Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Penerbangan, King 2236. Pesawat mendekat, jalur penerbangan Yukon 3-0-0 di 4-0.
Menuju 1-2-0 ke pengangkut, meminta ketibaan nautik awal.
Diterima, King 2236. Jatuhkan 2-7-2-5.
Lanjutkan mendekati. Bersiap untuk permintaan Anda.
4-5 Charlie.
Pendekatan dimulai…
- Kau perlu aku di hari pertamamu. - Ini harus dicuci di penatu.
Apa gunanya?
- Menunggu sepekan? - Ya.
Aku tak akan penat terbang lagi. Aku akan bisa fokus
dan dengan anggun menerima bantuanmu untuk bangkit sendiri.
Minggu pertama adalah waktu untuk itu. Waktu untuk bangkit.
Tak salah mengambil beberapa hari untuk duduk dan berpikir.
Pikirkan apa selanjutnya.
Mungkin Kabul.
Mungkin itu selanjutnya.
Kau pikir Afganistan tidak cukup besar untuk kita berdua?
- Memang tidak. - Apa-apaan ini?
- Taruh di dompetku. - Harusnya tertulis "duta besar."
- Belum. - Akan kutulis "duta besar" di situ.
Halo? Dia pikir harus menunggu hingga kedutaan Kabul buka
untuk menyebut dirinya "Duta Besar".
Itu sangat bodoh.
Kate, ini Tim.
Dia tulis "duta besar" di kartuku. Seperti "ambulans".
Di lepas pantai Iran, ledakan besar
di kapal induk Inggris, HMS Courageous
telah menewaskan setidaknya 25 personel AL Britania.
- Kementerian Pertahanan Inggris… - Apa-apaan?
- …akan memberi pernyataan. - Tunggu.
- Laporan awal menyatakan… - Halo?
- Bu Wyler? - Ya.
Kepala staf menelepon dari Gedung Putih.
- Dia di sini. - Bu…
- Aku kembali. - Halo?
- Kenapa? - Ya.
Aku paham mereka mengejar kita, tetapi kenapa Inggris?
Kate, mereka ingin pengarahan.
- Di Kemenlu? - Di Gedung Putih.
Aku harus pergi. Gedung Putih ingin Hal memberikan arahan.
Butuh sepuluh menit untuk menyiapkannya. Nanti kutelepon.
Katie.
Bukan aku, kau.
Halo?
Hei.
- Masuklah. - Bisakah orangmu membuat dua salinan ini?
Ini daftar siapa di Teheran yang bisa memerintah serangan kapal Inggris
dan siapa yang marah kita ambil tankernya.
Semuanya marah.
Ada yang menulis twit dan bukan orang dugaanmu.
- BiIIie. - Ayo pergi.
Kurasa kau bisa berbagi.
Ini Katherine Wyler.
Orang nomor dua kita di Beirut dan Islamabad.
Saat merebut kapal tanker pekan lalu,
rezim Iran memberi sinyal kemarahannya dengan cara yang tidak biasa.
Sedang apa dia?
Dia tahu banyak. Aku tak sempat membahas ini.
Lebih mudah jika kau punya salinannya.
Duduklah.
Baiklah.
- Apa kabar Hal? - Baik.
- Bagus. Pria baik. - Terima kasih.
- Kerja bagus di Afganistan. - Tentu.
Kita sedang kosong di London.
- Waktu yang tak tepat untuk kosong. - Ya.
Dua puluh lima pelaut terbunuh karena Iran ingin mengirimiku pesan.
- Belum tentu itu Iran. - Siapa pun itu,
kita butuh orang untuk menjadi dubes di London.
- Dia akan hebat. Dia pilihan yang bagus. - Apa?
Hal. Tak perlu meminta izinku.
- Kami pernah bekerja di negara berbeda. - Bukan Hal.
Kau berpengalaman. Kau isyarat bahwa kami menganggap ini serius.
Hadir di setiap pemakaman, memorial…
Maaf, aku akan ke Kabul.
Kami akan mengurusnya.
- Mereka akan menyukai Hal. Dia hebat. - Tidak bisa Hal.
- Kenapa tidak? - Dia menyebut Menlu penjahat perang.
Aku tak akan mengirimnya lagi.
Aku tahu London memiliki komponen seremonial
dan kau siap melakukan pekerjaan penting di Kabul.
Aku berharap menyelamatkan sebagian dari yang dibangun dengan 2400 nyawa Amerika.
- Terasa penting. - Billie.
- Maksudku, itu sulit dibayangkan. - Dia tak bisa bayangkan.
Presiden memintamu menjadi duta besar di Inggris Raya.
Pesawat siap, silakan naik.
Ini suatu kehormatan dan keistimewaan.
Benar, seperti itu.
Mereka ingin dengar itu. Aku mengadakan pesta kebun selama 50 tahun.
Presiden memintamu meningkatkannya.
- Dia memilihmu karena kau berpengalaman. - Dia ingin orang berpengalaman
- untuk datang dan tampak sedih. - Kau menyebalkan.
Ada perdebatan antara Billie dan Presiden
apakah misiku untuk tampak bersalah atau sedih.
Orang-orang mati. Datang itu penting.
Aku anjing pendukung emosional.
- Itu ulah Iran. - Mereka bangkrut.
Mereka tak akan mengebom. Mereka ingin minyak mereka.
- Jadi, siapa? - Rusia, Tiongkok, ISIS.
Rusia tak akan menembak kapal induk Inggris.
- Kenapa? - Mereka sibuk.
Mengalihkan dari Eropa Timur.
Membuat Presiden terjebak
di Timur Tengah. Agar dia mirip bajingan.
Itu kapal Inggris. Kau tak menganggapnya diserang
karena orang tak suka Inggris?
Tanganku bengkak.
Siapa pun itu, Teluk sedang panas.
Presiden mengutusmu untuk menghentikan perang sebelum dimulai, bukan memperparah.
Gedung Putih ingin kau di SCIF.
Kami memeriksa gambar dari Pentagon, NSA, dan NGA, mencari pelakunya.
Aku punya tebakan.
- Kita tak menebak. - Ulah Iran.
Pintunya tertutup?
KEPALA STAF GP - BILLIE APPIAH.
- Ya. - Masih kencan dengan gadis itu?
Dua puluh lima pelaut baru saja tewas.
Kuberi tahu yang diketahui lima orang. Kau keenam. Aku tak mau dia ketujuh.
- Aku tak akan bilang dia. - Kita akan kehilangan Wapres.
Mati?
Mengundurkan diri. Sesuatu akan muncul, dia akan dijatuhkan,
lalu mundur. Mungkin enam bulan.
Ya. Kita butuh orang lain.
Aku punya beberapa ide.
Salah satunya, aku ingin kau memeriksa dia.
Katakan jika aku gila.
Reputasinya luar biasa, tetapi dia sedikit…
- Apa? - Entahlah.
- Perlu potong rambut. - Tidak.
Aku tak minta kembalinya si Pembuat Raja. Lihat saja. Katakan pendapatmu.
- Sebutan itu membuat ini buruk. - Pembuat Raja? Maaf.
- Tidak. - Benar. Aku meminta bantuan.
- Kau menyebalkan. - Kau perundung. Tidak berarti tidak.
Kau tak bisa menolak. Aku menerbangkannya. Dia duta besar barumu.
Terima kasih.
SEGEL PRESIDEN AMERIKA SERIKAT
Selamat datang di London. Aku Stuart Hayford, wakil kepala misimu.
Seperti inilah rasanya perjodohan.
- Gwen Hempill dari Kemenlu. - Senang bertemu.
Aku turut prihatin. Kejadian mengerikan.
Duta Besar Wyler, ini suatu kehormatan.
Panggil Hal. Satu duta besar cukup.
- Jumlahnya berubah? - Ada 28 korban.
Tim SAR masih mencari.
Astaga.
Ini Frances Munning, manajer kediaman.
- Selamat datang di Winfield House. - Terima kasih.
Halo, semuanya.
Halo, Bu.
- Selamat datang, Duta Besar Wyler. - Panggil aku Hal. Satu duta besar cukup.
Mungkin Pak Wyler.
Silakan. Ikuti aku.
Kita akan terus melakukan ini?
Rumah dibeli Barbara Hutton tak lama sebelum pernikahannya dengan Cary Grant.
Tanah yang luas tepat di tengah London.
Bu Hutton pindah ke Winfield dengan putranya
setelah penculikan bayi Lindbergh.
Regent's Park memiliki lingkungan yang menenangkan.
Taman di London yang lebih besar dari Winfield adalah Istana Buckingham.
Astaga.
Wapres menghilang dari rapat di Ruang Situasi.
Stafnya menyatakan ada bentrokan jawal,
tapi ada frustrasi memuncak di kalangan pendukung…
Presiden bicara dengan PM pukul 12.00 dan ingin dia disambungkan.
Astaga.
Mewah.
- Duta Besar Vayle tak di panggilan itu. - Ya.
Semua baik?
Aku mengajak mereka berkeliling. Dia memeriksa seprai di kamar Adams.
- Ya. - Melihat apa seprainya di ranjang.
Apa ada di ranjang?
Ya.
Setelah menelepon Presiden dan PM,
pergi ke Kantor Luar Negeri dan berikan salinan mandat.
Apa Menteri Luar Negeri ada di panggilan dengan Presiden?
Ganon? Seharusnya tidak.
- Aku juga tidak. - Tidak.
Sore hari kau mengunjungi Memorial AL Greenwich.
Menaruh bunga untuk pelaut gugur.
- Bagus. - Pada akhir hari
kita akan berlatih untuk presentasi mandat resmi.
Kenapa dua kali?
Kau tak bisa mulai kerja sebelum memberikan salinan mandat ke Kemenlu.
Lalu kau menyerahkannya ke Istana Buckingham.
Kita latihan dengan peralatan.
Pernah ada masalah masuk dan keluar kereta.
- Kereta? - Rok Bu Vayle sobek di belakang.
- Kudanya… - Tidak perlu khawatir.
- Kau mengemas gaun panjang? - Tidak.
Pippa.
Ada penata gaya, dia akan datang ke kedutaan.
Kau dapat topi tinggi.
Acaranya hari ini? Kapan upacaranya?
Kami tak yakin, tetapi kita bisa latihan.
Agar kau bisa memotretnya?
Mengundang beberapa reporter?
- Satu. Dia hebat, membuat berita. - Hentikan.
Bantulah mereka. Mereka butuh foto untuk situs web.
- Di atas kuda? - Akan ada foto sebelum dan sesudah.
Duta besar baru. Kau harus menerima hal Cinderella.
Aku bukan Cinderella.
Aku datang untuk 30 pemakaman. Pakaian panjang yang kukemas hanya burkak.
Aku punya setelan hitam dan setelan hitam
dan aku tak mau didandani oleh orang bernama Pippa
agar majalah bisa bertanya merek bajuku dan saranku bagi para gadis.
Tak apa-apa. Batalkan.
- Bagus. - Kami akan pergi ke kedutaan.
Ingin bergabung, ikut pengarahan?
- Tentu. - Hal?
Aku akan meregangkan kakiku.
Suamiku dahulu duta besar. Ini penyesuaian.
Tentu saja.
- Jika dia ikut… - Dimengerti.
- Ambil mobilnya. - Dia butuh waktu berganti pakaian.
Berganti apa?
Sesuatu yang lebih?
Turunkan kakimu dari perabotan.
Barbara Hutton meniduri Cary Grant di meja ini.
Kau diminta hadir di memorial pukul 15.00. Kau akan ditelepon jika kami telat.
Kau tak lagi mengatur pergerakanku.
Aku tak mau menunggu satu jam karena tak ada yang bisa menemukanmu.
Tidak bagus.
Hubungi Darya, minta berhenti mengatakan "kesehatan wanita Afganistan",
dia harus berkata "kekejaman", "mutilasi".
- Dia bicara dengan siapa? - Entah, UNHCR.
Seseorang di Pakistan.
"Ikut pengarahan?"
Tak sopan jika tak menawarkan.
Kau tak harus setuju.
Kau minta bantuanku untuk bangkit atau tidak
atau menaikkanmu ke sadel, apa pun itu?
- Lebih baik. - Yakin? Aku bisa mencucinya.
Kau tak butuh.
- Apakah buruk? - Tidak, itu bagus.
Astaga, hentikan.
Kau sempurna.
Persetan. Apa aku baik-baik saja?
Kau akan bilang apa? Ke PM.
Aku pendengar di telepon.
Itu kebalikan dari duduk di sadel, Kate.
Lebih dari sekali, aku bilang, saat kau di pos baru,
akan bijak jika menghabiskan sepekan atau sebulan
- dengan mulut tertutup, mendengarkan. - Aku tak melakukannya, itu ide bodoh.
Rayburn akan bicara tentang NATO, tetapi kau berbaikan dengan Inggris.
- Fokus. - Aku tak melakukan dengan caramu.
Jangan lakukan dengan salah.
Pagi, Duta Besar. Pagi, Pak.
Selamat datang di Kedutaan London.
Kami akan menunjukkan kantormu nanti. Kini, kau akan menelepon Presiden.
- Pagi. Eidra Park. - Selamat datang di Kedubes London.
Kepala Cabang CIA.
- Harimu berat. - Benar.
Ini gambar terbaru kapal induk.
- Dari? - Drone AU di Teluk.
Lalu ini kemarin,
HMS Courageous menuju latihan gabungan di Samudra Hindia.
Ada ketidakstabilan di baling-baling
dan mereka ke Pangkalan AL Britania Raya di Bahrain untuk perbaikan.
- Ini tak direncanakan dengan panjang. - Tidak.
- Pecahan senjata? - Belum.
Penyelidikan belum ditingkatkan.
- Masih mengangkat korban dari air. - Dia di sini.
Presiden dan Perdana Menteri segera tersambung.
Selamat pagi. Presiden Rayburn dan Dubes Wyler
- untuk PM Trowbridge. - Akan kusambungkan ke PM.
Pak Presiden?
Nicol, mengerikan sekali.
Maaf soal dindingnya.
Itu sangat polos.
Ada karya Jackson Pollock di sana.
Itu sedikit energi di antara para pelukis renaisans.
Keluarga Vayle membawa karya seni mereka.
Mereka meninggalkan Titian di ruang tamu. Donasi untuk rumah.
- Murah hati. - Ya?
Kau dan Duta Besar Wyler mengatur pengiriman kalian,
ada yang bisa kubantu?
Karya seni kami?
Kate pejabat karier, bukan politikus yang ditunjuk.
Ronald Vayle, dia menjadi duta besar,
karena mengumpulkan dua juta dolar untuk Presiden.
Seperti kebanyakan Duta Besar Amerika di pos Eropa.
Astaga.
Kate dan aku seperti Duta Besar Inggris. Banyak pengalaman di zona krisis.
- Tidak ada seni. - Maafkan aku.
Kami tak masalah.
Bisa arahkan aku ke sopirku?
- Apa? - Sopir mobilku.
Maaf, kau tak punya. Atau mobil. Bu Vayle membeli Jaguar,
menyewa sopir, dan mengirimnya kembali ke Amerika.
Jaguarnya. Bukan sopirnya.
Mau kupanggilkan taksi?
Korban tewas mencapai 32, dan Presiden ingin mengebom Teheran.
- Apa kata PM? - Dia sopan, tetapi aku yakin dia cemas.
Aku akan melembutkannya saat kita bicara dengan Menlu.
Itu butuh waktu. Untuk datang ke Menlu.
Menlu belum menelepon.
Sepertinya tak akan sampai dia bicara dengan Saudi dan Uni Emirat Arab.
- Menteri Ganon belum meneleponnya? - Belum.
Aku tak bisa meneleponnya.
Kau tak bisa menelepon siapa pun.
Semua ini tidak ideal.
Ini anggotamu.
Hadirin sekalian, Duta Besar yang ditunjuk, Katherine Wyler.
- Selamat datang, Dubes. - Selamat datang.
- Senang bertemu. - Selamat datang di London.
- Senang bertemu. - Senang menyambutmu.
- Pagi. Kalian banyak sekali. Hai. - Selamat datang di kedutaan.
Bu, Duta Besar Wyler menunggumu di telepon.
- Kau mau mengangkatnya di kantormu? - Yang itu, di sana.
Ya.
- Kusambungkan. - Terima kasih.
Hai.
- Bagaimana? - Baik. Ada apa?
- Kau punya sopir di Beirut, bukan? - Ya.
Ada enam tukang kebun di sini dan si istri tak dapat mobil.
Kita belum menikah di Beirut.
Aku punya sopir karena aku wakil kepala misi.
- Istri tak dapat mobil? - Serius.
Aku harus keluar, memberi tahu orang-orang kau di sini.
Tidak. Kita tidak bisa melakukan apa pun,
Ganon baru akan menelepon sore ini.
Apa?
Terlalu sibuk mengacaukan koalisi Sunni.
Dia sangat bodoh.
Dia bosku.
Seharusnya tidak.
- Kau menelepon Darya? - Tidak.
- Akan kulakukan. - Seharusnya aku di Kabul.
Ganon tak memperbaiki Aliansi Atlantik Utara,
dia berbuat semaunya di Teluk.
Washington tak punya masalah Inggris, Kate.
Washington punya masalah Iran. Kau punya masalah Inggris.
Jika Menlu butuh perhatian, hubungi dia.
- Ganon akan sangat terkejut. - Kenapa?
Kau tahu besarnya perencanaan di urutan penelepon di daftar panggilanmu?
Terdengar gemilang.
Presiden, Menteri Luar Negeri, Pentagon menelepon.
- Astaga. - Jangan anggap itu omong kosong.
Ini tentang rasa hormat mendasar terhadap norma institusional.
Kau melindungi Ganon,
ini bukan mengkhianati demokrasi.
Kau akan ke kantor Dennison. Mampirlah.
Baik. Aku harus pergi.
KANTOR LUAR NEGERI, PERSEMAKMURAN, DAN PEMBANGUNAN
Siap menikah?
Robin akan mengenang momen itu, jika aku bisa menemukan tempat…
Kami ingin di depan Britannia berpegangan tangan dengan Amerika,
tetapi itu bermasalah.
Afrika sebagai pemuda telanjang, Australia dalam topi semak.
Selamat siang. Boleh aku menyapa?
Bagus sekali. Menteri Luar Negeri Austin Dennison, ini…
Dubes Wyler, jika dia telah menyerahkan dokumen.
Sudah, tetapi kita belum memotretnya.
- Pak, suatu kehormatan. - Sama-sama. Stuart.
Senang bertemu.
Gwen, boleh kubawa dia atau itu akan merusak harimu?
Tentu saja. Beruntung sekali.
- Minta Davies melanjutkan. - Bu.
- Aku tahu. - Basa-basi. Cuaca.
Aku turut berduka cita.
Kami bersyukur kau mau terlibat.
Tentu saja.
PM terharu saat bicara pada Presiden Rayburn.
Aku yakin dia siap menyerang.
Benar. Aku tahu Menteri Luar Negeri ingin bicara denganmu,
kurasa dia ingin meyakinkan segala sesuatu sudah siap.
Kapal induk itu hanyut. Sayang sekali.
- Ke arah mana? - Ke arah Iran.
- Astaga. - Di luar sana cukup rentan.
Kita harus pastikan semua tetap dingin.
Aku akan memberi tahu Menlu.
Aku baru akan memberi arahan Perdana Menteri, kau bisa ikut?
- Kalian bertemu di telepon. - Bukan ide bagus.
Maaf mengganggu.
Tidak, kami harus istirahat.
Itu atau bunuh diri.
Duta Besar Katherine Wyler, PM Nicol Trowbridge.
Selamat datang. Kami dengar hal luar biasa.
- Kehormatan bertemu denganmu. - Aku merasa terhormat.
Rayburn tak membiarkanmu berbicara. Dia pintar mengirimmu.
Berpengalaman. Profesional. Wanita.
Aku punya semua itu. Turut berduka…
Tahu dubes wanita terakhir untuk Court of St. James?
- Lama sekali. - Lebih dari 100 tahun.
- Lima puluh. - Tradisi membanggakan.
Kapten industri sedang berlibur sementara kita punya pekerjaan.
Kau dan aku akan mencapai sesuatu.
Kuharap begitu.
Kekacauan besar di Teluk, tetapi kau akan membantu.
Kita harus bersembunyi di tempat yang tak bisa mereka temukan.
Selamat siang.
- Siang, Pak. - Hal Wyler. Senang bertemu.
- Aku istri Duta Besar. - Sama sekali bukan, Pak.
Kami Kepolisian Metropolitan, datang untuk menjagamu.
Aku berterima kasih.
- Itu mobilmu? - Benar, Pak. Ya.
- Boleh menumpang? - Andaikan bisa. Hanya urusan resmi.
Baik, aku mengerti.
- Mau kupesankan taksi? - Aku akan berjalan kaki.
- Senang bertemu. - Sama-sama.
POLISI
Pak!
Astaga, maafkan aku. Tentu kau mengemudi di sisi lain jalan.
Presiden menakuti mereka.
Mereka cemas dia akan mengebom Teheran.
Lalu mereka terlibat.
Dia ingin membuat mereka merasa dia memperhatikan.
Mereka ingin dia diam. Biar Inggris mengaturnya.
- Ya. Ganon mengurusnya. - Mereka ingin aku menanganinya.
- Itu tak bagus. - Itu ulah Hal pada Ganon di Tel Aviv.
Menerobos dan membuat delegasi Amerika
tampak tak melakukan tugasnya.
Namun, bukan kau yang menerobos ke kantor PM,
Menlu melacakmu. Itu idenya.
Benarkah?
Hal.
- Sungguh? - Ya.
Suamimu…
Menarikku dari pemotretan dan mencampakkanku di pangkuan PM? Ya.
Baiklah. Mengesankan.
Kau bilang begitu sekarang. Semua ada harganya.
- Apa? - Kau tak tahu sampai kau tahu.
Namun, kau akan pasti tahu.
Saat ini, mereka memintamu untuk masuk. Kau harus melakukannya.
Pak Menteri, Perdana Menteri mengerti
serangan itu mungkin pesan untuk kita.
Namun, Presiden mengisyaratkan kemarahan cukup besar
saat bicara dengan PM,
dan mereka cemas dia akan membuat pernyataan
- sebelum mereka… - Itu telepon belasungkawa.
Apa yang akan dia isyaratkan jika bukan kemarahan?
Kurasa yang mengganggu adalah pernyataannya,
"Jika itu Iran, aku bersumpah, kami akan membakar tempat itu."
Aku yakin bukan itu yang dia katakan.
Itulah yang dia katakan.
Ada catatannya?
Aku ada di panggilan itu.
Aku mengirimmu ke Kabul, 'kan?
Pak, tak ada yang lebih terkejut aku ada di sini daripada aku.
Entahlah, aku belum menelepon Menteri Luar Negeri,
tetapi kau sudah di sana satu jam dan bicara dengan PM. Dua kali.
Mereka ingin kita terlibat,
tetapi tidak jika kita berencana menyerang rezim tak stabil tanpa bukti.
Beri tahu PM bahwa Rayburn banyak bicara.
Dia tak berencana "membakar" Iran.
Mereka harus dengar darimu. Secara langsung, kredibel.
Kita punya presiden tua yang kehilangan DPR
dan wapres muda kita senang membuktikan bahwa dia suka meledakkan sesuatu.
Itu masalahku. Bukan masalahmu.
Jika mereka tak bisa menghubungimu, maka itu masalahku.
Dia membuat Presiden tak terlihat sehari.
- Satu hari? - Tidak membantu, bukan?
Bukan tak membantu sama sekali. Mereka akan menghargai itu.
Itu hampir tak membantu.
Raymond Braysdale, Anggota Parlemen Aberconwy.
Duta Besar Wyler, Amerika Serikat.
Bu, lihat aku.
Pak Wyler di sini. Dia kenal Meg…? Jangan lihat.
- Dia kenal Meg Roylin? - Entahlah.
- Dia bicara dengan Meg siapa? - Roylin?
- Apa itu masalah? - Dia agen Tory.
Dia membangun strategi kampanye Trowbridge,
Trowbridge memecatnya saat dokumen mengatakan dia otak operasi.
Dia mengubah orang rasialis menjadi pria manis
yang bisa melatih sepak bola anak-anak.
Ingat kubilang akan ada harganya? Untuk Dennison?
- Hei. - Berhenti bergerak.
- Bagaimana di Kantor Luar Negeri? - Kau tahu persis.
Aku akan ke sana, tetapi kau perlu bertemu seseorang.
Tidak. Sama sekali tidak.
Koneksi buruk. Ayolah.
Kini, kau mengenal suamiku.
- Tarik dia. - Sungguh?
Serangan media pertamamu tak boleh candid dengan Meg Roylin.
Permisi. Terima kasih.
Tolong minggir.
- Ke sini, Bu. - Harap minggir. Kepolisian.
- Ini berlebihan. - Ke sini.
Dia tak terkena serangan jantung, kami hanya ingin pergi.
Pak, terima kasih.
- Tidak hari ini. - Maaf.
Tak apa. Aku akan meneleponmu. Terima kasih.
- Pak, nama Anda? - Duta Besar Wyler, Amerika Serikat.
- Kau tak apa? - Twitter bilang ada ancaman.
Meg Roylin datang dari satu sisi, Jamie Taro dari Daily Mail di sisi lain.
Jangan sampai itu foto pertama
"Dubes Katherine Wyler" di Google.
Katanya Dubes Wyler meninggalkan memorial. Dengan mobil polisi.
- Jelas tidak. - Apakah yang satunya?
Duta Besar Wyler yang satunya.
Kami mendapat telepon.
Pak Wyler meminjam kendaraan.
Dari polisi?
Kantor pers mengirim berita bagus tentangmu di memorial… Tunggu.
"Dubes A.S. Wyler memberi penghormatan di Memorial AL Greenwich
pada hari pertamanya sebagai perwakilan Court of St. James."
Kantor Stuart Hayford.
Eidra.
- Hai. - Hai.
Anggota parlemen membatalkan Greenwich.
Masalah keamanan muncul karena kau keluar tergesa-gesa.
Itu kesalahpahaman.
Itu kapal cepat. Tampak seperti kapal yang ditimbun Iran.
Sial.
- Ya. - Kenapa?
Itu Iran.
Berarti itu kapal Iran.
Satelit Israel melihatnya di dekat Sirik.
- Yaitu… - Di Iran.
- Semua orang tahu itu? - Itu desa pesisir kecil di Iran.
Mereka kehilangan jejaknya, tetapi waktunya sesuai.
- Kapan ini masuk? - Beberapa menit lalu.
- Kemenlu memilikinya? - Ganon?
- Aku yakin dia juga punya. - Apa hariku akan bertahan?
Inggris memintanya membungkam Presiden sampai kapal induk diamankan.
- Gedung Putih setuju? - Ganon setuju.
Sehari. Saat tak ada bukti nyata yang mengarah ke Iran.
- Itu bukan dakwaan, itu kapal. - Di tempat dan waktu yang tepat.
Aku harus bilang Dennison aku dapat satu hari sebelum usai.
Kita harus ke balai kota.
Pidatomu.
Batalkan. Aku benci pidato.
Bisa tunggu?
Pekerjaannya 80 persen pidato.
- Mereka memintaku memperlambat izinnya. - Siapa?
Ganon?
Sial.
Banyak alasan untuk itu.
Benarkah?
Ganon ingin menyingkirkannya.
Sial.
- Kenapa memberinya sehari? - Dia pikir butuh selama itu
mencari alasan mengeluarkan dia
tetapi suaminya mencuri mobil polisi dan berkonspirasi dengan Tory.
Boleh aku memakai SCIF?
Apa pendapatmu?
- Soal dia? - Ya.
Aku terkesan. Awalnya aku ragu, tetapi dia mengubahku.
Aku akan membatalkan rencana pindah demi karier bagus
agar aku bisa di sisinya untuk tur yang akan menghidupkan
hubungan istimewa, menyambut abad Amerika baru.
Beri dia kesempatan.
Aku tak bercinta dengannya, tetapi denganmu. Aku memberimu kesempatan.
- Ada apa? - Lima orang yang tahu apa yang terjadi…
- Ya. - Menlu salah satunya.
Benar?
- Tidak. - Apa-apaan, Billie?
- Dia tak perlu tahu. - Dia mencoba menyingkirkannya.
- Aku yakin tidak. - Dia akhirnya bertemu dengan PM.
Berkat suaminya, yang omong-omong, mengejutkan.
Dia merepotkan, tetapi disukai.
Ganon pikir dia boneka suaminya.
Presiden perlu bilang bahwa dia menyuruhnya memimpin.
Tidak akan.
Presiden ingin tahu apa dia bisa mengurus dirinya sendiri.
- Jika dia takut kepada Ganon… - Tidak.
Itu informasi yang kubutuhkan.
Alasan kau tahu rahasia itu.
Itukah alasannya? Atau kau memintaku mengubahnya menjadi sesuatu?
Entahlah. Mungkin.
- Itu kejelasan yang kucari. - Aku tak punya kejelasan.
Aku menghabiskan tiga tahun membentuk wapres yang menambah waktu kita.
Ini bukan rencanaku.
Dia bisa menangani masalah.
Ada orang untuk berkampanye, mereka tak bisa menangani apa pun.
Persetan, kau melihat kesempatan, kau tak bisa melepaskannya.
Ya, aku tak bisa. Menurutmu siapa yang mengajariku?
Bukan, "kekejaman".
Kekejaman. Membunuh orang dan memotong mereka.
Darya, bilang "kesehatan wanita", mereka pikir mendanai studio yoga.
Aku harus pergi. Baiklah.
Ganon ingin menyingkirkanmu.
Cepat sekali.
Minta maaf bisa memperbaikinya.
Dia berusaha mencegah Teluk memanas.
Aku tak akan meneleponnya dan mengaku salah.
Mungkin sepadan.
Dalam sepekan, Inggris akan menentukan suasana.
- Ganon tak akan ingat semua ini. - Bu.
Kau tak akan berada di sini seminggu lagi.
Kau belum terdaftar.
Ganon harus menjelaskan, tapi jika menyalahkan Hal,
itu akan meyakinkan.
Kau memanggilnya Hal.
Kali pertama.
Maaf.
Semua orang begitu setelah mengenalnya. Kurasa kau mengerti.
Benar.
Mungkin tak apa-apa.
Apa maksudnya?
Kau tak tampak senang berada di sini. Ini bukan Jalalabad.
Seseorang menembakkan misil ke kapal di Teluk Persia.
Aku berdiri karena menghindari pertumpahan darah
- di Teluk. - Maaf.
Hanya bertanya.
Siapa yang membuat berita?
Latihan.
Aku memakai gaun, dengan kuda.
- Vogue Inggris. - Astaga.
Astaga, aku benci ini.
Apa?
Tahu siapa yang tak bisa kau pecat?
Cinderella.
Aku tak yakin apakah ini jadwal yang sama. Kurasa tidak ada yang berubah.
Panjee, tolong cari Leonard.
Artikelnya baru terbit besok, tetapi akan ada foto di situs web.
Brilian sekali. Kesayangan media saat matahari terbit.
- Luar biasa. - Benar.
Sudah kubilang kau siap.
Kau dan aku berusaha untuk meluncurkanmu.
Menendangku ke tengah aksi
agar aku membuat janji yang tak kutepati, dan mengasingkan atasan
untuk akses strategis yang tak penting.
Kini kita mengalihkan perhatian menggunakan berita media
untuk membuatku menarik bagi wanita.
Kau sombong.
Kancingkan.
Juga misoginis.
Kau sahabat baru Perdana Menteri. Kau akan terkenal.
Aku bisa dapat seks oral untuk panggilan itu.
Aku tak mau terkenal. Kau sangat terkenal hingga orang enggan bekerja denganmu.
Kenapa pakaian ini 1.600 dolar? Ini bahkan tak punya saku.
Membuat bokongmu tampak fantastis.
Kita tampak keren.
Aku bukan penyuka gaun.
- Kau menyembunyikannya dengan hebat. - Ya.
Kita foto candid untuk artikel Vogue,
lalu beberapa potret formal untuk kita.
Korban meningkat. Ada 41 tewas.
Ya.
Bu, Uma di luar, kapan pun kau siap.
-Uma? - Reporter.
Mereka mungkin ingin bantuan untuk mencari.
Ada seseorang yang harus kuhubungi di Pentagon.
Bu, aku akan bicara dengannya.
Aku akan bicara dengan Uma.
Berikan ponselmu.
Namanya Gerald Tober. Dia mengurus pencarian dan penyelamatan maritim.
Aku pernah melakukan tugasmu.
Itu lebih baik daripada ini.
Bu.
Maaf soal hari ini. Kau tahu soal Dennison…
Tak apa.
- Hal membuat keajaiban, sulit ditolak. - Lain kali aku akan tahu.
Tidak. Itu seperti narkoba. Tak bisa menolak.
Dia akan pergi.
- Benarkah? - Lihat dirimu. Ini sempurna.
- Kurasa begitu. Benar? - Tentu saja.
- Ayo lihat dengan cahaya. - Ya.
Frances?
Pak Hayford.
Kenapa kau bilang tentang seprainya?
- Kau bilang dia memeriksa seprainya. - Di Kamar Adams.
Kau meminta informasi yang relevan. Itu kamar tamu.
Mereka tak tidur satu ranjang.
Aku tak mau mempersulit pekerjaanmu,
tetapi akan bagus jika tak ada fotoku
yang sedih di kejauhan saat aku membelai leherku sendiri.
Bu, bisa bicara sebentar?
Apa Pak Wyler akan pergi?
Ya.
Dia akan kembali?
Dia akan membantuku bangkit, lalu dia akan pergi.
Ini pekerjaan dua orang.
Bu Dursley bisa merencanakan menu tanpa bantuan Hal Wyler.
- Ya, tapi… - Presiden meminta bantuanku.
Bagaimana mungkin aku mengungkit kegagalan pernikahanku?
- Bu… - Ini asyik, aku merasa kita dekat.
Aku harus mengganti sepatu
karena Uma dan Pippa berpikir aku tampak kuat dengan sepatu hak tebal.
Ya.
Kalian akan bercerai.
Tidak.
- Apa Gedung Putih tahu? - Tak ada yang perlu diketahui.
Duta Besar bilang pernikahanmu berakhir.
Pernah menikah?
Ini tak akan berhasil jika dia bercerai.
Tak bisa di posisi wakil presiden jika dia bercerai.
Dia akan menerimaku.
Aku harus bicara dengan Billie. Kau urus dia dan Presiden…
Jangan beri tahu siapa pun. Dia akan menerimaku.
Aku berbuat…
hal yang membuatnya ingin meninggalkanku, dan aku tidak akan melakukannya lagi.
Kau di sini dua jam, menelepon satu kali, lalu Menlu ingin memecatnya.
Aku menyebalkan, tetapi itu tak akan berhasil tanpaku.
Baiklah.
Beri tahu dia. Jika dia mau, bagus. Aku tak mau sembunyi-sembunyi.
Aku tak bisa bilang, dia akan mengacaukannya!
Dia benci kamera, mikrofon, dan orang.
Dia melukai dirinya sendiri karena harus baik kepada wartawan.
Siapa berpikir dia harus menjadi wapres?
Dia yang kau inginkan.
Bukan Grace Penn, bukan aku.
Orang dengan temperamen menang kampanye tak seharusnya memimpin apa pun.
Itu aturan dunia, orang yang suka kekuasaan tak boleh memilikinya.
Tak bisa menghilangkan bagian berhadapan dengan publik.
Maka, kita di sini.
Di negeri topi.
Dia katak di dalam panci berisi air. Waktu kita enam bulan.
Naikkan suhu perlahan, dia tidak akan melompat,
tetapi jangan bilang kau merebusnya.
Metafora ini membuatku percaya diri.
Billie bilang kau pandai melakukan ini.
Aku pandai hal ini meski ada kekacauan di sekitarku. Kita bawa dia ke sana.
Tidak jika dia tidak mau.
Atau kau.
Dia menginginkanku. Dia mencintaiku.
Jangan dipikirkan, itu akan menghancurkan hatimu.
Menjauhlah selagi ada cahaya.
Terima kasih.
Lihat saya. Bagus.
Silakan pindah ke kereta.
Terima kasih, cukup.
Hei.
Mereka terus menyentuhku.
Itu bagian dari tugas.
Aku menggaruk wajah dan celana dalamku, kurasa ada lipstik di bokongku.
- Tidak. - Baiklah.
Hei.
Kau tampak luar biasa.
Mau jalan-jalan?
Ya.
Bisa.
Lihat dia.
Seperti putri.
Duta Besar.
Jika kau memakainya dan berjalan, itu akan melunak.
Itu akan mematahkan pinggulku.
Rasanya kecil. Bukankah begitu?
- Bahunya longgar. - Ya.
Mari minta Jonathan membawa kita ke van dan pergi ke penjahit.
- Celananya pendek, ya? - Kita akan cek.
Baiklah. Apa kabar?
Terima kasih.
Boleh kuperbaiki dasimu?
- Ya. Kurasa aku mengacaukan simpulnya. - Baiklah.
Kau aman, ini sangat ringan, kau akan segera sadar.
Terjemahan subtitle oleh Anggelia Yovinta
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.