Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
SEMUA KARAKTER, TEMPAT, ORGANISASI, AGAMA, DAN KEJADIAN
DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI
Saat itu setahun setelah pengkhianatan.
Jadi, sudah 24 tahun berlalu.
EPISODE 7
Dari dulu sampai sekarang,
pemandangan di sini masih sama indah.
Tempat istirahat terakhir
yang terlalu baik untuk seorang pengkhianat.
Terkadang aku penasaran.
Sebenarnya, mayat apa itu?
Apa pernyataan bahwa pengawal menembaknya masih mengganggumu?
Itu satu-satunya cara melindungi kerajaan pada waktu itu.
Aku tahu.
Makanya aku lakukan itu.
Terkadang hidup kita tak berjalan sesuai yang kemauan kita.
Ini adalah
hasil autopsi Pangeran Geum yang sebenarnya.
Biasanya jika bicara tentang hal seperti ini,
satu orang membunuh orang yang lainnya.
Kau bercanda.
Ada hal apa sebenarnya?
Apa yang kau katakan kepada Yang Mulia?
Tentang kebenaran yang ada.
Maafkan aku,
tapi aku juga punya rahasia darimu.
Mayat itu
tak bunuh diri, dan tak ditembak mati.
Mayat itu
bukan mayat Pangeran Geum.
Yang Mulia!
Pengkhianat Lee Lim
hidup di suatu tempat.
Jika dari awal tujuan pengkhianatannya
adalah Manpasikjeok
dan bukan takhta kerajaan,
dan karena setengahnya ada di aku,
dia pasti akan mencariku
untuk mendapatkannya.
Karena itu,
Kepala Wanita Istana Noh salah.
Jeong Tae-eul tak berbahaya untukku,
aku
yang berbahaya untuknya.
Tembak cepat memang susah.
Ya, 'kan?
Apa ini?
Kau melubanginya lebih dulu?
Kau tak bisa diam-diam tembak sasaranku?
Astaga, Letnan Kang Sin-jae.
Bisa-bisa kau naik pangkat duluan.
Seharusnya kau di kantor pusat saja.
Untuk apa bekerja di sini setelah lulus?
Teman sekelasmu sudah jadi inspektur.
Kau masih tak tahu aku?
Inspektur? Aku tak iri.
Kalau tak iri, kenapa ikut tes naik pangkat?
Karena temanku sudah jadi inspektur.
Jangan cemas, kemampuan fisikku bisa membantu.
Itu tak membantu tes tertulis.
Sebentar, ada telepon. Pak Kepala.
Ya, Pak.
Baik. Aku segera pergi.
Changsin-dong. Kasus pembunuhan.
Kau menyetir.
- Baginda. - Baginda.
Baginda.
Bagaimana jadwal kunjungan Tiongkok?
Kita harus tunggu hingga Baginda cukup beristirahat...
Percepat jadwalnya.
Ada acara resmi yang lain?
Menerima penghargaan Wajib Pajak Terbaik di Kantor Pajak Nasional.
Rakyat
- menyambut... - Bagus.
Wakilkan aku terima penghargaan itu,
dan tanya PM Koo
apa laporan negara bisa dimajukan.
Baik...
Sampai sini saja.
Jangan buat jadwal lagi.
Untuk laporan negara, mau dimajukan kapan?
Besok.
- Besok? - Ya.
Lewat surat resmi saja.
Menyebalkan. Memang aku punya waktu?
PM Koo.
Apa aku terlalu baik?
Tak bisa. Kita jual mahal.
Lapor saja lewat surat resmi.
Baiklah, PM Koo.
Ini pakaian untuk pergi ke Majelis Nasional siang ini.
Ini setelan jas gaya politikus wanita
dari beberapa negara.
Semuanya celana?
Karena hampir semua politikus adalah laki-laki...
Apa jika politikus wanita tak mau kalah, dia harus pakai setelan jas?
Aku akan menang dengan baju yang aku suka.
Selamat makan siang.
Apa keunggulan wanita itu dibanding aku?
Jangmi.
- Kau sudah datang? - Ya.
Pergi dari sini.
Aku cek CCTV dulu.
- Bawa dia pergi. - Jangan merusak TKP. Ayo pergi.
Korban adalah wanita 26 tahun, senjatanya pisau dapur.
Pelapornya teman sekamar.
Aku akan dapatkan keterangannya.
Baik.
Permisi.
Aku Letnan Jeong Tae-eul dari Kepolisian Jongno.
Walaupun sulit, kau harus ke kantor polisi untuk beri keterangan.
Sekarang?
Ya.
Jelaskan kepadaku.
Dua tusukan pada leher,
tapi posisinya natural.
Sepertinya ditusuk saat dia berbaring.
Tusukan pertama sangat menentukan.
Dengan luka sedalam ini, dia tak bisa melawan.
Tak ada jejak penyelinap.
Dilihat dari dia sedang pakai masker,
mungkin pelakunya kenalan korban.
Kenapa senjatanya bersih?
Pelaku mencuci pisau itu dan menaruhnya kembali.
Dia mau menghilangkan bukti.
Ternyata dia pemula.
Anak SMP sekarang saja pakai sarung tangan karet.
Halo, Jangmi.
Ada yang kau dapatkan?
Pegawai istana yang bertemu Sekretaris Kim
adalah Yu Jeong-hwa, pegawai Ruang Pakaian Kerajaan.
Sudah yakin ini benar?
Selama satu bulan setelah pergantian penjaga berkala,
total 32 pegawai istana yang bertemu Raja secara langsung.
21 di antaranya pengguna media sosial.
Setelah ikuti 40 akun pribadi yang dipakai 21 orang itu, aku temukan ini.
Tempat yang sama, meja yang sama dengan sudut berbeda,
dan cara ambil gambar yang sama.
Yang terakhir,
wajah mereka terpantul di sendok ini.
Aku jadi sangat yakin.
Seorang pegawai istana memata-matai dan menyebarkan rumor tentang Raja,
serta mencuri barang di istana,
sama saja dengan pengkhianat.
Siapa yang menyuruhmu?
Siapa dia sampai kau berani memata-matai Baginda!
Maafkan aku, Kepala Wanita Istana Noh.
Aku memang berkata sepertinya Baginda punya pacar,
tapi aku tak mencuri.
Pada 11 November, aku sedang bertugas.
Tiba-tiba Baginda datang ke dapur istana.
Dia memasak sendiri.
Aku bisa langsung tahu
bahwa pacarnya datang.
Baik.
Aku bisa tahu
kau tak berbohong.
Namun,
kau tetap dipecat.
Ikut kami.
Ya.
Karena apartemen kami studio,
setiap pacarnya datang aku selalu keluar kira-kira satu jam.
Keluar ke mana?
Biasanya ke toko di dekat sana.
Karena sebentar lagi ada audisi, aku berlatih lalu pulang, tapi...
Tolong katakan yang kau tahu tentang pacar korban.
Namanya Park Jung-gu.
Aku tak tahu umurnya.
Mungkin 20-an akhir?
Dia masih pelajar.
Kau tahu media sosial miliknya?
Ya.
Ini.
Terima kasih.
JUNG9LOVE LIHAT PROFIL
NAMA: PARK JUNG-GU TANGGAL LAHIR: 6 JUNI 1992
Sementara ini kau tak boleh ke luar kota atau luar negeri.
Dan harus terima telepon kami.
Namanya Park Jung-gu.
Lahir tanggal 6 Juni 1992.
Park Jung-gu, 28 tahun. Alamatnya muncul.
Nomor ponsel ini sama dengan yang ada di daftar telepon korban. Sudah benar.
Baiklah.
Detektif Shim?
Alamat tersangka sudah ada.
Akan kukirim, dan kau harus langsung ke sana.
Aku akan cek alibi pelapor.
Baiklah, laksanakan.
Ayo lakukan.
Aku sudah cek alibi Jang Yeon-ji.
Dia ada di toko pada saat itu.
Aku ke kantor forensik dulu.
PARK MUN-HAENG DARI GRUP HG SELESAIKAN PROSES SUKSESI MANAJEMEN
Kau pasti lelah hari ini.
Silakan istirahat, Ayah.
Aku sudah cek CCTV di gedung tempat dia tinggal.
Dan dia tak pulang setelah terjadinya kasus.
Dia sudah melarikan diri.
Hasil autopsi dari Tim Forensik akan keluar tiga pekan lagi.
Alasan kematiannya perdarahan parah karena tusukan,
dan pisau dapurnya sesuai dengan bekas tusukan.
Bagaimana bisa menunggu tiga pekan?
Kau seharusnya minta bantuan Hee-ju.
Tak cerita tentangku?
Sudah, soal kesendirianmu.
Begitu.
Dari sekian banyak ceritaku, kau ceritakan itu.
Ya, harus.
Aku sudah tulis perjanjian
tak akan meneleponmu di atas pukul 22.00.
Kau tulis perjanjian?
Astaga, hebat sekali kau...
Kita bicara lagi nanti.
Ayo, fokus.
Ada apa? Kesendirian?
Apa itu?
Kode apa itu? Ada sesuatu yang aneh.
Tae-eul, kau satu-satunya
yang tak boleh menanyakan itu di sini. Bukan begitu?
Dari 100 poin dalam tes naik pangkat, kau tahu 47 poinnya dari mana?
Evaluasi kerja dari atasan langsung.
Benar.
Biasanya, semua dapat poin penuh.
Kau mau kehilangan semua poin itu?
Terserah.
Ada apa dengan "kesendirian"?
Aku bisa ke kantor forensik besok.
Aku bisa saja beri kau nilai 470,
dan mengusirmu ke kantor pusat.
Berisik. Fokus.
Dan karena Jang Yeon-ji juga salah satu tersangka,
terus perhatikan dia.
Sekarang, Park Jung-gu adalah tersangka utama.
Jadikan dia buronan, dan periksa pergerakannya.
Intai dia. Selesai.
Baik.
Ayo, jalan.
Lebih cepat dipukul lebih baik.
Tak lebih baik. Kau tak tahu rasanya.
LOTRE 5.000 WON
Kau dapat 5.000 won. Ayo beli sate kue beras.
Tak bisa.
Akan kukumpulkan.
Mengumpulkan 5.000 won?
Aku akan mengumpulkannya sampai 50 juta won.
Aku hanya perlu kumpulkan 10.000 kali lagi.
Kau bahkan beli itu seharga 10.000 won.
Kau pakai untuk apa uang 10.000 won itu?
Apa maksudmu?
Uang dari ayahmu tiap ada yang daftar di Akademi Taekwondo.
Itu?
Aku kumpulkan untuk operasi kelopak mata.
Dan?
"Dan" apa?
Lihat mataku.
Kalau sudah terkumpul semua, kelopaknya ada di sini, 'kan?
Buktinya tak ada.
Jadi, haruskah aku operasi kelopak mata sekarang?
Hemat uangmu.
Ya.
Aku hanya makan sate kue beras.
Omong-omong soal itu,
dulu aku cantik, 'kan?
Muda,
murni,
lembut,
dan pintar.
Dulu aku hanya baca buku-buku khusus.
Instruksi dan Aplikasi Teknik Dasar Taekwondo.
Kau mabuk?
Jangan merusak kata-kata bagus.
Apa?
Itu Jangmi dan Detektif Shim.
Kau ke rumah, 'kan?
Ya.
Akhirnya pulang.
Tapi kira-kira
di mana Jangmi beli baju itu?
Tak ada yang sangka kita polisi saat bersamanya.
Orang jahat malah akan kira dia temannya.
Baginda, Menteri Luar Negeri dan Duta Besar Tiongkok sudah tiba.
Baiklah.
Tiongkok mengingat kebaikanmu.
Terima kasih banyak
kepada Kerajaan dan Baginda yang menyelamatkan kapal itu.
Makna dari bunga seroja merah muda adalah kepercayaan.
Aku senang bisa minum teh bunga seroja
bersama perwakilan dari Republik Tiongkok.
Terima kasih, Baginda.
Sebagai rasa terima kasih,
kami menyiapkan hadiah.
Mulai tahun depan, semua rakyat Kerajaan Corea
dapat berkunjung ke 661 kota di Tiongkok
dengan bebas tanpa visa.
Siapa pun,
di mana pun, dan kapan pun,
jika bisa pergi ke tempat yang diinginkan
adalah hal yang luar biasa.
Hadiah berharga ini akan menjadi sejarah penting.
- Kau datang. - Apa?
Kenapa? Aneh?
Para tamu bilang cantik.
Kau mau apa?
Aku kaget.
Tanganku sampai berkeringat.
Kau potong rambut?
Teh susu coklat. Di tempat minum ini. Dengan banyak sereal.
Pilihan bagus.
Sekarang aku punya penyakit kronis.
Penyakit rambut pendek.
Aku sudah coba simulasi pakai wig.
Nyatanya panjang lebih baik.
Tapi kau jarang ke sini sekarang.
Kau ke kafe lain?
Hei.
Kau lebih baik daripada ayahku.
Ayahku bahkan tak tahu aku menginap di luar.
Kau makin mahir membual sejak tak ke sini.
Siapa yang bilang mengintai itu menginap di luar?
Bilang saja bekerja.
Aku bukan mengintai.
Aku benar-benar menginap di rumah seorang pria.
Rumahnya sangat besar.
Selamat datang di istanaku.
Baguslah.
Sangat renyah.
Omong-omong, Na-ri.
Jika sebenarnya
ada dunia yang lain,
dan ternyata
ada orang yang sangat mirip denganmu.
Jika kau bertemu dengannya,
kira-kira akan bagaimana?
Maksudmu doppelganger?
Tentu akan aku bunuh.
Kau bisa bicara begitu di depan polisi?
Kalau doppelganger bertemu, satu pasti mati.
Itu sudah aturan semesta.
Kenapa begitu aturannya?
Jika ada dua dari sesuatu yang seharusnya satu,
maka dunia akan kacau.
Kafe di gang ini, cukup satu kafe ini.
Akademi Taekwondo Pahlawan juga cukup ada satu di sini.
Karena dunia perlu keseimbangan.
Tae-eul, kira-kira kenapa NASA menutupi keberadaan alien?
Jika dunia ada dua,
pasti dunia yang satu akan menghancurkan dunia yang lain.
Dan jangan sampai itu dunia kita.
Aku harus pergi sekarang.
Baik-baik di sini.
Hari ini antar sampai hutan bambu saja.
Jangan keras-keras.
Baginda!
Aku tak tahu kau datang, Baginda.
Apa jadwalmu berubah?
Aku hanya mampir sebentar karena cuacanya baik.
- Baiklah, Baginda. - Kembali bekerja.
Ayo.
Pantas saja.
Kupikir mudah sekali untuk keluar dari istana.
Kau menunggu?
Kau mau ke mana lagi sampai matikan ponsel?
- Kau mau bertemu Luna lagi? - Siapa itu Luna?
Baginda,
kau tertipu.
Wanita itu bukan Jeong Tae-eul,
tapi buronan bernama Luna.
Aku yakin bukan.
Dia yang menangkap buronan.
Baginda, benar...
Para polisi dan penjahat bersamaan mencarinya.
Pemalsuan, perampokan, penyelinapan, kekerasan, pencopetan.
Dia hanya belum tertangkap, tapi laporannya sudah amat banyak.
Jadi, maksudmu
di Kerajaan Corea ada wanita yang berwajah sama
dengan Jeong Tae-eul?
Bukan wajah yang sama,
- tapi orang yang sama. - Di mana Luna sekarang?
Bukannya kau yang tahu
dia ada di mana?
Artinya ada
wajah yang sama
di Kerajaan Corea.
Walaupun begitu, kau tetap tak boleh pergi.
Jika kau memaksa pergi, tusuk aku,
atau bawa aku.
Ada dua pilihan.
- Yang pertama. - Aku lebih jago berpedang.
Berarti yang kedua.
Kau bisa bercanda?
Aku suruh tunggu.
Jangan khawatir di sini, selamat menikmati cutimu.
- Cuti? - Itu Ho-pil, ya?
Aku sudah kirim pesan ke dia.
Bahwa kau akan libur panjang.
Aku pergi berlibur?
Ya. Kita tak akan naik kuda.
Tak bisa ada dua kuda di halaman.
Kau tak baca pranala yang aku beri,
dan tak akan percaya perkataanku.
Karena itu,
aku mau membawamu ke sana.
Agar kau pastikan sendiri.
Pastikan apa?
Ruang antara nol dan satu.
Dan orang yang kau cari dan Tae-eul
adalah orang yang berbeda.
Lalu aku akan cari orang
yang berwajah sama dengan Tae-eul.
Baginda...
Ini baru permulaan.
Sekarang kita
akan pergi ke dunia lain.
Pangeran Geum!
Orang bodoh.
Bisa-bisanya kau sujud dengan wajah ayahku.
Berdirilah.
Pembicaraan ini akan panjang.
Ya, Yang Mulia.
Apa yang akan kau lakukan?
Ini tahap terakhir suksesi,
tapi karena orang bodoh itu tak bisa apa-apa...
Dia meninggalkan istana lagi.
Kenapa dia sesering ini meninggalkan istana?
Semuanya jadi tertunda terus.
Coba kau yang bicara kepadanya.
Jika proses suksesi sudah selesai,
apa yang mau kau lakukan?
Itu sederhana.
Dia mundur dari jabatan karena sakit,
dan kirim dia ke luar negeri. Pekerjaannya juga sudah selesai.
Bagaimana pendapatmu?
Aku akan mengikuti perintahmu, Yang Mulia.
Dia bersikap begitu lagi.
Pikiran yang aneh.
Orang yang meminta dia ke sini adalah aku,
tapi dia hanya mendengarmu, bukan aku.
- Sialan! - Suksesinya...
akan berakhir dengan baik.
Itu jelas.
Tapi kapan? Sial.
Lalu, lain kali lewat telepon saja.
Kenapa kau buat aku bolak-balik?
Apa?
Apa?
Apa...
Kau...
Jabatan harus diwariskan ke anak.
Anak yang sesungguhnya.
Yang Mulia.
Sial! Kau...
Apa yang kalian lakukan?
Sial...
Tidak...
Tidak!
Grup HG membuat pernyataan resmi bahwa proses suksesi akan selesai
akhir tahun ini,
dan bahwa Pimpinan Park Mun-haeng akan turun jabatan.
Dengan ini proses keseluruhan suksesi selama dua tahun
telah berakhir,
dan posisinya digantikan
oleh anak tunggalnya, Park Byeong-u.
Tolong jaga istana.
Jo Yeong pergi bersamaku.
Jangan khawatir, aku akan pulang hari Jumat.
Dari Rajamu.
Astaga, kepalaku. Astaga, jantungku.
Mayat itu
tak bunuh diri, dan juga tak ditembak mati.
Mayat itu
bukan mayat Pangeran Geum.
Sekretaris Mo, ini aku.
Besok pagi, bilang kepada pelukis untuk selesaikan lukisannya.
Lukisan yang sekarang seperti Baginda memakai baju putih berlumur darah.
Sangat tak enak dilihat.
LAPORAN KASUS
JANG YEON-JI TEMAN SEKAMAR KORBAN
LAPORAN KASUS
NAMA: TAK DIKETAHUI
Baiklah, kalau begitu namamu Kim Gae-ddong.
"Gae-ddong" kotoran anjing?
TANGGAL LAHIR: TAK DIKETAHUI
Aku lebih tua tiga tahun.
Akhirnya
aku menemukanmu.
Letnan Jeong Tae-eul.
ALAMAT: TAK DIKETAHUI KONTAK: TAK DIKETAHUI
Aku pikir tak ada yang bisa panggil nama itu,
tapi kurasa itu dibuat untuk kau panggil.
LEE GON
APA PERUBAHAN AKAN DISIMPAN?
TIDAK
AKADEMI TAEKWONDO PAHLAWAN
Kau
baik-baik saja?
Kau menungguku?
Syukurlah.
Aku sedikit takut.
Bagaimana jika kau
berharap aku tak datang...
Bagaimana kau dapat kunci ini?
Kau bertemu ayahku?
Dia senang melihatku,
tapi sedih karena Maximus tak datang.
Aku pinjam kunci darinya.
Kenapa kau pinjam kunci itu?
Astaga!
Jo Eun-sup.
Kenapa kau di sini?
Di mana si kembar?
Harusnya datang bersama.
Kenapa bajumu...
Dan rambutmu...
Ternyata
kau bukan Eun-sup.
Wanita itu tidak punya rumah, bahkan tidak punya KTP.
Jadi, dia harus ditangkap saat terlihat depan mata.
Letnan Jeong Tae-eul?
Kau bawa Jo Yeong ke sini?
Tak ada cara lain.
Dia melarangku pergi.
Sebenarnya ini di mana?
Aku paham
perasaanmu sekarang.
Sama sepertiku, kau pasti sangat bingung sekarang.
Tapi pertama, selamat datang di Republik Korea.
Republik...
Kapten Jo sedang cuti, 'kan?
Ya. Karena dia hanya berkata lewat pesan,
semua pengawal jadi khawatir.
Baginda juga sedang di ruang belajarnya. Biarkan Jo Yeong cuti.
Dia akan kembali Kamis malam, jangan khawatir.
Ada yang harus kau lakukan.
Ya, Kepala Wanita Istana Noh.
Beri aku daftar pegawai istana, dan orang yang keluar-masuk istana
dari tanggal 11 November sampai tengah malam hari berikutnya.
Termasuk semua orang yang ada di sekitar istana.
Pegawai yang kau pecat itu?
Anak itu
bukan penyelinap yang aku cari.
Itu orang lain.
Ponselku tak berfungsi.
Ini kali pertama dia begitu.
Dia sangat lucu saat bingung.
Lebih lucu dirimu yang sangat santai ini.
Kenapa kau bawa wajah yang sama ke sini?
Bagaimana kalau ketahuan?
Maka itu aku pinjam tempat ini.
Yeong bukan orang yang mudah ketahuan.
Raja Arthur!
Pantas saja lampunya menyala...
Eun...
Kalian baru bertemu, 'kan?
Beri salam dulu.
Dilihat dari wajah, mungkin sudah sering bertemu.
Ini adalah Pedang Abadi yang menjagaku, Jo Yeong.
Dan ini orang yang menjaga kantor polisi...
Hei! Jo Eun-sup!
Sulit kupercaya! Kau buat dia pingsan!
Apa? Jo Yeong tak akan ketahuan?
Eun-sup juga dibesarkan dengan baik
sampai sebelum si kembar lahir.
Bagaimana jika sesuatu terjadi?
Eun-sup!
Jo Eun-sup!
Astaga!
Apa yang terjadi?
Tae-eul...
Barusan aku lihat wajah orang yang benar-benar sama...
Astaga...
Ini dia orangnya.
Apa ini?
Dia sama denganku.
Bukan.
Itu memang aku.
Siapa kau?
Siapa kau?
Eun-sup.
Aku akan jelaskan.
Ini adalah semacam dunia paralel.
Jangan kaget, dengarkan aku.
Aku tak tahu ternyata aku tampan.
Kau tak tahu?
Bagaimana bisa?
Orang di sekitarmu pasti sudah memberitahumu.
Kenapa kau tak beri tahu aku?
Sebentar, bukan ini yang penting.
Jadi, semua ini benar?
Kerajaan Corea benar ada,
dan Raja Arthur benar raja.
Astaga.
Astaga.
Jadi, kau adalah pengawal Raja? Benar, 'kan?
Salah.
Kau sedang layanan wajib militer?
Ya.
- Di sini ada wajib militer? - Apa maksudmu?
Di tempatmu tidak?
- Kami sistem militer sukarela. - Ya, bisa saja.
Apa? Jadi, kau tak wajib...
Pertama,
ayo pergi ke rumah dia.
Di sana paling aman.
Dia sedang apa sekarang?
Pemeriksaan keamanan. Selalu dilakukan.
Tak ada yang aneh.
Astaga, kau bisa tahu dengan sekali lihat.
Kau keren juga.
Kau juga harusnya begitu.
Mungkin kau tak tahu, tapi aku Pedang Abadi dia.
Tanpa aku, dia tak akan bisa pulang.
Apa kau tahu itu?
Itu...
ada alasannya.
Kau tak tahu apa-apa.
Baginda.
Aku punya cita-cita ke-63.
Jika lahir lagi,
aku mau jadi rakyatmu.
Aku tak setuju.
Bagaimana jika kita makan malam dulu?
Bagaimana dengan setengah-setengah?
Yeong juga harus coba.
Kau gila. Bagaimana bisa makan di saat...
Aku akan menembaknya jika kau minta.
Apa...
Turunkan itu.
Di sini tak boleh pakai pistol. Itu melanggar hukum.
Kalian berdua duduk.
Kita harus buat aturan.
Kalian di sini sampai dapat tempat menginap lain.
Dan karena tak boleh terlihat bersama.
Siang hari, Eun-sup yang keluar.
Malam hari, Jo Yeong yang keluar.
- Kenapa begitu? - Kenapa aku harus begitu?
Kau mau mati?
Tidak.
Ini perkataan untuk kalian berdua.
Jika masalahnya wajah yang sama, solusinya menghilangkan orang yang lain.
Apa?
Kenapa kalian melihatku?
Astaga, kalian.
Tadinya aku mau hidup tanpa buat masalah.
Jangan menyesal dan berkata,
"Aku tak tahu kau akan begitu," kepadaku.
Eun-sup.
Aku sudah beli buah dan yang lain. Makan itu.
Dan jangan keluar.
Pak Lee Titik-titik, ikut aku.
Kau panggil dia Lee Titik-titik?
Begini kau diperlakukan di sini?
Ya.
Aku rindu itu.
Dulu aku dipanggil "Hai" dan aku diberi marga Kim.
Hei...
Jangan bunuh dia. Dia milik negara.
Di mana orang tuamu?
Ada di Busan. Rumahku di Busan.
Apa wajah orang tua kita sama?
Mereka siapa?
Kau sudah menikah?
Adikku. Eun-bi dan Kka-bi.
Mereka sedang berlibur di Busan.
Kau tak punya adik?
Tidak. Aku anak tunggal.
Anak tunggal.
Mungkin orang tuamu tak sedekat orang tuaku.
Mereka bercerai.
Maafkan aku.
Mau kupeluk?
Astaga! Sifatmu buruk sekali!
Kau pasti tak punya pacar.
Kau juga tak punya.
Aku punya pacar laki-laki.
- Apa? - Kau percaya?
Kau ternyata bodoh.
Kau sudah makan?
Apa ada orang bodoh yang makan di tempat musuh?
Tapi kenapa cara bicaramu seperti drama kolosal?
Kau juga tak pakai dialek.
Aku juga bisa dialek Seoul.
Kau mau makan? Mau mi instan?
Apa keunggulanmu sebenarnya?
Bagaimana bisa punya 63 cita-cita? Apa kau sedang menabung?
Apa yang kira-kira bisa terwujud?
Tentunya menjadi rakyat biasa.
Itu akan tercapai dua hari lagi. Wajib militerku selesai dua hari lagi.
Dua hari lagi kau jadi pengangguran yang tak akan jaga negara?
Cara bicaramu menyebalkan.
Hei, walaupun kau lebih berotot,
aku juga tak kalah jika bertarung.
Coba saja.
Jangan menyerang dari belakang.
Republik Korea...
Negara macam apa
membiarkan orang bodoh menjaga negara?
AKADEMI TAEKWONDO
Ini MSD-ku.
Coba minum. Ini somaek.
Hampir sama.
Tidak sepertimu, gajiku tak seberapa
dan tak punya logam tanah langka.
Jadi, aku membeli ini dengan cicilan 12 bulan.
Jangan sampai jatuh, hati-hati, dan jawab teleponku.
Aku sudah simpan kontak penting di dunia ini.
Kau membelinya dan menungguku kembali.
Kenapa memberikan nomor Sin-jae?
Itu lima orang yang akan membantumu
di dunia ini dalam keadaan apa pun.
Dan dia orang yang paling bisa dipercaya.
Bukan kau?
Aku mengutamakan rakyatku.
Kau menelepon ke mana?
LEE GON
Apa ini kau?
- Matikan. - Jangan dimatikan.
Aku mau mencoba ini.
Maksudmu?
Hidup biasa denganmu.
Menelepon,
menjawab telepon. Seperti itu.
Bertanya tentang harimu,
berkata bahwa aku
sangat merindukanmu.
Aku juga.
Ternyata begitu.
Pesananmu datang.
Selamat makan.
Karena aku tak bisa memasak untukmu, aku akan tes ayam ini.
Tak perlu.
Aku tahu dunia kita berbeda.
Ayo berubah perlahan.
Menu ini juga sangat enak.
Ya. Lepaskan tanganku.
Tak akan.
Pegang tangan kiri saja.
Kenapa pakai kacamata?
Kita harus pergi ke suatu tempat sesudah ini.
Hari biasa yang sudah aku rencanakan.
Kalau kau yang rencanakan sesuatu, aku tak tenang.
Benar di sini?
Selamat datang.
Astaga, kau datang lagi.
Hari ini dengan pacarmu.
Jika tujuh peluru kena sasaran, kau bisa dapat ini.
Kau perlu berapa peluru?
Hanya tujuh.
Baik, aku mengerti.
Hari ini kau yang menembak?
Jika pacarmu sudah selesai wajib militer,
kau pasti bisa walau dengan mata tertutup.
Ya.
Kau punya pacar yang sudah selesai wajib militer?
"Mata tertutup" adalah intinya.
Kau bisa melihat dengan itu?
Menembak adalah mengisi ruang antara sasaran dan dirimu.
Terlambat jika menembak setelah melihat. Kau harus lihat setelah menembak.
Kau mau apa lagi? Mau kupetikkan bintang? Dor!
Kau sungguh dapatkan ini?
Bukannya beli?
Lain kali, ayo ke Hongdae jika ada waktu.
Di sana ada boneka beruang sebesar kau.
Hongdae?
Itu nama sebuah tempat?
Kalau begitu
kau tahu arti "hubungan antara Hongdae dan Kondae"?
Keduanya universitas. Jaraknya tak dekat.
Siapa yang beri tahu?
Aku tahu kita baru bertemu.
Apa hubunganmu dengan Jeong Tae-eul?
Mickey Mouse dan Bugs Bunny?
Hubungan antara dua dan tiga?
Hubungan antara Hongdae dan Kondae?
Jadi, artinya tak dekat.
Tapi keduanya tempat yang aku suka.
Kenapa? Kenapa suka jarak jauh itu?
Kenapa kau bela dia?
Bela siapa?
Pembicaraan apa ini?
Tak perlu tahu.
Bagaimana bisa kau jadi polisi
jika tak tahu perasaan orang?
Sudahlah.
Ayo jalani hari biasa kita.
Aku butuh ketenangan hati.
Aku akan memegang tanganmu.
Lewati saja bagian ini.
Kita tak tahu kapan kita bertemu lagi.
Jawab tanpa melepas tanganmu.
Pastinya.
Aku mau tanya ini dari kau datang, tapi aku tahan.
Aku menunggumu sebagai polisi, tapi juga sebagai diriku selama ini.
Ada yang terjadi?
Kau terancam?
Kurasa itu artinya
hal itu akan terjadi.
Maka itu kau datang.
Ada apa sebenarnya?
Apa
di daerah utara duniamu
ada stadion berkubah bernama Stadion K?
Dengan kapasitas 16.890 kursi.
Bagaimana kau tahu itu?
Kau cari itu juga?
Celaka.
Berikan kepada Direktur Hwang dari panti jompo.
Biaya listrik bulan ini.
Kenapa kau beri dua hari lebih cepat?
Nanti dia jadi besar kepala.
Kau mau ke dunia sana lagi?
Walau semua sudah kuselesaikan,
aku takkan bawa orang yang mirip denganmu. Jangan khawatir.
Tak ada yang tahu hati manusia.
PRESIDEN TRUMP MENGINJAKAN KAKI DI KOREA UTARA
Itulah manusia.
Stadion K di utara membuat kehebohan bahkan sebelum dibangun.
Sebagai stadion berkubah pertama di negara kita, bangunan itu
punya empat lantai dan dua basemen
dengan kapasitas 16.890 tempat duduk...
Benar?
Ya. Ini berita dari duniaku.
Kau menemukannya di dunia ini?
Siapa lagi yang tahu ini?
Hanya aku.
Siapa pun tak akan percaya jika aku cerita.
Jadi, kau mau bagaimana?
Harus aku selesaikan.
Dari sebelum bertemu denganmu,
ini sudah jadi kasusku.
Ini bisa sangat berbahaya.
Karena itu aku juga pikir untuk menutupi kasus ini.
Tapi
kalau aku tutupi, tak akan ada yang tahu soal ini,
karena hanya dua orang yang tahu soal ini.
Aku
dan pelakunya.
Dua dunia tak boleh tercampur.
Semua harus berjalan masing-masing.
Tapi
kedua dunia sudah tercampur,
dan aku tahu hal itu.
Aku bisa apa? Kuputuskan untuk menyelidikinya.
Karena aku adalah polisi Republik Korea.
Beri tahu aku semua yang kau tahu.
Ini penyelidikan kita berdua.
Bagaimana dengan pangkatnya?
Tentu aku di atasmu.
Aku yang memerintah.
Kau membawa apa?
Kau selalu membawa sesuatu.
Lee Lim? Itu...
Ya, pengkhianat itu.
Jika masih hidup, usianya 69 tahun.
Cari orang dengan umur, golongan darah dan sidik jari yang sama.
Ada mayat ditemukan di duniaku sesudah pengkhianatannya.
Mayat itu
adalah orang lain.
Jika Lee Lim masih hidup,
artinya dia ada di dunia ini
memakai identitas mayat itu.
Benar.
Kita harus tahu apa yang dia lakukan di Republik Korea selama 24 tahun.
Aku akan cari tahu.
Tapi, lakukan 17 syarat yang aku suruh sampai dapat jawabannya.
Tak macam-macam,
tak mencolok di mata orang, tak bilang kau raja,
urus Jo Yeong dengan baik, tak pakai pistol,
dan hubungi aku setiap pergi ke mana pun.
Sisanya aku beri tahu jika ingat.
Baiklah.
Syarat untukmu hanya dua.
Jangan melarangku datang,
dan jangan melarangku
pergi.
Kadang aku harus pergi, dan saat itu aku mau cepat kembali.
Di antara dua kalimat itu,
jika kau yang katakan,
aku tak akan bisa berbuat apa-apa.
Maksudku,
aku mohon kau jangan muak dengan ini.
Aku merasa payah
setelah mengatakan itu.
Benar, 'kan?
Tapi aku bingung kau mengangguk untuk bagian mana.
Pergilah sekarang.
Yeong pasti menunggumu.
Dia pasti tegang karena tak tahu kau di mana.
Kenapa kau pikir dia tak tahu?
Dia juga mengikutimu di sini?
Akhirnya kau penasaran juga.
Aku pergi.
Aku penasaran
akan hal ini.
Apa benar aku tak ada di duniamu?
Eun-sup dan Jo Yeong, Na-ri dan pegawai itu,
dan bahkan ada orang
yang berwajah sama dengan orang ini.
Aku benar-benar tak ada?
Ternyata ada.
Bagaimana tidur di ruang jaga?
Gajiku dipotong lagi, ya?
Jangan katakan seperti itu.
Ada istilah resmi untuk itu.
Perampasan.
Aku akan mengurusnya.
Ruang jaga bagus dan wangi.
Pastinya.
Jangmi bertanya kepada orang-orang tentang bunga kesukaanmu.
Dia perlu tiga hari dua malam untuk memutuskan lavender.
Lain kali,
katakan aku suka tanaman baru cina.
Tanaman baru cina?
Ada apa di luar?
Turun salju?
Kau masih suka salju?
Aku sangat suka salju.
Salju membuatku sedih.
Tahun ini tak banyak salju.
Astaga. Daging sapinya gosong.
Kau pikir daging sapi berbalik sendiri jika panas?
Aduh.
Kau tak pernah makan daging sapi, ya?
Sin-jae.
Sin-jae.
Sayang, Sin-jae bangun.
Kau bisa kenali ibu?
Sin-jae.
Sidik jari sama ditemukan.
Lee Seong-jae. Meninggal 24 tahun lalu.
Meninggal di Panti Jompo Yangsun.
Kasus apa ini?
Ada yang harus aku tahu.
Lahir tahun 1951, golongan darah sama...
Cacat fisik?
Ya, polio bawaan. Telepon aku jika perlu.
- Aku sibuk. - Terima kasih.
Adiknya meninggal karena tabrak lari, dan keponakannya hilang.
Kenapa keluarga ini?
Ada
Lee Gon juga.
PAK JO EUN-SUP, TERIMA KASIH TELAH GUNAKAN HOTEL KAMI
Pemeriksaan selesai.
Kenapa wajahmu begitu?
Kita akan di sini sementara.
Kali ini aku sudah bawa banyak emas.
Baginda.
Kau harus kembali ke istana.
Aku tak bisa melindungimu di sini.
Tempat apa ini? Sudah berapa lama kau ke sini?
Baginda,
di sini tak ada kehidupan kita.
Kau sudah cukup sabar,
Kapten Jo.
Yeong.
Aku tak bisa tinggalkan istana,
juga tak bisa berhenti ke sini.
Maka itu kau harus bantu aku.
Aku akan pulang Kamis malam,
tapi aku akan meninggalkanmu.
- Itu alasan aku membawamu. - Apa maksudmu?
Ada satu orang lagi
yang tak seharusnya di sini ditambahkan ke dunia ini.
Ada kemungkinan Lee Lim masih hidup di dunia ini.
Apa...
maksud perkataanmu?
Kau dan Jo Eun-sup, Jeong Tae-eul dan Luna, wajah sama yang lain.
Kau masih tak paham?
Jika perkiraanmu benar,
bagaimana jika dia di dunia kita?
Di dunia kita, ada alasan dan orang
untuk membunuhnya.
Tapi di sini tak ada. Selain kau.
Tapi Baginda...
PAK JO EUN-SUP, TERIMA KASIH TELAH GUNAKAN HOTEL KAMI
Ini kali ketiga.
Ini bukan efek samping. Ini aturan.
Aturan apa ini?
Apa yang aku tahu?
Manpasikjeok...
Lee Lim...
Hutan bambu...
Aku harus menutup hutan bambu.
Tugasku adalah melindungimu.
Yeong.
Lee Lim juga sering bolak-balik seperti aku.
Tiap begitu, kurasa waktu berhenti.
Barusan kau berhenti.
Dia sudah tahu
aku tak ada di istana.
Tapi aku tak tahu
Lee Lim datang atau pergi.
Aku akan kembali,
dan cari tahu itu.
Baiklah.
Aku akan percaya. Buktikan.
Jika waktu memang berhenti,
buktikan padaku.
Cek kantong kirimu.
SUDAH PERCAYA?
Sudah percaya?
Yeong.
Aku dan dia masing-masing punya separuh dari satu objek.
Jika dia ambil punyaku,
hanya dia yang punya pintu ke dua dunia.
Jika begitu,
hidup kita di sana juga hilang.
Karena itu,
kau harus langsung membunuhnya.
Ini perintah Raja.
Kapten Jo.
Aku meninggalkan pesan karena ponselmu mati.
Kami sudah temukan Luna.
Tapi anehnya,
sidik jari yang kau beri,
sama dengan sidik jarinya.
Karena itu aku meneleponmu.
Tapi yang aneh lagi,
dia ternyata sudah ada dalam penjara
karena kasus pencurian.
0631 PENCURIAN KHUSUS
PM Koo.
PM Koo.
Aku sudah selesai bekerja.
Ini perawatan sembilan menit.
Pemanasan saja dulu selama sembilan menit.
Kau sedang perawatan, dan kalau dengar ini bisa makin cantik.
Istana memberikan sidik jari ke kantor forensik,
dan hasilnya adalah wanita.
Tapi yang aneh,
tadinya dia tak punya identitas,
hingga dia ditahan...
Berikan padaku.
0631 PENCURIAN KHUSUS
Apa ini? Dia mantan napi?
Dia pernah masuk penjara?
Kau tahu dia?
Apa aku tahu dia?
Menakutkan jika tahu.
Dia melakukan pencurian, kekerasan, penyelinapan, dan kasus lain.
Dia luar biasa.
Tapi yang aneh lagi, dia masuk lalu langsung bebas lagi.
Bebas?
Kapan?
PANTI JOMPO YANGSUN
Aku mau beri tahu sesudah kupastikan,
tapi sepertinya ada wajah
yang sama denganmu di duniaku.
Dunia paralel.
Wajah yang sama.
Identitas yang sama.
Keseimbangan.
Ke mana tanda pengenal baruku?
Sebenarnya siapa
yang menjaga keseimbangan ini?
Pilihkan yang harus aku baca.
Ada yang datang dari rumahmu.
- Rumah ibuku? - Ya.
DARI KIM SEONG-AE
Silakan pulang.
Baik.
"Korea Utara"?
Donald Trump adalah presiden Amerika?
Apa ini?
Kenapa makin banyak berita palsu?
PRESIDEN TRUMP MENGINJAKAN KAKI DI KOREA UTARA.
PENJARA DONGNAE
Kita bertemu lagi.
Kita pernah bertemu, 'kan?
Itu rokok terakhirku.
Kau akan bagaimana?
Kali kau pertama datang ke sini...
- Apa kau akan menyukaiku? - Itu akan membuatku menyukaimu.
Aku akan membunuh pria itu.
Kau harus menangkapnya.
Siapkan uangnya. Uang dengan wajah Raja.
Ada apa ini?
Pertama dia bunuh diri, lalu membunuhku.
Kau adalah keajaiban bagiku.
Aku sudah lihat hal aneh.
Jang Yeon-ji punya dua ponsel?
Bisa kunyalakan dan kumatikan sesuai kebutuhan.
Kau pasti salah satu yang berdiri di atas darah ayahku.
Apa aku bisa mengejarmu?
Lepaskan, kecuali kau mau mati.
Apa aku ada di dunia ini?
Terjemahan subtitle oleh Deaz Putri
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.