All language subtitles for The.Preparation.2017.720p.HDRip.H264.AAC-JAYENT

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

S

Su

Sub

Subt

Subti

Subtit

Subtitl

Subtitle

Subtitle

Subtitle o

Subtitle ol

Subtitle ole

Subtitle oleh

Subtitle oleh:

Subtitle oleh:

Subtitle oleh:

Subtitle oleh: ~

Subtitle oleh: ~

Subtitle oleh: ~ D

Subtitle oleh: ~ Da

Subtitle oleh: ~ Dam

Subtitle oleh: ~ Damn

Subtitle oleh: ~ Damn!

Subtitle oleh: ~ Damn!S

Subtitle oleh: ~ Damn!Su

Subtitle oleh: ~ Damn!Sup

Subtitle oleh: ~ Damn!Supe

Subtitle oleh: ~ Damn!Super

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperS

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSu

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub I

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub In

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Ind

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indo

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indon

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indone

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indones

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesi

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~

Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~

-= The Preparation =-

-= The Preparation =- Eomma!

Eomma!

Eomma!

Eomma, bangun!

In Gyoo lapar! Mau makan nasi! Nasi!

Tidak kedengaran.

Wekernya rusak ya?

Wekernya tadi sudah bunyi.

Bip, bip, bip. Bip, bip, bip.

Eomma tidurnya kebablasan. Kebablasan.

Bukannya kau kalau tidur juga suka kebablasan.

Cuma hari ini saja kau bangunnya agak pagi.

Kau mandi dulu sana!

Aku akan siapkan makanan.

In Gyoo, kalau sudah selesai mandi cepat keluar!

Kenapa sih?

Kenapa shampoo kau makan?

Jangan gerak-gerak! Bisa kena gores nanti.

Gak mau! Gak mau!

Jangan gerak-gerak!

Gak mau pakai! Gak mau pakai!

Ayo cepat dipakai! Bisa masuk angin kau nanti. Cepat pakai!

Sudah!

Eomma, ayo makan! Aku lapar.

=Dalam waktu dua atau tiga jam...=

=Sungai Amazon yang merupakan sungai terbesar di dunia...=

=Di sini adalah jantung dari bumi.=

Sungai Amazon... adalah sungai terpanjang di dunia.

Anakonda... buaya... tersebar di mana-mana.

In Gyoo ingin sekali ke sana.

Pagi-pagi malah nonton TV.

Tidak bagus buat mata.

Kesal... kesal... Ngomel-ngomel, ngomel-ngomel.

Kalau kesal, kau pindah dan tinggal sendiri saja.

Aku mau tinggal sendiri. In Gyoo sendiri.

Apaan tinggal sendiri?

Cepat makan!

Gara-gara kau bisa cepat mati aku!

Tidak tahu sopan santun!

Ayo cepat makan!

Kita masih harus pergi nih!

Cepat ke sini!

Cepetan! Jika tidak pembeli bisa kabur semua nanti.

Cepat! Cepat!

Ayo cepat!

Tidak mau!

Aku mau main suwit-suwitan.

Kalau begitu main sama Eomma saja.

Gunting, batu, kain!

Gunting, batu, kain!

Aku menang!

Gunting, batu, kain!

Gunting, batu, kain!

Gunting, batu, kain!

Ayo cepat!

Tolong sebotol air.

Hei, ayo bangun!

Cepat bangun!

Mau makan ya? Makan?

Makannya nanti saja.

Temani Eomoni ke apotek dulu.

Ogah, ogah.

Ayo cepat bangun!

Eomoni pergi sebentar ya. Kau tunggu di sini jangan ke mana-mana.

Mengerti?

Apa yang kau pikirkan? Ada orang yang datang kau sampai tidak sadar.

Anda sudah datang?

Fertilisasi in vitro kali ini gagal lagi?

Iya.

Ada orang gara-gara sudah jadi, malahan pusing tujuh keliling.

Ada juga orang yang karena tidak jadi-jadi, pusing tujuh keliling.

Ini untukmu.

Apa ini?

Celana dalamku.

Zaman dulu ada sebuah kepercayaan.

Celana dalam yang pernah dipakai oleh wanita yang subur sangat efektif.

Karena ayahnya In Gyoo dari awal sudah sakit parah,

karena itu badannya sangat lemah.

Tapi baru dua kali itu aku berhasil melahirkan Moon Gyeong dan In Gyoo.

Akan ada hasilnya. Kau taruh saja di bawah bantal.

Baik, terima kasih.

Tapi, ada keperluan apa?

Berikan obat yang waktu itu.

Lagi?

Iya.

Sudah ada beberapa tahun, 'kan?

Rasa kebas di tangan dan kaki yang berkepanjangan akan susah diobati nanti.

Jangan begitu. Sebaiknya segera periksa ke rumah sakit.

Buat apa ke rumah sakit?

Badanku aku paling jelas.

Cukup sepuluh ribu saja.

Terima kasih.

Lampu sinyal, ada di sini kau rupanya.

Kau tidak enak badan?

Mana ada tidak enak badan.

Karena nyonya apotek ini terlalu sibuk,

jadi aku menyediakan layanan pintu ke pintu.

Coba lihat, ini adalah model baru bulan ini.

In Gyoo...

Kau ke sini ngintip lagi? Dasar ini anak.

Seharian kerjanya ngintip melulu.

Orang-tua murid bisa merasa terganggu nanti.

Kepala sekolah juga sudah melarangmu ke mari.

Pergi! Pergi!

Dasar ini anak... Lebih baik diam saja tapi kau malah...

Pergi... lah! Pergi!

Ibumu bisa mengkhawatirkanmu. Pulanglah.

Pergi! Pergi!

Aku pergi, pergi.

Coba lihat teknik pembuatannya. Hebat sekali, 'kan?

Warnanya juga.

Ini adalah warna yang sedang trend belakangan ini.

Eomonim, mau sekalian lihat-lihat juga?

Ah tidak usah. Tidak apa-apa.

Aigoo, apanya tidak usah?

Dandananmu jangan seperti lampu lalu-lintas melulu.

Rasakan juga produk bagus seperti ini.

Aku sih tidak peduli bagus atau tidak.

Aslinya warna kulitku memang sudah bagus.

Jadi warna seperti ini sangat cocok untukku.

Kalian saja yang lihat-lihat.

Eomonim, ada di sini rupanya.

Park Gyejang, ada urusan apa? [Gyejang - semacam kepala bagian]

Kenapa tidak berada di pemerintah kabupaten?

Sebagai seorang kepala bagian departemen kesejahteraan sosial,

mana boleh hanya meringkuk di kantor terus?

Aku harus blusukan dan melihat langsung bagaimana kondisi warga.

Blusukan apa? Tujuannya mau makan.

Kebetulan bertemu denganmu.

Coba Anda lihat ini.

Apa ini?

Apa ini? -= Expo ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas Seodaemun-gu =-

Coba lihat ada posisi yang cocok buat In Gyoo atau tidak. -= Expo ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas Seodaemun-gu =-

Posisi? In Gyoo?

Ah, mana mungkin.

Banyak penyandang disabilitas seusia In Gyoo yang sudah bisa mandiri.

Kalau begitu kondisi mereka pasti jauh lebih baik dari In Gyoo.

Kenapa sih? Waktu In Gyoo masih sekolah 'kan suka sekali membuat kue?

Suka sih suka. Tapi biasanya buat dimakan sendiri.

Entah mirip siapa dia. Suka sekali makan.

Bukan mirip sama kau?

Benar juga. Waktu muda aku doyan sekali sama roti.

Apa tuh namanya? Oh ya, choux cream.

Sungguh enak.

Belakangan ini karena takut kelihatan In Gyoo,

karena itu kurang leluasa makannya.

Aigoo, itu anak pasti pergi meninggalkan toko.

Aku melihatnya dalam perjalanan ke sini.

Dia sedang mengintip guru TK yang baru.

Dia ngintip lagi?

Coba kalian berdua suwit-suwitan.

Gunting, batu, kain!

Pistol laser!

Serang!

Tidak boleh begitu.

Tidak boleh ya!

Kau tidak apa-apa?

In Gyoo tidak apa-apa. In Gyoo tidak apa-apa.

Namamu In Gyoo?

Tahu dari mana namaku In Gyoo?

Namaku In Gyoo, Choi In Gyoo.

Rumahmu di sekitar sini? Sepertinya aku belum pernah melihatmu sebelumnya.

Iya, aku tinggal di sekitar sini.

Distrik Seodaemun, kota Honggye 34-17... 18... 19...

Yang benar 34-15, kampret.

Kampret!

Kenapa kau basah kuyup begini?

Kalian tidak boleh begitu ya?

Ayo!

Ayo cepat!

Silakan dibaca.

Halo!

Moksa-nim, apa kabar. [Moksa - pendeta, pastor]

Apa kabar!

Eomoni!

Eomoni, sudah waktunya Anda ikut kebaktian di gereja.

Usaha kalian ini adalah demi menipu uang semata.

Jangan begitu. Cukup sekedar datang dan lihat-lihat saja.

Sana! Jangan ganggu aku!

-= Kerajaan Allah adalah surga keselamatan =- Sana! Jangan ganggu aku!

-= Kerajaan Allah adalah surga keselamatan =-

-= Kerajaan Allah adalah surga keselamatan =- Surga?

Surga?

Tidak ada di peta.

Amerika, Tiongkok, Inggris...

Tapi tidak ada surga.

In Gyoo-ssi tahu tentang banyak negara.

Tapi...

Surga itu tidak tertera di peta.

Tempatnya ada di atas sana.

Di atas?

In Gyoo, lagi ngapain kau?

Ayo cepat masuk!

Tutup pintu, tutup pintu!

Halo!

Eomonim...

Jangan terlalu gigih menolak. Datanglah sesekali ke gereja.

Semakin berat beban hidup, semakin Anda harus mendekatkan diri kepada Juru Selamat.

Jika hati-Nya memang begitu mulia,

mungkinkah Ia membiarkanku merasakan penderitaan ini?

Dan juga... Jika Ia memang memiliki kemampuan,

samakan hari kematianku dengan hari kematian anakku.

Hanya ini keinginanku.

Baik. Saya akan mendoakan Anda berdua.

Kau menyukaiki pendeta itu?

Kenapa kau begitu baik padanya?

Karena dia terlihat sangat baik.

Baik apanya?

Sudah jelas-jelas dia itu penipu.

Tidak, sangat baik.

Punyaku! Kembalikan!

Aku mau juga satu.

Kembalikan! Kembalikan!

Punyaku!

Punyaku! Aku benci Eomoni!

Benci Eomoni!

In Gyoo, ayo jalan!

Cepat ke sini!

Seperti itu... Satu hari telah berlalu.

Tetapi, kelangsungan hidup yang sebenarnya baru akan dimulai sekarang.

=Di saat yang paling ekstrim, lapangan salju Alaska...=

=...masih dipenuhi dengan kehidupan.=

=Tanpa rasa takut akan kedinginan, orang-orang Eskimo bersiap-siap untuk berburu.=

Kalau sudah selesai makan, matikan TV-nya dan belajar.

Tidak, aku mau nonton TV.

Kunyuk, kau harus lebih banyak membaca. Belajar yang benar!

Bisanya cuma nonton TV saja. Kau bisa jadi bodoh nanti.

Eomma yang jadi bodoh.

Jadi bodoh.

Apa?

Eomma juga tidak belajar. Tidak belajar.

Itu karena aku terlalu sibuk merawatmu.

Eomoni itu aslinya suka sekali belajar.

Jangan mengulah di sini! Sana belajar, cepat!

Eomma lelah?

Demi kau aku hampir mati kelelahan.

Kalau Eomma lelah, In Gyoo akan bernyanyi untukmu, bernyanyi.

Nyanyi apaan nyanyi?

Belajar kau sana!

Tepuk tangan! Tepuk tangan! Tepuk tangan!

~ Cintaku terhadapmu... ~

~ Tanpa pamrih... tanpa pamrih...~

~ Cintaku terhadapmu... ~

~ Adalah cinta yang istimewa.

~ Melintasi Pasifik, mengarungi Atlantik, menyeberangi Samudera Hindia...

~ Begitu kau memanggilku... ~

~ Aku akan segera datang. ~

~ Datang tanpa pamrih. ~

Bagus, bagus sekali.

Kalau begitu aku tidak usah belajar.

Tidak bisa!

Belajar!

Halmeoni!

Halmeoni!

Mi Sol, kau datang!

Samchon! [Samchon - adik laki-laki ibu]

Kau tidak berniat bertegur sapa dengan Nuna?

Kenapa begitu datang adikmu langsung kau omeli?

Mi Sol, bermainlah di luar dengan Samchon.

Melihat ekspresimu aku sudah tahu ada kejadian yang tidak enak.

Bilang saja kalau ada yang mau dikatakan!

Merry, Jenny, Man Soo.

Mickey tidak ada di tempat?

Iya, semuanya sudah hadir kecuali Mickey.

Mickey?

Mickey yang In Gyoo belikan waktu Mi Sol ulang tahun?

Iya, Mickey yang itu.

Tapi Mickey berantem sama mereka, jadi tidak bisa datang.

Berantem?

Mau minta uang padaku?

Kenapa?

Investormu sedang mengalami kesusahan?

Bukan begitu.

Bisnis sedang suram akhir-akhir ini.

Makanya kau harus berusaha lebih giat lagi.

Kenapa harus ngotot di daerah Gangnam yang biaya sewanya selangit?

Yang pasti aku tidak punya uang. Cukup, kau pulanglah.

Kan ada tabungan atas nama In Gyoo? Pakai saja dulu itu.

Uang itu akan kuberikan pada In Gyoo setelah aku mati nanti.

Kau masih memikirkan uang itu?

Anggap saja uang itu dipinjamkan dulu padaku.

- Mana bisa aku mempercayaimu? - Apa?

Jadi Mickey habiskan semua biskuitnya seorang diri?

Iya, biskuitnya tidak dibagi-bagi makanya jadi berantem.

Mickey telah berbuat salah.

Tidak, Mickey tidak bersalah.

Kalau enak harus dihabiskan.

Karena enak.

Tidak tuh! Dia bersalah.

Semuanya dihabiskannya sendiri.

Aku bukan anggota keluarga ini?

Anggota keluarga?

Kau sudah lupa orang yang demi bisa menikah ke dalam keluarga kaya

dan menganggap adiknya tidak pernah ada itu siapa?

Karena punya pemikiran seperti ini makanya hari ini kau dapat karma buruk.

Benar, aku hidup mengandalkan laki-laki.

Kau tahu kenapa?

Karena tidak ada sama sekali yang bisa kuandalkan.

Seumur hidup aku menjalani hidup bagaikan anak yatim piatu.

Menurutmu jika aku tidak berbuat seperti ini, masih akan ada jalan lain?

Eomma menurutmu berbuat seperti ini adalah demi kebaikan In Gyoo, 'kan?

Tidak, Eomma sedang menghancurkan In Gyoo.

Yang pasti tidak ada yang bisa kukatakan. Kau pulang saja.

Eomma, Samchon merampas uang jajanku.

=Nomor telepon yang Anda tuju untuk sementara tidak bisa dihubungi.=

In Gyoo!

Dasar kalian ini.

Ada apa dengan dia?

Tidak usah diladeni.

Kau tidak merasa dia itu idiot?

Sudah lihat? Sudah lihat?

Benar-benar idiot.

Kampret, kau tidak apa-apa? Kampret!

Eomma, mereka pukul In Gyoo.

Iya, Eomma. Mereka memakiku dan memukulku.

Mampus kalian semua!

Ibuku ini sangat temperamen, oke?

Kampret!

In Gyoo Eomonim.

Maaf, sungguh maaf.

Kau kira maaf saja akan menyelesaikan masalah?

Manusia tidak normal begitu kau biarkan dia keluyuran sendirian?

Dia cuma otaknya saja yang bermasalah. Dia bukan orang yang jahat.

Pasti ada terjadi perselisihan apa gitu.

Kami sama sekali tidak berbuat apa-apa.

Dia yang menyerang dengan tiba-tiba.

Sudah dengar? Anak-anak sama sekali tidak berbuat apapun.

Ini...

Udah! Udah!

Aku tidak akan berdamai. Antara masuk penjara atau masuk rumah sakit.

Kau putuskan saja sendiri!

Kau punya kenalan di kantor jaksa, 'kan?

Iya.

Semua ini salahku. Sungguh aku minta maaf.

Tolong maafkan aku.

Kampret!

Basuh diri dulu sebelum tidur!

Emoh! Emoh!

Basuh dulu sana! Jika tidak bisa demam kau nanti.

Emoh!

Lautan luas! In Gyoo ayo ikut Nuna ke laut!

Eomma, bangun! Bangun!

Ada apa denganku belakangan ini?

In Gyoo lapar.

Mau makan...Makan.

Kau cepat berbasuh dulu sana. Eomma akan siapkan makanan untukmu.

Eomma, lelah ya?

Mau In Gyoo nyanyi untukmu?

Tumor otak stadium tiga.

Untuk saat ini pilihannya hanya operasi.

Tapi harapan untuk bisa sembuh sama sekali tidak tinggi.

Jika tidak dioperasi, paling lama hanya bisa bertahan satu tahun.

Paling cepat enam bulan.

Eomma, In Gyoo lapar. Mau makan. Makan!

Kkongci enak sekali. [Kkongci - sejenis ikan sauri pasifik]

Petir!

Ada petir di dalam microwave.

Hei, aku minta uang darimu tanpa alasan?

Aku cuma minta kau kembalikan uang yang kupinjamkan saat kau membuka toko ini.

Ibumu bagaimana?

Bukankah kau bilang sekalipun depositonya belum jatuh tempo juga akan kau cairkan untuk membayarku?

'Kan sudah kubilang tidak bisa?

Karena adikku.

Uang itu untuk dipakai.

Bukannya kau bilang begitu ibumu mati,

dia akan dikirim ke institusi terkait?

Itu 'kan urusan nanti.

Aku tidak mau tahu yang lain.

Kau harus melepas toko ini dalam bulan ini dan menggantinya dengan uang tunai. Mengerti?

Jangan begitu dong, Sayang.

Kita minum-minum bersama bagaimana?

Sambil minum kita sambil ngobrol.

Dasar menjijikkan!

Jangan bertingkah seperti begini!

Bulan ini kau harus bisa mendapatkan uangnya!

Apaan ini, kampret!

In Gyoo, hentikan!

Cepat hentikan!

Hentikan!

In Gyoo!

Mau apa kau, bangsat!

Orang ini memukul Nuna.

Karena itu In Gyoo...

Kenapa kau itu sama sekali tidak ada manfaatnya bagi hidupku?

Pelan-pelan.

Pengumuman!

=Dokter Baek Ji Yeong diharapkan untuk segera ke ruang perawatan.=

Sudah lama menunggu ya?

Informasi yang kalian persiapkan sudah kami telaah.

Juga sudah kami diskusikan dengan bagian operasi kami.

Masih belum memadai.

Sepertinya In Gyoo tidak bisa masuk ke institusi kami.

Kalau begitu bisa Anda tolong rekomendasikan institusi yang lain?

Aku sudah mencoba membantu kalian dalam mencari institusi yang bisa menampung.

Tapi antrian institusi mereka sangat panjang.

Jika Anda membuat janji lebih awal, mungkin akan lebih mudah.

Kalau begitu anakku bisa ke mana?

Ayo, silakan masuk.

Ini adalah ruang tamu.

Silakan dilihat-lihat.

Mengenai kehidupan sehari-hari harusnya tidak ada masalah.

Biaya hidup yang paling mendasar

bisa menggunakan subsidi dari negara.

Anda cuma perlu membayar biaya tambahan saja.

Anu...

Kalau ingin main-main keluar bagaimana?

Anakku itu suka sekali bermain di luar.

Peraturan tidak membolehkan keluar.

Saat anggota keluarga datang berkunjung,

baru diizinkan untuk keluar.

Begitu Anda punya waktu,

datanglah untuk melihatnya.

Eomma!

In Gyoo tidak suka tempat ini.

Kita pulang, pulang.

Eomma!

Ada apa?

Kenapa?

Besok buatkan telur mata sapi untukku.

Apa?

Aku ingin makan telur mata sapi.

Besok mau.

Lusa juga mau.

Besok lusa juga mau.

Betul.

Bagus sekali.

Bokjisa-nim, tolong bawa dia ke sana. [Bokjisa - panggilan terhadap pekerja sosial]

Eh Park Gyejang? Park Gyejang!

Aigoo, In Gyoo.

Aigoo, Eomonim.

-= Ruang Latihan Memasak =-

Anda sudah mengunjungi instansi terkait?

Kenapa?

Kurang memuaskan?

Perlu kubantu menanyakan tempat lain?

Gini...

Bagaimana kalau In Gyoo diajarkan sampai dia sanggup mandiri?

Maaf?

Bukankah kau pernah bilang?

Ada orang yang seumuran dengannya yang sanggup hidup mandiri.

Memang benar itu.

Eomoni...

Mandiri seperti itu...

Sekalipun dilatih oleh para ahlinya setidaknya butuh waktu setahun sampai dua tahun.

Kasus yang gagal juga banyak sekali.

Juga tidak ada tempat di mana dia bisa langsung menerima latihan sekarang juga.

Karena itu aku berniat melatihnya sendiri.

Dibandingkan orang lain, aku jauh lebih mengerti kunyuk satu itu.

Oh, begitu.

Aku berniat untuk melatihnya sebelum aku menjalani proses operasi.

Park Gyejang, bantulah aku.

Boleh?

Hati-hati! Hati-hati!

Kamar sebelah kiri lantai satu.

Harus cepat dan terorganisir dengan baik.

Oke, oke.

Sikap belajar dan hasil belajar In Gyoo

harus Eomoni perhatikan dengan seksama ya?

Harus disesuaikan dengan kondisi spesifik dia

untuk menentukan program pelatihan yang selanjutnya

Dengan demikian hasilnya akan lebih bagus.

Jika Anda ada pertanyaan, boleh menghubungi kami kapan saja.

Ini.

Apa ini?

Buku yang berhubungan dengan latihan untuk menjadi mandiri.

Mungkin bisa membantu Anda.

Rumit juga ternyata.

Tapi apa perlu semua ini dibaca?

Sebaiknya Anda mencari waktu untuk membaca semuanya.

Sekalipun kubaca belum tentu juga mengerti.

Tingkat pendidikanku sangking rendahnya sudah serendah tiarap.

Apa pentingnya tingkat pendidikan dalam hal mendidik anak?

Yang terpenting itu adalah hati.

Baiklah.

Terima kasih.

Telah menyusahkanmu.

Eomma aku lapar. Beri aku makanan!

Baik, akan segera kupersiapkan makanannya.

Kau... dengarkan baik-baik!

Mulai hari ini...

Kau harus memasak sendiri.

Masak, nyuci baju, bersih-bersih rumah,

semuanya harus kau yang kerjakan.

Ogah! Ogah!

Apanya yang ogah?

Semua ini ada alasannya.

Dengarkan nasehatku.

Kenapa?

Kenapa?

Itu karena...

Eomoni akan pergi ke tempat yang sangat jauh.

Tempat yang sangat jauh?

Eomma mau naik pesawat terbang?

In Gyoo juga mau ikut.

In Gyoo juga.

Mana ada uang buat beli tiket pesawat.

Kali ini cuma Eomoni sendiri yang pergi.

Kelak baru giliranmu.

Ogah!

Ogah!

Bukankah kau dari dulu ingin hidup mandiri?

Alangkah baiknya.

Tidak ada orang yang mengomelimu.

Bagaimana?

Kau sanggup?

Tapi...

Jika kau bikin ulah atau melakukannya dengan kurang bagus,

aku akan langsung pulang dan menghajarmu.

Perhatikan baik-baik!

Aku akan mulai dengan mengajarmu membuat telur mata sapi kesukaanmu.

Nyalakan kompor gasnya seperti ini.

Tuang minyaknya.

Pecahkan cangkang telurnya.

Seperti begini. Kau tinggal tunggu sampai dia matang saja.

Bagaimana?

Simpel, 'kan?

Aigoo, jangan bisanya cuma makan saja!

Belajar yang benar!

Perhatikan baik-baik!

Nyalakan kompor gasnya.

Tuang minyaknya.

-= Perusahaan pemberdayaan kaum disabilitas =-

-= Perusahaan pemberdayaan kaum disabilitas =- Perkenalkan.

-= Perusahaan pemberdayaan kaum disabilitas =- Ini adalah pekerja sosial yang bertugas membantu In Gyoo.

Ini adalah pekerja sosial yang bertugas membantu In Gyoo.

Halo!

Iya, mohon bantuannya.

Ngapain kau?

Ayo cepat beri salam!

Halo!

Dasar kunyuk satu ini.

Dia itu gampang sekali merasa malu.

Tapi kerjaannya bagus.

Sepertinya dia dengan cepat bisa beradaptasi dengan tempat ini.

Jangan khawatir.

In Gyoo-ssi.

Ayo kita ke toko roti dan mengganti baju dengan baju masak ya?

Pergilah!

Tidak apa-apa.

Bukan makan ya!

Bikin roti.

Mulai sekarang singkirkan rotinya dulu.

Masukan satu-persatu bahan-bahan untuk membuat roti sandwich masing-masing.

Kalian bisa mengerjakannya dengan baik?

Sehati?

Sepikiran!

Tidak ada daging ham-nya.

Daging hamnya kau makan!

Aigoo, kampret!

Kau pilih dan habiskan semua daging hamnya!

Ini jadinya roti vegetarian!

Sandwich!

Eomma pergi! Pergi!

Naik nomor 473.

Naik sejauh enam stasiun.

Turun di stasiun di jalan Mirim.

Ganti nomor 1179.

Naik sebanyak sembilan stasiun.

Kemudian turun di stasiun Pasar Hongdae.

Dari sana kau sudah tahu jalan pulang ke rumah.

Nggak tahu.

In Gyoo nggak tahu.

Eomoni akan membiarkanmu naik beberapa kali dulu.

Nggak tahu! In Gyoo nggak tahu!

Kenapa bisa nggak tahu?

Perhatikan baik-baik, kampret!

Nggak tahu!

Ogah!

Aku tidak mau!

Aigoo!

Ogah!

Ogah!

Hei, kau jangan begitu.

Kau itu bagaikan bayi yang baru lahir.

Dicoba lagi yuk!

Kau masih ingat waktu Mi Sol masih bayi?

Kau pernah menggendongnya, ingat?

Mi Sol?

Bayi.

Aigoo, pintar sekali!

-= Sesuaikan program latihan dengan kemampuan penyandang disabilitas. =-

-= Harus disimpan di sini. =-

-= Dua mangkok beras, tiga mangkok air. =-

-= Waktu dingin =- -= Waktu tidur =- -= Waktu mandi =-

Eomma, sebelah sana! Sebelah sana!

- Sebelah sana! - Betul, saatnya turun.

Cepat tekan belnya, tekan belnya.

Dua.

-= Harus memiliki kesabaran. =-

Sebelah sini!

Dipantau saja dulu.

-= Biarkan penyandang disabilitas melakukan apa yang seharusnya dilakukan. =-

Eomma aku takut.

Tidak perlu takut.

Kau pasti bisa.

-= Cairan warna biru =-

Doraji Namul! [Akar dari bellflower]

Bagus, bagus. Pintar sekali.

Myeolchi Bokkeum! Myeolchi Bokkeum! [Semacam ikan teri goreng]

Bagus!

Sampai kapan aku harus begini?

Hitung sampai sepuluh.

Sepuluh.

Sepertinya aku sudah hitung sampai lebih dari seribu.

Satu, dua, tiga...

In Gyoo bikin semuanya sendiri.

In Gyoo sendiri.

Sungguh pintar.

Ayo makan!

In Gyoo...

Besok kau masak sendiri dan pergi kerja sendiri.

In Gyoo sendiri?

Iya.

Eomoni mau main ke rumah teman besok pagi.

Kau coba sendiri ya?

Lakukan persis sama seperti waktu latihan sekarang ini.

Mengerti, 'kan?

Tidurlah.

Operasi sajalah.

Jangan begitu keras kepala.

Hal itu biar aku yang putuskan nanti.

Jika kau masih punya tenaga untuk mengkhawatirkanku,

sebaiknya kau gunakan untuk membantu In Gyoo.

Wanita sinting!

Aku tidak memintamu untuk menampungnya di rumahmu. Kau tidak perlu secemas itu.

In Gyoo kunyuk itu akan kulatih sampai dia mampu hidup mandiri.

Ini kenapa?

Setengahnya kau gunakan di saat kau butuh uang.

Setengahnya lagi...

Jika terjadi sesuatu pada diriku...

Kau gunakan untuk keperluan In Gyoo.

Aku tahu aku telah membuatmu menderita selama ini.

Tapi apa yang bisa kuperbuat?

Seumur hidupku, aku merasa bersalah pada In Gyoo.

Saat mengandung In Gyoo,

waktu ayahmu terbaring sakit di ranjang...

sambil merawat ayahmu aku harus membesarkanmu.

Dari pagi sampai malam aku harus bekerja.

Tidak bisa makan ataupun minum obat tepat waktu.

Aku selalu berpikir, gara-gara itukah anak ini terlahir dengan kondisi seperti ini?

Karena aku merasa bersalah padanya sehingga berbuat seperti ini.

Kau juga seorang ibu yang membesarkan anak.

Kau bisa mengerti, 'kan?

Karena itu...

Jika terjadi sesuatu atas diriku...

Kau harus menjaga In Gyoo baik-baik.

Hanya inilah yang bisa kupinta darimu.

Kau keluar rumah dan meninggalkan In Gyoo begitu saja?

Aku juga tidak tahu.

Apa yang sedang dia lakukan sekarang ini.

Kalau begitu aku pamit dulu.

Kau teruskan saja pekerjaanmu.

=Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.=

Sepertinya kunyuk satu itu molor lagi.

In Gyoo!

Kenapa tidak kau jawab teleponnya? Lagi ngapain kau?

Kau tidur sampai sekarang?

Tidak bisa begitu.

Aduh, apa karena keluar terlalu lama?

Kepalaku sakit sekali.

Kondisimu semakin memburuk.

Jika terus diabaikan seperti ini,

akan sulit untuk dioperasi.

Bisa ditunda beberapa waktu lagi?

Semakin ditunda, harapannya menjadi semakin rendah.

Sebaiknya Anda tentukan kapan mau dioperasi sebelum pulang.

Hari ini urutannya kita ganti ya?

Min Ji-ssi ganti jadi bagian sortir bahan.

Eun Cheol-ssi, Sae Byeol-ssi bagian ragi.

In Gyoo-ssi, bagaimana kalau kau di bagian counter?

In Gyoo tidak pintar berhitung.

Tidak pintar berhitung.

In Gyoo, aku pintar berhitung.

Aku akan membantumu.

Hari Selasa dan Jumat minggu depan. Yang mana lebih bagus?

Pasien?

Anu, aku pikir-pikir lagi.

Baik.

Halo!

- Halo! - Kalian mau pesan apa?

Dua gelas Americano.

Satu pecan pie.

Oppa, yang blueberry itu.

Satu blueberry cheesecake.

Baik, terima kasih.

Totalnya 14 ribu Won.

Baik.

Terima kasih.

In Gyoo?

Antarkan satu pecan pie dan satu blueberry cheesecake.

Aku akan bikin kopinya.

Oppa, waktu aku ulang tahun nanti...

kau harus beli kue tar bertuliskan "Aku cinta padamu" untukku.

Apaan sih?

Kayak orang bego saja.

Kayak orang bego ya?

Sudah Anda putuskan?

Iya.

Minggu depan hari Jumat.

Dia bukan orang seperti itu. Ini adalah sebuah kesalahan.

Eomma!

Salah apa anakku?

Kau membuatnya jadi seperti itu, bangsat!

Sedang apa Anda ini?

Kami sama sekali tidak berbuat apa-apa.

Ajeossi itu yang menyerang duluan.

Kenapa?

Kenapa anakku berbuat seperti itu?

Mana aku tahu itu?

Sabar dulu, Eomoni!

In Gyoo-ssi yang duluan.

In Gyoo, benar seperti itu?

Kau menyerang orang tanpa ada alasan apapun?

Bukan!

Orang-orang itu memaki In Gyoo.

Mereka memakiku.

Kapan kami memakimu?

Dasar!

Bukan begitu.

Mereka sama sekali tidak berbuat apapun.

In Gyoo-ssi...

Mereka memakiku.

Aigoo...

Ceritakan pada Eomoni!

Apa yang kau lakukan?

Mereka membenci In Gyoo.

Mereka memakiku bego.

Apa maksudmu ini?

Siapa yang membencimu?

Tidak!

Semua orang membenci In Gyoo.

Bukan begitu.

Orang tidak mungkin membencimu tanpa alasan.

Eomma juga begitu.

Apa?

Kapan Eomoni membencimu?

Tidak!

Eomma juga pernah begitu.

Eomma juga.

Cukup...

Jangan seperti itu lagi!

Dasar anak goblok!

Sampai sekarang kau seperti ini gara-gara kejadian itu?

Waktu itu Eomoni yang bersalah.

Bukan karena membencimu aku bicara seperti itu.

Eomma juga...

Orang-orang itu juga.

Bukan karena kau bodoh mereka jadi membencimu.

Kau lebih lamban dibandingkan dengan orang lain.

Karena berbuat kesalahan yang lebih banyak baru akan seperti itu.

Bukan karena orang lain membencimu.

Karena itu, mulai dari sekarang...

kau harus lebih duluan menyapa orang.

Harus memperlakukan orang lain dengan lemah lembut.

Mengerti?

Kalau begitu In Gyoo tidak akan dibenci lagi?

Iya.

Jika kau berperilaku baik,

orang lain pasti akan memperlakukanmu dengan baik.

Halo!

Halo!

Ayo dicoba!

Seperti aku begini.

Bilang "halo".

Halo!

Ayo cepat dicoba!

Omo, apa ini?

Lakukan dengan benar!

Ogah!

Aku tidak mau.

Ogah!

In Gyoo...

Beri salam.

Ogah!

Halo! Halo!

Halo!

Halo!

Halo!

Ayo beri salam lagi.

Halo!

Halo!

Seperti begini, seperti begini.

Pintar!

Halo!

Halo!

Halo!

Halo!

Halo!

Ini menunya.

Hari ini aku yang traktir.

Pesan saja apa yang kalian inginkan.

In Gyoo, kau mau makan apa?

Aku mau makan tangsu--

Aku mau makan apa yang Mi Sol makan.

Ada apa ini?

Dulu cuma peduli pada dirinya sendiri.

Tidak tuh!

Samchon dari dulu sangat perhatian terhadap orang lain.

Dia hafal ulang tahun semua orang di keluarga kita.

Ya 'kan, Samchon?

Eomma, bulan 12 tanggal 11.

Nuna, bulan 9 tanggal 6.

Mi Sol, bulan 6 tanggal 18.

Wah! Hebat sekali!

Bulan 10 tanggal 17 adalah hari pernikahan Nuna dengan Maehyeong. [Maehyeong - suami kakak]

Hei! Kenapa mendadak mengungkit orang itu?

Di hari itu Nuna menikah.

In Gyoo tidak ikut serta.

In Gyoo cuma lihat foto.

Foto Nuna mengenakan gaun warna putih.

Cantik sekali.

Tapi In Gyoo sempat menangis sedikit.

Karena tidak bisa hidup bersama Nuna lagi.

Aku sangat sedih.

Aku ke kamar mandi sebentar.

Air, terigu, mentega. Tekan keluar pakai piping bag.

Panggang di oven selama 15 menit.

Krim dan gula putih.

Masukkan sedikit.

Anak-anak...

Bereskan mainan masing-masing kemudian berkumpul di sebelah sini.

Ke sebelah sini.

Sebelah sini, hati-hati.

Cukup ya.

Aigoo, Eomoni...

Ada keperluan apa datang ke pemerintah kabupaten?

Mereka bilang ada bantuan yang bisa diperoleh In Gyoo.

Lain kali kalau ada urusan seperti ini biar aku saja yang urus.

Aigoo, masa orang sibuk sepertimu disuruh melakukan ini?

Tapi apa ini ya?

-= Ekspedisi Sehati =-

-= Ekspedisi Sehati =- Penyandang disabilitas mendaki gunung bersama dengan para pendaki.

Dari Bukhansan ke Gwanaksan hingga ke Jirisan.

Ke depannya mungkin akan ke Himalaya.

Oh, begitu.

Kenapa?

Anda tertarik?

In Gyoo itu suka keluyuran ke mana-mana.

Kalau begitu saya bantu Anda untuk mengajukan permohonan, bagaimana?

Kalau kau bisa membantuku, aku akan sangat berterima kasih.

Kita akan menyeberang jalan untuk bisa ke taman di seberang.

Berdiri dalam dua baris, tangan di bahu dan jalan bersama-sama.

Mengerti?

Mengerti.

Kita berangkat.

Pelan-pelan!

Hati-hati! Hati-hati!

Hati-hati!

Ayo kita ucapkan bersama!

Ngapain saja hari itu?

Aku memberitahumu lewat SMS.

Lihat apa dia?

Ajeossi!

Sedang apa kau sekarang? Di sini.

Anu...

Karena...

Tidak mau bicara?

Ajeossi, sedang apa kau sekarang?

Jangan diam saja.

In Gyoo bukan orang jahat.

Bukan orang jahat.

Kalau kau bukan orang jahat, kenapa kau mengintai anak-anak?

Iya tuh!

Ini orang psikopat.

- Omo! - Mamanya Yoon Hee, cepat telepon polisi!

Polisi!

Omo, omo, omo.

Mau ke mana?

Ke mana?

Berhenti!

Berhenti! Berhenti kau kunyuk!

Berhenti kau, kampret!

Hei!

Eh, Eomma?

Eomma!

Dasar gila!

Cari mati ya kau?

Mabok cinta ya kau?

In Gyoo mabok cinta.

Mabok cinta apaan?

Cinta bisa bikin kau kenyang?

Kau kira kau bisa dapat apa sampai harus berbuat begitu?

Cinta itu... tidak pandang bulu.

Apa?

~ Cintaku padamu tanpa pandang bulu, tanpa pandang bulu.~

~ Cintaku padamu adalah cinta yang luar biasa. ~

Anu, Seonsaeng-nim?

Selamat pagi.

In Gyoo-ssi baik-baik saja?

Baik-baik saja.

Syukurlah.

Tadinya aku berencana untuk berkunjung sesekali.

Kemarin itu sungguh terima kasih padanya.

Jika kau merasa berterima kasih,

boleh aku minta tolong padamu?

Minta tolong?

Kalau begitu, Anda ingin aku memperlakukan In Gyoo-ssi...

Iya.

Jika si kunyuk itu menyatakan cintanya,

kau harus menolaknya mentah-mentah.

Dia harus tahu di dunia ini selain perasaan cinta masih ada yang namanya tidak tahu berterima kasih.

Tapi...

Kenapa?

Kau berniat menerima cintanya?

Maaf?

Kau toh tidak berniat menerima cintanya.

Gunakan cara paling kejam untuk menolaknya.

Biar dia jadi sadar sesadar-sadarnya.

Mengerti, 'kan?

Kau memiliki keberanian untuk melakukan ini.

Mengerti, 'kan?

Sesampainya ku di sana, aku harus ngomong apa?

Sampaikan saja semua yang ada di dalam hatimu.

Itulah yang dinamakan ketulusan.

Saat ayahmu sedang mengejar ibumu, itu yang dia lakukan.

Sampai jumpa, Yoon Hee!

Sampai jumpa Eonni.

Sampai jumpa besok.

Iya.

Seonsaeng-nim, halo!

In Gyoo-ssi, halo!

Kabarmu baik?

Iya.

Kabarku baik-baik saja.

Aku sangat menyukaimu, Seonsaeng-nim.

Karena itu...

Seperti aku menyukai es-krim.

Seperti aku menyukai coklat.

Seperti aku menyukai telur mata sapi.

Pasti sedih sekali dia.

Perlu 'gak ya beli soju?

Cantik sekali.

Tapi...

Aku sudah punya pacar.

Sudah gila ya kau?

Kenapa kau ketawa-ketawa?

Seharusnya kau menangis.

Kelak aku tidak akan menangis lagi.

In Gyoo sedang bahagia.

Seonsaeng-nim itu bersedia jadi pacarmu?

Tidak.

Seonsaeng-nim sudah punya pacar.

Sebentar lagi dia akan menikah.

Terus? Kenapa kau begitu bahagia?

Sebagai penggantinya.

Kita berteman saja, ya?

Kita pergi makan makanan kesukaan In Gyoo-ssi.

Bagaimana?

Teman?

Eomma...

In Gyoo dan seonsaeng-nim itu jadi teman.

Teman!

Aigoo, gadis semuda itu ternyata bijaksana juga.

Mendadak aku jadi tidak rela kehilangan dia.

Tapi...

Barusan bagaimana caranya kau menyatakan perasaanmu pada seonsaeng-nim itu?

Coba ceritakan.

Aku bilang kalau aku menyukainya.

Cuma itu saja yang kau ucapkan?

Ayo cepat cerita!

Aku bilang kalau aku menyukainya.

Seperti aku menyukai Eomma.

Seperti menyukai Eomoni?

Bukankah kau bilang tidak menyukai Eomoni?

Kau bilang mau tinggal sendiri.

Tidak, tidak.

Eomma itu paling hebat, paling hebat.

Eomma suka choux cream.

In Gyoo tahu itu.

Eomma aku suka choux cream.

Manis sekali.

Sungguh manis.

Eomma! Eomma!

Nuna, Eomma tidak bangun-bangun.

Eomma!

Eomma, baik-baik saja?

Sudah sadarkan diri?

Apa yang terjadi?

Sudah dua hari terbaring di sini.

Eomma, baik-baik saja?

Iya, tapi...

Bagaimana dengan operasinya?

O--Operasi?

Maksudmu mau dioperasi sekarang sudah tidak bisa lagi, begitu?

Sedang apa ini?

'Kan katanya sudah tidak bisa dioperasi lagi? Buat apa lagi di rumah sakit?

Aku mau pulang jaga In Gyoo.

Tidak bisa, dokter bilang kau harus istirahat.

Tidak apa-apa.

Eomma! Eomma! Omo!

'Tuh kan?

Istirahatlah dulu. Jangan pikirkan yang lain-lain.

In Gyoo bagaimana? Kau ada pergi ke sana melihatnya?

Cobalah kau ke sana sebentar.

Dengan begitu aku baru bisa tenang beristirahat.

Syukurlah. Dia bisa mandiri sendiri.

Karena itu janganlah mengkhawatirkan In Gyoo lagi.

Perhatikan dulu kesehatanmu sendiri, Eomma.

Iya.

Sudah saatnya aku beristirahat.

Eomonim, kami datang.

Aigoo, kalian begitu sibuk masih menyempatkan diri datang ke sini.

Kami jadi sedih mendengar Anda berkata seperti ini.

Makanlah ini yang banyak. Katanya ginseng merah sangat efektif dalam melawan kanker.

Aigoo, barang semahal ini.

Orang yang ajalnya sudah dekat tidak butuh lagi barang seperti ini.

Jangan bicara seperti ini.

Semakin buruk keadaan, semakin perlu Anda untuk bersemangat.

Tapi ngomong-ngomong, bagaimana In Gyoo akhir-akhir ini?

Belakangan ini aku terlalu sibuk. Beberapa hari ini belum sempat melihatnya.

Sepertinya dia baik-baik saja. Anda tidak usah khawatir.

Begitu ya? Kalau kau ada waktu, tolong bantu aku lihat ke sana.

Baik.

Kau kenapa?

Dua hari belakangan ini sepertinya In Gyoo agak aneh.

Bagaimana?

Enggan memberi salam. Diajak bicara juga tidak mau menjawab.

Begitu ya?

Jangan bicara sembarangan!

Aku akan segera mengunjunginya. Anda tidak perlu khawatir.

Coba Anda cicipi ini. Ayo!

Terima kasih.

Ekspresi macam apa ini?

Oh... itu...

Eomma! Eomma!

Kenapa bisa begitu, kunyuk?

Eomma, In Gyoo sakit. Tolong ditiup dong!

Eomoni kan sudah bilang kalau mau menyentuh barang panas harus memakai sarung tangan.

Kau sendiri yang bilang jika Eomoni pergi, kau akan bisa melakukannya dengan baik.

Eomma pulang saja untuk mengerjakannya.

Apa?

Jika In Gyoo nakal, Eomma akan pulang.

Pulang membantuku masak, cuci baju. Semuanya.

Kenapa begitu keras kepala? Dokter sudah bilang harus diopname.

Ujung-ujungnya juga harus mati. Kenapa uangnya harus diberikan kepada rumah sakit?

Biar aku mati di rumah saja. Tidak usah ikut campur.

Eomma!

Aku mau ke suatu tempat. Kau bawa In Gyoo pulang dulu ya?

Mau beli anak ayam?

Boleh dipilih. Semuanya sehat dan lincah.

- Bisa kau beli buat masak samgyetang-- - Cukup! [Samgyetang - sup ayam pakai ginseng]

Coba kau pilih beberapa yang tidak lama lagi akan mati.

Ha?

Wah, imut sekali!

Kuning sekali, kuning sekali.

Kalau kau begitu suka, boleh kau beri mereka nama.

Nama?

Bbiak-i (suara anak ayam berciak), Norang-i (Si Kuning).

Hurai (Fried).

Eomma! Eomma!

Ada apa?

Anak ayamnya terlihat aneh.

Bbiak-i dan Hurai...

Norang-i dan Bbiak-i tidak bergerak.

Sudah mati.

Mati?

In Gyoo, kau tahu apa itu mati?

Artinya pergi ke surga, surga.

Sesampainya di surga, kau tahu apa yang akan terjadi?

Makan makanan enak dan setelah pulang setelah puas bermain.

Ayo cepat bangun! Ikut Eomoni keluar sebentar.

Aigoo, ini apa?

Kau harus ingat baik-baik cara pakai yang benar.

Karena tidak lama lagi kau akan segera memakainya.

Eomma, siapa itu? Si Harabeoji itu.

Cukup! Ayo cepat beri penghormatan bersama denganku.

In Gyoo...

Kau tahu tempat ini adalah tempat apa?

Tidak tahu.

Tapi makanan di sini enak-enak.

Tempat ini adalah rumah duka.

Rumah duka?

Iya.

Setelah orang meninggal, orang-orang akan berkumpul seperti ini untuk makan dan minum bersama.

Terus kenapa mereka menangis? 'Kan sudah pergi ke surga?

Setelah mati tidak akan ke surga.

Setelah mati akan sirna menghilang.

Tidak ada yang tersisa.

Tidak, akan ke surga makan enak.

Kemudian pulang lagi naik pesawat.

Surga itu tidak ada.

Setelah mati tidak akan ketemu atau terlihat lagi.

Karena itulah mereka menangis.

In Gyoo...

Tidak lama lagi Eomoni akan segera mati.

Entah itu hari ini atau besok.

Tapi akan segera mati.

Kelak sekalipun kau berbuat ulah, Eomoni juga tidak akan pernah datang lagi.

Kau mengerti, 'kan?

Karena itu kelak kau sendiri--

Tidak! Tidak seperti itu!

Jangan begitu! Ayo cepat duduk!

Tidak! Tidak! Tidak!

In Gyoo!

In Gyoo!

In Gyoo!

In Gyoo! In Gyoo!

In Gyoo!

In Gyoo!

In Gyoo!

In Gyoo!

Eomma!

In Gyoo!

Eomma!

In Gyoo!

In Gyoo!

Aigoo, anakku...

Ada yang terluka?

Eomma, jangan mati.

In Gyoo tidak mau tanpa Eomma.

In Gyoo tidak mau.

Kunyuk, ini bukan sesuatu yang bisa Eomoni tentukan.

Eomma yang bilang jika surga itu tidak ada.

Karena itu kau tidak boleh mati.

Eomma...

Aigoo...

Eomma, jangan mati. Eomma.

Ya?

Eomonim ada perlu apa ke sini?

Aku memang tidak ada keperluan apa-apa.

Aku ingin supaya Pendeta bisa memberikan sebuah pencerahan bagi putraku.

Maaf?

Sialan! Dasar kampret pembawa sial.

Semua perkataan Moksa-nim ini sudah kau simak dengan baik?

Bagus kalau begitu. Ayo pulang!

Jadi, apa kata pendeta?

Setelah mati akan masuk ke surga dan tidak akan pernah bertemu lagi.

Tidak ada telepon, juga tidak ada pesawat.

Terus?

Tapi Eomma akan melihat In Gyoo dari surga.

Betul, Eomoni akan melihatmu.

Kau harus hidup dengan baik, mengerti?

Iya, mengerti.

Kemudian Moksa-nim mengajariku berdoa.

Berdoa?

Jika berdoa pasti akan didengar doanya.

In Gyoo juga akan berdoa, berdoa.

Eomma juga harus berdoa. Pasti akan didengar.

In Gyoo...

Kau masuklah dulu.

Eomma mau ke mana?

Aku mau mencari udara segar. Kau makan saja dulu.

Mengerti?

Barusan tadi aku memakimu. Aku telah bersalah.

Karena itu...

Selamatkanlah aku... Sekali ini saja.

Kumohon supaya Engkau menyelamatkanku.

Selamatkan aku... sekali ini saja.

Selamatkan aku sekali ini saja.

Selamatkan aku... sekali ini saja.

Selamatkan aku.

Eomma, makan.

Aku sudah membuat telur mata sapi.

Iya, kalau begitu aku mulai makan ya.

Eomoni lagi tidak memiliki selera makan.

Kemarin juga tidak makan. Kemarin juga.

Eomoni tidak apa-apa. Kau makanlah dulu.

Oh ya, hari ini kau akan mendaki gunung, 'kan?

Iya, Bukhansan. Gunung tertinggi di Seoul.

Karena itu kau harus makan lebih banyak lagi.

Perut harus diisi dengan penuh dulu baru bisa mendaki gunung.

Halo semuanya!

Halo In Gyoo-ssi!

Satu, dua, tiga, empat.

~ Selamat ulang tahun. ~

~ Selamat Ulang Tahun ~ -= Eomma =-

~ Halmeoni-ku tercinta selamat ulang tahun. ~ -= Eomma =-

~ Halmeoni-ku tercinta selamat ulang tahun. ~

Halmeoni, sedang apa?

Cepat doa pengharapannya kemudian tiup lilinnya.

Ini adalah hadiah dariku dan Eomma.

Buat apa menghamburkan uang untuk menyiapkan hadiah seperti ini.

Tokomu bagaimana?

Aku membuka toko di sebuah daerah kecil.

Begitu?

Mulai dari kecil-kecilan kemudian dikembangkan menjadi lebih besar.

Ini adalah bikinan In Gyoo, Eomma.

Wah, enak.

Terima kasih, putraku.

Oh ya, ada sesuatu yang mau kuberikan padamu.

Cocok sekali nih!

Jangan khawatir. Punya kalian juga sudah selesai kurajut.

Nih!

Nih, untuk Mi Sol.

Aigoo, sekarang baru terlihat seperti keluarga.

Tapi, kenapa Halmeoni tidak ada?

Tidak lama lagi Halmeoni akan mengenakan pakaian yang lebih baik dan bagus.

In Gyoo...

Telepon toko roti dan beritahu mereka kalau hari ini kau tidak bisa masuk.

Kau ikut Eomoni ke suatu tempat.

Kau... masih ingat tempat ini?

Oh, ini In Gyoo.

Ini Nuna.

Eomma.

Iya.

Dulu kau, Nuna dan Eomoni pernah main ke sini.

Iya juga, sudah lewat 20 tahun lebih.

Sudah pasti kau tidak ingat lagi.

Karena miskin, dengan susah payah Eomoni berhasil meminjam uang untuk main ke sini.

Tapi Eomoni merasa sangat bahagia saat bermain bersama kalian di sini.

Karena itulah aku mengajakmu ke sini lagi.

In Gyoo...

Walaupun kau mungkin tidak tahu.

Tapi karena dirimu, seumur hidup ini Eomoni merasa sangat bahagia.

Sama sekali tidak pernah merasa bosan.

Setiap hari sangat bahagia.

Karena itu kelak kau juga harus menjalani hidup ini dengan kebahagiaan.

Harus kuat, harus sehat.

Eomma akan melihat dari surga.

In Gyoo akan melakukannya dengan baik.

Kalau kau begitu percaya diri, kau harus membuat perjanjian dengan Eomoni.

Eomoni agak lelah, boleh kau nyanyikan sebuah lagu untukku?

Hmm, kalau Eomma lelah, In Gyoo akan menyanyikan sebuah lagu. Nyanyi.

~ Jika kau membutuhkanku, panggilah aku dan aku akan segera berlari ke arahmu. ~

~ Entah itu pagi, entah itu malam. Tanpa memandang waktu aku akan segera ke sana. ~

~ Jika yang memanggilku orang lain, mungkin aku harus mempertimbangkannya. ~

~ Tapi jika kau yang memanggilku... ~

In Gyoo sudah bernyanyi. Eomma sudah tidak lelah lagi, 'kan?

Eomma?

Eomma?

Eomma?

Eomma?

Terima kasih telah menggunakan subtitle dari: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~

Damn!SuperSub Indonesia Facebook Fanpage: https://www.facebook.com/DamnSuperSubIndo

Kunjungi blog Damn!SuperSub Indonesia di: ~ http://ngesub.com

~ Follow twitter kami di: @DSSIndo dan @ngesub dan nantikan karya kami berikutnya. ~

Kau harus kuat, In Gyoo.

In Gyoo, halo!

Makanlah yang banyak.

Tidak usah repot-repot melayani kami.

Bagaimana? Eomoni perginya dengan tenang?

Iya, berkat kalian.

Sungguh maaf, tidak sempat menyampaikan salam pada Eomoni.

Jangan begitu. Selama ini kalian berdua telah banyak membantu kami.

Akulah yang harus berterima kasih pada kalian.

Jangan begitu.

Jika kalian butuh apa-apa, panggil saja aku.

Tapi Sayang, menurutmu In Gyoo agak aneh ya?

Aneh bagaimana?

Ibunya meninggal tapi dia ketawa-ketawa terus.

Dasar ini orang...

Sudah pasti karena dia terlalu sedih makanya jadi begitu.

Aigoo, kasihan sekali. Tapi harus bagaimana?

Eomma...

Eomma!

Eomma!

Eomma...

Kau harus berjanji pada Eomoni...

Jika kau juga ikutan nangis, betapa sedihnya nanti hati Nuna.

Karena itu kau... Di saat Eomoni pergi ke surga...

Harus kuat. Lambaikan tangan sambil tersenyum.

Mengerti, 'kan?

Selamat menikmati.

Ah, Seonsaeng-nim!

In Gyoo-ssi.

Wah! Botol air, botol air.

Katanya besok kau akan pergi mendaki gunung.

Pakai ini dan isi penuh dengan air. Dengan begitu kau tidak akan kehausan lagi.

Sampai jumpa.

Selamat datang! Mau cari apa?

-= In Gyoo, makan yang banyak ya! =- -= Nuna =-

In Gyoo mau makan. Makan.

Terima kasih, Hurai.

Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan.

Satu, dua, tiga, empat.

Kalian semua sanggup mendaki hingga ke puncak?

- Sanggup! - Sanggup!

Satu, dua, tiga.

Semangat!

Berangkat!

Eomma!

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.