All language subtitles for Lost.Found.2018.1080p.WEB-DL.broth3rmax

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

BADAN PERFILMAN, MEDIA PERS, RADIO & TV

HUAYI BROTHERS PICTURES

SHANGHAI FILM GROUP

WANDA PICTURES

BAD RABBIT PICTURES

EASY PRODUCTION

terjemahan broth3rmax

follow Instagram @broth3rmax

facebook.com/broth3rmax

Duoduo!

Duoduo!

Duoduo!

Duoduo!

Duoduo!

Duoduo!

Duoduo!

Duoduo!

YANG HILANG, YANG DITEMUKAN

Kita ketemu lagi.

Kenapa kau tak bilang apa-apa pada kami waktu itu?

Apa kau punya fotonya Sun Fang yang jelas?

Bocah itu dan pengasuhnya menghilang di siang hari.

Kenapa kau mencarinya malam-malam?

Siang hari aku lagi kerja.

Kau lagi sibuk?

Lalu kenapa kau melaporkan info palsu?

Saat seorang anak hilang,

radius pencarian kami 100 km di jam pertama.

200 km di jam kedua.

3 jam setelahnya, kami harus perluas sampai 500 km.

Saat ini sudah berlangsung 10 jam.

Menurutmu kami harus bagaimana?

Itu anakmu sendiri,

lalu kau tak begitu khawatir, begitu?

Bisakah kau periksa rekaman CCTV di kota ini?

Semua CCTV di kota ini?

Apa kau tahu itu butuh waktu berapa lama?

Semua uang dalam rekening ini sudah ditarik.

Aku bisa mendengar tangisan Duoduo,

dan tangisan Sun Fang saat itu.

Seni ilusi, pernah dengar?

Kau butuh sesuatu?

Hey, apa yang kau lakukan? Sudah!

Katakan, kau apakan Duoduo!

Dimana kau sembunyikan dia? / Tenanglah!

Kau bawa kemana dia? / Ini kantor polisi, mohon tenanglah.

Tenanglah.

Dia sama si pengasuh itu bersekongkol. Mereka memang berencana menculik Duoduo dari kami!

Sebelumnya aku ke rumah mereka,

si pengasuh itu tak membolehkan aku masuk!

Apa penjelasanmu?

Kata Sun Fang dia menungguku pergi

untuk membawa Duoduo, maka kusuruh Sun Fang melarang dia masuk rumah.

Itulah sebabnya kubilang mereka bersekongkol!

kalau tidak si pengasuh itu tak akan berani perlakukan aku begitu!

Tak percaya kau lakukan ini atas nama hak asuh!

Kau ini ibunya! Bisanya kau lakukan ini?

Aku ingin cucuku kembali!

Kembalikan cucuku! / Li Jie!

Bisanya kau berbuat ini!

Aku tahu, ini sia-sia.

Aku salah dalam menilai.

Tapi mohon, percayalah soal ini.

Sun Fang-lah yang membawa Duoduo.

Tingkat alkohol dalam darahnya tak sampai 0,2%. Itu tak termasuk mabuk saat menyetir 'kan?

Kita masih harus lakukan sesuatu.

Terima kasih.

Para polisi itu, terutama Petugas Liu, cukup menjengkelkan.

Dia terus-terusan tanya soal hak asuh.

Kujelaskan saja semua padanya.

Memang apa maunya dia?

Kenapa mereka mencurigai tindakanku?

Jie,

katakan apa yang ada di benakmu.

Jujur saja tak akan rugi kok.

Makin kau menahannya, perasaanmu akan makin kacau.

Lalu menurutmu

aku menculik anakku sendiri, begitu?

Dalam perebutan hak asuh,

apapun tindakanmu, kau harus menahan kendali terhadap anak itu.

Menyembunyikan anak terkadang taktik sebagai tindakan terakhir.

Di saat lawanmu merebut kendali atas si anak,

kau dalam posisi pasif.

Kaulah yang pernah bilang begitu padaku.

Oh ya,

kabar lainnya...

Zhu Min masih di rumah sakit.

Mereka bilang dia belum terhindar dari bahaya.

Aku ke toilet dulu.

Aku ikut. / Disini saja.

SEHARI SEBELUMNYA

Duoduo, jangan naik-naik meja.

Tadi malam aku muntah dimana? / Sudah kubersihkan.

Kenapa kepalamu?

Cuma kebentur.

Duoduo, kenapa kau lempar-lempar kaos kakinya ke lantai?

Mm, hati-hati ya.

Sini, kupakaikan kaos kakinya,

atau nanti kau kedinginan.

Udah.

Terima kasih.

Nyonya. / Duoduo, ibu berangkat kerja dulu ya!

Sini peluk ibu. Sini.

Kemari, sayang.

Sini bilang selamat jalan sama ibu.

Lihat hidungmu ingusan.

Duoduo, itu jorok ya.

Tak apa, balita memang tak paham jorok.

Bukankah sudah kubilang jangan berlarian telanjang kaki?

Duoduo, sini.

Sekarang, dengarkan ibu. Jangan usap hidungmu ke baju orang lain.

Itu namanya tak sopan. Mengerti?

Ya kamu mengerti.

Bilang selamat jalan sama ibu.

Dah, ibu. / Anak pintar.

Nyonya.

Nyonya, aku ingin mengatakan sesuatu.

Nanti saja kalau aku sudah pulang.

Halo?

Tak mungkin. Makin wanita itu berusaha, makin buruk baginya.

Ya, pasti.

Memang bagaimana dirimu membesarkan anak tanpa uang jaman sekarang?

Tentu saja aku punya ide.

Telah kuhabiskan 300.000 per tahun untuk merawat dia, dan itu semua memang tanggung jawab dukungan.

Pengajuan penggugat bahwa dia berhenti kerja setelah menikah.

Dia tak punya pendapatan.

Meskipun

dia mampu cari makan sendiri,

tak ada jaminan dia bisa mendukung atau memberikan biaya pendidikan anaknya.

Selain itu, aku temukan hal lain yang kayaknya bagus untuk kasus kita.

Kau akan tahu sebentar lagi.

Berdasarkan sumber pendapatan, ada beberapa poin yang ingin kami catat.

Satu, 4 tahun lalu penggugat mengundurkan diri dari pekerjaannya

karena dia mengetahui bahwa dia hamil. Dan ingin fokus membesarkan anaknya.

Dua, penggugat Zhu Min lulus dari Universitas Jingcheng Teknologi.

Dia mendapat gelar sarjana, dan dia sungguh mempu cari pekerjaan lainnya.

Ada poin lain yang perlu kutekankan.

Kedua pihak yang bercerai, karena terdakwa selingkuh.

Yang Mulia, disini saya punya salinan

catatan diagnosa kesehatan

kejiwaan penggugat. Sejak tahun 2013,

penggugat sudah dirawat beberapa kali.

Kami punya alasan yang cukup

meragukan kemampuan dia untuk membuat keputusan, juga kondisi kejiwaannya.

Apa yang kau bicarakan?

Saat itu... aku hamil!

Dan kuketahui dia selingkuh!

Tak perlu bicara denganku, Tn. Wang.

Aku juga harus mengingatkanmu

untuk selalu menjaga anak itu setiap waktu.

Sebaiknya bawa pergi anak itu untuk beberapa lama.

meskipun penggugat mendapat keputusan pengadilan

jika dia mau bawa anak itu, pengadilan akan susah memaksa lepas dari ayahnya.

Baiklah, kita nanti bicarakan lagi.

Oke, dah. / Belum kesini.

Tian Ning ingin mengajukan banding.

Kuduga dia akan begitu.

Aku akan bicara dengannya.

Li Jie,

dengan masalah pada poin ini,

kurasa kau harus coba pendekatan lembut.

Pergilah temui suamimu... mantan suami maksudku...

dan cobalah kerjasama. Tak perlulah samapi pengadilan.

Kalau tidak ini akan merepotkan bagi kita berdua.

Bagaimana menurutmu?

Maafkan aku, aku ada janji.

Kau seorang pengacara,

tapi kau juga seorang wanita. Bisanya kau ucapkan kata-kata itu?

Bayanganmu berlebihan. Ini cuma kebetulan saja bila suamimu adalah klienku.

Tugasku disini adalah memenangkan kasus ini.

Hanya itu saja.

Aku telah korbankan segalanya demi anakku!

Ny. Zhu,

secara pribadi, kusampaikan simpatiku,

namun gugatan hukum prosesnya rumit.

Hukum tak memihak yang kuat tanpa alasan

atau melindungi yang lemah tanpa alasan.

4 tahun lalu, saat kau berhenti kerja, harusnya kau sudah tahu ini bakal terjadi.

Sama sepertimu, aku juga punya anak.

Aku juga urus kerjaan juga rumah.

Justru karena aku tak mau berakhir seperti dirimu sekarang.

Mohon cobalah mengerti.

KANTOR BAGIAN PERALATAN PERUMAHAN

Apa Tian Ning ada? / Tak ada disini, masuk dan duduklah.

Aku tunggu di luar saja.

Nomor yang anda hubungi sedang sibuk.

Duoduo!

Duoduo!

Kau cepat pulangnya!

Ibu.

Ibu masih ada urusan nanti malam, baru bisa pulang saat makan malam bareng Duoduoku.

Bagaimana?

Kamu beruntung kami baru beli ikan lele hari ini.

Sini, biar kugendong. / Tak usah, biar kugendong saja.

Sun Fang,

pasti lagi menstruasi, keliatan dari celanamu.

Jangan cemas, sini kututupi.

Lagi sibuk?

Apa yang kau inginkan? / Jangan mengujiku.

Jika kita ke pengadilan, mereka akan tahu kau di pihak yang bersalah.

Aku tak meninggalkan apa-apa kecuali baju buatmu.

Aku juga punya pengacara.

Langsung saja ke permasalahan.

Kau sudah siap memulai hidup baru 'kan?

Aku memberimu satu kesempatan. Aku memerankan yang jahat dan anggap aku yang meminta cerai.

Lalu bagaimana dengan anak itu? / Kau tak perlu mengkhawatirkan dia.

Aku melahirkan dia aku bisa membesarkan dia.

Kau tahu, dia bukan cuma putrimu. Sejak Duoduo lahir,

ibuku yang merawat dia. Ibuku tak sanggup kehilangan dia.

Sebutkan saja persyaratanmu, namun kami menginginkan Duoduo.

Jika kau ada yang ingin disampaikan, bicarakan saja sama ibuku.

Tian Ning,

bisa tidak kau bersikap seperti lelaki sekali saja, dan buat keputusan sendiri?

Apa menurutmu sekarang ini kau bersikap seperti wanita?

Lihatlah sikap kita saat ini.

Kita berdua orang yang menjijikkan.

Apa kau tahu kenapa aku bersikeras merawat Duoduo?

Karena aku tak mau melihat dia bernasib seperti kita.

Kehidupan wanita harusnya tak ditentukan oleh cinta dan pernikahan.

Dia layak mendapat kebebasan lebih ketimbang yang kita dapatkan.

Terserahlah.

Aku tak paham yang kamu omongkan.

Aku hanya ada 1 pertanyaan buatmu.

Melihat kondisimu saat ini, apa kau sanggup merawat Duoduo?

Kebersamaan kami tak ada masalah. Ada seorang pengasuh.

Pengasuh hanya mengurus kebutuhan fisiknya. Apa dia bisa mendidik Duoduo?

Di usianya, kamu ganti-ganti pengasuh setiap saat.

Menurutmu apa dia bisa bedakan siapa pengasuh siapa ibunya?

Baik.

Karena kau memaksa minta hak asuh, kita bisa bicarakan di pengadilan.

Ibuku ingin bertemu Duoduo hari ini. Jangan cegah dia!

Jiang?

Aku akan ke sana.

Jangan lupa bilang pada mereka tak ada minuman alkohol saat makan malam nanti.

Bagus.

Tn. Weng, kurasa langkah selanjutnya dalam bisnis kita

yaitu menyiapkan kontrak.

Jujur saja, pengacara kita disini, Ny. Li,

biasanya menangani kasus-kasus komersil.

Ini mungkin akan

menyia-nyiakan bakatnya kali ini.

Aku tak mengerti kenapa kau masih ragu? / Tn. Zhang,

jika mitramu ini bakatnya secantik dirinya,

aku juga tak tahu kenapa aku ragu.

Tn. Wang,

bersulang untukmu mewakili Ny. Li. / Tak perlu, tapi terima kasih.

Aku lebih suka bersulang dengan Ny. Li.

Sini.

Kuhargai kepercayaanmu, Tn. Wang.

Tentu saja kau kupercaya.

Tapi aku penasaran, sebagai mitra bisnis, apakah aku juga kau percaya?

Jika aku memang kau percaya,

maka kau juga minum gelas ini untukku.

Bagaimanapun, hal baik datang dari berpasangan. (kerjasama)

Kerjasama!

Bagus!

Tn. Wang, kau masih belum habiskan minumanmu sendiri.

Ini dia!

Bagus!

Sejumlah anggur enak. / Kalian juga minum.

Mari.

Pesankan aku seorang sopir.

Sun Fang?

Apa ibumu sudah membawa Duoduo?

Bukankah kau bilang ibumu kesini mau menemui Duoduo?

Lalu apa Duoduo di rumahmu atau tidak?

Sun Fang, kenapa kau tak angkat telponmu?

Ada apa ini?

Aku khawatir, segera telpon balik aku setelah kau dengar pesan ini.

Hey!

Tadi kau nyari siapa?

Hey!

Pak, aku dari kamar 1201, Unit 1, Gedung 7.

Apa kau melihat putriku?

Dia balita, rambut pendek, mata lebar...

Biasanya pengasuhku membawanya lewat sini.

Polisi kotamadya, pemadam kebakaran,

dan 120 layanan darurat menuju ke lokasi

untuk memadamkan api dan mengevakuasi pengunjung.

Pak...

Putrimu?

Banyak disini yang bawa anak dan anjing keluar jalan-jalan seharian.

Susah mengingatnya.

Ayo, antar aku ke manajemen perumahan.

Aku mau lihat rekaman CCTV.

Berhenti.

Mundurkan.

Cepatkan.

Berhenti.

Xiao Jing, nanti kutelpon lagi.

Aku lagi sibuk sekarang.

Apa kau bersama Duoduo? / Apa?

Pengacaranya Tian Ning menelponku.

Tak terjadi apa-apa 'kan sama Duoduo?

Tidak.

Hey, Jie, apa kau sudah nonton berita?

Soal ledakan gas di Perumahan Liyuan?

Zhu Min coba-coba bunuh diri. Dia di ruang gawat darurat di rumah sakit.

Siapa? / Mantan istrinya klien kita.

Apa dia memang punya masalah kejiwaan?

Baiklah, kalau begitu. Selama Duoduo tak kenapa-napa.

Tadi aku cuma agak khawatir saja.

Maksudku, kau sedang menghadapi gugatan hukum,

jika terjadi apa-apa pada Duoduo, itu berpengaruh juga pada mantan suamimu.

Semua baik-baik saja, jangan khawatir.

Terima kasih.

Halo.

Ini dia sudah datang.

Masuklah. Tutup pintunya.

Oh tidak, dia nangis! Kenapa dia?

Tak usah ditanya, pengasuh yang terakhir menjatuhkannya.

Mengerikan. Mungkin itu alasanmu memecat dia.

Dia lebih berhati-hati.

Dia keponakanmu? / Ya, keponakanku.

Siapa namanya? / Sun Fang.

Baik, tunjukkan padanya sertifikatmu.

Jika kau mau kerja disini, kau juga harus periksa kesehatan Pylori.

Apa kau pernah merawat anak?

Aku pernah merawat anakku sendiri.

Apa ada sertifikat profesional?

Tak ada.

Jangan rewel...

Jangan nakal... duduk disini ya?

Bu Liu, mari kita bicara.

Ibu!

Ibu!

Bu Liu,

jujur saja, keponakanmu kayaknya kurang memenuhi syarat.

Okelah dia bisa merawat anaknya sendiri, apa mengurus anaknya sendiri

sama dengan mengurus anaknya orang lain?

Dia lebih bisa diandalkan ketimbang remaja itu.

Tak punya sertifikat profesional, tak pernah pelatihan,

bagaimana dia bisa diandalkan? / Dia itu cerdas.

Dia cepat belajar.

Selain itu, pengemis memang tak bisa jadi pilihan.

Maaf?

Putrimu sudah berhenti nangis.

Bagaimana kalau kita coba saja seminggu?

Kau uji dia pakai ponsel?

Itu tak pernah berhasil. Kenapa tak kau tanyai soal Desa Shangba?

Disitulah semua pekerja imigran sekitar sini menyewa tempat.

Bukankah dia keponakanmu?

Kau tak tahu tempat tinggalnya?

Aku baru... bertemu dia saat aku jalan-jalan.

Apa? / Dia minta bantuan carikan kerjaan.

Menganggap dia keponakanku itu akan lebih mudah.

Bisanya kau bohong begitu pada orang?

Itu bukan kebohongan yang serius.

Semua orang biasa begitu. Dia menjanjikanku separuh gaji 2 bulan pertamanya.

Sekarang dia lari kayak begini, aku... / Bisanya kau berbuat begini sama orang lain?

Bagaimana kalau dia menculik putrinya orang?

Sudah cukup, telponlah polisi.

Dan buat apa kau begitu, membohongi orang.

Aku cuma sekedar membantu!

Jam berapa? / Pagi ini jam 10:24.

Aku sudah cek rekaman CCTV perumahan. Saat dia pergi, mereka tak kembali.

Kita periksa saja berkas profil si pengasuh itu.

Tenanglah. Orang sering melaporkan anak hilang,

mereka akan kembali sendiri selama 24 jam.

Duduklah. / Mustahil, putriku usianya 2 tahun 1 bulan.

Tolong duduklah.

Mohon, tenanglah.

Aku sedang memeriksanya sekarang.

Prosesnya terkadang butuh waktu.

Dengar, jangan bicara kecuali kusuruh.

Mulai sekarang, jangan ditutup telponnya, dan jangan hubungi polisi.

Jika kau menurutiku, kau bisa temui putrimu kembali.

Carilah tempat yang sepi.

Kau benar, putriku sudah pulang.

Hey! Tunggu...

Tolong, apapun yang kau lakukan, jangan sakiti putriku.

Akan kulakukan apapun maumu. / Sudah kubilang jangan bicara!

Apa kau mau lihat putrimu mati? Kau mau?

Tidak!

Aku... aku tak akan ngomong apa-apa.

Aku tak bisa, aku tak punya 500.000.

Kau tak punya?

Bukankah kau seorang pengacara? Kau tak punya uang 500.000?

Apa uang lebih penting dari putrimu?

Bukan, dengar. Aku... aku sungguh tak punya.

Sungguh aku tak punya.

Berapa yang kau punya? / Kurang lebih 284.000.

Apa kau mau putrimu kupotong separoh? / Tidak, jangan!

Sungguh... aku... aku tak punya!

Baik, transfer saja.

Baik.

Saat kuhitung sampai 10 akan kututup telpon ini.

1

2

3

4

5

6

7

8 / Sudah selesai!

Jalan Huangcheng, di terowongan pejalan kaki. Cari saja sendiri.

Halo, polisi?

Duoduo!

Duoduo!

Kasusnya sudah diajukan.

Mana dia?

Di toilet.

broth3rmax

Berhenti.

Perbesar yang itu.

DUA SETENGAH BULAN SEBELUMNYA

"TIAN NING"

PENERIMAAN PAKET KURIR

Apa Lin Xiaolu ada?

Apa yang kau inginkan dariku? Aku tak kenal dirimu?

Sun Fang! / Hey, apa maumu? Keluar!

Keluar, keluar dari kamarku! / Sun Fang!

Mana Sun Fang!

Sun Fang mengirimu sesuatu.

Kau kenal dia.

Aku tak kenal kau.

Keluar.

Sun Fang kerja padaku sebagai pengasuh.

Dia telah menculik putriku.

Itu bukan urusanku, keluar!

Aku cuma ingin putriku kembali.

Kau tak perlu khawatir.

Aku cuma ingin tahu, dimana Sun Fang.

Uh...

Dia sudah pindah 3 bulan lalu.

Sebelumnya, dia tinggal disini.

Dia menghadiahiku yang dia kirimkan sudah lama.

Apa itu?

Baju-baju. Baju anak-anak.

Dia tahu saudariku punya bayi. Maka dia memberiku baju-baju untuk saudariku.

Dia hutang uang padaku. Aku tahu itu tak akan dilunasi.

Duoduo punya banyak sekali baju.

Bajunya kini kekecilan sebelum dia pakai.

Ini semua dari neneknya.

Ini semua tak pernah dipakai olehnya.

Anakmu cowok atau cewek?

Cewek. / Berapa usianya?

1 tahun, 6 bulan, 2 minggu.

Kalau begitu ini pasti muat dipakainya.

Apa dia punya anak? / Aku tak pernah dengar.

Lulu, apa ini keluarga?

Ayo kita diluar saja.

Disini.

Coba ini.

Aku tahu, dia sangat membutuhkan uang.

Itu membuat dia makin gila.

Tiap kali aku melihat dia seperti itu,

kukira dia ingin melakukan sesuatu untuk mengakhiri hidupnya.

Siapapun yang bisa menghabiskan senampan gelas ini, dapat 2.000.

Kamu. / Ayolah, itu masih kurang!

Baiklah, kalau begitu 2 baris.

5.000!

Aku mau.

Dia bisa minum! / Bagus!

Bagus!

Fangfang! Fangfang!

Dia membuatmu bangga 'kan? / Ya!

Fangfang! Fangfang!

Mengesankan, huh? / Ya betul mengesankan!

Fangfang! Fangfang!

Dia pinjam uang pada siapa saja,

kemudian di bertemu orang bodoh dengan uang itu.

Apa yang kau lakukan?

Dia nanti bisa tenggelam.

Sudahlah, ayo!

Xiaolu, bantu aku!

Pria itu membantu bisnisnya para lintah darat.

Menagih hutang, germo, dokumen palsu.

Semacam itulah.

Penipu.

Dan penipu itu akhirnya jatuh cinta pada seorang gadis yang bangkrut.

Fangfang juga tergila-gila. Dia akan menghilang tiap beberapa hari

cuma untuk menguji pria itu.

Mereka berdua memang agak gila.

Fang.

Keluar! Aku lagi ganti baju!

Fang.

Apa? / Ini untukmu.

Uang itu

aku sungguh kekurangan dana saat ini.

Aku akan segera kembalikan...

Cuma itu yang kupunya.

"Tingkat aktifitas jaringan liver..."

Apa kamu sungguh sebokek ini?

Kamu cuma punya 1 liver!

Memberikannya pada orang lain kau bisa mati!

Urus urusanmu sendiri. / Aku peduli dengan urusan ini!

Itu livermu! / Aku tak memberikannya pada orang lain.

Lalu buat siapa kalau bukan orang lain?

Aku ingin mencari pria itu.

Jika kau polisi, kau bisa menemukannya dengan mudah.

Memang kau polisi?

Belok kanan.

Dia kenal orang dari desanya

yang membuka kios sarapan.

Dia pernah mengajakku sarapan di sana sekali.

Kurasa inilah balas budi.

www.3gpBluray.net

Terus lurus, di depan sana.

Yang ini kiosnya.

Aku hanya punya ini, pulanglah naik taksi.

Tak usah.

Terima kasih.

Halo, bisa saya bantu?

Aku mencari Sun Fang. Kau tahu dimana dia?

Buat apa?

Aku pekerjakan dia sebagai pengasuh dan dia menculik putriku.

Kalau begitu laporkan saja ke polisi.

Sudah.

Tapi aku tak bisa menunggu lagi. / Aku tak tahu dimana dia.

Bukankah kalian dari desa yang sama? / Ya.

Dulu dia biasa makan disini.

Bagaimana mungkin kau tak tahu dimana dia? / Itu sudah lama sekali

dan sekarang aku tak tahu dia ada dimana.

Kau ngapain? / Kalian anggota komplotan yang sama.

Maaf apa? Komplotan yang sama?

Jangan cari gara-gara!

Jangan difoto! Sekomplotan apa?

Jika kami sekomplotan kenapa aku mau berada disini?

Dan kamu tahu tidak? Sun Fang itu punya seorang putri!

Kalau mau menculik, dia akan culik bocah laki-laki!

Kenapa dia mau menculik putrimu?

Kembalikan putriku!

Apa-apaan kau ini? / Enyah kau!

Ibu!

Jangan nangis...

Bawa dia ke dalam.

Masuk! Masuk!

Mbak.

Mbak, kau juga punya anak.

Aku mohon padamu.

Bantu aku selamatkan anakku.

Tolonglah.

Rumahnya ada di sini,

tapi dia sudah pergi.

Sun Fang berasal dari desaku.

Kami miskin, tak ada air di sana.

Makanya kami sama-sama ke sini.

Kami sudah terbiasa begini,

dan kemudian dia tak balik lagi.

Aku menikah dan punya 1 putra.

Setelah itu

Fang bertemu seorang pria,

Hong Jiabao.

Ini perayaan! Makan minumlah sepuasmu!

Ayo makan, minumlah! Ini dia!

Ini, minum lagi!

Minum lagi!

Dia menendangmu? / Pengantinnya menyerang orang!

Kau mau berbuat sesuatu? Bisa tidak kau kendalikan dia?

Dia menendang orang!

Bisa tidak kau kendalikan istrimu?

Pengantin wanita menendang dia! / Temperamennya tak terkendali.

Dia jadi gila, tiap kali dia mabuk.

Dia menampar Sun Fang. Dia berjudi.

Kubunuh kau!

Pada suatu ketika, dia dulu punya garasi mobil,

namun dia kalah dalam taruhan.

Dia menunggu ganti rugi pemerintah, karena penggusuran, tapi tak gampang.

Ketika Sun Fang hamil, dia kerja padaku.

Kenapa dia tak cerai saja dengan suaminya?

Kau sudah siap pagi-pagi begini!

Kau menyulam apa?

Kau tak bisa memakai selimut itu sekarang.

Kenapa tak Hutou kita saja yang pakai sementara?

Kau suka?

Si bajingan itu.

Mari kita punya anak.

Pernah merasa baikan saat aku punya bayi ini.

Bila sudah kuselesaikan selimut ini,

Hutou kecil bisa memakainya, bagaimana?

Hutou!

Hutou, lihat!

Macan kecil.

Ini macan kecil 'kan?

Terkadang aku berpikir

itu tak akan ada masalah, jika dia melahirkan bayi

atau andai putrinya tak sakit.

Dia sakit?

Sesuatu di livernya, itu penyakit langka.

Kata suaminya itu tak ada obatnya.

Apa kau tahu kamu ini jenis monster apa?

Meski anjing dan kucingpun tahu cara merawat anak-anaknya.

Bukankah kau dengar kata dokter, dia tak akan hidup lama?

Kenapa kita mesti repot-repot?

Repot? Jika kau tak mau merawatnya, biar aku saja!

Sun Fang!

Kembali ke sini!

Sekarang tengah malam! Kau mau ke mana?

Apa kau bertemu suaminya akhir-akhir ini?

Dia orang terakhir yang ingin kutemui!

Sun Fang pernah sekali kembali,

saat dia mengajak teman kerjanya sarapan.

Dia ingin meminjam uang. Oh, dan ini!

Ini!

Dia mengirimiku ini.

Lihat. Dia bilang mengantarkan putrinya

berobat di rumah sakit di kota. Mereka mau operasi.

RUMAH SAKIT KOTAMADYA TK.1 HAIYING

Setelah itu...

aku tak mendengar kabarnya.

Lewat sini.

Kenapa kau lari? / Aku tak lari!

Putrinya dan putriku ada di rumah sakit yang sama.

Dia punya fotonya.

Dia juga punya kartu namanya mantan suamiku.

Tak perlu repot-repot ke sana. Tak ada orang di rumah.

Nama putrinya Zhuzhu. Marganya Hong, Hong Zhuzhu.

"Hong" artinya "banjir", "Zhu" artinya "permata". Entah apakah mereka memakai nama itu di rumah sakit.

Maaf, Li Jie.

Tapi apa yang kau minta dariku untuk mencarinya?

Apa orang ini yang kau lihat di gang itu kemarin?

Aku tak bisa melihatnya dengan jelas.

Yang ini?

Mungkin saja.

Unit 05, masuk.

Disini unit 05, ganti. / Kami di rumah sakit.

Putrinya Sun Fang bernama Hong Zhuzhu.

Dia menderita kelainan liver bawaan.

Ini penyakit yang langka.

Dia butuh transplantasi liver, atau umurnya tak lebih dari 2 tahun.

Sun Fang berniat mendonorkan jaringan livernya.

Dia sudah di periksa kecocokannya, namun tak sesuai.

Ayahnya bernama Hong Jiabao.

Dia tak pernah ikut pemeriksaan kecocokan.

Kemudian, Sun Fang mengeluarkan putrinya dari rumah sakit.

Penyakit ini jelas butuh perawatan di rumah.

Namun juga butuh pemeriksaan berkala di rumah sakit.

Setelah pasien pergi dari rumah sakit. Dia tak pernah kembali periksa kesehatan.

Dia tak melaporkan kematian.

Juga tak ada catatan kesehatan lebih lanjut. Kuduga pengasuh menculik putrinya korban

demi mendapatkan livernya.

Kita bicarakan ini nanti.

Itu baru sekedar dugaan.

Mereka belum punya buktinya.

Terima kasih.

Kau dimana? Aku di lantai 20.

Kau menemukan berkasnya?

Lewat sini.

Apa ini yang terdekat? / Ya.

Mereka ada di kamar rumah sakit yang sama.

Ada 3 ranjang. Ada 3 anak-anak, dan 3 orang dewasa.

Terkadang kamarnya penuh, dan mereka harus menambah ranjang.

Saat anak-anak itu sakit,

para orangtua itu panik. Banyak pasien begitu, terdengar gaduh dan kacau.

Setelah dia mulai bernyanyi untuk putrinya,

semuanya jadi tenang.

Kenapa kau berhenti bernyanyi?

Mereka hampir tertidur.

Kepala dokter kamar.

Kurasa kawan kecil ini boleh pulang minggu depan.

Kawan kecil kita ini mengalami kelainan liver bawaan.

Dia butuh transplantasi liver segera. Ayahnya tak ikut pemeriksaan kecocokan.

Aku tak pernah melihat ayahnya sekalipun

semenjak dia masuk kamar ini. Kok ada ya, ayah payah semacam itu?

Keluarga Hong Zhuzhu?

Mohon keluar sebentar.

Tagihanmu mulai banyak. Terakhir kami telah memangkasnya untuk membantumu,

namun kami tak bisa terus-terusan... / Aku tahu.

Aku akan membayarnya. / Bulan depan, bisa?

Hari Senin. / Senin, baik. Senin.

Terima kasih.

Zhuzhu sudah bangun! Wow! Gadis pintar.

Ibu mau telpon dulu ya?

Ini main sama beruangmu.

Aku harus telpon dulu.

Menjaga 1 anak sama kayak menjaga 2 anak bagiku.

Dia membayarku.

Tapi tak banyak.

Apa yang terjadi selanjutnya?

Sun Fang! Cepat, mereka memindahkan anak itu!

Cepat!

Hey, apa yang kalian lakukan? / Dengarkan aku.

Jangan! / Kita sepakat kau bayar hari Senin.

Sekarang sudah Rabu.

Kami kepenuhan pasien disini, aku tak bisa bantu. / Aku punya uangnya!

Aku bisa bayar sekarang!

Tolong biarkan dia disini!

Tidak.

Hasilnya akan sama bila kau merawatnya di rumah saja, Satpam!

Tenanglah!

Lepaskan!

Lepaskan!

Jangan!

Dokter! / Kenapa kau ini?

Dokter!

Li Jie!

Cepat.

Terima kasih.

Kami giliran di jam 8:30. Beritahu aku bila kau butuh sesuatu.

Sampai jumpa. / Terima kasih, sampai jumpa.

Kemana perginya mereka setelah meninggalkan rumah sakit?

Aku tak tahu.

Katakan,

aku akan ke sana.

Ini sepertinya

lebih rumit dari yang kita duga.

Ini Xia, dari kantor kami.

Dia baru. / Halo.

Kau masih pakai mesin lama ini?

Ya, sudah dipakai bertahun-tahun.

Ini barang antik. / Kami baru pasang audio video CCTV.

Kami anggap barang ini tak ternilai di kantor ini.

Akhir-akhir ini kau mengerjakan apa? / Akhir-akhir ini kukerjakan yang kau lihat.

Kalian? / Di luar kantor.

Kayak hal-hal sepele.

Akan kukerjakan.

Biarkan saja aku...

Maafkan aku.

Aku yang salah.

Ibu? Sedang apa ibu disini?

Bukankah sudah kubilang tunggu saja berita di rumah?

Bisanya kau biarkan ini terjadi?

Cucuku Duoduo yang malang...

Jika aku harus menunggu, aku ingin menunggu di tempat yang membantu.

Ada polisi disini.

Tolong pulang saja, dan tunggu kabar.

Kami sedang tangani kasus, mohon kerjasamanya.

Kami temukan bocah perempuan itu. Panggil beberapa orang kemari!

Panggil orang kemari sekarang!

Halo?

Kami temukan bocah itu disini. Panggilkan tim forensik sekarang.

Jangan berdiri saja kayak orang dungu! Tutup lokasi TKP.

Jalan lorong, bersihkan. / Kosongkan lorong.

Ini bukan Duoduo.

Ini bukan Duoduo.

Duoduo!

Bu, ini bukan Duoduo.

Ini bukan Duoduo.

Dia bukan Duoduo!

Bukan dia.

Halo?

Halo?

Sun Fang?

Sun Fang?

Zhuzhu?

Zhuzhu?

Zhuzhu?

Zhuzhu, ada apa?

Zhuzhu...

Ibu bawa ke rumah sakit ya?

Rumah sakit!

Bahecun, No. 7, Gang Empat.

Kau dengar?

Aku tahu mobilmu tak bisa masuk. Kutunggu di jalan raya.

Bagaimana?

No. 7, Gang Empat.

Tunggu aku!

Bisa kau ke sini?

Bahecun, No. 7, Gang Empat.

Aku ke jalan raya.

Aku tak tahu!

Ada klinik terapi disini.

Kau dimana sekarang?

Kau bisa ke sini tidak?

Berhenti!

Berhenti!

Tolong!

Ada yang mendengarku?

Ada taksi disini?

Zhuzhu!

Zhuzhu!

Zhuzhu!

Zhuzhu!

Zhuzhu!

Tolonglah putriku!

Tolong!

Zhuzhu!

Tolonglah putriku!

Zhuzhu!

Zhuzhu!

Apa kamu tidur?

Jangan takut.

Kamu boleh tidur, tak akan ibu bangunkan.

Kunyanyikan lagu untukmu.

Yang lebih utama mendapatkan kesaksiannya, jadi jangan emosional.

Jangan provokasi dia. Ingat, tujuan kita kesini mencari si pengasuh itu.

Dan menemukan putrimu. Kau paham?

Kenal wajahnya?

Dimana kau melihat dia? / Di lift perumahanku.

Beritahu kami.

Beritahu apa?

Kau pura-pura bloon?

Mau main-main dengan kami?

Akulah yang mencuri uangnya 280.000. / Jangan bicara soal 280.000 itu sekarang.

Dimana dia?

Siapa? / Kau tak tahu?

Sungguh aku tak tahu.

Dimana putriku? / Lepaskan dia.

Mana putriku?

Semua orang jadi gila gara-gara anak itu.

Mana putriku?

Mana putriku?

Tadi kau ngomong apa?

Mana putriku...

Kubilang, semua orang jadi gila gara-gara anak itu.

Kita bisa dapatkan uangnya di hari Senin atau tidak?

Aku tanya sama kamu.

Aku sudah pinjam sebisaku.

Aku masih belum mengentaskan kita dari lubang (hutang) yang terakhir.

Kemana mesti aku cari uang lagi?

Biar kucari cara sendiri.

Kau anggap apa aku ini?

Jika bukan demi anakmu

apa kau mau bersamaku?

Kau anggap apa aku?

Penjudi?

Germo?

Lintah darat?

Pencuri? Kau anggap apa sebenarnya aku ini?

Kuanggap kau sebagai keluarga.

Pernah tidak kau berpikir faktanya, kalau anak ini cuma menyusahkan?

Berapa lama lagi kau terus seperti ini?

Kenapa tak kau pikirkan dirimu sendiri sekali saja?

Dia tak apa-apa? / Apa dia terlihat tak apa-apa?

Kau punya mata tidak?

Apa kau tak lihat dia keluar rumah? / Aku tak sengaja!

Apanya tak sengaja!

Sini lihatlah dia! Lihat!

Kita harus bagaimana? Sungguh aku tak sengaja!

Mau lari!

Sudahlah! / Dia tiba-tiba saja lari!

Masa bodoh dia lari! Meski begitu, apa kau tak lihat?

Bung, paketanku itu...

Aku tak peduli paketanmu! Enyah kau dari sini!

Aku diliputi rasa bersalah.

Aku mengumpulkan uang untuk menemui dia.

Namun kemudian dia pergi.

Dia datang menemuiku sekali setelah itu.

Anak itu sudah pergi.

Dia benar-benar menjadi orang yang berbeda.

Mereka mencariku kemana-mana

karena uang yang kita pinjam.

Ditambah lagi bunganya yang besar.

Aku bisa melunasinya. / Kau bisa?

Bagaimana caranya?

Aku akan kerja menjadi pengasuh,

lalu meyerahkan anak itu padamu.

Memang mau kuapakan anak itu?

Kau carikan pembeli.

Aku menemukan seorang pembeli.

Kami tentukan hari ketemuan.

Tapi Sun Fang tidak muncul.

Zhang Bo, kuingin kau ingat-ingat lagi.

Mikirlah sebelum kau menjawab. / Aku tahu jawabanku.

Sungguh aku tak tahu yang terjadi dengan anak itu.

Ingatlah lagi.

Aku kena sial,

namun dia lebih parah lagi.

Aku tak pernah bertemu orang sesial itu.

Kubilang padanya aku hanya bisa bantu untuk yang terakhir kali.

Kau hanya bisa bantu terakhir kali?

Kau bantu dia apa?

Aku tak berbuat begitu! / Apa aku bilang kau berbuat ini?

Aku cuma dengar dia ceritakan ini setelah kejadian itu.

Siapa yang makan wortel?

Kelinci putih kecil suka wortel,

iya 'kan?

Susah juga mencarimu.

Anak siapa ini?

Kita ini masih suami istri. / Aku tak ada urusan lagi denganmu.

Baik, kita bisa cerai.

Ongkos pindah alamat? Ongkos KTP?

Tekanan batin?

Pergilah kalau begitu, mungkin kau memang tak peduli denganku,

tapi majikanmu tentu kau peduli!

Berapa yang kau inginkan?

broth3rmax

Apa kita impas sekarang?

Aku membawa hadiah pernikahan dari orangtuamu.

Mari kita akhiri seperti saat kita memulai!

Kau belajar melawan, huh?

Sampai nanti,

kututup telponnya.

Aku bilang padanya,

aku hanya bisa bantu dia untuk yang terakhir.

Berikan anak itu besok pagi.

Jika aku tak melunasi uang itu,

aku juga bisa mampus.

Kau tak membunuh ataupun membakar orang itu,

dan kau tak membawa anak itu. Ceritamu bagus juga.

Berdiri!

Berapa kali harus kukatakan?

Aku tak tahu apa-apa soal anak itu! Jika kutahu, kenapa aku ke rumahnya mencari Sun Fang?

Kuingin tanya sama kamu. Dia dulu kerja di rumahmu.

Dimana dia? / Masuk!

Mengerti.

Masuk, kita mendapat petunjuk. Pusat informasi tadi memberitahu.

Mereka melihat Sun Fang bersama anak itu di rekaman video CCTV

dari terminal bus jarak jauh tadi malam.

Apa hakmu mencegahku?

Kau cuma pengasuh! Kau tak punya hak! Biar kutemui cucuku!

Aku tak peduli siapa kamu! Kau tak boleh masuk!

Maaf?

Lain kali, jika ibu ingin menemui Duoduo sebaiknya telpon dulu dan janjian.

Jangan kau pakai tipuan pengacara terhadapku.

Aku ini neneknya Duoduo. Kenapa aku tak boleh menemui dia?

Ibu hanya sekedar neneknya.

Aku ibunya.

Tunggu saja nanti siapa yang mendapatkan hak asuh!

Sun Fang!

Buka pintunya.

Berapa kali kubilang padamu?

Jangan taruh sandal di rak sepatu!

Nyonya, sudah kulakukan yang nyonya suruh,

dan menaruh sandal di rak sepatu.

Jangan gerak-gerak, ya? Nanti urat nadinya tak kelihatan.

Mana ayahnya ini? Panggil dia untuk memegangi kakinya.

Atau aku tak bisa menyuntiknya. / Akan kubantu.

Tenanglah, jangan nangis, ayo jangan nangis.

Bila sudah disuntik,

kita akan pulang dan membuatkanmu wonton, bagaimana?

Aku berhutang terima kasih padamu tempo hari.

Jika neneknya Duoduo membawanya, akan banyak masalah.

Apa dia memukulmu? / Siapa?

Ayahnya Duoduo.

Tak pernah seburuk itu.

Lalu kenapa kau bercerai dengannya?

Bukankah semua baik-baik saja seperti sekarang?

Ini dia gelombangnya datang!

Gelombangnya datang, jangan takut, Zhuzhu!

Apa?

Ayo lihat yang di sana.

Kau mau ke sana?

Ada perahu kecil di sana. / Ayo lihat perahu! Ayo!

Ayo.

Turunlah sana ke ibu. / Sini, sayang!

Banyak pasirnya disini.

Kita akan buat istana pasir disini.

Lautnya indah sekali. / Aku tak suka laut.

Aku pastinya suka laut.

Ada apa di atas laut sana?

Sana?

Pulau kurasa.

Pulau?

Aku ingin melihat pulau itu.

Baik.

Kalau begitu lain kali kita lihat-lihat semua pulau!

Pulau itu... Pulau!

Kapal ferry ke pulau Yuzhou berangkat jam 11.

Kau tunggu disini. Kami harus pastikan dia berada di kapal itu.

Kenapa aku harus menunggu? Putriku saat ini bersama psikopat!

Kapalnya penuh penumpang, kau susah masuk. Kalau ada apa-apa nanti kami kabari.

Jika kusuruh tunggu, ya tunggu saja! Jangan masuk!

Kenapa aku bisa tak boleh masuk? Itu putriku!

Jangan ke ferry!

Tersangka berada di kapal! Orangtua bocah itu sedang mengejarnya.

Tutup semua pintu keluar. Kirim petugas khusus!

Jangan berangkatkan ferrynya!

Turunlah! Turun!

Sun Fang!

Kembalikan putriku! / Mundur!

Jangan mendekat, atau aku lompat!

Jangan!

Duoduo jangan takut, ibu disini.

Apa yang kau lakukan? Sun Fang! Duoduo itu putriku!

Aku ibunya Duoduo! / Dia bukan putrimu!

Kau tak pantas jadi seorang ibu! Tak pantas! Pergilah!

Duoduo!

Jangan takut, ibu ada disini.

Sun Fang, kita bisa bicarakan taruh dulu bocah itu.

Kami sudah tahu semua yang terjadi padamu.

Jika kau ada permintaan, beri tahu kami.

Kau lihat betapa kencang angin disini.

Dia bisa kedinginan di situ.

Kemarilah mari kita bicarakan, bagaimana?

Sini, serahkan bocah itu. / Sumpah aku akan lompat, jangan paksa aku!

Sun Fang...

Mundur! / Aku bertemu teman sedesamu.

Dia ceritakan semua tentang dirimu.

Pagi itu. Inikah yang ingin kau katakan padaku 'kan?

Mundur!

Jangan ada yang bergerak! / Maafkan aku.

Maafkan aku, Sun Fang!

Aku tak meluangkan waktu untuk memahamimu.

Aku tak tahu masalah berat yang menimpamu.

Kau dulu seorang ibu yang baik.

Zhuzhu bocah perempuan yang pintar.

Dia sudah tiada. Dia menemukan kebebasan.

Dia sudah tak menderita lagi.

Sun Fang.

Mundur!

Aku juga mencintai putriku

sama seperti dirimu mencintai Zhuzhu.

Duoduo tak bersalah.

Akulah yang bersalah!

Hukum saja aku!

Hukum aku!

Hukumlah aku, Sun Fang!

Kau juga menyayangi Duoduo 'kan?

Duoduo.

Sun Fang.

Kumohon padamu!

Kumohon padamu!

Duoduo, kau tahu aku menyayangimu.

Kau tahu aku menyayangimu.

Maafkan aku, Duoduo.

Maafkan aku, Duoduo.

Ibu!

Ayah! Ibu!

Ayah! Ibu!

Ayah! Ibu!

Kumohon kembalikan dia padaku.

Ayah! Ibu!

Ibu!

Duoduo!

Duoduo!

6 bulan lalu,

pengasuhku menculik putriku.

2 hari aku mencari-cari dia

terasa bagai terjebak di neraka.

Itu juga membuatku memikirkan kembali banyak hal.

Aku menjadi begitu hati-hati dalam memperlakukan putriku.

Kumerasa tidak cocok menjadi seorang ibu.

Bahkan kumerasa

punya seorang anak adalah hal yang paling egois di planet ini.

Memanfaatkan kehidupan orang lain untuk melengkapi kehidupanmu.

Orang bicara soal pergerakan cinta ibu.

Namun sebenarnya, cinta seorang ibu pada anaknya

hanya berkaitan dengan akibat

dari pilihan ibu sendiri.

Yang memang pantas berterima kasih adalah sang anak.

Mereka membantu orangtuanya tumbuh dewasa.

Dan membiarkan kita merasakan

sebuah cinta tiada beban sepenuhnya

yang kita rela mati untuk melindunginya.

Ini semacam kebebasan.

Jaman kita terlalu banyak menuntut pada wanita.

Jika kau memilih menjadi wanita karier,

beberapa orang akan berkata, kau mengabaikan keluarga dan ibu yang buruk.

Jika kau memilih menjadi ibu sepenuhnya,

orang akan menganggap, merawat anak adalah tugas alami wanita.

Dan bukan termasuk suatu karier.

Faktanya,

karena aku bekerja keras,

aku punya hak untuk memilih.

Dan karena aku punya seorang anak,

aku belajar arti dari hidup ini.

Dan punya keberanian untuk menghadapi kerasnya hidup.

Aku pernah menyalahkan Zhu Min karena pilihannya.

Sama seperti aku tak memahami pengasuhku.

Kami tiga ibu,

berasal dari kondisi yang berbeda.

Dan hidup dengan masalah masing-masing.

Dedikasi Zhu Min terhadap keluarganya jelas terlihat.

Namun balasannya, dia kehilangan segalanya.

Bahkan hak memperjuangkan hak asuh

anaknya di pengadilan.

Sebagai seorang pengacara,

aku tahu mustahil bagiku membuat semua orang menganggap ini adil.

Tapi sebagai seorang ibu,

aku tahu apa yang tak seharusnya kulakukan sekarang.

Maka sekarang, aku meminta Yang Mulia

mempertimbangkan matang-matang pendapatku.

Bila hak asuh harus diberikan pada Zhu Min.

Akibat hukum apapun

dari ucapanku di pengadilan hari ini

sepenuhnya akan kutanggung sendiri.

Terima kasih.

Ibu menyayangimu.

Ibu ingin memberimu segalanya yang terbaik.

JANGAN BERANJAK DULU...

Berapa harganya menurutmu

aku bisa jual ginjalku?

Bagaimana kalau

kau anggap uang yang kau pinjam dariku hasil jual 1 ginjalmu.

Dan kau simpan saja ginjalmu mulai sekarang.

Aku masih tak bisa melunasinya.

Terkadang,

aku sungguh ingin tak peduli.

Tapi aku tak bisa menahan diriku untuk peduli.

broth3rmax, 17 Desember 2018

no resync/re-upload/delete-credit follow Instagram @broth3rmax

no resync/re-upload/delete-credit facebook.com/broth3rmax

TAMAT

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.