Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SEBELUMNYA DI THE DIPLOMAT
Jika itu Teheran, aku akan menghujani api neraka.
Banyak yang dipertaruhkan, jika percaya ini Iran
atau pihak lain.
Jika itu Hal, kau harus yakin.
- Kalian akan bercerai. - Tidak.
- Kata Duta Besar pernikahan berakhir. - Kau pernah menikah?
Ada telepon di hari pendekatan di ponsel sekali pakai.
Aku menelepon Niccolo, dia menelepon Shahin.
- Sungguh? - Ya.
Suamiku menyelinap keluar, menelepon Iran, lalu membohongiku?
Mereka menculik suamiku dan membatalkan serangan.
Perdana Menteri harus berhenti mengatakan Iran.
Itu bukan Iran.
Orang nomor satu tak akan mundur.
Jika kau khawatir, bicaralah dengan Presiden Rayburn
yang punya pengaruh terhadap Perdana Menteri.
Begitu makan siang ini selesai, naik pesawat dan pergi dari sini.
Kau mengacaukan pikiranku.
Aku tak bisa bekerja jika kau ada dalam radius 160 kilometer.
Wapres akan mengundurkan diri, mereka ingin kau menggantikannya.
Kau tak bisa bercerai.
Terima kasih.
AMERIKA SERIKAT
Duta Besar Wyler. Kau akan lebih lama bersamaku.
Kau. Selalu muncul.
- Selamat datang di Blighty. - Ya.
- Tampak sehat. - Aku tak boleh makan karbohidrat.
- Itu berhasil. - Aku lebih baik mati.
Selamat datang, Pak Presiden.
Bu. Kau pasti bisa.
Sharon. Di mana yang penting?
Maaf. Boleh kutunjukkan, Pak Presiden? Lewat sini, Pak.
- PM tiba sepuluh menit lagi. - Bagus.
Apa kami tamu pertamamu?
Kami mimpi buruk.
Aku memberitahunya.
- Sekarang? - Saat yang tepat.
- Benarkah? - Mungkin salah perhitungan.
- Selamat datang di Winfield. - Pikirkanlah itu.
Kau di dalam daftar. Bukan berarti kau dipaksa.
- Dia tahu. - Baru saja.
Sungguh?
Batalkan jumpa pers.
Dia bisa makan siang, tanpa foto, lalu…
- Apa dia harus istirahat? - Api Neraka di Teheran
memberi Nicol Trowbridge kejutan.
Jika di samping Presiden, dia akan mengatakannya lagi.
- Baiklah. - Ruang rias yang bagus.
Pak Presiden.
Duta Besar ingin jumpa pers batal.
Dia khawatir itu akan seperti dukungan.
Untuk serangan militer di Teheran.
Aku tak akan mengiriminya MiG.
Angkatan lautnya diserang.
Aku berdiri di sampingnya.
Pak, kau akan terjepit seperti kupu-kupu
- sementara PM mengutip Leviticus. - Tak perlu ada pertanyaan.
- Visualnya sudah cukup. - Visualnya juga tak bagus.
Pemerintah Inggris mengira itu Iran.
- Bukti sebaliknya tak berdampak, Pak. - Kenapa?
Kita punya foto kapal Iran meninggalkan pelabuhan di Iran.
- Ada apa sebaliknya? Pria? - Pria yang menarik.
Mereka tak mengumpulkan fakta, mereka bilang itu Iran.
- Itu bukan Iran. - Karena pria yang menarik itu?
- Ya. - Kau pasti tak sering keluar.
Ayo.
Hal?
Pak.
Ini aku.
Aku orangnya.
Mereka menculikku.
Pertama-tama, itu adalah penarikan.
Mereka menghubungkanku dengan wakil menteri luar negeri Iran.
Astaga.
Dia mempertaruhkan nyawanya dan nyawa istri dan anak-anaknya,
yang jumlahnya lima. Bukan mereka pelakunya.
- Biarkan aku menjabat tanganmu. - Tak apa. Dia temanku.
- Bukan Iran. Itu melegakan. - Inggris belum tergerak.
- Katakan itu dari Hal Wyler. - Dia memberi tahu Menteri Luar Negeri.
- Dennison? - Tak mengubah apa pun.
Kita harus melihat Rusia dan Arab Saudi
dan persenjataan laut yang belum meledak.
- Trowbridge tak akan melepas Iran. - Harusnya batalkan perjalanan.
Kate minta Menteri Luar Negeri membatalkannya.
- Dia tak mau. Dia tahu itu aku. - Pria itu menyimpan dendam.
Menurutnya, aku alasan tak ada damai di Timur Tengah.
- Bukan itu. - Aku tersanjung.
Menteri membuat keputusan sesuai keadaan.
Deplu dan CIA tak bisa memberi informasi mentah
kepada Presiden di saat genting. Pernah buruk di masa lalu.
Akan ada 40 kamera dan Perdana Menteri keluar jalur.
Kau tak bisa ada di sampingnya.
Duta Besar Wyler, Perdana Menteri sudah tiba.
Kenapa kita jarang melakukan ini?
Bisa, jika aku tahu kau bisa datang dan pulang sejam kemudian.
- Mari bicara sebentar. - Tentu.
Bisakah kau…?
Tuan-tuan.
Tiga hidangan.
Ringan, tetapi tetap banyak.
Jumpa pers tidak diperlukan.
Acara pers adalah hal pentingnya.
Presiden tak suka pandangan publiknya.
PM tak suka 41 orang tewas. Anggap impas.
Dua hari untuk meredakan komentarnya.
Meredakan bukan yang membuat Pak Trowbridge menjadi PM.
Apa pun itu.
"Bukan api neraka di Teheran, tapi api neraka pada siapa pun.
Kami tidak tahu pelakunya, tetapi kami berusaha mencari tahu."
Kau benar.
Itu bagus.
Candid makan saja.
Sepertinya 12 orang datang untuk memarahi Perdana Menteri.
Bagaimana jika di sofa setelah makan siang?
- Tidak. - Akan terlihat setara.
Dia pendek dan mirip troll di sofa.
- Jika mereka makan berdua saja… - Itu seperti dimarahi.
Semua orang diusir agar orangku bisa memukul hidung orangmu.
Kurasa kita harus makan. Kau pasti kelaparan.
- Mereka berdiskusi panjang. - Aku mengeluarkan bunyi.
Aku makan roti lapis sebelum makan kenegaraan.
Agar tak di meja seperti hewan.
Bukan ide buruk.
Frances?
Pak?
- Jika hanya mereka berdua… - Ya?
Jika Presiden yakin itu bukan Iran…
- Bukan jika. Dia yakin. - Aku ingin menyelesaikan omonganku.
Maaf.
Jika Presiden yakin itu bukan Iran,
makan berdua memberinya kesempatan
- untuk membujuk Perdana Menteri. - Benar.
Membujuknya bahwa kita ingin mendinginkannya.
Ya.
- Seperti yang kuminta kau lakukan. - Aku bukan Presiden Amerika Serikat.
- Kita setuju. - Aku tak bisa persuasif sepertinya.
Jika kau tak mencoba. Ini bagus. Ini bagus, bukan?
Bagaimana jika hanya mereka berdua?
- Dan aku. - Atau mereka berdua saja.
- William Rayburn, tanpa naskah dan staff? - Aku sadar…
Merekam dengan Nicol Trickle?
- Alternatifnya… - Itu ide buruk.
Aku diajukan menjadi Wapres. Banyak ide buruk.
Mari jeda sejenak.
- Kau tahu? - Mendengarkan evolusi pikiran.
Ini kesempatan Rayburn untuk menjelaskan kepada Trowbridge
kenapa narasumber manusia jalur belakang
lebih menarik daripada gambar samar kapal cepat Iran dari drone.
Aku paham pemikiran itu. Aku tidak setuju.
Itu ide paling tak buruk, jadi, aku setuju.
Terima kasih.
Dia menyukai bahasa Inggris. Dia suka idiom. Dia suka puisinya.
Jadi, kuajari dia satu frasa sehari.
Misi selesai. Aku meninggalkan Zagreb dan berkata,
"Pasha, kita seperti saudara, tetapi kita tak akan sering bertemu,
hanya sekilas seperti kapal di malam hari."
Esoknya kami di istana, dia berkata kepada Presiden,
"Hal Wyler meninggalkan kita.
Kita bersaudara, tetapi kini hanya domba dalam kegelapan."
Domba dalam kegelapan.
- "Domba." - Di malam hari.
Benar? Pria itu penyair.
Domba di malam hari.
- Di masaku, ternak hilang arah. - Benar sekali.
- Katherine. - Astaga.
Dia memanggilmu itu saat pandanganmu tajam?
Makanan siap.
Akhirnya.
- Aku bertemu John Gage, kau kenal? - Tidak.
Dia berengsek.
- Maaf. Dia berengsek. - Ya.
- Aku mulai mendapat kesan itu. - Dia neocon tahun 2003.
Kini dia isolasionis.
Jika kau tak suka nilai-nilainya, tunggu lima menit.
Perdana Menteri.
Ini dia.
- Ini pesan impor. - Tentu saja.
Dia harus berhenti soal Iran. Tak boleh kata itu.
- Ya. - Bukan ulah mereka.
- Ya. - Jangan "ya".
Orang melempar batu ke Kedutaan Iran.
Di tempat kita, mereka bisa membawa AR15.
Benar, ini waktu yang tepat untuk kemunafikan Amerika.
- Entah kenapa aku repot-repot. - Minumanku tertinggal di salon.
Minuman yang segar.
Demi kebaikan planet ini, jangan sia-siakan. Jika dibuang,
ibu-ibu radikal akan membakar rumahku.
Maaf, wakilmu bertanya apa kau bisa ikut…
Tahu kali terakhir dia sendiri dengan orang lain?
- Tidak. - Aku juga tidak.
Menteri Pertahanan akan marah. Temukan Lieber.
Jika kau ingin bicara dengan Duta Besar
tentang Wapres,
sekarang bukan waktu yang buruk.
Grace Penn tahu suaminya menghilangkan dana hibah NIH 6,3 juta dolar.
Dia berusaha menutupinya,
tetapi musang gigih The Wall Street Journal
sedang mengerjakannya. Saat dia selesai, wanita itu tamat.
Daftar orang yang bisa menggantikannya sangat pendek.
Ada empat legislator wanita yang mirip di atas kertas
yang rela membunuh demi pekerjaan itu dan memakainya untuk kampanye presiden.
Itu membuat Presiden marah.
Kau tak cocok berkampanye,
tetapi kau berhasil memerintah
di bawah tembakan artileri, yang mirip mengobrol dengan Kongres AS.
Sangat memungkinkan kau bisa menjadi letnan yang masuk akal
untuk membangun warisan di luar negeri, itu satu-satunya cara yang mungkin
mengingat pertarungan terpolarisasi, di Washington kini.
Itu lamaran terburuk yang pernah kudengar.
Maaf.
Bu Park mencarimu, bisakah kau keluar?
Tentu.
Kau tahu kenapa markas CIA di Irak Utara
membuat permintaan NSA soal panggilan ponsel di London?
Tidak.
- Dia minta melakukan pencarian NSA? - Tidak.
Tak ada tentang SIGINT? Atau GCHQ?
Bisakah fokus dengan pembicaraanmu?
Permintaan Carole Langetti,
analis CIA di Irak, bekerja dengan Kate Wyler di Baghdad.
Dia memerintahkan pengumpulan intelijen sinyal dari GCHQ.
- Itu tak normal? - Tidak.
Kenapa Duta Besar mengawasiku tentang memeriksa informasi
- yang datang dari suaminya? - Dia ingin berhati-hati.
Dia mengadang Menteri Luar Negeri. Apa itu berhati-hati?
- Aku tak suka itu. - Dia berhati-hati dengan pekerjaanku.
- Namun, tidak dengan pekerjaannya. - Kita sama saja.
Setiap saat. Kita kenal orang di luar negeri, kita minta bantuan.
Enam bulan, itu waktu yang lama.
Jika cerita itu tersebar, kita tak punya banyak informasi.
Hai.
Hari yang berat?
- Eidra ingin bicara denganmu. - Eidra mana?
CIA.
Saat kau selesai.
Kau tahu.
Tentang Wapres? Ya.
Bahwa dia akan pergi, atau aku ada di daftar penggantinya?
Keduanya.
Ada lagi yang tahu lebih banyak tentang hidupku ?
Kurasa tidak.
Sedikit orang di Washington.
Lima.
Bisa dihitung jari.
Beberapa hari sibuk sejak kau tiba.
Pengarahan awalku tentang hubungan intelijen
antara AS dan Inggris belum dijadwalkan.
- Kita pasti akan sampai di sana. - Hubungan ini unik.
Kita berbagi hampir segalanya. Lebih dari negara lain.
Kita tak memata-matai mereka, mereka juga tidak.
MI6 dan CIA berbagi intelijen, kita menjalankan operasi bersama.
NSA dan GCHQ berbagi perangkat keras.
Ada sistem kendali lalu lintas untuk tukar informasi antara NSA dan GCHQ,
namanya Topi Seleksi.
- Seperti dari Harry Potter. - Lucu.
Saat kau meminta intelijen dari temanmu di Irak Utara,
temanmu minta pengumpulan dari GCHQ tentang target di London,
MI6 mendapat peringatan, dari Topi Seleksi.
Lalu MI6 bingung,
karena saat CIA London meminta GCHQ, kita memberi tahu mereka.
Jadi, sekarang MI6 ingin tahu kenapa aku merahasiakan sesuatu dari mereka.
Itu sulit dijawab. Karena tentu ada
beberapa hal yang kurahasiakan dari mereka.
Mengelola mereka tidaklah mudah. Lebih sulit saat aku tidak tahu apa itu.
Maafkan aku.
- Seharusnya kau mendatangiku. - Sudah.
Sikapmu seolah-olah aku tetangga usil.
- Jika kau tak percaya… - Aku percaya.
Aku yakin tidak.
Aku tak percaya pasanganku.
Lebih buruk, 'kan?
- Bisa beri aku konteks? - Tidak.
Hal menghubungi Shahin lebih dulu.
Bukan sebaliknya.
Dia memulainya.
Dia benci ide itu.
Dia suka Grace Penn, tak mau menikahi orang lain.
Bukan orang sembarangan. Suatu saat, kau harus memilih yang hebat.
Ya. Pergilah.
Apa itu?
Garam.
- Presiden ingin lebih banyak. - Jika dia mendengar sesuatu,
substantif.
Terkadang presiden menggumamkan sesuatu seperti,
"Cari arti bric-a-brac."
Di tiap negara, artinya bisa berbeda.
Baiklah.
Aku membuang energi.
- Wakil presiden itu. - Kau berhasil membujuknya.
- Peran itu harusnya cukup membujuk. - Coba lagi dengan antusias.
- Setelah bencana ini? - Kau bilang ingin pekerja.
Aku berubah pikiran.
Pak?
Duta Besar ingin kau bisa bergabung dengannya dan Bu Park.
Di perpustakaan.
Iran memindahkan batalion infanteri dari perbatasan Pakistan ke pantai.
Astaga.
Jadi, itu satu panggilan ke kontak di Italia.
Negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Iran.
Aku meminta kontakku memberi tahu Shahin bahwa aku di London.
Informasi yang bisa saja dia dapatkan dari koran.
Namun, tidak.
Kau menawarkan dirimu, lalu berbohong.
Dia tak bisa mengonfirmasi ini dengan orang lain, sumbernya hanya satu.
Ini punya peluang karena reputasimu,
dan begitu kau membuktikan dirimu sebagai pembohong,
kau merusak intelijen yang bepengaruh.
Jadi, aku orang pertama
yang melakukan kontak rahasia tanpa melaporkan sumber?
Kau bukan anggota dinas rahasia.
- Kau tak bekerja untuk pemerintah. - Jika didengar…
Jika ada yang mau main-main denganmu, seperti Menteri Luar Negeri,
itu pelanggaran 951, kau bisa dipenjara sepuluh tahun.
Bahkan Ganon tak mau aku dipenjara sepuluh tahun.
- Aku mau. - Kau harus pergi.
- Aku akan berhenti. - Kami baik tanpamu.
Harinya berat, biarkan dia tinggal.
Ini baru bagiku, tapi lebih baik tak ada dengan kalian di saat bersamaan.
Akan kuhentikan. Maaf.
Duta Besar benar.
Kau menghubungi Shahin dahulu maka seluruh analisis berubah.
Ya.
Ceritamu adalah alat terbaik untuk meredakan situasi
yang cepat menjadi tak terkendali. Akan bagus jika ini benar.
Aku siap membantu.
Tulis percakapanmu dengan wakil menteri
dan teman bicaramu.
Dia pembunuh. Si teman bicaraku.
Di atas kertas.
- Kau tak mau merekamnya? - Tidak.
Baiklah.
Kau mencoba memberitahuku kemarin. Beberapa kali.
Ya.
Aku minta maaf.
Bu, kopi sudah disajikan.
Baiklah.
Siapkan pengawasan pesawat nirawak…
Mereka selesai.
Aku akan minta Menteri Pertahanan meneleponmu.
Baik, terima kasih.
- Mereka sedang minum kopi. Tak akan lama. - Teh, 'kan?
Mereka menyajikan kopi, tak enak. Jika bertanya…
- Benarkah? - Siapa?
- Presiden meminta kopi? - Entahlah, dia menyajikan kopi.
- Berengsek. Andrew! - Ada apa?
Dia tak bisa minum kopi, Jantungnya berdebar.
Dia menyelinapkannya. Kopi.
- Haruskah kita…? - Apa kubilang?
- Pak, letakkan! - Kau lihat?
- Itu luar biasa. - Benar, bukan?
Ini teh.
Sulit dipercaya.
Kardiologku yakin aku akan mati dalam pengawasannya.
- Daftar hal yang tak bisa kutelan. - Yang ini serius.
Aku memesan kopi di Madrid. Kopinya di porselen berusia 400 tahun
yang mereka curi dari Tiongkok tahun 1882,
dia ambil dari tanganku, jatuh dan menjadi debu.
Luar biasa. Aku tak bisa membuat marah kecuali menabrak anak dengan mobil.
- Itu karena aku menyayangimu. - Aku tak mau itu.
Teheran mengirim infanteri ke pantai.
Dia mundur dari Iran begitu pasukannya keluar.
Kita kirim grup kapal induk ke Teluk, beri mereka tumpangan ke Bahrain.
Kapal itu tenggelam.
- Itu dia. Lihat? - Apa yang kulihat?
Kata ibu tua ke raja Skotlandia,
"Kau tak akan kalah sampai Kayu Birnam dipindahkan ke Dunsinane." Macbeth.
Drama itu.
Penjaga Winfield licik tahu Barbara Hutton suka drama Skotlandia.
Jadi, dia memotong pohon Birnam terakhir dan menanamnya di kebun.
Dia bilang "tenggelam"?
- Tenggelam? - Apa?
Presiden mengirim kapal induk untuk menyelamatkan awakmu sebelum tenggelam.
Kenapa kau tak bilang kapal itu tenggelam?
Karena memang tidak.
Kita bisa bicara berdua?
- Kita bisa… - Tidak di dalam.
- Dindingnya tebal. - Tidak di dalam.
- Apakah disadap? - Bisakah kita memilih di luar ruangan?
Aku pindah lima menit lalu, aku belum memeriksa lahannya.
- Apa itu di sana? - Taman?
- Ya. - Mirip taman.
Baik. Mari bertemu di sisi lain.
Kau ke sana, aku akan memotong lewat dalam.
Beberapa tank M48 Patton dilengkapi dengan senjata laras halus Rusia.
Maaf mengganggu, Bu. Bolehkah? Sebentar saja?
Duta Besar bertanya apa kau bisa minta laporan kapal dari Menteri Pertahanan.
Dari kapal induk.
- Laporan kapal. - Ya. Terima kasih.
Suatu kehormatan bertemu denganmu.
Apa itu laporan kapal?
Kapal induk kemasukan air,
tak mengejutkan, karena ada retakan di lambungnya.
HMS Courageous dirancang untuk tahan api,
menyegel kompartemen yang lemah, dan tetap mengapung.
Kenapa Presiden berpikir itu tenggelam?
Seseorang memberitahunya.
Karena…?
Apa yang dijanjikan Presiden pada misi penyelamatan ini?
Grup kapal induk.
Kapal perang.
Jika Perdana Menteri meminta unjuk kekuatan Amerika,
Presiden akan menolak
karena itu bisa membawa negara kita ke konflik regional yang berbahaya.
Tapi panggilan darurat….
Dia memancing pasukan penyerang ke Teluk Persia.
- Benar. - Tak keberatan?
- Apa yang menunjukkan aku tak keberatan? - Suruh dia berhenti!
Menurutmu apa yang kulakukan? Menyuruh Trowbridge berhenti!
Kuminta kau membuat Rayburn ikut campur.
Kapan?
Kemarin. Juga hari ini.
Tidak.
"Jika presiden bisa berbagi perspektif, kebijaksanaannya
- dengan PM, mungkin" - Itukah memohon bagimu?
- Aku tidak berlutut. - Jika keadaan genting, beri tahu aku.
Keadaan genting!
Iran adalah hal terbaik yang pernah ada untuk Nicol Trowbridge.
- Iran tak terjadi kepadanya. - Apa itu penting?
Kau memberitahunya?
Tentang kisah suamimu? Tentu saja.
Jika kau menyebutnya kisah, itu meremehkan intelijen.
Dia yakin Pak Wyler memberikan bukti menarik,
tetapi bukan tak bisa dibantah dan tak bisa ditindaklanjuti.
Berhenti membuktikan yang tak ada. Cari pelakunya, bukan yang tak melakukan.
Wawasan bagus.
Benar-benar seperti petir dari surga.
Kau berengsek.
Sesuatu tentang mulut kasarmu
membuatku merasa kau menghargai yang gamblang.
Maksudmu kau menyukaiku?
Maksudku, aku ingin memercayaimu.
Kukira bisa kuatasi, tetapi ternyata tidak.
Apa?
Aku minum Kool-Aid, seperti anak kecil.
Suaminya.
Omong kosong?
Tidak. Itu tak lengkap.
Dia coba memperingatkanku.
- Kau bisa membuat kesalahan… - Tidak, ini bukan kesalahan kecil.
Omong-omong, aku memintamu datang ke Kairo.
Itu ide buruk.
Menjadi pasangan tandem telah mengacaukan mereka.
Terutama Kate.
- Bagaimana? - Hal membohonginya,
cukup rutin hingga dia menduganya, itu merusak kariernya.
Kurasa kariernya baik-baik saja.
Dia tak mau berada di sini.
Kenapa dia di sini? Dia cocok di garis depan.
Ya. Benar sekali.
Bu? Bisakah bergabung dengan Duta Besar?
Tentu saja.
Tak ada intel konkret soal Riyadh.
Saat ini, tidak ada ancaman kredibel untuk kepentingan kita.
Apa kata Kementerian Sekretariat?
Dia bilang ini mendesak.
Temui aku saat NSA turun tangan.
Kita harus mencapai kesepakatan dengan Saudi agar tak memperburuk ini.
Kau dapat laporannya? Laporan kapal.
- Masih diusahakan. - Bisakah bicara sebentar?
Rayburn tak bisa mengirim kapal ke Teluk. Trowbridge mempermainkannya. Dia bohong.
Dia ingin kapal perang Amerika terlihat menyerbu Iran.
- Kapal induk itu tidak tenggelam. - Bagaimana kau tahu?
Akan tahu pasti jika punya laporan kapal, tetapi sumberku sangat bagus.
Sial.
Ada suar dari Inggris. Mereka tak bisa menghentikan Trowbridge.
Presiden harus mengatakan kapal kita tak bisa membantu tepat waktu.
Dia tak bisa ingkar misi.
Ini panggilan darurat dari pejabat senior.
Namanya?
Kita tak bisa apa-apa.
Saat ada kepala negara yang berbahaya, kita mengandalkan sekutu untuk merespons
saat ada panggilan darurat.
Tahu alasanku tak mau pekerjaan ini?
Aku menghabiskan satu dekade membangun reputasi
sehingga saat aku mengatakan sesuatu, orang-orang mendengarkanku.
- Aku tak punya itu di sini. - Bukan tak punya.
Bukan tidak punya.
Perdana Menteri menyiapkan panggung untuk serangan terhadap persenjataan
dan pasukan Amerika.
Dia juga ingin ini menjadi masalah kita.
Kita harus bicara dengan sumber itu.
- Shahin? - Jika perlu.
- Kau bicara pada…? - Ya.
Mau kembali ke Shahin?
Jika Presiden harus mungkir, butuh lebih untuk membawa Inggris.
Tidak bisa. Itu terlalu berbahaya.
Itu pohon ek Birnam.
Dari Shakespeare.
Lihatlah.
Baiklah.
Ini wilayah Iran.
Jika ingin tahu pelakunya,
intelijen mereka paling baik.
Rezim Shahin sendiri akan mengejarnya, dia akan dibunuh.
Jika kita berperang dengan Iran, banyak orang akan terbunuh.
Shahin ingin memodernisasi negaranya.
Dia satu dari orang di rezim
yang akrab dengan kaum reformis, militer, dan mullah,
karena ayahnya bersepeda dengan pemimpin utama di usia 10.
Dia tak percaya kita Setan besar.
- Aku mengerti dia berharga. - Kau tak paham.
Kesepakatan Iran bisa batal.
Jelas.
Yang kita lakukan saat bernegosiasi dengan siapa pun,
adalah mencari satu atau dua teman yang bisa kita panggil saat dunia kacau.
Ini jaringan hubungan yang rapuh.
Namun, terkadang itu bertahan.
Jangan merobeknya.
Jangan menjadi orang Amerika yang sangat rakus.
Gunakan yang sudah dia berikan.
Danny?
Hubungi Stuart Hayford. Bisakah kita mengeluarkan Presiden dari hutan?
- Suruh Langley mencoba cara lain. - Baiklah.
Aku butuh minum.
- Itu mengharukan. - Apa?
Jaring laba-laba.
Kau harus punya itu saat keadaan menjadi eksistensial.
Ya.
Kita menunggu seseorang.
- Kita melakukan ini? - Mungkin.
Aku mengirimmu ke sini untuk bersamanya.
Untuk banyak alasan, tetapi dia memperhatikanmu.
Itu menakutkan.
Lima presiden AS adalah mantan duta besar negara ini.
Ini tempat tepat untuk belajar. Kau akan meleleh saat kampanye.
Kau akan menyebut donaturmu korup di depan mereka.
Namun, tak ada kampanye.
Bayangkan jika kejujuranmu
adalah nilai tambah.
Jika tujuanmu hanya menjaga Presiden tetap di jalur yang benar.
Presiden harus berhenti mengoceh tentang tarif truk ringan
saat dia butuh kesepakatan senjata.
Wakil Presiden akan sering di ruang Oval daripada yang tak punya tempat.
- Pertama masuk, terakhir keluar rapat. - Kalian…
- Tahu kenapa kau di daftar? - Aku punya rahim.
Bukan hanya itu alasannya.
Kau butuh tujuh tahun membuat tiket
di mana pria tua bisa menyerahkan tongkat kepada wanita yang bisa dipilih
dan memberikan kita presiden wanita pertama.
Kini kau ingin orang tanpa catatan suara, tanpa beban, tanpa opini.
Bersihkan aku, pakaikan aku gaun, dan berharap aku diam.
Aku punya rencana.
Gagal total.
Namun, selama keadaan membaik, kau tak harus bertahan di kampanye.
Kami akan mengirimmu untuk memerintah, mungkin kau akan tertarik.
Dia pikir kau akan hebat.
Aku menelepon sembilan orang dan berkata, "Jika kiamat sekarang,
siapa yang kau pekerjakan?"
Lima orang bilang kau.
Perbuatanmu di Lebanon.
Aku tak seharusnya tahu tindakanmu di Baghdad.
Itu poster yang bagus. "Irak. Bisa saja lebih buruk."
Tak ada kampanye.
Atau poster.
Kami akan membuatmu memimpin kebijakan luar negeri.
Kau mendapatkan Timur Tengah, bisa berurusan dengan Rusia tanpa panik.
Hanya kobalt yang akan kita bicarakan selama 25 tahun.
Kau akan melakukannya demi negara, bukan kekuasaan.
Jika kupikirkan, aku mungkin merencanakannya begini.
Sungguh. Ini hampir memalukan. Tak pernah terpikir olehku.
Pilih yang pandai bekerja, bukan wawancara?
Maksudku, itu buruk untuk pria, tetapi untuk wanita? Aku terkesan.
Dia cantik, tetapi tak terlalu cantik? Menarik, tetapi tak seksi?
Percaya diri, tapi tak judes? Tegas, tapi tak judes?
Judes yang manis, tapi tak terlalu "judes".
Kami harus sepakat berapa hari Wapres akan memakai thong.
Dia tak menyukainya. Timnya tak suka garis celana dalam.
Berpekan-pekan hidupku.
Lalu kesepakatan. Ya, dia akan memakai thong
dua hari dari tujuh hari, tak bisa ditabung minggu ke minggu.
Bayangkan mempekerjakan seseorang untuk posisi penting
karena mereka pandai melakukannya?
Jangan katakan apa pun. Dia mempertimbangkannya.
Benarkah?
Benarkah?
Itu kemajuan.
Tunggu saja. Saat Hal dan aku bicara, itu terdengar konyol,
tetapi sebulan kemudian, itu tampak brilian.
Bu, dia mencarimu.
Sebulan?
Dengar…
Biar kuberi tahu…
Kate.
Kate.
Kate, berhenti.
Aku mau jalan-jalan.
- Boleh ikut? - Bukan ide bagus.
- Saat Billie meneleponku… - Itu sebulan lalu.
Ya, dan saat itu, itu hanya omongan.
Dia ingin saran, soal Grace Penn…
- Wakil presiden. - Ya.
Kau harus memanggilnya wakil presiden.
Masalah Wakil Presiden dan suaminya,
serta hibah NIH senilai enam juta dolar yang hilang baru saja ditemukan.
Billie meneleponmu.
Ya. Sebagai teman pengadilan.
Saat itu, dia ingin Wapres tinggal,
dia mencoba mengontrol kerusakan.
Jadi, gagasan bahwa Wakil Presiden mungkin digantikan tak muncul.
Kami memberikan beberapa nama.
Termasuk namaku?
- Siapa lagi, ibumu? - Tak ada banyak nama, Katie.
Mereka butuh wanita, seseorang yang bersih.
Abby Shotkin terlalu tua, Stella tak bisa menutup mulut.
Dia berjanji pada Ibu Negara tak akan memilih Rachel Beer,
dia meniduri Rachel Beer,
dan bilang pasangan terbaik bukan istrinya, tapi Rachel Beer,
Jika dia memilih Laurie Davis, kita kehilangan DPR.
Jadi, saat itu, seseorang bilang…
Kau.
Siapa yang bilang?
Aku, Billie, aku tidak ingat. Itu bukan rencana, kami hanya bicara.
Kau ke Kabul, tak siap untuk jam tayang utama.
Itu tidak realistis.
Tentu saja tidak.
- Sekarang…? - Setelah kejadian di London,
kau menghabiskan enam bulan, lebih banyak posisi publik?
Bangun dari mabuk laut, biasakan diri dengan sorotan.
Jadi, kau menelepon Billie.
- Dia menelepon. - Seperti Shahin?
- Katie, Billie meneleponku. - Apa ada titik di mana kau berpikir
aku harus ada di percakapan ini?
Apa yang akan kau katakan? Aku serius.
Satu bulan lalu, kau menuju Kabul,
apa aku akan bisa mengatakan ini dan meyakinkanmu?
Poin yang adil.
- Jadi, masalah London terjadi. - Ya. Itu tidak penting.
Tempat ini kacau, baguslah kau di sini. Kami pikir, kau tahu…
- Apa yang kau pikir? - Yah…
Aku berusaha mencari waktu yang tepat untuk memberitahumu.
Dan…
Aku tak…
menemukannya.
Dua minggu lalu…
- Aku bersumpah. - Kau bilang, "Telepon Rick."
Ya.
- Lalu aku… - Menelepon Rick.
- Benar. - Katherine.
Kau tahu papan caturnya, kau tak takut rumit…
Aku menelepon pengacara kita.
Ini kesempatan langka memasukkan seseorang ke Gedung Putih
dengan kemampuan super untuk memperbaiki kekacauan.
Aku menelepon Rick dan berkata, "Carikan mediator.
Karena ini akan menjadi perceraian terbersih dan terindah yang pernah ada."
Kau punya kebun buah.
Presiden Amerika Serikat ada di dalamnya.
Kau harus bicara dengannya. Mendengar apa yang dia pikirkan.
Kau harus, dengan cara santai, mengenal pria itu
- sebelum dia pergi sepuluh menit lagi. - Kau tak memberitahuku banyak hal.
- Katie… - Kau punya alasan. Tak apa-apa.
Saat kau bilang…
- "Ya, kita bisa selesai. - Ya.
Kita punya sepuluh tahun yang baik, kita selesai," kau menangis.
Ada ingus.
Kate, ini soal wakil presiden.
- Kau ingin aku memikirkannya, 'kan? - Ya.
- Bisakah? - Ya.
- Benarkah? - Ya.
- Katie… - Jawab satu pertanyaan dengan jujur.
Dengan sangat jujur.
Tentu, ya, apa saja.
Saat kau bilang, "Telepon Rick," saat kau bilang, "Kita selesai,"
kau pikir kita selesai?
Tidak.
Apa-apaan?
Kate! Kate, pikirkan…
Astaga! Sialan!
Sial!
Apa-apaan? Kate.
Astaga.
Kau akan membunuhku!
- Pendapatmu? - Kita bukan pengawal Pak Wyler.
Tak bagus untuk Pak Wyler, ya?
Kate.
- Kate, letakkan. - Berhenti. Tidak!
- Sial! Berengsek! - Aku bersumpah…
Kate, hentikan.
Baiklah.
- Pernikahan ini… - Astaga! Kate, hentikan!
Ini membunuhku!
- Kau membunuhku! - Ya, aku berusaha dan tak berhasil.
- Sial! - Bu?
Kepala staf ingin kau bicara dengan Presiden.
- Apa yang terjadi? - Tersandung. Di mana Presiden?
- Lupakan. - Dia bisa berganti.
- Bajunya. - Presiden bergeming soal kapal.
Mungkin kau bisa membujuknya,
- tetapi ini tak… - Tidak.
- Ini sempurna. - Kate.
Baiklah.
Dia akan baik-baik saja?
Entahlah.
Mungkin dialihkan ke Diego Garcia.
Orang ingin tahu kenapa tak ada peringatan kita mengejar kapal tanker.
Tunggu sebentar.
Marla Dane punya banyak pengalaman.
Dia cuti setahun untuk merawat ibunya yang kini sudah meninggal.
- Jadi. - Dia lowong.
Dia bisa jadi duta besar. Dia akan menyukai
apa pun yang ada di dinding ini.
Dia juga tepat untuk hal lainnya.
Kau mau ke mana?
Aku tidak cocok untuk ini.
Aku mengundurkan diri.
Kabar baiknya, itu menjadikanku satu-satunya orang di dunia
yang tak mencoba menjilatmu, tetapi masih tahu banyak tentang Iran.
Pria bernama Saman Karimi diberhentikan
dari komando unit Pasukan Quds di Suriah
meski kata Bashar al-Assad pria itu berbuat terlalu jauh.
- Kau tak bisa memecat Saman Karimi. - Ya.
Jadi, mereka menugaskannya di Resimen Keamanan Industri Perikanan.
Lengkap dengan 14 kapal dan banyak granat berpeluncur roket.
Mereka mengerumuni Armada Kelima?
Memuat granat roket ke kapal nelayan dan lihat apa yang bisa ditembak.
Jika ada orang Amerika tewas, kita terjebak.
Bukan penyelamat.
Pejuang.
- Aku bilang Billie… - Bahwa Rusia mengawasi?
Semua orang melihat? Ini tes litmus?
Karena itu benar.
Tentu saja.
Begitu Rusia membantai Ukraina, setiap negara NATO ingin melihat
aku serius tentang, "Menyerang satu orang adalah menyerang semua."
Satu orang diserang.
Ini bukan hal yang menghancurkan aliansi.
Kenapa tidak? Aliansi bukan apa-apa.
Itu janji kelingking seperti yang kubuat dengan Jason Slavick saat usiaku 10 tahun.
- Kau tertembak, aku datang. - Kau datang.
Aku datang dengan grup kapal induk.
Atau penghakiman.
Lima puluh ribu tentara Inggris berbaris di Baghdad karena permintaan kita.
Kita mengejar itu dalam era yang hanya mementingkan diri sendiri.
Pak, kau tak melakukan ini untuk mengembalikan reputasi kita.
Ini akan bagus. Kenapa aku melakukannya?
Kau takut musuhmu berpikir kau terlalu tua dan lemah
bagi Amerika untuk rentetan senjata.
Orang-orang menyukaimu?
Kau berhak khawatir.
Orang Brasil yang menawarimu buang air setiap 15 menit saat G20
mengembalikan rumor tentang inkontinensia yang timmu coba redakan selama enam bulan.
Dan itu masalah saat kau berurusan dengan Rusia dan Tiongkok.
Pemimpin yang melihatmu dan melihat usianya sendiri,
mereka ingin menghancurkanmu.
Itu seperti 49 persen bencana.
Potensi perang dengan Iran adalah 51 persen.
Aku menang dua persen.
Orang bijak berkata,
"Keputusan tak sampai ke meja presiden kecuali itu 49-51 persen.
Kuhabiskan waktu untuk hal tak penting, tetapi aku menerima pekerjaan ini."
Aku mengatakan itu.
Benarkah?
Kukira hanya kau di dunia ini yang tidak menjilatku.
BiIIie.
- Presiden ingin bertemu Kepala Staf. - Bagaimana keadaan kita?
Tak ada kapal. Siapkan mobil.
Kita berangkat dua menit lagi.
- Jelaskan "tak ada kapal". - Dia menang, aku kalah.
Dia harus mandi, dia tampak konyol.
Cari Menteri Pertahanan.
Bilang jangan ada kapal ke Teluk,
pastikan dia tak kembali bersamaku, dia akan marah.
Aku butuh mobil untuk Menteri Pertahanan ke Heathrow.
Dia ingin berhenti.
Minta dia menjadi kuat.
Hei.
Telepon aku hari Selasa, kita bicarakan hal lain.
Bu, maaf, ini tak akan berhasil.
Apa?
Aku harus menolak.
Ya. Aku tahu.
Kau hebat.
Hentikan omongan "Aku mengundurkan diri", aku kesal.
Aku tak punya waktu untuk itu.
Terjemahan subtitle oleh Anggelia Yovinta
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.