All language subtitles for Second.Sister.2025.1080p.WAVVE.WEB-DL.H.264.AAC2.0-NoGroup

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

(Diadaptasi dari 'Second Sister' karya Chan Ho-kei)

(Disetujui oleh Crown Culture Corporation)

(Second Sister)

(Kabar mengejutkan! Jieun melompat dari balkonnya!)

(Dia bunuh diri)

('Siswi SMA melompat... Polisi sedang menyelidiki')

(Bagaimana ini?)

(Cepat balas)

(Tenang. Bukan salah kita)

(Tapi dia melompat karena kita)

(Kita bisa dibilang membunuh dia!)

(Kita tak membunuh siapa pun)

(Kita hanya mengatakan yang sebenarnya)

(Berhenti memikirkan itu)

(Kau baca ini?)

(Tunggu. Aku ke sana)

Berhenti!

Halo, aku...

Apa maumu?

Detektif Jung memberitahuku tentangmu.

Pagi-pagi sekali.

Benar-benar mengganggu tidur.

Pak, apa aku Seol Jungyeong?

Aku bukan 'pak'. Panggil aku Detektif Seol. Duduk.

Jelaskan dalam lima menit.

- Apa? - Nona.

Aku perlu penjelasan sebelum menerimanya.

Benar.

Empat bulan lalu, adikku digerepe di bus.

Pelakunya Shin Jeongman.

(Pria Berusia 40-an Dipenjara Karena Pelecehan)

Setelah dia dipenjara enam bulan,

kukira semuanya sudah beres. Tapi kemudian...

Keponakan Shin membelanya

dengan mengunggah pernyataan yang panjang di forum daring.

Katanya Shin hanya menegur

adikku yang merokok di dekat halte.

Katanya, karena dendam,

adikku memfitnah pria itu.

Di pernyataan itu, disebutkan rumor kejam di sekolah adikku

tentang adikku yang merupakan yatim piatu

dan bergaul dengan anak-anak badung

dan bahwa dia ani-ani

yang memakai narkoba.

(Telah dilihat)

Pernyataan itu diunggah ulang di mana-mana,

mengekspos sekolah adikku dan foto-fotonya.

Orang-orang hanya mendengarkan keponakan pria itu.

Mereka menyerang adikku dengan berbagai kata

yang kejam dan tidak pantas.

Lalu aku sadar.

Siapa pun mudah jadi kejam di dunia maya.

(Siswi SMA Bunuh Diri dari Lantai 12)

Karena unggahan anonim,

adikku hancur.

Karena unggahan keponakan pria itu,

adikku akhirnya bunuh diri.

Setelah dia bunuh diri,

aku merekrut detektif swasta untuk mencari keponakan pria itu.

Shin Jeongman tak punya saudara.

Dia anak tunggal.

Aku mendapati Shin tak mungkin punya keponakan.

Lalu, detektif swasta itu bilang kasus ini butuh

peretas hebat sebagai detektif swasta.

Dia merekomendasikanmu.

Pak...

Detektif Seol. Aku harus menemukan pengunggahnya.

Aku harus tahu kenapa dia mengunggah itu

dan harus memaksa adikku mati.

Aku harus bertanya.

Aku akan menolak.

- Kenapa? - Terlalu mudah.

Terlalu mudah?

Tinggal beberapa klik di kibor.

Aku takkan buang waktu berharga pada kasus membosankan begini.

Kasus membosankan?

Ya, membosankan.

Itu keterlaluan.

Waktumu habis. Bisakah kau pergi?

Aku harus menyarap.

Kau takkan pergi?

Dari perusahaan perangkat lunak kecil di Silicon Valley,

SIQ kini menjadi perusahaan IT global.

Perusahaan ini membuat banyak orang tertarik.

Awalnya, SIQ didirikan oleh tiga orang,

termasuk kau, Steven.

Dua pendiri lain terang-terangan mewakili perusahaan,

tapi kau sebagian besar bekerja di balik layar.

Apa ada alasan khusus?

Permisi, Detektif Seol!

Halo.

Jika kau bisa bayar 20.000, aku mau.

- Dari mana kau dapat nomorku? - Kau bisa bayar?

Aku akan bayar.

Tapi kau harus...

menemukan dia dalam satu minggu.

Oke, aku setuju.

Kita sepaham. Aku akan jujur denganmu.

Omong-omong, kenapa kau tiba-tiba berubah pikiran?

Kasus ini sepertinya lebih menarik dari yang kukira.

Ini riwayat log masuk forum daring itu.

Jangan dekat-dekat!

Lihat ini. Ini menunjukkan layar yang sama.

Ini lokasi log masuknya.

Ini alamat IP ID kidkit727.

Aku mencoba melacak IP-nya...

Kau tahu apa itu IP?

Aku tidak bodoh.

Sepertinya.

Aku melacak alamat IP-nya.

Lokasinya di Luksemburg.

Tak bisa dilacak.

Kalau begitu, kita tak bisa menemukan dia dengan alamat IP.

Aku bisa mencoba dengan surelnya, tapi...

Dia mendaftar dengan akun tak terlacak.

Entah apa yang dia sembunyikan...

tapi dia profesional.

Lalu, bagaimana cara menemukan dia?

Kita harus mencari tahu tentang Shin

untuk tahu hubungan mereka.

(Apa aku... pembunuh?)

(Apa aku pembunuh?)

(Kau begini lagi. Berhenti merusak dirimu)

(Dia yang memilih bunuh diri)

(Tak ada hubungannya denganmu)

(Aku tak kasihan pada orang yang mengkhianati orang lain)

(Bagaimana jika polisi menemukan kita?)

(Aku bersumpah, polisi tak bisa menemukan kita)

(Mereka tak punya bukti. Bagaimana caranya?)

(Kau tahu aku jago. Jangan khawatir)

(Tidak akan)

Shin dan kidkit727 tak punya hubungan.

Kok bisa?

Aku memeriksa penggunaan ponsel dan komputer Shin.

Dia gaptek.

Dia menggunakannya untuk bermain Go.

Istrinya juga. Mereka bukan tipe yang akan jadi peretas.

Dari cara kidkit727 menulis unggahan itu,

kau tak melihat ada yang aneh?

'Aneh'?

Tulisannya seperti pembelaan untuk terdakwa.

Pengacara Shin

dan kidkit727 mungkin punya hubungan.

Aku akan mencari tahu lebih dalam.

Tapi aku punya petunjuk lebih kuat.

Yun Jieun, adikmu.

Aku ingin memeriksa ponsel adikmu.

(Kartu Pelajar Yun Jieun)

(Yun Jieun, aku sangat mengenalmu. Aku mengawasimu)

(Tunggu saja. Aku akan membuka kedokmu)

(Akan kutunjukkan pada dunia betapa kejamnya dirimu)

(Jadi, jangan coba-coba)

(membuat alasan untuk membela dirimu)

(Cewek sepertimu hanya belajar dari pengalaman)

(Takut? Sudah seharusnya)

(Karena aku bakal menyebarkan foto ini)

(Kau akan terpuruk sebentar lagi)

(Orang yang mengenalmu akan tahu aku mengunggah kebenaran)

(Omong kosong. Jieun, aku bangga dengan tindakanku)

(Kau bohong untuk menjebak orang. Mending mati daripada tebal muka)

(Pengirim Jieun: Kau mau aku bunuh diri?)

Apa yang kau lakukan di sini?

Mulai ada perkembangan.

- Aku dapat alamat IP lain. - Dari mana?

Korea.

Kalau begitu, kau bisa dapat lokasi tepatnya.

Dia salah langkah kali ini.

Tapi dia tak cukup bodoh untuk menunjukkan dirinya.

Kita punya alamat IP-nya, kenapa tak tahu lokasinya?

Dia mengirim empat surel

dan tiga alamat IP terungkap.

Dua surel pertama punya alamat yang sama.

Dua terakhir tidak.

Wi-Fi berbeda digunakan untuk mengakses Internet.

Dia terus berganti lokasi untuk mengirim surel.

Bisakah kita mempersempitnya ke satu daerah?

Dua surel pertama dikirim di Hanam-dong.

Yang ketiga, di Oksu-dong.

Yang keempat di Seongsu-dong.

Tapi Wi-Fi-nya diakses oleh ponsel dengan kartu prabayar.

Kita tak bisa melacaknya.

- Kalau begitu... - Tapi...

Salah satu dari mereka bisa mudah ditemukan.

'Salah satu dari mereka'?

Ada dua orang di balik kidkit727.

Tahu dari mana?

Kita sebut yang satu, 'Tujuh'.

Berdasarkan ID, kidkit727.

Aku akan menyebut yang lainnya, 'Tikus'.

Dari surel, 'rat10934@yandex.com.'

Tujuh mungkin dalang

yang menulis unggahan dan surel.

Tikus mungkin menyediakan layanan teknis,

tapi kau mungkin bertanya,

'Atas dasar apa?'

Unggahan

dan surel dieksekusi dengan sangat berbeda.

Yang satu sering kali gagal.

Jadi, apa maksudmu kita bisa mudah menemukan mereka?

Aku menemukan pengguna Galaxy dari sekolah Jieun.

Tujuh salah satunya.

Tunggu.

Maksudmu pelakunya salah satu teman sekelas Jieun?

Jawabannya ada di surel Tujuh.

Pikirkanlah.

Kenapa menurutmu Tujuh buru-buru meneror Jieun?

Dia bisa saja menunggu Tikus

mengirimnya dengan diam-diam.

Mudah saja. Tujuh impulsif.

Tujuh tak tahan.

Apa kalimat terakhir di surel pertama?

'Kau takkan pernah tersenyum lagi setelah ini.'

Orang-orang mengungkap informasi

saat bicara atau menulis.

Seperti kebiasaan yang tak mereka sadari.

Tujuh jelas membenci adikmu.

Entah itu karena kasus Shin

atau alasan pribadi.

Adikmu tak bersemangat, bukan?

Ya.

Dia tak baik-baik saja

setelah ibu kami wafat tahun lalu.

Tujuh pasti diam-diam suka

saat Jieun merasa menderita dan hancur.

Tapi itu tak cukup.

Lihat surelnya.

'Cewek sepertimu hanya belajar dari pengalaman.'

'Kau takkan pernah tersenyum lagi setelah ini. Dasar hina!'

Melihat 'lagi' yang ditekankan,

Tujuh pasti melihat Jieun tersenyum

atau merasa tenang.

Tujuh tak tahan dan mengirim surel.

Untuk menyiksa adikmu.

Hanya...

butuh itu?

Makin parah kejahatannya,

makin kecil pemicunya.

Mengingat itu untuk merundung adikmu,

surelnya kurang rapi

dan lebih ceroboh dibanding unggahannya.

Kita bisa tahu dari foto yang dilampirkan.

Mereka hanya bersikap layaknya remaja.

Bersikap layaknya Remaja?

Foto itu ancaman untuk Jieun.

Bagiku, dia hanya bersantai dengan si rambut merah.

Benar, bukan?

Jika Tujuh memang ingin merusak reputasi Jieun,

dia akan mengirimkan foto yang lebih vulgar.

Mari ringkas.

Tujuh mungkin memantau Jieun tiap hari,

Tujuh buru-buru mengancam Jieun

dengan foto asal-asalan.

Mengingat itu, Tujuh sebaya dengan adikmu.

Jika Tujuh memantau Jieun tiap hari,

kemungkinan besar Tujuh satu sekolah dengan Jieun.

Lalu, bagaimana kita tahu itu pengguna Galaxy?

Apa aku harus menjelaskan tiap detailnya?

Kau lihat 'Galaxy mail' di sini?

Di sini dikatakan pengguna Galaxy.

Jika kita persempit murid yang merupakan pengguna Galaxy...

kita dapat tersangka.

Tapi banyak murid menggunakan ponsel Galaxy.

Kita harus turun langsung ke lapangan.

(Aku sebenarnya tak memberitahumu sesuatu)

(Aku pernah kirim surel ke Jieun. Apa ini akan jadi masalah?)

(Kau mengirimnya seperti yang kusuruh?)

(Agar tidak terlacak)

(Ya)

(Kalau begitu, jangan khawatir)

(Aku memberimu kata sandi Wi-Fi prabayar)

(yang tak terlacak)

(Oke)

Tujuh adalah salah satu dari mereka.

Bagaimana cara mempersempitnya?

Aku memeriksa tiap log masuk di intranet sekolah.

Kau ingat nama-namanya?

(Na Jihwan / Park Junghwan / Min Juno...)

Ada nama panggilan?

Aku tak ingat.

Kau tak dekat dengan adikmu?

Mana mungkin kau tak tahu teman-temannya?

Kau punya foto mereka?

Aku mungkin tak tahu nama mereka,

tapi aku tahu wajah mereka.

Aku menyiapkannya karena aku tahu kau akan berkata begitu.

Aku bekerja semalaman untuk meretas ponsel mereka.

Akan kulihat sebentar.

Tunggu.

Aku ingat dia.

Jadi, dia datang ke pemakaman?

Kurasa dia datang sendiri pukul 20.00.

Teman yang datang ke pemakaman tak mungkin pelakunya, bukan?

Bisa saja sebaliknya.

Ini yang terakhir.

Namanya Lee Sumin.

Orang yang kau ingat adalah Kim Hayeon.

Mereka sekelas dengan Jieun selama tiga tahun.

Jadi, jelas...

Mereka...

Mereka datang ke pemakaman.

Mereka berdua? Anak lelaki itu juga?

Namanya Ku Eunho.

Itu kali pertamanya sekelas dengan Jieun.

Kurasa dia memacari Sumin yang ada di sebelahnya.

Tapi dia menggunakan iPhone, bukan Galaxy.

Mereka mengunjungi rumahku.

Malam Natal dua tahun lalu.

Mereka mengantarnya pulang

karena Jieun sakit di pesta mereka.

Ibu harus merawat Jieun semalaman.

Kita harus menyelidiki gadis ini, Sumin.

Entah dia pengirimnya atau bukan,

dia bisa memberi tahu kita tentang hidup Jieun di sekolah.

Hei, bikin kaget saja.

('Kami takkan melupakanmu')

Apa sekolah sudah menyelidiki

unggahan forum tentang Jieun?

Aku penasaran apa ada murid yang terlibat.

Kami tak melakukan penyelidikan.

Para orang tua menolak.

Itu juga masalah sensitif untuk sekolah.

Begitu rupanya.

Oh ya, kau mengajar bahasa Korea, bukan?

- Benar. - Aku ingin melihat esai Jieun.

Aku ingin tahu apa Jieun belum menceritakan

sesuatu sebelum meninggalkan kita.

Aku tak melihat ada yang aneh.

Tunggu sebentar.

Aku akan mengambil esainya.

Ini kumpulan esainya tahun ini.

Lima buku catatan.

Terima kasih.

Apa boleh kami bawa?

Tentu saja.

Dan apa boleh kami menyapa teman-teman Jieun?

Untuk berterima kasih karena datang ke pemakaman.

Apa kau dekat dengan Jieun?

Bisa dibilang.

Kalian mengantar Jieun pulang saat dia sakit.

Ingat?

Apa ada yang membenci Jieun...

atau menyebarkan rumor jahat tentang dia?

Putri. Pasti Putri.

'Putri'?

Gadis kaya bernama Jo Minji di kelasku.

Kami menyebutnya Putri

karena dia dikelilingi dayang.

Gengnya mengendalikan suasana kelas.

Kita kehilangan semua teman kita

begitu mereka memusuhi kita.

Daripada diincar,

kami tak mengatakan apa-apa.

Apa Jieun diincar?

Tidak.

Tapi kali terakhir kami memilih lokasi karyawisata,

Putri menyarankan taman hiburan,

tapi Jieun tidak memilihnya.

Jadi, pergi ke istana mendapat satu suara.

Aku yakin Putri marah.

Dia menjelek-jelekkan Jieun pada murid-murid di kelas lain.

Dia gadis yang kejam.

Tapi tak ada bukti yang mengatakan dia pelakunya.

Mereka bermusuhan,

tapi Putri tak pernah merundung Jieun.

Putri juga pergi ke pemakaman Jieun.

Dia datang ke pemakaman?

- Putri? - Kau tak tahu?

Aku melihatnya berdiri sendirian di pintu pada hari itu.

Kalian menyapanya?

Tidak, kami tak dekat.

Selain itu, Sumin tak menyukai dia.

Mereka seperti orang asing.

Hanya kalian dan Hayeon

yang datang ke pemakaman.

Hayeon? Kim Hayeon?

Bukan Putri?

Ya, rambutnya sepanjang ini.

Bingkai kacamatanya merah.

Itu sepertinya Hayeon.

- Ada apa? - Tak ada apa-apa.

Aku tak tahu Hayeon dan Jieun sedekat itu.

Aku yakin Jieun berterima kasih melihat kalian.

Aku akan memberikan nomorku.

Katakan jika terjadi sesuatu.

Baik.

Terima kasih.

Kubilang aku akan memimpin.

Jika kau ikut campur lagi,

aku keluar dari kasus ini, mengerti?

Apa salahku?

Aku baru ingat mereka mengantar Jieun pulang.

Aku melunak...

Gara-gara kau, aku melewatkan pertanyaan penting.

Apa pertanyaannya?

Kau ingin menyelidikinya sampai tuntas.

Lihat tanggal di foto itu.

'24 Desember 2021'.

Apa foto ini diambil pada hari

Sumin mengantar Jieun pulang?

Anak-anak pasti membicarakannya jika kau tak bicara.

Kau masih bangga?

Mana aku tahu?

Kau bisa memberitahuku.

Jangan hanya menyalahkanku.

Mereka mungkin mengetahui niat kita.

Jika tahu itu, apa kau masih bisa merasa nyaman?

Maaf.

Kami keluarga Jieun.

Apa kau Jo Minji di kelas 12-1?

Benar... Kenapa?

Jieun meminjam $100, bukan?

Itu ada di buku hariannya. Maaf terlambat.

Apa?

Aku tak pernah meminjaminya uang.

Bukankah kau Jo Minji?

Benar, tapi aku tak pernah meminjaminya uang.

Benar...

Apa ada Jo Minji lain di sekolah?

Ya, satu lagi di kelas 4.

Aku pasti salah orang. Maaf.

Jieun banyak membicarakanmu.

Dia banyak...

membicarakanku?

Dia ingin meminta maaf untuk sesuatu.

Dia bahkan bertanya caranya.

Meminta maaf padaku?

Kurasa Jieun tak pernah memberitahumu.

Tahun lalu, semua orang ingin pergi ke taman hiburan.

Tapi Jieun menentangnya.

Jieun juga ingin pergi,

tapi uang sakunya kurang.

Maksudku...

jika dia tak punya uang, aku bisa meminjaminya.

Dia ragu karena dia meminjamnya dari orang lain.

Dan karena Jieun tak pernah bicara denganmu,

aku akan meminta maaf mewakili dia.

Tidak perlu.

Kami pikir Jieun dirundung

oleh seseorang yang menyimpan dendam.

Karena kalian satu kelas...

apa ada yang mungkin melakukan itu?

Soal Jieun...

Guruku menyuruh kami tak mengatakan apa-apa.

Jadi, aku tak tahu

apa yang reporter atau orang lain dengar.

Apa kau Hayeon?

Aku sepupu Jieun. Ini kakaknya Jieun.

Halo.

Kami mau mengambil barang-barangnya

dan berterima kasih pada temannya yang datang ke pemakaman.

Begitu rupanya.

Apa kalian dekat?

Dia tak pernah bicara di rumah.

Kami tak dekat.

Dia selalu mengerjakan PR di sana.

Kami biasanya saling menyapa.

Jadi, aku ingin mengucapkan perpisahan.

Omong-omong...

apa ada yang membenci Jieun?

Maaf, tapi aku sungguh tak dekat dengan dia.

Benar, maaf bertanya lagi.

Aku tak tahu tepatnya.

Tapi sepenglihatanku,

Sumin dan Jieun bermusuhan.

Mereka sangat dekat sampai tak terpisahkan.

Tapi kemudian mereka bahkan tak saling lihat.

Mereka sengaja saling menghindar.

Mereka mulai melakukan itu tiba-tiba.

Apa Sumin menyebarkan rumor buruk tentang Jieun?

Aku tak tahu.

Tapi saat teman bertengkar,

mereka melakukan hal buruk.

Dan belakangan ini,

semua orang tahu cara menyebarkan rumor buruk di Internet.

Mudah sekali membelokkan fakta dan menyerang seseorang.

Boleh aku ambil ponselku?

Pelayanan bagus. Apa kau memeriksa kartu pelajar?

Ya, agar tak salah menyerahkan semua ponsel dan tablet.

Begitu rupanya...

Sampai jumpa.

Sebenarnya, aku dan Jieun...

Kami pernah berpacaran.

Meskipun hanya dua minggu...

Karena Sumin, pasti sulit mengatakannya tadi.

Aku sudah lama menyukai Jieun.

Aku akhirnya memberanikan diri.

Kami mulai berpacaran.

Tapi belum juga seminggu, Jieun dingin padaku.

Kepadaku dan Sumin. Mereka seperti tak berteman lagi.

Lalu, dia memutuskanku setelah dua minggu.

Sumin sangat baik padaku saat itu.

Aku dan Sumin sudah berteman sejak TK.

Tapi ternyata Sumin menyukaiku selama ini.

Begitu Jieun memberi tahu Sumin dia memacariku,

Sumin memusuhi Jieun.

Sumin marah pada Jieun karena mencuri gebetannya.

Sumin sangat tersiksa.

Setelah itu...

Mereka terus saling menghindar.

Aku merusak pertemanan mereka...

Aku tak bisa membantu Jieun saat dia membutuhkan bantuan.

Semua ini salahku.

Ini bukan salah siapa pun. Jangan menyalahkan dirimu.

Kau bilang kau tak bisa membantu dia.

Apa yang terjadi di karaoke pada Malam Natal?

Bagaimana kau...

tahu soal itu?

Kebetulan saat membereskan barang Jieun.

Tapi kami tak tahu detailnya.

Malam itu, aku dan Sumin bertemu

senior dari sekolah.

Senior itu bilang Jieun bersama

alumni SMA Eunseong yang merupakan anggota band.

Mereka bukan sekadar band.

Mereka terkenal memberi obat pada cewek-cewek

dan menjajakan cewek-cewek.

Aku sangat khawatir saat makan malam dengan Sumin.

Jadi, aku diam-diam ke toilet untuk menelepon Jieun.

Jieun terlalu banyak bicara.

Dia tak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaanku.

Hal buruk akan terjadi,

jadi kuberi tahu Sumin segalanya...

Kubilang Jieun dalam bahaya.

Apa kata Sumin?

Dia terus mengabaikanku.

Tapi aku terus memberitahunya.

Jadi, dia menyarankan kami pergi, lalu kami pergi.

Kalian menemukan Jieun di tempat karaoke?

Tidak, aku melihat beberapa pria membawa Jieun ke arah motel.

Kami langsung teriak,

'Apa yang kalian lakukan pada anak SMA?'

Saat orang-orang melihat, mereka meninggalkan Jieun dan pergi.

Bayangkan jika kalian tak menemukan Jieun.

Itu sudah lama, tapi terima kasih.

Sama-sama.

Hanya kau dan Sumin yang tahu

apa yang terjadi malam itu, bukan?

Tapi kemudian...

- Gila, lihat foto itu. - Pria ini, Choi Jaehwan.

Dia salah satu adik anggota band itu.

Kurasa dia menyebarkan rumor.

Jaehwan kelas apa?

Dia tak sekolah di sini sekarang.

Dia dipindahkan karena hal lain.

'Dipindahkan'?

Dia dipaksa pindah.

Benar, dipaksa pindah.

Aku hampir lupa.

Saat kau membicarakan Hayeon,

sepertinya ada yang ingin kau katakan.

Sumin menuduh Putri,

tapi menurutku Hayeon lebih mungkin.

Putri memang ember,

tapi dia tak melakukan itu diam-diam.

Hayeon cukup licik untuk membongkar aib orang.

Apa Jieun bertengkar dengan Hayeon?

Tidak.

Hayeon pernah melakukan hal yang sama sebelumnya.

Yunju dulu satu sekolah denganku.

Hayeon mengadu pada guru bahwa Yunju mencium senior

di atap.

Yunju dan murid itu dikeluarkan.

Mereka dikeluarkan karena berciuman?

Seniornya cewek juga.

Aturan di Sekolah Kristen ketat.

Selain itu, Hayeon seperti itu sejak dulu.

Dia selalu benar.

Dia pikir dia tak mungkin melakukan kesalahan.

Bagi dia, cewek memacari cewek itu dosa.

Sama halnya dengan kasus Jieun.

Saat Hayeon tahu

Jieun adalah cewek dalam rumor Natal,

Hayeon pasti menjadi bias.

Hayeon mungkin menyebarkan rumor

tentang Jieun yang menongkrong dengan anak-anak band.

Itu hanya asumsimu, bukan?

Benar, tapi...

Aku paling mencurigai Sumin.

Dia punya motif. Dia tahu foto itu dengan baik.

Kita butuh bukti fisik, bukan firasat.

Kau ingat aku memberitahumu

kidkit727 berpindah lokasi untuk menggunakan Wi-Fi?

Aku tak memberitahumu sesuatu.

Nomor referensi tercatat

oleh penyedia layanan saat Wi-Fi digunakan.

Alamat MAC, singkatan dari medium access control.

Jadi, intinya,

untuk 1.000 ponsel pintar di Korea,

ada 1.000 alamat MAC.

Jika kita menemukan ponsel Galaxy yang memiliki alamat MAC kidkit,

kita bisa menemukan kidkit.

Ayo kembali dan periksa.

Dengar sampai selesai. Aku sudah memeriksa.

Apa?

Aku memasang alat ini untuk memeriksa alamat MAC

tiap kita melihat ponsel.

Pelakunya bersama kita sepanjang sore.

Kenapa kau baru memberitahuku?

Aku 99 persen yakin

salah satu murid yang kita temui adalah pelakunya.

Tapi tunggu sampai aku 100 persen yakin

untuk melihat semua kartuku.

Aku akan membuat pelakunya sukarela muncul di hadapanmu.

(Aku tahu kau sibuk)

(Tapi kakak Jieun datang ke sekolah)

(Dia menanyakan banyak hal seolah dia tahu sesuatu)

(Maaf aku sedang rapat)

(Apa yang dia tanyakan?)

(Bagaimana Jieun di sekolah dan dengan teman-temannya)

(Apa dia datang karena dia tahu perbuatan kita?)

(Aku sangat khawatir)

(Jangan buang waktu untuk khawatir)

(Tak mungkin ada yang tahu perbuatan kita)

(Oke)

(Kau sibuk malam ini?)

(Kita perlu bertemu dan bicara)

(Aku tak bisa minggu ini. Nanti kukirim pesan lagi)

Aku datang untuk mengambil kartu identitas.

- Silakan. - Terima kasih.

Kau sudah menemukan pelakunya?

Belum.

Apa kata polisi?

Meskipun pelakunya tertangkap, mereka tak bisa menghukum dia.

Jawaban macam apa itu?

Sungguh tak bertanggung jawab.

Aku ingin cuti siang. Kau tak keberatan?

Kenapa? Ada masalah?

Tidak, aku harus pergi ke suatu tempat.

Oke.

Selamat datang.

- Dua sup panas? - Tidak.

Aku datang untuk makan sendiri.

Kalian bertengkar?

Detektif Seol sangat pemilih.

Ini tak seperti yang kau kira.

Aku membicarakan kasusnya.

Dia pasti menolak kasusmu.

Apa dia membicarakan kasusku?

Ada dua tipe orang yang mendatangi Detektif Seol.

Klien dan gangster.

Jadi, kau sudah tahu.

- Selamat datang. - Hai.

Detektif Jung.

Hei, Soeun.

Kejutan yang menyenangkan.

- Kau ada pekerjaan di sini? - Ya.

Aku datang untuk kasusmu.

Kasusku?

Aku datang untuk bicara dengan Detektif Seol tentang banyak hal

yang dia minta kuselidiki.

Kurang ajar,

dia memintaku jauh-jauh ke sini.

Dia bilang mengirim berkas secara daring itu tak aman.

Apa yang kau selidiki?

Si rambut merah.

Cowok di foto adikmu.

Aku tahu kau di dalam!

Kau menyelidiki si rambut merah. Apa hasilnya?

Ya, tapi aku tak menemukan apa-apa.

Dia dipenjara selama setahun

karena pencurian dan penyerangan.

- Lalu? - Tak ada apa-apa!

Dan aku belum selesai.

Nanti kuberi tahu, jadi pergilah!

Bohong.

Detektif Jung menyelidiki 'banyak hal'.

Jika soal si rambut merah,

dia pasti bilang, 'seseorang' atau 'sesuatu'.

Pilihan kata Detektif Jung tak ada kaitannya denganku.

Detektif Jung juga bilang,

kau menyuruh dia datang ke sini

karena mengirim berkas secara daring tidak aman.

Jika ini hanya soal si rambut merah,

telepon saja sudah cukup.

Detektif Jung datang untuk menyerahkan hasil fisik.

Jujurlah.

Apa yang kau selidiki? Dan apa berkas ini?

Bagaimana Kim Yeonwoo bertemu gadis ini?

Firmaku mengadakan seminar hukum gratis

untuk komunitas lokal.

Orang-orang juga mencari nasihat hukum saat seminar,

dan anak magang atau paralegal kami masuk.

Begitulah Yeonwoo bertemu dengannya.

Dia tidak populer di kalangan wanita.

Gadis muda itu baik padanya.

Dia pasti lupa tugasnya sebagai paralegal.

Setelah dipikir-pikir,

gadis itu pasti mendekatinya untuk mendapat informasi.

Informasi apa yang diberikan Yeonwoo?

Informasi publik.

Seperti kesaksian Shin pada persidangan.

Kami menggunakan hal pribadi

sebagai strategi untuk membela Shin.

Seperti hubungan dia dengan istrinya.

Asumsi apa pun yang menguntungkan Shin.

Selain itu, informasi itu tak melanggar privasi siapa pun,

termasuk privasi Shin.

Kau memecat Yeonwoo karena ini.

Jangan khawatir terseret hukum.

Bagus.

Apa Yeonwoo pernah menyebutkan nama gadis itu?

Aku mencoba mengingatnya...

Ya!

Dia bilang, 'Lee Sumin.'

Kenapa kau baru bilang sekarang?

Sumin pelakunya.

Bukti ini belum cukup kuat.

Jika ini tak kuat, lalu apa yang kuat?

Sudah kubilang.

Kita butuh bukti fisik, bukan firasat.

Bagaimana kau tahu 'Lee Sumin' dalam percakapan itu adalah

Lee Sumin yang kita tahu atau orang yang menyamar jadi dia?

Detektif Seol.

Apa kau ingin menemukan pelakunya?

Ini ada di buku yang diserahkan guru.

Bagian pertama 'Anna Karenina' yang belum dikembalikan.

Aku akan mengembalikan ini ke sekolah besok.

Kau akan kembali ke sana?

Datang ke sekolah besok siang.

Aku akan tunjukkan siapa pelaku sesungguhnya.

Sudah sepuluh tahun sejak SIQ didirikan.

Bagaimana awalnya?

Omong kosong.

Aku tak pernah meminjam buku. Kenapa ada denda keterlambatan?

Kau mencetak dokumen.

Kau berutang $12. Bayar sebelum istirahat.

50 lembar pertama gratis.

Kau menulis aturan itu, ingat?

Hanya hitam putih.

Itu tak adil!

Apa aku membuat aturan itu?

Guru yang buat. Apa yang kau mau dariku?

Hei.

- Hai, Soeun. - Hei!

- Hai, Eunho. - Hei!

Sekolah terasa kacau hari ini.

Ada masalah dengan jaringan kami.

Penyedia layanan tak tahu penyebabnya.

Komputer perpustakaan eror.

Sumin diminta mengembalikan buku yang tak dia pinjam,

jadi kami datang.

Hai.

Gurumu... Bisa hubungi dia?

Cepat!

Apa yang terjadi?

Aku hampir melewatkan ini.

Ini ada di dalam buku yang Jieun pinjam.

Ini adalah...

Ini adalah tulisan tangan Jieun.

Kalau begitu...

Apa ini... wasiat Jieun?

Ternyata dia meninggalkan wasiat.

Kita hanya melewatkannya.

(Pada saat kau membaca ini, aku sudah tak ada)

Ini bagian pertamanya.

Yang lainnya pasti ada di buku berikutnya.

(Halo, Orang Asing)

(Aku takkan ada)

(Aku memikirkan kematian...)

(dijajakan...)

(narkoba...)

'Melakukan?'

Kalimatnya tak masuk akal.

Bagian pertama juga berakhir canggung setelah 'narkoba'.

Bagian tengahnya pasti hilang.

Apa 'Anna Karenina' memiliki bagian tengah?

Tidak, hanya ada dua buku.

Bisakah kau memeriksa riwayat Jieun?

Tentu, sebentar.

(Aku ingin seluruh dunia tahu...)

(membuktikan aku tak bersalah...)

Aku menemukan riwayat pinjaman Jieun.

Tapi selain 'Anna Karenina',

dia tak meminjam buku lain.

- Tak ada? - Ya, tak ada.

Dia hanya meminjam dua buku.

Mungkin dia menyimpannya di buku lain.

Misalnya, buku pelajaran.

Bu, kami harus pulang.

Tolong periksa tempat-tempat seperti Loker Jieun.

Baik.

Ayo pergi ke kantorku. Aku harus menunjukkan sesuatu.

- Detektif Jung. - Soeun.

- Senang bertemu lagi. - Sedang apa kau di sini?

Dia pegawai sementaraku.

Dia menyeretku. Dia berutang sampai aku selesai.

Kata Detektif Seol.

- Terekam? - Tentu saja.

Sangat jelas.

Bagus.

Oke.

- Itu... - SMA Eunseong.

Waktunya mengungkap pelakunya.

Seseorang akan pergi ke rak

dan mengambil 'Crime and Punishment'.

Dia...

kidkit727 yang kita cari.

Apa itu...

Apa itu wasiat Jieun?

Hei, tenang.

Itu palsu.

'Palsu'?

Itu tulisan Jieun.

Sempurna, bukan? Aku menirunya.

Aku punya banyak sampel.

Cuma butuh beberapa hari latihan.

Bahkan untuk menipu keluarganya.

Kau memastikan itu tulisannya.

Tersangka akan percaya kata-kata kakaknya.

Kenapa kau melakukan ini?

Apa ini permainan? Kau bersenang-senang?

Karena ini satu-satunya cara.

Tikus itu peretas tanpa jejak di Internet.

Selebihnya hanya dugaan.

Bagaimana lagi cara kita menangkap pelakunya?

Kenapa kau mengumpulkan bukti?

Kita harus mempersempit tersangka untuk memasang jebakan.

Apa bijak melempar joran

tanpa tahu apakah ada ikan?

Lalu kenapa Hayeon pelakunya?

Sebenarnya...

Jieun tak pernah meminjam 'Anna Karenina'.

Aku memanipulasi riwayat pinjaman.

Aku juga mencuri buku itu diam-diam.

Kenapa harus 'Anna Karenina'?

Itu terlihat tak populer untuk pelajar.

Bukunya tebal.

Jika 'Anna Karenina' adalah umpan,

'Crime and Punishment' adalah kailnya.

Lalu, bagian kedua dan ketiga...

Kau menaruhnya saat kau pergi ke rak.

Benar.

Itu sudah seperti pengakuan.

Kau tak lihat?

Aku menambahkan 'Anna Karenina'

dan 'Crime and Punishment' ke riwayat pinjaman.

Tapi apa kata Hayeon?

Tapi selain 'Anna Karenina',

dia tak meminjam buku lain.

Jieun tak meminjam buku lain, selain 'Anna Karenina'.

Itu tes untuk semua tersangka.

Jadi, kau juga menyeret Putri dan Sumin dengan jaringan eror.

Omong kosong!

Aku tak pernah meminjam buku. Kenapa ada denda keterlambatan?

Sumin diminta mengembalikan buku yang tak dia pinjam,

jadi kami datang.

Drama butuh aktor.

Jika Hayeon kidkit727, bagaimana dia dapat foto itu?

Hayeon pasti tak tahu banyak tentang insiden karaoke itu.

Unggahan forum itu hanya bilang dia minum dengan anak-anak band.

Surelnya hanya memiliki foto itu tanpa detail.

Aku bisa tahu dia menulis unggahannya berdasarkan foto itu.

Lagi pula, itu tak penting untuknya.

Lalu foto itu...

Adik anak band itu, Choi Jaehwan. Dia pasti membocorkannya.

Gila, lihat foto ini.

Pikirkanlah.

Hayeon bisa mencuri data murid kapan pun dia mau.

Isi daya ini.

Itu disebut juice jacking.

Kita mencuri data saat mengisi daya ponsel.

Bagaimana mungkin remaja tahu cara melakukan itu?

Tikus pasti memberi tahu caranya. Dia peretas.

Aku tak tahu alasannya.

Tapi Hayeon bisa mengumpulkan data murid selama ini.

Meskipun Jaehwan tak pergi ke perpustakaan,

dia pasti menunjukkannya kepada teman-temannya.

Dan foto itu pasti bocor

jika salah satu dari mereka pergi ke perpustakaan.

Sudah berapa lama kau mencurigai Hayeon?

Intinya, kau mengincar Hayeon dengan sandiwara ini.

Riwayat pinjaman palsu dan jaringan eror ini...

Sejak aku bertemu dia di perpustakaan.

Kau ingat apa yang kutanyakan pada semua orang?

Apa ada orang yang membenci Jieun...

atau menyebarkan rumor jahat tentang dia?

Pasti Putri.

Sumin menyebutkan Putri saat ditanya.

Aku tak tahu.

Putri tak tahu.

Menurutku Hayeon lebih mungkin.

Eunho mencurigai Hayeon, tapi Hayeon bilang...

Tapi saat teman bertengkar, hal mengerikan terjadi.

Sudut pandang yang benar-benar berbeda.

Dan belakangan ini, semua orang tahu...

Cara menyebarkan rumor buruk di Internet.

Jadi, intinya apa?

Aku bertanya apa ada orang yang membenci Jieun...

bukan untuk menemukan kidkit727, tapi orang lain.

Orang lain?

Perebut pacar

yang menongkrong dengan anak band.

Anak itu juga yatim piatu.

Siapa murid yang memberi tahu Shin tentang ini?

Tapi Shin bahkan tak punya keponakan...

Hanya Hayeon yang tahu dia tak punya keponakan.

Selamat. Kau menemukan kidkit727.

Apa dia membakar itu?

Hei.

Apa yang kau lakukan?

Hei...

Apa-apaan?

Dia tertawa.

Dia tertawa! Setelah melakukan hal kejam itu.

Dia membakar wasiat Jieun bahkan tanpa membukanya!

Dia tak merasa bersalah sedikit pun.

- Setelah membuat adikku mati. - Taruh pisaunya.

Aku tak peduli kau membunuhnya atau mengulitinya hidup-hidup.

Jangan dengan pisauku.

Jangan seret aku!

Tunggu.

Kenapa? Kenapa kau menghentikanku?

Kau mau balas dendam?

Ya.

Aku akan menghancurkan pembunuh itu.

Oke.

Kalau begitu, tenang dulu. Mari bicara.

Bicara? Soal apa?

Panggil polisi?

Jika kau membicarakan hukum...

Kau tahu hukum tak bisa membantu.

Kalau begitu, kita biarkan dia? Dia membunuh adikku!

Kalau begitu, balas dendam.

Tapi akan sulit sendirian.

Anggap ini sebagai jaminan.

Tak murah. Tapi aku jamin kau akan puas.

Harga diskon 200.000.

Kau sudah melihat rekening bankku. Apa ini disengaja?

Balas dendam dibayar belakangan, tapi seperti penyelidikan.

Aku akan buat skema pembayaran khusus.

Jangan khawatir.

Kenapa kau melakukan ini?

Aku percaya pada balasan setimpal.

Jika kau terima tawaranku...

aku dengan senang hati menjadi pisaumu.

Baiklah.

Aku akan terima.

Tapi kau harus membunuh mereka semua.

Semua orang yang terlibat dalam kematian ini.

(Kakak Jieun datang ke sekolah lagi)

(Dia bahkan menemukan wasiatnya. Aku panik)

(Wasiatnya?)

(Ya, wasiatnya)

(Apa isinya?)

(Entahlah. Sudah kusingkirkan)

(Membacanya akan memperumit keadaan. Sudah kubakar)

(Bagus)

(Kau senggang malam ini?)

(Ayah sedang dinas ke AS)

(Dia pergi selama sepuluh hari. Aku mengerti jika kau sibuk)

(Sampai jumpa malam ini)

Sahammu bernilai satu juta dolar.

Bagaimana rasanya menjadi kaya?

Ini hari pertama liburmu?

Ya.

(Kebenaran tentang bunuh diri seorang gadis)

(Kalian semua pembunuh)

(Kalian semua pembunuh)

(Kematiannya...)

(korban kekerasan seksual...)

(Dia dijebak)

(Itu tak perlu diperjuangkan mati-matian)

(Dia tak punya saudara)

(Dia anak tunggal)

(Lalu keponakannya muncul)

(Terus mengoceh)

(kidkit7270)

(Pergi ke forum daring sekarang!)

(Ada yang mengunggah tentang Jieun!)

(Bagaimana ini?)

(Tenang saja. Semuanya omong kosong)

(Mereka tahu Shin Jeongman tak punya keponakan)

(Dia cuma penganut teori konspirasi omong kosong)

(Baca komentarnya. Takkan ada yang percaya dia)

(Bisakah kita bertemu malam ini?)

(Maaf, aku terlalu sibuk hari ini)

(Aku sangat sibuk. Aku masuk pada akhir pekan)

(Berkas di diska keras itu... membuatnya bunuh diri)

(Itu tentang kehidupan seseorang)

(Berkas lama yang kudapat tidak lengkap)

(Tak perlu melacak alamat IP-ku)

(Pasti ada isi busuk di diska keras itu)

(Ini menarik!)

(Kasihan gadis yang meninggal itu)

(Aku ingin kebenarannya sekarang)

(Haruskah polisi menyelidiki lagi?)

(Keponakan gadungan itu dalangnya)

(Hei!)

(Forumnya meledak!)

(Kau sudah menghapus berkas yang kukirimkan?)

(Jika itu bocor, mati kita!)

(Berkas apa?)

(Barang yang kutimbun di sekolah)

(Foto dan video yang kucuri dari ponsel orang lain!)

(Ada orang gila yang mengoceh soal meretas komputermu!)

(Kau percaya itu?)

(Bagaimana jika orang gila itu mengeksposmu?)

(Kalau begitu, kita mati!)

(Kau dan aku menjadi pembunuh!)

Halo.

(Nomor Tidak Dikenal)

Halo?

Pembunuh.

(Nomor Tidak Dikenal)

Siapa ini?

Jika kau menelepon lagi, aku akan panggil polisi.

Gila.

(Nomor Tidak Dikenal)

(Mulai telepon!)

(Kalian sudah menelepon? Dia cewek)

(Apa dia keponakan gadungan yang menjadi dalang?)

(Yang memfitnah seorang gadis sampai mati?)

(Kita harus melakukan hal yang sama)

(Kematian untuk kematian)

(Tangkap kaki tangannya juga!)

(Tolong panggil polisi)

(Akunmu pasti diretas!)

(Aku baru melihatnya juga)

(Aku akan terus mengawasi. Jangan khawatir)

(Aku takut sekali. Bisakah kita bicara di telepon?)

(Maaf. Bosku di sampingku.

(Nanti kutelepon)

Pembunuh.

Pembunuh.

Pembunuh.

Pembunuh.

Kau mau dia mati atas perbuatannya.

Tentu saja, aku tak membunuh.

Aku bukan pembunuh bayaran.

Tapi jika dia bunuh diri...

itu yang paling ideal, bukan?

Maksudmu...

kau akan menyamarkan pembunuhan sebagai bunuh diri?

Tidak, lebih seperti apa yang adikmu lakukan.

Aku akan membuat Hayeon bunuh diri.

Bukan karena ancaman, tapi karena dirinya.

Menyerang kelemahan seseorang

membuatnya mungkin.

Kelemahan?

Hayeon tinggal dengan ayah tirinya.

Ibunya menikah lagi saat Hayeon kecil.

Dia selingkuh dan pergi dari rumah,

meninggalkan putrinya yang masih kecil.

Siapa anak ini?

Kakak Hayeon, Kim Hajun.

Dia dikirim ke panti asuhan saat ibunya menikah lagi.

Anak itu adalah Tikus.

Ayah tirinya adalah wali legalnya,

tapi dia selalu lebih dekat dengan kakaknya.

Dia satu-satunya saudara kandung Hayeon.

Aku yakin mereka terhubung sejak ibu mereka pergi.

Intinya, mereka sering bertemu tanpa diketahui ayah tiri mereka.

Jika kita menyerang kakak Hayeon

yang merupakan satu-satunya orang kepercayaan Hayeon...

Bunuh diri?

Itu sangat mungkin.

Dijamin 100 persen.

Kau terlihat terhibur dan senang.

Sudah kubilang ini akan menarik.

Bangun.

Bangun! Waktunya bekerja.

Halo?

Kita sebaiknya tak bicara apa-apa di awal.

Giliranmu.

Suaramu akan diubah, tenang saja.

Apa yang harus kukatakan?

Apa saja?

Kecuali tentang Jieun.

Halo?

Pembunuh.

Bagus.

Kau harus kasar padanya kali ini.

Siapa kau? Jika kau telepon lagi, aku akan panggil polisi.

Gila.

Orang normal biasanya kesal

karena telepon jail larut malam.

Tapi orang bersalah terguncang

bahkan oleh suara pintu depan.

Takut dunia maya tahu

perbuatan dia dan kakaknya.

Hayeon kalang kabut.

Apa orang-orang membicarakannya di Internet?

(Kalian pembunuh)

Apa kau Super Conan, pengunggahnya?

Siapa Zerocool?

Aku mereka.

Tapi bukan.

Kalau begitu, situs web ini...

Itu situs palsu yang kubuat.

Aku mengontrol ponsel dan laptop Hayeon.

Bagaimana jika Hajun muncul dan berpikir ini aneh?

Dia sangat sibuk bekerja.

Dia pasti tak punya waktu untuk adiknya.

Sekarang...

Dua hari maksimal.

Waktunya peluru pertama kita.

Apa? Kau akan menembak?

Apa kau tidur di kelas sastra?

Itu metafora.

Kukira sungguhan

karena aku tak tahu kau kriminal atau detektif swasta.

Maksudku...

Ini seefektif pistol.

Pembunuh.

Aku baru dengar...

Keren, bukan?

Ini pengeras suara induksi.

Ultrasound tak merambat di udara.

Jadi, ini bisa menembakkan suara pada titik tepat.

Seolah-olah...

- Pembunuh. - ...suara di kepalamu.

Pembunuh.

Pembunuh.

Pembunuh.

Pembunuh.

Pembunuh.

Pembunuh.

Pembunuh.

Pembunuh.

Pembunuh.

Pembunuh.

Pembunuh.

(Kakak! Aku sangat gelisah. Balas aku!)

(Tidak dibaca)

(Kebenaran tentang bunuh diri gadis itu)

(Aku menggunakan akun lain. Ini akan jadi unggahan terakhirku)

(Aku mengungkap berkas-berkasnya)

(dan menemukan banyak nomor dan riwayat telepon)

(Pesan tidak seperti pelajar)

(Polisi akan menyelidiki lagi)

Tidak...

Aku tak melakukan kesalahan.

(Apa polisi akhirnya terlibat?)

(Di mana polisi saat kau butuh mereka?)

(Pemerasan seksual dan finansial terhadap anak di bawah umur)

(Kau akan tertangkap. Tuhan akan menghukummu!)

(Ungkap kebenaran tentang kematiannya yang tak adil)

(Dia pasti punya kaki tangan)

(Tangkap kaki tangannya juga!)

(Seseorang hubungi polisi sekarang)

(Membusuk di penjara!)

Waktunya serangan terakhir.

(Polisi buka Kembali Penyelidikan Kasus Bunuh Diri SMA Eunseong)

(Korban diancam oleh tersangka wanita)

(Desakan publik yang kuat kepada polisi)

(Kakak! Aku sangat gelisah. Balas aku!)

(Cepat!)

(Ini gawat!)

(Di mana kau?)

(Pengunggahnya menghubungi polisi!)

(Ini serius.)

(Lihat forum itu)

(Kau sedang apa?)

(Aku sangat takut)

(Hubungi aku begitu melihat ini)

(Kumohon)

Ini artikel tentang penangkapan kakaknya.

(Pria Berusia 20-an Ditangkap)

(Atas Video Eksploitasi Siswi SMA)

(...ditangkap karena secara ilegal meretas foto-foto intim...)

Kabar penangkapan itu akan menjadi

hiburan besar bagi warganet.

Hayeon akan sangat tersiksa.

Apa penangkapan kakaknya akan cukup untuk bunuh diri?

Beberapa bunuh diri terjadi karena alasan tertentu.

Dia bisa mencoba mencapai tujuan

dengan mengorbankan dirinya.

Misalnya, ada kebakaran. Kau bersama adikmu.

Hanya ada satu tabung oksigen.

Kau akan memakainya? Atau biarkan adikmu memakainya?

Aku akan membuat Hayeon percaya dia ancaman bagi kakaknya.

Aku akan memanfaatkan ketergantungan mereka.

'Jika aku tak tertangkap,

kakakku bisa lolos.'

Aku akan menggiringnya pada kesimpulan absurd.

Itu konyol, tapi aku akan membuat Hayeon percaya.

Lalu...

aku akan membuat dia membaca ini.

(Pria yang ditangkap...)

(Dia kolegaku)

(Dia punya adik)

(...ada kaitannya dengan gadis yang meninggal)

Hayeon akan berpikir dia ancaman bagi kakaknya.

Dia akan terguncang

karena dia menyayangi dan peduli pada kakaknya.

Apa pernah ada yang melihat mereka bersama?

- Bagaimana kau tahu? - Itu ideku.

Agar Hayeon percaya.

Meskipun dia berpikir dia akan memenjarakan kakaknya,

mengumpulkan data pribadi hanya kejahatan ringan.

Itu tak cukup buruk untuk menyia-nyiakan hidupnya.

Media akan mengerubungi jika itu kasus kriminal.

Lalu warga akan mengadilinya lagi.

Hayeon takut...

kakaknya diburu di Internet seperti Jieun.

Melihat kakaknya diserang tanpa alasan,

dia akan berpikir dia merusak hidup kakaknya, bukan?

Setelah pemikiran itu,

dia akan berpikir polisi akan mudah

menemukan kebenaran tentang kasus Jieun.

Dia tak punya pilihan selain mengaku.

Dia ditekan oleh kita selama beberapa hari.

Dia akan memilih cara tercepat dan termudah,

kematiannya.

Tonton momen terakhir Hayeon.

Waktunya menyelesaikan.

Apa?

Aku memasang pengeras suara induksi di rumahnya.

Kau akan membuatnya berhalusinasi lagi.

Mendorongnya untuk berkorban demi kakaknya akan mengakhiri ini.

Hei.

Selesaikan jika kau serius. Aku sibuk.

Untuk balas dendam sejati.

'Balas dendam sejati'?

Kenapa menurutmu aku menangani Hayeon seperti ini?

Jika dia bunuh diri seperti ini, dia takkan meninggalkan wasiat.

Aku bisa menghapus catatannya

dan mereset ponselnya.

Kakaknya takkan tahu kenapa adiknya mati,

padahal dia baik-baik saja beberapa hari lalu.

Dia pasti akan menyalahkan dirinya

karena mengabaikan adiknya demi pekerjaan.

Tapi meski dia sangat tersiksa, adiknya takkan kembali.

Bukankah ini balas dendam sejati?

Apa...

Apa yang harus kukatakan?

Ucapanmu selama ini bagus, atau bagaimana dengan...

'Selesaikan yang tak bisa kau lakukan tahun lalu'?

'Yang tak bisa kau lakukan tahun lalu'?

Apa yang terjadi tahun lalu?

- Bukan apa-apa. - Apa maksudmu?

Apa itu?

Hayeon...

Sebelum Hayeon menyayat pergelangan tangannya,

dia berpamitan kepada kakaknya.

Tapi memotong pembuluh darah tidak begitu mudah.

Kenapa dia mencoba bunuh diri?

Keluarga, nilai, dan kecemasan... Penyebabnya panjang.

Tapi pemicunya adalah perundungan di sekolah.

Perundungan?

Apa Hayeon dirundung?

Kau ingat yang Eunho katakan?

Mereka dikeluarkan karena berciuman?

Senior itu cewek juga.

Yunju mencium cewek.

Mulut Hayeon yang membuatnya dikeluarkan.

Ini akan membantumu mengerti.

(Hayeon ketua kelas lagi?)

(Guru harus tahu ini gila)

(Pengaduannya membuat Yunju dikeluarkan. Dasar pengadu)

(Kudengar mulutnya membuat orang masuk RSJ)

Siapa yang mengunggah ini?

Orang yang kau kenal.

Orang yang kukenal?

Itu riwayat agen pengguna.

Pengunggahnya menggunakan ponsel Samsung Android.

Modelnya adalah Galaxy 22.

Tidak mungkin.

Jieun tak mungkin melakukan ini.

Orang yang memiliki ponsel sama...

Aku sudah memeriksa ulang alamat IP dan MAC-nya.

Hayeon mungkin tak bisa,

tapi peretas seperti Tikus bisa melacak ini.

(...membuat orang masuk RSJ)

Tidak...

Jieun bukan cewek kejam.

Berpikirlah semaumu.

Kebenarannya akan tetap sama.

Haruskah kita...

berhenti?

Menyedihkan sekali.

Kau balas dendam karena kemarahanmu.

Jangan gunakan adikmu sebagai alasan.

Lakukan untuk dirimu sendiri.

Hentikan omong kosong soal

'membiarkan adikmu beristirahat dalam damai.'

Jangan sok tahu soal Jieun.

Aku kakaknya.

Betapa tersiksanya dia

dan apa yang dia rasakan saat dia mati,

aku yang paling tahu.

Apa hakmu menyuruhku harus melakukan apa?

Entah apa kau bisa mengatakan itu setelah melihat ini.

Kenapa wasiat palsu ini ada di ponsel Jieun?

Wasiat itu palsu, tapi pesannya tidak.

Pesan di wasiatnya.

Aku mendapatkannya dari unggahan Jieun.

Ini...

unggahan Jieun?

Halo, Orang Asing.

Semua orang yang bisa kuajak bicara sudah pergi.

Hari ini kakakku bilang aku harus bersaksi di pengadilan.

Pengacaranya akan menyerang dan mempermalukanku.

Aku merasa jijik.

Aku akan membantumu. Pergilah dan sangkal semuanya.

Aku tak mau mengatakan itu.

Aku bisa merasakan kakakku terpaksa tersenyum.

Kita coba...

Tidak mau!

Aku tak mau membicarakannya lagi!

Aku merasa sangat tak berguna.

Aku selalu menjadi beban bagi keluargaku.

Bagi kakakku dan ibuku.

Ibuku meninggal gara-gara aku.

Kami miskin.

Ibu harus punya dua pekerjaan demi kakakku dan aku.

Ibu bekerja terlalu keras dan sakit.

Makanya dia meninggal.

Andai aku tak lahir, Ibu pasti masih hidup.

Semua ini salahku.

Dah, Orang Asing.

Aku takkan ada di dunia ini

pada saat kau membaca ini.

Aku memikirkan bunuh diri seperti kebiasaan.

Aku sangat lelah.

Aku bermimpi buruk tiap malam.

Dalam mimpiku, aku berjalan di gurun tandus

dan dikejar monster gelap.

Aku terus berlari dan teriak, tapi tak ada yang menolongku.

Monster gelap itu merobek dan menghancurkanku.

Tawanya menghantuiku.

Tapi bagian yang paling menghantui adalah aku ikut tertawa.

Aku tak bisa lari ke mana pun sekarang.

Dah, Orang Asing.

Ini mungkin kata-kata terakhirku kepadamu.

Ini sulit sekali.

Aku tak mau pura-pura

tak ada masalah di depan orang lain.

Terutama di depan kakakku.

Aku tahu dia berpura-pura.

Sebaiknya akhiri ini selamanya

daripada hidup pura-pura.

Jika aku pergi, kakakku bisa bahagia.

Tidak...

Aku tak bisa...

Mana bisa aku bahagia tanpamu?

Namaku Yun Jieun.

Aku gadis yang sempat bikin geger dunia maya.

Jika kau tak tahu aku,

cari aku di Internet dan kau akan langsung tahu.

Aku tak menulis namaku dengan motif.

Kau tak tahu aku.

Aku tak tahu dirimu.

Aku hanya berharap

orang asing mendengarkan ceritakan

dan membuktikan bahwa aku pernah ada.

Meskipun aku sudah tak ada...

saat kau membaca ini.

Kau tahu semuanya dari awal.

Jurnal ini dan segalanya.

Ya.

Kenapa kau menyembunyikannya?

- Kau tak memintanya. - Tapi...

Untuk apa kuungkap tanpa permintaan?

Jika kau mau kebenaran tentang Jieun,

permintaanmu akan berbeda.

Tapi kau ingin balas dendam, bukan kebenaran.

Ini mungkin akan menyinggungmu.

Kau dan aku sama.

Kita nyaman dalam kesendirian.

Daripada ikut kegiatan sosial yang membosankan,

kita ingin memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

Kita memilih membaca daripada kumpul-kumpul.

Tapi Jieun...

Jieun tak sepertimu.

Dia mengalami tekanan dari teman-temannya.

Dia ingin membaur dengan orang lain.

Dia memakai orang lain sebagai contoh

agar terlihat punya kesamaan dengan mereka.

Dia mungkin memacari Eunho untuk alasan yang sama.

Tapi tanpa tahu itu bisa lebih menyakiti Eunho.

Apa maksudmu?

Jieun memacari Eunho yang bahkan tidak dia sukai?

Ini hanya dugaan.

Kurasa Jieun menyukai orang lain.

- Orang lain? - Dia menghapus semua foto.

Kecuali satu foto temannya.

Siapa menurutmu yang Jieun sukai?

Apa Jieun suka Sumin?

Aku yakin dia bingung

karena tak bisa memahami perasaannya.

Saat Jieun memacari Eunho,

dia mungkin melakukannya

karena dia tahu Sumin tak bisa memacarinya.

Setelah mengetahui dia malah menyakiti Sumin,

Jieun memilih menjauh.

Kukira aku tahu segalanya tentang Jieun.

Aku merelakan hidupku demi Jieun.

Aku ingin memberi Jieun kehidupan yang nyaman.

Untuk adikmu...

Menurutmu, Jieun suka caramu berkorban demi dia?

Ponselnya memiliki satu foto lagi selain foto Sumin.

Kita tak punya waktu. Waktunya balas dendam.

Kau sudah mengatakan kebenarannya.

Kupikir kau ingin aku berhenti.

Berhenti? Kenapa?

Aku tak mau menghentikanmu.

Aku hanya pisau.

Kau yang menentukan bagaimana kau ingin menggunakanku.

Sadarlah!

Jangan mati.

Kau tak boleh mati.

Aku harus berhenti.

- Detektif Seol? - Naiklah.

Sabuk pengaman.

Hayeon memberikan informasi cewek-cewek pada Tikus.

Tikus gunakan untuk mengancam dan memanfaatkan mereka.

Kurasa Hayeon tak tahu kejahatan kakaknya.

Dia mungkin mengira itu kesukaannya.

Dia akan dipenjara setidaknya 30 tahun.

Apa Hayeon akan baik-baik saja?

Dia mungkin terkejut karena dikihanati orang kepercayaannya.

Tapi dia akan baik-baik saja. Dia tangguh.

Sekarang, kita bicarakan biaya balas dendam 200.000.

Silakan sebutkan skemamu.

Bagaimana dengan 20.000 per tahun selama 10 tahun?

Tidak.

Kalau 5.000 per kuartal?

Tidak mau juga.

Lalu apa maumu?

Kau bilang skemanya bisa disesuaikan.

Bagaimana kalau menjadi asistenku?

Asistenmu?

Seperti Holmes dan Watson.

Kurasa kau akan jago.

Berapa besar bayaranku?

Aku akan kurangi 10.000 per bulan.

Kalau begitu, buat jadi 15.000.

Aku perlu menafkahi hidupku.

Selain itu, jaminan kontrak lima tahun.

15.000 per bulan selama 5 tahun?

Kau merampokku.

Terserah. Aku akan cari pekerjaan lain.

Oke.

Oke, sepakat.

Selain itu...

- Apa? - Aku benci keterlambatan.

Pindah ke bawah kantorku.

Pindah begitu saja? Tanpa persetujuan pemilik?

- Itu gedungku. - Apa?

Aku punya banyak unit kosong. Pilih yang mana saja.

Kudengar kau penyuka fiksi detektif.

Apa ada alasan khusus kau menyukai fiksi detektif?

Waktu masih kecil, alih-alih membaca buku pelajaran,

aku membaca buku-buku Agatha Christie dan Conan Doyle.

Sebenarnya, impianku adalah menjadi...

detektif hebat seperti Sherlock atau Hercule Poirot.

Entah bagaimana, aku menjadi pengusaha.

Tentu saja, aku masih bermimpi menjadi detektif.

Itu memiliki tempat khusus di hatiku.

Apa ada buku yang ingin kau rekomendasikan padaku?

Koleksi Sherlock Holmes?

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.