Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Lampunya akan segera menyala, 'kan?
Seok-hyeong, aku sedang memegang kopi.
Maaf.
Berapa lama tempat ini kosong?
Debunya banyak sekali.
- Tiga sampai empat tahun? - Astaga.
Tempat ini seperti kelab malam.
Lampu itu pasti segera mati.
Astaga.
Ibu, lampunya mati lagi.
Tolong panggilkan teknisi...
Begitu.
Berarti dia akan segera tiba.
Baiklah.
Seharusnya kau juga bertanya apa boleh minum kopi kepada ibumu.
Katanya secangkir per hari tak apa.
Kau belum membuang itu?
Kenapa harus dibuang?
Omong-omong, kau sungguh tak mau?
Astaga. Tentu tidak.
Lalu kenapa kau datang?
Untuk menemuimu. Aku khawatir.
Kalau begitu, kau bisa.
Ik-jun saja cukup.
Kalian tak butuh aku.
Kami butuh kau.
Kalian sungguh butuh aku?
Tidak.
Lagi pula aku tak ada waktu. Aku harus membimbing tesis residenku.
- Tolong bimbing aku juga. - Untuk apa?
Omong-omong, tadi kau bertemu Ji-eun?
Ya.
Kau juga belikan barang yang dia suka?
Aku mentraktirnya
dan membelikan pengeras suara bluetooth agar dia sering mendengarkan musik.
Andai kau juga sebaik itu kepada teman-temanmu.
Lampunya mati lagi?
Ya. Tadi berkedip lalu mati lagi.
Astaga. Kurasa harus dipasang kabel baru.
Kami akan coba perbaiki sementara,
- tapi cari yang lebih ahli jika berulang. - Baik.
Kamarku bisa dikerjakan besok. Kau tak perlu bekerja larut malam.
Terima kasih.
- Ya. - Awas.
Hati-hati, Pak.
Lepaskan kotak sekringnya dulu, Pak.
Kau juga bisa tersetrum kalau tak pakai sarung tangan.
Hubungi 119!
Kau baik-baik saja? Bagian mana yang sakit?
Halo? Alamatku di Jogang-dong 33-1.
Ada yang pingsan karena tersetrum.
Mohon segera kemari.
Kau merasa sesak dan sulit bernapas?
Astaga! Bagaimana ini?
Astaga.
Ya, Tuhan. Aku harus bagaimana?
Di sini!
Kami di sini!
Di sini!
Pak.
Pak?
Pak, kau tahu ada di mana sekarang?
Biarkan dia berbaring. Bagus sekali.
Halo? Aku akan segera kembali.
Dia tersetrum tujuh menit lalu, ada luka bakar ringan di tangan kanan,
dan diberi CPR selama dua menit.
Detak jantungnya sudah kembali, tapi masih tak stabil.
- Kau dokter? - Ya.
Tanda-tanda vital pasien masih belum stabil.
- Apa kau bisa ikut dengan kami? - Aku ada panggilan darurat.
Ada dokter lain yang akan ikut.
Dia.
Kau tak apa-apa?
Kau beruntung sekali.
Orang-orang di sana adalah dokter.
Kau bisa dengar aku, 'kan?
Tekanan darah dan detak jantungnya sudah membaik.
Begitu.
Tapi kenapa dia gemetar seperti ini?
Kau baik-baik saja?
Dia hanya kedinginan.
Permisi. Tolong nyalakan pemanasnya.
Bisa beri tahu dia?
Minta nyalakan pemanas ke level tertinggi.
Kau dapat pesan dari Seok-hyeong, 'kan? Kubilang mau.
- Kubilang tidak. - Kau dapat pesan itu?
Tidak. Aku akan jawab begitu jika dapat.
Buang-buang waktu saja.
Waktu luangku lebih baik untuk pacar. Untuk apa aku bertemu kalian?
Memang kau mau bertunangan hari ini?
Kenapa rapi sekali hanya untuk bertemu pacarmu?
Aku memesan tempat bagus di pesisir pantai Busan.
Senangnya. Aku pergi bekerja, sedangkan kau pergi kencan.
- Bagaimana kau pergi ke Busan? - Dengan mobil pacarku.
Itu dia. Menepilah.
Kurasa dia masih agak mabuk.
Itu karena dia begadang kemarin dan kami segera pergi.
- Pastikan kau yang menyetir. - Baiklah.
- Hei. - Apa?
Bekerjalah yang rajin.
Berengsek!
Setelah kucari tahu,
di RS Daeseong
intususepsi dapat sembuh dengan prosedur non-operasi.
Seperti kukatakan sebelumnya,
dalam kasus Bit-na, kemungkinan besar sudah terjadi proses nekrosis
sehingga tak ada jalan lain selain operasi.
Kau yakin, 'kan? Dia boleh dioperasi?
Bukan "boleh," tapi harus.
Tapi kulihat di internet, operasi bisa menghambat pertumbuhan anak.
Jangan percaya hal semacam itu.
Lebih baik kau segera pergi mengurus administrasi.
Baiklah.
- Kalau begitu, kumohon bantu Bit-na... - Setelah kucari tahu,
di RS Daeseong intususepsi dapat sembuh dengan prosedur...
Apa sudah ada kamar untuk Bit-na? Tolong tanyakan kembali.
Baik.
Kumohon bantuanmu, Dokter.
- Terima kasih. - Baik.
Dong-min, buka bajumu sebentar, ya?
Sekali saja.
Teddy Bear, kau datang karena sakit perut?
Biar kuperiksa.
Ya, Dokter. Perutku sakit sekali.
Mari kita lihat.
Setelah kuperiksa kau langsung sembuh. Sekarang tak sakit lagi, 'kan?
Ya, aku sudah sembuh.
Kalau begitu,
sekarang kita periksa apa perut Ibu juga sakit.
Dokter, aku sudah sembuh.
Tidak terasa sakit sama sekali.
Kalau begitu, sekarang giliran siapa?
- Dong-min mau coba? - Giliranmu?
Biar kulihat. Anak pintar. Pintar sekali.
Memang ini Busan, ya?
Aku tiba di sini lebih cepat daripadamu.
Ayo makan malam bersama.
Ya. Setelah kuperiksa satu pasien.
- Pintu tertutup. - Jangan terlalu rajin.
Siapa penanggung jawab kamar 513?
Siapa yang piket semalam? Kau?
Siapa yang beri penurun panas untuk Kim Suk-hui di 513?
- Pasti kau. - Bukan aku.
Kalau begitu kau?
Tidak sama sekali. Aku bahkan tak pernah melihat wajahnya.
Ya, kau tak pernah melihatnya.
Kalian sibuk tidur sampai memberi obat demam tanpa tahu wajah pasien.
Beraninya kalian memberi obat tanpa pertimbangan?
Kalian ingin terkenal?
Bilang kalau kalian tak ingin jadi dokter. Jangan buang waktuku.
Paham?
- Maaf. - Maaf.
Halo?
Kenapa tiba-tiba?
Baik. Aku segera ke sana.
Cepat ikuti aku!
Dokter, pasien sedang memakai ECMO,
tetapi terjadi edema paru sehingga kami melakukan intubasi.
Kini detak jantung pasien tampak sangat lemah.
Kemarin Eun-a baik-baik saja, 'kan?
Padahal dia siap melepas ECMO dan dipindah ke bangsal.
- Keluarganya sudah tahu? - Ya.
Bisa kita bicara sebentar, Bu?
Fungsi jantung Eun-a memburuk sehingga terjadi edema paru.
ECMO sudah tak cukup membantu.
Menurutku, jantung buatan lebih tepat
untuk mengurangi tekanan pada ventrikel kirinya.
Eun-a harus dioperasi hari ini atau besok.
Bagaimana ini?
Dokter, saat ini aku tak memiliki biaya untuk operasi.
Biaya operasi tak murah.
Bagaimana caranya?
Tolong beri aku waktu satu minggu.
Aku akan berusaha mencari biaya operasi apa pun caranya.
Kumohon... Eun-a...
Selamatkan Eun-a.
Tidak ada waktu. Eun-a harus segera dioperasi.
Jika tidak, Eun-a tak selamat.
Aku harus bagaimana?
Ibu tak perlu khawatir. Banyak bantuan dari rumah sakit.
Eun-a pasti bisa dioperasi. Bahkan segera.
Kau. Carikan informasinya.
- Kenapa diam? Cepat telepon! - Baik, Dokter.
GRUP BINCANG BEDAH TORAKOPLASTIK
GADIS LIMA TAHUN, DCMP AKU HARUS TELEPON KE MANA?
DCMP: KARDIOMIOPATI DILATASI
Jika aku yang harus mengoperasi dan mencari tahu hal ini,
untuk apa kau ada di sini?
Halo? Aku dokter torakoplastik, Kim Jun-wan.
Apa aku bisa menerima bantuan Malaikat Penolong?
Sebentar.
BAGIAN PELAYANAN SOSIAL
Halo? Aku dokter residen torakoplastik, Lee Seok-hyeon.
Apa salah satu pasien kami bisa menerima dana bantuan?
Pasien harus segera dioperasi. Tidak ada waktu lagi.
Ya, kami ingin meminta dana bantuan dari Malaikat Penolong.
Usia pasien lima tahun,
butuh operasi pemasangan alat bantu ventrikel.
Kau pesan apa? Pasti tteokbokki lagi, 'kan?
Kapan kuterima jawaban?
Makanlah lebih dulu.
Harusnya kau pesan hamburger.
Itu level satu. Tidak pedas. Makan saja!
Kau masih belum mengirim pesan?
Kami baru selesai verifikasi. Sekarang akan kami hubungi.
Biasanya jika tak ada halangan akan ditransfer dalam dua atau tiga hari.
Baik. Mohon beri tahu aku kalau sudah ada kabar. Terima kasih.
Tidak pedas, 'kan?
Ini tak pedas? Kau harus diperiksa.
Tidak. Buang-buang uang.
Sepertinya akan segera ada panggilan.
- Untung aku pesan tteokbokki, 'kan? - Angkat saja teleponmu!
Hari ini sibuk sekali.
Ya? Aku masih di rumah sakit.
Aku akan segera pulang.
Kau di mana?
Aku tak makan apa pun. Baik.
Ya.
- Kau di mana? - Di mana lagi?
Akhir pekan ini kau ke mana?
Kencan. Dokter Jang bilang dia ada waktu.
Kenapa semua orang kencan?
Jun-wan masih belum putus?
Kali ini langgeng juga.
Kenapa menelepon? Pasti karena Seok-hyeong?
Aku sudah bilang tak mau.
Bukan. Dia cukup dibiarkan saja.
Aku ingin meminta bantuanmu secara serius.
- Kau ada masalah? - Tidak.
Aku merencanakan sesuatu sejak lama...
Tidak. Kuceritakan nanti saja saat bertemu. Pulanglah.
Hari ini aku pulang cepat setelah sekian lama.
- Ada apa? - Tanda vital Min-yeong terus turun.
Sampai nanti.
- Ada apa? - Kuberi larutan garam 100 ml
karena tekanan darahnya terus turun, tapi tak bereaksi.
- Sudah diberi norepinefrin? - Sudah, tapi tetap tak stabil.
Kau juga tak akan bisa pulang hari ini.
PENDARAHAN DI OTAK, PRESDIR YULJE TAK SADARKAN DIRI
AHN BYEONG-U DIKABARKAN KOMA
RUMAH SAKIT YULJE MENJADI MILIK PUTRA KETIGANYA?
SEMUA MENUNGGU SIAPA PEMIMPIN YAYASAN YULJE BERIKUTNYA
Halo, Pak Kepala.
Tadi aku sudah melihat berita.
Aku harus berada di samping Presdir.
Jadi, tolong lakukan kraniotomi malam ini pada pasien darurat perdarahan subdural,
dan pasang VP shunt besok.
Baik.
Tapi apa kau baik-baik saja?
Tidak. Semua tampak sudah mempersiapkan diri. Aku lelah.
PUSAT MEDIS YULJE
BANGSAL VIP
- Apa kabar? - Kabar buruk.
Maafkan aku.
Tidak perlu. Aku hanya berkata jujur.
Tidak apa-apa.
Dia Kepala Rumah Sakit.
Dia Kepala Bagian Saraf.
Itu tak penting saat ini.
Bagaimanapun, senang bertemu kalian.
Apa dia takkan bertahan?
Kurasa takkan mudah.
Kami akan berusaha sebaik mungkin.
Halo, Pengacara Pyeon.
Apa yang terjadi?
Boleh kita bicara sebentar, Nyonya?
Pak Ju, mari kita minum kopi di ruanganku.
Kau tak perlu khawatir.
DIREKTUR JU JEON
- Hei, minumlah. - Tadinya aku yang akan membuatnya.
Kau lamban sekali.
Jong-su, duduklah!
Pemandangan di sini indah.
Sempat-sempatnya kau melihat pemandangan?
Rumah sakit terancam jatuh ke tangan anak muda yang tak tahu apa-apa.
Umur 40 tahun tak muda.
Rumah sakit kita...
sungguh akan diwariskan kepada anak terakhir Presdir yang dokter?
Tidak ada wasiat, 'kan?
Meski ada wasiat Presdir,
keputusan tetap dari pemungutan suara direksi.
Pak Ju mungkin saja terpilih, bukan?
Menurutku, kau harus menghubungi direksi satu demi satu.
Lebih baik lagi bila Andrea yang melakukannya.
Aku yakin Presdir baik-baik saja, tapi kita tak bisa membaca masa depan.
Setidaknya kau harus menghubungi Presdir Hwang besok.
Kau khawatir akan Pak Ju, 'kan?
Para direksi dekat dengan Presdir Ahn.
Anggota lain cenderung mengikuti Presdir Hwang.
Mereka bersahabat selama 30 tahun.
Jika istri Presdir Ahn menghubunginya,
semua segera berakhir.
Padahal Presdir Ahn sangat hebat.
Ternyata dia juga serakah.
Kau tak bisa sebut dia serakah karena ini.
Dia mendonasikan seluruh hartanya.
Aku heran kenapa kau malah meminta dukungan yayasan?
Jabatan di anak perusahaan lain diserahkan kepada ahli. Kenapa kita...
Kupikir aku bisa diuntungkan oleh sepupuku sendiri.
Kita masih belum tahu.
Aku juga harus berusaha keras.
Aku sudah menelepon mereka. Kenapa mereka belum tiba?
Aku salah mendidik anak.
Ini dia.
Pak Ju ke mana?
Dia pasti pergi ke kamar istrinya.
Dia beruntung sekali tahun ini.
Omong-omong,
kenapa Presdir mewariskan rumah sakit ke putra bungsunya?
Padahal dia punya tiga putra.
Apa semua kakaknya berbuat onar?
Pekan depan hari terakhir kau bekerja?
- Ya. - Pulang kampung?
Kau sungguh tak peduli dengan masalah duniawi.
Anak TK saja tahu masalah ini.
Anak pertamanya
sudah cukup sibuk dengan pekerjaannya.
Halo.
Selamat datang.
Hai.
Ibu baik-baik saja?
- Lalu putra keduanya? - Dia melayani orang yang amat penting.
Bukankah dia punya putri?
Putrinya pun sama.
Lama tak bertemu.
Ayah...
Jangan bilang putri keduanya juga...
Jeong-won pasti datang hari ini?
Jangan-jangan dia datang setelah pemakaman ayahnya.
Ibu, katanya Andrea sudah di lift.
Kau datang juga. Kakak-kakakmu sudah di sini.
Nak, ibu ingin bicara sebentar.
PUSAT MEDIS YULJE
- Kau sudah bicara dengannya? - Ya.
Lebih baik menelepon sekarang.
Dia pebisnis. Jadi, pasti mau terima telepon meski sudah malam.
Aku sudah menyuruhnya menelepon.
Setidaknya dia anak paling penurut.
Dia paling waras di antara anak-anakku.
Nomor yang Anda tuju sedang sibuk. Mohon coba...
Kenapa dia menelepon lama sekali?
Kau belum tidur, 'kan? Masuk dan tidurlah.
Kau merokok?
Sejak kapan?
Memang dokter boleh merokok? Astaga.
Bagus.
Ibu, dia merokok.
Ibu yang mengajarinya 20 tahun lalu.
Sudah bicara padanya?
- Selamat bekerja! - Sampai jumpa!
PUSAT MEDIS YULJE
Lantai satu.
PUSAT ENDOSKOPI GASTROINTESTINAL
PUSAT GASTROENTEROLOGI
Cedera itu bisa menyebabkan memar dan efek buruk yang serius.
Itu cenderung sering terjadi di malam hari.
Jika kau walinya, tolong perhatikan pasien yang kau jaga.
Jika kau pasien dengan pengobatan berisiko tinggi,
atau jika kau harus meninggalkan ranjang saat malam hari,
pastikan kau ditemani oleh walimu
atau minta bantuan suster.
Pusat Medis Yulje selalu melakukan yang terbaik
untuk memastikan kesembuhan pasien. Terima kasih.
DOKTER BEDAH SARAF, CHAE SONG-HWA
Bisa kau menyeringai?
Sekarang bagaimana rasanya?
Bila kedua sisi ini dibandingkan.
- Dua-duanya baik. - Baik.
Aku cemas wajahmu akan mati rasa. Tapi ternyata baik-baik saja.
Bagus sekali.
Obatmu masih sama seperti sebelumnya.
Selanjutnya kita lihat tiga bulan lagi.
Terima kasih sudah datang.
Terima kasih.
Omong-omong, aku punya sesuatu.
Ini bukan apa-apa.
Hanya buku bagus. Kuharap Dokter membacanya.
Buku ini bagus, 'kan? Aku juga punya di rumah.
Kau baca ini juga, 'kan?
Ya, aku juga membacanya.
- Itu buku favoritku. - Begitu. Kau sudah baca buku ini?
Suamiku memintaku memberinya kepadamu.
Jadi, sampai jumpa tiga bulan lagi.
Baik.
- Selamat siang, Dokter. - Selamat siang. Silakan duduk.
Duduklah di sini, Bu.
Hasilnya sudah keluar.
Hasil CT menunjukkan adanya benjolan, sehingga dilakukan tes MRI.
Sayangnya, ada kemungkinan tumor ganas.
Jadi, harus diperiksa lewat biopsi.
Usiamu sudah lanjut,
dan posisi tumor tak bagus.
Jadi, tampaknya sulit untuk dilakukan operasi.
Kau pasti merasakan sakit kepala yang luar biasa sejak lama.
Bagaimana kau mampu menahannya?
Apa ibuku akan baik-baik saja jika dioperasi?
Bukan operasi, melainkan kemoterapi atau radioterapi.
Sebelumnya butuh hasil biopsi untuk pastikan diagnosis.
Jika dugaanku benar, kau mengalami glioma.
Pada glioma stadium awal,
peluang bertahannya tinggi. Meski diobati dengan radioterapi.
Namun, bila sudah mencapai stadium akhir,
kau harus menjalani kemoterapi dan radioterapi,
dengan kemungkinan kambuh tinggi,
serta kemungkinan hidup rendah.
Astaga.
Harus bagaimana ini?
Ibu.
Ibu.
Aku harus apa demi Ibuku yang malang?
Tidak apa.
Ibu sudah hidup cukup lama. Tidak apa.
Jangan bilang begitu.
Ibumu masih bisa diobati.
Jangan menangis... Astaga.
Pertama-tama, ibumu harus dirawat dan menjalani biopsi.
Aku akan menjelaskan proses pengobatan setelah hasil tesnya keluar.
Kau harus kuat demi ibumu.
Maaf, Dokter.
Terima kasih.
Terima kasih.
Hatiku merasa buruk.
Tapi kau tak merasa tak asing dengan putrinya?
Rasanya aku sering melihatnya.
PUSAT MEDIS KANGWOON, ICU ANAK KERETA DORONG DARURAT
Ya ampun, terkelupas lagi.
Dokter! Sebelumnya juga lama sembuhnya.
Astaga!
Min-yeong, itu pasti perih?
- Ibu akan memarahinya. - Kulitnya rentan,
dan itu sudah menempel lama.
Putriku juga bisa merasakan sakit.
Baik. Aku akan lebih hati-hati.
Kapan Dokter Ahn tiba?
Kulihat resep obat kemarin berbeda jauh dengan bulan lalu.
Kenapa tak ada vitamin K dan mikronutrien yang biasa diberi setiap Kamis?
Selain itu, kenapa kau...
menaikkan pengambilan darah dari 30 ml menjadi 70 ml?
- Dia sudah kelelahan. - Sebelumnya sudah kujelaskan.
- Min-yeong sudah tak... - Min-yeong.
Hai, Min-yeong.
Dokter, kenapa resep obatnya berubah?
Lalu kecepatan infus TPN bulan lalu 16 jam,
kenapa sekarang lebih cepat?
Selain itu, hari ini Min-yeong tampak sulit bernapas.
Dia juga sering mengernyit. Kurasa ada yang tak beres.
Bu, Min-yeong tak akan bisa bertahan lebih lama.
Mungkin kau sudah dengar dari Dokter Jo.
Kita harus mulai merelakan...
Apa masalahnya? Aku sudah melakukan segalanya.
Kemarin dia terlihat baik-baik saja!
Tanda vitalnya kemarin baik?
- Hampir sama seperti hari ini. - Aku lebih tahu daripada dokter
yang datang sehari satu atau dua kali. Aku ibunya!
Kalau begitu, hari ini Dokter Jo akan terus mengawasinya.
Hubungi aku jika terjadi sesuatu.
Baik.
Min-yeong.
Min-yeong.
Maafkan ibu.
Maafkan ibu, Min-yeong.
Min-yeong, maaf kau harus menderita seperti ini.
Maafkan ibu, Min-yeong.
Maafkan ibu, Min-yeong.
SELAIN PETUGAS DILARANG MASUK
Tekanan darahnya turun? Berapa banyak norepinefrin yang diberikan?
- Kami naikkan terus. - Biar aku saja!
Putraku sedang menunggu transplantasi hati.
Begitu. Pantas aku merasa sering melihatmu.
Dia bolak-balik rumah sakit selama enam bulan
serasa sudah tinggal di sini.
Tiga hari lalu,
kondisinya mulai memburuk.
Putraku...
Mungkin harus kurelakan.
Jangan begitu.
Bu, dia bisa sembuh.
Aku terlalu fokus pada putraku
sampai tak tahu ibuku sakit.
Semua salahku.
Kondisi putramu seperti itu.
Ibu mana yang tak akan fokus padanya?
Tak satu pun bisa menyalahkanmu.
KAU SUDAH BUATKAN MAKAN MALAM UNTUK IBUKU? CEPAT PULANG!
Dokter.
Apa di dunia ini ada wanita lain semalang aku?
Aku menikah 40 tahun,
dan suamiku...
menguras habis uang yang tersisa di rumah untuk berbisnis.
Aku hidup...
karena putraku satu-satunya yang sangat baik.
Aku merasa
ibu dan putraku sakit karena aku pembawa sial.
Aku...
benar-benar sial dalam hidup.
Aku sungguh tak ingin hidup sama sekali.
Sama sekali.
Aku hanya ingin mati.
Pintu terbuka.
Naik lift berikutnya.
- Ya. - Baik.
Pintu tertutup.
AMERICANO DINGIN UNTUKKU
Aku yang mengoperasi saraf ibumu.
Seharusnya kau yang belikan aku kopi. Bukan sebaliknya.
Saat ayahmu masuk IGD tengah malam karena kaki patah,
aku datang meski itu bukan jadwal piketku. Lalu apa? Hanya Americano dingin?
Itu cukup.
Teman dilarang memberi lebih karena bisa tak nyaman.
Kau pandai sekali berbicara.
Tampaknya IGD santai
sampai kau bisa belanja di toserba.
Hati-hati kalau bicara! Jangan pernah katakan itu.
Terjadi kecelakaan beruntun antara sebuah truk
dan empat mobil di dekat persimpangan Bupyeong di tol Gyeongin.
Kecelakaan ini mengakibatkan enam orang luka parah,
termasuk pengemudi truk berusia 52 tahun.
- Mereka sedang dilarikan... - Mereka akan segera tiba. Aku pergi!
Dua di antaranya dalam keadaan kritis.
Saat ini lalu lintas tol Gyeongin...
JASA PENYELAMATAN 119 AMBULANS
PUSAT MEDIS YULJE
INSTALASI GAWAT DARURAT
Pasien hilang kesadaran.
Saat ditemukan tekanan darah 30/60, dan saturasi oksigen turun ke 70.
Pendarahan laserasinya parah.
Pasangkan infus dan beri larutan garam.
Apa?
UNIT PERAWATAN INTENSIF
Dokter!
Dokter!
Akhirnya putraku bisa dioperasi.
Rasanya seperti mimpi.
Aku hampir menyerah karena putraku di urutan ketiga.
Astaga, tak dapat dipercaya.
Katanya pasien sebelumnya tak dapat dioperasi.
Ya Tuhan, terima kasih.
Syukurlah, Bu. Itu kabar baik.
Tapi aku merasa bersalah kepada donor yang sudah meninggal.
Entah apa aku boleh merasa senang.
Hati manusia memang jahat sekali.
Siapa dokter penanggung jawab anakmu?
Dia sangat terkenal.
Dia juga pernah muncul di acara... Good Doctors.
- Dokter Kwon Sun-jeong? - Ya, dia.
Aku dekat dengannya. Dia juga orang yang kuhormati.
Tapi setahuku Dokter Kwon pergi hari ini.
Begitu dengar berita ini,
katanya dia akan segera kembali kemari setelah operasi di Milyang,
dan operasi akan segera dilakukan begitu Dokter Kwon tiba.
Tapi apa dia tak lelah?
Rupanya...
begitu?
Dokter, di sana juga ada pasien.
Anak itu mengoleskan lem super di helm.
Ayahnya tak tahu dan memakai helm itu.
Jadi, helm tak bisa lepas dari kepala ayahnya.
Kami juga terdesak. Mohon periksa kami dulu.
Saat ini ada situasi darurat. Jadi, mohon tunggu sebentar.
Kami juga darurat!
Dia nyaris mati karena malu!
Permisi! Beri jalan!
Pak, apa kita pergi ke rumah sakit lain?
Kau mau ke mana? Kita belum dipanggil.
U-ju, hentikan ayahmu!
Ayah sedang marah, Bi. Dia bilang akan menghancurkan semuanya.
Dokter Kwon, apa yang terjadi?
Ini bukan dislokasi bahu. Kau tak perlu khawatir.
Jemariku sulit digerakan.
Kurasa ini fraktur radius distal.
Lakukan tes sinar-X dan hubungi bedah ortopedi.
- Bagaimana dengan bedah saraf? - Aku di sini.
Hai.
Ini buruk.
Dokter Kwon, bagaimana operasinya?
Bagaimana kau bisa tahu?
Segera hubungi dokter lain. Pasien harus segera dioperasi.
Kalau ada, kau pikir aku mau menyetir kemari setelah bergadang?
Tidak ada dokter lain.
Transfer saja ke rumah sakit lain.
Kalau kita tak bisa operasi, mereka hanya akan mengambil lever.
Ini kesempatan terakhirnya.
Operasi ini tak mudah. Harus menggunakan prosedur long midline incision.
Aku bisa gila.
UNIT PERAWATAN INTENSIF
Begini saja.
Bagaimana?
Ada dia.
Aku? Jangan bercanda!
Aku memang bergelar ganda,
tapi sudah lima tahun tak mengoperasi.
Operasi transplantasi hal serius!
Bukan kau.
Astaga.
Sial.
Ini... U-ju, beri salam.
Dia teman ayah. Pintar.
Tapi...
Bagaimana kalau Kepala Rumah Sakit tahu? Apa kita baik-baik saja?
Dokter Chae sudah mengurusnya.
Aku juga harus meminta persetujuan keluarga dan menjelaskannya.
Dokter Chae kenal mereka dan mendapat persetujuan hanya dalam lima menit.
Dokter penanggung jawabnya tak marah? Kalau aku pasti marah.
Dokter Chae sudah membicarakan segalanya.
Sial!
Lebih baik dia bantu aku melepas benda ini.
Mohon bantuannya!
Mari kita selamatkan pasien ini.
OPERASI SEDANG BERLANGSUNG
PUSAT MEDIS YULJE
INFORMASI STATUS OPERASI
RUANG TUNGGU KELUARGA
INFORMASI STATUS OPERASI OPERASI SEDANG BERLANGSUNG
Halo? Pak Kepala?
Dokter Chae, kau masih di rumah sakit?
Ya.
Dia meninggal.
Operasi Kim Dong-hyeok gagal?
Apa maksudmu? Presdir yang meninggal.
Begitu.
Dia di rumah duka nomor 201. Ke sanalah lebih dahulu.
Aku pulang sebentar untuk ganti baju dan segera menyusul.
Baik, Pak.
PRESDIR AHN BYEONG-U TELAH MENINGGAL DI USIA 78 TAHUN
Halo.
Aku turut berduka.
Kau tahu suamiku paling menyukaimu, 'kan?
Tentu.
Karena itu...
sekarang aku...
sangat sedih.
Ternyata masih tersisa air mata di umur kita ini.
[Netflix Ver] tvN E01 'Hospital Playlist' -โฅ Ruo Xi โฅ-
Belakangan ini, kita sering bertemu.
Bukankah kalian berteman sejak kecil?
Kukira kau juga kenal keluarganya.
Benar.
- Kau sudah tahu, 'kan? - Ya.
- Kenapa tak bilang? - Kalian tak pernah bertanya.
Kalian juga tahu Jeong-won kaya.
Tapi aku tak tahu sekaya ini.
Bahkan kupikir bisnis keluarganya sudah bangkrut.
Dia sudah tahunan menumpang di rumahku.
Orang kaya memang lebih kejam.
Teganya dia merahasiakan selama 20 tahun.
Memang kita akan minta pekerjaan atau pinjam uang kalau tahu?
- Bisa jadi. - Bisa jadi.
Jadi, itu alasan dia tak bilang.
Ik-jun belum datang?
Dia masih operasi. Sebentar lagi pasti beres.
Operasinya amat sulit. Jadi, memakan waktu.
Apa maksudmu? Mana mungkin dia operasi?
Dia melakukan operasi mendesak di rumah sakit kami.
- Dia pasti tahu. - Tidak.
Kepala Rumah Sakit datang.
- Selamat siang. - Kenapa kau ada di sini?
Kenalkan. Dia dulu muridku.
- Halo. - Halo.
Kau kenal Dokter Ahn, putra Presdir?
Ya, dia teman terdekatku.
- Terima kasih sudah datang. - Sudah seharusnya kami datang
karena ayah seorang teman wafat.
Kau sungguh anak Presdir?
Kenapa tak pernah bilang? Kau takut kami minta uang?
Tak ada kesempatan untuk beri tahu. Maaf.
Aku tak berniat merahasiakannya.
Sungguh. Aku tak bohong. Aku tak punya uang. Sumpah.
Itu lebih menyebalkan.
Lalu sekarang rumah sakit menjadi milikmu?
Rumah sakit...
Aku nyaris keguguran.
- Jantungku hampir copot. - Kau mau pamer kau dokter?
- Kenapa nada deringmu? - Ya...
Jantung copot itu mengerikan. Jangan asal bicara!
Kau juga jangan asal bicara karena keguguran sangat menyedihkan!
Kau tak punya...
kasih sayang seorang ayah.
Tolong hentikan. Kepalaku nyaris pecah.
Kalau kepalamu pecah, kau pasti mati!
Jeong-won.
Paman datang.
Begitu?
Kalian juga datang? Terima kasih.
Mohon bantu Jeong-won.
Kenapa kau tak menerima telepon?
Maaf. Aku menggunakan mode getar.
- Dokter, hasilnya sudah keluar. - Baik.
Terima kasih.
Halo, Ik-jun?
Baiklah. Aku segera ke sana.
- Operasinya berhasil? - Ya.
Kalau begitu, suruh dia segera kemari.
Ada yang harus kulakukan. Aku pergi dulu sebentar.
- Baik. - Ya.
Tapi kau yang mengoperasinya.
Kau saja yang bilang.
Dengan penampilan seperti ini? Tidak!
Jika melihatku, dia tak mungkin percaya.
Astaga.
Tadinya aku ingin minta tolong dokter residen untuk bicara,
tapi kurasa lebih baik kau yang bicara. Cepat pergilah.
Dia pasti menunggu lama.
Baiklah.
RUANG OPERASI
Ibu!
Ya, ampun!
Operasi berjalan lancar.
Operasinya cukup sulit,
tapi kini pendarahan sudah banyak berkurang,
dan kondisi lever yang diterima sangat baik.
Sekarang dia dipindahkan ke Unit Perawatan Intensif.
Terima kasih.
Astaga... Sungguh.
Terima kasih, Dokter.
Terima kasih.
Terima kasih banyak.
Hasil tes ibumu juga sudah keluar,
dan syukurlah baru stadium satu.
Setelah radioterapi, ibumu akan sehat selama sepuluh tahun ke depan.
Ini kabar baik. Kenapa kau menangis?
Astaga.
Dokter.
Terima kasih banyak, Dokter.
Sungguh terima kasih banyak untuk segalanya.
Dokter.
Aku wanita paling beruntung di dunia ini.
Tidak ada yang seberuntung aku.
Aku beruntung sekali.
Aku orang paling bahagia.
Karena itu, aku bisa bertemu dokter baik sepertimu
dan ibuku bisa sehat kembali.
Aku sungguh beruntung.
Astaga!
Dokter...
TURUT BERDUKACITA
Kenapa dia kemari?
Dia pasti sudah gila.
PRESDIR AHN BYEONG-U
Ibu! Foto keluarga juga dimasukkan ke sini?
Simpan di tas ibu saja.
Kenapa biaya rumah sakitnya mahal sekali?
Ini bangsal VIP.
Ayahmu seorang VIP.
Ini termasuk biaya pemakaman?
Tidak. Hanya biaya kamar rawat.
Mahal sekali!
Kurang dari sepekan, tapi biayanya lebih dari 10 juta won?
Kau berlebihan.
Itu tak seberapa ketimbang kamar VIP rumah sakit lain.
Uang tak penting bagi pasien VIP.
Mereka pasti rela membayar tiga atau empat,
bahkan sepuluh kali lipat,
selama bisa sehat kembali.
Memang Ibu punya uang?
Ada apa denganmu?
Meski begini, ibu menikah demi kenyamanan.
Tidak ada cinta dalam pernikahan kami, tapi ibu cukup bahagia.
Ibu, terlalu banyak info.
- Apa? - Tidak. Jangan hiraukan.
Pak Ju sudah datang.
Baik. Aku segera ke sana.
Aduh! Sakit, Bu!
Dasar kau!
Kakakku sudah setuju.
Aku juga sudah membujuk Ibu.
Besok kau juga akan datang ke rapat direksi, 'kan?
Tidak.
Jeong-won pasti kecewa.
Aku mengerti selama ini kau sudah bekerja keras.
Maafkan aku.
Kumohon bantuanmu.
Astaga.
Keluargamu memang unik.
Kalau begitu, semua sudah beres?
Benar. Sudah beres.
Selesai.
Presdir Hwang setuju?
Jeong-won memohon kepada Presdir Hwang
untuk memilih Pak Ju, bukan dirinya.
Kuminta dia memikat Presdir Hwang. Astaga, aku salah mendidik anak.
Semua usahaku untuk membesarkan anak sia-sia.
Baiklah.
Tapi rapat direksi diadakan besok.
Bagaimana aku bisa percaya?
Ini lembar persetujuan para direksi yang diminta oleh Presdir Hwang,
juga pernyataan pengunduran diriku dan ibu dari jabatan direktur.
Tapi...
Aku memiliki satu syarat.
YAYASAN YULJE
SELURUH KEUNTUNGAN BANGSAL VIP MENJADI MILIK PIHAK PERTAMA
HAK PENGGUNAAN DAN PENGELOLAAN PUN MENJADI MILIK PIHAK PERTAMA
Maaf kelancanganku,
tapi bolehkah aku boleh bertanya uang itu untuk apa?
Sama seperti konglomerat lainnya.
Semua punya uang simpanan.
Konsep bangsal VIP sangat lucu, bukan?
Jumlah ruangnya hanya empat.
Bisa diperbanyak, tapi tak perlu.
Begitu diperbanyak, tak ada yang menginginkannya.
Tempat itu berharga tinggi
agar orang-orang yang berkelas tinggi datang.
Kita hanya membutuhkan dokter-dokter terbaik.
Namun, sulit mencari dokter yang baik.
Kudengar sekarang rumah sakit kita sedang kekurangan dokter.
Aku akan mengatasi masalah itu.
Kau hanya perlu menyiapkan gaji yang banyak.
KONTRAK KERJA TIM MEDIS KHUSUS BANGSAL VIP
Kalian setuju, 'kan?
Kenapa panjang sekali?
Siapa pun, tolong jelaskan.
Singkatnya,
kita harus setuju jika pihak pertama
membutuhkan operasi darurat, meski di akhir pekan,
dan wajib melakukan operasi yang ditentukan oleh pihak pertama.
- Siapa pihak pertama? - Dia.
Kau akan membayar kami sebesar apa?
- Kau meminta kami jadi budakmu. - Dua kali pendapatan tahunan.
Hei!
Lain kali tulis hal semacam itu di bagian paling atas!
Dia memang anak konglomerat, uangnya banyak!
Aku tak mungkin mengundurkan diri. Baik.
- Ada tinta merah? - Ini.
Aku harus mengecap ibu jari.
Bagaimana denganmu?
Aku mau ada waktu luang.
Astaga, hidupmu mewah sekali!
Kau sudah dua bulan di Korea setelah selesai beasiswa.
Kau tak cari kerja?
Aku masih ingin bercengkerama dengan ibu.
Kuberi gaji dua kali lipat dan parkir khusus.
- Lantas, kami? - Lantas, kami?
Diam, Kalian!
Entahlah.
Parkir khusus dan laboratorium khusus. Ditambah ruang kerja pribadi!
- Lalu kami? Kau kira kami siapa? - Apa? Kau pikir kami bodoh?
Aku tak butuh itu.
Aku hanya minta satu syarat.
Apa itu? Semua akan kukabulkan.
Band.
Apa?
Band.
- Apa? - Apa maksudnya?
Kau bahkan baru bisa berkirim pesan.
Aku tak mau! Pokoknya tidak.
Aku setuju. Aku suka.
Aku juga sibuk. tak ada waktu. Aku tak bisa.
Kalau begitu kau setuju, 'kan?
Tentu. Bagaimana kau mengelola bangsal VIP tanpa dokter obstetri dan ginekologi?
Itu tak mungkin terjadi.
Astaga! Aku pergi.
- Lupakan pembicaraan hari ini. - Hei!
Lebih baik aku bekerja.
- Aku tak punya akses. Bantu aku turun. - Baiklah. Ayo!
Aku juga sudah menegaskan. Aku tak ada waktu untuk band.
Song-hwa! Kau...
Masalahnya adalah Song-hwa.
Jun-wan lebih bermasalah.
Jun-wan?
Aku hanya perlu meneleponnya.
Kau sungguh tak mau?
Sudah kubilang tidak! Kita sudah tak muda lagi.
Kemarin aku membuka akun Cyworld lamaku,
dan menemukan satu foto indah di album foto.
- Di Hawaii... - Baik, aku setuju.
Jun-wan setuju.
Apa?
Jun-wan melakukan dosa apa sampai langsung setuju?
Sekarang hanya tersisa Song-hwa.
Song-hwa selalu serius dengan perkataannya. Bagaimana ini?
Kau tak tahu kelemahan Song-hwa?
Astaga, ini strategimu?
Kenapa kau hanya memikirkan hal negatif seperti kelemahan seseorang?
Kau cukup memberi apa yang dia inginkan.
- Coba cara itu. - Aku tahu.
- Apa? - Apa?
- Dia mau kalau menjadi vokalis. - Sudah gila.
Vokalis? Dia masih ingin menjadi vokalis?
Aku bicara lebih dulu dengannya, dan dia bilang mau kalau menjadi vokalis.
Yang benar saja. Song-hwa pekak nada dan tak berirama!
Dia bahkan butuh lima tahun untuk belajar bas.
Seok-hyeong, kau ingin mendapat Grammy dari band kita?
Apa?
- Kau tak mau tampil di Wembley? - Tidak.
Kalau begitu...
Song-hwa boleh jadi vokalis!
Hei!
Aku tak masalah.
Aku hanya ingin melakukan sesuatu bersama teman-temanku.
Aku merasa suara Song-hwa menarik.
Ya ampun, kalian jahat sekali.
Suaranya unik.
Astaga! Kalian benar-benar gila!
Kalian tak boleh mengejek orang begitu!
Kita harus bimbing dia ke jalan yang benar.
Jangan begitu jika kalian peduli pada Song-hwa!
Baiklah! Sudah beres.
Ik-jun, kau peduli pada Song-hwa. Berarti kau tak keberatan dengan ini.
Kita akan mulai band.
Kau mulai bekerja pekan depan.
Selamat bergabung, Dokter Yang!
Astaga. Senang bertemu.
Aku sering dengar kau dipanggil "Buddha".
Agamaku Katolik.
Begitu?
Cepat, Song-hwa! Kita bisa dipanggil kapan saja.
Astaga.
Astaga, bau.
Kau tak masuk akal.
- Kita mainkan lagu apa? - Seok-hyeong sudah memilih.
Kau pasti tahu begitu dengar.
Aku semakin merindukanmu Di saat seperti ini
Saat aku sendiri
Meski aku tahu kau meninggalkanku
Aku selalu teringat akan dirimu
Mengapa kau meninggalkanku saat itu?
Kau bilang hubungan kita sulit
Itu mungkin sebuah alasan
Tapi aku tak tahu
Malam yang sunyi
Malam yang sunyi
Aku teringat sosokmu yang meninggalkanku
Malam yang sunyi, malam yang amat sunyi
Menjadi sosok yang selalu kuingat
Kau mengejutkanku.
Malam yang sunyi
Malam yang sunyi
UNIVERSITAS NASIONAL SEOUL ORIENTASI MAHASISWA KEDOKTERAN BARU
Aku teringat sosokmu yang meninggalkanku Malam yang sunyi
Malam yang sunyi
Malam yang sunyi
Malam yang sunyi
Tepuk tangan!
Lagunya membuatku merinding, wajahnya lebih membuatku merinding lagi.
Siapa yang ingin maju selanjutnya?
- Aku! - Tepuk tangan!
Aku akan menirukan Nam Bo-won dalam Acara Nam Bo-won.
Pada tahun 1950, di pergunungan,
hidup seekor kodok.
- Para prajurit sedang istirahat. - Hei! Kau mau ke mana?
Lebih baik putus sekolah daripada melakukannya.
- Hei. - Hei, Kopral Kim.
Kalian mau ke mana?
Ke toilet.
Dia mabuk berat.
Seok-hyeong!
Kenapa mereka tak masuk? Menyebalkan!
Di sini dingin sekali. Apa kita diam di toilet saja?
Di sana bau!
Apa tak ada tempat lain?
Siapa kalian?
Siapa lagi?
Seperti kita, mereka pura-pura ke toilet, lalu kabur karena di sana membosankan.
Mereka orang Jepang?
- Bodoh. - Astaga.
Kami boleh masuk?
Dialek Seoul dia keren.
Seperti mendengar radio.
- "Boleh masuk?" - "Masuk?"
Masuklah.
Cepat masuk.
Meski agak sempit,
diam di sini lebih baik daripada acara tak jelas itu.
Aku Ahn Jeong-won. Dia Yang Seok-hyeong.
- Senang bertemu. - Aku Lee Ik-jun.
Kau gila.
Dia Lee Ik-jun. Aku Kim Jun-wan.
Kami berdua dari Changwon.
Kami teman satu SMA. Kalian juga satu SMA?
Kami satu SD dan SMP.
- Kau tak akan mati. - Manja sekali.
Tapi sampai kapan kita di sini? Di sini sempit.
Kita beruntung hanya berempat.
Aku Ahn Jeong-won. Dia Yang Seok-hyeong, Kim Jun-wan, Lee Ik-jun.
Aku Chae Song-hwa.
Kalian semua teman?
- Tidak. - Kau gila?
- Kami baru kenal lima menit. - Apa?
Tidak.
Bilang saja bukan. Kenapa kalian panik?
Pertemuan ini sudah takdir.
Bagaimana kalau foto bersama?
Yang benar saja.
Sungguh.
Baiklah.
Kameranya bisa disimpan di atas kursi itu.
Benar.
Sebentar.
Lampunya berkelip sebelum memotret.
Sudah mulai!
Lagu berikutnya "Love over a Thousand Years".
- Kurang ajar! - Hei.
- Hei! - Ya?
- Halo? Aku Dokter Chae Song-hwa. - Hei, Jung-wan!
- Baik. - Kau gila!
- Cepat kembalikan! - Baik.
Cepat buka pintunya! Astaga!
Seok-hyeong!
Jeong-won!
Cepat kembalikan!
Mari kita lihat.
Ini dia.
SELAMAT MALAM, MALAIKAT PENOLONG! EUN-A SUDAH SEHAT DAN BOLEH PULANG.
TERIMA KASIH. KURASA KE DEPANNYA AKU BISA MEMBANTU LEBIH BANYAK PASIEN.
Halo?
Aku tak punya uang.
Baru sekarang aku menerima uang pengobatan pasien jantung anak.
Aku sungguh tak punya uang!
Kau pastor, tapi minta traktir anggur setiap hari.
- Hiduplah dengan filosofi nonkepemilikan? - Kim Jun-wan!
- Seharusnya kau bersyukur - Buka!
- bisa setingkat dengan Bopjong. - Hei, kau juga?
- Sungguh? - Masa bodoh! Aku tak punya uang!
Kau pastor, bukan somelier!
Bagaimana...
Pak Ju dengar soal kondisi istrinya.
Kau tau dia rela berkorban demi istrinya.
Aku merasa sangat bersalah.
Kenapa?
Jong-su pasti kewalahan, dan sekarang harus memimpin yayasan.
Bagaimana aku menghadapinya?
Jong-su nama depan Pak Ju.
- Begitu. - Kami berteman sejak kecil.
Aku sudah bilang tak perlu datang ke pemakaman karena istrinya sakit,
tetapi dia keras kepala.
Bukan Pak Ju kalau tak datang.
Astaga.
Dia selalu diam dan tak berekspresi.
Jujur, kupikir takkan bisa menebak pikirannya.
Jadi, aku sering mencurigainya.
- Tapi setelah tahu... - Dia tak punya rencana.
Astaga.
Dia juga begitu saat berumur lima tahun.
Juga saat pernikahannya.
Dia sering diam sehingga orang berpikir kalau dia menyembunyikan sesuatu.
- Dia tak punya niat tersembunyi. - Benar.
Aku baru ingat. Sekitar dua hari sebelum Presdir wafat,
dia datang ke rumahku.
Dia datang larut malam.
Jadi, kupikir dia meminta suaraku di rapat direksi.
Ini agak menyebalkan,
tapi harus kukabulkan karena anakmu
- memohon kepadaku. - Lalu Jong-su bilang apa?
Astaga.
Sepertinya aku tahu.
Benar.
Dia tak bilang apa-apa.
Dia hanya memandang pohon bunga di halaman rumahku cukup lama,
lalu berkata bahwa istrinya suka bunga, dan meminta bunga dari pohon itu.
Dia tak bisa mengatakan hal semacam itu.
Dasar naif.
Dasar bodoh.
Astaga.
Astaga, sudah pukul 20.00 lebih.
Masuklah, Nyonya.
Sepertinya dia sedang menunggumu.
Dia menyuruhku masak.
Terakhir aku membuat bekal 30 tahun lalu.
- Permisi. - Sampai nanti.
Kode biru, lantai tiga.
CPR di Unit Perawatan Intensif.
Gedung utama lantai tiga.
Bertahanlah, Min-yeong!
Bertahanlah, Min-yeong!
- Berapa lama? - Sepuluh menit. Jantungnya tak kembali.
Tidak! Coba lagi!
Tempo hari kau berhasil!
Bu, kau harus merelakan...
Kumohon kali ini saja. Tolong!
Biar kulakukan. Akan kami coba lagi.
Min-yeong!
Min-yeong!
Bertahanlah sedikit lagi, Min-yeong!
Bertahanlah, Min-yeong.
Min-yeong!
Bertahan sedikit lagi, Min-yeong!
Min-yeong pasti merasa kesakitan, Bu.
Kita harus biarkan dia beristirahat.
Min-yeong-ku,
kau mau pergi sekarang?
Tapi ibu tak rela.
Tapi kurasa kau akan kesakitan
jika tetap di sini meski sejenak.
Ibu masih ingin melihatmu.
Maaf, Min-yeong.
Maafkan ibu karena membuatmu sakit.
Min-yeong...
ibu sangat mencintaimu.
Putriku...
Ibu sayang padamu.
26 Maret 2019, pukul 14.29.
Kunyatakan Kim Min-yeong meninggal dunia.
Min-yeong!
Min-yeong!
Min-yeong!
Min-yeong!
Dia ingin bertemu kita semua?
Dia pasti akan marah-marah lagi.
Benar. Wajahnya berubah.
Bagaimana lagi?
Apa pun yang dia katakan, kita harus maklum.
Aku mengerti.
Aku juga mengerti, tapi kita juga sudah berusaha sebaik mungkin.
Dokter Ahn bahkan tak istirahat selama tiga bulan karena Min-yeong.
Dokter Ahn datang.
Terima kasih atas kerja keras kalian selama ini.
Kalian boleh pergi.
- Apa? - Biar aku yang menemuinya sendiri.
Kalian pergi saja.
Pekerjaan kalian banyak, 'kan?
Dokter.
Terima kasih atas bantuanmu selama ini.
Min-yeong...
kesakitan karena aku ingin terus melihatnya,
tetapi dia bahagia selama tiga tahun ini
berkat perawat dan dokter yang baik hati.
Terima kasih atas kerja kerasnya.
Terima kasih
kalian telah menyayangi...
dan mengobati Min-yeong.
Terima kasih banyak, Dokter.
Hari ini seorang anak pergi ke surga, Pastor.
Kami merayakan 100 harinya,
juga hari ulang tahunnya setiap tahun. Kami memiliki banyak kenangan bersama.
Hanya tiga tahun...
Min-yeong pergi ke surga...
setelah tiga tahun.
Aku anak-Nya...
tapi kecewa pada-Nya.
Aku membenci-Nya,
dan kecewa pada-Nya.
Setiap hari terasa melelahkan, Pastor.
Aku harus bagaimana?
KE RESTORAN AYAM GORENG DEKAT GANG POS POLISI
Karena itu kubilang aku tak ingin jadi dokter.
Aku bilang kalau aku juga ingin jadi pastor!
Tapi kalian bilang,
"Kau bisa menjadi pastor kapan pun,
tapi tidak dengan dokter."
Aku lama menjadi dokter karena kalian!
Sekarang aku akan melakukan apa pun yang kuinginkan. Mengerti?
Kau mengerti?
Aku...
tak pantas menjadi dokter.
Aku...
tak bisa mengontrol perasaan ini.
Aku mudah berempati.
Orang bilang...
aku akan terbiasa setelah waktu berlalu.
Tapi aku...
Aku terlalu menyayangi semua pasien.
Aku menggila karena mereka.
Aku tak menangis saat ayah meninggal.
Belum lama ini ayahku meninggal, Pastor.
Begitu?
Tapi...
hari ini ibu Min-yeong
mengucapkan terima kasih
atas bantuanku selama ini, dan...
Astaga!
Ibu pasien menghiburku! Aku dokternya!
Tapi...
ketika itu...
aku merasakan...
perasaan yang tak pernah
aku rasakan di dunia ini.
Aku merasa bersyukur, sekaligus merasa bersalah.
Pokoknya,
aku tak pantas menjadi dokter.
Aku lelah.
Aku tak bisa. Aku akan berhenti menjadi dokter!
Aku memang rencana berhenti tahun ini.
Aku juga berniat menyerahkan pekerjaan kepada temanku.
Semua sudah berakhir.
Aku akan segera mengundurkan diri besok!
Andrea, jika kau benar-benar tak sanggup,
aku akan menyuruhmu berhenti nanti.
Oleh karena itu, bertahanlah setahun lagi saja.
Ini enak sekali.
SATU TAHUN LALU
Min-u...
Min-u...
menulis surat untukku.
Padahal dia masih belum pandai menulis.
Dia menulis surat untukku sebelum mati.
Aku...
tak pantas menjadi dokter!
Aku tak berbakat dan tak punya apa-apa.
Aku akan berhenti jadi dokter.
Besok aku akan segera mengundurkan diri!
Andrea.
Coba tahan setahun lagi.
Ini enak sekali.
DUA TAHUN LALU
Kau tahu Min-ji, pasienku?
Min-ji hari ini bangun.
Dia bahkan bisa bernapas spontan.
Dia mengedipkan mata kepadaku.
Seperti ini.
Min-ji mengedipkan mata kepadaku.
Mari kita bersulang-sulangan.
Ini hari paling bahagia dalam hidupku! Bersulang!
Bersulang!
TIGA TAHUN LALU
Aku akan berhenti.
Aku bukan dokter!
Aku dokter palsu!
Matilah aku!
Andrea.
Bertahanlah setahun lagi.
Ini imut sekali.
Ya? Masuk.
Menu sarapan apa yang enak di rumah sakit ini?
- Lihat. Kau datang cepat. - Aku belum pulang.
Aku pulang usai menyarap.
Kau bisa menyetir setelah begadang?
Aku bisa naik taksi. Dah.
Akhir pekan ini kau ke simposium, 'kan? Hotel J?
Bagaimana kau tahu?
Dokter Jang?
Akan kutitipkan salammu padanya. Aku pamit.
Ya.
Hai.
Cepat turun.
Tidak.
Aku sudah sadar. Sungguh!
Aku sudah sadar.
Kau bercanda?
- Aku cium bau alkohol setiap kau bicara. - Tidak. Aku sudah lama minum.
Aku memang bau alkohol.
Kau juga sedang minum saat kita bicara di telepon dini hari tadi.
Itu lima jam lalu dan kau mabuk berat.
- Ini melanggar hukum. - Aku baik-baik saja sekarang.
Sudahlah. Ayo kita pergi.
Tidak ada satu pun yang tahu! Ada apa denganmu?
Kau lihat sauna itu, 'kan? Tidurlah di sana.
Hentikanlah!
Kenapa kau marah karena hal kecil?
Aku akan mengantarkan mobil ke rumahmu. Kita bicara lagi nanti.
Saat itu...
kita putus.
HOTEL INTERNASIONAL J
SIMPOSIUM TORAKOPLASTIK
Pintu terbuka.
Julukannya "Setan." Dia mengajar dan melakukan operasi.
Dia membantu menulis tesis. Lalu dia haiking dan berkemah di akhir pekan,
tapi tak pernah terlambat masuk kerja. Hanya setan yang seperti itu.
Aku tahu itu kau. Kau terkenal. Profilmu ada di internet.
Astaga, Chae Song-hwa. Dia luar biasa.
Kau hanya akan diam melihat pasien mati?
- Hei! - Kita tak boleh begitu kepada pasien.
Dokter Min bilang bukan operasi berbahaya. Aku mau dioperasi.
Para wartawan mengawasi.
Ini kesempatan bagus untukmu.
- Semua orang perhatian sekali padaku. - Aku ingin mati sendiri.
Apa aku masih bisa hidup sampai saat itu?
- Satu Americano dingin... - Satu cafe latte panas.
- Aku ini. - Jeong-won, kau tahu Malaikat Penolong?
- Apa? - Dia terkenal di rumah sakit sebelumnya.
Konglomerat tak bisa dipercaya. Selalu berbohong!
Berengsek.
Pasien ini transplantasi hati besok.
Aku ahli bedah utama transplantasi itu. Kau mau bergabung di tim operasiku?
Kalian cantik dan tampan, tapi tak pernah terjadi apa pun?
Kenapa kau lakukan itu?
Kenapa mengusik danau yang tenang?
Terjemahan subtitle oleh Listya Ayunita Wardadi
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.