Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
- Kurasa ini bukan di sini. - Bukan?
Aku sadar bahwa potongan yang Mariana suruh pasang
salah.
Mariana, lihat setelah ayam jago.
Semut, bintang.
Bulan, ayam, semut, bintang.
Sudah benar. Aku tahu ini.
Ini salah.
Aku tahu itu salah.
- Ayo bawa yang lain. - Ya.
- Bintang setelah semut. - Mari lihat.
Bintang yang mana?
- Ada bulan. - Bulan dan ayam jago.
Bulan, ayam jago, semut.
Hanya satu potongan yang salah. Kami terus bekerja.
Ayo.
Ayo.
Satu, dua…
Ayo.
Aku takut tak sadar ada potongan lain yang salah.
Ayo.
Ayo, mereka hampir selesai.
Satu, dua…
Aku tahu timku punya mental pantang menyerah.
Bulan.
Ayo, dorong.
- Ya! - Hore!
- Ya! - Bagus!
Ayo!
- Ya! - Hore!
Hore!
Bagus!
- Itu dia! - Ya!
Rasanya seperti memenangkan kejuaraan.
- Bagus, Marianita! - Serius?
Aku sangat bangga karena berkontribusi dengan ingatanku
dan stamina lari, tapi aku juga berpikir
mereka memindahkan kebanyakan potongan, dan mereka memercayaiku,
jadi ini hanya bisa dicapai jika kami bekerja sama.
Tim Brandon Díaz,
kalian tereliminasi.
Aku sangat kesal karena ingin berbuat lebih banyak
daripada yang sudah kulakukan.
Kesalahan Daghni…
Ganti yang itu!
Kerang, bulan, ayam, semut.
- Yang mana? - Semut ke kanan.
Maksudku, kiri.
…adalah sesuatu yang harus kami tanggung.
Aku tak menyalahkannya.
Siapa pun bisa melakukan kesalahan itu.
Bagiku, dua potongan yang hilang itu
karena kurangnya usaha.
Kami tertinggal. Aku terbiasa berusaha lebih keras.
Mereka butuh kapten yang lebih baik untuk tantangan ini.
Dengan strategi dan tim yang tepat,
kita akan menang.
Sebagai Tim Oranye, kami sangat kompak,
dan aku sangat puas.
Aku menuntut yang terbaik dari timku, juga dari diriku sendiri.
Aku tahu tantangan berikutnya akan lebih menantang, dan kami siap.
TIM ORANYE VS TIM ABU-ABU
Siapa yang menang?
Bagus!
Brandon!
Selamat datang!
Masuk ke ruang juara terasa luar biasa.
Aku melihat Tim Hijau. Aku tak kaget.
Bagaimana kapten lainnya?
- Selamat. - Selamat.
Kita berhasil!
Aku ragu.
Kukira tim Brandon Díaz yang masuk,
tapi mereka sangat kuat, jadi siapa pun bisa menang.
TIM PUTIH VS TIM KUNING
Kami kembali ke kompetisi
dan kami takkan menyerah semudah itu.
Saat kami berhadapan, aku melihat tim lawan.
Aku tahu mereka kuat,
tapi aku yakin timku lebih kuat.
Kurasa timku lebih baik dalam strategi,
dan juga, karena kami punya pendaki.
Sepertinya dia akan nyaman di atas sana.
Tantangan Kalender dimulai…
Ya, kami akan menang! Mari berikan yang terbaik.
…sekarang.
Kau di depan.
Ambil di sana. Di sana.
Ada celah di sana. Ada celah di sana.
Strategi untuk tantangan ini
adalah memindahkan potongan ke sisi lain secepat mungkin.
Elangnya di sini.
Ini tantangan yang sangat sulit karena beratnya potongan.
Tidak semua beratnya sama. Ada yang lebih berat.
Tunggu!
Aku sangat kuat, sangat disiplin, tak menyerah,
dan aku akan melakukan yang terbaik
agar kami bisa menang.
Ayo.
- Berat sekali. Siap. - Oke. Satu, dua. Itu.
- Angkat lebih tinggi. - Sudah. Ayo.
Kami memimpin,
tapi kami tak boleh terlena.
Kami harus terus menekan sampai kami selesai.
Aku mau taruh di punggungku.
Potongan-potongan itu lebih berat dari yang kukira.
ENAM METER
Peranku adalah memanjat dan menghafal urutan Kalender
agar aku bisa turun dan membantu mereka memindahkan potongan.
- Apa selanjutnya? - Ular.
Di mana?
Dan di sini?
Bulan.
Dua, kelinci.
Tiga, matahari.
Ada kelinci.
Cárcamo, taruh di sini dan biarkan Freddy menyusunnya.
Tidak, tunggu, susun…
- Freddy, tunggu. - Ya.
- Susun yang di sana. - Freddy.
Freddy, susun kelincinya.
Kelinci, matahari, awan, bunga.
Dengan satu orang menyusun,
dua orang memindahkan,
dan aku mengarahkan, semuanya mulai lancar.
Dorong.
- Dorong. Bagus. - Satu, dua, tiga.
Baiklah.
Matahari.
Awan.
- Awan. - Biar kuambil.
Ayo.
Biar kuambil.
Di mana armadilo?
- Ke mana? - Di mana armadilo?
Tunggu.
Tunggu.
Satu, dua, tiga.
Semua sudah dipindahkan. Kami hanya perlu menyusunnya.
Dia memberi tahu kami, kami susun, lalu berikutnya.
Awan.
Di sebelah armadilo. Di sana.
- Selanjutnya? - Naga.
Lalu bulan. Ya.
Ini tim, dan tiap orang punya peran.
Kami pasti menang.
Angkat dari bawah. Turunkan.
Ternyata strategi tim lain
untuk membawa semua potongan ke papan berhasil.
Dua, ayam jago. Itu.
Dorong.
Dua, tiga.
Itu di mana?
Bukan ayam jago.
Apa selanjutnya?
- Aku akan sebutkan. - Ya.
Kukira kami selesai.
Tapi satu salah.
Sulit dipercaya.
Entah kapan aku membuat kesalahan itu.
Bunglon.
- Kelinci. - Kelinci.
- Matahari. - Matahari.
Di mana tempatnya?
Di sana. Di sebelah jangkrik.
Tim sebelah salah menyusun beberapa potongan,
jadi kami berharap bisa mengejar mereka.
- Bulan. - Bulan.
Ayam jago.
- Ayam di sini? Keluarkan. - Ayam.
Geser semuanya ke sini.
Tarik dan masukkan.
- Geser. - Ini di sini?
- Ya. - Di sini?
Aku merasa putus asa
karena tak menyangka kami harus memindahkan semua potongan.
Kami bisa kalah.
Tarik.
Oh!
- Yang mana? - Kura-kura.
Aku hanya berpikir kami punya peluang.
Belum pasti sampai semua berakhir.
Aku ingat urutan Kalender dengan baik.
Namun, dua potongan yang salah tempat karena aku salah sebut
membuat kami sedikit tertinggal.
Kura-kura di sini.
Yang benar saja.
Miki harus lebih fokus.
Tarik.
Satu, dua…
Yang berikutnya. Tarik.
- Tarik. - Ayo.
- Laba-laba setelah bintang. - Ini dia.
- Ayam setelah laba-laba. - Tidak.
- Bantu aku dorong ini, Cárcamo. - Satu, dua, tiga.
Tidak, kita harus menggesernya sedikit agar pas.
Tapi kita cari celahnya.
Kami harus menyusun potongannya satu per satu.
Di tempat kerjaku, kami melakukan itu dengan batako.
Saat kami membangun tumpukan, kami menyusunnya satu per satu
agar tak ada celah.
Pas-paskan, ya?
Pas-paskan.
- Di mana ayam? - Ambil potongannya. Aku ganti Jane.
Aku akan terus berjuang
dan berusaha sampai selesai, apa pun hasilnya.
Kami harus bergegas, lebih cepat, berusaha lebih keras.
Ayam jago, bukan bulan.
- Kita pindahkan bulan? - Geser bulan satu tempat ke kiri.
Aku takkan berhenti sampai obor menyala,
untuk tim lain atau timku.
Satu, dua, tiga.
Bagus, Kawan!
- Hore! - Ayo.
Bagus, Bung.
Ángel adalah pemain terbaik
karena dia memimpin tim kami dengan baik.
Bagus, Bung.
Kunci kemenangan kami adalah kekompakan, komunikasi,
kegigihan, mentalitas.
Bagus, Tim.
Kenapa aku bisa salah?
- Jika bukan kau, kami. - Sudah selesai. Bagus.
- Tapi fokus. - Ya.
- Maaf. Aku terbiasa mengatakannya. - Ya.
Metode dua, tiga, empat sangat berguna.
Itu berguna.
Tidak, dan hal terakhir yang kita lakukan sangat bagus.
Terima kasih. Sudah percaya.
Tim Ángel Quintero,
kalian yang pertama menyusun Kalender dengan benar,
jadi kalian bisa melanjutkan kompetisi.
Aku bangga dengan kerja kami.
Kami menyelesaikan misi, dan ini kesempatan
untuk menunjukkan bahwa Tim Tangguh patut diperhitungkan.
Mikel, kau pemimpin yang buruk.
Aku jengkel.
Aku pindahkan ini.
Mikel tak bisa memimpin. Dia tak bicara. Dia tak berkomunikasi.
Aku setuju dengan kejengkelan Jane.
Namun, kami semua sudah berusaha,
dan itu yang terpenting.
Ya!
Ya!
Tim Luis Mora,
kalian tereliminasi.
- Ayo. - Semangat!
Aku tahu aku dan timku sudah melakukan yang terbaik.
Kami menjalankan strategi terbaik,
tapi tim lain mengalahkan kami dalam tantangan ini.
Aku senang kami menang,
dan aku turut prihatin mereka kalah.
TIM PUTIH VS TIM KUNING
Kami tinggal dua potongan.
Mereka tiga atau empat lagi, tapi semua potongan sudah dipindahkan.
Kami hanya perlu sampai ke sana dan memasukkannya.
Kira-kira siapa?
- Tim tangguh. - Tim tangguh.
- Tim tangguh. - Bagus.
Kulihat wajah teman-temanku.
Mereka kaget melihat peserta yang lahir kembali.
Mereka tak boleh meremehkan kami
dan mereka harus tahu kemampuan kami.
Tim Bangkit siap merebut tempat mereka.
Di sinilah tempat kami.
Bagus! Bagaimana? Mudah? Sulit?
Aku senang melihat mereka masuk,
tapi aku juga takut karena mereka tim yang sangat kuat.
Apa strategi kalian?
Strategi kemenangan.
Tak ada strategi lain.
Kurasa tim lain mengagumi kami
bukan hanya karena kami mengatasi tantangan,
tapi juga karena kami terlahir kembali
saat kami mengira kami sudah tereliminasi.
Aku yang terlemah. Itu yang kurasakan.
Sudah selesai bagi kami. Kami kalah.
Peserta yang Tereliminasi,
waktunya memecahkan torso kalian.
Untuk anggota timku, terima kasih, kita hebat.
Aku takkan bisa jika sendiri.
Seorang juara hanya bisa terbentuk setelah dihancurkan.
Physical 100 mengajariku tentang kerja sama tim.
Ya. Itu dia, George!
Selama di sini, aku belum memberikan yang terbaik.
Seharusnya bisa lebih.
Memecahkan torso itu seperti menghancurkan sisi tangguh diriku.
Sejujurnya, aku belajar tentang kerja tim.
Rasanya seperti menghancurkan mimpi.
Aku belum siap pergi.
Kesalahan ini akan lama menghantuiku.
Aku masih punya banyak kesibukan di luar kompetisi.
Aku pergi dengan semangat yang mendorongku untuk berkembang.
Partisipasiku di Physical 100: Mexico adalah pengalaman hebat.
Ini memperluas perspektifku untuk terus berlatih.
Ayo.
Aku ingin putriku mengingatku sebagai pejuang.
Wanita, ingat, kita adalah perlawanan,
kita adalah anarki karena kita melawan segalanya.
Semoga berhasil.
Aku sudah berusaha sebaik mungkin.
Dalam hidup, kita memperjuangkan impian kita.
Kalian harus memperjuangkan impian semua orang.
Semoga berhasil.
Aku merasa bertanggung jawab untuk mewakili wanita dengan baik,
melawan pria yang kuat dan kompetitif.
EPISODE 7 JALAN YANG BERCABANG
Para Peserta,
hanya 12 orang yang bertahan.
Itu berarti kalian yang terbaik di antara yang terbaik.
- Kali ini kau bertepuk tangan. - Ya, kita yang terbaik.
Namun, jalan menuju kemenangan
belum berakhir.
Kalian harus menghadapi tantangan
yang akan membawa kalian ke tahap akhir kompetisi.
Dari 12 peserta, hanya empat yang akan lolos.
Aku mulai gugup.
Kami tak tahu apa yang akan terjadi,
tapi keputusan apa pun akan berdampak, baik atau buruk.
Kami merasa gugup dan bersemangat
karena kami sudah sangat dekat.
Tantangan kelima adalah…
Hukuman Kuno.
Hukuman Kuno.
Namanya terdengar berat. "Hukuman".
Aku jelas akan menderita.
Tantangan ini terdiri dari empat tes.
Tiap tim mengirim satu perwakilan untuk tiap tes.
Kami tak bertanding sebagai tim.
Kami bertanding sendiri-sendiri melawan tim lain.
Jujur, itu berat.
TES
Dalam tiap tes, tiga peserta akan saling berhadapan.
Satu peserta bertahan,
dan dua peserta tereliminasi.
Di akhir Hukuman Kuno,
hanya empat peserta yang bertahan.
Mereka yang berhasil
akan melaju ke semifinal.
Aku merasa bersemangat.
Aku punya peluang bagus menjadi salah satu dari empat peserta yang lolos.
Hukuman Kuno pertama adalah…
Langkah ke Jurang.
Tes ini terdiri dari dua tahap.
Di tahap pertama,
tiga peserta harus membangun dan menyeberangi
jembatan gantung lima meter di atas tanah tanpa terjatuh
sampai tiba ke sisi lain.
Dua peserta pertama yang berhasil akan lolos.
Peserta terakhir akan tereliminasi.
Di tahap kedua,
dua peserta yang masih bertahan
akan mulai dari ujung berlawanan jembatan yang sama
untuk mencapai benda yang tergantung di tengah
hanya menggunakan tiga papan.
Peserta pertama yang berhasil tanpa jatuh
akan menjadi pemenangnya.
Dan peserta lainnya akan tereliminasi dari kompetisi.
Aku tak mau kebagian Langkah ke Jurang.
Tanganku masih agak sakit
karena tantangan bertahan hidup, jadi kurasa sebaiknya jangan.
Hukuman Kuno berikutnya adalah
Gerbang Alam Kematian.
Dalam tes ini,
tiga peserta harus bergantung pada palang yang perlahan miring
empat meter di atas air.
Pemenangnya adalah peserta yang bisa menahan bobot mereka paling lama
tanpa jatuh ke kedalaman.
Dua peserta lainnya takkan lolos.
Itu sangat sulit.
Aku jelas tak mau melakukan tantangan Gerbang Alam Kematian.
Tubuhku berotot, jadi berat.
Hukuman Kuno ketiga adalah…
Batu Matahari.
Dalam tes ini,
tiga peserta harus mengerahkan seluruh tenaga
untuk mendorong batu yang beratnya hampir 100 kg
dari satu sisi bukit ke sisi bukit lain.
Mereka akan naik dan turun beberapa kali
sampai hanya satu peserta bertahan dan mengalahkan peserta lain.
Hukuman Kuno terakhir adalah…
Jalur Suci.
Dalam tes ini,
tiga peserta harus berlari mengelilingi lintasan
hingga menyusul dan menyentuh lawan di depan mereka.
Di sini, memburu atau diburu
akan menentukan siapa yang lolos atau tereliminasi.
Pemenangnya adalah peserta yang bisa menyusul lawannya
tanpa disentuh lebih dulu.
Saatnya menentukan wakil kalian
untuk tiap Hukuman Kuno.
Aku tak merasa cukup kuat di salah satu tes itu
untuk berkata, "Ini tesku."
Saat kompetisi ini menjadi kompetisi individual,
rasanya seperti kabar baik dan buruk, 'kan?
Karena nasib kita sepenuhnya di tangan kita,
bertahan atau tersingkir.
Mari lihat opsinya.
Kita harus fleksibel di sini.
Tahu cara memasang, melepas, memasang, melepas, dan tetap seimbang.
Aku tak tahu seberapa tinggi itu, tapi aku agak pusing.
Kami sangat jujur tentang kemampuan kami.
Menurutku, tiap tes membutuhkan kemampuan tertentu.
Kita butuh ini, Kawan.
Aku ingin mengambil tes Batu Matahari
karena tes itu membutuhkan kekuatan dan daya tahan.
Kurasa aku akan mengambil tes ini
karena aku tak fleksibel.
Tapi beberapa rekan
juga ingin tantangan yang sama di sana.
Bagaimana menurutmu?
Kau jago dalam segala hal?
- Entahlah. - Kau mau yang ini?
Kita pilih yang kita mau dalam hitungan ketiga.
Yang mana? Untuk dibahas.
Satu, dua, tiga.
Itu dia.
Aku merasa lega saat kami memilih tes berbeda,
dan aku tak harus berebut untuk melakukan tes yang aku suka.
Kita simpan ini?
- Finalis, finalis, finalis. - Semua oranye.
Atau yang lari juga.
Mulai dengan kekuatan. Itu juga bisa.
Bisa juga mulai dengan lari cepat.
Ya, lari cepat.
Kurasa aku akan merasa
"relatif" tak nyaman berlari
karena ada orang bernama Ángel Quintero,
pelari jarak jauh.
- Siap? - Kalian bagaimana?
- Kami siap. - Benarkah?
Aku ambil tes batu.
Kurasa Jalur Suci kurang cocok untukku.
Aku pede di tantangan ini
karena daya tahan dan propriosepsiku.
Karena lenganku panjang, aku bisa meraih seperti ini.
Tim Aldo Gutiérrez,
sebutkan siapa yang kalian pilih untuk tiap Hukuman Kuno.
Aku pilih Langkah ke Jurang.
LANGKAH KE JURANG PEGULAT OLIMPIADE
Jaz.
Jalur Suci.
- Wah, aku tak menyangka. - Aku juga.
Aku takkan memintanya lari.
Aku bukan pelari,
tapi kakiku kuat dan bertenaga.
JALUR SUCI ATLET BINARAGA
Aku, Emmanuel, Gerbang Alam Kematian.
GERBANG ALAM KEMATIAN PEGULAT OLIMPIADE
Batu Matahari.
Tubuh Jorge sangat kuat
dan dia akan menang, bukan?
BATU MATAHARI ATLET BINARAGA
Tim Pascal Nadaud.
Jahir Ocampo di Langkah ke Jurang.
Mariana di Gerbang Alam Kematian.
Dominick di Jalur Suci.
Aku tak takut bersaing atau melawan pria.
Tiap orang punya keahlian,
pelatihan sendiri,
dan kami akan habis-habisan.
Dan aku di Batu Matahari.
BATU MATAHARI PEMAIN RUGBI
Tim Ángel Quintero.
Jalur Suci, Ángel Quintero.
Langkah ke Jurang, Albañil Legendario.
Aku rasa El Albañil Legendario punya keunggulan.
Entah kenapa kurasa
dia memang berbakat membawa,
menyusun, memasang, melepas, dan memindahkan barang
secara sistematis.
Aku, Iván, memilih Gerbang Alam Kematian.
Aku di Batu Matahari.
Aku bukan yang terkuat. Aku sadar itu.
Daya tahanku juga bukan yang terbaik,
tapi menurutku, aku paling unggul dalam strategi.
LANGKAH KE JURANG BATU MATAHARI
JALUR SUCI GERBANG ALAM KEMATIAN
Keputusan telah dibuat.
Nasib kalian ada di tangan
kekuatan fisik dan mental kalian.
Ini tentang strategi, fokus,
dan kemampuan membangun jembatan itu.
- Ayo. - Ayo, Tim.
Aku tak peduli siapa peserta yang harus kulawan.
Aku sudah siap dan akan berjuang habis-habisan.
Kami di tahap akhir.
Saatnya empat besar muncul.
TANTANGAN 5
GERBANG ALAM KEMATIAN
PEGULAT OLIMPIADE, ATLET CROSSFIT, AHLI PASANG BATAKO
Saat berjalan ke tempat tes,
aku mulai bersemangat, dan adrenalinku terpacu,
tapi aku juga gugup karena aku bersama lawanku
dan aku bisa melihat bahwa mereka sangat kuat.
Motivasi terbesarku adalah aku sudah sejauh ini.
Ini akan jadi pertarungan berat,
tapi aku harus lakukan yang terbaik.
Keunggulanku dalam tes ini
adalah kekuatan yang kulatih lewat gulat.
Aku bersemangat sejak hari pertama melihat latihan.
Aku jatuh cinta dengan gulat, olahraga, dan disiplin,
dan kurasa itulah yang membawaku ke titik ini.
Para Peserta,
selamat datang di
Gerbang Alam Kematian.
GERBANG ALAM KEMATIAN
Itu lebih tinggi dari yang kuduga.
Kolamnya terlihat lebih dalam.
Dalam tes ini,
kalian harus memegang palang gantung
dan bergantung selama mungkin.
Saat mendengar sinyal,
platform di bawah kaki kalian akan mulai miring perlahan
sampai kalian tergantung di udara,
hanya mengandalkan kekuatan lengan kalian.
Pemenangnya adalah peserta yang mampu bertahan paling lama di palang
tanpa jatuh ke perairan alam kematian.
Aku pusing dengan ketinggian.
Aku tak bisa berenang, tapi aku tahu ada peluang menang,
dan aku rela melakukan apa saja untuk mencapainya.
Astaga! Mereka disalib di atas sana.
Ini seperti zaman pra-Hispanik.
Bersiaplah.
- Ayo, Mariana! - Ayo, Benítez!
Dia satu-satunya yang pakai magnesium, 'kan?
Keduanya memakainya.
Kedua pria memakai magnesium, tapi Mariana tidak.
Aku kaget dia tak pakai.
Jelas itu agar pegangannya lebih kuat dan tidak licin.
Aku alergi beberapa jenis magnesium, jadi kuputuskan tidak memakainya.
Gerbang Alam Kematian akan dibuka…
sekarang.
- Ayo, santai! - Ayo, Mariana!
Saat platformnya mulai miring dan mereka mulai jatuh,
aku pikir Mariana dirugikan karena dia lebih kecil.
Tangannya terentang dari awal.
Aku melihat tangannya terentang.
Tangan peserta lain masih santai, dan aku merasa dia akan cepat lelah.
Rilekskan dulu tanganmu.
- Tak bisa. - Dia tak bisa meraihnya.
Lebih sulit baginya.
Ya, dan tubuhnya kecil.
Ini jelas terasa seperti pengorbanan.
Aku takut saat platformnya mulai bergerak dan aku tergantung.
Hari ini penentuannya. Ayo.
Fokus.
Jangan berbalik.
Aku mulai dengan tangan seperti ini.
Saat tubuhku terus miring,
aku akan tahu kapan saat yang tepat untuk turun dari platform
dan benar-benar bebas.
Oh!
Bagus, Kawan. Bagus.
Strategiku adalah bergantung dengan bahuku
dan berpegangan pada kakiku.
Itu yang terlintas di benakku.
Apa teknik yang tepat? Itu pertanyaannya.
Tes ini melibatkan semua keterampilan,
kekuatan, keterampilan mental, daya tahan.
Ayo, Mariana. Ayo!
Pikirkan strategimu.
Bagus!
Satu-satunya strategiku adalah
mengatur posisi agar bisa menahan sakit selama mungkin.
Bagus!
Iván punya keberanian, kekuatan, dan mental yang tangguh.
Dia pantas masuk final.
- Itu dia! - Bagus!
Bagus, Mariana!
- Ayo, Benítez! Fokus. - Bagus!
Tak sakit, Mariana.
Tak sakit.
Dalam tes ini, aku mengandalkan kemampuan menahan rasa sakit, membiarkannya berlalu,
dan terutama, mengatur napas agar tetap tenang.
Aku masih merasakan gelombang rasa sakit,
tapi aku terus mengulang mantra untuk diriku,
"Jika terasa sakit, aku masih hidup.
Jika terasa sakit, aku masih berjuang dan bertahan."
Tak ada hari esok. Hari ini penentuannya.
Rasanya sakit sekali.
Lenganku mati rasa.
Jika aku mengangkat kakiku,
mungkin itu akan meringankannya.
- Benda itu terus turun. - Ya.
Itu pasti batasnya.
Tantangan mental yang mereka alami,
tak hanya usaha fisik,
sangat memengaruhi kemampuan mereka untuk bertahan.
Lupakan semuanya, Kawan. Lupakan semuanya.
Santai.
Tenang, Kawan, tenang. Kau hebat. Sangat hebat.
Aku pasti sudah jatuh tiga menit lalu.
Atau lebih.
Para Peserta, enam menit telah berlalu.
Aku tak memikirkan waktu.
Waktu sangat subjektif saat kita kesakitan.
Saat enam menit diumumkan, kukira belum selama itu.
- Bahu mereka akan terkilir. - Posisi itu tak nyaman.
Di titik ini, aku mulai goyah,
dan lenganku mulai tegang.
Ganti. Ganti sebelum patah.
Lama-lama, posisi ini benar-benar menyiksa.
Aku berjuang keras untuk sampai di sini.
Ada kerja keras bertahun-tahun di balik semua ini.
Bertahun-tahun aku berusaha menjadi yang terbaik.
Santai.
Aku merasa sangat kesakitan, terutama di lengan kananku,
dan kurasa aku akan jatuh.
Para Peserta,
sepuluh menit telah berlalu.
Ayo, Emmanuel. Sedikit lagi.
Ayo.
Lenganku mulai mati rasa,
tapi aku bertekad tetap unggul dan pantang menyerah.
Yang lain juga lelah.
Bagus, Mariana. Kau hebat.
Aku mulai ragu saat tak mendengar ada yang jatuh ke air,
meragukan latihanku dan kemampuanku.
Aku mulai ragu apakah aku pantas di sini.
Gunakan satu kaki saja, Emmanuel.
Tutup mata, tenang, dan fokus pada diri sendiri.
Aku tak tahu berapa lama aku bisa bertahan.
- Sampai akhir! - Satu kaki.
Pegang salah satu kaki dan mulai bergantian.
Kau hebat.
- Bagus, Mariana. - Hari ini penentuannya.
Bagus.
Bagus, Kawan.
Aku sangat percaya pada Emmanuel,
tapi dia yang pertama jatuh.
11 MENIT 12 DETIK
Aku agak marah pada diriku sendiri
karena aku ingin terus bertahan, tapi tubuhku menyerah.
Ayo, Mariana. Ayo!
Aku merasa senang dan bersemangat untuk Mariana
karena dia makin dekat dengan kemenangan.
Mariana akan menang.
Dia fokus sejak awal.
Lengan kananku sangat sakit, tapi tiap kali aku ingin melepaskannya,
aku mulai menyebutkan nama-nama wanita yang menginspirasiku.
Anggota keluargaku, ibuku, kakakku.
Saat aku berusia tujuh tahun,
kakakku sembilan tahun, dan ibuku 30 tahun,
kami bertiga mengalami kebakaran.
Aku suka bekas lukaku.
Itu membuatku jadi orang yang unik
dan mengingatkanku bahwa tak ada tantangan yang lebih besar.
Aku telah melalui hal yang lebih sulit daripada digantung seperti ini.
Tarik napas. Fokus.
Aku bekerja dengan tanganku tiap hari.
Tanganku sudah menyelamatkanku sekali dalam kompetisi ini.
Kurasa hari ini tanganku akan membuatku lolos.
- Bertahan selama mungkin. - Tak ada rasa sakit.
Peluang Iván lebih besar
karena pengalaman dengan torso itu.
Kurasa dia yang terbaik untuk ini.
Bertahanlah! Kau hebat!
Bertahanlah!
Keuntungan Mariana adalah dia lebih ringan,
tapi pasti masih cukup tak nyaman baginya,
dan entah berapa lama dia bisa bertahan.
Tapi dia berpegangan erat.
Maksudku, lengan pria ini bisa patah, tapi dia masih di atas sana.
Iván akan menang. Tangannya sangat kuat.
Dia kerja dengan tangannya tiap hari. Itu kesehariannya.
Jadi, Iván, ini hidup. Bertahanlah.
Selanjutnya di Physical 100: Mexico.
Awalnya ada 100 peserta.
- Tidak! - Bagus!
Sebelas peserta masih bertahan.
Empat peserta akan melaju ke semifinal.
Tapi hanya satu peserta yang akan menang.
Ya, Albañil!
Siapa yang akan membuktikan diri sebagai yang terbaik
saat menghadapi tantangan terakhir?
Kau pejuang!
Physical 100: Mexico.
Terjemahan subtitle oleh Sarah
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.