Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
VERSI TERBARU "HIMALA"
KEAJAIBAN
Ya Tuhan, mungkinkah ini hari kiamat?
Ini hanya gerhana.
Apa yang terjadi?
Aku takut, Paman.
Elsa.
Elsa, apa kau lihat Nestoy dan Itong?
Aku tak lihat.
Nestoy!
Elsa.
Bumi berkedut sedikit
dan mereka takut ini mungkin kiamat.
Mengapa masih banyak yang percaya bahwa tanah ini dikutuk?
Yah, aku juga dulu pernah percaya.
Tapi sekarang aku bertanya-tanya.
Mungkin memang ada tempat yang jarang hujan.
- Apakah kau mendengarkanku? - Ya.
Kau selalu melamun.
Dulu aku suruh kau ke Lucio dan kau lupa.
Kau selalu di atas bukit.
Berapa umurmu?
Dua puluh empat.
Aku tak bisa selamanya di sisimu.
Kau sebaiknya menikah.
Tampaknya tak ada yang tertarik.
Kerabatku memiliki seorang putra untuk dinikahkan.
Ada sesuatu yang harus kukatakan padamu.
Orang mungkin mengatakan kita adalah dua perawan tua.
Aku tidak mengadopsimu untuk berakhir sepertiku.
Aku melihat sang Perawan Suci.
Di atas bukit. Selama gerhana.
Dia berpakaian putih.
Dengan kerudung biru. Dan luka di dadanya.
Dia menangis, lalu menghilang.
Ibu tak mau percaya padaku.
Ini arwah yang kuat.
Kita tunggu beberapa hari, lalu bawa dia kembali padaku.
Elsa
Elsa
Elsa
Elsa!
Elsa!
Elsa!
Itu sebabnya dia menjadi pelupa
Terkadang iblis menyamarkan dirinya
sebagai binatang...
atau malaikat...
atau salah satu dari Tritunggal Mahakudus.
Apakah dia yang kau lihat?
Ya. Tapi ada luka di dadanya.
Seperti akibat tembakan.
Apakah mereka punya senjata saat itu?
Aku tak tahu.
Bagaimana kau bisa melihatnya saat gerhana?
Muncul cahaya darinya.
Seperti dia diselubungi matahari.
Apakah kau berbicara?
Awalnya dia hanya menunjukkan dirinya
menangis dan kemudian dia pergi.
Tapi akhir-akhir ini dia berkata
kita semua di sini harus menjadi baik dan suatu hari kutukan akan diangkat.
Kau percaya ada kutukan pada kita di sini?
Itu yang dikatakan orang-orang tua.
Dan dia juga berkata akan datang harinya
ketika semua orang sakit akan mendatangiku dan aku akan menyembuhkan.
Penyakit tidak hanya dari tubuh
tetapi juga dari jiwa.
Orang-orang di sini mengolok-olok kau sebagai anak alami.
Pada hari kau melihat sang Perawan kau dimarahi oleh Nyonya Alba.
Tapi dia selalu melakukan itu.
Apakah kau memiliki masalah terhadap orang-orang di sini?
Aku tak berbohong, Romo.
Aku tak percaya mukjizat
dan Tuhan tidak akan membuat mukjizat
hanya untuk menutupi kurangnya iman orang.
Orang mungkin menertawakanmu
Kau terlalu banyak berkhayal.
Kita mungkin kehilangan pekerjaan dengan Nyonya Alba.
Kita miskin.
Ini bisa menyebabkan lebih banyak masalah.
Ini sungguh seperti yang kukatakan.
Aku menyesal telah menelantarkanmu ketika kau masih kecil.
Kau menciptakan segala jenis cerita dan memercayai semuanya.
Kau berbicara tentang bermain dengan malaikat.
Aku ingin menghentikannya
tapi kau terlihat sangat sedih.
Teman bermainmu selalu tak tahu dari mana kau pergi.
Mereka bilang aku menemukanmu di atas bukit
dan mengadopsimu karena
seorang perawan tua sepertiku membutuhkan hiburan.
Kau selalu sendiri
jadi aku biarkan permainanmu.
Aku berkata pada diri sendiri bahwa semua akan berlalu...
dan itulah yang terjadi
Atau itulah yang kukira
sampai kemarin.
Dia mungkin berada di atas bukit.
Baldo.
Baldo, tamumu dari Manila...
yang diperiksa oleh Elsa...
Dia bilang penyakitnya hilang... dia sudah sembuh!
Baldo dulunya penggali kubur, dia akan percaya Mukjizat!
Dia sungguh seperti itu.
Hatinya tak lagi bermasalah.
Mereka bilang rumahnya bau.
Orang-orang telah banyak berbuat dosa
jadi Bunda Perawan campur tangan
Mungkin kutukan pada Kupang akan hilang
panen kita akan berlipat ganda.
Bagaimana mungkin?
Belum hujan sama sekali.
Lucio.
Itu Romo. Bergabunglah dengan kami, Romo.
- Selamat siang untuk kalian semua. - Selamat siang, Romo
- Selamat siang untuk kalian semua. - Selamat siang, Romo
Apa yang bisa kau katakan tentang mukjizat?
Kita harus menunggu keputusan Uskup.
Sementara itu gereja tidak bisa memperbolehkan semua ini.
Itu betul.
Cocok untukmu.
Ini dulu milik sepupu, sekarang jadi biarawati.
Baldo, semoga berhasil.
Semoga Bunda Perawan memberkatimu dengan istri.
Mereka bilang itu di sini.
Mungkin pohon yang lain.
Diam! Kau mungkin membuatnya takut.
Kau sedang apa?
Kami hanya memeriksa di mana sang Perawan itu muncul.
Dasar! Kemarilah.
Area ini harus dipagari
dari orang yang penasaran.
Apa yang mengganggumu?
Pembuluh darah di leherku kaku.
Kau tak perlu membayar utangmu kepadaku.
Kau juga tak perlu melayani aku.
Pakai ini.
Ambillah.
Tugas kita adalah
membantu dan melindungi Elsa.
Banyak yang tampak peduli
tetapi sesungguhnya bersekutu dengan iblis.
Seperti germo itu, Igme.
Dari mana datangnya mukjizat?
Bisakah muncul dari udara?
Apakah itu pemberian dari Tuhan?
Atau hanya hasil imajinasi kita?
Apakah Tuhan begitu pendendam
sehingga Dia harus selalu menghukum
setiap kesalahan kita?
Apakah Dia Roh...
sebuah penampakan atau ilusi?
Kita memiliki banyak pertanyaan.
Apa yang akan terjadi
jika mukjizat begitu mudah didapat?
Siapapun bisa mengaku sebagai nabi Tuhan.
Semua ketertiban akan rusak.
Dan agama bukannya mencerahkan kita
akan menjadi seperti penutup mata.
Jangan, Pilo, aku takut.
Kenapa kau harus takut padaku?
Kita sudah menjadi kekasih selama dua tahun.
Sudah mulai membosankan.
Kau tahu aku ingin tetap suci sampai kita menikah.
Hanya itu yang bisa aku berikan kepadamu.
Berikan padaku sekarang.
Mengapa kau memilih aku?
Kau punya banyak pacar, bukan?
Aku tak punya sama sekali.
Kau telah merayu begitu banyak gadis.
Kau bahkan tak meninggalkan Elsa.
Aku bisa merayu gadis mana pun, kecuali Elsa.
- Mengapa? - Aku tak tahu.
Dia aneh, tak seperti gadis manapun... Siapa pun yang kukenal.
Kapan kita menikah?
Aku sudah berbicara dengan Elsa tentang itu.
Haruskah kau konsultasi dengannya tentang segalanya?
- Dia tahu semua. - Apakah dia seorang penyihir?
Aku takut menikah.
Aku mungkin tak bisa memuaskanmu.
Aku akan mengajarimu.
Kau kembali.
Kapan kau masuk?
Baru tadi siang.
Apakah kau ada uang?
Kenapa?
Aku butuh P2,000.
Aku muak dengan pekerjaanku.
Aku mau kerja di Arab Saudi.
Mereka tak percaya pada Tuhan di sana.
Dolar yang kukejar, bukan Tuhan.
Apa yang aku tabung dari mengajar sudah kuberikan kepada Elsa.
Elsa itu gila.
Apa keajaiban selamatkan kita dari kemiskinan?
Orang tua kita meninggal karena kelaparan, apa Tuhan membantu mereka?
Sungguh pemikiran yang buruk!
Ada rencana besar.
Tuhan sedang bekerja.
Aku tak pernah setuju pekerjaanmu membawamu ke Manila...
dekat dengan segala jenis kejahatan.
Bunda Perawan Suci perlu turun
untuk banyak orang tak percaya sepertimu.
Mengapa kau membuatnya kesal?
Aku masih berutang pada perusahaan bus, yang kita gunakan saat kau sakit.
Di mana kita bisa dapat uang?
Elsa akan mengurus semuanya.
Siapa berikutnya?
Ayah...
Aku tak pernah menulis surat.
Saat mereka mengusirku dari sini, aku juga mengutuknya.
Aku tak ingin kembali.
Tapi aku selalu memikirkan Ayah.
Ayah sendirian.
Kita sudah semakin tua.
Kita bisa saling membantu.
Di mana kau belajar trik itu?
Di bar tempat aku bekerja.
Dia menjadi sangat populer.
Apakah dia bertanya tentangku?
Tentunya. Dulu kalian adalah sahabat dekat.
Dulu, ya.
HOTEL. BISA SATU MALAM ATAU LEBIH MURAH - TUNAI SAJA
TURIS LEBIH DISUKAI
Apakah kau ada kamar?
Aku tak menerima orang Filipina.
Aku akan bayar.
Orang kulit putih sangat pemilih. Lagipula tak ada kamar lagi.
Tertulis di sini dia sudah sembuhkan lebih dari 100 orang.
Lewat sini, Bos.
Aku senang kau kau ada kamar di sini.
Semua rumah di Kupang tampaknya penuh.
- Apakah kau akan tinggal? - Belum tahu.
Kau seorang fotografer?
Tidak, aku sutradara.
Dulu ada bioskop di sini.
Tapi tak ada yang datang jadi ditutup.
Apakah kau sudah pernah membuat film?
Mari kita tak membicarakan hal-hal yang memalukan.
Boleh aku melihatnya?
Apakah itu yang kau lihat di film-film?
Ya, kamera tidak berbohong.
Kau tak akan berhasil di film.
Kamera tidak bisa membuatmu terlihat bagus.
Mengapa kau memfilmkan Elsa? Apakah ada yang tertarik?
Produserku tak menyetujui ini
jadi aku harus menggunakan uang sendiri.
Buka hatimu
dan biarkan Bunda Perawan Suci masuk.
Bertobatlah atas semua dosamu.
Hari Penghakiman semakin dekat.
Yang berdosa akan masuk neraka selamanya.
Bertobatlah atas semua dosamu.
Buka hatimu dan biarkan Bunda Perawan Suci masuk.
Bertobatlah atas semua dosamu.
Kau akan terbiasa. Mereka adalah "rasul" Elsa.
Mereka sengaja lewat kemari.
Apa yang membuatmu sakit?
Aku sakit kepala.
Tidak apa-apa bagiku.
Terima kasih.
Terima kasih, Elsa.
Terima kasih banyak.
Terima kasih.
Rupanya Nimia telah tiba.
Dia belum datang berkunjung.
Baguslah.
Itu semua benar, kalau begitu.
Dia seharusnya malu pada dirinya sendiri.
Betapa beruntungnya Narding berhasil pergi.
Elsa,
Kurasa aku akan berhenti mengajar. Lagipula aku selalu absen.
Aku bisa lebih membantumu di sini.
- Malam, Bu. - Semoga Tuhan mengasihanimu.
Kau bahkan telah menelantarkan anak-anak kita.
Kau tak bisa memberi mereka makan dengan cara ini.
Mereka tumbuh menjadi gelandangan.
Aku akan menyuruh bantu di sini. Sehingga aku bisa mengawasi.
Apa yang akan orang katakan?
Aku tak peduli.
Kita miskin..
Tidak ada yang tersisa untuk kita selain iman.
Aku pergi dulu, Elsa.
Terima kasih, Sepa.
- Kami pergi dulu, Elsa. - Ya, Bino.
Nestoy, Intong, ayo pergi sekarang.
Bukan tanganku yang menyembuhkan melainkan tangan Bunda Perawan Suci
Mengapa Bunda Suci? Mengapa bukan Tuhan? Atau bahkan Yesus Kristus?
Yang dahulu dari Bapa sekarang dari Bunda.
Mengapa menunjukkan dirinya kepadamu dari semua orang?
Aku tak tahu.
Kau ada di seluruh koran dan radio, apakah kau menikmati perhatian orang ini?
Aku mematuhi Sang Bunda, itu saja.
Kau telah menyinggung sejumlah dokter, dan dukun
Aku menyembuhkan tubuh maupun jiwa.
Pastor tidak yakin.
Kami beribadah dengan cara kami masing-masing.
Apa benar kau hanya anak angkat?
Ibuku menemukanku di bukit ini
pada tahun sembilan belas... kapan?
Kurasa tahun 1958.
Selembar kertas dengan namaku ditempelkan ke gaunku
bersama dengan foto sang Bunda.
Di mana fotonya sekarang?
Ibuku menghilangkannya.
Tetapi bahkan saat itupun kau tahu bahwa ini akan terjadi.
Tidak.
Ketika aku masih kecil, aku sangat ingin menjadi seorang dokter.
Ketika aku 10 tahun, aku ingin menjadi presiden wanita pertama.
Dan kemudian pada usia 12, seorang pengacara.
Pada usia 15, seorang guru.
Ketika aku tumbuh dewasa, aku menyadari bahwa kami tak punya uang.
Aku tak mungkin menjadi apa-apa.
Jadi kau berpikir untuk melakukan ini.
Kau tak percaya...
Aku tak percaya pada Tuhan.
Apa yang kau percaya?
Kameramu, jika Tuhan menghendaki, akan berhenti, sama seperti manusia,
kita semua diciptakan oleh Tuhan.
Kami selalu kurang makanan. Terlalu banyak yang meminta untuk tinggal bersama kami.
Kita tak bisa bergantung pada donasi saja.
Mengapa kita tak menjual air yang diberkati Elsa?
Kita akan memasukkannya ke dalam botol. Aku tahu di mana mendapatkannya.
Bukankah itu sedikit berlebihan?
Selamat siang.
Kau orang penting sekarang.
Tidak juga.
Aku mengubah aula pertemuan menjadi kabaret.
Jika ini berhasil, kau juga bisa membangun bioskop atau hotel.
Bagaimana denganmu?
Ya, saya keluar dari Kupang sebagai kondektur bus...
jadi aku sering ke sini...
orang-orang di sini sangat miskin dan bodoh sehingga mereka berhalusinasi.
Jika aku harus tinggal di sini lebih lama lagi,
aku mungkin mendapat penglihatan juga.
Mereka pasti akan melihat perawan begitu kabaretku mulai.
Aku berpikir keberuntunganmu mungkin bisa menular padaku.
Aku ingin bekerja di luar negeri. Aku perlu 2000 peso.
Kau parah sekali... masih keliling meminjam uang.
Aku benar selama ini. Aku menjadi gadismu,
karena uangku.
Kuyakin kau bahkan tak merindukanku ketika aku mengikuti penjual itu ke Manila.
Apakah kau pernah mencariku?
Jujurlah.
Tidak.
Lihat!
Dan di Manila, apakah kau memikirkan aku?
Tidak juga.
Jadi pinjamkan aku uang.
Uangku habis.
Bukalah usaha di sini. Banyak turis yang akan datang.
Cari sesuatu untuk dijual.
Walikota, aku telah memutuskan untuk tak mengikuti anak-anakku ke Amerika;
Aku akan mendirikan sebuah resor di sini.
Berkat mukjizat, pendapatan kota meningkat.
Jika ini terus berlanjut, aku yakin akan terpilih kembali.
Kau tahu, ini seperti yang terjadi di Lourdes.
Tapi sekarang kita memiliki masalah keamanan.
Sekarang ada pembunuhan, pemerkosaan dan obat-obatan.
Jika aku ekspor air ajaib Elsa, apakah harus membayar pajak di negara lain?
Bukankah barang-barang keagamaan bebas pajak?
Aku akan cari tahu.
Aku jadi ingat,
dewan kota telah mengusulkan untuk memberikan nama baru pada kota Kupang.
Itu sudah masuk ke koran dan tidak enak didengar.
Apa yang bisa lebih bagus dari itu?
Kejahatan telah dinubuatkan.
Kutukan hanya akan dicabut
setelah kembalinya penderita kusta yang kita usir ke luar kota.
Dia adalah Bunda Perawan Maria yang menyamar.
Inilah masalahnya.
Ketika dia kembali, lagi-lagi dengan menyamar,
orang mungkin tidak mengenalinya dan mengusirnya lagi.
Mereka memakai gaun terindah, Paman. Bahkan yang dikenakan oleh orang sakit.
Aku ingin punya satu.
Saat Nimia pergi, dia mengenakan baju compang-camping.
Sekarang dia punya kabaret.
SURGA
Payudaranya begitu besar sampai aku tak tahu harus melihat ke mana.
Kalian mau lihat ini?
Jangan ada yang mengedipkan mata. Jangan ada yang berkedip.
Sepuluh anak ayam kecil...
akan dilepaskan!
Satu.
Kau dan Elsa dulu berteman.
Dulu, ya. Apakah kita sudah direkam?
Apa yang terjadi?
Kakak Chayong dulu adalah pacarku.
Tapi aku hamil oleh seorang penjual keliling.
Mereka mengusirku dari sini.
Aku meminta bantuan Elsa, tapi dia tak memberikannya.
Aku pergi ke Manila untuk aborsi.
Itulah kisah hidupku.
Apakah kau percaya pada mukjizat?
Ya.
Tidak.
Mungkin.
Aku tak tahu.
Apakah Elsa saleh saat itu?
Tidak. Tapi Chayong ya.
Aku yang bermasalah.
Elsa anak yang cerdas.
Dia tahu semua presiden, bahkan Amerika.
Dia dapat menghafal buku dalam waktu singkat.
Dia aktris yang hebat.
Dia melihat apa yang ingin dia lihat.
Begitulah cara pikirannya bekerja.
Ketika dia mengambil keputusan, tak ada yang bisa menghentikannya.
Mengapa kau membuat film tentang dia?
Apakah dia sudah menerimamu?
Tidak, tapi aku punya perasaan bahwa jika aku mengikutinya,
dia akan membawaku ke suatu tempat yang belum pernah aku kunjungi.
Sesuatu yang menarik akan datang.
Persisnya seperti apa, tentu saja aku tidak tahu.
Dengar.
Ada apa?
Teriakan orang-orang di rumah Elsa. Dibawa oleh angin.
Mengerikan, bukan?
Seperti semua penderitaan ada di sana.
Tentu saja, Gereja tidak mengakui penampakan sang Bunda Suci,
atau kekuatan menyembuhkan dari Elsa ini.
Tapi para ahli kedokteran mengatakan...
Tidak, tidak.
Aku tak mau.
Mohon tertib! Elsa akan keluar sebentar lagi.
Bentuk dua garis!
Mundur!
Pasti 98 derajat di Kupang hari ini,
Seperti yang bisa Anda lihat, ada dua ribu orang di sini menunggu Elsa
dan sudah tiga wanita yang pingsan
dan satu di antaranya dalam kondisi serius.
Harap bersabar.
Salib itu cukup besar. Lebih besar lebih baik?
Kau selalu menertawakanku.
- Mari menikah. - Apa?
Aku punya uang.
Apa maksudmu?
- Kukira kau menyukaiku. - Aku mencintaimu.
Lalu kenapa kita tak menikah? Kau ingin menjadi perawan tua seperti Elsa?
Aku tak bisa meninggalkan Elsa.
JIWA YANG KAU SELAMATKAN MUNGKIN JIWAMU SENDIRI
Siapa dia?
Chua, seorang jutawan China.
Dia dari Manila, penderita rematik.
Dia memberikan sumbangan besar.
Biarkan Chua lewat.
Jangan mengganggu. Pergi sana!
Jiwamu kelam! Pergi ke neraka!
Aku akan mengadu kepada sang Bunda Suci!
Orang-orang berkerumun, pak Walikota. Bisa menjadi kekacauan.
Apa yang kau usulkan untuk dilakukan? Menangkap sang Perawan?
Mari kita berlutut dan berdoa.
Berat, bung!
Sang Bunda Suci berbicara padanya!
- Kau yang pertama, Tuan Chua. - Terima kasih.
Apa yang kau rasakan?
Nyeri dada.
Sangat susah untuk bernafas.
Aku ingin ada di film, rekam aku.
Aku bisa makan api. Berjalan di atas tali.
Makan gelas... dan tidur di atas bara api.
- Mau berdansa? - Cari orang lain saja.
- Aku akan bayar! - Aku tak dijual.
Aku manajer di sini.
Apakah dia mengganggumu?
Tidak, tak apa-apa.
Nah, bukankah kau bisa mengatakan
bahwa kita berhasil di mana Elsa gagal?
Tunggu, aku harus mencari ayahku.
Yang kita butuhkan hanyalah modal.
Mereka memenggal pekerja di sana.
Jangan percaya.
Ada banyak orang Filipina di Arab.
Ingat saat kita menjadi putra altar?
Kita dulu bermimpi
naik perahu ke pulau lain.
Ini adalah kesempatan kita.
Bagaimana kita membayar agen perekrutan?
Aku ada ide.
Tolong jangan mengganggu pelangganku.
Kau akan masuk neraka.
Kabaretmu akan gagal.
Bukankah kau bekerja dengan Elsa?
Tidak, kau salah mengira aku dengan orang lain.
Kau tak pernah datang lagi.
Aku sibuk tapi aku selalu memikirkanmu.
Apakah kau mabuk?
Kau mabuk.
Mengapa kau di sini?
Orang bisa melihat kita.
Lalu kenapa kau datang?
Aku bermimpi.
Sang Bunda Perawan berbicara kepadaku.
Itu benar.
Sang Bunda Perawan berbicara kepadamu, ya?
Dia berkata, maksudku dia menyetujui.
Dia bilang kau akan menjadi suamiku.
Suami?
Kau meragukannya.
Hatimu tak bisa mempercayainya.
Ketika kita masih muda, ingat
kau dan Elsa menceritakan kisah-kisah terbaik.
Aku benar-benar tertarik kepadamu.
Tapi kita bukan lagi anak-anak.
Jangan tinggalkan aku.
Siapa bilang aku akan pergi?
Kau akan pergi dengan Narding.
Aku mencintaimu.
Ada banyak hal yang tidak bisa kita jelaskan
tapi dengan iman, kita bisa bahagia selamanya.
Aku hanya ingin melihat ini seperti apa.
Aku hanya ingin melihat ini seperti apa.
Maafkan aku.
Tempat ini harus ditutup. Tak ada yang bisa kulakukan.
Apa yang terjadi?
Para rasul Elsa mau menutupnya.
Hei, Pak Polisi! Kembalilah malam ini. Aku akan memberimu yang terbaik.
Tolong jangan ditutup.
Itu sangat berarti bagi ayahku.
Bukan aku yang menutupnya.
Namun Ibu Alba dan Chayong.
Mereka akan melakukan apa pun yang kau katakan.
Kenapa kau mendirikannya?
Sejak dibuka, kami melihat begitu banyak...
Pelacur?
Katakan saja!
Apa yang kau dan Bu Alba lakukan... Bukankah itu juga prostitusi?
Kau asal saja menjual mukjizat.
Kami membantu orang.
Kita berdua pelacur.
Tolong pergilah.
Kau telah dibutakan oleh orang-orang di sekitarmu.
Kau memiliki pengikut tetapi tak memiliki teman.
Kaulah yang sakit.
Dia tangguh. Mintalah adikmu untuk menengahi.
Chayong bahkan lebih gila!
Lupakan saja.
Apa yang akan ayahku lakukan?
Tempat ini tak ada harapan. Kita harus pergi.
Pertunjukan sudah berakhir. Orang-orang sekarat.
Dan ke mana aku pergi? Ini semua yang kutahu.
Kau bisa kembali ke Manila.
Pelacur di Kupang tidak berbeda dengan pelacur di Manila.
Aku menjadi fobia terhadap lelaki.
Aku pernah punya pelanggan.
Dia suka merokok bahkan saat dia bermain.
Ternyata dia sadis.
Ia pernah mengajakku keluar dengan teman-temannya.
Mereka mengerjaiku sepanjang malam.
Mereka membakar putingku.
Mereka memasukkan barang-barang ke dalam diriku. Botol, kertas, ikan.
Ketika mereka selesai, aku hancur lebur.
Aku masih mengalami mimpi buruk.
Setelah itu jika pelanggan menyentuhku, aku gemetar dan panik.
Apa yang harus kita lakukan?
Bagaimana jika aku kembali ke Manila?
Ikut denganku.
Aku tak akan meninggalkan tempat ini.
Tapi kita tak bisa menjajakan mukjizat seperti Elsa!
Nasib buruk mengejarku.
Ketika aku menjadi tukang pos, surat-surat berhenti datang.
Ketika aku mucikari, keperawanan tak ada.
Kau tahu bagaimana turis - mereka lebih suka perawan.
Sepertinya aku tak bisa berbuat yang benar!
Kau bisa berhenti memikirkannya.
Aku ingat ketika Saling dulu bertani, dia selalu mengikat Elsa di punggungnya.
Dan ketika aku masih kecil?
Aku menyembunyikanmu setiap kali ibumu datang.
Dia ingin membawamu pergi.
Dia sudah meninggal.
Elsa akan beristirahat sebentar.
Kami akan melanjutkannya besok.
Besok Elsa akan kembali bersama kita.
Tolong aku...
Ada apa denganmu?
Ada serangan.
Tolong bawa aku ke rumah sakit.
Kau bertindak gegabah. Kau seharusnya tidak membunuhnya.
Kami tak bermaksud demikian.
Apakah kau ikut?
Aku punya anak.
Kita akan mendapatkan dolar di sana.
Aku akan tetap di sini.
Selama tiga malam aku memimpikan taman yang tak dapat kujangkau.
Mungkin kau terlalu banyak bekerja.
Aku mengirim kabar agar dia menemuiku.
Jika dia meminta, aku akan memberikan diriku padanya.
Aku juga telah mengabaikannya.
Elsa, aku pergi dulu.
Aku tak ingin terlalu malam. Kematian Chua membuatku takut.
Ini sudah tak lagi aman.
Besok kita berhenti menjual obat.
Aku sudah bicara dengan Bu Alba. Kita juga berhenti tarik biaya.
Bagaimana kita bertahan sekarang?
Aku pergi dulu.
Saat Pilo dan aku menikah... Aku akan selalu menurutinya.
Chayong.
Ini dari Pilo.
Dia bilang jagalah dirimu.
Aku sudah memutuskan kita tak diciptakan untuk satu sama lain."
Aku mengerti kau bukan seorang Katolik. Mengapa kau mengaku dosa kepadaku?
Karena kau terikat untuk merahasiakannya.
Mengapa? Apa yang terjadi?
Aku tak memiliki kedamaian.
Aku berjanji pada diri sendiri bahwa aku hanya peduli pada pekerjaanku...
urusanku sendiri...
kebenaran yang kameraku rekam.
Tapi sekarang aku tak yakin.
Mengapa kau bingung?
Aku berhasil memfilmkan
Elsa dan Chayong di atas bukit.
Mereka mengunjungi tempat itu setiap Rabu pagi.
Tak ada yang pergi bersama mereka.
Dua laki-laki dari Manila datang, mabuk.
Mungkin mereka pikir dapat mengetahui
apakah sang Bunda Perawan benar-benar melindungi kedua gadis itu
Aku masih bisa mendengar Chayong berteriak minta tolong pada Elsa.
Dia terdengar sangat yakin Elsa bisa menyelamatkannya.
Cerita Elsa adalah,
mereka diserang oleh iblis yang menyamar sebagai babi hutan.
Dia berterima kasih kepada sang Bunda Perawan karena telah menyelamatkan mereka.
Aku sudah menunggu lama untuk kesempatan ini.
Aku sangat butuh istirahat.
Tapi aku tak bisa melupakan apa yang terjadi.
Bahwa aku diam dan menonton dan memfilmkan semuanya.
Sudahkah aku mulai berurusan dengan mukjizat?
Bantu aku memutuskan.
Haruskah film itu ditayangkan ke publik?
Mari kita diam dan menghormati tangisannya.
Dia menangisi dunia kita yang menderita.
Mari kita semua berlutut.
Aku tak bisa membantu Chayong.
Katakan padaku, aku mendengarkan.
Aku tak bisa menahan sakitnya.
Ada darah di daging.
Makanan orang kaya seperti itu, dimasak mentah!
Kasihanilah, jangan biarkan mereka mati.
Ada wabah kolera.
Aku akan memanggil dokter.
Tidak. Elsa bisa menangani ini.
Panggil dokter,
Elsa.
Elsa!
Di mana mukjizatmu?
Di mana mukjizatmu?
Hidupkan kembali anakku.
Itu tidak pecah.
Artinya seseorang akan segera menyusul.
SELAMAT DATANG DI KUPANG DI SINI MENUJU ALTAR ELSA
Kau membunuh anakku.
Kau akan pergi ke neraka.
DILARANG MASUK SEDANG DIKARANTINA
Nenek, Kakek, kau boleh pergi. Elsa telah berhenti menyembuhkan.
PENGIRIMAN GRATIS
Mereka bilang sang Bunda Suci tak lagi menunjukkan dirinya.
Bahkan Bunda harus istirahat.
Sesungguhnya adalah kau tak pernah memaafkannya karena menutup kabaretmu.
Kau selalu mengikutiku.
Orang lain tak akan berani mengunjungi tempat ini lagi.
Aku berhasil merekam apa yang terjadi padamu.
Aku telah memutuskan untuk menggunakannya.
Hal semacam ini tidak terjadi pada setiap sutradara.
Lalu aku berpikir...
apa aku menjadi seperti lainnya yang
memanfaatkan siapa pun tanpa peduli,
demi diriku sendiri?
Apakah aku sendiri telah menjadi pelacur?
Aku melupakan semua tentangmu.
Aku hanya memikirkan filmku.
Aku juga bisa dikatakan melecehkanmu.
Kau mungkin benar...
ketika kau bilang dalam wawancara
bahwa ketika semuanya berakhir
dan kita menjadi tulang belulang
yang tersisa adalah apa yang kau sebut 'seni.'
Tapi kemarin di pemakaman
aku melihatmu dan berubah pikiran.
Aku akan kembali ke Manila. Aku tak akan menggunakan filmnya.
Aku tak khawatir tentangmu, kau berani...
Tapi apa yang akan mereka katakan tentang Chayong?
Kapan aku akan mendapatkan kesempatan itu?
Terima kasih.
Ke mana kami pergi?
Aku tak punya tempat untuk pergi.
Anak-anakku tak mengakuiku. Mereka semua sudah menikah.
Kau tak bisa berhenti sekarang.
Aku sudah membayar untuk lokasi resor.
Kau selalu diterima di sini.
Itu semua ujian.
Tuhan ingin melihat
apakah kutukan itu diangkat atau tidak.
Akan ada mukjizat lain. Jangan khawatir, Tuhan tak akan meninggalkan kita.
CHAYONG GILA
Elsa.
Apakah Chayong di surga sekarang?
Dengan sang Bunda Suci?
Apa yang kau lihat?
Apakah semuanya benar?
Aku tak tahu.
Aku tak yakin sekarang.
Kau membayangkan semuanya.
Seperti aku ketika aku mabuk. Aku melihat semua hal.
Kita dulu bermain di sini.
Ingat apa yang biasa kita nyanyikan?
Saat aku menjadi wanita terhormat
Aku akan menjadi ratu yang baik hati
Malaikat telah menyuruh kita diam.
Bagaimana menurutmu?
Aku akan meninggalkan Kupang
dan sepertimu, mencoba kesempatan di Manila.
Kau tak bisa kerja sepertiku.
Maksudku mungkin...
Aku dapat bantu di rumah orang, mencuci pakaian...
Mari kita pergi bersama.
Kau bisa tinggal bersama aku.
Sepertinya akan hujan.
Ketika menjadi gelap, kita menjadi takut, lalu
Chayong mengajari kita untuk melantunkan "Yesus-Maria-Yosef",
agar tak ada yang menimpa kita.
Chayong adalah yang terkuat di antara kita.
Elsa.
Bukankah berisiko bagimu untuk kemari?
Hukum tidak lagi mengejarku.
Mereka menangkap Narding. Dia menutupi untukku.
Apa itu di wajahmu?
Aku tak tahu. Ada di sana ketika kubangun di suatu pagi.
Bahkan dokter tak tahu.
Kenapa Chayong bunuh diri?
Aku tak dapat menemukan ketenangan pikiran.
Apa yang terjadi dengan Chayong?
Aku yang harus disalahkan.
Aku tak berdaya.
Kami dilecehkan.
Dia sangat percaya padamu.
Apa rencanamu?
Aku akan kembali ke Manila.
Segera setelah aku sehat, aku akan pergi ke Arab Saudi.
Aku berjanji pada saudaramu.
Lihatlah sang perawan suci!
Dia mau mengatakan sesuatu.
Kita telah melihat banyak hal baru-baru ini...
gerhana...
penyembuhan Elsa..
wabah, dll.
Kita semua, termasuk aku sendiri, belajar banyak.
Aku sering mengatakan
bahwa penting untuk selalu menghadapi kebenaran.
Sekarang aku sadar
kita seharusnya tak membiarkan kebenaran membutakan...
sampai pada titik di mana tak manusiawi.
Terkadang
kepalsuan membuat hamba yang lebih baik...
dan dapat melakukan lebih banyak kebaikan bagi umat manusia.
Tapi apapun yang diberikan pada kita,
benar atau palsu, nyata atau ilusi...
yang penting adalah bagaimana kita menggunakannya.
Kamu masih menyalahkan dirimu sendiri.
Apakah aku tak melakukan sesuatu yang baik?
Itu bukan salahmu.
Aku masih bertanya apa yang sebenarnya terjadi.
Di mana aku gagal?
Apa yang aku abaikan?
Mengapa Narding melakukan kejahatan?
Mengapa Chayong bunuh diri?
Mengapa anak-anak itu mati?
Apa arti semua ini?
Apakah ada keajaiban atau tidak, kau tak melakukan kesalahan apa pun.
Kau ingin membantu.
Tapi Tuhan mempermainkan kita.
Nimia.
Minumlah untuk di jalan.
Mengapa kau akan meninggalkan ayahmu?
Bisnis sedang turun.
Sejak Elsa berhenti menyembuhkan,
Kupang telah berubah.
Semuanya terlihat mati.
Sekarang kau punya alasan untuk minum lagi.
Mereka bilang Bu Alba berubah jadi lebih baik. Dia tak lagi memarahimu.
Itu mukjizatnya.
Bagaimana mungkin? Tidak ada yang berani.
Seberapa yakin kau?
Percayalah dia hamil.
Saling membawanya ke kota untuk pemeriksaan.
Yang Dikandung Tanpa Noda.
Ini Yang Dikandung Tanpa Noda!
Mukjizat telah kembali.
Kakek itu benar.
Semua itu adalah ujian.
Bukankah mereka bilang kita akan lihat
banyak hal aneh sebelum semuanya berakhir?
Elsa adalah sang Perawan yang sesungguhnya!
Mukjizat telah kembali!
Mari ke Elsa!
Mari ke Elsa!
Elsa!
Elsa!
Sudah kembali, Elsa!
Mukjizat telah kembali.
Elsa, aku mencintaimu!
Panggil semuanya.
Mau ke mana kau?
Ke Elsa.
Mengapa?
Kita kehilangan anak-anak kita karena dia.
Aku ketakutan.
Sejak aku menemukanmu di sini...
Aku tak pernah bisa memahamimu.
Tapi apapun yang kau lakukan
Aku percaya padamu.
Yah, kita harus menyiapkan semuanya untuk besok
ELSA MENCINTAIMU
Tangkap yang berani menghina Tuhan, pemerintah, atau aku.
- Bukankah itu Chua? - Dia sudah mati.
Itu adiknya.
Orang sakit mohon ke sini.
Di mana keponakanku Bella? Apakah kau melihat Bella?
Di mana Elsa?
Elsa!
Elsa!
Elsa!
Elsa!
Elsa!
Aku memanggil kalian
karena aku harus membuat pengakuan.
Selama beberapa hari terakhir
dalam waktu yang sangat singkat
kita tampaknya telah hidup melalui surga dan neraka.
Banyak orang sakit sembuh, banyak orang belajar beriman
tetapi kita juga mengalami kematian, epidemi, pelacuran,
kejahatan, dan penipuan.
Ketika sesuatu yang buruk terjadi, kita menyalahkan kutukan itu.
Kami mengusir penderita kusta ke luar kota, itu sebabnya!
Ketika sesuatu yang baik terjadi, kita memberikan pujian ke surga...
ke sang Bunda Suci... kita mengatakan itu mukjizat!
Aku ingin mengaku sesuatu.
Tak ada mukjizat.
Itu semua ada di dalam diri kita...
Kita yang membuat mukjizat itu sendiri...
Kita mengucapkan kutukan... Kita menciptakan dewa kita...
Tidak ada mukjizat yang membuatku hamil.
Dan tak ada Bunda Suci yang pernah muncul di hadapanku.
Kita yang membuat mukjizat itu sendiri.
Elsa telah meninggal.
Elsa adalah orang suci.
Dia mati untuk mengingatkan kita betapa berdosanya dunia ini.
Mari kita kembali ke altar untuk berdoa bagi jiwanya!
Kita harus mempertahankan imannya.
Mari kita berdoa kepada sang Bunda Perawan Suci.
Terjemahan subtitle oleh Anthony Ray
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.