All language subtitles for LOVE.exe.S01E03.KOREAN.WEB-DL.VIU.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

"Drama ini adalah karya fiksi. Semua tokoh, karakter,"

"Dan insiden adalah karya imajinasi penulis"

"Kesejahteraan aktor cilik dijamin"

"Dan syuting dilakukan sesuai jam kerja"

"Joseon, abad ke-15"

Sudah pagi.

Aku hanya ingin membuat tuanku yang melihat potensial

dalam diri pelayan rendah ini, bahagia.

Anda memerintahkanku yang hanya rakyat jelata

untuk datang menghadap Anda

dan memajukan teknologi demi memperkuat bangsa Joseon.

Aku bersujud untuk menjunjung tinggi titah itu.

Jabatan tidak bernama.

Di masa depan, jika orang sepertiku bertambah banyak,

akan disebut apa? Untuk membuka

dan berkembang.

Orang yang membuka kemungkinan baru,

mengembangkannya, dan menjadikannya kenyataan.

Benar juga.

'Pengembang' sepertinya sangat cocok.

Yang Mulia Putra Mahkota!

Apa-apaan ini!

Rancangan Honcheonui-nya hanya satu. Yang Mulia Putra Mahkota.

Dasar bodoh.

Yeong Sil.

Jangan khawatirkan dia.

Yang Mulia.

Melihat tragedi laptop hari ini, aku dapat ide novel web seperti ini.

Persahabatan pedih Raja Sejong dan Jang Yeong Sil,

dan Putra Mahkota, musuhnya, punya percikan hebat dengan Yeong Sil

Telingaku berdarah. Na Rae, apa kamu tidak akan dituntut?

Benar. Ilmuwan jenius lintas kasta

jatuh cinta pada pangeran payah. Ini penghinaan.

Mengirim emotikon marah.

Aku tidak akan bilang dia bodoh. Putra Mahkota Munjong sangat pintar.

Benar, Cheugugi-nya sebenarnya juga ide Munjong.

Pangeran di ceritaku sebenarnya modelnya Pangeran Agung Suyang...

Bukan begitu, tetapi kenapa wajahku dan San dijadikan referensi?

Kalian yang terseksi di jurusan teknik!

Kamu tidak ikut kencan buta kelompok?

Kenapa kamu bertanya padahal tahu aku tidak tertarik dengan itu?

Bukan kamu, tapi Yeon San!

Kamu lihat keadaan San hari ini, masih saja bertanya begitu!

"Peringkat satu di XXX"

Kamu benar-benar datang, Min Hak.

Tentu saja.

Aktingmu tadi bagus sekali.

Hati-hati.

"LOVE.exe"

"Episode Tiga: Promosi Semester Baru"

"Delapan Jam Sebelumnya"

- Itu milikku! - Milikku! Milikku!

Semuanya, harap tenang!

Waktunya perbuatan baik harianku untuk lingkungan.

Sudah kubilang itu milikku.

Aku sudah bilang dengan jelas itu milikku.

Lagi pula, sudah jelas laptopnya berbeda!

Tadi memang terlihat sama persis.

Ayo ambil megafon dewan siswa. Kalau menunggu, kita akan diinjak.

Begini...

Pihak yang bertanggung jawab kurang jelas.

Hei, mana si anak baru?

Jika membahas pertanggungjawaban, kubilang itu milikku dan aku maju,

tapi satpam langsung menghalangiku. Sekarang aku mengerti

karena ada penggemar yang berteriak, "Dia milikku".

Kuakui dia salah paham dan mengira aku salah satu dari mereka.

Namun, di saat genting itu, aku harus apa...

Aku sangat berterima kasih pada penggemarku,

tapi mendengar "dia milikku" kadang bisa menyesakkan.

Apa dia salah satu penggemarmu juga?

Atau bukan?

Mungkin dia salah satu penggemarmu, Jinny.

Benar, dia salah satu penggemarmu! Ya, 'kan?

Pasti maksudnya 'Jinny milikku', bukan 'Min Hak milikku'.

Astaga, apa yang kulakukan?

Aku terlalu sombong, ya?

Jangan tertawa.

Lap sodanya agar tidak lengket.

- Kacau sekali. - Maksudmu ini untuk tutup mulut?

Memang kurang?

Aku membayarnya dengan uangku sendiri.

Uangmu sendiri? Uang pribadi staf baru?

Tunggu sebentar, Yeon San.

Sebagai penanggung jawab di sini, aku tidak bisa membiarkan ini.

Kamu siapa?

Aku Ketua Komite Darurat Departemen Teknik Komputer.

- Siapa penanggung jawab di sini? - Kamu!

Ya?

Kamu merusak barang orang dan menyuruh anak baru membayar?

Bukan aku yang merusaknya.

Meski begitu, kenapa yang terlemah yang harus menggantinya?

Bukannya harusnya bos membayar ini? Karena itu mereka dibayar mahal.

Baik, siapa produser di sini?

Begini, kami harus syuting dahulu. Mari kita bicarakan setelah selesai.

Untuk sekarang, tolong menepi.

Aku tidak akan beranjak sedikit pun sampai ada yang bertanggung jawab.

Teman-teman! Scrum!

Scrum!

Kamu tahu siapa gadis tinggi dan gagah di sana itu?

Dia? Dia Kang Dong Won, ketua Teknik Komputer,

Yang Mulia.

Nama aslinya memang Kang Dong Won. Julukannya Kang Dong Won Teknik.

Menarik.

Kang Dong Won.

Para Ketua Tata Rias, mohon berkumpul sebentar.

Hei, Jinny.

Astaga.

Kubilang untuk selalu hati-hati dengan saat kau memakai mik, 'kan?

Maaf, tapi,

aku bertanya-tanya apa jadwalmu setelah acara ini selesai.

Aku harus pergi ke pemutaran perdana di Yongsan.

Undangan dari Sutradara Cha Nook.

Bagaimana dengan besok? Kamu ada waktu besok?

Katakan saja sekarang.

Hanya ada kita berdua di sini.

Sebenarnya...

Min Hak.

Menurutku, kita harus melakukan perubahan.

Benarkah?

Itu yang akan kukatakan padamu.

- Benarkah? - Benar.

Kupikir waktunya kita melangkah ke jenjang berikutnya.

Itu dia. Langkah berikutnya!

Jika ingin karier kita naik level, kita tidak boleh berpuas diri.

Kita harus menatap masa depan.

Astaga.

Sebenarnya aku agak gugup.

Ternyata kamu sepemikiran denganku.

Kita harus bagaimana?

- Kapan kita umumkan ke semua orang? - Umumkan? Umumkan apa?

Apa?

Kamu bilang "langkah berikutnya", jadi, kukira...

Baiklah. Tidak diumumkan juga tidak apa-apa.

Maksudku, kalau orang-orang tahu, kamu pasti akan kerepotan.

Min Hak. Maksudku, kita akhiri saja.

Sepenuhnya.

Kamu dan aku hanya teman.

Min Hak, kamu bukan idola atau aktor, jadi, kamu juga bukan kolega.

Kita hanya

kenalan sambil lalu atau...

Kenalan sambil lalu.

Tapi kita bahkan pernah berciuman...

Itu terjadi begitu saja.

Karena kita berdua masih muda dan menawan. Benar, 'kan?

Kalau hanya sekali mungkin saja, tapi tiga kali ciuman...

Terlebih lagi, minggu lalu...

Tidak. Soal itu, Min Hak.

Posisi kita sekarang tidak menentu.

Kita bisa hilang dan tidak ada yang akan peduli.

Apa karya terbaikku sebagai aktris? Jujur saja,

itu iklan soju-ku. "Like Dew".

Kamu selebritas kecil yang mulai di "Match on Wheels".

Bukankah kita memerlukan langkah berikutnya?

Jadi,

maksudmu, aku bukan yang berikutnya untukmu.

Musim gugur nanti aku akan ke Amerika.

Itu untuk film orisinil di streaming.

Kamu tahu apa mimpi terbesarku, 'kan?

Melampaui Jung Ho Yeon dan meninggalkan jejak di Hollywood.

Benar sekali. Aku sangat ingin melakukannya.

Bukan Jinny si idola lawas, tapi Jinny, aktris bintang dunia.

Bintang dunia Jinny.

Itu keren sekali.

Di posisi kita masing-masing.

Kamu di sana,

dan aku di sini.

Mari lakukan yang terbaik,

meningkatkan nilai kita masing-masing,

lalu mari bertemu lagi, Min Hak.

Yang terbaik untuk kita masing-masing saat ini.

Ucapannya sulit sekali.

Banyak menggunakan istilah bahasa Inggris pula.

Baiklah, kita tidak bisa diam di sini seharian.

Kalian selesaikan dengan suten saja.

Apa?

Yang salah harus ganti rugi. Atau bayar setengah-setengah.

Ayo, suten.

Ayo.

Ayo, yang tidak main berarti kalah. Suten.

Tunggu sebentar.

Biar aku yang bayar.

Apa? Kenapa harus kamu, Min Hak?

Aku yang mematahkan laptopnya, jadi aku yang harus bayar.

Kamu tidak apa-apa? Jangan menangis, aku minta maaf.

Berapa harganya?

Baik, mari kita hitung.

Laptop yang kamu hancurkan ini adalah model terbaru tahun 2025.

Dilengkapi Intel Core Ultra 200HX, GPU-nya GeForce RTX 5070.

Hanya dari dua komponen itu saja harganya di atas 3.000 dolar.

Ada tiga SSD 1 TB di Super RAID 5.

Masing-masing 170 dolar, total 510 dolar.

Jika ditambah biaya pemulihan data yang lebih penting, totalnya...

Tunggu sebentar.

Boleh pinjam kalkulator?

Jumlah yang kusebutkan belum termasuk kompensasi

atas ketidaknyamanan sementara selama laptopnya diperbaiki.

Jika pemulihannya mustahil, kompensasi untuk data di dalamnya

yang tidak ternilai harganya juga harus termasuk.

- Tiga ratus tiga puluh dikali... - Lupakan saja.

Berikan saja nomor kontakmu. Nanti aku kirimkan hitungan resminya

dan kamu bisa langsung transfer ke rekeningku.

Baiklah.

Kamu lihat itu? San dapat nomor Kang Min Hak.

- Apa ini bagian dari rencananya? - Tunggu!

Tidak boleh. Aku manajernya, bicaralah padaku.

Aku tidak peduli siapa selama ada yang bertanggung jawab.

Ini.

Sudah beres, 'kan?

Min Hak, tim Jinny panik karena jadwalnya tertunda.

Apa? Baiklah.

Ayo.

Aku akan membuat perincian biayanya dan menghubungimu!

Kamu tadi mau memberikan nomormu? Untung saja aku menghentikanmu.

Begitu caramu mendapat penguntit gila.

Mereka berteriak, "Dia milikku!" Kamu tidak tahu?

Menurutku dia bukan orang seperti itu.

Lagi pula,

aku harus bertanggung jawab atas kesalahanku, 'kan?

Aku tahu. Kamu sangat bertanggung jawab dan naif.

Makanya aku ada di sini, untuk melindungimu. Ya?

- Aku tahu, aku berterima kasih. - Kamu sudah tanya Jinny?

Itu...

Aku tidak sempat membahas soal drama itu.

Kenapa? Memangnya kalian sibuk bicara apa?

Jika Jinny merekomendasikanmu, itu kesempatan alami dan bagus.

Permisi, Min Hak?

Tadi aku belum sempat menyapa dengan benar.

Min Hak, terima kasih banyak.

Bukan apa-apa.

Min Hak, sekarang pergilah dirias. Kamu tahu tempatnya, 'kan?

- Sekarang? - Ya, ke lorong di pojok

Permisi sebentar.

Kamu pasti repot sekali tadi.

Tidak. Aku bersyukur padanya, tapi aku merasa tidak enak.

Dia memang orang yang baik.

Tapi orang daring salah paham. Katanya dia hidup di dunia fantasi.

Beberapa orang suka menghujatnya. Aku cemas insiden laptop ini

akan memulai rumor.

Apa aku harus mengunggah daring untuk menghentikan rumor itu?

Akan aku tulis bahwa dia malaikat, penyelamat, dan pangeran.

Astaga, tidak perlu sampai begitu.

Mungkin jangan terlalu melebih-lebihkan.

Tulis saja sesuai fakta. Seperti katamu, malaikat dan penyelamat.

Bisa unggah itu untuk kami?

- Tentu saja. - Baiklah.

Tadi aku juga sempat merekam. Perlu kukirimkan tangkapan layarnya?

- Tentu, bagus. - Baik.

Baik.

Ada hikmah di balik musibah, 'kan? Kamu bisa saja dapat laptop baru.

Tapi datanya tak sempat dicadangkan. Datanya dari zaman SMA di sana.

Aku mau ke pusat pemulihan data dulu.

Kalau saja bukan karena si bodoh itu...

Permisi.

Ya?

Maaf, ini menggangguku. Kurasa aku pernah melihatmu.

Bukan. Kubilang aku bukan penggemarmu.

Sekarang dia pasti akan bilang, "Kamu Ahn In Dae?" lagi.

Mungkin wajahku pasaran.

Kita tak punya hubungan apa pun, jadi, pergi saja.

Soal estimasi biaya, akan kuhubungi manajermu.

Sudah kuduga.

- Kamu penggemar Jinny? - Apa?

Aku tahu karena kamu sangat cuek kepadaku.

Omong-omong, tindakanmu bagus. Saat kamu berbaikan dengan staf.

Apa maksudmu?

Aku tidak bermaksud menegur. Tapi kalau kamu terlalu galak,

itu bisa membuat selebritamu terlihat buruk.

Mewakili Jinny, aku berterima...

Haruskah aku mencabik kepalanya?

Kalau kamu ingin merekam sesuatu, aku bisa membuat Reels denganmu.

Bagaimana?

Aku ingin memecahkan kepalanya

dan melihat isinya.

Apa isi kepala orang seperti itu?

"Yongsan"

Entahlah. Aku tidak yakin ini bisa dipulihkan.

Jadi,

karena ini kamu jauh-jauh datang ke Yongsan malam-malam begini?

Karena itu aku minta datanya dipulihkan mau bagaimana juga.

- Akan kukabari dua pekan lagi. - Dua pekan?

Biayanya 800 dolar, tapi kalau tambah 200 dolar lagi,

bisa kuselesaikan seminggu lebih cepat.

Harganya jauh berbeda dengan di internet.

Kalau hanya kemasukan air, biayanya cukup 300 dolar.

Tetapi ini bukan air, melainkan minuman manis.

Apa bedanya...

Penanganan setelahnya juga keliru. Kapasitasnya satu terabita,

dua kali lipat dari laptop biasa.

Laptop model baru sekarang lebih sulit ditangani.

- Kutransfer setelah datanya pulih. - Bayar di muka.

Aku tetap harus bekerja. Harga itu untuk jasaku.

Baiklah.

Toh bukan aku yang akan membayarkan ganti ruginya.

"Universitas Hangang"

Harusnya pakai pemeran pengganti untuk adegan memegang laptop.

Di mana Jinny?

Dia rekaman dan pergi dua jam lalu. Itu bahkan bukan bagian figuran.

Katanya dia pergi ke pemutaran perdana film.

Kamu menunggu lama tanpa alasan.

Aku tidak apa-apa.

Lagi pula, kita tidak ada jadwal lain setelah ini.

Kamu terlalu baik.

Ayo pergi. Kamu akan pulang, kan?

Ini soal insiden laptop tadi siang. Sudah aku serahkan untuk diservis.

Akan aku hubungi lagi setelah estimasi biayanya keluar.

Hei, aku mau bertemu teman sebentar.

Teman? Tiba-tiba? Siapa?

- Jangan diangkat. - Itu...

- Min Hak. - Ya?

Aku tidak peduli kamu bertemu siapa asal kamu tidak terlibat masalah.

Kamu mengerti? Aku percaya padamu.

Terima kasih.

Akan kuantarkan.

Sial, tidak diangkat?

Para bedebah ini pasti di media sosial. Akunnya...

Merepotkan sekali.

Aku tidak mau buka media sosial, tapi setidaknya aku bisa kirim DM.

Apa ini?

Kang Min Hak mengganti laptop mahal mewakili kru produksi yang bersalah.

Kudengar ada syuting iklan di kampus dan aku pergi menontonnya.

Jinny dan Kang Min Hak menawan sekali.

Laptopnya patah. Seorang staf kira itu prop.

Pemiliknya mengamuk.

Kang Min Hak bilang itu bukan salah stafnya, tapi salahnya.

- Malaikat, penyelamat, pangeran. - Pangeran.

Dia merusak laptopku, mengabaikanku, dan sekarang dia jadi pahlawannya?

"Pusat Elektronik Yongsan, Stasiun Sinyongsan"

Kacau sekali, sial.

Tuna-ku.

Kamu minum berapa banyak?

Kenapa kamu lama sekali? Aku hampir mati merindukanmu.

Maaf, ayo pergi.

Astaga!

Kamu mabuk. Ayo pergi.

Ayo. Ayo.

Jangan pergi dulu. Ayo kita di sini lebih lama lagi.

Bersulang.

Ayo kita di sini lebih lama lagi.

Kamu lebih suka BEM daripada aku, kan?

- Ayo pergi. - Kamu jahat sekali. Mau ke mana?

Ayolah, Semuanya. Kalian tidak bosan?

Sudah lama tidak Kencan Buta Grup.

Ramaikan suasananya. Ayo, permainan angka, satu!

- Dua! - Tiga!

Empat! Lima!

- Minum. - Biar aku yang jadi Kesatria Hitam.

- Ayolah! - Apa-apaan ini?

Apa-apaan? Yang benar saja.

- Permainan Angka, satu! - Dua!

- Tiga! - Baiklah!

- Minum. - Hei.

Minum, minum.

- Kali ini aku, kali ini sungguhan. - Ayolah.

- Astaga. - Yang benar saja.

Padahal dia tidak bisa minum.

Yang benar saja.

Lihat dia.

Kamu sungguh bisa minum.

Aku akan menagih biaya perbaikannya. Dengan segala cara.

Kang Min Hak sialan ini!

Jika ini hanya simulasi, semoga pengembangnya juga terkutuk.

Bagus.

Jika orang yang memutuskanmu menelepon malam-malam,

harusnya kamu abaikan saja.

Sekalipun dia mabuk dan merengek memintamu datang,

matikan saja ponselmu.

Bagaimana bisa aku begitu?

Bagaimana kalau keesokan harinya aku pura-pura tidak tahu?

Lalu aku bilang aku tidak pernah memanggilmu.

Aku anggap saja kamu tidak memanggilku.

Kenapa repot-repot? Kenapa kamu sampai sejauh itu?

Manisnya, Min Hak-ku ini.

Kamu berbeda dari ayahmu.

Kamu tidak akan pernah menjadi sepertinya.

Tidak akan pernah.

Tidurlah, Jinny.

Manisnya Min Hak-ku ini.

Fokus padaku.

Ponselmu bergetar.

Halo?

Benarkah?

Jadi, ada siapa saja di sana?

Sepertinya aku tidak kenal mereka.

Nanti aku hubungi lagi.

Hei, sepertinya aku harus pergi.

Kata Amy, para sutradara

dan tamu dari luar negeri semuanya sedang menungguku.

Padahal, aku belum selesai menonton filmnya.

- Bagaimana ini? - Pergilah kalau begitu.

Maaf.

Mau istirahat sebentar?

Jinny, bau alkoholmu menyengat. Aku pergi duluan,

jadi, kamu bersiap-siap saja dengan tenang.

Baiklah.

Anak itu hidup di dunia fantasi. Manajernya seorang penipu.

Dengan akun anonim pembela keadilan, aku harus menghukum kalian.

Aku akan rasional. "Menunggu jawaban untuk biaya laptop."

Sial, masalah baterai lagi...

Maafkan aku.

Apa kemungkinan pertemuan ini?

Apakah pencipta gim ini benar-benar pengembang yang suka kebetulan?

Berhenti!

Hei, tunggu!

Hei, coba lihat ini!

Kalau kamu pergi begitu saja...

Aku harus bagaimana jika...

Aku tahu kamu tidak akan membiarkanku pergi.

Hei, lepaskan aku.

Apa-apaan ini? Lepaskan.

Kenapa?

Sudah kubilang lepaskan! Beraninya kamu malah memelukku?

Maaf. Peredam bisingnya bagus.

- Kamu gadis yang tadi? - Ya. Yang tadi...

- Kamu penggemar terobsesi? - Penggemar terobsesi?

Begitu rupanya. Mereka mengikutimu seharian.

Yang benar saja.

Sudah kubilang, kan? Ini tidak akan membantu selebritasmu.

Kalau kamu sungguh peduli padanya,

kamu juga harus merelakannya. Mengerti?

Melepaskan apa? Lepaskan saja uang untuk laptopku!

Astaga.

Hei, kamu mau ke mana?

Siapa penggemar siapa? Kamu pikir seluruh dunia penggemarmu?

Seandainya bukan, tapi kita selalu bertemu siang dan malam.

Bahkan dari Gyeonggi ke Yongsan. Sebelumnya juga.

Kita sering bertemu di suatu tempat sebelumnya, kan? Benar?

Alasan kamu merasa sering melihatku karena kita memang sering bertemu!

Kita mahasiswa di jurusan yang sama! Yang namanya sekarang aneh!

Jurusan Pengembangan Konten Global dan Teknologi Fisik Konvergensi!

Kita hanya terus bertemu di kampus sempit yang makin sempit.

Kamu ingat laptop yang kamu rusak hari ini?

Kamu menekuknya, menyiramnya dengan soda,

lalu kamu keringkan dengan pengering!

Aku butuh itu untuk pekerjaanku, tugas kuliahku, dan kompetisi,

jadi, aku harus ke pusat elektronik

yang jauh di Yongsan! Apa? Penggemar terobsesi?

Memangnya tidak apa-apa memeluk penggemar mana saja yang kamu lihat?

Sekarang aku mengerti apa yang membuatku salah paham.

Kamu baru sadar sekarang?

Ceritanya terlalu panjang untuk dijelaskan.

Sebenarnya kenapa manajermu tidak mengangkat telepon?

Aku tidak tahu dia tidak bisa dihubungi. Aku minta maaf.

Tapi aku harus segera pergi. Jadi, berikan nomormu kepadaku...

Aku tidak percaya lagi.

Ya, itu wajar. Kalau begitu, berikan ponselmu.

- Akan kutulis nomorku di HP-mu. - Baterainya habis.

Habis...

Kalau begitu, kamu punya kertas?

Aku janji akan menghubungimu.

Kertas perincian biayaku!

Hei, nomornya luntur semua! Berhenti!

Tunggu!

Minggir!

Apa yang kamu lakukan?

Aku tidak bisa membiarkanmu terluka.

Benar. Untuk sesaat...

- Siapa yang memanggil taksi? - Aku tidak memanggil!

Tadi kamu teriak "berhenti", jadi, aku kira...

Ada yang mau ke Gangnam?

- Permisi. - Ya, silakan.

Kencan Buta Grup hari ini gagal total.

Gagal kencan buta itu berita besar?

Saat hariku...

Aku selalu berpikir tidak akan melajang lagi

setiap awal semester.

Mereka bahkan tidak membalasku.

Sial...

Lihat aku, menonton drama tentang para pria jatuh cinta.

Oke. Sekarang, kita beralih dari bisep ke trapezius.

Trapeziusnya terasa sekali. Ayo kita latih.

Bagus.

Permisi!

Hei, di sini tak kedap suara, tahu? Apa itu soal terasa?

Maaf. Latihan pribadiku dijadwalkan malam hari.

Tunggu, apa? Maksudku, latihan pribadi macam apa di rumah?

Sepertinya kita satu kampus. Mari lebih tenggang rasa.

Baiklah. Maaf. Kami akan lebih tenang sekarang.

Ayo, angkat terus!

Baiklah. Sekarang, rasakan ototnya.

Baiklah.

Itu enak.

Aku butuh melepas stres.

Apa aku harus menonton Demon Slayer, drama Finlandia itu?

Bukan. Lego ASMR.

Atau sebaiknya bekerja dahulu?

Ada ribuan penyebab munculnya bug.

Mungkin karena melewatkan satu kasus atau menggunakan rumus yang salah.

Untuk apa mereka mengirimiku ini?

Sudah kubilang ini bukan masalah perangkat keras mesinnya.

Atau akses memori di luar batas yang dialokasikan untuk program

menerapkan operasi yang salah pada data

atau gagal memeriksa kesesuaian input dari pengguna.

"Park Chang Yi"

San, lama tidak bertemu.

Atau seperti ngengat yang masuk ke komputer Grace Hopper,

mungkin karena ada yang masuk ke tempat yang tidak seharusnya.

Ada apa?

Aku datang untuk meminta maaf.

Bagaimana kamu tahu di mana rumahku?

Dekan yang memberitahuku.

Memangnya boleh begitu?

Aku agak basah, boleh aku lepas jaketku?

Tidak.

Sialan.

Joo Yeon San.

Kenapa kamu tidak menjawab?

Apa?

Python itu apa?

- Apa? - Ini.

Salah satu bahasa pemrograman.

Bahasa?

Lebih dinamis dan ringkas daripada bahasa lain.

Keterbacaannya juga baik,

sehingga cocok digunakan oleh pemula hingga ahli.

Pemula juga bisa menggunakannya?

Dinamis pula?

Ringkas bukan berarti mudah.

Tapi, kompatibel dengan berbagai sistem operasi.

Bisa saling terhubung?

Seperti kita?

Meskipun berbeda?

Karena itu, ekstensibilitasnya sangat baik.

Boleh aku menciummu?

Kamu dengar?

Sedang diproses.

"Program Peretasan Python"

Sekarang kumasukkan, ya?

Jangan, itu belum...

Ini setidaknya rating dewasa.

- Tunggu. Ini terlalu vulgar! - Apa ini?

- Apa ini tidak apa-apa? - Apa kita bisa menayangkannya?

Apa ini?

Ini yang kamu suka.

Aku masukkan.

Kumasukkan.

Aku tahu kamu menyukainya.

Kumasukkan, ya?

- Dimasukkan! Masuk! - Apa-apaan ini...

Astaga. Itu mengembang.

Astaga, benar-benar mengembang!

- Lihat semua busanya! - Ini pesta busa!

Mereka bermesraan di bak mandi berpakaian, kenapa aku berdebar?

Dia menuangkan semuanya. Benar-benar gila.

- Tunggu. Bukankah ini agak vulgar? - Tidak apa-apa, kan?

- Astaga. - Manisnya.

Bukankah ini agak berlebihan?

Tidak. Dia memimpinnya dengan baik agar Yeon San tidak canggung.

Kenapa aku bermimpi seperti ini...

Benar juga. Seminggu terakhir ini melelahkan

dan aku hanya manusia dengan raga dengan darah, daging, dan hasrat.

Bertemu langsung, audio video, dan memori pertemuan di Yongsan,

semua nilai masukan ini tercermin dalam mimpiku

dan memperkuat teori aplikasi yang omong kosong itu!

"Penyebaran karya ini tanpa izin"

"Dapat dikenai sanksi sesuai UU Hak Cipta dan hukum terkait"

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.