal di Knoxville Utara.
Ada 100 ribu uang...
...dan sebuah isu yang serius.
Ini sungguh menarik. Siap rekan?
Selalu siap. Kapanpun.
Tetap tenang diluar sana, Mayfield. Kutakut orang ini akan menodongkan senjata.
Jangan khawatir, aku akan melindungimu.
Aku juga akan melindungimu, James. Saat kalian sedang sulit, aku akan melindungimu.
Bagian dari "Menyingkirlah dari Mic" mana yang tak kau pahami, Ben?
Kau hanya polisi biasa, baru lulus dari akademi. Kau beruntung aku ajak beraksi.
- Dimengerti. - Sekarang, diamlah.
James, sebelum kita beraksi. Aku tidak paham dengan Mayfield ini.
Dia besar dan itu tak apa, jika kita ingin membuat lagu Rap.
Tapi kita disini untuk menjadi detektif. Dan kau tahu syaratnya?
Otak cerdas.
Aku tak yakin kau punya otak cerdas di dalam kepala kecilmu itu.
- Begitu juga kau. - Secara psikologis mustahil.
- Siapa yang sedang bermain kata-kata. - Semuanya tenanglah.
Dan Ben, tolong menyingkirlah dari radio.
Mereka datang, Bos.
- Kau punya yang kami butuhkan? - Uangnya dulu.
- Pasti ada kesalahpahaman. - Kita bisa lakukan ini dengan dua cara.
Cara kami atau cara yang keras. Yang mana itu juga cara kami.
Karena kau sungguh bersikeras, kita sepakat.
- Sial, Senjata. - Perbesar.
- Aku datang kesana. - Diamlah. Itu perintah James.
Kau tidak mengenal James. Itu wajah dari pertemuan yang gagal.
Dia nampak ketakutan. Lihatlah.
Itu adalah rekanku. Aku akan datang. Laporkan bagian Pusat.
- Kenapa kau mau melakukan ini? - Berikan saja uangnya dan kita sepakat.
- Kau yakin ingin melakukannya begini? - Aku yakin.
Apa?
Sebentar. Sial.
Ayolah, Mati. Sial, Hentikan.
Apa aku mengganggu?
Apa aku merusak pestanya?
Lucunya. Aku melihat banyak mobil keren,...
...tapi aku tak melihat adanya orang keren.
- Kau mau yang ditembak pertama? - Pikirmu aku akan takut?
Biar kutanya sesuatu? Apa kau akan takut jika kulakukan ini?
Muay Thai akan menghabisimu.
Pikiran orang keren akan membuatmu pingsan.
Apa aku mengganggumu?
Kau mengendap-ngendap dibelakangku?
Karena ini semua terbuka.
Gerakan menendang.
Apa itu milikmu?
Akan kulindungi kau, James. Akan kukejar dia.
Polisi, jangan ada yang bergerak.
Dasar bodoh.
Terima kasih atas tumpangannya.
Bertahanlah.
Aku datang, James. Astaga.
Berhenti!
- Ben, Minggir! - Kau pikir bisa mempermainkanku?
Itu tidak boleh.
James! Awas!
Sial!
Apa kita membunuhnya?
- Hanya luka kecil. - Luka kecil katamu.
Bangun.
Kau seharusnya tidak menembak rekanku.
Apa yang kau punya?
Tampaknya ini lebih dari sekedar Narkoba.
Mayfield tak bekerja selama seminggu karenamu.
Dan kau membawakannya bunga? Itu pilihan buruk.
Tidak buruk. Hanya aku yang peduli terhadapnya.
Karena kau yang membuatnya tertembak.
Saat di toko aku hanya diberi dua pilihan.
Dia tidak hamil, jadi kubawakan yang ini. Kurasa ini bagus.
Singkirkan saja.
Baik. Hei, selamat. Aku dengar yang kau lakukan.
Apa yang kau dapatkan?
Kau mau melakukan yang satu ini? Silahkan.
Apa yang kau dapatkan untukku?
Aku mencoba mengaksesnya lalu komputerku membeku. Seperti memiliki kode asam.
Alien.
Aku tak pernah melihat penguncian seperti ini.
Seseorang menguncinya dengan tingkatan tertinggi.
Peretas. Peretas bebas.
Peretas bebas yang suka meretas.
Apa kau pernah mendengarkan omong-kosong dari mulutmu itu?
Tidak pernah.
Ini hasil retas tingkat tinggi.
Kita beruntung karena orang ini punya ego dan dia meninggalkan tanda ini.
- Siapa yang melakukannya? - Orang Miami ini.
Seperti Jackie Chan dengan anggaran rendah.
- Itu bagus. - Aku tahu.
- Nama samarannya "Bone Machine". - Biar aku bicara dengan Brooks.
- Kau ingin aku ikut? - Tidak.
Troy mencoba menjadi raja kriminal baru di Atlanta, dan apa yang kau lakukan?
Menguras 100 ribu dana kota lalu merusak tempat parkir...
- Dan rekanmu tertembak? Bagus. - Mayfield bukan rekan aslinya.
Orang dewasa sedang berbicara, Ben.
Kau harus dapatkan sesuatu tentang orang ini.
Mungkin tiga atau empat hari sebelum di hentikan.
Aku menemukan seseorang di Miami yang mengunci FlashDrive-nya Troy.
Kurasa orang itu bisa memandu kita pada pemasoknya Troy.
Aku harus pergi kesana langsung. Paling tidak dua hari.
Bagus, buatlah sebuah tim dan perbaiki ini.
Apa itu barusan? Seperti ada sesuatu. Kalian tak lihat?
Mungkin serbuk sari. Aku sedang kosong. Jika kalian ingin membuat tim...
Tapi kau bukan detektif, Ben. Kau adalah opsir dalam masa percobaan...
...setelah kejadian ini harusnya kau dipecat.
Pak, Anda tak bisa mengajarkan kemampuanku.
Aku seperti seekor kucing.
Aku setengah polisi, setengah puma. Tapi sepenuhnya detektif.
- Akan kuserang kau. - Kau tahu?
Bagian psikologis bilang padaku untuk mengurangi urusan serius, jadi James...
Tn. Barber secara teknis masih ada disini,...
...jadi jika kau mau membawanya ke Miami, Boleh.
Tapi jika dia mengacau, itu masalahmu.
- Ayolah. - Tidak.
Semua orang sibuk. Aku akan pergi sendiri.
Apa maksudnya itu? Kau harusnya membantuku disana.
- Kita keluarga, keluarga tak seharusnya... - Hentikan, ini bukan soal keluarga.
Bukan soal teman dan perasaan.
Ini soal kau tak tahu betapa seriusnya tugas ini.
Aku tahu betapa seriusnya ini. Itu sebabnya aku harus masuk tim.
Kau tak tahu. Kau hanya pemula.
Kau beruntung dalam kasus kecil pertamamu. Sekarang tugas ini adalah hal paling buruk.
Kau berubah menjadi monster.
Berpikir kau sudah siap tapi nyatanya tidak.
James, aku siap.
Itu sebabnya aku harus ikut agar bisa kubuktikan padamu, letnan, dan semuanya.
Kau tak harus buktikan apapun. Kau hampir membuat kita terbunuh.
Jangan biarkan satu insiden membuatku mundur.
Kau sungguh serius?
Kau mau bertanggung jawab karena mengacaukan karirku?
Aku tak peduli. Kau juga harusnya tidak. Seminggu lagi kau menikah.
Tetaplah disini dan bantu Angela untuk mengurus pernikahannya.
Kau bilang ini hanya sebentar. Paling tidak dua hari.
Aku tak bisa menikahi Angela tanpa berbuat apa-apa.
Kau suruh aku buktikan, itu yang coba kulakukan. Biarkan aku ikut.
- Tidak, kau tidak mendengarkan. - James, dengar.
Omong-kosong.
Harusnya kau ajak aku ke Miami. Itu menggelikan.
Aku siap menjadi detektif. Aku 100% siap.
- Apa kabar, BlackHammer. - Minggir. Aku sedang tidak mood sekarang.
Kau membuatku kesal. Akan kutunjukkan pada Letnan Brooks dan semua orang.
Minggir. Aku sedang di daerahku.
Kau mengejarku? Biar kuperlihatkan jika kalian mengejarku.
Itulah yang terjadi jika membuatku marah. Berputar sedikit.
Dan keluar.
Aku melihat mobil. Keluar dari mobil, nenek.
Kau butuh bantuan?
Menyingkir dari mobil.
Ini bukan permainan untukku. Aku ingin mobilmu.
Darimana kau dapat tongkat pemukul itu? Nenek, hei.
- Nenek bermain kotor. - Akan kuakhiri sekarang..
Apa yang kau lakukan? Menodongkan senjata padaku?
Nenek, tidak harus seperti ini...
Aku ditembak oleh nenek.
Disini ada dua belas meja.
Jika kita buat karangan bunga lalu kita akan mendapat vas kristal.
- Itu bagus. - Cori?
Aku tak tahu kita ada pertemuan hari ini? Aku tidak ingat.
Kami pikir kami bisa membicakan penempatan pernikahan. Itu saja.
Tanpaku?
Kalau begitu, aku akan...
Mendengarkan dari kejauhan.
Terima kasih, Ben.
Aku ingin bilang padamu, bahwa temanku punya...
...bunga hydrangea terbaik di seluruh Atlanta.
Tidak.
Untuk penempatan duduk terakhir,...
...aku putuskan untuk memindahkan semuanya ke meja 5.
Karena aku tak ingin ada yang mengganggu pernikahanmu.
- Untuk meja 5 itu sempurna... - Tidak bisa.
Pamanku dan Carol tak bisa duduk bersama. Mereka akan kacau jika bersama.
Kau ingin mereka adu mulut semalaman?
Baik. Akan kupindahkan...
Tidak, Angela, kau tak memindahkan siapapun.
- Ben, kau sudah mendapat kesempatan. - Dan kau mengabaikannya.
Biar kutanya sesuatu? Kau sudah melihat Buku impianku yang kukirim online?
Kau lihat impianku? Gambaranku? Kenapa kubicarakan ini padamu?
Ini pernikahanku. Dan aku punya pandangan terhadap pernikahanku.
Pandangan mengagumkan yang takkan diabaikan olehmu.
- Ben, dia tidak mengabaikan... - Dia mengabaikanku...
- Cori? - Kenapa kau berjalan maju begitu?
Kau tahu berurusan dengan siapa?
Aku perencana pernikahan terbaik dan aku mendapat banyak pelanggan.
Terlalu banyak informasi.
Dan mereka terus kembali. Mengapa? Karena aku punya selera.
- Aku takkan lakukan ini denganmu. Alasannya... - Sayang, apa yang kau lakukan?
Biarkan.
Aku takkan diintimidasi olehmu. Aku polisi dengan lencana sungguhan.
Mendapat kehormatan.
Dan dengan hormat kukatakan bahwa kau pegawaiku.
- Pegawaimu? - Benar.
- Jangan berani... - Dengar, polisi. Kau harus mundur...
Dan biarkan aku membuat pernikahan impianmu.
Yang akan kulakukan adalah naik.
Aku muak.
Ben.
- Kurasa sekarang kita gunakan pandanganku. - Keluar dari rumahku, Cori.
Biarkan Cori melakukan tugasnya, kau tahu, merencanakan pernikahannya.
Tugas Cori seharusnya adalah menunjukkan sedikit rasa hormat.
Aku sudah jelas mengatakan pada Cori jangan ada Hydrangea.
Dan apa yang dia bawa? Hydrangea.
Dia lupa bahwa kau mempelainya.
Kenapa tak ada yang menunjukkan rasa hormat padaku?
Itu yang ingin aku tahu, Ange.
Aku menghormatimu.
Bukan begitu, kita disini membicarakan keinginanku dan...
Aku hormati itu. Sungguh, sangat.
Latihan untuk malam pertama pernikahan nanti?
- Ya, maksudku kita disini. - Aku akan menghukummu.
Dan kita semakin turun dan turun.
Aku suka itu, karena caramu bermain.
Apa itu? Apa yang kau coba lakukan? Hentikan, jangan lakukan itu.
- Kau berhak untuk diam... - Kau berhak untuk tetap diam.
- Kau berhak untuk tetap diam. - Tunggu sebentar.
Karena aku ingin kau mengelusku. I want you to take me very hard points on my rights.
Tapi pertama-tama aku harus ke kamar mandi...
...untuk membersihkan semua kotoran kriminal dalam diriku.
Tapi saat selesai, aku sudah bersih dan aku akan menyerah pada hukum. Hukum aku.
Borgol aku di kasur.
Letakkan tongkat itu, jika rusak kau harus bayar.
Apa yang terjadi pada perutku? Aku harus buang air.
Hei, dik, semuanya baik saja?
Aku ingin kau lakukan sesuatu untuk pernikahanku.
- Jika ini soal aku tidak membawa... - Bukan soal itu.
Aku ingin tahu apa kau sudah membelikanku hadiah pernikahan?
Kedengarannya kau ingin sesuatu.
Ben, sangat ingin ke Miami. Dia bilang kau tidak mengajaknya.
Tidak mungkin. Kau sudah gila?
- Akan sangat berarti baginya. - Aku tidak peduli.
Apa ini soal dia atau soal kau ingin mengeluarkannya...
...dari kepalamu untuk beberapa hari?
- Sedikit kedua-duanya. - Tetap tidak bisa, dik.
Kau harus urus si cebol itu.
Dia tidak ikut denganku. Ini terlalu penting.
- Dia hanya ingin membuktikan dirinya. - Jawabannya masih tidak.
Gila sekali.
Kenapa kau ingin aku mengajak si bodoh ini ke Miami?
Untuk menunjukkan betapa bodohnya...
Sayang.
- Sayang. - Ya?
- Ada seseorang di pintu. - Mereka akan pergi, Ange.
Mereka tidak pergi.
Aku sudah belajar. Aku tidak mendobrak masuk.
Sudah kulihat.
Kali ini tidak. Apa yang kau kenakan?
Membicarakan yang kukenakan? Ini kimono. Mereka buat untuk laki-laki.
- Aku harus merasakan horisonnya berjalan. - Baik, tapi jangan bawa itu ke Miami.
Aku takkan...
Tunggu dulu.
Miami, James, aku ikut? Kau mengajakku ke Miami?
Aku pergi lima menit lagi, jika ikut cepatlah.
Kemarilah.
Aku tahu ini terlalu cepat. Harus selangkah demi selangkah.
Aku tahu kau akan berubah pikiran. Karena saat kita bicara, kau seperti...
Dan kupikir dia masih memikirkannya. Kau memang plin-plan.
Aku sangat senang.
Ini sedikit canggung.
James mau mengajakku pergi beberapa hari untuk urusan polisi.
Aku tidak ingin pergi. Tapi James membutuhkanku.
- Lakukan yang harus kau lakukan. - Sungguh?
Pastikan kau kembali tepat waktu untuk menjadikanku Ny. BlackHammer.
Tentu saja, aku tidak sabar untuk kembali.
Karena saat aku kembali, kita akan menikah.
- Kita akan menikah. - Beri aku tiga ciuman.
- Aku mencintaimu. - Aku mencintaimu.
Kau. Apa yang bisa kukatakan? Miami.
- Bergegaslah. - Aku sedang bergegas.
Jangan berpikir kalau aku tidak berterima kasih.
Tapi kenapa kau berubah pikiran?
Ben tak pernah bisa menjadi detektif. Dan satu angkatan tahu itu.
Tapi dia berpikir jika dia berhasil dalam kasus Miami ini,...
...berarti dia membuktikan bahwa kami semua salah.
Jadi kuajak dia supaya dia bisa lihat sendiri.
Karena aku tidak ingin dia mengoceh selamanya...
...kalau aku tak memberinya kesempatan.
Kau takkan pernah tahu. Dia mungkin akan mengejutkanmu.
Aku meragukan itu.
- Sudah terjadi sebelumnya. - Keberuntungan pemula.
- Berhati-hatilah. - Jangan kuatir.
Akan kupulangkan pria kecilmu dalam kondisi utuh.
Dia pria sejati.
- Hei, Ange! - Ya, sayang?
- Kau tahu dimana ikat pinggangku? - Yang perak atau emas?
- Aku mencari yang perak. - Coba periksa laci pojok atas.
- Jangan campur ikat pinggang kita lagi. - Aku keluar.
Dapat. Ada di laciku, bukan lacimu. Terima kasih.
Sama-sama.
Lihatlah ini. James, kau lihat ini?
Ini Miami. Ini adalah 3.0.5.
Ini bukan liburan. Pertama-tama kita kunjungi...
...Departemen Polisi Miami agar mereka tahu kita datang.
Kita tidak bisa asal melakukan tugas polisi tanpa mereka tahu sesuatu.
Jika begitu, kita harus turun sebentar untuk ganti baju.
Kenapa? Untuk apa?
Ini salah.
Jika yang salah linan-nya, kalau begitu aku tak ingin jadi benar.
Kau seperti seorang pemuja.
Apa Tommy Bahama seorang pemuja? Dia keren. Kapan aku bisa daftar?
James, biar kuberitahu, jika kita tim, kita harus bekerja sama. Dengarkan aku.
- Kita harus melengkapi satu sama lain. - Aku takkan melengkapi dengan marshmallow.
Detektif yang hebat tahu untuk beradaptasi agar mereka tidak mudah tertangkap.
Benar sekali, gayamu sudah mencolok.
James, saat angin menghembus baju ini, Aku seperti P. Diddy tahun 1990. Lihatlah.
Tunggu disini.
- Kenapa harus aku? - Kenapa kau harus selalu berbicara?
Detektif, aku meminta secara baik-baik.
Tolong, aku butuh seorang tersangka.
Kau yang dari Atlanta? Kapten Pedro Hernandez, suatu kebanggaan.
Detektif James Payton.
Kami hanya ingin melapor. Kami akan bekerja...
...di dalam distrikmu untuk mencari seorang saksi.
Halaman pernikahan Ben & Angela
Apa? Hydrangea?
- Aku suka karangan yang unik. Sangat menenangkan. Bagaimana menurutmu? - Sudah kubilang tak boleh ada Hydrangea!
- Ada acara apa ini? - Yayasan dari Antonio Pope.
Itu adalah Antonio sendiri. Dia seorang pengirim donasi.
Dia membeli perusahaan pengiriman terbesar di Pantai Timur.
Komisaris pelabuhan Griffin ditemukan tewas
- Apa masalahmu? - Kau ada di mejaku.
- Maaf, aku hanya mencari karangan bunga. - Jangan. Jangan sentuh komputerku...
Jangan lihat komputerku. Barang-barang ini sensitif.
Baiklah, aku akan keluarkan dulu.
Kau akan keluarkan?
Sudah kubilang jangan sentuh.
- Itu menyakitkan. - James.
"Manipulasi tisu lembut" Memakai titik tekanan.
Ayo, Ben, kau pasti bisa lepas.
Sudah kena ususku, James, sudah tersangkut.
Bagaimana jika begini?
Entahlah.
- Ayo, Ben. Kau membuatku malu. Bangun. - Kau membuatnya malu.
Menyedihkan.
Detektif Payton, bagian kriminal di Atlanta.
Kami kemari untuk beberapa hari.
Detektif Cruz. Bagian kasus pembunuhan.
- Dan aku opsir Ben Barber, aku rekannya. - Tidak.
Aku takkan berjabat tangan. Ayo, James. Kita pergi.
Sebelum dia menangkap kita. Ayo pergi.
Ayo, James. Dia terlalu berlebihan. Aku tak tahu apa masalahnya.
Komisaris pelabuhan Griffin ditemukan tewas
James, keren rasanya ada aku disini.
Aku merasa bersalah karena membatalkan rencanamu.
- Rencana apa? - Pesta bujangan-ku.
- Aku tidak merencanakannya. - Terserah. Hentikan itu.
Sungguh? Kau tidak melakukan apapun?
James, aku bahkan tidak menyukainya. Penari bugil,...
...aku tidak mencoba pulang melihat Ny. Hammer...
...memberikan gliter padaku. Aku tak seperti itu.
Angela ingin tahu kau bersama siapa ke pernikahan.
Mungkin Nicki Minaj atau Patti LaBelle.
Kau tahu, kau bersikap sok keren. Itu keseharianmu.
Kau tetap itu itu saja. Entah apa maksudnya.
Kau takut aku dan Angela duduk dibawah matahari tenggelam.
Lalu kau duduk sendirian. Bagaimana menurutmu?
Kau bisa duduk dibawah matahari tenggelam bersama kami.
Setelah bulan madu.
Kau tak bisa ikut. Karena disana aku dan Angela sedang sibuk.
Jika kau ucapkan itu sekali lagi, akan kutembak wajahmu.
Sekali lagi, itu tidak menggangguku. Tahu sebabnya, James?
Karena kau hanya mengolok-olok.
Begitukah?
Itu adalah tanda dari seseorang dengan rekannya.
Tidak, itu adalah tanda dari "The Brothers in-Law" (Ipar)
Oh, tebak apa yang baru saja muncul. "The Brothers in-Law."
- Itu tidak ada artinya. - Sekali lagi. Semuanya diam...
Karena Brothers in-Law baru saja datang.
Jika kau ucapkan itu sekali lagi, Kutembak wajahmu juga.
Jadi?
Baiklah.
The Brothers in-Law!
- Lucu sekali. - Memang.
Baiklah.
Bagaimana kau mengurus si AJ ini?
Kau akan bergaya polisi baik/polisi jahat? Mengancam dengan cara dilema?
Singkirkan buku panduan dari akademi-mu itu.
Kita lihat dari situasi. Bertindak sesuai insting. Instingku.
Menurutku kita harus melakukan teknik interogasi.
Kenapa tidak kita coba teknik "Ben, tutup mulutmu"?
Sudahi untuk hari ini. AJ, bukalah.
Aku akan periksa jendela.
Polisi, berhenti.
James. Dia kabur. Ini pengejaran dengan kaki.
Jangan ucapkan kaki...
Ini pengejaran dengan kaki, James.
Kau tak harus mengucapkan "Pengejaran dengan kaki".
Santai.
Aku baik saja.
Polisi, berhenti.
Pelan-pelan.
Polisi, berhenti.
Dasar pemula.
- Pesta barbeque. - Berhenti.
Polisi, berhenti. Akan kutembak kau.
Jangan melompat.
Aku dapat kau, AJ.
Sialan, aku meleset.
Kau tak apa, tidak terlihat buruk.
Masuk ke kamarmu.
Berhenti.
Sial.
Anjing.
Astaga, berhenti.
Menyingkir.
Oh, AJ.
Kau tak apa? Aku tak melihatmu.
Tak apa, dia temanku. Dia hanya berbuat bodoh.
- Apa kabar, Bone Machine? Kenapa kau lari? - Kenapa kau mengejarku?
- Kenapa kau lari dari polisi? - Aku tak tahu kau polisi.
- Kau tidak dengar, "Polisi, berhenti?" - Aku tidak melihat lencana.
Yang kulihat hanyalah dua "Blantemen" jahat.
"Blantemen?" Itu bahkan bukan kata, AJ. Apa yang kau coba katakan.
- Lupakan saja. - Katakan maksudnya, atau kutembak zakarmu.
Baiklah.
Hitam/Negro (Black).
Kau lari dari kami, hanya karena kami negro?
Lihatlah dirimu. Kau lari dari dirimu sendiri.
Kami hanya ingin bicara denganmu, AJ.
Kau dan puteramu disana seharusnya malu.
- Kau tuli atau semacamnya? - Apa yang kau lakukan?
Dia membuatku berlari melalui gang dan rumah...
Dikejar oleh ayam & anjing yang buang air dicelanaku.
Lihat pakaianku. Sudah usang. Dimana topiku?
Kemari. Tetap fokus.
Biar kutunjukkan padamu bagaimana detektif sungguhan menanganinya.
Astaga.
AJ.
Kami hanya ingin berbicara soal temanmu Troy di Atlanta.
- Siapa Troy? - Kau mengunci FlashDrive-nya.
"Troy?" Aku tidak tahu Troy. Aku tidak mengenal Troy.
Tidak tahu?
Akan kupenjarakan kau.
Sampai kau memberitahu apa isi...
...dari FlashDrive-nya Troy, kau akan terkurung.
Kata-kataku adalah reputasiku. Dan ini kejahatan.
Masuk kedalam.
Kenapa kau gugup, AJ? Kenapa kakimu bergetar?
- Sindrom kaki gelisah. - Kakimu akan beristirahat di kurungan.
Faktanya, kakimu akan terus bergerak. Untuk tetap meng-Blantemen.
Hal terakhir yang kau lakukan adalah meng-Blantemen bokongmu.
Itu yang terakhir.
Aku bukan kriminal, dan kalian tahu itu. Ini tidak adil.
Tidak adil? Selamat datang di kehidupan nyata, AJ.
Maaf, ini tidak adil. Tahu kenapa?
Ini adalah dunia dimana perasaanmu bisa terluka.
Di dunia dimana orang menikah tidak bisa mengadakan pesta bujangnya.
- Kau menikah? Selamat. - Terima kasih.
Disebelahku ini akan menjadi saudara iparku.
Apa? Rekanmu akan menikahi adikmu?
- Dia bukan rekanku. - Itu pasti canggung.
Tidak canggung. Tapi ajaib. Membuat kami semakin erat.
Ben. Tetap fokus.
Apa yang membuatmu berpikir aku tak fokus?
- Boleh bertanya? - Silahkan.
Pacarmu. Adiknya. Apa mirip?
Kuharap dia tidak kembar, dengan janggut dan kumisnya.
Mereka tidak kembar.
Jadi, rekanmu menikahi adikmu pasti segalanya akan jadi keras.
Bagian bercintanya, pikirkan.
Rekanmu "menusuk"...
- Kami tidak saling menusuk. -...Adikmu.
Itu tidak benar.
- AJ, mundurlah. - Aku sangat bergairah.
Ya Tuhan. Kurasa kau mematahkan hidungku.
Aku akan menuntutmu. Kau baru saja membuatku kaya.
Kau tak bisa menghabiskan uang di penjara, atau mati.
- Mau apa? - Baiklah.
Aku mungkin punya kode master untuk keadaan darurat.
Mungkin?
Ya, tapi terlalu berbahaya jika disimpan olehku.
- Kusimpan di brankas temanku, Stevie B. - Dimana brankasnya?
Ada di kelabnya.
Kuambilkan untuk kalian, dan retas komputer Troy...
...lalu kita impas.
Terdengar seperti rencana, 'kan James?
Kau lihat ini?
Sejak kita masuk, semua orang menyapanya.
- Hai, Candy. - Hai, sayang.
- Apa kabarmu? - Baik.
Meja tempat biasa?
Beritahu orang-orang bahwa tengah malam akan dipercepat.
Ya, pak.
Aku tahu pandangan itu. Kenapa kuper bisa mendapat wanita seksi?
Ngomong-ngomong, Stevie B akan datang sejam lagi.
Kau bilang kau tidak dapat pesta bujangmu.
Dan kita sekarang di kelab dengan banyak wanita.
Kami sedang bertugas.
Kau mau terlihat seperti polisi, mungkin menakuti teman-temanku?
James, aku benci mengatakannya. Tapi AJ benar.
Santai sedikit.
- Kau mau kemana? - Mengambil minum, santailah.
Apa masalahmu? Dia ingin mengambilkan kita minuman.
Lagakmu seperti pemula. Jika dia kabur, itu salahmu.
Kau pikir aku tak tahu?
Ini rencananya, James. Kita tunggu hingga temannya datang.
Kita anggap ini sebagai pesta bujang.
Biarkan dia bersenang-senang dan memberi kita informasi.
- Dan kita pergi. Begitulah. - Itu yang kau lakukan?
Aku berakting.
Ini pesta bujangku!
Aku menang.
Sekali lagi.
- Apa kabar, BlackHammer. - Assface.
- Apa yang kau lakukan? - Aku meng-Skype pesta bujangku, James.
- Turun dari meja. - Aku berakting.
Ben, aku ingin kau bertemu dengan teman wanita baruku.
Mereka suka berpesta dan teler, tapi mereka bukan prostitusi.
Ini pesta bujangnya. Telerlah.
Ini berlebihan, nona-nona. Awas.
- Boleh ambil gambarku? - Baiklah, satu, dua...
- Aku tak bisa bernafas. - Sudah.
Silahkan.
Angie adalah wanita yang kuat. Aku tak ingin memberi yang sederhana.
Tak ada yang aman, jika disitu ada AJ.
Mana Stevie B? Kita harus menemukannya.
- Kau merusak bajuku. - Aku muak menunggu.
Kita harus bersulang.
Boleh aku membunuhmu jika kau ucapkan sesuatu yang baik padaku?
Kalian mau bersulang? Berikan airku.
Aku tak pernah melihatnya melakukan ini. Mari kita dengar.
Untuk saudara iparku, Benjamin Barber.
Tingginya 1.63 dan akan menikahi adikku.
- Baru lulus dari akademi. - Kau mengucapkan sesuai fakta.
- Lakukan dari hati. - Hanya itu. Apa lagi yang kau mau.
Tahu waktunya apa sekarang? Ini tengah malam.
Pesta bujang.
- Apa? - Dia hilang.
Permisi, nona.
Akan kudapatkan uangnya, sumpah.
Santai, bung.
Diam.
Semuanya, merunduk.
Bangun, A.J.
Kenapa masalah selalu terjadi didalam kelab?
Mungkin karena jaket itu.
Dia punya senapan FN 5.7, James. Itu senjata berbahaya.
- Akan kubuat dia mundur. - Jangan sekarang.
- Terlalu banyak orang. - Sudah kubilang. 13, 14.
- Apa yang kau hitung? - Dia kehabisan peluru.
Semuanya, merunduk.
- Apa? - Dia kabur.
Tidak kode kunci di brankasnya. A.J mempermainkan kita.
- Kau tak apa? - Tidak.
- Aku tidak baik. - Biar kutanya pertanyaan serius.
- Mungkin kau tidak cocok untuk tugas ini. - Itu bukan pertanyaan, itu pernyataan.
Kau sedang asyik dengan pesta bujangmu, kau bahkan tidak siap.
Jangan berpikir seolah aku mau ke kelab ini karena ingin...
...asyik-asyikan dan berpesta dengan wanita.
Itu tak bagus. Takkan kuulangi.
Astaga, Detektif yang joging dimalam hari.
Apa yang terjadi?
Biar kujelaskan, ini hanya kesalahan kecil.
Entah apa maksud pakaianmu, tapi itu bodoh.
Apa yang terjadi?
Seorang penembak profesional. Sedang mengejar A.J.
Siapa AJ?
AJ adalah peretas yang menjadi tujuan kami kemari.
Orangmu pikir ini terkait geng. Kubilang itu omong-kosong.
- Karena kau ahli masalah geng lokal? - Tidak, aku ahlinya dalam omong-kosong.
- Lalu, Ahli, kenapa senjatanya bisa masuk? - Mungkin keramik.
Atau plastik, aku pernah melihatnya. Itu adalah senapan 05/07 FN.
Tak bisa terdeteksi. Ada di DLC-nya gameku.
Jika kau ditembak oleh itu artinya permainan selesai.
Begitulah senjatanya bisa masuk.
Kasus yang kukerjakan sekarang, seorang penembak...
...membawa senapan di dalam area aman.
Pelurunya dideteksi berasal dari FN 5.7.
- Bisa jadi penembak yang sama. - Siapa yang tertembak?
Komisaris pelabuhan.
Mungkin berhubungan.
Seperti melihat banteng mengamuk.
Kenapa ada orang mau menyewa seorang profesional...
...untuk membunuh si ahli komputer untuk pemasok di Atlanta?
- Karena dia menjengkelkan. - Jika begitu, kau sudah mati dari dulu.
- Aku sedang tidak berpikir jernih. - Faktanya memang begitu.
Jadi pria yang menembak komisari pelabuhan, mencoba membunuh si peretas.
Mungkin dia terlibat sesuatu yang besar.
Dia harus jadi pendampingmu di pernikahan.
Kau harus masuk ke mobil.
- Kau harus punya seseorang. - Masuk ke mobil.
Kau akan sendirian nanti. Aku akan masuk mobil saja.
Aku takkan lakukan ini lagi. Ini tidak sopan.
Senjata plastik itu aku yang mengungkapkannya...
...tapi kau tidak peduli sama sekali.
Penembak profesional menembak seorang peretas?
Dan banyak saksi mata.
- Aku yang mengemudi. - Tidak.
Aku duduk di kursi pengemudi, jadi aku yang mengemudi.
Berikan kunciku.
Kenapa mobilmu baunya seperti panggangan terbakar?
Mobil ini bau.
Bukan panggangan. Keluar, Ben.
Keluarlah.
Kalian tak apa?
Kau tahu akan jadi berapa harga asuransinya?
Itu mobil kedua yang meledak.
Polisi belum menemukan tersangka terkait pembunuhan komisaris Douglas Griffin.
Meskipun investigasi masih berlanjut, kota sudah tak sabar dengan penggantinya Carlos Nuñez.
Aku akan lanjutkan tugas pendahulu-ku. Menghentikan korupsi dan membersihkan pelabuhan.
Apapun resikonya.
Tidak ada tanda dari rumahnya.
Dia takkan pulang ke rumahnya. Dia orang dicari.
Siapapun yang mengejar AJ, kita harus cepat menangkapnya.
Dia akan membunuh kalian dalam prosesnya.
Aku sedikit kecewa. Sejak kalian kemari, lalu bermain adu tembak di pusat kota...
Aku mendapat 20 komplain di Little Havana.
- Dan sebuah mobil meledak. - Bukan kami yang merencanakannya.
Kita melakukan yang lainnya, James.
Aku sudah bicara dengan Letnan kalian di Atlanta.
Dia akan senang jika kalian pulang.
Semoga perjalanan kalian menyenangkan.
Perjalanan menyenangkan katamu. Kita takkan kemana-mana.
- Jawab panggilan itu. - Ini bukan ponselku.
- Ada di kantongmu. - Aku tak punya ponsel di kantongku.
Ini ponselnya AJ. Aku belum kembalikan.
Ponselnya sudah menggila dari sejam lalu. Ada SMS dari Tasha, Bree, Collette...
AJ adalah seorang yang tercela. Aku akan hubungi Tasha.
Itu akan membuat kecurigaan. Lihat apa ada nomor yang berfungsi.
- Nomornya Tasha bekerja. Pemikiran bagus. - Aku tahu.
- Aku hanya bilang. - Tidak perlu.
- Tentu, kau... - Hubungi saja.
Kau tahu masalahmu, Maya? Kau pikir kau imut, tapi tidak, kau jelek.
Dan tanganmu seperti pria.
Beach Kitten di Pantai Selatan buka setiap hari.
- Dapat. - Tampaknya kita pergi ke kantor Tasha.
Aku mengambil ini dari mobilmu. Aku akan panggil temanku agar tahu bom jenis apa ini.
- Hanya itu yang tersisa di mobilmu. - Kita butuh kendaraan baru.
Aku bisa bantu soal itu.
- Aku harus beritahu Angela. - Jangan beritahu yang kita kendarai.
Aku tampak seperti pengedar narkoba.
Hentikan, ini mobil terbaik yang tersedia.
- Coba tebak panggilanku dengan James. - Apa?
- The Brothers in-Law. - Aku suka itu.
Jangan katakan itu lagi.
Ben, kau akan pulang di hari Sabtu, 'kan
- Aku akan pulang untuk pernikahannya. - Sudah hampir selesai?
Kami baru mendapat petunjuk yang bisa memecahkan kasus ini.
Lakukan saja itu. Semua barang sudah disini. Kami sudah urus semuanya.
- "Kami"? Cori ada disana? - Apa itu Ben? Biar aku bicara sebentar.
Pria macam apa yang meninggalkan kota seminggu sebelum pernikahannya?
- Pria detektif. - Kau bukan detektif.
Aku takkan berdebat denganmu. Kau harus menghormati pilihanku.
- Kau harus menghormatiku. - Kenapa kau harus mengurus menu-nya?
Karena menu-mu payah.
- Itu tidak payah. - Itu payah, Ben.
Itu sebabnya aku memasang buku impianku di Pinterest.
Pinterest-kan ini, Dah.
Aku tak percaya, dia menutupnya.
Kau tahu masalah terbesarmu? Kau tidak tahu caranya untuk tetap fokus.
Aku sedang krisis. Sedikit dukungan dari saudaraku mungkin bagus.
- Kau tak punya saudara. - Kau sebut apa pria yang menikahi adikmu?
Dia bukan saudaraku, karena itu inses dan menjijikkan.
Kau mengacak-acak keadaan, karena kau tidak bisa mencintai.
James, itu masalahmu. Kubuktikan sekarang.
Biarkan aku yang memimpin dan kuperlihatkan kalau aku bisa menjadi detektif.
- Tidak. - Kenapa?
Wanita ini mungkin tidak mau bicara dengan kita di depan publik.
Jika ini tidak berjalan baik karena tindakanmu...
-...atau kau tidak sengaja menembaknya. - Kenapa kau tak bisa melupakan masa lalu.
- Kau bahkan tak bisa mengatasi Cori. - Dia tidak ada kaitannya sekarang.
Wanita itu adalah wanita sesungguhnya.
Aku yang memimpin karena aku detektifnya.
Terserah, aku seperti mengurus anak kecil.
James, kau melihat ini? Ini seperti pasar untuk supermodel.
- Lihat keatas, dia seperti lumba-lumba. - Fokus.
Aku fokus.
- Halo. - Ada yang bisa kubantu?
Dimana Tasha?
Baiklah, tunggu sebentar. Tasha, ada dua opsir yang mencarimu.
- Mau kuambilkan sebotol air? - Tak usah. Aku akan menikah.
- Aku bertunangan. - Tak ada yang bertanya.
Aku hanya bilang. Kau tak bisa menaruh ikan di air jika kau mau berenang.
Aku tak tahu dimana dia dan jika tahu aku takkan beritahu.
Jika kau masih mau melihatnya hidup.
AJ sedang susah, kami hanya ingin membantunya.
Kenapa aku harus percaya padamu?
- Aku kemari bukan untuk main-main. - Pikirmu aku akan berikan temanku?
- Harus kau berikan. - Tidak.
Ini berlebihan.
James tidak paham yang kau katakan, tapi aku paham.
Kau dan AJ mungkin punya sesuatu yang indah dan aku tahu kau setia padanya.
Benarkan, James? Pertanyaanku sekarang:
Apa dia setia padamu, Tasha? Karena saat kulihat ponselnya...
Aku sempat terkejut melihat daftar kontaknya. Apalagi melihat daftar favoritnya.
Karena nama pertama yang muncul adalah Colette. Siapakah dia?
Dan yang terpenting: Apa nada deringnya? Jadi aku putar.
Entah apa reaksimu tapi ini mengejutkan, karena ini sangat seksual.
Lalu apa hubungannya?
Kupikir AJ merasa dialah satu-satunya, lalu ada lagi yang bernama "Bree".
Siapa dia dan apa nada deringnya? Lalu aku putar juga.
- James, kau dengar itu? - Biar kulihat.
- Rasanya seperti menjilat. - Kau sedikit berlebihan.
- Itu benar. - Jangan pikirkan dia.
Lalu aku mulai memikirkanmu. Kaulah yang paling utama, setidaknya begitu.
Namun kulihat namamu ada di daftar terbawah.
Kukira dia menyimpan yang terbaik untuk yang terakhir.
Lalu aku putar nada deringmu. Semakin aneh.
Tasha, itu dari Apple.
Itu nada dering yang standar dan tidak berharga.
Itukah pria yang ingin kau lindungi? Memasang nada dering aneh untuk wanitanya?
Aku hanya bertanya.
Begitulah caramu berbicara pada wanita. Aku dapat nomornya AJ hanya dengan seperti itu.
- Sejak kapan kita melakukan itu? - Maya, apa yang kau dapat?
Temanku Alonso memeriksa bekas ledakannya. Sudah pasti bukan buatan dalam negeri.
- Kami dapat nomornya AJ. - Ben yang mendapatkannya.
- Kata pacarnya, dia mencuri sejumlah uang. - Beritahu aku jika menemukan sesuatu.
- Sampanye? - Tolong.
Apa yang kau lakukan?
Kenapa kau susah sekali mengucapkan kata "kita"?
- Apa yang salah darimu? - Apa yang salah darimu?
Apa itu nomornya di ponselmu? Dengan emotikon senyum disebelahnya?
Ayo pergi.
Emotikon senyum dengan lidah menjulur, begitukah?
Kau tahu kenapa Tasha memberikan nomornya?
Karena aku bersahabat. Kau hanya harus terbuka.
Biar kuberitahu, James, itu lebih penting untuk kita lebih fokus.
Dengarkan aku sebentar. Sekarang kita akan fokus begini...
Aku yang akan mengurus bagian manusianya. Laki-laki ataupun perempuan.
- Kau mau mengurus semua bagian laki-lakinya? - Aku tak bilang begitu.
- Jelas sekali. - Jangan dibelit-belit.
- Halo? - Disini Ben Barber.
- Bagaimana kau dapat nomor ini? - Dengan sedikit pekerjaan detektif, AJ.
Kemarikan. AJ, wanitamu bilang tentang uang yang kau curi.
Aku tidak mencuri uang apapun.
Jadilah terbuka.
Kau harus menyerahkan diri. Kami ingin kau tetap aman.
Bagaimana aku tahu kalau kau takkan membunuhku?
Jika aku ingin kau mati, kau pasti sudah mati.
Kau harus paham, kau dalam masalah besar.
Masalah yang tak bisa kau atasi.
Saat kututup telponnya, AJ. Kau akan mati kurang dari 24 jam.
Lihat sekelilingmu, hanya kami temanmu.
Aku muak bicara denganmu.
Tunggu.
- Apa yang terjadi? - Disini Ben Barber lagi.
Akan kukirim SMS waktu dan tempatnya. Datanglah seorang diri atau aku pergi.
- Apa itu? - Itu bekerja, 'kan?
Si kuper ini mencuri uangku, membeberkan operasiku dan dia masih hidup?
- Sudah kukirm orangku yang terbaik. - Sebaiknya begitu.
- Penjualan global berpengaruh, ingat itu. - Aku paham.
Kurasa kau tidak paham.
Transaksinya sudah terbuka dan kita terbeberkan.
- Bunuh dia. - Ya, tuan.
Bagaimana dengan pembayarannya, sudah ada atau masih dicuri?
Sudah dikonfirmasikan oleh komisaris yang baru.
Oh, itu dia. Satu hal yang sudah benar.
Sekarang pergilah, aku sudah terlambat.
Ini dia.
Berjalanlah menuju pos penjaga pantai
Ingat yang kukatakan:
Satu mata tertuju padanya, satunya lagi pada sekitarmu.
- Aku tak bisa, coba contohkan. - Kau bukan kadal.
- Pindai saja sekitarmu. - Harusnya kau bilang begitu.
Keluar. Aku akan mendengarkanmu.
Aku berjalan di pantai. Aku tak punya waktu untuk bermain.
- Kau dimana? - Tenang dulu.
Tidak semudah itu. Harus dipastikan aman terlebih dahulu.
Hati-hati. Aku kemari bukan untuk dipermainkan.
Jalanlah menuju kedai.
- Kedai yang mana? - Di arah satunya. Berputar.
- Yang ini? - Ya.
Aku sedang kesana.
- Sekarang apa, aku sudah disini. - Aku ingin kau mengambil kaleng.
- Sudah. - Kembalikan.
- AJ, apa yang kita lakukan sekarang? - Aku memeriksa apa kau diikuti.
Ucapkan saja. Itu masuk akal.
- Jalanlah saja. - Baiklah, aku berjalan.
- Berhenti. Buka bajumu. - Kenapa aku membuka bajuku?
- Untuk memastikan kau tidak ada perekam. - Lihat? Tak ada perekam.
- Kau lumayan berotot. - Berhenti main-main.
- Berjalan ke tempat sampah. - Ke tempat sampah? Baik.
Sekarang apa?
Masukkan tanganmu dan ambil yang ada diatas..
- Apa dia mengaruk tempat sampah? - Sudah.
Bukalah dan beritahu apa itu.
Hanya sisa nacho dengan saus, guacamole dan bumbunya.
Bagus. Itu sempurna. Makanlah.
- Maaf, apa? - Makanlah.
Aku takkan memakan ini.
- Lakukan atau aku pergi. - Jangan dimakan.
- Itu menjijikkan. - Aku tak percaya kau sungguh melakukannya.
- Itu sungguh menjijikkan. - Kemarilah sekarang.
Kau punya dua detik untuk kemari sebelum kau masuk penjara.
- Kita harus pergi, tempat ini tidak aman. - Lalu kenapa kau suruh aku bertemu disini?
Aku tidak memikirkannya.
AJ, seseorang mencoba membunuh kami.
Dia meledakkan mobilku karena mencarimu. Jadi jujurlah dan beritahu siapa dia?
Sudah kuceritakan semuanya.
Kita kedatangan tamu. Ow, merunduk.
- Apa yang kau lakukan? - Aku akan menembak.
Kau tak pernah menembak saat didalam mobil berjalan.
Kau mengemudi atau menembak, James? Pilihlah.
- Kita bertukar. - Segera.
Kalian harus lakukan ini sekarang?
- Menyingkir dariku. - Minggir, James.
Aku atasi.
Kenapa kursinya sangat mundur, James?
- Awas didepan! - James!
Jangan kearah mereka!
Jangan sekarang, James. Aku memulai mode-ku.
Mode apa?
Apa yang kau lakukan, Ben?
Kembali.
- Mereka kembali. - Aku bisa atasi.
Pegangan.
Apa-apaan barusan?
- Itu disebut mengemudi. - Dimana kau belajar mengemudi, bung?
James, mundur saja dan biar kuurus.
- Berputar. - Pegangan.
- Kabur dari mereka. - Aku sedang mengemudi, jangan dorong aku.
Keluarkan aku dari sini.
Itu yang sedang kulakukan, tembak saja mereka.
- Merunduk. - Jangan tembak di dekat wajahku!
Apa kau menyalakan lampu sen?
Maaf, itu sudah kebiasaan.
Belok ke kanan. Ini terlalu mudah.
- Dia sudah bilang untuk tidak melakukan itu. - Aku punya rencana.
Persetan dengan rencana itu.
Ini dia.
- Dia belok ke kanan lagi. - Semuanya pegangan.
Dia belok ke kiri.
Akulah Ben Barber, jalang!
Permainan Selesai
- Keluarlah. - Lepaskan aku, kalian gila. Dimana kita?
Tempat aman, kita sementara disini sampai tahu siapa yang bisa dipercaya.
Sungguh, teman-teman?
Rumah siapa ini?
Alonso, temanku si ahli peledak. Dia sedang kerja.
- Siapa dia? - Aku dari bagian pembunuhan Miami.
James, jika kau serahkan aku ke polisi, aku akan digantung dengan seprai kasur.
Kau pikir aku peduli, AJ?
Kau mencuri dari siapa dan siapa yang menembak kami?
- Takkan kuberitahu. - Begitukah?
- Antonio Pope. - Antonio Pope? Omong-kosong.
Itu bukan omong-kosong, semua orang mengira Pope...
...adalah pebisnis yang lejit tapi sebenarnya tidak.
Dia seorang penjahat atas segalanya. Narkoba, persenjataan...
- Troy pasti anak buahnya di Atlanta. - Ya.
Ini operasi yang besar. Kita dapat Pope, dan dapat Troy.
Sesungguhnya, aku adalah peretas pesuruhnya.
Aku meretas kompetisinya, Menginstall sistemnya, mencuci uangnya.
- Kau melakukan 4 atau 5 kejahatan. - Ini untuk amandemen.
Beberapa hari yang lalu, Aku mengambil uang dari akunnya.
Dan menaruhnya di akun-ku. Kupikir dia takkan tahu.
- Tapi dia tahu. - Maya, apa-apaan ini?
- Turunkan senjatamu. - Turunkan.
AJ, berhenti berteriak.
- Akan kutembak wajahmu. - Ini Alonso. Temanku si ahli peledak.
- Turunkan sekarang. - Alonso, turunkan, mereka polisi.
- Turunkan. - Turunkan senjatamu.
- Turunkan, Castro. - Turunkan.
- Sudah kuturunkan, giliranmu. - Ben, tak apa.
Apa-apaan?
- Lagi? - Pernah terjadi sebelumnya?
- Aku tak tahu harus apa James? - Kakiku.
Aku gugup.
Sudah kubilang untuk fokus!
Pikirmu aku bermaksud menembaknya? Kupikir dia akan menembak!
Astaga, dia jadi zombie. Tembakan kepala.
- Ini rompi, bodoh. - Itu rompi.
Itu sebabnya aku butuh rompi, James. Saat kecelakaan seperti ini.
Siapa orang-orang bodoh ini dan apa yang kau lakukan dirumahku?
Mereka opsir dari Atlanta. Mobil mereka meledak.
- Namaku Ben Barber, aku minta maaf. - Hei, bung...
...atau akan kurobek dadamu dan kutusuk jantungmu.
Aku kemari untuk minta maaf.
- Kau menembakku. - Tidak sengaja.
- Kenapa kau tidak pergi saja! - Baiklah.
Bisakah kalian fokus. Sudah temukan sesuatu?
Peledak dari mobil itu dan detonatornya, keduanya langka.
Dari Eropa Timur.
- Itu dari Pope. - Bisa hentikan?
Sebentar, Maya, dia mungkin bicara jujur. Hanya orang-orang...
...dari pengiriman yang bisa dapat alat yang tak bisa dilacak.
Kau harus membantuku mendapatkan buktinya.
Pope takkan berhenti mengejarmu. Jadi, hanya kami pilihanmu.
Kau mencuri dari komputernya, 'kan? Bisa berikan akses pada kami?
Seseorang harus masuk ke dalam komputer miliknya...
...dan mengunduh daftar muatan kapalnya.
Pope mengadakan pesta di Manornya malam ini. Keamanannya pasti ketat.
Akan ada banyak pebisnis asing.
Tidak masalah. Kita masuk kesana tanpa ketahuan...
Dia akan memberitahu dimana letak komputernya...
...dan dia akan terus mengabarkan kita.
Bagaimana kita masuk tanpa ketahuan?
Nama anda?
Namaku...
Laksamana Pangeran Steven Matumbe.
Dewan Nigeria.
- Ditambah dua. Kedua pelayanku. - Kalian tidak ada di daftar.
Periksa daftar VIP. Dan jangan pandangi aku.
Jangan lihat aku. Kau lihat saja ke tab-nya, baca namanya...
Saat kau melihatku, tutup matamu. Lihat aku. Jangan lihat aku.
- Lihat aku. Itu sebuah tes dan kau gagal. - Kalian tidak ada dalam daftar.
Teruslah membuat lama, teman-teman. AJ sudah selesai.
- Tolong, minggir. - Tunggu.
Ini semua salahmu. Aku melakukan yang sudah seharusnya kulakukan.
Aku memberimu pakaian dan memberimu makan.
Tapi kau bersikap tidak becus dan mempermalukanku.
Tuan, saya pengawal pribadi anda, bukan pelayan anda.
Kau adalah seperti yang kukatakan!
Maaf, tuan, ada lalat di wajah anda.
Ini sudah tradisi. Tanda untuk kehormatan.
- Baiklah, sekarang coba. - Periksa daftarnya sekali lagi.
- Ada disini. Maaf, silahkan masuk. - Aku akan pergi.
- Tidak. - Lepaskan aku.
Lewat sini.
Dimana kita? Aku tak bisa merasakan wajahku.
Dan sama-sama.
Ingat, kita harus tetap waspada.
AJ berada di telingamu, kau hanya harus mengunduh berkasnya.
- Apa dia akan berhasil? - Tentu tidak, tapi apa kita punya pilihan?
Pertama-tama, Ben bisa mendengarnya.
Oh, James. Lihatlah, Mereka punya Lumba-lumba berlian bakarat.
Dia mungkin juga punya toilet Gucci. Pikirmu aku peduli? Tetap jalan.
Jika dia ada toilet Gucci, aku akan duduk disitu.
- Dia disana. AJ, bisa dengar kami? - Apa disitu ada bufet?
Karena aku ingin minum satu atau dua teguk. Tidak rasis jika aku yang mengatakannya.
Kami pergi kemana?
Pertama-tama, kalian harus pergi ke koridor utara.
Setidaknya pergilah ke bagian sayap rumah.
Aku akan membuat pengalihan.
Kalian bersikap seperti biasa-lah.
- Apa yang kau lakukan? Turunkan tanganmu. - Aku melambai.
Penegak hukum selalu dipersilahkan masu ke pestaku.
- Jadi, Tn. Pope, anda bisa berdansa? - Apa aku bisa berdansa?
Ini akan asyik.
- Kau berdansa? - Ya.
Hentikan.
Dia berhasil. Mari kita bekerja.
Dia sangat bagus. Kurasa aku...
- Ben, naik ke lorong pertama. - Dimengerti..
- Berjalanlah ke ujung koridor. - James, ini saatnya mode diam-diam.
- Apa kau tahu mode diam-diam? - Itu dari Assassin's Creed.
Artinya kau menjadi tidak terdeteksi.
Pintu menuju kantornya ada di sebelah kiri.
- Beritahu jika sudah sampai. - Pasti ini.
Pintunya terkunci.
Toilet bagi tamu ada di bawah koridor. Masuk dari sana.
Pergi, aku urus yang ini.
Hei, bung.
- Kau melihat dia? - Melihat siapa?
Kurasa dia turun. Dia bilang ingin keluar sebentar.
Kau tak bisa disini. Turunlah. Gunakan toilet dibawah.
- Pergi ke jendela dan bukalah. - Aku melihatnya.
- Baiklah, sudah terbuka. - Panjat keluar.
Kau dengar aku? Panjat keluar.
- AJ, aku dua lantai diatas. - Kita sudah disini, jadi lakukan.
Tak ada yang boleh menyuruhku memanjat keluar dari lantai dua.
Ben, lakukan.
- Aku dua lantai diatas, James. - Panjat keluar, sekarang.
Mereka punya toilet Gucci, James.
Ayo, Ben.
Aku berada di antara dua lampu yang berjauhan.
Aku akan mencoba mencapainya, oke?
Tidak, aku kehilangan keseimbangan.
Astaga.
Dasar bodoh...
Permisi tuan, anda mau burger domba?
Mundur.
- Burger domba? - Ya.
Aku tak pernah memakannya. Biar kucoba.
Astaga!
- Ada selera Spanyol, keju apa ini? - Manchego.
Manchego?
- Tinggalkan aku. - Nah, ini...
- Tolong. - Bukan kau yang memasak ini, 'kan?
Mundur kau!
Ben, apa yang terjadi?
Mundur. Seekor Aligator menangkap kakiku!
Lepaskan pergelangan kakiku!
Tinggalkan aku sendiri!
Aku tidak ingin mati seperti ini.
Aku tak peduli, simpan saja.
Ben, kau tak apa? Konfirmasikan.
Diamlah, AJ. Kau tak bisa bilang bahwa ada Aligator disini?
Aku lupa, sumpah.
- Aligator? - Apa Marcus menggigitmu?
- Kau mau minum? - Tidak.
Maya, aku butuh waktu lagi. Seekor Aligator memakan sepatuku.
- Ya, sebenarnya aku ingin minum. - Fantastis.
- Kau suka tequila? - Ya.
- Apa yang terjadi? - Tunggu sebentar, James.
Baiklah, AJ. Aku ada didalam kantornya sekarang.
Tunggu.
- Ada Aligator disini? - Tidak ada Aligator, ada sistem audio alarm.
Kenapa tak bilang padaku? Pikirmu mudah masuk kemari, AJ?
Tak ada yang sempurna. Berjalanlah ke meja perlahan.
- Berhenti bermain, ini serius. - Baiklah, aku ke mejanya sekarang.
Ada Macan Tutul Hitam.
Astaga!
Tenanglah, Ben.
Sistem alarm mendapat sesuatu di kantor Pope. Periksalah.
Dimengerti.
James? Ben membunyikan alarm.
Kau harus ikut campur, koridor timur, dia menuju kearahmu.
Baiklah...
Hydrangea. Dia punya Hydrangea.
Baiklah AJ, aku sudah di komputernya, pandu aku.
Ada tujuh digit kode yang dia masukkan jadi aku tak tahu.
Tapi aku memakai kode pribadiku karena, kenapa tidak.
Kau memang seorang penjahat, AJ. Apa kodenya?
Buka kurung, O...
...tutup kurung, spasi...
...buka kurung, O, tutup kurung.
Tunggu, apa itu?
Payudara, ya.
Sekarang apa, AJ?
Masukkan FlashDrive yang kuberikan dan buka berkasnya.
- Sedang kulakukan. - Sisanya dilakukan sendiri.
- Terima kasih, sayangku. - Dengan senang hati.
Ceritakan tentang tequila ini. Apa ini langka?
Terlangka di pasaran, susah ditemukan.
Salute. (Bersulang)
- Dia hampir sampai, teman-teman. - Kau harus cepat.
Aku takkan menghabisi seseorang semalaman.
Selesai.
- Apa kau tahu... - Maya, ayo pergi...
Aku harus pergi.
Terima kasih, baiklah tanganku. Aku harus pergi.
Tos. Ini dia.
Ini hari paling terburukku. Alligator, hydrangea dan pedang dimana-mana.
- Mana sepatumu? - Kisahnya panjang, James.
- Orang ini memiliki Aligator. - Kau tampak bodoh.
Ini lebih baik, James?
- Sudah lebih baik? - Sudah dapat?
- Ya, aku profesional. - Kita harus pergi.
Opsir.
- Penampilan menarik. - Rumah yang menarik. Di negaraku...
- Hentikan aktingmu. - Ya.
Pestanya lewat sini. Aku memaksa.
Mau minum? Remy? Dome?
Aku dapatkan ini dari Peru. Ilegal di negara ini, tapi...
Ini bisa membuatmu terjaga semalaman. Jika kalian paham maksudku.
Tidak. Kami tidak haus.
Aku juga tidak haus.
Lihatlah, kelasnya masih berjalan.
Kapan kau akan membiarkan Ben mengurus kesalahannya sendiri, James?
Ya, benar sekali, aku tahu nama kalian. Apa itu mengejutkan kalian?
Mungkin pertanyaan terbesarnya adalah...
...mengapa Polisi Atlanta mengganggu pestaku.
Kami pikir kau punya masalah...
...dengan pencuri.
Karena kau sudah menyebutkannya, aku punya masalah besar minggu ini.
Kurasa aku sudah melaporkannya.
Aku berasumsi kalian sudah menemukan penjahatnya.
Dasar bajingan.
Kurasa kalian tahu siapa yang mengambilnya. Dan jika aku belum juga dapat jawaban...
Rekan-rekanku di Atlanta takkan suka jika salah satu penderma-nya diusik.
Di rumahnya sendiri.
Kau akan mengadukan kami? Pikirmu kami peduli?
Salah satu kalian mungkin akan mendapat permintaan maaf.
Tapi bagaimana jika salah satu dari kalian sedang dalam masa percobaan.
Jika jabatanmu hanya sebatas opsir,...
...kau bisa saja dipecat. Hanya dengan seperti itu.
Kurasa kita tak harus mengganggu karir siapapun sekarang.
Terutama bagi mereka yang belum mendapat pekerjaan.
- Tranquilo. (Diam) - Maaf, apa?
Yang kutahu adalah aku adalah korban dari seorang peretas yang mencuri dariku.
Aku tidak ingin dia ditangkap. Aku hanya ingin tahu...
...bagaimana dia melakukannya, agar aku bisa mencegah hal ini terjadi lagi.
Aku khawatir badan sosial-ku dalam bahaya.
Jadi, jika kalian datang kemari bukan untuk membantu,...
...lalu untuk apa kalian kemari?
Kudengar kau punya toilet Gucci.
Kurasa urusan kita disini sudah selesai.
Anak buahku akan menunjukkan jalan keluarnya. Lain kali...
...jika kalian ingin masuk ke pestaku, minta saja.
Pestamu payah.
Ada kesalahan apa? Aku mengajak mereka masuk...
...dan sekarang aku berbicara dengan mereka?
Santailah, aku tidak akan menembakmu. Ini hanya sekedar untuk meluruskan tujuanku.
Kita adalah multinasional. Mulai sekarang, setiap kesalahan akan ada harganya.
Tak ada lagi pembicaraan menjengkelkan. Tak ada lagi kecuali.
Selesaikan saja tugasnya.
Maaf, Antonio.
Kau harus bunuh mereka. Aku hanya tak ingin ada darah dicelanaku.
Aku menemukan surel tentang pengiriman projek surya.
Pope menyuruh orang ini untuk memuat semua muatan dari daftar.
Tapi dia menjelaskan pada orang itu untuk meninggalkan satu kapal lain.
- Tapi kenapa harus kapal panel surya? - Karena itu bukan panel surya.
Pengiriman akan terjadi besok.
Kita harus cari tahu apa yang ada didalam pengiriman itu.
Apa ini seperti yang kupikirkan?
Kita sedang mengintai. Impian sejak lama sudah terdapatkan.
Aku sudah membuktikan diriku sekarang. Kuyakin truk itu akan penuh dengan Narkoba.
Santailah.
Jika komisaris pelabuhan tidak bekerja sama, ini bisa jadi masalah.
Kita bisa mati.
Dia mencoba untuk bekerja sama, tapi Pope akan tetap membunuhnya.
- Bagaimana kau tahu? - Aku disana. Di kapal pesiar Pope.
Saat kubilang untuk menceritakan segalanya, kenapa kau tidak melakukannya?
Aku tidak melihat apapun, Aku mendengarkan ponselnya.
- Diamlah. - Hampir menjadi bukti di pengadilan.
Star Wars trilogy originalnya. Sebut judul dan episodenya.
Episode V, "The Empire Strikes Back." Episode IV "New Hope". Episode VI, "Jedi".
"The Empire Strikes Back"?
- "Return of the Jedi," Entahlah. - Oh, yang ada Ewok-nya?
- Ewok membuat Star Wars menjadi terkenal. - Mereka sungguh menjengkelkan.
- James? - Maya?
- James, jawab cepat. - Maya.
- Kau mau menjadi hiu atau elang? - Hiu.
Ada banyak kelemahan dengan menjadi hiu. Kau menjadi elang, kau bisa terbang.
Aku pernah melihat anak elang dibawa terbang oleh induknya.
Si Biggie Kecil. Apa dia sudah cukup umur?
Dia tidak tahu Mix-A-Lot.
Apa?
- Maya, Maya. - James, James.
- Diamlah! - Diamlah!
Sialan.
Mereka punya keberanian.
Dia tak pernah berhenti bicara. Apa dia bisa bernafas?
Ya, percayalah. Aku tahu.
9 dari 10 kata yang diucapkannya, gila, tidak masuk akal, atau bodoh.
Tapi yang kesepuluh...
Yang kesepuluh sudah terlewat gila. Seperti...
...orang bodoh yang secara tidak sengaja menjadi cerdas.
Aku ingin bertanya sesuatu.
Jika kau merasa seperti itu, kenapa kau sungguh keras terhadapnya?
Dia hanya ingin menjadi detektif.
Dia bilang dia takkan membuat orang-orang kecewa saat kami kembali.
Truk. James.
- Aku melihat truknya. Mereka datang. Lihatlah. - Berikan padaku.
- AJ, periksa nomor yang ada di daftar muatan. - Dimengerti.
- Kemana perginya? - Yang satu ini.
- Apa nomornya? - 4552345B.
Hasil tidak ditemukan Nomor itu tidak ada.
Jekpot.
Itu dia.
Dimengerti. Kami menuju ke barat dari jembatan pelabuhan.
Bawa semua unit ke garis depan dan bangun blokade di Biscayne.
Disini MDPD Air One. Kami terbang dalam keadaan 886.
Baik, ini dia.
- Angkat tanganmu! - Angkat tanganmu!
Ben, buka pintunya.
Keluar dari mobil.
- Cepatlah, berputar. - Kau tahu truk ini milik siapa?
- Ini milikku. - Kita.
Ini penangkapan pertama kami sebagai The Brothers In-Law.
- Pergi kebelakang. - Kulakukan.
Bukalah.
Baiklah, Ben...
Beritahu yang kita dapatkan, rekan, Apa sekarang ulang tahunku?
- Tidak. - Malam natal?
Apa yang kita dapat?
Kejadian ini dilaporkan sebagai penggangguan,...
...dan sekarang aku harus menjelaskan kepada komisaris pelabuhan baru...
Kenapa kami membuat kekacauan seperti ini.
Kami punya intel yang bagus.
- Ini tidak terdaftar dalam buku pengiriman. - Itu kesalahan klerikal.
Aku sungguh tidak paham yang harus kulakukan...
...untuk keluar dari permasalahan yang tertuju padaku disini.
- Tn. Pope. Saya minta maaf. - Aku tidak paham.
Aku mencoba menjadi baik dan tenang.
Apa aku menuntut saat kalian mengacaukan pestaku? Tidak.
Tapi sekarang aku kesal.
Aku punya reputasi untuk dipertahankan.
Ini akan terdengar aneh...
Aku sungguh kaya, aku mendapat banyak uang.
Dan kau tahu apa yang uang berikan padaku?
Akses.
Jadi kau bisa bayangkan bahwa aku sudah menghubungi kepala polisi kalian.
Jadi, James, kurasa hari pelatihanmu secara resmi berakhir.
Tapi semoga beruntung dengan masa depan karirmu...
Atau terserah.
Kapten.
Bisa bicara?
Kau, ikut denganku. Bantu aku jelaskan ini kepada komisaris baru.
Sial.
Akhir yang buruk.
Semoga ini tidak bertambah buruk.
Ini akan jadi lebih buruk.
Halo?
Kuyakin kau sudah selesai dengan urusan temanku.
James, kau dapat pemecatan sementara.
Ben, kau dalam masa percobaan jadi tak ada pilihan lagi.
- Tunggu, Letnan Brooks. - Ini adalah bentuk prosedur yang berlaku...
Karirmu tamat sebagai polisi, Ben.
Seperti tamat, tamat?
Letnan, anda mau mendengar sisi dari kisahku?
Tidak, kembali saja kemari.
- Tolong jangan lakukan ini. - Kau yang lakukan ini. Kau dan James.
Letnan...
Ini, bung.
Apa yang kita lewatkan?
Aku tahu pengiriman itu adalah pengiriman kokain.
Ya, tapi kontainernya kosong, James.
Mungkin kontainernya dibuat dari kokain.
I keep my head though. I'm going to take a piss.
Ini dari Ange.
- Ada apa, sayang? - Ben, kau harus pulang sekarang.
- Cori membuatku gila. Kau bilang dua hari. - Aku tahu.
Aku menikahi seseorang di hari Sabtu. Aku ingin itu jadi dirimu.
Segalanya menjadi diluar kendali. Kami sedang kacau.
Aku minta maaf.
Tapi seberapa kacaunya dirimu, Aku masih percaya padamu.
- Aku hargai itu, sayang. Tapi... - Dan akan selalu.
Kita bisa melewati segalanya. Bersama.
Aku hanya ingin bilang aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu.
Aku mencintaimu.
Aku baru akan bilang aku kehilangan pekerjaanku,
lalu aku mulai berpikir tidak hingga aku pulang.
Hei, aku baru saja memikirkan tentang penggantian komisaris pelabuhan.
Sungguh aneh dia muncul di jembatan tepat setelah Pope.
Jadi?
Kau tidak membunuh komisaris pelabuhan jika kau tidak mengontrol proses penggantiannya.
- Masuk akal. - Sangat masuk akal.
Jukebox-nya sudah siap, ada lagu Taylor Swift yang kau ingin nyanyikan.
Dengar, jika Nuñez juga terlibat.
Itu artinya Pope mengganti muatannya di pelabuhan.
Nuñez? Charlie Nuñez?
Itu adalah nama di daftar gaji komputernya Pope.
- Apa itu penting? - Si bajingan itu mempermainkan kita.
Dia sudah merencanakan komputernya, membiarkan kita menangkap kontainernya,
...membuat cukup bukti bahwa kita bersalah...
- Agar kontainer lainnya dapat lewat. - Dasar bajingan.
- Kapan pengiriman selanjutnya, AJ? - Setiap pagi di pekan ini.
- Kita harus kesana besok. - Mari kita lakukan.
- Harunsya kujadikan satu, James. - Bisa bicara denganmu?
Aku tahu soal kontainernya, tapi aku belum berpikir hingga jauh.
- Itu sebabnya aku salah. - Dengar, Ben...
Jangan katakan apapun, aku tahu yang akan kau katakan.
Dengar, bung. Aku membawamu kemari untuk bilang...
- Kau tidak ikut. - Apa yang kau bicarakan?
- Aku ikut. - Tidak.
- Ya, aku ikut. - Tidak, kau baru saja dipecat.
Kau tahu, James, Aku telah meresikokan hidupku...
Untuk bisa membuktikan padamu bahwa aku bisa menjadi detektif.
Aku tak tahu apa masalahmu, James...
Dengar.
Kau akan menikahi adikku. Jika terjadi kesalahan, kau akan berakhir di penjara.
Atau lebih buruk, kau akan berakhir dengan kematian.
Maaf, Ben. Ini untuk kebaikanmu sendiri.
Mereka takkan mengizinkan kita melewati gerbang. Jadi kita akan memakai perahu dari utara.
- Kau punya perahu? - James, berhenti.
Akan kukabari kau nanti.
AJ...
Kesempatan terbaik kita adalah naik perahu melewati anjungan saat fajar.
Jadi kaptenmu mengizinkanmu membawa mobil dan kapal kapanpun kau mau?
Entahlah. Aku tidak bertanya padanya.
Ayolah.
- Jangan tembak aku, bung. - Aku takkan menembakmu.
- Perlihatkan tanganmu. - Hentikan, bangunlah. Aku butuh bantuanmu.
Untuk apa?
Baiklah, AJ, saat kami sudah masuk, aku ingin kau sembunyi.
Apa yang akan kita lakukan
- Kita lumpuhkan dia? - Itu sedikit agresif.
Kurasa ada cara lain untuk melakukannya.
Hei, kau tahu dimana pantai timur? GPS-ku tidak bekerja...
- Itu mengesankan. - Mau mencobanya?
- Bisa kulakukan disini? - Ya, sekarang putar.
- Lumayan. - Aku harus coba ini pada Ben.
Biar kutunjukkan cara kami melakukannya di Atlanta.
Itu juga bekerja.
- Dapat. - Kirim mobil untuk membawa Pope.
Aku sudah disini.
- Diam. - Faktanya, aku dimana-mana.
Kau membuatku takut. Bagaimana kau bisa lepas?
Jangan dikhawatirkan. Mana James dan Maya?
Memeriksa kontainer sebelah sana.
Lapangan kontainer. Bos terakhir klasik.
Selalu ada yang terjadi di lapangan kontainer.
Ini bukan hanya kokain. Aku membuka jalan besar...
Senjata, Narkoba, Daging Paus. Apapun.
Kurasa juga ada jerapah setinggi ini.
Menyenangkan. Aku harus melihatnya sendiri. Dan lihatlah yang kutemukan.
Sial, Pope menangkap mereka.
Tetap disini, aku punya ide.
Kau tampaknya berkecil hati.
Aku merasa kasihan terhadap kalian. Seperti keponakanku saat kalah dalam sepak bola.
Aku ingin memberimu pelukan dan minuman. Tapi aku merasa kasihan pada mereka.
Mereka harus membunuh dua polisi yang berjuang menangkap teroris.
Tidak bagus, karena mereka harus hidup dengan itu.
Aku punya ide yang lebih baik.
Bagaimana jika sang profesional yang mengurusnya.
Ben Barber, jalang.
Tunggu, James. Akan kuurus.
Apa aku melakukannya?
Sial!
Sial!
Bantuan. Aku butuh bantuan!
Tolong! Tolong!
Hei, "Hurt Locker".
Maya, merunduk.
Sama-sama. Ayo.
Kau memang pengganggu.
Sumpah, aku mata-mata rahasia ganda.
Aku menjadi sukarelawan pada sebuah grup.
Sial.
Maaf, Takkan kulakukan lagi.
Lihat.
Ini dia.
Sial!
Ayo, Ben.
Aku dapat kau sekarang.
Terima ini, Pope.
Baiklah, Pope. Ini sudah berakhir.
Tunjukkan tanganmu. Keluar dari truk sekarang!
Keluarlah.
- Aman. - Halo, teman.
Mencari sesuatu?
Turunkan senjatamu.
Turunkan senjatamu. Sekarang.
Sekarang ini adalah bagian dimana aku bilang kau akan mati. Bla bla bla.
Tapi tentu saja, kau sudah tahu itu.
Jadi, siapa dari kalian yang ingin mati lebih dulu?
James kita mulai darimu.
Ben.
Kenapa kau lakukan itu, bung? Kau selalu ingin mencoba...
...gaya "Assassin's Creed" dan "Call of Duty".
Dia pakai rompi? Kau pakai rompi?
Lihat? Kita saling melindungi, James.
Aku tak tahu apa-apa soal jaket yang kau pakaikan rompi itu.
- Aku sudah jelas menyelamatkan hidupmu. - Kau terlalu berlebihan.
Dia bisa saja menembak kepalaku.
- Tapi tidak. - Maya, apa aku menyelamatkan hidupnya?
- Mungkin sedikit. - Terima kasih.
James.
Aman.
Kau tahu? Kali ini kau menyelamatkan hidupku.
- Aku akan bilang Angela. - Ayo bangun.
- Aku tak bisa berjalan... - Jangan main-main.
Aku sedang tidak main-main.
- Kita Brothers in-Law. - Tidak lagi.
Tawarannya sudah tidak berlaku.
Tak ada saudara ipar yang akan melakukan itu padaku.
Kau mencoba membunuhku.
Kalian menangkap pengedar Narkoba dan politisi yang korupsi dalam tiga hari.
- Aku terkesan. - Aku tahu.
Begitulah cara kami melakukannya di Atlanta, Kapten.
Senang bertemu kalian.
- Terima kasih, kapten. - Terima kasih atas segalanya, Kapten.
Semoga beruntung kalian.
Kita punya 8 jam untuk pulang. Cara tercepat adalah dengan naik pesawat.
- Apa aku tampak seperti burung? - James, serius, hanya itu caranya.
- Aku takkan terbang. - Ini pernikahanku, James.
Setelah semuanya, kalian akan pergi tanpa mengatakan apapun?
Sebenarnya kami membicarakan bagaimana kami akan pulang.
Bagaimana?
Aku punya sesuatu.
Itu salah satu mobil Pope.
Astaga.
Aku ingin mengendarainya.
Kembalikan, tak boleh ada lubang peluru.
James. Kau harus mengajaknya.
Bagaimana cara membukanya? Aku tak melihat gagangnya.
- Jadi... - Tentu.
Kau mengundangku ke pernikahan, 'kan?
- Kurasa begitu. - Aku terlalu cepat menjawab, ya?
- Tak apa. - Aku menunggu kau untuk...kukira kau...
Maaf.
Sampai nanti.
- James. - Apa?
- Aku harus mengemudikannya. - Kau harus membukanya, berikan kuncinya.
- Aku yang mengemudi. - Berikan kuncinya.
- Berikan kuncinya. - Tidak.
- Aku takkan melakukannya. - Kau serius?
Berikan!
Tidak, Maya, hubungi polisi.
Tunggu hingga aku masuk.
Maya, ini hebat, Sampai nanti di pernikahan.
Aku datang, Angela.
Tuan & Nyonya sekalian, kupersembahkan Tn. dan Ny. BlackHammer.
BlackHammer!
James, kemarilah.
Aku saudara iparmu.
Aku berhasil.
- Aku mencintaimu. - Aku mencintaimu.
Cori, aku hanya ingin bilang terima kasih. Kerjamu sungguh bagus.
- Aku apa? - Kerjamu sungguh bagus.
Kau tak harus bilang padaku. Faktanya kau pikir aku tidak bisa.
Yang membuatku ingin menendang bijimu.
- Apa? - Tapi kau tahu, ini harimu, selamat menikmati.
Aku kehabisan minum, kau harus ambilkan lagi.
Apa yang kau lakukan? Aku tidak mengundangmu, bung.
Akan kuambilkan sendiri.
Semoga beruntung, Ben. Aku turut berduka atas kehilanganmu.
Hei bodoh, boleh pinjam kuncimu?
Ini pernikahan, AJ. Tidak ada yang mati.
Terima kasih, sayang.
Hentikan kalian.
Harusnya kukatakan tadi.
Aku senang akhirnya kau mau datang.
- Kau tampak bagus hari ini, seperti tampan. - Ben.
- Tak apa. - Itu pujian. Terima saja.
Kau harus menerimanya karena takkan dapatkan itu dari dia.
James, aku akan naik perahu bersama istriku.
- Ya. - Kau ingin mengatakan sesuatu...
...yang indah padaku, inilah waktunya.
Sampai jumpa.
- Kau ingin mengatakan sesuatu? - Sampai jumpa.
James ingin bersulang.
Bersulang!
- Ayolah, bersulang. - Bersulang.
Untuk Ben.
- Kau membuatku terbakar, menusukku... - Kau menusuknya?
- Itu kecelakaan. - Membuat dua mobilku meledak.
Hampir membuatku terbunuh dari jumlah yang tak bisa kuhitung.
Biasanya aku lempar dia, tapi sekarang...
Aku tak bisa melakukannya.
Karena kau menyelamatkan hidupku...
Dan membuat adikku sangat bahagia.
- Jangan lakukan ini padaku, James. Jangan disini. - Dan dalam cara yang aneh...
Membuatku menjadi orang yang lebih baik, polisi yang lebih baik.
- Lawanlah, Ben. - Untuk saudara iparku.
Keluargaku.
- Kau akhirnya mengucapkan "Keluarga" - Untuk Ben dan Angela.
Ben dan Angela!
Kau adalah temanku. Ayo, Ange.
- Kau siap? - Ya.
- Kau dengar itu? - Aku mendengarnya.
Seperti Le Tigre. Bahasa Prancis untuk Puma.
- Sebenarnya bukan. - Nikmati saja momennya, oke?
Orang-orang itu ingin melihatnya, mari kita berikan.
Sayang, kau mau tahu yang kuinginkan?
- BlackHammer. - Kita harus bawa perahu ini pergi.
Ben, aku suka ini.
Sebelum kita pergi, mari berputar sekali lagi,...
...untuk kita tunjukkan apa yang kita bisa.
- Bisa pelankan sedikit? - Jangan khawatir, ada BlackHammer disini.
- Aku akan terus maju. - Ada perahu didepan kita.
Aku bisa mengendarai perahu. Itu adalah hal pertama...
Ben, bertahanlah!
Angela, matikan perahunya!
Dasar Ben.
Bagaimana aku menghentikan benda ini?!
- Angela! - Apa?
- Pernikahan ini takkan bertahan. - Doakan saja mereka.
- Dia bisa berenang? - Kuharap tidak.
Hentikan perahunya!
James!
Selamat datang dalam keluarga, saudara iparku!
Angela, kau mau membunuhku?
Angela, awas pengapung!
Dimas Daffa Yanuardi a.k.a EveryAgent Kunjungi kami di : http://idfl.me
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.