All language subtitles for Your.Personal.Taxi.S01E07.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French Download
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Maaf, tapi...

Saya sedang menunggu tamu yang sudah memesan.

Saya tidak bisa bahasa Korea. Terima kasih.

'Xie xie'? Oh, Anda orang asing...

Aduh, bagaimana ini?

Tunggu, tunggu, sebentar.

Ada apa ini? Ada apa ini?

Ini dia.

Maaf, tapi...

Saya punya tamu yang memesan lebih dulu.

Maaf, tapi...

Saya punya tamu yang memesan lebih dulu.

Begitu. Sayang sekali.

Saya suka mobilnya.

- Tentu. - Terima kasih.

Tunggu, tunggu. Tunggu, tunggu.

Taksi ini punya dua aturan.

Kadang, seperti ini, kami menerima penumpang baru,

tapi pada umumnya, kami hanya menerima langganan.

Taksi ini punya dua aturan.

Kadang, seperti ini, kami menerima penumpang baru,

tapi pada umumnya, kami hanya menerima langganan.

Dalam perjalanan menuju tujuan,

kami mendengarkan musik apa pun yang diinginkan penumpang.

Dalam perjalanan menuju tujuan,

kami mendengarkan musik apa pun yang diinginkan penumpang.

Kenapa!

Ini jimat pembawa keberuntungan untuk keselamatan.

Ini akan menjaga taksi ini tetap selamat.

Semoga beruntung.

Terima kasih.

- Terima kasih. Dadah. - Dadah.

'Kuil Longshan'

Sudah lama sekali!

Saya sudah lama tidak menghubungi Anda, kan, Pak Sopir?

Apa sisa barangnya ada di atas?

Hanya itu.

Sungguh?

Anda pindahan, dan hanya punya dua ransel?

Tempat yang akan saya tempati sudah berperabot lengkap, jadi semua peralatan dan perabotnya sudah ada.

Lagi pula saya tinggal sendiri,

jadi saya tidak suka punya terlalu banyak barang.

Saya juga tinggal di rumah orang tua yang sudah berperabot lengkap,

tapi hanya untuk memindahkan barang-barang saya, mungkin saya butuh truk 3,5 ton.

Anda suka mengoleksi barang,

tapi saya suka membuangnya.

Pelanggan langganan hari ini adalah Seok-ju.

Sudah lama saya tak mendengar kabarnya, jadi saya kira dia pindah ke Cocoa Taxi.

Tapi dia masih ingat saya dan menghubungi lagi.

Saya pikir saya sudah tak bisa disebut langganan lagi,

jadi saya kira tidak akan bisa memesan.

Sebenarnya tidak ada definisi jelas tentang pelanggan tetap.

Hanya karena langganan jarang memesan,

saya tidak menurunkan batasnya seperti bank

atau menandai akunnya sebagai tidak aktif.

Bagi saya, pelanggan tetap

bukanlah orang yang sering saya temui,

melainkan orang yang sering saya ingat.

Begitu melewati pertengahan usia tiga puluhan,

hubungan-hubungan saya mulai berguguran.

Sebagian karena sebagai pekerja lepas, saya banyak menghabiskan waktu sendirian.

Bertemu orang baru

dan membuka diri kepada mereka

jadi semakin lama semakin sulit.

Bagaimana ya mengatakannya?

Mengikuti kabar semua orang mulai terasa terlalu berat.

Kamu menyapa beberapa kali saat hari raya,

lalu sekali saat ulang tahun mereka,

dan akhirnya,

kamu baru menanyakan kabar mereka kalau bertemu di pernikahan atau pemakaman.

Begitulah kita menjauh dengan sendirinya.

Pak Sopir.

Mobil Anda bisa memutar kaset, kan?

Tentu saja.

Saya menemukan ini kemarin saat berkemas untuk pindahan.

'Oh Sung-sik's Everyday English.'

Saya tahu ini.

Oh Sung-sik adalah perkenalan pertama dan terakhir saya dengan bahasa Inggris.

Bisakah kita mendengarkannya?

Saya sudah memutar banyak musik, tapi

sepertinya kami belum pernah memutar kaset percakapan bahasa Inggris.

Baiklah, 'You, too.'

'You are the only one I can turn to.'

Ya, ev—

Bukan, ini...

Ya, ini lagu Deux...

'We Are.'

♪

♪

♪

'Kamu harus menjaga'

'kamarmu tetap bersih.'

Kalau objek setelahnya adalah 'kamarmu,'

apa itu 'bersih'?

Itu pelengkap objek, paham?

Baiklah, coba kita ulangi.

Hei, Lee Seok-ju, Park Ho-jin.

Kenapa kalian duduk menopang dagu saat pelajaran?

Pak Guru, kami tidak sedang menaruh kepala di lengan.

Pak Guru, hanya saja...

Telinga kami gatal sekali, jadi...

Kami duduk berdekatan...

Kalian tertular infeksi telinga satu sama lain?

- Yah, mungkin saja begitu... - Apa ini?

- Ah. - Dasar bocah-bocah nakal!

Lihat ini.

Memangnya boleh mendengarkan musik di kelas?

Ini apa?

Kalian berdua...

Tidak percaya pada Bapak?

Kalian pikir Oh Seong-sik lebih baik dari Bapak?

Ayolah, Pak Guru.

- Kalian berdua... - Bapak salah paham.

Jangan harap bisa masuk ke kelas Bapak lagi.

Berdirilah di lorong dan dengarkan Oh Seong-sik sepuasnya.

Dulu, cukup tutup lubang pelindung rekaman pada kaset

dan kamu bisa merekam ulang sebanyak yang kamu mau.

Mari kita dengarkan permintaan pendengar.

Selanjutnya, 'The Fall of the Moon' dari Kim Hyun-chul.

Lagu berikutnya adalah...

'Your Wedding' dari Yoon Jong-shin.

Mari kita dengarkan permintaan pendengar lainnya.

Lagu berikutnya adalah...

Selanjutnya...

'Songs of Hope at Two.' Sudah waktunya menutup acara.

Dua orang ini keren juga, ya?

Sambil mendengarkan 'We' dari Deux sebagai lagu penutup,

kita akhiri acara hari ini.

Itu dia.

Anda juga banyak membuat rekaman seperti ini, kan, Pak?

Bahkan saat pelajar, saya hanya membeli rilisan resmi,

jadi saya tidak mendengarkan rekaman bajakan seperti ini.

Begitu.

Anda persis seperti Pako.

Pako?

Ada seorang teman yang selalu mendengarkan Deux bersama saya waktu kecil.

Namanya Park Ho-jin, jadi semua orang memanggilnya Pako.

Pako selalu memarahi saya

karena mendengarkan kaset salinan.

Katanya itu penghinaan bagi para personel Deux.

Tidak ada bedanya dengan mencuri.

Musik salinan ilegal ini...

Tentu saja hak cipta jadi masalah,

tapi lebih dari itu, kualitas suaranya menurun,

dan kerja keras para artis kita pada setiap suara

jadi sia-sia. Itu yang paling saya sesalkan.

Saya sangat menyesalinya.

Seok-ju, kamu punya julukan?

Julukan saya...

Geobang.

Geobang? Artinya apa?

Pantat...

yang besar.

Sebenarnya saya cuma pakai celana longgar.

Ukuran pantat saya yang sebenarnya

sangat normal.

Tahu kan, setiap kelas punya anak yang jago bikin julukan?

Tapi kalau dilihat cara mereka membuatnya,

tidak ada maknanya, dan tidak harus benar.

Mereka asal pakai apa pun yang terlintas di kepala.

Benar. Dan di atas segalanya,

mereka memikirkan bunyinya baik-baik.

Geobang, kan?

'Kamar ini, kamar itu.'

Enak diucapkan.

Betul. Julukan itu soal bunyinya.

Benar.

Pako dan saya

selalu bersama, seperti Kim Seong-jae dan Lee Hyun-do dari Deux.

Kami benar-benar

Deux-nya SMA Buknam.

Lepaskan tanganmu!

Tanganmu bakal terpeleset, Bung. Taruh di sini.

Mundur!

Dasar bocah nakal, kamu...

Dulu, kami...

Kamu, ke sini. Sini.

Kami bernapas lewat tarian dan berbicara lewat tarian.

Rasa sakit apa pun

- Kami lampaui lewat tarian. - Pelankan suara!

Bocah ini gila atau bagaimana?

Sini kamu, bocah.

Lumayan. Ke arah sebaliknya.

Sebaliknya?

Baiklah...

Kenapa jadi... Wah, hari ini kamu hebat sekali.

Hei, Geobang, kamu kenapa?

Maksudmu aku kenapa?

Gaya, Bung.

Apa-apaan...

Aku tanya kamu dapat dari mana, Bung.

Itu kalung germanium nenekku.

Kupinjam cuma satu jam.

Astaga, dasar kamu.

Kamu harus mencuri kesehatan nenekmu cuma supaya kelihatan keren?

Hei, aku sudah memijat bahunya selama satu jam sebagai ganti meminjamnya.

Hah?

Oh, dan aku harus mengembalikannya satu jam lagi.

Hei, kenapa ini tidak jalan? Bisa tolong pasangkan?

Merepotkan sekali.

Iya.

- Hei, itu bagus. - Bagus?

Hei, waktu kita sempit. Ayo mulai.

Ayo.

Hei, hei, hei! Pako, Pako!

Hei, putar di sini.

Tapi ini album para senior. Bukankah seharusnya kita beli?

Kamu lemot sekali.

Tentu saja, beli dulu album aslinya, oke?

Lalu dengarkan kaset ini untuk didengar sehari-hari.

Kalau kamu memperlakukan album seperti itu, jadinya malah album balada.

Baiklah, 'You, too.'

'You are the only one I can turn to'

Ya, sem...

Hah? Suara apa itu?

Tadi itu apa...?

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

Roboh seperti ini saat jatuh.

Oke. Baik, jatuh lagi. Ayo.

Jadi, saat jatuh, lakukan seperti ini.

Serius, mulai lagi...

Hei, kalau kamu terus begini, kamu cari gara-gara denganku.

Ini tidak masuk akal. Sama sekali tidak.

Maksudmu 'tidak masuk akal'?

Senior.

Aku dengar kalian mulai latihan di mata air mineral hari ini.

Minumlah Ambasa sambil latihan.

Makasih, So-yeon.

Air mata airnya ada di situ, dan dia membawa soda yang tidak sehat.

Nih, ini untukmu.

Semoga lancar.

- Aw, manis sekali. - Ah!

Dia kenapa sih?

Manis.

Apa?

- Oh, kamu... - Ayolah...

Apa? Kenapa? Ada apa?

- Hei, latihan sudah selesai! - Serius, sialan.

Hei!

Hei, ini...

Ugh, bleh!

Saputangan itu selalu bau tidak enak.

Ugh, bau sekali. Sialan.

Selalu bau.

Aku senang kita menghubungi sopirnya.

Sekarang kita juga bisa memutar kaset Oh Seong-sik.

Benar.

Setelah menemukan kaset itu, kita tak punya tempat untuk memutarnya.

Lalu aku teringat Anda, Pak Sopir.

Aku senang Anda masih ingat dan kembali.

Apa belakangan ini Anda masih sering bertemu Pako?

Yah, Pako dan saya...

Kami kuliah di tempat berbeda,

tapi kami lebih sering bertemu daripada dengan teman kuliah kami.

Bahkan setelah kami mulai bekerja, kami bertemu hampir setiap minggu.

Tapi kemudian...

Pako menikah dan punya anak,

dan jadi sulit untuk tetap berkomunikasi.

Saya merasa canggung mengajaknya minum di akhir pekan,

padahal waktunya untuk keluarga saja mungkin sudah hampir tidak ada.

Saya tidak mau merepotkannya.

Jadi...

Saya mengiriminya kartu hadiah digital saat ulang tahunnya,

dan menanyakan kabarnya.

Kita sudah sampai!

- Terima kasih atas bantuannya. - Sama-sama.

Baiklah.

Saya akan membantu memindahkan barang Anda,

tapi tidak ada yang perlu dipindahkan.

Anda sudah membantu saya pindah sampai ke sini.

Oh, benar.

Omong-omong, selamat atas kepindahannya.

Terima kasih.

Kenapa...

- Ini. - Oh, benar.

Kenapa tidak menghubungi Pako? Sudah lama.

Saya yakin dia akan senang. Saya sendiri senang.

- Saya permisi. - Baik. Hati-hati.

Halo?

Hei, Pako!

Oh, Geobang! Lama tak jumpa.

Ada apa nih?

Cuma ingin menelepon, Bung.

Memangnya aku butuh alasan untuk menelepon, Bung?

Kurasa tidak. Maaf.

Bicara apa kamu? Tidak ada yang perlu dimaafkan.

Hei, bagaimana kabar anak-anak?

Iya.

Yang sulung sudah agak besar dan lebih tenang,

tapi yang bungsu menghancurkan laptopku kemarin.

Kamu punya anak kedua?

Iya, Bung. Dua lebih baik daripada satu, kan?

Oh, begitu?

Istrimu masih keranjingan menyulam silang?

Ayolah, itu sudah lama sekali. Kamu masih menyulam silang?

Aku cuma bilang, Bung.

Hei, bagaimana soal itu...

Kamu minum arginin dan maca, kan?

Omega-3 boleh dilewatkan, tapi yang itu wajib diminum.

Iya, aku minum.

Hei, aku tidak bisa minum omega-3. Rasanya amis sekali.

Hei, ada omega-3 yang tidak amis.

Mau kukirimi tautannya?

Iya, kirim. Nanti kukirim juga ke kamu.

Oke.

Hei, sudah lama sekali kita tak bertemu, ya?

Kita terus bilang, 'Ayo ketemu,' tapi tak pernah terlaksana.

Iya, kamu benar.

Iya, yah... Ayo luangkan waktu untuk bertemu suatu saat.

Iya, ayo benar-benar berkumpul segera.

Tentu.

Istirahatlah.

Kamu juga. Istirahatlah. Nanti kutelepon.

Oke, jaga diri.

Iya.

Siapa itu tadi?

Seok-ju.

Siapa?

Geobang.

Oh!

Dia sedang apa belakangan ini?

Yah, sedikit-sedikit apa saja.

Menurutmu dia masih membenciku?

Ayolah, dia tidak membencimu.

Dia cuma sedang tegang saat kita latihan dansa.

Lagi pula, Geobang hanya minum Milkis.

Tapi kamu, So-yeon, terus membawa Ambasa.

Itu membuatnya kesal, itu saja.

Aku membelinya untukmu, bukan untuk Geobang.

Tetap saja, kita satu tim. Seharusnya berbagi.

Kalian berdua seperti tampil di 'Gayo Top 10' saja.

Anak-anak sudah tidur?

Semuanya sudah kusambungkan dengan benar...

Kenapa sih ini tidak jalan?

Sial, gawat.

♪

♪

Ada apa ini?

Dua kali dalam sehari? Agak keterlaluan.

Hei, nada apa itu?

Nada sambung pribadi? Aku punya?

Kamu bahkan tidak tahu apa nada sambung pribadimu.

Sungguh?

Jadi aku memang punya nada sambung pribadi.

Tunggu sebentar.

Hei, kalau begitu aku...

Membayarnya setiap bulan selama ini?

Sialan.

Dulu kamu membajak lagu-lagu Deux,

jadi beginikah caramu membayar mereka, dasar sialan.

Sialan.

Hei, nada sambung pribadiku itu Deux?

Kamu tidak masih menari lagu Deux sendirian di tempat olahraga taman, kan?

Hei, Deux butuh dua orang untuk jadi Deux, Bung.

Ada apa? Kamu menelepon karena aku belum mengirim tautan omega-3 itu?

Hei, Geobang, kamu di mana?

Aku di rumah.

Keluarlah. Kita minum sebentar dua jam saja, lalu pulang.

Boleh, oke.

Anda memang langganan sejati.

Benar?

Saya hanya menyarankan Anda menghubunginya.

Saya tak mengira Anda langsung menemuinya hari ini juga.

Kalau terus ditunda,

bisa-bisa kalian baru bertemu di pemakaman.

Tuangkan satu.

Hei, bukankah kamu tinggal di Sillim?

Itu delapan tahun lalu, Bung.

Kamu masih tinggal di Yeonsinnae?

Itu waktu aku baru menikah, dasar bodoh.

Jadi sekarang tinggal di mana?

Anyang.

- Anyang? - Iya.

Kamu memang luar biasa.

Hei, sekarang aku tinggal di Anyang.

Oh, iya?

Iya, Bung.

Lalu kenapa kita bertemu di Seoul?

Benar juga.

Sialan.

Ah, sudahlah.

Kapan kamu pindah ke Anyang?

Hei, aku resmi pindah ke Anyang...

- Aku pindah hari ini. - Hari ini?

Iya.

Lihat orang ini.

Kamu memang lucu, ya?

Kamu pindah ke Anyang tanpa memberi tahu kakakmu ini?

Yah, karena kamu warga senior Anyang...

Kamu yang traktir minum malam ini.

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

Lee Hyun-do, Kim Sung-jae

Deux, 'We Are'!

♪

♪

Hyun-do, aku cinta kamu!

♪

Aku cinta kamu!

Sung-jae, aku cinta kamu!

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.