All language subtitles for Rooster.Fighter.S01E11.JAPANESE.DSNP.WEB-DL.AAC2.0.H.264-VARYG.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Tidak mungkin...

Dia...

Aku mengarahkan gelombang kejut ke tanah.

Tapi kau benar-benar mengejutkanku dengan jurus itu!

Aku sungguh tidak tahu Telur Mulia

memiliki kekuatan sebesar ini.

Auranya jauh lebih kuat dan besar daripada Setan sebelumnya.

Aku bodoh.

Aku memang tidak punya kesempatan.

Ayah, maafkan aku.

Ternyata aku tidak cukup baik.

Kebanyakan Setan punya dua tanduk. Kau tahu kenapa aku punya tiga?

Tanduk Setan adalah tanda kekuatan mereka.

Makin banyak tanduk yang mereka miliki, makin kuat mereka.

Iblis Putih...

Jadi, kau mengerti sekarang?

Kau memilih pertarungan yang salah.

Cukup!

Jangan tidak sabar.

Aku akan membunuhmu perlahan nanti.

Nona Elizabeth.

Bagaimana rasanya?

Mati tanpa menyelamatkan ayahmu?

Kurasa itu ikatan yang tidak berarti.

Mungkin itu tidak layak diributkan.

Kau bisa mati sekarang.

Inikah saatnya?

Keiji?

Kakak...

Apa yang kau rencanakan saat ini?

Aku belum selesai denganmu!

(ROOSTER FIGHTER)

(EPISODE 11 BUTUH DUA SAYAP UNTUK TERBANG)

Aku merasa sangat kesepian.

Aku penasaran kapan Ayah akan kembali?

Hei, Keisuke...

Kudengar ayahmu punya pacar baru!

- Pembohong! - Ayahmu pria berahi.

- Tukang selingkuh! - Pria hidung belang!

Apa katamu? Jangan menghina ayahku!

Sekarang kau sudah melakukannya!

- Tetap berbaring, Pengecut. - Jangan macam-macam dengan kami!

Ayah... Tolong aku! Ayah!

Hentikan, kalian!

Kasumi!

Hentikan! Kau menyakiti Keisuke!

Kasumi, gadis yang kucintai, membelaku?

Diam!

Hajar dia juga!

Omongan sok dari seorang gadis.

- Bodoh! - Hentikan! Tolong!

Keisuke, tolong aku!

Maafkan aku, Kasumi...

Itu yang dikatakan ibuku!

- Lucu sekali. - Benar, kan?

Begini...

Terima kasih sudah membelaku kemarin.

- Ayo. - Ya, ayo.

Apa yang harus kulakukan?

Siapa pun akan lari dalam situasi itu.

Itu bukan salahku.

Keisuke.

Apa kau menjadi anak yang baik?

Ayah!

Kapan Ayah pulang?

Baru saja.

Keisuke, ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu.

Apa?

Ayah ingin aku melawan Iblis?

Kenapa aku? Ayah bercanda, kan?

Aku serius.

Sudah saatnya kau memenuhi takdir Keluarga Goshikidori.

Mulai hari ini, aku akan mengajarimu Jalan Tinju Surgawi.

Ini mendadak sekali.

Aku tidak bisa melakukan hal seperti itu!

Apa itu Goshikidori? Apa maksud Ayah?

Itu Iblis, Keisuke! Ikut aku!

Apa?

Biarkan aku bernyanyi!

Dengarkan aku bersenandung!

Luar biasa.

Dia mengalahkan monster raksasa itu dengan mudah.

Ayah...

Bisakah aku menjadi sekuat Ayah suatu hari nanti?

Ya. Darah yang sama mengalir di pembuluh darahmu!

Aku harus berusaha maksimal.

Aku akan menjadi prajurit keren seperti Ayah!

Lima belas, 16, 17...

Dua puluh satu, 22...

Kau lengah!

Ayah, apa aku berbakat menjadi prajurit?

Keisuke, kau tahu apa itu kekuatan sejati?

Aku tidak tahu.

Itu satu hal yang harus kau temukan sendiri, Keisuke.

Sampai saat itu, kau harus berlatih.

Aku sudah berlatih keras.

Tapi tak pernah menemukan jawabannya.

Apa kekuatanku hanya untuk pamer?

Sejujurnya,

ingin menyelamatkan dunia hanyalah kedok.

Aku hanya ingin menjadi seperti Ayah.

Tidak ada yang berubah sejak hari itu.

Suatu keajaiban aku bisa sampai sejauh ini, padahal aku tak berharga.

Aku sudah berusaha semampuku. Aku tidak menyesal.

Kakak. Apa yang kau lakukan?

Kau lebih lemah dariku. Kau tidak punya kesempatan!

Hentikan sekarang.

Apa kau gila?

Apa yang bisa kau lakukan dalam kondisi seperti itu?

Apa lagi yang bisa dilakukan?

Aku akan menghajarmu.

Keiji, hentikan!

Kau akan mati jika terus begini!

Dengarkan aku, Hikari.

Jangan bunuh yang itu.

Sebaliknya, coba dorong dia ke ambang kematian.

Aku ingin menguji sebuah teori.

Kenapa dia sangat tertarik padanya?

Keiji!

Mo...

Morio!

Keiji. Aku ingin bertemu denganmu!

Bagaimana kabarmu?

Morio, kau menyiksaku...

Astaga! Maaf!

Kau baik-baik saja?

Ya...

Di mana Piyoko?

Di sana.

Dia mempertaruhkan nyawanya untuk mengalahkan monster di kepalaku.

Aku berutang nyawa kepadanya.

Lumayan, Piyoko!

Keiji, aku mendengar perbuatanmu.

Kau datang menyelamatkanku.

Kau pria yang baik!

Aku hanya kebetulan lewat.

Apa? Benarkah?

Bagaimanapun, aku bahagia!

Ada apa dengan percakapan ini?

Meski begitu...

Aku sangat marah kepada pria itu.

Mengendalikan kami, para Iblis...

Membuat kami menghancurkan kota...

Membuat masalah bagi Keiji dan teman-temannya...

Hatiku sakit selama itu.

Aku tidak akan pernah

membiarkanmu lolos!

Morio!

Morio!

Tahu dirilah, Sampah.

Berengsek!

Ada yang aneh.

Kenapa dia tidak menghabisi kami?

Apa dia mempermainkan kami?

Keiji, tolong hentikan!

Sudah cukup, Kakak...

Kau bertarung dengan baik.

Tapi tidak ada gunanya.

Kita kalah telak.

Keiji...

Maaf, tapi aku burung yang keras kepala.

Berhenti!

Kenapa dia masih punya kekuatan?

Bagaimana bisa?

Kau lebih lemah dariku, tapi masih bisa bertarung?

Dia tidak sebanding. Kenapa semangatnya tidak hancur?

Keisuke!

Kau tahu apa itu kekuatan sejati?

Ayah, aku mengerti sekarang.

Sejak kecil, aku menyalahkan orang lain atas masalahku.

Aku membuat alasan dan lari dari masalahku.

Hatiku sangat lemah!

Aku tidak pernah ingin mengakuinya.

Aku tidak ingin mengakui kelemahanku sendiri.

Kakak...

Kau kuat.

Dia mengatasi masa lalunya yang menyakitkan.

Dia tidak takut.

Dia percaya pada dirinya sendiri dan hidup dengan caranya sendiri!

Sejujurnya...

Aku selalu ingin menjadi...

pria sepertimu, Kakak!

Apa ini?

Kekuatan tumbuh jauh di dalam diriku.

Mungkinkah?

Melalui latihanmu,

Telur Mulia-mu seharusnya cukup kuat

untuk mengalami kebangkitan kedua.

Jika melakukannya, kau bisa membuka kekuatan baru.

Sisanya terserah hatimu.

Hatiku?

Temukan arti kekuatan sejati, Keisuke.

Waktu bermain sudah berakhir.

Pada akhirnya, tidak terjadi apa-apa.

Aku akan membiarkanmu hidup untuk saat ini.

Aku bisa mencapai Kebangkitan Kedua

berkat Kakak.

Terima kasih.

Serahkan sisanya kepadaku.

Arti kekuatan sejati adalah...

Kekuatan untuk percaya pada diri sendiri sampai akhir!

Aku tidak akan lagi

menyerah!

Apa itu tadi?

Serangan itu tiba-tiba muncul!

Ibu, ini makin menarik!

Apa yang baru saja terjadi?

Dia seperti berubah menjadi orang lain!

Keisuke, apa kau...

Nona Elizabeth, boleh aku minta tolong?

Maukah kau memakai kesempatan ini untuk mencari ayahku?

Dia mungkin ditahan di dalam pabrik.

Tapi...

Serahkan ini kepadaku. Aku akan mengalahkannya.

Aku mengerti.

Aku tahu kau bisa.

Terima kasih.

Keiji.

Jangan coba-coba mati.

Tolong kalahkan dia!

Baik!

Kali ini,

aku akan melindungi semua orang!

Dia datang!

Aku bisa melihatnya!

Luar biasa.

Jadi, ini Kebangkitan Kedua Telur Mulia.

Dasar kau...

Tidak ada jalan keluar!

Itu dia!

Bersembunyi di reruntuhan,

Goshikidori?

Di mana dia?

Jalan Surgawi Tinju Kelima!

Kaki Ayam Meledak Ultra!

Aku menang...

Apa yang mengubahmu?

Kakakku membangkitkan kekuatan batinku.

Begitu rupanya.

Jadi, kalian bersaudara.

Selain itu,

aku harus menyelamatkan ayahku.

Ayahku adalah inspirasiku.

Begitu rupanya.

Jadi, aku dikalahkan oleh ikatan keluarga...

Ikatan sejati.

Ikatan...

Hikari.

Hikari, Hikari-ku yang berharga.

Siapa itu?

Apa?

Maaf, Ibu.

Tadi aku lengah.

Di sini juga tidak ada.

Di mana ayah Keisuke?

- Itu dia! - Aduh.

Tunggu!

Ada apa? Terbang dan tangkap dia, Ayam Bodoh!

Siapa yang kau sebut bodoh?

Hai, Sophia?

Aktifkan "Jet".

Baik.

Tunggu!

Apa? Sial!

Lepaskan ayam jago itu!

Untuk apa aku melakukan itu, Bodoh?

Panggil aku bodoh lagi!

Sial!

Dia mendekat!

Sial!

Kelihatannya, itu Iblis Kappa.

Jadi, jika kami bertarung di bawah air, aku akan dirugikan.

Sepertinya dia tidak akan masuk.

Kurasa ini perang atrisi.

Persetan dengan perintah. Bukan masalahku jika yang ini mati.

Aduh!

Sepertinya aku pingsan.

Apa itu...

Sampai kapan kau akan terus berlari, Goshikidori?

Kecepatan dan kekuatannya meningkat secara signifikan.

Dia bisa beregenerasi,

tidak ada gunanya menyerangnya tanpa henti.

Aku harus menargetkan organ vitalnya.

Waktu bermain sudah berakhir.

Rasakan ini!

Kau tertipu!

Inilah yang kusebut sangkar burung!

Sial! Gelap sekali, aku tidak bisa melihat apa pun!

Selamat datang di neraka!

Nikmatilah.

Tidak ada gunanya mencoba melihat.

Aku harus merasakannya.

Mendengar.

Rasakan bagaimana udara bergerak!

Aku mengerti! Jelas sekali!

Begitu rupanya, Kebangkitan Kedua membuat indraku lebih tajam!

Kenapa aku tidak bisa mengenainya?

Aku bisa melakukan ini!

Apa?

Sial!

Kaki Ayam Meledak Ultra!

Apa?

Kepalanya bukan titik lemahnya?

Itu...

Dia beregenerasi dari bola itu!

Aku tidak mau!

Aku tidak mau bertarung!

Kumohon, aku kesakitan!

Ibu...

Hikari.

Kau harus berjuang.

Tentu saja, Ibu.

Kematian brutal akan menjadi hadiahku untuk mereka!

Mati, mati, mati!

Dia benar-benar mengamuk!

Dia menjadi sangat tidak menentu dan tidak terduga!

Keisuke...

Mati, mati, mati!

Morio!

Aku masih dendam kepadamu.

Kau masih hidup, Bodoh?

Orang jahat sepertimu tidak boleh dibiarkan hidup.

Tunggu. Jangan. Morio!

Remuklah!

Dasar kau!

Morio!

Meski mati, aku tidak akan melepaskannya!

Keiji...

Maafkan aku. Aku tidak bisa berguna...

Selamat tinggal.

Berhenti!

Morio...

Sayang sekali, tepat saat dia sudah sadar.

Tapi hidupnya tidak berarti apa-apa.

Dia hanya sampah, bukan?

Aku terlahir secara kebetulan.

Ternyata, aku punya alasan untuk hidup!

Berengsek. Beraninya kau

melakukan itu kepada Morio.

Kakak, mungkinkah itu...

Apa itu? Apa yang kau lakukan?

Akhirnya, Telur Mulia-nya...

Ingat kata-kataku, Berengsek!

Aku akan menghabisimu!

Apa sudah berakhir?

Kita belum menyelesaikannya, Kakak!

Benar, Keiji!

Jangan lengah!

Ini soal bakti, Tuan!

Berikutnya, "Yang Dimiliki Burung, Hewan, dan Pohon."

Masing-masing dari mereka membuat jenggerku keriting!

(PENGHARGAAN KONTES SENI PENGGEMAR)

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.