Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
ADMINISTRASI FILM TIONGKOK
Istriku sayang,
Tolong bicara dengan putramu segera.
Dia tidak mau dengar siapa pun sekarang.
Sikapnya belakangan ini sulit sekali.
Apa pun yang kukatakan,
masuk kuping kiri keluar kuping kanan.
Dia bilang tak mau rayakan ulang tahun denganku tahun ini.
Aku tidak tahu apa yang merasukinya.
Bisa kau bantu aku?
Aku akan putar lagu "Dengar Ayah",
untuk menjernihkan jiwanya sedikit.
Jika tidak, percayalah,
dia akan segera meninggalkan keluarga ini.
Seharusnya aku memelihara daging panggang saja.
Jangan hanya berdiri dan menonton.
Anak laki-laki selalu lebih dekat dengan ibunya.
Bagaimana kalau begini?
Aku akan membakar dua rumah lagi untukmu.
Dan kau datanglah ke dalam mimpinya.
Lakukan sesuatu, baik?
Selesai.
Ke sini, Nak.
Ibumu ingin bicara padamu.
Silakan. Aku mendengarkan.
Ibumu memilihkan lagu untukmu.
Dewasalah.
Nak,
hari ini
adalah ulang tahunmu yang kedelapan belas.
Kita harus merayakannya dengan pantas.
Jangan khawatir,
Ayah sudah mengatur semuanya.
Ya, ya, aku tahu.
Nak.
Tahun ini, Ayah menyiapkan
hadiah spesial untukmu.
Ini sangat berharga.
Aku tidak sabar.
Selamat ulang tahun, Bro!
Kau mencapai delapan belas tahun lebih dulu.
Aku sudah pesan lapangan sore ini.
Sebagai hadiah ulang tahunku untukmu.
Jadi, apa rencana tahun ini?
Jangan bilang kita ke McDonald's lagi.
Namaku Eleven Zhang.
Hari ini,
aku genap delapan belas tahun.
Katanya anak tanpa ibu tumbuh seperti rumput liar.
Aku sangat memahami ucapan itu.
Ayah, potong rambutku.
Kenapa?
Katanya rambutku seperti sarang ayam,
dan mereka mau mengerami telur di kepalaku.
Abaikan saja mereka.
Nenek akan membantumu mencucinya sampai bersih.
Potong saja, semuanya.
Ini peninggalan ibumu.
Mereka hanya iri pada rambut keritingmu.
Tidak.
Aku tidak punya ibu.
Aku benci rambut keritingku.
Apa katamu?
Katakan sekali lagi?
Jangan membentaknya,
Hari ini hari ulang tahunnya.
Tidak bisakah kita makan dengan tenang?
Tidak apa-apa, Eleven.
Nenek akan mencuci rambutmu.
Tapi ingat,
jangan pernah bilang kau tidak punya ibu.
Itu akan menghancurkan hatinya.
Nak.
Ponselku tertinggal.
Ayah pergi ke pabrik.
Ada makanan di panci, ingat untuk makan.
Buah ada di kulkas.
Aku sudah memberi makan anjing, jangan khawatir.
Apa perlu kukunci pintunya?
Baiklah.
Apa?!
Lucky Jr.
8930m Lucky Jr.
80930m
80930 Yen.
Ini?
Ayolah. Yang mana yang kau mau?
Lucky Jr. Yang ini?
Tidak bisa dipercaya.
Ini yang terakhir.
Hei, Lucky Jr.
♪
Nenek,
Siapa Dongyu itu?
Dia bukan orang biasa.
Dia ibumu.
Dulu,
dia adalah "Pengantin Heroik" di kota ini.
Pengantin di jembatan ini, dengan keberaniannya memberi warna pada kota.
Peringatan.
Aku Li Dongyu,
pemilik buku harian ini.
Jika ada yang membaca tanpa izin,
akan dikutuk dengan kemalangan tanpa akhir:
Ujianmu akan gagal.
Cinta akan kandas.
Pasangan akan selingkuh.
Tersedak setiap hari.
Tertabrak di jalan.
Disambar petir.
Dan terbakar di neraka selamanya!
Dewasalah, Kak.
Namaku Li Dongyu.
Ayahku yang memberiku nama ini.
Dong-yu.
Artinya
giok berharga dari Timur.
Hei, bukannya kau jago memanjat pohon?
Aku tidak bisa.
Dongyu,
biar kulihat.
Ada apa?
Ayah.
Ayah.
Layang-layang Kucing Hitamku tersangkut di pohon!
Hmm... sepertinya bukan cuma milikmu yang ada di sana.
Diamlah.
Ayahmu hebat sekali!
Dia seperti Raja Kera!
Nah... inilah ayahku.
Li Dacheng, kau sudah gila?
Kau pikir ini heroik, hah?
Tenang, tenanglah...
Kenapa tidak ada orang lain yang memanjat ke sana?
Dongyu yang menginginkannya.
Ayah! Ibu!
Dongyu, putri kecilku...
Meski Ayah selalu sibuk,
setiap kali pulang dari perjalanan bisnis,
dia akan membawa kami segala macam barang indah.
Seperti baju cantik,
dan bermacam perhiasan berkilau.
Oh iya,
Ayah juga sering membawa pulang banyak
boneka hula.
Tuan Panda bilang,
aku mengantuk sekali, Dongyu,
lihat lingkaran hitam di mataku.
Waktunya tidur, ayo.
Ayo.
Ayah,
kepalamu berdarah.
Berdarah?
Ini bukan darah.
Ini medali kehormatan.
Lalu kenapa Ibu memanggilmu bodoh?
Nah, itu tergantung bagaimana kau melihatnya.
Jika kau percaya
sesuatu layak dilakukan,
maka jangan pedulikan kata orang,
cukup berani dan lakukanlah.
Dongyu,
saat kau dewasa nanti,
kau akan menghadapi banyak hal,
termasuk tantangan yang tak bisa kau bayangkan sekarang.
Tapi,
jika kau percaya sesuatu layak dilakukan,
jangan pedulikan kata orang,
cukup berani dan lakukanlah.
Jangan bangunkan Ibu.
Waktunya tidur.
Jadilah anak baik.
Tutup matamu dan tidur nyenyak.
Ayah adalah cahayaku.
Aku ingin menjadi sepertinya saat aku dewasa.
Sampai suatu hari...
Jangan bergerak!
Siapa namamu?
Li Dacheng.
Kau dicurigai melakukan kejahatan keuangan.
Ikut kami.
Ayah Li Dongyu adalah pembunuh!
-Pembunuh! -Hajar dia!
-Hajar dia! -Hajar dia!
Pembunuh!
Liu Pihai, hentikan!
-Jangan katakan itu! Pergi dari sini. -Berhenti menyebar rumor, pergi!
Dia bukan pembunuh.
Ayo, pergi dari sini.
Tak lama setelah Ayah dibawa pergi,
dia jatuh sakit parah
dan meninggalkan kami.
Cahayaku
tiba-tiba padam begitu saja.
Lucky Jr.
Lucky Jr.
Kembalilah.
Kembalilah.
Lucky Jr.
Hei, bos muda.
Ayahmu ada di dalam.
Baik.
Cepat, siapkan barangnya. Kita diburu.
Sayang.
Ayo pergi.
Aku tidak bisa menerima uang ini.
Ayolah, terima saja.
Kau sudah banyak membantuku.
Jangan rewel.
Ini bukan untukmu, ini untuk anak itu.
Simpan, simpanlah.
Nak?
Kenapa kau ada di sini?
Ayah, Ayah, Ayah!
Kau menghimpit Lucky Jr., Ayah.
Ayah.
Lucky Jr.
Berikan kuncinya padaku.
Kunci apa?
Kunci rumah.
Dasar pelupa.
Eleven, kau semakin kuat.
Terima kasih, Paman Liu.
Ingat untuk mengunci pintu lain kali.
Aku sudah menguncinya.
Kalau begitu anjingnya tidak akan kabur.
Tunggu sebentar.
Apa?
Biar aku sendiri yang melakukannya.
Pakai ini.
Tidak.
Tidak perlu pamer barang bagus.
Aku pergi dulu.
Hati-hati.
Rambut anak itu sama dengan ibunya.
Dongyu.
Dongyu!
Dongyu!
Datang!
Setelah bertahun-tahun berusaha keras,
aku akhirnya masuk ke ibu kota,
SMA 1 Provinsi yang bergengsi.
Aku berangkat!
Ibu pindah demi aku
dan membuka toko video di sini. -Bekal.
Halo.
Tampan, kan?
Oh, benar.
Aku lupa bilang,
Liu Pihai juga masuk SMA 1.
Tidak bisa lepas darinya.
Maaf.
Kursi ini sudah ada yang menempati.
Yang ini juga sudah ada.
Kau bisa duduk di sini.
Putri seorang pembunuh
dan putri seorang pelahap.
Sangat serasi!
Berdiri!
Selamat pagi, Pak.
Selamat pagi, semuanya.
Silakan duduk.
Berbicara soal deskripsi teratai,
dua puisi klasik ini
sama-sama menggambarkan bunga teratai.
Teratai muda baru tunjukkan ujungnya,
capung sudah hinggap di sana.
Pak?
Ada apa?
Aku harus ke kamar mandi.
Kelas baru saja dimulai.
Perutku sakit.
Terima kasih, Pak.
Cepatlah.
Terima kasih, Pak.
Nah, dua puisi ini
sama-sama menggambarkan bunga teratai.
Zhu Ziqing,
setelah lulus dari Universitas Peking,
pernah kembali ke kampung halamannya...
Hei, boleh aku pinjam ini nanti?
Kau boleh ambil makan siangku.
Lalu kembali ke Beijing.
Pada usia dua puluh tujuh...
Lapor!
Masuk.
Pada usia dua puluh tujuh,
dia pergi ke Universitas Tsinghua.
Dan "Cahaya Bulan di Kolam Teratai."
Pak?
Ada apa lagi?
Liu Pihai buang air di celana.
Apa yang kau bicarakan-
Kau berbohong, Li Dongyu!
Aku tidak berbohong.
Aku bisa menciumnya. Baunya busuk!
Siapa...
Aku tidak melakukannya!
Ini tidak...
Apa yang menempel di pantatku ini?
Tidak, dengarkan aku...
Tidak...
Keluar!
Aku tidak percaya ini.
Setiap semester selalu ada yang buang air.
Cium baunya!
Keluar!
Pergi! Pergi! Pergi!
Bantu dia!
Jangan khawatir.
Itu hanya kejang epilepsi.
Kau baik-baik saja.
Kau baik-baik saja.
Kembali ke kelas sekarang.
Baik, terima kasih, Bu.
Kau baik-baik saja?
Pelan-pelan saja.
Bermain-main sepanjang hari.
Sekarang kau malah bolos kelas.
Bolos kelas, bolos kelas, bolos kelas!
Nila setitik rusak susu sebelanga.
Kontes Bintang Menari?
Huh!
Kira kau Michael Jackson?
Biar kusobek ini untukmu.
Kau boleh menyobek ini,
tapi tak bisa merobek semangatku.
Selama hidup masih berjalan,
pertunjukan harus terus berlanjut.
Kau baik-baik saja?
Ayo pergi, Hao.
Kau tidak punya payung?
Kalau kau punya masalah, hadapi aku.
Jangan ganggu dia.
Jadi kau menjebakku, ya?
Melaporkanku ke guru?
Membuatku jadi badut di depan semua orang?
Liu Pihai, kau cari masalah?
Kau tahu betapa menakutkannya dia saat kambuh.
Aku bahkan tidak makan kedelai tadi pagi.
Dari mana asal kecap ini?
Tunggu sebentar.
Kau pikir aku takut padamu?
Diam!
Sombong sekali kau ini.
Menindas gadis? Siap-siap saja mati.
Apa masalahmu?
Membawa tujuh pria
hanya untuk menghadapi kami dua gadis?
Kau tidak punya malu?
Hajar mereka!
Tunggu saja saat Tahun Baru nanti,
akan kusumpal mulutmu dengan petasan,
dan meledakkan otakmu sampai bersih.
Lihat wajahmu itu,
tak pernah disayangi sejak kecil.
Tak ada pelukan paman, tak ada pujian nenek.
Pipi kiri perlu tamparan, kanan perlu tendangan.
Ditendang keledai, babi pun jijik padamu.
Buang oksigen saat hidup, buang tanah saat mati.
Lahir jadi mentimun, pantas dipukul kepalanya!
Hei, dengar ya...
Apa? Apa?
Ejek saja. Aku tutup telingaku.
Ibumu itu iblis, sudah jelas,
tulang putih, cakar hitam dekat,
menarik celana ayahmu, oh tidak!
Beraninya kau menarik celana ayahku?
Kau yang...
Ejek aku? Aku tidak peduli.
Di Utara ayahku punya harta:
klakson besar untuk dibunyikan.
Kutembakkan kotoran ke hidungmu!
Hujan ini tidak punya waktu yang tepat.
Entah mau turun sekalian,
atau berhenti saja!
Jadi kau seorang pesulap?
Aku pergi.
Dongyu, ayo pergi.
Ya ampun, aku terkesan.
Aku sungguh sangat terkesan.
Kupikir kau bahkan tidak bisa bicara.
Bukannya aku tidak bisa bicara,
aku tidak ingin orang menertawakan aksenku.
Apa yang salah dengan aksenmu?
Kalau bukan karena kau, kita sudah mati sekarang.
Oh, ayolah!
Oh benar, siapa namamu?
Aku bahkan tidak tahu.
Oh, nama keluargaku Wang.
Namaku Wang Caixia.
Wang Caixia.
"Cai" yang mana?
"Cai" yang berarti warna-warni.
Oh.
Caixia.
Ngomong-ngomong, Dongyu,
terima kasih sudah membantuku
saat aku kambuh,
kalau bukan karena kau...
Bukan masalah besar.
Dongyu.
Hei.
Apa yang kau lihat?
Tidak ada.
Ayo pergi.
Baik.
Dongyu.
Dongyu.
Datang.
Bagus! Ini hari Jumat!
Seperti biasa, nonton di rumahku.
Ayo pergi.
Ayolah,
apa maumu?
Mau cari gara-gara lagi?
Surat cinta?
Bukan, bukan itu.
Aku menulis surat ini
-atas kefasihanmu... -Berhenti membaca.
Dengan rasa hormat dan rinduku...
Kukira itu surat cinta.
Penaklukan lewat kebajikan.
Biar kutanya sesuatu.
Jika ini benar surat cinta,
apa kau akan menerimanya?
Apa kau mau?
Tentu saja tidak.
Ternyata kau tidak buta.
Siapa yang mau pada Liu Pihai?
Teruslah menonton.
Baiklah.
Datang.
Akhirnya ketemu.
Harganya berapa?
Ayolah.
Seratus lima puluh.
Kau penggemar "A Chinese Ghost Story"?
Ya. Itu dan "Green Snake" juga.
Itu film favorit kami.
"Kami"?
Ya iyalah!
Siapa yang tak naksir Joey Wong?
Sampai jumpa.
Caixia.
Sepertinya aku jatuh cinta.
Li Dongyu, apa kau tak...
Pelankan suaramu.
Li Dongyu, kau nakal sekali.
Apa masalahnya?
Siapa orangnya?
Beritahu aku.
Siapa? Siapa orangnya?
Beritahu, aku tak akan bilang siapa-siapa.
Siapa? Siapa?
Siapa orangnya?
Yang mana?
Lupakan saja.
Tapi tolong aku satu hal.
Baik.
Malam ini...
Kau dan aku...
Kau jenius.
Hai.
Perjalanan hidup...
Hei, aku belum selesai.
Pergi sana, pergi!
Senior.
Berhenti mengikutiku! Apa maumu?
Senior.
Jangan lompat!
Serius?
Jangan mendekat!
-Jangan mendekat. -Lihat aku.
Tidak, tidak, tidak!
Ini aku.
Tidak, tidak! Jangan, jangan!
Kita pernah bertemu.
Buka matamu dan lihat aku.
Ini aku.
Apa kau gila?
Aku punya perasaan padamu.
Bukan begitu caranya.
Namaku Li Dongyu.
Tolong berhenti.
Kita terlalu muda untuk ini.
Lagipula,
hatiku sudah terisi...
Oleh tarian!
Ya,
aku penerus Aaron Kwok.
Raja tari masa depan di Tiongkok.
Semoga kau juga menemukan impianmu.
Tunggu, Raja Tari.
Sebenarnya...
Jadi kau
juga seorang penari!
Tentu saja.
Ngomong-ngomong,
aku sudah daftar kompetisinya.
Aku akan melihatnya di panggung.
Kau seperti burung puyuh di rumah pengasuhku.
Cukup!
Tiga, empat...
Apa kau serius soal ini?
Memangnya tidak kelihatan?
Aku tahu seseorang
yang mungkin bisa membantu.
Siapa orangnya?
Itu dia!
Namanya Ning Chaoyang.
Dia pemenang pertama kompetisi ini.
Kudengar gebetanmu pernah menemuinya.
Dia menolaknya.
Bagaimana kau tahu?
Pihai memberitahuku.
Apa katamu?
Pihai memberitahuku.
Siapa?
Pihai memberitahunya.
Aku saja bisa dengar.
Guru!
Ini bukan soal uang.
Aku sudah berhenti menari bertahun-tahun.
Permisi.
Aku punya pekerjaan.
Apa dia benar penari?
Dia sama sekali tidak terlihat seperti penari.
Ning Chaoyang, anak durhaka!
Jadi sekarang kau merokok, ya?
Tidak, sama sekali tidak.
Ini hanya salah paham.
Aku hanya mencoba menyalakan api.
Kubilang padamu,
jika kau tak selesaikan kerjaanmu hari ini,
tidurlah di luar bersama Wangcai.
Aku pasti akan menyelesaikannya.
Bisa kalian pergi?
Aku bisa bantu kau.
Bantu aku?
Bersihkan ini, rebus,
lalu goreng untukku.
Mungkin kita harus menyerah.
Ya, mungkin sebaiknya begitu.
I-itu bergerak!
Masukkan! Masukkan!
Aku tak mau pergi.
Aku tak mau pergi.
Ayolah!
Aku mau tidur sebentar.
Kau tidur di sini? Cepatlah!
Lumayan.
Terima kasih bantuannya.
Jadi sekarang bisa kau ajari kami?
Tidak.
Tapi kami sudah lakukan semua ini...
Itu pilihan kalian sendiri.
Kapan aku setuju mengajari kalian?
Dasar orang tua brengsek!
Mungkin kau harus mempertimbangkannya.
Kau baik sekali.
Kalau begitu, setujui syaratku.
Baik, aku setuju.
Bantu aku menyiapkan ulat bambu di siang hari,
dan kita latihan menari di malam hari.
Sepakat.
Ayo latihan gerakan locking.
Begitu, ayo!
Enak?
Perhatikan pinggangmu, lihat, lihat.
Gerakanmu salah.
Minumlah dulu.
Aku tidak haus.
Begitu.
Tidak sesulit itu, teman-teman!
Dongyu.
Ayo ulangi gerakannya.
Lebih tinggi lagi.
Lebih tinggi lagi.
Sedikit lagi dan selesai.
Istirahatlah, anak muda.
Aku sudah tahu sejak awal.
Siapa yang mau mengajak lawan
untuk berlatih bersama?
Kau suka anak itu, kan?
Gadis bodoh, apa kau tahu
tiga besar kompetisi ini
akan dikirim ke Shenzhen untuk pelatihan?
Maksudmu jika dia terpilih,
dia akan ke Shenzhen?
Cinta memang menyakitkan di umurmu...
Kenapa kita masih di sini? Ayo pergi!
Beberapa hari lagi, dia akan jadi tiga besar.
Apa yang kau lakukan, Li Dongyu?
Kau mengirimnya pergi.
Aku tak akan pergi.
Sudah terlambat sekarang.
Dia sudah jadi raja tari.
Dongyu.
Dongyu,
terima kasih.
Untuk apa?
Terima kasih telah membawa kami ke sini.
Kami sudah berkali-kali gagal.
Entah bagaimana kau meyakinkannya,
tapi bagaimanapun,
kau penari yang patut dihormati.
Semoga berhasil lusa nanti.
Sebenarnya, aku sudah keluar dari kompetisi.
Kenapa?
Kau sudah melihatnya beberapa hari ini.
Aku memang tidak berbakat.
Tapi kau berbakat.
Kau punya kemampuan itu.
Apa kau pikir begitu?
Gerakan yang membuatku bingung
dikuasai olehmu hanya dengan sekali lihat.
Jadi lakukan yang terbaik lusa nanti.
Panggung lebih besar menantimu di Shenzhen.
Selama hidup terus berjalan-
pertunjukan harus tetap berlangsung.
Lebih keras!
Pertunjukan harus tetap berlangsung.
Pertunjukan harus tetap berlangsung.
Sakit, sakit, sakit!
Tolong! Hao jatuh ke kandang babi!
Oh, memalukan sekali!
Sayang sekali.
Dia tidak mungkin bisa ikut lomba besok.
Aku minta maaf soal ini!
Tidak apa-apa.
Jangan khawatirkan aku.
Aku pasti bisa hadir besok.
Hati-hati.
Naiklah, berbalik. Ayo.
Ayo pergi.
Tidak apa-apa.
Setidaknya kita sudah mencoba.
Kenapa kau begitu berat?
Jangan khawatir, teman-teman.
Aku akan cari cara untuk besok.
Terima kasih, Tim nomor 78, Super Speed.
Dengan gerakan tari mereka yang unik,
mereka mendobrak batas menari.
Mau ke mana kau?
Aku tidak bisa melakukan ini sendiri.
Siapa bilang kau menari sendiri?
Kaki Liu Hao patah.
Siapa lagi yang bisa menari denganku?
Jangan khawatir. Sudah kuatur semuanya.
Apa-apa sebenarnya rencanamu?
Tak masalah. Giliranmu!
Tim Sinyal Petir, panggung milik kalian.
Tapi-
Pergilah!
Semoga berhasil!
Caixia, apa kalian siap?
Jangan mendesakku, aku sedang berusaha.
Di mana mereka berdua?
Datang, datang!
Hati-hati, hati-hati, hati-hati!
Cepat, cepat, ayo!
Aku bisa.
Apa yang kau lakukan?
Kembali!
Apa katamu?
Kembali!
Tiga, dua, satu,
Cepat kembali!
Kembali ke sini sekarang!
Dongyu, bantu!
Beri aku sorakan yang meriah!
Aku yang mengajarinya.
Penampilan luar biasa tadi
membuatku benar-benar merinding.
Maaf aku terlalu bersemangat.
Tapi aku tidak sabar menunggu
pendapat para juri tentang ini.
Sepuluh poin!
Sepuluh poin!
Sepuluh poin!
Sepuluh poin lagi!
Dan skor akhirnya adalah...
Sepuluh juga! -Nilai sempurna!
Teman-teman, ini momen bersejarah.
Aku percaya mereka pantas
tercatat dalam sejarah tari.
Mereka patut dikenang.
Lihat, guratan namanya berantakan.
Tidak apa-apa.
Bisa kau ukir namaku juga?
Pergi sana! Apa urusannya denganmu?
Dongyu, Dongyu.
Ini untukmu.
Untukku?
Tanpamu,
kami tidak bisa menyelesaikan kompetisi.
Terima kasih, Dongyu.
Simpanlah.
Baiklah kalau begitu.
Aku harus pergi.
Aku akan mengantarmu ke stasiun kereta.
Sampai jumpa.
Bisa kalian berhati-hati?
Dongyu.
Maafkan aku.
Kau duluan saja, aku kehabisan napas.
Aku pergi dulu,
istirahatlah, ya?
Nona, apa yang terjadi dengan temanmu?
Nona! Nona!
Nona, ada apa dengannya?
Di mana kau, yang berulang tahun?!
Ada urusan, aku tak bisa datang.
Kau tidak datang?
Beraninya kau!
Aku sudah pesan tempat ini untukmu!
Salahku, salahku.
Lain kali aku yang traktir.
Kau yang traktir?
Kau benar-benar keterlaluan!
Terserah, pergi sana.
Terima kasih, kawan.
Panggil aku ayah baptis.
Kau mau pergi ke luar negeri,
bukan ke pemakaman, tahu?
Bukan berarti kita tidak akan bertemu lagi.
Bagaimana bisa kau sesantai ini?
Apa kau tahu seberapa jauh Amerika?
Apa yang harus kulakukan jika aku merindukanmu?
Yah, jika kau merindukanku,
kau bisa menulis surat untukku.
Atau kembali saja.
Kembali? Mudah bagimu bicara begitu,
Semuanya, waktunya berfoto.
Lihat ke sini, semuanya.
Tiga, dua, satu...
Sekarang tersenyumlah, semuanya.
Kalian resmi lulus!
Setelah SMA, Caixia pergi ke Amerika dengan orang tuanya.
Sedangkan aku,
aku masuk universitas di Guangzhou.
Di mana tepatnya?
Aku diterima!
Itu luar biasa!
Ibu ingin memindahkan toko video kami ke sana,
tapi untungnya sewa di Guangzhou terlalu mahal.
Melegakan sekali.
Aku tak ingin dia merusak kehidupan kuliahku.
Tapi kuliah tidak semenyenangkan bayanganku.
Aku hanya ke asrama, kelas, dan kantin.
Ini sama sekali bukan yang kubayangkan.
Meskipun ada satu hal:
tempat karaoke baru buka di dekat kampus.
Aku dan teman-temanku akan mencobanya akhir pekan ini.
Ayo, ayo, Rendezvous '98,
Ayo, ayo, Rendezvous '98,
Bertemu di bawah sinar bulan perak.
Aku mabuk, aku harus ke kamar mandi.
Apa?
Aku bilang aku harus ke kamar mandi!
Apa?
Aku bilang aku harus ke kamar mandi!
Halo, cantik.
Sendirian saja malam ini?
Aku suka sikapmu.
Tidak perlu terburu-buru,
biar kutraktir makan malam steak.
Kita minum XO,
kualitas terbaik.
Maaf, aku punya pacar.
Di mana dia?
Di mana dia?
Bawa dia ke sini.
Kita buat pesta.
Mari bersenang-senang bersama.
Ada masalah apa? Menipu?
Ini pacarku.
Kau? Kau pacarnya?
Benar, aku pacarnya.
Lalu kenapa?
Kita bisa bergantian.
Dia bisa memilikimu di siang hari,
aku ambil giliran malam.
Dengar, manis,
pikirkan apa yang kau tolak.
Lihat jam ini?
Rolex yang bagus!
Hei, tampan,
kenapa tidak ajak aku jalan malam ini?
Aku bisa melakukan semua yang dia lakukan.
Ayo, cobalah.
Bagaimana menurutmu?
Jangan sentuh aku!
Cuma sentuhan kecil.
Aku selesai malam ini.
Tenggorokanku sakit karena bernyanyi.
Apa kau sudah gila?
Kau berani mengganggu Pak Liu?
Kalian duluan saja.
Dia yang lebih dulu melecehkan pelanggan.
Berhenti mengada-ada.
Sekali lagi, kau kupecat!
Tuan Wang, Tuan Wang.
Aku punya nomor Tuan Liu.
Apa kau baru saja dimarahi?
Tidak.
Mereka justru memberiku kenaikan gaji.
Hei, terima kasih.
Tidak masalah.
Jadi... pacarmu menjemputmu?
Aku tidak punya pacar.
Awas!
Aku tahu ini sangat dramatis,
tapi bukankah beginilah
semua kisah cinta dimulai?
Bibi, aku mau
kentang parut
dan miju-miju.
Aku pergi dulu.
Coba lihat ini!
Ini, cepat, mumpung masih panas.
Aku lapar sekali.
Ini, makanlah sedikit.
Tidak, aku tidak lapar.
Patroli kota! Mereka datang!
Cepat, pergi!
Aku pergi dulu.
Pergi, pergi, pergi!
Dia berhenti dari bar karaoke
dan mulai berdagang di jalanan.
Saat aku tidak ada kelas,
aku membantunya.
Meski hidup kami pas-pasan,
setiap hari yang kami lalui
terasa bahagia dan bermakna.
Tuan, mau beli sesuatu?
Kartu telepon untuk dijual.
Nona, mau beli?
Beli satu gratis satu!
Tuan, mau kartu telepon?
Dua puluh lima, harga pas.
Dua puluh lima?
Itu di bawah harga pasar.
Lihat betapa tipis stoking ini.
Bisa sobek setelah dua kali pakai.
Tidak elastis, semuanya longgar.
Dan baunya seperti bahan sintetis.
Kami tidak mau membelinya.
Nona, Nona! Kembali.
Dah.
Ada yang bocor.
Ayo, ayo!
Lompat katak!
Aku beli daging sapi.
Malam ini kubuatkan mi sapi.
Terima kasih atas pembeliannya.
Mari kita cari uang.
Sampai jumpa, bos!
Sampai jumpa nanti.
Dah!
Lain kali beri harga lebih murah!
Dua puluh.
Itu sudah sangat murah.
Delapan belas?
Delapan belas?
Tiga belas.
Sepuluh!
Bunga untuk dijual! Mau bunga?
Kualitas terbaik.
Lima.
Baik! Aku ambil.
Kau pun harus beli bunga darinya!
Ini Hari Valentine, mau bunga?
Hei tampan! Tuan!
Mawar ini diberkati dewa asmara.
Kalian akan bersama selamanya,
manis seperti madu,
hingga perak dan emas,
sampai maut memisahkan.
Dan pasti dimakamkan bersama.
Anak muda,
kemari.
Bunga kami hanyalah mawar biasa.
Mari beli darinya saja.
Ayo.
Maaf sayang.
Tadinya aku ingin cari uang malam ini,
agar bisa mengajakmu ke bioskop.
Kau tahu pekerjaan ibuku.
Kita pasti bisa menontonnya nanti.
Benar.
Sama saja.
Lihat es krim mewah itu,
apa bedanya dengan es lilin 80 sen?
Yah, satu-satunya perbedaan adalah
kita sudah coba yang itu tapi belum ini.
Itu benar.
Aku janji padamu,
suatu hari kita makan sepuasnya.
Lima menit lagi.
Dari awal 1996
hingga Juli 1998,
dengan menyuap petugas Bea Cukai Zhanjiang,
dan departemen pemerintah lainnya,
menggunakan metode pelaporan palsu,
pengambilan kargo tanpa izin,
dan dokumen palsu lainnya,
operasi penyelundupan skala besar dilakukan
meliputi mobil, minyak, baja, dan barang lain.
Mereka menghindari pajak bea cukai,
meraup keuntungan ilegal,
menyebabkan kerugian pajak negara,
dan berdampak buruk pada ekonomi.
Dongyu!
Kalian duluan saja.
Baik.
Maaf, sayang.
Ada urusan mendadak kemarin,
tapi aku habiskan mi sapi
yang kau buat untukku.
Bahkan kuahnya pun habis.
Apa yang begitu penting?
Nanti kuceritakan.
Ada kejutan untukmu.
Ayo.
Selamat datang!
Mau rasa apa?
Rasa apa yang kau mau?
Tempat ini terlalu mahal.
Cari tempat lain saja.
Jangan khawatir.
Bisa minta rasa stroberi?
Dan yang pelangi itu. Berapa?
Tiga puluh enam.
Ambil saja kembaliannya.
Mari duduk.
Kita tidak perlu berjualan lagi.
Aku sudah dapat pekerjaan baru.
Apa kau menyembunyikan sesuatu?
Ayolah, aku tidak akan membohongimu.
Lihat,
Kau tidak perlu susah lagi bersamaku.
Perusahaan ini sangat layak,
tunjangan bagus, dan sebagainya,
bos melihat potensiku.
Aku menemukan yang kau sembunyikan di bawah kasur.
Untuk apa ponsel sebanyak itu?
Sayang, bukan itu masalahnya.
Yang terpenting adalah
penghasilanku jauh lebih besar sekarang.
Akhirnya kita bisa hidup seperti impian kita.
Tapi apa uang ini halal?
Maksudmu?
Aku mendapatkan setiap sen dengan kerja keras.
Memangnya dari mana asalnya?
Aku hanya ingin memberimu hidup yang lebih baik.
Apa aku salah?
Kita bicarakan ini nanti.
Bro, ada apa denganmu?
Tidak angkat telepon?
Ayo pergi.
Malah sedang kencan di sini?
Keluar, keluar!
Barangnya sudah ada di dermaga.
Cepat!
Tuan, berhenti di sini.
Tunggu aku.
Hitung dengan teliti.
Siap, bro.
Ayo, berangkat!
Apa yang kau lakukan di sini?
Kau tidak seharusnya di sini.
Bisa kau pulang?
Apa kau tahu apa yang kau lakukan?
Aku bekerja. Kau pulang dulu.
Kita bicara saat aku kembali.
Bekerja? Kau melanggar hukum!
Siapa itu?
Ada orang. Ayo!
Ambil senjatanya!
Ayo, bergerak!
Jaga barang-barangnya.
Berhenti di sana!
Kenapa kau harus datang?
Itu taksimu? Pergi, pergi, pergi!
Cepat, cepat, cepat!
Kau duluan!
Masuk ke mobil bersamaku!
Jalan! Jalan saja!
Dalam kasus penyelundupan terorganisir ini,
tersangka Zhang dan Li,
karena peran mereka yang relatif kecil,
telah dijatuhi hukuman dua tahun penjara
dan denda 50.000 yuan oleh pengadilan.
Dongyu,
jangan kemari lagi.
Jalani hidup yang baik di luar sana.
Aku tidak pantas untukmu.
Topan Hinnamnor, yang ke-11 musim ini,
diperkirakan mendarat malam ini pukul 11.20
di sepanjang pesisir kota kita.
Wilayah pesisir akan dilanda angin kencang
skala 6-7, dengan hujan ekstrem di kota.
Warga diimbau untuk bersiap-siap.
Mengingat potensi risiko topan ini,
pemerintah kota telah menerapkan langkah darurat.
Sembari menjaga keselamatan diri,
warga harus memantau info cuaca
dan mengikuti panduan keselamatan.
Masuklah.
Eleven,
aku mau pergi ke pabrik.
Topan akan datang.
Pastikan semua jendela tertutup.
Apa kau tidak pergi pagi tadi?
Peralatannya tua, mungkin berbahaya.
Aku khawatir.
Kapan kau akan kembali?
Aku akan segera kembali.
Berhati-hatilah.
Tunggu, apa?
Ada yang khawatir.
Kau peduli padaku, bukan?
Putraku punya hati!
Eleven,
mungkin tahun ini kita tak usah ke McDonald's.
Mari coba tempat lain.
Kau sudah cukup dewasa untuk memilih.
Baiklah,
kita bicara saat kau kembali.
Terserah, itu pilihanmu.
Aku berangkat dulu.
Aku tak pernah membenci rambut keritingku.
Setelah mulai bekerja,
orang bilang aku mirip Anne Hathaway.
Tapi saat hujan, rambutku jadi berantakan.
Pagi, Dongyu!
Pagi.
Permisi.
-Pagi, Dongyu. -Pagi!
Pertandingan Tiongkok lawan Brasil mulai!
Cepat, cepat!
Ini Piala Dunia pertama kita, melawan Brasil?
Ini kejam.
Deklarasi pabean minggu lalu.
Bukankah harusnya siap Jumat depan?
Aku punya cara.
Aku harus segera pergi.
Tunggu sebentar.
Aku kembali.
Ambil ini.
Simpanlah, kau butuh ini setelah kerja.
Ambil saja.
Ini tidak gratis.
Bawa kembali minggu depan, ini mendesak.
Nah kali ini,
kau harus menonton film denganku.
Tiket ini sangat sulit didapat.
Jemput aku setelah kerja.
Jadi, kau mau?
Lenganku mulai pegal.
Ini tiketmu.
Jangan membatalkannya.
Aku tak menyangka bertemu Xun di sini.
Spoiler! -Aku akhirnya menikah dengannya.
Halo? Ya, benar.
Panggilan itu dari rumah sakit.
Ibu mendadak kena stroke.
Kondisinya kritis.
Tanpa ragu, aku kembali ke kampung halaman.
Keluar dari pekerjaan.
Dan meninggalkan Xun.
Segalanya di Shenzhen terasa
tak ada urusannya lagi denganku.
Kondisi Ibu sangat buruk,
dia lebih banyak koma.
Aku tak ingat bagaimana aku bertahan saat itu.
Rasanya aku sendirian di dunia ini.
Lihat! Laut!
Merasakan angin laut?
Bisa kalian berdua berbalik?
Ayo.
Tersenyumlah.
Ya, ya, benar begitu.
Sedikit lagi, sedikit lagi.
Setelah menikah,
kami ingin tinggal di kampung
dan memulai usaha kecil.
Dengan pertimbangan matang,
kami memutuskan membuka restoran.
Soda.
Kapan mi kami siap?
Segera datang.
Wow, dagingnya banyak sekali.
Apa kau naksir aku?
Geser sofanya ke kiri.
Mungkin taruh lampu itu di sana.
Jauh lebih baik.
Sekarang tak akan sesak.
Dan di situlah aku menaruh tanaman.
Apa yang kalian lakukan?
Minggir sekarang!
Maaf soal itu, Pak.
Ayo, Sayang.
Maaf.
Lihat, baju kita sama.
Berapa penghasilan kita?
Dibanding bulan lalu,
kita untung 2.000 lebih banyak.
Kau mengejutkanku!
Jadi untuk perjalanan ke Korea bulan depan,
boleh aku naik kelas satu?
Mimpi saja!
Dengar,
ini kesempatan sekali seumur hidup.
Manfaatkan sebaik mungkin, dengar?
Tentu!
Setelah aku bawa teknologi pengolahan instan,
kita akan menjual mi ke seluruh negeri.
Seluruh negeri.
Seluruh negeri?
Kuis! Daging sapi!
Daging sapi!
Sogogi.
Terima kasih.
Pembuat mi otomatis.
Jadong banjukgi.
Bagus.
Delapan ratus tentara berbaris di lereng utara.
Artileri berbaris ke utara.
Artileri takut menabrak tentara.
Tentara takut menabrak meriam.
Ayo, Sayang.
Kita sudah sampai di lereng utara.
Jangan hari ini.
Serius, jangan hari ini.
Jual mahal ya.
Aku suka itu.
Masih menginginkanku?
Apa maksudmu?
Biar aku atur napas dulu.
Aku akan jadi ayah.
Ya.
Aku akan jadi ayah!
Kita akan punya bayi berambut keriting lagi.
Jangan seperti aku,
aku tak mau rambut keriting.
Kenapa dengan rambut keriting?
Itu yang membuatku tertarik padamu.
Kau tidak paham.
Kau bisa merusak tempat tidur.
Pelan-pelan.
Bisa tidak kau
merayakannya sendiri?
Hadirin sekalian, selamat malam!
Kami akan jadi orang tua!
Zhang Yongxun benar-benar keterlaluan!
Meninggalkan istrinya yang hamil?
Aku justru senang dia pergi.
Aku bebas sekarang.
Kami menyebutnya kebahagiaan istri paruh baya.
Katakan sekali lagi?
Aku masih gadis kecil.
Oh sudahlah, pergi sana.
Kau hanya memanfaatkan wajah awet mudamu,
aku mau tutup teleponnya.
Besok pagi aku ada cek kehamilan.
Pergilah.
Jaga dirimu baik-baik.
Dah, dah, dah!
Konyol.
Ibu bilang aku harus dapat kembalian dua yuan.
Dua yuan, kan?
Pintar sekali.
Ini.
Ini kembalianmu.
Silakan.
Bagus sekali!
Yay!
Minta tagihannya.
Segera.
Apa yang terjadi? Ada apa?
Panggil ambulans, cepat!
Minggir! Minggir!
Kau tidak apa-apa?
Panggil 120!
Dongyu! Dongyu!
Pastikan untuk memeriksa dengan teliti.
Baik.
Selesaikan dan segera pulang.
Hampir selesai, tunggu sebentar.
Tahun ini, aku siapkan hadiah spesial untukmu,
ini sangat berharga.
Sayang.
Kau sudah bangun.
Kapan kau kembali?
Bagaimana perasaanmu?
Aku merasa baik.
Kurasa aku bangun terlalu cepat kemarin,
dan gula darahku sedikit rendah.
Kau terlalu dramatis.
Dokter,
kenapa istriku tiba-tiba pingsan?
Apa kau ingat kunjungan terakhirmu,
saat kita menemukan hiperplasia payudara?
Kami sudah melakukan tes.
Hasilnya tidak baik.
Apa maksudmu?
Kami menemukan
tumor di tubuhmu.
Laporan patologi menunjukkan
itu kanker payudara HER-2 positif.
Kita harus segera memulai pengobatan.
Kanker?
Mustahil.
Itu mustahil.
Istriku selalu sehat.
Dan dia tidak punya gejala aneh.
Benar, kan?
Tidak, tidak ada.
Setiap pasien bereaksi berbeda.
Jika lesi kanker
belum menekan saraf dan organ sekitar,
mungkin tidak ada gejala sama sekali.
Pasti ada kesalahan.
Mari periksa lagi.
Kami sudah memastikannya berkali-kali.
Jadi, apa yang harus kami lakukan?
Apa ini bisa disembuhkan?
Saat ini, pilihan terbaik kita
adalah memulai terapi obat target segera.
Obat baru baru saja diluncurkan
dan hasilnya sangat memuaskan.
Jika kondisi memungkinkan, kita bisa coba.
Kalau begitu, pakai obat baru ini.
Kami akan bayar berapapun biayanya.
Di mana kami bisa mendapatkannya?
Obat ini tak boleh dipakai saat hamil.
Ini akan mengganggu perkembangan ginjal janin.
Aku tahu apa yang kau pikirkan,
tapi dari sudut pandang dokter,
utamakan kesehatanmu sendiri dulu.
Kondisimu cukup serius.
Cara pengobatan terbaik
adalah segera mengakhiri kehamilan.
Kami tidak akan mempertahankannya.
Kami tidak akan mempertahankan bayinya.
Mari ikuti rencanamu.
Sayang,
dengarkan aku, aku di sini bersamamu.
Mari obati kankernya dulu.
Tidak apa-apa.
Semua akan baik-baik saja, pasti baik.
Tolong ikut aku dan tandatangani suratnya.
Istirahatlah.
Tunggu aku.
Dokter, kapan kami bisa operasi?
Tolong atur secepat mungkin.
Kami bisa lakukan aborsi besok pagi.
Di mana aku harus tanda tangan?
Tidak perlu terburu-buru.
Kenapa kau tidak duduk dulu?
Tidak apa-apa, aku baik-baik saja.
Tidak perlu terburu-buru.
Tadi, di depan pasien,
aku tidak menceritakan semuanya.
Dalam kondisi normal,
kanker payudara tidak membuat pingsan.
Jadi kami melakukan pemeriksaan tubuh.
Dan di tengkoraknya,
kami menemukan tiga tumor lagi.
Tapi kau bilang itu kanker payudara?
Bagaimana bisa jadi tumor otak?
Dokter, apa maksudmu sebenarnya?
Sel kankernya sudah bermetastasis,
sudah menyebar ke otaknya.
Obat yang kau sebutkan, apa bisa membantu?
Setelah menyebar ke otak,
pilihan pengobatan jadi sangat terbatas.
Skenario terbaik,
kita mungkin bisa dapat
dua sampai tiga tahun lagi.
Maafkan aku, maafkan aku, Dokter.
Yang paling dia butuhkan saat ini
adalah dukungan dan semangat keluarga.
Kau harus tetap kuat.
Aku mengerti.
Istirahatlah malam ini.
Besok pagi kami akan atur aborsinya.
Apa yang harus kubeli untuk bayi kita?
Gaun atau celana?
Kau tidak perlu beli apa-apa.
Aku sudah membeli semuanya,
cukup untuk mereka pakai sampai kelas tiga.
Daqiang, aku seharusnya tidak main denganmu.
Ya, kita seharusnya tidak main dengan Daqiang.
Tepat sekali.
Daqiang, kau suka memanjat pohon, kan?
Ayo naik ke sana.
Coba raih itu.
Dongyu, bantu aku mengambilnya.
Cepatlah!
Ini semua salah Daqiang.
Ayah,
layang-layangku tersangkut lagi.
Bisa bantu aku mengambilnya?
Dongyu,
kali ini
kau harus melakukannya sendiri.
Aku tidak tahu harus berbuat apa lagi.
Dongyu,
kali ini
kau harus melakukannya sendiri.
Terima kasih.
Yang ini tolong.
Sangat pedas dan bikin mati rasa.
Sayang, maafkan aku.
Ibu benar-benar ingin makanan pedas.
Itu tidak cocok untuk ibu hamil.
Aku hanya wanita gemuk.
Terima kasih.
Halo.
Aku menemukan anjing liar.
Taruh di sini, biar kulihat.
Akan kunamai kau Lucky.
Dah.
Kontak, 075-463 Rumah
0 075-46
Kontak baru 0, 075-461.
Aktif 90 Kontak 075-45.
Telepon 790 Kontak 075.
Maafkan aku.
Ayo, kita pergi ke rumah sakit.
Sudah terlambat.
Belum terlambat.
Aku pergi ke rumah sakit di kota.
Mereka bilang Beijing mungkin punya solusi.
Ayo kita ke Beijing.
Tidak apa-apa, Xun.
Aku tahu aku hanya punya dua tahun meski diobati.
Aku mendengar semuanya.
Memangnya kenapa dengan dua tahun?
Bahkan satu hari lagi pun sangat berharga.
Kita tidak akan punya kesempatan lagi setelah ini.
Aku ingin bayi ini.
Tapi aku menginginkanmu, Dongyu.
Aku menginginkanmu!
Ayo, kita pergi ke rumah sakit.
Xun,
aku tidak meminta pendapatmu.
Aku sudah membuat keputusan.
Kau harus mendengarkanku kali ini.
Lihat aku.
Jangan menangis.
Kau mendengarnya?
Bayi kita menendang.
Kau akan jadi seorang ayah.
Terima kasih atas bantuannya.
Terima kasih.
Ke kiri, ke kiri.
Dr. Cheng,
terima kasih sudah meminjamkan ruangan ini.
Dari mana kau dapat semua DVD ini?
Ibuku dulu punya toko video.
Dan ini belum semuanya.
Kami punya jauh lebih banyak di rumah.
Nanti kita nonton film bersama.
Dongyu, hasil tes terakhirmu...
Makanlah rumput laut ini.
Masih ada waktu untuk operasi.
Jangan cemberut, nanti kau keriput.
Seringlah tersenyum.
Tahu tidak?
Aku sudah menonton film ini ratusan kali.
Aku masih tertawa di bagian ini.
Aku sudah menontonnya ratusan kali,
tapi dia belum pernah menontonnya sekali pun.
Dunia ini
layak untuk dia lihat.
Ibu.
Tidak ada yang serius.
Hanya keracunan karbon monoksida.
Dia bisa segera pulang.
Anak muda, kau cukup beruntung.
Baik, terima kasih, Dokter.
Terima kasih banyak.
Eleven, bagaimana perasaanmu?
Semua baik-baik saja?
Kurasa aku melihat Ibu.
Nak.
Ayahmulah yang menyelamatkanmu.
Ayahku?
Jangan khawatir, dia baik-baik saja.
Dia bilang ingin jalan-jalan sebentar.
Seharusnya dia sudah kembali sekarang...
Jangan khawatir, dia baik-baik saja.
Kau sudah bangun? Kembali istirahatlah.
Ayah, kau tidak apa-apa?
Apa kau sudah gila?
Jika terjadi sesuatu padamu,
Bagaimana aku bisa menatap ibumu?
Selalu saja membuat masalah!
Apa kau sudah menonton film ini?
Film ini sangat populer saat dirilis.
Sayang sekali.
Aku tak pernah menontonnya dengan ibumu di bioskop.
Aku ingat itu Hari Valentine.
Mereka menayangkan "Titanic".
Kami berjualan bunga di luar bioskop.
Dia tak pernah mengeluh, sekalipun.
Jualan bunga?
Ya, mencoba mencari uang tambahan untuk liburan.
Dulu hidup itu sulit.
-Lalu aku... -Tunggu, tunggu, Yah.
Kapan kalian saling mengenal?
Rasanya kami sudah kenal selamanya.
Yah,
apa kau seorang penari?
Kau merasakannya, ya?
Saat SMA, aku adalah raja penari.
Ibumu suka melihatku menari.
Sayang.
Xun.
Senior.
Kau mengintip buku harian ibumu, kan?
Apa kau tidak lihat apa yang dia tulis?
Jika ada yang berani membaca tanpa izin,
mereka akan dikutuk nasib buruk selamanya:
Cinta akan pergi. Pernikahan akan gagal.
Sperma mati. Rahim mengering.
Tersedak tiap hari. Terbentur di jalan.
Disambar petir. Kau akan terbakar di neraka.
Lihat kami sekarang? Karma.
Yah,
lalu kenapa Ibu memakai tiga nama berbeda di buku hariannya?
Dia Aquarius. Sulit ditebak.
Apa kau tahu kenapa kami menamaimu Zhang Sebelas?
Kau mungkin mengira
kau lahir tanpa seorang ibu.
Tapi kau sempat bertemu dengannya.
Dongyu! Dongyu! Dongyu!
Dengarkan aku, dengarkan aku!
Apa kau mengalami kontraksi?
Apa perutmu sakit?
Ya.
Ikuti arahanku, baik?
Ikuti arahanku.
Tarik napas dalam, tarik napas dalam.
Dongyu, ini laki-laki!
Waktu lahir: 15.13.
Lahir pukul 15.13.
Dongyu, lihat bayimu.
Zhang kecil,
mirip siapa kau?
Ibu atau Ayah?
Mirip kau. Putra selalu mirip ibunya.
Ibu berharap bisa bersamamu lebih lama,
Waktuku tak banyak lagi
untuk...
Jangan bicara begitu, Sayang.
Kita takkan pernah terpisah.
Tunggu sampai kau sembuh, tunggu saja...
Xun,
aku...
Aku takut.
Jangan takut.
Aku di sini,
putra kita juga di sini.
Lihat.
Dokter, tekanan darahnya tinggi.
Cek lagi.
Mencintaimu.
Kau.
Detak jantung turun, kontraksi ventrikel prematur!
Cepat. Kosongkan ruangan.
Tuan, mohon keluar.
Apa yang terjadi?
Dongyu!
Dongyu!
Minta bantuan! Darurat!
Ada apa? Apa yang terjadi pada istriku?
Dongyu!
Dongyu!
Buka matamu!
Jangan tertidur! Dongyu!
Apa ini enak, Sebelas?
Ya.
Ya?
Kalau begitu, boleh Ibu mencicipinya?
Ayolah!
Kau harus belajar berbagi.
Sudahlah.
Bersulang!
Sudahlah.
Aku belum pernah melihat murid seperti ini.
Bahasa Mandarin: tiga puluh dua.
Matematika: empat puluh enam.
Kau mau aku bagaimana?
Pak Wang,
spesialisasi putraku di Matematika
menjadi sebuah masalah.
Kenapa kau tertawa?
Ibu membuat mi sapi paling enak.
Terima kasih, Bibi.
Apa yang kau lakukan, berkeliaran di sini?
Aku tidak percaya ini.
Kau mengubah permainan menang jadi kalah.
Aku berbaik hati bermain denganmu,
dan sekarang kau menceramahiku?
Apa?
Wanita gila!
Li Dongyu,
kau payah!
Kemari, kemari!
Tunggu saja!
Kau, berhenti di situ! Berhenti!
Bu.
Zhang Sebelas!
Jadi kau tak menjawab panggilanku sekarang?
Apa yang terjadi?
Ada apa?
Proyekku dibatalkan.
Usahaku selama ini sia-sia.
Bukankah itu arti masa muda?
Siapa yang sukses sejak awal?
Lagipula,
jika keadaan memburuk,
aku masih bisa mendukungmu, kan?
Ibu selalu bangga padamu.
Sekarang, sang ayah akan
menyatukan tangan pasangan muda ini
dengan erat.
Selanjutnya,
pasangan pengantin baru,
berbaliklah ke orang tua kalian
dan membungkuklah penuh rasa syukur. Silakan.
Sudah berakhir.
Waktu kematian:
15.24.
Meski hanya sebelas menit,
dia bersamaku
sampai saat terakhirnya.
Namaku berasal dari sebelas menit itu.
Kini setelah dia tiada,
sepertinya dia telah mengambil banyak hal.
Tapi sebenarnya, dia meninggalkan lebih banyak.
Li Dongyu,
aku senang bertemu denganmu sekarang.
Zhu Lifeng.
Zhu Lifeng.
Zhu Lifeng II
SUBTITLE GENERATED BY SUBTEKS.ME
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.