Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Chiaotzu sudah mati.
Tri-beam.
Menyebalkan.
Tien Shinhan juga ikut dengannya.
Nappa.
Masih ada tiga jam sebelum pertempuran dimulai kembali.
Cepatlah, Goku.
♪Dokkan Dokkan Keberuntungan telah tiba♪
♪Dokkan Dokkan Paradise♪
♪Genkidama akan meledak jauh begitu ditembakkan♪
♪Go Go Let's do it♪
♪Kekuatan misterius sedang bergerak ke suatu tempat♪
♪Tak 'kan pernah kumaafkan. Tunggu dan lihatlah♪
♪Meskipun harus korbankan hidup, ku pasti kan selamatkan semua♪
♪Andalkan kekuatan cinta untuk memperkuat diri sendiri♪
♪Dengan semangat ketekunan menaklukkan masalah♪
♪Dengan keberanian yang makin kuat♪
♪Aku makin semangat menghadapi masalah♪
♪Dokkan Dokkan Keberuntungan telah tiba♪
♪Dokkan Dokkan Itu sekarang♪
♪Terbang melintasi langit naik angin keberuntungan♪
♪Dokkan Dokkan Keberuntungan telah tiba♪
♪Dokkan Dokkan Besok juga♪
♪Jiwa di hatiku♪
Sudah tahu semua jawabannya♪
♪Dragon Soul!♪
=Apakah Keburu? Goku Tiga Jam Sebelum Pertempuran Kembali Dimulai=
Kenapa harus menunggu Kakarot?
Karena dia mengkhianati orang Saiyan.
Pegkhianat harus dihukum.
Biar dia lihat sendiri putra dan temannya mati...
kemudian siksa dia pelan-pelan agar menderita.
Tiga jam lagi...
kita akan mendapatkan tontonan menarik.
Ternyata begitu.
Hebat sekali.
Tapi dia harus sampai dalam waktu tiga jam.
Kakarot kuserahkan kepadamu.
Aku akan menangani tiga orang lainnya.
Terserah padamu.
Tapi orang Planet Namek harus dipaksa mengatakan tentang Dragon Ball.
Kakarot, aku sangat berharap bisa bertemu denganmu.
Kalau begitu kita kabur saja.
Asalkan masih hidup, masih ada kesempatan lain.
Dasar bodoh.
Mereka berencana untuk membinasakan seluruh umat manusia.
Apa mungkin bisa kabur?
Jahat.
Kumohon, Goku.
Cepatlah datang.
Perlihatkan kehebatanmu kepada mereka.
Cepat...
Apa belum sampai?
Teman-teman, bertahanlah sebentar lagi.
Piccolo.
Goku pasti akan datang dalam tiga jam bukan?
Aku tak tahu.
Aku sedang pikirkan cara agar sebelum Goku sampai...
kita bisa melukai mereka meski sedikit sekali pun.
Paman Piccolo.
Masih ada tiga jam.
Tolong latih aku lagi.
Jangan mimpi.
Aku tak kenal dengan pengecut.
Cepat pergi.
Paman Piccolo.
Piccolo.
Aku sudah mengajarkan semuanya kepadamu.
Kemampuanmu pastinya bukan hanya sebegitu saja.
Gohan.
Kembalilah.
Gohan.
Bocah.
Kau mau kabur?
Tapi ini juga sangat wajar.
Siapa yang bisa kabur?
Mati saja kau, Botak.
Bocah itu...
berani-beraninya memakiku botak.
Upayakan agar bisa sedekatnya dengan lokasi.
Sebenarnya apa yang terjadi?
Kita masih belum tahu kejelasannya.
Seharusnya tak mungkin dihentikan sementara, bukan?
Santai saja dulu.
Kita tak bisa berdiri diam di sini selama tiga jam, 'kan?
Terserah kau.
Tapi, Nappa.
Jangan berbuat berlebihan.
Kenapa?
Demi tontonan menarik tiga jam lagi.
Vegeta memang hebat.
Aku hanya menyapa saja, jangan cemas.
Seorang Saiyan terbang ke angkasa.
Sebenarnya dia mau kemana?
Sepertinya dia menuju ke sini.
Dia mengejar kita.
Ayo, arahkan kameranya ke sini.
Benar-benar mengganggu pandangan. Enyahlah.
Tidak ada gunanya cemas sekarang.
Apa Goku belum sampai?
Apa lucu? Tapi sekarang bukan saatnya untuk tertawa.
Masalah ini berkaitan dengan nasib dunia.
Cepatlah, Son Goku.
Sudah kelihatan.
Sebentar lagi.
Ki Goku.
Benar, dia semakin dekat. Mungkin bisa keburu.
Masih ada satu jam.
Kakarot itu...
jangan-jangan nyalinya menciut.
Kita hanya bisa berusaha.
Kelihatannya tidak ada hal lainnya yang bisa kita lakukan.
Dia datang. Son Goku datang.
Kami, cepatlah.
Akhirnya sampai.
Cepat sekali.
Sangat cepat. Ini kecepatan dewa.
Ada dua Ki kuat yang sedang memisahkan diri. Ada apa ini?
Tiga jam sudah berlalu. Goku ternyata tidak bisa datang.
Waktunya habis.
Menyebalkan.
Kelihatannya kita sia-sia menunggu.
Apa dia belum datang juga?
Kakarot si pengecut itu takkan datang.
Ayah bukan pengecut.
Menyebalkan, kenapa dia tidak datang?
Son Goku.
Baiklah, biar kuhabisi mereka.
Kakarot melewatkan tontonan menarik ini. Sayang sekali.
Kita masih punya satu harapan.
Tentu saja, jika bisa berhasil...
Dengarkan.
Krillin dulu.
Kau usahakan untuk menarik perhatiannya.
Aku akan menangkap ekornya. Itu adalah kelemahan orang Saiyan.
Begitukah?
Saat dia kehilangan kekuatannya dan tak bisa bergerak,
Gohan,
kau serang dia sekuat tenaga. Mengerti?
Tenanglah, kali ini aku takkan mundur.
Tentu saja.
Ingat, nasib dunia berada di tanganmu.
Gohan, kau harus percaya diri.
Lakukanlah yang terbaik.
Kekuatanmu sebanding denganku.
Baik.
Goku.
Kami.
Cepat, raih tanganku.
Mohon bantuanmu.
Bocah itu...
benar-benar kembali dari King Kai sana?
Aku akan bergegas.
Latihanku sangat lancar.
Mohon bantuanmu.
Bersemangatlah, Goku.
Teman-teman, Gohan, kalian harus bertahan.
Sudah sampai. Son Goku pasti sangat lelah.
Karin.
Ini dua butir biji Senzu terakhir.
Ambillah.
Terima kasih. Kau sangat membantu.
Mohon bantuanmu.
Aku langsung makan satu.
Bagus, semangatku penuh.
Awan Kinton.
Lama tak bertemu. Mohon bantuanmu.
Ki yang terkumpul di sana sangat kuat.
Sebelah sana.
Maju.
Baik.
Serang.
Dia menyerang dari atas.
Tarik perhatiannya.
Sekarang saatnya.
Kau ini...
Gohan.
Bodoh.
Tak mungkin.
Paman Piccolo.
Tunggu, jangan mati.
Aku masih mau menanyaimu tentang Dragon Ball.
Tidak mungkin.
Perhitungan kalian salah total.
Apakah kita akan terus membiarkan kelemahan kita?
Sayang sekali.
Kenapa orang terkuat di sini tidak tahan menerima pukulan?
Paman Piccolo.
Bertahanlah.
Baiklah.
Selagi dia tidur...
aku akan bermain dengan anak-anak.
Aku akan mulai dari putra Kakarot.
Bocah, dalam tubuhmu mengalir darah orang Saiyan.
Kau harus menemaniku bermain.
Jangan ambruk.
Aku belum selesai bermain.
Begini baru benar.
Kurang ajar.
Kecepatanmu lumayan.
Biar kutunjukkan kehebatanku padamu.
Kienzan.
Jurus yang membosankan.
Nappa, menyingkirlah.
Bodoh.
Jurus seperti ini saja tak bisa diatasi?
Menyebalkan.
Orang yang menyebalkan.
Bisa-bisanya kau melukai wajahku.
Bayar dengan nyawamu.
Pukulan terakhir.
Sudah sadar?
Kurang ajar.
Kelihatannya ada masalah, Nappa.
Orang Saiyan, jangan meremehkan planet ini.
Kau...
Aku marah.
Aku sudah berbaik hati kepadamu demi Dragon Ball.
Bisa-bisanya kau begitu angkuh.
Kau yang angkuh.
Apa? Ki ini...
Ini Ki yang sangat kuat.
Kinya datang dari jauh.
Benar.
Ki hebat ini tidak asing.
Benar.
Aku merasakannya.
Pasti dia.
Son Goku.
Sebentar lagi, Goku.
Cepat...
Itu Son Goku. Son Goku sudah datang.
Sudah kuduga dia akan datang.
Menyebalkan. Si kurang ajar itu membuat kita menunggu begitu lama.
Ayah. Ayah datang.
Cepat...
Son Goku.
Apakah mereka bisa merasakan Ki orang lain?
Apakah itu Kakarot?
Coba kulihat.
Sudah sangat dekat. Aku bisa merasakannya.
Selain dua Ki yang sangat kuat...
juga ada dua Ki yang lebih kuat lagi.
Selain itu ada satu Ki yang lebih lemah.
Jumlahnya salah.
Apakah ada yang mati?
Awan Kinton, lebih cepat lagi.
Vegeta.
Apa benar yang mereka katakan?
Kakarot benar-benar sudah datang?
Aku tak jelas apa benar dia.
Tapi yang akan datang dalam empat menit lagi...
adalah seseorang dengan kekuatan tempur 5000.
5000?
Tidak mungkin.
Nappa, cepat bunuh mereka.
Akan gawat jika keempatnya bekerja sama.
Itu adalah sebuah peringatan untuk Kakarot.
Apa?
Tapi...
Bagaimana dengan Dragon Ball?
Tidak apa-apa. Aku punya jalan keluar.
Kita bisa ke Planet Namek.
Di sana pasti ada Dragon Ball yang lebih hebat.
Selama ini kukira hanya sebuah legenda.
Tapi jika Kakarot benar-benar hidup kembali,
berarti legenda ini sungguhan.
Ternyata begitu.
Baik. Dimulai darimu.
Paman Piccolo, cepat kabur.
Sebelum Ayah datang,
biar aku yang memperlambatnya.
Apa?
Karena kalau Paman Piccolo mati,
Kami juga akan mati. Dragon Ball akan...
Yang benar saja.
Mana mungkin kau bisa memperlambat mereka seorang diri?
Lucu sekali...
bocah ini.
Gawat.
Bocah menyebalkan.
Cukup sampai di sini.
Gawat.
Matilah kau.
Kejadian ini di luar dugaan.
Apa yang ada di pikiran Piccolo?
Apakah dia hidup atau mati?
♪Yeah! Break! Care! Break! Lakukan semua yang kita bisa♪
♪Terbanglah tinggi ke langit tak berujung♪
♪Naik pesawat jetstream♪
♪Kita bisa pergi ke mana saja♪
♪Tak memiliki kekhawatiran sangatlah menyenangkan♪
♪Let;s go tip-top! All right?♪
♪Bumi yang biru membuat mata bersinar♪
♪Sebuah planet yang tak tergantikan, ku tak 'kan melepaskannya♪
♪Meluncurlah, Kame Hame Ha♪
♪Pada era yang kacau ini♪
♪Aku lahir tuk selamatkan dunia ini♪
♪Yeah! Break! Care! Break! Lakukan semua yang kita bisa♪
♪Mari bertarung dengan kekuatan penuh♪
♪Karena harapanlah senjataku♪
♪Percayalah pada masa depan♪
Apa kabar semuanya? Aku Goku.
Sebuah Ki sedang menghilang.
Jangan-jangan...
Gara-gara kalian ayah dan anak.
Keluguan kalian benar-benar telah memengaruhiku.
Paman Piccolo, kenapa?
Paman Piccolo, jangan mati.
Aku takkan mengampuni kalian.
Selanjutnya di Dragon Ball Z KAI.
=Air Mata Piccolo, Serangan Balasan Son Goku=
Hebat. Ayah hebat sekali.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.