All language subtitles for Pyaar_Prema_Kaadhal-2018-Tamil-HDRip1-subs_indo_by_varisnova

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Alih Bahasa : Varis Nova Riskila https://subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan pada Anak dan Wanita"

Gadis ini cantik. Periksa, apa sudah nikah?

Hei. Kau diam saja.

- Pak, tulis gaji setahun. - 3 Lakh.

Oke.

- Tulis 5 Lakh. - Oke.

Minta gadis menantu umur berapa?

Putraku 26 tahun. Calon istrinya 22 tahun.

Lebih muda tak apa-apa.

Oke.

- Bagaimana? - Oke.

- Tanyai gadis ini. - Nanti setelah selesai.

Minta menantu yang bagaimana?

- Gadis baik, cantik, tinggi 4-5 kaki. / - Oke, Bu.

Gadis baik yang melayani putraku. Jangan gadis modern.

- Gadis dari keluarga baik. - Oke.

- Apa muat diketik semuanya? / - Diamlah.

Aku atau kau yang menanyai gadis ini?

- Lihat. - Diamlah.

Minta gadis bergaji berapa?

Tak penting gaji gadis. Gaji putraku besar.

Sudah daftar. Simpan ID, Kata Sandi, untuk lamaran.

Dan bayar pendaftaran.

- Oke. - Terima kasih, Nak.

Tunggu.

Tunggu.

Kau sudah nikah, Nak?

Sudah. Nikah karena cinta.

PYAAR PREMA KAADHAL "Cinta, Cinta, Cinta"

Minum kopi. Setengah jam lagi, air mandi penuh.

- Hei, sepatumu. - Telat. Jangan bersepatu.

Masa' ke kantor tak bersepatu?

Berikan sepatuku.

- Pakai sepatumu. - Taruh dimana, ya?

Astaga. Masa' sepatu dimasukkan ke tas?

- Eh. Maaf. - Dasar bodoh.

Selamat pagi, Pak Sree.

- Selamat pagi, Kak Shanthi. Aku agak telat. / - Ya.

Oke.

Nilave naan theyuren kaayuren "Kasih, kau buatku terpesona"

Ayyo ithuthaan kaadhalo "Astaga, inikah cinta?"

Azhage naan yenguren nonguren "Pesona cantikmu membuatku.."

Kangal ennai paarkumo "..tiada henti memandangmu"

Katti anaikuren unna manasula "Kau bersemayam di hatiku"

Mutti munaguren thoonga manasilla "Kita bercengkerama di mimpiku"

Solla nerunguren dhooram kuraila "Ingin akrab, namun ada jarak"

Puriyalaye,, "Entah mengapa begitu"

Thikki thinaruren pesa mozhi illa "Aku terpaku, membeku, bisu"

Thulli thiriyiren poga vazhi illa "Harus kemana kucari bahagia"

Mella uraiyuren neram theerala "Sang waktu juga membeku"

Puriyalaye,, "Entah mengapa begitu"

Nilave naan theyuren kaayuren "Kasih, kau buatku terpesona"

Ayyo ithuthaan kaadhalo "Astaga, inikah cinta?"

Azhage naan yenguren nonguren "Pesona cantikmu membuatku.."

Kangal ennai paarkumo "..tiada henti memandangmu"

- Hei. - Apa?

Datang jam berapa?

Barusan setelah kau datang, Kawan.

- Selamat pagi. - Selamat pagi.

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

Selamat pagi.

Selamat pagi, Semuanya.

Selamat pagi.

Neeye enai patriya theeye "Kau api yang menyinariku"

Neeraai enai sutriya theeve "Kau paduan sungai-tanahku"

Engeyo kooti sellum "Kemana pun aku pergi"

Karam nee thaan "Kuingin bersamamu"

En varam neethaan "Karena kau anugerahku"

En jannal thiranthu "Selalu kubuka jendelaku"

Vaithen naane ee "Demi memandangmu"

Nilave naan yenguren theyuren "Kasih, kau buatku terpesona"

Ayyo ithuthaan kaadhalo "Astaga, inikah cinta?"

Azhage naan yenguren nonguren "Pesona cantikmu membuatku.."

Kangal ennai paarkumo "..tiada henti memandangmu"

Katti anaikuren unna manasula "Kau bersemayam di hatiku"

Mutti munaguren thoonga manasilla "Kita bercengkerama di mimpiku"

Solla nerunguren dhooram kuraila "Ingin akrab, namun ada jarak"

Puriyalaye,, "Entah mengapa begitu"

Thikki thinaruren pesa mozhi illa "Aku terpaku, membeku, bisu"

Gadis itu terluka.

- Kasihan dia. - Oh.

Mella uraiyuren neram theerala "Sang waktu juga membeku"

Puriyalaye,, "Entah mengapa begitu"

- Sree. - Apa?

Ayo pulang.

Waktunya pulang.

Ya, Pak. Aku segera selesai. Kau duluan.

Kenapa sambil menunjuk jendela?

Ah.

Itu Window (jendela). Ini juga Windows (Microsoft).

Window (jendela), Windows (Microsoft). Bagus. Lucu.

THAVA : AKU MENCINTAIMU, BUJIMA MANI : AKU MERINDUMU

"Hari ini dan kemarin berbeda"

"Orang yang jatuh cinta"

Hei. Kau.

Hei. Kau.

Aku memanggilmu.

Pulang dari kampus, ya?

- Oke. - Sathish.

Siapa yang taruh lemari disini?

Kukabari bos, sejak pagi kau minta lemari pindah.

Pak, maksudku bukan kau.

Ada masalah lemari disini.

- Permisi, Pak. - Percuma aku merekrutmu.

Ada apa, Sree?

Tidak, Pak. Disitu panas. Pindahkan lemari.

Astaga, Sree. Tak apa panas.

- Nanti lemari dipindah. - Maaf, Pak.

Minta lemari dipindah.

Lemari. Lemari ini.

- Dia minta lemari dipindah. / - Kemari.

- Pindahkan lemari. - Oke.

- Pindahkan. - Geser.

Sree.

SEDANG JATUH CINTA BAHAGIA

- Hei, Sree. - Sebentar.

Hei, kemari.

Sebentar. Bikin status Facebook dulu.

MERASA KESEPIAN

Ada apa, Ibu?

- Berikan jahitan ini ke Thangaraj. / - Oke.

Kok jahitanmu begini?

Harusnya lebar setengah inci, malah se-inci.

Harusnya kerah U. Malah kerah V.

Padahal aku percaya baju jahitanmu.

- Dengar. - Kau benar.

Jangan Rs.100. Kubayar Rs.50. Aku kecewa jahitanmu.

Bayar Rs.100, Bu. Hei.

Harusnya Rs.100, bukan Rs.50.

Ingin kerah U? Lain kali kujahit kerah A.

Kujahitkan model baru untuk ibu itu.

Agar tampak seksi.

Dia malah tak paham.

Ibumu jahit berapa baju? Coba lihat.

Kerah U (penonton film Semua Umur) bisa kena sensor.

"Oh Kekasihku"

"Ini gara-gara seseorang"

Ceritakan, Kawan.

Kuberi 'Like' ke status Facebook-mu.

Berapa lama memikirkan bikin status Facebook?

Ada sosial media baru..

..yaitu Tinder. Banyak akun gadis cantik.

Pilih akun gadis cantik dengan cara 'Menggesek'.

Aku mau bikin akun Tinder.

Kau bikinlah akun Tinder.

Sudahlah. Aku tak mau bikin.

Kau masih cinta karyawati kantor sebelah?

Kalau gitu, ajak dia mengobrol.

- Jika sekantor, ku ajak mengobrol. / - Oke.

Dia jauh di kantor sebelah.

Memang kenapa?

Bilang padanya 'Hai'.

Berdiri di dekat jendela..,

..bilang 'Apa kabar? Hai'.

Bilang padanya begitu.

Tak masalah bilang 'Hai'.

Ya.

Besok kubilang 'Hai'.

Itu baru kawanku.

Aku lupa bilang.

Kemarin sepakbola, Parsi hebat cetak gol, menit 20.

Messi dari tengah ke gawang lawan, lalu cetak gol.

Hello,,, "Halo"

Hello,,, "Halo"

Astaga.

Hello,,, "Halo"

Ya, akan kukerjakan.

- Sathish. - Ya?

Siapa.. gadis itu?

- Karyawati baru disini. - Apa?

Oh.

- Lanjutkan kerjaanmu. - Ya. Lanjutkan kerjaanmu.

Hello "Halo"

Hai.

Yes.

Hello "Halo"

Hello "Halo"

Hello "Halo"

Are you looking for me "Kau mencariku?"

Benar, dia orangnya.

Are you looking for me,, "Kau mencariku?"

Kerja keras agar dapat penghargaan sepertiku.

- Sathish. - Apa?

Jangan injak lantai basah yang di-pel.

Kau terlanjur menginjak lantai.

Pak, lantai sudah kering.

Kau mengepel saja, Kak Shanthi.

Sathish, sana lanjutkan kerjaanmu.

Sana.

Sial.

Dasar tak bertanggung jawab.

Hello "Halo"

Hello,, "Halo"

Hello "Halo"

Memang kenapa? Itu terserah maunya mereka.

Aku ketua, tak boleh dibantah siapapun.

Sathish.

Kemari.

- Ada apa, Kawan? - Ambilkan jus.

Maksudmu?

Astaga, Sathish. Kusuruh, ambilkan jus.

Jangan sampai aku marah.

Ada apa ini?

Hei, kenapa bisa begitu?

Hello "Halo"

Hello,,, "Halo"

Ya, tentu.

Hello,, "Halo"

Sathish.

Kemari.

Berikan berkasmu.

Berkas apaan ini?

Semua berkasmu salah. Perbaiki berkas.

Sana perbaiki.

Hello "Halo"

Hello,, "Halo"

Hello,, "Halo"

Kata Sree, semua berkasmu salah dan..

- ..menyuruhmu memperbaiki. - Menyuruhku?

Sree melempar berkasmu ke lantai.

Entah apa salah berkasmu. Periksa bersama Sree.

Terima kasih, Pak.

Ke ruanganku.

Ya-ya. Bagus.

Bagus. Ya. Berpindah.

Lenturkan badan.

Ya, begitu.

Rachel, bagus. Tetap seirama.

Bersiaplah, 1, 2, 3, 4.. 1.

- Hai, Pops (Ayah). - Dua. Hai.

Ah. 1, 2.

Tidak-tidak.

Hei, hentikan musik. Bukan begitu tariannya.

- Ah, Nak. - Ya?

Kemari.

Nak, rekam tarian Ayah.

Nyalakan musik.

Nak, bagaimana harimu?

Menyenangkan, Pops. Di kantor baru.

- Bertemu orang baru. - Bagus.

Begitulah menari.

Pops, mau ku masakkan apa?

Tak usah. Malam ini Ayah mau pergi.

Kemari.

Lihat rekaman ini.

"Aku juga datang, Baba"

Hello,, "Halo"

Hello,, "Halo"

'Cari tahu namanya.'

Are you looking for me,,, "Kau mencariku?"

Are you looking for me,,, "Kau mencariku?"

'Namanya tak kelihatan.'

Are you looking for me,,, "Kau mencariku?"

Apa?

Boleh aku masuk?

- Sathish. - Apa?

Cari tahu nama gadis itu.

Namanya dimulai dari huruf S.

Astaga, Sree. Aku sibuk kerja.

Kau tak kerja malah ganggu aku kerja.

- Kalian malas kerja. - Jangan marah.

Bukannya kerja, kau malah mengobrol.

Kebiasaan aneh.

Tak ada orang, ambil ah.

- Aku Sindhuja. - Angkat tangan.

Tanda pengenalmu di laci.

Jadi mau ku ambil.

- Siapa namamu? - Ya.

Aku Sree.

Sree Kumar.

Halo.

Halo.

'Cari akun Facebook-nya.'

'Sindhuja..'

'..Palanisamy.'

'Siapa nama panjangnya?'

'Oke.'

'Sindhuja..'

'..Joseph.'

'Bukan.'

Sree, lihat. Masakan Dosa setipis masakan hotel.

Beri aku masakan Dosa.

- Halo. - Hai, aku Sindhuja.

Siapa yang menelpon?

Entah siapa.

'Bagaimana ini?'

Oke. Aku mau ke rumah Thangaraj, Ibu.

Jangan. Makan masakan Dosa buatan ayahmu lalu tidur.

Oke. Akan kumakan lalu ke rumahnya.

Sree, ini lebih tipis dari yang tadi.

Lihat.

Cukup, Ayah. Aku kenyang.

Ini masakan Dosa terakhir, berbentuk hati.

Aduh. Perutku sakit.

'Nomor yang anda hubungi, tidak diangkat.'

Hai, Sindhu.

Halo.

Hai.

Sindhu.

Hai, Sindhu..

..ja.

Hai.

Semalam kau menelponku.

Maaf, semalam aku sibuk.

Ada hal penting apa, Sindhu..

..ja?

Ah, bukan hal penting.

Ini kantor baruku, aku butuh teman.

Akhir pekan ini, aku mau ke bar.

- Ya. / - Tak apa. Sathish mau menemaniku.

- Sathish siapa? - Ah.

Sathish yang itu.

Hei, kenapa menggelitiku? Akan kubalas.

Mau kubalas gelitiki?

- Kenapa angkat telpon dia? - Kenapa tak kau angkat?

- Aku sibuk. - Aku tak sibuk.

- Pelankan suaramu. - Kukeraskan suaraku.

Sindhu mengajakku.

Mustahil kutolak.

Biar aku yang temani Sindhu. Mengertilah.

- Kumohon. - Hei.

- Minta maaf padaku. - Maaf, Kawan.

Singkirkan tanganmu. Nanti kubilang ke Sindhu.

Apa solusinya?

Berikan ponselmu.

SREE : HAI.

Kirim pesan ini ke Sindhuja.

Karena..

..gadis ingin lelaki yang kirim pesan duluan.

Kirim pesan ke Sindhuja.

Nikmati saling balas pesan. Lalu bangunkan aku.

- Akhirnya masalah beres. - Ya Tuhan.

Hiyat.

Aku punya ide.

- Kawan. - Apa?

Istriku memanggilku. Aku mau makan dulu.

- Kau sudah makan? - Sudah. Kau makanlah.

Lanjutkan berbalas pesan. Aku segera kembali.

Kenapa Sree masih disini?

Ada apa?

Sindhuja belum balas.

Astaga. Belum balas, ya?

Berikan ponselmu.

Begini caranya.

SREE : SALAH KIRIM.

Ini. Agar gadis tak menganggap lelaki menganggur.

Meski menganggur. Tetap kirim pesan. Percaya diri.

SREE : SALAH KIRIM.

Jangan ketik sembarangan. Kirim saja.

- Itu tak baik. - Oke.

SREE : SALAH KIRIM.

Apa lebih baik kirim pesan begitu?

- Yes. - Ah. / - Dia balas.

Berhasil, kan?

Lebih baik matikan WhatsApp-mu 3 bulan.

Agar dia kirim banyak pesan.

SINDHU : TAK MAU BICARA? - Dia balas apa?

Dia tanya, aku tak mau bicara dengannya?

Balas, 'Bukan begitu'.

Pakai cara lain.

Tak mau bicara karena sudah malam.

BUKAN BEGITU. TAK MAU GANGGU KAU SIBUK. FOTOMU BAGUS.

Aku bisa ketiduran duduk begini.

- Hei, dia balas. - Bagus.

Sudah kubilang, pasti berhasil.

Ini soal psikologi gadis.

Rayulah dia. Coba kulihat balasan dia.

Dia balas emot romantis?

K.

Apa maksudnya?

K.

Astaga. Pakai cara lain.

SREE : SUDAH TIDUR? SELAMAT MALAM. SEMOGA MIMPI INDAH.

SREE : SELAMAT PAGI.

- Halo. Pops naik mobil? - Ya.

- Kenapa tak bilang? - Maaf, Nak.

Oke.

Cuci motormu. Lihat motormu kotor berdebu.

- Hai. - Hai, Sree. Kau dimana?

- Di rumahku. - Boleh aku menumpang?

- Tentu. - Oke, terima kasih.

Oke.

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

Thikki,, nenjam sikki "Kudengar degup jantung"

Moochu nindrathe "Dan nafas terengah"

va ris.no va . ris.ki la

Vikki,, kanna sokki "Mendadak cegukan"

Thoonga poguthey "Membuatku tidur"

Vetta,, parakkuthe kathadi "Layangan terbang tak jatuh"

Pattu,, kizhiyuren naan thaandi "Aku jadi berkeping-keping"

Pak, semprotkan parfum.

Sotta,, nanaiyuren koothadi "Cintamu membasahiku"

Naan sillu sillaai norunguren "Sentuhanmu padaku"

Nee theendi "Menghancurkanku"

Oh vennila "Oh pesonaku"

Un kuru kuru kannila "Matamu memikatku"

Hey unnila "Karenamu"

Naan vizhunthen vinnila "Kepalaku rasanya jatuh"

Chinna,, ulaa pothum maane "Berjumpa sudah cukup"

Vanna,, nila povom thene "Aku terbang ke langit"

Neeyum naanum serave aasai theera "Kini kita bersatu"

Oodal ange koodal inge "Namun ada jarak"

Kaathal enge "Dimanakah cinta?"

- Hai. - Hai.

Duduk.

Selamat bekerja.

Oh.

Hei, Sathish.

Bilang padanya.

- Hai. - Hai.

Maaf, Sindhu. Besok aku tak bisa ke bar.

Hei, ayolah. Pasti menyenangkan.

- Memang menyenangkan. - Kupukul kau. Bilanglah.

Maaf, Sindhu. Keluargaku melarangku ke bar.

Oke.

Sindhu mencintaiku, tapi Sree tak paham.

Kau mau menemaniku?

Kemana?

Jangan pura-pura tak tahu.

Besok malam.

'Lanjut bekerja.'

Hei, kau.

- Hei, kau. - Apa?

Jas yang kau pakai ke kampus..,

..yang warna hitam.

- Boleh kupinjam? - Mau kupakai ke kampus.

Kupinjam cuma semalam.

Kau tak ke kampus malam hari.

Segera kukembalikan.

Jasku kebesaran untuk badanmu.

Tak masalah. Nanti kukecilkan. Hei, kau.

Kumohon, Kawan. Pinjam jasmu. Hei.

Biar aku kesitu ambil jasmu.

Hei, kau.

Terima kasih, Kawan.

Kau jelek pakai jas kebesaran.

Ini jas atau rompi?

Ini masalah kecil.

Biar kujahitkan agar pas di badanmu.

Ini jas, ya? Seperti bukan jas.

Hei.

Hai.

Hei.

Kau mau apa? Jas bisa kusut.

Hei.

Buka kancing atas.

Lipat lenganmu.

Keluarkan kemejamu.

Ayo pergi.

Hei, hai.

- Sam. - Hai, Nona.

- Pesan segelas Vodka. - Oke.

Kau pesan apa?

Aku pesan jus.

Jus? Tak mau alkohol?

- Tak mau. - Tak mau?

Apa buruknya alkohol?

Aku tak bilang, alkohol buruk. Kau pesan saja.

- Bersulang. - Ya.

- Pesan segelas lagi. - Oke.

Hei, ceritakan tentangmu.

Sejak kecil, aku tinggal di Arumbakkam.

Sekolahku di SMJV.

- Kampusku di... - Ini bukan wawancara.

Suka lagu ini?

Ah, ya.

Agak suka. Tapi lagu ini bagus.

Apa? Apa zodiak-mu?

- Leo. - Sudah kuduga.

Aku dan Leo tak cocok.

Leo di kalender Masehi. Di kalender Tamil, Aquarius.

Apa zodiak-mu?

Aku tak tahu.

- Tanggal lahirmu? - Aku tak tahu.

- Tak tahu? - Ayahku tak tahu..

..tanggal lahirku dan lupa tanggal lahir ayahku.

Ibuku yang tahu tanggal lahirku.

Ibuku meninggal saat aku kecil.

Oh.

- Aku turut berduka. - Tak apa. Ayo menari.

Ambil ini.

Jangan seperti bocah. Minumlah.

Jangan. Aku tak mau.

Mau minum, tidak?

Suruh aku apa saja. Jangan menyuruhku minum.

Kau rela kusuruh apapun?

Ungkapkan cinta ke gadis itu.

Ya.

Jangan. Aku bisa kena masalah.

Kalau begitu, minumlah.

Oke, sebentar.

Ada apa?

- Aku mencintaimu. - Apa?

Aduh.

Giliranku menyuruhmu.

- Menyuruhku apa? - Sama.

Ungkapkan cinta.

Oke.

Ungkapkan cinta ke siapa?

Ke aku.

Bukan bermaksud apa-apa. Ungkapkan saja.

Atau, minum alkohol.

'Apa ucapanku salah?'

Sialan kau.

Giliranku menyuruhmu.

Kau pasti marah.

Akhiri permainan ini.

Pukul lelaki berbaju hitam itu.

- Kenapa dia? - Aku benci wajahnya.

- Pukul wajahnya. - Tak baik berkelahi.

Kau takut?

'Orang menjulukiku Si Ringan Tangan.'

'Ya, aku petinju.'

'Dia sendirian. Akan kupukul dia.'

Halo.

Jangan berkelahi, Kawan.

Tak baik berkelahi, Kawan.

Minggir.

Ayo pergi.

- Kemari. Kupegangi dia. - Cepat pergi.

Minggir.

Kau gila.

Sialan kau. Minggir.

Ya Tuhan.

TOILET WANITA - Astaga. Mampus aku.

Jangan keras-keras. Kumohon.

Bisa ketahuan mereka. Jangan berisik.

Sssst, diam.

Lumayan. Kau berani memukul dia.

- Hanya demi kau. - Oh.

Kau rela kusuruh apapun?

Ya, meski tak kau suruh.

Ucapanmu ini gila.

Ucapanku serius.

Sikapmu selalu sopan?

Ya.

Mulai kini..,

..panggil aku 'Sindhu'.

- Oke. - Coba panggil aku.

- Oke, akan kupanggil. - Panggil sekarang.

Sindhu.

Panggil lagi.

Sindhu.

- Boleh kubilang sesuatu? - Ya.

Aku...

Aku suka...

Yeh penney "Oh Kasih"

En nenjil saainthu saaikiraai "Kau menghuni hatiku ini"

Nee arugil "Saat kau dekat"

Puriyatha maayam seigirai "Kau ciptakan daya pemikat"

Unnai polavey naan ingey "Aku hilang kendali"

Mayangi kirangithaan poneney "Saat bersamamu kini"

Bothaiyaga thaan aaneney "Rasanya diriku terbang"

Thalladum jeevaney "Dan hidupku bimbang"

Jannaloramaai munnaley "Di hidupku, kau hadir.."

Minnal polavey vandhaaye "..laksana sambaran petir"

Vinnai thandi oru sorgaththai "Sebahagia langit surgawi"

Mannil yengumey thandhaye "Inilah yang kau beri"

Vizhiyai neengi nee vilagadhey "Tiada henti memandangmu"

Nodiyum yen manam thangadhey "Tak kuasa tanpa memandangmu"

Yennu nerumo theriyadhey "Sang waktu tak berarti"

En jeevan yengudhey "Hidupku panjang demi dirimu"

va.ris.no.va..ris.ki.la

va.ris.no.va..ris.ki.la

A l i h .. B a h a s a : Va ris .. No va .. Ris ki la

https://subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan pada Anak dan Wanita"

En uyirinai vadhaithidum azhagi nee "Kau pesona hidupku"

En ithayathil amarnthidum arasi nee "Kau ratu di hatiku"

En udalinil nadhiyaai "Kau arungi sungai.."

Odum uthiram neeyadi "..di hidupku ini"

Un siripinil kavithaigal kalanguthey "Senyummu laksana puisi"

Un mozhigalil isaigalum thorkuthey "Ucapanmu laksana musik"

Un iruvizhi minnal "Dari matamu"

Yendha vaanam yenguthey "Petir langit muncul"

Unakul yenthum kaadhal kaangiren "Kulihat cintaku di dirimu"

Veliyil solla vaarthaigal thevaiya "Perlukah diungkapkan kata-kata?"

Irunthun un ithuzhgal "Akankah ungkapan itu..,"

Antha vaarthai sollumaa "..terungkap di hatimu?"

Kuruvi polavey yen ullam "Hatiku laksana burung"

Thaththi thaavuthey unnaley "Yang lompat karena cintamu"

Kuzhanthai polavey en kaalgal "Kakiku jingkrak-jingkrak"

Suthi thiriyuthey pinnaaley "Bagai anak kecil girang"

Theeyai polavey en thegam "Hasratku berapi-api"

Paththi yeriyuthey thannaley "Tanpa terkendali"

Aruvi polavey aanandham "Bahagia sederas air terjun"

Nilamal paayuthey "Yang tiada henti"

Yeh penney "Oh Kasih"

En nenjil saainthu saaikiraai "Kau menghuni hatiku ini"

Nee arugil "Saat kau dekat"

Puriyatha maayam seigirai "Kau ciptakan daya pemikat"

VN.R- varisnova.riskila

VN.R- varisnova.riskila

VN.R- varisnova.riskila

VN.R- varisnova.riskila

Pyaar prema kaadhal "Cinta, suka, sayang"

Pyaar prema kaadhal "Cinta, kasih, hangat"

Pyaar prema kaadhal "Cinta, gairah, hasrat"

Pyaar prema kaadhal "Cinta, mesra, akrab"

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

Hai.

Nak, siapa lelaki ini?

Pops, dia teman kantorku. Dia baik, istimewa.

Temui dia agar Ayah suka dia.

Ayah tak sibuk. Suruh dia kesini hari ini.

- Yakin, Pops? - Ya, Nak.

- Apa, Sindhu? - Ayahku ingin menemuimu.

Sore ini, kau kesini.

- Ya. Aku datang. - Oke. Sampai jumpa. Daa.

Oke. Daa.

- Ini makanan, Ayah. - Letakkan.

Oke, aku mau pergi.

Tunggu. Ayah makan dulu.

- Bawa pulang wadah makanan. / - Ya.

Nak, Ayah mau tanya.

Tanya apa, Ayah?

Kau sedang jatuh cinta?

Tidak kok, Ayah.

Kau paham perasaan ibumu.

Ibumu mudah tersinggung.

Lagipula..

..di keluarga kita, dilarang pacaran.

Ayah cuma menasihatimu.

SINDHUJA MENELPON

Sindhu. Maaf, kemarin aku tak datang.

Sindhu.

Kau pulang duluan.

Tidak. Kita pulang bersama.

- Setengah jam lagi selesai. - Kutunggu, ku antar kau.

Hei, sebentar. Berhenti.

Apa?

Tenggorokanku serak.

- Belikan permen disitu. - Oke.

Kau juga beli 'Sesuatu'.

Ini permen.

- Kau tak beli 'Sesuatu'? - Tidak.

Naiklah.

Ah, ayahku sedang tak di rumah.

Tak masalah aku pulang telat.

Kau belilah 'Sesuatu' (kondom) disitu.

Beli apaan di warung begitu?

Usai mengantarmu, kubeli makanan Idli. Naiklah.

Tak kusangka, ini malam teristimewa.

Aku mencintaimu.

Apa?

Aku mencintaimu, Sindhuja.

- Jangan bercanda, Sree. - Hei, Sindhu.

Kau kenapa?

Kukira kita cuma teman.

Cuma teman?

Sindhu, sudah lama aku mencintaimu.

Aku mencintaimu sebelum kita satu kantor.

Sial.

Kau bilang, 'Sial'?

Aku.. tak paham kenapa kau mau tidur denganku.

Ini cuma kehangatan biasa.

Kau yang menciumku di lift.

Kau yang menutup lift.

Kau yang merayuku.

Kau yang menggodaku.

- Kenapa berbuat begitu? - Karena aku mencintaimu.

Jangan bilang cinta, Sree.

Aku tak mencintaimu.

Kumohon, Sindhu.

Aku akan menjagamu.

Aku takkan memarahimu atau membuatmu menangis.

Seperti Jack menjaga Rose di film Titanic (1997).

Aku akan menjagamu.

Mengertilah, Sindhu.

Sree, tatap aku.

Jangan menangis.

Kau orang baik.

Aku nyaman bersamamu.

Aku memang menyukaimu.

Tapi aku tak mencintaimu, Sree.

Yang kau bilang di bar malam itu?

Aku tak paham. Aku bilang apa di bar?

Kita sembunyi di toilet, kau bilang, menyukaiku?

Jawab, Sindhu.

Maksudku bilang, aku suka kebaikanmu.

Oke, bahas secara serius.

Kita tidur bersama karena nafsu tak terkendali.

Tapi jangan sampai merusak pertemanan.

Kita tetap berteman akrab, Sree.

Sree.

Tunggu hujan reda, lalu pulang.

Kawan.

Dia bukan gadis baik. Dia menipumu.

- Dia tak pantas untukmu. - Teruslah menghina dia.

Kuhina dia. Dia tak pantas dihormati.

Dia sialan.

Dia menipumu, mengkhianatimu, pakai lipstik, dandan.

Dia mengkhianatimu, kan?

Sudah cukup, Kawan.

Aku sudah tak marah padanya.

Hei.

Hei.

Tapi dia..

..gadis baik.

Ayah menang.

Permainanmu bodoh.

Kau kenapa, Nak?

Kenapa kalah main tenis?

Ada apa?

Kau kelihatan sedih.

Saat Ayah keluar kota..,

..ku ajak Sree ke rumah.

Pertama kali, aku merasa bersalah.

Tapi Sree bilang, mencintaiku.

Kalau menurutmu?

Apa?

Itu masalah kecil.

- Bukan begitu, Ayah. Sebenarnya... / - Hei.

Ayah tak mau sikapmu begini.

Dengar, ini bukan masalah besar.

Lelaki seperti dia rela mati demi cinta.

Salahmu akrab tanpa tahu dia mencintaimu.

Minta maaf padanya.

Ayo pulang.

- Berteman demi keuntungan? - Sathish, aku izin sakit.

- Sebenarnya aku... - Ayo berteman.

Thikki,, nenjam sikki "Kudengar degup jantung"

Moochu nindrathe "Dan nafas terengah"

Vikki,, kanna sokki "Mendadak cegukan"

Thoonga poguthey "Membuatku tidur"

Vetta,, parakkuthe kathadi "Layangan terbang tak jatuh"

Pattu,, kizhiyuren naan thaandi "Aku jadi berkeping-keping"

Sotta,, nanaiyuren koothadi "Cintamu membasahiku"

Naan sillu sillaai norunguren "Sentuhanmu padaku"

Nee theendi "Menghancurkanku"

Chinna,, ulaa pothum maane "Berjumpa sudah cukup"

Vanna,, nila povom thene "Aku terbang ke langit"

Neeyum naanum serave aasai theera "Kini kita bersatu"

Oodal ange koodal inge "Namun ada jarak"

Kaathal enge "Dimanakah cinta?"

HEI, SINDHU.

HEI, SINDHU.

Thikki,, nenjam sikki "Kudengar degup jantung"

Moochu nindrathe "Dan nafas terengah"

Vikki,, kanna sokki "Mendadak cegukan"

Thoonga poguthey "Membuatku tidur"

Vetta,, parakkuthe kathadi "Layangan terbang tak jatuh"

Pattu,, kizhiyuren naan thaandi "Aku jadi berkeping-keping"

Sotta,, nanaiyuren koothadi "Cintamu membasahiku"

Naan sillu sillaai norunguren "Sentuhanmu padaku"

Nee theendi "Menghancurkanku"

Oh vennila "Oh pesonaku"

Un kuru kuru kannila "Matamu memikatku"

Hey unnila "Karenamu"

SINDHUJA : SELAMAT MALAM.

Naan vizhunthen vinnila "Kepalaku rasanya jatuh"

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

Ibu, ini hasil periksa. Kubicara dengan dokter.

Oke.

Hai, Sree.

Ini ibuku.

- Hai, Bibi. - Dia teman kantorku.

- Pasien bernama Sudha? - Ya?

Ya, aku datang. Ibu tunggu disini.

Duduk, Nak.

- Siapa namamu? - Sindhuja, Bibi.

Kenapa kalian ke Rumah Sakit?

Putraku mengantarku periksa.

- Kenapa kau kesini? - Aku menjenguk temanku.

Oh.

Ada apa di kantor? Putraku cemas.

Pasti karena tekanan kerjaan.

Dan karena capek banyak kerjaan.

Putraku tak semangat nikmati hari.

Kau hibur putraku.

- Oke, Bibi. - Terima kasih, Nak.

- Bibi, aku pergi. - Daa, Nak.

Pops, belum tidur?

Harusnya Ayah yang tanya begitu.

Selamat malam.

Selamat malam.

Lama tak makan ayam goreng di warung Bhai.

- Kawan. - Ya?

Menurutmu perjodohan juga bagus?

Kau belum lupakan dia?

- Sudah kulupakan dia. - Apa?

Sudah kulupakan dia.

Makan dulu.

Potongan ayam tengah, enak.

Kawan, dia menelpon.

Kenapa dia menelpon saat kita makan?

Jangan angkat telpon.

- Sebentar. Ku angkat telpon. / - Hei.

Kumakan ayam gorengmu.

Terlanjur angkat telpon, dia bilang apa?

- Besok.., - Ya?

- ..dia mengajakku pergi. - Kau tolak ajakannya?

- Suaranya berbeda. - Maksud 'Berbeda'?

Seperti saat dia menipumu malam itu?

Dengar.

Boleh percaya orang yang menipumu.

Jangan percaya orang yang tak menghormatimu. Makan.

- Tolak ajakannya. - Kawan.

- Perlu kutanya, dia ingin apa? / - Hei.

- Tanya tapi pertahankan martabatmu. / - Ya.

Jangan mudah percaya dia.

- Oke. - Makan.

- Kawan, aku kenyang. - Ayamnya enak. Hei.

Aku tak punya uang bayar ayam.

Bhai, kubayar dengan cuci piring.

Kita mau kemana?

Kemana saja.

Ke Mayajaal?

Jangan.

Ke tempat jauh dan terpencil.

Ya. Oke. Kita mengebut. Pegangan erat.

Maaf, lupa. Kau tak mau pegangan padaku.

Ayo pergi.

Tunggu hujan reda.

Hujan sudah reda.

Sudah reda, ya?

Hei.

Oke.

Ayo pergi.

Jangan. Tunggu hujan reda.

Ada apa?

Hei, ada kepiting.

Jalanlah.

Lihat, ada kepiting lagi.

Harus jalan hati-hati.

Hei.

Kau mau apa?

Sindhu, jangan.

Sejak kecil, aku takut kepiting.

Sindhu, jangan. Jangan mendekat.

- Hei. Jangan. - Lihat kepiting ini.

- Buka matamu. - Tak mau lihat kepiting.

Harusnya dunia tak ada kepiting.

Ayo jalan kaki.

Oke.

Sree.

Ya?

Ada apa?

Tak ada apa-apa.

Tak apa. Ceritakan saja.

Kau mengajakku pergi karena mau cerita?

Ceritakanlah.

Aku minta maaf.

Untuk apa minta maaf?

Untuk semuanya.

Sudah lama aku ingin minta maaf.

Jadi aku mengajakmu pergi hari ini.

Lalu mau apalagi?

Cuma mau minta maaf.

Tapi aku menyukaimu.

Menyukaiku sebatas teman?

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

Kaatre un kaal adiye "Oh Angin, kakimu.."

Naan thedi "..telah kucari"

Kanne naan kaaththiruthen "Oh Mata, kutunggu.."

Kann moodi "..mata terpejam"

Ithu enna pudhu kaalam ennodu "Ombak panas baru berpadu.."

Kulirodu anal vesum nenjodu "..udara dingin di hatiku"

Ithu pola irundhadhillai "Belum pernah seperti ini.."

Yeppothum "..sebelumnya"

VN.R- varisnova.riskila

VN.R- varisnova.riskila

Hey kaatre un kaal adiye "Oh Angin, kakimu.."

Naan thedi "..telah kucari"

Kanne naan kaaththiruthen "Oh Mata, kutunggu.."

Kann moodi "..mata terpejam"

Ithu enna pudhu kaalam ennodu "Ombak panas baru berpadu.."

Kulirodu anal vesum nenjodu "..udara dingin di hatiku"

Kalankarai vilak ena "Bagai mercu suar pantai"

Vazhkiren naane "Aku berdiri"

Thannimaiyum uravu ena "Aku merana kesepian"

Theikiren naane "Dan ingin dicintai"

Nadhikalin nilavu adhu "Inilah bulan sungai"

Dhinam,, nanaiyudhu "Yang basah tiap hari"

Irundhu karaikal neengathey "Luka masih belum sembuh"

Kadarkarai suvudugal "Dinding di tepi pantai"

Azhagiya nimidangal "Indahnya suasana ini"

Nilaipathu yethadi "Manakah yang abadi?"

A l i h .. B a h a s a : Va ris .. No va .. Ris ki la

https://subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan pada Anak dan Wanita"

va.ris.no.va..ris.ki.la

va.ris.no.va..ris.ki.la

va.ris.no.va..ris.ki.la

va.ris.no.va..ris.ki.la

Nizhlal adhu dhaan pirikirathe "Bayanganmu kian menjauh"

Nijam adhu dhaan maraikirathe "Kebenaran jadi dusta"

Kannum,, thavikirathe "Oh Mata yang kurindu"

Ondrai ondru thozhaikirathe "Aku kehilangan matamu"

Solladi kanmani neeyum enna dhevathai "Kasih, bila kau malaikat"

Siraginai virikka marandhaiye "Maka bagiku, cintamu obat"

Nilladi ponmani neeyum enna penno "Bila kau bukan kekasihku"

Aan manam thavika parandhaaiye "Hatiku terluka, kau menjauh"

Nadhikalin nilavu adhu "Inilah bulan sungai"

Dhinam,, nanaiyudhu "Yang basah tiap hari"

Irundhu karaikal neengathey "Luka masih belum sembuh"

Kadarkarai suvudugal "Dinding di tepi pantai"

Azhagiya nimidangal "Indahnya suasana ini"

Nilaipathu yethadi "Manakah yang abadi?"

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

Kau anggap ini ciuman biasa?

Pergi.

Gadis ini..

..biasa berulah apapun.

Apa contoh ulahnya?

Contohnya ciuman barusan.

Tapi barusan bukan cinta.

Cuma ciuman kebiasaan.

Orang menghargaiku. Kau tak menghargaiku.

Aku salah mencintaimu.

Harusnya aku tak mencintaimu.

Tampar saja aku.

Ayo tampar seperti kebiasaanmu.

Tak apa, tampar aku.

Tampar, sialan.

Ya, kau benar.

Ini kebiasaanku.

Seperti kebiasaanmu mencintaiku.

Kebiasaanmu ingin membuatku mencintaimu.

Orangtuamu mendidikmu dengan baik.

Harusnya jangan umbar masalah kita ke publik.

Cinta apanya?

Siapa lagi yang mau kau tipu?

Jika ucapanmu benar bahwa aku penipu.

Lalu kenapa mencintaiku tanpa tahu aku penipu?

Lelaki ini bilang, aku berulah apapun.

Apa contoh ulahku?

Cuma seks?

Lelaki ini tak sudi bilang 'Seks'.

Itulah tingkat kedewasaanmu.

Kemarin ingin ku ungkapkan.

Tapi tak sanggup ku ungkapkan.

Sekarang pun..

..ingin ku ungkapkan, aku mencintaimu.

Tapi sikapmu malah kasar.

Sialan kau.

Pyaar prema kaadhal,,,, "Cinta, cinta, cinta"

Alih Bahasa : Varis Nova Riskila https://subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan pada Anak dan Wanita"

Selamat pagi, Kawan.

Selamat pagi.

Hai.

Sathish, selamat pagi.

Selamat pagi, Pak.

Selamat pa..

- ..gi. / - Boleh pindah tempat duduk?

- Boleh, terserah kau. - Terima kasih.

Hei.

Ada apa?

Dia..

..tak mau bicara denganku.

Apa solusinya?

Tenang.

Biar kubicara dengannya.

Selamat pagi. Hai, Sindhu.

Ini yang terjadi.

Sree kesal, kau tak mau bicara dengannya.

Jangan anggap serius ucapannya.

Santai saja, abaikan.

Kau tahu? Hidup harus lupakan masa lalu.

Minggir kau, sialan.

Bagaimana perasaanmu, Sathish?

- Rasanya aneh. - Minggir.

- Sathish. - Ya?

Ada apa?

Satu, dua. Satu, dua, tiga.

Lima, enam, tujuh. Ya, bagus.

SREE MENELPON - Lenturkan badan.

Ya.

Bagus. Ya.

Renggangkan badan.

Ya. Bagus.

Putaran yang bagus.

- Dimana dia? - Dia segera kesini, Pak.

Akhirnya.

Kami menunggumu. Duduk.

Kalian siap?

- Ayo presentasi. - Baik, Pak.

MAAF

MAAF

Ku akui aku salah.

Tapi beri aku kesempatan, Sindhu.

Pak, apa-apaan ini?

Hei, Sree. Ganti layar presentasi.

Pak, aku menyesali kesalahanku.

Aku tak memahami cintanya. Kuhina dia di depan kalian.

Jadi di depan kalian, aku mengaku salah.

Sindhu, maafkan aku.

- Cukup, Pak. Aku pergi. - Hei, duduk.

Sree, apa-apaan ini? Fokus kerja.

Maaf, Pak.

MAAF

AKU MENCINTAIMU

Lebih baik kalian jangan ikut campur.

Sudah kuduga akan begini.

Maaf, Kawan.

Sindhu, aku mau bicara.

Sindhu, kumohon.

- Hei, pergi. - Dengarkan aku.

- Pergi. - Sindhu, kumohon. Dengar.

Aku bukan mau beralasan atas kesalahanku.

Aku sadar menghinamu malam itu.

Aku tak bermaksud menghinamu.

Aku baru pertama mabuk alkohol.

Jadi sikapku kasar.

Hubungan kita tak usah seperti dulu.

Tapi maafkan aku.

Kumohon.

Shiva, kau jarang kelihatan.

Kapan-kapan kesini mengobrol.

Kesini hari Minggu ini?

Apa? Kutunggu. Kesini ya.

Ada apa, Kawan?

Sodakku Shiva itu temanku.

Tetanggaku di Street 1. Dia pemain kriket.

Kuceritakan kisah menarik.

Saat turnamen, Shiva tak bisa lempar bola.

Jadi Shiva dihina orang.

Dia tak menyerah. Seminggu kemudian..,

..dia mencetak skor 'Hattrick'.

Kenapa bisa 'Hattrick'? Karena pakai teknik baru.

Kau paham? Begitulah.

Dia melempar bola 'Spin' (berputar).

Setahuku, temanku Sodakku Shiva penemu teknik 'Spin'.

Pemain lain melempar 'Spin' menyebutnya teknik 'Boomerang'.

1, 2, 3, ketukan. 5, 6, 7, berhenti.

Nak.

Nak, kemari.

Ya, Pops?

Nak, rekam tarian ini. Siap, satu.

Satu, dua, nyalakan musik.

Hei, kenapa kau disini? Siapa yang izinkanmu masuk?

Nak.

Kenapa tak sopan padanya?

Dia murid Ayah.

- Pops, tahu dia siapa? - Dia Sree.

Nak, jangan libatkan masalah pribadi kalian.

Sekarang rekamlah.

Apa, Nak?

Kau keberatan?

Tidak.

Jika tak memandangku seperti Jack di film Titanic..,

..nasibmu akan setragis Jack.

Hei.

Bilanglah, kau mencintaiku.

Pergi.

Pothum di un minnal thatti "Kasih, laksana petir"

Tharaisaiyuthe "Kau menyambarku"

Pesi antha vazhthu pothum "Dengan hanya 1 ucapanmu.."

Naan vazhuren "..mengubah hidupku"

Kitta vaa un kannam pattu "Mendekatlah, pipimu.."

Konjam theyuren "..ingin kusentuh"

Maayama vanthu veesum kaathil "Dengan sihir hembusan angin"

Aalai paaiyuren "Ombak bergelombang"

Kobama naan kenjuren "Kau marah, maafkan aku"

Sirikka solla unna konjuren "Ajari aku senyum dan cinta"

Mirattu di oru kozhndhaiyaai "Bagai anak kecil ketakutan"

Naan anjuren "Inilah aku"

Kaachala kai koorkuren "Sentuh tubuhku demam"

Kannu mulichu unnai paakuren "Bangun tidurku, memandangmu"

Uyir koduthu thaan "Hidupku.."

Unnakaga naan kai thookuren "..kuberikan untukmu"

Mela,,, paarakuren "Aku terbang tinggi"

Un kaadhal pattathaal "Demi cintamu"

Nenjam kuthikuthae "Hatiku berdegup kencang"

Kizha,,, tholaiyuren "Diriku jatuh.."

Un kannil vizhanthathaal "..tersesat di matamu"

Mela,,, paarakuren "Aku terbang tinggi"

Un kaadhal pattathaal "Demi cintamu"

Nenjam kuthikuthae "Hatiku berdegup kencang"

Kizha,,, tholaiyuren "Diriku jatuh.."

Un kannil vizhanthathaal "..tersesat di matamu"

Hold me now "Kini peluk aku"

Hold me little closer "Peluk lebih erat"

Hold me now "Kini peluk aku"

Hold me little closer "Peluk lebih erat"

A l i h .. B a h a s a : Va ris .. No va .. Ris ki la

https://subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan pada Anak dan Wanita"

Enna da nee "Kau apakan diriku?"

Enna panni naan maaruren "Diriku hilang kendali"

Solla da naan "Katakan betapa.."

Ennai thaandi enga poguren "..diriku tergila-gila"

Chellamaai vanthu "Kau mendekat"

Thollaiyodu vilaiyadura "Cintamu mengusikku"

Thookittu en ellaiyodu "Di pundakmu"

Nidham vaazhura "Kau menggendongku"

Madiyil naan otti thoonguren "Kuingin tidur di pangkuanmu"

Mazhai kotti kodai thaangura "Abaikan basah karena hujan"

Nerungi nee vanthu nadakkavae "Cinta darimu.."

Naan yenguren "..kudambakan"

Rasikka thaan konjom neenguren "Kunanti rasanya cintamu"

Chinna mutham koda vanguren "Kunanti ciumanmu di pipiku"

Aathisiyam onnu kadaika thaan "Hidupku penuh keajaiban"

Unnai thaanguren "Karena hadirmu"

Mela,,, paarakuren "Aku terbang tinggi"

Un kaadhal pattathaal "Demi cintamu"

Nenjam kuthikuthae "Hatiku berdegup kencang"

Kaala,,, maarukuren "Aku lupa waktu"

Nee kaathil vittathaal "Karena kau di sisiku"

Mela,,, paarakuren "Aku terbang tinggi"

Un kaadhal pattathaal "Demi cintamu"

Nenjam kuthikuthae "Hatiku berdegup kencang"

Kaala,,, maarukuren "Aku lupa waktu"

Nee kaathil vittathaal "Karena kau di sisiku"

Hold me now "Kini peluk aku"

Hold me little closer to you "Peluk lebih erat"

Hold me now "Kini peluk aku"

Hold me little closer "Peluk lebih erat"

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

Mela,,, paarakuren "Aku terbang tinggi"

Un kaadhal pattathaal "Demi cintamu"

Nenjam kuthikuthae "Hatiku berdegup kencang"

Kaala,,, maarukuren "Aku lupa waktu"

Nee kaathil vittathaal "Karena kau di sisiku"

A l i h .. B a h a s a : Va ris .. No va .. Ris ki la

https://subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan pada Anak dan Wanita"

Sayang.

Ya, Sayang?

Bawa hubungan kita ke jenjang serius.

Memangnya kita sudah siap?

Aku bahas hal serius.

Bagaimana menurutmu?

- Nikah? - Kohabitasi (Kumpul kebo)?

- Kau ingin nikah? - Kau ingin kohabitasi?

Mustahil. Jangan nikah, Sree.

Hei, apa salahnya nikah? Kenapa harus kohabitasi?

Kohabitasi. Bayangkan..,

..hanya kita berdua. Serumah hidup bersama.

Tiap hari, saling bangunkan tidur.

Kita bertengkar, hanya berdua di rumah.

Kita akan selalu bersama.

Nikah juga bisa begitu, kan?

Zaman sekarang, tak perlu kohabitasi.

Oke. Bayangkan, kita saling cinta.

Lalu kita belajar saling memahami.

Karena saling cinta, apa selamanya akan cinta?

Atau karena nikah, bisa saling memahami?

Jadi lebih baik kohabitasi.

- Agar saling memahami. - Aku yakin memahamimu.

Tapi aku belum memahamimu.

Aku harus memahamimu.

Hei, kenapa kau bersikeras kohabitasi?

Aku butuh waktu berpikir.

Segera ambil keputusan.

Lihat.

- Ini bibimu, kan? - Ya, itu bibiku.

Sree, lihat ini kakekmu.

Lihat ini.

- Ini foto kalian nikah? - Ya.

- Ini foto Ibu kurus. - Saat Ibu masih muda..,

..kata orang, Ibu mirip aktris.

- Tapi Ayah tak tampan. - Kata orang juga begitu.

Ibu pertama lihat wajah ayahmu, saat nikah.

Sudah telat Ibu batalkan nikah.

Sree, kini siapa yang wajahnya cakep?

Rambut kami sudah beruban.

- Caranya menari berputar? - Itu mudah.

Saat musik dimulai, 2 kakimu berjinjit.

Pops, apa Sree masuk kelas menari?

Tidak, Nak. Beberapa hari ini dia absen.

- Nak, tak ada masalah, kan? - Ya, Pops.

Oke.

Jadi itu kohabitasi?

Pak, apa maksudmu?

Hei kau. Beri aku saran.

Cara dia berpikir itu benar..,

..mirip model jahitanku yang tak wajar.

Pak Sree, jangan tersinggung. Mustahil kohabitasi.

Kumohon, Kawan. Hei kau.

Hei.

57.

Jangan anggap kohabitasi itu salah.

58. Dan jangan anggap kohabitasi itu benar.

Astaga.

Orang menghina kohabitasi karena dianggap buruk.

Beri aku saran.

Baru kini aku tak bisa beri saran.

Keluar.

Saranku, jangan kohabitasi.

Hei kau.

Di kampusku, kohabitasi dianggap wajar.

- Hai. - Hai.

Sialan, kau mendorongku keluar lift.

Sathish, aku mau ke toilet dulu.

Bodo amat kau mau kemana.

Hei. Kenapa kau kesini?

- Ini toilet pria. - Kenapa tak angkat telpon?

Kau mengabaikanku? Kau sok sombong?

Kau mau menipu dan melupakanku?

Akan ku umbar foto mesra kita.

Hei, bukan begitu, Sindhu.

Aku cuma belum ambil keputusan.

Kumohon, Sree.

Aku bosan tanpamu.

Aku merindukanmu.

Ingat, perjalanan kita ke Munnar?

Saat itu, kau selalu di sisiku.

Kita pikirkan bersama.

Oke.

Ayo buat rencana.

- Pak, sudah selesai? - Ya.

CINTA VERSUS ORANGTUA

SREE DAN SINDHUJA SALING CINTA

- Hai. - Akhirnya dia datang.

Kau telat.

Duduk.

Dia Thangaraj.

- Dia segalanya bagiku. - Hei, apa maksudmu?

Itu obrolan tak penting.

- Hai. - Jelaskan rencananya.

Ini rencananya. Orangtuaku melarang kohabitasi.

- Jika ketahuan, orangtuamu memukulimu. / - Benar.

Terima kasih.

Tapi aku dan Sindhu ingin kohabitasi. Jadi..,

- ..kalian siap bantu? - Jojo. / - Siap.

Bagus.

Dengar.

Ini rumahku.

Dua jalan dari rumahku, ada kontrakan.

Sathish mengurus penyewaan kontrakan.

- Jojo (Oke). - Hah?

Pulang kerja, ku antar Sindhu ke kontrakan.

Lalu aku pulang ke rumahku.

- Lalu Thangaraj menelponku. - Kawan.

- Nyalakan 'Loudspeaker' ponselmu. / - Terima kasih.

'Loudspeaker' agar orangtuaku tahu aku ke kelas menjahit.

Sebentar.

'Loudspeaker' ideku.

Kawan.

Maaf, lanjutkan.

Pura-pura ke kelas menari. Padahal ke kontrakan.

Lalu aku ke rumahku saat makan malam.

Usai orangtuaku tidur, aku ke kontrakan.

Balik ke rumahku saat ibuku membangunkanku.

Jadi beginilah aku dan Sindhu kohabitasi.

Tanpa ketahuan orangtuaku.

Mudah dijelaskan, sulit dijalani.

- Benar, Kawan. - Aku tahu.

Ini rencana sulit. Dukungan kalian membuat mudah.

LHS = RHS (Sulit = Mudah).

- Oke. - Jojo.

Sebentar. Apa maksud 'Jojo, Juju'?

Apalagi? Lanjutkan.

- Sindhu, kau setuju? - Oke.

- Rencana bagus pasti sukses. / - Jojo.

Hei.

A l i h .. B a h a s a : Va ris .. No va .. Ris ki la

https://subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan pada Anak dan Wanita"

Yeno minnalaai ennullae "Laksana petir"

Vanthaval nee "Kau menyambarku"

Naan swasippen nesippenae "Membuatku jatuh cinta"

Theera kaadhalai nenjilae "Cinta tumbuh di jiwaku"

Thanthaval nee "Ini karenamu"

Naan vaazhgiren maaigirenae "Kini hidupku berubah"

Pala megangal soodiya vaanam "Langit dipenuhi awan"

Athil vannamaai sernthavalae "Kau salah satu awan itu"

Pala raagangal koodiya gaanam "Kau lagu ribuan nada"

Athil un isai serthavalae "Kaulah hasrat musikmu"

- Nyalakan kompor? - Ya, nyalakan.

Nyalakan.

- Sindhu yang nyalakan. - Hei.

- Sudahlah. - Nyalakan.

Sree tak mendengarku.

- Kak Thangaraj, kau yang nyalakan. / - Apa?

- Aku? - Nyalakan, Kawan.

- Nyalakan. - Nyalakan, Kawan.

- Minta maaf ke Sindhu? - Kenapa minta maaf?

- Malam itu, aku menghinanya. - Dia tak tahu. Abaikan.

- Nyalakan. - Oke.

Jojo (Oke).

Dia gadis baik. Aku salah memahaminya.

Hati-hati, daa.

- Terima kasih. - Daa.

- Daa. - Daa.

Sampai jumpa. Daa.

Kok bisa Sathish dan gadis Rusia akrab?

Ya, Pelatih.

- Semoga lancar. - Terima kasih. Daa.

Kohabitasi bukan masalah besar.

Pastikan kohabitasi lancar.

- Semoga sukses. - Oke, Pelatih.

- Daa. - Daa.

Lebih bagus andai tadi orangtuaku hadir.

Kan ada aku bersamamu.

- Sree. - Ya?

Lebih bagus kontrakan ini ada lift-nya.

Ya.

- Seperti lift di kantor. - Ya.

Lebih bagus lift sering rusak.

Hei.

Hei.

Hei. Sindhu, jangan lari. Tunggu.

Hei.

DAERAH TERLARANG

Astaga.

Sudah pagi.

Sree, bangun.

Hampir telat.

- Kau habis olahraga? - Ya, Ibu.

- Ibu, cukup. - Pemuda harus banyak makan.

Selamat pagi. Biar aku yang masak.

Masakanku tak enak, ya?

Hei, bukan begitu.

Enak kok. Tapi aku kenyang.

Makan disini. Jangan makan di rumahmu.

Hei.

Bagus.

Kawan, toilet rusak, tak bisa dipakai.

Halo.

Ada apa, Kawan?

'Loudspeaker' nyala?

Nyala, Kawan.

Katamu mau ikut kelas menjahit.

Jangan sampai telat. Cepat kesini.

- Aku kesitu. Jangan marah. - Cepat kesini menjahit.

Kelas apa?

Thangaraj buka kelas menjahit.

Aku bosan. Ingin belajar menjahit dari Thangaraj. Daa.

Dia belajar menjahit dari Ibu. Dia tak jago menjahit.

- Sree. - Ya?

Apa mimpimu?

Semalam aku tak bermimpi.

Maksudku, apa cita-citamu?

Aku tak punya cita-cita.

Oke, lanjutkan kerjaanmu.

Oh iya.

Apa cita-citamu?

Aku ingin punya restoran di LA.

- Kenapa restoran? - Aku hobi memasak.

Restoran bisnis yang menjanjikan.

Restoran di LA.

Bangun rumah di samping restoran. Itu cita-citaku.

Aku nabung demi cita-citaku.

Apa nama restoranmu?

Sedang kupikirkan namanya. Belum ada ide.

Kalau restoran SS?

- Arti SS? - Sree dan Sindhu.

Bagaimana?

Kau memang tak punya cita-cita?

Cita-citaku cuma menjaga ibuku.

Itu bukan cita-cita, tapi tanggung jawab.

Itu sama saja. Apa arti LA?

LA BERARTI LOS ANGELES - Los Angeles.

Oh, itu artinya.

Sindhu, ayo pulang.

Aku pulang nanti.

Oke, kutunggu.

Kau pulang duluan, memasak. Aku lapar.

Aku pulang naik taksi.

Oke.

Daa.

Kenapa belum sirami tanaman?

Kau belum memasak?

Sayang, aku baru dari luar. Biar kumasak sekarang.

Sudah kubilang, aku lapar. Kenapa belum masak?

Hei.

Kenapa marah?

- Ayo makan di luar. - Aku capek.

Harusnya kau sudah masak.

Ganti bajumu. Kutunggu untuk makan di luar.

Hei, makan disitu.

Jangan disitu. Makan di restoran baru.

Tak apa. Makan disitu saja.

Restoran baru, di ujung jalan.

- Kenapa? - Sebentar.

Kenapa motormu?

Bensin habis.

Sudah kubilang, makan di tempat dekat.

Kenapa pilih yang jauh?

Harusnya periksa bensin.

Kau malah menyusahkan.

Kau atau aku yang mengendarai motor?

- Kenapa marah? - Caranya pergi dari sini?

Harusnya kau masak agar tak repot begini.

Kenapa kau lakukan ini?

Kau membuatku kesal.

Kau ceroboh. Aku sulit memahamimu.

Kutemukan Rumah Sakit tempatmu lahir.

Tapi Rumah Sakit itu ditutup 10 tahun lalu.

Setelah seminggu cari tahu..,

..kutemukan pemilik Rumah Sakit.

Katanya, dokter Jay Chitra membantumu lahir.

Dia berumur 93 tahun.

Dokumen Rumah Sakit masih di Hyderabad.

10 hari kucari tahu dari dokumen..,

..4 detik lagi.

3.

2.

1.

Selamat ulang tahun, Sindhu.

Tepat di tanggal ini..,

..kau lahir di Rumah Sakit ini.

Kanavu,, pookkalai "Aku mawar hitam"

Ninaivil nugarnthu paarkkiren "Dikelilingi mawar merah"

Hanya ibumu yang tahu hari ini ulang tahunmu.

Kini aku pun tahu.

Aku akan selalu bersamamu.

Veesum vellai kaatril "Angin menyentuhku"

En suvaasam neenga paarka "Membawa nafasku, rasakanlah"

En thega theeyil aadai neithu "Kini hasratku membara"

Pootti vaithene "Membuatku tersiksa"

Antha saayam pona vaanil "Bagai langit tak berwarna"

Oru vaanavillai polley "Yang diwarnai pelangi"

En vaazhvil vannam sertha "Cintamu mewarnai hidupku"

Unnai kaaval kondeney "Membuatku mencintaimu"

En maarbiley "Hatiku.."

Un moochu paayum antha velaiyil "..disentuh oleh nafasmu"

Kanninnoram neer thuli "Air mata pun.."

Veezha kandeney "..telah kering"

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

Veesum vellai kaatril "Angin menyentuhku"

En suvaasam neenga paarka "Membawa nafasku, rasakanlah"

En thega theeyil aadai neithu "Kini hasratku membara"

Pootti vaithene "Membuatku tersiksa"

Antha saayam pona vaanil "Bagai langit tak berwarna"

Oru vaanavillai polley "Yang diwarnai pelangi"

En vaazhvil vannam sertha "Cintamu mewarnai hidupku"

Unnai kaaval kondeney "Membuatku mencintaimu"

va.ris.no.va..ris.ki.la

va.ris.no.va..ris.ki.la

Pani malaigalil amaidhiyai poley "Laksana gunung bersalju"

Nee vaazhnthaay "Hidupmu biasa saja"

Naan varum varaiyiley "Namun aku hadir"

Puyalena naan thaakkinen "Hadirku ciptakan badai"

Yethetho minnalgal veesinen "Dan sambaran petir"

Oyamal jovendru pesinen "Yang tiada henti"

Marak kilaigalil vazhinthidum "Pepohonan dibasahi.."

Mazhaiththuli "..rintik hujan"

Tharai vizhum munney "Bagai sebelum gempa"

Uraivathai poley "Pohon membeku"

Nee uthirukkum vaarthai ovvondrum "Tiap ucapan bibirmu"

Urainthu poga kandeney "Kulihat bibirmu membeku"

Edhai kaadhal endra chinna sollil "Jangan hanya bilang cinta"

Pooti vaikathey "Ini perasaan unik"

Veesum vellai kaatril "Angin menyentuhku"

En suvaasam neenga paarka "Membawa nafasku, rasakanlah"

En thega theeyil aadai neithu "Kini hasratku membara"

Pootti vaithene "Membuatku tersiksa"

Antha saayam pona vaanil "Bagai langit tak berwarna"

Oru vaanavillai polley "Yang diwarnai pelangi"

En vaazhvil vannam sertha "Cintamu mewarnai hidupku"

Unnai kaaval kondeney "Membuatku mencintaimu"

En maarbiley "Hatiku.."

Un moochu paayum antha velaiyil "..disentuh oleh nafasmu"

Kanninnoram neer thuli "Air mata pun.."

Veezha kandeney "..telah kering"

Pyaar prema kaadhal,,,, "Cinta, cinta, cinta"

Kenapa masih disini? Sudah telat. Ayo pergi.

- Sudha, mereka menelpon. Sudah siap? / - Sebentar.

Taksi segera datang. Cepatlah.

Halo, Sayang.

- Aku ke kantor siang. Kau duluan. / - Kenapa?

- Aku ada urusan. - Urusan apa?

Kujelaskan tapi jangan marah.

Orangtuaku mengajakku melamar gadis.

Ibuku mendadak mengabariku.

Ibuku memaksaku melamar.

- Jadi aku harus melamar. - Oke. Cepat ke kantor. Daa.

Kenapa langsung menutup telpon?

- Kau marah? - Pasti kau tolak lamaran.

Kalau kusuka gadis itu, kuterima lamaran.

Pergilah.

- Daa. - Daa.

SINDHUJA : KAU DIMANA?

SREE : DI JALAN.

SINDHUJA : AKU MERINDUMU.

SREE : TENANG. AKAN KUTOLAK LAMARAN. AKU MENCINTAIMU.

SINDHUJA : SIALAN KAU.

Kenapa tolak lamaran dan tak suka gadis itu?

- Lupakan gadis itu, Ayah. - Hei.

Ibumu susah payah mencarikanmu gadis itu.

Aku harus apa? Kalian memaksaku melamar.

- Hei, jangan egois. - Dengar.

Sree tak suka gadis itu. Lupakan.

Kami carikan gadis lain yang disukai Sree.

Hai.

Ada apa? Gadis itu yang menolakmu?

Kawan, selamat lamaran. Undang aku di nikahanmu.

Selamat, Sree.

Kapan nikah?

Ya, segera nikah.

Kau diam saja.

Ini bukan lelucon, Sindhuja.

Hanya aku yang paham derita ibuku.

Ini gara-gara kau.

Gara-gara aku?

Apa salahku?

Lupakan saja.

Jelaskan, Sree. Apa salahku?

Ayo kita nikah?

Sindhu.

Berhenti.

Kau ingin memahamiku apalagi?

Lupakan saja. Kita sedang di kantor.

Kenapa tak mau nikah?

Karenamu, aku kohabitasi menipu orangtuaku.

Jangan salahkan aku, atau kutampar.

Kau keberatan kohabitasi?

Kau janji membuatku bahagia. Kau suka kohabitasi.

Aku ingin nikah karena suka kohabitasi.

Jangan kohabitasi hanya demi bahagia.

- Mau nikah denganku, tidak? - Aku tak siap nikah.

Kenapa?

Karena aku benci nikah.

Aku ingin wujudkan cita-citaku.

Kau ingin nikah hanya demi ibumu.

Lalu punya anak. Orangtuamu main dengan anakmu.

Aku tak siap begitu.

Repot merawat anak.

Kita belum punya rumah sendiri.

Belum siap nikah, jangan dipaksakan.

Ditambah..,

..waktu terbuang untuk merawat anak.

Kapan aku bisa bahagia, wujudkan cita-cita?

Sindhu, kenapa kau egois?

Pikirkan kebahagiaanku.

Aku menyuruhmu bahagia, wujudkan cita-cita.

Jangan korbankan kebahagiaanmu demi ibumu.

Aku tahu cara bahagia. Jangan mengajariku bahagia.

Kau terlalu mengatur hidupku.

Kau tak paham, Sree.

Aku bukan mengatur hidupmu.

Kita cari solusi.

Ayahku setuju kohabitasi. Suruh ibumu setuju.

Orangtuaku tak sehina ayahmu yang setuju kohabitasi.

Halo, Bibi. Ini Sathish.

Sree di rumah, Bibi?

Sree tak ke kantor. Jadi aku tanya.

Oke, Bibi.

Oke.

Kalian ada masalah apa?

Semalam Sree kehujanan.

Jadi Sree demam.

- Dengar. - Ya?

Sree ingin uap panas. Carikan alat pemanas.

Kenapa kau disini?

Kapan kau ke kontrakan?

Minggir. Aku demam.

Biar aku ketularan demam.

Kenapa bisa kesini? Dimana ibuku?

- Sindhu, pergi. - Maaf, aku memarahimu.

Harusnya aku tak menghina ayahmu.

Hei, buka pintu.

Oh, aduh.

Sree, ini acara pertama Grup Tari kita.

Kalian harus hadir. Jangan beralasan.

Kami pasti hadir, Pelatih.

- Nak, kau hadir, kan? - Tentu, Pops.

- Jalanan macet. Nanti kutelpon. / - Oke.

- Daa, Pelatih. - Daa.

Daa.

Daa.

Orangtuanya keterlaluan memaksa anak mengemis.

Sudah nasib mereka. Kita tak bisa bantu.

Nasib kita di tangan kita.

Orangtua tega memaksa anak mengemis.

Kau benar, harusnya mereka jangan punya anak.

Bukan hanya mereka.

Siapapun jangan punya anak..

..tanpa memikirkan masa depan.

Aku paham.

Kelak anak kita takkan mengemis.

Anak kita akan semobil dengan kita, Sindhu.

Ini mobil ayahku, Sree.

Mobil yang kelak kubeli sendiri.

Kau keberatan nikah atau anak?

1 masalah memunculkan masalah lain.

Oke, jika aku setuju tak punya anak?

Memangnya ibumu setuju tak punya cucu?

Aku dan Sindhu tak cocok, Kawan.

Hei, kenapa?

Pemikiran Sindhu berbeda.

Dan punya alasan.

Tapi aku tak setuju pemikirannya.

- Begini... - Pemikiran kami berbeda.

Mustahil kami cocok.

Lalu masalah hubungan kalian?

Apa?

Tak ada masalah.

Dia tak ingin nikah.

Tapi aku ingin nikah.

Meski kami bertengkar..,

..dia yang pertama cari solusi.

Dia sangat mencintaiku.

Jika nanti kohabitasi lancar..,

..masih membuatku bingung.

Dengar.

Ajak Sindhu ke rumahku. Biar kunasihati dia.

Jangan dibikin bingung sendiri.

Berpikir positif. Ajak Sindhu ke rumahku.

- Kak Shanthi, makan apa? - Kari obat.

- Apa itu kari obat? - Jahe kering, lada, cabe..,

..dihaluskan jadi kari obat.

Dimakan seminggu sekali agar tak mudah sakit.

Kak Shanthi, ucapanmu seperti dokter.

- Aku perawat tanpa gelar. - Harusnya kau perawat.

Cita-citaku perawat. Tapi nikah umur 16 tahun.

Akhirnya aku tak bisa jadi perawat.

Hidupku berubah karena keluarga dan putriku.

Tunggu dulu.

Jangan langsung menanggapi.

Kini Kak Shanthi bahagia?

Tak masalah, Pak. Akan kunikahkan 1 putriku.

Kini hidupku bahagia.

Andai kau perawat, apa lebih bahagia?

Hidupku berubah. Penyesalan takkan mewujudkan cita-cita.

Penyesalan selalu ada di hati.

Rumahmu dirawat dengan baik.

Rumah ini?

Oh ya?

Istriku yang merawat rumahku.

- Nak, kemari. - Biar kunasihati Sindhu.

- Siapa namamu? - Kutti Karnan.

- Karthi Kannan. - Oh, namamu bagus.

Hari ini sekolahmu libur?

Tak libur. Dia bohong.

Cuma kami yang libur.

Kami belum bayar sekolah. Jadi libur.

Zaman sekarang, sekolah mahal.

Makanya aku ingin kerja tapi dilarang suamiku.

Apa bedanya kalau kau kerja?

Memangnya masalah bisa beres?

Percuma kau kerja.

Oke, lupakan itu.

Ingin kubahas hal penting dengan Sindhu.

- Thangaraj, nonton sepakbola? - Tidak. Bagaimana pertandingan?

Pertandingan keren. Babak pertama tanpa gol.

- Babak kedua seru. - Wow.

Gol Messi keren, bikin penonton terkejut.

Jangan memaksaku berubah pikiran, Sree.

Pemikiranku takkan berubah.

Selamat malam.

Kunci pintu.

- Ya? / - Hari ini acara tari ayahku.

Kesini jam 5 sore. Kita pergi bersama.

- Hari ini? - Kau lupa, ya?

Tidak kok. Nanti aku kesitu.

Jangan sampai lupa.

Daa.

- Ini tagihannya? - Permisi. / - Ya?

- Jam berapa dokter datang? - Maaf, dokter telat.

Dokter datang jam 5 sore.

SREE : KAU DULUAN. AKU MENYUSUL.

TABEL OBAT DIABETES

Kau kenapa, Bu?

Tekanan darahmu rendah.

- Ibuku rutin minum obat. - Tablet cuma 25 persen.

Sisanya seperti tabel ini.

Tekanan darah rendah karena kau depresi.

- Ada masalah di rumah? - Bukan begitu.

Bukan begitu. Aku cuma sulit tidur.

Jaga kesehatanmu sendiri.

Anakmu sibuk dengan urusannya sendiri.

Tekanan darah rendah bisa kena stroke.

Jangan sampai begitu.

Utamakan jaga kesehatan.

Jangan stres, depresi.

- 'Ibu kenapa?' - 'Tak apa-apa, Nak.'

'Ibu cemas menikahkanmu, jadi ganggu kesehatan.'

'Entah kami harus apa.'

'Jika kau suka gadis yang kami pilihkan..,'

'..maka Ibu bisa tidur nyenyak dan tak cemas.'

- Ibu kenapa? - Tak apa-apa, Nak.

- Ini pertunjukan pertamamu? - Ya.

Bagaimana rasanya?

- Berdiri yang tegap. - Baik, Pak.

- Oh. - Nak, Sree sudah datang?

- Pops, duluan. Sree menyusul. / - Sudah telat.

Kau kemari.

- Tampilkan yang terbaik. - Tentu.

Cepat-cepat.

Minum, Ibu.

Ibu berbaring saja.

- Halo. - Kau dimana?

Aku dari Rumah Sakit karena ibuku sakit.

Aku segera datang.

Jangan bohong, Sree. Mau datang, tidak?

Halo.

Aku pasti datang.

Tutup telpon.

Oke, pakai baju bagus. Daa.

Kenapa datang telat? Ayahku di belakang panggung.

Pertunjukan segera dimulai.

Ayo kita nikah?

Ayo segera nikah?

Jangan bahas disini, Sree.

Sampai kapan kau mau nikah?

Demi wujudkan cita-citamu?

6 bulan?

Atau setahun?

Ibuku.. sakit, Sindhu.

Ibumu kenapa?

- Ubah keputusanmu demi aku. - Ibumu kenapa?

Buat apa kau peduli ibuku?

Kau pura-pura peduli ibuku.

Pedulilah. Jika ibuku di ruang ICU?

Kau tak mau nikah denganku?

Jika ibumu di ruang ICU, akan kurawat.

Aku tak mau nikah hanya demi ibumu.

Aku benci kau.

Kau tak paham ucapanku.

Harus kupahami apalagi?

Nikah dan punya anak..,

..impian orang-orang, kan?

Aku tak bisa bilang, 'Aku benci kau', sepertimu.

Aku agak emosional.

Punya anak, akan fokus merawat anak.

Dan cita-citaku tak terwujud.

Memangnya cita-citamu bagus?

Jadi cita-citamu lebih penting dari aku?

Jadi ibumu lebih penting dari aku?

Bagiku, ibuku lebih penting dari dirimu.

Bagiku, cita-citaku lebih penting dari dirimu.

Kutanya sekali lagi.

Tak mau ubah keputusanmu?

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

Kannae en kangalil "Kasih, di mataku"

Kaneeraai neeyadi "Kau tetap air mataku"

Mounangal maayamaai pogatho "Bisakah bungkam ini lenyap?"

Endrum un nyaabagam "Kenanganmu tak sirna..,"

Kan munnae thondruthae "..masih di depan mataku"

Un ullam en kaadhalaal maaratho "Bisakah cintaku ubah hatimu?"

Kaikkorthu naam "Tangan kita genggam.."

Nadandha paathaigal "..jalan yang kita lalui..,"

Nee illai endru kurai kooruthae "..menanyakan dimana dirimu"

Mazhai thuligal mannai sergaiyil "Bagai rintik hujan di pasir"

Unathu vaasam ennul ninaivoottuthae "Harummu padaku kian sirna"

Aatrilae mithakkum odamaai "Sekejap lenyap di langit..,"

Paathaiyai thedinen un paathathil "..jalanmu yang telah kucari"

Kannae en kangalil "Kasih, di mataku"

Kaneeraai neeyada "Kau tetap air mataku"

Mounangal maayamaai pogatho "Bisakah bungkam ini lenyap?"

A l i h .. B a h a s a : Va ris .. No va .. Ris ki la

https://subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan pada Anak dan Wanita"

Ilai neeril moozhguma "Bisakah kelembutan meresap?"

Nila kaadhal kooruma "Akankah bulan bilang cinta?"

Thuli kooda thunaiyindri vaaduma "Bisakah kesepian sirna?"

Kadigaara mutkal pola "Bagai jarum jam"

Uyir unnai sutri varuthae "Hidupku berdetik padamu"

Nigazh kaalam nizhalindri vaaduthae "Masa lalu membayangi hidup"

Sollaamalae manangalum "Tanpa penghalang"

Sernthadhandru "Hati kita menyatu"

Vidai solliyae murindhadhu "Bagai misteri terungkap"

Kaadhal indru "Cinta kian lenyap"

Kaatrilae kalaiyum megamaai "Bagai di langit, awan hilang"

Pogiren thooramai oo "Aku pergi tanpa tujuan"

Kannae en kangalil "Kasih, di mataku"

Kaneeraai neeyada "Kau tetap air mataku"

Mounangal maayamaai pogatho "Bisakah bungkam ini lenyap?"

Endrum un nyaabagam "Kenanganmu tak sirna..,"

Kan munnae thondruthae "..masih di depan mataku"

Un ullam en kaadhalaal maaratho "Bisakah cintaku ubah hatimu?"

Kaikkorthu naam "Tangan kita genggam.."

Nadandha paathaigal "..jalan yang kita lalui..,"

Nee illai endru kurai kooruthae "..menanyakan dimana dirimu"

Mazhai thuligal mannai sergaiyil "Bagai rintik hujan di pasir"

Unathu vaasam ennul ninaivoottuthae "Harummu padaku kian sirna"

Aatrilae mithakkum odamaai "Sekejap lenyap di langit..,"

Paathaiyai thedinen un paathathil "..jalanmu yang telah kucari"

Kannae en kangalil "Kasih, di mataku"

Hai, Nak.

Selamat datang, Bu.

- Kakek sudah makan? - Sudah. / - Bagus.

Mounangal maayamaai pogatho "Bisakah bungkam ini lenyap?"

Ibu, barang belanja kutaruh dekat TV.

Besok aku ke Chennai, Sree.

Aku tak bisa hadiri pernikahanmu.

Jadi ini terakhir kita bertemu.

Apa kabarmu, Sindhuja?

Aku mencintaimu.

Sudah telat bilang cinta.

Aku tahu sudah telat.

Aku bilang cinta untuk terakhir kali.

Jaga dirimu, Sindhuja.

G.SREE KUMAR MENIKAHI S.DiVYA

- Selamat datang. - Selamat datang.

- Mereka sibuk. - Selamat datang.

- Apa kabar? Selamat datang. / - Salam.

Kukerjakan semuanya.

Hei kau. Pegang ini.

Oke, biar kupegang.

Dimana Thangaraj?

- Nak, berikan ke Ayah. - Tak mau, Ayah.

Kau sungguh mencintai Sree?

Ayah cuma tanya.

Kau mau melupakan semua dan ke bandara.

Jadi Ayah tanya.

Wanita itu mencintai Ayah.

Maksudnya ibumu.

Tapi Ayah..

..memikirkan karier Ayah..

..yang Ayah cintai.

Ayah hanya memikirkan diri Ayah.

Ayah hanya peduli diri Ayah.

Saat ibumu sakit..,

..Ayah tak tahu.

Ibumu cemas sakitnya bisa merusak karier Ayah.

Jadi ibumu merahasiakan sakitnya.

Untuk urusan kecil pun..,

..ibumu hanya peduli Ayah.

Bahkan..

..ibumu tak peduli menjaga kesehatan.

Cintanya ibumu tanpa syarat, Nak.

Cintanya tak mengharap balasan.

Setelah ibumu meninggal..,

..Ayah sadar terluka.

Meski tak percaya Tuhan, Ayah doa agar ibumu kembali.

Juga berdoa diberi kesempatan kedua.

Tapi kesalahan yang disengaja..,

..mustahil ada kesempatan kedua.

Kesalahan Ayah yang disengaja..,

..Ayah rasa kau mau mengulanginya.

Ayah memang mengajarimu kebebasan.

Tapi Ayah takut kau hidup sendirian.

Seperti Ayah kehilangan ibumu..,

..jangan sampai kau kehilangan Sree.

Aku harus apa, Ayah?

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

Hey pennae "Oh Kasih"

En nenjai kondu selgiraai "Kau melukai hatiku"

Nee tholaivil "Tanpa hadirmu"

Irunthaalum kaayam seigiraai "Kian melukai hatiku"

Sollada kannae "Katakan, Kasih"

Neeyum enna kaadhalan "Kaukah kekasihku.."

Kanavugal kalaya kandenae "..yang hancurkan mimpiku?" - Kumohon cepatlah.

Pyaar prema kaadhal "Cinta, suka, sayang"

Pyaar prema kaadhal "Cinta, kasih, hangat"

Pyaar prema kaadhal "Cinta, gairah, hasrat"

Pyaar prema kaadhal "Cinta, mesra, akrab"

Thaenae kaanal nee "Kasih, bagai ilusi"

Nee yen therinthu marainthu ponaai "Kau pupus di udara halus"

Anbae kaadhal nee "Kasih, kau kekasihku"

Nee yen kalainthu karainthu ponaai "Kau hilang, bukan lagi kekasihku"

Pala vaanavil theetiya pothum "Karena dendam pelangi"

Sila vannangal theernthathu yen "Warna pudar di langit"

Pala vinmeen minniya naalum "Meski rasi bintang melimpah"

Sila megangal soozhnthathu yen "Di langit, awan sedih gundah"

Thaenae kaanal nee "Kasih, bagai ilusi"

Nee yen therinthu marainthu ponaai "Kau pupus di udara halus"

Anbae kaadhal nee "Kasih, kau kekasihku"

Nee yen kalainthu karainthu ponaai "Kau hilang, bukan lagi kekasihku"

3 TAHUN KEMUDIAN

- Sudah matang. Cicipi bumbunya. / - Oke.

Terima kasih.

- Halo, Bu. - Begini, Vijay.

- Apa, Bu? - Apa yang kurang?

Hampir selesai, minggu depan bisa dipakai.

- Pemuda ingin iklankan restoran kita. / - Ya.

- Beri pemuda proyek iklan. / - Ya.

- Pastikan iklan bagus. - Ya.

- Oke, daa. - Daa, Bu.

- Pops, ayo pergi. - Ya.

Ayo pergi, Nak.

Halo, siapa ini?

Sathish.

Apa kabar? Lama tak ada kabar.

Oh.

Oke.

Ada apa?

Ini Sathish, Pops.

Sree dan istrinya cerai.

Jangan cemas. Sree akan baik-baik saja.

Ayo pergi.

Ya, Pops.

RESTORAN SS

Ceritakan, Pak.

Entah kalian tahu atau tidak.

Putriku dan putramu..

..pacaran 3 tahun lalu.

Sejak putramu nikah..,

..putriku masih merindukan putramu.

Karena kuceritakan ini..,

..kalian jangan tersinggung.

Putriku tak mau nikah.

Jadi putriku dan putramu berpisah.

Ini salah putriku.

Harusnya putriku setuju nikah.

Ibunya sudah meninggal.

Kubesarkan putriku dengan beri kebebasan.

Maaf.

Maafkan aku.

Maafkan aku.

Percuma nikah secara adat, perjodohan.

Putraku tak bahagia sejak nikah.

Kini putraku cerai.

Tak perlu kami rahasiakan ini darimu.

Karena putraku dan istrinya bertengkar..,

..istrinya menggugurkan anak, Pak.

Kunikahkan putraku, malah kurusak hidupnya.

Tiap hari aku menangis, menyesal.

Nikah bukan hanya kata-kata.

Nikah juga dua hati bersatu.

Jadi kami setuju keinginan putrimu.

Meski kelak..,

..akan dihina orang.

Tapi aku tak peduli.

Bagiku, yang penting putraku bahagia.

Andai kini putraku disini..,

..kusuruh putraku hidup bersama putrimu.

Tapi putraku hilang sejak 3 hari lalu.

Hilang sejak kapan?

Hilang sejak 3 hari lalu.

Putriku juga hilang sejak 3 hari lalu.

- AYAH MENELPON - POPS MENELPON

Mantan istrimu tak pantas untukmu.

Aku mencintaimu.

Sialan kau.

- Sayang. - Ya, apa?

Bawa hubungan kita ke jenjang serius.

- Kohabitasi? - Nikah?

Apa?

Kau ingin nikah?

Sindhuja, nikah itu kesalahan besar.

Pokoknya jangan nikah.

Kau bercanda, ya?

Kau sudah merasakan nikah.

Kini giliranku merasakan nikah.

Saranku, jangan coba-coba nikah.

Nikah itu kesalahan besar.

Aduh.

Kutanya sekali lagi..,

..kau mau menikahiku atau tidak?

Alih Bahasa : Varis Nova Riskila https://subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan pada Anak dan Wanita"

--VNR-- varis.nova.riskila --VNNV--

--VNR-- varis.nova.riskila --VNNV--

--VNR-- varis.nova.riskila --VNNV--

--VNR-- varis.nova.riskila --VNNV--

Alih Bahasa : Varis Nova Riskila https://subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan pada Anak dan Wanita"

V

A

R

I

S

N

O

V

A

Alih Bahasa : Varis Nova Riskila https://subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan pada Anak dan Wanita"

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.