All language subtitles for Untold.UK.Vinnie.Jones.2026.1080p.NF.WEB-DL.DUAL.AAC5.1.H.264-DDM-Indonesian

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian Download
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Pemain sepak bola tidak bisa digeneralisasi.

Ada pesepak bola yang berbakat, kuat, berani, cerdik,

dan yang licik.

Ada juga "para pemain keras," yakni gabungan dari semua itu.

Apa yang membuat mereka berbeda? Apa yang membuat mereka kasar?

Kenapa para pemain ini bisa tangguh dan licik

akan dijelaskan oleh yang mengaku sendiri sebagai biang kerok, Vinnie Jones.

Salah satu pesepak bola paling menarik dan kontroversial.

Astaga, itu tak termaafkan.

Anda bisa mengira dia berandalan profesional.

Ya, aku adalah roker punk dalam sepak bola, bukan?

Awas kau nanti, Bodoh!

Awas kau, Bodoh!

Rudal Scud sepak bola, Vinnie Jones.

Vinnie Jones, tendangan voli…

Masuk! Gol ini akan jadi topik hangat!

Aku tak pernah mau jadi pesepak bola biasa.

Dia orang baik, tapi tak akan kuundang ke pesta ulang tahun ke-17 putriku.

Aku ingin jadi pemain terkenal dan melegenda.

Kau punya reputasi. Kau tak cemas?

Yang harus cemas lawan, bukan aku.

Apa kau berlebihan mencoreng nama baik pertandingan?

Aku sudah dikenal begitu, John.

Vinnie Jones ribut dengan Wolf!

Aku harus mengusirmu.

Aku punya kehidupan sempurna, bermain sepak bola.

Ada banyak seruan Vinnie Jones diusir dari pertandingan.

Hal itu sungguh telah memicu kekacauan.

Ini adalah bunuh diri!

Kebuasannya telah membuat Jones 12 kali diusir dari lapangan.

Sial!

Tabloid sangat senang memuat berita buruk tentang Vinnie Jones.

Kau merasa jadi pesepak bola paling dibenci?

Apakah Vinnie Jones sumber masalah sepak bola Inggris?

Kurasa karierku tamat.

Vinnie Jones dinyatakan bersalah…

Didenda dengan rekor…

Menjatuhkan tuduhan pelanggaran kode etik terhadap pemain Wimbledon, Vinnie Jones.

Aku harus apa?

Jika mau menjegalku, buat aku keluar dari pertandingan

karena aku pasti akan membalasmu.

Ini perhelatan terbesar sepak bola Inggris.

Hari ini dunia akan menyaksikan…

FINAL PIALA FA

…Liverpool yang perkasa menghadapi Geng Gila Wimbledon

di Final Piala FA.

Tentunya akan ada banyak pembicaraan tentang Vinnie Jones.

Baru 18 bulan yang lalu dia masih bekerja di proyek konstruksi,

tapi kini dia sudah ada di Final Piala FA.

Kuharap mereka menonton acara ini, bukan mendengar musik pop

atau lagu mereka sendiri.

Vinnie Jones balas mengataiku.

Bagus. Kalian menonton?

Ya, bagus.

Bagaimana dengan pertandingan sore ini? Apa peranmu?

Yang pasti aku bukan kiper.

Entahlah. Aku menunggu instruksi Pak Bos, lalu melakukannya. Seperti biasa saja!

Malam sebelum pertandingan kami minum bir, bercanda, dan tertawa.

Warga lokal bertanya,

"Kalian pemain cadangan yang tak bermain besok?"

"Tidak, kami akan bermain. Jangan khawatir."

Itu hanya respons adrenalin. Itu saja.

Siap untuk bertanding.

Dia sudah membangun reputasi sebagai lawan yang menakutkan,

tapi bisakah dia dipercaya di panggung terbesar di dunia?

Kami berjalan memasuki lapangan dan aku berkata, "Astaga."

Piala FA adalah segalanya.

Ini gila!

Hari ini emosiku campur aduk.

Aku tak menyangka akan begitu hanya dengan berjalan keluar sini.

Aku tahu teman-teman akan menonton di rumah di Hemel dan Watford.

Suasana di sini begitu…

mengharukan.

Tunggu sebentar.

Bagaimana mungkin orang sepertiku bisa sampai ke sini?

Aku dibesarkan di pinggiran Watford.

Jadi, aku suka pedesaan, menembak, dan memancing.

Namun, jika aku dibelah,

yang ada hanya sepak bola.

Bagiku, sepak bola adalah segala-galanya.

Kapten Watford Boys.

Semi-pro di Wealdstone.

Kami memenangkan Piala FA non-liga.

Sehari-hari aku bekerja di proyek konstruksi.

Namun, di Watford sekarang, aku dikenal sebagai pemain bagus.

Ya. Aku bangga pada diriku.

Kebetulan ada temanku yang kenal manajer Wimbledon saat itu,

Dave Bassett.

KLUB SEPAK BOLA WIMBLEDON

Aku sampai berlutut dan memohon,

"Berilah aku kesempatan."

Pertama bertemu, Vinnie ini pemuda angkuh Watford yang sok hebat.

MANAJER WIMBLEDON 1981-1987

Bicaranya cukup lancang.

Dia tangguh dan kompetitif.

Namun, dia tak mengikuti jalur normal dengan menjadi pemain akademi.

Kurasa jika dia datang ke klub lain, manajer mereka akan langsung mengusirnya.

Namun, Vinnie datang pada waktu yang tepat.

Wimbledon lebih dikaitkan dengan tenis daripada sepak bola.

Namun, kurang dari sembilan tahun setelah masuk Divisi Keempat,

kini di Divisi Utama.

Ini adalah Plough Lane, markas Wimbledon

dan sejauh ini stadion paling sederhana di Divisi Utama.

Hadirin, selamat datang di Wimbledon F.C.

Penonton Wimbledon akan paling sedikit pada Divisi Utama musim mendatang.

Wimbledon baru saja masuk Divisi Utama, sekarang Liga Primer.

Mereka adalah tim kecil yang akan melawan tim-tim besar,

Liverpool, Everton, Manchester United.

Kami tak bisa merekrut banyak pemain karena tak punya uang.

Jadi, meskipun Vinnie bukan pemain matang, dia layak untuk diberi kesempatan.

Bassett berkata, "Baiklah, Nak.

Aku akan mengontrakmu satu setengah tahun, 150 paun seminggu.

Sekarang enyahlah."

Itu pembicaraan kontrak kami.

Seperti kata teman-teman, "Begitu masuk, main."

Aku tak percaya. Setelah itu, dia menentukan tim dan berkata,

"Kau masuk tim utama."

Jadi, aku harus ke London ambil kostum.

Sungguh luar biasa.

- Kau main di Barnes melawan kami? - Ya…

Bassett selalu dikelilingi teman-temannya.

Wakil presiden, wakil bodoh, dan orang-orang yang sangat bodoh.

Mereka berkata,

"Harry, dasar bodoh kau!

Dia itu hanya kuli rendahan.

Kau pikir bisa mengubah kuli rendahan jadi pesepak bola Divisi Utama?"

Aku selalu ingat itu.

Aku bilang, "Entahlah, tapi kami butuh tenaga tambahan di lini tengah.

Jika kinerjanya buruk, kami suruh dia merawat lapangan."

Ya, pertandingan pertamaku sungguh kacau.

Kami kalah dan orang kubuat kena penalti.

Saat keluar, dia tanya Syd Neal, manajer peralatan,

"Bagaimana penampilanku?"

Syd bilang, "Itu debut terburuk yang pernah kulihat.

Simpan kausmu karena kau tak akan dapat lagi."

Orang bisa syok mendengar itu, tapi Vinnie tidak mengindahkannya.

Kami melawan MU di kandang hari Sabtu.

Alex Ferguson baru jadi pelatih di sana.

Bryan Robson adalah kapten Inggris.

Situasinya sangat konyol. Sedang apa aku di sini?

Namun, kita harus bisa keluar dari situasi buruk itu.

Harus terus berkiprah.

Mungkin ada masa-masa sulit. Mungkin ada keajaiban.

Gunakan kekuatan itu. Keluar dan menanglah.

Ayo semangat! Kita tampil habis-habisan!

Ini momen penentuan.

Luar biasa! Gol yang indah dari Vince Jones!

Dia sedang menorehkan namanya di awal kariernya.

Aku mesti bagaimana? Aku hanya menggila. Ya! Ayo!

Aku cetak gol kemenangan.

Di ruang rapat semua bersorak.

Kubilang, "Kalian pasti senang aku bukan kuli lagi, 'kan?"

Dia mencetak gol yang mengubah jalan hidupnya.

Aku minta dia beradaptasi karena Wimbledon adalah klub yang unik pada masa itu.

Wimbledon berlatih keras hari ini,

tapi ini bukan tempat latihan biasa.

Tempat latihan kami adalah tempat umum

dan markas kami adalah kafe untuk sopir truk.

Di dalam paviliun, Anda bisa mendapatkan sarapan enak,

main biliar,

dan kesempatan melihat bintang sepak bola papan atas,

seperti John Fashanu,

yang harus mengantre seperti yang lain.

Saat Vinnie pertama kali datang ke tempat latihan,

kubilang, "Siapa orang itu? Dia pikir siapa dirinya?

Dia masuk ke sini seperti gangster.

Aku bos di sini."

Dialah pria Yang menjadi perbincangan di kota ini

Dengan senjata yang siap digunakan

Jangan coba-coba membodohinya Dia biasa membuat para penjahat kabur…

Kami duduk, berbicara, dan kurasa kami punya banyak kesamaan.

"Kau preman dan hooligan, aku juga."

Kita sama. Selanjutnya bagaimana, Kawan?"

Kami terlihat seperti pasangan yang aneh.

Fash mempelajari segala sesuatunya berdasarkan pengalaman.

Dia adalah pebisnis yang kemudian menjadi pesepak bola.

Halo? Ya.

Ya, Isaiah. Baik.

Aku ingat Fash berkata padaku,

"Jangan jadi pemain yang memainkan 400 pertandingan, tapi tak dikenal orang.

Jadilah terkenal.

Torehkan namamu."

INI ADALAH PLOUGH LANE

Kemarin aku sudah bicara soal jangan gugup menghadapi pertandingan.

Bersikaplah baik, kompetitif, dan agresif. Ayo menangkan pertandingan ini.

RUANGAN ATAP RENDAH

Kubilang ke Jonesy, "Kita ini hooligan, preman.

Kalau tidak ada bola, tendang apa saja yang ada." Sederhana.

Inilah tugasmu.

"Tukang tekel."

Jones sudah bekerja keras di sana.

Aku tahu cara menekel karena berasal dari tim non-liga.

Baiklah, ayo beraksi.

Itu Jones lagi.

Emosi meningkat, mayoritas melibatkan pemain Wimbledon nomor punggung empat.

Kami dibenci oleh pemain lain.

Jones melakukan tekel keras.

Ada istri pemain yang memohon agar suaminya berhati-hati

atau tidak bermain melawan kami. Sampai seperti itu!

Jones menerjang dengan keras

dan itu membuka peluang untuk Dons.

Kami menang banyak pertandingan karena pemain lawan takut.

Mengarah ke Sanchez dan dia mencetak gol!

Vinnie makin hari makin kuat saja.

Dia menjadi lawan tangguh bagi semua tim lawan.

Lawan mungkin tidak menyukainya,

tapi Jones dengan cepat didewakan penggemar Wimbledon.

Kegilaan Wimbledon sering menjadikan mereka berita utama.

Bagi orang luar, ini mungkin dianggap ugal-ugalan.

Namun, sebenarnya itu adalah bagian dari strategi psikologis yang cermat.

Esensi dari Wimbledon yang tertanam di dalam diri dan jiwaku pada saat itu

adalah semangat timnya yang unik.

Panggil aku jenderal lini pertahanan, Nak.

Para pemuda agresif yang penuh kemarahan.

Melukainya berarti melukaiku, membunuhnya berarti harus membunuhku juga.

Kami adalah saudara.

Kami adalah geng, barisan, sekelompok sahabat.

Kami mabuk dan berkelahi bersama-sama.

Ya Tuhan. Jangan sampai itu masuk koran.

Mereka kujemput di bar pukul 02.00, jadi tidak terlalu buruk.

Aku mencari pelaku yang mengacak-acak kamarku.

Ranjangku ada di balkon beberapa menit lalu.

Pakaianku ada di mana-mana. Tersangkanya kudapat. Awas nanti.

Bassett sengaja memicu semua itu agar kami kompak.

"Ya, kau melawan dia. Ayo bertarung."

Kebanyakan manajer akan melarang minum dan bergadang,

tapi Dave Bassett justru mendorong perilaku itu.

Ya, dia…

Begitulah persiapan Wimbledon!

Orang-orang bertanya kepadaku,

"Bagaimana rasanya menjadi manajer Vinnie Jones?"

Itu mudah sekali.

Vinnie hanya akan membuat masalah ketika dia dan temannya keluar malam

dan saat itulah keributan mungkin terjadi.

WIMBLEDON NEWS GENG GILA

OLEH PIERS MORGAN

Ya, Geng Gila memang sesuai namanya.

Mereka adalah para pemuda eksentrik yang dipimpin oleh Jones.

Namun, ada sesuatu dari Vinnie yang sangat menarik.

PSIKOPAT BERHATI LEMBUT

Dia bertubuh besar dan agresif.

Orangnya pemarah.

TOKOH HALAMAN TIGA

Sebagai insan surat kabar, kami ingin orang

seperti Vinnie di halaman depan karena dia sangat menjual.

Ada wartawan The Sun yang meneleponku.

"Kudengar kau ditekel Dalglish

dan bilang, 'Skotlandia bodoh, ulangi lagi, kupecahkan kepalamu.'"

Benarkah? Aku tak pernah bilang begitu.

Kenny Dalglish adalah legenda.

Seseorang yang aku kagumi. Hingga kini, aku tak ingat mengatakan itu.

Wartawan itu bilang, "Aku akan memberimu 250 paun."

Astaga, itu gajiku dua minggu.

Sebuah jumlah yang besar saat itu…

Ketika gajimu 150 paun.

Aku bilang, "Baiklah."

PERINGATAN PSIKOPAT

'…KULUDAHI LUBANG TELINGAMU'

Bicaranya mengawur dan dia harus diberi pelajaran,

tapi dia putuskan,

"Jika kuterima, aku akan jadi salah satu pesepak bola keras

dan itu bisa menambah penghasilanku."

Julukan fan psikopat. Timnya, Penjagal.

Kubilang ke Jonesy, "Pada akhirnya, uang adalah raja."

Aku katakan itu lagi.

Uang adalah raja. Jangan lupakan itu.

Jika tak punya uang, kau tak akan jadi raja.

Sesederhana itu.

Wartawan itu berkata, "Kau terima uangnya, kini kau milik kami."

Dia benar.

Setelah menjual jiwa kepada iblis,

kita harus patuh.

Namun, kami masih harus main di lapangan.

Dave Beastant menendang bola, jatuh ke kepala Fairweather.

Sayer ada di sana, menembak… diblok.

Ada Fashanu dari Wimbledon.

Gol!

Musim pertama itu, kami berada di peringkat keenam.

Kami merasa tak terkalahkan.

Kami percaya diri, ada Vinnie Jones.

Dia membuat kami ceria tiap hari. Jadi, kami optimis.

Itulah keyakinan batin yang dirasakan jika percaya kepada sistem dan manajer.

Beberapa pemain kini menyadari mereka layak jadi pemain Divisi Utama.

Mereka telah menunjukkan potensi yang kutahu ada.

Kami berutang budi kepadanya.

Kami semua percaya dengan strateginya agar kami menang.

Dunia sepak bola 48 jam terakhir dihebohkan

dengan keputusan Dave Bassett untuk berhenti menjadi manajer Wimbledon.

Apa?

Perpisahan Dave Bassett dan Wimbledon

juga dirasakan fan yang menyaksikan Bassett dan timnya naik

dari sepak bola non-liga ke peringkat keenam Divisi Utama.

"Jangan ke klub lain.

Kita sudah kompak di sini!"

Malam ini, Elton John ada di resepsi

dengan manajer Watford barunya, Dave Bassett.

Vinnie kecewa saat aku pindah ke Watford.

Dia ingin ada yang membimbingnya. Paham maksudku?

Menjaganya.

Aku tak punya hubungan lain

yang sedekat hubunganku dengan Bassett.

Aku sungguh tak yakin manajer lain akan memasukkanku ke tim.

Bobby datang.

Benar. Baik.

Baiklah, semua harap tenang.

Sepak bola sampah, Gould. Sampah!

Maaf, sebentar.

Kubilang, "Kau tak akan kupanggil Vinnie, tapi Vincent."

MANAJER WIMBLEDON 1987-1990

Dia bilang, "Yakin?" Kubilang, "Ya."

Bobby Gould kini memimpin Wimbledon,

tapi jejak Dave Bassett akan sulit diikuti.

Apa yang diciptakan Dave Bassett itu unik,

tapi orang tak suka cara kami bermain.

Kami harus menghilangkan label sebagai anak nakal.

Bassett diganti Bobby Gould.

Mereka sangat berbeda.

Dia membawa beberapa pemain baru

dan menimbulkan kecemburuan.

Aku sering menariknya ke pinggir dan memastikan dia mematuhi instruksiku.

"Aku ingin kau menjadi pemain yang bagus dan orang-orang memperhatikanmu."

Wise.

Sanchez.

Bola untuk Jones!

Penyelesaian halus dari sang pemain keras.

Gouldy tahu aku bisa bermain dan kubuktikan.

Namun, dari sudut pandang Bobby Gould,

dia seperti memiliki banyak anak di sekolah TK.

Lihatlah Vinnie Jones, dia menempel Paul Gascoigne dengan ketat.

Kami bermain melawan Newcastle

dan ada Gascoigne di sana.

Semua orang membicarakan Gaza, si hebat itu.

Dia punya basis penggemar dan jumlahnya banyak sekali.

Ini jadi pertarungan sengit antara kedua pemain.

Seperti yang kubilang, jalan menuju kesuksesan tidak mudah.

Harus menorehkan nama.

Manfaatkan momen itu.

Mari kita lakukan.

Kurasa Gascoigne menjerit.

Begitulah.

Halaman depan dan belakang.

VINNY MEREMAS TESTIKEL

Foto Vinnie dan Gazza itu luar biasa.

Itu membuat Vinnie jadi terkenal,

walaupun karena dia meremas testikel Gaza.

Tarik!

Tarik!

Yidaho.

Kau membuatnya mati kutu, Vin?

Aku juga sempat meremas testikelnya.

Itu saja. Tidak apa-apa. Aku juga mau meremas ini!

Kurasa itu hanya dibesar-besarkan oleh surat kabar.

Maksudku, kurasa orang-orang terlalu cepat menilaiku.

Terkadang aku berbuat nakal tanpa sadar.

Aku baru bermain…

Aku baru bermain selama 18 bulan ini.

Kurasa tak ada pesepak bola yang lupa meraih piala di kananku ini.

Saat itu, Piala FA adalah kompetisi sepak bola terbesar.

Acara ini sangat besar.

Klub seperti Wimbledon tak disangka akan menjuarainya.

Namun, kami tidak peduli dengan siapa pun.

St. James's Park

bergemuruh dengan antusiasme penonton pertandingan babak keempat Piala FA,

Newcastle United melawan Wimbledon.

Nomor empat, Vince Jones…

Vinnie Jones dicemooh, tapi itu tak memengaruhinya.

Jones melakukan tembakan keras dan berhasil ditepis penjaga gawang.

Jackson gagal menguasai bola pantul.

Fashanu!

Astaga, dia akan membungkuk hormat di sini.

Wimbledon menunjukkan mereka bisa bermain menyerang dan menghibur,

terlepas dari pemberitaan soal mereka.

Besok pemain tidak akan menantikan pengundian

main di Plough Lane.

Wimbledon menjadi tuan rumah bagi Watford

di perempat final Piala FA.

Astaga.

Jones kembali melanjutkan pertandingan.

Pelanggaran oleh Jones. Kartu kuning untuknya.

Fashanu menyerang bersama Gibson,

tapi dia menyelesaikannya sendiri.

Wimbledon lolos ke babak semifinal untuk pertama kalinya

di Piala FA ini.

Klub ini tak punya tradisi

dan tradisi dibangun dari pengalaman seperti hari ini.

Sekarang semifinal Piala FA kedua

antara Wimbledon dan Luton Town.

Kini Dons tinggal selangkah lagi menuju Wembley.

Aku tak yakin ada yang bisa memprediksi hal ini.

Jones, bersiap melakukan lemparan jauh lagi.

Cork… Ya!

Si kecil Wise.

Ini momen ajaib bagi klub

yang baru lima tahun lalu keluar dari Divisi Keempat.

Sungguh sebuah dongeng indah yang membawa Vinnie Jones ke Wembley.

Ini adalah hal yang menggugah pemikiran.

Sejak aku masih kecil, satu-satunya mimpi yang pernah kumiliki

adalah bermain di Wembley dan memenangkan Piala FA.

SIAP UNTUK PIALA FA

Kini itu terjadi.

Selamat siang dan selamat datang di hari yang indah di Wembley

untuk Final Piala FA, David melawan Goliath.

Liverpool, yang mengincar gelar ganda, piala liga dan FA, hanya dalam dua tahun

tentunya disebut sebagai Goliath,

sedangkan David adalah Wimbledon, klub kecil

yang hanya dalam sepuluh tahun mampu menembus Divisi Utama dari non-liga

dan kini ke Wembley.

Final Piala FA adalah salah satu kontras yang menarik.

Susunan pemain Liverpool saat ini bisa dibilang adalah yang terhebat.

Terkait Wimbledon, semua orang meremehkan mereka tadi pagi di koran.

Mereka bilang sepak bola butuh kemenangan dan Liverpool harus menang.

Tekanan ada pada kami.

Kami harus menang. Rasionya 4:1.

KAPTEN, LIVERPOOL

Jika aku penjudi, dengan rasio itu, aku tidak akan mau.

Namun, jika bermain maksimal, tentu saja kami memiliki peluang.

Kami cari pendukung Wimbledon di sepanjang jalan.

Mereka tak terlihat.

Kami jadi cemas untuk memulai pertandingan.

Kami harus menunjukkan tak terintimidasi nama-nama besar. Paham?

Kami harus hancurkan mereka lebih awal dan jadikan contoh.

Steve McMahon, pemain tengah yang hebat musim ini,

hari ini jadi pemain kunci Liverpool.

Jika kau menembak jenderalnya,

bagaimana reaksi pasukannya?

Steve McMahon melawan Vinnie Jones, sebuah duel yang sangat menarik.

Semoga kami bisa memenuhi harapan.

Kurasa semua orang menantikan duel ini, tidak terkecuali aku sendiri.

Menurutmu, bagaimana pertandingan hari ini?

Ya…

Mereka akan dapat perlawanan.

Aku akan menghajar McMahon.

Vinnie harus bersikap baik karena semua orang…

Seluruh negeri dan dunia melihatnya.

Ya, begitulah dia. Dia pemain non-liga.

Artinya dia akan berperang.

Dia tidak menghormati siapa pun

dan akan memastikan bahwa dia menunjukkannya sore ini.

Aku dan teman-teman sudah berencana menekelnya.

Melakukannya di awal.

Wasit tak akan berani mengusirku.

Itulah pertaruhannya.

Liverpool memulai pertandingan, menyerang ke sebelah kanan.

Teman-teman menatapku, "Lakukanlah."

Lalu, aku melihat sebuah peluang.

Buk!

Kuhabisi… Kuhajar.

Dia benar-benar menerjang McMahon, tepat di hadapan wasit.

Kurasa kami mulai melihat ke sekeliling

dan percaya.

Bola mungkin mengarah ke Houghton!

Akankah gol?

Tidak! Luar biasa…

Vinnie Jones membuang bolanya!

Makin mereka merasa frustrasi,

makin besar peluang kami.

Wimbledon bisa memanfaatkan tendangan bebas di posisi ini.

Benar saja!

Sanchez membuat Wimbledon unggul!

Yidaho!

Peluit akhir babak pertama dibunyikan.

Ini adalah babak pertama yang luar biasa.

Apa mereka akan merusak prospek Liverpool untuk meraih gelar ganda kedua mereka?

Jika sepak bola bisa diprediksi, kita tak perlu menontonnya.

Sepertinya Jones akan dapat masalah.

Jones dan McMahon.

Jika harus bertarung setiap saat, itu sulit.

Jones menghadang.

Wembley itu seperti spons besar.

Begitu menguras energi.

Dia mungkin akan mencetak gol.

Penalti!

Goodyear menjatuhkan Aldridge. Drama menegangkan

karena tak pernah ada penalti yang gagal di Final Piala FA di Wembley.

Sepertinya keputusan yang sangat sulit.

Namun, ini memberi Aldridge, pencetak 11 gol penalti musim ini

dan yang berusia 29 tahun ini, kesempatan menyamakan kedudukan Liverpool.

Beastant menepisnya dengan cemerlang!

Luar biasa!

Menurut arlojiku, masih ada 20 detik lagi.

Barnes mengumpan bola, dibuang saja oleh Vinnie Jones.

Ketegangan menyeruak! Dia mengecek waktu dengan dua hakim garis.

Tendangan Sanchez meleset.

Peluit akhir dibunyikan!

Geng Gila mengalahkan Klub Budaya.

Vinnie Jones merayakan kemenangan itu dengan segenap hati.

Jantungku rasanya seperti meledak.

Ini dunia yang aneh dan indah jika kau berasal dari Wimbledon.

Mereka memenangkan Piala FA.

Aku merasa seperti raja dunia

pada saat itu.

Lalu, aku ingat Gouldy mengingatkan kami.

"Pelan-pelan.

Jika kalian memutar ke sana, usai sudah."

Usai sudah."

Vinnie Jones pasti akan sulit dikendalikan pada saat ini.

Lihat Vinnie Jones.

Kurasa hidupku sungguh berubah pada hari itu.

Aku bilang, "Astaga, sekarang kita terkenal."

Kami diberi tahu itu akan jadi pertarungan lini tengah. Itu benar,

tapi ada sembilan pemain lain di sana…

Ini hari yang hebat. Aku senang untuk fan.

Kuharap mereka menonton di pub.

Kau punya bekas luka di sana.

- Itu karena pacarnya. - Lihat saja pemain Liverpool itu.

Kita semua punya ego.

Beberapa dari kami punya ego kecil, yang lainnya punya ego besar.

Egoku sangat besar. Benar-benar besar.

VINNY AKAN MEREMAS TESTIKELMU

Setelah Final Piala FA, egoku itu kian menjadi-jadi.

Egoku itu jadi semakin besar.

Paham maksudku?

Siapa yang tak ingin terkenal?

Aku memenangkan Piala FA di depan seratus ribu orang.

Luar biasa, bukan?

Aku bilang kepada Jonesy, “Kini kau jadi seseorang yang diidolakan.

Mereka ingin melihat yang kau kenakan.

Orang-orang ingin melihat mobil yang kau naiki.

Sekarang kau punya reputasi yang hebat. Inilah yang ingin kami lihat."

Tutupi kemaluan kalian dan mari sambut Vinnie Jones!

Acara itu…

Bintang-bintang Hollywood tampil di Wogan.

Aku diundang ke sana pada Jumat malam.

Itu sedikit mengejutkanku.

Aku naik dari seorang pemuda yang biasa-biasa saja menjadi seseorang

yang dikenal semua orang ketika berjalan di jalanan.

Ini adalah sesuatu yang hingga kini pun masih tak bisa kupahami.

Jadi, awalnya sulit?

Ya, kurasa ini seperti kisah Cinderella.

- Di film itu… - Cinderella agak berlebihan…

Kau bangga dengan reputasimu sebagai pemain keras?

Tidak, ini bukan soal bangga atau tidak. Pesepak bola itu tak sempurna.

Terkadang situasinya memanas dan terjadi sesuatu yang tak diinginkan.

Tahun berikutnya, di lapangan sepak bola, segalanya berubah.

"Kini kami tak ingin melihatmu menekel yang biasa.

Kami ingin melihatmu menekel dari leher sampai pergelangan kaki

karena kami dengar itulah keahlianmu, Jonesy.

Ya."

Dia punya dua kemungkinan.

Jones, menekel dengan keras.

Itu reputasinya, bukan?

Itulah reputasinya.

Namun, dia harus tahu, "Jangan melampaui batas."

Stevens dan Fashanu…

Vinnie Jones ikut menerjang!

Untuk apa dia ikut dalam pergumulan itu?

Tekel terhadap Gary Stevens

membuat pemain Spurs itu mengalami cedera lutut serius.

Itu tekel yang sedikit menghebohkan.

Vinnie menekel setelahnya, itu jelas.

Aku tak berniat menyakiti untuk mematahkan kakimu.

Tidak sama sekali.

Aku pemain yang tangguh, bukan kotor.

Aku suka menekel.

Sharp…

Vinnie Jones kembali.

Itu bukan cara menekel yang baik.

Sekarang, Jones dan Ratcliffe bersitegang.

Ratcliffe memegangi kepalanya…

tapi Jones, dengan reputasi yang akan selalu menyusahkannya itu, diusir.

Vinnie Jones diusir.

Ini akan jadi berita utama di koran besok.

LARANG MAIN SI PENYERUDUK!

VINNY DIUSIR! VINNY TAMAT

VINNY KEJI!

Vinnie sok jagoan di Wimbledon.

VINNY SI BUAS

Dia makin liar di lapangan.

Kami tak peduli karena itu sangat menjual.

Vinnie, boleh aku ajukan satu atau dua pertanyaan? Tak akan lama.

Apa pendapatmu soal komentar publik bahwa kau harus dilarang main sepak bola?

Apa tanggapanmu?

Tiba-tiba kamera televisi mengejar,

bukan sebaliknya.

Apakah seburuk kata media?

- Itu bosmu. - Itu Bobby.

- Siapa kau? - Aku dari LWT.

Kami hanya mengobrol dengan Vinnie.

Kau tak boleh merekam di sini. Ini tempat pribadi…

Aku berada di dunia pantomim dan ingin keluar dari sana.

Aku tersedot ke sana kian dalam dan akhirnya merasa harus keluar.

Bintang paling menghebohkan, Vinnie Jones yang keji,

ataukah Vinnie yang difitnah?

Pengusirannya di Everton sepekan lalu memicu gelombang reaksi berlebihan.

Respons fannya hari ini bisa ditebak.

VINNY TIDAK SALAH!

Aku tak menginginkan ini lagi.

Aku mau jadi pesepak bola. Aku pemain bagus.

Setelah musim yang sangat kontroversial ini, ada rumor

bahwa pemain Wimbledon, Vinnie Jones, akan mencari awal yang baru di klub lain.

Orang yang mungkin bisa menjelaskan hal itu

adalah seorang pria yang mengatur keuangan Wimbledon,

sang pemilik klub, Sam Hammam.

Apa yang akan terjadi pada Vinnie Jones dan klub?

Bagi kami, Vinnie Jones tak masalah.

Aku tak bisa mengatakan kami berdiri di belakang atau di sampingnya.

Aku di depannya, tak ada yang bisa menyentuh Vinnie Jones,

kecuali aku ketika dia bersalah.

Aku menemui Sam di dekat rumahnya

dan aku berkata, "Kau harus melepaskanku, Sam."

Dia berkata, "Tidak akan."

Menurutmu, kenapa dia ingin pergi saat itu?

Pertama, kemungkinan penghasilannya akan meningkat sepuluh kali lipat!

PEMILIK WIMBLEDON 1977-1997

Satu hal yang Vinnie suka…

Vinnie menyukai uang. Dia sangat menyukainya.

Kau meletakkan uang… Dia sangat mengerti uang.

Dia mengerti soal uang.

Dia pasti memutuskan saat itu juga.

Dia bilang, "Jonesy.

Jika memang begitu, inilah saatnya."

Leeds memberi penawaran.

Dia ingin pindah ke Leeds.

Tentu saja aku tidak ingin dia pergi. Vinnie bagian dari diriku.

Pada saat itu, aku berpikir bahwa Vinnie akan sukses di klub lain…

Tidak mungkin.

LEEDS BERI £650.000!

Raksasa tidur Leeds United bertekad kembali ke papan atas sepak bola Inggris.

Sewaktu ke Leeds heboh sekali.

Ya, klub itu turun ke Divisi Kedua,

tapi kami ada di posisi unggul untuk memenangkan liga.

Ayo! Kita tekan mereka di menit-menit awal!

Aku mau buktikan beberapa orang salah

dan tunjukkan aku bukan sekadar badung, pemain keras, atau apa pun.

Ayo kita bermain sepak bola.

Vinnie Jones menendang ke gawang!

Vinnie Jones…

Sebuah gol yang indah!

Penggemar setia Elland Road kini punya pahlawan baru.

Aku tak perlu jadi buas lagi.

Sebagai pemain, rasanya berbeda dan kepercayaan diriku naik.

Kau belum pernah diberi kartu merah di Leeds?

Sekali dapat kartu kuning.

Ya, kartu kuning itu hal yang biasa, 'kan?

Jones menyongsong bola!

Bagus. Akhirnya!

Leeds United kembali ke Divisi Utama.

Mereka berhasil naik ke Divisi Utama.

Musim itu luar biasa bersama Leeds.

Kupikir aku pemain di satu klub.

Namun, itu tidak berlangsung lama.

Posisi kami naik,

lalu Manajer Howard Wilkinson mendatangkan pemain baru.

Kemudian, dia meninggalkanku.

Penggemar Leeds berkata, "Vinnie, ada apa?" Aku tak tahu.

Aku tidak suka ditolak.

Aku akan bertindak nekat jika terjepit.

Aku akan bertindak tanpa perhitungan.

Pesepak bola paling terkenal dan paling kontroversial, Vinnie Jones,

hari ini pindah klub dari Leeds United ke musuh bebuyutan mereka,

Sheffield United.

Apa ini pelanggaran tercepat dalam sepak bola?

Wasit meniup peluit. Satu, dua, tiga, dan dia terjatuh.

Gaza terjatuh!

Vinnie menjatuhkan Gaza.

VINNIE KUMAT!

Aku semusim di Sheffield United.

CHELSEA MEREKRUT VINNY

Sekitar setahun di Chelsea.

Jones, menerjang!

Kurasa dia memecahkan rekornya sendiri dapat kartu kuning tercepat.

Aku benar-benar seperti pembunuh bayaran.

Apakah kau masih bersama Chelsea?

- Ya. - Kau berpindah klub dengan cepat.

Pindah ke banyak klub belakangan ini.

Kau masih di klub yang sama seperti tadi pagi.

Aku dihubungi Chelsea.

"Kami menerima tawaran dari Wimbledon. Berbicaralah dengan mereka."

Aku bilang, "Apa?"

Setelah Vinnie tak di Wimbledon,

mereka pindah dari Plough Lane, berbagi stadion dengan klub lain,

menjual mayoritas anggota Geng Gila, dan ada di posisi terakhir di Liga Primer.

Kini Joe Kinnear diberi tugas menghidupkan kembali kepentingan klub

dan mengambil kembali hati penggemar yang telah pergi.

Aku diberi sejumlah dana.

Jadi, kini aku harus membeli pemain

untuk memperbaiki posisi yang lemah dan kembali menunjukkan taji kami.

Joe harus merekrut anggota Geng Gila lagi.

Aku pemain besar di klub itu

dan kurasa mereka tak bisa menggantikanku.

Aku harus pulang. Aku harus kembali.

Mantan bos, Vinnie Jones,

kembali ke Wimbledon dari Chelsea dengan bayaran 700.000 paun hari ini,

tiga tahun setelah meninggalkan klub debutnya sebagai pemain profesional.

Kami senang si gila itu kembali. Kami merindukannya.

Kami kehilangan poin yang seharusnya…

Jika lebih kuat di tengah, hasilnya pasti bagus.

Aku selalu ingin melihat Vinnie kembali.

Namun, aku juga kesal dengan Vinnie karena aku merasa dia meninggalkan kami.

Namun, saat dalam keadaan tenang,

kami menyadari kalau kami semua adalah teman.

Kau membutuhkan orang yang mendampingimu pada masa-masa sulit.

Inilah etos Wimbledon.

Dia merasa nyaman di Wimbledon.

Dia baru saja kembali ke keluarganya.

Pesepak bola yand dahulu badung itu kembali ke Wimbledon,

katanya, sebagai pemain yang lebih dewasa dan bijaksana.

Baik, sebuah kutipan dari periode keduaku di Wimbledon,

dari halaman tengah.

“Karena reputasiku, semua yang kulakukan di lapangan

atau di luar lapangan akan jadi berita utama.

Aku harus menerimanya.

Aku memang melakukan hal bodoh saat pertama kali memulai karierku,

tapi saat itu aku masih muda dan naif.

Penggemar Wimbledon akan melihat pemain yang berbeda."

Lalu…

Itu pertandingan melawan Blackburn, debut kandangku setelah kembali.

Kurasa aku bertahan sekitar 30 menit

sebelum diusir wasit.

Vinnie Jones terlihat memukul.

Martin Bodenham, sang wasit, memberi kartu merah untuk Vinnie Jones!

Kubilang, "Berengsek."

Kenapa Vinnie Jones memunculkan sisi terburuk dirinya kalau di Wimbledon?

Aku baru saja kembali

jadi manusia gua lagi.

Ini cukup mudah.

Ini keahlianku dan aku diminta untuk terus melakukannya.

Ini seperti naik perahu, mengambil dayung, lalu mulai mendayung.

Aku menemukan kembali sentuhanku.

Kami mulai menang.

Gol oleh Jones.

Itu tak masalah, asal menang!

Belakangan ini kau merasa berubah?

Aku tak yakin ada orang yang bisa mengubah karakter.

Orang bisa mengubah karakter?

Bagaimana caranya? Aku tak mau itu.

Mereka butuh seseorang yang kontroversial dan aku akan…

sering bertindak ceroboh.

Karena itu aku kontroversial.

Aku mendapat telepon dari seorang produser TV.

"Kau mau wawancara untuk video berjudul Soccer's Hard Men?

Kami hanya ingin membahas para pemain yang disebut 'pemain keras'.

Ini hanya 20 menit."

Kenapa para pemain ini bisa tangguh dan licik

akan dijelaskan oleh yang mengaku sebagai biang kerok,

Vinnie Jones.

Kami berada di pub seharian dan aku mabuk berat.

Aku masih muda dan jujur.

Aku tak peduli karena ingin kembali ke pub itu.

Jadi, aku mengatakan banyak hal yang aku tahu ingin mereka dengar.

Salah satu taktik klasikku

adalah menyundul bola sambil menyikut, memberi benjol di belakang telinga lawan.

Pegang ketiak lawan dan cabut rambut ketiaknya.

Dia menjerit.. Bilang, "Wasit, itu dia, bukan aku!"

Mencolok mata saat kau tak melihat

atau bek tengah menjatuhkan penyerang tengah menuju ke gawang lawan.

Pegang testikel lawan, lalu meremasnya.

Incar Achilles-nya di bawah betis dengan pul sepatu.

Itu selalu jitu.

Baik, terima kasih banyak.

Itu saja.

Ini biasa dilakukan. Omong kosong jika ada yang membantahnya.

Itu sudah kulupakan.

Lalu tiba-tiba,

suatu hari bomnya meledak.

FA akan mempertimbangkan melayangkan tuduhan pelanggaran kode etik

terhadap pemain Wimbledon, Vinnie Jones,

atas perannya di video baru berjudul Soccer's Hard Men.

Vinnie Jones, yang mendapat julukan Psikopat,

sering melakukan pelanggaran terhadap kode disiplin sepak bola.

Tuduhan terbaru ini disebabkan oleh ocehannya

tentang trik kotor sepak bola.

Sepertinya dia akan dituduh melakukan pelanggaran.

Lalu, bisa diikuti dengan denda atau skors.

Itu masuk berita. Itu masuk di One O'clock BBC News.

Ya Tuhan, aku seperti buronan.

Menurutku video itu seharusnya dilarang di dunia sepak bola.

Semua pesepakbola profesional harus memberikan contoh yang terbaik.

Menunjukkan kepada publik

cara melakukan pelanggaran yang licik dan buruk ini,

mengatakan bangga melakukannya karena itulah keahlianmu,

sungguh mengejutkan.

Video dan perilaku semacam itu sungguh tidak dapat diterima.

Rekannya di Wimbledon, John Fashanu, mengoreksi pernyataan…

Upaya meminimalkan dampak negatif dimulai.

Aku sangat marah.

Aku benar-benar jengkel

karena dia saudaraku, belahan jiwaku.

Dia sahabatku.

Apa mereka sudah mengincar Vinnie?

Sederhana sekali.

Ya.

Kurasa mereka terlalu membesar-besarkannya.

Ingat, selama ini dia panutan anak-anak.

Aku mengatakan beberapa hal yang membuat banyak orang marah.

Itu adalah perbuatanku yang sangat disesalkan.

Setiap jam suasananya semakin memburuk.

Pemain Wimbledon, Vinnie Jones,

didenda 20.000 paun karena berperan serta di sebuah video tentang permainan kotor.

Jones juga dilarang bermain enam bulan dan diskors tiga tahun,

pada sidang FA hari ini karena merusak reputasi sepak bola.

Aku mulai merasa panik.

Pertama, aku tak punya 20.000 paun itu.

Bagaimana ini?

Menurutmu, apa yang akan kita lakukan

terkait citramu, Vinnie?

Karena ini menguras kantongmu, bukan?

- Ya. - Sekarang, kau mau berubah?

Mereka bilang tak ingin melihatmu berkiprah di FA lagi.

Mereka tak ingin melihatmu di sidang disiplin itu.

Dengarkan ucapanku ini.

Mayoritas orang yang sukses adalah orang yang badung.

Mereka itu badung.

Entahlah. Kurasa di lapangan, semua suka bercanda,

baik itu dengan wasit ataupun pemain lain.

Bercanda dengan wasit?

Aku pakai kata lain di videoku dan dapat teguran keras!

Dia melewati batas tertentu

dan didenda karenanya.

Namun, memang benar. Apa pun jenis publikasi itu bagus.

DENDA 20.000 PAUN UNTUK VINNY

VIDEO MERESAHKAN

KAU KEPARAT, VINNY

Video itu hanya omong kosong,

tapi semuanya didramatisasi untuk menarik pemirsa atau pembaca,

atau apa pun itu.

Itu membuat kita jadi selebritas yang makin terkenal, bukan?

ADUH! 'MATAMU AKAN DICOLOK'

Dia suka. Dia suka publisitas itu!

ADUH! 'NANTI DITONJOK'

Makin dikenal orang, makin besar penghasilanmu.

Aku bilang ke Jonesy, "Mari lakukan.

Aku akan menjadikanmu bintang."

PERTARUNGAN PARA GLADIATOR

Aku sudah terjun ke televisi, di acara Gladiators,

salah satu acara terbesar di dunia.

Jadi, tak mengherankan 14 juta dari kalian menonton acara ini.

Aku bilang, "Vinnie, peluangmu besar. Kau pemain yang keras dan tangguh.

Kau juga pandai menjadi sesuatu yang telah digambarkan oleh publik."

Mari beri sambutan hangat untuk Vinnie Jones!

Ayolah, Kawan!

Tiba-tiba, aku jadi artis pemain keras.

Aku berpikir, "Ini bisa menjadi langkah hebat bagiku. Tunggu sebentar."

Tidak diragukan lagi.

Kau memang anak nakalnya sepak bola, 'kan?

Sesekali aku suka melanggar aturan. Terkadang itu membantu kami menang

dan terkadang, yang kami dapat hanyalah banyak masalah.

Malam ini mau taat aturan?

Mungkin tidak.

Para Petarung, siap!

Ini Vinnie kita.

Awal yang menjanjikan! Dia melempar bola ke Saracen.

Setelah membuat Gladiator itu marah, dia pasti tak mencetak skor juga.

Kudengar ada bocah di sini yang julukannya Wolf Man.

Aku belum melihatnya, kurasa dia sembunyi di toilet.

Siapa yang berani melawan Wolf Man?

Dia memakan orang hidup-hidup!

Halo? Mau ke mana Vinnie?

Vinnie Jones ribut dengan Wolf!

Aku bilang ke Jonesy,

"Tenanglah, kita di dunia hiburan, Bung."

Kau dapat tiga poin.

Tiga?

Memerankan pria tangguh dan penjahat…

Ya, aku memerankan dan menikmatinya.

Sekarang, mereka juga suka dan tertawa bersamaku.

Ini adalah Vinnie, Vinnie…

Membawakan "Wooly Bully"-ku!

Sepanjang kariernya, Vinnie tak pernah punya dorongan untuk berubah.

Inggris suka yang badung. Sejak dahulu dan akan selalu begitu.

Orang non-Wimbledon akan berkata, "Orang itu hanya preman."

Bagaimana pendapatmu?

Di mana alamat mereka?

Umpan tarik untuk Jones… Wimbledon menyamakan kedudukan!

Berikan tatapan terbengismu ke sana.

Tatapan terbengis.

Jones terlibat perseteruan lagi.

Hari ini dia jadi pusat segalanya.

Apa kau pernah bermain sampai akhir?

Masalahnya, orang pintar akan mandi lebih awal

karena kepanasan.

Aku punya dua bisnis.

Ada Vinnie Jones di dalam dan luar lapangan.

Mau masuk manajemen saat kau…

Ya, tentu. Di Lloyds Bank atau semacamnya.

Aku mau mengajukan pinjaman!

Sisi itu jadi lebih besar daripada sepak bola.

Meskipun sepak bola menjadi bisnis besar sekarang.

Dua tahun setelah peluncuran Liga Premier,

revolusi sepak bola terus berlanjut.

Saat klub-klub besar mengeluarkan uang lebih dari sebelumnya,

klub-klub kecil kesulitan mengimbanginya.

Uang yang beredar lebih banyak dan levelnya pun jauh lebih tinggi.

Jadi, kami harus merekrut banyak pemain.

Maksudku, kami merombak kembali tim.

"Ya, Jonesy, kita anggota geng!" Sekarang, itu sudah hilang.

Karena kenyataannya, ada beberapa perubahan yang sangat besar.

Dahulu, setelah latihan,

pasti akan ada beberapa gelas bir menunggu.

Ucapkan, Fash.

Ucapkan kata itu.

"Tidak, kami tak begitu.

Kami akan ke gym setelah latihan, bukan ke pub."

Tim akan difoto dan aku berkata, "Ayo cukur kepala sampai botak."

Banyak dari mereka tak mau.

Kalau begitu, di mana semangat timnya?

Mereka tak akan tertawa saat melihat servisku.

Ace!

Menurutku itu benar-benar omong kosong.

Aku ingin kembali ke era itu.

Geng Gila yang asli.

Pertandingan terpenting. Siaran langsung perebutan Piala FA.

Wimbledon melawan favorit juara, Manchester United.

Manchester United merupakan favorit juara musim ini,

tapi mereka harus menang dahulu hari ini.

Di sini ada Bobby Gould, yang memenangkan piala ini bersama Wimbledon tahun 1988.

Gap kedua tim sangat besar. Bagaimana cara mereka menghadapi pertandingan ini?

Hanya satu pemain yang bisa mendiktenya, Vinnie Jones.

Aku tidur nyenyak Jumat malam meski tahu akan melawan MU,

karena itu tujuan jadi pesepak bola.

Tak perlu takut menghadapi MU.

Ini seperti aku di Final Piala FA dengan McMahon, akan kutekel.

Ayo semangat!

Ayo semangat!

Siapa yang kau hentikan?

Keane. Atau Cantona.

Makin besar dirimu, makin keras jatuhmu.

Hari ini publik membahas Vinnie Jones dan Eric Cantona, 'kan?

Ya, kurasa Vinnie Jones akan menghindari konfrontasi apa pun

yang bisa membuatnya terkena kartu kuning.

Reputasi Vinnie Jones kurang baik, tapi dia ingin jadi lawan yang baik.

Giggs mengumpan.

Keane lagi.

Sebuah pelanggaran keras oleh Jones.

Fashanu juga tak tahu di mana bolanya…

Sebuah tekel dua kaki oleh Fashanu.

Aku terkejut wasit membiarkannya.

Lalu, Vinnie Jones bereaksi terhadap Keane.

Para pemain Wimbledon terlihat sangat tegang.

Vinnie Jones melakukan pelanggaran lagi.

Lagi-lagi, itu tak bisa diterima.

Itu tidak boleh dilakukan di lapangan sepak bola.

Wasit tahu soal reputasinya.

Aku yakin dia bilang,

"Sekali lagi melakukan pelanggaran seperti itu, kau keluar."

Aku bilang, "Persetan. Sepak bola memang begini."

Cantona, aku akan menghajarmu, Kawan. Paham maksudku? Ayo.

Parker dari United.

Cantona…

Buk! Terima dengan jantan.

Buk!

Buk!

Setidaknya dia harus dapat peringatan. Itu pelanggaran yang tak bisa diterima.

Bagaimana reaksinya? Itu intinya.

Kanchelskis merangsek masuk. Sundulan Elkin mengarah ke Cantona.

Gol yang luar biasa!

Dua menit sebelum jeda, apa yang bisa kau lakukan soal itu?

Tunggu sebentar.

Gol lagi.

Skor 2-0.

Sial!

Sial!

Irwin lagi, meliuk-liuk dengan lihai. Dia luar biasa.

Sebuah gol yang luar biasa!

Saat itulah situasi mulai berubah.

Ada gap sekarang.

Vinnie, sampai menit ke berapa kau merasa punya peluang tadi?

Kurasa saat pemanasan. Kurasa kami cukup seimbang saat pemanasan.

Setelah itu, semuanya jadi kacau.

Vinnie harus mulai bersikap dewasa.

Ini adalah bunuh diri!

Vinnie, tak ada yang mau melihatnya, bahkan mantan manajernya.

Seluruh konsep mengenai menjadi pemain keras telah berubah.

Mereka tak menginginkan kami lagi. Mereka ingin mencuci tangan

dari kami sekarang, dari jenis sepak bola kami itu.

Ofisial pengatur pertandingan ingin menyingkirkanku.

Jelas, aku targetnya.

Tekel dari Jones yang sangat terlambat…

Vinnie Jones dapat kartu merah!

Meskipun aspek lain dari permainan telah berubah, Jones masih tetap sama.

Wasit harus punya nalar yang lebih baik. Jelas, mereka dilarang punya itu, jadi…

Pada akhirnya, pertandingan yang rugi.

Perkelahian Stan Collymore dari Liverpool dengan Andy Thorn dari Wimbledon

telah menarik beberapa pemain lain, termasuk Kapten Wimbledon, Vinnie Jones.

Vinnie diusir lagi. Kenapa dia terlibat dalam hal seperti itu?

Kurasa itu karena memang sudah tabiatnya.

Kenapa dia terlibat?

Dia beri kesempatan pada wasit untuk mengorbankannya.

Menurutmu, itu lagi-lagi karena reputasimu?

Mungkin, karena ada sembilan pemain yang terlibat, tapi aku yang diusir.

Jadi, aku tak akan melerai keributan lagi. Tidak akan pernah.

Vinnie Jones yang disalahpahami.

TEPUK TANGAN

Aku terlahir ke dunia ini untuk menjadi seorang pesepak bola.

Tanpa disadari, kau bisa jadi tokoh kartun.

Namun, saat kesempatan hadir, kau bilang, "Aku tak bisa melakukan ini lagi.

Aku hanya ingin bermain sepak bola."

Ini yang kesepuluh dalam kariernya Vinnie Jones keluar lapangan lebih awal.

Sudah terlambat.

Vinnie Jones bajingan!

Aku benci itu.

Cukup.

- Vincent Jones ceroboh tadi. - Persetan.

- Itu tabiatnya. - Persetan denganmu.

Dia harus mulai bersikap dewasa.

Ini adalah bunuh diri!

Itu semua omong kosong.

Persetan.

Persetan dengan ini.

Dengan dunia.

Mari kita semua menertawakan Vinnie!

Cara untuk mengatasinya

bukanlah dengan menemui psikolog atau psikiater, melainkan pergi ke pub.

Semua tahu setelah dari sini, kita semua pergi

dan akan membuat kekacauan besar di Watford.

Mayoritas dari kami minum, dan tiba-tiba merasa terlucu, tertangguh,

terkuat, tertinggi, dan sebagainya.

"Persetan dengan itu, ayo minum lagi."

Begitulah caraku berpikir dengan miras.

Ya, tangkaplah aku.

Silakan tangkap aku, Nak.

Aku hanya… ingin menyambut Dano ke pesta ini.

Kita baru… Fash tahu. Fash… kita lakukan yang kita omongkan itu…

Kau tahu, si Jones itu.

Dia bisa berubah.

Ketika sedang baik, dia akan sangat baik.

Ketika dia berubah…

Larilah.

Saat aku jadi redaktur News of the World,

kupikir Vinnie Jones akan pas jadi kolumnis kami.

Bicaranya lugas.

Kata-katanya tajam. Pembaca News of the World menyukainya.

LINEKER YANG EGOIS ITU MERASA DIRINYA PALING HEBAT DARI SIAPA PUN

Kontrakku dua kali lipat lebih besar dari gaji tahunanku sebagai pesepak bola

hanya untuk delapan artikel setahun.

Kuterima. Terima kasih.

Kota Dublin yang indah ini anginnya terkadang sangat kencang,

terkadang hujan deras…

Inggris melawan Republik Irlandia, di Irlandia.

Aku menugaskan Vinnie meliput pertandingan dan memberi laporan pandangan mata.

Sepertinya ada gangguan di sana…

Lalu, terjadi kerusuhan.

Komplotan bernama Combat 18, kelompok preman sayap kanan.

Itu adegan yang mengerikan.

Kupikir ceritanya akan seru.

"Yang kusaksikan di stadion," oleh Vinnie, si pemain keras.

Namun, dia tak bisa dihubungi.

Tidak bisa dihubungi semalaman.

Besok paginya aku dihubungi, "Ada masalah dengan Vinnie."

"Apa?" Katanya, "Dia tak ke pertandingan itu."

"Apa?"

Kami ke hotel sebelum pertandingan dan ada pesta di sana.

Tidak bisa berjalan di sana.

Seperti melayang, lalu sampai saja.

Aku berpikir, "Aku bisa melaporkan pertandingan itu

karena aku bisa menontonnya di bar, 'kan?

Aku tak harus ke stadion."

Kami baru mendengar pengumuman bahwa pertandingan ini dihentikan.

Kapan terakhir kali pertandingan internasional dihentikan? Sial sekali.

Aku minum bir di hotel.

Tanpa kusadari…

aku mabuk berat.

Jujur, aku tak tahu apa yang dikatakan atau yang terjadi karena miras itu.

Lalu, aku yang ada di halaman depan, bukan pertandingan yang dihentikan itu.

VINNY JONES MENCOBA MENGGIGIT HIDUNGKU

Cerita Mirror hari ini sangat gamblang

tentang bagaimana dia menggigit hidung reporter.

Sial!

Apa yang kuperbuat?

Menurut koran itu, serangannya tanpa alasan.

DIA BAGAI ANJING YANG MENYIKSA KELINCI MATI

Dia sangat mabuk dan terlibat pertengkaran,

itu penjelasan pria bernama Ted Oliver. Dia menggigit separuh hidungnya.

Vinnie Jones minta maaf kepada korbannya. Dia bilang itu hanya bercanda.

Bisa dimengerti Ted sangat marah tentang hal itu.

Dia sudah jelaskan di koran.

Aku hanya bisa minta maaf.

FA akan menyelidiki insiden itu dan mungkin mengambil tindakan.

Namun, bos Wimbledon mendukung pemainnya.

Jelas sekali bahwa Vinnie tak bermaksud jahat.

Aku yakin sekali ini tidak benar.

Cara dia berbicara dan bersikap.

Alkohol telah memberinya pengaruh negatif.

Kali ini alkohol membuat perangainya sangat buruk.

Ada seorang psikolog atau psikiater

menulis sebuah artikel besar tentang aku dan Ted Oliver.

"Kenapa kau terus melakukan ini?"

Saat itu belum menjadi budaya untuk meminta bantuan kepada orang lain.

Tak ada yang berkata,

"Mari kita menemui seseorang dan bicarakan hal ini."

Jadi, aku kembali ke miras lagi.

Aku tahu bahwa kalau sudah ada aku, pasti ada masalah.

Aku berada di situasi yang sulit.

Dia sadar telah melakukan kesalahan besar.

Aku bilang, "Kau harus menulis surat penyesalan,

tapi aku tak janji mempertahankanmu.

Karena itu akan tergantung masalah yang muncul."

VINNY JONES MENCURAHKAN HATINYA

Piers harus memecatku, tapi dia tidak memberitahuku…

Itu menyakitkan.

Aku tak mau memecatnya. Secara pribadi aku sayang Vinnie.

Secara profesional, dia kolumnis hebat,

tapi aku meremehkan dampak alkohol pada dirinya.

Saat itu aku sedang meringkuk di ranjang…

Seperti bayi.

Aku meringkuk seperti itu.

Aku berpikir,

"Cukup. Aku tak bisa terus begini terhadap orang lain dan keluargaku."

Jadi, aku berencana berjalan ke hutan. Aku membawa pistol.

Aku memasuki hutan, lalu…

Semua hal bodoh itu terlintas di kepalaku.

Hal termudah untuk dilakukan adalah menghentikannya saat itu juga.

Jadi, beres.

Lalu, aku seperti tersadar.

Rasanya seperti dipukul KO di atas ring tinju,

lalu kau tersadar, ada banyak sorakan,

teriakan, dan semua terdengar samar-samar, bergerak lambat…

Kemudian…

Aku seperti kembali sadar. Aku membatin, "Persetan dengan ini."

Ayo semangat! Kita adalah pemenang, ayo!

Ardley, percobaan kedua…

Jones! Dia menendangnya dengan hebat! Wimbledon memimpin.

Vinnie Jones berhasil melewati Lukic.

Vinnie adalah pria yang kompleks dan emosional.

Bahkan saat dia melewati batas, seperti menggigit Ted Oliver,

pertunjukan pemain keras Vinnie Jones selalu tersaji.

Jika kau bilang, "Orang macam apa aku ini?"

Aku hanya bisa bilang,

aku bermain sepak bola dengan caraku sendiri,

sesuai kata hatiku sendiri.

Saat di luar stadion…

aku orang biasa yang berbuat sesukaku.

Jika sejarah Wimbledon F.C. ditulis, apa yang akan dituliskan tentangmu?

Semoga aku akan ditulis sebagai kapten dan pemimpin yang hebat,

serta menjadi simbol Wimbledon F.C.

Jadi, aku lebih suka menjadi legenda ketimbang mitos.

Saat itu usiaku 32 atau 33 tahun.

Semua orang tahu karier sepak bola itu tidak abadi.

Ini mirip dinosaurus tua

pada sebuah era baru. Kau paham maksudku?

Itu membuat stres dan kedua orang bodoh itu tidak tahu…

Seorang jurnalis pernah berkata, "Kelak kau akan berakhir di Wealdstone."

Kau akan kembali ke non-liga.

Hingga kini aku terus mengingatnya.

Serta kekhawatiran menjadi bukan siapa-siapa.

Bagaimana bisa kudapatkan uang sebanyak ini?

Melakukan apa?

Halo?

Ya, siapa ini?

Lalu, ada yang meneleponku.

“Maukah kau syuting beberapa hari di film ini untuk peran kameo?”

Apa yang membuatmu jadi bintang film atau terjun ke dunia akting?

Aku hanya mencari sebuah alternatif karier.

Ada peluang bagiku bermain film.

- Bukan drama Noël Coward? - Bukan, ini tentang East End London.

Judulnya Lock, Stock and Two Smoking Barrels.

Ini Big Chris, karikatur serius. Chris hadir dalam bentuk Vinnie Jones.

Kepribadiannyalah yang selalu kukagumi.

Aku suka dengan emosi yang dia curahkan.

Aku pernah melihatnya di televisi agak gelisah dan terkadang marah.

Jika mau, dia bisa sangat mengerikan.

Kau punya sesuatu untukku, 'kan?

Ayolah, cepat.

Bagus sekali.

Dia melihat yang orang lain lihat.

Suara siap!

Anggap lapangan sepak bola panggungnya, mereka melihat orang gila ini di sana.

- Mulai! - Kau punya sesuatu untukku?

Ayo.

Cepat.

Cut.

Dia memang bukan Richard Gere, tapi lawan mainnya sangat terkesan.

Vinnie, aku membencinya. Aku beri tahu alasannya.

Aku sudah kerja sepuluh tahun, tapi Vinnie langsung mencuri perhatian.

Dia menginginkan barmu.

Lalu?

Kau mau aku menggambarnya?

Kemarin aku bertemu dengan penulisnya.

Dia bilang, menurut mereka film ini akan meledak.

Film ini akan sukses.

- Kau akan jadi aktor? - Ya.

Jika itu berjalan lancar,

maka aku bisa menjadi orang yang kaya raya.

Jika itu lancar.

GALA PREMIER LOCK STOCK & TWO SMOKING BARRELS

Para pengamat selebritas hadir untuk melihat sosok bintang baru.

Pesepak bola yang jadi aktor dan bertekad menorehkan namanya di bidang lain.

Ternyata dia punya bakat yang luar biasa untuk terlihat seperti penjahat di layar.

Aku punya kabar buruk, John.

Apa ini?

Jaga bicaramu di depan anak itu.

Astaga!

Itu juga termasuk penistaan.

Waktu masuknya pas, ada bakat akting…

Kau tak apa-apa?

Dasar berengsek!

Itu mungkin kejutan besar baginya, seperti halnya bagi orang lain.

Ewan, apa pendapatmu tentang film itu?

Menurutku, itu film yang sangat bagus.

- Bagaimana penampilan Vinnie? - Dia sangat bagus!

Dia hebat sekali. Aku sungguh terkejut.

Bagaimana rasanya semua orang di bioskop bereaksi atas filmmu?

Bisa dibilang ini lebih besar dari penonton Wimbledon.

- Fash, apa pendapatmu soal Vinnie? - Aku suka Jonesy. Sensasional.

Lebih baik dari dugaanku.

- Filmnya? - Filmnya? Ya, filmnya juga! Fantastis.

Filmnya fantastis. Bagus sekali.

Itu salah satu film pertamanya.

Aku lupa apa judul film pertamanya itu.

Saat memulai, dia awali dengan sebuah gebrakan.

Rilis di minggu pertama di Inggris, film ini menghasilkan 1,6 juta paun!

Ini film Inggris!

Ya Tuhan.

Ternyata ini jadi film Inggris terbesar dalam beberapa tahun belakangan ini.

Sebagian besar dari kami kembali untuk film Snatch.

Lalu, mereka membawa Brad Pitt…

Sepertinya kau cocok dengan Vinnie Jones?

Dia hebat! Orisinal. Kau harus baik kepadanya.

Aku menemukan komunitas lain dan sangat menyukainya.

Ada kaum pemerhati olahraga

dan penulis yang menulis pada Senin pagi,

"Kau belum mengalahkan MU, tapi Wimbledon itu sampah."

Aku terus mengalami ini selama 12 tahun.

Sekarang, sisi lain dari hal ini adalah orang-orang yang terlibat di dunia film.

Sepertinya mereka menyukaiku.

Akhirnya,

karier sepak bolaku berakhir.

Aku berencana ke Hollywood!

Vinnie Jones baru saja pindah ke liga besar,

dapat kontrak yang akan menjadikannya pemain Hollywood.

Aku memang punya karisma di layar sebagaimana di lapangan sepak bola.

Itu hanya kupindahkan ke bioskop.

Saat giliran beradegan, itu waktunya mulai bertanding.

Suara siap, action!

Terima kasih.

Vinnie menjalani mimpi yang sempurna.

Bagusnya, dia menyukai hal itu.

Dia menginginkan semuanya.

Saat ke rumah itu,

tampak biasa-biasa saja.

Namun, saat masuk semua bilang, "Astaga, ada apa di sini?"

Jack Nicholson di ujung jalan. Bruce Springsteen, Warren Beatty…

Semua ada di sini.

Aku berpikir, "Bagaimana aku bisa di sini?"

Karena jika lihat TV bertahun-tahun lalu, kau akan bilang, "Ini gila!"

- Vince Jones. - Vinnie Jones.

- Vinnie Jones. - Vinnie Jones.

Kini aku duduk di sini di depanmu, dan aku masih bilang, ini gila!

Benar-benar gila.

VIDEO MERESAHKAN VINNY

Selama ini aku menerima serangan sebanyak yang kuberikan.

JANGAN MACAM-MACAM

Namun, aku meraih semua peluang yang menghampiriku.

Jadilah terkenal.

Torehkan namamu.

Aku telah menorehkan namaku.

Vinnie Jones masih menjadi peraih kartu merah terbanyak

di Divisi Utama Inggris.

Sejak 1997, dia membintangi lebih dari 100 film dan acara TV

Dia telah menjauhi alkohol sejak tahun 2013

Terjemahan subtitle oleh Maulana

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.